Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 1 BLOK 1.3

KELOMPOK 9
Rian Gusman Widagdo Yacinta Astri Dwi PU Rivany Bustan Nur Rohmah Ratnasari Nita Aslikhatul F Berta Yan Sevita Akhiril Fatiya Isnaenil Laily Herlina N Silaban Karunia Sholichah Hanifah Eka P.S. Fisna Ervantika G Siti Khotijah Emiona Tepmul (14679) (14699) (14704) (14706) (14707) (14709) (14728) (14732) (14733) (14736) (14741) (14742) (14747)

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UNIVERSITAS GADJAH MADA Yogyakarta

2011

Skenario 1: Lampunya Terang Banget Pak Edo terpaksa harus dirawat lagi di RS karena penyakitnya kambuh. Selama dirawat di RS, Pak Edo sering mengeluh merasa tidak nyaman dengan kondisi lingkungan ruang perawatan, karena lampu kamarnya sangat terang, ruangan bau obat-obatan, suara kran air yang selalu menets, cat ruangan yang warnanya terlalu mencolok. Pak Edo juga mengeluhkan program pemberian obat pada malam hari yang mengganggu tidurnya. Pak Edo menyampaikan keluhannya ke perawat dengan harapan lingkungan perawatan akan menjadi lebih nyaman. STEP I
1. Nyaman : terbebas dari gangguan apapun (rasa khawatir, nyeri, penderitaan, kesedihan); keadaan dimana kebutuhan dasar seseorang terpenuhi; 2. Lingkungan : keadaan sekitar seseorang/obyek berupa fisik maupun non fisik 3. Kambuh : munculnya kembali penyakit yang pernah diderita

STEP II
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi rasa nyaman? Apa saja contoh lingkungan fisik dan non fisik? Apa akibat yang dirasakan pasien jika lingkungan tidak nyaman? Bagaimana cara memanajemen lingkungan terhadap ketidaknyamanan? Konsep rasa nyaman Bagaimana hubungan manajemen lingkungan dengan nyeri dan nausea? Konsep lingkungan dalam paradigma keperawatan Bagaimana lingkungan keperawatan yang ideal? Adakah hubungan lingkungan dengan rasa nyaman? Jelaskan! Apa peran perawat dalam menghadapi ketidaknyamanan pasien? Apa saja standar umum kesehatan lingkungan? Bagaimana pengaruh warna ruangan terhadap kenyamanan? Apa manfaat lingkungan yang nyaman bagi pasien? Diagnosa yang berkaitan dengan ketidaknyamanan, beserta NOC NIC Manajemen lingkungan

STEP III
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa nyaman: a. Fisik berkaitan dengan sensasi tubuh, mekanisme homeostatis b. Psikospiritual kesadaran internal, harga diri, seks, identitas, dan hubungan seseorang untuk dipahami c. Lingkungan latar belakang pengalaman eksternal seseorang d. Sosiokultural hubungan dengan orang lain, keluarga, dan sosial 2. Contoh lingkungan fisik dan non fisik a. Fisik: segala benda di sekitar (cahaya, suhu, udara) b. Non fisik: hubungan sosial antar manusia 3. Akibat yang dirasakan pasien jika lingkungan tidak nyaman a. Proses kesembuhan pasien akan terhambat b. Timbul penyakit lainnya, contoh: pilek, batuk c. Stress 4. Cara memanajemen lingkungan terhadap ketidaknyamanan a. Mengidentifikasi ketidaknyamanan pasien b. Membuat perencanaan, mempersiapkan alat

5. 6.

7. 8.

9.

10.

11.

12.

13. 14.

15.

c. Melakukan indakan untuk memenuhi kenyamanan pasien d. Evaluasi Konsep rasa nyaman Nyaman merupakan presepsi (bersifat subyektif) Hubungan manajemen lingkungan dengan nyeri dan nausea Dengan manajemen lingkungan yang baik, nyeri dan nausea akan terminimalisir Contoh: jika tidak ada bau akan mengurangi rasa mual Konsep lingkungan dalam paradigma keperawatan Keadaan fisik maupun non fisik di sekitar klien dan tenaga medis lain Lingkungan keperawatan yang ideal a. Resiko cedera pasien lebih kecil b. Resiko penularan penyakit terminimalisir c. Memudahkan tenaga keseatan/staf untuk melakukan tindakan d. Minim kebisingan e. Memudahkan mobilisasi pasien Adakah hubungan lingkungan dengan rasa nyaman? Jelaskan a. Ada, karena lingkungan merupakan keadaan sekitar seseorang yang mempengaruhi kenyamanan seseorang. Peran perawat menghadapi ketidaknyamanan pasien a. Sebagai konsultan b. Membantu pasien untuk mencapai kenyamanan c. Sebagai advokat bagi pasien d. Edukator ttg lingkungan sekitarnya e. Melakukan tindakan spt positioning, bed making, back massage, relaksasi, dll Standar umum kesehatan lingkungan a. Bersih b. Rapi c. Tidak berbau d. Bebas kuman e. Air tidak tercemar f. Tenang g. Cahaya mencukupi h. Sanitasi yang baik i. Sirkulasi udara baik Pengaruh warna ruangan thd kenyamanan a. Subyektif. Warna yang terlalu mencolok menganggu kenyamanan pandangan pasien b. Warna yang kalem cenderung membuat pasien merasa lebih tenang Manfaat lingkungan yang nyaman bagi pasien Memperlancar/mempercepat proses penyembuhan pt Diagnosa yang berkaitan dengan ketidaknyamanan + NOC NIC a. Gangguan rasa nyaman (nyeri, mual) b. Risiko infeksi c. Gangguan pola tidur Manajemen lingkungan

a. Pengaturan keadaan sekitar pasien baik fisik maupun non fisik untuk menambah kenyamanan pasien

STEP IV
Fisik Masalah Lingkungan Non-Fisik Manajemen Lingkungan

Rumah Sakit

Psikospiritual NYAMAN Sosiokultural Fisik

STEP V
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Contoh lingkungan fisik & non fisik Konsep rasa nyaman Konsep lingkungan dalam paradigma keperawatan Lingkungan keperawatan yang ideal Peran perawat menghadapi ketidaknyamanan pasien Diagnosa yang berkaitan dengan ketidaknyamanan + NOC NIC Manajemen lingkungan Cara memanajemen lingkungan terhadap ketidaknyamanan

STEP VI Mencari Referensi STEP VII


1. Contoh lingkungan fisik & non fisik a. Fisik : cuaca, kebersihan, bangunan (hrs menunjag kinerja petugas kesehatan), lantai, oksigenisasi, suhu, cahaya i. Langsung ii. Tdak lngsung b. Non : adat, norma, suasana hati, care, empati i. Psikologis ii. Sosial budaya interaksi sosial iii. Spiritual ponpes, dll 2. Konsep rasa nyaman a. Kolcaba terpenuhi KDM, bebas nyeri i. Relief > keringanan

b.

c. d.

e.

f.

g. h. i.

j.

ii. Ketentraman iii. Transenden Konteks i. Fisik ii. Psikospiritual iii. Sosiokultural iv. Lingkungan Bersifat Individu Tipe comforting care i. Technical > Monitoring & managing rasa sakit ii. Coaching > Mengurangi kecemasan & memberikan rencana recovery iii. Comforting > membuat pasien merasa nyaman Hubungan nyaman dalam proses penyembuhan i. Fisik > Perawat dpt berusaha ii. Lingkungan > menyediakan lingkungan yg kondusif iii. Sosio kultural > Dukungan interpersonal iv. Psikospiritual > motivasi pasien & konsep diri pasien Kenyamanan -> ditekankan pada nyeri & pola tidur i. Tidur -> faktor yg penting dalam kenyamanan +- 8jam mempengaruhi imunitas Enak & aman, sejuk & bersih, tenang & damai Comfort teori_berta i. Pendekatan holistik Elemen pembentuk nyaman i. Dr dalam diri: 1. Sejarah/pengalaman kenyamanan individu 2. Keadaan individu ii. Stimulus eksternal 1. Input visual 2. Penciuman 3. Suara bising 4. Temperatur & kelembaban 5. Tekanan yg dirasakan 6. Postur & pergerakan Aspek kenyamanan Looze dkk., (dalam Vink, 2005) i. Fisiologis Ditentukan oleh hubungan antara keadaan lingkungan sekitar dgn respon dr fungsi & mekanisme tubuh manusia yang terjadi scr menyeluruh. Ct: Perubahan fungsi tubuh manusia 1. Detak jantung 2. Volume pengeluaran keringat 3. Sakit kepala 4. Peningkatan asam lambung, dlsb ii. Pskologis kondisi kejiwaan, mental, dan emosional, serta perubahan fungsi kognitif dr seseorang,ct:

1. Suasana hati, kepekaan, agresi, sensitifitas, dll iii. Fisik Kesesuaian kondisi lingkungan sekitar dengan kondisi dan bentuk tubuh manusia yg dipengaruhi oleh iklim, suhu, kelembaban, kualitas udara, dan dapat juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja atau ukuran peralatan ruang kerja. 3. Konsep lingkungan dalam paradigma keperawatan a. Lingkungan -> tempat yg aman, dpt mengurangi resiko cedera, memperpendek hari perawatan, melindungi tenaga medis b. Nightingale -> perawat ditekakan terhadap pemberian lingkungan yg nyaman c. Mira L -> bertujuan pd konservasi energi, jk energi seimbang, pt sehat. Lingkungan buruk, keseimbangan energi tergangggu. d. Difokuskan pd lingkungan masy, agen host lingk e. Lingk -> faktor eksternal yg mempengaruhi kesehatan 4. Lingkungan keperawatan yang ideal a. Lingkungan yg memudahkan petugas kesehatan melakukan intervensi 5. Peran perawat menghadapi ketidaknyamanan pasien a. Melihat konteks ketidaknyamanan pasien krn bersifat individual b. Memenuhi kebutuhan psikologis, sosiologis, biologis, c. Tidak hny dr aspek fisik i. Mengidentifikasi kebutuhan klien ttg nyaman ii. Bersikap peduli, ramah, sopan, empati iii. Perawat mnjd komunikator iv. Meringankan gejala v. Menyediakan lingkungan kondusif untuk proses kesembuhan vi. Menciptakan suasana yg aman dan nyaman dr benda/keadaan yg menyebabkan luka vii. Penyelenggara proses sosialisasi viii. Teknis perawat 1. Memenuhi kebutuhan pasien d. Menghadirkan orang terdekat e. Ekspresi wajah perawat 6. Diagnosa yg berkaitan dengan ketidaknyamanan + NOC NIC i. Mual 1. NOC -> menunjukan tingkat kenyamanan, keseimbangan cairan 2. NIC -> a. Penatalaksanaan cairan b. Pemantauan cairan c. Pemantauan nutrisi ii. Anxiety iii. Gangguan pola tidur iv. Nyeri

7. Manajemen lingkungan kerangka kerja yang dapat diintregasikan ke dalam proses2 bisnis yg ada untuk mengenal, mengukur, mengelola, dan mengontrol dampak2 lingkungan secara efektif. aktivitas untuk mencapai kebijakan lingkungan yg telah ditetapkan a. Aspek2 dr keseluruhan fungsi manajemen b. Manipulasi dr sekeliling pasien untuk memperoleh keuntungan terapeutik c. Rencana/manipulasi lingkunga untuk memperoleh kenyamanan pasien 8. Cara memanajemen lingkungan terhadap ketidaknyamanan a. i. Perencanaan identifikasi aspek lingkungan ii. iii. Pemeriksaan monitoring pelaksanaan iv. Evaluasi & monitoring b. i. Cahaya cukup ii. Jauh dr polusi iii. Oksiden cukup c. i. Perawatan optimal & penerapan holistic care ii. Kebijakan RS yg memenuhi kebutuhan pasien d. i. Menciptakan lingkungan yg nyaman bagi pasien ii. mempertimbangkan safety

Beri Nilai