Anda di halaman 1dari 5

PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH

Al Qohyum Fernando 1107120217 B Program Studi Teknik Kimia Universitas Riau Kampus Binawidya Km 12,5 Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293 gaul.nando74@yahoo.co.id

Abstrak Biodiesel atau Fatty Acid Metil Ester merupakan bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru ataupun minyak jelantah. Biodiesel biasanya dibuat dari ester asam lemak bebas dalam minyak goreng. Penggunaan minyak jelantah dalam pembuatan biodiesel dinilai lebih ekonomis dibandingkan dengan menggunakan minyak goreng baru. Hal ini didasarkan atas harga bahan baku minyak jelantah yang murah dibandingkan dengan minyak goreng baru sehingga dapat menekan biaya produksi. Proses produksi biodiesel dibuat dengan reaksi transesterifikasi dimana asam lemak pada minyak jelantah direaksikan dengan methanol dengan bantuan katalis KOH atau NaOH. Dalam pembuatan biodiesel dari minyak jelantah banyak didapatkan manfaat diantaranya adalah dapat mengurangi ketergantungan akan pemakaian bahan bakar solar yang ketersediannya semakin lama semakin menipis. Selain itu pembuatan biodiesel dari minyak jelantah juga dapat mengurangi limbah minyak jelantah yang dihasilkan oleh industry rumah tangga.. Kata Kunci : Biodiesel, Minyak Jelantah, Transesterifikasi

PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ketahun menyebabkan kebutuhan akan bahan bakar fosil juga semakin meningkat. Peningkatan konsumsi bahan bakar fosil ini telah memberikan dampak khususnya dalam bidang perekonomian, karena peningkatan kebutuhan akan bahan bakar ini selalu diiringi dengan kenaikan harga dari bahan bakar tersebut. Selain itu ketersedian bahan bakar fosil ini semakin lama semakin menipis, dan butuh waktu yang sangat lama untuk merekoverinya. Kelangkaan dan kenaikkan harga dari bahan bakar fosil ini membuat para peneliti berusaha untuk mencari solusi permasalahan tersebut. Diantaranya adalah membuat bahan bakar dari tumbuhtumbuhan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Salah satu alternatif bahan bakar yang bisa dibuat dari tumbuh-tumbuhan adalah biodiesel. Berdasarkan karakteristiknya, biodiesel dapat dijadikan bahan bakar alternatif. Biasa digunakan dalam beberapa sektor, diantaranya adalah sektor industri dan transportasi sebagai pengganti minyak solar. Biodiesel juga dinyatakan aman untuk digunakan karena terbuat dari minyak nabati sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Salah satu sumber yang bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel adalah minyak jelantah. Minyak jelantah merupakan limbah yang dihasilkan oleh industri rumah tangga dari proses penggorengan. Limbah ini bersifat karsinogenik apabila digunakan terus-menerus dan akan mencemari lingkungan apabila dibuang ke lingkungan. Didalam minyak jelantah terdapat asam lemak yang bisa dikonversikan menjadi biodiesel. Pembuatan biodiesel dari minyak jelantah ini diharapkan menjadi solusi terbaik dalam mengatasi limbah minyak jelantah.

PEMBAHASAN
Biodiesel Biodiesel adalah bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru ataupun minyak bekas. Biodiesel biasanya dibuat dari ester asam lemak bebas dalam minyak goreng cair yang memiliki sifat lebih encer, tidak mudah membeku terutama jika dipergunakan dinegara dingin. Selain itu biodiesel juga merupakan non-petroleum yang berdasarkan pada bahan bakar diesel yang mengandung rantai alkil pendek ester, yang terbuat dari proses tranesterifikasi minyak nabati yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi tanpa memodifikasi mesin kendaraan. Biodiesel yang berkualitas bagus adalah biodiesel yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Standar mutu biodiesel menurut SNI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Parameter Massa Jenis pada suhu 40C Viscositas pada suhu 40C Bilangan setana Titik nyala Titik Embun Air dan Sedimen Belerang Fosfor Angka asam Nilai 850 890 2,3 - 6,0 Min. 51 Min. 100 Maks.18 Maks. 0,05 Maks. 100 Maks. 10 Maks. 0,8 Satuan Kg/m3 Mm2/s(cSt) C C % vol Ppm- m(mg/kg) Ppm- m(mg/kg) Mg-KOH /g
0 0

Sumber : SNI 04-7182-2006 Biodiesel Bahan Baku Pembuatan Biodiesel 1. Minyak Jelantah Minyak jelantah (waste cooking oil) adalah minyak hasil sisa pengorengan berulang kali dan tidak layak untuk digunakan lagi. Bila ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan. 2. Methanol Metanol (CH3OH) juga dikenal sebagai metil alkohol adalah senyawa kimia yang merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada keadaan atmosfer metanol berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbon dioksida dan air. Pada pembuatan biodiesel, methanol berfungsi sebagai pelarut asam lemak pada minyak jelantah. 3. Katalis Katalis merupakan zat yang dapat mempercepat terjadinya reaksi namun pada akhir reaksi zat tersebut akan kembali ke keadaan semula. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi / produk. Ada dua jenis katalis yaitu katalis asam dan katalis basa. Dalam pembuatan biodiesel ini katalis yang digunakan adalah katalis basa yaitu NaOH. Karakteristik Biodiesel Sifat-sifat ester dari minyak jelantah (FAME) tidak berbeda jauh dari sifat biodiesel dari minyak baru dan juga dari sifat minyak solar, kecuali kemampuan untuk disaring yang tinggi, karena titik bekunya yang tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi penggunaannya terutama pada saat musim dingin. Tingginya titik beku ini disebabkan oleh tingginya kandungan asam lemak jenuh (mempunyai ikatan rangkap tunggal) dan terlihat dari rendahnya angka iod yang dibawah nilai

standard. Berbeda dengan standard FAME yang terbuat dari minyak nabati baru, ester minyak jelantah ini mengandung banyak senyawa peroksida sebagai hasil reaksi dalam proses penggorengan. Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa FAME dapat digunakan sebagai bahan bakar motor diesel. Keunggulan Biodiesel Dibandingkan Solar Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, biodiesel mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan solar diantaranya adalah : 1. Emisi karbon dioksida netto (CO2) berkurang 100%. 2. Emisi Sulfur dioksida berkurang 100%. 3. Emisi debu berkurang 40 60%. 4. Emisi karbon monoksida (CO) berkurang 10 50%. 5. Hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) berkurang : (Phenanthren berkurang 97%, benzofloroanthen berkurang 56%, benzapyren berkurang 71%, Aldehida dan senyawa aromatik berkurang 13%). Aplikasi Biodiesel Pada Environmental Protection Agency (EPA), biodiesel telah tercatat sebagai neat fuel. Dengan demikian, biodiesel dapat digunakan sendirian pada mesin diesel dalam bentuk murninya sebagai pengganti petrodiesel. Istilah biodiesel sendiri menunjukan bahan bakar murni sebelum dicampur dengan petrodiesel. Biodiesel juga tercatat sebagai fuel additive. Ia dapat dicampurkan pada petrodiesel dalam suatu ratio membentuk campuran yang disebut biodiesel blends atau bio blends. Biodiesel di tunjukkan dengan huruf B dan diikuti dengan xx, dimana xx menunjukkan persentase kuantitas biodiesel yang terkandung dalam campuran bahan bakar. Beberapa biodiesel yang dikenal adalah B20, B5 dan B2. menurut U.S department of energy, biodiesel dengan level terendah adalah 20% dan dibawahnya. Penggunaan biodiesel mereduksi emisi carbon dioxide (CO2) dan polusi yang dipancarkan ke atmosfir, dengan demikian mereduksidan polusi udara. Selain itu, penggunaan biodiesel akan meningkatkan daya lumas dari petrodiesel dan mereduksi kotoran dalam mesin diesel.

METODOLOGI
Metode yang digunakan untuk memproduksi biodiesel ialah proses transesterifikasi. Alur proses nya dapat dilihat pada Gambar 1.

Minyak Jelantah

NaOH

Metanol

Pemanasan Mixing T = 40C Tranesterifikasi T = 50C - 55C 30 Menit

Pendiaman

Pemisahan

Gliserol

Crude Biodiesel Pemurnian T = 70C

Aquades

Pencucian

Pendiaman & Aquades Pemisahan

Biodiesel

Gambar 1. Block diagram pembuatan biodiesel


Deskripsi Block Diagram Pada prinsipnya, pembuatan biodiesel didasarkan pada 3 tahapan proses yaitu tahap transesterifikasi, Tahap pemisahan, dan Tahap pemurnian. Tahap Transesterifikasi Reaksi Transesterifikasi adalah suatu reaksi penggantian gugus ester dengan menggunakan pereaktan alkohol membentuk ester yang baru. Reaksi tranesterifikasi terjadi ketika pencampuran larutan Sodium Metoksida dengan minyak jelantah. Waktu reaksi dimulai dari sini. Reaksi tranesterifikasi antara Larutan Sodium Metoksida dengan minyak jelantah dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Reaksi pembuatan Biodiesel


Tahap Pemisahan Pada akhir reaksi akan terbentuk metil ester dan gliserol, selanjutnya produk ini didiamkan didalam corong pisah selama 8 - 12 jam. Crude biodiesel yang berada di bagian atas dapat dipisahkan dengan gliserol yang berada di bawah. Selanjutnya crude biodiesel akan diproses lagi menjadi biodiesel. Tahap Pemurnian Teknik pemurnian water washing (pencucian dengan air) merupakan teknik pemurnian yang paling umum dan banyak digunakan. Proses pencucian dilakukan hingga tiga kali untuk menghilangkan sisa gliserol, methanol yang tidak bereaksi, katalis, dan sabun yang terbentuk selama pembentukan metil ester. Biodiesel yang telah di cuci dimasukkan ke corong pisah dan didiamkan sekitar 12 jam. Setelah itu biodiesel dipisahkan dari air. Biodiesel yang telah dipisahkan kemudian dipanaskan untuk menghilangkan kadar air dan methanol yang tersisa. KESIMPULAN Biodiesel secara nyata dapat mengurangi ketergantungan masyarakat akan pemakaian solar. Banyak kelebihan biodiesel dibandingkan dengan solar diantaranya adalah Emisi karbon dioksida netto (CO2) berkurang 100%, Emisi Sulfur dioksida berkurang 100%, Emisi debu berkurang 40 60%, Emisi karbon monoksida (CO) berkurang 10 50%, Hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) berkurang : (Phenanthren berkurang 97%, benzofloroanthen berkurang 56%, benzapyren berkurang 71%, Aldehida dan senyawa aromatik berkurang 13%). Selain itu, pembuatan biodiesel dari minyak jelantah merupakan solusi terbaik untuk mengurangi ketergantungan masyarakat untuk mengurangi ketergantungan masyarakat dalam pemakaian bahan bakar fosil khususnya solar. Juga merupakan cara untuk menanggulangi masalah limbah minyak jelantah yang sering terabaikan.

DAFTAR PUSTAKA Anis. 2009. Biodiesel Upaya Mengurangi Ketergantungan Minyak Bumi. Fessenden & Fessenden.1986. Kimia Organik. Jilid 2 .Erlangga.Jakarta Nuramin, M. 2006. Biodiesel Bahan Bakar Alternatif Minyak Diesel Solar yang Ramah Lingkungan. Jakarta : PT. Kreatif Energi Indonesia. Prihandana, R, dkk. 2006. Menghasilkan Biodiesel Murah. Jakarta : Agromedia Pustaka. Respati .1986.Pengantar Kimia Organik. Aksara Baru Jakarta Standar mutu Nasional Indonesia (SNI) 04-7182-2006