Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN TENGKUSAID RAZA'I : Analisishistopatologi organinsangdan usus ikan kerapulumpur(Epinephelus yang diberi kamirlaut (marine coioides) yeasf)Sebagai lmmunostimulan.

bawahbimbingan Sukoso, M.Sc, Di lr. Ph.D., Prof.Marsoedi, Ph.D.

lkan kerapu merupakansalah satu jenis ikan yang terus ditingkatkan produksinyakarena mempunyainilai ekspor cukup tinggi, terbukti pernah mencapai angkapeningkatan eksporsebesar 350 % padatahun1987,dari 19 ton menjadi ton padatahun 1988(Deptan, 57 1992dalamAnonimous, 1998). padatahun2003produksi kerapu Dataterakhir ikan (Sukadi, mencapai 8.638 ton 2005). Akan tetapi pengembangan perikanan budidayalaut atau marikuftur khususnya untukikan kerapu lumpur mulaidari benihhinggaukurankonsumsi masih mengalamikendala. Salah salu penyebeb utamanyaadalah karena serangan hama dan penyakitikan yang dapat menyebabkan kematianikan secaramassal(Nu/aini,2004).Untukmengatasi tersebut, hal salah satunya adafahpenggunaan immunostimulan Maine yeast. Tujuan umum riset ini adalah untuk mengetahui apakah maine yeast merupakan salahsatukandidat padaikankerapulumpur bahanimunostimulan dan berapakah dosismaine yeasldalampakanyangpaling efeKif. Metodeyang digunakandalam penelitianini adalah metodeeksperimendan percobaan yang digunakan rancangan adalahRancangan Acak KelompoldRAK. Padapnelitian digunakan perlakuanK = pakan ini 4 dasar(kontrol), = pakan A + 5o/owholecell maine yeast,B = pakan+ 10o/o whole cell maine yeasf, C = pakan+ 15o/o wholecell maine yeasf.Parameter utamaadalahUji Histologi dan Histopatologi. Data penunjangadalah jumlah makrofag,fagositosis,Limfosit, pertumbuhan laju pertumbuhan, monosit, dan kelulushidupan kualitas dan air. pakan/pellet Pemberian pedakuan dengan dilakukan selama minggu, 3 dilakukan padaminggu uji histologi ke-3kemudian di uji tantang ikan menggunakan Vlbnb pada konsentrasi CFU/mlselama96 jam atau harveyimelaluiperendaman, 10' gejala sampai terlihat klinis, kemudian dilakukan histopatologi. uji Hasil penelitian menunjukan gejala klinisdari tiap adanyaperubahan perfakuan, baik Pl (Pakan+ 0 o/o Marineyeas}, P2 (Pakan+ 5o/o Maine yeast), P3 (Pakan + 10 o/oMaine yeasOmaupunP4 (Pakan+ 15 VoMaine yeast). Gejala klinis tersebutantara lain : Nafsu makan berkurang, warna tubuh pergerakan memerah, tidakteraturdan cendrung didasarakuarium. Akan tetapi bila dibandingkandari ke empat perlakuan tersebut,perlakuan mengalami P2 gejala yanglebihsedikit. klinis Berdasarkan histopatologi uji organ insang menunjukanpedakuanp2 lebihsedikit mengalami yai{u10,57 dibandingkan (1S,94 p4 kerusakan % P3 %), (21,37 o/a) dan yang mengalami kerusakan terbesarP1 (22,03%).Sedangkan untuk uji histopatologi organ usus juga menunjukan bahwa perlakuanp2 o/o) yakni(51,85 biladibandingkan (62,96 mengalami kerusakan terendah P3 %) dan P1 danP4 mengalami tingkat kerusakan yakni100%. terparah

Hasil pengukuran dan prhitungan terhadapangka pcrtumbuhan, laju pertumbuhan, kelulushidupan serta histopatologi ginjal, menunjukanbahwa perlakuan lebihunggul dibandingkan P2 bila perlakuan lainnya.