Anda di halaman 1dari 7

RABU, 03 J UNI 2009

Biografi Agnes

Agnes Jessica lahir di Jakarta, 4 April 1974. Mantan guru matematika SMUK I BPK Penabur ini kini aktif menulis novel sambil mengurus rumah tangga. Kini ia telah melahirkan 24 buah novel sejak tahun 2003. Novel-novelnya yang sudah diterbitkan adalah: Debu Bintang (Gramedia) Three Days Cinderella (Gramedia) Rumah Beratap Bugenvil (Gramedia) Jejak Kupu-kupu (Gramedia) Tunangan? Hm (Gramedia) Maharani (Grasindo) Di Bawah Temaram Jakarta (Grasindo) Mayonaise 1 s/d 4 (Elexmedia) Jangan Ngomong Cinta, Deh! (Elexmedia) PRIMANATA PUBLISHING: Dua Bayang-bayang Mesin Waktu Bunga Dongeng Sebelum Tidur Peluang Kedua Angan Sang Cinderella Antara Metro dan Jakarta Awas Cowok Bandel Pelangi Biru The Glass Shoes Bukan Pengantin Terpilih Noda Tak Kasatmata Novel-novelnya bisa didapatkan di toko buku Gramedia seluruh Indonesia.

Jejak Kupu-Kupu Alisa merasa terpukul ketika roda kehidupan memutarbalikkan nasibnya. Dia terbiasa dengan kemewahan tiba-tiba harus menjadi penghuni panti asuhan ketika orangtuanya meninggal karena kecelakaan. Apalagi Danu, pengelola panti yang sebetulnya tampan itu, bersikap sangat dingin dan keras padanya. Pulang malam tidak boleh, pacaran dimarahi, apalagi bersenang-senang dengan gengnya di kafe. Betul-betul menyebalkan. Belum lagi setumpuk tugas di panti yang harus dilakukan sesuai pembagianNamun, lambat laut Alissa berubah. Dari gadis manja dia menjadi gadis mandiri. Dari yang hanya memikirkan diri sendiri, dia mulai memerhatikan dan menolong kesulitan teman-

temannya dipanti. Dari gadis kaya yang boros menjadi gadis yang hemat dan memanfaatkan uang sedikit yang dimilikinya dengan baik.Tapi perubahan yang besar adalah perasaannya terhadap Danu. Dari benci dia malah mencintai pria itu mati-matian. Dia tidak peduli walaupun umur yang terbetang di antara mereka cukup jauh. Dan Alissa yakin sebetulnya dia tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi, kenapa Danu selalu menyembunyikan perasaannya? Kenapa lelaki itu selalu menarik diri ketika percik-percik kemesraan mulai bermunculan di antara mereka? Dan, yang tidak bisa diterimanya, kenapa lelaki itu malah menikahi Catherine yang tidak dicintainya?Untuk melupakan lelaki itu, Alissa memilih meneruskan kulaihnya di Singapura. Dan empat tahun kemudian, dia kembali dikejutkan oleh peristiwa yang sama sekali tak diduganya, peristiwa yang membuatnya membenci Danu...

Sepatu Kaca Novel Agnes yang terbaru dari Gramedia ini berjudul Sepatu Kaca. Kok Sepatu Kaca sih? Ya iyalah, kalo sepatu besi kan gak lucu (~nggak ding, just kidding~). Karena novel ini berkisah tentang keluarga Lolo, tokoh utama dalam novel ini, yang orang tuanya mempunyai toko sepatu. Dan Sepatu Kaca itu adalah nama toko kedua orang tua Lolo yang cukup sukses. Namun, Lolo tidak menyangka bahwa ketika pulang ke Indonesia, kehidupannya berubah seratus delapan puluh derajat. Toko sepatu dan rumah keluarganya disegel, sementara mama-papanya menghilang. Belum lagi kebingungannya pdar karena mendadak jadi tunawisma, seorang pemuda menagih utang orang tuanya sebesar dua ratus juta! Sudah tentu Lolo yang baru berusia delapan belas tahun tidak bisa membayarnya. Maka pemuda yang menagih utang itu, yang bernama Kingsley, menyanderanya. Bagi Kingsley, Lolo adalah jaminan. Ia memaksa gadis itu tinggal di gudangnya. Bukan apa-apa! Menurut Kingsley siapa tahu saat orang tua gadis itu muncul, mencari putrinya, ia bisa mendapatkan uang yang berguna bagi masa depannya. Seiring berjalannya waktu, keduanya, Lolo dan Kingsley bertambah akrab, walau memiliki selisih umur dua tahun. Malahan Kingsley berniat membantu mencari tahu, mengapa orang tua Lolo yang sukses itu tiba-tiba bangkrut. Dan bahu-membahu pula keduanya berusaha meraih lagi kejayaan toko sepatu itu, dan itu menjadikan cinta tumbuh di antara mereka berdua.

Sang Maharani

Sebagai putri jenderal di zaman penjajahan Belanda, Maharani memiliki segalanya: kecantikan dan kecerdasan, harta dan kehormatan. Tapi setelah ayahnya meninggal dan Belanda kalah oleh Jepang, hidupnya berbalik 360 derajat. Ibu tirinya menjadikannya pelayan di rumahnya sendiri. Ia tak mendapat bagian peninggalan ayahnya. Yang paling menyakitkan, ia diserahkan ke Pemerintah Jepang, yang lalu menjadikannya sebagai Jugun Ianfu, pelacur untuk memuaskan tentara-tentara Jepang. Harga dirinya terampas, tubuh bukan lagi miliknya. Hidupnya menjadi mimpi buruk yang mengerikan. Perasaannya sebagai manusia utuh seolah telah mati karena ia merasa dirinya bukan manusia yang berharga.Lalu ia bertemu kembali dengan Arik, adik angkat yang sudah bertahuntahun berpisah dengannya; adik angkat yang begitu dicintai dan mencintainya. Inilah kebahagiaan tiada tara baginya setelah kehidupannya luluh lantak. Namun ia menyadari cinta yang dirasakannya kepada Arik sekarang berbeda dari cinta yang diberikannya beberapa tahun lalu, saat mereka masih anak-anak. Seperti roti curian yang terasa manis, cinta terlarang ini menjeratnya. Beranikah ia meraihnya?

Satu Abad Sekejap Mata Dominika dan kawan-kawannya membuat mesin waktu untuk kembali ke satu abad sebelumnya. Sebagai orang yang paling tidak percaya pada mesin itu, Dominik malah terpilih menjadi relawan untuk mengujicoba. Di luar dugaan, mesin waktu itu berbasil. Sayang bukannya tiba di tahun 2003, ia tiba satu tahun sebelumnya. Jadi, ia yang semestinya dijemput setengah jam kemudian, berusaha menunggu satu tahun lagi untuk bisa pulang. Terpaksa ia tinggal di rumah, keluarga Annet, gadis yang membencinya tanpa sebab sejak pertemuan mereka pertama kali. Tanpa terduga, benihbenih cinta mulai tumbuh di hati mereka berdua. Apakah Dominik kemudian bisa kembali dengan mesin waktu yang rusak tersebut? Dan bagaimana kisah cintanya dengan Annet. yang notabene seratus tahun lebih tua darinya? Novel ini pernah di revisi ulang sehingga terbit dengan judulMesin

Waktu.

Three Days Cinderella

Andini, gadis sederhana dari Sukabumi, bertemu dengan Diane, gadis Jakarta yang modis, trendi, sangat kosmopolitan, dan. sangat mirip dengannya. Dianne meminta Andini untuk menggantikan dirinya dan menemui neneknya yang sakit di Sukabumi. Didandaninya Andini seperti dirinya, dan diberinya Andini imbalan uang.Penipuan itu awalnya berjalan lancar, walaupun terjadi hal-hal yang membuat Andini gelagapan, karena sebetulnya ia tak begitu tahu masa lalu Dianne. Ia tersandung hal-hal yang membuatnya penasaran. Kenapa Dianne kabur dari rumah itu? Siapa yang menghamili Dianne sepuluh tahun lalu? Erick---saudara angkat Dianne---kah? Andini sempat membaca puisi cinta Dianne untuk Erick. Diam-diam ia juga jatuh cinta kepada lelaki itu.Namun, ketika hampir berakhir, penipuan itu terbongkar. Tanpa sengaja Erick membuka penyamarannya. Bagaimana Andini harus menjelaskan bahwa Dianne tidak berani pulang karena kali ini pun ia sedang hamil di luar nikah

lagi? Peluang Kedua

"Kau mau bertaruh?" Tentu saja. Sebutkan apa taruhannya!" Alex memandang Inez dengan tatapan menilai, lalu berpikir-pikir sebelum akhirya berbicara, "Kau bekerja untukku selama satu bulan. Dalam satu bulan itu kau harus mencapai hasil yang memuaskan. Katakanlah kau harus berhasil mencapai sesuatu yang luar biasa, seperti punya uang dalam jumlah besar, menjadi sesuatu yang diimpikan banyak orang atau apa saja, maka kau menang."

Inez Amrez adalah seorang penyanyi terkenal yang terlibat kehidupan hedonis. la pemakai narkoba, pemabuk, penganut kehidupan seks bebas, dan berbagai kehidupan lain yang tak benar. Lalu ia mengalami kecelakaan karena mengemudi dalam keadaan mabuk, dan meninggal. Tapi ia diberi kesempatan kedua untuk hidup kembali dalam diri seorang gadis lugu bemama Anis. Dan ia harus memulai kehidupannya dari awal lagi, karena berbeda dengan dirinya dulu, Anis berprofesi sebagai seorang pembantu. Tapi apa daya, ia kembali bertemu dengan orang-orang di kehidupannya terdahulu, sehingga kini ia mengerti siapa yang benar-benar menyayanginya, dan siapa orang-orang yang tidak bersedih atas kematiannya. Bertaruh dengan seseorang, ia kembali memulai kariernya dari nol dan membuktikan bahwa dirinya

juga bisa menjadi orang berguna tanpa bantuan orang lain. Sayang ia kalah bertaruh hati, karena ia jatuh hati pada si penantang.

DI PO SK AN OL E H AGNE S J ES S I CA'S F AN S CL U B DI 20: 2 7

0 KOMENTAR: POS KAN KOMEN TAR

Agnes Jessica
FRIDAY, JUNE 30, 2006

MENGAJAR DAN MENULIS

Ia seorang di antara sedikit pengarang dari warga keturunan Cina di Indonesia yang tampil ke permukaan. Namanya, Agnes Jessica. Masih muda, kelahiran 4 April 1974. Sejak pertama kali menulis pada tahun 2000, ia telah menghasilkan 22 novel yang sudah diterbitkan oleh berbagai penerbit terkemuka di Indonesia, Gramedia Pustaka Utama, Grasindo, Elexmedia Komputindo dan Primanata Publishing. Sekarang, ia sedang merampungkan beberapa novel lagi yang sudah ditunggu pihak penerbit. Novel terbarunya yang sudah dilempar ke pasar dan sangat mudah dijumpai di toko-toko buku sekarang, berjudul Rumah Beratap Bugenvil, adalah novel remaja yang diterbitkan Gramedia. Novel itu mengangkat isu perbedaan status sosial serta perilaku homoseksual yang di Indonesia masih tabu untuk dibicarakan. Novel itu dirilis awal Januari 2006 dan bulan Maret 2006 sudah mengalami tiga kali cetak ulang, masing-masing sebanyak 5000 eksemplar. Novel buah karyanya memang laris-manis, dan katanya ia punya banyak penggemar fanatik, yang pasti membeli buku karyanya yang diterbitkan. Mungkin mereka sudah cocok dengan gaya bercerita saya, tutur ibu muda beranak dua ini. Kebanyakan novel-novelnya memang mengambil tema remaja, tapi bukan berarti tidak ada yang bertema dewasa, sebut saja antara lain Maharani (terbitan Grasindo) yang mengangkat tema Jugun ianfu, pelacur pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia, atau Noda Tak Kasatmata (terbitan Primanata Publishing) yang mengangkat tema pemberantasan Partai Komunis pada tahun 1966. Kini beberapa novelnya yang mendapat sambutan baik dari masyarakat telah dikontrak beberapa rumah produksi untuk diproduksi menjadi film atau sinetron. Sebut saja Sinemart yang saat ini tengah shooting novelnya yang berjudul Three Days Cinderella, Cipta Karya Cinema yang sudah mengontrak Tunangan? Hmm untuk dijadikan film televisi, serta TV 7 yang telah mengambil Jejak Kupu-kupu untuk diproduksi menjadi sinetron. Wanita ini lahir dari keluarga Tionghoa di Jakarta yang akrab dengan bidang pendidikan. Ayahnya Max Timotius Tannos, dulunya pernah menjadi kepala sekolah sebelum akhirnya berwiraswasta. Ibunya, Hennyriawati adalah seorang guru SD di SDK II Penabur Jakarta. Agnes anak bungsu dari dua bersaudara, adalah mantan guru matematika di SMUK I Penabur Jakarta. Kakaknya Temmy Mozes Tannos, juga seorang guru privat. Menjadi seorang penulis sama saja dengan seorang guru, ia berusaha memperluas wawasan bagi pembacanya, tapi tidak dengan cara menggurui seperti di sekolah. Sejak kecil, Agnes sudah menyukai bidang seni dan sastra. Ia sempat aktif menyanyi. Pernah tampil di TVRI dalam acara pop dan keroncong belasan kali, ujar penggemar berat film dan bacaan ini. Karena gemar membaca, ia pernah bercita-cita menjadi pengarang novel waktu sekolah dulu, tapi waktu itu novel yang dibuatnya teronggok begitu saja karena masih belum punya komputer. Baru tahun 2000 ia bisa dengan intens menulis. Waktunya untuk menulis semakin tercurahkan ketika pada tahun 2001 ia

berhenti mengajar di SMUK I Penabur Jakarta yang sudah dijalaninya sejak 1996. Novel pertamanya berjudul Jejak Kupukupu yang diterbitkan Penerbit Primanata Publishing pada tahun 2003 langsung mendapat sambutan hangat di hati pembaca dan dicetak ulang oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2004. Selanjutnya, bak air terjun, novel-novelnya terus mengalir. Satu novel ringan bertema remaja, bisa ia selesaikan dalam waktu dua bulan, sedangkan novel yang agak berat dan butuh banyak literatur ia selesaikan dalam waktu enam bulan. Setiap hari ia menulis sekitar empat jam, di saat anak-anaknya sekolah. Dan malam hari saat mereka sudah tidur, ujar wanita yang kini hanya menulis dan menjadi ibu rumah tangga ini. Itu dalam situasi normal, artinya tidak ada sesuatu yang mengharuskan dia segera menyelesaikan novelnya. Tapi jika ada deadline saya ngebut juga. Di sela-sela pekerjaannya sebagai penulis, dunia ajar-mengajar tetap menjadi bagian dari kesehariannya. Setiap hari sabtu ia memberi kursus privat matematika pada anak-anak SMP dan SMA. Mungkin itulah sebabnya saya dekat dengan dunia remaja, karena banyak bergaul dengan mereka. Harapannya di masa depan adalah novelnya bisa go internasional, dan semakin banyak orang yang membaca karyanya.
Mustafa Tempo

Mama Yang Menulis

Q: Sebagai seorang penulis yang ibu rumah tangga, bagaimana Anda membagi waktu Anda untuk keluarga? A: Saya rasa sama seperti ibu bekerja yang lainnya, yang penting kualitas bukan kuantitas. Maksudnya bila sedang bersama-sama anak-anak atau suami, saya memberikan perhatian sepenuhnya pada mereka. Tapi bila sedang bekerja, saya bilang terus-terang bahwa saya harus menulis saat itu, karena sudah terbiasa mereka mengerti. Q: Lalu kapan Anda menulis, kapan Anda mengurus anak-anak? A: Biasanya saya menulis ketika anak-anak saya berangkat sekolah. Lalu ketika mereka pulang, saya sediakan waktu untuk mereka. Ketika mereka les, saya menulis lagi. Lalu kalau memang sedang dikejar deadline, waktu mereka tidur malam, biasanya saya menulis lagi. Q: Apakah suami mengijinkan Anda sibuk sebagai penulis? A: Suami saya sangat mendukung pekerjaan saya. Dulu waktu saya masih bekerja sebagai guru ia juga mendukung. Yang penting pekerjaan rumah tangga dan anak-anak tidak terlantar, katanya. Q: Sebenarnya apa yang membuat Anda berkeinginan menjadi seorang penulis? A: Dari kecil saya suka membaca, akhirnya setelah dewasa saya coba-coba menulis. Tepatnya lima tahun yang lalu, waktu saya baru berhenti mengajar karena merasa terlalu sibuk. Saat menganggur saya menulis dan ternyata selesailah novel pertama saya Bunga. Saya berikan pada seorang murid les saya untuk dibaca, ia bilang lumayan. Ketika saya buat novel kedua saya yang berjudul Jejak Kupu-kupu, ia bilang ini bagus sekali, kenapa nggak dimasukkan saja ke penerbit? Saya coba datang ke sana. Waktu itu saya bilang diterbitkan tidak usah dibayar juga nggak apa-apa. Mereka menjelaskan bahwa yang penting bagus, soal bayaran itu memang sudah seharusnya. Batas waktunya tiga bulan. Saya pikir tidak bakal diterima. Ternyata di hari terakhir batas waktunya, saya ditelepon. Rasanya senang sekali. Q: Bagaimana dengan penghasilan sebagai penulis, apakah lumayan besar? A: Lumayan. Daripada menganggur di rumah, hitung-hitung mengisi kesibukan sambil dapat uang. Soal uang sih relatif. Banyak yang bilang kecil, tapi bagi saya lumayan saja. Q: Lebih enak mana, bekerja sebagai guru atau sebagai penulis? A: Sebenarnya dua-duanya enak, tapi dari segi waktu mungkin penulis lebih fleksibel. Dulu saya bekerja dari pagi sampai sore, sorenya memberi les lagi, pulangnya malam, nggak sempat ketemu anak-anak. Sekarang minimal saya bisa bekerja walau anak-anak berisik di belakang kursi saya. Mereka lihat mamanya ada, saya juga bisa melihat anak-anak saya. Tapi semua profesi sama saja, tergantung bagaimana kita menyiasatinya.

Q: Bila anak Anda besar nanti, apakah mau didorong untuk menjadi seorang penulis juga? A: Ha ha kebetulan cita-cita saya dulu penyanyi, eh malah jadi guru, lalu berhenti dan menjadi penulis. Sepertinya ini sudah takdir ya. Jadi kalau anak saya mau mengikuti profesi saya yang penulis, atau mau jadi penyanyi atau musisi, atau bidang yang lain, terserah mereka saja. Yang penting senang menjalaninya. Q: Pertanyaan terakhir, apa pesan Anda untuk para ibu yang bekerja sambil mengurus rumah tangga? A: Jalani dengan enjoy saja. Yang penting waktu berkualitas, bukan kuantitas. Sedapat mungkin saat bersama dengan anak-anak, perhatikan mereka sepenuhnya. Mereka akan menilai pertemuan yang cuma sesekali itu sangat bermakna dan mereka tunggu-tunggu. Saat bekerja, berikan yang maksimal untuk perusahaan tempat kita bekerja, supaya waktu yang kita pakai untuk bekerja tidak sia-sia. Itu saja. Q: Oke, terima kasih Agnes, sampai ketemu lain kali. A: Oh, terima kasih juga ya. Salam buat semuanya.
Majalah Ausindo Australia

posted by Agnes Jessica @ 10:42 PM 0 comments

About Me
Name:Agnes Jessica
View my complete profile

Links
y y y
Google News Edit-Me Edit-Me

Previous Posts
y
MENGAJAR DAN MENULIS Ia seorang di antara sediki...

Archives
y
June 2006