Anda di halaman 1dari 36

Teori dan Harmoni : Garis besar Kalau kita penyanyi yang akan menyanyikan nada2 maka bahasa kita

adalah Solfege atau Solmisasi, ini cara ucapan yang pas buat menyanyikan nada2, do re mi fa sol...etc. Kalau kita musisi yang akan memainkan nada2 dengan alat musik kita maka dipakai nama Not yaitu : Root C, D, E , F, G, A, B, Octave C dan jika lain kunci maka tetap abjad itu akan berurut, hanya saja akan ada yang memakai # atau b ( krois atau mol ) menyesuaikan diri dengan jarak nada dalam konstruksi Do Re Mi atau tangga nada Diatonik. Jadi kunci D mempunyai 2 krois : D, E, F#, G, A, B, C# dan D octave. Karena konstruksi Do Re Mi jarak nada itu yang men-dikte demikian. Jika urutan banyaknya krois dan mol diurut maka akan terlihat bahwa kunci2 itu masing berjarak kekanan naik 5 dan kekiri turun 4 sampai ketemu ekornya lagi sehingga membentuk satu Lingkaran yang dikenal dengan nama : Circle of Fifth. Coba berikan not Do kunci mana saja dan anak anda yang berumur 2 tahun pasti sudah bisa menyelesaikan Do Re Mi berikut-nya sampai tuntas dan turun balik kembali. Hanya saja jika balik kembali maka anak kecil dari Makassar akan berhenti dan tertawa pada Do Si La So..karena itu bicara kotor... Konstruksi Do Re Mi Diatonik mempunyai formula jarak nada seperti ini : 1, 1, 1/2, 1, 1, 1, 1/2 atau : satu satu Setengah, satu satu satu Setengah. Orang Bule bilang Hu Hu Ha, Hu Hu Hu Ha.... Paling penting disadari dan dimiliki adalah : Rasa dari konstruksi jarak nada ini, jika pada saat tertentu kita sedang berada pada not ditengah dan Not berikutnya terpisah hanya setengah jarak, maka se-Harus-nya, Harus...kita sudah punya Rasa akan hal itu, bahwa terminal berikut berjarak setengah. Latih Rasa itu, karena Rasa paling akurat didalam bermain Musik bukan-nya Otak Pikiran Analisa Telaah yang butuh waktu ber-proses dan pastinya akan selalu terlambat meng-antisipasi Tempo Musik. Jadi punya Rasa akan jarak nada Diatonik diposisi manapun kita sedang berada. Jika Do Re Mi itu ditumpuk dalam 3 set dan 4 set maka akan terjadi apa yang disebut Chords : banyak nada yang berbunyi sekaligus serta dalam keadaan teratur harmonis. Aturan menumpuk-nya seperti begini : Do Re Mi sampai Octave di tumpuk dengan Mi Fa Sol sampai octave lantas ditumpuk lagi dengan Sol La Si dst.nya maka terjadi macam begini : Do Re Mi-nya Chords yang memakai tumpukan 3 nada ( Triad ) : Ini masing2 ada namanya menurut kunci induk masing masing, misalnya kunci A maka dibawah ini akan disebut sbb :

A Bm C#m D E F#m G#0 A ( G#0 = angka nol mewakili Diminished ) 56712345 34567123 12345671 Memakai tumpukan 4 nada disebut Seventh Chord karena terdapat not ke 7-nya atau Si...cuman perhatikan not Si disini ada yang Si ( M7 ) dan ada yang Sel alias b7, ini sangat penting agar kita tau bahwa pada chord Major maka hanya terdapat nada Major atau Natural 7 dan pada chord Minor terdapat b7 begitu juga pada chord Dominan yang derajat ke-lima itu memiliki not b7. Amaj7 Bm7 C#m7 Dmaj7 E7 F#m7 G#m7b5 Amaj7 71234567 56712345 34567123 12345671 Derajat Chords : Derajat chord sangat penting untuk kita ketahui dan miliki secara insting karena ini akan membuat rasa musikal kita terbentuk dengan benar secara harmoni. Do Re Minya chord seperti halnya tangga nada diatonis juga memiliki derajat : Chord pertama adalah Maj triad atau Major 7 buat seventh chord, kemudian chord ke dua adalah Minor dan ketiga juga Minor.... Kunci C : C Dm Em F G Am B0 C Cmaj7 Dmin7 Emin7 Fmaj7 G7 Am7 Bm7b5 Cmaj7 Harap disadari bahwa setiap chord disini mempunyai sifat yang sangat berbeda satu sama lain-nya, walau C adalah chord major dan F juga chord major tetapi jika kita memainkan melodi diatasnya maka akan kelihatan bahwa mereka masing2 memiliki sifat berbeda antara not mana yang enak dan mana yang tidak. Begitu juga chord Dm , Em dan Am masing2 adalah hanya chord minor tetapi masing2 sangat berbeda dalam praktek-nya. Hal ini wajib selalu disadari, bahwa kita sedang berada diatas chord minor yang berfungsi sebagai derajat keberapa dalam kaitan nya dengan kunci dasar ? Dominan Sekunder : Test : apakah chord ke 4 dari kunci Bb ? jawabnya Eb.

Apakah lima dari chord lima-nya kunci D ? jawabnya E7 karena lima dari kunci D adalah A7 sementara lima dari A7 adalah E7. Lima dari lima atau lima dari dua, etc adalah fenomena Secondary Dominant, bahwa semua chord jika didatangi/approach lewat lima-nya maka akan terdengar sah saja. Apakah lima dari enam-nya di kunci C ? jawabnya E7 karena enam-nya kunci C adalah Amin. Oks ? sementara dunia berhenti disini saja praktis-nya, diatas lagi dari itu maka terdapat chord dengan ekstensi, misalnya ekstensi 9, 11, 13 atau 13 yang ditaroh dibawah disebut 6... Tumpukan lebih dari 5 membuat kerumitan bertambah secara eksponensial sehingga fenomena Musik terjadi akibat nada tinggi bertukar dengan nada rendah dan berubah menjadi satu hal yang lain sama sekali. Misalnya C#m7 ini jika ditambahkan ekstensi 9 secara Diatonik mengikuti rumus jarak nada maka akan didapatkan C#m7 add b9, mau pake Chord macam begini bisa saja tetapi kalau Not Bass ditukar dengan E maka seketika hal ini berubah jadi chord E7. Jadi C#m7 add b9 yang rumit tadi itu sebenarnya cuman inversi dari sebuah chord E7 yang sederhana...nah loh. Rumus ekstensi akan di kover pada tulisan berikut....untuk saat ini lupakan saja dulu semua basic Teori dan Harmoni diatas itu : Hal diatas itu kalau kita pergunakan sehari-hari maka kita akan jadi Biasa-Biasa saja, memakai Harmoni berdasar 3 nada Triad maka akan jadi lagu anak-anak Bu Kasur...memakai 4 nada Seventh Chord maka jadi terlalu keriting Jazzy sore hari macam di Lobby Hotel. Musisi musisi keren cutting edge kreatif tidak memakai itu semua, mereka tidak mau terlalu keriting dengan memainkan Cmaj7 posisi pertama ataupun C triad yang berwarna terlalu terang menyakitkan mata..jadi apanya donk ? Hybrid harmony : Mereka hanya bermain di-chord 3 not saja tetapi menggabungkan dua triad secara bersama-an ataupun memakai Bass diatas Triad lain yang gak berhubungan, misalnya Ab/G ke Bb/Amin. Ini disebut dengan julukan Hybrid Harmony memakai Triad over Bass Note atau Triad over triad. Hal ini menghasilkan Harmony yang lebih terang akibat pemakaian Triad tetapi dalam waktu yang bersamaan juga terdengar unik karena penggabungan 2 triad berlainan ataupun pemakaian bass diatas Triad yang tidak berhubungan secara diatonis. Ini sebenarnya adalah pemakaian 2 kunci sekaligus didalam satu instance serta

dituntut memiliki Rasa yang kuat akan Tensi dan Resolusi dalam mengatur pergerakan Bass dengan Triad diatasnya yang sama sekali tidak berhubungan secara Diatonis tetapi tetap menghasilkan Warna sound chord yang punya tendensi untuk diam atau bergerak. Sehingga pengaturan pergerakan nada2 atau disebut VoiceLeading akan sangat penting dalam membuat progresi memakai tehnik Hybrid ini. Dalam banyak lagu modern, komposer menggabungkan Diatonis dengan Hybrid harmony dalam satu lagu untuk menghindar dari kesan biasa-biasa saja, banyak juga yang total bermain di Hybrid Harmony saja. 4th Harmony : Kemudian jika dilihat Teori dasar yang menumpuk-kan nada2 untuk menghasilkan chord secara interval 3 itu maka Musisi Modern berkata mengapa kita tidak menumpuknya memakai interval 4 ? agar terhindar dari kesan umum. Maka ditumpuk lah tangga nada memakai interval 4 menghasilkan apa yang dikenal dengan nama "4th Harmony" yang semua chordnya adalah bentuk Suspension atau Sus. Banyak musik2 Chill Out Jazz bermain di wilayah ini. Ini wilayah yang belum di cover bahkan oleh Arnold Schoenberg sekalipun sehingga masih menjadi wilayah tak bertuan dimana masing2 musisi mencari metode mereka sendiri2 dalam membuat komposisi memakai harmony Hybrid dan Suspension ini. Hanya bersandarkan pada intuisi rasa dan telinga dalam mengatur tensi dan resolusi dari pergerakan chord progresi dalam kaitan nya dengan melodi diatas nya. Praktisi paling ribet dari Harmony begini adalah Group Fusion Casiopea dari Jepang, Chick Corea masih menggabungkan harmony seventh chord plus subtitusi Post-Bop Jazz ditambah Hybrid dan Suspension didalam komposisi-nya...dan yang paling ngePop adalah Group band The Commodores yang membuat lagu2 Pop memakai Hybrid harmony dengan chord2 Triad over Triad dan sangat sukses dalam membuat lagu2 yang Catchy Unik dan Modern. Begini kira2 Progresi Lionel Ritchie saat di The Commodores : C/Gsus C/Bb F/Bb dan G/F. Next time : Blues Harmony. Permalink 06:15:30 am, by andrietidie , 643 words Categories: Musik dan Gitar

Cara Pikir : Modes

Bermain Modes hanya dilakukan diatas "chord statik" yang tidak berpindah paling sedikit 8 bars atau lebih. Untuk memberi warna memakai Modes maka sebelumnya kita harus "menentukan" dahulu pilihan harmoni bagi chord tsb alias chord tsb akan kita lihat sebagai apa ? chord derajat keberapa dari Diatonis. Melihat Amin statik sebagai Aeolian : Contoh misalnya kita punya chord Amin sepanjang 16 bars statik tak berpindah, jika kita pilih untuk melihatnya sebagai chord ke 6 dari kunci C, maka kita bebas memainkan ke-7 Modes yang ada pada kunci C, dengan catatan wajib memperhatikan not apa yang kita pilih sebagai aksen dan tempat start atau ending dari phrase kita. Melihatnya sebagai Dorian :

Jika kita pilih untuk melihat chord Amin tersebut sebagai chord ke 2 dari kunci G, maka of course kembali kita bebas memainkan ke-7 Modes yang ada pada kunci G dengan tetap memperhatikan aksen dari not kita, apa itu jatoh pada salah satu chord tones dari Amin ataupun nada-nada ekstensi yang sesuai bagi chord tsb. Melihatnya sebagai Phrygian : Kemudian jika kita mau melihat chord Amin itu sebagai chord ke 3 dari kunci F, maka mainkan ke-7 modes yang ada pada kunci F semau hati karena itu sudah pasti akan masuk secara harmoni. Sebagai Locrian jika kita pengen sedikit Outside dan memainkan semua Modes yang ada pada kunci Bb major Diatonis. Buat G7 : Major Scale cuman punya satu chord Dominan 7 sehingga kita hanya bisa melihat chord G7 sebagai G Mixolydian alias derajat ke-5 dari kunci C....tetapi : G7 juga bisa kita lihat sebagai suatu chord yang punya warna Minor akibat pemakaian ekstensi #9 sehingga sah saja untuk memainkan lick2 minor diatasnya. Nah..jika kita melihat chord G7 itu sebagai Gmin maka semua perlakuan Modes bagi sebuah Chord Minor akan berlaku pula diatas chord Dominan ini. Contoh melihat G7 sebagai Gmin derajat ke 3 dari kunci Eb diatonis, maka dimainkan semua Modes yang ada pada kunci Eb seperti main F Dorian diatas G7, G Phrygian diatas G7, dlsb.

Konsep Malmsteen : Of Course kita semua sudah tau apa yang selalu dimainkan Malmsteen jika melihat chord G7 yaitu kunci Eb diatonis sehingga G7 itu berfungsi sebagai G Phygian tetapi dengan nada ke-3 yang mayor dan nada ke 7 yang b7 sehingga dikenal dengan sebutan Phygian Dominan. Karena nada ke 3 yang seharusnya b3 minor itu dimainkan dengan not natural 3 menjadi G7 instead of Gmin7. Jadi kalau Malmsteen melihat G7 ini sebagai suatu chord Gmin derajat ke-3 dari kunci Eb, maka dia bebas memainkan Modes apa saja dari kunci Eb tsb dan dia pilih mainkan mode ke-6 dari kunci Eb yaitu Cmin Aeolian buat chord pengiring yang G7 itu. Kemudian juga Cmin Aeolian ini dirombak menjadi C Harmonic Minor, sah aja buat chord G7 tadi tetapi dengan aksen pada nada ke-7 dari C Harmonic Minor yaitu not B. Tapi sebenarnya style ini sudah dipakai sejak jaman dahulu kala pada musik Klasik Era Baroque...Bach, Vivaldi atau Paganini. Buat Chord Major : Hanya ada 2 major chord didalam Diatonis yaitu posisi Root dan pada derajat ke-4 alias Lydian. Tidak seperti dalam bermain Chord dimana kita bebas melakukan pergantian chord Major dengan ekuivalen-nya di Minor, misalnya menggantikan C maj dengan Amin atau Emin. Dalam urusan single-note memakai Modes maka hal ini tidak dilakukan karena akan menghasilkan Modes yang keluar jalur serta Disonansi. Diatas Chord Major kita perlu bermain terang dengan hanya memakai ekstensi #4 sebagai tensi. Umumnya jika mendapatkan chord major yang statik maka kebanyakan player bermain Intervalic disitu, main 4th, 5th, etc. karena memakai Modes akan berbunyi terlalu terang untuk suatu musik yang Progresive. Tetapi begini, jika anda mau melihat misalnya chord C major sebagai derajat ke-4 dari kunci G maka anda bebas mainkan semua Modes yang ada di kunci G diatas chord C itu..dan tentunya jika anda melihat chord C itu sebagai derajat ke-1 seperti halnya banyak sekali musisi out there in Indo yang melihat semua chord major sebagai Ionian...maka anda bebas mau main E phrygian diatas chord Cmaj, D Dorian keq atau G Mixolydian keq semua sami mawon. Demikian my humble 2 cents on MODES mode of thinking. Permalink

11/22/11

12:03:49 pm, by andrietidie Categories: Musik dan Gitar

, 1184 words

Harmonisasi : Introduction to Voice-leading


Artinya mengatur keselarasan beberapa not sekaligus didalam suatu Tonalitas Chord Progresi dalam kaitan-nya dengan melodi lagu atau not paling atas, Top-Note. Harmonisasi dapat berarti mengatur keselerasan chord pengiring dibawah melodi lagu atau vocal-line dan/atau dibawah suatu lead-improvisasi. Musik jazz selalu melakukan harmonisasi dibawah alat musik yang sedang melakukan Improvisasi saat itu, rhythm section melakukan suatu gerakan bersama yang diatur sebelumnya oleh Aransemen dibalik suatu alat musik yang sedang kebagian jatah Improvisasi, itu juga disebut Harmonisasi. Harmonisasi juga dipakai dalam membentuk suatu aransemen Gitar Chord-Solo, bermain Jazz tunggal seperti yang ahli dilakukan oleh Joe Pass atau Ron Eschete dari GIT. Harmonisasi juga berarti memberi suara dua dan tiga dibalik melodi atau Lead-Vocal, seperti tehnik Koor mengambil tehnik Klasik adalah 4 suara bergabung jadi satu dengan memberi Melodi tema pada jangkauan ambitus yang sesuai bagi masing2 dari 4 part itu. Tehnik Koor Klasik melihat 4 part secara keseluruhan menjadi satu sehingga Melodi Tema bisa di-distribusi-kan ke range mana saja, dari Soprano pindah ke Alto lalu ke Tenor dan Baritone, sesuai dengan jangkauan melodi. Tetapi dalam musik Pop, harmonisasi Koor tidak begitu adanya, musik Pop mengutamakan lead-Vocal sehingga koor akan selalu berada dibawah dari range Lead-Vocal kecuali pada bagian klimaks kadang ditambahkan satu nada diatas dari lead sebagai aksen. Jangan melakukan Harmonisasi Koor Paduan Suara dalam lagu Pop karena itu akan berkesan Gerejawi. Coba simak aransemen paduan suara dari Band Eagles, itulah maksudnya Backing Vocal dalam lagu Pop. Tehnik dasar melakukan Harmonisasi pada Vocal kurang lebih sama jika kita ingin melakukan Harmonisasi beberapa suara dibalik Lead-Gitar kita macam tehnik yang di-pionir-kan oleh gitaris Jay Graydon pada album2 Manhattan Transfer. Tetapi ini menyangkut anda bisa menulis not balok karena kita perlu memperhatikan susunan dan arah not bergerak, gerakan ini susah untuk dapat dilihat memakai Tablatur ataupun Not Angka. Pertama-tama tuliskan not dari lead atau Top-Note, kemudian jejer lagi satu baris

tepat dibawahnya dengan jarak interval mundur 6, jika Top Note mulai dengan not C maka baris dibawahnya mulai dengan not E rendah, ikuti pergerakan interval dari Top-Note percis apa adanya off course dengan mengindahkan kunci lagu dan chord scale. Ok, itu dua baris melodi, kadang buat beberapa bagian kita perlu 3 baris melodi, baris ketiga ini hanya masuk jika kita perlu kepadatan Harmoni pada bagian tertentu saja dan lebih sering di tahan sustain melewati perpindahan dua not diatasnya, tentunya kembali mengindahkan tangga nada induk dan chord. Untuk baris ke empat sudah di handle oleh Bass yang main interval 5, 3 dan oktav itu, serta kadang menambahkan passing-tone atau not numpang lewat sebagai penghubung agar perpindahan chord jadi lebih mulus, juga pastinya selalu didalam koridor induk tangga nada dan chord. Jika tetap ingin memakai baris ke-empat Baritone, maka ikuti saja pola not dari Bass Gitar secara Unison karena jika tidak, maka pasti dissonance ( tidak harmonis ) akan terjadi karena FYI, nada Bass sangat penting untuk tidak memiliki jarak berdekatan dengan nada diatasnya, paling kecil interval 3, 4th sudah mulai goyah stabilitas harmoni-nya, 5th paling kokoh, 2nd akan terdengar luber gak jelas dan M7 akan terdengar sumbang. Ini kasus fatal yang terjadi pada lagu Band Collat di awal karir mereka, lagu Hit mereka dimana Bass memainkan suatu pola interval 5th bersusun seperti G D A, main interval ini butuh ekstra hati2 dalam menjaga harmonisasi agar tidak clash dengan Top-Note dalam hal ini Vocal. Pada lagu Coklat ini terdapat satu nada clash antara bass dengan vocal. Nah setelah ke 4 baris itu sudah ditulis diatas kertas musik maka mulailah perhatikan pergerakan ke-kanan ( Linear ) dan ke-atas vertikal ( Structural ) dari masing2 baris tersebut dalam kaitan nya dengan chord dibawahnya. Jika Top Note bergerak naik keatas maka sebaiknya not dibawahnya sekali-kali memecahkan gerakan Paralel itu dengan melakukan gerakan oblique atau berlawanan kebawah. Setelah beberapa not bergerak paralel maka selanjutnya dilakukan gerakan oblique, salah satu baris not bergerak berlawanan di moment yang penting seperti pas sebelum pindah chord. Kita harus sadar bawah gerakan memakai Interval lebar akan berasa lebih tegas dan cocok buat aksen seperti dalam akhir Frase dan gerakan interval kecil seperti m2 sampai M3 berkesan mulus sehingga cocok buat pergerakan melodi ditengah frase. Susunan ke empat not itu disebut Voicing, membuka Voicing agar memiliki Interval lebar ditengah disebut Open Voicing dan menutup not tengah menjadi sempit interval-nya disebut Close Voicing. Alat musik gitar adalah alat yang bermain dengan Open Voicing karena semua chord-nya disusun dengan not2 yang berjauhan jaraknya sementara Piano adalah alat Close Voicing dengan susunan not yang berdekatan. Itulah beda antara Open dan Close Voicing, masing2 punya efek didalam suatu Aransemen harmonisasi.

Open Voicing lebih berkesan meng-hujam secara Perkusif dan Close Vocing lebih mulus dan Orchestral. Jika anda ingin membuat suatu frase yang menghujam seperti dalam Brass Punch ( pola menghujam memakai Trumpet dan Trombone ) maka anda sudah tau akan memakai Voicing ( susunan vertikal not2 ) macam apa ? Kemudian jika anda ingin mengalun mulus memakai sekelompok alat Woodwinds ( Flute, Clarinet, Bassoon ) maka andapun sudah tau akan memakai voicing macam apa ? Analisa Not2 dari setiap ketukan secara vertikal keatas diperhatikan senantiasa agar terhindar dari susunan not vertikal yang sumbang, misalnya terdapat interval dissonance diatara baris satu dengan dua atau dengan 3 dan sebaliknya. Interval dissonance itu macam #5, b9 dan kadang M7 pun akan terdengar sumbang. Juga menjaga jarak antara dua not bawah Tenor dan Baritone agar tidak terlalu berdekatan dibawah M3 serta betul2 memperhatikan bunyi dari Interval 4th pada Tenor dan Baritone jika kadang tidak bisa dihindari. Intinya tenor dan bariton sebaiknya bermain pada jarak interval diatas M3 dan pada interval yang natural tanpa kres dan mol. Karena nada2 low sangat rentan akan bunyi berdekatan yang luber, rumble gak jelas nada-nya akibat berdekatan, walau sudah benar secara Teori. Oks, setelah di edit baris tengah dari ke empat baris itu sehingga terjadi buka tutup voicing antara close dan open voicing yang mengikuti tendensi dari frase untuk bergerak dan berhenti. Juga setelah membersihkan Interval dissonance yang terjadi secara vertikal diantara ke empat baris itu dan membetulkan adanya Interval berdekatan antara Tenor dan Baritone....maka harmonisasi 4 part Invention anda itu pasti akan terdengar mulus, asalkan tidak ada kesalahan pemakaian Not yang berasal dari luar tangga nada induk dan chord scale. Diatas itu masih basic sekali, masih Diatonis memakai semua not2 didalam Diatonik...aransemen yang menarik adalah yang memakai banyak approach seperti Dominan Approach, 251 dan subtitusi-nya. Mengatur harmonisasi 4 baris melodi dengan approach macam begini maka akan terjadi banyak pemakaian not2 yang berasal dari luar induk tangga nada, tidak Diatonis akibat dari pemakaian banyak chord2 penghubung yang berasal dari luar Induk Scale. Bermain dengan Harmonisasi seperti ini adalah bermain-main dengan Fenomena Musik barat secara detail, mengatur aransemen pergerakan nada2 dan variasi tonalitas mengikuti kaidah Teori Musik yang sudah jadi pakem selama budaya musik di barat sejak tahun 1660-an sampai detik ini. Ini adalah satu dunia luas bagai lautan pacific dan semuanya terjadi didalam otak anda dan dibuktikan kebenaran-nya oleh aransemen anda yang dimainkan oleh orchestra dengan hasil yang indah tanpa kesalahan Voicing, etc.

Hal ini yang setiap akhir semester kita, murid2 Berklee tanpa pengecualian, lakukan dalam berbagai tugas kelas selama 3 tahun setiap hari 12 jam belajar di kampus ( sekolahan di dunia Barat mulai pagi2 sampai jam makan malam ). Aransemen Chambers 4 part 2 biola, viola dan cello, aransemen Big Band Jazz, small Jazz band, sextet, quartet, trio, duet dan solo. NB. Selanjutnya pemakaian sound : Orchestrasi. Permalink

10/15/11
02:26:59 am, by andrietidie Categories: Musik dan Gitar , 840 words

Groove dan Hooks : Revisit


Kembali membahas Groove dan Hooks untuk kesekian kali karena dua hal ini wajib ada dalam setiap karya2 kita. Telah menjadi kebiasaan Industri Musik serta Publik untuk senantiasa mencari dimana Hook dari setiap lagu yang mereka dengarkan. Paling telat, Hook keluar di-Reff dari lagu dan paling bagus langsung di -detik pertama, apa lagi jaman YouTube ini dimana orang2 gak punya tenggang waktu konsentrasi yang lebih lama seperti halnya manusia jaman Pre-Internet. HOOKS : adalah satu elemen dalam musik yang ellusive ( ellusive seperti halnya Pencuri malam hari yang susah kepergok ), Hook mulai dipergunakan sejak jaman Motown dan telah menjadi satu resep jitu untuk merayu Publik pendengar agar seketika langsung tertarik dan menyukai lagu2 kita. Hook sudah terlihat sejak lagu masih dalam keadaan Mentah dan berupa satu hal yang dijual dari lagu tersebut. Umumnya Hook datang dalam bentuk "Judul Lagu" yang dinyanyikan ber-ulang-ulang mengikuti prinsip Per-Iklan-an bahwa apa yang ingin anda registrasi-kan kedalam pikiran masyarakat wajib anda ulang-ulang dalam satu repetisi. Tetapi selalu usahakan agar Repetisi Motif nada dengan judul Lagu ini merupakan Puncak Klimaks dari lagu anda, jangan ada Klimaks yang lain lagi setelah itu dan memiliki Melodi yang uenak tenan agar seketika Publik akan bersiul melodi reff dari lagu anda itu begitu selesai di-play. Hook wajib di-ulang-ulang dalam satu repetisi. Nah, Hook tidak selalu harus dalam bentuk Reff Judul Lirik Lagu, ia adalah satu elemen yang nge-jual lagu anda, jadi bisa datang dalam bentuk apapun, misalnya bass dari lagu Beatles : Come Together atau Bass dari lagu Michael Jackson : Billie Jean. Michael Jackson via Quincy Jones senantiasa membuat Hook sejak menit pertama melalui pemakaian Bass-Line dan

Beat Drums yang super-groove. Quincy Jones menggabungkan kedua hal : Groove dan Hooks menjadi satu didalam semua Aransemen dia, ingat lagu : Ain't No Body dari Chaka Khan. Hook dari lagu Queen : We Will Rock You atau Stones : Honky Tonk Women datangnya dari pola beat Drums di awal lagu. Hook dari lagu AC/DC : Back In Black datang via Lead Guitar Fill yang open strings Blues itu, very catchy. Hook dari Deep Purple : Smoke On The Water datang via Riff Rhythm Guitar, Hook dari Led Zeppelin : Stairway to Heaven datang dari petikan gitar 12 snar pada Intro yang abadi itu. Nah, lagu2 Pop Dang-Dut Indonesia paling jago urusan bikin Hook dan Groove ini, ribuan sudah Hook dari lagu2 Pop Dang-Dut yang diciptakan di-Indonesia...tetapi di genre Pop Rock atau Rock sendiri ? Nol, gak ada Hook, walau pada lagu2 Dewa Ahmad Dhani pun jarang ada Hook yang gampang di-ingat masyarakat, well..mungkin ada tapi hanya satu dua...lagu2 Dewa bisa melengket di kuping masyarakat akibat pemutaran ribuan kali di Televisi dan Radio yang dibiayai oleh Aquarius tapi ditendang bokong-nya oleh Ahmad Dhani itu. GROOVES : pada Piringan Hitam yang tergores, jarum akan berputar-putar ditempat dan menghasilkan bunyi yang ber-ulang-ulang, cerukan di tempat itu disebut : Groove. Kurang lebih begitu definisi yang kita pakai untuk : Groove. Groove adalah satu pola Beat Irama yang ber-ulang-ulang dan enak setengah mati bikin kita mau bergoyang, semua lagu2 Michael Jackson adalah Katalog dari apa yang namanya Groove ini. Nucleus dari Groove ini dapat anda dengarkan pada semua lagu2 James Brown Funk Machine, goyangan-nya...itu Groove. Nah, biasanya anak2 Indie Band kalau bikin lagu di studio latihan begitu start langsung dengan irama drum yang tiba masa tiba akal, yang penting cocok, gak dipikirin dan dicoba Irama lain mencari mana yang paling menarik dan Groovy. Sehingga banyak irama lagu dari anak2 Indie Band berbunyi seperti lagu pengiring ke Kuburan, demikian hambar, padahal mereka sedang ingin membuat satu lagu Komersial ceritanya. Nah, jangan cepat puas dulu dengan Irama yang pertama anda dapatkan buat lagu orisinal anda itu, coba cari lagi dan eksperimen untuk mendapatkan Beat yang paling Super-Groovy, barulah boleh anda merasa lagu itu sudah siap tampil. Kalau belum dapat Groove yang tepat, maka kembai ke....Lap Pot. GROOVE and HOOK : Super Ketat Nah, kalau lagu anda sudah punya Hook dan sudah nge-Groove dengan goyangan Karawang yang bikin ketagihan itu plus anda sudah menyadari elemen dari Irama itu apa, subdivisi-nya serta aksen-nya, maka bunyi dari permainan Band anda akan berbunyi : Ketat seperti Kaos Junky-nya Ade Rai. Itu yang dicari

Broer..gak bakalan salah, calon Top Hits berjejer dengan Ayu Ting-Ting dan EksBriptu Norman...tetapi versi yang keren dan gak norak. Note-Value / Panjang Not : Harus tepat Untuk bisa bermain Ketat disamping harus menyadari pembagian ketukan apakah genap atau ganjil dan aksen yang tepat penempatan-nya maka satu hal yang paling2 penting yaitu : Panjang Not. Panjang Not, ini paling gak pernah dipikirin oleh siapapun di dunia musik Pop Rock kecuali di musik Klasik, kalau yang harusnya Not 1/8 yah harus berhenti sepanjang nilai 1/8 ketuk jangan belepotan kemana-mana setelahnya, luber kiri kanan depan belakang. Itu tidak ketat, panjang not harus selalu sesuai dengan nilai dari Not. Apakah anda mau main Note panjang yang di-sustain terus menerus sebagai rhythm pada lagu Funk ? ataupun panjang not pada lagu Funk itu yang harus 1/16 ketuk ternyata anda mainkan 1/8 ketuk, itu akan membuat hasil permainan yang tidak ketat. Attention Bass Player, ini merupakan tanggung jawab pemain Bass dulu nomer satu setelah itu Gitaris dan Keyboardis, panjang nada, jangan menahan nada lebih dari seperlu-nya...pikirkan : Ketat seperti Kaosnya Ade Rai....Tight Maan... Permalink 02:00:52 am, by andrietidie Categories: Musik dan Gitar

, 1019 words

BLUES Harmony
BLUES HARMONY : Apa yang dikenal dengan nama Blues Scale itu baru separoh dari apa yang dipakai dalam bermain Blues, separohnya lagi adalah Mixolydian, jadi gabungan antara Mixolydian dengan Blues Scale itulah yang dipakai oleh semua pemain Blues asli dari daratan Amerika sono sejak jaman dahulu sampai sekarang. Kalau dijabarkan pada kunci A , maka semua not itu adalah : A B C C# D Eb E F# G dan balik ke-A, kalau dilihat maka terdapat kromatik mulai dari 2 ( B ) step by step sampai 5 ( E ) dan pada musik Jazz ditambahkan lagi kromatik mulai dari 6 ( F# ) step by step sampai 8 ( A ). Jadi pada Be-Bop Scale terdapat tambahan satu not lagi sebagai passing tone yaitu G# menuju ke A, yang sekali lagi hanya berfungsi sebagai not numpang lewat alias Passing Tone. Jadi kalau diperhatikan maka kurang dua not saja maka Scale ini telah menjadi kromatik Scale yang sesungguhnya, kurang setengah step saja diantara 1 dengan 2

dan 5 dengan 6.....nah, tapi oleh Charlie Parker ditambahkan lagi ke dua not yang kurang tersebut kedalam permainan-nya. 12 Tones Chromatic : Bird ( Parker ) selalu menambahkan not b9 ( diantara 1 dengan 2 ) dan Aug 5 ( antara 5 dengan 6 ) selalu didalam permainan-nya, selalu...berarti semua nada dalam kromatik 12 tone itu telah terpakai semua didalam Blues-nya Parker...semua nada di seluruh fretboard anda itu terpakai semuanya. Lha lantas gimana bikin masuk akal pemakaian semua 12 not dalam musik itu buat nge-Blues ? jawabnya adalah bermain secara Structural Chord-Tones, mengetahui not mana yang cocok bagi chord yang terjadi dibawahnya..bermain Chord-Tones. Repetisi Tanya Jawab : call and response Sebagai dasar anda boleh pakai gabungan antara Mixolydian dengan Blues Scale, ini sebagai daging dari semua Harmonisasi yang bisa anda pakai didalam musik Blues, misalnya jika anda dituntut untuk membuat Harmony 4 parts seperti dalam Southern Gospel Choir..tetapi anda wajib tau bahwa phrasing dari Blues selalu merupakan Tanya Jawab, Call and Response, tidak pernah berupa Tangga nada. Selalu phrasing dengan pengulangan motif atau repetisi, satu bertanya lain nya menjawab sehingga terjadi Counter-Point. Pemakaian tangga nada secara "Scalar" hampir tidak pernah dilakukan... Wailing : Bending Phrasing pendek memakai 4 atau 5 nada secara tanya jawab ber-ulang2 lantas dilakukan Variasi dari Tema, serta ditambahkan dengan : Wailing ( meraung meratap - melolong ). Wailing : ini adalah esensial Bues, tanpa ini tidak ada Blues, wailing terjadi pada Not b3 ( minor ) dan M3 ( major ) yang di bending atau Slide, juga pada not 6 ke b7....tetapi pada Gitar oleh Albert King bending ini dilakukan lebih ber-variasi sampai pada not2 lain-nya. Albert King melakukan bending memakai semua nada2 kromatik step by step seperti yang telah dijabarkan diatas. Bending dilakukan mulai not 2 step by step sampai 5 lalu mulai 5 step by step sampai b7 dan b7 bending ke Root sebagai Resolusi, titik dari konversasi. Bending atau wailing adalah esensial dalam Blues dan yang terjadi adalah permainan not micro-tonal diantara wilayah m3 ( minor ) dan M3 ( major ) membuat batasan antara Major dan Minor jadi kabur ambiguous tidak jelas. Ini esensi Blues yang

terus2an bikin blank orang2 Klasik. So ? mau main Blues..wajib nge-bending dan nge-wailing secara tanya jawab sepanjang malam...macam Serigala melolong...Howling Wolf. Kalau bernyanyi maka ditambahkan lagi dengan yang namanya : Growling.. Growling hanya dipakai sekalikali buat aksen, tidak untuk terus menerus... Paralel : Mana lagi Blues selalu memakai pola Paralel dimana hal ini selalu di hindari di Musik Klasik, karena selalu dihindari maka semua praktisi Musik Klasik tidak pernah tau caranya bermain Paralel. Contoh kasus adalah insiden yang terjadi pada DVD Eagles Reunion : Hell Freezes Over saat lagu : New York State of Mind, dimana intro Orkestra dirasakan oleh anak Band ada yang salah karena tidak nge-Blues sebagaimana aslinya. Sehingga Konduktor dari Julliard Conservatory itu di koreksi aransemen-nya oleh anak2 Band Eagles agar pas dengan aslinya. Aslinya adalah chord paralel. Contoh musik Robert Johnson selalu paralel, chord bergeser sama turun setengah2 step menuju chord berikut sementara satu not tetap diam ditempat. Turn Around atau bagian musik pada bar ke 12 saat Blues berputar kembali ke awal itu hampir semua berbentuk Paralel Harmony. Contoh paralel lagi adalah Intro dari Hendrix Red House dimana chord dominan7 turun setengah step kebelakang dan naik lagi...itu Klasik diambil dari Robert Johnson. Memakai prinsip ini maka semua chord dalam Blues bisa di datangi atau di approach dari setengah step sebelum atau sesudah nya. Mendatangi chord A7 dari G#7 resolusi ke A7 ataupun dari Bb7 masuk ke A7...itu hal yang umum di Blues. Clashing antara Minor dan Major : Disini Blues musik bermain, wilayah tak bertuan, tabrakan diantara m3 dan M3 yang membuat semua teori musik Klasik jungkir balik..belum lagi meng-analisa chord progresi standard Rock N' Roll yang semua chordnya Dominant 7..itu belum bisa diakomodir oleh teori Musik Klasik. Memakai analisa Klasik untuk improvisasi diatas progresi Blues akan menghasilkan Blues yang Sucked gak jelas juntrungan-nya. Pada chord 1 main Mixolydian dan pada chord IV7 kembali pindah ke IV mixolydian, etc...ini akan menghasilkan permainan yang buruk rupa...tetapi benar secara Teori Musik Klasik...harap disadari bahwa apa yang dilihat oleh teori Klasik bukanlah apa yang dimaksud oleh Blues...dan semua-nya terbukti dari Bunyi yang dihasilkan para pemain Blues.

Blues adalah fenomena dalam Teori Musik Klasik yang pada akhirnya diterima begitu saja tanpa mau di analisa lagi asal muasal nya memakai satu set sistem analisa Teori Musik Klasik, sudah cape mereka ber-rasionalisasi karena memang tidak bisa ter-akomodir didalam situ, ini satu hal yang lain sama sekali. Penutup : Main chord buat Blues, pada posisi Root boleh main Major Triad saja, tetapi pada posisi IV dan V wajib main chord Dominant 7..buat Blues dan Rock, cukup Dominan biasa. Untuk Jazz berikan ekstensi natural seperti 9 dan 13 kecuali pas disaat akan pindah chord dimana Drum nge-fill, disitu boleh beri ekstensi Altered sebentar. Dan saat pindah ke V, boleh beri altered, biasanya #9 and tentunya setelah itu ada Turn Around, sekuens chord buat putar balik ke awal lagi. Koleksi Turn Around ini wajib punya banyak agar tidak terus2an main Turn Around itu2 saja. Main Lead : pada posisi Root boleh main Blues gabung Mixolydian, pas sebelum pindah ke IV pada bar no.4 beri jembatan bareng Fill Drum, biasanya suatu pola 251 yang resolusi ke IV. Pada posisi IV paling keren beri warna Major jangan Blues, major akan berbunyi lebih keren saat berada pada posisi IV. Kemudian pada posisi V maka silahkan nge-shredd Blues scale dengan semua lick2 repetitive yang ad

Mengerti tentang permainan Substitusi John Coltrane Mengerti tentang permainan Tenor Sax dari John Coltrane Ada dua periode style bermain Tenor Sax dari Coltrane, yaitu jaman Bop dan Post-Bop. Periode bermain melewati progresi dijaman Bop dilakukan Coltrane sebagaimana para pemain lain-nya secara struktural. Paling sering dilakukan adalah memakai substitusi TriTone, ingat ini bermain chord-tones..jika mendapat progresi Emin7 ke A7 maka Coltrane akan main chord-tones dari Bbmin7 ke Eb7..... Lihat bahwa chord asli yang dominan A7 itu ditukar memakai chord dominan yang berjarak b5 yaitu Eb7 didahului dengan chord dua minor-nya secara respective yaitu Bbmin7, ini salah satu subtistusi Coltrane dijaman Bop. Kemudian lain-nya adalah Subtitusi Mol3 atau subtitusi berjarak 4 fret bagi yang Gitaris, ini adalah tehnik dagang yang aku selalu pakai. Buat chord Emin7 ke A7 maka dimainkan chord-tones Gmin7 ke C7, lihat

jarak antara root E ke root G berjarak 4 step alias interval minor 3. Kedua substitusi diatas sudah cukup untuk membuat permainan anda jadi Jazz yang serius. Tetapi dalam perkembangan-nya setelah jaman Bop berlalu, ditandai dengan album "Impression" dimana style bermain Modalitas mulai menyeruak dalam trend baru musik Jazz, di-awali dengan album Miles Davis : Kind of Blue, dimana Coltrane juga bermain sebagai Tenor sax sideman bersama Cannonball Adderly pada Alto. Impression menandai perkembangan harmoni dari Coltrane yang baru, substitusi yang lebih rumit dengan permainan Linear yang panjang berkelokkelok dengan grouping not yang tidak simetris, seperti satu ketuk dibagi 7 atau 5. Substitusi ini dikenal dengan nama Coltrane Substitution : untuk sekuens Dmin7 G7 ke CMaj7 maka Coltrane akan mainkan masing-masing dua chord sebagai pengganti dari satu chord diatas, yaitu : Dmin Eb7 - Ab7 B7 - E G7 Latar belakang pikiran-nya dibalik penggantian ini sedikit susah untuk dimengerti tapi berbunyi keren jika dimainkan secara chord-tones. Pola berpikir seperti ini dilakukan dengan cara menentukan target chord dahulu lantas menambahkan chord approach secara back cycle kebelakang. Dalam hal ini Coltrane menentukan chord-tones Ab major pada bar kedua sebagai ganti dari G7, ini substitusi umum untuk memberikan semua not altered pada chord G7 yaitu memakai Major Scale satu step keatas dari chord dibelakang. Kemudian sebagai pengisi lowong sebelumnya maka dipakai Dominan approach sederhana buat Ab tsb, yaitu Eb7 yang diletak-kan sebelumnya setelah chord pertama Dmin7 sebanyak dua ketuk itu. Kemudian selanjutnya Coltrane kembali melihat secara back cycle dengan pertama menentukan substitusi buat Cmaj7 memakai hal umum yaitu konsep George Russel Lydian Chromatic dengan menggantikan Cmaj7 dengan dua set chord E major sebagai pemberi warna Lydian dan G7 sebagai simple Dominan Approach dari C. Lantas mengisi kekosongan dua ketuk setelah Ab dan sebelum E memakai Dominan Approach buat E yaitu chord B7....selesai, begitulah

pola pikir yang dilakukan Coltrane didalam mebuat Substitusi-nya yang sangat terkenal itu karena berbunyi keren. Mengapa berbunyi keren ? karena ternyata setelah diselidiki maka terlihat setan atau Jin dari substitusi ini yaitu BLUES. Ke-3 chord Dominan yg terjadi itu, Eb7, B7 dan G7 masing-masing berjarak interval min6, dari Eb ke B adalah interval min6 dan dari B ke G juga interval min6. Bagi chord dominan ini adalah not b7 dan b5 ( blue-note ), dua interval yang menjadi ciri khas dari Blues adalah interval min5 dari not root dan min6 dari not b7. Masih mengikuti ? Penjelasan ini butuh konsentrasi pikiran buat dimengerti. Ok,mengikuti lick-lick dari pemain Saxophone akan membuat lead gitar anda jadi lebih ber-isi dibandingkan hanya copy lick-lick gitar saja, terutama urusan Phrasing akan membuat permainan anda lebih nyanMain di 5 Minor
Cara yang paling gampang untuk nge-Jazz adalah selalu main dan berpikir di "5 minor" dari setiap Chord. Misalnya sedang main di chord A maka pikirkan dan mainkan lick lick di Emin, begitu juga jika pindah ke D maka mainkan Amin dan kalau E maka mainkan Bmin. Itu akan langsung kedengaran "Jazzy". Juga sering sering mainkan "Ornament" semacam ini : Key of A "Legato" atau "Slur"
I-----------------------------------------------------------------------------------I-----------------------------------------------------------------------------------I----------6---7----5-----6---------------------------------------->>> 6 ( note C# ) adalah target yang di-ornamentasi. I------------------------------------5----7----4------5------------>>> 5 ( note G ) adalah target yang di-ornamentasi. I------------------------------------------------------------------------------------I-------------------------------------------------------------------------------------

Satu hal yang perlu di ingat adalah selalu ikutkan nada ke 3 dari chord tersebut, walaupun berpikir di Emin untuk Chord A tapi ikut sertakan juga nada C# ( 3nya A ) "The Third" is the most importan note !! Juga sebelum progresi ber-resolusi di Tonic Kunci Dasar maka kita perlu mainkan Lick "Turn Around" untuk persiapan pengulangan lagu. Makanya perlu banyak perbendaharaan lick lick "Turn Around" ( Putar Balik ). Semua lick lick "Two Five One" bisa dan cocok dipakai untuk "Turn Around".

Memiliki banyak koleksi "II V I" licks sangat berguna untuk permainan kita. Ribuan lick lick "II V I" tersedia di Net jika di "Google". Tags: skins

BB King's Bending
BB.King's bending Permainan BB.King tetap mengikuti formula Major Ascending and Blues Descending yang merupakan formula dari musik Americana. Begini biasanya BB memulai phrasing-nya : Contoh di-kunci E7
II-----------------------------II-----------5-----bf-7------- ( bf = bend full ) II------6---------------------II----------------------------II---------------------------II----------------------------

Kemudian biasanya disambung begini :


II--------------------------------------------------II-----bf-8--rb-8----5--------5----bf-7---5---- ( rb = release bend ) II---------------------------6----------------------II---------------------------------------------------II--------------------------------------------------II----------------------------------------------------

lalu :
II-----bh-5--rb-5----3-------------------------------II----------------------------5-----------5-------------II----------------------------------6--------------------- BB lebih memilih nada 6 drpd b7 II-------------------------------------------------------II------------------------------------------------------II--------------------------------------------------------

dan disambung begini..


II------bf-8---7--6--5--------------------------------------------II---------------------------8---5----------5----bfah-8----------- ( bfah = bend full and a half, 1,5 step ) II--------------------------------------6---------------------------II------------------------------------------------------------------II---------------------------------------------------------------------

II--------------------------------------------------------------------

Ini hal yg sama tapi beda fingering..aku suka yg ini.


II-----------------------------------------------------------------------------------II----bfah-12---rb-12--11--10--8-------------------------------------------II-------------------------------------------9----------9----bfah-12----------II------------------------------------------------11------------------------------II----------------------------------------------------------------------------------II-----------------------------------------------------------------------------------

Ok, itulah hampir semua gaya Bending BB.King, irama-nya di-reka-reka sendiri, tapi ingat Vibrato-nya BB yang legendaris itu, semuanya dari pergelangan tangan kiri yg berputar ditempat seperti Piston dgn cepat dan stinging..bukan singing ya tapi stinging...menyengat. Serta sound Semi-Hollow tanpa F-Hole dari Gibson-Lucille membuat semuanya jadi Warm. Hapalkan semua posisi itu dan usahakan untuk phrasing seperti sedang bernyanyi dari dalam hati, sikap mental-nya BB adalah selalu Riang, jadi bukan sedih macam Albert King. Usahakan untuk mengontrol secara detail segala infleksi dari sound bending-mu seperti hal-nya Celine Dion mengontrol vocal-nya dengan cengkokan2 yang berkelok-kelok. Percayakan pada telinga dan insting untuk mencapai bending dengan nada yang tepat tidak Fals. Ingat juga untuk se-sekali memberi karakter dengan picking "Rake", picking yang menyapu dan agresive down-stroke agar berbunyi stinging..menyengat dengan vibrato cepat, terutama di-note tinggi dengan bending satu setengah...maann itulah BB.King. Tags: skins

Modern Chords
Una Chorda For Guitarists : Cara Modern untuk menambah ekstensi warna pada Chords : Bukan nya memakai Chord 7th seperti Maj7 yang akan kedengaran macam kamu sedang main di Lobby Hotel membawakan lagu lagu Lounge Lizards yang Jazzy Jazzy itu. Ataupun voicing Min7 yang sudah umum itu serta "Barre Chord" yang akan membuat penonton capek melihat posisi jarimu yang sangat kerepotan itu. OK, Add 9 chords memang akan selalu terdengar keren, tapi jangan sekali kali memakai Add 9 untuk chord derajat ke 3 dalam suatu Major Scale, no..can't do ! (

eh..jangan ngomong Can't Do- di Makassar karena itu bahasa kotor ). Misalnya chord Emin di kunci C, jika kamu menambah Add 9 disitu maka kamu pantesnya di-nobatkan sebagai "Forrest Gump"-nya Guitarists. Kenapa ? Cari tau aja sendiri ! Instead of main itu semua voicing 7th chords yang ada di-buku buku "10.000 complete chords for dumbo". Cara yang kewl adalah main "Super Imposed Triad over Bass Note" yang seketika akan membuat chords kamu kedengaran super kewl. Ada juga yang menyebut voicing style begini dengan nama "Hybrid Chords" atau "Slash Chords" ( tapi dijamin Slash dari Velvet Revolver itu gak main chord beginian ). Misalnya untuk Amin kita mainkan G over A II-----7--------7------x-------II-----8--------8------3-------II-----9--------5------4-------II-----7--------7------5-------II-----------------------x------II-----------------------5------Untuk Cmaj7 kita mainkan G over C II----3------10------x---------------II----3------12-----12--------------II----4------12-----12--------------II----5------10-----12--------------II----3--------------10---------------II---------------------8---------------- ( Chord terakhir ini John Petrucci Dream Theater paling suka ) Untuk Chords Dom7, kita bisa foya foya dalam voicing kita, super imposed triad apa aja over root bass note asalkan yang tidak mengandung not Maj7 karena ini kan Dom dengan b7 ? Ini yg gw selalu pakai buat G7: E over G atau pakai F over G kalau pengen lebih normal. II-----4------0-------------------II-----5------0-------------------II-----4------1-------------------II-----5------2-------------------II-------------2-----------------II-------------3------------------

Nah, itu hanya sedikit contoh yang masih ber-orientasi Root. Selanjutnya kamu bisa mendapatkan "mileage" yang lebih jauh lagi dengan hanya melakukan inversi Root dengan 2nd inversion-nya yaitu untuk Major chord pakai 3 on bass dan untuk Minor chord pakai 5 on Bass. Untuk Dom.chord pakai b7 on Bass ( mid register only ) dan 5 on Bass ( low register ). Mengapa pertimbangan mid and low register ini ? Karena b7 on Bass ataupun b3 on Bass, walaupun benar secara teori akan terdengar "Muddy" ditelinga. Hal ini sudah masuk wilayah "Scoring Orchestration" atau "Arranging". Anda anda yang biasa Classical Harmony and Voice Leading akan segera tau akan hal ini, bahwa interval major 2nd dan minor 3rd atau malahan 4th itu dihindari pada register Baritone dan Tenor. Inversion : dalam Jazz ada kebiasaan yang tidak mau main Root pada lowest chord tones, kenapa ? Karena pada Gitar Jazz yang memang register-nya sudah low itu dengan pemakaian strings yang tebal macam 13 atau 14 itu sudah dekat ke wilayah register Bass Gitar. Sehingga ngapain harus main Root sementara hal itu sudah di cover oleh Bassists ? Mendingan jari yang satu itu dipakai untuk nambah warna ekstensi lain-nya. Jadi voicing chord dengan 5 on Bass adalah wajib di musik Jazz. Makanya, Jazzer2 Newbie Indonesia, buanglah Root di lowest chord tones mu itu dan ganti dengan not 5. Omit The Root !! Sus4 Chords : Jika anda ingin kedengaran Post-Bop atau Acid ataupun Chill Out, maka eksplorasi Sus4 chords untuk segala keperluan harmony dan progresi-mu. Super imposed Esus4 over A, Gsus4 over A etc.etc. Ini sebenarnya adalah bermain dengan Chord Interval 4 atau 4th voicing yang bisa di geser geser sesuai chord tones serta extension yang di-inginkan. Atau bagaimana dengan bermain Interval 5 macam di lagu "Message In A Bottle"nya Police ? Dalam bermain Interval 5, anda harus sangat hati hati agar tidak keluar dari Kunci Dasar lagu ataupun Modulasi kunci yang tidak di-inginkan. Ataupun menyukai voicing dengan dominasi Tritone Interval secara paralel macam hobby-nya George Benson ? Ataupun "Ambiguous" chord voicing yang sering di seret seret oleh Jimi Hendrix ke seluruh posisi pada neck Strat-nya ? Dengan hanya meng-target beberapa chord tones sebagai salah satu jangkarnya. Jimi Hendrix paralel chord voicing : Interval 5 yang di geser paralel target chord

tones. II------5---------------------------------II------3-----------5--------------------II------x----4------2-------------------II------5----2------x-------------------II------------x------5-------------------II------------5---------------------------Ataupun "Close Voicing" yang umum dipakai oleh para Gitaris Country jago jago itu ? Close voicing pada "Piano" adalah suatu hal yang sangat sangat gampang dan umum, anak kecilpun sudah bisa mainin. Tapi pada Gitar ? Lain lagi ceritanya. Gitar yang memang sudah rancangan-nya Open Voicing itu rada rada susah untuk main Close Voicing, tapi jika anda sering main kan close voicing macam Pat Metheny maka permainan mu akan terdengar lebih ber-kelas, ekslusive macam pake dasi bow tie. Voicing Close yg sering dipakai di Country Guitar a'la Brent Mason or Albert Lee A7 D7 E7 II------------------------------------II----2-----1-------3---------------II----2-----2-------4---------------II----5-----4-------6---------------II------------------------------------II------------------------------------PS : Suka chord yg aneh aneh ? Ulik "Alan Holdsworth" atau "Robert Fripp". Aku sendiri suka yang praktis tapi asik, prinsip ku ngapain mempersulit diri sendiri dengan lagu yang pake chord mustahil kaya' nge-stretch 6 fret macam di bukunya GIT "Superchops" itu ? Main gitar kan buat enjoy fun, bukan buat menyiksa diri sendiri toh ? Semua yang diatas itu bisa juga diterapkan untuk Improvisasi Lead, cukup di "Arpegiated" saja semua not not-nya.

Reply : ( Coba di kunci A7 dengan notes kaya' ini : snar satu di fret 9 dan snar dua di fret 8. Untuk chord D7 turunin double stops itu satu fret kebawah di 8 dan 7.

Kemudian untuk chord E7 naikkan ke fret 10 dan 9.) Diatas itu adalah Tablature versi kata kata, jadi mainkan snar satu di fret 9 dengan snar dua di fret 8 ( double stop note G snar dua dan C# snar satu ), dimainkan sebagai double stop ( bukan chord karena hanya terdiri dari dua not ). Ide rhythm Funk adalah : Gitar dimainkan sebagai alat perkusif yang pegang tempo, sehingga tehnik picking tangan kanan harus presisi dan akurat. Nada nada yang dimainkan hanyalah chord tones ( nada paling penting dari chord ), merupakan suatu pola yang ber-ulang ulang dengan se-sedikit mungkin variasi. Karena variasi hanya akan memperkecil "Impact" dari pola tersebut. Suatu aransemen Funk terdiri dari beberapa Pola yang saling berkompliment satu sama lain nya, pertama ada Bass Line, kemudian Gtr 1 dan Gtr 2 yang masing masing memainkan pola yang berbeda tapi saling mengisi. Pada saat "Break" maka biasanya dimainkan suatu pola "Unison" untuk satu atau dua bar. Umumnya pola gtr hanya terdiri dari satu atau dua dan paling banyak 3 note voicing. Tidak pernah memainkan chord full, hanya broken chord. Biasanya memainkan ekstensi nada natural seperti 9 atau 13 ( 6 ) dan paling "Outside" adalah # 9 ( a'la Jimi Hendrix ), hanya itu. Jangan memakai ekstensi altered seperti b 9, # 5 etc. Karena umumnya chord Funk yang dominanth 7 itu adalah statis tidak berpindah untuk waktu yang agak lama, sehingga bukan suatu chord yang bisa di tambahkan Altered Tension. Teori-nya Altered Tension hanya dipakai pada chord Dominanth yang sedang bergerak menuju / ber-resolusi pada chord lain, moving dominanth chord.

Sedangkan pada static dominanth chord dipakai extension yang natural. Umumnya Funk dimainkan dengan beat 16th ( seperenam-belas/ satu ketuk dibagi 4 ) tapi ada juga slow funk yang main 8th ( satu ketuk dibagi 2 ). Paling cepat belajar Funk adalah memakai Drum Machine dan memprogram-nya sendiri, memakai grid 16th, satu ketuk dibagi 4. Sehingga ada 16 beat dalam satu birama. Bermain main lah dengan hanya 2 bar ( birama ) yang di-Loop dan membentuk beberapa pola beat Drum yang menarik. Untuk pegang tempo berikan pada Hi-Hat yang konstan 16th dan Bass Drum sebagai nada low dari gtr serta Snare Drum sebagai nada aksen dari chord gtr. Hi-Hat yang 16th itu adalah ayunan picking hand kita. Coba pelajari Pola Drum Pattern dari style Funk dan buat pola lain berdasarkan itu, agar mengerti pattern Funk dan aksen aksen-nya. Hampir selalu Funk dimainkan dengan gitar Fender Strat, almost always, tidak pernah pakai Humbucker, selalu Single Coil. Well, kecuali Metal Funk a'la Nuno. Download di Google / Rapid Share, tabs dari "James Brown" atau "PFunk" dan "Sly and The Family Stones" atau "Tower of Power" dan "Rufus and Chaka Khan - Live at Filmore east" ataupun old recording of Ike and Tina Turner. Ini semua adalah "Source" dari Funk yang pastinya sudah dipelajari semua oleh Band Band kaya' RHCP ataupun Extreme. Sedikit contoh permutasi Funk : Konstan 16th. 4 1234 1234 Permutasi . 4 12.4 12.4 Beat 1 1234 Beat 1 12.4 Beat 2 .2.4 Beat 2 1234 Beat 3 Beat Beat 3 Beat

Beat 1 1234

Beat 2 .. 34

Beat 3 1. . .

Beat 4 12..

Etc etc lakukan permutasi sendiri...dan coba dengan Hi-Hat di Drum Machine untuk mengenal bagaimana bunyinya. Tambahkan Aksen pada awal phrase 1 bar dan aksen selanjutnya terserah dimana, aksen is segala galanya. Tanpa aksen is Sayur tanpa Garam. NB. Tangan kanan harus kuat sekaligus santai, jangan sampai ada friksi atau pegal otot. Flicking..seperti lagi mau buang ingus yg nempel ditangan..;-) Radius Pendulum dari picking hand sekecil mungkin kaya' mesin pabrik, jangan berlebihan, cukup hanya yang diperlukan agar mendapatkan attack yang aggresive karena Funk tidak boleh loyo. Tangan kiri harus banyak damping termasuk jempol sehingga hanya dua atau tiga note yang berbunyi maksimal, pakai juga bunyi "scratching" dari snar yang di damping seperti halnya Michael Jackson memakai tarikan nafasnya sebagai alat Apa itu "MOJO" ?
Mojo adalah istilah di kalangan Gitaris seluruh dunia yang menandakan seseorang sudah memiliki permainan Gitar yang berisi. Diambil dari istilah kalangan musisi Blues di Amerika, yang berawal dari lagu "Muddy Waters" yang berjudul "Got My Mojo Working". Seorang Gitaris yang sudah memiliki Mojo dalam permainan nya otomatis akan memiliki tempat khusus di komunitas Gitaris, mau itu lokal, Nasional atau Internasional. Bagaimana caranya untuk memiliki "Mojo" dalam permainan Gitar kita ? 1. Mampu meng-analisa musik yang didengar. Mendengar dan meng-analisa bukanlah sekedar menikmati lagu sambil tidur tiduran. Tapi mengerti akan detail seperti Chord Progresi, Harmoni dasar, phrase yang dimainkan, tradisi idiom musik yang ada dibalik itu, pola irama rhythm, sampai ke sound dan tehnik rekaman yang dipergunakan secara keseluruhan lagu. 2. Mengerti istilah istilah bahasa musik, seperti satu kres, dua mol, 9, 6 mol 9, kres 9

dlsb-nya. Sehingga kita mampu untuk ber-komunikasi dengan sesama musisi untuk menyampaikan ide ide ataupun menjelaskan sesuatu secara musikal. 3. Menguasai Theori dan Harmoni yang didapatkan dari Kursus ataupun Sekolah Khusus Musik, agar kita mampu berkreasi dengan konsep yang di-praktek-kan. 4. Melatih otot jari dengan pola latihan dan permutasi yang terarah agar kita sanggup memainkan segala tuntutan tehnis yang diperlukan untuk mewujudkan musik orisinal milik kita sendiri. 5. Menguasai Style Style musik tertentu seperti : Rhythm Blues Rock dan Metal, Chicken Pickin Country, Slide Blues, Sweep Metal Shredd, Open Tuning dan Jazz etc etc. 6. Praktek di Panggung dan Rekaman, menciptakan musik orisinil serta rajin ber-Jam Session bersama sama musisi lain nya didalam suatu Komunitas. 7. Membentuk Konsep bermusik pribadi, menyusun kepingan kepingan dari "Jigsaw Puzzle" yang bernama "Musik" ini agar mendapatkan suatu gambaran yang lengkap. 8. Hidup dan bertumbuh didalam komunitas dan meninggalkan "Legacy" untuk diteruskan oleh Generasi berikut.

rhythm. Remember : Beat and subdivision of beat, always stay deep in the groove, in the pocket ! Kadang tergantung lagunya kalau kita harus main "Laid back" atau "Right on Beat" ataupun "In Front of Beat - anticipate". Check out : John Frusciante of RCHP. Home Work : Pelajari Intro dari "Voodoo Chile Slight Return" seperti aslinya semirip ALBERT KING
ALBERT KING Manusia yang mencetak-biru musik Blues-Rock ini adalah pemain kidal dengan snar yang tidak dibalik, sehingga snar kecil berada di-posisi dimana snar gede seharusnya berada. Tehnik picking-nya adalah lefty-downstroke memakai Jempol, sehingga jika kita

ingin meng-emulasi permainan Albert King, kita harus mempertimbangkan segala pernak-pernik detail dari tehnik-nya ini. Bagi kita-kita yang normal ini, maka phrasing Albert King selalu "Descending" dengan Up-Stroke terus-terus-an. Nge-bending dengan up-stroke ini akan berbunyi lain dengan down-stroke. Bending up-stroke bagi kita-kita yang normal ini akan berbunyi lebih meng-gigit karena adanya unsur snapping yang terjadi pada snar. Perhatikan Santana yang merupakan copy-cat Albert King kalau nge-bend ataupun SRV yang juga adalah murid-sejati dari Mr.Albert King, semuanya memakai upstroke jika bending. Albert King tidak pernah main Vibrato seperti halnya BB.King, not-not Oom Albert selalu lurus saja tanpa pergerakan modulasi secuil-pun. Hanya saja ke-akurasi-an bending-nya sempurna mencapai semua not-not yang ditarget dalam hatinya tanpa meleset walau diukur dengan Micro-Tonal. Contohnya, staple lick dari Albert King adalah bending berurutan dengan not turun setengah fret ataupun naik berurutan setangah fret. Lagu "Sky is Crying" penuh dengan Micro-Tonal bending ini. Inilah namanya bernyanyi dengan bending-mu dan tidak gampang untuk dapat memiliki tehnik bending Oom Albert, karena telinga anda harus peka terhadap perubahan nada yang terjadi pada setiap detil dari bending-nya Albert King itu. Ditambah lagi jari-jari-nya dia yang eks Cotton-Picker itu sebesar jempol semua dan melakukan lefty-bend-nya dengan cara menarik snar satu ke-lantai, dimulai dengan jari manis lalu kemudian selalu pasti disusul dengan jari telunjuk yang juga menarik snar satu ke-arah lantai. Bending berurutan ini dalam kasus kita yang normal adalah bending snar satu memakai jari manis dengan jarak satu setengah fret disusul dengan bending memakai telunjuk dengan jarak satu step. Bro ini mustahil dilakukan jika memakai ukuran snar lebih dari 0.9 dan walaupun anda paksakan maka dijamin jari telunjuk anda akan jadi "Blistered" dalam waktu singkat. Hal ini adalah yang paling menyiksa dalam bermain Blues-Rock, meng-emulasi permainan bending dari Albert King. So ? tanpa bending berurutan ini, tidak ada Blues-Rock, karena ini sudah Blue-Print dari style musik ini. Gitaris yang nge-bending a'la Albert King seketika berada pada kelompok gitaris yang dianggap sudah Get-It, sudah punya Mojo. Untuk itu aku lakukan jalan pintas yaitu selalu pindahkan lick-lick Albert King kesnar dua dan lakukan shif-back bending keduanya tetap memakai jari manis yang dimundurkan untuk nge-bend not berikutnya. Shift-back and bend, itu cara-ku untuk

mengatasi problem heavy bending ini. Karena terus terang jika jari-ku sakit maka permainan-ku akan holding-back secara refleks dan itu aku hindari. Aku mengharapkan ada Manufacturer yang nanti memproduksi penutup jari-jari kiri buat Gitaris, terbuat dari semacam karet tipis yang berasa organik buat dipakai seperti sarung menutup jari-jari sebelah kiri saja, agar bermain Blues-Rock bukan lagi merupakan suatu hal yang Painful. Pose mimik muka menyeringai dari setiap Gitaris jika lagi nge-bending tinggi itu adalah ekspresi yang memperlihatkan rasa sakit di-jari-jari mereka. Jika kita tidak lagi merasa sakit jika nge-bending, mungkin setelah memakai penutup jari-jari itu, maka dipastikan musik kita dan permainan kita akan naik satu level lagi. Rasa bebas dari sakit akan membuat permainan kita jadi seperti pemain Sirkus tidak takut mati, kita akan gila-gila-an dipanggung atau rekaman. Jika kita merasa sakit maka alam bawah sadar kita membatasi permainan kita, pain..eeitts...hold-back. Oks, jadi Oom Albert identik dengan rasa sakit di-jari-jari kita, apa lagi mau meniru ukuran snarnya yang 0.12 itu paling minim, atau T.Bone Walker yang juga merupakan panutan semua Bluesers yang memakai 0.13. It's a tough call, dudes. Kaya' gini biasanya Oom Albert memulai phrasing-nya : Kunci A7
II-----------------------5-----------5-----bfah 8------- ( bfah = bending full and a half ) II-----slide in--5----------5--------------------------II---------------------------------------------------------II---------------------------------------------------------II----------------------------------------------------------II----------------------------------------------------------

Kemudian :
II--------bf--10----bh-10---bf--8---rb--8-------- ( bf = bend full / bh = bend half / rb = release bend ) II------------------------------------------------------II------------------------------------------------------II------------------------------------------------------II------------------------------------------------------II-------------------------------------------------------

and then :
II---5-------------------------------------------------------II--------8---po-5-----------------------------------------II----------------------bf-7--bh--7---bm-5-------------- ( bm = bend micro-tonal tdk sampai setengah ) II--------------------------------------------------7--------II-------------------------------------------------------7----

II------------------------------------------------------------

The Sky is Crying :


II----5---bf-8--bf-8--bf-9-bf-9--bf-10--bf-10--bfah-12-----II----------------------------------------------------------------------II----------------------------------------------------------------------II---------------------------------------------------------------------II---------------------------------------------------------------------II----------------------------------------------------------------------

versi mundur :
II--------------bfah-12---bf-10---bf-9--bf-8---rb-8----5------5----bf-8---5---II---10--10------------------------------------------------------5---------------------II-----------------------------------------------------------------------------------------II------------------------------------------------------------------------------------------II-----------------------------------------------------------------------------------------II------------------------------------------------------------------------------------------

Oks, itulah hampir semua bending2 Albert King, Oom Albert bermain murni hanya di-Blues Scale saja tanpa Call and Response memakai major pentatonik, juga tanpa Vibrato. Jadi sama sekali berbeda dengan BB.King. Jika kedua style para Kings ini kamu gabung-kan maka hasilnya akan berbunyi The Essential American Blues. Jangan pandang enteng bahwa cuman segini saja permainan dari kedua Raja ini, BB dan Albert. Bukan kumpulan not-not-nya yang penting tapi rasanya itu Bung, feel-nya, itu perlu seumur hidup untuk menguasai-nya. Kebanyakan mereka sama sekali tidak pernah berpikir not-not, mereka hanya bernyanyi dari dalam hati dengan cara bending note, nge-squeezed not not seperti halnya Celine Dion atau Michael Bolton. Itu cara yang tepat untuk melihat tehnik permainan Raja-Raja ini, yaitu lihat seperti halnya kamu seorang Vocalis tapi bunyi Gitar melengking adalah suara-mu. Blues is a Voice, it's a language, lupakan semua pola-pola jari diatas fret, jangan melirik ke arah fret, gunakan telinga dan insting serta hati. Listen and Sing !! Before you can sing the Blues, you gotta be well versed in The Tradition of Blues Music. Really listen to the Music and try to like it so much in order for your sub-conscious to take over. Saking sukanya, aku lebih suka lihat foto orang Blacks dengan segala kerut mukanya

dan tangan nya yang legendaris Cotton-Pickers itu dari pada mempelototin majalah Hustler. Aku suka sekali melihat pemandangan Rural Missisippi dengan rumah2 kayu bobroknya dari pada melihat Kota Paris. Ladang-ladang kapas dengan gudang yang ada kursi ayunan didepan nya, jalan-jalan tanah berdebu dan persimpangan rel-kereta dimana aku akan menjual jiwaku dan teken kontrak dengan Setan agar bisa jadi seorang Blueser handal. Itu semua telah jadi obsesi-ku sejak 30 tahun lalu sampai saat ini tidak pernah hilang, seperti Eric Clapton pernah berkata bahwa : I wish i was born as a Black Man. Tapi aku suka semua musik yang berbau Amerika mau itu Red-Neck Music ataupun Blacks Afro American, tapi aku tidak setuju dengan Politik Luar Negeri mereka yang nge-Bullies itu. Aku tidak suka dengan karakter Pemerintahan mereka yang Supremasist itu dan standard moral mereka yang Double-Standard itu. Aku sangat mencintai keluarga-ku sendiri tapi aku tidak berpikir dua kali untuk menghancurkan keluarga-mu, itu Amerika.

Musik adalah kebersamaan


Musik adalah kebersamaan sebagaimana halnya Kehidupan Itu sebabnya musik Gitar Classic Tunggal kurang mendapatkan tanggapan dimasyarakat dibandingkan Band karena musik yang dihasilkan secara bersama memiliki kekuatan menyentuh jiwa berkali-kali lipat. Serta menjadi semacam ritual kebersamaan yang melibatkan emosional pemain dan juga penonton. Kebersamaan adalah kata kunci-nya disini karena pada intinya bermusik itu adalah merayakan kehidupan dan kehidupan itu bukan sendirian. Setiap anggota masyarakat dalam hidup ini sama-sama punya peran, kaya miskin, jelek cakep, kampungan modern, kuno trendy, macho nerdy, etc. Kombinasi itu semualah yang menjadi satu kehidupan ber-masyarakat, mereka-mereka yang merasa hebat sendiri, tampan sendiri, jago sendiri, kaya sendiri, cool sendiri, berkuasa sendiri etc. adalah manusia yang sedang kehilangan esensi kehidupan. Kehilangan itu belum akan terasa sampai waktunya kenyataan berdiri didepan mata dan menunjukkan realitas yang sebenarnya, tapi bagi mereka biasanya itu sudah terlambat, biasanya itu datang saat babak terakhir dari kehancuran. Banyak yang tidak peduli, tidak mau capek berpikir ataupun berusaha melawan kenyataan dan terus tancap gas dalam Ego-Trip mereka walau mereka sadar bahwa

Realitas senantiasa berada disisi mereka dan menghantui setiap detik hari-hari mereka. Realitas yang berkata pada Axel Rose bahwa eh Bung, diri ente bukan seperti yang ente bayangkan, rambut ente sudah rontok dan botak, ente sudah tidak pernah naik panggung selama 23 tahun, masyarakat sudah memandang remeh pada karir ente yang gak jalan-jalan selama ini. Tapi mengapa ente masih ngotot merasa sebagai seorang Rock Superstar ? Mengapa hal itu sampai terjadi pada Axel ? karena, he went at it alone, he saw everything as one man job and took credit for all the success he and "the band" had achieved. Dalam nge-Band, disaat kita mulai merasa bahwa sukses ini adalah akibat dari kegeniusan kita dan karena faktor Kewl diri sendiri, faktor lagu ciptaan kita, faktor suara melengking kita, ataupun faktor kecepatan nge-shredd Neo-Classic kita, whatever. Saat itu-lah kita telah menjadi manusia paling kampungan yang pernah hidup didunia, sengaja di-exagerated agar kita mengerti bahwa tidak ada hal dalam hidup yang merupakan prestasi kita semata-wayang, semunya menyangkut orang lain. Menyangkut Mass-Media yang kebetulan sedang fokus pada diri ente, menyangkut Gitaris anda yang kebetulan dapat yang pas bagi musik anda, menyangkut keluarga anda dirumah yang kebetulan memberikan situasi yang mendukung, etc. What the fuck, bahkan menyangkut Gunung Karakatau yang tidak jadi meletus menghancur leburkan kota Jakarta sehingga seluruh Industri Hiburan gulung tikar dan anda gak dapat job lagi. Menyangkut segalanya. Sebagaimana Jari kita ada lima dan terdiri dari kelingking, jempol, telunjuk etc, begitu juga dalam sebuah Band masing-masing punya job yang tidak tergantikan dalam merayakan kehidupan secara bersama-sama. Jika kita telah menganggap Band kita adalah keluarga maka kita tidak akan secara gampang memiliki perasaan mau menang sendiri, atau jalan sendiri dan merasa diri paling penting, itu kampungan dudes. Sekedar Info, Seniman punya kelemahan paling kentara, yaitu selalu merasa bahwa karya cipta diri sendiri atau kemampuan diri sendiri adalah yang paling hebat dan karya cipta seniman lain kurang ber-mutu. Harap di-ingat itu adalah kelemahan Seniman yang membuat mereka tidak obyektif dalam menilai diri sendiri, sehingga sering terlalu menganggap tinggi diri sendiri sementara kenyataan berkata lain. Membuat diri mereka berada dalam situasi Tragis, banyak contoh dalam sejarah musik dunia ataupun Indonesia, Axel Rose, Elvis Presley atau Deddy Stanzah. Seperti kata SRV, susah untuk mempertahankan perspektif didalam bisnis musik ini,

sekali kamu kehilangan perspektif yang sebenarnya, maka tenggelam lah kamu dalam karya2 tidak bermutu, dalam obat bius, dalam Ego-Trip, dalam Nostalgia Post PowerSyndrome, etc. Perspektif itu adalah Kebersamaan dalam merayakan Kehidupan dengan Musik, lainlain-nya datang terakhir. Shania Twain bilang, so ? you got famous, you think you're cool, you got a big car..that don't impressed me much. Merayakan Kehidupan dengan bermusik, itu datang duluan, sukses datang belakangan, memainkan musik yang menyentuh jiwa, itulah yang berarti, bukan-nya potongan tubuh atau style rambut. Tanpa musik yang punya arti sekelompok Superstar hanyalah merupakan Nabi-Nabi palsu yang di-propaganda-kan oleh Massmedia, di-peras dan dipergunakan sebagai komoditi oleh Korporasi Media Hiburan dengan target masyarakat yang disuguhi musik-musik yang tidak punya emosi-jiwa, yang tersisa hanyalah jiwa dan sensitifitas yang kering kerontang serta superfisial. Itu sudah merampok Seni dari tujuan dan kaidah yang sebenarnya yaitu mengisi kehidupan ini dengan emosi-jiwa yang dalam dan punya arti bagi kehidupan kita. Categories: Musik dan Gitar

Memberi warna ekstensi pada Solo Lead memakai Mode :


Itu adalah salah satu kegunaan Mode untuk Improvisasi, caranya ? Jangan mainkan Mode pada posisi root, misalnya D dorian untuk D min di kunci C. Hal ini tidak akan menghasilkan kesan nada nada ekstensi dari D min tersebut. Karena kita cenderung main suatu scale dengan aksen di root, sehingga jika main D dorian untuk chord Dmin maka kita akan aksen di nada D, ini akan berbunyi hambar. Coba main Mode yang lain dari chord saat itu, dengan root pada warna ekstensi yang kita inginkan. Misalnya untuk menghasilkan ekstensi 9 pada D min kunci C tersebut, kita mainkan E phrygian. E phrygian adalah C mayor scale yang dimainkan mulai dari nada E dan berhenti di E, ini dimainkan diatas chord D min di kunci C, hasilnya improvisasi kita akan mengaksen nada ekstensi dari Dmin9. Misalnya untuk menghasilkan ekstensi Dmin6 di kunci C, maka kita mainkan mode B Locrian. yaitu C mayor scale mulai dari nada B dan berhenti di B. Selanjutnya adalah untuk Dmin11, kita mainkan G Mixolydian. Begitu pula buat Mayor Chord yang cuma ada dua di Mayor scale, yaitu I dan IV.

Misalnya untuk root chord dikunci C yaitu chord C, cuma punya dua ekstensi yaitu 9 dan 6. Untuk mendapatkan warna ekstensi 9 maka mainkan D Dorian diatas chord C tersebut. Untuk warna 6, sih paling jamak, semuanya sudah main kaya' begini, yaitu main A minor di atas chord C, alias A aeolian. Terakhir untuk chord Dominanth 7, kita bisa foya foya karena bisa main apa saja asalkan bukan natural 7 akan masuk semua, apa saja !! Misalnya untuk chord G7, mainkan apa saja asalkan jangan nada F#.

Main di Dominant Harmony


GitarGila.ComfokuspadacarabermaindiDominanth7Harmony,karenahalinilangkadibahasolehkurikulummusikpadaumumnya.BiasanyaIlmuMusikBarat/KlasikbertumpupadaMajorDiatonicdenganRelativ Minor-nya,chordDominanth7hanyadipakaisekalikalisebagaipersiapanuntukresolusidiTonic. e Tetapi,padaMusikBlues..yangmerupakansumberdarisemuaMusikKontemp saatini..semuachordsertaHarmonyadalah" orer Dominanth7" DominanthHarmonyamankitasebutsebagaiBluesHarmony,dancenderungmengaburkanbatasantaraMajord . enganMinor. Padachorddominanth7....interv M3(major3)danm3(minor3)bebasdip al ertukarbalik-kan.

MajordanMinorHa rmonysudahumumterdapatdimanamanasehinggakamihanyaakanfokuspadaDominanth7Harmonyyangjarangdibahas,agarandabisamemilikilebihbanyakfleksibilitasdiareaini. Dominanth7Ha rmonybisapuladi-analisasebagai" MixolydianHarmony"sertamenjadibagianke-limadariDiatonicHa rmony...tapiin belummeng-gambarkanMusikBluesyangsebenarnya. i

MAJORMINORINTERCHANGE:PadamusikKlasikkadangterjadipertukaranharmonidariMajork Min tetapipadamusikBlues,haliniadalahsegalagala-nyasertadilakukanumumnyapadaBiramayang samaataupunpadaduabiramase-seringmungkin..halinilahyangdisebutNge-Blu a Bluesy. e or es tau PertukaranMajordanMin padaBluesdilakukanmasingmasingpadaareaTonicsertapadaRelativ yangberjarak4fretkeatas.JikaTonic-nyaadalahA7makarelativ major-nyaadalahCmajor. or e-nya e JadiBluesHarmonyakanbermaindiareapertukaranantaraA7keAmin7sertaCMajordanCMin (tanpa7) or

PadakunciA7jikaandameminor-kannadake3(C#)menjadib (C)makanadaminorituadalahekstensi#9.Jikaandameminor-kannadake3darichordCmenjadib (Eb)makaituadalahBlueNotedariA7(nadab5dariA).CiriciridariBluesadalahkebiasaanmelakukanslidingmicrotonaldarinadab3ke3menyen nadamicrotonalyangterdapatdiantara3 3 tuh nya,sepertihalnyapadaBiola. Cobacheckpermainanbending1/4dariAlbertKing...ituadalahwilayahMicrotonal.

BLUESSCALEdi A7bolehdilihatsebagaiAmin.pentaton d ic engantambahannadaBlueNote(b )ataupunsebagaiCMaj.pentatonicdengantambahannadaMinorb3atau#9samimawon. 5 ItusajabelumcukupdisebutsebagaiAmericanBlues,paraLegendumumnyamenambahkanunsur " MixolydianMod didalamnya.SehinggamemainkanAMajorPentatonicgontagantidenganABluesScalebergantianseca AscendingdanDescending.IniadalahtradisiAmericanaMusic. e" ra

Simple-nya:AmericanaMusicdapatdilihatsebagaibermaindiDominanth7ch secaragontagantimemakai" ord MixolydianMode"danBluesScale. Lebihsimple-nyalagiadalahberpikir" MajorPentatonicdanMinorPentatonic"secarabergantiandalamsatuRoot.

KonsepImprov secarainisudahdipakaiolehPraktisimu Americanasejakdahulukala1920-ansampaisaatini,mulaidariRob JohnsonsampaiChuckBerry,Elv PresleysampaiTheBlackCrowsdanGN'R etc. isasi sik ert is MenjadipengaruhkuatpadaTheBeatlesdanRollingSton CreamdanLedZeppelinetc.sertamenyerbukembalikeAmerikasebagaiTheBritishInvasion. es, Semen tradisiBlueskulith ber-ev men RhythmandBlues,Soul,Gospel,Funk,Hip-Hopetc. tara itam olusi jadi JugadiNewYorkberkembangmenjadiJazzMainstreamyangberawaldarimusikScottJop RagtimedanBarrelHou ataumusikGemb danGudang. lin, se el

Itusemuaadalahasimilasidarimu BaratKla yangMajord sik sik itambahkanBluesyangMinorpl

Categories: Musik dan Gitar

Harmonisasi : Introduction to Voice-leading


Artinya mengatur keselarasan beberapa not sekaligus didalam suatu Tonalitas Chord Progresi dalam kaitan-nya dengan melodi lagu atau not paling atas, Top-Note. Harmonisasi dapat berarti mengatur keselerasan chord pengiring dibawah melodi lagu atau vocal-line dan/atau dibawah suatu lead-improvisasi. Musik jazz selalu melakukan harmonisasi dibawah alat musik yang sedang melakukan Improvisasi saat itu, rhythm section melakukan suatu gerakan bersama yang diatur sebelumnya oleh Aransemen dibalik suatu alat musik yang sedang kebagian jatah Improvisasi, itu juga disebut Harmonisasi. Harmonisasi juga dipakai dalam membentuk suatu aransemen Gitar Chord-Solo,

bermain Jazz tunggal seperti yang ahli dilakukan oleh Joe Pass atau Ron Eschete dari GIT. Harmonisasi juga berarti memberi suara dua dan tiga dibalik melodi atau Lead-Vocal, seperti tehnik Koor mengambil tehnik Klasik adalah 4 suara bergabung jadi satu dengan memberi Melodi tema pada jangkauan ambitus yang sesuai bagi masing2 dari 4 part itu. Tehnik Koor Klasik melihat 4 part secara keseluruhan menjadi satu sehingga Melodi Tema bisa di-distribusi-kan ke range mana saja, dari Soprano pindah ke Alto lalu ke Tenor dan Baritone, sesuai dengan jangkauan melodi. Tetapi dalam musik Pop, harmonisasi Koor tidak begitu adanya, musik Pop mengutamakan lead-Vocal sehingga koor akan selalu berada dibawah dari range Lead-Vocal kecuali pada bagian klimaks kadang ditambahkan satu nada diatas dari lead sebagai aksen. Jangan melakukan Harmonisasi Koor Paduan Suara dalam lagu Pop karena itu akan berkesan Gerejawi. Coba simak aransemen paduan suara dari Band Eagles, itulah maksudnya Backing Vocal dalam lagu Pop. Tehnik dasar melakukan Harmonisasi pada Vocal kurang lebih sama jika kita ingin melakukan Harmonisasi beberapa suara dibalik Lead-Gitar kita macam tehnik yang di-pionir-kan oleh gitaris Jay Graydon pada album2 Manhattan Transfer. Tetapi ini menyangkut anda bisa menulis not balok karena kita perlu memperhatikan susunan dan arah not bergerak, gerakan ini susah untuk dapat dilihat memakai Tablatur ataupun Not Angka. Pertama-tama tuliskan not dari lead atau Top-Note, kemudian jejer lagi satu baris tepat dibawahnya dengan jarak interval mundur 6, jika Top Note mulai dengan not C maka baris dibawahnya mulai dengan not E rendah, ikuti pergerakan interval dari Top-Note percis apa adanya off course dengan mengindahkan kunci lagu dan chord scale. Ok, itu dua baris melodi, kadang buat beberapa bagian kita perlu 3 baris melodi, baris ketiga ini hanya masuk jika kita perlu kepadatan Harmoni pada bagian tertentu saja dan lebih sering di tahan sustain melewati perpindahan dua not diatasnya, tentunya kembali mengindahkan tangga nada induk dan chord. Untuk baris ke empat sudah di handle oleh Bass yang main interval 5, 3 dan oktav itu, serta kadang menambahkan passing-tone atau not numpang lewat sebagai penghubung agar perpindahan chord jadi lebih mulus, juga pastinya selalu didalam koridor induk tangga nada dan chord. Jika tetap ingin memakai baris ke-empat Baritone, maka ikuti saja pola not dari Bass Gitar secara Unison karena jika tidak, maka pasti dissonance ( tidak harmonis ) akan terjadi karena FYI, nada Bass sangat penting untuk tidak memiliki jarak berdekatan dengan nada diatasnya, paling kecil interval 3, 4th sudah mulai goyah stabilitas harmoni-nya, 5th paling kokoh, 2nd akan terdengar luber gak jelas dan M7 akan terdengar sumbang.

Ini kasus fatal yang terjadi pada lagu Band Collat di awal karir mereka, lagu Hit mereka dimana Bass memainkan suatu pola interval 5th bersusun seperti G D A, main interval ini butuh ekstra hati2 dalam menjaga harmonisasi agar tidak clash dengan Top-Note dalam hal ini Vocal. Pada lagu Coklat ini terdapat satu nada clash antara bass dengan vocal. Nah setelah ke 4 baris itu sudah ditulis diatas kertas musik maka mulailah perhatikan pergerakan ke-kanan ( Linear ) dan ke-atas vertikal ( Structural ) dari masing2 baris tersebut dalam kaitan nya dengan chord dibawahnya. Jika Top Note bergerak naik keatas maka sebaiknya not dibawahnya sekali-kali memecahkan gerakan Paralel itu dengan melakukan gerakan oblique atau berlawanan kebawah. Setelah beberapa not bergerak paralel maka selanjutnya dilakukan gerakan oblique, salah satu baris not bergerak berlawanan di moment yang penting seperti pas sebelum pindah chord. Kita harus sadar bawah gerakan memakai Interval lebar akan berasa lebih tegas dan cocok buat aksen seperti dalam akhir Frase dan gerakan interval kecil seperti m2 sampai M3 berkesan mulus sehingga cocok buat pergerakan melodi ditengah frase. Susunan ke empat not itu disebut Voicing, membuka Voicing agar memiliki Interval lebar ditengah disebut Open Voicing dan menutup not tengah menjadi sempit interval-nya disebut Close Voicing. Alat musik gitar adalah alat yang bermain dengan Open Voicing karena semua chord-nya disusun dengan not2 yang berjauhan jaraknya sementara Piano adalah alat Close Voicing dengan susunan not yang berdekatan. Itulah beda antara Open dan Close Voicing, masing2 punya efek didalam suatu Aransemen harmonisasi. Open Voicing lebih berkesan meng-hujam secara Perkusif dan Close Vocing lebih mulus dan Orchestral. Jika anda ingin membuat suatu frase yang menghujam seperti dalam Brass Punch ( pola menghujam memakai Trumpet dan Trombone ) maka anda sudah tau akan memakai Voicing ( susunan vertikal not2 ) macam apa ? Kemudian jika anda ingin mengalun mulus memakai sekelompok alat Woodwinds ( Flute, Clarinet, Bassoon ) maka andapun sudah tau akan memakai voicing macam apa ? Analisa Not2 dari setiap ketukan secara vertikal keatas diperhatikan senantiasa agar terhindar dari susunan not vertikal yang sumbang, misalnya terdapat interval dissonance diatara baris satu dengan dua atau dengan 3 dan sebaliknya. Interval dissonance itu macam #5, b9 dan kadang M7 pun akan terdengar sumbang. Juga menjaga jarak antara dua not bawah Tenor dan Baritone agar tidak terlalu berdekatan dibawah M3 serta betul2 memperhatikan bunyi dari Interval 4th pada Tenor dan Baritone jika kadang tidak bisa dihindari.

Intinya tenor dan bariton sebaiknya bermain pada jarak interval diatas M3 dan pada interval yang natural tanpa kres dan mol. Karena nada2 low sangat rentan akan bunyi berdekatan yang luber, rumble gak jelas nada-nya akibat berdekatan, walau sudah benar secara Teori. Oks, setelah di edit baris tengah dari ke empat baris itu sehingga terjadi buka tutup voicing antara close dan open voicing yang mengikuti tendensi dari frase untuk bergerak dan berhenti. Juga setelah membersihkan Interval dissonance yang terjadi secara vertikal diantara ke empat baris itu dan membetulkan adanya Interval berdekatan antara Tenor dan Baritone....maka harmonisasi 4 part Invention anda itu pasti akan terdengar mulus, asalkan tidak ada kesalahan pemakaian Not yang berasal dari luar tangga nada induk dan chord scale. Diatas itu masih basic sekali, masih Diatonis memakai semua not2 didalam Diatonik...aransemen yang menarik adalah yang memakai banyak approach seperti Dominan Approach, 251 dan subtitusi-nya. Mengatur harmonisasi 4 baris melodi dengan approach macam begini maka akan terjadi banyak pemakaian not2 yang berasal dari luar induk tangga nada, tidak Diatonis akibat dari pemakaian banyak chord2 penghubung yang berasal dari luar Induk Scale. Bermain dengan Harmonisasi seperti ini adalah bermain-main dengan Fenomena Musik barat secara detail, mengatur aransemen pergerakan nada2 dan variasi tonalitas mengikuti kaidah Teori Musik yang sudah jadi pakem selama budaya musik di barat sejak tahun 1660-an sampai detik ini. Ini adalah satu dunia luas bagai lautan pacific dan semuanya terjadi didalam otak anda dan dibuktikan kebenaran-nya oleh aransemen anda yang dimainkan oleh orchestra dengan hasil yang indah tanpa kesalahan Voicing, etc. Hal ini yang setiap akhir semester kita, murid2 Berklee tanpa pengecualian, lakukan dalam berbagai tugas kelas selama 3 tahun setiap hari 12 jam belajar di kampus ( sekolahan di dunia Barat mulai pagi2 sampai jam makan malam ). Aransemen Chambers 4 part 2 biola, viola dan cello, aransemen Big Band Jazz, small Jazz band, sextet, quartet, trio, duet dan solo. NB. Selanjutnya pemakaian sound : Orchestrasi. us b5 Blue Note.