P. 1
Penjelasan_PetaCAT-JaMad

Penjelasan_PetaCAT-JaMad

|Views: 1,012|Likes:
Dipublikasikan oleh Ade Setiadi

More info:

Published by: Ade Setiadi on Jan 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL GEOLOGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

DIREKTORAT TATA LINGKUNGAN GEOLOGI DAN KAWASAN PERTAMBANGAN

PETA CEKUNGAN AIR TANAH P. JAWA DAN P. MADURA SKALA 1:250.000

ISI Halaman SARI ……………………………………………………………………………. 1 PENDAHULUAN…………………………………………….…….……… 2 METODOLOGI.…….…….……………………………………………….. 3 KEADAAN UMUM...…….……………………………………………….. 4 SEBARAN, POTENSI, DAN PROSPEK PENGEMBANGAN CEKUNGAN AIR TANAH.………………………………………………. 5 SIMPULAN DAN SARAN ……………………………………..………… 6 SUMBER DATA ……………………………………….…………………. LAMPIRAN 1 2 2 3 6 11 11

SARI Air tanah merupakan sumber daya alam yang ketersediaannnya, baik kuantitas (jumlah) maupun kualitas (mutu) air tanahnya sangat tergantung pada kondisi lingkungan dimana proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah tersebut berlangsung pada suatu wadah yang disebut cekungan air tanah (groundwater basin). Oleh karena itu dapat dimengerti apabila landasan kebijakan dalam pengelolaan air tanah berbasis pada cekungan air tanah, sebagaimana telah ditetapkan di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, Pasal 12 ayat (2). Berdasarkan pemahaman tentang sifat dan keberadaanya, cekungan air tanah tidak dibatasi oleh batas-batas administrasi suatu daerah, artinya cekungan air tanah dapat berada dalam satu wilayah kabupaten/kota, terlampar lintas batas kabupaten/kota, lintas batas provinsi, atau bahkan lintas batas negara. Bertumpu pada hal tersebut di atas dan untuk mendukung pelaksanaan Undang-Undang No. 7 Tahun 2004, Pasal 13 ayat (2), informasi mengenai sebaran cekungan air tanah di seluruh wilayah Indonesia, dalam hal ini wilayah Pulau Jawa dan P. Madura, ditetapkan oleh Presiden sebagai acuan dalam penetapan kebijakan pengelolaan air tanah pada setiap cekungan air tanah di wilayah itu.

Peta Cekungan Air tanah P. Jawa dan P. Madura Skala 1:250.000

{PAGE }

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang membidangi air tanah. digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pengelolaan air tanah pada setiap cekungan air tanah di wilayah itu. keterpaduan dan keserasian. tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan. proses industri. dan irigasi. perencanaan pendayagunaan.000 {PAGE } .) Jawa dan P. cekungan air tanah diartikan sebagai suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis. kemandirian. Jawa dan P. Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan (DTLGKP). Madura. telah melakukan identifikasi sebaran dan potensi ketersediaan air tanah yang terkandung dalam cekungan air tanah di wilayah Pulau (P. Jawa dan P. 2 METODOLOGI Mengacu kepada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Pasal 1 angka 1. kemanfaatan umum. a Batas tanpa aliran (zero-flow/noflow boundaries). Termasuk tipe batas ini adalah Peta Cekungan Air tanah P. Pengelolaan air tanah secara menyeluruh tersebut meliputi kegiatan inventarisasi. Berkaitan dengan hal tersebut di atas. yang secara hidraulik dapat berhubungan dengan cekungan air tanah lainnya atau bahkan tidak sama sekali. peruntukan pemanfaatan. perizinan. sebagai unit kerja pada Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan pengawasan. Konsekuensi dari semakin pentingnya peranan air tanah sebagai sumber pasokan untuk berbagai keperluan tersebut. paradigma baru kini bergeser menjadi pengelolaan berdasarkan cekungan air tanah. pengaliran.1 PENDAHULUAN Pada dasawarsa terakhir ini. keadilan. Berangkat dari kegagalan pengelolaan air tanah yang berdasarkan pengelolaan sumur (well management). diperlukan tindakan nyata dalam pengelolaan air tanah secara menyeluruh. Madura Skala 1:250. dan berwawasan lingkungan hidup dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan air tanah yang berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dengan bertumpu kepada asas kelestarian.000. terpadu. Contoh tipe batas ini adalah kontak secara lateral maupun vertikal antara akuifer dengan batuan yang secara nisbi bersifat kedap air. penetapan batas cekungan air tanah di P. konservasi. Bertumpu pada pemahaman mengenai cekungan air tanah tersebut. Informasi sebaran dan potensi ketersediaan air tanah serta batas wilayah administrasi wilayah yang dituangkan dalam Peta Cekungan Air Tanah P. Kalimantan dilakukan dengan menggunakan tipe-tipe batas yang didasarkan pada sifat hidraulik sebagai berikut. Sumber daya air tanah telah menjadi komoditi ekonomi yang memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat dan segala aktivitas yang dilakukannya. seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kemajuan pembangunan pemanfaatan sumber daya air tanah menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat. pembinaan dan pengendalian. setiap cekungan air tanah memiliki ciri-ciri hidrogeologis tersendiri. terutama sebagai sumber pasokan air bersih untuk keperluan sehari-hari penduduk. serta transparansi dan akuntabilitas. bahkan di berbagai daerah peranan air tanah tersebut dapat digolongkan menjadi komoditi strategis. Madura Skala 1:250. keseimbangan. Dengan demikian. dan pelepasan air tanah berlangsung. pada batas tersebut tidak terjadi aliran air tanah atau besarnya aliran air tanah tidak berarti jika dibandingkan dengan aliran pada akuifer utama.

b Batas muka air permukaan (head-controlled boundaries). lebar akuifer. yakni batas yang memisahkan dua aliran air tanah dengan arah berlawanan.000 {PAGE } . apabila diketahui tekanan hidrauliknya yang dapat bersifat tetap atau berubah terhadap waktu. rawa. Jawa dan P. wilayah P. Kab. keterusan akuifer rata-rata pada segmen tertentu. Madura Skala 1:250. Lebak. waduk). wilayah itu mencakup enam wilayah provinsi sebagai berikut. Tipe batas tersebut dapat ditentukan sebagai batas lateral cekungan apabila sistem akuifer utama pada cekungan itu bersifat tidak tertekan (unconfined aquifer system). Jawa dan P. Kota Serang. Jumlah air tanah tertekan (Q2) diketahui melalui penghitungan besarnya aliran air tanah tertekan dari daerah imbuhan menuju ke daerah lepasan dengan menggunakan persamaan Darcy sebagai berikut.) Serang. Madura terletak pada koordinat 105000’–114034’ Bujur Timur dan 5052’–8047’ Lintang Selatan. dan Kota Tangerang. Luas wilayah itu sekitar 131. Kota Cilegon. apabila pada batas tersebut volume air tanah per satuan waktu yang masuk atau keluar cekungan air tanah berasal dari atau menuju ke lapisan batuan yang tidak diketahui tekanan hidrauliknya dan keterusannya. yakni Kabupaten (Kab.i. Tangerang.412 Km2 atau sekitar 7% dari total luas daratan Kepulauan Indonesia. Peta Cekungan Air tanah P. Secara vertikal. danau. 3 KEADAAN UMUM 3.1 Lokasi Secara geografi. apabila pada batas tersebut tekanannya sama dengan tekanan udara luar. d Batas muka air tanah bebas (free surface boundary).L Dalam persamaan tersebut di atas. Penghitungan jumlah (kuantitas) air tanah bebas (Q1) dilakukan dengan menggunakan koefisien imbuhan (recharge coefficient) dikalikan dengan curah hujan dan luas cekungan. dengan mempertimbangkan kelulusan litologi batuan dan kemiringan lereng.batas pemisah air tanah (groundwater divide). mencakup tujuh wilayah kabupaten/kota. c Batas aliran air tanah (flow-controlled boundaries).) Banten. Kab. a Provinsi (Prov. Secara administrasi. landaian hidraulik. Q= T= i = L= jumlah aliran air tanah pada segmen tertentu. Pandeglang. Q = T. Kab. cekungan air tanah dibatasi di bagian bawahnya oleh lapisan batuan yang secara nisbi bersifat kedap air dan di bagian atasnya oleh muka air tanah bebas dan/atau muka air permukaan (sungai.

b Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta). Ponorogo. Kota Mojokerto. Wonogiri. Pasuruan. d Prov. Magetan. Kuningan. yakni Kab. Purworejo. Gunungkidul. mencakup 34 (tiga puluh empat) wilayah kabupaten/kota. Kab. Karawang. Kab. Kab.000-7. Kab. Kota Pekalongan. Kab. Cirebon. Kota Sukabumi. Kab. Kab. Kab. Lumajang. Madura Skala 1:250. Kab. Kab. Ciamis. f Prov. Kab. Jawa Timur. Tuban. Kab. Kota Surabaya. Ngawi. Kab. Kab. Kab. Kab. Madura berkisar antara 1. Kab. mencakup lima wilayah.000 mm.2 Hidrogeologi Curah hujan rata-rata tahunan di P. e Prov. 3. Mojokerto. Pemalang. Kota Magelang. Kab. telah mengakibatkan terjadinya lipatan. Kota Madiun. Kab. Kab. Jawa. Kendal. Temanggung. dan Kab. Grobogan. dan Jakarta Selatan. Purwakarta. Kab. Kab. Kota Depok. Kab. Majalengka. Rembang. Kab. Kab. Karanganyar. Garut.000-7. Jawa Tengah. Sukoharjo. Sukabumi. Situbondo. Jakarta Pusat. Kab. Gresik. Kota Tasikmalaya. yakni Kota Yogyakarta. Bekasi. Jawa. Lamongan. Subang. Kota Surakarta. Adanya penunjaman Lempeng Samudera Hindia di bawah Lempeng Eurasia dengan zona penunjaman membentang pada arah barat-timur di sebelah selatan P. Sumenep. Galunggung di Jawa Barat. Kab. Sumedang.000 mm. Kab. Kab. Jawa dan P. Kab. Tegal. cekungan sedimentasi. Kota Salatiga. Banyuwangi. yakni Jakarta Barat. Tulungagung. Kab. Kab. Malang. Kota Bandung. Kab.500 mm umumnya berlangsung di daerah dataran pantai utara P. Klaten. Kota Cimahi. Kab. Bojonegoro. yakni Kab. Kab. Jawa dan P. Jawa Barat. Jawa. Peta Cekungan Air tanah P. Kab. Kab. mencakup lima wilayah kabupaten/kota. Brebes. Pati. c Prov. Kediri. Banjarnegara. Magelang. Kab. dan munculnya kegiatan volkanik yang ditandai oleh jajaran gunung api dengan arah barat-timur di bagian tengah P. Indramayu. Kulonprogo. Kab. Kab. Wonosobo.000-1. Kab. Nganjuk. Cilacap. Sragen. Kudus. Kab. Slamet di Jawa Tengah. antara lain dijumpai di sekitar puncak Gunung (G. Kab. Kab. Blora. mencakup 23 (dua puluh tiga) wilayah kabupaten/kota.) Salak dan G. Curah hujan terendah dengan kisaran 1. Kab. Kota Malang. Kab. Jombang. Kab.000 {PAGE } . sesar. Kab. Probolinggo. Kebumen. Trenggalek. Kota Bogor. Pamekasan. Daerah Istimewa Yogyakarta (Prov. Kab. Bangkalan. daerah tinggian. mencakup 34 (tiga puluh empat) wilayah kabupaten/kota. Kab. Blitar. Pacitan. Kab. Bantul. yakni berkaitan dengan pembentukan struktur geologi dan keberadaan berbagai jenis batuan di wilayah itu. Tasikmalaya. Sleman. Kab. Jawa dan setempat di daerah pantai lainnya. Kota Blitar. Kab. Kab. Pekalongan. Kab. Kab. Batang. Kab. Bondowoso. Kab. dan Kab. Sidoarjo. Kab. Bogor.Madiun. Cianjur.3 Geologi Proses tektonik yang berlangsung sejak permulaan Tersier memiliki peran penting dalam tataan hidrogeologi di P. Kab. Kab. Jakarta Timur. serta G. yakni Kab. Sampang. dan Kab. Kab. Semarang. Curah hujan relatif tinggi berlangsung di bagian puncak kerucut gunung api dengan angka curah hujan tertinggi antara 6. Kab. Bandung. Jakarta Utara. Demak. dan Kab. Kab. Kota Semarang. Kab. Banyumas. Boyolali. 3. Jember. Kab. Kota Tegal. Kota Cirebon. Jepara. Kab. Kab. Kab. DIY).

Kenampakan khas yang teramati adalah bentang alam karst. setempat terdapat berbagai jenis batuan sedimen berumur Kuarter Tua dan Tersier yang membentuk medan perbukitan bergelombang. b P. daerah ini umumnya menunjukkan kandungan air tanah bebas (free groundwater) atau air tanah tidak tertekan (unconfined groundwater) yang cukup potensial. Jawa dan P. setempat pada daerah bantaran banjir (flood plain) dan dataran antargunung api. Madura diuraikan sebagai berikut. bagian tubuh (lereng atas dan lereng bawah). Jawa bagian utara umumnya merupakan daerah relatif datar yang dibentuk oleh endapan aluvium pantai dan sungai berukuran lempung-kerakal. berupa material lepas berukuran lempung-bongkah. Jawa Bagian Selatan P. endapan aluvium pantai dan sungai yang terdiri atas material lepas berukuran lempung-kerakal.Sebaran kelompok batuan penyusun P. terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang membentuk medan perbukitan dengan bukit-bukit terisolir yang dikenal dengan Pegunungan Seribu. Secara hidrogeologi.000 {PAGE } . Pada kerucut gunung api dijumpai tekuk lereng (break-in slope) yang membedakan bagian puncak. Jawa dan P. Jawa bagian selatan umumnya terdiri atas berbagai jenis batuan sedimen dan volkanik berumur Tersier atau lebih tua yang bersifat padu. serta setempat batuan terobosan. b Mandala Air Tanah Kerucut Gunung Api Sebaran mandala air tanah kerucut gunung api umumnya dijumpai di bagian tengah P. c P. a P. a Mandala Air Tanah Dataran Mandala air tanah dataran umumnya menempati daerah pantai utara dan selatan. dengan aliran air tanah berlangsung melalui ruang antarbutir.4 Hidrogeologi Berdasarkan kondisi geologi dan morfologi serta dikaitkan dengan sistem air tanahnya. setempat bongkah. Jawa Bagian Utara P. Batuan penyusunnya terdiri atas material lepas berukuran lempung-kerakal. P. dan kaki gunung api. serta endapan kipas aluvium dengan material berukuran lempung-kerakal yang berasal dari batuan volkanik di selatannya. dan batuan terobosan. Jawa bagian tengah secara umum ditandai oleh kenampakan khas berupa kerucut gunung api yang dibentuk oleh batuan piroklastik bersifat lepas-agak padu dan leleran lava. Litologi akuifer Peta Cekungan Air tanah P. Jawa Bagian Tengah P. Madura dikelompokkan menjadi empat mandala air tanah (groundwater province) sebagai berikut. Setempat dijumpai endapan aluvium sungai. serta batuan volkanik Kuarter Tua-Tersier yang terdiri atas batuan piroklastik yang umumnya bersifat agak padu-padu. Madura Skala 1:250. lava. 3. Jawa. Jawa dan P.

412 Km2. Jawa bagian utara dari sekitar Rembang sampai P. b Dua cekungan air tanah terlampar lintas batas provinsi. Serang dan Kab. Madura. sehingga menyebabkan perbedaan produktivitas akuifer. sehingga limpasan permukaan (surface run-off) berlangsung dominan daripada peresapan. Secara hidrogeologi. yakni pada zona pelapukan yang tebal di daerah lembah. 4. Jawa dan P. Madura dengan luas sekitar 131. DKI Jakarta. a Tiga cekungan terlampar lintas batas kabupaten/kota. dan saluran pelarutan. 3) CAT Malingping (Kab. c Mandala Air Tanah Karst Pada mandala air tanah ini.1 Prov. serta leleran lava berstruktur vesikuler dan/atau skoria dengan intensitas sesar tinggi. aliran air tanah berlangsung melalui celahan. Madura. Jawa Barat).utama berupa batuan piroklastik yang bersifat lepas-agak padu. Jawa Barat). Pandeglang). Lebak). dan Prov. Banten dan Prov. 2) CAT Rawadanau (Kab. Banten Di wilayah Prov. Sebarannya terdapat di P. telah diidentifikasi 80 cekungan air tanah yang menempati luas sekitar 80. air tanah dalam jumlah cukup berarti hanya dijumpai secara terbatas. Banten. terjadi aliran air tanah secara radial dari arah puncak menuju bagian kaki gunung api. yakni 1) CAT Labuan (Kab. Banten dijumpai lima cekungan air tanah sebagai berikut. Jawa bagian selatan. Lebak). 2) CAT Jakarta (Prov. sehingga terjadi aliran air tanah yang berlangsung melalui ruang antarbutir dan rekahan. Pada mandala itu.937 Km2 atau sekitar 62% dari total luas P. Peta Cekungan Air tanah P. Perbedaan tingkat karstifikasi batu gamping di kedua daerah itu diperkirakan sebagai akibat perbedaan komposisi kimia batu gamping dan struktur geologi yang berkembang. d Mandala Air Tanah Perbukitan Mandala air tanah perbukitan dibentuk oleh berbagai jenis batuan dengan tingkat resistensi terhadap proses pelapukan dan erosi sangat beragam. Distribusi dan keberadaan cekungan air tanah berdasarkan wilayah administrasinya adalah sebagai berikut ini (Lampiran). 4 SEBARAN CEKUNGAN AIR TANAH. Pandeglang dan Kab. Daerah dengan timbulan tajam merupakan cerminan dari tingkat resistensi yang tinggi. POTENSI DAN PENGEMBANGANNYA Di wilayah P. serta di P. Pandeglang dan Kab. rekahan. sehingga produktivitas akuifer pada mandala air tanah ini akan semakin meninggi ke arah bagian kaki gunung api. Madura Skala 1:250. sehingga produktivitas akuifer akan sangat tergantung pada tingkat karstifikasinya.000 {PAGE } . Jawa dan P. yakni 1) CAT Serang-Tanggerang (Prov. Jawa dan P.

Banten. (Kab. Sumedang). Majalengka dan Kab. Majalengka). dan Kab. Indramayu. Madura Skala 1:250. Jawa Barat dan Prov. Bandung dan Kab. Cianjur dan Kab. Kab. Kab. 15) CAT Sumber-Cirebon (Kota Cirebon. Jawa Tengah). dan Kab. Bogor). 8) CAT Banjarsari (Kab. yakni CAT Jakarta yang terlampar lintas batas provinsi (DKI Jakarta. Banten). Garut). Bandung). 12) CAT Kuningan (Kab. Jawa Barat dijumpai 27 (dua puluh tujuh) cekungan air tanah sebagai berikut. 3) CAT Bekasi-Karawang (Kab. 5) CAT Ciater (Kab. (Kab. Kab. Bandung. Sumedang. Bekasi. Kab. CAT Serang-Tangerang (Prov. Sumedang). Subang dan Kab. Purwakarta). Subang. Karawang. Jawa dan P. Kuningan dan Kab. Bandung). dan Prov. Ciamis). (Kab. Majalengka). Kab. Kab. Indramayu dan Kab. Banten). Sukabumi). Sukabumi dan Kab. dan Kab. Indramayu). 4. yakni 1) 2) 3) 4) CAT Jakarta (Prov. Cianjur). dan Kab. yaitu 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) CAT Cianjur CAT Jampangkulon CAT Lembang CAT Batujajar CAT Garut CAT Sumedang CAT Sukamantri CAT Kawali (Kab. a Delapan cekungan air tanah berada dalam wilayah kabupaten. Kab.Kota Tasikmalaya. Sumedang). Kab. b 15 (lima belas) cekungan air tanah terlampar lintas batas kabupaten/kota. Purwakarta. Jawa Barat). dan Prov. Majalengka. 6) CAT Bandung-Soreang (Kota Bandung. 11) CAT Ciamis (Kab.3 Prov. Garut. 2) CAT Sukabumi (Kab. Majalengka. Jawa Barat Di wilayah Prov. Bandung). CAT Sidareja ( Prov. Ciamis. Kab.4. Kab. (Kab. Garut). Bandung).000 {PAGE } . Ciamis). Sukabumi). Garut). 14) CAT Indramayu (Kab. Kuningan). Prov. Jawa Tengah). 7) CAT Cibuni (Kab. (Kab. Sumedang). yaitu 1) CAT Bogor (Kab. Tasikmalaya). Tasikmalaya. CAT Tegal-Brebes (Prov. DKI Jakarta. dan Kab.2 DKI Jakarta Di wilayah DKI Jakarta dijumpai satu cekungan air tanah. Bogor dan Kab. Jawa Barat dan Prov. 10) CAT Malangbong (Kab. dan Kab. Peta Cekungan Air tanah P. Jawa Barat. (Kab. Cirebon. c Empat cekungan air tanah terlampar lintas batas provinsi. (Kab. 13) CAT Majalengka (Kab. Jawa Barat dan Prov. 9) CAT Tasikmalaya (Kota Tasikmalaya. Bogor. dan Kab. 4) CAT Subang (Kab. Kota Cimahi. Garut. Kab.

Boyolali. Jawa Barat). CAT Tegal-Brebes (Prov. Sragen. Kudus. Purworejo). Jawa Tengah dijumpai 33 (tiga puluh tiga) cekungan air tanah sebagai berikut. Demak. dan Kab. 2) CAT Purwokerto-Purbalingga (Kab. Banjarnegara). Kab. 19) CAT Watuputih (Kab. Rembang dan Kab. Kudus.000 {PAGE } . Tegal. Kab. Jawa Timur). dan Kab. Kab. 14) CAT Salatiga (Kota Salatiga. dan Kab. Kab. Blora). Jawa Timur). Cilacap). Jepara). Temanggung. Peta Cekungan Air tanah P. 18) CAT Pati-Rembang (Kab. Jawa Tengah dan Prov. Kab. Kab. Cilacap. Purbalingga. b 19 (sembilan belas) cekungan air tanah terlampar lintas batas kabupaten/kota. 7) CAT Karangkobar (Kab. Jawa Tengah dan Prov. 11) CAT Sidomulyo (Kab. Kab. Kebumen). Jepara). Sukoharjo. Kab. Semarang. c Enam cekungan air tanah terlampar lintas batas provinsi. Batang). Kab. 9) CAT Wonosobo (Kab. Jawa Tengah dan Prov. Demak). Jepara. Pati. Semarang dan Kota Salatiga). Kab. Madura Skala 1:250. dan Kab. Cilacap dan Kab. 5) CAT Pekalongan-Pemalang (Kota Pekalongan. Kendal). Batang. Pati. Klaten. Kendal). Rembang. Kab Banjarnegara. Brebes. Jawa Tengah dan Prov. Kab. Jawa Barat). 8) CAT Subah (Kab. Jawa dan P. Kab. 3) CAT Cilacap (Kab. Kab. CAT Wonosari (Prov. Wonogiri). Kab. 15) CAT Semarang-Demak (Kota Semarang. yakni 1) 2) 3) 4) 5) 6) CAT Sidareja (Prov. Jawa Tengah dan Prov. Kendal). dan Kab. a Enam cekungan air tanah berada dalam wilayah kabupaten. Boyolali). Banyumas). Wonosobo. Banyumas. Pemalang). Magelang. Cilacap). Kab. dan Kab. Jawa Timur). Semarang. 6) CAT Kebumen-Purworejo (Kab. yaitu 1) CAT Lebaksiu (Kab. dan Kab. DIY). dan Kab. Jawa Tengah dan Prov. 4) CAT Kroya (Kab. Kebumen).4 Prov. Semarang. 13) CAT Ungaran (Kota Semarang. Wonogiri.Kebumen dan Kab. dan Kab. Jawa Tengah Di wilayah Prov. Kota Surakarta. dan Kab. Kab. Temanggung dan Kab. 12) CAT Rawapening (Kab. (Kab. 16) CAT Karanganyar-Boyolali (Karanganyar. Jepara. Temanggung). Kab. Kab. Magelang). (Kab. Pekalongan. Kab. 17) CAT Kudus (Kab. Kab. (Kab. dan Kab. Grobogan). dan Kab. (Kab. CAT Randublatung (Prov. Banjarnegara dan Kab. yaitu 1) 2) 3) 4) 4) 6) CAT Majenang CAT Nusakambangan CAT Banyumudal CAT Eromoko CAT Jepara CAT Kendal (Kab. (Kab. Kab. Kab. dan Kab. Kendal. Banyumas. Wonosobo). Kab. CAT Ngawi-Ponorogo (Prov. Semarang). Pemalang. Semarang). 10) CAT Magelang-Temanggung (Kota Magelang. CAT Lasem (Prov.4.

dan Kab. Banyuwangi). DIY dan Prov. Jawa Timur dijumpai 23 (dua puluh tiga) cekungan air tanah sebagai berikut. Kota Blitar. Madura Skala 1:250. Sumenep dan Kab. 11) CAT Wonorejo (Kab. a Lima cekungan air tanah berada dalam wilayah kabupaten. Kab. c Satu cekungan air tanah yang terlampar lintas batas provinsi. yaitu 1) 2) 3) 4) 5) CAT Sumberbening CAT Banyuwangi CAT Blambangan CAT Bangkalan CAT Toranggo (Kab. Jawa dan P. Kab. Sidoarjo. Probolinggo. 12) CAT Ketapang (Kab. dan Kab. c Empat cekungan air tanah terlampar lintas batas provinsi. Kab. Kab. b Satu cekungan air tanah yang terlampar lintas batas kabupaten/kota. 7) CAT Probolinggo (Kab. Bantul. dan Kab. Bojonegoro. Kab. (Kab. Gresik dan Kab. Lumajang. Situbondo. Kab. Kulonprogo). Pasuruan. Sumenep). Jawa Tengah). Gresik). 13) CAT Sampang-Pamekasan (Kab. Bondowoso). Malang. Bangkalan). Kab. Peta Cekungan Air tanah P. Kab.5 Prov. Lumajang). Kab. DIY dijumpai tiga cekungan air tanah sebagai berikut. Madiun. Kab. Bangkalan). Kota Malang. Jawa Timur dan Prov. Kulonprogo). Jombang. dan Kab. 2) CAT Tuban (Kab. yaitu CAT Wates (Kab. Tuban dan Kab. Laongan). yaitu CAT Wonosari (Prov. Lumajang). Jawa Timur Di wilayah Prov. 4) CAT Brantas (Kab. Sampang. Banyuwangi). Kab. Kediri. 8) CAT Jember-Lumajang (Kab. Mojokerto). Kab. Blitar. (Kab. Jember. Pamekasan.4. Situbondo). Sumenep. Blitar). Bondowoso dan Kab. Kab. Kab. dan Kab. dan Kab. yaitu CAT YogyakartaSleman (Kota Yogyakarta. Probolinggo). dan Kab. Malang). Trenggalek. Tuban. 9) CAT Besuki (Kab. Pamekasan. Lamongan). 10) CAT Bondowoso-Situbondo (Kab. Sampang. Kab. Bondowoso. (Kab.Jawa Tengah). Kota Mojokerto. Tulungagung. 3) CAT Panceng (Kab. Bangkalan). b 14 (empat belas) cekungan air tanah terlampar lintas batas kabupaten/kota. yaitu 1) CAT Surabaya-Lamongan (Kota Surabaya. a Satu cekungan air tanah yang berada dalam wilayah kabupaten. 4. 14) CAT Sumenep (Kab.000 {PAGE } . 5) CAT Bulukawang (Kab. Kab. (Kab. Probolinggo dan Kab. 6) CAT Pasuruan (Kab. Tulungagung dan Kab. yakni 1) CAT Wonosari (Prov.6 Prov. Lamongan. Kab. Kab. Nganjuk. Kab. Pamekasan). dan Kab. Situbondo). Kota Pasuruan. DIY Di wilayah Prov. Sleman. Banyuwangi dan Kab.

Kecenderungan pemanfaatan air tanah yang lebih ditujukan untuk memperoleh debit air yang besar bagi keperluan air irigasi tanpa memperhitungkan potensi cekungan air tanah dikhawatirkan akan mengganggu kelestarian air tanah. Q2=17 juta m3/tahun). Hal itu teramati dari penurunan muka tanah (land subsidence) dan penyusupan air laut di daerah Jakarta dan Semarang. Bekasi. Comal (CAT Pekalongan-Pemalang. Q2=40 juta m3/tahun) dan CAT Bandung-Soreang (Q1=795 juta m3/tahun. Dampak negatif dari pemanfaatan air tanah tersebut perlu diantisipasi sedini mungkin melalui pengelolaan air tanah secara menyeluruh yang berbasis cekungan air tanah. Jawa Timur dan Prov. Garang (CAT Semarang-Demak. Jawa Tengah). 3) CAT Randublatung (Prov. dan CAT Wonosari (Q1=463 juta m3/tahun). misalnya CAT Jakarta (Q1=803 juta m3/tahun. Jawa dan P. Tangerang. a Pada peringkat pendahuluan dan rinci. Q2=19 juta m3/tahun) dan Delta K. hidrogeologi. b Secara umum. Pada mandala air tanah karst. telah berlangsung di beberapa kota besar seperti di Jakarta. Penilaian potensi ketersediaan. Peta Cekungan Air tanah P. Bandung. Q2=66 juta m3/tahun). Cilacap. Di daerah itu. pengembangan pemanfaatan air tanah secara intensif diperkirakan akan terjadi di beberapa daerah yang telah direncanakan untuk pengembangan kegiatan industri. seperti di Cilegon. Karawang. Pemanfaatan air tanah secara intensif. potensi ketersediaan air tanah tergantung dari tingkat karstifikasinya. serta dampak negatif turunannya terhadap lingkungan sekitarnya. tergantung pada peringkat penyelidikan yang pernah dilakukan oleh DTLGKP dan/atau instansi lainnya yang terkait. mencakup jumlah imbuhan air tanah bebas (Q1) dan jumlah aliran air tanah tertekan (Q2). Madura Skala 1:250. Q1=644 juta m3/tahun. Jawa Timur dan Prov.547 juta m3/tahun. Jawa Timur dan Prov. daerah dengan potensi ketersediaan air tanah relatif tinggi dijumpai pada bagian kaki gunung api stato seperti CAT Brantas (Q1=3. tingkat ketergantungan pasokan kebutuhan air dari air tanah mencapai sekitar 80% sehingga telah timbul indikasi adanya degradasi jumlah dan mutu air tanah. hanya merupakan gambaran umum potensi ketersediaan air tanah di suatu cekungan. CAT Ngawi-Ponorogo (Q1=1. Pada tahun-tahun mendatang. Jawa Tengah). Pemanfaatan air tanah secara intensif untuk keperluan pertanian (irigasi) telah dilakukan padda beberapa cekungan air tanah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pekalongan-Tegal. dari sisi jumlah air tanah. terutama untuk keperluan industri dan pasokan air bersih penduduk. agar pemanfaatannya dapat terus berkelanjutan. Jawa Tengah).2) CAT Lasem (Prov. Kendal. menggunakan data hidrogeologi yang diperoleh dengan penyelidikan dan pengujian langsung di lapangan yang didukung data sekunder.674 juta m3/tahun. Q1=49 juta m3/tahun). Q2=175 juta m3/tahun). Q2=117 juta m3/tahun). Desa Buayan (CAT Banyumudal. Pada peringkat diketahui. Q2=9 juta m3/tahun). dan Sidoarjo. Potensi air tanah tinggi pada mandala air tanah dataran umumnya terdapat di daerah yang dibentuk oleh material rombakan batuan gunung api yang berbatasan langsung dengan kerucut gunung api. dan Semarang. Q1=783 juta m3/tahun. sehingga tingkat keterandalannya (reliability) tergolong baik.000 {PAGE } . serta data terkait yang bersifat umum tanpa penyelidikan dan pengujian lapangan. dengan akumulasi air tanah terdapat pada zona jenuh air dari zonasi hidrografi dalam sistem akuifer karst. mengingat penghitungannya didasarkan atas data geologi. serta endapan delta seperti Delta K. 4) CAT Ngawi-Ponorogo (Prov. dan CAT Yogyakarta– Sleman (Q1=504 juta m3/tahun. di samping di daerah dataran yang dibentuk oleh endapan pematang pantai seperti CAT Cilacap (Q1=43 juta m3/tahun). Q1=160 juta m3/tahun). seperti di Desa Merakurak (CAT Tuban.

2 Identifikasi cekungan air tanah di wilayah P. CAT Bandung. Madura. perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut agar diperoleh informasi potensi setiap cekungan air tanah yang bersifat kuantitatif untuk digunakan sebagai dasar dalam perencanaan pengelolaan air tanah. CAT Surakarta. a b c Peta Geologi Skala 1:100. SubCAT Malang. antara lain sebagai berikut. CAT Semarang-Kendal.000 yang mencakup seluruh wilayah P. Jumlah dan sebaran cekungan air tanah tersebut dapat berkembang pada kemudian hari setelah diperoleh data secara memadai. dan delapan cekungan terlampar lintas batas provinsi. Jawa dan P. CAT Rawadanau.000 yang dibagi menjadi empat lembar sesuai dengan pembagian wilayah provinsi di P. SubCAT Mojokerto. Madura Skala 1:250.5 SIMPULAN DAN SARAN 5.4 Informasi potensi cekungan air tanah di wilayah P. bahkan 55 cekungan air tanah di antaranya atau sekitar 79% dari jumlah cekungan air tanah di wilayah itu masih dalam tingkat diketahui. Peta Potensi Air Tanah Skala 1:100. CAT Jakarta. dan CAT Probolinggo. Madura. Jawa dan P. CAT Ungaran. Jawa dan P. Madura.3 Peta Cekungan Air Tanah P. Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Oleh karena itu. Jawa dan P. Madura. Madura menunjukkan di antara 80 (delapan puluh) cekungan air tanah di wilayah itu. Jawa dan P. SubCAT Tangerang. Madura Skala 1:250.000 yang mencakup seluruh wilayah P. Jawa dan P. Jawa dan P. perlu digunakan sebagai acuan bagi para pemilik berkepentingan (stakeholders) dalam penetapan kebijakan pengelolaan air tanah pada setiap cekungan air tanah. 52 (lima puluh dua) cekungan atau sekitar 71% terlampar lintas batas kabupaten/kota.000.000 {PAGE } . Madura umumnya belum diketahui secara rinci. CAT Cirebon. SubCAT Serang-Cilegon. Peta Cekungan Air tanah P. 5. misalnya melalui penyelidikan potensi air tanah dengan skala 1:250. 6 SUMBER DATA Data yang digunakan untuk identifikasi sebaran cekungan air tanah di wilayah P. CAT Magelang-Temanggung. 5. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. SubCAT Bojonegoro. 5.1 Pengelolaan air tanah yang berbasis cekungan air tanah merupakan hal yang bersifat mutlak agar pemanfaatannya dapat terus berlanjut untuk generasi sekarang dan mendatang. Peta Hidrogeologi Skala 1:250. Jawa dan P.000 Cekungan Air Tanah (CAT) Labuan. 20 (dua puluh) cekungan berada dalam wilayah kabupaten.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->