Anda di halaman 1dari 8

Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Kompetensi Dasar : 2.

2 Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan Materi Pembelajaran : Gerak melingkar dengan laju konstan (GMB) o Frekuensi, periode, sudut tempuh, kecepatan linier, kecepatan sudut, dan percepatan sentripetal o Hubungan kecepatan sudut, dan kecepatan linier pada gerak roda berhubungan Indikator : o Mengidentifikasi besaran frekuensi, frekuensi sudut, periode, dan sudut tempuh yang terdapat pada gerak melingkar dengan laju konstan o Menerapkan prinsip roda-roda yang saling berhubungan secara kualitatif o Menganalisis besaran yang berhubungan antaran gerak linier dan gerak melingkar pada gerak menggelinding dengan laju konstan

Gerak Melingkar Beraturan ( GMB)


A. Pengertian GMB Gerak melingkar beraturan merupakan gerak yang lintasannya berupa lingkaran dimana besar kecepatan v dan kecepatan sudutnya T tetap, jari-jari lintasan R tetap , serta mengalami besar percepatan sentripetal as tetap. B. Definisi Satuan Sudut Radian dan Perpindahan Sudut Keterangan Satuan Sudut Radian Sudut dalam radian adalah perbandingan panjang busur lingkaran s (di depan sudut ) terhadap jari-jari lingkaran R, atau = Perpindahan Sudut Pada benda yang bergerak melingkar, bila pada t1 ditempuh sudut 1 dan pada t2 ditempuh sudut 2 , maka perpindahan sudut adalah besar sudut yang ditempuh dalam selang waktu t antara t1 sampai t2 , atau = 2 ! 1 t2 = 2 ! 1 2 1 Satuan sudut dalam SI adalah radian , yang disingkat rad, satuan sudut merupakan satuan semu, maka dapat dihilangkan satuannya. Satu putaran = 3600 , satu putaran = 2 rad , 2 rad = 3600 , rad = 1800 . C. Periode T , Frekuensi f , dan Sudut Tempuh Periode T GMB (satuan sekon , s) adalah waktu yang diperlukan benda untuk bergerak melingkar satu kali. Jadi dalam waktu T sekon benda menempuh jarak s = 2R meter. Frekuensi f GMB (satuan Hz , 1 Hz = 1s-1) adalah jumlah putaran tiap sekon yang ditempuh oleh benda. Jika 1 dalam waktu T sekon berputar satu kali, maka jumlah putaran tiap sekonnya adalah 1/T. f = . T Sudut Tempuh (satuan radian , rad) adalah besar sudut yang ditempuh benda dalam suatu selang waktu, sudut tempuh merupakan perpindahan sudut .
Thomas P.U., SMA N 1 Cangkringan ; Nov07

Definisi

s R

radian

s
Skema

t1

r r D. Kecepatan v (m/s), Kecepatan Sudut T (rad/s) , dan Percepatan Sentripetal a S (m/s2)


Besaran
Besar Kecepatan Linear /
Besar Kecepatan Tangensial /

Definisi

Skema T

v=

Kelajuan Linear / Kelajuan Tangensial : v

s ds d( . R) v= v= t dt dt

v = T.R
= d = = t t dt
2 T

r aS r aT
r a r FS

r v r FS

r aS

Kecepatan Sudut / Kecepatan Angular :

T
Besar Percepatan Sentipetal: aS Besar Gaya Sentripetal: FS

v R

r aS
m

aS =

v2 a S = 2 . R R
v2 FS = m . R

r v

R adalah jari-jari lintasan/lingkaran , m adalah massa benda yang bergerak melingkar beraturan

Percepatan a dari benda yang bergerak melingkar dapat diuraikan menjadi dalam arah normal yang disebut r r percepatan sentripetal a S dan dalam arah tangensial yang disebut percepatan tangensial a T . Pada benda yang bergerak melingkar beraturan percepatan tangensial a T sama dengan nol, sehingga benda r hanya mengalami percepatan sentripetal a S yang arahnya menuju pusat lintasan dan besarnya tetap. Pada
benda juga bekerja gaya sentripetal FS yang arahnya menuju pusat lintasan dan besarnya tetap, gaya hanya mengubah arah kecepatan v , tetapi besar kecepatan tetap (1 rpm = 1 putaran/menit = /30 rad/s, satuan T). E. Hubungan antar Roda Hubungan antar Roda Persamaan Dua roda atau lebih yang sepusat atau seporos/sesumbu memiliki kecepatan sudut T yang sama. T2 Skema
Roda 2

SEPUSAT ATAU SEPOROS / SESUMBU

T1
R2 R1 Roda 1

1 = 2

v1 v2 = R1 R2

DIHUBUNGKAN DENGAN TALI / SABUK ATAU BERSINGGUNGAN

Dua roda atau lebih yang dihubungkan dengan tali/sabuk atau yang saling bersinggungan memiliki besar kecepatan linear v yang sama.

r v2
T2
R1 R2 Roda 2

r v1
T1

v1 = v 2 1 . R 1 = 2 . R 2

Roda 1

Thomas P.U., SMA N 1 Cangkringan ; Nov07

F. Contoh Soal
1. Diantara ketentuan berikut ini : (1) kecepatan sudutnya tetap , kecepatan liniernya berubah (2) kecepatan sudut dan kecepatan linier tetap (3) kecepatan sudut berubah , kecepatan linier tetap Yang berlaku pada gerak melingkar beraturan adalah . . . . a. (1) saja b. (1) dan (2) d. (2) dan (3) e. (3)

c. (2) saja [EBTANAS 1999]

2. Seorang anak memutar sebuah batu yang diikatkan pada ujung seutas tali. Batu diputar secara horizontal seperti gambar di bawah. Jika laju berputarnya batu dijadikan 2 kali semula, maka gaya sentripetalnya menjadi . . . . [EBTANAS 1998] a. 6 kali semula b. 5 kali semula c. 4 kali semula d. 3 kali semula e. 2 kali semula 3. Sebuah roda yang berjari-jari 50 cm berotasi dengan kecepatan sudut 900 rpm. Kelajuan tangensial sebuah titik pada tepi roda itu adalah . . . . a. 7,5 m.s-1 c. 225 m.s-1 b. 15 m.s-1 -1 -1 d. 350 m.s e. 450 m.s [EBTANAS 2000] 4. Sebuah satelit bumi mengorbit setinggi 3600 km di atas permukaan bumi. Jika jari-jari bumi 6400 km dan gerak satelit dianggap melingkar beraturan, maka kelajuannya (dalam km/s) adalah . . . . a. 6,4 b. 64 c. 640 d. 6400 e. 64000 [UMPTN 1997/B] 5. Suatu benda bergerak melingkar beraturan, (1) benda mendapat gaya yang sebanding dengan kecepatan (2) laju benda tetap (3) benda mengalami gaya radial menjauhi pusat lintasan (4) benda mempunyai percepatan radial menuju pusat lintasan

[UMPTN 1993] P R3 R2 R1 Q

6. Gambar melukiskan tiga roda yang berada pada satu sistem gerak dengan roda R1 dan R3 seporos putar. Diketahui: R1 = 30 cm, R2 = 20 cm, R3 = 5 cm . Bila kecepatan linear (v) titik P = 12 cm.s-1 maka kecepatan linear titik Q yang terletak pada roda R3 adalah . . . . a. 1 cm.s-1 b. 2 cm.s-1 c. 3 cm.s-1 -1 -1 d. 4 cm.s e. 6 cm.s [EBTANAS 2000] 7. Empat buah roda A, B, C, dan D yang masing-masing berjari-jari RA = 9 cm , RB = 3 cm, RC = 50/ cm, RD = 5 cm dihubungkan satu sama lain dengan ban seperti pada gambar. Jika periode roda A sama dengan 2 sekon, maka kecepatan roda D adalah . . . . a. 30 rad.s-1 b. 25 rad.s-1 c. 20 rad.s-1 -1 -1 d. 15 rad.s e. 10 rad.s [TPHBS 2006]
B

C B D

8. Dua roda sepusat, mempunyai jari-jari R1 = 5 cm dan R2 = 15 cm. Perbandingan kelajuan linier roda pertama terhadap roda kedua adalah . . . . a. 1 : 1 b. 1 : 3 c. 1 : 9 d. 3 : 1 e. 9 : 1 [UAS Sleman 2004] R1 9. Sebuah benda yang massanya 8 kg bergerak secara beraturan dalam lintasan melingkar dengan laju 5 m.s-1. Bila jari-jari lingkaran itu 1 m , maka . . . . (1) gaya sentripetalnya 200 N (2) waktu putarnya adalah 0,4 sekon (3) vektor kecepatannya tidak tetap (4) vektor percepatan sentripetalnya adalah 25 m.s-2 [UMPTN 1996/B]
Thomas P.U., SMA N 1 Cangkringan ; Nov07

R2

10. Sebuah bola bermassa 0,2 kg diikat dengan tali sepanjang 0,5 m kemudian diputar sehingga melakukan bergerak melingkar beraturan dalam bidang vertikal. Jika saat mencapai titik terendah laju bola adalah 5 m.s-1, maka tegangan talinya pada saat itu besarnya . . . . a. 2 N b. 8 N c. 10 N d. 12 N e. 18 N [UMPTN 1997/A] 11. Sebuah benda massanya 100 gram bergerak melingkar beraturan dengan kelajuan 10 m/s berjari-jari edar / lintasan 2 meter. Besar gaya sentripetal yang dialaminya adalah . . . . a. 2,50 N b. 5 N c. 10 N d. 50 N e. 500 N [TPHBS 2004] 12. Jika gerak satelit mengelilingi bumi adalah melingkar beraturan, pernyataan yang benar tentang gerak satelit tersebut adalah . . . . a. kelajuan tetap , besar percepatan nol, b. kecepatan tetap , besar percepatan nol c. kecepatan tetap , besar percepatan tetap d. kelajuan tetap , besar percepatan tetap e. kecepatan nol , besar percepatan nol 13. Sebuah benda bermassa m diikatkan di ujung seutas tali, lalu diayunkan di bidang vertikal. g = percepatan gravitasi. Agar benda dapat melakukan gerak melingkar penuh maka di titik terendah gaya sentripetal minimumnya haruslah . . . . a. 5 mg b. 4 mg c. 3 mg d. 2 mg e. 1 mg [UMPTN 1994/A] 14. Sebuah benda tegar berputar dengan kecepatan sudut 10 rad/s. Kecepatan linear suatu titik pada benda berjarak 0,5 m dari sumbu putar adalah . . . . d. 10,5 m/s e. 20 m/s [PP I 1981] a. 0,5 m/s b. 9,5 m/s c. 10 m/s 15. Ada beberapa satelit yang mengitari bumi pada bidang khatulistiwa bumi dan ketinggiannya di atas bumi sedemikian rupa sehingga satelit- satelit itu selalu tetap di atas titik yang sama. Tentukan tinggi satelit seperti demikian. [ University Physics In One Volume, F.W. Sears & M.W. Zemansky] G. Pembahasan Soal

1. Soal no.1: Jawaban: a dan soal no.12 : Jawaban: d

Gerak melingkar beraturan merupakan gerak yang lintasannya berupa lingkaran dimana besar kecepatan v dan
kecepatan sudutnya T tetap, jari-jari lintasan R tetap , serta mengalami besar percepatan sentripetal as tetap. Jadi, r kelajuan v tetap , kecepatan linier v berubah , kecepatan sudut T tetap, dan besar percepatan sentripetal aS tetap.

2. Soal no.6: Jawaban: b

Perhatikan gambar pada soal no. 6. Titik P terletak di tepi roda 2, maka besar kecepatan linier di titik P merupakan
besar kecepatan linier roda 2, sehingga v2 = 12 cm.s-1 . Roda 2 dan roda 1 dihubungkan dengan tali/sabuk, maka besar kecepatan linier di roda 2 sama dengan besar kecepatan linier roda 1, sehingga v1 = v2 12 cm.s-1 .

v1 12 cm.s -1 Kecepatan sudut roda 1 : 1 = 1 = 1 = 0,4 s -1 . 30 cm R Roda 1 dan roda 3 seporos putar, maka kecepatan sudut roda 3 sama dengan kecepatan sudut roda 3, sehingga
T3 = T1 0,4 s-1 . Besar kecepatan linier di roda 3 adalah v3 = T3 . R3 v3 = 0,4 s-1. 5 cm Besar kecepatan linier titik Q yang terletak pada roda R3 adalah v3 = 2 cm.s-1 .

3. Soal no.10: Jawaban: d


r Perhatikan gambar di samping. Gaya sentripetal FS merupakan resultan dari gaya r tegang tali T dan gaya gravitasi / gaya berat benda W (perhatikan arah gaya r r tersebut) : FS = T ! W T = FS + W , maka
T= m.

R = 0,5 m
r FS

5 m.s v + m . g T = 0,2 kg . 0,5 m R

-1 2

+ 0,2 kg . 10 m.s-2

r T

T = 10 N + 2 N T = 12 N.
Thomas P.U., SMA N 1 Cangkringan ; Nov07

m = 0,2 kg

v = 5 m.s-1 r W = -mg j

4. Soal no.4: Jawaban: a

Perhatikan gambar di samping. Dari soal diketahui h = 3600 km dan 9 R BUMI dan RBUMI = 6400 km . h : RBUMI = 9 : 16 , jadi h = 16 25 jari-jari lintasan satelit R = h + RBUMI R = R BUMI 16 Besar percepatan gravitasi bumi yang dialami satelit : M BUMI M g* = G . BUMI g* = G . 2 2 R 25 R BUMI 16
R = 10.000 km 107 m .

satelit R

r FS
RBUMI bumi

r v

g* =

M 16 G . 2BUMI R BUMI 25
M BUMI = 10 m.s - 2 , maka besar 2 R BUMI

Besar percepatan gravitasi bumi di permukaan bumi adalah : g = G .


2

percepatan gravitasi bumi yang dialami satelit : g* =

16 -2 . 10 m.s 25

Agar satelit tetap pada lintasannya, maka gaya sentripetal pada satelit sama dengan gaya gravitasi bumi yang
dialami satelit, FS = m . g* (g* : percepatan gravitasi bumi yang dialami satelit), sehingga :

v2 = m . g* v = m. R
v =

R .g* v =

16 -2 10 m . . 10 m.s 25
7

16 25

108 m 2 .s - 2 v =

16 . 104 m.s-1 v = 6400 m.s-1 v = 6,4 km.s-1 . 25

Jadi kelajuan satelit itu 6,4 km.s-1 .

5. Soal no.3: Jawaban: b

Dari soal diketahui kecepatan sudut T = 900 rpm dan jari-jari R = 0,5 m , karena 1 rpm =

rad/s , maka 30

T = 30 rad/s dan kelajuan tangensial v sebuah titik di tepi roda adalah v = T . R v = 30 rad/s . 0,5 m v = 15 m/s .

Thomas P.U., SMA N 1 Cangkringan ; Nov07

r aS r aT r a r FS

r v

r FS r aS r v

r aS

Thomas P.U., SMA N 1 Cangkringan ; Nov07

t2 = 2 ! 1 2 1 t1

Thomas P.U., SMA N 1 Cangkringan ; Nov07

Thomas P.U., SMA N 1 Cangkringan ; Nov07