Anda di halaman 1dari 2

Lima (5) LANGKAH MUDAH MENGURUS USAHA ANDA

Dalam berusaha kemungkinan berhasil atau gagal, sama besar. Untung dan rugi adalah sebuah keniscayaan. Jika kita ingin untung besar, resiko yang dihadapi besar. Sebaliknya jika ingin berusaha dengan resiko kecil, maka untungnya juga sedikit. Begitulah relita yang harus dihadapi dan dijalankan ketidakberhasilan dalam usaha, biasanya disebabkan karena tidak adanya tujuan yang jelas dalam berusaha, takut akan gagal, jarang belajar dari pengalaman dan seringkali mengandalkan kekuatan diri sendiri. Akibat dari semua ini, usaha menjadi kurang focus, harapan menjadi hilang dan motivasi berkurang. Sebagai seorang wirausaha sejati, kita tidak boleh takut dengan kegagalan. Karena akan membuat sulit maju dan berkembang. Ketakutan adalah kendala terbesar dalam meraih kesuksesan. Kita harus yakin dibalik itu semua selalu ada hikmahnya. Bahkan bila perlu, muncul peluang baru. Ketika banyak orang bangkrut karena krisi, muncul peluang baru. Jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, berarti peluang baru bisnis ekspor, begitu juga jika nilai tukar rupiah menguat, importer akan memperoleh keuntungan lebih. Ketika orang bosan dengan segala bentuk gemerlap kemewahan, ada peluang membuat usaha dengan slogan back to nature seperti warung lesehan, wisata alami, kopi pinggir jalan, dan lain sebagainya. Supaya tidak mengalami kegagalan, seorang pengusaha harus gigih, suka bekerja keras, serta pantang menyerah dalam menghadapi persoalan yang makin kompleks. Hal ini karena berbagai persoalan yang dihadapi, selalu memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Beberapa pengusaha, bahkan menyebut mengurus usaha, komplesitas persoalannya lebih berat dibanding menjadi abdi Negara. 5 langkah yang dapat diambil: PERTAMA: selalu berfikir positif dan optimis atas semua peristiwa yang terjadi. Berhatihati dalam bertindak, jelas dantegas mengambil keputusan. Ketegasan akan menuntun kita berfikir kreaktif dalam mencapai tujuan. KEDUA: jangan mudah curiga kepada orang lain dan mengabaikan seseorang yang saati ini belum menguntungkan. Karena suatu saat bisa jadi akan member keuntungan yang lebih. KETIGA: berhati-hatilah dalam bertindak. Ini diperlukan supaya kita tidak keliru langkah. Belajarlah dari kesalahan masa lalu, supaya dapat mengambil tamsil yang lebih baik.

KEEMPAT: Membuat hubungan yang lebih manusiawi dalam manajemen perusahaan. Berikan manfaat lebih dan disenangi serta tingkatan rasa kepemilikan atas usaha. Kembangakn tim kerja yang solid, agar pekerjaan dapat cepat diselesaikan dengan lebih baik. KELIMA: jika anda ternyata tetap gagal, segera bangkitlah. Bangun dan kembangkan usaha dengan cara yang lebih elegan baik dari sisi produksi, pemasaran, keuangan mauapun pembinaan sumberdaya manusia. KEGAGALAN ADALAH KESUKSESAN YANG TERTUNDA. Prinsip ini harus selalu kita pegan, karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Hanya orang bodoh yang jatuh lebih dari satu kali dalam lubang yang sama. Purdi E. menyatakan sebaiknya kita jangan suka mengukur seorang entrepreuneur (wirausahawan) dengan menghitung berapa kali ia jatuh, tapi ukurlah berapa kali ia bangkit dari kepurukan. Selamat Berjuang..