Peramalan Nilai Tukar Rupiah; Pendekatan ARIMA

Oleh: Eko Kusmurtanto'"

Abstract
This paper apply ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) model to forecast the Indonesia's exchange rates over the period of 2000-2006. Any technique to define the ordo for the estimation, are tramo/seats, correlation of correlogram, and trial and error. Accuracy verify the result of estimation on ARIMA (2,1,1). Forecasting is undertaken (n t~e case of the exchange rates between rupiah and USdollar.

Key words: Nilai Tukar, ARIMA, Stasioneritas, Ordo, Tramo/seats .

.••Dosen Tetap STEKPI
http://www.univpancasila.ac.id 7/31

Peramalan Nilai Tukar Rupiah. Depresiasi nilai tukar rupiah yang sangat tajam tersebut membawa dampak yang sangat buruk.. Volatilitas Nilai Tukar Rupiah Rp/$US ~ :~~~ iii':':':""""""'' ".•.an. terutama setelah dilanda krisis nilai tukar pada tahun 1997. Artinya dampak krisis tersebut membawa rentetan yang memburuk terhadap perekonomian secara nasional.... rupiah menggunakan sistem mengambang terkendali (managed floating exchange rate system) meski sistem mengambang sudah diperkenalkan sejak tahun 1973 pada konferensi Bretton-Woods. saat ini rupiah berada dikisaran Rp. 9. Volume 1 Edisi Maret 2007 http://www. :2 o o N 0 <D (")N LO Waktu :2 :2 <D o N ~ o 0 0 Sumber : International Financial Statistics N N 5ebelum sistem nilai tukar rupiah diambangkan (free floating exchange rate system) pada bulan Agustus tahun 1997. dan seterusnya sehingga perekonomian memburuk. 5ebagai gambaran.. 15000. akibatnya permintaan atau daya beli masyarakat berkurang.. margin atas produk ada tapi tidak bisa menutup biaya operasional dan administrasi perusahaan (total cost) karena kuantitas penjualan menurun. 34 JURNAL EKUBANK.univpancasila.200.000. Gambar 1.. Pendekatan ARIMA LATAR BELAKANG sampai saat ini volatilitas nilai tukar (exchange rateS) rupiah masih menjadi topik bahasan yang menarik.ac. 9..per dolar Amerika. . 5eperti yang terlihat pada gambar 1.id 7/31 .. Ol Ol :2 <D . 5eperti banyaknya perusahaan yang terpaksa harus menutup usaha karena mereka harus menanggung beban dalam membayar kredit valuta asingnya (misal kredit dalam dolar Amerika).200. 12000 10000 8000 6000 4000 2000 o. Dimana kesepakatan kredit tersebut dilakukan pada era sebelum adanya krisis yaitu nilai tukar rupiah hanya pada kisaran Rp 2.. namun f1uktuasitersebut semakin mengarah stabil pada tahun-tahun berikutnya yaitu pada kisaran Rp.. pemerintah tidak ada pendapatan (pajak). Fluktuasi rupiah pada pertengahan tahun 1998 memasuki kisaran Rp..per dolar Amerika.•. Hal ini dapat diistilahkan sebagai lingkaran setan (vidous drde).. negara kekurangan dana untuk pembangunan. jika perusahaan yang gulung tikar semakin banyak maka akan berpotensi meningkatkan intensitas pengangguran. rupiah sangat volatil setelah pemerintah menggunakan sistem mengambang bebas... diatas.per dolar Amerika... Bahasan tersebut menjadi sangat diperlukan jika suatu pihak yang berkepentingan akan menggunakan nilai tukar sebagai sarana transaksi atau investasi. Meskipun belakangan ini rupiah sudah menunjukkan arah yang makin stabil namun bukan berarti kita tidak membutuhkan prediksi (foreci1sf). namun justru negatif. Multiplier yang dihasilkan dari krisis nilai tukar tersebut tidak pada arah positif.

9200/$1US. Dimana nilai tukar dan harga komoditas tersebut diukur berdasarkan kondisi pada negara yang bersangkutan. euro. Volume1 Edisi Maret2007 http://www. 2002). mata uang tersebut mempunyai sifat vis a vis (berhadap-hadapan) dan volatil. Valuta asing/valas dapat dibagi dengan hard currency dan soft currency. Soft currency adalah jenis yang mempunyai kecenderungan depresiasi. valuta harus mempunyai harga jika akan diperdagangkan. Intinya peramalan nilai tukar termasuk bagian penting bagi pengelolaan keuangan baik kalangan mikro maupun makro. produk domestik bruto. nilai tukar riil keseimbangan (Equilibrium Real Exchange Rate/ERE!?). Hubungan/koneksitas antara nilai tukar dan nilai komoditas dikenal dengan hukum satu harga (Law of One Price/LOp).et all. Pasar valuta asing didefinisikan sebagai tempat diperdagangkannya mata uang (valuta).id 35 7/31 . meski tersedia data dengan kurun waktu yang agak pendek yaitu bentuk data triwulanan. atau secara nominal dapat ditulis Rp. Ketepatan estimasi sering lebih baik dengan menggunakan random walk atau data tunggal (univeriate) dengan data jangka pendek. Beberapa pelaku utama dalam pasar valuta asing meliputi retail customers.univpancasila. Studi peramalan ini juga tidak kalah penting bagi kalallgan para pengambil kebijakan dalam level pemerintahan sehingga efektifltas kebijakan pembangunan akan berjalan optimal. dan sebagainya. 1994 dan Tucker. Hard currency adalah jenis mata uang yang mempunyai kecenderungan apresiasi. contohnya mata uang negara-negara maju seperti pandsterling. Studi-studi tersebut dapat dijadikan alat pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dalam skala yang mikro maupun makro. Estimasi nilai tukar yang secara umum dilakukan terhadap variabel fundamental kebanyakan tidak cocok (fit) terhadap data aktualnya (Franke . Peramalan nilai tukar merupakan studi yang penting khususnya terhadap perusahaan multinasional dimana nilai tukar adalah mempunyai peran yang sangat penting dari proses pengambilan keputusan (seperti: keputusan melakukan transaksi terhadap mitra di mancanegara). purchasing Power Parity Prinsip paritas daya beli (purchasing-power parity/PPp) tersebut telah dipopulerkan oleh ekonom Swedia bernama Gustav Cassell pada tahun 1918 (Gibson.ac. Valuta Asing dan Pasar Valuta Asing Nilai tukar atau kurs mata uang adalah suatu nilai mata uang yang diukur berdasarkan mata uang (valuta) lain (Batiz. seperti mata uang negara-negara berkembang termasuk rupiah. Nilai Tukar. sampai saat ini studi peramalan tentang nilai tukar masih menghadapi masalah dalam menjelaskan bagaimana atau meramalkan perilaku nilai tukar. Pasar disini tidak harus berbentuk tempat (secara fisik). dolar Amerika. 1991). jumlah uang beredar. Metode peramalan khususnya untuk nilai tukar dapat diramalkan dengan metode univariat maupun multivariat. dan yen. Teori ekonomi mengatakan bahwa volatilitas nilai tukar dipengaruhi oleh beberapa variabel ekonomi makro (fundamental) seperti inflasi. 1996). bank komersial. dan nilai tukar riil alami (Natural Real Exchange Rate/NATREX).. Beberapadata variabel ekonomi makro tersebut umumnya merupakan data tahunan. Ide dasar dari LOP adalah menentukan harga JURNAL EKUBANK. namun dapat juga hanya berupa kesepakatan transaksi valuta misalkan adanya kesepakatan jual beli melalui telepon atau internet (maya).PeramalanNilai TukarRupiah. broker valas. Kajian yang masih intensif dilakukan antara lain dengan pendekatan nilai tukar keseimbangan fundamental (Fundamental Equilibrium Exchange Rate/FEEl?). Contohnya mata uang rupiah Indonesia dinilai terhadap mata uang dolar Amerika. Selain bentuknya uang kertas dan koin. PendekatanARIMA Perkembangan Metode Estimasi Nilai Tukar Beberapa perkembangan metode estimasi (pengukuran) nilai tukar sampai saat ini juga menjadi bahan studi yang hangat. dan bank sentral. Seperti juga pada pasar yang lain. Prinsip PPP sangat mudah dijelaskan jika kita hubungkan antara nilai tukar dengan harga komoditas.

. (3) Dimana: S.. baik perubahan perdetik. 1991). Rsher condition. perubahan itu ditunjukkan secara random. Menurut Tucker.1 .univpancasila.ac. pendapatan riit.I ~ = = harga komoditas j di luar negeri harga komoditas secara umum (atau dibobot) di dalam negeri = harga komoditas secara umum (atau dibobot) di luar negeri p. Hal tersebut karena adanya ekspektasi yang tidak selalu sama. = nilai tukar (misal: Rp/$US) Pj" = harga komoditas j di dalam negeri P. Hal ini dapat membantu untuk memahami tentang nilai tukar. (iii) perbedaan suku bunga (interest rate differential) bersama dengan nitai tukar akan cenderung lebih volatil daripada set faktor-faktor fundamental termasuk pasokan uang baik pada domestik maupun Juar negeri. ~ ...lL . Elbadawi (1994). (2000). Kurniati et al. Edwards et al. (1991) ada beberapa hal atau aturan yang dapat disimpulkan tentang karakteristik nilai tukar. Adapun nitai tukar untuk jangka panjang fungsinya berhubungan dengan fundamental ekonomi. tingkat harga. 36 JURNAL EKUBANK.. ~ =-. (ii) nilai tukar antara spot dan future bertendensi bergerak bersama. dan Gandolfo et al. et al. Rajan et al.' Perilaku Nilai Tukar 5ejak nilai tukar diperkenalkan sistem mengambang (floating) pada tahun 1973. Pada prinsipnya yang digunakan dalam perhitungan PPPabsolut adalah diukur berdasarkan harga satu komoditi barang.. perminggu.. international Fisher parity. yang mana merefleksikan seperti yang dikenal pada kondisi paritas internasional (international parity conditions: ppp. perhari. (2) Model PPPrelatif: 5. (1998) sebagian besar menguji pengaruh variabel-variabel fundamental ekonomi terhadap nilai tukar. perbulan.id 7/31 . dan balance of payment (BOP). dan real interest rate paritYJ. maka proses perubahan tersebut dapat dikatakan sebagai random walk.. unbiased forward rate hypothesis. Montiel (1999). (1999)./ . beberapa peneliti telah melakukan pengujian secara empiris terhadap aturan mengenai perilaku nilai tukar./. . interest rate parity. (iv) dalam jangka pendek nitai tukar sensitif terhadap situasi poJitik. 5ecara umum PPPdibagi dengan dua bentuk pokok yakni PPP absolut dan PPP relatif... Pendekatan ARJMA keseimbangan nilai tukar antarnegara. Volume 1 Edisi Maret 2007 http://www. p' . Antara lain Allen (1997). dan seterusnya. (1) Model PPPabsolute: P S =. (1999).. namun untuk PPP relatif diukur berdasarkan harga barang secara umum/relatif (Tucker. Kusmurtanto (2003). Beberapa hal tersebut antara lain adalah sebagai berikut: (i) karena secara spot nilai tukar tersebut selalu berubah setiap waktu.Peramalan Nilai Tukar Rupiah. Model Law of One Price Pj•t = St p.

Berikut ada beberapa model dasar ARIMA: Model autoregresi (AR) Y( = <1> + <1>1 YH + <1>2 }~-2 + . Model ARIMA ini mampu mewakili deret waktu yang stasioner maupun yang non stasioner. ARIMA ARIMA adalah kependekan dari autoregressive integrated moving average. = <1> + <1>1 }~_I + <1>2 Y... Pendekatan ARIMA (v) horizon dalam jangka pendek dari model dapat menunjukkan keadaan random walk hypotesis.. Dimana proses diferensiasi dari integrasi tersebut diijinkan maksimal hanya dua kali. Jadi lengkapnya ARIMA mempunyai ordo p. q = ordo (p untuk AR dan q untuk MA) Integrasi model ARIMA menggunakan ordo d... Jangka waktu data penelitian adalah kurun waktu bulan Januari tahun 2002 sampai dengan bulan Agustus tahun 2006.. Karakeristik model ini tidak mengikutkan varia bel bebas didalam modelnya. + (OqOI_q ••• (6) ° <1>. + (OqOI_q Model ARMA I. (4) .. Model ARIMA sangat bertumpu pada pola otokorelasi data. Secara khusus. Sila variabel tersebut ]URNAL EKUBANK. Volume 1 Edisi Maret 2007 http://www.. dan q.univpancasila.ac. (0 r = va ria bel dependen = residual = koeftsien = waktu p.. salah satu keunggulan utama model ARIMA adalah cukup menggunakan data deret waktu itu sendiri untuk melakukan peramalan (ftlosoft ARIMA "let the data speak for themselveS').. Mengingat beberapa model sebagian besar adalah model multivariat. d. Dengan kata lain ARIMA adalah gabungan antara autoregresi dengan rata-rata bergerak (Enders. 2004).-2 + . + <1>p l~_p dimana: . Nilainya adalah kurs tengah yang tercatat pada akhir periode (bulan) dan dihitung atas dasar kurs juaJ dan kurs beli yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Maksud dari intergasi adalah untuk memastikan apakah data yang digunakan adalah stasioner. Penggunaan data kurun waktu ini sengaja dipilih guna menghindari efek krisis nilai tukar rupiah yang terjadi sekitar tahun 1997. PEMASALAHAN Bagaimana penerapan metode ARIMA jika digunakan dalam meramalkan nilai tukar rupiah mengingat pergerakan nilai tukar yang masih sulit diramalkan.id 37 7/31 . Metodologi ARIMA dikembangkan oleh dua pakar statistik GEP Box dan GM Jenkins (1976) atau sering dikenal dengan metodologi Box-Jenkins. Hal ini diperlukan sebagai alternalif motode peramalan dalam nilai tukar.. un EMPIRIK Uji stasionaritas 5ebelum melakukan estimasi langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan derajat integrasi dari setiap variabel tersebut. Hal tersebut menurut Harris (2003) dan Enders (2004) dilakukan agar estimasi yang akan dilakukan tidak menghasilkan pola hubungan regresi yang palsu (spurious regression relationships). (5) + 1:. + <1>p }~_ p + 1:[ Model Rerata Bergerak (MA) Y( = 1:( + (01°1-1 + (02°1-2 + . + (011:'-1 + (021:(-2 + .. Nilai tukar rupiah adalah nilai tukar terhadap mata uang dolar Amerika. DATA Data nilai tukar rupiah yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari International Financial Statistics. tidak ada variabel yang dapat memprediksi future spot rate yang lebih bagus dari pada current spot rate. 5erta mencoba menemukan model ARIMA yang paling cocok (fif).Peramalan Nilai Tukar Rupiah.

Hasil uji Phillips-Perron menunjukkan 1.Peramalan Nilai Tukar Rupiah.1 = 0. EViews (hal. 5% atau 10% maka Ho ditolak. Pertama identifikasi. 38 JURNALEKUBANK..univpancasila.0889 0. 1. dan interpolasi pada model regresi dengan ketidaklengkapan (missing) observasi dan residual ARIMA.1). Pengujian stasioneritas ini dilakukan dengan uji Phillips . pilihan model final ARIMA (0. and Outliers") melakukan estimasi. Hasilnya seperti pada tabel1. 331). 2002. 185).1) untuk data rupiah disarankan menggunakan ordo (0. dan keempat adalah tahap peralaman. model Phillips-Perron adalah sebagai berikut: Yt. peramalan. Demikian seterusnya bila derajat integrasinya lebih dari satu. bahwa jika data mempunyai unsur waktu (trend) dapat menghasilkan pola hubungan regresi yang palsu (Spurious regression relationships).Yt-J = LlYt = y* Yt-J + li t . I Tramo ("Time Series Regression with ARIMA Noise.* 0. Kusmurtanto 2003).Volume 1 Edisi Maret 2007 http://www. Seats ("Signal Extraction in ARIMA Time Series") menunjukkan ARIMA yang berdasarkan dekomposisi dari keruntutan data terobservasi kedalam komponen yang tidak terobservasi.1. Berdasarkan beberapa literatur seperti Harris (2003) dan Mulyono (2000). kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan tabel yang disajikan oleh MacKinnon Critical Value. Artinya data stasioner pada derajat satu.id 7/31 . h. kedua estimasi model.ac.1. Tahap Identifikasi Spesifikasi atau identifikasi model ARIMA dilakukan pengujian stasioneritas data series (tuntut waktu). ANAUSIS 5esuai tahapan metodologi ARIMA. ketiga diagnostik. Apabila hasil pengujian yang diperoleh lebih besar atau signifikan daripada MacKinnon Critical Values pada 1%. Missing Observations. 1(1) maka va ria bel tersebut mempunyai akar unit (unit roof).Perron dengan lag 3 seperti yang disarankan oleh Neway-West (EViews. proses analisis ini dilakukan dengan 4 (empat) tahap. 1(0) maka variabel tersebut dapat dikatakan stasioner. (7) Pengujian dilakukan terhadap Ho: y* = y . maka veriabel terse but tetap dikatakan unit root namun dengan derajat integrasi yang berbeda sesuai dengan penentuan derajatnya. iah Variabel RP DRP Dimana: RP = nilai tukar rupiah per dolar Amerika pada data level DRP = nilai tukar rupiah per dolar Amerika pada data diferensiasi 1 * = signifikansi pada MacKinnon Critical Values a 1% Prob. Uji Phillips-Perron merupakan pengembangan dari uji Dickey-Fuller (Astuti. berikut: bahwa data rupiah stasioner pada derajat satu.1.. Apabila variabel tersebut terintegrasi pada derajat satu.0000* Tahap Estimasi Model Berdasarkan hasil hitungan tramo/seatS.1. artinya data tersebut stasioner. Pengujian stasioneritas dapat menggunakan uji Phillips-Perron dengan model seperti persamaan 7 diatas. Pendekatan ARIMA terintegrasi pada derajat nol. Dua program ini diperkenalkan oleh Victor Gomez dan Agustin Maravall. dalam menunjukkan kemungkinan beberapa tipe olltliers.

2265 0. yaitu ARIMA (2.1.2638 0.ac.1) dan (1.1).1751 0.4 * 13.2035 0. lm> 0.6596 0.univpancasila.1361 0. sedangkan untuk MA dimulai dengan jarak 1.4423 13.8184 0.. Berdasarkan kombinasi pengujian. oleh karena itu pemilihan jarak runtut waktu diurutkan dari yang jarak terbesar menuju jarak yang terkecil. Kedua model tersebut nilai kofisiennya terbukti sangat signifikan (a = 0.0080 * * * 0..3132 13.5735 0. uji korelogram.1).1.1.8368 0. Estimasi parameter model ARIMA dalam studi ini dikombinasi baik berdasarkan uji stasionaritas..2285 0.0773 -0.1.1.1) 4 (2. Untuk AR dimulai dengan jarak terbesar yaitu 4.0294 0. ::::: IIlall:t) Iiltii .1) 5 (1.0.5721 0.Peramatan Nitai Tukar Rupiah.1.0055 7.7006 0.2234 -0. (2.6 13.3 0. saran dari tramo/seats. caranya dengan melihat korelasi pada uji korelorgam untuk menentukan ordo.1) dan ARIMA (1. Hal ini digunakan karena berdasarkan banyak kajian yang menunjukkan pengaruh terkuat terhadap data aktual sebagian besar dipengaruhi oleh jarak terdekat.3021 0. Konsep pembentukan model ARIMA dapat juga di/akukan dengan cara trial end error untuk memperoleh parameter hingga proses iterasi akan mempercepat konfergensi.6542 22. lI 1{q@(lil.0 1 2 1.1).0000 0. metode tramo/seats menyarankan menggunakan model ARIMA (0.684 444. (4.1).5349 -0.2496 3.9881 0.1263 0.1) 1. *].0000 0.1) (1. sedangkan metode trial and error digunakan sebagai pelengkap analisis dalam menjembatani gap (dari metode tramo/seats dan trial and erro!') untuk menentukan model ARIMA. yaitu ARIMA: (0.0141 0. Hasil Estimasi ARIMA AlAil 1.1.6660 0.6242 0.1394 13.733 13.0739 0.0092 0.1.3533 0. Jika dilihat pada uji JURNAL EKUBANK. (4.0) 6 C MA(1) C AR(1) AR(2) AR(3) AR(4) MA(1) C AR(1) AR(2) AR(3) MA(1) C AR(1) AR(2) MA(1) C AR(1) MA(1) C ARm -21.2326 -0.0852 0.1) 3 (3.1.6 489.9106 0.02) terutama terdapat pada koefisien AR(l) dan MA(l} [Iihat nilai kofisien yang ada tanda bintang.1277 -0.7389 -0. 1.. yaitu dengan menentukan jarak (lag) yang semakin menurun. Gap ini untuk melengkapi model ARIMA yang belum terdefinisi ordonya.1.4433 0.1).14ri•.645 1210.4051 0. (3.1400 * * 0.8147 0. Pendekatan ARIMA serta model tersebut sarna maksudnya dengan model MA(l).734 467. Analisis lebih diprioritaskan pada signifikansi nilai koefisien individu.1472 -0.4465 6.0).1).627 * IllS' II 927. Volume 1 Edisi Maret 2007 http://www.8011 -0. Hasil estimasi tersebut dapat dilihat secara ringkas pada tabel berikut: Tabel 2.755 867. ~ (0.id 7/31 39 .1. 1. (1.1107 0.1394 0.3 Tabel 2 diatas menunjukkan hasil estimasi secara ringkas dari beberapa alternatif model ARIMA.0670 0. Ada dua model yang diprioritaskan dalam Tabel 2 diatas. 1. metode korelogram diperoleh model ARIMA (4.1). Adapun jarak integrasinya tidak ada perubahan (tetap dengan 1) karena data memang stasioner 1.1. yaitu data stasioner.1. Hal ini searah/sama dengan identifikasi diatas.)if«~ . maupun dengan trial and error.9804 -19.

__ .1.1) dan mode/ ARIMA (1. = Tahap Peramalan Hasil peramalan berdasarkan estimasi model ARIMA (2. sebagai berikut: :: 13000~8000 1000 6000 \.id 7/31 ..1.739Yt-r Model ARIMA (1.Peramalan Nilai Tukar Rupiah. Namun kedua model ARIMA terse but sama-sama mempunyai kelemahan. ~------_ 9100 9000 -------.---_ . Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut maka pilihan untuk estimasi lebih diprioritaskan pada model ARIMA (2.1.815 + 0.1..1) dapat dilihat pada Gambar 3... (8) y= 22.1) dapat dilihat pada Gambar 2..1.05. hal terse but dapat diartikan bahwa data layak digunakan untuk estimasi model ARIMA. 5ebagai alat ukurnya digunakan nilai dari Q-statistic..: 53 Root Mean Squared Error Mean AbSOlute Error Mean Abs.1. Pendekatan ARIMA keseluruhan varia bel yang digunakan dalam model (uji F) model ARIMA (1.1.4025 3. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa data secara keseluruhan mepunyai ni/ai probabilita 0statistic yang lebih besar daripada derajat kepercayaan a 0. ---------_ .ac._.. (9) Tahap Diagnostik Tahap ini digunakan untuk mendeteksi apakah secara keseluruhan data ini layak digunakan dalam peramalan..._ 2004 DRPF051 2005 2006 40 JURNALEKUBANK. Hasil Peramalan ARIMA (2.1.1).801Yt-r 0..1).980Et-1 ._-----------_. Adual: RP Forecast sample: 2002:01 2007:04 Adjusted sample: 2002:04 2007:04 Induded obseMllion.010349 0. Percent Error Theliinequality CoelIlcient Bias PrcpOllion Variance Proportion Covariance Proportion 444.1) -.1): y= 0..1): 0.780127 0.1. olume 1 Edisi Maret 2007 V http://www.1) daripada model ARIMA (1. sedangkan hasil peramalan berdasarkan estimasi model ARIMA (1. 1-ORPFOS/ 8900 8800 2002 2003 .. 9300 .univpancasila. Hal ini penting dilakukan karena tanpa pengujian ini kita tidak dapat membandingkan seberapa akuratnya diantara model-model yang diestimasi.209524 9200 9OOOf-----------i . __ r:F-orocast-:-:cORP=F05-----.1.024483 0.1)._-------_..1) lebih signifikan daripada model ARIMA (2.1.-. Persamaan model ARIMA (2.1) ada/ah sebagai berikut: Model ARIMA (2. serta untuk menghindari bias dalam estimasi.128Yt-r 0.708527 0.1. dimana ketepatan ramalannya lebih akurat pada model ARIMA (2. 5ebagai ukuran ketepatan ramalan pengujian model terse but digunakan Root Mean Squared Error (RMSE).. Gambar 2..654Et_1 .3735 340.666 + 0. yaitu jika dilihat berdasarkan kriteria info Akaike (AIC) semuanya tidak dalam kategori terkecil.

. 9.. Sekalius membuktikan bahwa apakah horizon peramalan dalam jangka pendek lebih baik dilakukan dengan current spot rate (Tucker. Kebutuhan peramalan dalam aplikasi model ARIMA ini adalah untuk alternatif peramalan dalam kurun waktu yang sangat pendek. Jika diperlukan. Model ARIMA hanyalah salah satu pendekatan dari banyak model dan metode peramalan.1..1) merupakan model yang paling fit disamping model ARIMA (1. Ukuran fit tersebut lebih dititikberatkan berdasarkan uji akurasi dan diagnostik.1) 12000 11500 11000 10500 -10000 9500 \. peramalan model ARIMA ini dibandingkan dengan model peramalan yang lain seperti model multivariat.025012 0 085450 9000 2002 9800 2002 2003 2004 2005 2006 I-DRPF061 KESIMPULAN Pembentukan model berdasarkan kombinasi beberapa alternatif yang diestimasi. Polly Reynolds. apa ada kemungkinan salah konsep. 1991).1. '". 2003 2004 I-ORPF061 2005 2008 ~ Theil tnequaMtyCoefficient Bias Proportion VarianceProportion Covariance Proportion 0. apa ada faktor yang belum diformulasikan atau memang tidak bisa diformulasikan. Mengingat sulitnya meramalkan nilai tukar rupiah secara lebih akurat.. 41 7/31 JURNAL EKUBANK.889538 0.. 1-37. oleh karena itu masih perlu dilakukan pemeriksaan akurasi dengan nilai tukar yang sebenamya (we).062522 0. dkk. Stein. Volume 1 Edisi Maret 2007 http://www. Peramalan berdasarkan model ARIMA (2.univpancasila. Oxford: C1aredonPress. Memang variasi peramalan juga tergantung pada data banyaknya series yang digunakan..984/$1US.1..257/$1US. h.. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam jenis data dan banyaknya series data yang digunakan serta termasuk apakah bentuk data tersebut stasioner atau tidak.1.1) nilai tukar rupiah pada bulan Maret tahun 2007 adalah sebesar Rp. Pendekatan ARIMA Gambar 3.. DaftarPu5taka Allen. 5edangkan peramalan berdasarkan model ARIMA (1. 1997.76581 .~_ 11000 Forecast: ORPF06 I _---------------- Adual: RP Forecasl sample: 2002:01 2007:04 Adjusled sample: 2002:03 2007:04 Included observatIOns: 54 Root Mean Squared Error 10800 10800 10400 10200 MeanAbsolute Error Mesn Abs. .ac.1).250/$1US dan pada bulan April tahun 2007 adalah seb. Percent Error 1210565 1141. Fundamental Determinants of Exchange Rates. model ARIMA (2.1) nilai tukar rupiah pada bulan Maret tahun 2007 adalah sebesar Rp.7 8 •• 12.. Polly Reynolds Allen. Hasil Peramalan ARIMA (1. Jika altematif model yang lain masih tidak dapat dijadikan acuan. namun pebedaan dalam hasil estimasi sangatlah dimungkinkan.1.Peramalan Nilai Tukar Rupiah. maka perlu dicek lagi kenapa peramalan ada ketidakcocokan.-.esar Rp 9.•. SehJnggasebagai alat peramalan dapat diperoleh model yang lebih spesifik baik dalam pemilihan model maupun akurasinya. PeramalanARIMA ini masih merupakan peramalan ex-ante.id . "The Economic and Policy Implications of t~e NATREXApproach" dalam Jerome L. Pemeriksaanini juga dapat diketahui seberapa besar melencengnya (misalignment). 10.961/$lUS dan pada bulan April tahun 2007 adalah sebesar Rp 10.

dalam John Williamson. Permintaan Uang di Indonesia: Periode 1983:01 . Rivera-Batiz. berbagai terbitan. Edisi ke dua. INC. h. S. New York.Kinnon. 2000. 2000. 1979. Overview of Forecasting Models. dan Peter J. D. International Finance: Exchange Rates and Financial Flows in the International System. Finance and Open 42 JURNALhttp://www. Eko. 1. 264-290. Volume 1 Edisi Maret 2007 7/31 . 2002..C. John Wiley & Son. A World Bank Research Publication. Harris.Peramalan Nilai Tukar Rupiah. Olsen. Ronald 1. Fourth edition. Money in International New York: Oxford University Press. Rajan. Arthur G. Ibrahim A. "Determinants of the Long-Run Equilibrium Real Exchange Rate: An Analytical Model" dalam Lawrence E. Montiel. Oxford: University Press. Richard dan Robert Sollis. Exchange Rate Misalignment Concepts and Measurement for Developing Countries. Kurniati. Using Cointegration 1986. Elbadawi. 2002. John E. Exchange-The Convertible Currency System. 1978. No.Graw-HiII: Singapore. Kusmurtanto. Ramkishen 5.V. S. Bank Indonesia. R. Esther S. Hinkle. Mulyono. Heather G. Estimating Equilibrium Exchange Rates. Determinan Fundamental Nilai Tukar Riil Rupiah: Pendekatan NATREX. 1999. savastano. Forecasting.2001:12. Pendekatan ARIMA Astuti S. Applied Time Series Modelling and Forecasting. Rubinfeld. Economet. Rome. Francisco L. New Jersey: Prentice-Hall.. Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi-Universitas Indonesia.c. 1995. dan Louis A. dan Wheelwright. Pohlmeier. Peramalan Bisnis dan Ekonometrika. G. Pindyck. University of Konstanz Gandolfo. Discussion Paper. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Rivera-Batiz. Edisi nertama. R. Seminar on High Frequency Finance. Sons. Methods and Application. W. Peter J. D. 1994. Sri. The NATREX: an Alternative and Empirical Verifications. 93-132. Hanke. 2003. 1999. Mc.A. 1994. Franke. RahuJ Sen dan Reza Siregar. Prentice Analysis in Econometric Modelling. John Wiley & Mc. Working Paper 7228. Hall. Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi-Universitas Indonesia. nomor 0045. 2003. h. Centre for International Economic Studies. 1999. Volume 2. University "La sapienza". Walter. "Estimating Long-Run Equilibrium Real Exchange Rates".ac. 1998. Montiel. Approach Theory Gibson. 1996. Thesis (tidak dipublikasikan).: Institute for International Economics. Business Forecasting. 2004. dan A. Prentice Hall. Yati. Giancarlo dan Alberto Felettigh. Bank Indonesia. Reitsch dan Dean W. Edwards. "Exchange Rates in Emerging Economies: What Do We Know? What Do We Need to Know?". Trade Imbalances and the Crisis in Thailand". London and New York: Longman. Wichren. Washington.id EKUBANK. Robert S and Daniel L.univpancasila. Perilaku Nilai Tukar Rupiah dan Alternatif Perhitungan Nilai Tukar Riil Keseimbangan. Harris. Enders. Makridakis. :odels and Economic Forecasts.. Hardiyanto. 52. Thesis (tidak dipublikasikan). John Wiley & Son. National Bureau of Economic Research. INC. Sebastian dan Miguel A. 1998. BPFE: Yogyakarta. Applied Econometric Time Series. "Misalignment of tha Baht. International Economy Macroeconomics.

.ac. 1991.. International Micro Software ..C.. Waluyo. Chiang.: Institute for International Economics . 177-244..... D. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan.. 1996. 1994. h. Peran Kebijakan Nilai Tukar dalam Era Deregulasi dan Globalisasi. Currency Forecasting: Methods and Models for Predicting Exchange Rate Movements. International Publishing Company. Jeff Madura.. Monetary Fund..Peramalan Nilai Tukar Rupiah.. Estimates of Fundamental Equilibrium Exchange Rates... McGraw-HilI. . Tucker. dan Thomas C. 1998. Pendekatan ARIMA Rosenberg...... Williamson.. EViews User's Guide.. Washington. Alan L.... West Doddy Budi.. John. CD-Room. Bank Indonesia. Michael R.. .. Financial Statistics. . dan Benny Siswanto... Dalam John Williamson... Volume 1... Finandal Market. Volume 1 Edisi Maret 2007 http://www.univpancasila. Estimating Equilibrium Exchange Rates.id 43 7/31 . Quantitative . International JURNAL EKUBANK.. Edisi ke dua.

ac.I' ~ http://www.univpancasila.id 7/31 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful