Anda di halaman 1dari 16

NUTRISI DAN GIZI UNTUK BAYI DAN BALITA NUTRISI UNTUK BAYI DAN BALITA NUTRISI UNTUK BAYI

0 6 BULAN ASI EKSLUSIF satu bentuk rangsang untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi adalah dengan menerapkan pola asah, asih dan asuh dalam perawatannya sehari-hari, dalam pemberian ASI juga perlu ditunjang dengan pemenuhan zat-zat gizi yang tepat. ASI merupakan sumber makanan utama dan paling sempurna bagi bayi usia 0-6 bulan. Untuk itu harus diterapkan pola makan yang sehat agar zat gizi yang dibutuhkan dapat dipenuhi melalui ASI. ASI eklusif menurut WHO (World Health Organization) adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk, ataupun makanan tambahan lain. Sebelum mencapai usia 6 bulan sistem pencernaan bayi belum mampu berfungsi dengan sempurna, sehingga ia belum mampu mencerna makanan selain ASI. anjuran pemberian ASI eksklusif 6 bulan ini dikeluarkan juga oleh The American Dietetic Assosiation pada bulan oktober 2001 bersamaan dengan diterbitkannya panduan berjudul Exclusive Breastfeeding for 6 month and Breastfeeding with Complementary Foods for at Least 12 months is the ideal feeding pattern for infants MAKANAN BAYI UMUR 6 12 BULAN Dalam usia ini bayi mampu berkomunikasi meski dalam bentuk sangat sederhana. Berkat pemenuhan zat gizi yang diperolehnya dari ASI sejalan dengan peningkatan proses tumbuh kembang yang sedang dijalani, kini ASI saja tidak cukup untuk memenuhi zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuhnya, maka mulai usia ini perlu diperkenalkan beberapa jenis makanan padat yang disebut Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). CONTOH POLA JADWAL PEMBERIAN MAKANAN MENJELANG ANAK USIA 1 TAHUN Perlu diketahui, jadwal pemberian makanan ini fleksibel (dapat bergeser, tapi jangan terlalu jauh) U Pukul 06.00 : Susu U Pukul 08.00 : Bubur saring/Nasi tim U Pukul 10.00 : Susu/Makanan selingan U Pukul 12.00 : Bubur saring/Nasi tim U Pukul 14.00 : Susu U Pukul 16.00 : Makanan selingan U Pukul 18.00 : Bubur saring /nasi tim U Pukul 20.00 : Susu. MAKANAN UNTUK PERKEMBANGAN ANAK USIA 12-18 BULAN Asupan zat-zat gizi yang lengkap masih terus dibutuhkan anak selama proses tumbuh kembang masih terus berlanjut. Zat gizi yang dibutuhkan anak usia 12-18 bulan ini porsi makanan yang dikonsumsi sekarang ini yang bertambah, sesuai dengan pertambahan berat tubuhnya dan peniningkatan proses tumbuh kembang yang terjadi.

Tubuh anak tetap membutuhkan semua zat gizi utama yaitu karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin dan mineral. Asupan makanan sehari untuk anak harus mengandung 10-15% kalori, 20-35% lemak, dan sisanya karbohidrat. Setiap kg berat badan anak memerlukan asupan energi sebanyak 100 kkal.Asupan lemak juga perlu ditingkatkan karena struktur utama pembentuk otak adalah lemak. Lemak tersebut dapat diperoleh antara lain dari minyak dan margarine. Makanan memegang peranan penting dalam pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Oleh karenanya, pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, antara lain dengan pengenalan jam-jam makan dan variasi makanan. Gizi seimbang dapat dapat dipenuhi dengan pemberian makanan sebagai berikut: Agar kebutuhan gizi seimbang anak terpenuhi, makanan sehari-hari sebaiknya terdiri atas ketiga golongan bahan makanan tersebut. Kebutuhan bahan makanan itu perlu diatur, sehingga anak mendapatkan asupan gizi yang diperlukannya secara utuh dalam satu hari. Waktu-waktu yang disarankan adalah: Pagi hari waktu sarapan. Pukul 10.00 sebagai selingan. Tambahkan susu. Pukul 12.00 pada waktu makan siang. Pukul 16.00 sebagai selingan Pukul 18.00 pada waktu makan malam. Sebelum tidur malam, tambahkan susu. Jangan lupa kumur-kumur dengan air putih atau gosok gigi. Pada usia balita, anak mulai memiliki daya ingat yang kuat dan tajam, sehingga apa yang diterimanya akan terus melekat erat sampai usia selanjutnya. Dengan memperkenalkan anak pada jam-jam makan yang teratur dan variasi jenis makanan, diharapkan anak akan memiliki disiplin makan yang baik. Pola makan yang baik semestinya juga mengikuti pola gizi seimbang, yaitu pemenuhan zat-zat gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan diperoleh melalui makanan sehari-hari. Dengan makan makanan bergizi seimbang secara teratur, diharapkan pertumbuhan anak akan berjalan optimal. Disadari maupun tidak, Anda sedang mengajarkan pola hidup teratur dan sehat pada anak sejak dini Diposkan oleh dr. Hj. Liza 4121969 di 06:09

Gizi Seimbang Bagi Bayi

A. PRINSIP GIZI SEIMBANG BAGI BAYI Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Namun, dengan bertambahnya umur bayi dan tumbuh kembang, bayi memerlukan energi dan zat-zat gizi yang melebihi jumlah ASI. Bayi harus mendapat makanan tambahan/ pendamping ASI. Banyaknya ASI yang dihasilkan ibu tergantung dari status gizi ibu, makanan tambahan sewaktu hamil/ menyusui, stress mental dan sebagainya. Dianjurkan untuk memberi 100-110 Kkal energi tiap kgBB/ hari. Oleh karena itu, susu bayi mengandung kurang lebih 67 Kkal tiap 100 cc. Maka bayi diberikan 150-160 cc susu tiap kgBB. Tetapi tidak semua bayi memerlukan jumlah energi tersebut. B. MACAM-MACAM MAKANAN BAYI Makanan bayi beraneka ragam macamnya yaitu : 1. ASI ( Air Susu Ibu) Makanan yang paling baik untuk bayi segera lahir adalah ASI. ASI mempunyai keunggulan baik ditinjau segi gizi, daya kekebalan tubuh, psikologi, ekonomi dan sebagainya. a. Manfaat ASI 1) Ibu Aspek kesehatan ibu : isapan bayi akan merangsang terbentuknya oksitosin oleh kelenjar hipofisis. Oksitosin akan membantu involusi uterus dan mencegah terjadi perdarahan post partum. Penundaan haid dan berkurangnya perdarahan post partum mengurangi prevalensi anemia zat besi. Selain itu, mengurangi angka kejadian karsinoma mammae. Aspek keluarga berencana : merupakan KB alami, sehingga dapat menjarangkan kehamilan. Menurut penelitian, rerata jarak kehamilan

pada ibu yang menyusui adalah 24 bulan, sedangkan yang tidak 11 bulan. Aspek psikologis : ibu akan merasa bangga dan diperlukan oleh bayinya karena dapat menyusui. 2) Bayi Nutrien (zat gizi) yang sesuai untuk bayi : mengandung lemak, karbohidrat, protein, garam dan mineral serta vitamin. Mengandung zat protektif : terdapat zat protektif berupa laktobasilus bifidus,laktoferin, alergi. Mempunyai efek psikologis yang menguntungkan : sewaktu menyusui kulit bayi akan menempel pada kulit ibu, sehingga akan memberikan manfaat untuk tumbuh kembang bayi kelak. Interaksi tersebut akan menimbulkan rasa aman dan kasih sayang. Menyebabkan pertumbuhan yang baik : bayi yang mendapat ASI akan mengalami kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik dan mengurangi obesitas. Mengurangi kejadian karies dentis : insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula lebih tinggi dibanding yang mendapat ASI, karena menyusui dengan botol dan dot pada waktu tidur akan menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan sisa susu formula dan menyebabkan gigi menjadi asam sehingga merusak gigi. Mengurangi kejadian maloklusi : penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot. lisozim, komplemen C3 dan C4, faktor antistreptokokus, antibodi, imunitas seluler dan tidak menimbulkan

3) Keluarga Aspek ekonomi : ASI tidak perlu dibeli dan karena ASI bayi jarang sakit sehingga dapat mengurangi biaya berobat. Aspek psikologis : kelahiran jarang sehingga kebahagiaan keluarga bertambah dan mendekatkan hubungan bayi dengan keluarga. Aspek kemudahan : menyusui sangat praktis sehingga dapat diberikan dimana saja dan kapan saja serta tidak merepotkan orang lain. 4) Negara Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak. Adanya faktor protektif dan nutrien yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik serta angka kesakitan dan kematian menurun. Beberapa penelitian epidemiologis menyatakan bahwa ASI melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksi, seperti diare, otitis media, dan infeksi saluran pernafasan bagian bawah. Mengurangi subsidi untuk rumah sakit. Dengan adanya rawat gabung maka akan memperpendek lama rawat inap ibu dan bayi, mengurangi komplikasi persalinan dan infeksi nosokomial serta mengurangi biaya perawatan anak sakit. Mengurangi devisa untuk membeli susu formula. ASI dapat dianggap sebagai kekayaan nasional. Jika semua ibu menyusui, diperkirakan akan menghemat devisa sebesar Rp 8,6 milyar untuk membeli susu formula. Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Anak yang dapat ASI dapat tumbuh kembang secara optimal, sehingga kualitas generasi penerus bangsa akan terjamin.

b. Komposisi ASI Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu, hal ini berdasarkan pada stadium laktasi. Komposisi ASI dibedakan menjadi 3 macam yaitu: 1) Kolustrum : ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ketiga setelah bayi lahir. 2) ASI transisi : ASI yang dihasilkan mulai hari keempat sampai hari ke sepuluh. 3) ASI mature : ASI yang dihasilkan mulai hari kesepuluh sampai dengan seterusnya. Tabel 1. Komposisi Kandungan ASI Kandungan Energi (kg kla) Laktosa (gr/ 100 ml) Lemak (gr/ 100 ml) Protein (gr/ 100 ml) Mineral (gr/ 100 ml) Immunoglubin : Ig A (mg/ 100ml) Ig G (mg / 100 ml) Ig M (mg/ 100 ml) Lisosin (mg/ 100 ml) Laktoferin Kolustrum 57,0 6,5 2,9 1,195 0,3 335,9 5,9 17,1 Transisi 63,0 6,7 3,6 0,965 0,3 ASI mature 65,0 7,0 3,8 1,324 0,2 119,6 2,9 2,9

14,2-16,4 420-520

24,3-27,5 250-270

Sumber : Pelatihan Manajemen Laktasi, RSCM, 1989. c. Kecukupan ASI Untuk mengetahui kecukupan ASI dapat dilihat dari : 1) Berat badan waktu lahir telah tercapai sekurang-kurangnya akhir 2 minggu setelah lahir dan selama itu tidak terjadi penurunan berat badan lebih 10 %.

2) Kurve pertumbuhan berat badan memuaskan, yaitu menunjukkan berat badan pada triwulan ke 1: 150-250 gr setiap minggu, triwulan ke 2 : 500-600 gr setiap bulan, triwulan ke 3 : 350-450 gr setiap bulan, triwulan ke 4 :250-350 gr setiap bulan atau berat badan naik 2 kali lipat berat badan waktu lahir pada umur 4-5 bulan dan 3 kali lipat pada umur satu tahun. 3) Bayi lebih banyak ngompol, sampai 6 kali atau lebih dalam sehari. 4) Setiap kali menyusui, bayi menyusu dengan rakus, kemudian melemah dan tertidur. 5) Payudara ibu terasa lunak setelah menyusui. 2. MPASI ( Makanan Pendamping ASI) Makanan pendamping ASI (MPASI) diberikan setelah bayi berumur 6 bulan. Jenis MPASI diantaranya: Buah-buahan yang dihaluskan/ dalam bentuk sari buah. Misalnya pisang Ambon, pepaya , jeruk, tomat. Makanan lunak dan lembek. Misal bubur susu, nasi tim. Makanan bayi yang dikemas dalam kaleng/ karton/ sachet. Tujuan pemberian makanan tambahan pendamping ASI adalah : Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk. Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan. Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi tinggi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian MPASI :

Perhatikan kebersihan alat makan. Membuat makanan secukupnya. Berikan makanan dengan sebaik-baiknya. Buat variasi makanan. Ajak makan bersama anggota keluarga lain. Jangan memberi makanan dekat dengan waktu makan. Makanan berlemak menyebabkan rasa kenyang yang lama. C. CARA PENGELOLAAN MAKANAN BAYI Bayi setelah lahir sebaiknya diberikan ASI, namun seiring dengan tumbuh kembang diperlukan makanan pendamping ASI. Tabel 2. Definisi Pemberian Makanan Bayi Pemberian ASI Eksklusif (Exclusive breastfeeding) Pemberian ASI Predominan (Predominant breastfeeding) Pemberian ASI Penuh (Full breastfeeding) Pemberian Susu Botol Bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan atau minuman lain termasuk air putih, kecuali obat, vitamin dan mineral dan ASI yang diperas. Selain mendapat ASI, bayi juga diberi sedikit air minum, atau minuman cair lain, misal air teh. Bayi mendapat salah satu ASI eksklusif atau ASI predominan.

Cara pemberian makan bayi dengan susu apa saja, termasuk juga ASI (Bottle feeding) diperas dengan botol. Pemberian ASI Parsial Sebagian menyusui dan sebagian lagi susu buatan/ formula atau sereal atau (Artificial feeding) makanan lain. Pemberian Makanan Memberikan bayi makanan lain Pendamping ASI (MPASI) tepat disamping ASI ketika waktunya tepat waktu (Timely complementary yaitu mulai 6 bulan. feeding)

Tabel 3. Rekomendasi Pemberian Makanan Bayi Mulai menyusui Menyusui eksklusif Makanan pendamping (MPASI) Dalam waktu 30-60 menit setelah melahirkan. Umur 0-6 bulan pertama. ASI Mulai diberikan pada umur antara 4-6 bulan (umur yang tepat bervariasi, atau bila menunjukkan kesiapan neurologis dan neuromuskuler). Pada semua bayi yang telah berumur lebih dari 6 bulan. Sampai anak berumur 2 tahun atau lebih.

Berikan MPASI Teruskan pemberian ASI

Tabel 4. Jadwal Pemberian Makanan pada Bayi Umur 1-2 minggu 3 mg s/d 3 bulan 3 bulan 4-5 bulan 6 bulan 7-12 bulan Macam makanan ASI atau Formula adaptasi ASI atau Formula adaptasi ASI atau Formula adaptasi Jus buah ASI atau Formula adaptasi Bubur susu Jus buah ASI atau Formula adaptasi Pemberian selama 24 jam Sesuka bayi 6-7 kali 90 ml Sesuka bayi 6 kali 100-150 ml Sesuka bayi 5 kali 180 ml 1-2 kali 50-75 ml Sesuka bayi 4 kali 180 ml 1 x 40-50 g bubuk 1 kali 50-100 ml Sesuka bayi 3 kali 180-200 ml

Bubur susu Jus buah ASI atau Formula adaptasi Bubur susu Nasi tim Jus buah Sumber: Ilmu Gizi Klinis Pada Anak, 2000

2 x 40-50 g bubuk 1 kali 50-100 ml Sesuka bayi 2 kali 200-250 ml 2x 40- 50 g bubuk 1 x 40-50 g bubuk 1-2 kali 50-100 ml

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI Hal-hal yang perlu diperhatikan supaya pengaturan makan untuk bayi dan anak dapat berhasil dengan baik adalah sebagai berikut : 1. Kerjasama ibu dan anak. Dimulai pada saat kelahiran bayi dilanjutkan sampai dengan anak mampu makan sendiri. Makanan hendaknya menyenangkan bagi anak dan ibu. Ibu yang tegang, cemas, mudah marah merupakan suatu kecenderungan untuk menimbulkan kesulitan makan pada anak. 2. Memulai pemberian makan sedini mungkin. Pemberian makan sedini mungkin mempunyai tujuan menunjang proses metabolisme yang normal, untuk pertumbuhan, menciptakan hubungan lekat ibu dan anak, mengurangi resiko terjadinya hipoglikemia, hiperkalemi, hiperbilirubinemia dan azotemia. 3. Mengatur sendiri.

Pada awal kehidupannya, seharusnya bayi sendiri yang mengatur keperluan akan makanan. Keuntungannya untuk mengatur dirinya sendiri akan kebutuhan zat gizi yang diperlukan. 4. Peran ayah dan anggota keluarga lain. 5. Menentukan jadwal pemberian makanan bayi. 6. Umur. 7. Berat badan. 8. Diagnosis dari penyakit dan stadium (keadaan). 9. Keadaan mulut sebagai alat penerima makanan. 10. Kebiasaan makan (kesukaan, ketidaksukaan dan acceptability dari jenis makanan dan toleransi daripada anak terhadap makanan yang diberikan).

E. PENGARUH STATUS GIZI SEIMBANG BAGI BAYI Tumbuh kembang anak selain dipengaruhi oleh faktor keturunan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Adapun faktor lingkungan yang berpengaruh adalah masukan makanan (diet), sinar matahari, lingkungan yang bersih, latihan jasmani dan keadaan kesehatan. Pemberian makanan yang berkualitas dan kuantitasnya baik menunjang tumbuh kembang, sehingga bayi dapat tumbuh normal dan sehat/ terbebas dari penyakit. Makanan yang diberikan pada bayi dan anak akan digunakan untuk pertumbuhan badan, karena itu status gizi dan pertumbuhan dapat dipakai sebagai ukuran untuk memantau kecukupan gizi bayi dan anak. Kecukupan makanan dan ASI dapat dipantau dengan menggunakan KMS. Daerah diatas garis merah dibentuk oleh pita warna kuning, hijau muda, hijau tua, hijau muda dan kuning. Setiap pita mempunyai nilai 5 % perubahan baku. Diatas kurve 100 % adalah status gizi lebih. Diatas 80 % sampai

dengan batas 100 % adalah status gizi normal, yang digambarkan oleh pita warna hijau muda sampai hijau tua. F. DAMPAK KELEBIHAN DAN KEKURANGAN GIZI PADA BAYI Makanan yang ideal harus mengandung cukup energi dan zat esensial sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Pemberian makanan yang kelebihan akan energi mengakibatkan obesitas, sedang kelebihan zat gizi esensial dalam jangka waktu lama akan menimbulkan penimbunan zat gizi tersebut dan menjadi racun bagi tubuh. Misalnya hipervitaminosis A, hipervitaminosis D dan hiperkalemi. Sebaliknya kekurangan energi dalam jangka waktu lama berakibat menghambat pertumbuhan dan mengurangi cadangan energi dalam tubuh sehingga terjadi marasmus (gizi kurang/ buruk). Kekurangan zat esensial mengakibatkan defisiensi zat gizi tersebut. Misalnya xeroftalmia (kekurangan vit.A), Rakhitis (kekurangan vit.D). Kata Kunci gizi bayi, gizi pada bayi, gizi seimbang bagi bayi, gizi seimbang bagi balita, gizi seimbang untuk balita, kebutuhan gizi bayi, kebutuhan gizi balita, kebutuhan gizi pada bayi, gizi untuk bayi, kelebihan gizi, nutrisi pada bayi, gizi pada balita, gizi seimbang pada balita, gizi seimbang pada bayi, nutrisi pada balita, kebutuhan gizi anak, gizi pada anak, gizi bagi balita, gizi seimbang untuk bayi, TUJUAN PEMBERIAN nutrisi PADA BAYI, gizi terhadap bayi, gizi seimbang bayi, gizi seimbang balita, kebutuhan nutrisi bayi, gizi seimbang bayi dan balita. Kebutuhan Nutrisi Bayi Kebutuhan nutrisi bayi adalah sesuatu yang umumnya menjadi pusat perhatian para orangtua. Hal paling penting adalah memastikan bahwa bayi Anda menerima asupan makanan yang sesuai. Memastikan hal tersebut bukanlah sesuatu yang sulit karena asupan terbaik untuk bayi pastilah ASI. ASI adalah asupan terpenting untuk bayi sampai mereka berusia 6 bulan, maka itu usaha untuk terus memberikan ASI harus tetap dilakukan. Setelah usia 4-6 bulan, saat asupan makanan bayi Anda mulai berubah dari makanan cair ke makanan padat, dokter Anda mungkin mulai menyarankan untuk memberi suplemen tambahan untuk memperkaya nutrisi bayi Anda. Sehubungan dengan suplemen tambahan ini sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda, tetapi umumnya suplemen yang dianjurkan dokter antara lain :
y y

Zat Besi Terkandung dalam sereal yang diperkaya zat besi dan jenis kacang-kacangan. Vitamin D Berikan 400 IU Vitamin D setiap harinya.

Vitamin B12 Dapat ditemukan di dalam ikan, daging, ayam, telur, dan susu.

Dalam memperhatikan nutrisi bayi, selain masalah asupan makanan, yang sering dipertanyakan oleh para orangtua adalah seberapa banyak asupan makanan yang harus mereka berikan kepada bayinya. Jawabannya adalah orangtua harus membiarkan bayinya memberi tahu secara tidak langsung, umumnya bayi akan makan saat mereka lapar dan berhenti saat merasa kenyang. Memaksakan bayi untuk makan bukanlah hal yang baik karena akan menimbulkan masalah dengan makanan saat mereka dewasa nanti. Promina hadir dengan konsep Complete Stimulation yaitu rangkaian makanan bayi bergizi sesuai dengan tahapan umur, variasi rasa juga tekstur yang tepat agar kemampuan oromotor bayi terstimulasi dengan baik serta kebutuhan energi dan zat gizi bayi terpenuhi untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Follow twitter kami @ProminaID atau bergabung di prominaid untuk mendapatkan tips-tips seputar pemberian makan bayi dan tentang keluarga pada umumnya. Source : www.babycenter.com www.babynutritioncare.com www.raisingchildren.net

Menentukan Makanan yang Cocok untuk Bayi. Banyak ibu muda, khususnya yang baru pertama kali mengalami memiliki buah hati, mengalami kerancuan dan kebingungan dalam memilih makanan bayi yang paling tepat dan bagaimana cara yang benar pemberiannya. Tidak sedikit ibu muda yang telah melakukan konsultasi malah semakin bingung, karena jawaban dari masing-masing pihak berbeda. Makanan, selain menjadi sumber bahan bakar energi pada tubuh manusia, seperti kita ketahui, makanan juga sebagai faktor penunjang untuk tumbuh kembang tubuh anak, pada khususnya bayi. Dimana siklus pertumbuhan bayi sangatlah pesat. Dari paska lahir, berat bayi yang mencapai rata-rata 3 kg, dalam kurun waktu satu tahun pertumbuhannya bisa mencapai sekitar 9 kg. Oleh karena itu, sangatlah penting pemberian makanan pada bayi harus memenuhi syarat kebutuhan gizi. Pada prinsipnya, bayi memerlukan pemberian makanan secara bertahap. Dari tahap awal yang dimulai dari yang cair, lalu setengah padat, kemudian padat dan dilanjutkan makanan biasa berupa nasi dan lauk pauk. Tidak ketinggalan asupan air, vitamin, serta mineral untuk bayi haruslah cukup, Walau demikian, kondisi bayi menentukan kesiapan menerima asupan makanan. Karena pada prakteknya pemberian makanan bersifat individual. Belum tentu semua bayi usia 4 bulan siap diberi bubur susu. Kondisi fisik bayi juga menentukan kesiapan menerima jenis asupan makanan. Kondisi fisik bayi meliputi berat dan tinggi badannya. Dimana dalam hal ini dokter anak-lah yang memiliki

kompetensi khusus yang menilai. Oleh karena itu, penting sekali anak dipantau tumbuh kembangnya tiap bulan dari aspek keseluruhan. Dari tinggi badan bayi, berat badan bayi, jadwal pemberian imunisasi dan metode asupan pola makannya. Sesuaikan perkembangan fisik bayi dengan pola makannya, selama masih dalam pemantauan orangtua dan dokter anak, bayi akan mencapai proses tumbuh kembang secara optimal. Beberapa hal yang penting untuk diingat, seberapa banyak dan seberapa sering bayi makan, semuanya tergantung pada usia, tingkat pertumbuhan, berat badan, dan metabolisme. Dan semua itu tak sama antara satu bayi dengan bayi lainnya. ASI Bagaimanapun yang terpenting, air susu ibu (ASI) adalah asupan terpenting pada bayi. ASI, selain mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi, ASI juga mengandung macam-macam substansi anti-infeksi yang mampu melindungi bayi terhadap berbagai infeksi. Pada masa usia bayi melewati 4 bulan, bayi memerlukan makanan tambahan seperti bubur susu, biskuit dan buah-buahan. Kemudian bubur saring (nasi tim yang dihaluskan) mulai usia 6 bulan dan di usia 9 bulan sudah bisa diberikan nasi tim. Susu Formula Jika Anda mengkombinasikan ASI dengan susu formula, sebaiknya pilih susu formula yang komposisinya paling mirip ASI. Mintalah petunjuk dokter. Begitu pun cara meramu formula dan berapa banyak formula yang akan diberikan pada bayi Anda. Ada berbagai keadaan yang bisa membuat menyusui tidak praktis atau tidak dianjurkan. Ibuibu yang tidak bisa menyusui tidak boleh merasa tidak cakap atau bersalah. Sebaiknya susu formula diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter dan para profesional ASI. Buah-buahan Selain menjadi sumber vitamin dan mineral, buah-buahan juga menjadi sumber serat yang bagus. Menginjak usia 6-8 bulan, bayi bisa diberikan buah-buahan seperti jeruk, pepaya, pisang, dan tomat. Buah bisa diberikan dalam bentuk jus. Khusus tomat, rebuslah lebih dulu setelah dicuci bersih, lalu disaring untuk diambil airnya. Atau, si buah hati bisa diperkenalkan finger foods, yaitu snack yang dapat dimakan oleh bayi sendiri (tidak perlu disuapi), seperti buah yang dipotong-potong ukuran kecil sehingga bayi dapat makan sendiri. Makanan halus ini diberikan 2-3x/hari. Buah-buahan lainnya seperti melon, alpukat, semangka, pir, dan lainnya dapat diberikan mulai usia 6 bulan. Namun hindari buah-buahan yang bergetah. Karena dapat menimbulkan diare seperti sawo, nenas, durian, mangga dan lainnya. Pada tahap awal, berikanlah kira-kira 30-50 ml air buah sebagai pengenalan pada kondisi pencernaan bayi, pantau reaksi yang timbul. Jika setelah minum air jeruk, timbuil diare, gantilah dengan buah lain pada pemberian berikutnya yang lebih cocok. Namun satu hal terpenting, cuci bersih setiap buah sebelum diberikan pada bayi.

Makanan Padat Menginjak usia 4-5 bulan bayi sudah bisa diberikan makanan pada. Makanan padat pertama yang diperkenalkan hendaknya masih dalam bentuk lunak agar mudah dicerna bayi, bisa berupa dalam bentuk bubur susu. Bubur susu biasanya terbuat dari bahan tepung serelia seperti beras, maizena, terigu atau havermout, ditambah susu dan gula. Pembuatan bubur susu bisa dilakukan dengan dibuat sendiri atau membeli bubur susu instan. Namun penting diingat, jika membeli bubur instant, jangan pernah lupa untuk memeriksa tanggal kadaluarsanya. Memasuki usia 6 bulan bayi dapat diperkenalkan pada makanan padat berikutnya, seperti halnya nasi tim. Nasi tim biasanya terdiri dari bubur beras ditambah lauk berprotein hewani maupun nabati ditambah sayuran seperti wortel dan bayam. Ada baiknya nasi tim haruslah melalui proses penghalusan terlebih dahulu, bisa dilakukan dengan alat blender sebelum diberikan pada bayi. Setelah bayi menginjak usia diatas 10 bulan, nasi tim tidak perlu dihaluskan lagi. Makanan Selingan Makanan selingan bagi bayi biasanya hadir berupa dalam bentuk biskuit yang memang dibuat khusus untuk bayi. Perkenalan makanan selingan bisa diberikan disaat bayi menginjak usia 4 bulan. Biskuit bisa dicampur air matang ataupun susu. Namun jika bayi sudah dapat duduk, berikanlah biskuit dalam bentuk kepingan. Hal ini lebih baik karena dapat melatih melatih keterampilan jari-jemari tangannya (motorik halus) serta merangsang pertumbuhan gigi pada bayi. Setelah usia 6 bulan, bayi sudah bisa diberikan makanan lain seperti roti, agar-agar, puding, bubur kacang hijau, dan lainnya. Untuk masalah jadwal pemberian makanan, pada umumnya diberikan tiap 3 jam sekali. Namun dalam suatu kasus, terdapat juga bayi yang sudah lapar dalam interval 2 jam. Hal tersebut normal, karena setiap bayi memiliki keunikan tersendiri. Namun pada umumnya lambung tubuh manusia termasuk bayi akan mengalami pengosongan dalam interval 3 jam. Oleh karena itu penting halnya jika terdapat kasus bayi yang mengalami tidur lebih dari 4 jam, bayi tersebut haruslah dibangunkan dan diberikan makanan.[](DA) Baca juga:
y y y y

ASI Susu Formula Cara Memberi Makan Bayi Jadwal Makan Bayi

Cairan bening kekuningan ini sungguh tak ternilai harganya. Meski hanya diproduksi dalam jumlah yang amat sedikit, hanya 7,4 sendok tek (36,23 ml) per hari menurut la leche league, tetapi kandungan nutrisi yang ada dalam susu kolostrum sangat cukup untuk memenuhi

kebutuhan bayi pada hari-hari pertama kehidupannya. Susu kolostrum memiliki kadar protein yang lebih tinggi dari ASI matur. Tetapi kandungan lemak dan laktosanya (gula darah) lebih rendah dari ASI matur. Selain itu susu kolostrum juga mengandung vitamin, seperti vitamin A, B6, B12, C, D dan K; dan mineral, terutama zat besi dan kalsium. Komposisi seperti itu sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir. Sama halnya dengan ASI matur, susu kolostrum juga mengandung enzim-enzim pencernaan yang belum mampu diproduksi oleh tubuh bayi, seperti protease (untuk menguraikan protein), lipase (untuk menguraikan lemak), dan amilase (untuk menguraikan karbohidrat). Ini membuat susu kolostrum mudah sekali dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang memang belum sempurna. Susu kolostrum juga mempunyai efek laksatif (obat pencahar) bagi bayi, yang akan membantu pengeluaran tinja pertama bayi baru lahir, disebut mekonium, dari dalam ususnya. Mekonium ini adalah zat berwarna hijau tua, yang telah ada di dalam usus bayi ketika ia masih di dalam rahim ibu (pada minggu-minggu terakhir). Bersama-sama dengan keluarnya mekonium itu, akan dikeluarkan pula kelebihan bilirubin, sehingga akan mencegah terjadinya kuning (jaundice) pada bayi baru lahir. Selain konsentrasi nutrisi yang tinggi, susu kolostrum juga kaya akan antibodi, atau yang dalam istilah medis disebut juga dengan immunoglobulin (Ig). Antibodi terdapat dalam 5 jenis (disebut juga faktor imun), yaitu IgG, IgA, IgM, IgD dan IgE. ASI juga mengandung kelima faktor imun tersebut, namun susu kolostrum memiliki konsentrasi faktor imun lebih tinggi daripada ASI. Selama di dalam rahim ibu, janin memperoleh pasokan antibodi, faktor imun IgG, dari plasenta. Segera setelah lahir, pasokan ini akan terhenti, padahal tubuh bayi belum mampu membuat antibodi sendiri. Itulah salah satu sebab mengapa bayi yang baru lahir harus sesegera mungkin disusukan kepada ibunya. Selain untuk merangsang produksi ASI, inisiasi dini ASI (early latch-on) juga untuk memastikan bayi mengkonsumsi susu kolostrum sesegera mungkin. Faktor imun yang paling banyak terdapat dalam susu kolostrum adalah IgA. Immunoglobulin A ini membentuk benteng pertahanan di tempat yang paling beresiko diserang kuman, yaitu di selaput lendir pada paru-paru, tenggorokan dan usus. IgA memiliki peran yang sangat penting dalam saluran pencernaan bayi. Usus bayi baru lahir itu masih tipis dan belum rapat . IgA bekerja menambal lubang-lubang di usus tersebut, dengan cara membentuk semacam lapisan. Sehingga kuman penyakit dan zat alergen tidak dapat masuk ke dalam tubuh bayi. Susu kolostrum juga mengandung sel-sel darah putih (leukosit) dalam jumlah besar, yang akan memerangi virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh bayi. Selama dua minggu setelah ibu melahirkan, susu kolostrum secara bertahap akan berubah menjadi ASI matur. Selama masa transisi ini, volume ASI akan meningkat dengan pesat, sementara konsentrasi antibodi akan berkurang, tetapi bukan berarti hilang. Selama bayi Anda mengkonsumsi ASI, ia akan tetap mendapat vaksin gratis yang akan melindunginya dari serangan berbagai virus dan bakteri. Susu berkolostrum juga diyakini mampu mengatasi depresi pada anak karena kandungan zat "laktalbumin" dalam susu bewarna kekuningkuningan itu dapat merangsang perkembangan otak. Sekertaris Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur, Henny Muhardini, di Surabaya, Selasa (6/4) malam, mengatakan, untuk mengatasi depresi pada anak tidak cukup dengan memberikan terapi psikologis, melainkan juga memerlukan asupan makanan dan vitamin yang sesuai. Menurut dia, zat "laktalbumin" dipercaya mampu memproduksi "serotonin" dan "albumin". Kedua zat itu mendorong munculnya perasaan baik pada diri seseorang. Perasaan baik itu dapat menimbulkan rasa senang dan dengan cepat suasana hati pun menjadi nyaman. Suasana hati semacam ini sangat dibutuhkan anak yang tengah depresi URL Shorten: http://brta.in/dw0hgtaL Dimasukkan: 8 bulan 24 hari 2 menit lalu