PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA ARSIP

NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Tahun 2010

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014 KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk memberikan arah dan prioritas terhadap pelaksanaan pembangunan bidang kearsipan, perlu adanya Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014; b. bahwa pelaksanaan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia setiap tahunnya akan dituangkan dalam rencana kerja tahunan yang lebih rinci dalam bentuk Renja-KL dan RKA-KL; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia tentang Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405);

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664); 8. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen yang telah enam kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 9. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Arsip Nasional Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2009; 10. Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Strategis Kementarian/Lembaga; Memperhatikan : Surat Tugas Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor ST/255/M.PANRB/12/2009 tentang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014.

Pasal 3 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 digunakan sebagai pedoman unit kerja dalam penyusunan rencana kinerja tahunan untuk periode 1 (satu) tahun. arah kebijakan dan strategi pembangunan kearsipan. (1) (2) Pasal 2 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 merupakan penjabaran lebih lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. sasaran strategis. kegiatan pokok dan kegiatan indikatif berikut indikator kinerja. Pasal 5 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. yang memuat tujuan. M. dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari peraturan ini. KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah dokumen rencanaan pembangunan bidang kearsipan untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Januari 2010 Plt. ASICHIN . Pasal 4 Setiap unit kerja di lingkungan ANRI wajib melaksanakan ketentuan peraturan ini dalam menyusun rencana kinerja tahunan.ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Pasal 1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 yang selanjutnya disebut Renstra ANRI Tahun 2010-2014 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini.

................................................................................................................................ 1 3 3 13 16 16 17 18 19 22 22 23 23 24 27 27 32 33 37 42 48 58 BAB II VISI........................ Pencapaian Sasaran Pendukung................................................ Tantangan.........................1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional ................ Misi ........................................................................... Pencapaian Sasaran Strategis Pertama............ 67 Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Renstra ANRI Tahun 2010-2014......................................................................... Pencapaian Sasaran Strategis Kedua................................................................................ D.................................................................................................................... Tujuan . A...................... Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia ...........................................................2 Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan...................................4 Visi ............................. B............................ 68 69 115 ... BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ................. C............................................................ C............................... Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 ................................................................................... 1.......... Kekuatan .......................................... BAB IV PENUTUP ...................................................................... Permasalahan............................................................................... D................................................ E.DAFTAR ISI DAFTAR ISI ............ Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI Tahun 2004-2009...2 2..................................................................................... B...................................... BAB I PENDAHULUAN ............ Matrik Kebutuhan Pendanaan Pembangunan Tahun 2010-2014 .. 1............ B......... 3..................... A...... 3............. Matrik Target Pembangunan Tahun 2010-2014 .....................................1 2.......................... Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009.................... C........................... Sasaran Strategis........................................................................................... Peluang .......1 Kondisi Umum A.........................3 2............... Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga................... 2............ MISI DAN TUJUAN ANRI ............................... Sasaran...............2 Potensi dan Permasalahan .

Visi Pembangunan Nasional 2005-2025 mewujudkan Indonesia yang mandiri. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan merupakan pilar pokok untuk mencapai tujuan nasional. dalam rangka memberikan arah yang jelas dalam mewujudkan tujuan nasional. adil dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Ketiga agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. maka ditetapkan dokumen perencanaan untuk periode 20 tahun yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).1. Bertitik tolak dari hal tersebut di atas maka keberadaan dan fungsi arsip merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan dalam proses perjalanan kehidupan bermasyarakat. dan kegiatan prioritas.BAB I PENDAHULUAN 1. berbangsa dan bernegara. fokus. Keberhasilan satu pelaksanaan agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda yang lainnya. perdamaian abadi dan keadilan sosial. maju. karena pada dasarnya arsip merupakan refleksi dan rekaman dari perjalanan kehidupan bermasyarakat. memajukan kesejahteraan umum. maka ketiga agenda pembangunan nasional dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk arah kebijakan. Mengacu pada ketiga agenda pembangunan tersebut di atas. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. Kondisi Umum Tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. berbangsa dan bernegara. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) 1 . Sejalan dengan hal tersebut. Selanjutnya untuk memberikan arah yang jelas dalam pelaksanaannya.

Dokumen RPJPN kemudian dijabarkan dalam dokumen perencanaan untuk periode 5 tahunan yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). peningkatan peran serta dan fungsi arsip dalam penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa seperti yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014. Kedua rencana tersebut menjadi dasar penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). 2 . Dokumen Renstra ANRI ini akan menjadi dokumen dasar penyusunan Renstra Satuan Kerja Eselon I dan II di lingkungan ANRI. Bertitik tolak dari hal tersebut. Selanjutnya RPJMN akan dijabarkan dalam Dokumen Rencana Pembangunan Tahunan yang disebut Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yaitu dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun. Arsip Nasional Republik Indonesia sebagai instansi pemerintah diwajibkan menyusun Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 – 2014 (Renstra ANRI 2010-2014) yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Renstra Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010–2014 ini dikondisikan untuk menjawab agenda pembangunan nasional khususnya yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan yang modern yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur.sebagai lembaga yang mempunyai tugas negara di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Renstra ANRI ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL).

Terlaksananya hubungan kerja sama teknis dengan seluruh instansi tingkat 3 . Sejalan dengan hal tersebut. Terlaksananya sosialisasi atas berbagai produk hukum Pedoman/standar/ petunjuk tentang pengelolaan arsip di seluruh instansi pusat/daerah.A. 3. Selanjutnya arah kebijakan kearsipan tersebut dijabarkan kedalam Program dan Penataan Kelembagaan yang dan Ketatalaksanaan dan efisien melalui serta pelaksanaan kegiatan pokok yaitu menciptakan sistem administrasi pendukung kearsipan efektif menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip Negara. secara umum telah ditetapkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 adalah terciptanya tata pemerintahan yang baik. 2. sesuai dengan tugas dan fungsi ANRI. Dalam upaya mewujudkan agenda pembangunan nasional tersebut. dinyatakan bahwa salah satu agenda pembangunan nasional adalah menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. bersih. Terciptanya Pedoman/standar/petunjuk pelaksanaan dari suatu sistem pengelolaan arsip. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menetapkan sasaran rencana pembangunan jangka menengah yang tertuang dalam Peraturan Kepala ANRI Nomor 1. profesional dan bertanggung jawab yang diwujudkan dengan sosok dan prilaku birokrasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat. 01 Tahun 2005 tentang Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi terhadap Pembangunan Bidang Kearsipan 2004 – 2009 sebagai berikut: Tersedianya payung hukum sebagai landasan operasional pengelolaan arsip baik di tingkat pusat maupun di daerah. 4. dan dokumen/arsip Negara dalam pengelolaan tugas dan fungsi pemerintah. Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 Sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 khususnya bab 14. B. peranan pembangunan kearsipan dalam upaya mewujudkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 dirumuskan dalam arah kebijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan adminstrasi Negara melalui optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan e- Government. Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI 2004-2009 Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi ANRI. Sasaran. berwibawa.

Terlaksananya program asas dekonsentrasi kearsipan di pemerintah provinsi sebagai upaya untuk mempercepat tersedianya SDM kearsipan di daerah. 7. Terwujudnya pendayagunaan arsip bagi kegiatan pemerintah dan masyarakat luas. Terlaksananya upaya penyelamatan dan pelestarian arsip serta meningkatkan khasanah arsip statis sebagai bahan pertanggungjawaban nasional dan akuntabilitas publik. 8. tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ANRI Tahun 2008. Bertitik tolak dari 9 sasaran jangka menegah yang telah ditetapkan dalam Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang Kearsipan Tahun 2004 – 2009 yang telah diuraikan di atas. tersedianya dokumen perencanaan anggaran. tersusunnya Laporan Keuangan Audited. 5. berikut ini hasil pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan renstra ANRI Tahun 2004-2009 : 1. pengelolaan APBN. 9. Terlaksananya Penciptaan SDM Kearsipan di setiap instansi pusat dan daerah guna mendukung pelaksanaan pengelolaan arsip. b. penyelenggaraan 4 . terselenggaranya dukungan operasional sehari-hari perkantoran. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik a. Tersedianya sistem jaringan informasi kearsipan antara ANRI dengan Badan/Kantor Arsip Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.pusat dan daerah dalam rangka penyelenggaraan kearsipan secara nasional. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini diarahkan pada penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan. ditetapkannya Rencana Strategis ANRI Tahun 2010-2014 dan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan 2005 – 2025. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Hingga Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan dalam program ini dapat diselesaikan seluruhnya seperti tersedianya dokumen perencanaan 2010. 6. Pencapaian sampai dengan Tahun 2008 adalah tersedianya Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan ANRI Tahun 2007.

Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan a. program kearsipan serta pelaksanaan kegiatan kearsipan di seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan standar dan kaidah kearsipan. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini bertujuan untuk menata dan menyempurnakan organisasi dan manajemen melalui penciptaan kearsipan yang efektif dan efisien serta menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip negara. Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) ANRI sedang melakukan usahausaha ke arah reformasi birokrasi bersama dengan Kementerian Negara Pendayagunaan Kepegawaian Aparatur Negara. Adapun jumlah instansi yang telah dibina dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel. Hasil dari pembinaan kearsipan dapat dilihat dari jumlah instansi binaan yang telah melakukan pengelolaan arsip sesuai dengan norma/standar kearsipan. Negara dan Reformasi Birokrasi. dan Badan Badan Lembaga Administrasi Negara.pemeriksaan di lingkungan ANRI dan terselenggaranya rapat kerja teknis Tingkat Eselon I. Hasil-hasil yang telah dicapai pada tahun 2008: 1) Dalam rangka pembinaan pelaksanaan kearsipan ANRI telah melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan. 1 JUMLAH INSTANSI PUSAT DAN DAERAH YANG TELAH MELAKUKAN PENGELOLAAN ARSIP SESUAI DENGAN KAIDAH KEARSIPAN TAHUN INSTANSI PUSAT DAERAH 2004 22 15 2005 29 17 2006 36 23 2007 40 24 2008 43 31 2009 46 62 5 . kelembagaan. SDM kearsipan. supervisi dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kearsipan meliputi kesisteman. 2. Selain hal tersebut.

1. 30.663.794 lembar arsip Kartografi dan Kearsitekturan. pada tahun 2008 telah dilaksanakan penyelamatan arsip pada 9 (sembilan) daerah yang terkena bencana banjir yaitu Bojonegoro. dan Substantif. 30. 6) ANRI telah menyelesaikan naskah Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 6 .JUMLAH 37 46 59 64 74 108 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. 2.000 ml Arsip Konvensional. 9. Pasuruan. Yogyakarta.200 fiches arsip microfische. 3) Tersedianya 20 inventaris/daftar arsip sebagai salah satu sarana temu balik arsip.000 lembar arsip foto (negatif dan positif). serta dikeluarkannya rekomendasi pemusnahan arsip bagi 8 (delapan) instansi pusat dan daerah. 4) Dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana. Pusat Daerah JUMLAH 8 17 25 11 23 34 3 6 9 (+) 37.000 kaset/open reels arsip rekaman suara. dan Jakarta. Situbondo. Perbandingan jumlah JRA yang disetujui oleh ANRI dari tahun 2007 dan 2008 dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2 PERKEMBANGAN JUMLAH JRA YANG TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN KEPALA ANRI DARI TAHUN 2007-2008 Tahun Perubahan No Instansi 2007 2008 Naik Turun % 1. Kepegawaian. Lamongan. Ngawi. 5) Terlaksananya pengadaan Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana. terpeliharanya 27.50 (+) 35. 99.00 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. Ponorogo.200 reels arsip microfilm dan 7. 2008. 2009 2) ANRI telah menyetujui sebanyak 11 Jadwal Retensi Arsip (JRA) instansi pusat dan 23 JRA Pemerintah Daerah meliputi JRA Fasilitatif Keuangan.000 kaset arsip film.29 (+) 36. Sragen.

Keagamaan. Disamping itu. dan Organisasi Perorangan. serta Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis.tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. 4) Tersosialisasikannya pedoman akreditasi dan sertifikasi kearsipan pada instansi pusat dan daerah hasil kerjasama ANRI dengan UNDIP. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan yang terdapat pada program ini dapat terealisasi antara lain: 1) Naskah RUU Kearsipan telah disahkan menjadi Undang-undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 28 September 2009. buku tabungan yang terkena musibah banjir sebanyak 260 bundel dan 154 album foto. 5) Tersusunnya Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi (Job Description) ANRI sebagai bagian dari proses reformasi birokrasi di lingkungan ANRI. Organisasi Negara. 6) Terlaksananya pengolahan. paspor. 3) Terlaksananya penyusunan rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014. sertifikat tanah. 2) Disahkannya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. Arsip dari Lembaga Pemerintahan/Lembaga Massa. ijazah. BUMN/Swasta. Zakaria Abubakar dan warga lainnya berupa. pemeliharaan dan perbaikan arsip statis baik arsip konvensional maupun arsip media baru. 9) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Akibat Jebolnya Tanggul Situ Gintung Kabupaten Tangerang Banten yang terjadi pada tanggal 27 Maret 2009. Politik. ANRI sejak 1 April 2009 hingga sekarang sedang melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip Universitas 7 Organisasi Pemilihan Umum ditandatangani tanggal . 8) Terlaksananya penyelamatan arsip Pemilu 2009 dan Arsip Pilkada. Arsip yang diselamatkan adalah arsip milik masyarakat/perorangan dan instansi antara lain arsip milik Seto Mulyadi (Kak Seto). sertifikasi SDM Kearsipan. 7) Penandatanganan Kerja Sama ANRI dengan KPU tentang Penyelamatan dan Pelestarian Arsip 5 Maret 2009. b.

baik yang dilakukan di lokasi kejadian maupun yang dilaksanakan di ANRI dengan memanfaatkan alat Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dan diberikan secara gratis. serta Arsip Lembaga Kepresidenan. 11) Terlaksananya wawancara sejarah lisan mengenai Kembalinya GAM ke Ibu Pertiwi. 10) Terlaksananya penilaian dan akuisisi arsip Kabinet Gotong Royong. 12) Terlaksananya pengamanan arsip melalui Barcode. 3. Arsip Peradilan. ANRI sejak tanggal 1-4 Oktober 2009 melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip akibat gempa di Sumatera Barat yang terjadi tanggal 30 September 2009 kurang lebih sebanyak 35. 16) Terselenggaranya Sidang Umum dan Konferensi SEAPAVAA (South East Asia Pacific Audio Visual Archives Association) ke-13 di Bandung tanggal 15-20 Mei 2009. Pencapaian Program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya diklat fungsional arsiparis tingkat keterampilan dan keahlian. Program Pengelolaan SDM Aparatur Program ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM aparatur melalui peningkatan kompetensi pada tugas dan tanggung jawabnya. a. 13) Tersusunnya Pedoman Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa sebagai upaya untuk mendukung Program Arsip Masuk Desa. Arsip Konflik dan Keraton Nusantara. sedangkan sampai saat ini yang sudah terbentuk adalah Arsip Universitas Gajah Mada. 17) Terlaksananya persiapan pembentukan Arsip Universitas Pattimura.285 bundel. 14) Terlaksananya penyusunan pedoman/petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan/standar di bidang kearsipan.Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kurang lebih sebanyak 1. penyelenggaraan diklat kearsipan serta pengembangan profesionalisme pegawai negeri melalui penyempurnaan aturan etika dan mekanisme penegakan hukum disiplin. 8 . 15) Terlaksananya pengkajian di bidang kearsipan.952 meter linier. Pelayanan perbaikan (Restorasi Arsip) terhadap arsip akibat bencana Situ Gintung.

2) 3) 4) 5) 6)

Terlaksananya diklat teknis kearsipan baik di Pusat maupun daerah; Terlaksananya diklat kearsipan dana dekonsentrasi di daerah provinsi; Terlaksananya Tahun 2008; Terbitnya Peraturan MenPAN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya; Terbitnya Pedoman Formasi Kebutuhan Arsiparis, Akreditasi Sistem Kearsipan Dinamis (Non Elektronik) dan Akreditasi Lembaga Jasa Penyimpanan Arsip. Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional

Pengembangan SDM Kearsipan di ANRI dilakukan melalui

kegiatan

pendidikan pelatihan dengan berbagai jenjang dan tingkat keahlian masingmasing dan difokuskan untuk peningkatan pengetahuan, keahlian dan keterampilan serta pembinaan Arsiparis di tingkat pusat dan daerah. Untuk lebih jelasnya, mengenai jumlah pejabat fungsional arsiparis dan jumlah diklat penciptaan yang dilakukan ANRI dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 berikut ini : Tabel. 3 JUMLAH PEJABAT FUNGSIONAL ARSIPARIS DI INSTANSI PUSAT DAN DAERAH DARI TAHUN 2004 – 2009
JUMLAH ARSIPARIS TINGKAT KEAHLIAN INSTANSI 2004
PUSAT LPND DEPT 191

TINGKAT KETERAMPILAN TAHUN

TAHUN 2005
99 120

2006
110 117

2007
110 119

2008
109 128

2009
119 249

2004
1.807

2005
578 1.246

2006
614 997

2007
602 1.004

2008
645 1.112

2009
424 1271

DAERAH

PROVINSI KAB/KOTA

174

177 9

164 9

220 9

230 9

162 14

1.609

1.175 250

1.187 233

880 233

920 233

651 285

JUMLAH

365

405

400

458

476

544

3.416

3.249

3.031

2.719

2.910

2.631

Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

9

Tabel 4. JUMLAH PESERTA YANG TELAH MENGIKUTI DIKLAT ARSIPARIS TERAMPIL DAN ARSIPARIS AHLI PER PROVINSI NO 1 2 3 4 5 6 TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 JUMLAH PROVINSI 16 Provinsi 29 Provinsi 29 Provinsi 32 Provinsi 31 Provinsi 29 Provinsi JUMLAH
Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

JUMLAH PESERTA 350 Orang 944 Orang 799 Orang 934 Orang 585 Orang 29 Orang 3.641 Orang

b.

Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan; Terlaksananya diklat Pimpinan Lembaga Kearsipan; Disahkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 sebagai pengganti Peraturan MenPAN Nomor 09/Kep/M.PAN/2/2002 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kredit; 4) Terlaksananya peningkatan SDM ANRI melalui pemberian bantuan beasiswa S1/DIV, S2, S3, pengiriman diklat dan kursus baik di dalam maupun di Luar Negeri; 5) 6) 7) 8) 9) Terlaksananya evaluasi pasca diklat kearsipan; Terlaksananya pembinaan dan penilaian jabatan fungsional Arsiparis dan fungsional lainnya; Disahkannnya Peraturan Bersama Kepala ANRI dan Kepala BKN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis; Tersedianya standar kompetensi jabatan struktural; Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional 2009. 10 Tahun

4. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Program ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen pelayanan publik yang bermutu, transparan, akuntabel, mudah, murah, cepat, patut, dan adil kepada seluruh masyarakat guna menunjang kepentingan masyarakat dan dunia usaha serta mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. a. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya Bantuan/Hibah Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip 2) dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arsip kepada 10 daerah provinsi; Tersedianya Citra Daerah untuk 29 provinsi, pada tahun 2008 dilaksanakan pembuatan citra daerah 6 provinsi. Sedangkan sisanya sebanyak 4 provinsi akan diselesaikan pada tahun 2009; 3) 4) 5) Tersedianya Citra Nusantara Jilid I: Tradisi Menjaga Keutuhan Negeri, Jilid II: Tradisi Niaga Bangsa dan Jilid III: Tradisi Membina Negeri; Tersedianya Naskah Sumber Arsip Seri: "Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah RI Jilid III”; Terlaksananya Pameran Arsip Arsip Wawasan Kebangsaan, Pameran dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan Pameran dalam rangka memperingati HUT R.I.; 6) Terlaksananya Pelayanan Kearsipan baik Layanan di Ruang Baca maupun Layanan Jasa Kearsipan; b. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Pameran Arsip Wawasan Kebangsaan di 4 daerah dan Pameran 64 Tahun Refleksi Kemerdekaan R.I.; Terselenggaranya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan dan Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Lingkungan Instansi Pusat; Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar/Masyarakat, Sosialisasi Kelembagaan ANRI, Sosialisasi Kearsipan, Fasilitasi Teknis Layanan Pemanfaatan Arsip Statis, Workshop pengolahan arsip statis untuk pengembangan database; 4) 5) Terlaksananya bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 daerah provinsi; Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 Daerah Provinsi; 11

rehabilitasi Gedung B (Gedung restorasi/repografi seluas 2.700 m2. Rehabilitasi Gedung B. pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap III. 5. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 ANRI telah menyelesaikan pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap II. b. Pengadaan Kendaraan Penyelamatan Arsip dan Penanggulangan Bencana (Rescue). 10) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Provinsi Bangka Belitung. Pengadaan Peralatan Kantor. Pembuatan Maket. Pengembangan Aplikasi Preservasi Arsip Elektronik yang Dibuat dengan Aplikasi Perkantoran. dan D. Pengadaan A. Implementasi JIKN pada Pemerintah Provinsi dan Implementasi Jaringan Sistem Kearsipan Statis pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. 12 .6) 7) 8) 9) Terlaksananya Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis dan Pengelolaan Arsip Statis di Daerah. Pengembangan Sistem dan Perangkat Pengoperasian Aplikasi Pengelolaan Arsip di Internet. Pembangunan Tempat Parkir. 11) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. pembuatan sertifikat tanah. Sulawesi Barat. a. Gedung G (Depo Penyimpanan Arsip). Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009. Tersedianya Prosedur Pengoperasian Modul Pengumpulan Data pada Jaringan Informasi Kearsipan Nasional. Pembuatan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap I seluas 1. diperkirakan akan dapat diselesaikan pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. C.160 m2 serta pengadaan Inventaris keperluan kantor ANRI di Jakarta dan Bogor. dan Irian Jaya Barat. Pengadaan Alat Visualisasi Kearsipan. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara Program ini bertujuan untuk meningkatkan prasarana dan sarana dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi ANRI. Gorontalo. Pengadaan Running Text.C. pengadaan Ambulance.

. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan . Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 13 . c.Terlaksananya Program Dana Dekonsentrasi Bidang Kearsipan pada 31 Provinsi. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur . ANRI tidak memiliki kegiatan yang menjadi prioritas nasional.Terlaksananya Bantuan Beasiswa sebanyak 77 orang.1 Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2008 sebagai berikut : a. .Terlaksananya Kursus/Training Dalam sebanyak 232 orang dan Luar Negeri sebanyak 14 orang. Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga 2. . 2. .Terlaksananya akuisisi arsip Pemilu.Tersedianya Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan.C. Kegiatan Prioritas Nasional Untuk tahun 2008 dan 2009.Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai “Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi” sebanyak 19 Tokoh. .Terselenggaranya Diklat Keterampilan sebanyak 3 Angkatan dan Diklat Keahlian sebanyak 2 Angkatan. Pilkada dan terselamatkan arsip yang rusak akibat bencana. b. Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009 1.Tersedianya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. .

Terlaksananya Penyerahan Citra Daerah sebanyak 6 Provinsi dan Citra Nusantara. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara . 6 provinsi/kab/kota sebanyak 8 boks.Naskah RUU Kearsipan sudah dapat dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat dan disahkan menjadi Undang-undang. 14 .Tersedianya Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis TIK. Pembuatan Diorama tentang Sejarah Perjalanan Bangsa.Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada pada 2 intansi lokal. d.Terlaksananya akreditasi pada 2 lembaga kearsipan dan 3 unit kearsipan serta tersertifikasinya 50 arsiparis.Tersedianya rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014. .Terselengaranya Seminar dan Pameran Kearsipan 100 Tahun Kebangkitan Nasional. 2. .Disusunnya Peraturan tentang Pengelolaan Arsip Dinamis.Terlaksananya Survey Nasional tentang Pentingnya Arsip bagi Masyarakat. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan .Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis TIK pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.2 Perkiraan Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2009 sebagai berikut : a. Delapan Dasa Warsa Sumpah Pemuda dan Wawasan Kebangsaan. . Gedung Penunjang/Gudang Barang Inventaris. . . .Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 lantai. .Terlaksananya supervisi pada 20 instansi pusat dan 16 instansi pemerintah daerah. .. .

Terselenggaranya Diklat pimpinan II-IV sebanyak 12 orang.Terlaksananya daerah provinsi. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur . . dan S3 sebanyak 100 orang.Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. . c. .Terlaksananya bantuan beasiswa bagi program D4. Gorontalo. bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 Diklat fungsional arsiparis tingkat Keterampilan sebanyak 75 orang dan tingkat Keahlian sebanyak 15 . . Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik . .Terlaksananya digitalisasi reformating arsip statis.Terlaksananya Kursus/Training Dalam Negeri sebanyak 457 orang dan Luar Negeri sebanyak 5 orang. dan Rehabilitas Gedung B.Terselenggaranya 50 orang. dan Irian Jaya Barat. d. b. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara .Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan pada 29 provinsi. . Sulawesi Barat. S1.Terlaksananya Pembangunan Gedung P (Pengolahan Arsip) 8 lantai. .Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Daerah Provinsi Bangka Belitung. 4 provinsi.. . dan 5 kab/kota sebanyak 10 boks.Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 lembaga kearsipan Daerah Provinsi.Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu 2009 pada 5 instansi pusat. .Pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. S2.

4) Belum optimalnya peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. potensi. Pengadaan Runing Text. prosedur.2. maka permasalahan. 3) Belum optimalnya sinergisitas antara lembaga kearsipan dengan dunia pendidikan khususnya pendidikan tingkat dasar (SD-SMP) dan menengah (SMA) dalam hal pemasyarakatan kearsipan. 2) Pengelolaan arsip statis pada lembaga kearsipan di tingkat daerah belum dapat berjalan optimal. dan kriteria dalam penyelenggaraan kearsipan secara nasional. potensi. peluang dan tantangan Arsip Nasional Republik Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut : A.Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi pada 12 Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. . 6) Belum optimalnya program penanggulangan penyelamatan arsip pasca bencana sebagai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang 16 . peluang dan tantangan jangka menengah yang harus dihadapi dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia serta tercapainya fokus prioritas pembangunan kearsipan tahun 2010-2014 yaitu mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 1.Implementasi JIKN pada Pemerintah daerah Provinsi.Pengadaan CCTV. Potensi dan Permasalahan Dengan berbagai kemajuan pembangunan kearsipan yang telah dicapai pada tahun 2008 dan perkiraan pencapaian tahun 2009. . permasalahan.. Permasalahan 1) Belum lengkapnya norma. Alat Visualisasi Kearsipan. standar. hal ini disebabkan oleh minimnya anggaran dan juga rendahnya kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. 5) Masih rendahnya kualitas pelayanan publik khususnya dalam bidang kearsipan di tingkat daerah sebagai akibat belum optimalnya penggunaaan teknologi informasi dalam pemberian layanan arsip.

9) Belum memadainya sarana dan prasarana kearsipan dalam rangka mendukung pembangunan kearsipan. B. Kekuatan 1) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang merupakan landasan operasional pembangunan kearsipan. Citra Daerah dan Citra Nusantara. 7) Belum optimalnya digitalisasi reformating arsip statis. dan arsip pasca bencana akan terus dilakukan. anggaran. 2) Setiap penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan kehidupan kebangsaan pasti menghasilkan arsip. jebolnya tanggul Situ Gintung. sebagai contoh : penyelamatan arsip pasca Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). yang disebabkan terbatasnya SDM. program pemberian mobil layanan masyarakat sadar arsip pada lembaga kearsipan provinsi. dan gempa Sumatera Barat. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menjalin kerjasama (MoU) dengan beberapa universitas negeri dan akan terus mengembangkan dengan universitas lainnya di Indonesia dalam pembentukan Arsip Universitas (University Archives). banjir di Sumatera. pembangunan diorama sejarah perjalanan bangsa. Jawa Timur dan Jawa Tengah. pilkada. gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). seperti yang telah dilakukan pada beberapa daerah yang terkena bencana . 6) Upaya pemasyarakatan arsip terus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan melalui : Arsip masuk desa. Sebagai contoh arsip teks proklamasi hanya ada di Arsip Nasional Republik Indonesia dan tidak terdapat di tempat lain. 3) Arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. karena arsip merupakan bahan bukti yang autentik dan reliable dalam pelaksanaan kegiatan. 5) Dalam rangka ikut berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa. 17 . karena baru diundangkan pada tanggal 23 Oktober 2009. dan peralatan pendukung. 8) Belum lengkapnya peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009. dan pameran arsip. 4) Arsip bersifat unik yang mengandung pengertian bahwa koleksi arsip tidak terdapat di tempat lain.penanggulangan bencana. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu.

S2. Peluang 1) Globalisasi teknologi dan informasi menuntut sistem informasi kearsipan berbasis TIK berkesinambungan. 2) Penerapan Otonomi daerah yang ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. dan S3 kearsipan baik di dalam dan luar negeri. 4) Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good penerapan dan pengkajian secara terus-menerus dan Governance) sangat diperlukan transparansi dan akuntabilitas kinerja dari aparatur pemerintah yang ditandai dengan ketersediaan arsip yang autentik dan reliable. 5) Dengan semakin matangnya proses berkehidupan yang demokratis membuka peluang untuk meluruskan sejarah bangsa Indonesia dengan lebih obyektif melalui informasi yang terekam dalam arsip. telah membawa dampak pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang semula bersifat sentralistik menjadi desentralistik.8) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Dinamis (SIKS dan SIKD) pada di pusat dan daerah serta pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). C. semakin mengukuhkan peranan/arti penting arsip dalam penyelenggaraan administrasi kepemerintahan dan pembangunan. yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Semua proses otonomi daerah mulai dari likuidasi instansi vertikal di daerah yang berimplikasi pada perubahan struktur dan format kelembagaan. 9) Ruang layanan publik yang dapat membantu dan melayani masyarakat akan kebutuhan arsip yang dilengkapi sarana dan prasarana JIKN. 3) Lahirnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Kebebasan Informasi Publik. pemilihan kepala daerah secara langsung dan masih banyak lagi proses politik maupun kenegaraan yang kesemuanya itu terekam dalam arsip. 18 . 10) Peningkatan kualitas SDM melalui pemberian beasiswa D4. S1.

hal ini ditandai dengan dukungan anggaran yang belum memadai terhadap lembaga kearsipan baik di tingkat pusat maupun daerah.6) Dalam rangka mencegah dan mengurangi maraknya kasus sengketa wilayah perbatasan dan kooptasi pulau-pulau terluar oleh negara tetangga Indonesia. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 3031 orang dan 19 . 7) Semakin meningkatnya jasa kearsipan dalam usaha pembenahan dan penyimpanan arsip pada instansi pemerintah dan swasta di pusat dan daerah dalam rangka peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). 7) Minat untuk menjadi pejabat fungsional arsiparis semakin menurun dikarenakan tunjangan arsiparis relatif kecil dan batas usia pensiun pada arsiparis tingkat ahli masih 56 tahun dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawabnya terhadap pengamanan arsip yang dilaksanakan oleh seorang arsiparis. 2) Rendahnya kesadaran lembaga-lembaga negara. 3) Apresiasi pemerintah relatif masih kecil terhadap pengembangan kearsipan. hal ini dapat kita lihat dari data yang tersaji dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. 4) Belum semua instansi pemerintah di tingkat pusat mempunyai unit kearsipan yang berfungsi mengelola arsip. badan-badan pemerintahan. D. sangat diperlukan arsip sebagai alat bukti yang sah. swasta maupun perorangan akan membawa dampak buruk pada sistem penataan dan penyimpanan arsip. Kecenderungan Tahun tersebut menyebabkan perhatian terhadap pembangunan kearsipan relatif lebih kecil dibandingkan dengan pembangunan perpustakaan. Pada tahun 2006 jumlah arsiparis sebanyak 3431 orang. 5) Belum semua instansi kabupaten/kota mempunyai lembaga kearsipan sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah. 6) Otonomi daerah membawa implikasi pada penggabungan lembaga kearsipan dan perpustakaan di daerah provinsi sebagai wujud perampingan organisasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 2007 tentang organisasi perangkat daerah. swasta maupun perorangan dalam menyerahkan arsip statisnya kepada Arsip Nasional Republik Indonesia. Tantangan 1) Rendahnya kesadaran akan pentingnya pengeloaan arsip oleh lembagalembaga negara. badan-badan pemerintahan.

maka tahun 2007 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 254 orang atau sebesar 7%. sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 147 orang atau sebesar 4%. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2719 orang dan arsiparis ahli sebanyak 458 orang. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2798 orang dan arsiparis ahli sebanyak 486 orang. (Sumber: Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan). Sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis sebanyak 3284 orang. Pada tahun 2007 jumlah arsiparis sebanyak 3177 orang. 20 . Dari data yang tersaji tersebut dapat disimpulkan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 2006.arsiparis ahli sebanyak 400 orang.

Potensi dan Permasalahan Bab II VISI. dan TUJUAN 2. Arah Kebijakan dan Strategi ANRI Bab IV PENUTUP Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Rencana Strategis Tahun 2010-2014 Matrik Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 Matrik Pendanaan Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 21 .SISTEMATIKA PENULISAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 Bab I PENDAHULUAN 1.2.1.1 Visi 2.2. Kondisi Umum 1. MISI.2 Misi 2.4 Sasaran Strategis Bab III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional 3.3 Tujuan 2.1.

Dalam arsip tertuang informasi yang mengandung bukti historis. Visi ini mengandung maksud bahwa arsip merupakan bukti dari dinamika perkembangan perjalanan bangsa. Dalam rangka mewujudkan kondisi tersebut. dan terwujudnya wawasan kebangsaan yang dapat menjalin dan mempertautkan keanekaragaman daerah dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). nilai budaya. MISI DAN TUJUAN ANRI 2. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Sejalan dengan agenda pembangunan tersebut di atas. maka ANRI merumuskan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa”.BAB II VISI. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. maka disusunlah Visi pembangunan nasional 2005-2025 yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri. maju. ANRI sebagai lembaga yang mempunyai tugas pemerintahan di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Melalui arsip kita dapat mengetahui keberhasilan dan berbagai kegagalan yang harkat serta dialami bangsa ini mulai dari Sabang sampai Merauke. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. 22 . adil.1 Visi Sebagaimana diamanatkan dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. Dalam rangka mendukung peran tersebut di atas. perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1.

23 . organisasi politik. pembangunan. pemerintah daerah.2. Memberdayakan arsip sebagai alat bukti sah. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. 4. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. 3. kemasyarakatan. 4.2 Misi Dalam mewujudkan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa” ditempuh melalui 5 (lima) Misi sebagai berikut : 1. 3. 2. 2.3 Tujuan Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia. Melestarikan arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan rakyat sesuai peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan demi kemaslahatan bangsa. maka tujuan pembangunan kearsipan yang akan dicapai adalah: 1. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. perusahaan. lembaga pendidikan. Memberikan akses arsip kepada publik untuk kepentingan pemerintahan. 5. Memberdayakan arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja organisasi. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. organisasi 2. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. Memberdayakan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan. penelitian. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. dan perseorangan. 5.

4 Sasaran Strategis Fokus prioritas pembangunan kearsipan jangka menengah tahun 2010-2014 adalah mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi. B. dan. Tersedianya kompetensi arsiparis dan pengelola arsip dan sejahtera. Sejalan dengan hal tersebut. Target kinerja : 1.6. budaya. maka pembangunan kearsipan 5 (lima) tahun ke depan diarahkan untuk mencapai 3 (tiga) Sasaran Strategis sebagai berikut : A. Mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Statis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. 7. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. provinsi. kabupaten/kota. 2. 3. menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat. 8. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. dan kabupaten/kota. 2. Tersedianya hasil kajian penyelenggaraan kearsipan yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. pertahanan. serta keamanan identitas dan jati diri sebagai bangsa. informasi. 24 yang profesional . sosial. Target kinerja : 1. berbangsa. dan bernegara. politik. provinsi. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara.

Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah. provinsi. 3. Target kinerja : 1. Tersedianya peraturan yang mengatur tentang mekanisme pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi SDM kearsipan. 4. Tersedianya kebijakan nasional pembangunan kearsipan di pedesaan. dan kabupaten/kota. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. Meningkatnya preservasi arsip demi terwujudnya pemeliharaan. 3. penataan. pembangunan. telah ditetapkan sasaran pendukung sebagai berikut : Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. Terselamatkan dan terlestarikannya arsip/dokumen negara yang bernilai pertanggungjawaban nasional seperti arsip pemilu legislatif dan presiden serta pilkada. kabupaten/kota. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. dan ilmu pengetahuan. Terakreditasinya lembaga dan unit kearsipan serta tersertifikasinya arsiparis di pusat dan daerah. provinsi. Terlaksananya bimbingan teknis kearsipan di lembaga negara/badan pemerintah pusat. 4. Sedangkan dalam rangka mendukung percepatan pencapaian ketiga Sasaran Strategis tersebut. Target Kinerja : 25 . pengendalian program.2. C. Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya inventarisasi arsip yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. pembinaan. penelitian. dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. administrasi. 2. 5. Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) dan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. 6.

26 . Berkurangnya jumlah temuan dalam pengawasan internal. 4.1. Meningkatnya jumlah peraturan kearsipan. Terwujudnya kebijakan kearsipan nasional yang berupa Peraturan Pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel serta tepat waktu. 5. Terwujudnya penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran. 3. Meningkatnya jumlah instansi/lembaga yang menggunakan jasa kearsipan. 2.

Arah Kebijakan dan Strategi Nasional Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No.1. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. Peningkatan kualitas pelayanan publik. dan penegakan HAM. Peningkatan efektivitas peraturan perundang-undangan.BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3. Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. 5. Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia yang sejahtera. 5. bahwa arah Pembangunan Jangka Menengah ke dua (RPJMN ke2) Tahun 2010-2014 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. Agenda I Agenda II Agenda III Agenda IV Agenda V : : : : : Pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Perbaikan tata kelola pemerintahan Penegakan pilar demokrasi Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi Pembangunan yang inklusif dan bermartabat Arah Kebijakan pembangunan di bidang hukum dan aparatur diarahkan pada tercapainya agenda II yaitu perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik. 2. 6. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014. pemajuan. Pemantapan pelaksanaan reformasi birokrasi. 2. 3. kolusi. Peningkatan penghormatan. dengan strategi: 1. dan nepotisme (KKN). dan berkeadilan maka telah ditetapkan 5 (lima) agenda utama Pembangunan Nasional Tahun 2010-2014 yaitu: 1. 4. 3. Peningkatan kinerja lembaga di bidang hukum. 27 . 4. demokratis. 7.

guna mempercepat terwujudnya prioritas dan fokus prioritas RPJMN 2010-2014 sebagaimana tersebut di atas maka telah ditetapkan 2 (dua) kegiatan prioritas Pembangunan Kearsipan sebagai berikut: 1. Peningkatan Layanan Hukum. fokus prioritas. Untuk lebih jelasnya mengenai uraian prioritas. khususnya pada Fokus Prioritas VI yaitu Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi. dan kegiatan prioritas bidang pembangunan kearsipan dalam RPJMN tahun 2010-2014 dapat dilihat pada matrik berikut ini : dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik 28 .Dalam RPJMN 2010-2014 pembangunan kearsipan diarahkan guna mendukung tercapainya prioritas bidang Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik. 2. Berkaitan dengan hal tersebut. dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI dengan output/keluaran tersusunnya Peraturan Pelaksanaan dari UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang termasuk Indonesia. Pembinaan Kearsipan Pusat dengan output/keluaran terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (SIKD-TIK) yang termasuk dalam Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional. Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan.

5 PROGRAM KEMENTE RIAN/ LEMBAGA TERKAIT Kemeneg.4 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 29 .5) Persentase Instansi Pemerintah yang dinilai akuntabel (%) .Jumlah instansi pusat (IP) yang sudah menerapkan SIKDTIK 1 Inpres 1 Inpres K) 1 Perka ANRI 52 Perka ANRI 30 K) K) Program Dukungan Manajemen dan Penyelengga raan Tugas Teknis Lainnya ANRI Program Penyelengga raan Kearsipan Nasional ANRI 7.Jumlah PP 24 80 4 PP 7 PP K) .MATRIK BAB VIII BUKU II RPJMN 2010-2014 RENCANA TINDAK PRORITAS BIDANG HUKUM DAN APARATUR BIDANG PEMBANGUNAN : HUKUM DAN APARATUR PRIORITAS BIDANG : Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik NO FOKUS PRIORITAS/ KEGIATAN PRIORITAS Fokus Prioritas 6: PENINGKATAN KAPASITAS DAN AKUNTABILITAS BIROKRASI SASARAN (Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) Meningkatnya kapasitas birokrasi dan akuntabilitas instansi pemerintah TARGET INDIKATOR 2010 -0. Milyar ) VI.29 2014 0. PAN TOTAL ALOKASI PRIORITAS 2010-2014 (Rp.d. pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan.0 2 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) 10 ANRI 11.5 s. 2. dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No.Jumlah Perka. ANRI .43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Indeks Efektivitas Pemerinta han(dari skala -2.Jumlah Inpres . 1 Peningkatan layanan hukum.

3 MATRIK BUKU II RPJMN 2010-2014 20% 20% 2. Persentase penempatan pegawai sesuai dengan kompeten 11. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 5. Persentase penyelesaian adminstrasi kepegawaian terkait dengan kenaikan pangkat dan usulan pensiun pegawai 10. penatausahaan anggaran/barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya 12. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Persentase layanan di bidang hukum dan kerjasama yang tepat sasaran 6.900 org 90% 37.245 org 90% 90% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 6 Laporan 30 Laporan 8 Instansi 40 Instansi 30 . Jumlah instansi/perusahaa 2010 100% TARGET 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan INDIKATOR 1. Jumlah laporan hasil pengawasan dan rekomendasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di bidang kearsipan 14. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja 3.RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA KEMENTERIAN/LEMBAGA : ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NO I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ANRI SASARAN Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja 8. Jumlah pengunjung ANRI 4. Persentase ketersedian pedoman pengelolaan/data base arsip dinamis dan ketersedian program/daftar arsip vital serta ketepatan waktu pendistribusian surat/barang cetakan 13. Milyar ) 322. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 7. Persentase peningkatan kualitas pengelolaan. Persentase penyelesaian SOP unit kerja 9.

Jumlah Perka. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) 4.6 1. 1 Inpres.4 TOTAL ALOKASI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2010-2014 615. dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. Peningkatan layanan hukum.3 5% 75% 5% 25% 80% 80% 2 angkatan diklat penciptaan Arsiparis - 750 peserta diklat teknis 1 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Jumlah instansi pusat dan Lembaga Kearsipan Pusat yang sudah menerapkan SIKD-TIK 10 instansi pusat 6 angkatan diklat penciptaan Arsiparis 1500 peserta diklat teknis 2250 peserta diklat teknis 30 instansi pusat 11.Jumlah Inpres . Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN). Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai input penyempurnaan sistem kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 5. · Pengelola-an Arsip Dinamis.1 Perka ANRI 100% 7 PP. · Pengelola-an Arsip Statis.0 100% 85.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan n yang memanfaatkan jasa kearsipan . Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 5% 25% 207. ANRI II PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ANRI III PROGRAM PENYELENGARAAN KEARSIPAN NASIONAL Meningkatnya efektifitas pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip . Persentase lembaga dan unit kearsipan yang sudah terakreditasi 2.1 Inpres. dan · Penyusutan Arsip . 52 Perka ANRI 7.Jumlah PP .1. dan .4 PP tentang: · Sistem Kearsipan Nasional (SKN). Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).2 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 31 . Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu 3. pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan.

menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. 4.2. menjamin keselamatan dan dalam keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban kehidupan bermasyarakat. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. dan 8. dan perseorangan. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kearsipan yaitu: 1. 5. organisasi politik. lembaga pendidikan. 3. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. perusahaan. pertahanan. pemerintah daerah. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. 7. politik. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya.3. budaya. sosial. 2. 6. berbangsa. serta keamanan sebagai identitas dan jati diri bangsa. dan bernegara. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya maka telah dirumuskan 3 (tiga) sasaran strategis dan 1(satu) sasaran pendukung sebagai berikut : 32 . organisasi kemasyarakatan. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah.

program. kebijakan. Pencapaian Sasaran Strategis Pertama Untuk mencapai sasaran pertama yaitu mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. dan kegiatan sebagai berikut : 1. kebijakan. pengendalian program. 2. maupun masyarakat. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. administrasi. baik pemerintah. dan Kriteria (NSPK) kearsipan yang dapat menjadi pedoman implementasi bagi para perencana dan pengambil keputusan. pembinaan. informasi. Standar. peluang dan tantangan. Pedoman. maka telah ditetapkan strategi. kekuatan. program. Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan kearsipan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. Strategi Untuk mencapai sasaran pertama sebagaimana tersebut di atas. maka ditetapkan strategi. 33 . Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. dan kegiatan sebagai berikut : A. informasi. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Menghasilkan kajian kebijakan tentang Norma.Sasaran Strategis : 1. swasta. Mewujudkan negara. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur sebagaimana tersebut di atas. 3.

1. 5) Melaksanakan kegiatan secara optimal agar mampu memberikan outcome terbaik bagi lembaga sebagai salah satu bentuk keprofesionalan lembaga. Kebijakan 1) 2) 3) 4) 5) Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan nasional. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas.2) Mengembangkan kegiatan pengkajian dan pengembangan serta mendukung program pendidikan lanjutan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. 3) Menciptakan dan mengembangkan paket teknologi dan model sistem informasi kearsipan sebagai salah satu kontribusi lembaga bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan kearsipan nasional. Sasaran.1 Tujuan 34 . Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan teknologi kearsipan.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis. Strategi. 3. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3. 2. Program Berdasarkan rumusan Visi. Misi. 4) Mengembangkan diri sebagai pusat unggulan melalui diseminasi dan sosialisasi hasil kajian serta menciptakan jaringan dan peluang kerja sama. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan jaringan informasi kearsipan nasional. Tujuan.

(Prioritas K/L) 35 . 1) Pengkajian kearsipan dan dinamis pengembangan dalam rangka norma dan standar sistem membangun rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang kearsipan yang andal.1. 2) Tercapainya sistem efektifitas pengkajian dan pengembangan statis baik informasi kearsipan dinamis dan konvensional maupun elektronik. utuh dan menyeluruh. 3.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase menjadi NSPK.2 Sasaran 1) Tercapainya efektifitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis baik konvensional maupun elektronik. 3. 2) Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK.1. (Prioritas K/L) 2) Pengkajian dan pengembangan norma dan standar kearsipan statis dalam rangka membangun sistem kearsipan sehingga terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).1 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Nasional.2 Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif 3.Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melalui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. sistematis.2. 3.

4) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis. di lembaga negara tingkat pusat dalam rangka mendukung penyelenggaraan 36 . 3. 6) Pengkajian dan pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN). 4) Pengelolaan isi portal JIKN. 8) Pengkajian terhadap SDM kearsipan pada lembaga pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis terutama dalam menyelenggarakan JIKN. 2) Pengkajian dan pengembangan pengelolaan arsip elektronik.2. 5) Pengkajian kelembagaan unit kearsipan dalam rangka mengembangkan standar unit kearsipan dalam mengelola arsip dinamis. 5) Penambahan basis data arsip pilkada dan JIKN. 7) Pengembangan pedoman ekstraksi informasi publik yang dikecualikan terkandung dalam arsip baik dalam format kertas maupun elektronik.2 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 1) Pengkajian dan pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . 7) Pengkajian terhadap SDM kearsipan kearsipan dinamis.3) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan dinamis. 6) Pengkajian lembaga kearsipan daerah dalam rangka meningkatkan standar pengelolaan arsip statis sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. 3) Pengkajian dan pengelolaan arsip untuk aktivitas berbasis web di lingkungan pemerintahan.

B. 2) Melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. maka ditetapkan strategi. Strategi Untuk mencapai sasaran kedua sebagaimana tersebut di atas. serta masyarakat luas. kekuatan.8) Pengkajian Kearsipan. Pencapaian Sasaran Strategis Kedua Untuk mencapai sasaran kedua yaitu Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. peluang dan tantangan. program. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme supervisi. 5) Melaksanakan pengembangan jabatan fungsional arsiparis. kebijakan. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Melaksanakan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. 3) 4) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa. Melaksanakan akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. organisasi kemasyarakatan dan partai politik. ketersediaan pedoman maupun instrumen pendukung supervisi yang 37 . dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. dan pengembangan teknologi Informasi 9) Penyelenggaraan Rakor JIKN. dan kegiatan sebagai berikut : 1. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. 2. 10)Penyusunan materi diseminasi khasanah arsip statis ANRI melalui internet.

4) Mendorong peningkatan kualitas akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan melalui ketersediaan pedoman dan instrumen pendukung penilaian akreditasi dan sertifikasi. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme bimbingan dan konsultasi. peningkatan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait yang mempunyai otoritas mengeluarkan penilaian akreditasi maupun sertifikasi .1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. metodologi pengajaran serta kualitas pengajar. upaya peningkatan tunjangan/kesejahteraan arsiparis dan sampai usia 60 tahun. batas usia pensiun arsiparis 3. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. ketersedian pedoman maupun instrumen pendukung bimbingan dan konsultasi yang lebih komprehensif. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3.1. Sasaran. 2) Mendorong peningkatan kualitas bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. Misi. 3) Mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa melalui peningkatan kualitas kurikulum. 5) Mendorong peningkatan kualitas pejabat fungsional arsiparis melalui pelaksanaan diklat/kursus kearsipan.lebih komprehensif dan peningkatan peran SDM secara partisipatif baik dari ANRI maupun dari instansi yang di supervisi. 38 . Program Berdasarkan rumusan Visi. Tujuan. Strategi. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3.

4) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan. 4) Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai 5) Jumlah input penyempurnaan dan sistem kearsipan kearsipan bagi yang lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota.1. 4) Penyelenggaraan nasional. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) 2) Bimbingan arsiparis dan tim penilai angka kredit arsiparis. 2) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat.3. 2) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. 3. 3) Pembinaan dan penilaian angka kredit arsiparis madya.1 Pelaksanaan Akreditasi dan Profesi kearsipan 1) Pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan.1. pendidikan pelatihan diselenggarakan. 3. 3) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA). pemilihan arsiparis teladan tingkat 39 .2 Sasaran 1) Terwujudnya pengelolaan arsip baik dinamis maupun statis yang efektif dan efisien di seluruh lembaga negara dan badan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase lembaga/unit kearsipan yang telah terakreditasi. 3) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga kearsipan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.2.

5) Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya. Penyelenggaraan konsultasi pertimbangan dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. Informasi. 2) 3) Informasi. Penyelenggaraan pemilihan unit kearsipan teladan di instansi pemerintah pusat. Rakor Evaluasi bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. dan Komunikasi (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. 40 . 3. 4) 5) 6) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. dan Komunikasi (SIKD-TIK). 7) 8) 9) Penyelenggaraan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 6) Fasilitasi kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI). 7) Penyempurnaan pedoman mekanisme kerja arsiparis. 10) Penyelenggaraan Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Rakor hasil bimbingan dan supervisi sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. (Prioritas Bidang dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.2. 8) Rakor dan sosialisasi pedoman umum penyelenggaraan akreditasi dan sertifikasi kearsipan.2 Pembinaan kearsipan Pusat 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi. (Prioritas K/L) Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi.

2. (Prioritas K/L) Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. 14) Diseminasi dan sosialisasi Norma. 12) Penyelenggaraan rapat koordinasi kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi. Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota. 11) Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. Penyelenggaraan supervisi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) dan Bimbingan bagi pengelolaan arsip . (Prioritas K/L) Peningkatan masyarakat sadar arsip untuk provinsi dan kabupaten/kota. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan . 15) Konsultasi masyarakat. Pedoman.4 Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 1) Penyelenggaraan diklat penciptaan jabatan fungsional 41 arsiparis. 10) Evaluasi Penyelenggaraan Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Standar.3 Pembinaan Kearsipan Daerah 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi 2) 3) 4) 5) 6) Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK).3. 3.2. Evaluasi kearsipan 7) 8) 9) penyelenggaraan di Pemerintah bimbingan Daerah dan konsultasi dan Provinsi Kabupaten/Kota. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 13) Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan. (Prioritas K/L) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Penyelenggaraan konsultasi pengelolaan arsip statis pasca otonomi daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota.

organisasi massa. 5) Pengembangan laboratorium sistem kearsipan. modul. program. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan.2) Penyelenggaraan diklat kearsipan melalui dana dekonsentrasi. 11) Melaksanakan kegiatan Tata Usaha Pusdiklat Kearsipan. dan kegiatan sebagai berikut : 1. kekuatan. 8) Pengembangan perpustakaan Pusdiklat Kearsipan. Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga Untuk mencapai sasaran ketiga yaitu mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. 4) Penyusunan kearsipan. 7) Penciptaan visualisasi media belajar. 9) Evaluasi pasca diklat. dan partai politik. 6) Penyusunan program diklat fungsional arsiparis. 10) Diskusi Ilmiah para pengajar/widyaiswara. maka ditetapkan strategi. dan kurikulum diklat C. pengkajian. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Pelaksanaan analisis. kebijakan.(Prioritas K/L) 3) Penyelenggaraan diklat teknis kearsipan. 2) Membuat standar minimal pengolahan arsip (deskripsi arsip) dari seluruh jenis media arsip baik yang konvensional maupun media baru dan memanfaatkan diinginkan. perusahaan. peluang dan tantangan. Strategi Untuk mencapai sasaran ketiga sebagaimana tersebut di atas. program. dan perumusan prakarsa strategi di bidang penyelamatan dan pelestarian arsip dan menyelenggarakan konsultasi dan koordinasi dalam rangka penyelamatan dan pelestarian arsip dengan lembaga negara/lembaga pemerintah. 3) Memberdayakan dan mengupayakan aksesibilitas arsip kepada publik dengan tersedianya server storage arsip statis hasil alih media arsip 42 teknologi informasi sebagai alat bantu untuk memudahkan pengguna dalam mencari dan mengakses arsip statis yang .

2) Mempersiapkan sistem deskripsi untuk arsip elektronik sebagai persiapan kemungkinan penyerahan arsip elektronik agar dapat diakses oleh pengguna dan mendukung program Centre of Excellence sebagai wujud dari Memory of The World bagi ANRI dari khasanah arsip statis masa VOC yang rencananya dibuatkan sistem dan akan didigitalisasi sehingga dapat terhubung secara internasional. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas kinerja termasuk kualitas hasil penyelamatan dan pelestarian arsip melalui analis kebijakan. 4) Meningkatkan promosi pemanfaatan arsip baik melalui penerbitan naskah sumber arsip maupun pameran arsip yang diselenggarakan untuk penyebaran informasi arsip kepada masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak baik di lingkungan ANRI maupun di luar lingkungan ANRI dalam mengembangkan pemanfaatan arsip.menjadi format digital yang memuat seluruh khasanah arsip statis yang tersimpan dan meningkatkan perawatan dan atau pemelihaaan arsip sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku. Dalam hal ini arsip VOC dalam 5 tahun mendatang sudah dibuatkan jalan masuknya baik dalam bentuk daftar arsip ataupun inventaris. 4) Memenuhi standar pemanfaatan arsip kepada masyarakat dengan meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana pemanfaatan arsip yang diperlukan dan meningkatkan kemudahan akses pemanfaatan arsip kepada masyarakat. sementara sistem aplikasinya disiapkan oleh NAN Belanda. daerah dan nasional untuk sinkronisasi dan sinergi antara program dan anggaran. pengkajian dan prakarsa strategi di bidang kearsipan dan peningkatan kualitas koordinasi pembangunan di tingkat pusat. dalam rangka mempertahankan kondisi fisik arsip. guna melestarikan nilai guna arsip yang terkandung di dalamnya. sesuai standar dan prosedur yang berlaku. 2. 3) Mendorong terwujudnya penyelamatan dan pelestarian arsip melalui alih media arsip sesuai skala prioritas dan mendorong terlaksananya pemeliharaan dan perawatan arsip secara baik dan benar. 43 .

dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. penelitian dan ilmu pengetahuan.3. Tujuan. 2) Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip. Strategi.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. 3. Sasaran. dan arsip penilaian khasanah dan arsip akuisisi serta arsip untuk untuk menjamin terselamatkan dan terlestarikannya arsip demi generasi guide demi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. penataan dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. Misi.1. inventarisasi arsip. Program Berdasarkan rumusan Visi. 4) Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Jumlah arsip yang diakuisisi.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern.1.1. 2) Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya daftar arsip. 3) Meningkatnya preservasi terwujudnya pemeliharaan.2 Sasaran 1) Meningkatnya memperkaya mendatang. 3. pembangunan. maka disusunlah program sebagai berikut : 3. 44 .

elektronik. kartografi. 7) Jumlah arsip yang dialihmedia/reproduksi. 10) Penyelamatan arsip tokoh nasional/pelaku sejarah. elektronik. elektronik. 6) Jumlah arsip rusak yang direstorasi. 10) Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan. 5) Penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada. 45 . 8) Jumlah hasil pengujian arsip dan bahan kearsipan. dan kearsitekturan yang dibuat. audio visual. (Prioritas K/L) 3) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. 11) Perekaman para tokoh/pelaku sejarah pembentukan dan pemekaran wilayah serta konflik di daerah melalui wawancara sejarah lisan. (Prioritas K/L) 4) Pelacakan dan penelusuran arsip Supersemar. 3. audio visual.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. 6) Penyelamatan arsip partai politik peserta pemilu tahun 2009. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip perbatasan wilayah dan batas negara.1 Penilaian dan Akuisisi Arsip 1) Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif tahun 2009. 9) Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan. dan kearsitekturan yang dibuat. audio visual. dan kearsitekturan yang dibuat.3) Jumlah daftar arsip konvensional. 4) Jumlah inventaris arsip konvensional. 9) Penyelamatan arsip organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan. 8) Penilaian dan Akuisisi arsip lembaga peradilan di Indonesia. kartografi.2.(Prioritas K/L) 2) Penilaian dan Akuisisi arsip Kabinet Indonesia Bersatu. 5) Jumlah guide arsip konvensional. kartografi.

8) Pengolahan arsip microfilm. 6) Pengolahan arsip video. RMS. 5) Pengolahan arsip film. 12) Pengolahan dan ekspose arsip lembaga negara/badan pemerintah yang diakuisisi.2 Pengolahan Arsip Statis 1) Pengolahan arsip konvensional VOC. 15) Penelusuran dan penyelamatan arsip bangunan sejarah/bangunan negara Indonesia.3 Preservasi Kearsipan 1) 2) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana.2. 13) Pengolahan arsip perusahaan yang diakuisisi. 3) Pendataan dan Inventarisasi arsip konvensional Setelah Tahun 1945. 9) Pengolahan arsip peta (kartografi).2. 4) Pengolahan arsip foto. 15) Pengolahan arsip perseorangan yang diakuisisi. 2) Pengolahan arsip konvensional Hindia Belanda. 3. 16) Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan data yang diolah 3. (Prioritas K/L) Implementasi pengamanan arsip melalui sistem barcode. 11) Pengolahan arsip elektronik. dan konflik lainnya. 13) Penyelamatan dan pelestarian arsip perusahaan/BUMN. 16) Penelusuran jejak masyarakat Suriname yang telah kembali ke Indonesia. 7) Pengolahan arsip rekaman suara. 14) Workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi. 14) Pengolahan arsip organisasi massa/organisasi politik yang diakuisisi. 10) Pengolahan arsip kearsitekturan. OPM.12) Wawancara sejarah lisan mengenai kembalinya GAM ke pangkuan ibu pertiwi. (Prioritas K/L) 46 .

3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penataan arsip konvensional sesuai dengan nomor inventaris (registrasi arsip). Pemyimpanan dan Penataan arsip film. 12) Restorasi arsip media baru. 16) Pembuatan microfilm negatif dan positif koleksi Hindia Belanda. 19) Pengujian arsip dan bahan kearsipan. (Prioritas K/L) 3) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ”Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V”. 11) Penataan kearsitekturan. 15) Alih media microfilm. Penyimpanan dan Penataan arsip konvensional. 13) Alih media arsip film. 20) Fumigasi gedung depo arsip konvensional. Penyimpanan arsip berdasarkan peta lokasi penyimpanan yang ditentukan sesuai standar penyimpanan. (Prioritas K/L) 2) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Nusantara jilid V”. 18) Digitalisasi arsip video dan rekaman suara.4 Pemanfaatan Arsip 1) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Daerah”. peta. 17) Digitalisasi arsip statis(foto. dan pendataan arsip kartografi dan 10) Restorasi arsip konvensional. Penyimpanan dan Penataan arsip foto. 14) Alih media arsip foto. dan kertas). (Prioritas K/L) 47 .2. 21) Pengadaan peralatan alih media film dan microfilm. 22) Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. Penyimpanan dan Penataan arsip video dan rekaman suara. Penyimpanan dan penataan arsip microfilm. 3.

11) Pembuatan dan penyebarluasan brosur. administrasi. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan. 6) Pemeliharaan dan perawatan bahan perpustakaan. kebijakan. peluang dan tantangan. Strategi Untuk mencapai sasaran pendukung sebagaimana tersebut di atas. maka ditetapkan strategi. 3) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam pengelolaan administrasi keuangan secara transparan dan akuntabel.4) Penerbitan Naskah Sumber ”khasanah arsip ANRI” Seri: Citra Daerah (Prioritas K/L) 5) Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 12) Peningkatan kualitas pelayanan publik. dan kartografi. dan kegiatan sebagai berikut : 1. program. Pencapaian Sasaran Pendukung Untuk mencapai sasaran pendukung yaitu Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. pembinaan. 10) Diseminasi dan sosialisasi informasi arsip statis. Penyelenggaraan Layanan arsip konvensional periode sebelum dan setelah 45. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam perencanaan penyusunan anggaran yang berbasis kinerja. Penyelenggaraan pameran kearsipan. (Pengarusutamaan) D. 7) 8) 9) Fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. 48 . 2) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh pada seluruh unit kerja dalam penyusunan laporan akuntabilitas kinerja ANRI. kekuatan. media baru. pengendalian program.

4) Meningkatkan pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan. kepegawaian. 7) 8) Peningkatan kualitas kompetensi SDM kearsipan dan layanan administrasi kepegawaian. Peningkatan kualitas pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. keuangan. Peningkatan kualitas layanan pusat jasa kearsipan pada instansi pemerintah dan swasta. Meningkatkan kualitas pusat jasa kearsipan dalam pembenahan arsip di instansi pemerintah maupun swasta. perlengkapan. Kebijakan 1) 2) 3) 4) Peningkatan kualitas perencanaan penyusunan program dan anggaran yang berbasis kinerja. Pemantapan harmonisasi peraturan perundang-undangan bidang kearsipan serta peningkatan kualitas dan kuantitas penyusunan produk hukum bidang kearsipan. Peningkatan pengelolaan Indonesia. kearsipan. kehumasan. kepegawaian maupun perlengkapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. hukum. kualitas pembinaan administrasi Arsip keuangan dan perlengkapan/kekayaan Nasional Republik 49 . S2. Peningkatan kualitas penyusunan laporan kinerja ANRI. kualitas dan kompetensi SDM kearsipan melalui beasiswa S1. Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam hal pengawasan internal terhadap pegelolaan APBN. dan rumah tangga ANRI. S3. 2. 5) 6) Meningkatkan koordinasi dalam penyusunan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan. Meningkatkan luar negeri. 5) 6) Peningkatan kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan. organisasi dan ketatalaksanan. dan diklat teknis kearsipan baik di dalam maupun 7) 8) 9) Meningkatkan promosi layanan pusat jasa kearsipan secara terus menerus pada instansi pemerintah dan swasta.

1. Tujuan. Meningkatnya jumlah produk hukum kearsipan yang disahkan menjadi peraturan kearsipan. Meningkatnya jumlah pengelolaan adminstrasi keuangan yang baik dan tepat waktu. Sasaran. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas.9) Peningkatan kualitas pengawasan secara efektif dan efisien terhadap pengelolaan keuangan negara di lingkungan ANRI.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan. Strategi. Program Berdasarkan rumusan Visi.2 Sasaran 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Terwujudnya pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan perencanaan program dan anggaran. Meningkatnya jumlah pegawai yang ditempatkan sesuai dengan keahliannya. Terwujudnya pelayanan administrasi kepegawaian. Meningkatnya jumlah temuan hasil pemeriksaan pengelolaan APBN ANRI yang ditindaklanjuti. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan ANRI. 3. Terwujudnya pelaksanaan urusan ketatausahaan. Misi. 3. 50 . Meningkatnya pemberitaan tentang kearsipan yang dimuat di media massa maupun elektronik.1 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik Indonesia 3.1. maka disusunlah program sebagai berikut : 3.

Persentase penyelesaian SOP unit kerja. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan. peningkatan kualitas pengelolaan. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran. 3. penatausahaan anggaran beserta pertanggungjawaban 10) Persentase penempatan pegawai yang sesuai dengan 3. 12) Persentase dan pelaporan. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu. Persentase informasi/pemberitaan bidang kearsipan yang disajikan melalui media massa maupun elektronik.2 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 1) Peningkatan Anggaran.1. kompetensi. 13) Persentase temuan pengawasan/pemeriksaan/pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja. Persentase penyelesaian peraturan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja. Koordinasi Evaluasi dan Penyusunan Pelaporan.3 Indikator Kinerja Outcome 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu.10) Meningkatnya jumlah perusahaan dan instansi pemerintah yang menggunakan jasa kearsipan. 11) Persentase ketepatan pelayanan pengurusan kepegawaian. Jumlah pengunjung ke Arsip Nasional Republik Indonesia. 14) Jumlah instansi/perusahaan yang memanfaatkan jasa kearsipan. Program dan Ketatausahaan 51 .

Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia.Pimpinan. Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 12) Penyempurnaan Standar Biaya Khusus. 13) Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Penyelenggaraan Rakernis Program dan Anggaran. 11) Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. 1) 2) 3) 4) 5) Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. 22) Pengelolaan/Pengembangan website ANRI. 52 . (Prioritas K/L) Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ANRI. serta Hubungan Masyarakat di Lingkungan ANRI. televisi dan radio. 14) Penyusunan evaluasi program kinerja. 19) Evaluasi pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009. 18) Penyusunan Executive Report. 10) Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia. 17) Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. 21) Sosialisasi kelembagaan ANRI melalui media cetak. 20) Penyelesaian ketatausahaan pimpinan. Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang 6) 7) 8) 9) Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (Masterplan ANRI). 15) Penyusunan LAKIP ANRI. Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI). (Pengarusutamaan) 16) Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.

34) Pembuatan pusat informasi dan publikasi ANRI (media center). (Prioritas K/L) 6) Pemberian bantuan beasiswa diploma. Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI. 30) Pembuatan bahan publikasi booklet dan leaflet. 37) Pembuatan komputer interaktif. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Penyusunan naskah kerjasama pengembangan kearsipan dengan beberapa perguruan tinggi dalam negeri. 38) Pembuatan data base penghubung antar lembaga. dan pasca sarjana. 1) 2) 3) 4) 5) Penyusunan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 27) Forum bakohumas.23) Penerbitan majalah kearsipan ANRI. 35) Promosi dan publikasi kearsipan.(Prioritas Bidang) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan. interaktif. 2) Peningkatan Layanan Hukum. Penyusunan SOP di lingkungan ANRI. 29) Penyelenggaraan Temu Teknis di lingkungan unit eselon I.D. 33) Pembuatan C. 31) Revisi visual profil ANRI. 28) Penyusunan bahan hearing DPR. (Prioritas K/L) Penyusunan Kumpulan peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum (SJDIH). 36) Lomba karya tulis bidang kearsipan. 24) Peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting. 32) Safari Lembaga. 25) Penyelenggaraan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa. 26) Optimalisasi keprotokolan. sarjana. (Prioritas K/L) 53 .

(Prioritas K/L) Pembentukan peraturan tentang standar pelayanan arsip. 28) Penyelenggaraan pelayanan dan pengelolaan administrasi pegawai. penggunaan. (Pengarusutamaan) 14) Penyusunan mekanisme penyediaan informasi. pemeliharaan. 54 . 18) Penyelenggaraan fasilitas Poliklinik/obat-obatan. 16) Pengelolaan tunjangan pengelolaan arsip statis. 12) Penyempurnaan penjabaran tugas dan fungsi organisasi ANRI. penerimaan. (Pengarusutamaan) 27) Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. 10) Pembentukan peraturan tentang sistem administrasi negara dalam rangka memposisikan arsip.7) 8) 9) Training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri. Pembentukan peraturan yang mencakup materi tentang penciptaan. 17) Pemeriksaan kesehatan resiko pekerjaan. 22) Penilaian angka kredit jabatan fungsional. (Pengarusutamaan) 23) Penyusunan Penyempurnaan standar kompetensi jabatan struktural. 25) Diklat teknis kepegawaian. 15) Pendidikan dan pelatihan CPNS. 13) Penyempurnaan tata kerja dan struktur organisasi ANRI. (Pengarusutamaan) 26) Pembinaan pegawai. 19) Pengelolaan administrasi kenaikan pangkat dan gaji berkala. 11) Pembentukan peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan. 24) Diklat pimpinan tingkat I-IV. 20) Penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. (Pengarusutamaan) 21) Penyesuaian ijazah dan ujian dinas. penataan. dan pengelolaan arsip.

Pengadaan peralatan/perlengkapan kantor. Pengadaan pakaian dinas pegawai. Perawatan kendaraan bermotor. dan tunjangan. 34) Penyebarluasan produk hukum. Honor pengelola APBN. Penerimaan dan pengiriman surat dinas. 2009. Pembayaran jasa keamanan dan kebersihan. 3) Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Anggaran serta pelayanan penunjang pelaksanaan tugas ANRI. 31) Penyusunan standar kompetensi jabatan fungsional umum. 40) Penyelenggaraan Seminar Kearsipan dan Kesehatan. Pemeliharan dan perawatan gedung kantor. Pengadaan peralatan rumah tangga. Pengadaan tubuh. Pembayaran langganan internet. 32) Penyusunan pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun. Pembayaran langganan daya dan jasa. Perawatan sarana gedung. 38) Penyelenggaraan kerjasama luar negeri. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) Pengelolaan gaji. 35) Harmonisasi dan sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI. honorarium. lembur.29) Penyelenggaraan uji kompetensi pejabat struktural. (Pengarusutamaan) 33) Pencetakan Peraturan Kepala dan Keputusan Kepala ANRI tentang organisasi dan tata kerja ANRI dari tahun 1974 s. (Pengarusutamaan) 37) Penyelenggaraan Program legislasi ANRI. 36) Penyuluhan hukum pegawai ANRI. (Pengarusutamaan) 30) Penyempurnaan evaluasi jabatan di lingkungan ANRI.d. 39) Rakor Penyelesaian Mekanisme Kerja antar Unit di Lingkungan ANRI. 55 makanan/minuman penambah daya tahan . Pengadaan keperluan kantor.

Pendataan dan penataan arsip inaktif. dan penyelamatan bukti kepemilikan arsip. Pengembangan sistem informasi perjalanan dinas. Implementasi SAPP. Pendistribusian barang non inventaris. Pembuatan laboratorium sistem kearsipan. Pengelolaan perjalanan dinas pimpinan. Sistem akuntansi BMN. Pengadaan bahan-bahan kearsipan. Penyusunan Pedoman Arsip Vital. Penyediaan basis data arsip aktif unit kerja di lingkungan ANRI Penyusunan Petunjuk Teknis Pengaksesan arsip dinamis dan JRA Substantif ANRI. Inventarisasi Arsip Terjaga. Inventarisasi BMN. Penyusunan prosedur tetap kerumahtanggaan. Peningkatan kapasitas basis data arsip inaktif ANRI. pemeliharaan. (Pengarusutamaan) Sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP. Pengelolaan administrasi keuangan.15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) 31) 32) 33) 34) 35) 36) 37) 38) 39) 40) 41) 42) 43) Operasional perkantoran. Pengamanan. Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). 56 . Penyusunan Daftar Pencarian Arsip yang memiliki nilai guna Sejarah. Penyusunan Pedoman Arsip Terjaga. Pemutakhiran data BMN. Penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa. Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan. Pendistribusian barang inventarisasi. Pencetakan agenda dan map. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan BMN.

(Pengarusutamaan) 5) Peningkatan Jasa Sistem dan Pembenahan.44) 45) 46) 47) 4) Penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI. Penyimpanan. (Pengarusutamaan) 2) Monitoring/evaluasi pasca layanan jasa. 1) Penjajagan kerjasama kearsipan dengan instansi pusat dan daerah. (Pengarusutamaan) 11) Pelaksanaan tindak lanjut pengaduan masyarakat. 3) Presentasi aplikasi pengelolaan dokumen/arsip inaktif berbasis Teknologi Informasi. 4) Pelaksanaan jasa penataan. Pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi. Pengamanan internal di lingkungan ANRI. Penilaian angka kredit jabatan fungsional auditor. Pengamanan eksternal di lingkungan ANRI Penyelenggaraan Lomba Kearsipan di lingkungan ANRI. Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur ANRI. Penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon IIII. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pengawasan internal ANRI. Pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah. Evaluasi kegiatan di lingkungan ANRI. Review laporan keuangan ANRI.(Pengarusutamaan) 10) Pelaksanaan pengisian laporan LHKPN bagi pejabat ANRI. 57 . Forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah. serta penyimpanan arsip komersial. pemeliharan dan perawatan.(Pengarusutamaan) Optimalisasi audit di ANRI. dan Perawatan Arsip.

1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran kegiatan yang bersifat fisik berupa pembangunan/rehabilitasi dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan internal Arsip Nasional Republik Indonesia.3. Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia Dalam rangka mempercepat tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) maka perlu dilakukan reformasi birokrasi di seluruh Kementerian.3.3. 5) Peningkatan/pengadaan sarana dan prasarana kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor.1 Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Prasarana. fumigasi arsip.3.3 Indikator Kinerja Outcome Persentase pemenuhan sarana dan sarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan.3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia 3.4.2 Sasaran Meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum 58 . dan pemusnahan arsip (lanjutan) Tahap IV. 2) Pembangunan gedung pengolahan arsip 8 lantai keperluan transit arsip. hal ini sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/15/M. 3. dan Pemerintah daerah. 6) Rehabilitasi jaringan listrik. Lembaga. 3. 4) Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik. pemilahan (sortir) arsip.4 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 3. 3. Sarana dan E. 1) Pembangunan gedung kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. 3) Pelaksanaan Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.

sedang dalam analisa beban kerja. 3) Telah selesai dilakukan redefinisi. implementasi. Ketatalaksanaan. Untuk lebih jelasnya uraian mengenai perkembangan penataan kelembagaan. Misi dan Strategi ANRI. Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini juga sedang melakukan upaya reformasi pada 3 (tiga) aspek tersebut dan juga struktur organisasi ANRI sebagai bagian dari kebijakan ANRI dalam mencapai Visi. dan Tujuan. Kelembagaan (organisasi) 2. 2.B. 4) Tersedianya dokumen rencana kerja pelaksanaan kegiatan restrukturisasi serta rumusan disain dan struktur ANRI yang telah dilakukan right sizing.). 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan dokumen arah reformasi birokrasi di ANRI (cetak biru R.Reformasi Birokrasi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Sumber Daya Manusia Aparatur Selaras dengan hal tersebut di atas. Misi. Ketatalaksanaan Reformasi bidang ketatalaksanaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 59 proses penyusunan dokumen daftar perundang-undangan mengenai keberadaan . Kelembagaan Reformasi bidang kelembagaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Tersedianya organisasi. Sumber daya Manusia dan Struktur organisasi di Arsip Nasional Republik Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. dan sosialisasi Visi. Ketatalaksanaan (business process) 3. Pada hakekatnya Reformasi Birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang menyangkut 3 (tiga) aspek penting yaitu : 1.

11) Sedang dalam proses implementasi penyusunan regulasi baru. 3. profil kompetensi dan indeks kinerja utama.1) Telah selesai dilakukan penyusunan 5 program percepatan (Quick Wins) ANRI yaitu Pelayanan Masyarakat untuk peningkatan apresiasi kearsipan melalui layanan diorama ”sejarah perjalanan bangsa”. evaluasi jabatan dan sistem remunerasi. perundangan) organisasi yang berkaitan dengan reformasi birokrasi. Pemberian persetujuan jadwal retensi arsip (JRA). 6) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai). Sumber Daya Manusia Reformasi bidang sumber daya manusia di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan uraian pekerjaan untuk seluruh posisi. Layanan arsip bagi pengguna (Reading Room). 60 . Layanan internal pengelolaan administrasi keuangan. kebijakan. 7) Tersedianya dokumen desain sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi. 10) Tersedianya dokumen usulan deregulasi dan penyusunan regulasi baru yang kondusif terhadap perubahan sistem yang dihasilkan proses reformasi birokrasi. 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan ANRI. 4) Tersedianya dokumen model pengembangan elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). 3) Belum ada implementasi analisa jabatan. 9) Tersedianya dokumen analisa/pemetaan regulasi (aturan. Pemberian persetujuan pemusnahan arsip. 5) Telah selesai dilaksanakan implementasi dan sosialisasi elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). 8) Sedang direncanakan implementasi sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi termasuk penyediaan perangkat keras dan lunak.

15) Sedang dimulai penyusunan dokumen rancangan sistem pengawasan yang mencakup rekomendasi perbaikan/perubahan yang dibutuhkan. 10) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola rotasi. 16) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas kode etik terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. transparan dan user friendly. 13) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas aturan-aturan kepegawaian terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. adil dan akuntabel serta berdasarkan kompetensi. 11) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola karir yang berbasis kompetensi dan kinerja. 4) Sedang dimulai penyusunan dokumen implementasi assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. 8) Tersedianya dokumen desain/model sistem pengadaan dan seleksi pegawai yang transparan. 6) Telah dilaksanakan pelatihan keterampilan bagi pegawai baik sebagai penilai dan/atau yang dinilai dalam penilaian kinerja. 7) Tersedianya dokumen analisa sistem pengadaan dan seleksi pegawai. 12) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan perumusan unit kerja kediklatan.2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan bobot atau peringkat jabatan serta sistem remunerasi. hak dan kewajiban pegawai dan organisasi. 9) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola pengembangan dan pelatihan yang berdasarkan kompetensi. penghargaan dan sangsi yang akan diberlakukan serta mekanisme pelaksanaan. 3) Sedang dimulai penyusunan dokumen assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. mutasi dan promosi berbasis kompetensi dan kinerja. 14) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas tingkat kedisiplinan pegawai. Hal ini menyangkut kejelasan kriteria. 61 . 5) Sedang dimulai penyusunan dokumen desain/model sistem penilaian kinerja berdasarkan kompetensi.

peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya. Dalam rangka mencapai sasaran yang diharapkan. penerapan manajemen pengaduan yang efektif pada unit penyelenggara pelayanan publik.misi. dan III. penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa.strategi dan analisis obyektif serta tugas dan fungsi. menyusun dan melaksanakan rencana percepatan pelayanan peningkatan dan publik.II. Selanjutnya. mewajibkan pejabat untuk melaporkan LHKPN. Untuk itu ditetapkan indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang dikelompokan kedalam 3(tiga) kebijakan utama yaitu: (1) Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. dalam rangka mendukung tercapainya ”peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN”. (3) Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. Di samping itu dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.evaluasi Kemudian ”Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing didasarkan visi. Kebijakan nasional tersebut perlu dijabarkan dalam kebijakan yang lebih operasional pada tingkat Kementerian/Lembaga. pelayanan publik yang berkualitas. peningkatan tindak lanjut atas temuan hasil pemeriksaan. penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan 62 . penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP. tindak lanjut pengaduan masyarakat. menerapkan maklumat pelayanan untuk unit pelayanan publik. serta kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi yang tinggi.penerapan pakta integritas bagi pejabat eselon I.telah ditetapkan berbagai kebijakan nasional.17) Sedang dimulai perumusan kode etik yang sesuai dengan kondisi terkini. Sedangkan dalam rangka mendukung tercapainya ”Peningkatan kualitas pelayanan publik” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penerapan standar pelayanan publik untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik. upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penegakan peraturan mengenai disiplin pegawai. (2) Peningkatan kualitas pelayanan publik. kualitas penilaian dalam pelayanan kinerja kepada rangka publik. penerapan sistem pengendalian internal yang efektif. unit mendukung melaksanakan penyelenggaran tercapainya monitoring.

penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP).4 Kebijakan antikorupsi Mewajibkan Tersedianya sistem pelaporan pelaporan gratifikasi gratifikasi 1.1 Penegakan Penegakan .6 Pengembangan Sistem Penerapan % pengadaan e-Procurement Nasional e-procurement menggunakan dalam pengadaan e-procurement barang dan jasa 1.dan berbasis merit/kompetensi). Untuk lebih jelasnya mengenai indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang baik dapat dilihat tabel berikut ini: TABEL 1.2 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK MELALUI KEBIJAKAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA BESERTA INDIKATORNYA Isu/Kebijakan Kebijakan Indikator di Nasional instansi setiap instansi 1. penerapan dan pengembangan e-government.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sanksi 1.2 Penerapan pakta Penerapan pakta % pejabat telah integritas bagi integritas bagi menandatangani pejabat pejabat Eselon I.7 Tindak lanjut hasil Peningkatan % temuan yang pemeriksaan BPK tindak lanjut atas ditindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan No.Tersedianya disiplin PNS di peraturan sistem seluruh instansi mengenai disiplin penegakan pemerintah PNS disiplin yang efektif . penerapan manajemen kearsipan dan dokumentasi yang berbasis TIK.3 Kepatuhan Mewajibkan % pejabat yang penyampaian pejabat telah Laporan Harta untuk melaporkan melaporkan LHKPN Kekayaan LHKPN Penyelenggara % pejabat yang Negara (LHKPN) telah melaporkan LHKPN 1. dan III melaksanakan pakta integritas 1.5 Penyelenggaraan Sistem Penerapan sistem Tersedia dan Pengendalian Internal pengendalian terlaksananya Pemerintah (SPIP) internal yang sistem efektif pengendalian internal yang efektif 1. dan pemerintah II. Sasaran 2014 KKN 100% 100% 100% 100% 100% 75% 100% 63 . Peningkatan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas 1.

No. 1.8

Isu/Kebijakan Nasional Akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara

1.9

Pengaduan masyarakat

Kebijakan instansi Peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya Tindaklanjut pengaduan masyarakat

Indikator di setiap instansi Opini BPK atas LK K/L

Sasaran 2014 WTP

- Tersedianya sistem pengaduan masyarakat yang efektif - % Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang disampaikan masyarakat % unit penyelenggara pelayanan publik yang sudah menerapkan Standar Pelayanan, maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang ditetapkan

100%

2. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 2.1 Penerapan Standar Pelayanan pada Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Penerapan Standar Pelayanan Publik maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik Menyusun rencana percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dan melaksanakannya sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pelayanan publik Melaksanakan monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja kepada unit penyelenggara pelayanan publik yang ada 100%

2.2

Percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik

100%

2.3

- Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik - % Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang mendapat penilaian baik 3. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi 3.1 Penataan kelembagaan instansi pemerintah Melakukan restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing di dasarkan visi, misi, strategi dan analisis obyektif, serta tupoksi % Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional, efektif, efisien

Pelaksanaan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja pelayanan publik

100% 90%

100%

64

No. 3.2

Isu/Kebijakan Nasional Penataan ketatalaksanaan instansi pemerintah

Kebijakan instansi Penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP Penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan dan berbasis merit/kompetensi)

3.3

Pemantapan manajemen SDM

kualitas

Indikator di setiap instansi % SOP telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana - Tersedianya sistem rekrutmen yang transparan - Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur - Tersedianya sistem promosi dan mutasi yang terbuka dan transparan - Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi - Tersedianya sistem penegakan kode etik yang efektif, disertai penerapan

Sasaran 2014 100%

100%

reward and punishment

3.4

Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Aparatur

Penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

% penerapan SAKIP (renstra, penilaian kinerja, kontrak kinerja, pengendalian, dan lain-lain)

100%

65

4.

Struktur Organisasi ANRI

66

Selain itu hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya efisiensi dan efektifitas kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak di lingkungan internal ANRI dan eksternal baik di tingkat nasional (antar instansi pemerintah. integritas. dan penilaian rencana hal pembangunan ANRI dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. Plt. tidak akan mungkin terlepas dengan kondisi yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global sehingga pada waktunya diperlukan upaya-upaya penyempurnaan program maupun kegiatan. pelaksanaan. Di dalam pelaksanaannya Renstra ANRI selama kurun waktu 5 tahun ke depan. profesionalisme. keberhasilan dalam implementasi renstra ANRI sangat ditentukan adanya upaya kerja keras. komitmen. sinergi dan harmoni dari segenap aparatur kearsipan di lingkungan ANRI. dan dedikasi yang tinggi disertai dengan semangat kebersamaan. swasta dan masyarakat) maupun internasional (multilateral. Saran dan sumbang pendapat yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati. Renstra ANRI ini sebagai rencana jangka menengah yang masih bersifat umum. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia. Renstra ANRI tahun 2010-2014 ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan. pemerintah daerah. M. Renstra ini disusun dan ditetapkan untuk menjawab dan memfokuskan upaya ANRI dalam menghadapi tantangan pembangunan kearsipan yang semakin rumit dan komplek terutama perkembangan politik dan ketatanegaraan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Tahun 2010 -2014 dapat disusun.BAB IV PENUTUP Dengan ridho dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. sehingga diharapkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. sehingga diperlukan penjabaran secara teknis operasional setiap tahunnya sebagai upaya yang berkesinambungan dalam kurun waktu lima tahun. Asichin 67 . Disamping tersebut. regional dan bilateral).

000 8.275 235.436.601 7.189 15.555.054.093.860.990 6.693.717.723 2.066.546 4.095 55.000 770.370.867.240 25.000 2.941.666 11.715.087.469.274.132.025.703 1.000 1.000.600 131.987 8.000 1.105.000 1.353 900.779.952 35.963.000 2.800 8.941.685 7.887 TOTAL ANGGARAN PROGRAM/KEGIATAN (DLM RIBUAN) 2014 74.043.951 1.814 1.325.739 46.308 5.345.325.500 19.370.722 7.500 2.163 1.916.142.398 18.747.327 3.595.094.316 9.107.595.320 61.435.000 510.080 9.007.110.778.612 1.265.030 124.163 2010-2014 323.327.837.000 18.177.431 1.888 31.517.010.093.178.312 206.443 2.471.572.000 5.904 ALOKASI ANGGARAN (DLM RIBUAN) 2011 57.982 1.000 12.350.784.823.773.000 1.440.000 2012 62.222 7.643 3.655.147 1.560 42.312 85.235.645.732 12.320 3.500 12.000 11.236.500 5.294.716.109 2.560 19.581 5.806.000 2.661 38.110.800 31.617.604.750 3.500 3.074.283. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PROGRAM/UNIT KERJA 2010 Program Dukungan Manajemen & Pelaksanaan Tugas Terkait Lainnya ANRI Biro Perencanaan Biro Hukum dan Kepegawaian Biro Umum Pusat Jasa Inspektorat Program Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur ANRI Biro Umum Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional Akreditasi dan Profesi Kearsipan Pembinaan Kearsipan Pusat Pembinaan Kearsipan Daerah Pusat Diklat Akuisisi Pengolahan Preservasi Pemanfaatan Pusjibang Siskar Pusjibang Sisinfokar Total program 61.261 5. 1 III.000 129.514 1.510 2.930.414.636 9.548.416.203 85.TABEL REKAPITULASI ANGGARAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 NO I.375.000.000 1.332 6.594 5.296.000 18.396.912.032.952 31.550.926 9.553.308 500.556 1.007.032.602.500 5.694.000 6.000 50.268 51.000 2.800 11.200.646 2.087.500 6.435.000.043 2.500 125.443.941 2.000 12.480 7.000 6.000 45. 1 2 3 4 5 II.000 31.207.415.647 40.023 1.191.943 395.843 68 .342 1.590.000 2.620 12.057.073 38.957 600.200 11.728 615.470.000 5.467.955.526 42.438.000 8.745.417.378 4.188.598 104.843 1.009.058.549.406.756.593 5.550.000 2013 67.166.715.860.756.124 8.520.408.181.891.096.526.

Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya Efektifitas 4. Persentase hasil Penyelenggaraan Sistem rekomendasi evaluasi Kearsipan di Lembaga yang digunakan Kearsipan Daerah sebagai input Provinsi dan penyempurnaan sistem Kabupaten/Kota kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/ Kota 5% 10% 15% 20% 25% 5% 10% 15% 20% 25% 80% 80% 80% 80% 80% 69 .TARGET PEMBANGUNAN UNTUK TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 5% 10% 2011 (5) 15% 2012 (6) 20% 2013 (7) 25% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1. Persentase lembaga Pengelolaan Arsip Baik dan unit kearsipan Dinamis maupun Statis yang sudah yang Efektif dan Efisien terakreditasi di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya Efektifitas 2. Persentase lembaga Penyelenggaraan Sistem Negara dan badan Kearsipan di Lembaga pemerintah pusat yang Negara dan Badan memiliki pedoman Pemerintah Pusat kearsipan secara terpadu 3.

% Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik (Pengarusutamaan) (6) (7)  6 Angkatan  6 Angkatan Diklat Diklat Penciptaan Penciptaan Arsiparis Arsiparis  750 Peserta  750 Peserta Diklat Teknis Diklat Teknis 30 lembaga/ 30 lembaga/ unit kearsipan unit kearsipan dan 230 dan 230 arsiparis arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan 100% 100% 90% 70 .Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) .maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) . dan 230 diakreditasi dan arsiparis (Prioritas K/L) disertifikasi . Jumlah pendidikan dan  2 Angkatan Penyelenggaraan pelatihan yang Diklat Pendidikan dan Pelatihan diselenggarakan Penciptaan Kearsipan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis Terlaksananya akreditasi .% Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan.Jumlah lembaga/unit 30 lembaga/ dan sertifikasi unit kearsipan dan SDM lembaga/unit kearsipan kearsipan kearsipan yang dan SDM kearsipan. (2) (3) (4) Terwujudnya Efektifitas 5.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 2011 (5)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis 2012 2013 2014 (8)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN 1.

1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 7. - - - - 8. (3) (4) Jumlah peserta bimbingan  4 Instansi arsiparis dan tim penilai Pusat Angka Kredit Arsiparis  5 Instansi Daerah Jumlah arsiparis yang  100 orang dinilai angka kreditnya Arsiparis  2 Kali Penilaian Jumlah peserta pemilihan 60 orang arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi 70 orang peraturan Menpan tentang jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah Pertemuan munas 1 Kali kegiatan asosiasi arsiparis Pertemuan Indonesia (AAI) Jumlah pedoman 1 Pedoman mekanisme kerja arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. Jumlah peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan 80 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT 1. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan INDIKATOR 2010 2011 (5)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 100 orang 2012 (6)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2013 (7)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2014 (8)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 3. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan Sertifikasi Kearsipan. 4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional. - 100 orang 100 orang 100 orang 6. 10 Instansi Jumlah instansi pusat yang sudah menerapkan Pusat SIKD-TIK (Pengarusutamaan) 15 Instansi Pusat 20 Instansi Pusat 25 Instansi Pusat 30 Instansi Pusat Direktorat Kearsipan Pusat 71 .

100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 6. Pertimbangan. dan Persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah pusat. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Konsultasi. Jumlah instansi yang mendapatkan Konsultasi . (Prioritas Bidang) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Komunikasi (SIKDTIK). Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Jumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang dibina - 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 3. Jumlah Instansi pusat 9 Instansi yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan Jumlah peserta Rakor evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 5. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis TIK (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.pertimbangan. - 7 PT 9 PT 11 PT 13 PT 4. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2. dan Persetujuan jadwal retensi arsip ( JRA) 4 instansi 8 Instansi 10 Instansi 12 Instansi 14 Instansi 72 .

PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7. KEARSIPAN DAERAH Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 100 orang 12 Provinsi 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota Direktorat Kearsipan Daerah 2. 2 Provinsi 32 Provinsi 32 Provinsi 10 Provinsi dan 10 Kab. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK)./Kota 10 Provinsi dan 10 Kab./Kota 73 . 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) Jumlah instansi pusat yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 2010 (4) 6 Instansi 2011 (5) 10 Instansi 2012 (6) 10 Instansi 2013 (7) 10 Instansi 2014 (8) 10 Instansi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8. PEMBINAAN 1. Jumlah unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 10. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 9. (Prioritas K/L) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) 3./Kota 6./Kota 8. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di INDIKATOR 2010 2011 2012 (6) 21 Kab/Kota 2013 (7) 21 Kab/Kota 2014 (8) 21 Kab/Kota (3) (4) (5) Jumlah Kab/Kota yang 22 Kab/Kota 21 Kab/Kota memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah Provinsi yang 16 Provinsi mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang 11 Kab/kota 10 Kab/kota mendapatkan Bimkos kearsipan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - - - 10 Kab/kota 10 Kab/kota 10 Kab/kota Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan 10 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota - 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 74 . Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab./Kota 9. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Arsip Masuk Desa./Kota 7. (Prioritas K/L) 4. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. 10./Kota. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip (Prioritas K/L) 5.

Jumlah Angkatan . Standar. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan Bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Norma. Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa./Kota. Jumlah laporan monitoring dan evaluasi Arsip Masuk Desa Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 12. - 15.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 3 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 100% Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 75 . - 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 14. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125 orang 150 orang 175 orang 200 orang PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN 1. Pedoman. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat Terlaksananya Diklat Penciptaan Jabatan Fungsional Arsiparis. . (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 11.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 13.

(Prioritas K/L) Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan Terlaksananya Penyusunan Kurikulum dan modul Diklat Kearsipan Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 32 Provinsi 2012 (6) 32 Provinsi 2013 (7) 32 Provinsi 2014 (8) 32 Provinsi (3) (4) Jumlah provinsi penerima 32 Provinsi dana dekon UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2. Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah kurikulum dan modul diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan 545 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 5. 4. 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 76 . TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Diklat Kearsipan Melaui Dana Dekonsentrasi.

000 Rell Film Film  3. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 9. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 8.U.300  3.000 Rell Film  3.000 Roll Mikrofilm Mikrofilm  3. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 7. Jumlah rekomendasi untuk Menjamin penilaian yang Terselamatkan dan ditindaklanjuti Terlestarikannya Arsip pengakuisisian dan Demi Generasi pemusnahan arsip Mendatang Meningkatnya 3. audio Terwujudnya Daftar visual. Inventarisasi kartografi dan Arsip.000 Rell Film  3. Terlaksananya T. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 10. Jumlah daftar arsip Pengolahan Arsip Demi konvensional. Jumlah arsip yang dan Akuisisi Arsip diakuisisi untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta 2.000 Rell Film  3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6.000 Roll  3. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara 11.300 Lembar Lembar  6.000 Roll Mikrofilm  3.300 Lembar  6.300 Lembar  6.000 Rell  6. dan Guide yang kearsitekturan yang Dapat Dimanfaatkan dibuat 7 provinsi 50 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 20 kegiatan  36 Instansi  5 Daerah  10 Parpol 7 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  37 Instansi  17 Daerah  8 Parpol 10 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  39 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  19 Daerah  7 Parpol 15 Daftar/ Inventaris Deputi Bidang Konservasi Arsip  3. elektronik.000 Roll Mikrofilm  3. Pusdiklat Kearsipan 1 INDIKATOR (3) Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah buku perpustakaan kearsipan yang dikembangkan 2010 (4) 3000 lbr 2011 (5) 3000 lbr 2012 (6) 3000 lbr 2013 (7) 3000 lbr 2014 (8) 3000 lbr UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 2 Jumlah provinsi yang dievaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat Meningkatnya Penilaian 1.000 Roll Mikrofilm 77 .300 Lembar  6. Arsip.

:5 daftar - (7) (8) 4.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1.000 Kaset  4. setelah 1945.  Arsip Karto. Jumlah  Arkon Stl inventaris/daftar arsip „45: 2 inv.000  10.500 dari Bahaya Kerusakan Lembar Arsip maupun  Peta: 100 Informasinya Lembar  Kertas: 500 (5) (6)  4.300 Lembar  100 Rell  Foto : 2.  Armedbar: 5 inv.000 Kaset  Arkon Stl ‟45: 4 inv.000 Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto 4.000 Lembar Negatif Foto  4.300 Lembar 3.000 Kaset Video Video 10. Penataan.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2.  Armedbar: 4 inv.000 Kaset  4.  Arsip Karto. dan dan kearsitekturan yang Kearsitektur dibuat an Meningkatnya 6. elektronik.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 500 Lembar  Video: 200 3.  Armedbar: 4 inv. audio Arsip visual.:4 daftar 1 guide Arsip Kartografi dan Kearsitekturan  Arkon Stl „45: 3 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. Jumlah arsip rusak 3.:4 dibuat daftar 5. Jumlah guide arsip 1 guide konvensional. elektronik.  Arsip Karto.  Arkon Sbl ‟45: 2 inv.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) untuk Kepentingan Publik INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 3 (4)  4.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv.000 Lembar 3.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv.  Armedbar: 5 inv.300 Preservasi Arsip Demi yang direstorasi Lembar Terwujudnya 7.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2. kartografi dan  Arsip kearsitekturan yang Karto.000 Lembar  500 Rell  Foto : 2.:5 daftar - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)  Arkon Stl ‟45:3 inv.000 Lembar 78 . audio  Armedbar: visual. konvensional ‟45: 1 inv.  Arsip Karto.000 Kaset   Arkon Stl „45: 3 inv. konvensional sebelum  Arkon Sbl 1945.000 Kaset  Video Video  10. alih media/ reproduksi  Foto : dan Keamanan Arsip 2.000 Kaset  4. Jumlah arsip yang di  100 Rell Pemeliharaan.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1.000 Kaset 4.000 Kaset  4. 4 inv.:5 daftar - 3.000 Kaset Video  10.  Arkon Sbl ‟45: 3 inv.000  Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto  4.000  10. Kartografi kartografi.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 4 PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 1. 3. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara Mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009. 4. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar. Jumlah pameran arsip 5 Pameran 7 Pameran yang diselenggarakan (6) (7) (8)  Video: 200 Video: 200  Video: 200 Kaset Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset Kaset 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 1 KPU pusat 7 Instansi dan 7 (KPUD) Instansi Provinsi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 6 Instansi (KPUD) Provinsi Direktorat Akuisisi Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 15 Instansi 13 Instansi 14 Instansi 14 Instansi 14 Instansi Jumlah tokoh/ pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 4 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 6 Tokoh 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 7 Daerah 79 . Jumlah naskah sumber 6 Naskah 7 Naskah arsip yang diterbitkan 10. Jumlah laporan hasil 2 Laporan 4 Laporan pengujian arsip/protap 1 Protap dan bahan kearsipan 9.(Prioritas K/L) Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu. Terlaksananya Penyelamatan dan (4) (5) Lembar Kaset  Video:  Audio : 300 200 Kaset Kaset  Audio : 300 Kaset 8. Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah. 2. Pembangunan.

Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009. Terlaksananya Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan dan Pemekaran Wilayah serta Konflik di Daerah Melalui Wawancara Sejarah Lisan 11. 5. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan Mengenai INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 10 Parpol 8 Parpol 7 Parpol 7 Parpol 7 Parpol Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Instansi 6 Instansi 7 Instansi 7 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 8 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan Jumlah tokoh/pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh 9 Tokoh 9 Tokoh 8 Tokoh 8 Tokoh - 7 Tokoh 9 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 3 Tokoh 3 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 80 . 9. 7. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh/Pelaku Sejarah 10. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan. 8.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pelestarian Arsip Pilkada. 6. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi. OPM. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 6 Instansi 5 Instansi 5 Instansi 6 Instansi 6 Instansi Jumlah peserta workshop 50 Orang penyelamatan dan Peserta pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - - - - 10 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah daftar arsip yang diolah - 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 2 Daftar Direktorat Pengolahan Jumlah daftar arsip diolah 6 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 81 . Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN 13. 3. Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN Sebagai Dampak Revitalisasi 14. 2. Terlaksananya STATIS Pengolahan Arsip Konvensional VOC. Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangunan Negara Indonesia 15. RMS dan Konfilk Lainnya 12. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda. Terlaksananya Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia PENGOLAHAN ARSIP 1.

Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara. 6. 11. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm. 5. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2012 (6) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2013 (7) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2014 (8) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 3 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - 10. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi. 12. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Konvensional Setelah Tahun 1945. 7. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 82 . Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 14. 8. Terlaksananya Pengolahan Arsip Peta(Kartografi). Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 80 orang 13. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto. Terlaksananya Pengolahan Arsip Elektronik. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video. 9.

000 Berkas 10. (Prioritas K/L) Terlaksananya 2.000 M‟ 6.000 Berkas 10.000 Reel 3.000 Berkas 10. Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode.000 record 180. Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip).000 M‟ 27.000 M‟ 6.000 Kaset 83 .000 Kaset 5.000 M‟ 27. Terlaksananya 4.000 Kaset 5.000 Berkas Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata - 6.000 record PRESERVASI KEARSIPAN Jumlah daerah bencana yang arsipnya diselamatkan 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Direktorat Preservasi Jumlah arsip yang di barcode 10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Politik yang Diakuisisi. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 16.000 Kaset 5.000 record 160.000 Kaset 5.000 M‟ 27.000 Berkas 10. Penyimpanan dan Penataan Arsip Film. Terlaksananya 6.000 M‟ 6. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penataan 3.000 Reel 6. Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan Terlaksananya 5.000 Reel 6.000 Reel 6.000 record 200.000 M‟ - 27. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana. Penyimpanan dan Penataan Arsip Video INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 2011 (5) 1 Daftar 2012 (6) 1 Daftar 2013 (7) 1 Daftar 2014 (8) 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah data yang dipelihara - 140.000 M‟ 3. 15. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan Data yang Diolah 1.000 Reel 6.

000 Kaset Video  10.000 Lembar Negatif Foto  4.000  2.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Rell Film  3.000 Lembar 10.000 Roll Mikrofilm  4.000 Lembar 10.000 Kaset  6.000  2. Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru.000 Kaset Video  10. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm.000 Roll 2014 (8) 2.000 Roll Mikrofilm  4.000 Rell Film  3. Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan.000 Kaset 84 . Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional. Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi  2.000 Kaset  6.000 Kaset Video  10. 11. 9.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Rell Film  3.000 Roll 2012 (6) 2. INDIKATOR (3) Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi 2010 (4) 2.000 Lembar 10.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Roll UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8.000 Roll 2011 (5) 2.000  2.000 Rell Film  3.000 Lembar 10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7.000 Rell Film  3.000  2. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto. 12.000 Lembar 750 Lembar 10.000 Roll Mikrofilm  4. 10. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) dan Rekaman Suara.000 Kaset Video  10.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll 2013 (7) 2.000 Roll Mikrofilm  4.000 Lembar Lembar Lembar Lembar Lembar  900  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar Lembar Arsip Arsip Arsip Arsip Arsip Keraton Keraton Keraton Keraton Keraton 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar  6.000 Kaset  6. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional.000 Kaset Video  10.000 Kaset  6.

000 M3 15. didigitalisasi Terlaksananya Pengujian Jumlah laporan hasil arsip dan bahan pengujian arsip/protap kearsipan. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda.500 Lembar Lembar  Peta : 100  Peta : 200 Lembar Lembar  Kertas : 500  Kertas : Lembar 1.000 M3 1 Set Server 15.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian 15.8 M3  Foto : 2. 15. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto.500  Foto : 2.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Alih Media Arsip Film. INDIKATOR 2010 2011 (5) 100 Reel 2012 (6) 500 Reel 2013 (7) 500 Reel 2014 (8) 500 Reel 13. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm Luas gedung yang di fumigasi 14.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian  Foto : 2. - 19. 21.000 Lembar  Video : 200  Video : 200 Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset  4 Laporan 4 Laporan pengujian pengujian  1 Unit Peralatan Pengujian 15.208. Terlaksananya Jumlah arsip video dan Digitalisasi Arsip Video rekaman suara yang dan Rekaman Suara. (3) (4) Jumlah arsip film yang di 100 Reel alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia 4000 Lembar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah microfilm yang di 1500 Roll alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat Jumlah arsip statis yang didigitalisasi 300 Roll 500 Roll 500 Roll 500 Roll 17. 2 Laporan 1 Protap 20. 14.000 M3 1 Set Digital Film Scaner  Foto : 2.000 M3 - Jumlah alat/peralatan alih 1 Paket alat media film dan microfilm penyambung Mikrofilm 2 Paket 85 . Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional.500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1. - 18. dan Kertas).500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1. Peta. 16. Terlaksananya Alih Media Microfilm.

2. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”.(Prioritas K/L) Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah . Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. 3. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Citra Nusantara Jilid V. (Prioritas K/L) Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah Direktorat Pemanfaatan Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku Jumlah paket kegiatan operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) - - - - - 86 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 (4) peralatan alih media dan microfilm 4 Naskah 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 22. PEMANFAATAN ARSIP 1. 5. 4.

1500 orang - 1600 orang 1700 orang 1800 orang 100% 87 .626 Hal 4.000 Arsip 65. 5 kali Pameran - 7 kali Pameran 7 kali Pameran 7 kali Pameran 1 Rakornas 1 Rakornas 1 Rakornas 7 kali Pameran 1 Rakornas 11.000 Arsip 9.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan Terlaksananya Fasilitasi Teknik Pelayanan Pemanfaatan Arsip Statis Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45.626 Hal 4.000 Arsip 65.000 Arsip 65.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 12. dan Kartografi Terlaksananya Pameran Kearsipan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Informasi Arsip Statis Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 6.626 Hal 7. 65. Media Baru. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi 6 Perguruan Tinggi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 4. Jumlah brosur yang disebarluaskan .626 Hal dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45. (3) (4) Balai Arsip Tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jumlah buku langka yang 4. 10.000 Arsip 65.Jumlah tamu . 8 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 8.626 Hal 4.

Persentase 70 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Jumlah pedoman. 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2. Sistematis.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan yang Andal. Utuh. Persentase 80 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system kearsipan dinamis dan statis yang akan menjadi NSPK 2. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 80 % 80 % 2012 (6) 80 % 2013 (7) 80 % 2014 (8) (3) (4) 1. jurnal kearsipan 1 Hasil Kajian 1 Jurnal UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 70 % 75 % 80 % 80 % PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL 1.hasil 2 Pedoman kajian. Jumlah pedoman dan hasil kajian 2 Pedoman 2 Hasil Kajian 1 Pedoman 2 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 88 . dan Menyeluruh.

Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3. Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 89 . Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam Rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan dalam Mengelola Arsip Dinamis. Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 5. Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 4.(Prioritas K/L). Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Nasional (JIKN). Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 6. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.

INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN Jumlah hasil kajian/ NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian Pusat dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 90 . 7. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi. 8. Kabupaten/Kota) untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama dalam Menyelenggarakan JIKN. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam Rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. 11) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Kearsipan Daerah dalam Rangka Meningkatkan Standar Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif dan Jati Diri Bangsa.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 12) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik. 13) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 14) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 15) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada Pada JIKN 16) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 17) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstraksi Informasi Publik yang Dikecualikan yang Terkandung dalam Arsip Baik dalam Format Kertas maupun Elektronik INDIKATOR 2010 2011 2012 2013 2014 (3) (4) Jumlah hasil kajian/NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian 1 Hasil kajian - 1 Hasil kajian 1 NSPK 1 Hasil Kajian Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan isi basis data 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data Jumlah hasil kajian/NSPK 2 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Jumlah Pedoman 1 Pedoman - - - - 91 .

Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 20 % 20 % 20 % 20 % 20 % 100% 100% 100% 100% 100% 90% 90% 90% 90% 90% 92 . Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaan Kearsipan yang Dimuat bidang kearsipan yang di Media Massa maupun disajikan melalui Elektronik media massa maupun elektronik Terwujudnya 4. 19) Terlaksananya Rakornas JIKN 20) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI Melalui Internet 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian/NSPK 2010 (4) 2011 2012 2013 2014 (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 113 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 140 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 150 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 160 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 170 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2 3 1. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 18) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan.

Persentase Pegawai yang penempatan pegawai Ditempatkan Sesuai sesuai dengan Keahliannya kompetensi Terwujudnya Pelayanan 11.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Meningkatnya Jumlah Produk Hukum Kearsipan Yang Disahkan Menjadi Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 100% 2011 (5) 100% 100% 2012 (6) 100% 2013 (7) 100% 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 5. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 6. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 7. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 9.682 orang 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 93 .penataus yang Baik dan Tepat ahaan anggaran/ Waktu barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 13. Persentase Pengelolaan peningkatan kualitas Administrasi Keuangan pengelolaan. Persentase ketepatan Administrasi pelayanan Kepegawaian pengurusan pegawai Meningkatnya Jumlah 12. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeriks Pemeriksaan aan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 100% 100% 100% 100% 100% 2900 orang 90% 4350 orang 90% 5525 orang 90% 9788 orang 90% 14. Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 8. Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 10.

3 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. EVALUASI DAN PELAPORAN.2 buah iklan di 20 stasiun radio dg 50 tayangan. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Jumlah dokumen rencana 3 Dokumen kinerja tahunan yang dihasilkan 2 Kali talkshow di TV dan Radio. Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia. 3 Kali talkshow di TV dan Radio.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) ANRI yang Ditindaklanjuti Meningkatnya Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Jasa Kearsipan Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. 2 buah iklan di 30 media cetak dengan 20 kali tayang 3 Dokumen 3 Dokumen Jumlah dokumen penetapan kinerja yang dihasilkan . (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) ditindaklanjuti 14. 1 buah iklan di 10 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 3 buah iklan di 5 stasiun TV dg 50 tayangan.3 buah iklan di 3 stasiun radio dng 100 tayangan 2. 3 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan. 4. Terlaksananya Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 2 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan.Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen - - - 1 Dokumen 94 . KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 1. 1 buah iklan di 5 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 1 Kali talkshow di TV dan Radio. 2 buah iklan di 20 media cetak dengan 20 kali tayang 3 buah iklan di Biro 10 stasiun TV Perencanaan dg 50 tayangan. 2 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. 3 buah iklan di 2 stasiun TV dng 100 tayangan. Jumlah instansi/perusaha-an yang memanfaatkan jasa kearsipan Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 10 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN.2 buah iklan di 10 stasiun radio dg 50 tayangan. 3.

Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 5. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Jumlah dokumen PO yang 1 Dokumen dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 10. Jumlah dokumen rencana 4 Dokumen anggaran yang dihasilkan 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 9. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) (Renstra ANRI). Jumlah pedoman yang dihasilkan - 1 Dokumen - 1 Dokumen - 7. Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 8. Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI). INDIKATOR (3) Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan 2010 (4) 2011 (5) 1 Dokumen 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 6. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 95 . Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia.

19. Jumlah laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 15. 20.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 11. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus(SBK). 17. Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. Jumlah SBK yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 13. Terlaksananya Penyusunan Executive Report Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI 2004-2009 Terlaksananya Penyelesaian . Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Jumlah HPS yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 14. 18.% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan 4 Laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 1 Laporan 100% 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah naskah dinas 6000 Berkas 6500 Berkas 1 Laporan 7000 Berkas 7250 Berkas 7500 Berkas 96 . Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. . TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB.Jumlah dokumen LAKIP ANRI 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 16. Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI. INDIKATOR (3) Jumlah sistem aplikasi 2010 (4) 1 Sistem 2011 (5) 1 Sistem 2012 (6) 1 Sistem 2013 (7) 1 Sistem 2014 (8) 1 Sistem UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12.

Jumlah Pengelolaan/Pengembang an website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting 10 Kali siaran berita TV. dan Radio.5 kali berita di media cetak 1 Paket 20 Kali iklan di TV. 20 kali siaran berita.30 kali iklan di media cetak 50 Kali iklan di tv. 36 kali perekaman TV 60 Institusi 180 Kali 200 Kali liputan. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak.3kali talk show di radio. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting. 10 kali siaran berita Radio. liputan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Ketatausahaan Pimpinan.3kali talk show di radio. 40 kali siaran berita. 10 kali siaran berita. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI. 84 kali perekaman TV 300 Institusi 250 Kali Liputan. Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas 152 Kali liputan. Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 22. 30 kali siaran berita. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan. 96 kali perekaman TV 350 Institusi 26. 2kali talk show di TV. 1kali talk show di TV.Televisi.40 kali iklan di media cetak 1 Paket 1 Paket 3 Kali 6 Kali 6 Kali 12 Kali 12 Kali 25. 72 kali 50 kali perekaman TV perekaman TV 150 Institusi 250 Institusi 220 Kali liputan. Terlaksananya Pengelolaan/Pengemba ngan Website ANRI.20 kali Iklan di media cetak 1 Paket 40 Kali iklan di TV. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa. 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 97 .1kali talk show di radio. 24. 2 kali talk show di TV. 3 kali talk show di TV. 114 Kali 125 Kali 150 Kali 175 Kali 200 Kali 27.1kali talk show di radio. 23.3 kali talk show di radio. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 21.10 kali iklan di media cetak 1 Paket 30 Kali iklan di TV. Terlaksananya Forum Bakohumas. 1kali talk show di TV.

1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 37.000 Eks Leaflet 1 Kali 25 Kali 1 Kali (3) (4) Jumlah hearing DPR yang 5 Hearing disusun DPR Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 8 Kali Temu Teknis Eselon I  4.000 Eks Leaflet 1 Kali 5 Kali 1 Kali (6) (7) 5 Hearing DPR 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  8. 1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali 5 Kali 98 . 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 38. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya penyusunan bahan hearing DPR Terlaksananya Temu Teknis di Lingkungan Unit Eselon I Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Booklet dan Leaflet Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI Terlaksananya Safari Lembaga Terlaksananya Pembuatan CD Interaktif Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (Media Center) Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga INDIKATOR 2010 2011 (5) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  7.000 Eks Leaflet 1 Kali 10 Kali 1 kali 2012 2013 2014 (8) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  10.000 Eks Leaflet 1 Kali 20 Kali 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29.000 Eks Booklet  1.000 Eks Booklet  1. Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 36.751 Eks Booklet  1.000 Eks Booklet  1. Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 34.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 28. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 35.500 Eks Booklet 1.000 Eks Leaflet 1 Kali 15 Kali 1 Kali 8 Kali Temu Teknis Eselon I  9. 30. 31. 32. 33.

Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja. DAN PENGELOLAAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN ANRI 1. 600 Peraturan. (Prioritas K/L) Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH . 1 3 PP dan 21 Inpres. (Prioritas Bidang) INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 2011 2012 (6) 30 Perka ANRI 2013 (7) 2014 (8) - (4) (5) 4 PP. dan 1 Perka ANRI Perka ANRI UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian 2. Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan dengan beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri. 3. Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan. (Prioritas K/L) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah dan Pusat Serta Referensi Hukum.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun . PEMBINAAN ORGANISASI DAN KETATALAKSANAA N. 4. 70 referensi 25 SOP 550 Peraturan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PENINGKATAN LAYANAN HUKUM. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 650 Peraturan. 50 referensi 50 referensi 50 referensi 50 referensi 30 SOP 30 SOP 30 SOP 35 SOP 100% 10 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 99 . (Prioritas K/L) Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - 5.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 500 Peraturan. 700 Peraturan.

penerimaan. penggunaan. Jumlah peraturan tentang penciptaan. Pemeliharaan.pemeliharaan. Penataan dan Pengelolaaan Arsip. Penggunaan. Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Sistem Administrasi Negara dalam Rangka Memposisikan Arsip. Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 195 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 8. (Prioritas K/L) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri. Penataan dan pengelolaaan arsip - 2 Peraturan 1 Peraturan - - 10. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemberian Bantuan Beasiswa Diploma. Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 9. Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 1 PP 5 Perka - - 11. Terlaksananya Pembentukan Peraturan INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 55 Orang 2011 (5) 55 Orang 2012 (6) 55 Orang 2013 (7) 55 Orang 2014 (8) 55 Orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7. Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses - 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 100 .Sarjana dan Pascasarjana.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Standar Pelayanan Arsip. Penerimaan. Terlaksananya Pembentukan Peraturan yang mencakup Materi tentang Penciptaan.

CPNS Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan Tunjangan mendapat tunjangan Pengelolaan Arsip kompensasi sesuai nilai Statis. Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI. efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah mekanisme Penyusunan penyediaan informasi Mekanisme Penyediaan Publik yang disusun Informasi Publik di ANRI. 15.% Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional. Jumlah peraturan Kepala 1 Perka ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI 1 Perka - 1 Perka 1 Perka - 13.Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI . Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan pelatihan Pelatihan CPNS. INDIKATOR (3) pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12. Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI. dan tingkat dampak resiko 1 Perka 1 Perka - - 100% 1 Perka - - - - 91 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang - 568 Orang 598 Orang 628 Orang 658 Orang 101 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tentang Kriteria Arsip dan Proses Pembuatan Arsip yang Memenuhi Aspek Keabsahan. . 14. 16.

25. Terlaksananya . 20.Jumlah peserta diklat UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 250 Orang 275 Orang 285 Orang 305 Orang 325 Orang 140 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang 100% 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 150 Orang 170 Orang 190 Orang 210 Orang 220 Orang 100% 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 102 .Tersedianya sistem Fungsional.Jumlah pejabat Penilaian Angka fungsional yang dinilai Kredit Jabatan . Terlaksananya .Tersedianya sistem Pegawai. rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah peserta ujian dinas Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan Terlaksananya Poliklinik/Obat-Obatan INDIKATOR 2010 (4) 526 Orang 2011 (5) 546 Orang 2012 (6) 576 Orang 2013 (7) 600 Orang 2014 (8) 620 Orang 17. Terlaksananya Diklat Jumlah peserta diklat Pimpinan II-IV pimpinan II-IV Terlaksananya Diklat . 24. 22. penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah standar tentang Penyusunan/pekompetensi jabatan nyempurnaan Standar struktural Kompetensi Jabatan Struktural. 18. 21. (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan mengalami kenaikan gaji Administrasi Kenaikan berkala dan kenaikan Pangkat dan Gaji pangkat Berkala.Jumlah peserta tes Penyusunan Formasi CPNS dan Pengadaan . 23. 19.

% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai . 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 29. Terlaksananya Pelantikan dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural 250 Orang 255 Orang 260 Orang 265 Orang 270 Orang 28. 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 100% 30.Jumlah pegawai yang dibina . Terlaksananya Penyempurnaan 1 Buku 1 Buku - - - 103 . Terlaksananya Pembinaan Pegawai 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 100% 100% 27.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang disempurnakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) teknis kepegawaian .Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) .Jumlah pejabat struktural yang mengikuti uji kompetensi .Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) .

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI Terlaksananya Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 31. 2009 Terlaksananya Jumlah produk hukum  70 Instansi Penyebarluasan yang disebarluaskan Pusat Produk Hukum  50 Instansi Daerah  30 Perguruan Tinggi Negeri Terlaksananya Jumlah pembahasan 250 Kali Harmonisasi dan rancangan keputusan di Sinkronisasi lingkungan ANRI Keputusan Kepala ANRI Terlaksananya .d. 36.Jumlah pedoman pola 1 Pedoman dasar mutasi pejabat struktural yang disusun . 34.Jumlah pegawai yang 200 Orang Penyuluhan Hukum mendapat penyuluhan 1 Pedoman - - - 1 Pedoman 1 Pedoman - - 100% 200 Eks 100 Eks 100 Eks 100 Eks  70 Instansi Pusat  50 Instansi Daerah 30 Perguruan Tinggi Negeri 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 100 Instansi di :  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 250 Kali 250 Kali 250 Orang 200 Orang 200 Orang 200 Orang 104 . 33. 32. Jumlah standar 1 Pedoman kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun . 35.Tersedianya sistem mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah perka dan kepka 500 Eks Pencetakan Perka Dan ANRI yang dicetak Kepka ANRI ANRI tentang Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s.

disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI Terlaksananya Jumlah naskah perjanjian Kerjasama Luar kerja sama Negeri Terlaksananya Rakor Jumlah peserta rakor Penyelesaian penyelesaian mekanisme Mekanisme Kerja kerja antar unit di Antar Unit di lingkungan ANRI Lingkungan ANRI Terlaksananya Jumlah peserta seminar Seminar Kearsipan dan kesehatan dan kearsipan Kesehatan Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan harus dibayar gaji. lembur.Honorarium. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Makanan mendapatkan makanan dan Minuman dan minuman penambah Penambah Daya Tahan daya tahan tubuh Tubuh. Gaji. dan tunjangan Tunjangan. 2. 40. 38. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Pakaian mendapatkan pakaian UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5 Peraturan 5 Peraturan - - - 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 526 Orang - 576 Orang 600 Orang 620 Orang 536 Orang 556 Orang 576 Orang 596 Orang 616 Orang Biro Umum 200 Orang 230 Orang 264 Orang 304 Orang 349 Orang 536 Orang 593 Orang 652 Orang 717 Orang 789 Orang 105 . PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN ANGGARAN SERTA PELAYANAN PENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS ANRI 1. 3.Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif.Lembur.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pegawai ANRI INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) 37. 39. (3) hukum . dan Honorarium.

560 Surat  4. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor.850 Surat Keluar Keluar 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 106 . Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet. Terlaksananya Pembayaran Jasa Keamanan dan Kebersihan. 23 Item 25 Item 30 Item 35 Item 40 Item 8.840 Surat  2. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung. Jumlah bulan pembayaran 12 Bulan langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 9. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas.  4. 12.790 Surat  2. INDIKATOR (3) dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 15 Gedung 2011 (5) 17 Gedung 2012 (6) 17 Gedung 2013 (7) 17 Gedung 2014 (8) 17 Gedung UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 7.820 Surat Keluar Keluar  4.540 Surat masuk masuk  2. Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara 139 Unit 60 Unit 65 Unit 70 Unit 75 Unit 6. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dinas Pegawai Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor. 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 10.580 Surat masuk masuk  2.625 Surat Keluar Jumlah bulan pembayaran 12 bulan honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran 12 bulan jaringan internet  4. 11.520 Surat  4. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.500 Surat masuk  2.

000 Item 200 Item BMN 150 Item rusak berat BMN rusak berat 6.500 Item 17. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan. 15. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan. 16. 300 Item BMN rusak berat 5.544 Orang 31 Daerah 3 Negara Jumlah laporan keuangan 3 Laporan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus 1 Paket 32 Daerah 4 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 5 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 6 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 7 Negara 3 Laporan 1 Paket 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 20. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Rumah Tangga. Terlaksananya Inventarisasi BMN. 14. 17.000 Item 22. 13.513 Orang 17.500 Item 18. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN. INDIKATOR (3) Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan.000 Item 10.000 Item 100 Item BMN rusak berat 7. Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN 107 . Terlaksananya Implementasi SAPP. 23.500 Item 5. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas. 1 kali - 1 kali 1 kali 1 kali 21. Terlaksananya operasional perkantoran.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas 2010 (4) 12 bulan 2011 (5) 12 bulan 2012 (6) 12 bulan 2013 (7) 12 bulan 2014 (8) 12 bulan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 13.685 Orang 16.000 Item 250 Item BMN rusak berat 6.350 Orang 14.768 Orang 19.000 Item 15. 19.000 Item 19. 18.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor.

Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map. 33. Terlaksananya Penyusunan Prosedur INDIKATOR 2010 2011 (5) 30 Item 2012 (6) 35 Item 2013 (7) 40 Item 2014 (8) 45 Item 24. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan bahanbahan Kearsipan. 75% 27. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris. Jumlah bukti kepemilikan 135 Aset (aset)arsip yang diamankan 136 Aset 137 Aset 138 Aset 140 Aset 32. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 29. Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumahtanggaan yang 1 Juklak - - - - 1 Protap - - - - 108 . Terlaksananya Pengamanan.27 Item bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan e-procurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 25. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 26. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP. (3) (4) Jumlah pengadaan bahan. 20 Kali 25 Kali 30 Kali 35 Kali 40 Kali 30. 1 Kali - 1 Kali 1 Kali 1 Kali 28. 120 Kali 122 Kali 124 Kali 126 Kali 128 Kali 31.

39. 35.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tetap Kerumahtanggaan. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital. - 1 Pedoman 1 Daftar 1 Pedoman 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 37. 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 43. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif. 36. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI. Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang 1 Juknis 1 JRA 1 Juknis - - - 42. Jumlah basis data - 300 Item 300 Item 300 Item - 41. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga. Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga. Terlaksananya Pembuatan INDIKATOR (3) disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah Pedoman Jumlah Daftar Arsip vital 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 34. 3 Contoh Kearsipan - 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 109 . Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah. Jumlah pedoman Jumlah daftar arsip - 1 Daftar 100 Record 1 Daftar 200 Record 300 Record - 40. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Jumlah daftar Arsip - 1 Daftar 1 Daftar - - 38. Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI.

Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI.% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) . Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil audit - 100% WTP 6 laporan 9 laporan 12 laporan 15 laporan Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi 8 laporan 12 laporan 15 laporan 18 laporan 20 laporan 110 . 44. 100 arsiparis 12 Laporan 70 Unit kerja. 97 arsiparis 10 Laporan 70 Unit kerja.Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif (pengarusutamaan) . Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 46.Jumlah laporan hasil pengawasan . 100 arsiparis 17 Laporan 100% Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 2. Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 47. Terlaksananya Lomba Kearsipan di Lingkungan ANRI. 3. 1.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Laboratorium Sistem Kearsipan. Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana 6 Laporan . INDIKATOR (3) dibuat Jumlah pedoman 2010 (4) 2011 (5) 2012 2013 (7) Sistem Kearsipan 2014 (8) Sistem Kearsipan - (6) Sistem Kearsipan 1 pedoman - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 70 Unit kerja. Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 45. 100 arsiparis 14 Laporan 70 Unit kerja.

Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dekonsentrasi. 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 8. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah. 5 Laporan 6 Laporan 6 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. 9. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 6.% Penyelesaian tindak lanjut atas  2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil  100%          100%  100% 100% 111 .Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif (pengarusutamaan) . 11. Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III Terlaksananya pengisian LHKPN Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 100 orang 2012 (6) 120 orang 2013 (7) 140 orang 2014 (8) 160 orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor. 10. % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) .

jasa kearsipan Terlaksananya Jumlah Instansi yang Presentasi Aplikasi dilakukan presentasi Pengelolaan Dokumen/ aplikasi pengelolan Arsip Inaktif Berbasis dokumen/arsip inaktif T.I. DAN PERAWATAN KEARSIPAN 1. berbasis T. Pemeliharaan pemerintah dan swasta dan Perawatan Serta yang menggunakan jasa Penyimpanan Arsip penataan.I.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah laporan hasil Monitoring/ Evaluasi monitoring pasca layanan Pasca Layanan Jasa. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 1. Terlaksananya Jasa Jumlah instansi Penataan. PENYIMPANAN. 3.. dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial Meningkatnya Efektifitas Persentase pemenuhan Pemenuhan Sarana dan sarana dan prasarana Prasarana Kantor untuk kantor untuk mendukung Mendukung Layanan layanan arsip 100% 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 14 instansi - - - - 100% 100% 100% 100% 100% Sekretaris Utama 112 . pemeliharaan Komersial. (3) (4) pengaduan yang disampaikan masyarakat (pengarusutamaan) 15 Instansi .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN. . 4.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi Pusat Jasa Kearsipan 2.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Arsip INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1. Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik - 1 Gedung D. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip. Fumigasi Arsip. 1 lantai basement Gedung E - 1 Gedung C 2 Gedung (Gedung E dan F) - 4. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip. Jumlah peningkatan/ 3 Paket Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Pengadaan tanah di Jakarta 7000 m2 . Bogor 5 ha 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 2 unit lift Gedung Depo 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 1 titik sumur artesis. - 5. 1 Gedung 1 Gedung - - - 3. Terlaksananya Rehabilitasi/Reno-vasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. (Lanjutan) Tahap IV. Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip - - 2 Lantai Gedung B - - Biro Umum 2. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Terlaksananya Peningkatan/Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. 1 unit peralatan gondola 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 113 . Terlaksananya Jumlah pembangunan Pembangunan Gedung gedung kantor ANRI Kantor ANRI Pusat dan pusat dan Pusdiklat Bogor Pusdiklat Bogor.

TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik INDIKATOR (3) Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 1 paket 2011 (5) 1 paket 2012 (6) 1 paket 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 114 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6.

Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya 4. Persentase lembaga Efektifitas Negara dan badan Penyelenggaraan pemerintah pusat Sistem Kearsipan di yang memiliki Lembaga Negara dan pedoman kearsipan Badan Pemerintah secara terpadu Pusat 3.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 1 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1. Persentase lembaga Pengelolaan Arsip dan unit kearsipan Baik Dinamis maupun yang sudah Statis yang Efektif dan terakreditasi Efisien di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya 2. Persentase hasil Efektifitas rekomendasi evaluasi Penyelenggaraan yang digunakan Sistem Kearsipan di sebagai input Lembaga Kearsipan penyempurnaan Daerah Provinsi dan sistem kearsipan bagi Kabupaten/Kota lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 115 .KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIATA N (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp.

PROGRAM/KEGIATA N (1) 4

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terwujudnya Efektifitas Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan TOTAL PROGRAM INDIKATOR (3) 5. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

21.487.278 - Jumlah lembaga/unit kearsipan dan arsiparis yang diakreditasi dan disertifikasi - % Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan,maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) - Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) - % Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik 195.000

28.730.150 230.000

29.345.500 350.000

28.336.200 400.000

31.237.080 450.000 Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan

PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN

9.

Terlaksananya akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan; (Prioritas K/L)

116

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10. Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis 11. Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya 12. Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional; 13. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya 14. Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) 15. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis 16. Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan INDIKATOR (3) (Pengarusutamaan) Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan tim penilai Angka Kredit Arsiparis Jumlah arsiparis yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 138.580 2011 (5) 150.000 2012 (6) 250.000 2013 (7) 275.000 2014 (8) 302.500

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

69.640

75.000

117.500

120.000

125.000

Jumlah peserta pemilihan arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi peraturan Menpan tentang tentang Jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah pertemuan munas kegiatan asosiasi arsiparis Indonesia (AAI) Jumlah pedoman mekanisme kerja arsiparis Jumlah orang peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan

688.250

635.594

800.000

900.000

1.000.000

77.060

-

100.000

120.000

135.000

20.000

20.000

50.000

60.000

70.000

49.516

-

-

-

-

137.600

155.000

200.000

230.000

245.000

117

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sertifikasi Kearsipan. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

1.375.646 Jumlah instansi pusat dan lembaga kearsipan daerah yang sudah menerapkan SIKD- TIK (Pengarusutamaan) 1.500 .000

1.265.594 2.000.000

1.867.500 2.300.000

2.105.000 2.600.000

2.327.500 3.000.000 Direktorat Kearsipan Pusat

PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT

11. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK); (Prioritas Bidang) 12. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan; (Prioritas K/L) 13. Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta; 14. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah

Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

-

1.500.000

1.500.000

1.500.000

1.500.000

Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yang dibina

-

700.000

750.000

920.000

1.100.000

Jumlah instansi pusat yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan

105.545

150.000

220.000

245.000

269.500

118

Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip INDIKATOR (3) Jumlah peserta evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 120.200 2014 (8) 160.000 19.000 150.620 150. Jumlah instansi yang mendapatkan supervisi kearsipan 80.000 90. dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.) OUTCOME/OUTPUT (2) Pusat.000 165.000 - - - - 119 .000 198.000 2013 (7) 145. Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 148. Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat.000 190.000 2012 (6) 132.000 170.000 20.455 150. Terlaksananya Konsultasi. Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. 16. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 17.000 125.000 90.000 160.000 110. Jumlah instansi pusat yang mendapatkan konsultasi. Pertimbangan. dan persetujuan jadwal retensi arsip (JRA) 109. Jumlah unit kearsipan teladan - 150.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15.000 18.000 235.000 200. Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka 150. pertimbangan.000 178.

Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip.000 2.010.750.000 8. Terlaksananya Arsip Masuk Desa.500.000.000 6.000 1.743 950.000 120 .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.144. (Prioritas K/L) 20.000 300.200 - - - - 296.000 6. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. (Prioritas K/L) 17.000.093. (Prioritas K/L) 19.000 4.620 Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 2. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah 150.779.000 7.200 2.000 400.260 250.500.000 5.000 990.000 450.080 Jumlah Kab/Kota yang memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah provinsi yang mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos kearsipan 930.000 Direktorat Kearsipan Daerah PEMBINAAN KEARSIPAN DAERAH 16.205.000.100.066.000 5.000 4.500.000 6.500. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK).) OUTCOME/OUTPUT (2) Dinamis Dalam Rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2.500.000 1.000 2. (Prioritas K/L) 18.467. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No.500 2.

000 295.000 420.000 275. 22. Terlaksananya Monitoring dan INDIKATOR (3) Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 250.000 Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 250.000 375.000 375.000 435.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 250. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota.000 121 .000 275.000 420.000 410.000 420. 24.000 2013 (7) 375.000 385.000 Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan - 250.000 Jumlah laporan monitoring dan evaluasi - 275.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2012 (6) 275. 21. 25. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.000 2014 (8) 360.270 250.) OUTCOME/OUTPUT (2) Kabupaten/Kota. 23. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota 26.000 350.000 Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan 296.000 375.000 275. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.000 275.

000 260.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Diklat .080 495.745.108 150.000 155.000 12.000 30.000 450. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat INDIKATOR (3) Arsip Masuk Desa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 27.000 28.645.000 230. Terlaksananya diseminasi dan sosialisasi Norma. Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 300.000 400.000 385.000 300. 29.000 200.Tersusunnya Fungsional Arsiparis.075 12.) OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan.000 200.000 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 122 .581 348. Pedoman.000 - 200.000 130.000.000 350. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.469.000 350.000 185.000 155.000 11.Jumlah Angkatan Penciptaan Jabatan . rencana (Prioritas K/L) peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 12.415.000 12. Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah 152.000 175.000 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN TOTAL KEGIATAN 12. Standar.

800 60. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.000 2013 (7) 5.000 40.000 300.000 73.000 2012 (6) 5. dan Kurikulum Diklat Kearsipan 17.000 123 .300.000 35. Terlaksananya Penyusunan Modul.475.000 25.000 40.361 75.000 66.015 55.000 250.000 85.000 110.000 65.000 55.600.400.000 90.000 200.000 - 182.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah modul dan kurikulum diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah perpustakaan kearsipan yang dikembangkan Jumlah laporan evaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara 800. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara INDIKATOR (3) Jumlah provinsi penerima dana dekon 2010 (4) 3. Terlaksananya Diklat Kearsipan melalui Dana Dekonsentrasi.556 340.000 35.000 250.000 2014 (8) 6.000 55.000 200. Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 19.(PNBP) 16. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 22.630. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 20.220 30.000 65.) OUTCOME/OUTPUT (2) 13.000 2011 (5) 4.000 - 1.000 34.000 125.760 130.000 - 1.000 200. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 21.330.475 408.000 75.000 125.000 300.600. (Prioritas K/L) 14.000 100. Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan 18.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.600 724.000 166.800. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.000 1.043 75.000 85. 15.

Jumlah guide arsip konvensional. kartografi dan kearsitekturan yang dibuat 14. dan Guide yang Dapat Dimanfaatkan untuk Kepentingan Publik 11.548. Jumlah arsip yang diakuisisi 12.elektronik.520.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23. elektronik.431 6.556 8.000 2013 (7) 130.166.000 8.082 2011 (5) 100. dan kearsitekturan yang dibuat 15.000 2014 (8) 150.000 2012 (6) 110. Pusdiklat Kearsipan INDIKATOR (3) Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat 2010 (4) 109.000 Deputi Bidang Konservasi Arsip 2 13. audio visual. Inventarisasi Arsip. audio visual. Jumlah inventaris arsip konvensional.000 9.715. Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip 5. audio visual.604. dan kearsitekturan yang 124 . Terlaksananya T. Jumlah daftar arsip konvensional.U. kartografi. kartografi.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Meningkatnya Penilaian dan Akuisisi Arsip untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta untuk Menjamin Terselamatkan dan Terlestarikannya Arsip Demi Generasi Mendatang Meningkatnya Pengolahan Arsip Demi Terwujudnya Daftar Arsip.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. elektronik.

Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 20.514 141.560.985 Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 200.543 11.868. Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7. Jumlah arsip rusak yang direstorasi 17.543 12. Pembangunan.951 285.643 420.953. Jumlah arsip yang dialih media/ reproduksi 18.000 203.543 14.000 125 .141 365. Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009.100 155. dan Keamanan Arsip dari Bahaya Kerusakan Arsip maupun Informasinya 4 Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu.268.) OUTCOME/OUTPUT (2) dibuat 3 Meningkatnya Preservasi Arsip Demi Terwujudnya Pemeliharaan. Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap dan bahan kearsipan 19.459 260.454. Penataan.100 235.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. (Prioritas K/L) Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 117.000 8.543 Direktorat Akuisisi PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 16. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan TOTAL PROGRAM 16. (Prioritas K/L) 17.

000 190.000 135. Terlaksananya Penyelamatan Arsip organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan.) OUTCOME/OUTPUT (2) 18.000 85.000 140.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 65.000 140.000 160. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pilkada.000 210.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 72. 22.000 210.000 75.000 140.000 83.000 2011 (5) 63. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh Nasional/Pelaku Sejarah. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009. 20. 21. Terlaksananya INDIKATOR (3) Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 50.000 78.800 2014 (8) 110. 25. 24.000 175. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia.000 125.000 125. 23.000 100.000 165.000 126 .000 85. 19.000 125.000 115.000 94.000 140.100 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 150.000 190.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 110.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 75. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara.800 2012 (6) 76.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 100.000 Jumlah tokoh atau - 61. Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 100.500 2013 (7) 91.

000 60.000 61.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. RMS dan Konflik Lainnya Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN sebagai Dampak Revitalisasi Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangun-an Negara Indonesia Terlaksananya Penelusuran Jejak INDIKATOR (3) pengkisah yang diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26. OPM. 50.000 90.000 74.000 50. Jumlah tokoh atau pengkisah yang 100.000 28.000 27.000 72.000 210.000 110.000 83. Jumlah peserta workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 85.000 30.000 - - - - 29.580 175.000 135. Jumlah arsip yang diselamatkan 150. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi.000 127 .) OUTCOME/OUTPUT (2) Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan Dan Pemekaran Wilayah Serta Konflik di Daerah melalui Wawancara Sejarah Lisan.000 120. Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 200.000 - 110.000 94.000 190.

000 110.000 130.000 75.250 2. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film.609 570.443 200.000 120.000 210.408. Terlaksananya Pengolahan Arsip 564. 25.000 130. 22.000 89.500 175.325.000 Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 149.514 Jumlah daftar arsip yang diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah - 1.000 190. 19.043 175.000 100.643 230.427 100. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto. 23.000 60. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional VOC.500 1.023 157.000 115.000 92.000 589. 21.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1.337 312.000 PENGOLAHAN ARSIP STATIS 17.716. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara.000 190.000 100.000 150.000 93.000 75.302 50.096. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945.000 128 . 20. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm.000 155.000 135.320 28.000 155.000 171.000 Direktorat Pengolahan 625.000 100.000 2.000 85.000 170.000 135.417.000 110.000 110. 18. 24.000 95.

000 93.717.000 3.694.000 2013 (7) 235.655.000 85.000 80. 29.000 275. 28. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah.320 450.000 2014 (8) 250.000 235.109 460. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian Dan Keabsahan Data yang Diolah TOTAL KEGIATAN PRESERVASI KEARSIPAN 1.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.500 510.000 122. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi Politik yang Diakuisisi.000 65.500 100.000 155.000 77. 27. INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 206.406.000 31.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 115. 75.000 1.255 50.400 1.919 205. Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 117.600 80.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peta (Kartografi).000 115.750 400.000 2012 (6) 210.670 2011 (5) 115.000 120.000 2.043.000 Direktorat Preservasi 129 .000 95.000 95.000 71.000 85.000 110. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 32.000 2. Terlaksananya Jumlah daftar arsip diolah Jumlah data yang dipelihara - 75.510 Jumlah daerah bencana 500. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi.000 30. Terlaksananya pengolahan arsip elektronik.000 135.500 215.500 - 75.

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana; (Prioritas K/L) 2. Terlaksananya Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode; (Prioritas K/L) 3. Terlaksananya Penataan Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip); 4. Terlaksananya Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan 5. 6. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Film; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Video dan Rekaman Suara; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto; Terlaksananya INDIKATOR (3) yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

Jumlah arsip yang di barcode

500.000

404.393

450.000

475.000

490.000

Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip

-

78.125

80.938

90.000

90.000

-

78.125

80.938

90.000

90.000

36.457 65.307

100.000 50.000

195.000 103.219

215.000 120.000

235.000 145.000

7.

189.056

100.000

120.000

140.000

231.584

8. 9.

78.015 78.225

75.000

85.000

120.000

150.000

130

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional; Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional; Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan; Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru; Terlaksananya Alih Media Arsip Film; INDIKATOR (3) konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi Jumlah arsip film yang di alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia Jumlah microfilm yang di alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

10. 11.

282.912 55.900

250.000 25.106

300.834 27.617

335.000 30.378

350.000 33.416

12. 13.

145.628 105.187 40.145 166.422 -

150.000 100.000

150.000 105.000

165.000 130.000

185.000 175.000

14. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto; 15. Terlaksananya Alih Media Microfilm; 16. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda; 17. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto, Peta, dan Kertas); 18. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Video dan Rekaman Suara; 19. Terlaksananya Pengujian arsip dan bahan kearsipan;

125.000

130.000

150.000

165.000

Jumlah arsip statis yang didigitalisasi Jumlah arsip video dan rekaman suara yang didigitalisasi Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap

-

200.000

200.000

250.000

280.000

-

150.000

155.000

280.000

310.000

179.561

59.578

179.000

197.000

215.000

131

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 20. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional; 21. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm 22. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber; TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Luas gedung yang di fumigasi Jumlah peralatan alih media film dan microfilm Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber 2010 (4) 213.132 2011 (5) 150.000 2012 (6) 170.000 2013 (7) 195.000 2014 (8) 205.000

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

141.800

-

125.000

140.000

-

-

-

-

-

-

2.778.147 Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 355.450

2.555.327 330.000

3.057.546 359.004

3.572.378 400.000

3.860.000 475.000 Direktorat Pemanfaatan

PEMANFAATAN ARSIP

13. Terlaksananya penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”; (Prioritas K/L) 14. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Nusantara Jilid V”; (Prioritas K/L) 15. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V; (Prioritas K/L)

Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan

161.140

-

-

-

-

Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan

216.710

-

-

-

-

132

000 479. Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah . Media Baru dan Kartografi.000 2.) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.000 2014 (8) 275.708 130.000 2012 (6) 192.455 60.000 266. 22.000 2. (Prioritas K/L) 17.500 123.700 100.050 252.000 133 .000 2011 (5) 125. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 1. 20. 19.000 65.756. Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Arsip INDIKATOR (3) Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 2010 (4) 190. Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan.000 125.000 111.000 60.615.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah paket kegiatan Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam Jumlah buku langka yang dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45.000 65.000 735.000 250.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2.000 2013 (7) 215.000 150. Terlaksananya fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis.423. Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45.675.000 300.000 115.(PNBP) 21.959 - 450.200 513. Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam 18.700 280. Terlaksananya Pameran Kearsipan.000 474.000 160.000 635.000 135.

265.000 10.000 15.580 2.000 85.600 4.535.705. 24.000 30.000 134 .093.332.000 INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah tamu Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 60.814 3.590.612 4.000 4.200 - 62.142.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.500 3.955. 23.500 Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 2.200 75. Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Jumlah brosur yang disebarluaskan 12. Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur.025.733 3.) OUTCOME/OUTPUT (2) Statis.918.000 20.000 5.000 TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik TOTAL PROGRAM Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK 1.

800 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Jumlah pedoman dan hasil kajian 594.000 295. INDIKATOR (3) Jumlah pedoman. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.000 UNIT ORGANISASI 2014 PELAKSANA (8) (9) 388. Sistematis. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).000 2013 (7) 324.000 294.000 Jumlah hasil kajian - 200. dan Menyeluruh.000 220.703 300. Utuh.hasil kajian. (Prioritas K/L) 11.388 2011 (5) 200.000 135 .000 235.750 350.PROGRAM/KEGIATA N (1) PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp. jurnal kearsipan 2010 (4) 846. (Prioritas K/L) 10. 9.594 100.000 2012 (6) 270.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Yang Andal.

Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis.750 350. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) Kearsipan Daerah dalam rangka Meningkatkan Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif Dan Jati Diri Bangsa.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 125.000 115. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan Dalam Mengelola Arsip Dinamis. 14.000 Jumlah hasil kajian - 200.000 2012 (6) 220.750 2014 (8) 350.000 216.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 13.000 150.000 2013 (7) 294.200 136 .000 170.000 294. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 2011 (5) 200.000 220.000 180. 15.) OUTCOME/OUTPUT (2) 12.000 140.000 Jumlah hasil kajian - 100.

600 PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN 21) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . Jumlah hasil kajian/NSPK 117.000 2.600 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 273.000 137 .000 2.000 1.000 1. 16.325.000 318.000 381.000 294. 22) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik. Terlaksananya Jumlah Hasil Kajian Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan Pada Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi.982 Jumlah hasil kajian/NSPK 143.000 190.470.000 228.248 150.000 220.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.750 350.703 150.440.715.000 265.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.058.902 1. Kabupaten/Kota) Untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama Dalam Menyelenggarakan JIKN TOTAL KEGIATAN UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - 200.

199 200.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.400 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan basis data 37.000 60.000 316.200 Jumlah Pedoman 58.000 2013 (7) 72.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip Untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 24) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 25) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada pada JIKN 26) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 27) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstrasi Informasi Publik Yang Dikecualikan Yang Terkandung Dalam Arsip Baik Dalam Format Kertas Maupun Elektronik.500 45.350 30.000 220.120 Jumlah hasil kajian/NSPK 348. 28) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan.600 58.000 355.500 72.594 - - - - Jumlah hasil kajian/NSPK - 200.000 426.000 511.000 65.000 2014 (8) 86.000 93.900 2011 (5) 2012 (6) 60.000 78.600 87.800 138 . INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 52.000 264.

280 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaa Kearsipan yang n bidang kearsipan Dimuat di Media yang disajikan Massa maupun melalui media massa Elektronik maupun elektronik Terwujudnya 18.475 27. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 16.400 74.000 50. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 17.) OUTCOME/OUTPUT (2) 29) Terlaksananya Rakornas JIKN 30) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI melalui Internet TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 2010 (4) 250.600 2.000 60.860.007.000 2012 (6) 285. Persentase Produk Hukum penyelesaian Kearsipan Yang peraturan di bidang Disahkan Menjadi kearsipan 139 .235.598 1.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu Meningkatnya Jumlah 19.430 2011 (5) 207.500 1.000 2014 (8) 410.000 Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran 2 3 4 15.000 2013 (7) 342.550.094.030 25.030 1.

Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 21.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.penatau dan Tepat Waktu sahaan anggaran/ barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 27. Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 24.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 20. Persentase Pelayanan ketepatan pelayanan Administrasi pengurusan pegawai Kepegawaian Meningkatnya Jumlah 26. Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 22. Persentase Pengelolaan peningkatan Administrasi kualitas Keuangan yang Baik pengelolaan. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 23. Persentase Pegawai yang penempatan Ditempatkan Sesuai pegawai sesuai Keahliannya dengan kompetensi Terwujudnya 25. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeri Pemeriksaan ksaan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 140 .

237. Jumlah dokumen rencana kinerja tahunan yang dihasilkan 269.000 5.000 - - - 141 .941.332 675. Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 61.548 310. EVALUASI DAN PELAPORAN. 276. Jumlah Perusahaan yang instansi/perusaha-an Menggunakan Jasa yang memanfaatkan Kearsipan jasa kearsipan TOTAL PROGRAM 1.000 408. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI).520 752. KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 2.593 550.603 4.701 476.302 726.296.000 67.261 600.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) ANRI yang ditindaklanjuti Ditindaklanjuti 10 Meningkatnya Jumlah 28.000 62.182 74. Terlaksananya Jumlah dokumen Penyusunan Penetapan penetapan kinerja yang Kinerja Arsip Nasional dihasilkan Republik Indonesia.150 149.000 370.930.659 167.540 - - - 310.358 Biro Perencanaan PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN. Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 88.294.000 155.476 3. Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan - 275.000 57.490 135. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.

485 193.000 175.000 287.943 Jumlah dokumen rencana anggaran yang dihasilkan 276. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.000 150. 8.914 Jumlah dokumen PO yang dihasilkan 29.949 Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 56.000 172.639 65.000 74. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. 11. 6.000 - 172.475 321.750 85.450 482. 10. Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia.745 57.405 - Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 120.) OUTCOME/OUTPUT (2) Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI).000 45.000 414.128 365.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 51. 7.955 96. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.514 35.035 130.261 Jumlah sistem aplikasi 113. 9.000 375.166 142 . Terlaksananya Penyempurnaan dan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pedoman yang dihasilkan - 175.000 250.

000 65.000 250. Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009 20.112 163. 17. .000 115.000 80. Jumlah laporan 236.000 15.000 110.000 85.791 60.133 40. 16.000 235.244 70.000 142. Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI.924 308.000 70.000 63.000 59.884 70. Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja.000 Jumlah laporan 33.000 14.747 257. Jumlah SBK yang disempurnakan Jumlah HPS yang disempurnakan 42.000 200. 51.000 75.000 70. Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 Jumlah naskah dinas 300.000 143 .000 240. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus.000 125.827 13.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sosialisasi Aplikasi RAB.131 48.000 150.000 55.Jumlah dokumen LAKIP ANRI . 18.000 65. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).000 230. Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI.000 40. 19. Terlaksananya Penyusunan Executive Report.000 345.% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 63.000 190. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12.616 46.000 55.670 95. Terlaksananya Penyelesaian Ketatausahaan Pimpinan.736 345.000 175.000 85.000 95.000 55.

000 200.300 210.000 232.000 65.000 65.000 191. Terlaksananya Forum Bakohumas. 28.475 316.200 74.000 262.000 52.Televisi.000 95.955 180.000 450.600 42.000 100.000 80.000 495. Terlaksananya Pengelolaan/Pengem bangan Website ANRI.000 200.000 230.000 150. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak. 22.) OUTCOME/OUTPUT (2) 21.000 2011 (5) 90.000 495.000 2014 (8) 200.000 200.202 400.000 250.000 2012 (6) 150.000 216. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa.000 46.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.060 368. 27.000 287.000 100.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah Pengelolaan/Pengemban gan website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas Jumlah hearing DPR yang disusun Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I 33.000 65. Terlaksananya Penyusunan Bahan Hearing DPR 29. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan. 24. 26.000 144 . Terlaksananya Temu Teknis Di Lingkungan Unit Eselon I INDIKATOR (3) Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 2010 (4) 100. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting.000 85.000 2013 (7) 171.005 48. dan Radio. 23.640 68. 25.000 125.000 97.500 240. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI.000 30.000 250.921 175.

187 70.700 71.478 5. Terlaksananya Safari Lembaga 33.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Interaktif 34.000 55.650 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksanaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 75.000 62.000 93. Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan 36.188.478 35.617 77.500 93.500 70.000 101. Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI 32.850 39.000 2012 (6) 65.000 105.500 110.000 41.700 71. Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (media center) 35. Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan 37.000 32.000 37.912. Terlaksananya Pembuatan C.110.360 75.D.) OUTCOME/OUTPUT (2) 30.200 125.000 650.000 85.000 55.425 848.000 70.722 145 .500 102.000 60.000 2013 (7) 71.000 62.500 55.250 Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 575.000 105.601 7.000 85.550.000 750.000 812.825 2011 (5) 48.124 6.636 7.000 137.990 5.659 36. Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif 38.500 2014 (8) 78.074.500 151. Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 2010 (4) 53. Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Buklet dan Leaflet 31.000 50.000 85.000 93.

200 558.000 2012 (6) 2.000. (Prioritas K/L) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH .000 2013 (7) 2014 (8) - (1) (2) PENINGKATAN 41) Terlaksananya LAYANAN HUKUM. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 (4) 500.000 291.720 146 .500.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 254. (Prioritas PEGAWAI DI Bidang) LINGKUNGAN ANRI 42) Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan.307 210.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang no.000 139. Penyusunan Peraturan PEMBINAAN Pelaksanaan UndangORGANISASI DAN Undang Nomor 43 KETATALAKSANAAN Tahun 2009 tentang .600 250.000 150.320 200.300 100.000 2011 (5) 4.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp. (Prioritas K/L) 43) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah Dan Pusat Serta Referensi Hukum. (Prioritas K/L) 200. DAN PENGELOLAAN Kearsipan.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun . 44) Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja.200 320.000 435.000 260.798 205.000 45) Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan Dengan Beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri.000 229.

Penggunaan. INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 1.735. Penataan Dan Pengelolaaan Arsip.000 200. Pemeliharaan.000 1.549.000 250.325.000 296.777 2013 (7) 1. Penataan dan pengelolaaan arsip - 150. (Prioritas K/L) 48) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Standar Pelayanan Arsip.000 200.750 2014 (8) 1.400 Jumlah peraturan tentang penciptaan.000 - - Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 150.307 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 1.712.350.530.) OUTCOME/OUTPUT (2) 46) Terlaksananya pemberian bantuan beasiswa diploma.516 Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 150.000 - - 147 .p emeliharaan.057 1.penerimaan. 50) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Sistem Administrasi Negara Dalam Rangka Memposisikan Arsip. 49) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Yang Mencakup Materi Tentang Penciptaan.sarjana dan pascasarjana.000 1.845. Penerimaan.penggunaan .811.000 2012 (6) 1.000 2011 (5) 1.000 224.000.800 750. (Prioritas K/L) 47) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.

efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Jumlah mekanisme penyediaan informasi Publik yang disusun 50.000 105.) OUTCOME/OUTPUT (2) 51) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Kriteria Arsip Dan Proses Pembuatan Arsip Yang Memenuhi Aspek Keabsahan. INDIKATOR (3) Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 100.000 2014 (8) 358.000 - 100.000 100.000 - - 100.000 110.564 100.000 2013 (7) 280.762 148 . Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan Pelatihan CPNS. pelatihan CPNS Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI .000 200. 15.250 115.000 - - - - 283.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 14. 13 Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI.Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI .000 - 200.000 100. 52) Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI.000 2012 (6) 250. Terlaksananya Penyusunan Mekanisme Penyediaan Informasi Publik di ANRI.% Tersusunnya struktur kelembagaan(organ isasi dan tata kerja) yang proporsional.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.

000 55.000 40.200 92. 19.983 61.866 17.300 42.000 55. Terlaksananya Poliklinik/ObatObatan 19.833 35.000 72.000 65.Jumlah peserta tes CPNS . 20. Terlaksananya 37. Terlaksananya Penyusunan Formasi dan Pengadaan Pegawai.) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.Jumlah pejabat fungsional yang dinilai .344 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 38. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Kenaikan Pangkat dan Gaji Berkala.000 95.000 65.100 40.147 80. INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan tunjangan kompensasi sesuai nilai dan tingkat dampak resiko Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Jumlah pegawai yang mengalami kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat .000 149 .240 23.000 74.000 150.000 88.Tersedianya sistem rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Jumlah peserta ujian dinas .500 60.000 170.651 48.997 24.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan 18.430 2013 (7) 29.000 60. 22. 17.902 22. Terlaksananya Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas.430 46.610 97.Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Jumlah standar tentang 2010 (4) 2011 (5) 27.000 21.000 85.000 71.315 44. Terlaksananya Pengelolaan Tunjangan Pengelolaan Arsip Statis.076 2012 (6) 28.000 21.000 75.750 56. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional.810 110.852 2014 (8) 31.

Terlaksananya Pelantikan Dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai 28.000 196.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai 169.000 243.000 52. 24.000 65. Terlaksananya Diklat Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) kompetensi jabatan struktural 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyusunan/ Penyempurnaan Standar Kompetensi Jabatan Struktural.000 24.Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) .612 145.000 255.866 56.450 20.000 20.000 55.256 80.000 215. Jumlah peserta diklat pimpinan II-IV .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.101 72.Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) .000 45.000 175.050 35.000 50.450 40. Terlaksananya Diklat Pimpinan II-IV 25.000 175.000 157.Jumlah peserta diklat teknis kepegawaian .050 24.000 45.Jumlah pegawai yang dibina . Terlaksananya Pembinaan Pegawai 27.950 156.600 150 .

000 45. 2009 34.d. Terlaksananya Jumlah Perka.000 35. Terlaksananya Penyempurnaan Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI 31.000 - - 30. Terlaksananya penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum 32.868 27. ANRI tentang dicetak Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29.000 2012 (6) 45.Jumlah pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun .000 60.Jumlah pejabat struktual yang mengikuti uji kompetensi . ANRI yang Kepka.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang dismpurnakan 2010 (4) 39.000 45.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) . dan Kepka.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 55. Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural 35.000 82.000 - - - 36.632 33.Tersedianya system mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) 33. dan Pencetakan Perka.000 - - - Jumlah standar kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun .862 32. 30.000 2014 (8) 65.000 45.500 151 .000 25. Terlaksananya Jumlah produk hukum Penyebarluasan yang disebarluaskan Produk Hukum 30.000 2013 (7) 55.390 2011 (5) 36.000 50.000 75.

Terlaksananya Rakor penyelesaian Mekanisme Kerja Antar Unit di Lingkungan ANRI 40.000 TOTAL KEGIATAN 6.095 152 .916.000 65.000 200.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Harmonisasi dan Sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI 36.000 55.000 71.000 100. Terlaksananya Jumlah naskah Kerjasama Luar perjanjian kerja sama Negeri 39.962 2011 (5) 60. Terlaksananya Penyuluhan Hukum Pegawai ANRI 35.000 80.268 7.000 105.236.662 60.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.107.000 90. Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI 38.000 135.526 9.000 43.500 150. Terlaksananya Seminar Kearsipan dan Kesehatan Jumlah peserta rakor penyelesaian mekanisme kerja antar unit di lingkungan ANRI Jumlah peserta seminar kesehatan dan kearsipan 66.000 75.830 - 55.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pegawai yang mendapat penyuluhan hukum Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif.000 140.000 297. INDIKATOR (3) Jumlah pembahasan rancangan peraturan di lingkungan ANRI 2010 (4) 63.000 2013 (7) 80.178.000 92.720 70.000 50.000 450.739 7.000 65.000 2014 (8) 90.disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) 37.000 2012 (6) 70.000 120.087.000 46.647 8.

Terlaksananya PELAKSANAAN Pengadaan Makanan TUGAS ANRI dan Minuman Penambah Daya Tahan Tubuh.000 1.250 1.834 2.597.039.000 400. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa.842.213 2. dan tunjangan Jumlah pegawai yang mendapatkan makanan dan minuman penambah daya tahan tubuh Jumlah pegawai yang mendapatkan pakaian dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 26.000 492. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor.200 3.157 3. 55.960. 53.800 1.980 2014 (8) 33.600 5.000 200.247.372.000 280.000 4.169 (1) (2) PEMBINAAN 48.509.600 2. Honorarium.358.192 1.660. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor.000 4.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang harus dibayar gaji.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp.800 527.lembur.000 668.301 1.000 840.167 2011 (5) 26. Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung.031 1. PELAYANAN PENUNJANG 49. 50.154.680 532. 52.200 3. ANGGARAN SERTA dan Tunjangan.644. Terlaksananya ADMINISTRASI DAN Pengelolaan Gaji.000 440.040. 56. Terlaksananya Pengadaan Pakaian Dinas Pegawai 51.470.000 155. 54.184. Honorarium.234 1.760 412.271.000 1.000 3.167 2012 (6) 27.000 275.000 250.265.000 153 .356.976 1.791.240 220.000 704.416.645 2013 (7) 31.150.000 1.000 299.270.960.296 182.458. PENGELOLAAN Lembur.039.515.120 Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara Jumlah bulan pembayaran langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor 139. Terlaksananya Pembayaran Jasa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Umum 363.000 250.

000 420. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan.) OUTCOME/OUTPUT (2) Keamanan dan Kebersihan.392.000 105.788 220. Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor 61. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas 58.500 1.000 392. Terlaksananya Peralatan Rumah Tangga 62.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 480.400 1.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas Jumlah laporan keuangan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara 335.500 1.648 326.400 96. 63.628 190.000 96.000 70. Terlaksananya Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan. Terlaksananya operasional perkantoran.552 908.232 16.000 620. 59.502 825.000 117.865 335.440 154 .624. Terlaksananya Implementasi SAPP 65.000 449.900 1.000 537.000 25. 57.568 295.000 30.250 750.320 420.197.532.400 263.000 80. INDIKATOR (3) Dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 70.300 Jumlah bulan pembayaran honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran jaringan internet Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan.865 375.619 17.600 125.600 575. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.000 750.000 106.000 419. Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet 60.000 35. 64.108 682.832 466.000 246.000 350.876 181.000 90.

000 72.800 250.008.000 60.000 - 50. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa 74.200 105. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas 68.556 - 40.000 35.000 1. Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP 50.488 85.000 60. 72.000 40.000 45.765 65.000 155 .000 95. Terlaksananya Pengadaan BahanBahan Kearsipan.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN Jumlah pengadaan bahan-bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan eprocurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 66.000 600.000 26.749 24.000 60.249 34. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN 70.000 50.040 32. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN).000 70.000 36.000 80.000 50.000 70. Terlaksananya Inventarisasi BMN 71.800 850.000 900.000 719.000 75.000 60. 69.000 60.864 586.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan 67.000 1.000 672.036.000 500.000 50. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map 73.

Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah.000 90. 83.) OUTCOME/OUTPUT (2) 75.000 60.000 - - 156 .000 60. 82.000 2014 (8) 60. 84. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris 77.750 - 50.000 150.000 35. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN 76.000 Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumah tanggaan yang disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah pedoman Jumlah daftar Arsip Vital Jumlah daftar arsip 29.495 - 50.000 50. INDIKATOR (3) Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris Jumlah bukti kepemilikan arsip yang diamankan 2010 (4) 26. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris 78.079 154. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital.087 169.000 39.000 50.000 200. Terlaksananya Penyusunan Prosedur Tetap KerumahtanggaAn 81.000 31.000 65.000 19.000 140. Terlaksananya Pengamanan. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN 80.649 2011 (5) 20.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.375 17. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip 79.000 45.000 35.000 75.000 225.000 2012 (6) 45.000 65.000 75.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 35. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif.626 - - - - 8.384 - - - - 100.000 240.000 55. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital Anri.000 2013 (7) 55.

Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI 88.761 50.400 113. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 93. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI 90.000 50.000 240.000 45.000 50.000 50.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 - 150.000 50.000 2013 (7) 85. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI 89.000 75.000 - - - Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 200.000 115.848 - 100.000 200.750 157 . Terlaksananya Lomba Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah pedoman Jumlah record arsip 2010 (4) 2011 (5) 50. 87. Terlaksananya Pembuatan Laboratorium Sistem Kearsipan 91.950 96.000 - Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang dibuat Jumlah pedoman 86. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga.000 100.000 106.000 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah basis data - 75.000 200. 86. Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 92.000 75. Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga.000 200.000 50.000 225.762 - 95.000 - - - 50. Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 94.000 85.) OUTCOME/OUTPUT (2) 85.000 - 200.000 90.000 2012 (6) 75.

500 Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 12.283.316 .Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI 14.Jumlah laporan hasil pengawasan .% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) .602.110.943 70. 13.000 55.957 95. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 40.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.370 210.Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana Dekonsentrasi Jumlah laporan hasil audit Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasI - 50.000 292.120 42.000 158 .000 213.000 320.353 200.000 51.000 85.000 250.443.163 318.000 185.Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif(pengarusutamaan) .000 46.177.) OUTCOME/OUTPUT (2) Lingkungan ANRI.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) 54.000 422.

000 2013 (7) 95.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.961 45. 16.935 58.000 120.000 2012 (6) 35.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 46.000 282. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah 19.Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif(pengarusutamaan) .) OUTCOME/OUTPUT (2) 15.000 75. Terlaksananya pengisian LHKPN 22.% Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang 159 .000 % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) .000 23. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor 20.000 192.000 125.000 125. Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 15.840 42.000 197. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI 18. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah.000 62.000 55.000 225.000 137.000 98.000 65. Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III 21.000 2014 (8) 167. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI 17.774 20.000 60.

000 150. DAN PERAWATAN ARSIP 5.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 510.500 600. Terlaksananya Presentasi Aplikasi Pengelolaan Dokumen/Arsip Inaktif Berbasis TI 8.000 450.000 75.000 300.000 450.362 - - - 160 .816.000 2.pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial 500.000 125. PENYIMPANAN.000 150.345. Pemeliharaan dan Perawatan serta Penyimpanan Arsip Komersial. Terlaksananya Jasa Penataan.299.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama .308 5.000 275. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan. .000 250.000 200. (PNBP) 75.007.000 770.000 1.000 150.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) disampaikan masyarakat(penga rusutamaan) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN.000 8. Terlaksananya Monitoring/ Evaluasi Pasca Layanan Jasa 7.000 200.000 170.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil monitoring pasca layanan jasa kearsipan Jumlah Instansi yang dilakukan presentasi aplikasi pengelolan dokumen/arsip inaktif berbasis TI Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang menggunakan jasa penataan.000 Pusat Jasa Kearsipan 6.

887.500.089. Terlaksananya Pembangunan Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.640 - 19.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 9.560 18. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip. (Lanjutan) Tahap IV.200 11.705.000 - - - Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor - 3.000 Biro Umum 6.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Meningkatnya Efektifitas Pemenuhan Sarana dan Prasarana Kantor untuk Mendukung Layanan Arsip Sekretariat Utama TOTAL PROGRAM PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 7. 8.000 2012 (6) 600.800 - 31.000 - 5.435. Fumigasi Arsip.815.000.191.000 10.000 2014 (8) 1.) OUTCOME/OUTPUT (2) TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 9. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip. Terlaksananya Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.407 5.560 5.756.308 Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip 2011 (5) 395.375.350. Jumlah pembangunan gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip 11.000 - 161 .032.000 2013 (7) 900.532.

000.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10. 12.000.000 2.680.600 14.756.000. Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Jumlah peningkatan/ Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 4.000 - 1.000 - - 11.000 2013 (7) 5.500.000 5.000 1. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 11.000. Terlaksananya Peningkatan/Pengada -an Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.000 1.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.800 31.000 2014 (8) 5.545 3.280.000 162 .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.370.560 18.485.265.435.952 19.355.500.032.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful