Anda di halaman 1dari 22

Oleh :

DESY RATNAMAYA

 Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah pada ibu hamil yang hebat sehingga menggangu pekerjaan sehari-hari, dan keadaan umum menjadi buruk (Prawirohardjo, 1996).  Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang terjadi secara terusmenerus, sehingga menggangu kehidupan sehari-hari serta menimbulkan kekurangan cairan dan terganggunya keseimbangan elektrolit (Manuaba, 1998).  Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi (Rustam Mochtar, 1998). Hiperemesis Gravidarum (Vomitus yang merusak dalam kehamilan) adalah nousea dan vomitus dalam kehamilan yang berkembang sedemikian luas sehingga menjadi efek sistemik, dehidrasi dan penurunan berat badan (Ben-Zion, MD, Hal:232) Hiperemesis diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama kehamilan (Hellen Farrer, 1999, hal:112)

Dari beberapa pengertian di atas peneliti menyimpulkan bahwa Hiperemesis Gravidarum merupakan komplikasi dari kehamilan yang menyebabkan mual dan muntah yang terjadi secara terus menerus sehingga menganggu kehidupan sehari-hari serta menimbulkan kekurangan cairan

ETIOLOGI
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor prodisposisi yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
y Faktor adaptasi dan hormonal

Pada waktu hamil yang kekurangan darah lebih sering terjadi Hiperemesis Gravidarum dapat dimasukkan dalam ruang lingkup faktor adaptasi adalah wanita hamil dengan anemia, wanita primigravida overdistensi rahim, ganda dan hamil molahidatidosa. Sebagian kecil primigravida belum mampu beradaptasi terhadap hormon estrogen dan koreonik gonadotropin, sedangkan pada hamil ganda dan molahidatidosa jumlah hormon yang dikeluarkan terlalu tinggi dan menyebabkan terjadinya hiperemesis gravidarum

b. Faktor Psikologis Hubungan faktor psikologis dengan kejadian hiperemesis gravidarum belum jelas, jelas besar kemungkinan bahwa wanita yang mendadak kehamilan, takut kehilangan pekerjaan, keretakan hubungan dengan suami, takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu dan sebagainya, diduga dapat menjadi faktor kejadian hiperemesis gravidarum. Dengan perubahan suasana dan masuk rumah sakit penderitanya dapat berkurang sampai menghilang. c. Faktor Alergi Pada kehamilan, dimana diduga terjadi invasi jaringan vili karralis yang masuk kedalam peredaran darah ibu, maka faktor alergi dianggap dapat menyebabkan terjadinya hiperemesis gravidarum.

MANIFESTASI KLINIS
Batas mual dan muntah berapa banyak yang disebut Hiperemesis gravidarum tidak ada kesepakatan. Ada yang mengatakan bila lebih dari sepuluh kali muntah. Akan tetapi apabila keadaan umum ibu terpengaruh dianggap sebagai Hiperemesis gravidarum. Menurut berat ringannya gejala dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :
Tingkat I

Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, nafsu makan tdak ada, berat badan menurun dengan merasa nyeri pada epigastrium, nadi meningkat sekitar 100/menit, tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang, lidah kering dan mata cekung
Tingkat II

Penderita tampak lemah dan apatis, turgor kulit mengurang, bibir mengering dan tampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikterik, berat badan turun dan mata menjadi cekung, tensi turun, hemokonsentrasi, oliguria dan konstipasi, aseton dapat tercium dalam hawa pernapasan karena memounyai aroma yang khas dan dapat pula ditemukan di urine.

Tingkat III Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dari samnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat dan tekanan darah menurun, komplikasi fatal terjadi pada susunan saraf yang dikenal sebagai ensepalopatiwernikle, dengan gejala nestagmus, diplopia dan perubahan mental. Keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan termasuk vitamin B kompleks timbulnya ikterus menunjukkan payah hati.

PATOFISIOLOGI
Ada yang menyatakan bahwa, perasaan mual dan muntah adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen, oleh karena ini terjadi pada trimester pertama. Pengaruh fisiologis hormon progesteron ini tidak jelas, mungkin berasal dari sistem syaraf pusat atau akibat berkurangnya pengosongan lambung. Hiperemesis Gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada ibu hamil muda, bila terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit, penurunan berat badan, efek sistemik dan menimbulkan kekurangan cairan dan terganggunya keseimbangan elektrolit. Belum jelas mengapa gejala-gejala ini hanya terjadi pada sebagian kecil wanita, tetapi faktor psikologis merupakan faktor utama, di samping pengaruh hormonal, yang jelas wanita yang sebelum kehamilannya sudah menderita lambung spesifik (khas) dengan gejala tidak suka makan dan mual, akan mengalami hiperemesis gravidarum yang berat.

LANJUT...
Hiperemesis Gravidarum ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi, sehingga pembakaran tubuh beralih pada cadangan lemak dan protein. Karena oksidasi lemak yang tidak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam asetan-asetik, asam hidroksitirat dan aseton dalam serum. Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan cairan karena muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Melalui muntah dikeluarkan sebagaian cairan lambung serta elektrolit natrium. Penurunan kalium akan menambah beratnya muntah, sehingga semakin berkuarng dalam keseimbangan tubuh semakin menambah berat terjadinya muntah. Natrium dan klorida darah turun, dengan demikianjuga klorida air kemih ( Prawiroharjo, 1996)

PENCEGAHAN
Prinsip pencegahan adalah mengubah emesis agar tidak terjadi Hiperemesis : y Penerangan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses psikologis. y Makan sedikit-sedikit tetapi sering, berikan makanan selingan super biskuit, roti kering dengan teh hangat saat bangun pagi dan sebelum tidur. Hindari makanan berminyak dan berbau, makanan sebaik disajikan dalam keadaan hangat. y Jangan tiba-tiba berdiri waktu bangun pagi, akan terasa oyong, mual dan muntah, difekasi hendaknya diusahakan terakhir.

PENATALAKSANAAN
Konsep pengobatan yang dapat diberikan sebagai berikut :
 Isolasi  Terapi psikologik  Cairan parenteral  Obat yang diberikan  Menghentikan kehamilan

Diet Komplikasi Kehamilan Hiperemesis Gravidarum


A. Tujuan Diet
Tujuan diet hiperemesis adalah untuk: 1). Mengganti persedian glikogen tubuh untuk mengontrol asidosis. 2). Secara berangsur memberikan makanan berenergi dan zat gizi yg cukup.

LANJUT...
B.

Syarat diet
Syarat-syarat diet hiperemesis adalah: Karbohidrat tinggi, yaitu 75-80% dari kebutuhan energi total. Lemak rendah, yaitu Protein sedang, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total. Makanan diberikan dalam bentuk kering; pemberian cairan disesuaikan dengan keadaan pasien, yaitu 7-10 gelas per hari. Makanan mudah cerna, tidak merangsang saluran cerna, dan diberikan sering dalam porsi kecil. Bila makan pagi dan siang sulit diterima, dioptimalkan makan malam dan selingan malam. Makanan secara berangsur ditingkatkan dalam porsi dan nilai gizi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan gizi pasien.

y y y y y y y

LANJUT...
C.

Macam diet dan indikasi pemberian

Ada tiga macam diet hiperemesis, yaitu diet hiperemesis I, II, dan III
 Diet hiperemesis I

Diet hiperemesis I diberikan kepada pasien dengan heperemesis berat, makanan hanya terdiri dari roti kering, singkong bakar atau rebus, ubi bakar atau rebus, dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama makanan, tetapi 1-2 jam sesudahnya semua zat gizi pda makanan ini kurang kecuali vitamin C, sehingga hanya diberikan selama beberapa hari.

 Diet hiperemesis II Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah sudah berkurang. Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. Minuman tidak diberikan bersama makanan. Pemilihan bahan makanan yang tepat pada tahap ini dapat memenuhi kebutuhan gizi, kecuali kebutuhan energi.  Diet hiperemesis III Diet hiperemesis III diberikan pada pasien dengan hiperemesis ringan. Sesuai dengan kesanggupan pasien, minuman boleh diberikan bersama makanan, makanan ini cukup energi dan semua zat gizi.

D. Bahan makanan Sehari-hari


Bahan Makanan Beras Roti Biskuit Daging Telur ayam Diet hiperemesis I Berat 120 jumlah 6 iris Diet hiperemesis II Berat 150 80 20 100 50 Jumlah 2 gls nasi 4 iris 2 bh 2 ptg sdg 1 btr Diet hiperemesis III Berat 200 80 40 100 50 Jumlah 3 gls nasi 4 iris 4 bh 2 ptg sdg 1 btr

Tempe Sayuran Buah

700

50 150

2 ptg sdg 1 gls 4 ptg

100 150 sdg 400

4 ptg sdg 1ptg sdg 4 ptg sdg

7 ptg sdg 400 pepaya

pepaya 10 1 sdm 2 sdm 3 sdm 10 20 20 200

pepaya 1 sdm 2 sdm 2 sdm 1 gls

Minyak Margarin Jam Gula pasir Susu

30 50 -

3 sdm 5 sdm -

20 30 -

E. Nilai gizi

Diet Hiperemesis I Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (mg) Besi (mg) Vitamin A (RE) Tiamin (mg) Vitamin C (mg) Natrium (mg) 1100 15 2 259 100 9,5 542 0,5 283 -

Diet Hiperemesis II 1700 57 33 33 300 17,9 2202 0,8 199 267

Diet Hiperemesis III 2300 73 59 59 400 24,3 2270 1,0 199 362

F. Pembagian bahan makanan sehari diet hiperemesis I

Waktu Pukul 08.00

Bahan Makanan Roti panggang Jam 2 iris 1 sdm 1 gls 1 sdm 2 iris 1 sdm

Jumlah

Pukul 10.00

Air jeruk Gula pasir

Pukul 12.00

Roti panggang Jam Pepaya Gula pasir

2 ptg sdg 1 sdm 1 gls 1 sdm 1 ptg sdg 2 iris 1 sdm 1 bh sdg 1 sdm 1 gls 1 sdm

Pukul 14.00

Air jeruk Gula pasir

Pukul 16.00 Pukul 18.00

Pepaya Roti panggang Jam Pisang Gula pasir

Pukul 20.00

Air jeruk Gula pasir

G. Pembagian bahan makanan sehari diet hiperemesis II & III

Bahan Waktu makanan Roti Telur ayam Pagi Margarine Jam Buah Gula pasir Pukul 10.00 Biscuit Beras Daging Siang Sayuran Buah Minyak Buah Gula pasir Pukul 16.00 Biscuit Agar Susu Beras Ayam Tempe Malam Sayuran Buah Minyak Roti Margarine Pukul 20.00 Jam Gula pasir

Diet hiperemesis II Berat (g) 40 50 5 10 100 10 75 50 75 100 100 10 20 75 50 25 75 100 40 5 10 10 urt 2 iris 1 btr sdm 1 sdm 1 ptg sdg pepaya 1 adm 1 gls nasi 1 ptg sdg gls 1 ptg sdg 1 ptg sdg pepeya 1 sdm 2 bh 1 gls nasi 1 ptg sdg 1 ptg sdg gls 1 ptg sdg pepeya 2 iris sdm 1 sdm 1 sdm

Diet hiperemesis III Berat(g) 40 50 10 10 100 10 20 100 50 50 100 5 100 20 20 2 200 100 50 50 75 100 5 40 10 10 10 urt 2 iris 1 btr 1sdm 1 sdm 1 ptg sdg pepaya 1 adm 2 bh 1 gls nasi 1 ptg sdg bh bsr 1 ptg sdg sdm 1 ptg sdg pepaya 2 sdm 2 bh sdm 1g gls nasi 1 ptg sdg 2 ptg sdg gls 1 ptg sdg papaya sdm 2 iris 1 sdm 1 sdm 1 sdm

H. Contoh menu sehari-hari

Pagi Roti panggang isi jam Telur rebus Nasi

Siang Nasi

Malam

Perkedel daging panggang Tahu bacam Setup bayam Papaya

Ayam & tempe, semur Setup wortel Pisang

Pukul 10.00 Selada buah

Pukul 16.00 Selada buah Biskuit

Pukul 20,00 Roti panggang isi jam The

Menu diet hiperemesis III sama dengan diet hiperemesis II, kecuali pukul 10.00 dan 16.00 ditambah dengan biskuit agar-agar dan susu. a) Makanan yang dianjurkan Makanan yang dianjurkan untuk diet hiperemesis I, II, dan III sebagai berikut:  Roti panggang, biskuit, crackers.  Buah segar, sari buah.  Minuman botol ringan, sirop, kaldu tak berlemak, teh, dan kopi encer. b) Makanan yang tdk dianjurkan makanan yg tdk dianjurkan untuk diet hiperemesis I,II,III a/ makanan yg dpt mrgsang sal. Cerna dan berbumbu tajam, bhn mak. Yg mgndung alkohol, kopi dan yg mngandung zat tmbhan ( pengawet, pewarna, dan bahan penyedap )