SERI BUKU SAKU

TIPS & TRIK Mengkritisi APBD
Panduan Praktis untuk Analisis APBD
Susana Dewi R

dengan mencantumkan sumber aslinya Penerbit Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Jl. 7098 6724 Fax : (62-21) 8379 0541 E-mail : pattiro@cbn.net.id sekretariat@pattiro.org 2 . Desember 2006 Diperbolehkan memperbanyak tulisan dalam buku ini. 6 Jakarta Selatan 12820 Telp. : (62-21) 8379 0541.TIPS & TRIK Mengkritisi APBD Panduan Praktis untuk Analisis APBD ISBN 978-979-25-7394-7 Penulis: Susana Dewi R Diterbitkan oleh Pusat Telaah dan Informasi Regional bekerja sama dengan European Initiative Democracy and Human Rights (EIDHR) Uni Eropa Cetakan Pertama. Tebet Utara I F No. sebagian atau seluruhnya.

.............................. 9 III.......... Tahap Analisis Dokumen Perencanaan dan Penganggaran .............................................. 8 II................................................ 12 IV.............. 6 I ....................................... 26 Lampiran II ..........................DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................................................... Tahap Penyiapan Tim Analisis ............ Tahap Analisis Alokasi Anggaran ............ Tahap Penyiapan Dokumen dan Alat Analisis APBD ....................................................................... 19 Lampiran I .......... 28 3 ..... 4 TIPS & TRIK Mengkritisi APBD: Panduan Praktis untuk Analisis APBD .............

Peran dalam ruang lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Ari Purbono dan 4 B . Buku kecil ini berasal dari perasan perjalanan PATTIRO yang hampir selama lima tahun lebih berkecimpung dalam kerja advokasi anggaran. pemerintah daerah dan juga temanteman gerakan CSO yang sedang memperjuangkan kepentingan rakyat. Alam SP. Salah satunya adalah assistensi teknis kepada DPRD dan pemerintah kota/ kabupaten di beberapa wilayah Indonesia. Kami berharap buku ini bisa menjadi sarana dalam mewujudkan komitmen bersama yaitu selalu berbuat yang terbaik bagi Indonesia maju. beberapa contoh kasus dalam buku ini mencuplik temuan di beberapa daerah itu. kami berharap tips dan trik dalam buku ini bisa secara mudah diterapkan. Sebagai panduan praktis. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada mbak Tanty. mas Alam Saragih. Karenanya.KATA PENGANTAR uku saku analisis APBD ini kami persembahkan untuk para pendekar anggaran dalam peran apapun.

Desember 2006 Penulis 5 . Tentu saja.Agung BM dari DPRD kota Semarang atas seluruh ide dan masukan atas buku ini. kritik dan saran untuk perbaikan buku ini ke depan selalu kami nantikan. Jakarta.

Hal ini dikarenakan banyak permasalahan masyarakat yang perlu diselesaikan dalam bentuk kebijakan (program) yang didukung oleh anggaran yang memadai. pelaksanaan dan pertanggungjawaban. 6 . yang menjadi ritual tahunan daerah. terdiri dari perencanaan. Dalam siklus APBD diperlukan pengawalan dan pengkritisan yang jeli. Di sinilah pentingnya rasa keberpihakan dari pemerintah daerah dan DPRD pada kepentingan rakyat. Peran aktif semua pihak. pembahasan dan penetapan APBD. anggaran yang ada hanya terbatas. Padahal. Dalam UU No 17 tahun 2006 dan juga Permendagri No 13 tahun 2006 (pasal 4) telah jelas disebutkan tentang Azas Umum Pengelolaan Keuangan Daerah. berdasarkan peran masingmasing. dibutuhkan untuk mengawal agar alokasi anggaran dilakukan dengan tepat.TIPS DAN TRIK MENGKRITISI APBD PANDUAN PRAKTIS UNTUK ANALISIS APBD S iklus APBD.

harapannya adalah diterapkannya azas umum pengelolaan keuangan ini agar anggaran yang sejatinya adalah uang rakyat. yakni: 1. Tertib 2. Ekonomis 6.Ada sepuluh asas umum pengelolaan keuangan daerah. Kepatutan 10. Bertanggung jawab 8. Efisien 5. digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat ( pasal 23 UUD 45 hasil amandemen ke 4). berdasarkan PP Nomor 1 tahun 2001 dan juga peraturan tata tertib DPRD meliputi: 7 . Efektif 4. Taat 3. Manfaat untuk masyarakat Analisis APBD dilakukan untuk memastikan munculnya kebijakan anggaran yang berpihak ke rakyat. Keadilan 9. Dan juga. Mekanisme pembahasan dan penetapan APBD. Transparan 7.

3. NGO atau ormas. Pembahasan RAPBD di masing-masing komisi dengan SKPD terkait . staff ahli DPRD. 4. Langkah-langkah dalam melakukan analisis APBD yakni: I TAHAP PENYIAPAN TIM ANALISIS 1. Penyampaian Jawaban gubernur/walikota/ bupati atas pandangan fraksi . Penyampaian Nota Keuangan dari kepala daerah kepada DPRD . 5. Bagilah peran di masing-masing tim analisis. 6. Pengundangan Perda APBD dalam Lembaran Daerah oleh Pemerintrah Daerah agar semua warga masyarakat mengetahuinya. Tim ini dapat berasal dari partai. Penyampaian Pandangan Umum Fraksi atas Nota Keuangan dan RAPBD .1. 2. Pandangan akhir fraksi atas RAPBD . 2. 8 . dan 7. Pengesahan RAPBD menjadi peraturan daerah . Buatlah tim yang akan melakukan analisis RAPBD.

Misalnya peran untuk melakukan analisis koneksitas perencanaan dan penganggaran. dengan mendasarkan pada usulan program di musrenbang dan saat penyerapan aspirasi oleh DPRD ketika masa reses. peran untuk menilai kesesuaian item belanja dan biaya dengan peraturan perundangan (uji efektivitas dan efisiensi) di dokumen RKA SKPD. 3. Adapun checklistnya adalah: 9 . Minggu kedua adalah tahap realokasi dan tahap ketiga adalah pengusulan program alternatif yang pro rakyat. Buatlah time frame untuk tiap target tahapan analisis. Pastikan seluruh dokumen perencanaan dan penganggaran telah diserahkan secara lengkap. TAHAP PENYIAPAN DOKUMEN DAN ALAT ANALISIS APBD a. Misalnya. minggu pertama adalah analisis korelasi perencanaan dan penganggaran. II. atau peran lain sesuai dengan kebutuhan. efisiensi dan efektifitas program.

11 Dokumen jumlah aset daerah (bergerak dan tidak bergerak) b. Siapkan peraturan perundangan yang akan digunakan sebagai dasar argumen dalam melakukan pengkritisan.NO DOKUMEN 1 2 3 4 5 6 7 8 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dua tahun sebelumnya Rencana Strategis SKPD Renstra SKPD) Dokumen Hasil Musrawarah Perencanaan Pembangunan (tingkat kelurahan. Adapun checklistnya adalah: 10 . kecamatan. kabupaten/kota) Dokumen hasil reses ADA/TIDAK 9 10 Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA SKPD).

NO PERATURAN PERUNDANGAN 1 2 3 4 5 Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undang-Undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Undang-Undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah Undang-Undang No 11 tahun 2005 tentang Rativikasi hak ECOSOC Undang-Undang Nomor 12 tahun 2005 tentang Rativikasi hak SIPOL Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2005 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan ADA/TIDAK 6 7 8 9 10 11 11 .

12 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah 13 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah 14 Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang PedomanPenyusunan dan penerapan Standar Pelayanan Minimal 15 Permendagri No 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaa Keuangan Daerah 16 Peraturan Daerah tentang retribusi dan pajak. pinjaman daerah. harus muncul dalam 12 . TAHAP ANALISIS DOKUMEN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN 1. pengelolaan keuangan daerah dll 17 Surat Keputusan Gubernur / Walikota/ Bupati tentang standarisasi harga barang dan jasa serta kegiatan 18 Penyiapan dokumen peraturan perundangan terkait sektor/ SKPD 19 Penyiapan dokumen SPM sektor terkait/SKPD III. Artinya. program-program yang menjadi prioritas dalam dokumen perencanaan. Pelajari apakah terjadi konsistensi dan relevansi antara perencanaan dan penganggaran.

program/kegiatan dalam dokumen APBD (pasal 15 Permendagri No 13 tahun 2006). Adapun checklistnya adalah: NO DOKUMEN ADA/TIDAK (DALAM RAPBD) SKPD (MERUJUK SKPD DI MANA PROGRAMNYA ADA) BAPPEDA 1 2 3 4 Usulan Program hasil musrenbang Usulan program hasil reses Usulan program di RKPD Usulan program di KUA dan PPA ada 13 .

pendidikan. juga harus mendapatkan alokasi yang prioritas. Perwujudan kewajiban itu dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar. kesehatan. Alokasi APBD diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah. Adapun cheklistnya adalah: 14 . Pastikan adanya koneksitas alokasi anggaran dengan prioritas program.Contoh: NO DOKUMEN ADA/TIDAK (DALAM RAPBD) SKPD (MERUJUK SKPD DI MANA PROGRAMNYA ADA) 1 Usulan program musrenbangdes Desa Sukamaju 2007: 1. Lokalatih perangkat desa untuk pelaksanaan musrenbang yang partisipatif ada BAPPEDA 2. fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial (pasal 31 Permendagri No 13 tahun 2006). Program yang menjadi prioritas.

15 .20.NO USULAN PROGRAM USULAN ANGGARAN USULAN ANGGARAN DI RAPBD 1 2 3 4 Usulan Program hasil musrenbang Usulan program hasil reses Usulan program di RKPD Usulan program di KUA dan PPA Contoh: NO USULAN PROGRAM USULAN ANGGARAN USULAN ANGGARAN DI RAPBD 1 Usulan Program hasil musrenbangdes Sukamaju 2007: 1.000 Rp.000.000 * Keterkaitan antara dokumen perencanaan dengan dokumen penganggaran bisa dilihat dalam diagram lampiran I.Pembangunan sarana prasarana air bersih di Desa Sukamaju Rp.15.000.

Adapun cheklistnya adalah: NO USULAN PROGRAM YANG SAMA (N-1 DAN N) Nama program yang ada di tahun lalu.2.1. dan muncul lagi di tahun sekarang HASIL/OUTCOME PROGRAM N-1 Hasil yang tercapai dalam program di tahun lalu HASIL/ OUTCOME TAHUN N Hasil yang akan dicapai di tahun sekarang Contoh: 16 . ini berarti. anggaran yang ada hanya berulang tanpa ada pencapaian kinerja. Cermati apakah ada program/kegiatan yang sama atau berulang dari APBD tahun sebelumnya. analisislah alokasi anggaran yang ada dengan melakukan pencermatan tingkat kemajuannya dari tahun ke tahun. Apabila ada.3. Bila outputnya sama. Ini bisa dilihat dalam formulir RKA SKPD 2.

17 . rencana belanja. Hal ini terdiri dari: rencana pendapatan.Meningkatkan hasil produksi pada100 pengusaha kecil penganyam bambu 2. dan pembiayaan serta prakiraan maju untuk tahun berikutnya. standar biaya.Meningkatnya kesejahteraan pengusaha penganyam bambu sebanyak 60 orang HASIL/ OUTCOME TAHUN N 1.Meningkatkan hasil produksi pada 200 pengusaha kecil penganyam bambu 2. RKA SKPD harus dapat memberikan gambaran atas program/kegiatan. rencana pembiayaan untuk tahun yang direncanakan dirinci sampai dengan rincian objek pendapatan. organisasi. Pastikan bahwa RKA SKPD memuat indikator kinerja secara lengkap. prestasi kerja yang akan dicapai. Meningkatnya kesejahteraan pengusaha penganyam bambu tradisional sebanyak 150 orang 4. belanja. RKA-SKPD juga harus memberikan informasi tentang urusan pemerintahan daerah.NO USULAN PROGRAM YANG SAMA (N-1 DAN N) 1 Misal: Pendampingan pengusaha kecil penganyam bambu tradisional HASIL/OUTCOME PROGRAM N-1 1.

Contoh lain: peningkatan produkti18 . Cermati input. Pelajari dengan cermat target pencapaian kinerja.output dan hasil/impact sesuai dengan fungsi program. indikator kinerja. Cermati apakah indikator output dan hasilnya telah menunjukkan indikator capaian yang jelas dan terukur. Jangan sampai data yang tersaji hanya bersifat fisikal dan administratif semata. 2. Harus pula dihitung berapa jumlah target capaian penurunan angka kesakitan di sekitar puskesmas itu. standar satuan harga. yakni kesejahteraan rakyat. standar pelayanan minimal. 3. Contoh: proyek pembangunan 1 gedung puskesmas. Rumuskan solusi alternatif atas input.3. kelompok sasaran kegiatan. standar analisis belanja. serta sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD (pasal 90 ayat 2 Permendagri No 13 tahun 2006) Yang harus diperhatikan: 1. Output dan outcomenya bukan sekadar terbangunnya 1 gedung puskesmas. Namun menurunnya angka kesakitan masyarakat (jumlah orang sakit).output dan hasil/impact dari kegiatan/program yang ada.

Analisis Pendapatan: 1. juga antar sumber penerimaan (jumlah pendapatan Asli Daerah dengan jumlah Dana Alokasi Umum/Dana Alokasi Khusus). * Diagram alur penyusunan RKA SKPD bisa dilihat dalam lampiran II IV. Berapa target kenaikan pendapatan dan kesejahteraan nelayan. 19 . Hasil akhirnya adalah menurunnya angka kemiskinan di wilayah nelayan itu. TAHAP ANALISIS ALOKASI ANGGARAN a. Hal ini dilakukan dengan membandingkan jumlah total penerimaan daerah antar tahun (jumlah penerimaan daerah pada 2006 dengan 2007.vitas perikanan. Buatlah komparasi (perbandingan) penerimaan. Output dan outcomenya bukan sekadar berapa banyak peningkatan produksi perikanan namun sejauh mana produksi perikanan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.

NO PENERIMAAN JUMLAH POTENSI/ JUMLAH KETERANGAN PENERIMAAN ASUMSI PENERIMAAN (BERTAMBAH TAHUN N-1 JUMLAH TAHUN N /BERKUPENDAPATAN RANG) SERTA ALASANNYA 1 2 3 Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Pendapatan Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya 4 5 20 .

Hal ini bisa dilihat dari laporan kinerja tahunan dari BUMD itu. Cermati apakah ada SKPD yang yang belum menjalankan fungsinya untuk melakukan penggalian pendapatan secara maksimal. Hal ini dilakukan dengan melakukan penilaian kinerja SKPD. Cermati apakah ada penggalian pendapatan yang justru secara sosial ekonomi memberatkan masyarakat miskin. atau berita di media) b. 3. Analisis Belanja 1.2. Misalnya retribusi kesehatan yang terlalu tinggi dengan kualitas layanan yang masih kurang. Retribusi pasar yang tinggi namun kualitas pelayanan rendah (bisa dilihat dari hasil reses. pengaduan masyarakat. Cermati apakah terjadi rasionalisasi penerimaan. Ini bisa dilakukan dengan membandingkan antara nilai estimasi penerimaan dengan asumsi potensi pendapatan dari sumber itu. Telaah sumber pendapatan terbesar pada penerimaan asli daerah. Misalnya BUMD. 5. 4. Cermati apakah besaran alokasi tiap item belanja sesuai dengan SK Walikota/Bupati tentang 21 .

Berapa harga komputer tipe x.DISI/FAKTA PERUNSASI HARGA. DANGAN BARANG DAN JASA SERTA KEGIATAN Contoh: 1. Check listnya adalah: NAMA HARGA ITEM ITEM BARANG BARANG /JASA /JASA DALAM RKA SKPD HARGA BERDASAR.KETEKAN SK BUPATI/ BERDASAR.AN DENGAN RANGAN WALIKOTA TEN.Standardisasi harga. Cermati apakah alokasi yang ada mencerminkan adanya efisiensi dan efektivitas anggaran. Apakah kebutuhan kom22 . 2. Selain itu harus dilihat berapa banyak kebutuhan di lapangan. Belanja modal pembelian komputer.KAN KON. kemudian diperbandingkan harganya (di RKA SKPD dan SK Bupati/ Walikota).KEBUTUHAN KESESUAI.PERATURAN TANG STANDARI. artinya harus sesuai dengan kebutuhan. 3. Buatlah komparasi (perbandingan) alokasi anggaran per SKPD atau per unit program untuk melihat prioritas alokasi anggaran. barang dan jasa serta kegiatan.

bagaimana mekanisme dan proses atas pemindahan hak/penjualan aset daerah. 2. c. Bagaimana kontribusi aset yang ada bagi pendapatan daerah. Harus dicek juga berapa besar biaya perawatannya. Cermati posisi aset daerah. Analisis Pembiayaan 1. 3. belanja tunjangan atau tambahan penghasilan itu juga harus sesuai dengan Permendagri 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 39. 2. Belanja tunjangan atau tambahan penghasilan Pegawai negeri Sipil. misalnya PP No 7 tahun 2006 tentang Pedoman Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemerintah. Cermati dan buatlah analisis atas dokumen yang memuat informasi akurat dan rinci tentang Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya.puter harus dengan membeli atau cukup mereparasi. Telaah tingkat kemanfaatan penyertaan modal 23 . Selain harus sesuai dengan SK bupati/walikota. dicek apakah belanja modal itu sesuai dengan peraturan perundangan. Selanjutnya.

Modus penyimpangan yang kerap terjadi dalam proses penetapan dan pembahasan APBD: 1. Adanya proyek ganda (proyek yang target dan 24 . 5. 4. Mark Down (Pembuatan estimasi penerimaan pendapatan yang tidak sesuai dengan potensi yang ada sehingga terjadi potential loss). 6. Hal itu jangan sampai justru membebani APBD secara terus menerus. 3. Duplikasi proyek (antara tahun sebelumnya dan tahun sekarang). Pemborosan anggaran atau inefisiensi (Pemberian Tambahan penghasilan kepada Pegawai Negeri Sipil tanpa didasarkanok pada kriteria/ tunjangan atau gaji buta). Alokasi anggaran yang bertentangan dengan Undang-Undang atau peraturan yang berlaku (Pembelian mobil dinas yang tidak sesuai dengan PP 7 tahun 2006).(investasi) pemerintah daerah. Mark up (Penulisan item belanja yang melebihi harga yang tertera dalam SK gubernur/walikota/ bupati tentang standardisasi harga barang dan jasa serta kegiatan). 2.

000. 7. namun dilakukan oleh dua/lebih SKPD). Duplikasi alokasi anggaran (ada alokasi yang sama di belanja langsung dan belanja tidak langsung).000). 25 . 9. sebagai pemimpin pelaksana dsb).kelompok sasarannya sama.000 sedang untuk rehab kantor bupati yang masih berdiri megah.500. 8. sebagai pembina. Honor atau tunjangan ganda karena rangkap jabatan (honor yang diberikan kepada satu pejabat karena jabatannya— misalnya sebagai sekda.000. Melanggar asas umum pengelolaan APBD yakni manfaat yang sebesar-besarnya untuk rakyat (misal pengadaan buku paket/ajar Rp 90. alokasinya Rp 1.

Survey Kepuasan Masyarakat 5. Analisis Ekonomi Daerah 3. Survey Penjaringan Aspirasi 6. Analisis Kebijakan Nasional 2. Misi da Program KDH Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) RKPD RKPD RKPD RKPD RKPD Indikatif Indikatif Indikatif Indikatif Indikatif 1 2 3 4 5 MUSRENBANG EVALUASI TAHUNAN MUSRENBANGDES/ MUSRENBANGKEL 1. Evaluasi Program/Proyek MUSRENBANG KECAMATAN MUSRENBANG KABUPATEN/KOTA RANCANGAN AWAL RKPD RANCANGAN AKHIR RKPD KEBIJAKAN UMUM APBD DPRD PRIRITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA R/APBD Tahun Angaran yang Direncanakan 26 . Proyeksi Estimasi Pendapaan 4.LAMPIRAN I RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) Visi.

PROFIL DAERAH (Data & Informasi) Rancangan Akhir Rancangan Awal RENSTRA SKPD/RENSTRA DINAS RENJA SKPD-1 RENJA SKPD-2 RENJA SKPD-3 RENJA SKPD-4 RENJA SKPD-5 RANCANGAN AWAL RKPD APBD (TAHUN BERJALAN) DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN RANCANGAN AWAL RENJA SKPD MONITORING & EVALUASI (MONEV) IMPLEMENTASI PROGRAM (TAHUN BERJALAN) RANCANGAN AKHIR RENJA-SKPD PEMDA RKA SKPD (TAHUN BERIKUTNYA) DOKUMEN PELAKSANAAN APBD 27 .

LAMPIRAN II 28 .

29 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful