Anda di halaman 1dari 6
MATERI INTI VI. ASUHAN PASCA PERAWATAN BBLR Deskripsi Singkat Asuhan Pasca Perawatan pada BBLR diberikan oleh Bidan pada BBLR yang kembali dari rujukan (kembali dari perawatan di fasilitas yang lebih baik). Untuk itu, perlu diketahui masalah yang terjadi pada BBLR pasca perawatan dan apa yang perlu dipantau. Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Umum Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu melakukan asuhan pasca perawatan BBLR Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu 1. Menerangkan masalah yang terjadi pada BBLR pasca perawatan 2. Melaksanakan pemantauan BBLR pasca perawatan Pokok Bahasan 1. Masalah yang terjadi pada BBLR pasca perawatan 2. Pemantauan BBLR pasca perawatan BUKU ACUAN MODUL MANAJEMEN BBLR a7 Uraian Materi POKOK BAHASAN 1. MASALAH YANG TERJADI PADA BBLR PASCA PERAWATAN BBLR pasca perawatan masih rentan terhadap berbagai macam keadaan yang bisa _mengancam kelangsungan hidupnya. Tidak jarang setelah selesai perawatan bayi terpaksa harus dirawat kembali dan sering terlambat untuk merujuk ulang bila diperlukan. Pemantauan bayi pasca perawatan di rumah oleh petugas kesehatan / bidan di desa diharapkan bisa mengetahui secara dini penyakit yang timbul. Masalah yang timbul, antara lain: a. Sering terabaikan, terutama untuk pemenuhan kebutuhan dasar b. Sering terlambat mengenali tanda bahaya c. Sering terlambat merujuk ulang POKOK BAHASAN 2. PEMANTAUAN BBLR PASCA PERAWATAN Keadaan yang harus dipantau, mencakup: 1. Keadaan umum bayi Kesadaran, aktifitas / gerakan bayi, tangisan bayi, pernafasan, warna kul, reflek isap, bab & bak. Bila bayi menunjukkan tanda tanda bahaya umum sesuai dengan kriteria rujukan, bayi harus segera dirujuk dengan melakukan asuhan prarujukan dahulu. 2. Suhu tubuh Suhu tubuh bayi agar bayi tetap teraba hangat atau suhu tubuh bayi berkisar antara 36,5° — 37,5°C. Untuk itu bayi perlu dirawat dengan perawatan metode Kanguru. Bila badan bayi teraba dingin atau menunjukkan tanda tanda hipotermi, bayi harus dirujuk. 3. Nutrisi / ASI Nutrisi yang diperlukan ASI. Bayi harus sesering dan selama mungkin mendapatkannya dengan cara menyusui yang baik dan benar. 4, Kenaikan berat badan Harus diperhatikan bahwa kenaikan berat badan bayi pasca perawatan yaitu setelah hari ke-10 selama 3 hari berturut- turut menunjukkan kenaikan berat badan minimal 15 gram/hari 48 BUKU ACUAN MODUL MANAJEMEN BBLR Jika ditemukan kenaikan berat badan bayi tidak sesuai dengan kriteria diatas, maka perlu kolaborasi dengan dokter untuk mendapat suplemen. Pada keadaan demikian, harus dipertimbangkan beberapa kemungkinan, antara lain a. ASI yang kurang b. Cara menyusui yang salah c._Kemungkinan hipotermi d._Kemungkinan infeksi yang tersembunyi e. Kemungkinan ada penyakit lain (seperti kelainan jantung bawaan sianotik / nonsianotik) 5. Perawatan tali pusat Harus diperhatikan pada perawatan tali pusat adalah : ‘© tali pusat harus tetap bersih dan kering tanpa dibubuhi apapun. © adanya tanda-tanda infeksi seperti kemerahan di sekitar tali pusat dengan diameter > 1 cm, berbau dan bernanah. Jika ditemukan tanda infeksi diatas dilakukan asuhan pada BBLR sakit 6. Kebersihan umum Harus diperhatikan semua yang berhubungan dengan bayi, baik, seperti: a. tempat, alat, ibu, keluarga dan petugas harus bersih. b. Setiap memberikan asuhan harus memperhatikan kewaspadaan universal. Asuhan yang diberikan = a. b. c. 4. Menjaga suhu tubuh tetap hangat dengan metode Kanguru Memberikan nutrisi / AS! yang cukup Mencegah infeksi, menjaga kebersihan umum dan imunisasi. Memberikan stimulasi sensorik dengan massage / pijat bayi dan stimulasi pendengaran dengan sering berkomunikasi dan stimulasi penglihatan dengan memperlihatkan benda benda yang berwarna warni, yang mengacu pada Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. BUKU ACUAN MODUL MANAJEMEN BBLR: 49