Anda di halaman 1dari 1

Di desa Genting terdapat budidaya sarang lebah.

Sarang lebah tersebut merupakan milik pengusaha asal warga desa Banyu Biru, desa Jambu serta warga lain. Mekanisme budidaya sarang lebah di desa Genting sama dengan mekanisme budidya lebah pada umunya. Hanya saja pengusaha di desa Genting berpindah-pindah dari lahan yang kosong ke lahan gosong lainnya. Hal ini dikarenakan untuk budidaya sarang lebah menyesuaikan dengan musim suatu tanaman berbunga. Bunga yang digunakan berasal dari bunga kelengkeng, bunga kopi. Ada juga bunga yang dihasilkan pohon kapuk dan pohon randu yang menghasilkan madu dan dapat diambil lebah. Di desa genting terdapat 152 stup (kotak untuk menampung madu). Kotak tersebut berisi papan berbentuk segi empat yang terdapat kawat yang memanjang terlilit. Diantara kawat yang dililitkan memanjang di papan tersbutan diselimpkan malam yang dibuat pondasi, yang terdapat lubang-lubang, kemudian lebah akan meneruskan pondasi tersebut untuk menyimpan madu. Jenis yang dihasilkan bunga yang diambil lebah yaitu nectar, madu, malam, propolis. Jenis lebah yang digunakan dalam budidaya di Desa Genting adalah jenis lebah Malifer. Lebah tersebut mengambil madu dari bunga dan meletakkannya dalam stup, yang berisi papan yang telah diberi pondasi malam, jika madu telah terkumpul dan siap dipanen, madu tersebutdiambil dengan alat yang disebut dengan ekstalator. Sebuah alat yang mirip tong, yang terdapat sekatan-sekatan untuk memindahkan/ mengambil madu dalam stup. Pengusaha di Genting tersebut akan meletakkan stup tersebut di lahan yang kosong yang dekat dengan pohon atau tanaman yang mengasilkan bunga untuk dibuat madu, dengan seizin ketua dusun. Terkadang pengusaha tersebut membagikan hasil madu tesebut kepada warga Genting sebagai tanda ucapan terima kasih telah mengizinkan lahan warga desa Genting yang digunakan untuk budidaya lebah.