Anda di halaman 1dari 10

COVER

RISALAH AQIQAH

HADZIQ AL MURSYID Palembang,1432 H / .2011

Disusun Oleh :
Jon Dries, ST / Ibnu Mursyid (Kemas Nata Perwira) Faradillah, SKM (Kemas Mutiara)

Aamiin ya Robbal Alamin.


Foto Hadziq Kel. Besar : H. Mursi Zen & Hj. Sari Akma (Oku Selatan) Ali Usman (Alm) & Rosyidah (Ogan Komering Ilir/Muara Enim )

MUQODIMAH
Assalamualaikum Wr. Wb Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Perkenalkan, nama saya HADZIQ AL MURSYID. Saya dipanggil HADZIQ. Artinya yaitu Hadziq :..........: Pandai/Mahir/Cerdik dan Mursyid : : Pembimbing, Pemberi pentunjuk dan Peringatan, jadi Hadziq Al Mursyid artinya : Pembimbing, Pemberi Petunjuk dan Peringatan yang Pandai/Mahir/Cerdik. Saya lahir pada hari.Tanggal1432 H/ .2011, jam di.. Saat lahir berat sayaKg dan tinggi Cm. Nama Abi : Jon Dries, ST /Ibnu Mursyid (Kemas Nata Perwira) Umi : Faradillah, SKM (Kemas Mutiara) Allah SWT, Rabb semesta alam yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami, sehingga lahirlah anak kami yang pertama bernama Hadziq Al Mursyid. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan pengikutnya sampai akhir zaman. Anak adalah anugerah Allah SWT. Anak juga merupakan amanah, titipan harta yang paling berharga yang harus dijaga, dirawat, dan dididik agar menjadi penyejuk hati. Kita sebagai orang tua meminta kepada Allah SWT agar dibimbing-Nya dalam mendidik dan menjaga amanah ini. Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada Ibu Bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau Ridhoi; berilah kebaikan kepadaku dan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku

Semoga menjadi anak yang sholeh, selalu mengikatkan diri pada ajaran Allah sebagai khalifah di muka bumi ini, berguna bagi umat dan dakwah, berbakti kepada kedua orang tua, dan diberiNya keluasan iman, amal, ilmu serta rezek.i..

bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS.Al-Ahqaf: 15) Buku Risalah Aqiqah ini merupakan persembahan untuk anak kami tercinta Hadziq Al Mursyid, semoga di berikan kesehatan dan kercerdasan, besar dalam ketaqwaan, sholeh dalam perjalanan usia, bemanfaat untuk umat dan Islam, dan berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga. Semoga buku ini bermanfaat, dapat menambah wawasan dan pemahaman tentang Aqiqah. Wassalamualaikum Wr. Wb. Jon Dries, ST / Ibnu Mursyid (Kemas Nata Perwira) & Faradillah, SKM (Kemas Mutiara)

DAFTAR ISI

Agar dianugerahi anak yang sholeh/sholehah


Suatu keluarga, suami dan istri akan sangat bahagia ketika keturunan yang didapatkannya adalah keturunan yang sholeh dan sholehah. Karena anak yang sholeh bagaikan perekat yang bisa mengokohkan ikatan pernikahannya, membantu meringankan beban orang tuanya. Dia akan mendoakan kedua orang tuanya. Perkataanya selalu menyejukan hati orang tua, handai taulan, saudara bahkan teman-temannya, prestasinya yang luar biasa, ibadahnya mantap ia jalani dengan penuh kekhusyuan. Siapa yang tidak bahagia mempunyai anak seperti ini? Islam mempunyai tuntunan agar mendapat keturunan yang sholeh/sholehah,yaitu : Membaca basmalah dan doa saat memulai jimak

Jika seseorang diantara kamu hendak mendatangi istrinya (jimak) maka bacalah : Bismillahi Allahumma jannibnasy syaithon wajannibisy syaithona maa rozaqtana. Artinya : Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah syaithan dariku dan jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami. (HR.Bukhori dan Muslim) Maka, jika dari peristiwa jimak itu ditakdirkan menjadi anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. Berdoa agar mendapat keturunan yang sholeh/ sholehah (sebelum dan selama kehamilan) Setiap pasangan yang mendambakan keturunan yang sholeh dan sholehah bisa memanjatkan doa sebagaimana tuntunan dalam Al Quran. Doa Nabi Ibrahim as dalam QS.37:100 : Robbi Habli Minashholihiin (Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang termasuk orang-orang yang sholeh). Doa Nabi Zakaria as dalam QS.3 :38 : Robbi Hablii milladunka zurriyyatan thoyyibah, innaka samiud dua (Ya Tuhanku, berilah dari sisi Engkau seorang anak yang baik, sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa) Doa lain agar dikaruniai anak yang sholeh/ sholehah sebagaimana termaktub dalam QS.Al Baqoroh dan QS. Al Furqon : 74 ; Robbana hablana min azwajina wazurriyyatina qurrota ayun wajalna lil muttaqqiina imaama (Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai peyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa).

Menyambut kelahiran bayi dengan cara-cara Islami Kedua orang tua perlu mengetahui cara-cara menyambut kelahiran bayi dengan mengikuti cara-cara Islam, diantaranya : mengucap Alhamdulillah, membaca doa, azan di telinga kanan, qomat di telinga kiri, tahniq, memberi nama yang baik, mencukur rambut, dan Aqiqah. Doa bayi baru dilahirkan Innii u'iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythoonin wa haammatin wamin kulli 'aynin laammatin Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)
Beberapa Hal yang Harus Dilakukan oleh Orang tua Setelah Kelahiran Anaknya

1. Menyuarakan adzan di telinga kanan dan qomat di telinga kiri bayi. Hal ini berdasarkan atas sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dari Abu Rafi: Aku melihat Rasulullah saw. Menyuarakan adzan pada telinga Al-Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya. 2. Melakukan tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian atas) dengan kurma yang sudah dilembutkan. Caranya ialah dengan menaruh sebagian kurma yang telah dikunyah pada jari, dan memasukkan

jari itu ke dalam mulut bayi, kemudian menggerakgerakkannya ke kiri dan ke kanan dengan gerakan yang lembut hingga merata di sekeliling langit-langit bayi. Jika kurma sulit di dapat, tahniq ini dapat dilakukan dengan bahan yang manis lainnya, seperti madu atau saripati gula, sebagai pelaksanaan sunnah Nabi saw. Di dalam Shahihain, terdapat hadits dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., ia berkata: Aku telah dikaruniai seorang anak, kemudian aku membawanya kepada Nabi saw. lalu beliau menamakannya Ibrahim, menggosokgosok langit-langit mulutnya dengan sebuah kurma dan mendoakannya dengan keberkahan. Setelah itu beliau menyerahkannya kepadaku. Hikmah dari tahniq ini ialah untuk menguatkan syarafsyaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami. Lebih utama kalau tahniq ini dilakukan oleh ulama / orang yang shalih sebagai penghormatan dan pengharapan agar si bayi menjadi orang yang shalih pula. 3. Mencukur rambut kepala bayi, Memberi nama, dan Aqiqah. Penjelasan ada di pembahasan risalah aqiqah.

RISALAH AQIQAH
Makna Aqiqah Kata Aqiqah berasal dari kata AlAqqu yang berarti memotong (Al-Qoth'u). AlAshmu'I berpendapat: Aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir. Kambing yang dipotong disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih. Dalam pelaksanaan aqiqah disunahkan untuk memotong dua ekor kambing yang seimbang untuk anak lakilaki dan satu ekor untuk anak perempuan. Dari Ummi Kurz Al-Kabiyyah Ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Bagi anak lakilaki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing". (HR. Tirmidzy dan Ahmad) Hukum Melaksanakan Aqiqah Aqiqah dalam istilah agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syaratsyarat tertentu. Oleh sebagian ulama ia disebut dengan nasikah atau dzabihah (sembelihan). Hukum aqiqah itu sendiri menurut imam Syafii dan Hambali adalah sunnah muakkadah. Dasar

yang dipakai oleh imam Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW. Yang berbunyi, "Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)". (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih) Pentingnya Aqiqah Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya anak itu diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit daripadanya (dengan mencukurnya). (Hadits shahih riwayat Bukhari, dari Salman Bin Amar Adh-Dhabi). Rasulullah saw. bersabda : Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya. (Ashhabus-Sunan). Aqiqah adalah tanda syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat anak yang diberikan-Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon kepada Allah SWT. agar menjaga dan memelihara sang bayi. Dari hadits di atas pula ulama menjelaskan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi para wali bayi yang mampu, bahkan tetap dianjurkan, sekalipun wali bayi dalam kondisi sulit. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah 1. Kambing yang akan di sembelih mencapai umur minimal satu tahun dan sehat tanpa cacat sebagaimana persyaratan untuk hewan qurban. 2. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing yang sepadan (sama besarnya), sedangkan bayi perempuan disembelihkan

satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al-Kabiyah, Rasul SAW. bersabda: Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) jantan atau betina (H. R. Ahmad dan Tirmidzi) 3. Hal di atas berlaku untuk orang yang dikaruniai rizqi yang cukup oleh Allah SWT. Sedangkan orang yang kemampuannya terbatas, diperbolehkan untuk mengaqiqahi anak laki-laki maupun anak perempuan dengan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ibnu Abbas r.a.: Bahwa Rasulullah saw. telah mengaqiqahi Al- Hasan dan Al-Husain dengan satu ekor biri-biri. (H.R. Abu Dawud), dan juga riwayat dari Imam Malik: Abdullah bin Umar r.a. telah mengaqiqahi anakanaknya baik laki-laki maupun perempuan, satu kambing-satu kambing. 4. Dianjurkan agar aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari Aisyah r.a.: Nabi saw. bersabda: Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), dan ucapkanlah, Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, bagi-Mu-lah dan kepada-Mulah ku persembahkan aqiqah si Fulan ini. Akan tetapi, jika orang yang menyembelih itu telah berniat, meskipun tidak menyebutkan nama anak itu, maka tujuannya sudah tercapai. Doa menyembelih hewan aqiqah : Bismillah, allahhumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin. (Artinya: Dengan nama Allah, Ya Allah terimalah qurban dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad) HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud. 5. Adapun daging aqiqah tersebut selain dimakan oleh keluarga sendiri, juga disedekahkan dan dihadiahkan.

6. Disukai untuk memberi nama anak pada hari ketujuh dengan memilihkannya nama-nama yang baik, lalu mencukur rambutnya, kemudian bersedekah senilai harga emas atau perak yang setimbang dengan berat rambutnya. Dari Ali r.a. berkata: Rasulullah saw. memerintahkan Fatimah dan bersabda : Timbanglah rambut Husain dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan (rambut)nya dan berikanlah kaki kambing kepada kabilah (suku bangsa). Aqiqah Yang Sesuai Dengan Sunnah Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, "Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama". (HR. al-Tirmidzi). Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT : "Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu". (QS.Al Baqarah:185) Daging Aqiqah Lebih Baik Mentah Atau Dimasak Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra.,"Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak lakilaki dan satu ekor kambing untuk anak

perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh". (HR al-Bayhaqi) Daging aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang nonmuslim. Apalagi jika hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah. Dalilnya adalah firman Allah, "Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang". (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qud_mah, tawanan pada saat itu adalah orangorang kafir. Namun demikian, keluarga juga boleh memakan sebagiannya. Siapakah yang layak menerima daging sembelihan aqiqah ? Mereka yang paling layak menerima sedekah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan aqiqah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin dikalangan umat Islam. Walau bagaimanapun berdasarkan beberapa hadits dan amalan Rasulullah dan sahabat kita disunnahkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut, bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagian lagi. Apa yang membedakan aqiqah dan korban ialah kita disunnahkan memberikan sebahagian kaki kambing aqiqah tersebut kepada bidan yang menyambut kelahiran tersebut. Wallahu'alam.

Jumlah Hewan Aqiqah Bayi lakilaki disunnahkan untuk disembelihkan dua ekor kambing dan bayi wanita cukup satu ekor kambing saja. Dari Ammi Karz AlKa'biyah berkata bahwa saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Untuk bayi lakilaki

disembelihkan dua ekor kambing yang setara dan buat bayi wanita satu ekor kambing". Namun bila tidak memungkinkan, maka boleh saja satu ekor untuk bayi lakilaki, karena Rasulullah SAW pun hanya menyembelih satu ekor untuk cucunya Hasan dan Husein. "Adalah Rasulullah SAW menyembelih hewan aqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing satu ekor kambing ?". (HR Ashabus Sunan)

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah. Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum diaqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri di saat dewasa. Satu ketika alMaimuni bertanya kepada Imam Ahmad, "ada orang yang belum diaqiqahi apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?". Imam Ahmad menjawab, "Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh". Para pengikut Imam Syafi'i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anakanak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.

Aqiqah haruskah hewan jantan? Baik dalam aqiqah maupun udhiyah (kurban) tidak ada persyaratan bahwa hewannya harus jantan atau betina. Keduanya bisa dijadikan sebagai hewan aqiqah atau kurban. Akan tetapi yang lebih diutamakan adalah hewan jantan agar kelangsungan reproduksi hewan tersebut tetap terjaga. Hukum Aqiqah Dilaksanakan di Lain Negara/Kota Tidak ada batasan yang mengharuskan agar pelaksanaan aqiqah dilakukan di negeri/kota/kampung tempat kelahiran anak. Karena itu, Anda bisa melakukan di mana saja sesuai dengan kemaslahatan yang ada. Hukum memakan daging aqiqah Daging selain disedekahkan juga bisa dimakan oleh keluarga yang melakukan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah ra., "Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak lakilaki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya, lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh". (HR al-Bayhaqi). Wallahu a'lam bishshawab.

Hewan Untuk Aqiqah Masalah kambing yang layak untuk dijadian sembelihan aqiqah adalah kambing yang sehat, baik, tidak ada cacatnya. Semakin besar dan gemuk tentu semakin baik. Sedangkan masalah harus menyentuhkan anak kepada kambing yang akan disembelih untuk aqiqahnya, jelas tidak ada dasarnya. Barangkali hanya sebuah kebiasaan saja. Pemberian Nama Anak

Tidak diragukan lagi bahwa ada kaitan antara arti sebuah nama dengan yang diberi nama. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya sejumlah nash syari yang menyatakan hal tersebut. Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda: "Kemudian Aslam semoga Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Allah mengampuninya". (HR. Bukhori dan Muslim) Ibnu AlQoyyim berkata: "Barangsiapa yang memperhatikan sunah, ia akan mendapatkan bahwa maknamakna yang terkandung dalam nama berkaitan dengannya sehingga seolaholah maknamakna tersebut diambil darinya dan seolaholah nama-nama tersebut diambil dari maknamaknanya". Dan jika anda ingin mengetahui pengaruh namanama terhadap yang diberi nama (Almusamma) maka perhatikanlah hadits di bawah ini: Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata: Aku datang kepada Nabi SAW, beliau pun bertanya: "Siapa namamu?" Aku jawab: "Hazin" Nabi berkata: "Namamu Sahl" Hazn berkata: "Aku tidak akan merobah nama pemberian bapakku" Ibnu AlMusayyib berkata: "Orang tersebut senantiasa bersikap keras terhadap kami setelahnya". (HR. Bukhori) (AtThiflu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al'Isawiy hal 65) Oleh karena itu, pemberian nama yang baik untuk anak anak menjadi salah satu kewajiban orang tua. Di antara namanama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi penghulu jaman yaitu Muhammad. Sebagaimana sabda beliau : Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda: "Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku (gelarku)". (HR. Bukhori dan Muslim)

Mencukur Rambut Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh. Dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur". (HR. at-Tirmidzi). Dalam kitab alMuwathth_` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut. Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang semakin insya Allah semakin besar pula sedekahnya.

Katanya Anak adalah Anugerah


Katanya, anak adalah anugerah Tapi, mengapa tak sedikit orang tua Yang kerepotan mengendalikan anak ? Katanya anak adalah anugerah Tapi, mengapa sebagian Ayah Justru melemparkan tanggung jawab Perilaku anak hanya kepada istrinya ? Katanya anak adalah anugerah Tapi, mengapa sebagian Ibu Yang memilih membesarkan anak secara penuh Justru malah terlihat stres menjalankannya ? Katanya anak adalah anugerah Tapi, mengapa sebagian besar anak Justru dijatuhkan harga dirinya di rumah ? Dengan disalahkan setiap hari Dan dimarahi 3 x sehari Sebenarnya... Anak bisa patuh tanpa DITERIAKI Senang berbuat baik tanpa DIMINTA Anak akan belajar tanpa DIPAKSA Anak dapat mandiri tanpa DIGURUI Anak punya ketahanan diri tanpa DIISOLASI

Orangtua Biasa, MEMBERITAHU Orangtua Baik, MENJELASKAN Orangtua Bijak, MENELADANI Orangtua Cerdas, MENGINSPIRASI