Pleno 1 : Kaidah Dasar Bioetik dalam Kasus Dr.

Tenar

Kelompok 2

Anggota Kelompok :
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Afiati Ahmad Muslim Hidayat T. Avisa Mada Vashti Bagus Kusuma Wardhana Fiqriah Rezeki Amanda Kiki Rosmayanti Nissa Rizkiani Basri Rasyad Wicaksono Seflan Syahrir Ahliadi

.Tenar dapat leluasa memeriksa pasiennya darisatu tempat ke tempat lainnya. Tenar menempatkan 2 bed dalam kamar prakteknya yang dibatasi dengan gorden sehingga dr. Dengan ruangan prakter yang cukup luas dr. terutama pada hari Sabtu dan Minggu.Paragraf 1 Dr. Tenar Dokter Tenar yang praktek di Jalan Ramai sejak 2 tahun yang lalu adalah seorang dokter umum yang memiliki pasien cukup banyak. Namun disisi lain terdapat kesulitan bila ada pasien yang datangdengan kelainan kulit dimana ia harus memeriksa pasien dalam keadaan setengah terlanjang.

atau dibatasi batas yang baik .Pembahasan Pelanggaran Beneficence Solusi : Menentukan jadwal praktek Memberikan waktu untunk masing-masing pasien Pelanggaran Autonomy Solusi:  Membuat dua kamar praktek.

Paragraf 2 Dengantujuan memasyarakatkan budaya antre. banyak minum air putih serta mengkonsumsi buah-buahan.Tenar pun memberikan puyer batuk pilek pada ketiganya serta nasehat untuk istirahat yang cukup. Maka dr. dr.Tenar memeriksa pasien sesuai dengan nomor urut pendaftaran. .

Pembahasan Justice dengan melayani pasien sesuai antrian Beneficence dan Non-Maleficence dengan memberi obat dan edukasi yang baik dan tidak memberatkan pasien .

Tenar melakukan pemeriksaan EKG (elektrokardogram) karena kecurigaan terjadi penyempitan pembuluh darah jantung. . Dr.Paragraf 3 Merasa tidak yakin dengan kemungkinan sakit maag yang di derita ibu ini. langganannya yang tak begitu jauh dari tempat prakteknya. Tenar merujuk ibu tersebut ke LAB KLINIK Titrasi Cepat . kondisi fisik ibu yang cukup gemuk serta tekanan darah 140/90 maka dr. maka dr.Tenar memberikan surat rujukan beberapa pemeriksaan laboratorium. Dari Lab. Melihat usia. Klinik ini dr. Tenar mendapat bingkisan kue yang ia amati ternyatasejajar jumlahnya dengan pasien yang dia kirim ke situ.

Pembahasan Beneficence dan Non-Maleficence dengan memeriksa dan merujuk pasien ketika ada kekhawatiran akan ketidakpastian Pelanggaran Autonomy Solusi: Memberi saran beberapa lab yang bisa dipilih .

Anak muda tadi tidak mengikuti nomor antrian karena mengaku teman SMP dr. tanpa sengaja ibu tadi melihat pasien laki-laki muda bertato di perut bawah sedang menutup kembali celana dalamnya. Ia sempat sepintas melihat celana dalam tadi bervlek-vlek putih kekuningan. jawab Tenar kalem.Tenar. namun tanpa dosa ia nyrocos menanyakan apa penyakit anak muda tadi.Paragraf 4 Pada saat masuk. sehingga zuster memasukkan lebih dahulu ke ruang sekat kiri. Ah. Tenar agak terpana untuk menjawab pertanyaan awam si ibu ini. . Dr. Ibu yang agak cerewet tadi minta maaf. ruang tempat pasien yang memerlukan perlakuan khusus. Cuma panas dalam di per ut .

Pembahasan Pelanggaran Autonomy Solusi: Memberi pemberitahuan agar pasien tak langsung masuk ke kamar praktik begitu saja Menjaga hak Autonomy anak muda tadi Pelanggaran Justice Solusi: Tak membeda-bedakan pasien dan melayani tetap sesuai antrian Beneficence dan Non-Maleficence dengan memberikan suntikan untuk membuat pasien lega .

Dr.Paragraf 5 Tanpa memberikan penjelasan mengenai isi di dalam surat keterangan tersebut. yang tak sempat dilakukan pengukuran tekan darahnya. langsung diberikan resep sakit kencing yang sudah langganan ia derita 5 tahun ini. Tenar hanya memeriksa sekilas dan menyalin resep dari catatan medis yangdisodorkan zuster. . dr. Sementara Mba Modis. Tenar memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit bagian Saraf.

Pembahasan Beneficence dan Non-Maleficence dengan merujuk pasien ke RS bag. Saraf Pelanggaran Beneficence Solusi: Memeriksa dengan benar Mba Modis Pelanggaran Autonomy Solusi: Memberitahu pasien tentang hasil CT Scan Pelanggaran Justice Solusi: Memberikan pelayanan yang sama pada pasien .

Ia keluar kamar prakteknya dan melongok sebentar sebentar pasien tadi.Tenar.000. . memegang nadinya yang terasa kecil dan lemah. ya Pak Tala. Cepat sembuh deh sambil memberi sebungkus oralit dan lalu mengirmkannya ke RSU setempat.bagi sang hansip. 25. Tak lupa ia menitipkan amplop berisi Rp.Paragraf 7 Garputala adalah hansip setempat yang merasa tak afdol kalau belum dipegang dr. Untuk transportnya. mencubit kulit perutnya yang ternyata sudah mengendur. Zus carikan bajaj ! instruksinya ke Zuster setelah meyakinkan sang hansip agar cepat dirawat.

Pembahasan Autonomy dengan memenuhi keinginan Pak Garputala. Beneficence dengan merujuk segera Pak Garputala. namun sebaiknya Pak Garputala ditemani atau minta bantuan tukang bajaj karena kondisi Pak garputala yang sudah dehidrasi. .

Rana. Tenar mengatasi pendarahan si Malthus di ruang sekat kiri. sementara Rana terpana sendirian karena Zuster jug a sibuk membantu dr. Dr.Paragraf 8 Ia menolong Malthus dulu selama 45 menit. Tenar tak sempat bicara ke Nn. .

Pembahasan Justice dengan mendahulukan pasien gawat darurat Beneficence dan non-maleficence dengan segera menolong pasien Pelanggaran Autonomy Solusi: Memberitahu Rana terlebih dahulu bahwa dia harus menolong Malthus terlebih dahulu. .

.Paragraf 9 dr. Tenar menawarkan untuk menjadi mediator menyampaikan apa adanya kepada bapak Rana.

Pembahasan Beneficence dengan memberi solusi yang baik bagi masalah pasien tapi sebaiknya juga memberi nasehat pada pasien agar tidak ulangi perbuatannya Autonomy dengan tetap mendengarkan masaah pasien walaupun tidak berhubungan dengan medis .

di perbolehkan melanggar bila dalam keadaan terdesak dan untuk keselamatan pasien. agar tidak merugian antara pasien dan dokter dan yakin akan keputusan . Dokter juga harus bisa memberikan pengertian atau penjelasan terhadap pasien agar tidak terjadi misinterpretasi.Kesimpulan Setiap dokter harus menjalankan kode etik dengan sebaik-baiknya.

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful