Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Kebun Tualang Sawit merupakan salah satu unit kebun yang berada diwilayah kerja PT.PERKEBUNAN NUSANTARA I

( PERSERO). Kebun Tualang Sawit terletak pada ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut dan berjarak 35 km dari kantor pusat tepatnya berada di Desa Blang Tualang Kecamatan Birem Bayen Kabupaten Aceh Timur. Komposisi geografi kebun tualang sawit terdiri dari : Daerah rata s/d bergelombang (8-18 derajat kemiringan) 38% Daerah berbukit (15-30 derajat kemiringan) 57% Daerah berbukit agak bergunung ( 75 derajat kemiringan) 5%

Kebun Tualang Sawit memiliki luas areal HGU 6189 Ha dan 3584 Ha areal tanam yang terdiri dari delapan Afdeling Sehubungan begitu pentingnya air bersih bagi karyawan Kebun Tualang Sawit, disini penulis mencoba mengamati dan mempelajari sumber air dan jaringan instalasi pipa air yang sudah terpasang dari mulai sumber air di sungai Afdeling VIII dan instalasinya yang sudah terpasang sampai ke Afdeling VI, dalam pengamatan penulis masih banyak factor- factor yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Selama ini air yang sangat dibutuhkan belum dapat dinikmati oleh karyawan, 2. Karyawan enggan tinggal di kebun dikarenakan ketersediaan air yang dibutuhkan untuk mandi, mencuci dan keperluan lainnya sulit tersedia, sehingga berpengaruh bagi kinerja karyawan 3. Manajemen sudah berusaha melakukan pengadaan mesin air dan instalasinya untuk Afdeling VI, VII dan VIII namun sudah sekian

lama belum berjalan sebagai mana mestinya, sementara biaya yang sudah dikeluarkan sangat besar 4. Kapasitas pompa yang sudah terpasang sudah memenuhi syarat. Data mesin yang terpasang di Afdeling VIII untuk penggerak pompa antara lain : Mesin Merek Dutz Daya 60 Kw- 894 Hp dan 1500 rpm Pompa merek Torasima 1450 rpm, 30 Kw- 40,2 Hp Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas penulis sangat tertarik untuk berupaya mengaktifkan mesin air tersebut dalam memenuhi kebutuhan air untuk karyawan di afdeling VI, VII dan VIII sebagai mana latar belakang yang tertera diatas B. Tujuan Makalah Disamping merupakan kewajiban dan tugas calon karyawan golongan III A di bidang tehnik, selama mengikuti masa volunteer juga bertujuan untuk memperbaiki instalasi air dari afdeling VIII ke afdeling VII dan VI agar air bersih dapat mengalir sesuai dengan kebutuhan karyawan dan memenuhi kewajiban perusahaan untuk mensejahterakan karyawan agar karyawan dapat tinggal di Kebun Tualang Sawit dengan nyaman dan dapat meningkatkan kinerja karyawan sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kebun Tualang Sawit merupakan bagian dari kebun PTP Nusantara I (PERSERO) yang bergerak dalam bidang pertanian kelapa sawit dan karet salah satu produksi, untuk mendukung sarana ini diperlukan juga pasilitas bagi karyawan yang salah satunya adalah sarana air bersih, karena kita sebagai manusia tidak terlepas dengan kebutuhan air bersih. A. Sistim Distribusi Air Sistim distribusi air yang ekstensif diperlukan untuk menyalurkan air ke masing- masing langganan (Konsumen) dalam jumlah yang dibutuhkan dengan tekanan yang memuaskan, sistim distribusi seringkali merupakan investasi utama dalam jaringan air, bila kondisi topografinya baik dipergunakan distribusi gravitasi, ini menuntut adanya suatu bak

penampungan air pada tempat yang tinggi, sehingga air dapat mencapai setiap bagian dari sitim distribusi dengan tekanan cukup, tapi bila daerah berbukit-bukit memerlukan pompa air yang dapat dipompa langsung kedalam suatu jaringan tertutup (pipa), waduk atau sungai. B. Katup Kedudukan katup dalam suatu sistim distribusi merupakan hal yang penting dalam perencanaan, katup terlepas udara haruslah diadakan di titiktitik puncak, sedangkan katup pengeringan harus diadakan di titik yang terendah. Bila pipa yang masih baru terpasang diisi untuk pertama kali semua katup harus dibuka agar udara dapat keluar dengan bebas, tekanan yang berlebihan dapat terjadi bila udara tidak dikeluarkan dengan baik dari sistim ini.

C. Jenis Pompa Jenis pompa yang digunakan adalah pompa sentrifugal, apabila mau digunakan harus dipancing dulu, pemancingan meliputi pengisian tabung pompa dengan air agar udara yang terjebak didalam pompa tidak mengganggu kerjanya serta mengurangi efesiensinya, sebuah pompa yang diletakan dekat sumber air tidak perlu dipancing walaupun terdapat udara yang terperangkap didalam kerangka pompa yang dipasang pada sumbu mendatar, cara memancing yang paling sederhana adalah dengan mengisi pompa air yang berasal dari luar dan udara yang dipindahkan dilepaskan melalui katup penghisap. Semua pompa sentrifugal direncanakan untuk melewatkan air sedikit melalui penyekat antara sumbu dan kerangkanya untuk melumasi dan mendinginkan penyekat itu guna mencegah terjadinya panas yang berlebihan dan dapat terjadi kebakaran, pengaturan yang tepat dari pipa penghisap dan pipa pelepas diperlukan agar sebuah pompa sentrifugal dapat bekerja dengan efisiensi tertinggi.

BAB III PERMASALAHAN A. Kondisi Sekarang Didalam pengawalan dan tinjauan dilapangan, maka yang sangat dibutuhkan oleh karyawan Kebun Tualang Sawit adalah air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Air bersih yang selama ini dipergunakan oleh karyawan bersumber dari air hujan yang ditampung ketika hujan dan air parit yang menurut penulis kurang layak untuk digunakan apalagi untuk dikonsumsi. B. Permasalahan Air belum dapat mengalir ke tempat sesuai program walaupun mesin pompa, bak induk dan instalasi sudah terpasang. C. Penyebab a. Faktor Manusia b. Lingkungan c. Alat

a. Faktor manusia Kurang memperhitungkan dan kerja sama yang baik dalam perencanaan pembuatan/ pemasangan mesin pompa dan istalasinya b. Faktor Lingkungan Daerah Kebun Tualang Sawit yang berbukit-bukit sangat sulit untuk dilalui air, sesuai dengan grafitasi nya dan terlalu jauh dengan afdeling yang dituju sehingga tekanan air menurun dan tidak sanggup melewati bukit-bukit c. Alat Alat/mesin dan instalasi pompa air, juga berpengaruh paling besar apabila kita tidak memasangnya dengan benar : Terlalu jauh letak pompa isap dari sumber air (43) meter,

Dudukan poly pompa dengan poly mesin tidak sejajar, As pompa tidak menyatu Instansi pipa air yang sudah terpasang dari water basin ke afdeling VII dan VI terlalu menekuk mengikuti dasar limbah

D. Mengatasi Masalah Pompa harus dirubah dan ditambah peralatan lain, Poly pompa dan poly mesin harus sejajar dan rata kedudukannya, As pompa yang disambung meggunakan dua buah alat dibuka dan dibuat langsung Pipa air yang melewati dasar lembah menekuk ditambah T sock dan stap keran Pipa air yang berada diatas bukit atau yang akan mencapai bukit dibuat lubang kecil pembuangan angin Perlu penambahan mesin pompa untuk meningkatkan laju aliran air agar air dapat dan cepat sampai ke afdeling VII dan VI

E. Faktor Kesulitan Memerlukan tenaga kerja lebih dari 1 orang ( 4 orang) Pengawasan instalasi pipa terlalu jauh Petugas sulit mengontrol kran pembuangan lumpur dan udara Pipa sering pecah akibat tertimpa buah sawit dan pelepah daun sawit

BAB IV PEMBAHASAN Instalasi air yang sudah terpasang panjangnya dari sumber air (sungai) ke pompa penghisap 43 meter, dari pompa penghisap ke water basin jaraknya 1200meter dan dari water basin afdeling VII 3600 meter, dari afdeling VII ke afdeling VI 1300 meter. Panjang water basin 11,50 meter lebar 6,50 meter, tinggi 2,5 meter, dibagi dalam delapan kotak penampungan air yang masing-masing kotak luasnya 3x3 meter dengan kapsitasnya 22,5 M3 dan digunakan juga sebagai bak pengendapan air, selanjutnya air baru dikirim ke bak-bak penampungan di masing-masing afdeling dengan ukuran lebar 2 meter x panjang 3 meter x tinggi 1,5 meter. Sebelum diadakan perbaikan sering terjadi kerusakan pada bangku dudukan pompa dan rusaknya bering, sehingga pompa air tidak dapat berfungsi dengan normal, untuk inilah penulis mencoba menyelesaikan masalah dengan mengadakan peninjauan langsung kelapangan dan membuktikan untuk mencari apa penyebabnya, setelah mengetahui penyebab maka baru diambil langkah perbaikan. Pekerjaan dilakukan oleh teknisi Kebun Tualang Sawit sendiri, pekerjaan teknis yang dilaksanakan meliputi: A. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan adalah kegiatan paling awal sebelum diadakan perbaikan dimana pekerjaan ini meliputi pemeriksaan keadaan pompa isap dan kedudukan pompa, jarak isap, kedudukan mesin penggerak pompa dan keadaan pipanya dilakukan selama lebih kurang 1 bulan dari tanggal 23 Agustus 2011 s/d 22 September 2011

B. Pekerjaan Perbaikan Posisi pompa yang jauh dari sumber air, sehingga air tidak dapat dihisap pada saat pompa dioperasikan (batas isap pompa yang baik adalah 18 meter), langkah yang diambil penulis agar air dapat dihisap adalah : Memasang ring bos pada remis paking Memberikan impus terus-menerus di pengepresan remis packing. Kesemuaan ini bertujuan untuk mencegah masuknya udara kedalam rumah pompa yang dapat menghambat laju isapan air, dalam hal ini pompa dapat menaikan air dan menyalurkan ke water basin, Pemasangan poly pompa yang tidak sejajar dengan poly mesin penggerak, dalam hal ini menimbulkan panas dan kerusakan pada bearing pompa itu sendiri maupun pada mesin penggerak pompa, serta kehausan pada panbelt, kesemua ini dapat dicegah dengan perbaikan kedudukan ke dua buah poly agar sejajar satu sama lain, As pada pompa yang disambung dengan dua buah plant dibuka dan diadakan perombakan, As harus disambung langsung ke poly tapi harus disambung menggunakan mesin bubut agar penyambungan dapat betulbetul sejajar yang bertujuan untuk menghindari getaran mesin dan pompa untuk mengatasi terjadinya pecah/patahnya bangku pompa seperti selama ini yang terjadi. Dengan adanya perombakan dan perbaikan pada As pompa dan kedudukan poly maka tidak ada lagi masalah yang sering terjadi yaitu pecahnya bangku mesin sehingga air dapat dipompakan ke water basin dengan baik, dengan demikian karyawan afdeling VIII sudah dapat menikmati air bersih yang selama ini dinantikan. Selanjutnya penulis meneruskan perbaikan pada instalasi pipa air dari water basin ke afdeling VII dengan langkah- langkah yang penulis ambil sebagai berikut :

Setiap posisi pipa yang berada dilekukan lembah pada posisi akan menanjak di pasang T sock dan stop kran yang bertujuan untuk pembuangan lumpur yang mengendap dilekukan pipa agar apabila air disalurkan tidak ada halangan lumpur sehingga air dapat lancar mengalir,

Pada posisi pipa yang berada diatas bukit dibuat lobang kecil untuk pembuangan angin yang dapat dibuka dan disumbat kembali, penyumbatan menggunakan ranting kayu kecil, pada saat air akan dialirkan seluruh lubang pembuangan angin yang ada harus dibuka yang bertujuan apabila air disalurkan angin dapat keluar melalui lubang pembuangan angin dan tidak menghalangi laju air, apabila air sudah mengalir lubang harus ditutup kembali. Dengan percobaan dan perobahan yang dilakukan dengan pipa instalasi

air maka air dapat mengalir sesuai dengan grafitasinya, tapi ini belumlah dapat mengalirkan air ke afdeling VII dengan benar karena memakan waktu yang lama 7 s/d 8 jam, disebabkan medan yang berbukit dan melemahnya daya dorong air dari water basin yang ada di afdeling VIII, walaupun sudah dlakukan pembuangan angin, ada 15 titik pembuangan angin dan 4 stop kran yang sudah terpasang dari water basin ke daerah ujung senja. Dari ujung senja penulis menambahkan lagi pembuatan lobang pembuangan angin sampai ke afdeling VII sebanyak 10 buah tapi air belum juga dapat mengalir dengan normal sesuai dengan yang dimaksud. Oleh karena itu penulis mengadakan penambahan pompa yang dipergunakan adalah pompa bekas bermerek Ebara 80 x 65 dan penggeraknya mesin dompeng 24 Hp/2200 rpm ini juga merupakan mesin las yang penulis rangkai menjadi mesin penggerak pompa percobaan yang diletakkan di daerah ujung senja dengan demikian air dapat mengalir lebih cepat sampai ke afdeling VII ( 1 jam) dan sekarang sudah dapat dinikmati oleh karyawan afdeling VII.

Selanjutnya penulis mencoba meneruskan pembagian air ke afdeling VI yang berjarak 1300 meter dari afdeling VII, Instalasi pipa sebelum sampai ke bak yang berada di afdeling VII dibagi lagi menggunakan tabung pembagi dan dua buah stop kran, yang satu langsung ke bak afdeling VII sedangkan yang satu lagi ke afdeling VI, karena posisi afdeling VI lebih rendah dari afdeling VII dan daerahnya tidak mempunyai lembah yang dalam dan bukit yang tinggi maka air mudah mengalir sesuai dengan grafitasi, walaupun demikian penulis tetap membuat lubang pembuangan angin agar air dapat mengalir dengan lancar. Dalam hal pembagian haruslah diatur agar kedua afdeling sama-sama dapat menikmati air bersih sesuai dengan kebutuhan. Dari hasil percobaan penulis menghabiskan biaya sebesar Rp.1.862.000 untuk pembelian bahan-bahan yang dibutuhkan dan pengelasan as pompa, dana tersebut berasal dari pembelian lokal.

10

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Sesuai hasil uji coba dilapangan air baru dapat dialirkan ke bak penampungan di afdeling VI dan VII dengan lancer setelah dibantu dengan penambahanmesin pompa pembantu ditengah-tengah jaringan pipa. B. Saran Manajemen kebun Tualang Sawit agar membuat usulan penambahan satu set mesin pompa air dan bangunan pendukung lainnyake manajemen kanpus guna terealisasinya penyediaan air bagi karyawan Kebun Tualang Sawit khususnya afdeling VI dan VII

11