Anda di halaman 1dari 29

Disajikan pada Pembinaan Kesehatan Calon Jemaah Haji di Provinsi Gorontalo Tahun 2011

KESEHATAN PENERBANGAN
Adalah upaya kesehatan matra kedirgantaraan yang dilakukan untuk mencegah dan atau mengatasi dampak kesehatan akibat kegiatan yg dilakukan di atmosfir dan sarana pendukungnya baik terhadap individu maupun kelompok individu yg terpajan

Penerbangan Jarak Jauh lama penerbangan 10-12 jam Ruang Gerak terbatas Penumpang/jemaah haji 15% lebih banyak Sebagian besar CJH baru pertama kali naik pesawat

Ketinggian terbang 30.000 38.000 kaki dgn Pressurize Cabin setara 5.000 8.000 kaki Peningkatan volume udara dan gas di dalam tubuh hingga 30% Kelembaban rendah (10%-20%) Suhu rendah

1. DVT dan Emboli Paru (Ada Predisposisi) 2. Stagnant Hipoksia ARDS (Acute Respnatory Distress Syndrom) Sudden Death (PPOK, OSA, ASMA Bronkhial, Dll) 3. Henti Jantung Mendadak Infark Miokard Akut Hipertensi Akut Hipotensi dan Shock

4. Infeksi Penyakit Menular Flu burung,flu baru H1N1, SARS,TBC,Meningitis, Kolera, Tifus, Hepatitis dll 5. Headache Hipoksia, Vasodilatasi, terlepas mediator inflamasi 6. Geriatrik Fisiologis organ menurun 7. Psikiatrik

TERBANG LAMA ( JARAK JAUH )


-Terbang jarak pendek : < 2 jam -Terbang jarak sedang : > 2 s.d < 6 jam -Terbang jarak jauh : > 6 jam

Problem yang terjadi


- Hypoksia - Disbarism - Motion Sickness - Fear of flying - Jetlag - Fatigue - DVT - Geriatric problem

1. KETINGGIAN 2. KECEPATAN NAIK 3. LAMANYA DI KETINGGIAN 4. SUHU UDARA LINGKUNGAN 5. KEGIATAN FISIK 6. FAKTOR INDIVIDU a. Kadar Hb e. GD b. Fungsi paru f. Aklimatsasi c. Kesamaptaan g. Lain (rokok, sakit, tua) d. BB

MOTION SICKNESS
Adalah respon normal tubuh terhadap gerakan dan situasi lingkungan yang tidak biasa.

Gejala:

- mual,

- berkeringat dingin, - hipersalifasi, - pusing, - muntah (setelah muntah gejala mereda)

Faktor resiko
Laut > Udara > Mobil > Kereta Api Wanita > Pria Muda > Tua Penumpang > Awak pesawat Penumpang > Pengemudi

Pencegahan
- Perut jgn kosong - Kepala tetap tegak bila mulai mual - Jgn membaca/ menunduk - Dengarkan Walkman - Pandangan lurus kedepan

Pengobatan
- Dramamine - Antihistamin - antimo

NYERI SINUS, TELINGA DAN GIGI -Terjadi karena perubahan tekanan -Pada kabin altitude 5000 s.d 8000 feet volume udara mengembang 25%- 30% - saat pesawat naik Pbar turun sehingga ada tekanan positif dalam telinga tengah/sinus sedangkan saat descent Pbar naik sehingga ada tekanan negatif di rongga telinga/ sinus rasa nyeri.

Ruang Sinus Perubahan tekanan tiba-tiba, selisih tekanan antara sinus dan udara luar, rasa sakit hebat
Gejala : - Nyeri kening - Nyeri di pipi - Nyeri dipelipis

Gigi Penyebab : penambalan gigi tidak sempuna, bahan penambal gigi tidak tepat atau kurang baik Gejala : nyeri pada gigi

Pencegahan: - lakukan gerakan mengunyah /menelan saat take off dan landing - jangan terbang saat flu - rawat gigi dengan baik Terapi: - Manuver valsava - Nasal Decongestan - Decongestan Oral (lebih baik)

LANSIA DLM PENERBANGAN


a. Perubahan fisik - Mobilitas - Sensoris : raba dan rasa - Pendengaran - Gigi berlubang - Penglihatan - Kardiovaskuler / paru Hipertensi (HT), Chronic Obstructive Pulmonary Deases (COPD) DVT b. Perubahan psikologi - Kecemasan Hyperventilasi - Fear of flying

JET LAG
Bila terbang melewati > 4 zona waktu terjadi desinkronisasi Irama sirkadian (jam biologis) Sebab : Kurang persiapan psikofisiologi Keterbatasan waktu di tempat tujuan Faktor kabin Beda waktu dengan tempat tujuan

Gejala :

Lelah mental dan fisik Dehidrasi Penurunan Energi Penurunan Performance dan motivasi Gangguan tidur

Pathofisiologi
Belum jelas : Faktor exogen (geografi) Faktor endogen (hormonal)

Faktor yang berpengaruh:


Usia dan pengalaman Faktor Individu Arah (Barat ke Timur lebih terasa) Keadaan kabin Jumlah penumpang Zona waktu yg di lewati Cuaca buruk

1. `

` ` ` `

DIET ANTI JETLAG Hari I : makan pagi dan siang tinggi protein makan malam tinggi karbohidrat Hari II : makan ringan (sup ringan, juice, salad) Hari III: menu makanan seperti hari I Hari IV /hari keberangkatan : menu seperti hari II Sesampai di tempat tujuan makan pagi, siang dan malam seperti biasa dengan jadwal waktu makan sesuai waktu setempat

2. KIAT
- Sebelum terbang

- Rileks - Jangan letih fisik-mental - Persiapan jauh hari - Pesawat jangan banyak transit - Tidur lebih awal - Selama terbang - Putar jarum jam sesuai tujuan - Hindari alkohol, kopi - Perbanyak minum air dan sari buah - Mandi saat transit (bila cukup waktunya) - Tidur selama terbang sesuai tujuan

Ditempat tujuan:
- Aktivitas

biasa - Bila tiba siang hari jangan langsung tidur - Olah raga - Bila tiba malam hari langsung tidur, bila susah, minum pil tidur max 3 hari. - Sesuaikan jam lokal

DEEP

VEIN THROMBOSIS

DVT atau Coach class Thrombosis atau Economic class syndrome merupakan suatu fenomena penyumbatan vena dalam oleh trombus akibat penerbangan jarak jauh Posisi duduk tungkai terlipat, vena poplitea tertekuk, tempat sempit & gerakan terbatas cramp position Kebanyakan terjadi pada penumpang kelas ekonomi dalam penerbangan komersial

Gejala :
- Nyeri

Nyeri tekan Pembengkaan betis Atrial Fibrilasi, nyeri dada, sesak nafas. Muncul pada 24 jam pertama.

Diagnosa.
- Colour duplex doppler scanning

- Venografi ascending - Scanning paru, angiografi paru.

PENCEGAHAN
- Gerakkan jari kaki dan tangan - Berjalan-jalan di kabin - Kompres Stocking - Cukup minum dan makan snack

HIPOKSIA, DISBARISM, JETLAG


Jemaah haji perlu persiapan : Kebugaran, Kesamaptaan, aklimatisasi

KESEHATAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN

Penyakit yang Memerlukan Pertimbangan:


1.

2. 3. 4.

Keadaannya diperberat dg perjalanan udara (PJK, Paru, Anemia, Epilepsi, shock . Penyakit Menular Mengganggu ketenteraman dan keselamatan Memerlukan pertimbangan khusus

Pasien yg ditolak pesawat komersial


-catheter tube -Penyakit infeksi yg sangat menular - Kondisi sakit berat atau motilitas yg berat shg secara estetika mengganggu penumpang lain. -Memancarkan bau yg tak enak dan pasien yg membuat gaduh. - Menggunakan beberapa slang bersamaan seperti infus, nasogastrik dsb.