Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN y Latar Belakang Dalam kehidupan bermasyarakat biasanya sebuah paham menjadi pola pegangan untuk hidup.

Maksudnya bahwa perekmbangan suatu paham yang dianut atau dipegang suatu masyarakat ataupun bangsa dan Negara menjadi acuan kemajuan dari sebuah kehidupan bermasyarakat. Kekuatan paham yang diyakini dapat mengubah suatu dasar perubahan sosial, ekonomi, dan budaya sebuah Negara tertentu. Jadi jikalau paham yang diyakini oleh sebuah Negara tertentu dirasa kurang cocok oleh Negara lain, bukanlah dari suatu masyarakatnya namun bagaimana masyarakat itu untuk mampu mencoba hidup di tengah multi paham yang berkembang dewasa ini. Lainnya halnya dengan Indonesia, Pancasila yang katanya berideologi terbuka ternyata masih dikekang oleh sebuah peraturan hukum yang mengikat, sehingga jalannya proses pendewasaan masyarakat atau pembangunan sebuah negara kurang berjalan lancer. Kenapa, dirasa paham yang berkembang sekarang kurang pas atau tidak sesuai dengan kepribadian setiap kelompok atau individu tertentu. Jadi tidak salah kalau di Indonesia Negara yang sering disebut akan budaya multikulturalismenya ini merasa kebebasan mengenai suatu paham dibatasi oleh negara serta kultur masyarakatnya. Padahal nilai dasar dari ideologi terbuka dari Pancasila yang dinamis mengupayakan pengembangan sesuai dengan perubahan dan tuntutan masyarakat, sehingga nantinya masyarakat tidak melahirkan sifat yang fanatik. Rumusan Masalah 1. Bagaimana perkembangan isme-isme di Indonesia ? 2. Apa saja spesifikasi isme-isme yang berkembang di Indonesia ?

PEMBAHASAN y Perkembangan isme-isme di Indonesia Sejatinya suatu paham yang baik haruslah mengandung tiga dimensi agar supaya dapat memelihara perkembangan relevansinya yang tinggi atau kuat terhadap perkembangan aspirasi masyarakat dan tuntutan perubahan zaman. Kehadiran tiga dimensi yang saling berkaitan, saling mengisi, dan saling memperkuat itu nantinya menjadikan suatu paham yang kenyal dan tahan uji dari masa ke masa. Ketiga dimensi yang harus dimiliki oleh setiap ideologi atau paham: 1) dimensi realita, 2) dimensi idelaisme, 3) dimensi fleksibilitas/pengembangan.1 Dari semua yang kita kaji, bahwasannya suatu paham yang dipegang oleh negara tersebut bertujuan utnuk: 1. Kepentingan stabilitas nasional Pada dasarnya semua gagasan untuk menjabarkan nilai dasar dapat diajukan, namun jika sejak awal sudah dapat diperkirakan gagasan yang telah dipikirkan tersebut nantinya akan menimbulkan keresahan yang meluas, selayaknya dicarikan, momentum, bentuk, serta metode untuk menyampaikannya. 2. Menolak Marxisme-Leninisme/Komunisme Secara faktual bangsa Indonesia dapat melihat proses kebangkrutan ideologi MarxismeLeninisme/Komunisme. Keterbukaan ideology Pancasila pada tataran nilai instrumental dan nilai praksisnya bukan berarti bangsa Indonesia bebas membuka bagi faham komunisme. Sebaliknya, bangsa Indonesia harus tetap waspada terhadap kerawanan yang ditimbulkan oleh paham tersebut. Demikian rupanya bangsa Indonesia memiliki wawasan yang negatif terhadap konflik karena tidak mengenal perdamaian, sejatinya bahwa konflik dapat diakhiri.

Spesifikasi isme-isme yang berkembang di Indonesia Pemahaman terhadap suatu ideologi atau paham yang berkembang di Indonesia

mendapatkan pengaruh dari paham-paham besar yang sebelumnya telah berkembang di dunia. Namun disini kita tidak mencari kelebihan dan kekurangan dari masing-masing paham yang ada di Indonesia sendiri, sesuai atau tidaknya dapat dilihat dari proses yang berjalan sebelum atau sesudah adanya paham tersebut di negara kita. Artinya, bahwa tidak ada nilai dasar yang tidak baik, tetapi tidak semua nilai praksis yang diterapkan dapat diterima oleh semua anggota
1

Alfian dkk. 1993. Pancasila sebagai Ideologi. Surabaya: Karya Anda. Hlm. 105.

masyarakatnya. Bukan juga berarti sebagai upaya untuk memantapkan pandangan bangsa Indonesia terhadap ideologi Pancasila sendiri. Beberapa ideologi/faham yang telah ada di Indonesia diantaranya: 1. Nasionalisme Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Maksudnya, sebagai upaya menumbuhkan rasa nasionalisme di Indonesia diawali dengan pembentukan identitas nasional yaitu dengan adanya penggunaan istilah Indonesia untuk menyebut negara kita ini. Dimana selanjutnya istilah Indonesia dipandang sebagai identitas nasional, lambang perjuangan bangsa Indonesia dalam menentang penjajahan. Kata yang mampu mempersatukan bangsa dalam melakukan perjuangan dan pergerakan melawan penjajahan, sehingga segala bentuk perjuangan dilakukan demi kepentingan Indonesia bukan atas nama daerah lagi. Paham nasionalisme di Indonesia berkembang pesat ketika masa pergerakan nasional, kemudian puncaknya ketika meraih kemerdekaan. 2. Komunisme Komunisme adalah suatu sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan. Namun tujuan sistem komunis tersebut belum pernah sampai ke tahap yang maju. Di Indonesia sendiri prakteknya sudah terjadi semenjak tahun 1926 ketika Parta Komunis Indonesia mulai dibentuk dari pecahan Serikat Islam. Paham ini muncul di Indonesia pertama kali dikarenkan karena tidak sesuainya program atau sistem pemerintahan Belanda terhadap kehidupan kelompok masyarakat pada waktu itu. Sehingga prioritas pembedaan sub sosial oleh para orang Belanda menyebabkan kesenjangan sosial yang teramat jauh. Komunisme di Indonesia sendiri memulai kiprahnya ketika Pemberontakan Di Madiun tahun 1948 serta puncaknya pada tahun 1965 di Jakarta. Serta bahwasannya paham komunis tersebut bias dikatakan dapat dijalankan kalaupun Negara tersebut sudah makmur dan kaya.2
2

Mariam Budiarjo. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta Dian Rakyat.

3. Liberalisme Liberalisme adalah keinginan untuk dibebaskan dari paksaan kontrol dari luar dan secara konsekwen bersangkutan dengan motivasi dari dalam diri manusia. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasarusaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu.3 Perkembangan paham liberalisme di Indoensia ini dapat dikatakan sangat baru, karena paham ini muncul ketika tahun 1999 pasca runtuhnya rezim Soeharto dari tahta kepresidenan. Dimana pada saat tersebut berkmbanglah politik yang demokratis yang bebas berpendapat tanpa ada suatu batasan. Tapi lain halnya di bidang perekonomian, Indonesia masih mencoba untuk mengkaji akan paham ini jikalau diterapkan dalam sistem perekonomian negara yang pertama kali diungkapkan oleh Wapres Boediono ini.

KESIMPULAN Perkembangan isme-isme di Indonesia semua sebenarnya sama saja, semuanya bertujuan untuk membentuk negara yang baru, negara yang lebih maju dari sebelumnya. Jadi apa pun yang kita yakini, yang kita jadikan dasar tindakan, selalu saja kita diharuskan memihak, kepada pihak mana kita berpihak? apa pun yang kau pegang sebagai pedoman, dipihak mana kau berada? mau kapitalisme, sosialisme, liberalism dsb. Jika kita berpihak selamanya kepada kaum lemah dan dilemahkan, itu baru baik.

http://syafrilhernendi.blogspot.com/coretan-isme-isme-liberalisme-sosialisme-komunisme/html.

DAFTAR PUSTAKA Alfian dkk. 1993. Pancasila sebagai Ideologi. Surabaya: Karya Anda. Mariam Budiarjo. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta Dian Rakyat. http://syafrilhernendi.blogspot.com/coretan-isme-isme-liberalisme-sosialisme-komunisme/html. Tanggal akses 11 April 2011.