SOSIALISASI FORUM KEWASPADAAN DINI MASYARAKAT

Diposting pada: 2011-11-08 14:52:12 | Hits : 148 | Kategori: Pinrang

Sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat ( FKDM ) Kabupaten Pinrang berlangsung di Hotel Nirwana Selasa 8 November 2011 yang dibuka oleh Wakil Bupati Pinrang Drs.H.Kaharuddin.M dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pinrang H.Darwis Bastama, Ketua Pengadilan Negeri, Para Pimpinan Unit Kerja Se Kabupaten Pinrang, Para Camat Se Kabupaten Pinrang, . Sebagai peserta sosialisasi yakni Anggota FKDM Kabupaten dan Kecamatan yang terdiri dari berbagai unsur/perwakilan seperti Wakil Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Agama, Tokoh Organisasi Masyarakat, Wakil Tokoh Pemuda serta Wakil, serta sekcam dan kasi trantib kecamatan se Kabupaten Pinrang. Adapun dasar pelaksanaan sosialisasi yang dipaparkan oleh Kepala Kantor Kesbang Pol dan Linmas Drs.Mantong M.Si, diantaranya Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 2007 tentang Organisasi dan perangkat Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2010 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat di Daerah. Dengan maksud dan tujuan terwujudnya kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat secara sinergitas guna membangun dan memelihara kondisi kepekaan,kesiagaan dan antisipasi masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi dan indikasi timbulnya bencana, baik bencana perang,bencana alam maupun bencana karena ulah manusia serta sebagai wadah yang berfungsi menjaring, menampung,mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan, gejala atau peristiwa bencana dengan merekomendasikan sebagai bahan pertimbangan bagi Bupati mengenai kebijakan yang berkaitan dengan kewaspadaan dini masyarakat. Kapolres Pinrang AKBP Ahmad Jamal yang memaparkan materi tentang kewaspadaan dini terhadap ancaman global diantaranya masalah narkoba, upaya dan strategi polri menanggulangi Narkoba diantaranya menguatkan Satuan anti narkoba dan peningkatan intensitas operasi narkoba, Rancangan UU No.35/2009 tentang Narkotika, Kembangkan kerjasama dengan lintas sektoral dan instansi terkait. Program dan kegiatan Pokok. Berdasarkan kebijakan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mengacu kepada kebijakan Umum Anggaran (KUA) Rencana Pembangunan Jangka menengah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (RPJM) Tahun 2011-2016 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, telah disusun program-program berkelanjutan melalui Rencana strategis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2011-2016 serta disinkronkan dengan Permendagri No. 13 Tahun 2006 dan Revisi Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sebagai berikut: I. Kesekretariatan a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana c. Progam Peningkatan Disipiin Aparatur d. Program Kapasitas Sumber Daya Aperatur e. Progam Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan f. Program Pengembanagan Wawasan g. Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT) h. Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana i. Program Pendidikan Politik Masyarakat

4.Monitoring dan evaluasi akitifitas. Festival . ± . . . Program Perwujudan Demokrasi yang makin kokoh.Sosiliasasi Pemahaman Budaya Politik di kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 5. evaluasi atas keberadaan lembaga perwakilan. .Orientasi pembauran bagi pramuka dan pelajar. Program dan kegiatan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. ormas OKP/LSM dan Lembaga perwakilan).Peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama.Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai iuhur budaya bangsa. Ormas.Fasilitasi pencapaian Halaqoh dan berbagai forum keagamaan lainnya dalam upaya peningkatan wawasan kebangsaan.Peningkatan sosialisasi komunikasi/diskusi politik tentang kebijakan pemerintah dalam tugas dan fungsi wakil rakyat di lembaga perwakilan.Peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial dikalangan masyarakaL .Peningkatan /pembinaan kapasitas/kualitas organisasi politik dan kemasyarakatan . . .LSM dan Lembaga Keagamaan).Pelaksanaan forum diskust politik.Peningkatan Kapasitas Kader Parpol. parpol.Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pembinaan dan Pengembangan Kelestarian Budaya Bangsa (Permendagri No.Penataran ketahanan Bangsa. 39 Tahun 2007) 3 Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan . .Peningkatan kualitas Proses Polrtik . .Peningkatan kesadaran Beta Negara.Penyusunan/penyempurnaan Database secara berkala (Parpol.Fasilitasi hubungan antar lembaga keagamaan dan pendidikan dengan Pemerintah Daerah dalam perannya sebagai agen perubahan Sosial di masyarakat. yayasan keagamaan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. . Lomba Cipta dalam upaya peningkatan wawasan kebangsaan. 1.Kerjasama pengembangan kemampuan pengurus organisasi politik kemasyarakatan dan lembaga keagamaan dengan pemerintah.Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat dan Memasyarakatkan UndangUndang Politik. . .Peningkatan dan pengembangan kuaiitas politik bagi lembaga parpol. Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan. Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan tindak Kriminal. . .Legislatif dan Pemilukada serta pengembangan Partisipasi politik . . . . 2 Program Pendidikan Politik Masyarakat.Pemantauan (pengawasan) monitoring. .Fasilitasi Pemilu Presiden. Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan II. . .j. perkembangan kelembagaan . OKP.Pentas seni dan budaya .Dialog generasi muda tentang sejarah perjuangan bangsa. Lembaga Perwakilan. .

4 Pembinaan dan pemantauan Orang Asing.parpol. LSM dan OKP Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 12 Tahun 2006). 4.Monitoring/pengawasan evaluasi dan koordinasi. b. I Forum komunikasi aparat organisasi dan peningkatan sospol dan pengendalian tibum. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan Rencana Strategis ini mengacu kepada prinsip-prinsip sebagai berikut: a. 1 Peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dan teknik pencegahan kejahatan. 4. 8.Pemetaan potensi Konflik tapal batas antara Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan Kebupaten Tanjung Jabung Timur.LSM asing (NGO) dan lembaga asing.Peningkatan kapasrtas aparat dalam rangka pelaksanaan siskam swakarsa di daerah. * Pemetaan potensi konflik masyarakat dengan perusahaan pemegang HPH-TI. I Pembinaan Kerukunan umat beragama dafam rangka menciptakan keharmonisan antar umat. 6.Pemetaan potensi konflik masyarakat dengan perusahaan perkebunan besar kelapa sawit.Pembinaan dan sosialisasi peraturan bersama SKB Nomor 9/8 tahun 2006. i. Prov. diperlukan dukungan dana yang bersumber dari APBN dan APBD. . I Pembentukan satuan keamanan lingkungan di masyarakat. Riau.Monitoring. evaluasi dan pelaporan.Pembinaan dan Pemantapan Eksistensi KOMINDA diKabupaten Tanjung Jabng Barat. 4. Pembiayaan Untuk mewujudkan visi dn mis! Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Periindungan Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat 4 Pembinaan dan Sosialisasi Peraturan Bersama SKB NO. Perkiraan biaya yang diperlukan untuk mengimplementasikan Rencana strategis Badan Kesatuan Bangsa Pofitlk dan Periindungan Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat jangka menengah selama kurun waktu lima tahun secara berkesinambungan dengan jumlah biaya disesuaikan dengan volume kegiatan dan intensitas pelaksanaan yang terus berkembang. 4. Peningkatan komunikasi antar warga masyarakat di sekitar perbatasan. 4. III. yang akan diaktualisasikan dengan berbagai kebijakan program dan strategis tersebut diatas. Pemberdayaan Masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan.9/8 Tahun 2006. a.terhadap pemerintah dan institusi lainnya. 4. 7.Pembinaan dan Pemantapan Forum kewaspadaan dini masyarakat dalam memelihara ketertiban dan ketentraman masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Permendagri No. Penuntun Pelaksanaan 1. Terjalinnya hubungan kerja antara legislatif dengan lembaga eksekutif yang kondusif dan koordinatif bag! pengembangan demokratisasi. . Program Pencegahan Penyelesaian konflik Pemerintah dan konflik antar warga masyarakat di daerah perbatasan. 9. Program Pencegahan Penyelesaian Konfiik kehutanan dan perkebunan. Terjalinnya komunikasi politik dengan infrastruktur politik sebagai mitra pembangunan politik dalam mewujudkan system politik yang demokrasi. .Pembinaan dan Pemantauan aparatur penanganan konflik dalam upaya peningkatan peran serta masyarakat menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara.Pengadaan gedung dan peralatan /perlengkapan sekretariat ormasy/keagamaan . 4. .

rehabilitasi maupun relokasi. baik penyelamatan. b.HAM dan Kreatifitas masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Monitoring dan Evaluasi Untuk menilai keberhasilan program perlu adanya kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala dan insidentil. f. ²²> Dialog : Dialog dilaksanakan secara interaktif. ²²"-Orientasi : Kegiatan yang dilakukan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman terhadap system dan prosedur bidang tugas tertentu. e. Meningkatnya kewaspadaan nasional guna mencegah ancaman disintegrasi bangsa dengan memperkokoh ketahanan nasional. 2. c. b. d. elit (Tokoh Masyarakat. ²²*‡ Pelatihan : Sebagai salah satu bentuk pembelajaran diperlukan guna meningkatkan kualitas profesionalisme SDM. ²²^Sosialisasi : Merupakan upaya pemasyarakatandanpenyebarluasan ProgramBadan Kesatuan Bangsa Politik dan PerlindunganMasyarakat KabupatenTanjung Jabung Barat dalamrangka meningkatkanpartisipasi masyarakat menunjang pembangunan.Forum Komunikasi dan konsultasi Suatu Forum pertemuan yang bertujuan untuk meningkatkan jalinan komunikasi dan konsultasi antara Pemerintah dengan elit sosial dan politik. Berkembangnya dinamika kehidupan masyarakat kearah kehidupan yang demokratis. e. . Orkemas dan LSM serta tokoh politik. Mendesign system monitoring dan evaluasi yang mengandung instrument dan teknik yang sesuai dengan tujuan program pembinaan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Adapun metode pelaksanaan yang akan digunakan dapat berbentuk: a. Tokoh agama.c. Menyusun laporan hasil monitoring dan evaiuasi sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dan atau bahan perbaikan program selanjutnya. Metaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Pembinaan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat secara akurat dan objektif. menghormati tegaknya hukum . Terpeliharanya komunitas sosial yang beroreintasi pada pengembangan masyarakat madani. kinerja aparat pelaksana. h. Terpetakannya perkembangan situasi dan kondisi yang aktual untuk mewujudkan stabilitas Ipoleksosbud dan Trantibmas. Meningkatnya kesiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Tokoh adat. c. partisipatif terbuka dan demokrasi berdasarkan prinsip kesamaan dan sederajat dengan mempertemukan persamaan dan mengurangi perbedaan. baik menyangkut aspek subtansi program. Oleh karena itu pelaksanaan Program ini akan didukung dengan system monitoring dan evaluasi yang dikembangkan dengan arahan sebagai berikut: a. d. sarana dan pendanaan maupun berbagai problem dan kendala objektif yang dihadapi dilapangan. g. serta meningkatnya kemampuan dalam penanggulangan bencana. Terpeliharanya dan berkembangnya heterogenitas masyarakat yang merupakan potensi budaya bangsa guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). aparat dan masyarakat agar mampu menunjang implementasi Rencana Strategis (Renstra).

Bidang Ketahanan dan Perlindungan Masyarakat Sub. membawahi : Sub. 1. Politik dan Perlindungan Masyarakat yang meliputi Bidang Kesatuan Bangsa. Bidang Bina Kerukunan dan Ketahanan Masyarakat. 2. Sub. Bidang dan Pengembangan Kader dan Kepemimpinan b. 2)Sekretariat 3)Pembantu Pimpinan. Bidang Ideologi dan Wawasan kebangsaan. Bidang Perlindungan Masyarakat. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Bekasi ditetapkan berdasarkan Peraturan Walikota Bekasi Nomor 53 Tahun 2008. membawahi : Sub Bagian Perencanaan. Fungsi dan Tata Kerja serta Rincian Tugas Jabatan Badan Kesatuan Bangsa.Bidang Kesatuan Bangsa.Fungsi Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana tersebut di atas Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat mempunyai fungsi : . fungsi dan tata kerja ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Sub.Bidang Politik Dalam Negeri.Satuan Kerja Perangkat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. Kewaspadaan Nasional. Bagian Keuangan 4)Pelaksana adalah Bidang. Bidang Pendataan dan Informasi. Bidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah. d. Fungsi dan Kewenangan Tugas Pokok. Politik dan Perlindungan Masyarakat Tugas Pokok. terdiri dari : 1)Pimpinan adalah Kepala Badan.Bidang Kewaspadaan Nasional.Tugas Pokok. membawahi : Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian Sub. Fungsi dan Kewenangan Badan Kesatuan Bangsa. Ketahanan Perlindungan Masyarakat. Bidang Kewaspadaan Masyarakat. terdiri dari . Bidang Informasi dan Pencegahan Dini.Tugas dan Pokok Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat mempunyai tugas pokok membantu Walikota dalam memimpin. Sub. Sub. a. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Bekasi sebagaimana ketentuan tersebut. Sub. membawahi : Sub. Tugas Pokok. Serta Politik Dalam Negeri. c. mengendalikan dan mengkoordinsikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah Daerah lingkup Kesatuan Bangsa.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan dalam lingkup tugasnya.Sub Bidang Pengembangan Kader dan Kepemimpinan. dan b. politik dalam negeri serta pelaksanaan hubungan kerjasama dengan SKPD.Bidang Kesatuan Bangsa Bidang Kesatuan Bangsa mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan dalam memimpin.Pelaksanaan hubungan kerjasama pelaksanaan tugas dengan SKPD terkait. i. .Menyusun dan penyampaian laporan keuangan Badan sesuai ketentuan yang berlaku. Bidang Kesatuan Bangsa mempunyai fungsi a.Penyusunan program kerja dan rencana kegiatan Bidang. d.Ketahanan dan Perlindungan Masyarakat serta Politik Dalam Negeri.Penyiapan bahan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan. Kewaspadaan Nasional. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana di maksud. e. h.Pelaksanaan anggaran kegiatan bidang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). f. c. mengendalikan. c. g. membawahkan: a. petunjuk teknis serta rencana strategis sesuai lingkup bidang tugasnya. h.Pemberian pelayanan dan pembinaan kepada unsur terkait di bidang kesatuan dan perlindungan masyarakat. j.Pembinaan dan Pengembangan karier pegawai Badan. f.Perumusan kebijakan.Pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas kesekretariatan. e.Pemberian laporan pertanggungjawaban tugas Badan kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah dan laporan kinerja Badan sesuai ketentuan yang berlaku. b. b.a.Perumusan dan penetapan rencana strategi dan rencana kerja Badan sesuai dengan Visi dan Misi daerah.Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah Kepala Badan. Tugas dan Fungsi Unsur Pelaksana Badan 1. Lembaga/ Instsansi terkait dalam rangka kegiatan Badan. Bidang ± bidang dan kelompok jabatan fungsional. Bidang Kesatuan Bangsa. mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi idiologi dan wawasan kebangsaan serta pengembangan kader dan kepemimpinan.Pembinaan administrasi perkantoran.Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi Ideologi dan wawasan kebangsaan serta pengembangan kader dan kepemimpinan.Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan oleh Walikota. d.Melaksanakan tugas selaku pengguna anggaran/pengguna barang. g.Sub Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan.Penetapan pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan urusan lingkup bidang Kesatuan Bangsa.

Perumusan kebijakan. Bidang Ketahanan dan Perlindungan Masyarakat mempunyai fungsi: a. f. g. petunjuk teknis serta rencana strategis sesuai lingkup bidangnya. dan 2. mengendalikan. d. Penyiapan bahan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan. f. mengendalikan dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi informasi dan pencegahan dini serta Kewaspadaan Masyarakat.Bidang Kewaspadaan Nasional Bidang Kewaspadaan Nasional mempunyai tugas membantu Kepala Badan dalam memimpin.Perumusan kebijkasanaan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi perlindungan masyarakat serta bina kerukunan dan ketahanan masyarakat. b.Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan dalam lingkup tugasnya.Pelaksanaan hubungan kerjasama pelaksanaan tugas dengan SKPD terkait. Sub Bidang Informasi dan Pencegahan dini. h. Bidang Ketahanan dan perlindungan Masyarakat membawahi: a. dan b.Pelaksanaan anggaran kegiatan bidang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Fasilitasi kewaspadaan orang asing dan lembaga asing berkordinasi dengan instansi terkait dan bekerjasama dengan intelejen daerah.Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi informasi dan pencegahan dini serta kewaspadaan masyarakat. c.Sub Bidang Bina Kerukunan dan Ketahanan Masyarakat. .Menyusun Program Kerja dan rencana kegiatan bidang. Bidang Kewaspadaan Nasional. c. e.Bidang Ketahanan dan Perlindungan Masyarakat Bidang Perlindungan Masyarakat mempunyai tugas pokok membantu Kepala Badan dalam memimpin. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah Kepala Badan. membawakan : 1. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana di maksud. Sub Bidang Kewaspadaan Masyarakat 3.Penyusunan program kerja dan rencana kegiatan Bidang.Penyiapan bahan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan. b.Pelaksanaan anggaran kegiatan bidang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). e.2. g. informasi serta edukasi dalam rangka pencengahan dini pada masyarakat. h.petunjuk teknis serta rencana srategis sesuai lingkup bidang tugasnya. Bidang Kewaspadaan Nasional Mempunyai Fungsi : a. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan dalam lingkup tugasnya.Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah Kepala Badan.Perumusan kebijakan. Pelaksanaan hubungan kerjasama pelaksanaan tugas dengan SKPD terkait.Sub Bidang Perlindungan Masyarakat.yaitu : Fasilitasi komunikasi intelijen daerah (Kominda) dan komunikasi. dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi perlindungan masyarakat serta bina kerukunan dan ketahanan masyarakat. Untuk menyelenggarakan tugas. d.

Penyusunan program kerja dan rencana kegiatan Bidang.Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi pendataan dan informasi serta hubungan antar lembaga non pemerintah. Untuk menyelunggarakan tugas. h. membawahi : 1. d. yaitu : Fasilitasi kegiatan organisasi sosial politik dan penyelenggaraan pemerintahan di masyarakat. petunjuk teknis serta rencana strategis sesuai lingkup bidang tugasnya. mengendalikan. b. Bidang Politik Dalam Negeri.Sub Bidang Pendataan dan informasi.Bidang Politik Dalam Negeri Bidang Politik Dalam Negeri mempunyai tugas membantu Kepala Badan dalam memimpin. dan mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi pendataan dan informasi serta hubungan antar lembaga non pemerintah.Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya sesuai perintah Kepala Badan . Bidang Politik Dalam Negeri mempunyai fungsi : a. dan 2.4.Sub Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Non Pemerintah . penetapan kebijakan dan pelaksanaan hubungan Pemerintah Daerah dengan organisasi sosial dan partai politik e. f.Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan dalam lingkup tugasnya .Pelaksanaan hubungan kerja sama pelaksanaan tugas dengan SKPD terkait .Penyiapan bahan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.Pelaksanaan anggaran kegiatan bidang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).Perumusan kebijakan. c. Fasilitasi. g.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful