TUGAS TERSTRUKTUR Islam dan Aspek Politik Pemerintahan

Di Susun Oleh :

1. 2. 3. 4.

Rodiansyah Ripin Iliyin toni Hendra Budaya

(G01111011) (G01111003) (G01111009) (G01111039)

FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2011

0

BAB I PENDAHULUAN A. Politik sekarang ini banyak sekali penyimpangan dalam menjalan kannya. Sekarang ini banyak banyak kita ketahui bahwa islam hanya sebagai dasar atau hanya sebagai pertimbangan politik yang jauh dari kenyataannya. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari ilmu politik pemerintahan baik di dalam maupun di luar. Di masa sekarang ini politik menjadi suatu kesempatan atau alat untuk mendapatkan keuntungan baik finansial maupun material. Kehidupan berpolitik menjadi salah satu kebutuhan dalam suatu organisasi atas pemerintahan yang mengatur semua aspek di dalam suatu tata cara peraturan hidup yang akan mebimbing. 1 . Sebenarnya politik bukan untuk sekedar mendapatkan keuntungan atau kepuasan pribadi melainkan untuk mengatur manajemen pola kehidupan. politik mengutamakan musyawarah untuk memperoleh mufakat. mendidik. Di dalam islam. serta menjadi dasar dalam mejalani hidup.

D. Prinsip politik dalam islam. Politik dalam pemerintahan islam. C. Tujuan Penulisan makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kita tentang ³islam dan aspek politik pemerintahan´.B. Sejarah ilmu politik dalam islam. serta untuk menyelesaiakan tugas agama islam yang telah di berikan kepada setiap kelompok. B. C. 2 . Rumusan Masalah A. Dasar-dasar politik islam dalam pemerintahan.

pindah ke Baghdad melanjutkan pelajaran hukum. yang dipakai sebagai buku rujukan tentang hukum mazhab Syafi'i oleh ahli-ahli hukum di kemudian hari. Tokoh yang pernah menjadi qadhi (hakim) dan duta keliling khalifah ini. Ia belajar ilmu hukum dari Abul Qasim Abdul Wahid as Saimari. Sejarah ilmu politik dalam islam Khazanah intelektual Islam era kekhalifahan Abbasiyah pernah mengukir sejarah emas dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan pemikiran keagamaan. Al Mawardi menerima pendidikan pertamanya di kota kelahirannya. Kemudian. Al Mawardi mengemukakan fiqh madzhab Syafi'i dalam karya besarnya Al Hawi. tata bahasa. etika dan sastra. Ulama penganut mazhab Syafi'i ini bernama lengkap Abu al Hasan Ali bin Habib al Mawardi. Basrah (Baghdad) pada 386 H/975 M. "Al Khatib of Baghdad." tulis seorang orientalis. filsafat. menjadi penyelamat berbagai kekacauan politik di negaranya. seperti hadis dan fiqh. Sebagai seorang penasihat politik. Dia diakui secara universal sebagai salah seorang ahli hukum terbesar pada zamannya. juga politik. Al Mawardi menempati kedudukan yang penting di antara sarjana-sarjana Muslim. Lahir di kota pusat peradaban Islam klasik. dan kesusastraan dari Abdullah al Bafi dan Syaikh Abdul Hamid al Isfraini. 3 . Dalam waktu singkat ia telah menguasai dengan baik ilmu-ilmu agama. Basrah (kini Irak). seorang ahli hukum mazhab Syafi'i yang terkenal. Salah satu tokoh terkemuka sekaligus pemikir dan peletak dasar keilmuan politik Islam penyangga kemajuan Abbasiyah itu adalah Al Mawardi.BAB II PEMBAHASAN A.

yang pada masanya dapat dikatakan sebagai pemikiran maju. Al Ahkaam Al Shultoniyah (Hukum-hukum Kekuasaan). hukum seputar tindak kriminal.termasuk Al Isnavi yang sangat memuji buku ini. termuat prinsip-prinsip politik kontemporer dan kekuasaan. bisa dikatakan cukup dengan membaca karyanya. begitu juga suatu bangsa menjadi tidak berharga. masalah dokumen negara dan lain sebagainya. bahkan sampai kini sekalipun. presiden. Dalam magnum opusnya ini. yang menjadi master piece-nya.000 halaman. namun dalam buku Al Ahkaam Al Shultoniyah inilah pokok pemikiran dan gagasannya menyatu. jabatan imamah (kepemimpinan) dinilai sah apabila memenuhi dua metodologi. atau juga 4 . jabatan hakim. Mereka inilah yang memiliki wewenang untuk mengikat dan mengurai. jihad bagi kemaslahatan umum. diringkas oleh Al Mawardi dalam 40 halaman berjudul Al Iqra. pengangkatan menteri. gubernur. fa'i dan ghanimah (harta peninggalan dan pampasan perang). Manusia menjadi tidak bermartabat. sultan) merupakan sesuatu yang niscaya. Pertama. jelasnya. ketentuan daerah-daerah yang berbeda status. Buku ini terdiri 8. dalam buku itu dibahas masalah pengangkatan imamah (kepala negara / pemimpin). Baginya. juga dibahas masalah imam shalat. Meskipun ia juga menulis beberapa buku lainnya. zakat. ketentuan pemberian tanah. Selain itu. fasilitas umum. keberadaannya sangat penting dalam suatu masyarakat atau negara. masalah protektorat. tanpa imam akan timbul suasana chaos. dia dipilih oleh parlemen (ahlul halli wal aqdi). Lantas bagaimana ketentuan seorang imamah yang dianggap legal? Dalam hal ini. Artinya. panglima perang. jabatan wali pidana. Karena itu. penentuan pajak dan jizyah. Menelaah pemikiran Al Mawardi. Misalnya. imam (yang dalam pemikirannya adalah seorang raja. Al Mawardi menjelaskan.

Dalam masalah pemecatan seorang khalifah. Bila kita cermati. cacat dalam keadilannya (bisa disebabkan akibat syahwat. mereka memiliki wilayah otonom di luar 5 . yakni pengangkatan khalifah Umar bin Khattab oleh khalifah sebelumnya. Pertama. Model pertama selaras dengan demokrasi dalam konteks modern. melainkan perlu diteliti latar belakang keputusannya untuk kemudian diupayakan bertobat. ditunjuk oleh imam sebelumnya. Sedangkan cacat yang tidak menghalangi untuk diangkat sebagai imam. pembagian versi Al Mawardi ini selalu tersangkut-paut dengan politik kekuasaan. hilang penglihatan). seperti membedakan rasa makanan. dan cacat tindakan. Abu Bakar Ash Shiddiq. Dalam hubungannya jihad terhadap mereka yang murtad. Kedua. Al Mawardi menegaskan. Dalam kondisi seperti ini. Dalam kaitan ini adalah cacat pancaindera (termasuk cacat yang menghalangi seseorang untuk diangkat sebagai seorang imam. selain perintah jihad kepada orang kafir. Al Mawardi merujuk pada eksperimen sejarah. seperti hilang ingatan secara permanen. mereka berdomisili di negara Islam dan tidak memiliki wilayah otonom. alias mengalami reduksi dari maknanya yang luas. jihad dibagi menjadi tiga bagian : jihad untuk memerangi orang murtad. Kedua. cacat tubuh. tipe kedua. dan jihad melawan para pengacau keamanan. juga cacat organ tubuh. dan karenanya ia harus mundur dari jabatannya itu. cacat alat perasa. Sementara. Al Mawardi menyebutkan dua hal yang mengubah kondite dirinya. Berkaitan dengan masalah jihad.disebut model Al Ikhtiar. Al Mawardi membagi dua kondisi. jihad melawan para pemberontak (dikenal juga sebagai bughat). seperti cacat hidung yang menyebabkan tidak mampu mencium bau sesuatu. Kedua. mereka tidak berhak diperangi. Selain itu. atau akibat syubhat. Pertama.

Khaldun. terutama di negeri-negeri Islam. Dalam banyak hal. maka mereka dibiarkan. Bahkan. wacana Al Mawardi ini sangat berbobot ketika diletakkan sebagai antitesis dari kegagalan teori demokrasi. Pengaruhnya ini misalnya. sulit rasanya menerapkan konsep dan pemikiran Al Mawardi secara penuh. khususnya dalam konteks demokrasi dan politik modern. Namun demikian. dan Prolegomena karya Ibn Khaldun. mereka terpencar yang memungkinkan untuk ditangkap. yang diakui sebagai peletak dasar sosiologi. berada dalam jangkauan negara Islam.wilayah Islam. menentang pendapat (kebijakan) jamaah kaum Muslimin lainnya. juga masalah pembagian kekuasaan di bawahnya. Barangkali. tidak diperangi. yakni Siyasat Nama. Mereka wajib diperangi. semisal dalam masalah kualifikasi dan pengangkatan seorang imam. jika dengan pendapatnya itu mereka masih taat kepada sang imam. "Jika salah satu kelompok dari kaum Muslimin memberontak. terlihat pada karya Nizamul Mulk Tusi. dan pengarang terkemuka mengenai ekonomi politik tak ragu lagi telah melebihi Al Mawardi dalam banyak hal. ia menulis. dan menganut pendapat yang mereka ciptakan sendiri. harus diakui pula bahwa pemikiran dan gagasannya memiliki pengaruh besar atas penulispenulis generasi selanjutnya. kewajiban dan hak mereka sama dengan kaum Muslimin lainnya. dan sumbangan khazanah berharga bagi perkembangan politik Islam modern. hanya beberapa bagian. Soal jihad melawan pemberontak. tidak memiliki daerah otonom di mana mereka berdomisili di dalamnya. 6 .

Politik dalam pemerintahan islam Tentunya sebagai agama yang mencakup semua aspek kehidupan. ia bukan sematamata agama yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Karena itu menurut terminologi bahasa siyasah menunjukkan arti mengatur. islam tidaklah melupakan atau meninggalkan permasalahan politik. pemimpin. melarang dan mengendalikan rakyatnya. (al Mausu¶ah al Fiqhiyah juz II hal 8963) Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan bahwa islam bukanlah melulu aqidah teologis atau syiar-syiar peribadatan. penanggung jawab baitul mal dan yang lainnya. 7 . Al Bujairumiy mengatakan bahwa politik adalah memperbaiki urusan-urusan rakyat dan mengatur perkaraperkara mereka. keadaan-keadaannya : seperti keadaan para penguasa. siyasah (politik) memiliki makna yang berkaitan dengan negara dan kekuasaan. Jika dikatakan saasal waliy ar ro¶iyah berarti pemimpin itu memerintahkan. yang dikenal dengan istilah ³siyasah´. hakim. memperbaiki dan mendidik. ekonom. raja-raja. karena itu tindakan-tindakan para penguasa negara yang terkait dengan kekuasaan disebut dengan politik.B. Sedangkan menurut etimologi. ulama. perpolitikan sosial dan sipil. . Ilmu politik adalah ilmu yang mengetahui tentang macam-macam kekuasaan. Disebutkan bahwa ia adalah upaya memperbaiki rakyat dengan mengarahkan mereka kepada jalan selamat di kehidupan dunia maupun akherat serta mengatur urusan-urusan mereka. Politik dengan makna seperti ini merupakan dasar hukum. yang tidak bersangkut paut dengan pengaturan hidup dan pengarahan tata kemasyarakatan dan negara.

politik peperangan dan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kehidupan. Dalam hal ini kami menyebutnya dengan politik (siyasah) karena mengikuti istilah mereka. politik perundang-undangan. urusan keluarga. tata kemasyarakatan.Tidak. komandan. selama politik tersebut tidak bertentangan dengan syara¶. akhlak dan syariat yang lengkap. (at Thuruq al Hukmiyah hal 17 ± 19) Islam adalah agama yang mengikat segala sesuatunya dengan aturan agama. panglima. diikuti dan dilayani. Islam tidak mengenal adanya penghalalan segala cara untuk mencapai tujuan. islam merupakan tatanan yang sempurna bagi kehidupan individu. Padahal. politik informasi. Maka tidak bisa diterima kalau islam dianggap nihil dan pasif bahkan menjadi pelayan bagi filsafat atau ideologi lain. Dengan kata lain. sebenarnya dia adalah keadilan Allah dan Rasul-Nya. Ibnul Qoyyim juga mengatakan bahwa sesungguhnya politik yang adil tidak bertentangan dengan syara¶ bahkan sesuai dengan ajarannya dan merupakan bagian darinya. meskipun tujuan itu mulia. Bahkan bagian ibadah dalam fiqih itu pun tidak lepas dari politik« Islam memiliki kaidah-kaidah. Islam tidak hanya melihat hasil tetapi juga proses untuk mendapatkan hasil. politik hukum. Islam tidak mau kecuali menjadi tuan. tidak demikian«islam adalah akidah dan ibadah. begitupula didalam urusan politik ini. politik perdamaian. prinsip pemerintahan dan hubungan internasional. hukum-hukum dan pengarahanpengarahan dalam politik pendidikan. politik kehartabendaan. (Fatwa-fatwa Kontemporer jlid 2 hal 897 ± 898) Ibnul Qoyyim mengutip perkataan Imam Abul Wafa¶ ibnu µAqil al Hambali bahwa politik merupakan tindakan atau perbuatan yang dengannya seseorang lebih dekat kepada kebaikan dan lebih jauh dari kerusakan. 8 .

Secara konseptual di kalangan ilmuwan dan pemikir politik Islam era klasik. and Islam. serta menjadi rahmat bagi sesama manusia dan alam lingkungannya. Islam sebagai landasan etika dan moral direalisir dalam kehidupan bermasyarakat. bagi setiap Muslim negara adalah alat untuk merealisasikan kedudukannya sebagai abdi Allah dan mengaktualisasikan fungsinya sebagai khalifah Allah. untuk mencapai keridhaan Allah. yakni adanya masyarakat Muslim (ummah). menurut Mumtaz Ahmad dalam bukunya State. hukum Islam (syari¶ah).Oleh karena itu didalam berpolitik pun seorang politisi maupun pemimpin islam diharuskan berpegang dengan rambu-rambu syariah dan akhlak mulia. Prinsip-prinsip negara dalam Islam tersebut ada yang berupa prinsip-prinsip dasar yang mengacu pada teks-teks syari¶ah yang jelas dan tegas. dalam mekanisme operasional pemerintahan negara seyogianya mengacu pada prinsip-prinsip syari¶ah. dan kepemimpinan masyarakat Muslim (khilafah). kesejahteraan duniawi dan ukhrawi. ³Negara adalah organisasi (organ. badan atau alat) bangsa untuk mencapai tujuannya. Dengan kata lain bahwa segala cara berpolitik yang bertentangan dengan syariah atau melanggar norma-norma agama dan akhlak islam maka ia dilarang. Endang Saifuddin Anshari (1986:167) mengatakan. 9 . Politics. ada prinsip-prinsip tambahan yang merupakan kesimpulan dan termasuk ke dalam fikih. Prinsip-prinsip politik dalam islam Menurut teori Islam. Selain itu. C.´ Oleh karena itu. berbangsa dan bernegara. menekankan tiga ciri penting sebuah negara dalam perspektif Islam.

Kepemimpinan negara dan pemerintahan harus ditegakkan berdasarkan persetujuan rakyat melalui pemilihan secara adil.´ Kedaulatan ini terletak di dalam kehendak-Nya seperti yang dapat dipahami dari syari¶ah. kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat dan berkumpul. tidak boleh dilanggar. yakni kekuasaan itu merupakan amanah. Sebuah pemerintahan atau sebuah otoritas (sulthan) yang ditegakkan dengan cara-cara non-syari¶ah adalah tidak dapat ditolerir dan tidak dapat memaksa kepatuhan rakyat. semua warga negara dijamin hak-hak pokok tertentu. yang diwakili oleh konsensus rakyat (ijma¶ al-ummah). beberapa hak warga negara yang perlu dilindungi adalah: jaminan terhadap keamanan pribadi. syura dan ijma¶. dan amanah. memiliki kedaulatan dan hak untuk mengatur diri sendiri. jujur.´Kepercayaan terhadap keesaan (tauhid) dan kedaulatan Allah adalah landasan dari sistem sosial dan moral yang dibawa oleh Rasul Allah.Prinsip-prinsip dasar politik adalah: pertama. Mengambil keputusan di dalam semua urusan kemasyarakatan dilakukan melalui konsensus dan konsultasi dengan semua pihak. Kedua. Sedang masyarakat Muslim. hak untuk 10 . kedaulatan. Syari¶ah sebagai sumber dan kedaulatan yang aktual dan konstitusi ideal. Menurut Subhi Mahmassani dalam bukunya Arkan Huquq al-Insan. Ketiga. Kepercayaan itulah yang merupakan satu-satunya titik awal dari filsafat politik dalam Islam. Abu al-A¶la al-Maududi menyebutnya dengan ³asas pertama dalam teori politik Islam. hak untuk mendapatkan pelayanan hukum secara adil tanpa diskriminasi.´ Al-Maududi dalam bukunya It¶s Meaning and Message (1976: 147-148) menegaskan. harga diri dan harta benda. Kedaulatan yang mutlak dan legal adalah milik Allah.

Dalam hubungan ketiga badan (lembaga negara) tersebut prinsip-prinsip berkonsultasi (syura) mesti dilaksanakan di dalam riset.mendapatkan pendidikan yang layak. ikhtilaf dan konsensus yang menentukan. meskipun yang oposan atau yang bertentangan pendapat dengan pemerintah sekalipun. Keempat. Prinsip-prinsip tambahan tersebut adalah mengenai pembagian fungsi-fungsi pemerintahan yaitu hubungan antara Badan Legislatif. Keenam. mesti tunduk kepada otoritas negara yaitu kepada hukum-hukum dan peraturan negara. Karena negara ketika itu adalah negara ideologis. prinsip dan kerangka kerja konstitusional pemerintahan seperti ini. dan Yudikatif. pelayanan medis dan kesehatan. Dalam sejarah politik Islam. yang mengayomi masyarakat yang plural. mereka harus sanggup menjunjung tinggi syari¶ah. perencanaan. Prinsip mengambil keputusan menurut suara mayoritas ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama. serta keamanan untuk melakukan aktifitas-aktifitas ekonomi. hak-hak khusus dan batasan-batasan bagi warga negara yang non-Muslim²memiliki hak-hak sipil yang sama. maka tokoh-tokoh pengambilan keputusan yang memiliki posisi kepemimpinan dan otoritas (ulu alamr). 11 . terungkap dalam Konstitusi Madinah atau ³Piagam Madinah´ pada era kepemimpinan Rasulullah di Madinah. Semua warga negara. ada juga prinsip-prinsip tambahan (subsider) yang merupakan kesimpulan dan termasuk ke dalam bidang fikih siyasah (hukum ketatanegaraan dalam Islam). Selain prinsip-prinsip dasar negara yang konstitusinya berdasar syari¶ah. Perbedaanperbedaan pendapat diselesaikan berdasarkan keputusan dari suara mayoritas yang harus ditaati oleh seluruh masyarakat. Eksekutif. Kelima. hak-hak negara.

di dalam al-Qur¶an dan Sunnah Rasulullah terkandung sembilan prinsip negara hukum. 8 : 61 ±62). Abdul Qadir Audah dalam bukunya Al-A¶mal al-Kamilah: Al-Islam wa Audha¶una al-Qanuniyah (1994: 211-223) mensistematisir sebagai berikut: 1) Persamaan yang komplit. 14-13). Namun dari uraian di atas cukup representatif untuk memformulasikan bahwa prinsip-prinsip negara dalam Islam itu adalah : 1) prinsip tauhid 12 . 5) Persatuan. 2 : 190. Tahir Azhary. tidak boleh menimbunnya. (3) Prinsip keadilan (4:135. (7) Prinsip perdamaian (2 : 194. yakni: (1) Prinsip kekuasaan sebagai amanah (QS. 5:8. 6:160). (5) Prinsip pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia (17 : 70. 3) Kemerdekaan dalam pengertian yang sangat luas. 5 : 32. Suatu Studi tentang Prinsip-prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam. 4) Persaudaraan. 9) Menerima dan mempergunakan hak milik yang dianugerahkan Tuhan. 6) Gotong royong (saling membantu). 2) Keadilan yang merata. (4) Prinsip persamaan (9 :13). (2) Prinsip musyawarah (42 : 38. 10) Meratakan kekayaan kepada seluruh rakyat. Prinsip-prinsip politik dalam Islam. Implementasi Pada Periode Madinah dan Masa Kini. (9) Prinsip ketaatan rakyat (4 : 59).menciptakan undang-undang dan menjaga nilai-nilai syari¶ah dengan memperhatikan otoritas (kewenangan) yang dimiliki masing-masing lembaga tersebut. (6) Prinsip pengadilan bebas (dialog Mu¶adz dengan Rasulullah SAW ketika akan diangkat menjadi hakim di Yaman). (8) Prinsip kesejahteraan (34 : 15). 11) Berbuat kebajikan dan saling menyantuni. 4 : 58. Negara Hukum. Dalam buku M. 3 : 159). 7) Membasmi pelanggaran hukum. yang berasal dari disertasi doktor pada Pascasarjana UI Jakarta. 17 : 33. dan 12) Memegang teguh prinsip musyawarah). Para pakar politik dan hukum Islam yang menguraikan prinsipprinsip negara dalam syari¶at Islam sangat bervariasi. 16:90. 50 : 45. 4 : 32). 88 : 21. 8) Menyebarkan sifat-sifat utama. 88 : 22.

Dalam Piagam Madinah. agar tegak dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. 6) prinsip kebebasan rakyat. Sebab prinsip-prinsip tersebut telah menjadi tuntunan berbagai bangsa di dunia. 4) prinsip musyawarah. untuk menata kehidupan sosial-politik masyarakat Madinah. Karena pada hakikatnya implementasi prinsip-prinsip tersebut merupakan penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. 11) prinsip perdamaian.(kekuasaan/jabatan pemerintahan itu sebagai amanah). 2) prinsip keadilan. Prinsip-prinsip politik tersebut mengejawantah pada periode Negara Madinah era kepemimpinan Rasulullah. Prinsip-prinsip negara tersebut sangat representatif untuk masa itu. 5) prinsip kesamaan di hadapan hukum (equality before the law) . 7) prinsip persatuan. 8) prinsip persaudaraan. 9) prinsip gotong-royong dalam ridha Ilahi. digalang suatu perjanjian untuk menetapkan persamaan hak dan kewajiban semua komunitas dalam kehidupan sosial politik. 10) prinsip kepatuhan rakyat. adil. 12) prinsip kesejahteraan. 3) prinsip kedaulatan rakyat. yaitu tatanan masyarakat yang demokratis. dan damai. Bahkan untuk dewasa ini pun relevan karena nilai-nilainya universal. Muatan piagam ini menggambarkan hubungan antara Islam dan ketatanegaraan dan undang-undang yang diletakkan oleh Nabi SAW. 13 . 13) prinsip pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. dan akan menumbuhkan sikap demokratis dalam berbagai aspek kehidupan.

³Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.´ (Al-Nisa : 58) bermuayawarah dalam menyelesaikan masalah 14 . Maka bertakwalah kepada-Ku. Kemestian ijtihadiyah. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. Al-Qur¶an 1. Dasar-dasar politik islam dalam pemerintahan. adalah agama kamu semua. ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. ³Sesungguhnya (agama Tauhid) ini. dan Dialah yang Maha pelindung lagi Maha Terpuji. mohonkanlah ampun bagi mereka. dan aku adalah Tuhanmu. 2. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Maka bertawakkallah kepada Allah. karena itu ma'afkanlah mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. Kemestian mewujudkan persatuan dan kesatuan ummat.´ (Ali Imran : 159). Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.´ (Al-Syura: 38) ³ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka.D.´ (Al-Mu¶minun:52). dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. a. agama yang satu. Kemestioan menunaikan amanat dan menetapkan hukum secara adil. 3.

sedangkan pemimpin yang jelek adalah pemimpin yang kamu benci dan mereka membenci kamu. (H. 15 .R. Keharusan mengangkat pemimpin Dari Abu Hurairah r.a. bersabda: ³Tidak boleh bagi orang yang berada di ttempat terbuka di muka bumi ini. (H. Bukhari dan Muslim). 2.a. Muslim). 3. maka hendaknya salah seorang diantara mereka menjadi pemimpin mereka´.: ³Apabila tiga orang keluar untuk bepergian. sesungguhnya Rasulullah saw. Kemestian menjadikan kecintaan dalam persaudaraan sebagai dasar hubungan timbal balik antara pemimpin dengan pengikut. : ³Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.´ (H. Ahmad). : ³pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mencintai kamu dan kamu mencintainya.R.R. Dari Auf bin Malik.b. Abu Dawud) Dari Abdullah bin Umar. telah bersabda Rasulullah saw. kecuali salah seorang diantara mereka menjadi pemimpinnya´ . (H. telah bersabda Rasulullah saw. Al-Hadits 1. Seorang imam yang menjadi pemimpin rakyat bertanggung jawab terhadap rakyatnya dan setiap suami bertanggung jawab atas rumah tangganya´. mendo¶akan kamu dan kamu mendo¶akan mereka.R. telah bersabda Rasulullah saw. Kemestian pemimpin untuk bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Dari Ibnu Umar r. kamu melaknat mereka dan mereka melaknat kamu.

16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful