Anda di halaman 1dari 26

PBL

Problem Based Learning

PEMICU I


Program Studi Pendidikan Dokter UNTAN sejak didirikan tahun 2005 telah menerapkan kurikulum dengan Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) / Problem Based Learning (PBL). Saudara sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter UNTAN akan menjalani pendidikan Saudara menggunakan Pembelajaran Berdasarkan Masalah.

1. Klarifikasi dan Definisi


PBL:Metode pembelajaran efektif yang dikembangkan berdasarkan masalah sebagai langkah awal untuk mendapat informasi dan pengetahuan baru, dimana mahasiswa berperan aktif. Rumusan masalah: Mengapa PBL dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Dokter UNTAN?

2. Analisis Masalah
Latar Belakang dan Definisi Kendala & solusi Tujuan & Manfaat

Unsur Unsur dan Peranannya

Mengapa PBL dilaksanakan di FK untan?

Perbedaan Dengan Kurikulum Lain

Langkah Langkah PBL

Kelbihan dan Kekurangan

Hipotesis

Fakultas Kedokteran UNTAN melaksanakan PBL karena metode ini memiliki keunggulan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Learning Issue
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Apa itu PBL? Bagaimana latar belakang munculnya PBL? Apa tujuan dan manfaat PBL? Apa kelebihan dan kekurangan PBL? Bagaimana langkah langkah pelaksanaan PBL Apa saja unsur unsur dalam PBL dan peranannya? Apa kendala dan solusinya dalam pelaksanaan PBL? Bagaimana sistem penilaian PBL? Apa perbedaan PBL dengan kurikulum lain?

Pengertian PBL menurut para ahli




PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan mahasiswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga mahasiswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah. (Ward, 2002; Stepien, dkk.,1993). Metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru.(Suradijono,2004)

Latar Belakang
Tahun 1920, Celestine Freinet, seorang guru SD yang kembali dari PD I. Akibat perang tersebut, ia mengalami luka yang mengganggu pernafasannya sehingga sulit untuk berbicara.Oleh karena itu ia menciptakan metode pembelajaran baru yang merupakan ide awal terbentuknya PBL.Setelah Celestine Freinet meninggal, idenya dengan sangat cepat menyebar ke seluruh dunia. (David, dkk., 2003)

Latar Belakang
Tahun 1966, program inovatif PBL pertama kali diperkenalkan oleh McMaster University di Kanada Tahun 1976, Maastrich Faculty of Medicine di Belanda menyusul sebagai institusi pendidikan kedokteran yang kedua yang mengadopsi PBL. Dalam perkembangannya, PBL telah diadopsi baik secara keseluruhan atau sebagian oleh banyak fakultas kedokteran didunia.

Tujuan PBL
1. Mendapatkan pengetahuan dasar: - Pengaturan hal-hal yang berguna dalam aplikasi kerja klinik - Mempermudah mengingat kembali konteks klinik - Mudah untuk mengembangkan masalah Mengembangkan kemampuan berargumentasi secara analitis dan ilmiah dalam mempergunakan pengetahuan Mengembangkan kemampuan belajar mandiri sebagai kebiasaan Mendorong pemikiran yang bebas dan kritis Mendorong kepekaan terhadap keperluan pasien Mendorong pengintegrasian masalah dari variasi pengetahuan

2. 3. 4. 5. 6.

http://www.dlsweb.rmit.edu.au/eng/beng0001/LEARNING/strategy/strategy.html

Manfaat PBL
 

 

Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Meningkatkan kemampuan pembelajaran secara langsung Meningkatkan kemampuan belajar dalam kelompok dan berkomunikasi Membangun keterampilan dalam berpikir kritis Meningkatkan kemampuan menganalisis dan menimbang masalah Meningkatkan kemampuan mengatur waktu

http://www.dlsweb.rmit.edu.au/eng/beng0001/LEARNING/strategy/strategy.html

Kelebihan PBL
Membantu mahasiswa belajar yang lebih aktif Mengajarkan keterampilan memecahkan masalah Memadukan materi dan lebih terstruktur sehingga materi yang didapatkan padu atau tidak terkotak-kotak Belajar secara mendalam sehingga mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak Melalui diskusi kelompok dapat meningkatkan kerjasama antar individu
http://www.ipp.uns.ac.id/web/moodle/moodledata/5/pekerti_-_AA/DASAR-DASAR_PROSES_PEMBELAJARAN_PBL.ppt.

Kekurangan PBL
  

Dosen kurang dapat memberikan informasi atau pengetahuan Membutuhkan biaya yang lebih banyak dan menyita waktu mahasiswa Pengetahuan yang diperoleh melalui PBL cenderung tidak terstruktur karena informasi yang berlebihan PBL memerlukan sarana perpustakaan, komputer, ruang diskusi, dan lain-lain yang memadai

http://www.dlsweb.rmit.edu.au/eng/beng0001/LEARNING/strategy/strategy.html

Langkah-Langkah Pelaksanaan PBL


1. 2. 3. 4.

5.

6.

7.

Klarifikasi dan definisi masalah Analisis masalah Hipotesis Learning Issue/Isu Pembelajaran Identifikasi masalah yang sudah diketahui Identifikasi sumber yang tepat Pengumpulan informasi secara mandiri

8.

9.

10. 11. 12.

Penggabungan informasi yang baru dengan yang lama Pengulangan langkahlangkah sebelumnya jika diperlukan Identifikasi apa yang tidak dipelajari Menarik kesimpulan Pengujian pemahamanan

L.A. Branda Changes in Education for National Health Manpower for the twenty first Century, 1986

Unsur-Unsur dalam PBL dan Peranannya


Unsur subjektif 1. Narasumber, peranannya: Menyusun trigger problem Sebagai sumber pembelajaran untuk informasi yang tidak ditemukan dalam sumber pembelajaran bahan cetak atau elektronik Melakukan evaluasi hasil pembelajaran
http://www.te.ugm.ac.id/seminarpbl/ http://www.mti.gadjahmada.edu/seminarpbl/

Unsur-Unsur dalam PBL dan Peranannya


2.Fasilitator,peranannya:  Mendorong berpartisipasi  Mendampingi ketua  Mengatur waktu diskusi  Memeriksa catatan sekretaris  Mencegah beralihnya masalah  Memastikan ketepatan sasaran belajar  Memeriksa pemahaman dan menilai
http://www.te.ugm.ac.id/seminarpbl/ http://www.mti.gadjahmada.edu/seminarpbl/

Unsur-Unsur dalam PBL dan Peranannya


3. Ketua, peranannya:  Memimpin kelompok  Mendorong anggota agar berpartisipasi  Mengatur dinamika kelompok  Mengatur waktu diskusi  Menjamin untuk mengerjakan tugas  Menjamin sekretaris supaya membuat data yang akurat
http://www.te.ugm.ac.id/seminarpbl/ http://www.mti.gadjahmada.edu/seminarpbl/

Unsur-Unsur dalam PBL dan Peranannya


4. Sekretaris, peranannya:  Mencatat hasil diskusi  Menolong kelompok mengatur ide  Berpartisipasi dalam diskusi  Mencatat sumber yang digunakan

http://www.te.ugm.ac.id/seminarpbl/ http://www.mti.gadjahmada.edu/seminarpbl/

Unsur-Unsur dalam PBL dan Peranannya


5. Anggota, peranannya:  Mengikuti proses diskusi  Berpartisipasi dalam diskusi  Menghargai dan mendengar pendapat teman  Mengajukan pertanyaan  Meneliti sasaran pembelajaran  Berbagi informasi
http://www.te.ugm.ac.id/seminarpbl/ http://www.mti.gadjahmada.edu/seminarpbl/

Unsur-Unsur dalam PBL dan Peranannya


Unsur Objektif 1. Teknologi informasi:  Internet sebagai sumber informasi  Komunikasi dan interaksi baik secara langsung maupun via internet (email, chatroom, dan lainlain) 2. Pustaka:  Perpustakaan  Jurnal, dan lain-lain
http://www.te.ugm.ac.id/seminarpbl/ http://www.mti.gadjahmada.edu/seminarpbl/

Perbedaan PBL dengan Kurikulum Lain


Teacher centered
    

Student Centered Learning




Pengetahuan ditransfer dari dosen ke mahasiswa Mahasiswa-mahasiswa menerima pengetahuan secara pasif Lebih menekankan pada penguasaan secara materi Biasa memanfaatkan media tunggal Fungsi dosen atau pengajar sebagai pemberi informasi utama dan evaluator Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah

 

 

Sumber: http://www.kopertis4.or.id/Pages/data%202007/KEPEGAWAIA N/Penataran%20Jabatan%20Fungsional%20Dosen/Kurikulum %20Berbasis%20Kompetensi%20dan%20Proses%20Pembel ajaran2.pdf

Mahasiswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya Mahasiswa secara aktif terlibat dalam mengelola pengetahuan Tidak hanya menekankan pada materi, tetapi juga dalam mengembangkan karakter mahasiswa (life-long learning) Memanfaatkan banyak media (multimedia) Fungsi dosen sebagai fasilitator dan evaluasi dilakukan secara bersama dengan mahasiswa Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan saling berkesinambungan dan terintegrasi

Perbedaan PBL dengan Kurikulum Lain


   

Menekankan pada jawaban yang benar saja Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin saja Iklim belajar lebih individualis dan kompetitif Hanya mahasiswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran Perkuliahan merupakan bagian terbesar dalam proses pembelajaran

Sumber: http://www.kopertis4.or.id/Pages/data%202007/KEPE  GAWAIAN/Penataran%20Jabatan%20Fungsional%2 0Dosen/Kurikulum%20Berbasis%20Kompetensi%20 dan%20Proses%20Pembelajaran2.pdf

Penekanan pada proses pengembangan pengetahuan.Kesalahan dinilai dapat menjadi salah satu sumber belajar Sesuai untuk pengembangan ilmu dengan cara pendekatan interdisipliner Iklim yang dikembangkan lebih bersifat kolaboratif, suportif, dan kooperatif Mahasiswa dan dosen belajar bersama di dalam mengembangkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan Mahasiswa dapat belajar tidak hanya dari perkuliahan saja, tetapi dapat menggunakan berbagai cara dan kegiatan

Sistem Penilaian
1. 2. 3.

4.

Kehadiran Tugas terstruktur (Catatan Mahasiswa) Ujian pertengahan (Penilaian Diskusi Kelompok) Ujian Tulis

10% 20% 30% 40%

Sumber: Buku Pedoman Kerja Mahasiswa Modul Problem Based Learning, 2005

Kendala dalam PBL




Mahasiswa gagal menghubungkan atau menggabungkan informasi lama (pengetahuan yang ada sebelumnya) dan informasi baru. Kegagalan dalam diskusi karena tidak menggali masalah secara dalam Dinamika antar perorangan Keterbatasan sarana dan fasilitas untuk mendukung kerjasama, komunikasi, dan pencarian informasi Perubahan paradigma bagi mahasiswa dan dosen
http://www.dlsweb.rmit.edu.au/eng/beng0001/LEARNING/strategy/strategy.html

 

Kesimpulan
Program Studi Kedokteran UNTAN menerapkan kurikulum Problem Based Learning, karena dapat meningkatkan mutu pendidikan dengan lebih efektif dan memiliki lebih banyak keunggulan daripada kurikulum lain.

This is the end of our presentation...

Thanks for your attention.