P. 1
Laporan Pendahuluan Diabetes Mellitus

Laporan Pendahuluan Diabetes Mellitus

|Views: 1,372|Likes:
Dipublikasikan oleh Ugie Gieza Susanto

More info:

Published by: Ugie Gieza Susanto on Jan 17, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

laporan pendahuluan Diabetes mellitus

LAPORAN PENDAHULUAN Diabetes mellitus ASUHAN KEPERAWATAN Diabetes mellitus A. PENGERTIAN DIABETES MELITUS Diabetes Mellitus adalah merupakan suatu kelompok penyakit metabolic dengan karakteristik hiperglikemi yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua ± duanya. (Gustaviani, 2006 : 1857 ± 1859 ) Diabetes mellitus, DM (bahasa Yunani: , diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein Diabetes Mellitus adalah penyakit kronia metabolisme abnormal yang memerlukan pengobatan seumur hidup dengan diet, latihan dan obat ± obatan. (Carpenito, 1999 : 143 ± 159 ) Diabetes mellitus adalah gangguan metebolik kronis yang tidak dapat smbuh tetapi dapat di control yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia karna difisiensi insulin atau ketidak adekuatan penggunaan insulin.( Engram, 1998: 532 ± 540 ) Diabetes Mellitus adalah gangguan kronis yang ditandai dengan metabolisme karbohidrat dan lemak yang diakibatjan oleh kekurangan insulin atau secara relative kekurngan insulin.( Tucker, 1998: 400 ± 411 ) Diabetes Mellitus adalah masalah ± masalah yang mengancam hidup ( kasus darurat ) yang disebabkan oleh difisiensi relative atau absolute.( Doengoes, 2000: 726 ± 784 ) B. ETIOLOGI DIABETES MELITUS 1. DM Tipe a. Melalui proses imonologik dimana tubuh tidk bias menghasilkan insulin Karena sel beta pancreas dirusak oleh system autoimun. 2. DM Tipe II a. Obesitas b. Gaya hidup c. Usia d. Infeksi toxin, virus 3. DM tipe lain a. Defek genetic fungsional sel beta Kromosom 12, HNF ± 1 (dahulu MODY 3) Kromosom 7, glukokinase (dahulu MODY 2) Kromosom 20, HNF ± 4 (dahulu MODY 1) Kromosom 13, insulin prometer factor (IPF ± 1, dahulu MODY 4) Kromosom 17, HNF ± 1 (dahulu MODY 5)

trauma/pankreatomi. Polidipsi 3. khususnya pda individu dengan obesitas. Karena obat/ zat kimia f. feokromatisoma. DM type II : Non Insulin Dependent Diabetes (NIDDM ) Tejadi pad usia 40 tahun atau lebih. aldosteronoma e. Sering dikenal dengan diabetes juvenile karena berkembang pada usia kurang dari 30 tahun. CMV. 3. Diabetes Kehamilan. Infeksi : rubella sanginetal. Endokrinopati e. Tiazid. dilatin. dan lain ±lain. asam nikotinat. d. 1. Diabetes Melitis tipe lain. 4. Defek genetic kerja insulin : resistensi insulin tipe A. Penurunan berat badn . sindrom cushing. 2006 : 1859) C. Karena obat/ zat kimia : vector. Imunologi h. hemakromatosis. g. (Gustaviani. Infeksi g.Kromosom 2. Poliphagi 4. Defek genetic funsi sel beta b. leprechaunrism sindrom Robson Mendenhall. Sindroma genetic lain. h. diabetes lipoatropik. pentanidin. Neuro D1 (dahulu MODY 6) DNA mitcohondria. diazoxin. Defek genetic kerja insulin c. Penyakit endokrin pankreas d. Endokrinopati : akromegali. Poliuria 2. 4.glukokortiroid. (Mansjoer. hormon tiroid. andrenegik. 2. Sindrom genetic lain.Penyakit endokrin pankreas : pankreatitis. fibrosis kristik.Imunologi ( jarang ). pankreotopati fibrokalkulus. b. a. hipertiroidisme. neuplasma. keletihan 5. KLASIFIKASI DIABETES MELITUS Diabetes meliltus dapat di klasifikasikan menjadi 4 tingkat yaitu : 1. Malaise 7. Dimana terjadi destruksi sel beta.1999 : 581 ± 582) D. MANIFESTASI KLINIS DIABETES MELITUS. c.bervariai mulai dari yang predominan resisten insulin disertai defesiensi insulin relative sapai ang predominan. Kelemahan 6. Umumya menjurus ke defisiensi insulin absolute sehingga penderita insulin absolute harus selalu tergantung pada terapi insulin. Diabetes kehamilan Biasaya karena herideter. f. DM type I : Insulin Dependent Diabetes Mellitus ( IDDM ).agonis .

8. Ketoasidosis diabetic menimbulkan tanda dan gejala seperti nyeri abdomen. muntah. Penyembuhan luka lambat 11. Kelelahan. Mikroangiopati . PATHOFISIOLOGI DIABETES MELITUS Pada diabetes mellitus terjadi defesiensi insulin yang disebabkan karena hancurnya sel ± sel beta pankreas karena proses outoimun. paling sering terjadi pada usia > 30 tahun. Komplikasi vaskuler jangka panjang dari diabetes antara lain: pembuluh ± pembuluh kecil (mikroagiopati). g. hiperventilasi. dengan demikian insulin menjadi tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan. Jika sel ± sel beta tidak mampu mengimbangi permintaan kebutuhan akan insulin maka kadar glukosa akan meningkat dan terjadi DM tipeII. Kram otot. d. pembuluh ± pembuluh sedang dan besar (makroangiopati). merupakan produksi. e. Penurunan berat badan ( akibat dari katabolisme protein dan lemak ). Disamping itu glukosa yang berasal dari makanan tidak bisa disimpan dalam hati meskipun tetap berada dalam darah yang menimbulkan hiperglikemi. napas bau aseton. koma. namun masih terdapat insulin dengan jumlah yang adekuat untuk mencegah pemecahan lemak dan produksi badan keton yang menyertainya. Poliuria ( akibat dari diuresis osmotic bila di ambang ginjal terhadap reabsobsi glukusa di capai dn kelebihan glukosa keluar melalui ginjal ). 1998: 402 ) E. disamping pemecahan lemak oleh badan keton merupakan asam yang mengganggu keseimbagan asam basa tubuh apabila jumlahnya berlebihan. Perubahan pandangan/mata kabur 9. Defesiensi insulin juga mengganggu metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan simpanan kalori yang menimbulkan kelelahan. Peka rangsang. i. Meskipun terjadi gangguan sekresi insulin merupakan cirri khas akibat DM tipe II. Infeksi kulit dan pruritas 12. mual. b.kebas ekstrimitas 10. Pada DM tipe II masalah yang berhubungan dengan insulin yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Pruritas vulvular. Poliphagia (da sebabkan oleh peningkatan kebutuhan energi dan perubahan sintesis protein dan lemak ). Bila tidak ditangani akan menimbulkan perubahan kesadaran. kegagalan pemecahan lemak dan protein meningkatkan pembentukan badan keton. Gangguan penglihatan h. ginjal tiak dapat mengabsobsi semua sisa glukosa yang akhirnya dikeluarkan bersama urine (glukosaria). Mengantuk TANDA DAN GEJALA DIABETES MELITUS a. ( Tucker. Ketika glukosa yang berlebih di eksresikan kedalam urine. Jika konsentrasi glukosa dalam darah cukup tinggi. keadaan ini disebut diuresis osmotik. bagkan kematian. Kesemutan. c. ini akan disertai pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebih. f. Karena itu ketoasidosis diabetika tadak terjadi pada DM tipe II. Polidipsia ( disebabkan oleh ehidrasi dan poliuria ).

Urinalisis positif terhadap glukosa dan keton. arterial retina. nonketotik. 3. F. Kaki diabetic (Mansjoer. Akut 1. Ketosis terjadi ditunjukkan oleh ketonuria. Tes ini mengukur presentase gula yang melekat pada hemoglobin. 3. Kronik 1. Neuropati 7. PATHAWAY DIABETES MELITUS Gaya hidup yang obesitas kerusakan sel beta herideter G. Diabetes ketoasidosis 2. . KOMPLIKASI DIABETES MELITUS Komplikasi yang bias muncul pad diabetes mellitus adalah: 1. 2. Biasanya tes ini di anjurkan untuk pasien yang menunjukkan kadar glukosa darah meningkat dibawah kondisi stress. Gula Darah Puasa (FPB) normal yaitu di atas normal. Rentan infeksi seperti: tuberkolusis paru. Koma hiperosmolar nonketotik. Koma hiperosmolar. Tes ini mengukur Esscihemoglobin Glikosat diatas rentang normal. Infeksi 5. 5. b. Hipoglikemia 4. otot ± otot kulit.merupakan lesi spesifik diabetic yang menyerang kapiler. Rentang normal antara 5 ± 6 %. glomerulus ginjal. Ketonuria menendakan ketoasidosis. syaraf ± syaraf perifer. gingivitis. 1999:143) Komplikasi pada DIABETES MELITUS antara lain: a. infeksi saluran kemih. Makroangiopati mempunyai gambaran berupa arterosklerosis. Nefrospati (Carpenito. Ketoasidosis 3. Koma hipoglikemi 2. Retinopati 8. Pada akhirnyan akan mengakibatkan penyumbatan vaskuler. hiperglikemia. Makroangiopati 2. Penyakit Vaskuler 6. Neuropati diabetic 4. Glukosa tetap melekat pada hemoglobin selama hidup SDM. Mikroangiopati 3. PEMERIKSAAN PENUNJANG DIABETES MELITUS 1. Tes toleransi glukosa (TTG) memanjang lebih dari 200 mg/dl. Glukosa menunjukkan bahwa ambang ginjal terhadap reabsobsi glukosa dicapai. Kalau ini mengenai arteri ± arteri perifer maka dapat mengakibatkan insufusuensi vaskuler perifer yang di sertai ganggren pada ekstrimitas. 1999: 582 ± 583) H.

Perencanan makan .BB menurun. urine berkabut. Tanda : Takikardi dan takipnea pada istirahat atau dengan aktifitas. PENATALAKSANAN DIABETES MELITUS Kerangka utama penatalaksanan DM yaitu 1. napas bau aseton. Eliminasi Gejala : Poliuria. dngan atau tanpa sputum purulen Tanda : Lapar udara. nyeri tekan abdomen.Protein = 10 ± 15 % . (Engram. Obat berkhasiat hipoglikemik Obat hipoglikemik oral (OHO) antara lain sulfoniurea. kulit rusak. pusing. Tanda : Kulit kering. Tanda : Takikardi. Nyeri / kenyamanan Gejala : Abdomen yang tegang/nyeri (sedang/berat). Tanda : Demam. letih.Kolesterol = < 300 mg/dl . tampak sangat berhati ± hati. peningkatan frekuensi makan. biguanid. haus. Kolesterol dan kadar trigliserida serum dapat meningkat dan menandakan ketidakadekuatan control glikemik dan peningkatan propensitas pada terjadinya arterosklerosis. Makanan cairan Gejala : Anoreksia. nokturia.5 jam. mendayang. muntah. renang. letargi aktivitas kejang 7. mual. Latihan jasmani dianjurkan secara teratur 3 ± 4 kali permiggu selama ± 0. gatal.nadi yang menurun.mata cekung. gangguan penglihatan (pandangan mata kabur. inhibitor. peka rangsang 4. batuk. 1999: 583 -584) J. lari.Konsumsi garanm dibatasi bila terdapat hipertensi. Sirkulasi Gejala : Adanya riwayat hipertensi. kesemutan. frekuensei pernapasan. 1998. glukosidae. tergantung pada orang lain Tanda : Ansietas. ulkus kulit. distensi abdomen. 3. insulin sensizing agen. 2. penyembuhan yang lama. hipertensi. bersepeda. turgor kulit jelek. tonus otot menurun. 536) I. Tanda : Wajah meringis dengan palpitasi.tidak bias melihat/buta) Tanda : Disorientasi. Isk berulang Tanda : Poliuria. Seksualitas . parestesia. batuk. abdomen keras 5. 8. kesemutan pada ekstrimitas. Latihan yang dianjurkan jalan kaki. Pernapasan Gejala : Merasa kekurangan oksigen. diaporesis. jogging. bau busuk (infeksi).Lemak = 20 ± 25 % . 6. gangguan tidur. distritmia.4. mengantuk. lesi/ulserasi. kram otot. ulkus pada kaki. 9. Integritas Ego Gejala : Stres. Aktivitas / istirahat Gejala : Lemah.Kabohidrat = 60 ± 70 % . parestesia/paralysis 10.Serat = 25 gr/hari diutamakan jenis serat larut . FOKUS PENGKAJIAN DIABETES MELITUS 1. letargi. 3. Kenyamanan Gejala : Kulit kering. Neurosensori Gejala : Pusing. ( Mansjoer. 2.

Tentukan program diet dan pola makan pasien R : Mengidentifikasi kekurangan dan penyimpanan dari kebutuhan teraputik b. Kaji adanya pernapadan kussmaul atau napas bau aseton R : berhubungan pemecahan aseton ± asetat c. 3.Turgor kulit dan perfusi jaringan memadai . G. kesulitan orgasme pada wanita. R : Pasien mungkin masuk dengan infeksi yang biasannya telah mencetuskan keadaan ketoasidosis ataudapat mengalami infeksi nosokomial .Kliendapat mengerti dan menungkapkan penambahan berat badannya karena proses penyakit. Kaji nadi perifer. Kaji suhu.Berat badan dalam batas normal sesuai dengan usia. Identifikasi makanan yang disukai R : Untuk menentukan diet e. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake in adekuat. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi insulin R : meningkatkan kadar insulin 2. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan tingginya kadar gula darah Tujuan : Infeksi tidak terjadi KH : Mencegah dan mengurangi terjadinya infeksi Intervensi : a. dan nyeri. Observasi tanda ± tanda infeksi dan peradangan seperti demam kemerahan. Kaji dan catat adnya keluhan mual R : Untuk menentukan intervensi c. Kaji TTV R : hipolemia dpat dimanifestasikan oleh hipotensi takikardi b.warna kulit atau kelembabannya R : Mempertahankan rehidrasi/volume sirkulasi f. d. Berikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrient) R : Pemberian makanan melalui oral lebih baik jika pasien sadar dan fungsi gastrointestinal baik. pengisian kapiler.Tidak terjadi dehidrasi yang ditandai dengan kesetabilan TTV . kadar gula darah dalam batas normal. Defisit volume cairan berhubungan dengan dddiuresis Tujuan : Kebutuhan cairan terpenuhi KH : . Lakukan konsultasi dengan ahli diet R : Untuk perhitungan dan penyesuaian diet untuk kebutuhan pasien.Intake dan output seimbang Intervensi : a. Intervensi a.Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi . turgor kulit dan membrane mukosa R : merupakan indicator tingkat dehidrasi d. FOKUS INTERVENSI DIABETES MELITUS 1. Tujuan : intake nutrisi terpenuhi KH : . Libatkan keluarga pasien pada perencanaan makan R : Membantu keluarga dalam memahami kebutuhan nutrisi klien f. .Gejala : Rabas vagina (cenderung infeksi) Masalah impotent pada pria.

Anjurkan klien untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan R : Mencegah tejadinya infeksi nosokomial c. Tujuan : Mempertahankan tingkat mental biasanya KH : Mengenali dan mengkompensasi adanya kerusakan sensori. 1999. R : Mengurrangi resiko terjadinya infeksi saluran kemih. Jakarta : EGC Doengoes. 2000. Buku Ajar Penyakit Dalam.Pantau TTV R : Suhu yang meningkat dapat mempengaruhi fungsi mental b. Lynda Juall. Jakarta: EGC Gustaviani. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolic Tujuan : Meningkatkan tingkat energi KH : Menunjukkan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktifitas yang diinginkan Intervensi : a. M. Barbara. Tingkatkan partisipasi pasien dlam melakukan aktifitas sehari ± hari R : Meningkatkan harga diri yang positif sesuai tingkat aktifitas pasien 5. Diskusikan dengan pasien kebutuhan aktifitas R : Dapat memberi motipasi dalam aktifitas b. Lindungi pasien dari cidera R : Pasien mengalami disorientasi merupakan awal timbulnya cidera c. reno. d. Bantu pasien dalam ambulasi R :Meningkatkan keamanan pasien e. Rencana Asuhan dan Dokumentasi keperawatan. 2006. 1998. Ajarkan pasien wanita membersihkan perineal dari depan ke belakang setelah BAB. Jakarta: Departemen Iimu . 2000 : 792 ± 741) DAFTAR PUSTAKA Carpenito. Diskusikan cara menghemat kalori selama aktifitas R : Pasien dapat melakukan banyak aktifitas dengan menghemat energi d. Beri aktifitas alternative periode istirahat R : Mencegah kelelahan berlebih c. 3. Perubahan sensori perceptual (penglihatan) berhubungan dengan ketidak seimbangan glukosa. e. Rencana Asuhan Keperawatan Medical ± Bedah Vol.G. (Dongoes. Jilid III. Edisi IV. Rencana Asuhan keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Berikan obat sesuai indikasi R : Gangguan dalam proses fikir/potensial terhadap aktivitas kejang biasanya hilang bila keadaan hiperosmolaritas teratasi. Beri tempat yang lembut R : Meningkatkan rasa nyaman dan menurunkan kemungkinan kerusakan kulit. Pertahankan teknik aseptic pada prosedur infasif R : Glukosa tinggi dalam darah meempercepat pertumbuhan bakteri d. Intervensi : a.b. Jakarta: EGC Engram. Berikan antibiotic yang sesuai R : Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah timbulnya sepsis 4.

Ariif. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya 4.Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: FKUI Tucker. 2002). Diabetes mellitus gestasional (GDM) Etiologi 1. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (NIDDM) 3.M. Diabetes tipe I : o Faktor genetik Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri. Jakarta: EGC SEKIAN SHARING ASKEP DIABETES MELITUS untuk kritik dan saran silahkan komentar dibawah Pengertian Diabetes Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo. Mansjoer. Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. o Faktor-faktor imunologi Adanya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolaholah sebagai jaringan asing. Proses KEperawatan. o Faktor lingkungan . Kecenderungan genetik ini ditemukan pada individu yang memiliki tipe antigen HLA. S. Kapita Selekta Kedokteran. Diagnosis dan Evaluasi edisi V. Yaitu otoantibodi terhadap sel-sel pulau Langerhans dan insulin endogen. 2002). 1998. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM) 2. 1999. Jilid I edisi III. Klasifikasi Klasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut : 1. Standar Asuhan Keperawatan Pasien. tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah terjadinya DM tipe I. (Brunner dan Suddarth.

Ulkus Neurotropik 13. Gejala yang biasa terjadi pada hipoglikemia seperti rasa lapar. atau bahkan inkontinensia urin. Infeksi bakteri kulit 7.Penyakit pembuluh darah otak 17. rasa kesemutan pada tungkai serta kelemahan otot (neuropati perifer) dan luka pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan lazim. Dermatopati 9. Menurut Supartondo.Penyakit pembuluh darah perifer 15. Biasanya tampak bermanifestasi sebagai sakit kepala . Keluhan yang sering muncul adalah adanya gangguan penglihatan karena katarak.Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi selbeta. Pada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua. menguap dan berkeringat banyak umumnya tidak ada pada DM usia lanjut. Neuropati perifer 10. kesadaran menurun dengan hiperglikemia. Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin. Defisiensi insulin yang tadinya bersifat relatif sekarang menjadi absolut dan timbul keadaan ketoasidosis dengan gejala khas hiperventilasi dan dehidrasi. 2. Gatal seluruh badan 5. Retinopati 4. Faktor-faktor resiko : o Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 th) o Obesitas o Riwayat keluarga Tanda dan Gejala Keluhan umum pasien DM seperti poliuria. gejala-gejala akibat DM pada usia lanjut yang sering ditemukan adalah : 1. apabila pasien mengalami infeksi akut.Neuropati viseral 11.Penyakit ginjal 14.Hipertensi Osmotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal yang tinggi. Infeksi jamur di kulit 8. sehingga gambaran klinisnya bervariasi dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi yang luas. Karena itu tidak terjadi polidipsia atau baru terjadi pada stadium lanjut. polidipsia. Perasaan haus pada pasien DM lansia kurang dirasakan. Katarak 2. Sebaliknya yang sering mengganggu pasien adalah keluhan akibat komplikasi degeneratif kronik pada pembuluh darah dan saraf.Penyakit koroner 16. akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi. dehidrasi dan ketonemia. dan dapat muncul keluhan nokturia disertai gangguan tidur. Pruritus Vulvae 6. polifagia pada DM umumnya tidak ada. Diabetes Tipe II Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui. Penyakit yang mula-mula ringan dan sedang saja yang biasa terdapat pada pasien DM usia lanjut dapat berubah tiba-tiba.Amiotropi 12. Glaukoma 3.

Pemeriksaan Penunjang 1.dan kebingungan mendadak. Pendidikan KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELLITUS 1. Tes toleransi glukosa Kadar darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring diagnosis DM (mg/dl). Ada 5 komponen dalam penatalaksanaan diabetes : 1. Pada usia lanjut reaksi vegetatif dapat menghilang.1 mmol/L) 2. pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan Tujuan utama terapi diabetes mellitus adalah mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya untuk mengurangi komplikasi vaskuler serta neuropati. Terapi (jika diperlukan) 5. Pengkajian. Glukosa plasma sewaktu >200 mg/dl (11. Sedangkan gejala kebingungan dan koma yang merupakan gangguan metabolisme serebral tampak lebih jelas. observasi dan dokumentasi secara biopsikososial dan spiritual. Kadar glukosa darah sewaktu ‡ Plasma vena : o <100 o 100 ± 200 = belum pasti DM o >200 = DM ‡ Darah kapiler : o <80 o 80 ± 100 = belum pasti DM o > 200 = DM Kadar glukosa darah puasa ‡ Plasma vena : o <110> o 110 ± 120 = belum pasti DM o > 120 = DM ‡ Darah kapiler : o <90> o 90 ± 110 = belum pasti DM o > 110 = DM Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus pada sedikitnya 2 kali pemeriksaan : 1. Mengumpulkan data pasien DM baik dengan pemeriksaan fisik. Pemantauan 4. a. Latihan 3. Glukosa plasma puasa >140 mg/dl (7. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) > 200 mg/dl).8 mmol/L) 3. . Identitas klien. Tujuan terapeutik pada setiap tipe diabetes adalah mencapai kadar glukosa darah normal. Glukosa darah sewaktu 2. wawancara. Diet 2. Kadar glukosa darah puasa 3.

suku bangsa. fungsi penciuman. frekuensi napas. ‡ Mata : bagaimana pupilnya. riwayat pekerjaan. konsistensi (BAK/BAB ). bau. tanda vital. bising usus. apa ada bunyi tambahan. bagaimana reaksi pupil terhadap cahaya. dokter. faktor yang memperingan atau memperberat. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL PADA DIABETES MELLITUS. 2. Bagaimana pola pemecahan masalah pasien terhadap masalahnya demikian juga keluarga. Tujuan : mobilisasi fisik terpenuhi. umur. ‡ Dada/pernapasan/sirkulasi : bentuk dada. ‡ Hidung : strukturnya. d. ‡ Eliminasi : pola. ‡ Telinga : strukturnya. kembung. gigi. memar.register RS. kunjungtiva. tetangga. kebersihan. ‡ Pusing. jenis kelamin. Gangguan mobilisasi fisik berhubungan dengan kelemahan anggota tubuh ditandai. apa ada massa. ‡ Aktivitas : Apakah terganggu atau terbatas. pekerjaan. peradangan. pendidikan. apakah menggunakan alat bantal. peradangan. apa ada asites. ‡ perubahan pola berkemih. pasien mengelih badan terasa lemah.Meliputi nama. ‡ Istirahat / tidur : kebiasaan tidur selama di rumah dan RS. lemah. Riwayat penyakit dahulu. hubungan dengan keluarga. Riwayat psikologis. ‡ Kulit : keadaan kulit. berjalan dengan di bantu. warna. Riwayat penyakit keluarga. no. b. kelenjar tiroid. g. turgor. h. nyeri. Pemeriksaan fisik. konsep diri terhadap masalah kesehatan. tanggal masuk rumah sakit. c. perawat. Apakah pasien punya penyakit DM sebelumnya. Kebiasaan hidup. Keluhan utama. apa ada cairan keluar dari telinga. ‡ Apa ada diberi obat sebelum masuk RS. e. apa ada gangguan menelan. ‡ Abdomen : struktur. ‡ Leher : keadaan leher. ‡ Kepala : keadaan rambut. warnanya. gerakan dinding dada. apa ada nyeri tekan. TB. ‡ Keadaan umum : penampilan. 1. frekuensi. ‡ Nutrisi : pola kebiasaan makanan. Tanyakan pada pasien apa ada keluarga yang menderita penyakit keturunan seperti yang di derita pasien. ‡ Mual. agama. lesi. letih. Kebutuhan biologis. status perkawinan.edema. Intervensi : . f. BB. Biasanya pasien datang dengan keluhan : pusing. penanggung jawab. alamat. warna sklera. mukosa mulut dan bibir. jumlah. luka yang tidak sembuh. kesadaran. jenis makanan / minuman. ‡ Mulut : keadaan mulut. apa ada polip. muntah. Riwayat sosial. Riwayat penyakit sekarang. Diagnosa medis. warna rambut.

Pantau tanda dan gejala hipoglikemi : a. gula darah terlalu drastis turun ditandai kulit pucat. lembab. . Bantu pasien melakukan aktipitas ringan.1. 4. Anjurkan pasien berhati-hati dalam melakukan aktifitas (kekamar kecil) 3. Intervensi : 1. pucat. Dekatkan peralatan yang dibutukan pasien 5. Diskusikan dengan pasien pentingnya aktivitas 3. 3. Kulit dingin. makan sedikit. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah ditandai Pasien mengatakan ia sering ingin buang air kecil. Inkoordinasi f. kadar gula sewaktu dan kadar gula darah puasa. Glukosa darah < 70 mg/dl b. Ketidaksadaran tentang Hipoglikemia. diaforesis d. diaforesis. Tujuan : Mengatasi dan meminimalkan episode abnormal gula darah dan komplikasi vaskuler. gugup. lembab c. takikardi. Risiko hipoglikemia berhubungan dengan terlalu banyak insulin. Takikardia. Gugup. Kaji perubahan warna kulit 2. Beritahu atau beri penjelasan tentang hal yang berhubungan dengan penyakitnya. Berikan partisipasi pasien dalam ADL 4. Tujuan : Tidak terjadi kerusakan integritas kulit: Intervensi : 1. Monitor tanda vital setelah dan sebelum melakukan aktiovitas ringan 6. Beritahu pasien untuk tidak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung pemanis. Kaji tingkat kelemahan 2. gelisah e. 2. Cenderung tidur g.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->