P. 1
Slide 1

Slide 1

|Views: 7|Likes:
Dipublikasikan oleh Hanna Tsabit

More info:

Published by: Hanna Tsabit on Jan 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2013

pdf

text

original

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

UIN SUSKA RIAU
Tengku Nurainun
MATRIKS & RUANG VEKTOR
Slide 1
Aljabar Matriks
2
TNA \ MRV \ 01
Definisi
y MATRIKS adalah suatu array elemen-elemen segiempat
yang tersusun dari baris horizontal dan kolom vertikal
y Suatu matriks umum A yang memiliki m baris dan n kolom
dituliskan sbb:
merepresentasikan elemen yang terletak di baris ke-i
dan kolom ke j
3
TNA \ MRV \ 01
. J
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

= =
mn m m
n
n
ij
a a a
a a a
a a a
a A
.
/ / /
.
.
2 1
2 22 21
1 12 11
ij
a
TNA \ MRV \ 01
4
y VEKTOR adalah suatu matriks yang memiliki hanya satu
baris atau satu kolom, contoh:
y Matriks yang semua elemennya terdiri atas bilangan disebut
sebagai Matriks Konstanta, contoh:
y Matriks yang seluruh entrinya adalah nol disebut Matriks
Nol dan biasanya dilambangkan dengan 0, contoh:
. J t t A cos 1
2
=
¦
|
¦

¸

=
4 3
2 1
B
¦
|
¦

¸

=
0 0 0 0
0 0 0 0
0
TNA \ MRV \ 01
5
y m x n menandakan ukuran matriks,
contoh: Matriks 2 x 3 berarti terdiri atas 2 baris dan 3 kolom
y Matriks A dan B adalah sama (A=B) jika keduanya memiliki
ukuran yang sama dan jika elemen-elemen yang bersesuaian
juga sama, contoh:
¦
|
¦

¸

=
2 3 0
5 4 1
A
¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

+ +
5 1
7 3 2
t z y x
t z y x
Penjumlahan Matriks & Perkalian Skalar
TNA \ MRV \ 01
6
y Misalkan dan adalah dua matriks dengan ukuran yang
sama, misalkan m x n, maka:
o Jumlah A dan B (ditulis A+B) adalah matriks yang diperoleh
dengan menjumlahkan elemen-elemen yang bersesuaian dari A
dan B.
o Hasil kali dari matriks A dengan suatu skalar k (ditulis kA)
adalah matriks yang diperoleh dengan cara mengalikan setiap
elemenA dengan k.
ij
a
ij
b
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

+ + +
+ + +
+ + +
= +
mn mn m m m m
n n
n n
b a b a b a
b a b a b a
b a b a b a
B A
.
/ / /
.
.
2 2 1 1
2 2 22 22 21 21
1 1 12 12 11 11
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
mn m m
n
n
ka ka ka
ka ka ka
ka ka ka
kA
.
/ / /
.
.
2 1
2 22 21
1 12 11
Sifat-sifat Dasar Penjumlahan Matriks
& Perkalian Skalar
TNA \ MRV \ 01
7
i. (A + B) + C = A + (B + C)
ii. A + 0 = 0 + A = A
iii. A + (-A) = (-A) + A = 0
iv. A + B = B + A
v. k(A + B) = kA + kB
vi. (k + k·)A = kA + k·A
vii. (kk·)A = k(k·A)
viii. 1.A=A
Latihan
TNA \ MRV \ 01
8
Selesaikan sifat-sifat dasar penjumlahan matriks dan perkalian
skalar di atas jika diketahui matriks-matriks dan skalar sbb :
¦
|
¦

¸

=
6 5 4
3 2 1
A
¦
|
¦

¸

=
8 1 7
2 0 3
B
¦
|
¦

¸

=
1 2 7
4 8 3
C
5 = k
7 ' = k
Perkalian Matriks
TNA \ MRV \ 01
9
y Perkalian dari dua matriks dan dilakukan dengan
mengalikan entri-entri yang bersesuaian dan
menjumlahkannya.
y Contoh:
ij
a
ij
b
§
=
=
n
k
k k
b a AB
1
. J ¸ ) ¸ )¸ ) ¸ ) 8 1 5 2 4 3 7
1
2
3
5 4 7 = + + =
¦
¦
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

14 2 1
14 6 17
6 2 5
4 0 2
1 2
3 1
Sifat-sifat Dasar Perkalian Matriks
TNA \ MRV \ 01
10
i. (AB)C = A(BC) (Hukum Asosiatif)
ii. A(B+C) = AB + AC (Hukum Distributif Kiri)
iii. (B+C)A = BA + CA (Hukum Distributif Kanan)
iv. k(AB) = (kA)B = A(kB)
Latihan
TNA \ MRV \ 01
11
Selesaikan sifat-sifat dasar perkalian matriks di atas jika
diketahui matriks :
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
4 2 3
9 1 5
6 1 4
A
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
5 1 5
3 0 9
1 4 3
B
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
3 8 1
5 2 5
6 9 2
C
2 = k
Transpos Suatu Matriks
TNA \ MRV \ 01
12
y Transpos dari matriks A (ditulis A
T
) adalah matriks yang
diperoleh dengan cara menuliskan kolom-kolom dari A,
secara berurutan, sebagai baris-barisnya. Contoh:
y Sifat-sifat dasar operasi transpos:
i. (A+B)
T
= A
T
+ B
T
iii. (kA)
T
= kA
T
ii. (A
T
)
T
= A iv. (AB)
T
= B
T
A
T
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

2 5
3 4
0 1
2 3 0
5 4 1
T
Matriks Bujur Sangkar
TNA \ MRV \ 01
13
y Matriks Bujur Sangkar adalah matriks yang memiliki
baris dan kolom yang sama banyak.
y Matriks n x n dikatakan sebagai matrik berorde n.
y Contoh: diketahui matriks berorde 3
maka
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
7 6 5
4 4 4
3 2 1
A
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
4 2 1
2 3 0
1 5 2
B
¦
¦
¦
|
¦

¸

= +
3 8 6
6 1 4
4 3 3
B A
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
35 7 17
20 0 12
15 7 5
AB
Diagonal dan Trace
TNA \ MRV \ 01
14
y Diagonal atau Diagonal Utama dari sebuah matriks bujur
sangkar terdiri dari elemen-elemen dengan
subskrip bilangan kembar, yaitu
y Trace dari A (ditulis tr(A)) yaitu jumlah dari elemen-elemen
diagonal.
y Sifat-sifat dasar dari trace:
i. tr(A + B) = tr(A) + tr(B)
ii. tr(kA) = k .tr(A)
iii. tr(A
T
) = tr(A)
iv. tr(AB) = tr(BA)
. J
ij
a A =
nn
a a a a , , , ,
33 22 11
-
nn
a a a a A tr + + + + = -
33 22 11
) (
Matriks Identitas
TNA \ MRV \ 01
15
y Matriks Identitas atau Matriks Satuan Bujursangkar-n (I
n
)
adalah matriks bujursangkar-n dengan bilangan 1 pada
diagonalnya dan 0 pada entri-entri lainnya.
y Jika B adalah matriks m x n, maka :
y Matriks Skalar merupakan matriks dengan bilangan k pada
diagonalnya dan 0 pada entri-entri lainnya
A IA AI = =
B B I BI
m n
= =
¸ ) ¸ ) kA IA k A kI = =
TNA \ MRV \ 01
16
¦
¦
¦
|
¦

¸

1 0 0
0 1 0
0 0 1
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

1
1
1
1
¦
¦
¦
|
¦

¸

5 0 0
0 5 0
0 0 5
Fungsi Delta Kronecker
TNA \ MRV \ 01
17
°
¯
®
=
=
jika 1
jika 0
j i
j i
ij
H
. J
ij
I H =
Sehingga
Perpangkatan Matriks
TNA \ MRV \ 01
18
A A A
A A A
A A A
AA A
n n
=
=
=
=
+1
3 4
2 3
2
/
I A =
0
A IA A A
AA A
A
=
¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

= =
¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

= =
¦
|
¦

¸

=
4 3
2 1
4 3
2 1
1 0
0 1
22 15
10 7
4 3
2 1
4 3
2 1
4 3
2 1
0
2
Contoh :
Polinomial dalam Matriks
TNA \ MRV \ 01
19
¸ )
n
n
x a x a x a a x f + + + + = -
2
2 1 0
Jika
Maka
¸ )
n
n
A a A a A a I a A f + + + + = -
2
2 1 0
¸ )
¸ )
¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

+
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

+
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

=
+ =
+ =
37 21
14 16

5 0
0 5
12 9
6 3
44 30
20 14

1 0
0 1
5
4 3
2 1
3
22 15
10 7
2
5 3 2
5 3 2
2
2
I A A A f
x x x f
Contoh :
Determinan
TNA \ MRV \ 01
20
y Setiap matriks bujursangkar-n A=[a
ij
] memiliki skalar khusus
yang disebut determinan A, dilambangkan dengan det(A)
y Determinan berorde 1, A=[a
11
], adalah skalar dari a
11
itu
sendiri
y Determinan berorde 2 diselesaikan dengan cara berikut:
22 21
12 11
a a
a a
+ -
¸ )
21 12 22 11
det a a a a A =
Invers Matriks Orde 2
TNA \ MRV \ 01
21
y Jika det(A) kita lambangkan dengan |A| dimana |A| 0,
maka invers dari A berukuran 2x2 dapat diperoleh sbb:
y Pertukarkan kedua elemen pada diagonal
y Tuliskan negatif dari dua elemen lainnya
y Kalikan matriks yang diperoleh di atas dengan 1/|A|, ATAU
bagilah setiap elemen dengan |A|
y Jika |A| = 0 maka matriks A tidak dapat dibalik
y Jika matriks bujursangkar A dapat dibalik (invertible) dimana B
merupakan invers dari matriks A, maka dikatakan matriks
tersebut nonsingular dan memenuhi:
I BA AB = =
TNA \ MRV \ 01
22
y Tentukan Invers dari matriks berikut:
1) 2)
y Penyelesaian
1. Determinan A :
Invers A :
¦
|
¦

¸

=
5 4
3 2
A
¦
|
¦

¸

=
6 2
3 1
B
¸ ) ¸ ) 2 4 3 5 2 = = A
¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

=

1 2 2 4
3 5
1
2
3
2
5
1
A
A
Matriks Diagonal
TNA \ MRV \ 01
23
y Matriks bujursangkar D=[d
ij
] disebut matriks diagonal
jika seluruh entri nondiagonalnya adalah nol.
¸ )
nn
d d d diag D , , ,
22 11
- =
¦
¦
¦
|
¦

¸

2 0 0
0 7 0
0 0 3
¦
|
¦

¸

5 0
0 4
¦
¦
¦
|
¦

¸

8
9
6
¸ ) 2 , 7 , 3 diag
¸ ) 5 , 4 diag
¸ ) 8 , 9 , 6 diag
Matriks Segitiga
TNA \ MRV \ 01
24
y Matriks bujursangkar A=[a
ij
] adalah Matriks Segitiga Atas
(Matriks Segitiga), jika seluruh entri yang berada di bawah
diagonal utamanya sama dengan 0 (jika a
ij
= 0 untuk i > j)
y Matriks Segitiga Bawah adalah matriks bujursangkar yang
seluruh entri-entri yang berada di atas diagonalnya sama
dengan 0.
¦
|
¦

¸

22
12 11
0 a
a a
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

44
34 33
24 23 22
14 13 12 11
b
b b
b b b
b b b b
Matriks Simetris
TNA \ MRV \ 01
25
y Matriks bujursangkar A adalah Matriks Simetris jika A
T
=A
(a
ij
= a
ji
)
y Matriks bujursangkar A adalah Matriks Simetris Miring
jika A
T
=-A (a
ij
= -a
ji
)
¦
¦
¦
|
¦

¸

= =
8 7 5
7 6 3
5 3 2
T
A A
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
0 5 4
5 0 3
4 3 0
B
Matriks Ortogonal
TNA \ MRV \ 01
26
y Matriks bujursangkar A adalah Matriks Ortogonal jika
A
T
=A
-1
sehingga AA
T
= A
T
A = I
¦
|
¦

¸

=
5
3
5
4
5
4
5
3
A
Matriks Normal
TNA \ MRV \ 01
27
y Matriks Normal adalah matriks yang bersifat komutatif
dengan transposnya (AA
T
= A
T
A)
¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

=
¦
|
¦

¸

=
45 0
0 45
6 3
3 6
6 3
3 6
45 0
0 45
6 3
3 6
6 3
3 6
6 3
3 6
Jika
A A
AA
A
T
T
Matriks Blok
TNA \ MRV \ 01
28
y Matriks Blok merupakan matriks yang dipartisi menjadi
submatriks-submatriks yang disebut blok-blok (sel-sel)
dengan menggunakan sistem garis (putus-putus) horizontal
dan vertikal.
y Keuntungan dari partisi matriks-matriks, misalnya A dan B,
menjadi blok-blok adalah bahwa hasil dari operasi-operasi
pada A dan B dapat diperoleh dengan melakukan perhitungan
dengan blok-blok tersebut, seakan-akan blok-blok tsb
merupakan elemen-elemen matriks yang sesungguhnya.
Matriks Blok Bujursangkar
TNA \ MRV \ 01
29
y Matriks harus berupa matriks bujursangkar
y Blok-bloknya membentuk suatu matriks bujursangkar
y Blok-blok diagonalnya juga merupakan matriks-matriks
bujursangkar
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
3 5 3 5 3
4 4 4 4 4
5 6 7 8 9
1 1 1 1 1
5 4 3 2 1
A
Matriks Diagonal Blok
TNA \ MRV \ 01
30
y Matriks Segitiga Atas Blok adalah matriks blok yang apabila
blok-blok yang berada di bawah diagonal adalah nol
y Matriks Segitiga Bawah Blok adalah matriks blok yang apabila
blok-blok yang berada di atas diagonal adalah nol
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
3 0 0 0 0
4 4 4 0 0
5 6 7 0 0
1 1 1 1 1
5 4 3 2 1
B
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
3 5 3 5 3
0 4 4 4 4
0 6 7 8 9
0 0 0 1 1
0 0 0 2 1
C
¦
¦
¦
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
3 0 0 0 0
0 4 4 0 0
0 6 7 0 0
0 0 0 1 1
0 0 0 2 1
A
Contoh
TNA \ MRV \ 01
31
Diketahui matriks:
Tentukan perkalian kedua matriks di atas menggunakan
perkalian biasa dan menggunakan matriks blok
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
7 1 4
0 5 2
2 3 1
A
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
1 0 6
5 4 2
2 1 0
B
TNA \ MRV \ 01
32
y Perkalian Biasa
¦
¦
¦
|
¦

¸

=
¦
¦
¦
|
¦

¸

¦
¦
¦
|
¦

¸

=
20 8 44
29 22 10
19 13 18
1 0 6
5 4 2
2 1 0
7 1 4
0 5 2
2 3 1
AB
TNA \ MRV \ 01
33
y Matriks Blok
¦
¦
¦
|
¦

¸

¦
¦
¦
|
¦

¸

=
1 0 6
5 4 2
2 1 0
7 1 4
0 5 2
2 3 1
AB
. J . J
. J . J. J . J . J. J
¦
¦
¦
¦
|
¦

¸

+
¦
|
¦

¸

+
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

+
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

+
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

=
1 0 7
5 4
2 1
1 4 6 7
2
0
1 4
1 0
0
2
5 4
2 1
5 2
3 1
6
0
2
2
0
5 2
3 1
AB
. J . J ¦
¦
¦
|
¦

¸

=
¦
¦
¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

¦
|
¦

¸

=
20 8 44
29 22 10
19 13 18
20 8 44
29 22
19 13
10
18

Aljabar Matriks

2

TNA \ MRV \ 01

Definisi
y MATRIKS adalah suatu array elemen-elemen segiempat

yang tersusun dari baris horizontal dan kolom vertikal y Suatu matriks umum A yang memiliki m baris dan n kolom dituliskan sbb:
« a11 ¬a A ! aij ! ¬ 21 ¬ / ¬ ­am1 a12 a22 / am 2 . . .

? A

a1n » a2 n ¼ ¼ /¼ ¼ amn ½

aij merepresentasikan elemen yang terletak di baris ke-i dan kolom ke j
3 TNA \ MRV \ 01

contoh: «0 0 0 0 » 0!¬ 0 0 0 0¼ ­ ½ 4 TNA \ MRV \ 01 . contoh: A ! 1 t2 ? cos t A y Matriks yang semua elemennya terdiri atas bilangan disebut sebagai Matriks Konstanta. contoh: «1 2» B!¬ 3 4¼ ­ ½ y Matriks yang seluruh entrinya adalah nol disebut Matriks Nol dan biasanya dilambangkan dengan 0.y VEKTOR adalah suatu matriks yang memiliki hanya satu baris atau satu kolom.

contoh: Matriks 2 x 3 berarti terdiri atas 2 baris dan 3 kolom «1  4 5 » A!¬ 0 3  2¼ ­ ½ y Matriks A dan B adalah sama (A=B) jika keduanya memiliki ukuran yang sama dan jika elemen-elemen yang bersesuaian juga sama. contoh: « x  y 2 z  t » «3 7 » ¬ x  y z  t ¼ ! ¬1 5 ¼ ½ ­ ­ ½ 5 TNA \ MRV \ 01 .y m x n menandakan ukuran matriks.

misalkan m x n. « ka11 ka12 . kA ! ¬ / / ¬ ­kam1 kam 2 .Penjumlahan Matriks & Perkalian Skalar y Misalkan aij dan bij adalah dua matriks dengan ukuran yang sama. maka: o Jumlah A dan B (ditulis A+B) adalah matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan elemen-elemen yang bersesuaian dari A dan B. ¬a b ¬ 21 21 a22  b22 . ¬ ka ¬ 21 ka22 . A B ! ¬ / / ¬ ­am1  bm1 am 2  bm 2 . ka1n » ka2 n ¼ ¼ / ¼ ¼ kamn ½ 6 TNA \ MRV \ 01 . « a11  b11 a12  b12 . a1n  b1n » a2 n  b2 n ¼ ¼ / ¼ ¼ amn  bmn ½ o Hasil kali dari matriks A dengan suatu skalar k (ditulis kA) adalah matriks yang diperoleh dengan cara mengalikan setiap elemen A dengan k.

7 TNA \ MRV \ 01 . k(A + B) = kA + kB vi. A + 0 = 0 + A = A iii.A=A i. (k + k·)A = kA + k·A vii. (kk·)A = k(k·A) viii.Sifat-sifat Dasar Penjumlahan Matriks & Perkalian Skalar (A + B) + C = A + (B + C) ii. 1. A + (-A) = (-A) + A = 0 iv. A + B = B + A v.

Latihan Selesaikan sifat-sifat dasar penjumlahan matriks dan perkalian skalar di atas jika diketahui matriks-matriks dan skalar sbb : «1  2 3 » A!¬ ¼ ­4 5  6½ k !5 k'! 7 « 3 0 2» B!¬ ¼ ­ 7 1 8 ½ «3 8 4» C!¬ ¼ ­7 2 1 ½ 8 TNA \ MRV \ 01 .

AB ! y Contoh: §a k !1 n k bk ?7 «1 ¬2 ­ 9 4 «3» ¬ 5A 2 ¼ ! 7.Perkalian Matriks y Perkalian dari dua matriks aij dan bij dilakukan dengan mengalikan entri-entri yang bersesuaian dan menjumlahkannya.

 .

 4 .

2  5.

 1 ! 8 3 ¬ ¼ ¬ ½ ­  1¼ 3 » «2 ¬  1¼ ­5 ½ 0 2  4» «17 ¼ ! ¬ 1 6 ½ ­ 6 2 14 »  14¼ ½ TNA \ MRV \ 01 .

A(B+C) = AB + AC (Hukum Distributif Kiri) iii. k(AB) = (kA)B = A(kB) i. (B+C)A = BA + CA (Hukum Distributif Kanan) iv. 10 TNA \ MRV \ 01 .Sifat-sifat Dasar Perkalian Matriks (AB)C = A(BC) (Hukum Asosiatif) ii.

Latihan Selesaikan sifat-sifat dasar perkalian matriks di atas jika diketahui matriks : 6» «4 1 A ! ¬5 1  9 ¼ ¼ ¬ ¬3  2 4 ¼ ½ ­ k!2 « 3  4 1» B!¬ 9 0 3¼ ¼ ¬ ¬  5 1 5¼ ½ ­ 6» «2 9 C ! ¬5  2 5 ¼ ¼ ¬ ¬1 8  3¼ ½ ­ 11 TNA \ MRV \ 01 .

sebagai baris-barisnya.Transpos Suatu Matriks y Transpos dari matriks A (ditulis AT) adalah matriks yang diperoleh dengan cara menuliskan kolom-kolom dari A. (kA)T = kAT iv. ii. Contoh: 0» «1 «1  4 5 » ¬ 4 3 ¼ ¬0 3  2 ¼ ! ¬ ¼ ­ ½ ¬ 5  2¼ ­ ½ T y Sifat-sifat dasar operasi transpos: i. 12 (A+B)T = AT + BT (AT)T = A iii. (AB)T = BTAT TNA \ MRV \ 01 . secara berurutan.

Matriks Bujur Sangkar y Matriks Bujur Sangkar adalah matriks yang memiliki baris dan kolom yang sama banyak. y Contoh: diketahui matriks berorde 3 2 3» «1 A ! ¬ 4  4  4¼ ¼ ¬ ¬5 6 7 ¼ ­ ½ «2  5 1 » B ! ¬0 3  2 ¼ ¬ ¼ ¬1 2  4¼ ­ ½ maka « 3 3 4 » A  B ! ¬ 4  1  6¼ ¼ ¬ ¬6 8 3¼ ½ ­ 13 TNA \ MRV \ 01 « 5 7  15 » AB ! ¬ 12 0 20 ¼ ¬ ¼ ¬ 17 7  35¼ ­ ½ . y Matriks n x n dikatakan sebagai matrik berorde n.

ann ? A y Trace dari A (ditulis tr(A)) yaitu jumlah dari elemen-elemen diagonal.tr(A) iii. a22 . 14 TNA \ MRV \ 01 . a33 . tr(kA) = k . . yaitu a11 .Diagonal dan Trace y Diagonal atau Diagonal Utama dari sebuah matriks bujur sangkar A ! aij terdiri dari elemen-elemen dengan subskrip bilangan kembar. ann y Sifat-sifat dasar dari trace: tr(A + B) = tr(A) + tr(B) ii.. tr ( A) ! a11  a22  a33  . tr(AT) = tr(A) iv. tr(AB) = tr(BA) i.

AI ! IA ! A y Jika B adalah matriks m x n. maka : BI n ! I m B ! B y Matriks Skalar merupakan matriks dengan bilangan k pada diagonalnya dan 0 pada entri-entri lainnya .Matriks Identitas y Matriks Identitas atau Matriks Satuan Bujursangkar-n (In) adalah matriks bujursangkar-n dengan bilangan 1 pada diagonalnya dan 0 pada entri-entri lainnya.

kI A ! k .

IA ! kA 15 TNA \ MRV \ 01 .

«1 0 0» ¬0 1 0 ¼ ¬ ¼ ¬0 0 1 ¼ ­ ½ » «1 ¼ ¬ 1 ¼ ¬ ¬ 1 ¼ ¼ ¬ 1½ ­ «5 0 0 » ¬0 5 0 ¼ ¬ ¼ ¬0 0 5 ¼ ­ ½ 16 TNA \ MRV \ 01 .

Fungsi Delta Kronecker 0 ® jika i { j H ij ¯ 1 ° jika i ! j Sehingga I ! H ij 17 TNA \ MRV \ 01 ? A .

Perpangkatan Matriks A ! AA 2 Contoh : A !A A 3 2 A !A A / 4 3 «1 2» A!¬ ¼ ­3 4½ «1 2» «1 A ! AA ! ¬ ¼ ¬3 ­3 4½ ­ «1 0» «1 0 A A ! IA ! ¬ ¼ ¬3 ­0 1 ½ ­ 2 A n 1 !A A n A !I 0 18 TNA \ MRV \ 01 2» « 7 10 » ¼ ! ¬15 22¼ 4½ ­ ½ 2» «1 2» ¼ ! ¬3 4¼ ! A 4½ ­ ½ .

Polinomial dalam Matriks Jika f .

 an x n f .x ! a0  a1 x  a2 x 2  .

x ! 2 x 2  3 x  5 f .

A ! 2 A2  3 A  5 I « 7 10 » «1 2» «1 0» ! 2¬ ¼  3¬3 4¼  5¬0 1¼ ­15 22½ ­ ½ ­ ½ «14 20» «3 6 » «5 0» !¬ ¼  ¬9 12¼  ¬0 5¼ ­30 44½ ­ ½ ­ ½ f .

 an An Maka Contoh : 19 TNA \ MRV \ 01 «16 14 » !¬ 21 37 ¼ ­ ½ .A ! a0 I  a1 A  a2 A2  .

Determinan y Setiap matriks bujursangkar-n A=[aij] memiliki skalar khusus yang disebut determinan A. dilambangkan dengan det(A) y Determinan berorde 1. A=[a11]. adalah skalar dari a11 itu sendiri y Determinan berorde 2 diselesaikan dengan cara berikut: + - a11 a12 a21 a22 20 TNA \ MRV \ 01 det .

A ! a11a22  a12 a21 .

maka invers dari A berukuran 2x2 dapat diperoleh sbb: y Pertukarkan kedua elemen pada diagonal y Tuliskan negatif dari dua elemen lainnya y Kalikan matriks yang diperoleh di atas dengan 1/|A|.Invers Matriks Orde 2 y Jika det(A) kita lambangkan dengan |A| dimana |A| 0. ATAU bagilah setiap elemen dengan |A| y Jika |A| = 0 maka matriks A tidak dapat dibalik y Jika matriks bujursangkar A dapat dibalik (invertible) dimana B merupakan invers dari matriks A. maka dikatakan matriks tersebut nonsingular dan memenuhi: AB ! BA ! I 21 TNA \ MRV \ 01 .

Determinan A : A ! 2.y Tentukan Invers dari matriks berikut: 1) «2 3» A!¬ 4 5¼ ­ ½ 2) «1 3 » B!¬ 2 6¼ ­ ½ y Penyelesaian 1.

5  3.

4 ! 2 Invers A : 1 1 A ! A 22 TNA \ MRV \ 01 « 5  3» « 5 !¬ 2 ¬ 4 2 ¼ ­ ½ ­2 » ¼  1½ 3 2 .

D ! diag .Matriks Diagonal y Matriks bujursangkar D=[dij] disebut matriks diagonal jika seluruh entri nondiagonalnya adalah nol.

.d11 . . d 22 . d nn «3 0 0 » ¬0  7 0 ¼ ¬ ¼ ¬0 0 2 ¼ ­ ½ diag .

2 23 TNA \ MRV \ 01 «4 0 » ¬ 0  5¼ ­ ½ diag .7.3.

5 «6 » ¬ 9 ¼ ¬ ¼ ¬ 8¼ ­ ½ diag .4.

6.8 .9.

24 TNA \ MRV \ 01 .Matriks Segitiga y Matriks bujursangkar A=[aij] adalah Matriks Segitiga Atas (Matriks Segitiga). jika seluruh entri yang berada di bawah diagonal utamanya sama dengan 0 (jika aij = 0 untuk i > j) «a11 ¬0 ­ a12 » ¼ a22 ½ «b11 b12 ¬ b22 ¬ ¬ ¬ ­ b13 b14 » ¼ b23 b24 ¼ b33 b34 ¼ ¼ b44 ½ y Matriks Segitiga Bawah adalah matriks bujursangkar yang seluruh entri-entri yang berada di atas diagonalnya sama dengan 0.

Matriks Simetris y Matriks bujursangkar A adalah Matriks Simetris jika AT=A (aij = aji) « 2 3 5 » A ! AT ! ¬ 3 6 7¼ ¬ ¼ ¬5 7  8¼ ­ ½ y Matriks bujursangkar A adalah Matriks Simetris Miring jika AT=-A (aij = -aji) 3  4» «0 B ! ¬ 3 0 5¼ ¼ ¬ ¬ 4 5 0 ¼ ½ ­ 25 TNA \ MRV \ 01 .

Matriks Ortogonal y Matriks bujursangkar A adalah Matriks Ortogonal jika AT=A-1 sehingga AAT = ATA = I « A!¬ 4 5 ­ 3 5 4 5 3 5 » ¼ ½ 26 TNA \ MRV \ 01 .

Matriks Normal y Matriks Normal adalah matriks yang bersifat komutatif dengan transposnya (AAT = ATA) «6  3» Jika A ! ¬ 3 6¼ ½ ­ «6  3» « 6 3» «45 0 » T AA ! ¬ ¼ ¬ 3 6¼ ! ¬ 0 45¼ ½ ½ ­ ­3 6 ½ ­ « 6 3» «6  3» «45 0 » T A A!¬ ¼ ¬3 6 ¼ ! ¬ 0 45¼ ­ 3 6½ ­ ½ ­ ½ 27 TNA \ MRV \ 01 .

y Keuntungan dari partisi matriks-matriks. menjadi blok-blok adalah bahwa hasil dari operasi-operasi pada A dan B dapat diperoleh dengan melakukan perhitungan dengan blok-blok tersebut.Matriks Blok y Matriks Blok merupakan matriks yang dipartisi menjadi submatriks-submatriks yang disebut blok-blok (sel-sel) dengan menggunakan sistem garis (putus-putus) horizontal dan vertikal. seakan-akan blok-blok tsb merupakan elemen-elemen matriks yang sesungguhnya. 28 TNA \ MRV \ 01 . misalnya A dan B.

Matriks Blok Bujursangkar y Matriks harus berupa matriks bujursangkar y Blok-bloknya membentuk suatu matriks bujursangkar y Blok-blok diagonalnya juga merupakan matriks-matriks bujursangkar «1 ¬ ¬1 A ! ¬9 ¬ ¬4 ¬ ¬3 ­ 29 TNA \ MRV \ 01 2 3 4 5» ¼ 1 1 1 1¼ 8 7 6 5¼ ¼ 4 4 4 4¼ ¼ 5 3 5 3¼ ½ .

Matriks Diagonal Blok y Matriks Segitiga Atas Blok adalah matriks blok yang apabila blok-blok yang berada di bawah diagonal adalah nol y Matriks Segitiga Bawah Blok adalah matriks blok yang apabila blok-blok yang berada di atas diagonal adalah nol «1 ¬ ¬1 A ! ¬0 ¬ ¬0 ¬ ¬0 ­ 30 2 0 0 0» «1 ¬ ¼ 1 0 0 0¼ ¬1 ¼ B ! ¬0 0 7 6 0¼ ¬ ¬0 0 4 4 0¼ ¬ ¼ ¬0 ­ 0 0 0 3¼ ½ TNA \ MRV \ 01 2 3 4 5» «1 ¼ ¬ 1 1 1 1¼ ¬1 0 7 6 5 ¼ C ! ¬9 ¬ ¼ ¬4 0 4 4 4¼ ¬ ¼ ¬3 0 0 0 3¼ ½ ­ 2 0 0 0» ¼ 1 0 0 0¼ 8 7 6 0¼ ¼ 4 4 4 0¼ ¼ 5 3 5 3¼ ½ .

Contoh Diketahui matriks: «1 3 2 » A ! ¬2 5 0¼ ¼ ¬ ¬4 1 7 ¼ ½ ­ «0 1 2» B ! ¬2 4 5¼ ¬ ¼ ¬6 0 1¼ ­ ½ Tentukan perkalian kedua matriks di atas menggunakan perkalian biasa dan menggunakan matriks blok 31 TNA \ MRV \ 01 .

y Perkalian Biasa «1 3 2» «0 1 2» «18 13 19 » AB ! ¬2 5 0¼ ¬2 4 5¼ ! ¬10 22 29¼ ¬ ¼¬ ¼ ¬ ¼ ¬4 1 7 ¼ ¬6 0 1 ¼ ¬44 8 20¼ ­ ½­ ½ ­ ½ 32 TNA \ MRV \ 01 .

y Matriks Blok «1 3 2 » « 0 1 2 » AB ! ¬2 5 0¼ ¬2 4 5¼ ¬ ¼¬ ¼ ¬4 1 7¼ ¬6 0 1¼ ­ ½­ ½ « «1 3» «0» «2» «1 ¬¬ ¼ ¬2¼  ¬0¼?6A ¬2 ­ ¬ ­ 2 5½ ­ ½ ­ ½ AB ! ¬ «0 » ?4 ¬ ?4 1A¬2¼  ?7A?6A ­ ½ ­ « «18» «13 19 » » «18 ! ¬ ¬10¼ ¬22 29¼ ¼ ! ¬10 ½¼ ¬ ¬­ ½ ­ 8 ¬ ?44A ? 20A ¼ ¬44 ­ ½ ­ 3» « 1 5¼ ¬ 4 ½­ «1 1A¬ ­4 » 2» «2» ¼ ¼  ¬0¼?0 1A 5½ ­ ½ ¼ 2» ¼ ¼  ?7A?0 1A ¼ 5½ ½ 13 19 » 22 29¼ ¼ TNA \ MRV \ 01 8 20¼ ½ 33 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->