Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam kehidupan masyarakat jawa khususnya terdapat perayaan adat yang kental dengan nuansa islam, perayaan ini di sebut perayaan khol. Acara yang diselenggarakan untuk memperingati hari kematian seseorang khususnya ulamaulama besar maupun kiyai atau sesepuh desa. Dalam proses pelaksanaanya khol berisi doa-doa, ziarah kubur dan pengajian. Namun jika tak jarang diselipkan juga acara-acara adat jawa asli untuk lebih menyemarakkan kegiatan khol tersebut, seperti acara wayang kulit.

B. Rumusan masalah

Masyarakat jawa yang sebagian besar adalah masyarakat yang menganut faham ahlus sunnah wal jamaah berpandanga menjadikan acara khol ini sebagai tradisi keagamaan yang sah atau tidak melanggar syariat-syariat islam, meskipun sebagian umat islam di luar faham ahlus sunnah wal jamaah menganggap acara semacam ini haram untuk dilakukan. Dari sini maka timbullah pertanyaan tentang khol tersebut, apakah khol boleh di adakan atau benarkah bahwa penyelenggaraan acara khol haram hukumnya ?. Pertanyaan inilah yang penulis coba memberikan jawaban dalam penulisan makalah kali ini.

BAB II PEMBAHASAN ISI

A. Pengertian Khol Kata khol berasal dari bahasa Arab haul yang berarti telah lewat atau berarti tahun. Namun masyarakat Jawa menyebutnya khol utowo selametane wong mati (haul atau selamatan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal) yaitu: suatu upacara ritual keagamaan untuk memperingati meninggalnya seorang Ulama (tokoh agama, kyai), sesepuh desa atau salah satu dari anggota keluarga. B. Tujuan khol Terdapat beberapa tujuan yang dapat dipetik dari helatan haul berdasarkan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, diantaranya adalah : 1. Haul diadakan untuk mendo'akan dengan memintakan ampun kepada Allah swt. agar orang yang meninggal (yang dihauli) dijauhkan dari segala siksa serta dimasukkan ke dalam surga; 2. Untuk bersedekah dari ahli keluarganya atau orang yang membuat acara, orang yang membantu atau orang yang ikut berpartisipasi dengan diniatkan amal dan pahalanya untuk dirinya sendiri dan juga dimohonkan kepada Allah agar disampaikan kepada orang yang dihauli; 3. Untuk mengambil teladan dengan kematian seseorang bahwasanya kita semua pada akhirnya juga akan mati, sehingga hal itu akan menimbulkan efek positif pada diri kita untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt.; 4. Untuk meneladani kebaikan-kebaikan dari orang yang dihauli, dengan harapan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari; dan

5. Untuk memohon keberkahan hidup kepada Allah melalui wasilah (media)

yang telah diberikan kepada para ulama, sholihin atau waliyullah yang dihauli selama masa hidupnya.1 Dari penjelasan tersebut di atas, tidak tersirat sedikit pun tujuan haul yang mengarah pada kemeriahan. Haul adalah do'a dan sedekah, haul merupakan media untuk mengambil teladan dan meneladani, serta memohon keberkahan. Walhasil, haul diselenggarakan bukan untuk rame-ramean (yang menjadi barometer), haul tidak perlu ditampilkan secara meriah yang terkesan dipaksakan hingga harus menampilkan ini dan menyajikan itu yang tidak ada korelasinya sama sekali dengan acara dimaksud. Karena secara haqiqi, haul adalah "PERINGATAN" acara sakral yang memiliki kecenderungan kepada tadzkiroh, midanget, atau pengeling bukan "PERAYAAN" yang lebih condong kepada keramaian, hura-hura dan pesta pora. Bila yang lebih ditonjolkan adalah perayaan disadari atau tidak maka ruh atau jatidiri daripada haul akan hilang, absurd. Karena moment yang mestinya menjadi perenungan terkubur oleh kemeriahan dan hingar bingar. Sehingga jangan heran ketika dalam acara Pengajian Umum Haul diselingi intrik untuk penggalangan massa yang bersifat politis. Kehadiran sejumlah pengunjung yang datang, dijadikan kesempatan sebagai arena dukung mendukung atau bahkan hujat menghujat bagi golongan tertentu. C. Dalil Khol Dalil mengenai haul adalah berdasarkan hadits yang menerangkan bahwa junjungan kita Sayyidina Muhammad saw. Telah melakukan ziarah kubur pada setiap tahun yang kemudian diikuti oleh sahabat Abu Bakar, Umar dan utsman. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dari al-Waqidy.
1

http://fafank-irfan.blogspot.com/2010/12/pengertian-selamatan-atau-haul.html, senin, 27 juni 2011, 14.30 WIB

: : . ) ) Al-Waqidy berkata: Nabi Muhammad Saw. berziarah ke makam syuhada uhud pada setiap tahun, apabila telah sampai di makam syuhada uhud beliau mengeraskan suaranya seraya berdoa: keselamatan bagimu wahai ahli uhud dengan kesabaran-kesabaran yang telah kalian perbuat, sungguh ahirat adalah tempat yang paling nikmat/sebaik-baik rumah peristirahatan. Kemudian Abu Bakar pun melakukannya pada setiap tahun begitu juga Umar dan Utsman. HR. Baihaqi. (Mukhtashar Ibnu Katsir, Juz 2 hal. 279) Diterangkan dalam kitab Ittihaf al-Sadah al-Muttaqin juz XIV hal.271, kitab Mukhtashor Ibnu Katsir juz 2 hal.279, dan dalam kitab Raddu al-Mukhtar ala aldurri al-Mukhtar juz 1 hal 604. Sedangkan hukum Selametan 1sampai 7, 40, 100 hari dan Haul juga di perbolehkan oleh para ulama kebanyakan. Mengenahi hukum haul dan selamatan ulama berbeda pendapat, tetapi mayoritas ulama dari empat madzhab berpendapat bahwa pahala ibadah atau amal shaleh (selametan) yang dilakukan oleh orang yang masih hidup bisa sampai kepada orang yang sudah mati (mayit). D. Pendapat Sahih Yang Memperbolehkan 1. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Syaikhul Islam Taqiyuddin Muhammad ibn Ahmad ibn Abd. Halim (yang lebih populer dengan julukan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dari madzhab hambali) dalam kitab Majmu Fatawa : XXIV/314-315, menjelaskan sebagai berikut ini:

. ) : , . Artinya : Adapun sedekah untuk mayit, maka ia bisa mengambil manfaat berdasarkan kesepakatan umat islam, semua itu terkandung dalam beberapa hadits shahih dari Nabi saw, seperti kata saat Ya Rasul Allah, sesungguhnya ibuku wafat, dan aku berpendapat jika ia masih hidup pasti bersedekah, apakah bermanfaat jika aku bersedekah sebagai gantinya ? maka beliau menjawab Ya, begitu juga bermanfaat bagi mayit : haji, qurban, memerdekakan budak, doa dan istighfar kepadanya, yang ini tanpa perselisihan di antara para imam.2 Dan lebih spesifik lagi beliau menjelaskan dalam hal sampainya hadiah pahala shalat, puasa dan bacaan al-Quran kepada mayit dalam kitab Fatawa : XXIV/322 sebagai berikut ini Artinya : jika saja dihadiahkan kepada mayit pahala puasa, pahala shalat atau pahala bacaan (al-quran/kalimah thayyibah) maka hukumnya diperbolehkan. 2. Menurut Imam Nawawi Al-Imam Abu Zakariya Muhyiddin ibn as-Syaraf, dari madzhab Syafii yang terkenal dengan panggilan Imam Nawawi di dalam kitab alMajmu Syarah al-Muhadzab juz 5 hal 258. menegaskan.
2

http://book.pondokngalah.net/2010/12/pengertian-selamatan-atau-haul.html, rabu, 29 juni 2011,

18.00 WIB.

. : 258 5: . . Disunnahkan untuk diam sesaat di samping kubur setelah menguburkan mayit untuk mendoakan dan memohonkan ampunan kepadanya, pendapat ini disetujui oleh Imam Syafii dan pengikutpengikutnya, dan bahkan pengikut Imam Syafii mengatakan sunah dibacakan beberapa ayat al-Quran di samping kubur si mayat, dan lebih utama jika sampai menghatamkan al-Quran.3 Selain paparannya di atas Imam Nawawi juga memberikan penjelasan yang lain seperti tertera di bawah ini . 282 5 : . . Dan disunahkan bagi peziarah kubur untuk memberikan salam atas (penghuni) kubur dan mendoakan kepada mayit yang diziarahi dan kepada semua penghuni kubur, salam dan doa itu akan lebih sempurna dan lebih utama jika menggunakan apa yang sudah dituntunkan/ajarkan dari Nabi Muhammad saw., dan disunahkan pula membaca al-Quran semampunya dan diakhiri dengan berdoa untuknya, keterangan ini dinash oleh Imam Syafii (dalam kitab al-umm) dan telah disepakati oleh pengikut-pengikutnya. 3. Menurut Imam Ibnu Qudamah

http://fafank-irfan.blogspot.com/2010/12/pengertian-selamatan-atau-haul.html, senin, 27 juni 2011, 14.30 WIB

Al-Allamah al-Imam Muwaffiquddin ibn Qudamah dari madzhab Hanbali mengemukakan pendapatnya dan pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab karyanya al-Mughny juz 2 hal. 566. : . : . Artinya : al-Imam ibn Qudamah berkata : tidak mengapa membaca (ayat-ayat al-Quran atau kalimah tayyibah) di samping kubur, hal ini telah diriwayatkan dari Imam Ahmad ibn Hanbal bahwasannya beliau berkata : jika hendak masuk kuburan/makam, bacalah Ayat Kursi dan Qul Huwa Allahu Akhad sebanyak tiga kali kemudian iringilah dengan doa : Ya Allah keutamaan bacaan tadi aku peruntukkan bagi ahli kubur.4 4. Menurut Fuqoha Ahlussunnah Wal Jamaah Menurut jumhur fuqoha ahlussunnah wal jamaah seperti yang telah diterangkan oleh al-Allamah Muhammad al-Araby mengutip dari hadits Rasulullah dari sahabat Abu Hurairah ra. : , , . Artinya: Abi Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw bersabda barang siapa berziarah ke makam/kuburan kemudian membaca al-Fatikhah, Qul Huwa Allah Akhad, dan al-Hakumuttakatsur, kemudian berdoa sesungguhnya aku hadiahkan pahala apa yang telah kubaca dari firmanmu
4

http://fafank-irfan.blogspot.com/2010/12/pengertian-selamatan-atau-haul.html, senin, 27 juni 2011,

14.30 WIB.

kepada ahli kubur dari orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan maka pahala tersebut bisa mensyafaati si mayit di sisi Allah swt

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelasan tersebut di atas, tidak tersirat sedikit pun tujuan haul yang mengarah pada kemeriahan. Haul adalah do'a dan sedekah, haul merupakan media untuk mengambil teladan dan meneladani, serta memohon keberkahan. Untuk itu tidak ada salahnya tradisi haul dijadikan sebuah acara kegamaan yang keberadaanya perlu dijaga. Karena junjungan kita Sayyidina Muhammad SAW yang kita jadikan suri tauladan, setiap tahun telah melakukan ziarah kubur pada syuhada uhud (para sahabat yang gugur waktu peperangan uhud) yang kemudian diikuti oleh sahabat Abu Bakar, Umar dan Utsman pada setiap tahun. Maka kita sebagai umat islam hendaknya mengikuti apa yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

B. Penutup Akhirnya kami menyadari bahwa apa yang tersaji dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki dan diperdalam lebih lanjut atau ada hal yang kurang sesuai, karena hanya sebatas inilah yang dapat penulis sampaikan, maka dengan segala bentuk kritik dan saran

sangat kami harapkan, demi menindak lanjuti pada kajian-kajian yang lebih lanjut. Semoga apa yang tersaji dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

DAFTAR PUSTAKA
-

http://book.pondokngalah.net/2010/12/pengertian-selamatan-atau-haul.html
http://fafank-irfan.blogspot.com/2010/12/pengertian-selamatanatau-haul.html

http://magarsari.blogspot.com/2009/05/catatan-sungkrah-haul-gedongan.html

10