Anda di halaman 1dari 7

Nama Galih Wasis Wicaksono Dayat Subekti

Nim 11/323174/PPA/03624 11/324245/PPA/03668

A. LATAR BELAKANG MASALAH Implementasi penggunaan komputer dalam menyelesaikan suatu masalah sangat diharapkan, terutama dalam masalah yang ada kaitannyan dengan segala kehidupan sehari-hari. Baik itu di kantor, perusahaan, rumah sakit maupun untuk masalah nampaknya tidak berhubungan langsung dengan dunia komputer atau teknologi informasi; seperti dunia pertanian. Belakang ini sangat beragam perkembangan dunia komputer yang menerapkan sesuatu yang sangat spesifik dan menggunakan metode dan konsentrasi yang banyak dalam menyelesaikan suatu masala. Tidak hanya di dunia industri, perdagangan, retail dan pendidikan yang sudah banyak menerapkan dan mengimplementasikan berbagai software atau program yang dipakai dalam menyelesaikan suatu masalah, Bahkan belakangan ini permalahan yang bersifat sosial diselesaikan menggunakan komputer, yang menggunakan metode-metode tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi, termasuk di dalam menangani kasus dan membuat analisis tentang kinerja seorang karyawan dalam perusahaan. Pada makalah ini akan dicoba untuk mengimplementasikan sebuah metode yang akan digunakan dalam menyelesaikan dalam penilaian seorang karyawan dalam perusahaan yang menggunakan metode dan aturan yang sudah ditentukan yang bertujuan untuk perhitungan enumerasi pegawai. B. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Menganalisa tentang kinerja seorang pegawai. 2. Mendukung dalam pembuat keputusan untuk level pimpinan. 3. Sebagai bahan pertimbangan yang dapat dipakai dalam memberikan intensif renumerasi dalam suatu perusahaan atau kantor. C. METODE YANG DIGUNAKAN Metode Tsukamoto : sistem inferensi fuzzy didasarkan pada konsep penalaran monoton, yakni nilai crisp pada daerah konsekuen dapat diperoleh secara langsung berdasarkan tipe fire strength pada antesedennya. Salah satu syarat yang harus dippenuhi pada metode penalaran ini adalah himpunan fuzzy pada konsekuannya yang harus bersifat monoton. D. Input  Hasil Kerja Berupa skor dari hasil kerja pegawai dalam 1 tahun dengan rentan skor antara 0 10.

Absensi Absensi adalah nilai input yg didasarkan pada banyaknya ketidak hadiran pegawai dalam satu tahun dengan asumsi terdapat limit ketidakhadiran pegawai yakni pada rentan 1-10 kali dalam 1 tahun

Lama Kerja Adalah lama kerja pegawai dalam rentan waktu 0 sampai 20 tahun.

E. Output Output berupa prosentase besaran renumerasi yang diberikan kepada pegawai didasarkan tiga aspek input diatas, berdasarkan temuan dari beberapa literature, besaran renumerasi yang diberikan yakni 0 200% F. Fuzzifikasi Input dan Output Fuzzifikasi dibutuhkan untuk mengambil masukan masukan dan menentukan derajat keanggotaan masing masing dalam himpunan fuzzy yang dijabarkan seperti dibawah ini : Nilai linguistic variable input hasil kerja terbagi 3 antara lain : kurang, cukup dan baik dengan masing masing domain dapat dilihat pada gambar berikut :

Kemudian linguistic variable untuk input absensi terbagi 2 yakni : baik dan kurang seperti digambarkan berikut ini :

Dan untuk linguistic variable bagi lama kerja terdiri dari : baru, sedang dan lama seperti pada gambar berikut :

Selain pada komponen input, fuzzifikasi juga dilakukan pada komponen output, sehingga linguistic variable untuk ouput renumerasi kami definisikan terdiri dari : kecil, sedang, besar seperti gambar berikut :

G. Rule Dalam kasus penentuan prosentase renumerasi, kami menggunakan 18 rule dari kombinasi 3 input seperti yang telah disebutkan diatas. Rule tersebut antara lain : 1. IF Hasil Kerja Baik AND Absensi Baik AND Lama Kerja Lama THEN Renumerasi Besar 2. IF Hasil Kerja Baik AND Absensi Baik AND Lama Kerja Sedang THEN Renumerasi Besar 3. IF Hasil Kerja Baik AND Absensi Baik AND Lama Kerja Baru THEN Renumerasi sedang 4. IF Hasil Kerja Baik AND Absensi Kurang AND Lama Kerja Lama THEN Renumerasi Besar 5. IF Hasil Kerja Baik AND Absensi Kurang AND Lama Kerja Sedang THEN Renumerasi Sedang 6. IF Hasil Kerja Baik AND Absensi Kurang AND Lama Kerja Baru THEN Renumerasi Sedang 7. IF Hasil Kerja Cukup AND Absensi Baik AND Lama Kerja Lama THEN Renumerasi Sedang

8. IF Hasil Kerja Cukup AND Absensi Baik AND Lama Kerja sedang THEN Renumerasi Sedang 9. IF Hasil Kerja Cukup AND Absensi Baik AND Lama Kerja baru THEN Renumerasi kecil 10. IF Hasil Kerja Cukup AND Absensi kurang AND Lama Kerja Lama THEN Renumerasi Sedang 11. IF Hasil Kerja Cukup AND Absensi kurang AND Lama Kerja sedang THEN Renumerasi Kecil 12. IF Hasil Kerja Cukup AND Absensi kurang AND Lama Kerja baru THEN Renumerasi kecil 13. IF Hasil Kerja Kurang AND Absensi Baik AND Lama Kerja Lama THEN Renumerasi Kecil 14. IF Hasil Kerja Kurang AND Absensi Baik AND Lama Kerja sedang THEN Renumerasi Kecil 15. IF Hasil Kerja Kurang AND Absensi Baik AND Lama Kerja baru THEN Renumerasi Kecil 16. IF Hasil Kerja Kurang AND Absensi kurang AND Lama Kerja Lama THEN Renumerasi Kecil 17. IF Hasil Kerja Kurang AND Absensi kurang AND Lama Kerja sedang THEN Renumerasi Kecil 18. IF Hasil Kerja Kurang AND Absensi kurang AND Lama Kerja baru THEN Renumerasi Kecil H. Fuzzy Inference System Untuk fuzzy inference, kami menggunakan tsukamoto, dengan pertimbangan cocok untuk penerapan kasus yang kami angkat. I. Implementasi Untuk implementasi kami menggunakan bahasa pemrograman java, dengan konsep Object Oriented Programming. Dalam program yang telah kami buat, 4 class model, 1 class control dan 1 class untuk view. 1. Class Input dan Output Class ini merupakan class untuk pemodelan input dimana didalamnya terdapat proses fuzzifikasi. Berikut cuplikan class beserta method yang merepresentasikan fungsi keanggotaan.
class HasilKerja_Model { private double value;

public HasilKerja_Model(double value) { this.value = value; } public double HKKurang() { if(value<=3) return 1.0; else if(value <=5 && value >3) return ((5 - value)/2); else return 0.0; } public double HKCukup() { if(value ==5) return 1.0; else if(value <=7 && value >5) return ((7 - value)/2); else if(value >=3 && value <5 ) return ((value - 3)/2); else return 0.0; } public double HKBaik() { if(value>=7) return 1.0; else if(value >=5 && value <7) return ((value - 5)/2); else return 0.0; } }

Method HKBaik(), HKCukup() dan HKKurang(), merupakan fungsi keaggotaan yang direpresentasikan dalam method. Selain itu terdapat 3 class model yang lainnya, yakni LamaKerja.java dan Renumerasi_Model.java. 2. Class Rule Class ini merupakan class implementasi dari rule rule yang telah didefinisikan sebelumnya, method defuzzifikasi untuk proses defuzzifikasi.
import java.util.Stack; class Rule { Stack<Double> domain = new Stack<>(); Stack<Double> membership = new Stack<>(); private double hasil =0; private double y; HasilKerja_Model kinerja; Absensi_Model absensi; LamaKerja_Model lama; Renumerasi_Model renum = new Renumerasi_Model();; public Rule (double hasilkinerja, double lamakerja, double jmlabsen)

class Absensi_Model.java,

{ kinerja = new HasilKerja_Model(hasilkinerja); absensi = new Absensi_Model(jmlabsen); lama = new LamaKerja_Model(lamakerja); } public void FuzzyInference() { //System.out.println(hasilkinerja+" "+lamakerja+" "+jmlabsen); //IF Kinerja Baik AND Absensi Baik AND Lama Kerja Lama THEN Renumerasi Besar if((hasil=Math.min(kinerja.HKBaik(), Math.min(absensi.AbsBaik(),lama.LKLama()))!=0.0) { membership.push(hasil); y = renum.RBesar(hasil); domain.push(y); } . . . . . . public double deffuzifikasi() { double up =0.0; double down =0.0; for(int i=0; i<domain.size(); i++) { up = up + (domain.get(i)*membership.get(i)); } for(int i=0; i<membership.size(); i++) { down = down + membership.get(i); } return up / down; }

J. Hasil dan Ujicoba Dari implementasi program maka diperoleh hasil dari proses ujicoba sebagai berikut : Input : Hasil Kerja Absensi (ketidakhadiran) Lama Kerja Ouput : Diperoleh besaran renumerasi : 141.0% Dari 18 rule hanya ditampilka 2 rule yang memiliki nilai tidak nol, sedangkan rule rule yang lain tidak dikerjakan : 10 :1 : 15

Gambar : tampilan awal program fuzzy renumerasi

Gambar : ujicoba dengan memberikan parameter input

Gambar : Hasil yang diperoleh

Gambar : Hasil ujicoba yang menampilkan rule pada compiler