Anda di halaman 1dari 7

A. MENAKSIR LEBAR Cara I : a. Tetapkan check point di seberang sungai b. Jadikan tempat berdiri pada titik B c.

Buat sudut 900 dan bergerak ke C sebanyak X langkah d. Lanjutkan melangkah ke D sebanyak X langkah e. Dari titik D buat sudut 900 dan bergeraklah mundur sambil mengintai ke point A dan C f. Berhenti setelah A : C dan E berada di satu garis lurus (dengan demikian lebar sungai AB=2DE) Cara II : a. Tetapkan check point A b. Jadikan tempat tegak pada point B c. Menghadap ke kiri dengan sudut 900 kemudian berjalan mundur d. Berhentilah apabila telah dapat membuat sudut 450,jika diproyeksikan ke titik A e. Titik tersebut dinyatakan sebagai titik C. Dengan demikian maka dalam segitiga ABC di atas, sudut A juga = 450 karena itu sisi AB = BC jadi lebar sungai AB = BC Cara III : a. Dengan pandangan melalui ujung topi, tentukan sebuah check point A di seberang sungai b. Berputarlah ke tepi yang lain dengan sikap tubuh dan topi yang sama c. Suruh seorang teman menuju ke titik di hujung pandangan melalui topi tersebut d. Titik tersebut kita anggap C, maka BA = BC = radius B. MENAKSIR TINGGI 1. Menaksir Tinggi Pohon a. Tetapkan 11 unit (meter,langkah dan lain-lain) dari A ke satu titik yang datar b. Titik tersebut dinyatakan D, suruh teman memegang /menegakkan tongkat Pramuka pada titik D c. Lanjutkan 1 unit lagi ke titik C d. Dari titik C, seorang teman mengintai kepuncak pohon (b) melalui tongkat yang ditegakkan pada D e. Tandai bagian tongkat yang dilalui garis CB. Bagian tersebut adalah E. Dengan demikian tinggi pohon tersebut AB = 12 DE. 2. Menaksir Tinggi Tiang Listrik a. Tinggi tongkat AB = 160 cm b. Panjang bayangannya = 20 cm Jadi perbandingannya = 20 : 160 = 1: 8 Panjang bayang-bayang tiang listrik = 1,20 m = 120 cm Jadi panjang tiang listrik = 120 x 8 = 960 cm = 9,6 m. 3. Menaksir Tinggi Bukit - Tentukan suatu benda (pohon,tongkat,orang dll) yang berdiri tegak pada suatu jarak dari bukit untuk ditaksir tingginya dengan tangan direntangkan ke depan - Melalui pengamatan tinggi pohon AB dialat pengukur terlihat 5 cm,sedangkan tinggi pohon diketahui 2,5 meter. Jadi perbandingannya = 5 cm : 250 cm = 1 : 50 - Pada alat pengukur, tinggi bukit AC terlihat 35 mm. Jadi tinggi bukit AC = 35 x 50 = 1.750 cm = 17,5 m.

Keterangan : Pohon diganti dengan orang yang ketinggiannya dianggap sama =2,5 meter yang pada rol terwakili xy, bukit AC pada rol adalah xz. C. MENAKSI ARAH/MATA ANGIN Arah/mata angin dapat ditetapkan dengan bantuan gugusan bintang, antara lain: Biduk Besar; Salib Selatan; Orion dan lain-lain. Apaila salah satu rasi bintang terlihat dan arah dapat diketahui, maka arah lainnya tentu dapat ditentukan. Di hutan lebat, misalnya: pucuk daun megarah ke timur. Demikian juga batangbatang kayu yang jarang terkena sinar berlumut. Keterangan : Titik-titik yang menghubungkan bintang-bintang sebenarnya tidak ada. Jika digambar ada itu suatu hayalan hanya untuk menghubungkan satu dengan yang lain. Garis lurus yang ditarik dari bintang ke kaki langit juga dimaksudkan sebagai garis proyeksi untuk menetapkan titik potong yang tepat di kaki langit. Rasi-rasi bintang,seperti yang tertera pada gambar tidak selalu tampak pada saat yang bersamaan. Untuk menjelaskan sambil menunjuk jumlah bintang dalam satu rasi yang sama, anda sebaiknya menggunakan senter. Pilihlih malam-malam di bulan kemarau karena pada saat itu langit terang dan bintang-bintang akan tampak jelas. ORION Di sepanjang lintasan Matahar Salib selatan disebut juga GUBUK PANCENG dan bahasa asinnya adalah SOUTHERN CROSS. Berhati-hatilah dalam meneptapkan bintang tersebut, karena di sekitarnya banyak yang mirip. Perhatikan jumlah 5 (lima), sedang yang satu sangat kecil.

Tehnik Menaksir Tinggi

Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut : 1. Metode Setigiga Keterangan : X = Tinggi yang ditaksir C = Tinggi tongkat A = Jarak tongkat dan tinggi yang diukur B = Jarak tongkat dan pengamat

Rumus perhitungan

X = C (A+B) B Dapat pula dilakukan dengan metode segitiga berikut :

Rumus : X=A Keterangan : X = Tinggi yang ditaksir A = Jarak dengan pengamat 2. Metode bayangan Dapat dilakukan apabila ada sinar matahari dan keadaan memungkinkan.

Keterangan : A = Tinggi tongkat B = Tinggi yang ditaksir A= Bayangan tongkat B= Bayangan tinggi yang ditaksir Rumus : B= D A xA

KOMPAS

Kompas adalah alat bantu untuk menentukan arah mata angin. Bagian-bagian kompas yang penting antara lain : 1. Dial, yaitu permukaan di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam 2. Visir, yaitu pembidik sasaran 3. Kaca Pembesar, untuk pembacaan pada angka 4. Jarum penunjuk 5. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45 6. Alat penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas pada saat membidik.

Angka-angka yang ada di kompas dan istilahnya North = Utara = 0 North East = Timur Laut = 45 East = Timur = 90 South East = Tenggara = 135 South = Selatan = 180 South West = Barat Daya = 225 West = Barat = 270 North West = Barat Laut = 325

Cara Menggunakan Kompas 1. Letakkan kompas anda di atas permukaan yang datar. setelah jarum kompas tidak bergerak lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet. 2. Bidik sasaran melalui visir dengan kaca pembesar. Miringkan sedikit letak kaca pembesar, kira-kira 50 di mana berfungsi untuk membidik ke arah visir dan mengintai angka pada dial. 3. Apabila visir diragukan karena kurang jelas dilihat dari kaca pembesar, luruskan saja garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah dilihat melalui kaca pembesar

PANORAMA SKETSA PRAMUKA (LAPORAN PEMANDANGAN)


Membuat laporan panorama berbeda dengan membuat sketsa pemandangan atau melukis, sebab laporan panorama mempunyai beberapa aturan yang membedakannya dari gambar biasa, baik segi peralatan maupun teknik dari segi menggambarnya. Panorama berguna untuk menggambarkan kembali situasi atau keadaan suatu daerah pada suatu waktu, dan jika kita kembali lagi ke daerah tersebut kita akan dapat melihat perubahan-perubahan yang terjadi.

CARA MENGERJAKAN LAPORAN PANORAMA, YAITU : 1. Peralatan yang harus disediakan, seperti : a. Kertas Lapran.

b. Pensil HB dan 2B untk mengarsir. c. Ballpoint atau pulpen untuk menulis data dan keterangan. d. Penggaris. e. Kompas Bidik ( untuk mencari sasaran / arah yang dituju ).
f. Pembidik atau masker ( bias dibuat dari bahan kotak korek api dengantambahan benang atau kawat ).

2. Buatlah sebuah persegi panjang diatas kertas laporan, berukuran 2 : 1. 3. Bidiklah dengan kompas pada arah yang ditiju atau yang dicari, setelah melihat pada pembidik,
tandai tempat tersebut. (misalnya Pohon, bukit, rumah dan sebagainya).

4. Pergunakan pembidik (masker), letak titik tengahnya harus tepat dengan tanda yang sudah kita
tentukan dengan kompas sebelumnya.

5. Pindahkan pemandangan yang kamu lihat pada kotak pembidik ke kertas laporanmu berupa
sketsa saja (bukan lukisan pemandangan).

6. Jangan menggambar tanda-tanda (benda / bentuk) yang bersifat sementara atau bergerak.
(misalnya sekumpulan ternak, mobil dan sebagainya)

7. Mulailah mengarsir gambar panorama, mulailah dari yang terdekat terlebih dahulu baru yang
jauh.

8. Selesaikan mengarsir, lengkapilah data-data atau keterangan pada laporanmu. Dari mulai data
gambar, alat-alat yang kita pergunakan, samapi pada keterangan-keterangan selama pembuatan gambar. (cuaca, angina, arah dsb.)

KETERANGAN KHUSUS : a. Arsiran miring berlaku untuk pohon , semak dan desa.

b. Arsiran mendatar untk bebatuan, sawah dan lading.

c. Untuk pegunungan, gunung dan bukit. Arsiran mengikuti bentuknya.

d.

Semakin jauh, semakin renggang arsiran kita (kerapatan garis).

Catatan : Jika banyak yang kita dapatkan sebagai keterangan, maka kita dapat menambahkannya pada lembaran khusus sebagai lampiran.

Kemudian satu hal yang penting, jika kita ingin laporan kita baik, maka laporan kita harus : a. Bersih. b. Tepat Arah Sasaran Bidiknya (kompas). c. d. e. Alat-alat Lengkap. Keterangan Laporannya lengkap. Arsiran Rapid an benar.

Arsiran gambar pada kotak harus menggunakan Pensil Gambar Alat sket :

Perhatikan contoh laporan panorama lalu lihat bagaimana membuat kotaknya, garis pinggir, arsiran , keterangan dan data-data lainya yang dianggap perlu. Jangan lupa mencantumkan Identitas pembuat (nama beserta keterangan-keterangannya.

Contoh : LAPORAN PANORAMA

DATA GAMBAR : Keterangan : Alat alat : 1. Tempat : Jl. Gunung Ds . 1. Kertas Laporan 2. Waktu : 10.45 WIB. 2. Pensil HB dan 2B 3. Cuaca : Cerah. 3. Mistar (penggaris) 4. Suhu : 29 C 4. Ballpoint

5. Angin : Kencang Kea rah Barat. 5. Kompas Bidik torpedo 6. Titik Sasaran : 180 . 6. Masker (pembidik). 7. Tanggal : 30 Nopember 1992 Tujuan pembuatan laporan Panorama ini ditujukan untuk : PANITIA LOMBA

Pembuat,

Regu Cendrawasih