Anda di halaman 1dari 4

Alat Ukur Besaran Pokok

a. Panjang ( Mistar, Jangka Sorong & Mikrometer Sekrup) b. Massa ( Neraca ) c. Waktu ( Stopwatch, Arloji ) d. Kuat Arus Listrik ( Amperemeter ) e. Jumlah Zat ( Pengukuran Tdk Langsung) f. Intensitas Cahaya ( Lightmeter )

Alat Ukur Besaran Turunan


y y y y

y y

y y y y

Speedometer Dinamometer Higrometer Ohm meter listrik Volt meter AVOmeter hambatan listrik Barometer Hidrometer Manometer Kalorimeter

: : : :

mengukur kelajuan mengukur besarnya gaya. mengukur kelembaban udara. mengukur tahanan ( hambatan )

: mengukur tegangan listrik. : mengukur kuat arus, tegangan dan : : : : mengukur tekanan udara luar. mengukur berat jenis larutan. mengukur tekanan udara tertutup. mengukur besarnya kalor jenis zat.

Indikator IPA yang ke 3 adalah tentang pemuaian. Diperkirakan yang akan keluar adalah manfaat pemuaian. Adapun manfaat pemuaian : 1. Bimetal : dua keping logam tidak sejenis yang dikeling menjadi satu 2. Pengelingan : menyatukan logam dengan paku logam 3. Pemasangan pelat besi pada roda kayu 4. Penyambungan rel kereta api 5. Pemasangan kaca jendela 6. Penggunaan zat cair pada termometer 7. Penggunaan lempeng bimetal pada setikra listrik Namun perlu diingat juga bahwa apabila dua buah logam yang dikeling kemudian dipanaskan, maka logam yang koefisiennya lebih besar akan melengkung ke logam yang koefisiennya lebih kecil. Dan sebaliknya jika didinginkan.

SIKAP SELEKTIF TERHADAP PENGARUH GLOBALISASI


May 8th, 2010 Related Filed Under

Dalam era keterbukaan dan globalisasi, bangsa Indonesia harus dapat bersikap selektif terhadap pengaruh masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pengaruh tersebut dapat bersifat positif atau negatif di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama negara dan bangsa Indonesia. Pengaruh dari luar yang bersifat negatif, antara lai sebagai berikut : 1. Perilaku menyimpang yang melanggar moralitas, etika, dan kepatuhan. 2. Merebaknya penyakit social. 3. Pemakaian obat terlarang. 4. Kriminalitas internasional. 5. Pornografo dan dekedensi moral. 6. Imbas krisis perekonomian dan moneter. 7. Membanjirnya produk-produk luar negeri. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus mampu menyeleksi dengan baik dan teliti segala bentuk pengaruh dari luar yang masuk ke negara Indonesia. Bangsa Indonesia tidak mungkin menutup diri dari pengaruh internasional yang begitu cepat. Diperlukan iptek yang canggih dari luar sangat untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangannya dalam pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang. Terbukanya pasar Internasional bagi hasil produk dalan negeri

yang memiliki keunggulan komparatif merupakan kesempatan yang baik bagi bangsa Indonesia untuk mengekspor produkproduk dalam negeri. Tata nilai dan budaya asing akan masuk dengan deras ke Indonesia, seharusnya dapat diambil manfaat atau keuntungannya. Apabila tidak memiliki ideology yang kuat, kewaspadaan, nasional yang tangguh, sumber daya manusia yang baik, maka bangsa Indonesia tidak dapat memperoleh manfaat dan keuntungan dari globalisasi. Pendidikan nasional Indonesia diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang mempunyai kualitas yang diperlukan memasuki kehidupan masyarakat yang kompetitif. Yaitu, manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi, mampu mengembangkan potensi diri, mampu bersaing sesama manusia di masyarakat secara terbuka, memiliki kesadaran akan nilai positif dan negatif dari arus globalisasi serta memilki daya tahan yang tangguh dengan suatu indentitas budaya yang kuat dalam menghadapi dampak negatif globalisasi. Selain itu, bangsa Indonesia telah memilki nilai-nilai kepibadian luhur, pandangan hidup, dan ideology bangsa yang telah dikukuhkan menjadi dasar negara, yaitu pancasila. Dengan demikian, Pancasila berperan membawa kemajuan serta kesejahteraan bangsa Indonesia.