Anda di halaman 1dari 4

Komplikasi biologis meliputi keadaan patologis dari jaringan keras dan lunak yang mengelilingi periimplant.

Seringkali, pembengkakan menjadi permasalahan di jaringan lunak yang merupakan respon dari akumulasi bakteri. Penyebaran akumulasi bakteri yang mengelilingi implant adalah kunci untuk mengerti permasalahan ini. Sebagai contoh, bakteri dapat berakumulasi pada pertautan dari gigi abutment implant yang tidak pas atau penghubung abutment crown. Beberapa pemeriksaan makroskopis pada permukaan implant yang masih kasar(contohnya TPS atau HA) dapat juga meneruskan akumulasi dari bakteri. Pembengkakan Dan Perkembangan Pembengkakan pada jaringan lunak periimplant sudah ditemukan dan hampir sama untuk respon pembengkakan pada gingival dan beberapa jaringan periodontal. Tidak mengejutkan, karena secara klinis sama. Pembengkakan jaringan periimplant terlihat sama dengan eritema, edema, dan membengkak mengelilingi gigi. Kadang-kadang biarpun reaksi jaringan lunak periimplant untuk akumulasi bakteri adalah besar, hampir tidak digunakan dengan perkembangan pembengkakan yang terlihat (gambar 81-4). Tipe lesi ini adalah sakit karakteristik mengelilingi implant dan menunjukkan dari tiap implant yang tidak pas pada penghubung abutment atau kelebihan semen yang terperangkap berupa sisa yang tersembunyi dianatara celah jaringan lunak atau pokek. Faktor local tercepat pada akhirnya menjadi infeksi dengan bakteri pathogen, utamanya untuk hipertropi mukosa atau perkembangan dan kemungkinan terbentuknya abses (gambar 81-5). Koreksi dari factor tercepat (contoh : penghubung yang lepas, kelebihan semen) lebih cepat dan efektif menghilangkan lesi. Tipe lain dari lesi yang dihasilkan dari terlepasnya penghubung abutmentn adalah fistula (gambar 81-6). Sekali lagi dengan koreksi factor etiologi akan mempercepat penyembuhan fistula. Dehisense Dan Resesi Dehisense atau resesi jaringan lunak periimplant terjadi ketika pendukung atau jaringan tersebut tidak cukup atau telah hilang. Resesi sering ditemukan setelah restorasi implant dan seharusnya bisa diantisipasi khususnya ketika jaringan lunaknya tipis dan tidak dapat mendukung dengan baik (gambar 81-7). Maslah utama yang membingungkan adalah estetik pada daerah anterior. Pasien dengan garis senyum yang tinggi atau kerusakan estetik tinggi akan diperhitungkan berupa sebuah resesi. Anatomi dan jaringan lunak pendukung mengelilingi implant berbeda dari jaringan yanf mengelilingi gigi. Khususnya, jaringan periodontal memiliki keuntungan yang jelas dari jaringan lunak pendukung dari jaringan ikat penghubung berbentuk lingkaran dan melintang yang mengisi ke dalam sementum setingkat diatas tulang crestal. Pada waktu imflamasi tidak ada, jaringan ikat mendukung jaringan lunak periodonatal jauh diatas tulang crestal. Sebagai hasilnya, tepi gingival dan papilla interdebtal mendukung dan menjaga disekeliling gigi meskipun jaringan

periodontal tipis. Jaringan ikat periimplant, pada sisi lain secara keseluruhan bergabung pada tulang yang mengelilingi untuk mendukung. Ketebalan jaringan lunak untuk beberapa puncak jaringan lunak tetap tidak terdapat crestal yang meninggi di dalam jaringan ikat penghubung untuk memperbaiki jaringan lunak pendukung yang mengellingi implant. Untuk itu, puncak jaringan lunak yang mengelilingi implant secara khas tidak melebihi 3-4 mm, dan kehilangan tulang yang mengelilingi implant seringkli menjadi resesi. Keradangan Periimplant Dan Kehilangan Tulang Keradangan periimplant member definisi seperti suatu proses pembengkakan yang mempengaruhi jaringan yang mengelilingi fungsi implant osseointegrasi, yang berakibat kehilangan tulang pendukung. Untuk mendiagnosa bahaya tempat implant, pengukuran jaringan lunak menggunakan probe manual atau otomatis yang telah disarankan. Walaupun beberapa laporan menyatakan bahwa probing adalah kontra indikasi, pengawasan hati-hati dari kedalaman setiap kali probing berguna dalam mendeteksi perubahan dari jaringan periimplant. Prosedur radiografi berguna untuk menilai tingkat kepadatan tulang periimplant yang telah diperlihatkan. Standarisasi radiografi, diantara dengan dan tanpa analisis computer, telah didokumentasikan dengan baik. Bersama-sama evaluasi berkala dari penampilan jaringan, kedalaman probing berubah, dan penilainan radiografi adalah hal yang terbaik dari deteksi perubahan dari tulang pendukung. Para klinis Shrssy mengawasi jaringan yang mengelilingi untuk tanda dari penyakit periimplant oleh mengawasi perubahan pada kedalaman probing dan bukti radiografi deri dekstruksi tulang, supurasi, pertumbuhan kalkulus, pembengkakan, perubahan warna dan pendarahan. Keradangan periimplant dapat terjadi terus menerus oleh infeksi bakteri yang mengkontaminasi permukaan kasar implant (contoh titanium, semprotan plasma, lapisan hidrosiapatit) dan kelebihan kekuatan biomekanikal. Kerusaka tipe eksentik secara khas berhubungan dengan keradangan implant (gambar 81-8). Jumlah dari implant, penyebaran implant dan relasi oklusi berpengaruh terhadap kekuatan biomekanikal pada implant (chapter 80). Pada kasus dengan pengurangan tulang penyangga yang berat dan meluas hingga setengah ujung dari implant, atau pada demontrasi kasus kegoyangan, pengambilan implant sehausnya dipertimbangkan. Setelah implant diambil, kerusakan ridge dapat direkontruksi menggunakan graff tulang dan tehnik membrane. Perawatanini selalu memungkinkan para klinisi untuk meletakkan implant yang baru dalam selanjutnya yang telah disetujui.

Kehilangan Kegagalan Implant.

Kehilangan atau kehilangan implant umumnya relative tergantung pada waktu dari penempatannyaatau restorasinya. Kegagalan implant yang dapat terjadi sebelum restorasi implant, kegagalan implant yang lambat terjadi setelah implant dipasang. Pada saat implant gagal sebelum direstorasi, hal ini mungkin tidak dapat diterima osseosintegrasi atau integrasi telah lemah atau infeksi yang membahayakan, pergerakan, atau rusaknya proses penyembuhan (gambar 81-9). Kegagalan implant yang lambat terjadi setelah pengantaran dari protesa untuk beberapa gejala meliputi implant yang terlalu berat dan infeksi secara keseluruhan, pengumpulan literatue untuk evaluasi biologis karena kegagalan implant, ditemukannya infeksi, rusaknya penyembuhan dan kelebihan berat merupakan factor konsribusi yang penting. Komplikasi Secara Teknis Dan Mekanis Komplikasi secara teknis dan mekanis terjadi bilamana kekuatan dari bahan tidak dapat lama untuk menahan kekuatan bahan yang telah dipasang. Sebagai kelelahan bahan, berawal dari bagian kelokan, pada akhurnya bergantung pada kekuatan yang diaplikasikan, bahan akan patah. Kegagalan bahan, perubahan, petunjuk mengenai komplikasi protesa, seperti kehilangan, patah dan kegagalan restorasi. Kehilangan Dan Faktor Skrup Kehilangan skrup pernah dilaporkan sering cepat terjadi pada skrup yang menahan FPDs. Skrup yang menahan crown menyentuh hingga bagian terluar hevwd implant (yaitu dengan diameter restorative standart atau sempit antara hubungan ke permukaan) adalah terutama sekali mudah untuk tipe ini dari komplikasi teknis. Menurut laporan kehilangan skrup pada 6-49% kasus pada 1 x kunjungan pertama. Kehilangan skrup sudah menjadi masalah umun dengan desain awal. Sebagai contoh, skrup abutment sebelumnya terbuat dari titanium, yang mana tidak melebihi kekuatan klem dari bahan sebelumnya. Desain abutment yang baru dan penambahan skrup abutment diperbolehkan untuk meningkatkan kekuatan klem agar dapat diterima tanpa melebihi tingkat tenaga putaran, dimana telah membantu untuk menurunkan angka kehilangan skrup. Kehilangan skrup abutment dan protesa dapat terkoreksi dengan.. skrupnya. Selebihnya apabila skrup menjadi lemah dan akhirnya fraktur. Masalah ini jelas terjadi pada pasien dengan kehilangan crown tunggal. Pada pasien dengan tahanan protesa dengan implant terganda, apabila untuk mendeteksi skrup yang lepas yaitu sangat berkurang, masalah ini dapat menjadi tidak diperhatikan sampai skrup lain mengalami kelemahan dan fraktur. Pada beberapa kasus, pendukung biomekanis (daya tahan) untuk restorasi harus di evaluasi dan jika memungkinkan perubahan untuk mencegah kekambuhan dari masalah diatas. Fraktur Implant Kegagalan pokok mekanis adalah fraktur implant karena diperlihatkan dalam kehilangan implant dan mungkin dari protesa (gambar 81-10). Selanjutnya, pengambilan implant yang fraktur akan

mengakibatkan kerusakan osseus yang luas. Faktor-faktor seperti berikut yaitu kelelahan bahan implant dan kelemahan desain protesa atau dimensi merupakan penyebab yang biasa terjadi dari fraktur implant. Balsi menjabarkan 3 kategori dari penyebab-penebab yang dapat menjelaskan terjadimya fraktur implant : 1. Desain dan bahan, 2. Kerangkan protesa yang tidak baik, 3 Kelebihan psikologis dan biomekanis. Pasien dengan bebiasaan brixism memperlihatkan resiko tinggi untuk beberapa peristiwa dan oleh karena itu memerlukan pemeriksaan screen dan informasi yang sesuai.