Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS RASIO SOLVABILITAS, RASIO CAKUPAN LABA, DAN PREDIKSI KONDISI KEUANGAN PT MUSTIKA RATU DAN LOT CORPORATION

Disusun oleh: Kelompok 4 Arif Rahmani (J3N208172) Erni Mariyah (J3N108047) Fitria Dini Nuramita (J3N808010) Haqi Fadillah (J3N08158) Mira Dwiyawati (J3N108117)

PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Analisa keuangan digunakan untuk menilai kelangsungan usaha, stabilitas, profitabilitas dari suatu usaha, sub usaha atapun proyek. Analisa keuangan dilakukan oleh seorang profesional yang menyajikan laporan dalam bentuk rasio yang menggunakan informasi sebagaimana tersaji dalam laporan keuangan. Laporan ini biasanya disajikan kepada pimpinan puncak suatu usaha sebagai acuan untuk mengambil suatu kebijakan perusahaan. Analisa laporan keuangan sebenarnya banyak sekali namun pada penelitian kali ini penulis menggunakan 3 analisis, yaitu analisis perbandingan. Common size, dan Indeks Time Series dengan objeknya yaitu PT Mustika Ratu perusahaan manufaktur dalam bidang jamu alami dan produkproduk kecantikan. Analisis perbandingan laporan keuangan adalah metode dan teknik analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih. Tujuan dari analisis perbandingan adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan berupa kenaikan atau penurunan pos-pos laporan keuangan atau data lainnya dalam dua periode atau lebih periode yang dibandingkan. Analisis common size adalah suatu metode analisis untuk mengetahui prosentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi biaya yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya. Analisis time series indeks menyajikan laporan keuangan beberapa tahun (time series, misalnya 5 atau 10 tahun) kemudian angka-angka laporan keuangan dikonversi dengan indeks yang memiliki tahun dasar, sehingga analis dapat melihat perkembangan, posisi, dan kemajuan perusahaan dalam rentang waktu tertentu.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

Awal pendirian Perseroan pada tahun 1975, dimulai dari garasi kediaman Ibu BRA. Mooryati Soedibyo. Tahun 1978 Perseroan mulai menjalankan usahanya secara komersial, yaitu dengan memproduksi jamu yang didistribusikan di Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Medan. Dalam perkembangannya permintaan konsumen semakin meningkat, hingga pada tahun 1980-an Perseroan mulai mengembangkan berbagai jenis kosmetika tradisional. Pada tanggal 8 April 1981 pabrik Perseroan resmi di operasikan. Dalam rangka memperkokoh struktur permodalan serta mewujudkan visinya sebagai perusahaan Kosmetika dan Jamu Alami Berteknologi Tinggi Terbaik di Indonesia., Perseroan melakukan penawaran umum perdana dan mencatatkan sahamnya di PT. Bursa Efek Jakarta pada tahun 1995. Perseroan mulai menerapkan standar internasional ISO 9002 tentang Sistem Manajemen Mutu serta ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan sejak tahun 1996 Ruang lingkup kegiatan Perseroan meliputi pabrikasi, perdagangan dan distribusi jamu dan kosmetik tradisional serta minuman sehat, dan kegiatan usaha lain yang berkaitan. Perseroan berdomisili di Jalan Gatot Subroto Kav. 74 Bogor KM 26,4 Ciracas Jakarta Timur. 75, Jakarta Selatan dan pabrik berlokasi di Jalan Raya

BAB III PEMBAHASAN I. PERHITUNGAN ANALISIS Lihat di Tabel Analisis.

I. ANALISIS

a. Neraca Di dalam Neraca jumlah aktiva mengalami peningkatan Rp 6.961.135.870 dari tahun 20092010. Namun akun kas dan setara kas mengalami penurunan sebesar Rp 14.357.204.629, hal ini diakibatkan karena perusahaan melakukan investasi dalam hal pembelian aset tetap sehingga aset tetap bersih mengalami kenaikan sebesar Rp 5.007.864.604,00 .

Dari sisi akun piutang mengalami kenaikan sebesar Rp

13.579.542.839,00. Hal ini di

akibatkan perusahaan menjual barang hasil produksinya dengan cara kredit, terlihat berbanding lurus dengan peningkatan penjualan sebesar Rp 93.353.422. Di dalam Kewajiban dan Ekuitas mengalami kenaikan sebesar Rp 6.961.135.870,00 . Faktor yang signifikan mempengaruhi kewajiban dan ekuitas adalah dari sisi kewajiban imbalan kerja yang mengalami kenaikan sebesar Rp 1.878.367.132,00 atau senilai 27,506 %.

b.

Laporan Laba Rugi Dalam rentang waktu tiga tahun dari 2008-2010 perusahaan mengalami kenaikan dan

penurunan yang sangat tajam. Ketidakkonsistensian ini diakibatkan pendapatan (beban) lain-lain yang memiliki pengaruh cukup besar.

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN I. Simpulan  Dalam perusahaan perlu melakukan analisis dalam laporan keuangannya.  Analisis mampu menunjukkan tingkat usaha suatu perusahaan.  Analisis bisa dipakai oleh manajemen dalam pengambilan keputusan di periode mendatang.  Setelah melakukan analisis posisi neraca mengalami kenaikan secara bertahap, berbanding terbalik dengan posisi laba rugi perusahaan yang mengalami ketidakkonsistenan selama periode 2008-2009.

II.

Saran  PT Mustika Ratu perlu melakukan analisis dalam laporan keuangannya.  PT Mustika Ratu perlu menganalisis lebih mendalam mengenai alasan dan perbaikan yang harus dilakukan untuk meningkatkan laba perusahaan.