PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA ARSIP

NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Tahun 2010

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014 KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk memberikan arah dan prioritas terhadap pelaksanaan pembangunan bidang kearsipan, perlu adanya Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014; b. bahwa pelaksanaan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia setiap tahunnya akan dituangkan dalam rencana kerja tahunan yang lebih rinci dalam bentuk Renja-KL dan RKA-KL; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia tentang Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405);

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664); 8. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen yang telah enam kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 9. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Arsip Nasional Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2009; 10. Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Strategis Kementarian/Lembaga; Memperhatikan : Surat Tugas Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor ST/255/M.PANRB/12/2009 tentang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014.

M. sasaran strategis. ASICHIN . Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah dokumen rencanaan pembangunan bidang kearsipan untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Pasal 5 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. yang memuat tujuan. (1) (2) Pasal 2 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 merupakan penjabaran lebih lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. arah kebijakan dan strategi pembangunan kearsipan. Pasal 4 Setiap unit kerja di lingkungan ANRI wajib melaksanakan ketentuan peraturan ini dalam menyusun rencana kinerja tahunan. kegiatan pokok dan kegiatan indikatif berikut indikator kinerja. dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari peraturan ini. KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. Pasal 3 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 digunakan sebagai pedoman unit kerja dalam penyusunan rencana kinerja tahunan untuk periode 1 (satu) tahun.ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Pasal 1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 yang selanjutnya disebut Renstra ANRI Tahun 2010-2014 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Januari 2010 Plt.

.......... B..................DAFTAR ISI DAFTAR ISI .............................. Pencapaian Sasaran Pendukung........................................................... Tujuan ................ Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga...................................................................................................................... C......1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional ........... 2........................................................ 1......................................................................... Pencapaian Sasaran Strategis Pertama.................................... Pencapaian Sasaran Strategis Kedua............................... 67 Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Renstra ANRI Tahun 2010-2014........... Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009..................... A.... Sasaran...............................................4 Visi ... 68 69 115 .................. Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia . 3...................... C............... D...........................................................................1 Kondisi Umum A.................. Peluang ................ Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 ...................................................................................................... Matrik Kebutuhan Pendanaan Pembangunan Tahun 2010-2014 ....2 2.................... 1 3 3 13 16 16 17 18 19 22 22 23 23 24 27 27 32 33 37 42 48 58 BAB II VISI................ D......................................................................................................................... Tantangan.....2 Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan...... E.............. B....................... Kekuatan ................................................................. Matrik Target Pembangunan Tahun 2010-2014 .... Permasalahan....................................... BAB IV PENUTUP ..2 Potensi dan Permasalahan ................. Misi ..............................3 2..................................................................................... Sasaran Strategis.. C..... 3.................................................................................................................................................................................. BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ................. B..... MISI DAN TUJUAN ANRI ....................... BAB I PENDAHULUAN ... 1....................................................................................... Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI Tahun 2004-2009................................................................1 2................................ A......................................................................

Visi Pembangunan Nasional 2005-2025 mewujudkan Indonesia yang mandiri. maju. berbangsa dan bernegara. Selanjutnya untuk memberikan arah yang jelas dalam pelaksanaannya. berbangsa dan bernegara. Kondisi Umum Tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.1. Mengacu pada ketiga agenda pembangunan tersebut di atas. adil dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1. maka ketiga agenda pembangunan nasional dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk arah kebijakan.BAB I PENDAHULUAN 1. karena pada dasarnya arsip merupakan refleksi dan rekaman dari perjalanan kehidupan bermasyarakat. fokus. dan kegiatan prioritas. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. dan merupakan pilar pokok untuk mencapai tujuan nasional. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Ketiga agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. memajukan kesejahteraan umum. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) 1 . Bertitik tolak dari hal tersebut di atas maka keberadaan dan fungsi arsip merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan dalam proses perjalanan kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan satu pelaksanaan agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda yang lainnya. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. perdamaian abadi dan keadilan sosial. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. maka ditetapkan dokumen perencanaan untuk periode 20 tahun yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Sejalan dengan hal tersebut. dalam rangka memberikan arah yang jelas dalam mewujudkan tujuan nasional.

peningkatan peran serta dan fungsi arsip dalam penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa seperti yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014. 2 . Kedua rencana tersebut menjadi dasar penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK).sebagai lembaga yang mempunyai tugas negara di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Bertitik tolak dari hal tersebut. Renstra ANRI ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL). Renstra Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010–2014 ini dikondisikan untuk menjawab agenda pembangunan nasional khususnya yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan yang modern yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur. Selanjutnya RPJMN akan dijabarkan dalam Dokumen Rencana Pembangunan Tahunan yang disebut Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yaitu dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun. Arsip Nasional Republik Indonesia sebagai instansi pemerintah diwajibkan menyusun Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 – 2014 (Renstra ANRI 2010-2014) yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Dokumen RPJPN kemudian dijabarkan dalam dokumen perencanaan untuk periode 5 tahunan yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dokumen Renstra ANRI ini akan menjadi dokumen dasar penyusunan Renstra Satuan Kerja Eselon I dan II di lingkungan ANRI.

Terlaksananya hubungan kerja sama teknis dengan seluruh instansi tingkat 3 . Sejalan dengan hal tersebut. 3. dan dokumen/arsip Negara dalam pengelolaan tugas dan fungsi pemerintah. secara umum telah ditetapkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 adalah terciptanya tata pemerintahan yang baik. Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI 2004-2009 Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi ANRI. bersih. profesional dan bertanggung jawab yang diwujudkan dengan sosok dan prilaku birokrasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat. Dalam upaya mewujudkan agenda pembangunan nasional tersebut. dinyatakan bahwa salah satu agenda pembangunan nasional adalah menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menetapkan sasaran rencana pembangunan jangka menengah yang tertuang dalam Peraturan Kepala ANRI Nomor 1. 4. sesuai dengan tugas dan fungsi ANRI. 01 Tahun 2005 tentang Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi terhadap Pembangunan Bidang Kearsipan 2004 – 2009 sebagai berikut: Tersedianya payung hukum sebagai landasan operasional pengelolaan arsip baik di tingkat pusat maupun di daerah. Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 Sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 khususnya bab 14. berwibawa. Terlaksananya sosialisasi atas berbagai produk hukum Pedoman/standar/ petunjuk tentang pengelolaan arsip di seluruh instansi pusat/daerah.A. Terciptanya Pedoman/standar/petunjuk pelaksanaan dari suatu sistem pengelolaan arsip. Selanjutnya arah kebijakan kearsipan tersebut dijabarkan kedalam Program dan Penataan Kelembagaan yang dan Ketatalaksanaan dan efisien melalui serta pelaksanaan kegiatan pokok yaitu menciptakan sistem administrasi pendukung kearsipan efektif menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip Negara. Sasaran. peranan pembangunan kearsipan dalam upaya mewujudkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 dirumuskan dalam arah kebijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan adminstrasi Negara melalui optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan e- Government. 2. B.

Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Hingga Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan dalam program ini dapat diselesaikan seluruhnya seperti tersedianya dokumen perencanaan 2010. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik a. Terwujudnya pendayagunaan arsip bagi kegiatan pemerintah dan masyarakat luas. berikut ini hasil pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan renstra ANRI Tahun 2004-2009 : 1. Terlaksananya program asas dekonsentrasi kearsipan di pemerintah provinsi sebagai upaya untuk mempercepat tersedianya SDM kearsipan di daerah. Terlaksananya Penciptaan SDM Kearsipan di setiap instansi pusat dan daerah guna mendukung pelaksanaan pengelolaan arsip. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini diarahkan pada penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan. penyelenggaraan 4 . 5. ditetapkannya Rencana Strategis ANRI Tahun 2010-2014 dan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan 2005 – 2025.pusat dan daerah dalam rangka penyelenggaraan kearsipan secara nasional. Pencapaian sampai dengan Tahun 2008 adalah tersedianya Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan ANRI Tahun 2007. 8. 9. 7. terselenggaranya dukungan operasional sehari-hari perkantoran. Bertitik tolak dari 9 sasaran jangka menegah yang telah ditetapkan dalam Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang Kearsipan Tahun 2004 – 2009 yang telah diuraikan di atas. Terlaksananya upaya penyelamatan dan pelestarian arsip serta meningkatkan khasanah arsip statis sebagai bahan pertanggungjawaban nasional dan akuntabilitas publik. Tersedianya sistem jaringan informasi kearsipan antara ANRI dengan Badan/Kantor Arsip Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. 6. b. tersusunnya Laporan Keuangan Audited. pengelolaan APBN. tersedianya dokumen perencanaan anggaran. tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ANRI Tahun 2008.

SDM kearsipan. 1 JUMLAH INSTANSI PUSAT DAN DAERAH YANG TELAH MELAKUKAN PENGELOLAAN ARSIP SESUAI DENGAN KAIDAH KEARSIPAN TAHUN INSTANSI PUSAT DAERAH 2004 22 15 2005 29 17 2006 36 23 2007 40 24 2008 43 31 2009 46 62 5 .pemeriksaan di lingkungan ANRI dan terselenggaranya rapat kerja teknis Tingkat Eselon I. Adapun jumlah instansi yang telah dibina dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel. Negara dan Reformasi Birokrasi. supervisi dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kearsipan meliputi kesisteman. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan a. dan Badan Badan Lembaga Administrasi Negara. dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) ANRI sedang melakukan usahausaha ke arah reformasi birokrasi bersama dengan Kementerian Negara Pendayagunaan Kepegawaian Aparatur Negara. kelembagaan. program kearsipan serta pelaksanaan kegiatan kearsipan di seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan standar dan kaidah kearsipan. Selain hal tersebut. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini bertujuan untuk menata dan menyempurnakan organisasi dan manajemen melalui penciptaan kearsipan yang efektif dan efisien serta menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip negara. Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Hasil-hasil yang telah dicapai pada tahun 2008: 1) Dalam rangka pembinaan pelaksanaan kearsipan ANRI telah melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan. Hasil dari pembinaan kearsipan dapat dilihat dari jumlah instansi binaan yang telah melakukan pengelolaan arsip sesuai dengan norma/standar kearsipan. 2.

794 lembar arsip Kartografi dan Kearsitekturan. terpeliharanya 27. Perbandingan jumlah JRA yang disetujui oleh ANRI dari tahun 2007 dan 2008 dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2 PERKEMBANGAN JUMLAH JRA YANG TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN KEPALA ANRI DARI TAHUN 2007-2008 Tahun Perubahan No Instansi 2007 2008 Naik Turun % 1. 2. Kepegawaian.000 lembar arsip foto (negatif dan positif). 30. 9.663. pada tahun 2008 telah dilaksanakan penyelamatan arsip pada 9 (sembilan) daerah yang terkena bencana banjir yaitu Bojonegoro.29 (+) 36.000 kaset/open reels arsip rekaman suara. Pasuruan. Ngawi. 5) Terlaksananya pengadaan Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana.00 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. 4) Dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana. 99.200 fiches arsip microfische.200 reels arsip microfilm dan 7.JUMLAH 37 46 59 64 74 108 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. Situbondo.000 kaset arsip film. dan Substantif. Yogyakarta. 6) ANRI telah menyelesaikan naskah Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 6 . Sragen. Pusat Daerah JUMLAH 8 17 25 11 23 34 3 6 9 (+) 37. 1.50 (+) 35. dan Jakarta. 3) Tersedianya 20 inventaris/daftar arsip sebagai salah satu sarana temu balik arsip. Ponorogo. serta dikeluarkannya rekomendasi pemusnahan arsip bagi 8 (delapan) instansi pusat dan daerah.000 ml Arsip Konvensional. Lamongan. 2008. 2009 2) ANRI telah menyetujui sebanyak 11 Jadwal Retensi Arsip (JRA) instansi pusat dan 23 JRA Pemerintah Daerah meliputi JRA Fasilitatif Keuangan. 30.

dan Organisasi Perorangan. Politik. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan yang terdapat pada program ini dapat terealisasi antara lain: 1) Naskah RUU Kearsipan telah disahkan menjadi Undang-undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 28 September 2009. 3) Terlaksananya penyusunan rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014. 2) Disahkannya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. 6) Terlaksananya pengolahan. 9) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Akibat Jebolnya Tanggul Situ Gintung Kabupaten Tangerang Banten yang terjadi pada tanggal 27 Maret 2009.tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. ijazah. Zakaria Abubakar dan warga lainnya berupa. buku tabungan yang terkena musibah banjir sebanyak 260 bundel dan 154 album foto. pemeliharaan dan perbaikan arsip statis baik arsip konvensional maupun arsip media baru. Arsip dari Lembaga Pemerintahan/Lembaga Massa. sertifikat tanah. Disamping itu. serta Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. Arsip yang diselamatkan adalah arsip milik masyarakat/perorangan dan instansi antara lain arsip milik Seto Mulyadi (Kak Seto). 8) Terlaksananya penyelamatan arsip Pemilu 2009 dan Arsip Pilkada. b. 4) Tersosialisasikannya pedoman akreditasi dan sertifikasi kearsipan pada instansi pusat dan daerah hasil kerjasama ANRI dengan UNDIP. Keagamaan. Organisasi Negara. BUMN/Swasta. ANRI sejak 1 April 2009 hingga sekarang sedang melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip Universitas 7 Organisasi Pemilihan Umum ditandatangani tanggal . 7) Penandatanganan Kerja Sama ANRI dengan KPU tentang Penyelamatan dan Pelestarian Arsip 5 Maret 2009. paspor. 5) Tersusunnya Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi (Job Description) ANRI sebagai bagian dari proses reformasi birokrasi di lingkungan ANRI. sertifikasi SDM Kearsipan.

285 bundel. 15) Terlaksananya pengkajian di bidang kearsipan.Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kurang lebih sebanyak 1. Program Pengelolaan SDM Aparatur Program ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM aparatur melalui peningkatan kompetensi pada tugas dan tanggung jawabnya. 12) Terlaksananya pengamanan arsip melalui Barcode. Pelayanan perbaikan (Restorasi Arsip) terhadap arsip akibat bencana Situ Gintung. Arsip Peradilan. 11) Terlaksananya wawancara sejarah lisan mengenai Kembalinya GAM ke Ibu Pertiwi. 3. serta Arsip Lembaga Kepresidenan. a. 13) Tersusunnya Pedoman Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa sebagai upaya untuk mendukung Program Arsip Masuk Desa. Arsip Konflik dan Keraton Nusantara. penyelenggaraan diklat kearsipan serta pengembangan profesionalisme pegawai negeri melalui penyempurnaan aturan etika dan mekanisme penegakan hukum disiplin. 17) Terlaksananya persiapan pembentukan Arsip Universitas Pattimura. 16) Terselenggaranya Sidang Umum dan Konferensi SEAPAVAA (South East Asia Pacific Audio Visual Archives Association) ke-13 di Bandung tanggal 15-20 Mei 2009. ANRI sejak tanggal 1-4 Oktober 2009 melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip akibat gempa di Sumatera Barat yang terjadi tanggal 30 September 2009 kurang lebih sebanyak 35. sedangkan sampai saat ini yang sudah terbentuk adalah Arsip Universitas Gajah Mada. Pencapaian Program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya diklat fungsional arsiparis tingkat keterampilan dan keahlian. baik yang dilakukan di lokasi kejadian maupun yang dilaksanakan di ANRI dengan memanfaatkan alat Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dan diberikan secara gratis. 8 . 14) Terlaksananya penyusunan pedoman/petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan/standar di bidang kearsipan. 10) Terlaksananya penilaian dan akuisisi arsip Kabinet Gotong Royong.952 meter linier.

2) 3) 4) 5) 6)

Terlaksananya diklat teknis kearsipan baik di Pusat maupun daerah; Terlaksananya diklat kearsipan dana dekonsentrasi di daerah provinsi; Terlaksananya Tahun 2008; Terbitnya Peraturan MenPAN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya; Terbitnya Pedoman Formasi Kebutuhan Arsiparis, Akreditasi Sistem Kearsipan Dinamis (Non Elektronik) dan Akreditasi Lembaga Jasa Penyimpanan Arsip. Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional

Pengembangan SDM Kearsipan di ANRI dilakukan melalui

kegiatan

pendidikan pelatihan dengan berbagai jenjang dan tingkat keahlian masingmasing dan difokuskan untuk peningkatan pengetahuan, keahlian dan keterampilan serta pembinaan Arsiparis di tingkat pusat dan daerah. Untuk lebih jelasnya, mengenai jumlah pejabat fungsional arsiparis dan jumlah diklat penciptaan yang dilakukan ANRI dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 berikut ini : Tabel. 3 JUMLAH PEJABAT FUNGSIONAL ARSIPARIS DI INSTANSI PUSAT DAN DAERAH DARI TAHUN 2004 – 2009
JUMLAH ARSIPARIS TINGKAT KEAHLIAN INSTANSI 2004
PUSAT LPND DEPT 191

TINGKAT KETERAMPILAN TAHUN

TAHUN 2005
99 120

2006
110 117

2007
110 119

2008
109 128

2009
119 249

2004
1.807

2005
578 1.246

2006
614 997

2007
602 1.004

2008
645 1.112

2009
424 1271

DAERAH

PROVINSI KAB/KOTA

174

177 9

164 9

220 9

230 9

162 14

1.609

1.175 250

1.187 233

880 233

920 233

651 285

JUMLAH

365

405

400

458

476

544

3.416

3.249

3.031

2.719

2.910

2.631

Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

9

Tabel 4. JUMLAH PESERTA YANG TELAH MENGIKUTI DIKLAT ARSIPARIS TERAMPIL DAN ARSIPARIS AHLI PER PROVINSI NO 1 2 3 4 5 6 TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 JUMLAH PROVINSI 16 Provinsi 29 Provinsi 29 Provinsi 32 Provinsi 31 Provinsi 29 Provinsi JUMLAH
Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

JUMLAH PESERTA 350 Orang 944 Orang 799 Orang 934 Orang 585 Orang 29 Orang 3.641 Orang

b.

Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan; Terlaksananya diklat Pimpinan Lembaga Kearsipan; Disahkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 sebagai pengganti Peraturan MenPAN Nomor 09/Kep/M.PAN/2/2002 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kredit; 4) Terlaksananya peningkatan SDM ANRI melalui pemberian bantuan beasiswa S1/DIV, S2, S3, pengiriman diklat dan kursus baik di dalam maupun di Luar Negeri; 5) 6) 7) 8) 9) Terlaksananya evaluasi pasca diklat kearsipan; Terlaksananya pembinaan dan penilaian jabatan fungsional Arsiparis dan fungsional lainnya; Disahkannnya Peraturan Bersama Kepala ANRI dan Kepala BKN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis; Tersedianya standar kompetensi jabatan struktural; Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional 2009. 10 Tahun

4. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Program ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen pelayanan publik yang bermutu, transparan, akuntabel, mudah, murah, cepat, patut, dan adil kepada seluruh masyarakat guna menunjang kepentingan masyarakat dan dunia usaha serta mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. a. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya Bantuan/Hibah Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip 2) dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arsip kepada 10 daerah provinsi; Tersedianya Citra Daerah untuk 29 provinsi, pada tahun 2008 dilaksanakan pembuatan citra daerah 6 provinsi. Sedangkan sisanya sebanyak 4 provinsi akan diselesaikan pada tahun 2009; 3) 4) 5) Tersedianya Citra Nusantara Jilid I: Tradisi Menjaga Keutuhan Negeri, Jilid II: Tradisi Niaga Bangsa dan Jilid III: Tradisi Membina Negeri; Tersedianya Naskah Sumber Arsip Seri: "Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah RI Jilid III”; Terlaksananya Pameran Arsip Arsip Wawasan Kebangsaan, Pameran dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan Pameran dalam rangka memperingati HUT R.I.; 6) Terlaksananya Pelayanan Kearsipan baik Layanan di Ruang Baca maupun Layanan Jasa Kearsipan; b. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Pameran Arsip Wawasan Kebangsaan di 4 daerah dan Pameran 64 Tahun Refleksi Kemerdekaan R.I.; Terselenggaranya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan dan Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Lingkungan Instansi Pusat; Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar/Masyarakat, Sosialisasi Kelembagaan ANRI, Sosialisasi Kearsipan, Fasilitasi Teknis Layanan Pemanfaatan Arsip Statis, Workshop pengolahan arsip statis untuk pengembangan database; 4) 5) Terlaksananya bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 daerah provinsi; Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 Daerah Provinsi; 11

rehabilitasi Gedung B (Gedung restorasi/repografi seluas 2. Pengadaan Peralatan Kantor. C. Pengadaan Running Text. a. Pembuatan Maket. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009. 5. Pengembangan Aplikasi Preservasi Arsip Elektronik yang Dibuat dengan Aplikasi Perkantoran. dan Irian Jaya Barat. 11) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara.6) 7) 8) 9) Terlaksananya Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis dan Pengelolaan Arsip Statis di Daerah.C.160 m2 serta pengadaan Inventaris keperluan kantor ANRI di Jakarta dan Bogor. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara Program ini bertujuan untuk meningkatkan prasarana dan sarana dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi ANRI. pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap III. Implementasi JIKN pada Pemerintah Provinsi dan Implementasi Jaringan Sistem Kearsipan Statis pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. pembuatan sertifikat tanah. Sulawesi Barat. Tersedianya Prosedur Pengoperasian Modul Pengumpulan Data pada Jaringan Informasi Kearsipan Nasional. dan D. Gorontalo. diperkirakan akan dapat diselesaikan pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. Pengadaan Alat Visualisasi Kearsipan. b. Pengadaan A. Rehabilitasi Gedung B. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 ANRI telah menyelesaikan pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap II. Gedung G (Depo Penyimpanan Arsip). Pengembangan Sistem dan Perangkat Pengoperasian Aplikasi Pengelolaan Arsip di Internet.700 m2. Pembuatan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap I seluas 1. 10) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Provinsi Bangka Belitung. Pembangunan Tempat Parkir. pengadaan Ambulance. 12 . Pengadaan Kendaraan Penyelamatan Arsip dan Penanggulangan Bencana (Rescue).

. .Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai “Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi” sebanyak 19 Tokoh. . Kegiatan Prioritas Nasional Untuk tahun 2008 dan 2009. b. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 13 .Terlaksananya Kursus/Training Dalam sebanyak 232 orang dan Luar Negeri sebanyak 14 orang. ANRI tidak memiliki kegiatan yang menjadi prioritas nasional.Terlaksananya akuisisi arsip Pemilu. Pilkada dan terselamatkan arsip yang rusak akibat bencana.Terlaksananya Program Dana Dekonsentrasi Bidang Kearsipan pada 31 Provinsi.C.Terlaksananya Bantuan Beasiswa sebanyak 77 orang. c.1 Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2008 sebagai berikut : a.Terselenggaranya Diklat Keterampilan sebanyak 3 Angkatan dan Diklat Keahlian sebanyak 2 Angkatan. Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga 2.Tersedianya Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan. Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009 1. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan .Tersedianya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. . . Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur . 2. .

. d.. Delapan Dasa Warsa Sumpah Pemuda dan Wawasan Kebangsaan.Tersedianya Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis TIK.Terlaksananya supervisi pada 20 instansi pusat dan 16 instansi pemerintah daerah.Terlaksananya Survey Nasional tentang Pentingnya Arsip bagi Masyarakat. .Terlaksananya akreditasi pada 2 lembaga kearsipan dan 3 unit kearsipan serta tersertifikasinya 50 arsiparis. Pembuatan Diorama tentang Sejarah Perjalanan Bangsa.Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 lantai. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara . . . . 14 . 2. . Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan .Naskah RUU Kearsipan sudah dapat dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat dan disahkan menjadi Undang-undang.Disusunnya Peraturan tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. . 6 provinsi/kab/kota sebanyak 8 boks.Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada pada 2 intansi lokal.Tersedianya rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014.Terselengaranya Seminar dan Pameran Kearsipan 100 Tahun Kebangkitan Nasional.Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis TIK pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.2 Perkiraan Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2009 sebagai berikut : a.Terlaksananya Penyerahan Citra Daerah sebanyak 6 Provinsi dan Citra Nusantara. . Gedung Penunjang/Gudang Barang Inventaris. .

Terselenggaranya Diklat pimpinan II-IV sebanyak 12 orang. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur .Terlaksananya Pembangunan Gedung P (Pengolahan Arsip) 8 lantai.Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu 2009 pada 5 instansi pusat. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik . .Terlaksananya bantuan beasiswa bagi program D4.Terlaksananya daerah provinsi. .Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan pada 29 provinsi. 4 provinsi. Gorontalo. .Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. Sulawesi Barat. S2. dan Rehabilitas Gedung B. S1. dan Irian Jaya Barat.Terselenggaranya 50 orang. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara . .Terlaksananya digitalisasi reformating arsip statis.Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 lembaga kearsipan Daerah Provinsi. bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 Diklat fungsional arsiparis tingkat Keterampilan sebanyak 75 orang dan tingkat Keahlian sebanyak 15 .Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Daerah Provinsi Bangka Belitung. . dan S3 sebanyak 100 orang. . c. dan 5 kab/kota sebanyak 10 boks. . b. . .Pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. d..Terlaksananya Kursus/Training Dalam Negeri sebanyak 457 orang dan Luar Negeri sebanyak 5 orang.

prosedur. 5) Masih rendahnya kualitas pelayanan publik khususnya dalam bidang kearsipan di tingkat daerah sebagai akibat belum optimalnya penggunaaan teknologi informasi dalam pemberian layanan arsip. Pengadaan Runing Text. Alat Visualisasi Kearsipan.Pengadaan CCTV. peluang dan tantangan Arsip Nasional Republik Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut : A. . permasalahan. 1. Potensi dan Permasalahan Dengan berbagai kemajuan pembangunan kearsipan yang telah dicapai pada tahun 2008 dan perkiraan pencapaian tahun 2009. 4) Belum optimalnya peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kearsipan.2. peluang dan tantangan jangka menengah yang harus dihadapi dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia serta tercapainya fokus prioritas pembangunan kearsipan tahun 2010-2014 yaitu mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi.Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi pada 12 Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.Implementasi JIKN pada Pemerintah daerah Provinsi. dan kriteria dalam penyelenggaraan kearsipan secara nasional. hal ini disebabkan oleh minimnya anggaran dan juga rendahnya kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. . 6) Belum optimalnya program penanggulangan penyelamatan arsip pasca bencana sebagai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang 16 . maka permasalahan.. potensi. 2) Pengelolaan arsip statis pada lembaga kearsipan di tingkat daerah belum dapat berjalan optimal. potensi. Permasalahan 1) Belum lengkapnya norma. standar. 3) Belum optimalnya sinergisitas antara lembaga kearsipan dengan dunia pendidikan khususnya pendidikan tingkat dasar (SD-SMP) dan menengah (SMA) dalam hal pemasyarakatan kearsipan.

Jawa Timur dan Jawa Tengah. 7) Belum optimalnya digitalisasi reformating arsip statis. dan peralatan pendukung. 4) Arsip bersifat unik yang mengandung pengertian bahwa koleksi arsip tidak terdapat di tempat lain. Citra Daerah dan Citra Nusantara. program pemberian mobil layanan masyarakat sadar arsip pada lembaga kearsipan provinsi.penanggulangan bencana. dan gempa Sumatera Barat. Kekuatan 1) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang merupakan landasan operasional pembangunan kearsipan. jebolnya tanggul Situ Gintung. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menjalin kerjasama (MoU) dengan beberapa universitas negeri dan akan terus mengembangkan dengan universitas lainnya di Indonesia dalam pembentukan Arsip Universitas (University Archives). 6) Upaya pemasyarakatan arsip terus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan melalui : Arsip masuk desa. dan pameran arsip. pembangunan diorama sejarah perjalanan bangsa. 3) Arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. anggaran. sebagai contoh : penyelamatan arsip pasca Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). yang disebabkan terbatasnya SDM. 8) Belum lengkapnya peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu. 5) Dalam rangka ikut berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa. 2) Setiap penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan kehidupan kebangsaan pasti menghasilkan arsip. banjir di Sumatera. seperti yang telah dilakukan pada beberapa daerah yang terkena bencana . dan arsip pasca bencana akan terus dilakukan. Sebagai contoh arsip teks proklamasi hanya ada di Arsip Nasional Republik Indonesia dan tidak terdapat di tempat lain. karena arsip merupakan bahan bukti yang autentik dan reliable dalam pelaksanaan kegiatan. karena baru diundangkan pada tanggal 23 Oktober 2009. gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 9) Belum memadainya sarana dan prasarana kearsipan dalam rangka mendukung pembangunan kearsipan. 17 . pilkada. B.

4) Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good penerapan dan pengkajian secara terus-menerus dan Governance) sangat diperlukan transparansi dan akuntabilitas kinerja dari aparatur pemerintah yang ditandai dengan ketersediaan arsip yang autentik dan reliable. Semua proses otonomi daerah mulai dari likuidasi instansi vertikal di daerah yang berimplikasi pada perubahan struktur dan format kelembagaan. dan S3 kearsipan baik di dalam dan luar negeri. yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. telah membawa dampak pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang semula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Peluang 1) Globalisasi teknologi dan informasi menuntut sistem informasi kearsipan berbasis TIK berkesinambungan. 2) Penerapan Otonomi daerah yang ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. S2. pemilihan kepala daerah secara langsung dan masih banyak lagi proses politik maupun kenegaraan yang kesemuanya itu terekam dalam arsip. C. 18 . 9) Ruang layanan publik yang dapat membantu dan melayani masyarakat akan kebutuhan arsip yang dilengkapi sarana dan prasarana JIKN. 3) Lahirnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Kebebasan Informasi Publik. semakin mengukuhkan peranan/arti penting arsip dalam penyelenggaraan administrasi kepemerintahan dan pembangunan. S1. 5) Dengan semakin matangnya proses berkehidupan yang demokratis membuka peluang untuk meluruskan sejarah bangsa Indonesia dengan lebih obyektif melalui informasi yang terekam dalam arsip.8) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Dinamis (SIKS dan SIKD) pada di pusat dan daerah serta pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). 10) Peningkatan kualitas SDM melalui pemberian beasiswa D4.

hal ini ditandai dengan dukungan anggaran yang belum memadai terhadap lembaga kearsipan baik di tingkat pusat maupun daerah. Pada tahun 2006 jumlah arsiparis sebanyak 3431 orang. 7) Semakin meningkatnya jasa kearsipan dalam usaha pembenahan dan penyimpanan arsip pada instansi pemerintah dan swasta di pusat dan daerah dalam rangka peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).6) Dalam rangka mencegah dan mengurangi maraknya kasus sengketa wilayah perbatasan dan kooptasi pulau-pulau terluar oleh negara tetangga Indonesia. 6) Otonomi daerah membawa implikasi pada penggabungan lembaga kearsipan dan perpustakaan di daerah provinsi sebagai wujud perampingan organisasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 2007 tentang organisasi perangkat daerah. swasta maupun perorangan dalam menyerahkan arsip statisnya kepada Arsip Nasional Republik Indonesia. 5) Belum semua instansi kabupaten/kota mempunyai lembaga kearsipan sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah. Tantangan 1) Rendahnya kesadaran akan pentingnya pengeloaan arsip oleh lembagalembaga negara. Kecenderungan Tahun tersebut menyebabkan perhatian terhadap pembangunan kearsipan relatif lebih kecil dibandingkan dengan pembangunan perpustakaan. 2) Rendahnya kesadaran lembaga-lembaga negara. badan-badan pemerintahan. 3) Apresiasi pemerintah relatif masih kecil terhadap pengembangan kearsipan. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 3031 orang dan 19 . 7) Minat untuk menjadi pejabat fungsional arsiparis semakin menurun dikarenakan tunjangan arsiparis relatif kecil dan batas usia pensiun pada arsiparis tingkat ahli masih 56 tahun dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawabnya terhadap pengamanan arsip yang dilaksanakan oleh seorang arsiparis. sangat diperlukan arsip sebagai alat bukti yang sah. badan-badan pemerintahan. swasta maupun perorangan akan membawa dampak buruk pada sistem penataan dan penyimpanan arsip. 4) Belum semua instansi pemerintah di tingkat pusat mempunyai unit kearsipan yang berfungsi mengelola arsip. D. hal ini dapat kita lihat dari data yang tersaji dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir.

arsiparis ahli sebanyak 400 orang. Sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis sebanyak 3284 orang. (Sumber: Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan). dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2719 orang dan arsiparis ahli sebanyak 458 orang. maka tahun 2007 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 254 orang atau sebesar 7%. Pada tahun 2007 jumlah arsiparis sebanyak 3177 orang. 20 . sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 147 orang atau sebesar 4%. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2798 orang dan arsiparis ahli sebanyak 486 orang. Dari data yang tersaji tersebut dapat disimpulkan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 2006.

Kondisi Umum 1.2.1 Visi 2. Potensi dan Permasalahan Bab II VISI.2 Misi 2. Arah Kebijakan dan Strategi ANRI Bab IV PENUTUP Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Rencana Strategis Tahun 2010-2014 Matrik Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 Matrik Pendanaan Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 21 . MISI. dan TUJUAN 2.1.SISTEMATIKA PENULISAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 Bab I PENDAHULUAN 1.2.4 Sasaran Strategis Bab III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3.3 Tujuan 2. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional 3.1.

ANRI sebagai lembaga yang mempunyai tugas pemerintahan di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Visi ini mengandung maksud bahwa arsip merupakan bukti dari dinamika perkembangan perjalanan bangsa. Melalui arsip kita dapat mengetahui keberhasilan dan berbagai kegagalan yang harkat serta dialami bangsa ini mulai dari Sabang sampai Merauke. Dalam rangka mewujudkan kondisi tersebut. maju. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Sejalan dengan agenda pembangunan tersebut di atas. dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1.BAB II VISI. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. maka disusunlah Visi pembangunan nasional 2005-2025 yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri. maka ANRI merumuskan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa”. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. Dalam rangka mendukung peran tersebut di atas. 22 . nilai budaya. adil. MISI DAN TUJUAN ANRI 2. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2.1 Visi Sebagaimana diamanatkan dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. dan terwujudnya wawasan kebangsaan yang dapat menjalin dan mempertautkan keanekaragaman daerah dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam arsip tertuang informasi yang mengandung bukti historis.

Memberdayakan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan. 3. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. Melestarikan arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 23 . menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan rakyat sesuai peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan demi kemaslahatan bangsa. Memberdayakan arsip sebagai alat bukti sah. Memberdayakan arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja organisasi. 2. 3. lembaga pendidikan. 4. pemerintah daerah. perusahaan. maka tujuan pembangunan kearsipan yang akan dicapai adalah: 1. 5. kemasyarakatan. Memberikan akses arsip kepada publik untuk kepentingan pemerintahan. organisasi politik. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional.2 Misi Dalam mewujudkan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa” ditempuh melalui 5 (lima) Misi sebagai berikut : 1. 2. organisasi 2. 4. pembangunan. 5. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu.3 Tujuan Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia. penelitian. dan perseorangan. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah.2. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara.

Mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. 3. 2. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. sosial. dan. dan bernegara. Tersedianya kompetensi arsiparis dan pengelola arsip dan sejahtera. 8.6. 24 yang profesional . dan kabupaten/kota. serta keamanan identitas dan jati diri sebagai bangsa. politik. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Statis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. maka pembangunan kearsipan 5 (lima) tahun ke depan diarahkan untuk mencapai 3 (tiga) Sasaran Strategis sebagai berikut : A. provinsi. Sejalan dengan hal tersebut. berbangsa. provinsi. kabupaten/kota. Tersedianya hasil kajian penyelenggaraan kearsipan yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. 7. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. B. menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat. 2. Target kinerja : 1.4 Sasaran Strategis Fokus prioritas pembangunan kearsipan jangka menengah tahun 2010-2014 adalah mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi. budaya. pertahanan. Target kinerja : 1. informasi.

Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah. Terlaksananya bimbingan teknis kearsipan di lembaga negara/badan pemerintah pusat. penataan. provinsi. 4. Tersedianya peraturan yang mengatur tentang mekanisme pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi SDM kearsipan. Sedangkan dalam rangka mendukung percepatan pencapaian ketiga Sasaran Strategis tersebut. C. administrasi. 4. Target Kinerja : 25 . Terakreditasinya lembaga dan unit kearsipan serta tersertifikasinya arsiparis di pusat dan daerah. kabupaten/kota. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. 2. telah ditetapkan sasaran pendukung sebagai berikut : Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. 3. dan kabupaten/kota. 6. Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya inventarisasi arsip yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. penelitian. 3.2. Terselamatkan dan terlestarikannya arsip/dokumen negara yang bernilai pertanggungjawaban nasional seperti arsip pemilu legislatif dan presiden serta pilkada. Tersedianya kebijakan nasional pembangunan kearsipan di pedesaan. Target kinerja : 1. 5. dan ilmu pengetahuan. pengendalian program. Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) dan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. Meningkatnya preservasi arsip demi terwujudnya pemeliharaan. dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. provinsi. pembangunan. pembinaan.

Terwujudnya kebijakan kearsipan nasional yang berupa Peraturan Pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.1. Terwujudnya penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran. 26 . administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel serta tepat waktu. 5. Meningkatnya jumlah instansi/lembaga yang menggunakan jasa kearsipan. 3. 2. 4. Berkurangnya jumlah temuan dalam pengawasan internal. Meningkatnya jumlah peraturan kearsipan.

5. Peningkatan penghormatan. Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. pemajuan. demokratis. 27 . 2.1. kolusi. 4. Agenda I Agenda II Agenda III Agenda IV Agenda V : : : : : Pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Perbaikan tata kelola pemerintahan Penegakan pilar demokrasi Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi Pembangunan yang inklusif dan bermartabat Arah Kebijakan pembangunan di bidang hukum dan aparatur diarahkan pada tercapainya agenda II yaitu perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. dan penegakan HAM. 7. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. dengan strategi: 1. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014. 5.BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3. dan nepotisme (KKN). Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia yang sejahtera. 4. bahwa arah Pembangunan Jangka Menengah ke dua (RPJMN ke2) Tahun 2010-2014 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. dan berkeadilan maka telah ditetapkan 5 (lima) agenda utama Pembangunan Nasional Tahun 2010-2014 yaitu: 1. Peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemantapan pelaksanaan reformasi birokrasi. 6. 2. 3. 3. Peningkatan kinerja lembaga di bidang hukum. Peningkatan efektivitas peraturan perundang-undangan.

dan kegiatan prioritas bidang pembangunan kearsipan dalam RPJMN tahun 2010-2014 dapat dilihat pada matrik berikut ini : dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik 28 . Berkaitan dengan hal tersebut. Pembinaan Kearsipan Pusat dengan output/keluaran terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (SIKD-TIK) yang termasuk dalam Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional.Dalam RPJMN 2010-2014 pembangunan kearsipan diarahkan guna mendukung tercapainya prioritas bidang Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik. Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan. fokus prioritas. guna mempercepat terwujudnya prioritas dan fokus prioritas RPJMN 2010-2014 sebagaimana tersebut di atas maka telah ditetapkan 2 (dua) kegiatan prioritas Pembangunan Kearsipan sebagai berikut: 1. Peningkatan Layanan Hukum. Untuk lebih jelasnya mengenai uraian prioritas. 2. dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI dengan output/keluaran tersusunnya Peraturan Pelaksanaan dari UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang termasuk Indonesia. khususnya pada Fokus Prioritas VI yaitu Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi.

4 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 29 .5 PROGRAM KEMENTE RIAN/ LEMBAGA TERKAIT Kemeneg.0 2 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) 10 ANRI 11. 2.29 2014 0. Milyar ) VI.d.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Indeks Efektivitas Pemerinta han(dari skala -2.5) Persentase Instansi Pemerintah yang dinilai akuntabel (%) .Jumlah Perka.5 s.Jumlah PP 24 80 4 PP 7 PP K) . 1 Peningkatan layanan hukum. dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No.MATRIK BAB VIII BUKU II RPJMN 2010-2014 RENCANA TINDAK PRORITAS BIDANG HUKUM DAN APARATUR BIDANG PEMBANGUNAN : HUKUM DAN APARATUR PRIORITAS BIDANG : Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik NO FOKUS PRIORITAS/ KEGIATAN PRIORITAS Fokus Prioritas 6: PENINGKATAN KAPASITAS DAN AKUNTABILITAS BIROKRASI SASARAN (Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) Meningkatnya kapasitas birokrasi dan akuntabilitas instansi pemerintah TARGET INDIKATOR 2010 -0. PAN TOTAL ALOKASI PRIORITAS 2010-2014 (Rp.Jumlah Inpres .Jumlah instansi pusat (IP) yang sudah menerapkan SIKDTIK 1 Inpres 1 Inpres K) 1 Perka ANRI 52 Perka ANRI 30 K) K) Program Dukungan Manajemen dan Penyelengga raan Tugas Teknis Lainnya ANRI Program Penyelengga raan Kearsipan Nasional ANRI 7. ANRI . pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan.

Milyar ) 322.3 MATRIK BUKU II RPJMN 2010-2014 20% 20% 2. Persentase penempatan pegawai sesuai dengan kompeten 11. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja 8. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja 3. Persentase penyelesaian SOP unit kerja 9.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan INDIKATOR 1.RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA KEMENTERIAN/LEMBAGA : ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NO I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ANRI SASARAN Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 7.245 org 90% 90% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 6 Laporan 30 Laporan 8 Instansi 40 Instansi 30 . Jumlah instansi/perusahaa 2010 100% TARGET 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Jumlah pengunjung ANRI 4. Jumlah laporan hasil pengawasan dan rekomendasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di bidang kearsipan 14. Persentase ketersedian pedoman pengelolaan/data base arsip dinamis dan ketersedian program/daftar arsip vital serta ketepatan waktu pendistribusian surat/barang cetakan 13. penatausahaan anggaran/barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya 12. Persentase penyelesaian adminstrasi kepegawaian terkait dengan kenaikan pangkat dan usulan pensiun pegawai 10. Persentase layanan di bidang hukum dan kerjasama yang tepat sasaran 6.900 org 90% 37. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 5. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Persentase peningkatan kualitas pengelolaan.

· Pengelola-an Arsip Dinamis.4 PP tentang: · Sistem Kearsipan Nasional (SKN). dan · Penyusutan Arsip . · Pengelola-an Arsip Statis. 1 Inpres. Persentase lembaga dan unit kearsipan yang sudah terakreditasi 2. dan . Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) 4.Jumlah PP .1 Inpres.6 1. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 5% 25% 207. Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). ANRI II PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ANRI III PROGRAM PENYELENGARAAN KEARSIPAN NASIONAL Meningkatnya efektifitas pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip . Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu 3.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan n yang memanfaatkan jasa kearsipan .Jumlah Inpres .0 100% 85. 52 Perka ANRI 7.2 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 31 .1.1 Perka ANRI 100% 7 PP. dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. Peningkatan layanan hukum.4 TOTAL ALOKASI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2010-2014 615. Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai input penyempurnaan sistem kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 5.3 5% 75% 5% 25% 80% 80% 2 angkatan diklat penciptaan Arsiparis - 750 peserta diklat teknis 1 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Jumlah instansi pusat dan Lembaga Kearsipan Pusat yang sudah menerapkan SIKD-TIK 10 instansi pusat 6 angkatan diklat penciptaan Arsiparis 1500 peserta diklat teknis 2250 peserta diklat teknis 30 instansi pusat 11. Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN).Jumlah Perka. pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan.

menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. politik. 3. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. 4. 6. menjamin keselamatan dan dalam keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban kehidupan bermasyarakat. perusahaan. 5. serta keamanan sebagai identitas dan jati diri bangsa. dan bernegara. lembaga pendidikan.2. pemerintah daerah.3. dan perseorangan. berbangsa. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kearsipan yaitu: 1. organisasi kemasyarakatan. 2. 7. dan 8. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. budaya. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. sosial. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. pertahanan. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. organisasi politik. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya maka telah dirumuskan 3 (tiga) sasaran strategis dan 1(satu) sasaran pendukung sebagai berikut : 32 .

kebijakan. maka telah ditetapkan strategi. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Menghasilkan kajian kebijakan tentang Norma. administrasi. Strategi Untuk mencapai sasaran pertama sebagaimana tersebut di atas. Pedoman.Sasaran Strategis : 1. Pencapaian Sasaran Strategis Pertama Untuk mencapai sasaran pertama yaitu mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. program. maka ditetapkan strategi. 33 . maupun masyarakat. Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. kebijakan. pengendalian program. kekuatan. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur sebagaimana tersebut di atas. Mewujudkan negara. Standar. pembinaan. 3. dan kegiatan sebagai berikut : A. informasi. peluang dan tantangan. program. baik pemerintah. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan kearsipan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. informasi. dan kegiatan sebagai berikut : 1. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. 2. swasta. dan Kriteria (NSPK) kearsipan yang dapat menjadi pedoman implementasi bagi para perencana dan pengambil keputusan.

Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan jaringan informasi kearsipan nasional.1. 5) Melaksanakan kegiatan secara optimal agar mampu memberikan outcome terbaik bagi lembaga sebagai salah satu bentuk keprofesionalan lembaga. 2. 3) Menciptakan dan mengembangkan paket teknologi dan model sistem informasi kearsipan sebagai salah satu kontribusi lembaga bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan kearsipan nasional. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan teknologi kearsipan. Misi. Kebijakan 1) 2) 3) 4) 5) Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan nasional.2) Mengembangkan kegiatan pengkajian dan pengembangan serta mendukung program pendidikan lanjutan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3.1 Tujuan 34 . Strategi. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3. Tujuan. 3. Sasaran. 4) Mengembangkan diri sebagai pusat unggulan melalui diseminasi dan sosialisasi hasil kajian serta menciptakan jaringan dan peluang kerja sama. Program Berdasarkan rumusan Visi. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas.

(Prioritas K/L) 2) Pengkajian dan pengembangan norma dan standar kearsipan statis dalam rangka membangun sistem kearsipan sehingga terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). 3.2 Sasaran 1) Tercapainya efektifitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis baik konvensional maupun elektronik. sistematis.Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melalui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. utuh dan menyeluruh.1 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Nasional. 3.2.2 Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif 3.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase menjadi NSPK.1. (Prioritas K/L) 35 . 2) Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK.1. 3. 1) Pengkajian kearsipan dan dinamis pengembangan dalam rangka norma dan standar sistem membangun rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang kearsipan yang andal. 2) Tercapainya sistem efektifitas pengkajian dan pengembangan statis baik informasi kearsipan dinamis dan konvensional maupun elektronik.

4) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis. 2) Pengkajian dan pengembangan pengelolaan arsip elektronik. 6) Pengkajian dan pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN). 7) Pengembangan pedoman ekstraksi informasi publik yang dikecualikan terkandung dalam arsip baik dalam format kertas maupun elektronik. 6) Pengkajian lembaga kearsipan daerah dalam rangka meningkatkan standar pengelolaan arsip statis sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa.2. 8) Pengkajian terhadap SDM kearsipan pada lembaga pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis terutama dalam menyelenggarakan JIKN. 3) Pengkajian dan pengelolaan arsip untuk aktivitas berbasis web di lingkungan pemerintahan.2 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 1) Pengkajian dan pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . 4) Pengelolaan isi portal JIKN. 5) Penambahan basis data arsip pilkada dan JIKN. 5) Pengkajian kelembagaan unit kearsipan dalam rangka mengembangkan standar unit kearsipan dalam mengelola arsip dinamis. 3.3) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan dinamis. 7) Pengkajian terhadap SDM kearsipan kearsipan dinamis. di lembaga negara tingkat pusat dalam rangka mendukung penyelenggaraan 36 .

badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Melaksanakan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. 2) Melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. kekuatan. maka ditetapkan strategi. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. program. Strategi Untuk mencapai sasaran kedua sebagaimana tersebut di atas. 2. Pencapaian Sasaran Strategis Kedua Untuk mencapai sasaran kedua yaitu Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. 10)Penyusunan materi diseminasi khasanah arsip statis ANRI melalui internet. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme supervisi.8) Pengkajian Kearsipan. peluang dan tantangan. organisasi kemasyarakatan dan partai politik. dan kegiatan sebagai berikut : 1. kebijakan. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. 3) 4) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa. B. serta masyarakat luas. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. Melaksanakan akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan. 5) Melaksanakan pengembangan jabatan fungsional arsiparis. dan pengembangan teknologi Informasi 9) Penyelenggaraan Rakor JIKN. ketersediaan pedoman maupun instrumen pendukung supervisi yang 37 .

lebih komprehensif dan peningkatan peran SDM secara partisipatif baik dari ANRI maupun dari instansi yang di supervisi. metodologi pengajaran serta kualitas pengajar. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. Program Berdasarkan rumusan Visi. batas usia pensiun arsiparis 3. ketersedian pedoman maupun instrumen pendukung bimbingan dan konsultasi yang lebih komprehensif. Misi. 38 .1. 4) Mendorong peningkatan kualitas akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan melalui ketersediaan pedoman dan instrumen pendukung penilaian akreditasi dan sertifikasi. upaya peningkatan tunjangan/kesejahteraan arsiparis dan sampai usia 60 tahun. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme bimbingan dan konsultasi. Sasaran.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. 2) Mendorong peningkatan kualitas bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. 3) Mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa melalui peningkatan kualitas kurikulum. Tujuan. 5) Mendorong peningkatan kualitas pejabat fungsional arsiparis melalui pelaksanaan diklat/kursus kearsipan. Strategi. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. peningkatan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait yang mempunyai otoritas mengeluarkan penilaian akreditasi maupun sertifikasi .

pendidikan pelatihan diselenggarakan.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3.1. 4) Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai 5) Jumlah input penyempurnaan dan sistem kearsipan kearsipan bagi yang lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) 2) Bimbingan arsiparis dan tim penilai angka kredit arsiparis. 3) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA). 2) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 3) Pembinaan dan penilaian angka kredit arsiparis madya. 4) Penyelenggaraan nasional. 4) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan.3. 2) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu. 3.1.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase lembaga/unit kearsipan yang telah terakreditasi.1 Pelaksanaan Akreditasi dan Profesi kearsipan 1) Pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan. pemilihan arsiparis teladan tingkat 39 . 3) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga kearsipan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.2 Sasaran 1) Terwujudnya pengelolaan arsip baik dinamis maupun statis yang efektif dan efisien di seluruh lembaga negara dan badan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 3.2.

2 Pembinaan kearsipan Pusat 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi. 40 . Rakor hasil bimbingan dan supervisi sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 7) 8) 9) Penyelenggaraan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. dan Komunikasi (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.5) Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya. 6) Fasilitasi kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI). 2) 3) Informasi.2. (Prioritas Bidang dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 4) 5) 6) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 10) Penyelenggaraan Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. 8) Rakor dan sosialisasi pedoman umum penyelenggaraan akreditasi dan sertifikasi kearsipan. Rakor Evaluasi bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. Penyelenggaraan konsultasi pertimbangan dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 7) Penyempurnaan pedoman mekanisme kerja arsiparis. Informasi. dan Komunikasi (SIKD-TIK). Penyelenggaraan pemilihan unit kearsipan teladan di instansi pemerintah pusat. 3. (Prioritas K/L) Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi.

12) Penyelenggaraan rapat koordinasi kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi. Evaluasi kearsipan 7) 8) 9) penyelenggaraan di Pemerintah bimbingan Daerah dan konsultasi dan Provinsi Kabupaten/Kota. Standar.2. Penyelenggaraan supervisi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 13) Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan. 11) Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.4 Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 1) Penyelenggaraan diklat penciptaan jabatan fungsional 41 arsiparis.3. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan . 14) Diseminasi dan sosialisasi Norma. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) dan Bimbingan bagi pengelolaan arsip . (Prioritas K/L) Peningkatan masyarakat sadar arsip untuk provinsi dan kabupaten/kota. 3. Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota. 15) Konsultasi masyarakat. 10) Evaluasi Penyelenggaraan Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pedoman. (Prioritas K/L) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.2.3 Pembinaan Kearsipan Daerah 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi 2) 3) 4) 5) 6) Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK). Penyelenggaraan konsultasi pengelolaan arsip statis pasca otonomi daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota. (Prioritas K/L) Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa.

perusahaan. organisasi massa. 7) Penciptaan visualisasi media belajar. 5) Pengembangan laboratorium sistem kearsipan. 9) Evaluasi pasca diklat. 8) Pengembangan perpustakaan Pusdiklat Kearsipan. 4) Penyusunan kearsipan. dan kurikulum diklat C. dan perumusan prakarsa strategi di bidang penyelamatan dan pelestarian arsip dan menyelenggarakan konsultasi dan koordinasi dalam rangka penyelamatan dan pelestarian arsip dengan lembaga negara/lembaga pemerintah. maka ditetapkan strategi. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan. 11) Melaksanakan kegiatan Tata Usaha Pusdiklat Kearsipan.2) Penyelenggaraan diklat kearsipan melalui dana dekonsentrasi. pengkajian. dan partai politik. 10) Diskusi Ilmiah para pengajar/widyaiswara. Strategi Untuk mencapai sasaran ketiga sebagaimana tersebut di atas. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Pelaksanaan analisis. kebijakan. program. kekuatan. dan kegiatan sebagai berikut : 1. peluang dan tantangan. modul.(Prioritas K/L) 3) Penyelenggaraan diklat teknis kearsipan. program. 6) Penyusunan program diklat fungsional arsiparis. 3) Memberdayakan dan mengupayakan aksesibilitas arsip kepada publik dengan tersedianya server storage arsip statis hasil alih media arsip 42 teknologi informasi sebagai alat bantu untuk memudahkan pengguna dalam mencari dan mengakses arsip statis yang . Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga Untuk mencapai sasaran ketiga yaitu mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. 2) Membuat standar minimal pengolahan arsip (deskripsi arsip) dari seluruh jenis media arsip baik yang konvensional maupun media baru dan memanfaatkan diinginkan.

Dalam hal ini arsip VOC dalam 5 tahun mendatang sudah dibuatkan jalan masuknya baik dalam bentuk daftar arsip ataupun inventaris. 2. 2) Mempersiapkan sistem deskripsi untuk arsip elektronik sebagai persiapan kemungkinan penyerahan arsip elektronik agar dapat diakses oleh pengguna dan mendukung program Centre of Excellence sebagai wujud dari Memory of The World bagi ANRI dari khasanah arsip statis masa VOC yang rencananya dibuatkan sistem dan akan didigitalisasi sehingga dapat terhubung secara internasional. daerah dan nasional untuk sinkronisasi dan sinergi antara program dan anggaran. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas kinerja termasuk kualitas hasil penyelamatan dan pelestarian arsip melalui analis kebijakan. sesuai standar dan prosedur yang berlaku. sementara sistem aplikasinya disiapkan oleh NAN Belanda. guna melestarikan nilai guna arsip yang terkandung di dalamnya. 43 .menjadi format digital yang memuat seluruh khasanah arsip statis yang tersimpan dan meningkatkan perawatan dan atau pemelihaaan arsip sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku. 3) Mendorong terwujudnya penyelamatan dan pelestarian arsip melalui alih media arsip sesuai skala prioritas dan mendorong terlaksananya pemeliharaan dan perawatan arsip secara baik dan benar. pengkajian dan prakarsa strategi di bidang kearsipan dan peningkatan kualitas koordinasi pembangunan di tingkat pusat. 4) Memenuhi standar pemanfaatan arsip kepada masyarakat dengan meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana pemanfaatan arsip yang diperlukan dan meningkatkan kemudahan akses pemanfaatan arsip kepada masyarakat. 4) Meningkatkan promosi pemanfaatan arsip baik melalui penerbitan naskah sumber arsip maupun pameran arsip yang diselenggarakan untuk penyebaran informasi arsip kepada masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak baik di lingkungan ANRI maupun di luar lingkungan ANRI dalam mengembangkan pemanfaatan arsip. dalam rangka mempertahankan kondisi fisik arsip.

Tujuan.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3.2 Sasaran 1) Meningkatnya memperkaya mendatang. penataan dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. 4) Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah. inventarisasi arsip. Sasaran. 3. 3. 3) Meningkatnya preservasi terwujudnya pemeliharaan.1. maka disusunlah program sebagai berikut : 3. 2) Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. dan arsip penilaian khasanah dan arsip akuisisi serta arsip untuk untuk menjamin terselamatkan dan terlestarikannya arsip demi generasi guide demi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. 2) Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya daftar arsip. Misi. Program Berdasarkan rumusan Visi.1.1.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Jumlah arsip yang diakuisisi. Strategi. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. pembangunan. 44 .3. penelitian dan ilmu pengetahuan.

9) Penyelamatan arsip organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan. 45 . 9) Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan. elektronik. 8) Penilaian dan Akuisisi arsip lembaga peradilan di Indonesia. elektronik. 6) Penyelamatan arsip partai politik peserta pemilu tahun 2009. dan kearsitekturan yang dibuat.2. audio visual. audio visual. 6) Jumlah arsip rusak yang direstorasi. dan kearsitekturan yang dibuat. 5) Jumlah guide arsip konvensional. elektronik. 3. 10) Penyelamatan arsip tokoh nasional/pelaku sejarah. 11) Perekaman para tokoh/pelaku sejarah pembentukan dan pemekaran wilayah serta konflik di daerah melalui wawancara sejarah lisan. dan kearsitekturan yang dibuat. 4) Jumlah inventaris arsip konvensional. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip perbatasan wilayah dan batas negara. (Prioritas K/L) 3) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. kartografi. 8) Jumlah hasil pengujian arsip dan bahan kearsipan. audio visual.(Prioritas K/L) 2) Penilaian dan Akuisisi arsip Kabinet Indonesia Bersatu. kartografi. kartografi. 5) Penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada. 7) Jumlah arsip yang dialihmedia/reproduksi.3) Jumlah daftar arsip konvensional. 10) Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. (Prioritas K/L) 4) Pelacakan dan penelusuran arsip Supersemar.1 Penilaian dan Akuisisi Arsip 1) Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif tahun 2009.

3) Pendataan dan Inventarisasi arsip konvensional Setelah Tahun 1945. 4) Pengolahan arsip foto. 16) Penelusuran jejak masyarakat Suriname yang telah kembali ke Indonesia. 5) Pengolahan arsip film. OPM. (Prioritas K/L) Implementasi pengamanan arsip melalui sistem barcode. 11) Pengolahan arsip elektronik.3 Preservasi Kearsipan 1) 2) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. 13) Penyelamatan dan pelestarian arsip perusahaan/BUMN.2. 12) Pengolahan dan ekspose arsip lembaga negara/badan pemerintah yang diakuisisi. 2) Pengolahan arsip konvensional Hindia Belanda. 7) Pengolahan arsip rekaman suara.12) Wawancara sejarah lisan mengenai kembalinya GAM ke pangkuan ibu pertiwi. 3. (Prioritas K/L) 46 . 16) Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan data yang diolah 3.2 Pengolahan Arsip Statis 1) Pengolahan arsip konvensional VOC.2. 14) Workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi. 15) Pengolahan arsip perseorangan yang diakuisisi. 10) Pengolahan arsip kearsitekturan. 9) Pengolahan arsip peta (kartografi). RMS. dan konflik lainnya. 14) Pengolahan arsip organisasi massa/organisasi politik yang diakuisisi. 15) Penelusuran dan penyelamatan arsip bangunan sejarah/bangunan negara Indonesia. 6) Pengolahan arsip video. 8) Pengolahan arsip microfilm. 13) Pengolahan arsip perusahaan yang diakuisisi.

dan pendataan arsip kartografi dan 10) Restorasi arsip konvensional. 16) Pembuatan microfilm negatif dan positif koleksi Hindia Belanda. (Prioritas K/L) 3) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ”Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V”. 18) Digitalisasi arsip video dan rekaman suara.2. 12) Restorasi arsip media baru. (Prioritas K/L) 2) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Nusantara jilid V”. dan kertas). Penyimpanan arsip berdasarkan peta lokasi penyimpanan yang ditentukan sesuai standar penyimpanan. 20) Fumigasi gedung depo arsip konvensional. 3. Penyimpanan dan Penataan arsip foto. 17) Digitalisasi arsip statis(foto. 19) Pengujian arsip dan bahan kearsipan. 15) Alih media microfilm. (Prioritas K/L) 47 .4 Pemanfaatan Arsip 1) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Daerah”. 14) Alih media arsip foto. peta. 11) Penataan kearsitekturan. Penyimpanan dan Penataan arsip video dan rekaman suara. Pemyimpanan dan Penataan arsip film. 13) Alih media arsip film. Penyimpanan dan Penataan arsip konvensional. Penyimpanan dan penataan arsip microfilm.3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penataan arsip konvensional sesuai dengan nomor inventaris (registrasi arsip). 22) Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. 21) Pengadaan peralatan alih media film dan microfilm.

12) Peningkatan kualitas pelayanan publik. dan kartografi.4) Penerbitan Naskah Sumber ”khasanah arsip ANRI” Seri: Citra Daerah (Prioritas K/L) 5) Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan. pembinaan. Penyelenggaraan pameran kearsipan. 7) 8) 9) Fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. 6) Pemeliharaan dan perawatan bahan perpustakaan. peluang dan tantangan. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam perencanaan penyusunan anggaran yang berbasis kinerja. Penyelenggaraan Layanan arsip konvensional periode sebelum dan setelah 45. 48 . 11) Pembuatan dan penyebarluasan brosur. Strategi Untuk mencapai sasaran pendukung sebagaimana tersebut di atas. 3) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam pengelolaan administrasi keuangan secara transparan dan akuntabel. administrasi. 2) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh pada seluruh unit kerja dalam penyusunan laporan akuntabilitas kinerja ANRI. Pencapaian Sasaran Pendukung Untuk mencapai sasaran pendukung yaitu Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. (Pengarusutamaan) D. program. 10) Diseminasi dan sosialisasi informasi arsip statis. dan kegiatan sebagai berikut : 1. maka ditetapkan strategi. kekuatan. media baru. kebijakan. pengendalian program.

5) 6) Meningkatkan koordinasi dalam penyusunan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan. S3. dan diklat teknis kearsipan baik di dalam maupun 7) 8) 9) Meningkatkan promosi layanan pusat jasa kearsipan secara terus menerus pada instansi pemerintah dan swasta. Peningkatan pengelolaan Indonesia. perlengkapan. Pemantapan harmonisasi peraturan perundang-undangan bidang kearsipan serta peningkatan kualitas dan kuantitas penyusunan produk hukum bidang kearsipan. Peningkatan kualitas pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. 2. organisasi dan ketatalaksanan. Peningkatan kualitas penyusunan laporan kinerja ANRI. Meningkatkan kualitas pusat jasa kearsipan dalam pembenahan arsip di instansi pemerintah maupun swasta. kepegawaian maupun perlengkapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 7) 8) Peningkatan kualitas kompetensi SDM kearsipan dan layanan administrasi kepegawaian. Peningkatan kualitas layanan pusat jasa kearsipan pada instansi pemerintah dan swasta. kepegawaian. 5) 6) Peningkatan kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan. kehumasan. kualitas pembinaan administrasi Arsip keuangan dan perlengkapan/kekayaan Nasional Republik 49 . kearsipan. hukum. Meningkatkan luar negeri. keuangan. dan rumah tangga ANRI. Kebijakan 1) 2) 3) 4) Peningkatan kualitas perencanaan penyusunan program dan anggaran yang berbasis kinerja. S2.4) Meningkatkan pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan. Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam hal pengawasan internal terhadap pegelolaan APBN. kualitas dan kompetensi SDM kearsipan melalui beasiswa S1.

Tujuan.1. Meningkatnya jumlah produk hukum kearsipan yang disahkan menjadi peraturan kearsipan. Strategi.9) Peningkatan kualitas pengawasan secara efektif dan efisien terhadap pengelolaan keuangan negara di lingkungan ANRI.1 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik Indonesia 3. Meningkatnya jumlah pengelolaan adminstrasi keuangan yang baik dan tepat waktu.1.2 Sasaran 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Terwujudnya pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan perencanaan program dan anggaran. 3. 50 . Sasaran. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan ANRI. Meningkatnya jumlah pegawai yang ditempatkan sesuai dengan keahliannya. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. Terwujudnya pelaksanaan urusan ketatausahaan. Program Berdasarkan rumusan Visi. Meningkatnya pemberitaan tentang kearsipan yang dimuat di media massa maupun elektronik. maka disusunlah program sebagai berikut : 3. Misi. Meningkatnya jumlah temuan hasil pemeriksaan pengelolaan APBN ANRI yang ditindaklanjuti. 3. Terwujudnya pelayanan administrasi kepegawaian.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan.

12) Persentase dan pelaporan.1. 11) Persentase ketepatan pelayanan pengurusan kepegawaian. peningkatan kualitas pengelolaan. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu. 14) Jumlah instansi/perusahaan yang memanfaatkan jasa kearsipan. Persentase penyelesaian SOP unit kerja.10) Meningkatnya jumlah perusahaan dan instansi pemerintah yang menggunakan jasa kearsipan. Jumlah pengunjung ke Arsip Nasional Republik Indonesia. Persentase penyelesaian peraturan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja. Program dan Ketatausahaan 51 . 3. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan. kompetensi. penatausahaan anggaran beserta pertanggungjawaban 10) Persentase penempatan pegawai yang sesuai dengan 3. Koordinasi Evaluasi dan Penyusunan Pelaporan.2 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 1) Peningkatan Anggaran. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja.3 Indikator Kinerja Outcome 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu. Persentase informasi/pemberitaan bidang kearsipan yang disajikan melalui media massa maupun elektronik. 13) Persentase temuan pengawasan/pemeriksaan/pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti.

Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 22) Pengelolaan/Pengembangan website ANRI. 1) 2) 3) 4) 5) Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. 14) Penyusunan evaluasi program kinerja. 19) Evaluasi pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009. 12) Penyempurnaan Standar Biaya Khusus. Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. 11) Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. 21) Sosialisasi kelembagaan ANRI melalui media cetak. 20) Penyelesaian ketatausahaan pimpinan. 10) Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia. 18) Penyusunan Executive Report. (Prioritas K/L) Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ANRI. 17) Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. 52 . Penyelenggaraan Rakernis Program dan Anggaran. Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI). Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. 15) Penyusunan LAKIP ANRI. Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. serta Hubungan Masyarakat di Lingkungan ANRI. (Pengarusutamaan) 16) Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. 13) Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).Pimpinan. televisi dan radio. Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang 6) 7) 8) 9) Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (Masterplan ANRI).

dan pasca sarjana. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Penyusunan naskah kerjasama pengembangan kearsipan dengan beberapa perguruan tinggi dalam negeri. (Prioritas K/L) 6) Pemberian bantuan beasiswa diploma. 1) 2) 3) 4) 5) Penyusunan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.D. 25) Penyelenggaraan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa. 28) Penyusunan bahan hearing DPR. Penyusunan SOP di lingkungan ANRI. interaktif. 27) Forum bakohumas. 30) Pembuatan bahan publikasi booklet dan leaflet. 32) Safari Lembaga. sarjana. 26) Optimalisasi keprotokolan. 35) Promosi dan publikasi kearsipan. 31) Revisi visual profil ANRI. (Prioritas K/L) 53 . Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI. (Prioritas K/L) Penyusunan Kumpulan peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum (SJDIH). 36) Lomba karya tulis bidang kearsipan. 29) Penyelenggaraan Temu Teknis di lingkungan unit eselon I. 24) Peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting.23) Penerbitan majalah kearsipan ANRI.(Prioritas Bidang) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan. 38) Pembuatan data base penghubung antar lembaga. 2) Peningkatan Layanan Hukum. 33) Pembuatan C. 34) Pembuatan pusat informasi dan publikasi ANRI (media center). 37) Pembuatan komputer interaktif.

(Pengarusutamaan) 26) Pembinaan pegawai. penerimaan. penataan. (Prioritas K/L) Pembentukan peraturan tentang standar pelayanan arsip. Pembentukan peraturan yang mencakup materi tentang penciptaan. 24) Diklat pimpinan tingkat I-IV. 20) Penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. pemeliharaan. 10) Pembentukan peraturan tentang sistem administrasi negara dalam rangka memposisikan arsip. 12) Penyempurnaan penjabaran tugas dan fungsi organisasi ANRI. (Pengarusutamaan) 21) Penyesuaian ijazah dan ujian dinas.7) 8) 9) Training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri. 25) Diklat teknis kepegawaian. 11) Pembentukan peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan. penggunaan. (Pengarusutamaan) 14) Penyusunan mekanisme penyediaan informasi. 13) Penyempurnaan tata kerja dan struktur organisasi ANRI. 18) Penyelenggaraan fasilitas Poliklinik/obat-obatan. (Pengarusutamaan) 27) Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. 17) Pemeriksaan kesehatan resiko pekerjaan. dan pengelolaan arsip. (Pengarusutamaan) 23) Penyusunan Penyempurnaan standar kompetensi jabatan struktural. 54 . 28) Penyelenggaraan pelayanan dan pengelolaan administrasi pegawai. 16) Pengelolaan tunjangan pengelolaan arsip statis. 19) Pengelolaan administrasi kenaikan pangkat dan gaji berkala. 15) Pendidikan dan pelatihan CPNS. 22) Penilaian angka kredit jabatan fungsional.

36) Penyuluhan hukum pegawai ANRI. Honor pengelola APBN. Perawatan sarana gedung. 40) Penyelenggaraan Seminar Kearsipan dan Kesehatan. (Pengarusutamaan) 33) Pencetakan Peraturan Kepala dan Keputusan Kepala ANRI tentang organisasi dan tata kerja ANRI dari tahun 1974 s. Pemeliharan dan perawatan gedung kantor. 35) Harmonisasi dan sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) Pengelolaan gaji.29) Penyelenggaraan uji kompetensi pejabat struktural. 31) Penyusunan standar kompetensi jabatan fungsional umum. Pengadaan peralatan/perlengkapan kantor.d. Pengadaan pakaian dinas pegawai. Pengadaan peralatan rumah tangga. (Pengarusutamaan) 37) Penyelenggaraan Program legislasi ANRI. lembur. 39) Rakor Penyelesaian Mekanisme Kerja antar Unit di Lingkungan ANRI. Pengadaan keperluan kantor. 34) Penyebarluasan produk hukum. Perawatan kendaraan bermotor. honorarium. dan tunjangan. 2009. 55 makanan/minuman penambah daya tahan . Pengadaan tubuh. 32) Penyusunan pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun. Pembayaran langganan internet. Penerimaan dan pengiriman surat dinas. (Pengarusutamaan) 30) Penyempurnaan evaluasi jabatan di lingkungan ANRI. Pembayaran jasa keamanan dan kebersihan. 3) Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Anggaran serta pelayanan penunjang pelaksanaan tugas ANRI. 38) Penyelenggaraan kerjasama luar negeri. Pembayaran langganan daya dan jasa.

Inventarisasi BMN. dan penyelamatan bukti kepemilikan arsip. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan BMN. Pencetakan agenda dan map. Pengamanan. Pemutakhiran data BMN. Pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan. Pengadaan bahan-bahan kearsipan. Pendistribusian barang non inventaris.15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) 31) 32) 33) 34) 35) 36) 37) 38) 39) 40) 41) 42) 43) Operasional perkantoran. 56 . Pembuatan laboratorium sistem kearsipan. (Pengarusutamaan) Sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP. Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Pendataan dan penataan arsip inaktif. Penyusunan Pedoman Arsip Terjaga. Peningkatan kapasitas basis data arsip inaktif ANRI. Inventarisasi Arsip Terjaga. Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Pengelolaan perjalanan dinas pimpinan. Penyusunan Daftar Pencarian Arsip yang memiliki nilai guna Sejarah. Sistem akuntansi BMN. Penyusunan Pedoman Arsip Vital. Penyediaan basis data arsip aktif unit kerja di lingkungan ANRI Penyusunan Petunjuk Teknis Pengaksesan arsip dinamis dan JRA Substantif ANRI. Implementasi SAPP. pemeliharaan. Pengembangan sistem informasi perjalanan dinas. Penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa. Pendistribusian barang inventarisasi. Pengelolaan administrasi keuangan. Penyusunan prosedur tetap kerumahtanggaan.

Penilaian angka kredit jabatan fungsional auditor. Pengamanan internal di lingkungan ANRI. dan Perawatan Arsip. 3) Presentasi aplikasi pengelolaan dokumen/arsip inaktif berbasis Teknologi Informasi. Pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah. 4) Pelaksanaan jasa penataan. 57 . 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pengawasan internal ANRI. (Pengarusutamaan) 2) Monitoring/evaluasi pasca layanan jasa. Penyimpanan. pemeliharan dan perawatan. Evaluasi kegiatan di lingkungan ANRI.(Pengarusutamaan) 10) Pelaksanaan pengisian laporan LHKPN bagi pejabat ANRI. Penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon IIII. Forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah. 1) Penjajagan kerjasama kearsipan dengan instansi pusat dan daerah. serta penyimpanan arsip komersial. (Pengarusutamaan) 11) Pelaksanaan tindak lanjut pengaduan masyarakat. Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur ANRI. Pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi. Pengamanan eksternal di lingkungan ANRI Penyelenggaraan Lomba Kearsipan di lingkungan ANRI.(Pengarusutamaan) Optimalisasi audit di ANRI.44) 45) 46) 47) 4) Penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI. (Pengarusutamaan) 5) Peningkatan Jasa Sistem dan Pembenahan. Review laporan keuangan ANRI.

2) Pembangunan gedung pengolahan arsip 8 lantai keperluan transit arsip. 5) Peningkatan/pengadaan sarana dan prasarana kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor. Sarana dan E.3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia 3. dan pemusnahan arsip (lanjutan) Tahap IV. hal ini sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/15/M. 3. 4) Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik.3 Indikator Kinerja Outcome Persentase pemenuhan sarana dan sarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan. 3.3.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran kegiatan yang bersifat fisik berupa pembangunan/rehabilitasi dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan internal Arsip Nasional Republik Indonesia.2 Sasaran Meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan. Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia Dalam rangka mempercepat tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) maka perlu dilakukan reformasi birokrasi di seluruh Kementerian. 3) Pelaksanaan Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. 1) Pembangunan gedung kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. dan Pemerintah daerah.4 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 3.4.3. Lembaga.1 Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Prasarana. 6) Rehabilitasi jaringan listrik. pemilahan (sortir) arsip. 3.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum 58 . fumigasi arsip.3.3.

Misi dan Strategi ANRI. Ketatalaksanaan (business process) 3. Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini juga sedang melakukan upaya reformasi pada 3 (tiga) aspek tersebut dan juga struktur organisasi ANRI sebagai bagian dari kebijakan ANRI dalam mencapai Visi. Untuk lebih jelasnya uraian mengenai perkembangan penataan kelembagaan. Kelembagaan (organisasi) 2. Sumber Daya Manusia Aparatur Selaras dengan hal tersebut di atas. sedang dalam analisa beban kerja. Ketatalaksanaan Reformasi bidang ketatalaksanaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 59 proses penyusunan dokumen daftar perundang-undangan mengenai keberadaan . 2. Misi. 4) Tersedianya dokumen rencana kerja pelaksanaan kegiatan restrukturisasi serta rumusan disain dan struktur ANRI yang telah dilakukan right sizing.B. 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan dokumen arah reformasi birokrasi di ANRI (cetak biru R. Pada hakekatnya Reformasi Birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang menyangkut 3 (tiga) aspek penting yaitu : 1. dan sosialisasi Visi. Kelembagaan Reformasi bidang kelembagaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Tersedianya organisasi.). 3) Telah selesai dilakukan redefinisi.Reformasi Birokrasi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Sumber daya Manusia dan Struktur organisasi di Arsip Nasional Republik Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. implementasi. dan Tujuan. Ketatalaksanaan.

evaluasi jabatan dan sistem remunerasi. Layanan arsip bagi pengguna (Reading Room). 60 . Pemberian persetujuan pemusnahan arsip. 3) Belum ada implementasi analisa jabatan. 11) Sedang dalam proses implementasi penyusunan regulasi baru. kebijakan. perundangan) organisasi yang berkaitan dengan reformasi birokrasi. 3. 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan ANRI. profil kompetensi dan indeks kinerja utama. Layanan internal pengelolaan administrasi keuangan. 6) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai).1) Telah selesai dilakukan penyusunan 5 program percepatan (Quick Wins) ANRI yaitu Pelayanan Masyarakat untuk peningkatan apresiasi kearsipan melalui layanan diorama ”sejarah perjalanan bangsa”. Pemberian persetujuan jadwal retensi arsip (JRA). 9) Tersedianya dokumen analisa/pemetaan regulasi (aturan. 10) Tersedianya dokumen usulan deregulasi dan penyusunan regulasi baru yang kondusif terhadap perubahan sistem yang dihasilkan proses reformasi birokrasi. 4) Tersedianya dokumen model pengembangan elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). Sumber Daya Manusia Reformasi bidang sumber daya manusia di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan uraian pekerjaan untuk seluruh posisi. 8) Sedang direncanakan implementasi sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi termasuk penyediaan perangkat keras dan lunak. 5) Telah selesai dilaksanakan implementasi dan sosialisasi elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). 7) Tersedianya dokumen desain sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi.

8) Tersedianya dokumen desain/model sistem pengadaan dan seleksi pegawai yang transparan. 10) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola rotasi. 3) Sedang dimulai penyusunan dokumen assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. transparan dan user friendly. 11) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola karir yang berbasis kompetensi dan kinerja. 13) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas aturan-aturan kepegawaian terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. Hal ini menyangkut kejelasan kriteria. mutasi dan promosi berbasis kompetensi dan kinerja. 12) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan perumusan unit kerja kediklatan. 61 .2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan bobot atau peringkat jabatan serta sistem remunerasi. 4) Sedang dimulai penyusunan dokumen implementasi assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. 9) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola pengembangan dan pelatihan yang berdasarkan kompetensi. 5) Sedang dimulai penyusunan dokumen desain/model sistem penilaian kinerja berdasarkan kompetensi. 14) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas tingkat kedisiplinan pegawai. 6) Telah dilaksanakan pelatihan keterampilan bagi pegawai baik sebagai penilai dan/atau yang dinilai dalam penilaian kinerja. 15) Sedang dimulai penyusunan dokumen rancangan sistem pengawasan yang mencakup rekomendasi perbaikan/perubahan yang dibutuhkan. adil dan akuntabel serta berdasarkan kompetensi. penghargaan dan sangsi yang akan diberlakukan serta mekanisme pelaksanaan. hak dan kewajiban pegawai dan organisasi. 16) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas kode etik terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. 7) Tersedianya dokumen analisa sistem pengadaan dan seleksi pegawai.

(3) Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. Untuk itu ditetapkan indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang dikelompokan kedalam 3(tiga) kebijakan utama yaitu: (1) Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. penerapan manajemen pengaduan yang efektif pada unit penyelenggara pelayanan publik. pelayanan publik yang berkualitas.II. upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penegakan peraturan mengenai disiplin pegawai. Kebijakan nasional tersebut perlu dijabarkan dalam kebijakan yang lebih operasional pada tingkat Kementerian/Lembaga. Di samping itu dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. Dalam rangka mencapai sasaran yang diharapkan. Sedangkan dalam rangka mendukung tercapainya ”Peningkatan kualitas pelayanan publik” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penerapan standar pelayanan publik untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik. Selanjutnya. penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa. serta kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi yang tinggi. kualitas penilaian dalam pelayanan kinerja kepada rangka publik. peningkatan tindak lanjut atas temuan hasil pemeriksaan.telah ditetapkan berbagai kebijakan nasional. penerapan sistem pengendalian internal yang efektif. menerapkan maklumat pelayanan untuk unit pelayanan publik. dan III. dalam rangka mendukung tercapainya ”peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN”. penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP. (2) Peningkatan kualitas pelayanan publik.misi. unit mendukung melaksanakan penyelenggaran tercapainya monitoring. tindak lanjut pengaduan masyarakat.17) Sedang dimulai perumusan kode etik yang sesuai dengan kondisi terkini. menyusun dan melaksanakan rencana percepatan pelayanan peningkatan dan publik. peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya. penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan 62 .penerapan pakta integritas bagi pejabat eselon I. mewajibkan pejabat untuk melaporkan LHKPN.strategi dan analisis obyektif serta tugas dan fungsi.evaluasi Kemudian ”Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing didasarkan visi.

Untuk lebih jelasnya mengenai indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang baik dapat dilihat tabel berikut ini: TABEL 1. penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP). penerapan manajemen kearsipan dan dokumentasi yang berbasis TIK.6 Pengembangan Sistem Penerapan % pengadaan e-Procurement Nasional e-procurement menggunakan dalam pengadaan e-procurement barang dan jasa 1.3 Kepatuhan Mewajibkan % pejabat yang penyampaian pejabat telah Laporan Harta untuk melaporkan melaporkan LHKPN Kekayaan LHKPN Penyelenggara % pejabat yang Negara (LHKPN) telah melaporkan LHKPN 1. Peningkatan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas 1.1 Penegakan Penegakan . dan III melaksanakan pakta integritas 1.2 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK MELALUI KEBIJAKAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA BESERTA INDIKATORNYA Isu/Kebijakan Kebijakan Indikator di Nasional instansi setiap instansi 1.dan berbasis merit/kompetensi).4 Kebijakan antikorupsi Mewajibkan Tersedianya sistem pelaporan pelaporan gratifikasi gratifikasi 1.2 Penerapan pakta Penerapan pakta % pejabat telah integritas bagi integritas bagi menandatangani pejabat pejabat Eselon I.5 Penyelenggaraan Sistem Penerapan sistem Tersedia dan Pengendalian Internal pengendalian terlaksananya Pemerintah (SPIP) internal yang sistem efektif pengendalian internal yang efektif 1. dan pemerintah II. Sasaran 2014 KKN 100% 100% 100% 100% 100% 75% 100% 63 .7 Tindak lanjut hasil Peningkatan % temuan yang pemeriksaan BPK tindak lanjut atas ditindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan No.Tersedianya disiplin PNS di peraturan sistem seluruh instansi mengenai disiplin penegakan pemerintah PNS disiplin yang efektif . penerapan dan pengembangan e-government.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sanksi 1.

No. 1.8

Isu/Kebijakan Nasional Akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara

1.9

Pengaduan masyarakat

Kebijakan instansi Peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya Tindaklanjut pengaduan masyarakat

Indikator di setiap instansi Opini BPK atas LK K/L

Sasaran 2014 WTP

- Tersedianya sistem pengaduan masyarakat yang efektif - % Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang disampaikan masyarakat % unit penyelenggara pelayanan publik yang sudah menerapkan Standar Pelayanan, maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang ditetapkan

100%

2. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 2.1 Penerapan Standar Pelayanan pada Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Penerapan Standar Pelayanan Publik maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik Menyusun rencana percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dan melaksanakannya sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pelayanan publik Melaksanakan monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja kepada unit penyelenggara pelayanan publik yang ada 100%

2.2

Percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik

100%

2.3

- Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik - % Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang mendapat penilaian baik 3. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi 3.1 Penataan kelembagaan instansi pemerintah Melakukan restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing di dasarkan visi, misi, strategi dan analisis obyektif, serta tupoksi % Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional, efektif, efisien

Pelaksanaan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja pelayanan publik

100% 90%

100%

64

No. 3.2

Isu/Kebijakan Nasional Penataan ketatalaksanaan instansi pemerintah

Kebijakan instansi Penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP Penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan dan berbasis merit/kompetensi)

3.3

Pemantapan manajemen SDM

kualitas

Indikator di setiap instansi % SOP telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana - Tersedianya sistem rekrutmen yang transparan - Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur - Tersedianya sistem promosi dan mutasi yang terbuka dan transparan - Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi - Tersedianya sistem penegakan kode etik yang efektif, disertai penerapan

Sasaran 2014 100%

100%

reward and punishment

3.4

Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Aparatur

Penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

% penerapan SAKIP (renstra, penilaian kinerja, kontrak kinerja, pengendalian, dan lain-lain)

100%

65

4.

Struktur Organisasi ANRI

66

M.BAB IV PENUTUP Dengan ridho dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. komitmen. Renstra ini disusun dan ditetapkan untuk menjawab dan memfokuskan upaya ANRI dalam menghadapi tantangan pembangunan kearsipan yang semakin rumit dan komplek terutama perkembangan politik dan ketatanegaraan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. swasta dan masyarakat) maupun internasional (multilateral. profesionalisme. dan dedikasi yang tinggi disertai dengan semangat kebersamaan. Selain itu hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya efisiensi dan efektifitas kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak di lingkungan internal ANRI dan eksternal baik di tingkat nasional (antar instansi pemerintah. Asichin 67 . tidak akan mungkin terlepas dengan kondisi yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global sehingga pada waktunya diperlukan upaya-upaya penyempurnaan program maupun kegiatan. keberhasilan dalam implementasi renstra ANRI sangat ditentukan adanya upaya kerja keras. regional dan bilateral). Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia. Renstra ANRI ini sebagai rencana jangka menengah yang masih bersifat umum. sehingga diperlukan penjabaran secara teknis operasional setiap tahunnya sebagai upaya yang berkesinambungan dalam kurun waktu lima tahun. Plt. Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Tahun 2010 -2014 dapat disusun. Di dalam pelaksanaannya Renstra ANRI selama kurun waktu 5 tahun ke depan. Saran dan sumbang pendapat yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati. dan penilaian rencana hal pembangunan ANRI dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. Disamping tersebut. sinergi dan harmoni dari segenap aparatur kearsipan di lingkungan ANRI. Renstra ANRI tahun 2010-2014 ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan. pemerintah daerah. integritas. sehingga diharapkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. pelaksanaan.

087.312 206.000 1.756.105.715.000 129.203 85.000 6.000 1.025.415.000 50.500 12.408.000 1.779.594 5.000 2.000 2.000.941.132.467.353 900.595.550.032.054.000 2.000 6.860.553.093.107.236.396.000 770.930.431 1.000 2013 67.955.094.417.142.620 12.316 9.440.023 1.500 2.645.500 6.773.406.188.320 3.296.000 45.200.556 1.163 1.887 TOTAL ANGGARAN PROGRAM/KEGIATAN (DLM RIBUAN) 2014 74.327.443.572.000 18. 1 2 3 4 5 II.800 8.261 5.096.750 3.500 5.598 104.500 5.952 35.207.147 1.000 8.604.716.685 7.723 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PROGRAM/UNIT KERJA 2010 Program Dukungan Manajemen & Pelaksanaan Tugas Terkait Lainnya ANRI Biro Perencanaan Biro Hukum dan Kepegawaian Biro Umum Pusat Jasa Inspektorat Program Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur ANRI Biro Umum Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional Akreditasi dan Profesi Kearsipan Pembinaan Kearsipan Pusat Pembinaan Kearsipan Daerah Pusat Diklat Akuisisi Pengolahan Preservasi Pemanfaatan Pusjibang Siskar Pusjibang Sisinfokar Total program 61.007.560 42.320 61.647 40.312 85.000.378 4.294.739 46.110.916.526.342 1.435.517.520.163 2010-2014 323.235.941 2.526 42.000 31.814 1.694.178. 1 III.370.268 51.000 510.416.240 25.745.480 7.327 3.952 31.265.438.181.030 124.860.581 5.375.043.717.191.109 2.756.436.000 5.990 6.345.000 1.732 12.593 5.443 2.549.057.325.546 4.957 600.058.912.926 9.370.941.470.595.943 395.843 68 .166.500 125.000 12.308 5.800 31.963.000 2.325.666 11.010.655.987 8.332 6.189 15.867.032.274.550.469.066.715.000 8.510 2.693.891.823.806.601 7.500 19.200 11.000 5.308 500.661 38.073 38.951 1.837.007.784.080 9.074.043 2.722 7.414.000 2.555.000.778.093.500 3.222 7.514 1.398 18.602.471.747.560 19.000 18.000 2012 62.617.095 55.843 1.703 1.982 1.612 1.646 2.124 8.888 31.000 11.800 11.000 12.009.590.728 615.350.904 ALOKASI ANGGARAN (DLM RIBUAN) 2011 57.177.283.TABEL REKAPITULASI ANGGARAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 NO I.643 3.000 1.275 235.110.600 131.636 9.435.548.087.

Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya Efektifitas 4. Persentase lembaga Pengelolaan Arsip Baik dan unit kearsipan Dinamis maupun Statis yang sudah yang Efektif dan Efisien terakreditasi di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya Efektifitas 2. Persentase hasil Penyelenggaraan Sistem rekomendasi evaluasi Kearsipan di Lembaga yang digunakan Kearsipan Daerah sebagai input Provinsi dan penyempurnaan sistem Kabupaten/Kota kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/ Kota 5% 10% 15% 20% 25% 5% 10% 15% 20% 25% 80% 80% 80% 80% 80% 69 . Persentase lembaga Penyelenggaraan Sistem Negara dan badan Kearsipan di Lembaga pemerintah pusat yang Negara dan Badan memiliki pedoman Pemerintah Pusat kearsipan secara terpadu 3.TARGET PEMBANGUNAN UNTUK TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 5% 10% 2011 (5) 15% 2012 (6) 20% 2013 (7) 25% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1.

Jumlah pendidikan dan  2 Angkatan Penyelenggaraan pelatihan yang Diklat Pendidikan dan Pelatihan diselenggarakan Penciptaan Kearsipan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis Terlaksananya akreditasi .% Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik (Pengarusutamaan) (6) (7)  6 Angkatan  6 Angkatan Diklat Diklat Penciptaan Penciptaan Arsiparis Arsiparis  750 Peserta  750 Peserta Diklat Teknis Diklat Teknis 30 lembaga/ 30 lembaga/ unit kearsipan unit kearsipan dan 230 dan 230 arsiparis arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan 100% 100% 90% 70 .% Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan. dan 230 diakreditasi dan arsiparis (Prioritas K/L) disertifikasi .maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 2011 (5)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis 2012 2013 2014 (8)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN 1. (2) (3) (4) Terwujudnya Efektifitas 5.Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) .Jumlah lembaga/unit 30 lembaga/ dan sertifikasi unit kearsipan dan SDM lembaga/unit kearsipan kearsipan kearsipan yang dan SDM kearsipan.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan Sertifikasi Kearsipan. Jumlah peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan 80 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT 1. 4. - 100 orang 100 orang 100 orang 6. 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 7. (3) (4) Jumlah peserta bimbingan  4 Instansi arsiparis dan tim penilai Pusat Angka Kredit Arsiparis  5 Instansi Daerah Jumlah arsiparis yang  100 orang dinilai angka kreditnya Arsiparis  2 Kali Penilaian Jumlah peserta pemilihan 60 orang arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi 70 orang peraturan Menpan tentang jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah Pertemuan munas 1 Kali kegiatan asosiasi arsiparis Pertemuan Indonesia (AAI) Jumlah pedoman 1 Pedoman mekanisme kerja arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional. - - - - 8. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan INDIKATOR 2010 2011 (5)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 100 orang 2012 (6)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2013 (7)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2014 (8)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 3. 10 Instansi Jumlah instansi pusat yang sudah menerapkan Pusat SIKD-TIK (Pengarusutamaan) 15 Instansi Pusat 20 Instansi Pusat 25 Instansi Pusat 30 Instansi Pusat Direktorat Kearsipan Pusat 71 .

Pertimbangan. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2. Jumlah Instansi pusat 9 Instansi yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan Jumlah peserta Rakor evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 5. - 7 PT 9 PT 11 PT 13 PT 4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Komunikasi (SIKDTIK). (Prioritas K/L) Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis TIK (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Konsultasi. Jumlah instansi yang mendapatkan Konsultasi . 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. dan Persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah pusat. Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Jumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang dibina - 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 3. (Prioritas Bidang) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No.pertimbangan. dan Persetujuan jadwal retensi arsip ( JRA) 4 instansi 8 Instansi 10 Instansi 12 Instansi 14 Instansi 72 . 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 6.

TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK)./Kota 73 . PEMBINAAN 1. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) Jumlah instansi pusat yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 2010 (4) 6 Instansi 2011 (5) 10 Instansi 2012 (6) 10 Instansi 2013 (7) 10 Instansi 2014 (8) 10 Instansi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. KEARSIPAN DAERAH Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 100 orang 12 Provinsi 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota Direktorat Kearsipan Daerah 2. Jumlah unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 10. (Prioritas K/L) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No./Kota 10 Provinsi dan 10 Kab. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 9.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7. 2 Provinsi 32 Provinsi 32 Provinsi 10 Provinsi dan 10 Kab.

(Prioritas K/L) 4. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip (Prioritas K/L) 5./Kota 7. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di INDIKATOR 2010 2011 2012 (6) 21 Kab/Kota 2013 (7) 21 Kab/Kota 2014 (8) 21 Kab/Kota (3) (4) (5) Jumlah Kab/Kota yang 22 Kab/Kota 21 Kab/Kota memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah Provinsi yang 16 Provinsi mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang 11 Kab/kota 10 Kab/kota mendapatkan Bimkos kearsipan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - - - 10 Kab/kota 10 Kab/kota 10 Kab/kota Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan 10 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota - 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 74 . Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Provinsi dan Kab./Kota 6. 10./Kota 8. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Arsip Masuk Desa. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 3./Kota./Kota 9.

/Kota. .Jumlah Angkatan . Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 3 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 100% Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 75 . (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 11. Standar. - 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 14. Pedoman. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125 orang 150 orang 175 orang 200 orang PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN 1.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Jumlah laporan monitoring dan evaluasi Arsip Masuk Desa Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 12. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 13. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat Terlaksananya Diklat Penciptaan Jabatan Fungsional Arsiparis. - 15. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan Bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Norma.

4. 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 76 . Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah kurikulum dan modul diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan 545 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 5. (Prioritas K/L) Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan Terlaksananya Penyusunan Kurikulum dan modul Diklat Kearsipan Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 32 Provinsi 2012 (6) 32 Provinsi 2013 (7) 32 Provinsi 2014 (8) 32 Provinsi (3) (4) Jumlah provinsi penerima 32 Provinsi dana dekon UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Diklat Kearsipan Melaui Dana Dekonsentrasi.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2.

000 Roll  3.000 Rell Film Film  3.000 Rell Film  3. Pusdiklat Kearsipan 1 INDIKATOR (3) Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah buku perpustakaan kearsipan yang dikembangkan 2010 (4) 3000 lbr 2011 (5) 3000 lbr 2012 (6) 3000 lbr 2013 (7) 3000 lbr 2014 (8) 3000 lbr UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 2 Jumlah provinsi yang dievaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat Meningkatnya Penilaian 1. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara 11.000 Roll Mikrofilm  3.300 Lembar  6.000 Roll Mikrofilm Mikrofilm  3.000 Rell  6. Arsip.000 Rell Film  3. audio Terwujudnya Daftar visual. Jumlah arsip yang dan Akuisisi Arsip diakuisisi untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta 2. Inventarisasi kartografi dan Arsip. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 10. dan Guide yang kearsitekturan yang Dapat Dimanfaatkan dibuat 7 provinsi 50 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 20 kegiatan  36 Instansi  5 Daerah  10 Parpol 7 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  37 Instansi  17 Daerah  8 Parpol 10 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  39 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  19 Daerah  7 Parpol 15 Daftar/ Inventaris Deputi Bidang Konservasi Arsip  3. elektronik. Jumlah rekomendasi untuk Menjamin penilaian yang Terselamatkan dan ditindaklanjuti Terlestarikannya Arsip pengakuisisian dan Demi Generasi pemusnahan arsip Mendatang Meningkatnya 3. Terlaksananya T. Jumlah daftar arsip Pengolahan Arsip Demi konvensional.U.000 Roll Mikrofilm 77 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 8.000 Roll Mikrofilm  3.300 Lembar  6.000 Rell Film  3.300 Lembar  6.300 Lembar Lembar  6. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 9.300  3. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 7.

000 Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto 4.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 500 Lembar  Video: 200 3.000  10.  Arkon Sbl ‟45: 2 inv. konvensional ‟45: 1 inv.000 Kaset  4.000 Kaset 4.  Arsip Karto.000 Kaset  Video Video  10.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2.000  10.  Arsip Karto.  Arkon Sbl ‟45: 3 inv.:5 daftar - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)  Arkon Stl ‟45:3 inv.000 Kaset   Arkon Stl „45: 3 inv.000  Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto  4. konvensional sebelum  Arkon Sbl 1945. Jumlah guide arsip 1 guide konvensional.  Arsip Karto.000 Kaset  4.300 Lembar 3.000 Lembar Negatif Foto  4.:4 daftar 1 guide Arsip Kartografi dan Kearsitekturan  Arkon Stl „45: 3 inv.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. audio  Armedbar: visual. kartografi dan  Arsip kearsitekturan yang Karto.000 Kaset  Arkon Stl ‟45: 4 inv.  Armedbar: 4 inv.300 Preservasi Arsip Demi yang direstorasi Lembar Terwujudnya 7.300 Lembar  100 Rell  Foto : 2.:5 daftar - (7) (8) 4.:5 daftar - 3. audio Arsip visual. Jumlah  Arkon Stl inventaris/daftar arsip „45: 2 inv. Jumlah arsip yang di  100 Rell Pemeliharaan.  Armedbar: 5 inv.000 Kaset Video Video 10.:4 dibuat daftar 5.000 Kaset  4.000 Lembar 78 .  Arsip Karto.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv.  Armedbar: 5 inv. elektronik.000 Kaset  4.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2.500 dari Bahaya Kerusakan Lembar Arsip maupun  Peta: 100 Informasinya Lembar  Kertas: 500 (5) (6)  4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) untuk Kepentingan Publik INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 3 (4)  4.000 Lembar 3.000 Kaset Video  10. alih media/ reproduksi  Foto : dan Keamanan Arsip 2.000 Lembar  500 Rell  Foto : 2.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. 4 inv.  Armedbar: 4 inv. dan dan kearsitekturan yang Kearsitektur dibuat an Meningkatnya 6. setelah 1945. Jumlah arsip rusak 3. Kartografi kartografi. Penataan.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. elektronik.

(Prioritas K/L) Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu. Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah. 3. 2.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 4 PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 1. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara Mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009. Jumlah laporan hasil 2 Laporan 4 Laporan pengujian arsip/protap 1 Protap dan bahan kearsipan 9. Terlaksananya Penyelamatan dan (4) (5) Lembar Kaset  Video:  Audio : 300 200 Kaset Kaset  Audio : 300 Kaset 8. Jumlah pameran arsip 5 Pameran 7 Pameran yang diselenggarakan (6) (7) (8)  Video: 200 Video: 200  Video: 200 Kaset Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset Kaset 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 1 KPU pusat 7 Instansi dan 7 (KPUD) Instansi Provinsi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 6 Instansi (KPUD) Provinsi Direktorat Akuisisi Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 15 Instansi 13 Instansi 14 Instansi 14 Instansi 14 Instansi Jumlah tokoh/ pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 4 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 6 Tokoh 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 7 Daerah 79 . Jumlah naskah sumber 6 Naskah 7 Naskah arsip yang diterbitkan 10. Pembangunan. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar. 4.

Terlaksananya Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan dan Pemekaran Wilayah serta Konflik di Daerah Melalui Wawancara Sejarah Lisan 11. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan. 8. 5.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pelestarian Arsip Pilkada. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan Mengenai INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 10 Parpol 8 Parpol 7 Parpol 7 Parpol 7 Parpol Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Instansi 6 Instansi 7 Instansi 7 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 8 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan Jumlah tokoh/pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh 9 Tokoh 9 Tokoh 8 Tokoh 8 Tokoh - 7 Tokoh 9 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 3 Tokoh 3 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 80 . 7. 9. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh/Pelaku Sejarah 10. 6. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara.

Terlaksananya Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia PENGOLAHAN ARSIP 1. Terlaksananya STATIS Pengolahan Arsip Konvensional VOC. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda. 3. Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangunan Negara Indonesia 15. Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN Sebagai Dampak Revitalisasi 14.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi. RMS dan Konfilk Lainnya 12. 2. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 6 Instansi 5 Instansi 5 Instansi 6 Instansi 6 Instansi Jumlah peserta workshop 50 Orang penyelamatan dan Peserta pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - - - - 10 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah daftar arsip yang diolah - 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 2 Daftar Direktorat Pengolahan Jumlah daftar arsip diolah 6 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 81 . Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN 13. OPM.

Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi. Terlaksananya Pengolahan Arsip Elektronik. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 14. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Konvensional Setelah Tahun 1945. 12. 7. 6. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2012 (6) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2013 (7) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2014 (8) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 3 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - 10. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah. 8. 5.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 82 . 11. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan. Terlaksananya Pengolahan Arsip Peta(Kartografi). 9. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 80 orang 13. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video.

000 M‟ 3.000 M‟ - 27. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penataan 3. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan Data yang Diolah 1. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana.000 M‟ 27.000 Kaset 83 .000 Berkas 10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Politik yang Diakuisisi.000 Kaset 5.000 Kaset 5. Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 16.000 M‟ 6. Penyimpanan dan Penataan Arsip Film.000 Berkas Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata - 6.000 record 180. Terlaksananya 4.000 Berkas 10.000 record 200. Penyimpanan dan Penataan Arsip Video INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 2011 (5) 1 Daftar 2012 (6) 1 Daftar 2013 (7) 1 Daftar 2014 (8) 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah data yang dipelihara - 140.000 Reel 6. Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip). (Prioritas K/L) Terlaksananya 2.000 Reel 3. Terlaksananya 6.000 Kaset 5.000 M‟ 6.000 Berkas 10.000 M‟ 27.000 Berkas 10.000 Reel 6.000 record PRESERVASI KEARSIPAN Jumlah daerah bencana yang arsipnya diselamatkan 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Direktorat Preservasi Jumlah arsip yang di barcode 10.000 Reel 6.000 Kaset 5. 15.000 Reel 6.000 M‟ 6. Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan Terlaksananya 5.000 record 160.000 M‟ 27.

000 Kaset  6.000 Lembar 750 Lembar 10.000 Kaset Video  10.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Roll 2011 (5) 2.000 Rell Film  3.000 Kaset  6.000 Roll 2014 (8) 2. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto. Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional.000  2.000 Rell Film  3.000 Kaset Video  10.000  2.000 Roll Mikrofilm  4.000 Kaset 84 . 10.000 Roll 2013 (7) 2.000 Roll Mikrofilm  4. Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi  2.000 Roll Mikrofilm  4.000 Lembar 10. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm.000 Rell Film  3.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll 2012 (6) 2. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) dan Rekaman Suara.000 Rell Film  3.000 Kaset  6.000 Lembar Negatif Foto  4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7. 12.000 Lembar 10.000 Roll UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8. Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan. INDIKATOR (3) Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi 2010 (4) 2.000  2.000 Roll Mikrofilm  4. 11. 9.000 Lembar 10.000 Kaset Video  10.000 Kaset Video  10.000 Lembar Negatif Foto  4.000  2.000 Lembar 10.000 Kaset  6.000 Kaset Video  10.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Rell Film  3. Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Lembar Lembar Lembar Lembar Lembar  900  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar Lembar Arsip Arsip Arsip Arsip Arsip Keraton Keraton Keraton Keraton Keraton 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar  6.

500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1. 16. (3) (4) Jumlah arsip film yang di 100 Reel alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia 4000 Lembar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah microfilm yang di 1500 Roll alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat Jumlah arsip statis yang didigitalisasi 300 Roll 500 Roll 500 Roll 500 Roll 17.208.500 Lembar Lembar  Peta : 100  Peta : 200 Lembar Lembar  Kertas : 500  Kertas : Lembar 1.000 M3 1 Set Digital Film Scaner  Foto : 2. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian  Foto : 2.000 M3 - Jumlah alat/peralatan alih 1 Paket alat media film dan microfilm penyambung Mikrofilm 2 Paket 85 . 15.8 M3  Foto : 2. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm Luas gedung yang di fumigasi 14. Terlaksananya Jumlah arsip video dan Digitalisasi Arsip Video rekaman suara yang dan Rekaman Suara. - 18. 2 Laporan 1 Protap 20. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda.500  Foto : 2. 14. 21. Peta. Terlaksananya Alih Media Microfilm.000 Lembar  Video : 200  Video : 200 Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset  4 Laporan 4 Laporan pengujian pengujian  1 Unit Peralatan Pengujian 15.000 M3 1 Set Server 15.500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1.000 M3 15. didigitalisasi Terlaksananya Pengujian Jumlah laporan hasil arsip dan bahan pengujian arsip/protap kearsipan. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto. dan Kertas).PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Alih Media Arsip Film. INDIKATOR 2010 2011 (5) 100 Reel 2012 (6) 500 Reel 2013 (7) 500 Reel 2014 (8) 500 Reel 13. - 19.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian 15. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto.

(Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V.(Prioritas K/L) Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah . (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Citra Nusantara Jilid V. 3. PEMANFAATAN ARSIP 1.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 (4) peralatan alih media dan microfilm 4 Naskah 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 22. 4. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. 2. (Prioritas K/L) Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah Direktorat Pemanfaatan Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku Jumlah paket kegiatan operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) - - - - - 86 . Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”. 5.

Media Baru.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 12. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi 6 Perguruan Tinggi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 4. 8 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 8.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan Terlaksananya Fasilitasi Teknik Pelayanan Pemanfaatan Arsip Statis Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45.000 Arsip 65. 1500 orang - 1600 orang 1700 orang 1800 orang 100% 87 .626 Hal dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45. dan Kartografi Terlaksananya Pameran Kearsipan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Informasi Arsip Statis Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 6. (3) (4) Balai Arsip Tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jumlah buku langka yang 4.000 Arsip 9. Jumlah brosur yang disebarluaskan . 5 kali Pameran - 7 kali Pameran 7 kali Pameran 7 kali Pameran 1 Rakornas 1 Rakornas 1 Rakornas 7 kali Pameran 1 Rakornas 11.000 Arsip 65.000 Arsip 65.Jumlah tamu .626 Hal 4. 65.626 Hal 4.626 Hal 7. 10.626 Hal 4.000 Arsip 65.

jurnal kearsipan 1 Hasil Kajian 1 Jurnal UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 70 % 75 % 80 % 80 % PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL 1. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 80 % 80 % 2012 (6) 80 % 2013 (7) 80 % 2014 (8) (3) (4) 1. Persentase 70 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Jumlah pedoman. Persentase 80 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system kearsipan dinamis dan statis yang akan menjadi NSPK 2. Utuh. 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2.hasil 2 Pedoman kajian. dan Menyeluruh. Sistematis. Jumlah pedoman dan hasil kajian 2 Pedoman 2 Hasil Kajian 1 Pedoman 2 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 88 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan yang Andal.

Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis. Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 89 .(Prioritas K/L).PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Nasional (JIKN). Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 5. Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 4. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam Rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan dalam Mengelola Arsip Dinamis. Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 6. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.

Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam Rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. 11) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN Jumlah hasil kajian/ NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian Pusat dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 90 . 8.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Kearsipan Daerah dalam Rangka Meningkatkan Standar Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif dan Jati Diri Bangsa. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi. 7. Kabupaten/Kota) untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama dalam Menyelenggarakan JIKN.

13) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 14) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 15) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada Pada JIKN 16) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 17) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstraksi Informasi Publik yang Dikecualikan yang Terkandung dalam Arsip Baik dalam Format Kertas maupun Elektronik INDIKATOR 2010 2011 2012 2013 2014 (3) (4) Jumlah hasil kajian/NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian 1 Hasil kajian - 1 Hasil kajian 1 NSPK 1 Hasil Kajian Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan isi basis data 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data Jumlah hasil kajian/NSPK 2 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Jumlah Pedoman 1 Pedoman - - - - 91 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 12) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 18) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 3. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. 19) Terlaksananya Rakornas JIKN 20) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI Melalui Internet 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian/NSPK 2010 (4) 2011 2012 2013 2014 (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 113 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 140 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 150 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 160 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 170 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2 3 1. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaan Kearsipan yang Dimuat bidang kearsipan yang di Media Massa maupun disajikan melalui Elektronik media massa maupun elektronik Terwujudnya 4. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 20 % 20 % 20 % 20 % 20 % 100% 100% 100% 100% 100% 90% 90% 90% 90% 90% 92 .

Persentase Pengelolaan peningkatan kualitas Administrasi Keuangan pengelolaan. Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 10. Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 8. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeriks Pemeriksaan aan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 100% 100% 100% 100% 100% 2900 orang 90% 4350 orang 90% 5525 orang 90% 9788 orang 90% 14.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Meningkatnya Jumlah Produk Hukum Kearsipan Yang Disahkan Menjadi Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 100% 2011 (5) 100% 100% 2012 (6) 100% 2013 (7) 100% 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 5. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 7. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 9. Persentase Pegawai yang penempatan pegawai Ditempatkan Sesuai sesuai dengan Keahliannya kompetensi Terwujudnya Pelayanan 11. Persentase ketepatan Administrasi pelayanan Kepegawaian pengurusan pegawai Meningkatnya Jumlah 12.682 orang 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 93 . Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 6.penataus yang Baik dan Tepat ahaan anggaran/ Waktu barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 13.

3 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. 1 buah iklan di 5 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 1 Kali talkshow di TV dan Radio.Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen - - - 1 Dokumen 94 .2 buah iklan di 10 stasiun radio dg 50 tayangan. 3 buah iklan di 2 stasiun TV dng 100 tayangan. 3 Kali talkshow di TV dan Radio. 3. Jumlah instansi/perusaha-an yang memanfaatkan jasa kearsipan Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 10 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN. 2 buah iklan di 30 media cetak dengan 20 kali tayang 3 Dokumen 3 Dokumen Jumlah dokumen penetapan kinerja yang dihasilkan .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) ANRI yang Ditindaklanjuti Meningkatnya Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Jasa Kearsipan Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik.3 buah iklan di 3 stasiun radio dng 100 tayangan 2. 1 buah iklan di 10 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 3 buah iklan di 5 stasiun TV dg 50 tayangan. Terlaksananya Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 2 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan.2 buah iklan di 20 stasiun radio dg 50 tayangan. KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 1. 4. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) ditindaklanjuti 14. 2 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. 2 buah iklan di 20 media cetak dengan 20 kali tayang 3 buah iklan di Biro 10 stasiun TV Perencanaan dg 50 tayangan. 3 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan. EVALUASI DAN PELAPORAN. Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Jumlah dokumen rencana 3 Dokumen kinerja tahunan yang dihasilkan 2 Kali talkshow di TV dan Radio.

Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI). TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) (Renstra ANRI). Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 8. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. INDIKATOR (3) Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan 2010 (4) 2011 (5) 1 Dokumen 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 6. Jumlah pedoman yang dihasilkan - 1 Dokumen - 1 Dokumen - 7.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 5. Jumlah dokumen rencana 4 Dokumen anggaran yang dihasilkan 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 9. Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 95 . Jumlah dokumen PO yang 1 Dokumen dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 10. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia.

INDIKATOR (3) Jumlah sistem aplikasi 2010 (4) 1 Sistem 2011 (5) 1 Sistem 2012 (6) 1 Sistem 2013 (7) 1 Sistem 2014 (8) 1 Sistem UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12. Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. Jumlah HPS yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 14.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 11. Jumlah SBK yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 13. 17. 20. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Terlaksananya Penyusunan Executive Report Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI 2004-2009 Terlaksananya Penyelesaian . Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. 19.Jumlah dokumen LAKIP ANRI 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 16. . Jumlah laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 15. 18. Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI.% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan 4 Laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 1 Laporan 100% 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah naskah dinas 6000 Berkas 6500 Berkas 1 Laporan 7000 Berkas 7250 Berkas 7500 Berkas 96 . Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus(SBK).

1kali talk show di radio. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan. 10 kali siaran berita. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 21. Jumlah Pengelolaan/Pengembang an website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting 10 Kali siaran berita TV.3kali talk show di radio. 72 kali 50 kali perekaman TV perekaman TV 150 Institusi 250 Institusi 220 Kali liputan. liputan. 36 kali perekaman TV 60 Institusi 180 Kali 200 Kali liputan. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak. 84 kali perekaman TV 300 Institusi 250 Kali Liputan. dan Radio. 20 kali siaran berita. Terlaksananya Pengelolaan/Pengemba ngan Website ANRI. 2 kali talk show di TV.5 kali berita di media cetak 1 Paket 20 Kali iklan di TV.30 kali iklan di media cetak 50 Kali iklan di tv. 23. 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 97 . 96 kali perekaman TV 350 Institusi 26. 1kali talk show di TV. Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas 152 Kali liputan.20 kali Iklan di media cetak 1 Paket 40 Kali iklan di TV.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Ketatausahaan Pimpinan. Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 22. Terlaksananya Forum Bakohumas. 3 kali talk show di TV. 10 kali siaran berita Radio. 24.40 kali iklan di media cetak 1 Paket 1 Paket 3 Kali 6 Kali 6 Kali 12 Kali 12 Kali 25. 1kali talk show di TV.10 kali iklan di media cetak 1 Paket 30 Kali iklan di TV. 2kali talk show di TV. 30 kali siaran berita.3kali talk show di radio.Televisi. 114 Kali 125 Kali 150 Kali 175 Kali 200 Kali 27. 40 kali siaran berita.3 kali talk show di radio. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI.1kali talk show di radio. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) 28. 33. 31.000 Eks Leaflet 1 Kali 25 Kali 1 Kali (3) (4) Jumlah hearing DPR yang 5 Hearing disusun DPR Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 8 Kali Temu Teknis Eselon I  4.500 Eks Booklet 1.000 Eks Booklet  1.751 Eks Booklet  1. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya penyusunan bahan hearing DPR Terlaksananya Temu Teknis di Lingkungan Unit Eselon I Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Booklet dan Leaflet Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI Terlaksananya Safari Lembaga Terlaksananya Pembuatan CD Interaktif Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (Media Center) Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga INDIKATOR 2010 2011 (5) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  7. 32.000 Eks Leaflet 1 Kali 20 Kali 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29. 1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali 5 Kali 98 .000 Eks Leaflet 1 Kali 10 Kali 1 kali 2012 2013 2014 (8) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  10.000 Eks Booklet  1. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 37.000 Eks Leaflet 1 Kali 5 Kali 1 Kali (6) (7) 5 Hearing DPR 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  8. Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 36. Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 34. 30.000 Eks Booklet  1. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 38. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 35.000 Eks Leaflet 1 Kali 15 Kali 1 Kali 8 Kali Temu Teknis Eselon I  9.

% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 500 Peraturan. DAN PENGELOLAAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN ANRI 1. 50 referensi 50 referensi 50 referensi 50 referensi 30 SOP 30 SOP 30 SOP 35 SOP 100% 10 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 99 . 600 Peraturan. Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan. dan 1 Perka ANRI Perka ANRI UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian 2. 3. 700 Peraturan. 70 referensi 25 SOP 550 Peraturan. Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PENINGKATAN LAYANAN HUKUM. (Prioritas K/L) Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - 5. PEMBINAAN ORGANISASI DAN KETATALAKSANAA N. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 650 Peraturan.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun . (Prioritas Bidang) INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 2011 2012 (6) 30 Perka ANRI 2013 (7) 2014 (8) - (4) (5) 4 PP. 4. 1 3 PP dan 21 Inpres. (Prioritas K/L) Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH . (Prioritas K/L) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah dan Pusat Serta Referensi Hukum. Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan dengan beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri.

Jumlah peraturan tentang penciptaan. Terlaksananya Pembentukan Peraturan INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 55 Orang 2011 (5) 55 Orang 2012 (6) 55 Orang 2013 (7) 55 Orang 2014 (8) 55 Orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7.pemeliharaan. Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 1 PP 5 Perka - - 11. Pemeliharaan. Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 195 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 8.Sarjana dan Pascasarjana. Penerimaan. (Prioritas K/L) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri. Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 9. Penggunaan. Terlaksananya Pembentukan Peraturan yang mencakup Materi tentang Penciptaan. penggunaan. Penataan dan Pengelolaaan Arsip. Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses - 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 100 . Penataan dan pengelolaaan arsip - 2 Peraturan 1 Peraturan - - 10. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemberian Bantuan Beasiswa Diploma. Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Sistem Administrasi Negara dalam Rangka Memposisikan Arsip. penerimaan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Standar Pelayanan Arsip.

Jumlah peraturan Kepala 1 Perka ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI 1 Perka - 1 Perka 1 Perka - 13.Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI . Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI.% Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional. CPNS Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan Tunjangan mendapat tunjangan Pengelolaan Arsip kompensasi sesuai nilai Statis. Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI. 15. INDIKATOR (3) pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12. efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah mekanisme Penyusunan penyediaan informasi Mekanisme Penyediaan Publik yang disusun Informasi Publik di ANRI. .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tentang Kriteria Arsip dan Proses Pembuatan Arsip yang Memenuhi Aspek Keabsahan. 14. Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan pelatihan Pelatihan CPNS. 16. dan tingkat dampak resiko 1 Perka 1 Perka - - 100% 1 Perka - - - - 91 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang - 568 Orang 598 Orang 628 Orang 658 Orang 101 .

penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah standar tentang Penyusunan/pekompetensi jabatan nyempurnaan Standar struktural Kompetensi Jabatan Struktural. (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan mengalami kenaikan gaji Administrasi Kenaikan berkala dan kenaikan Pangkat dan Gaji pangkat Berkala. 23. 18.Tersedianya sistem Pegawai. 25. 21.Tersedianya sistem Fungsional. 24. 19. 20. Terlaksananya Diklat Jumlah peserta diklat Pimpinan II-IV pimpinan II-IV Terlaksananya Diklat .Jumlah peserta diklat UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 250 Orang 275 Orang 285 Orang 305 Orang 325 Orang 140 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang 100% 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 150 Orang 170 Orang 190 Orang 210 Orang 220 Orang 100% 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 102 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan Terlaksananya Poliklinik/Obat-Obatan INDIKATOR 2010 (4) 526 Orang 2011 (5) 546 Orang 2012 (6) 576 Orang 2013 (7) 600 Orang 2014 (8) 620 Orang 17. rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah peserta ujian dinas Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas. Terlaksananya .Jumlah peserta tes Penyusunan Formasi CPNS dan Pengadaan .Jumlah pejabat Penilaian Angka fungsional yang dinilai Kredit Jabatan . 22. Terlaksananya .

Terlaksananya Penyempurnaan 1 Buku 1 Buku - - - 103 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) teknis kepegawaian .Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang disempurnakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26. Terlaksananya Pembinaan Pegawai 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 100% 100% 27.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai .Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) . Terlaksananya Pelantikan dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural 250 Orang 255 Orang 260 Orang 265 Orang 270 Orang 28.Jumlah pegawai yang dibina . 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 100% 30.Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) . 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 29.Jumlah pejabat struktural yang mengikuti uji kompetensi .

32. 36.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI Terlaksananya Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 31.Jumlah pegawai yang 200 Orang Penyuluhan Hukum mendapat penyuluhan 1 Pedoman - - - 1 Pedoman 1 Pedoman - - 100% 200 Eks 100 Eks 100 Eks 100 Eks  70 Instansi Pusat  50 Instansi Daerah 30 Perguruan Tinggi Negeri 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 100 Instansi di :  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 250 Kali 250 Kali 250 Orang 200 Orang 200 Orang 200 Orang 104 . 35.Jumlah pedoman pola 1 Pedoman dasar mutasi pejabat struktural yang disusun . Jumlah standar 1 Pedoman kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun .Tersedianya sistem mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah perka dan kepka 500 Eks Pencetakan Perka Dan ANRI yang dicetak Kepka ANRI ANRI tentang Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s.d. 33. 2009 Terlaksananya Jumlah produk hukum  70 Instansi Penyebarluasan yang disebarluaskan Pusat Produk Hukum  50 Instansi Daerah  30 Perguruan Tinggi Negeri Terlaksananya Jumlah pembahasan 250 Kali Harmonisasi dan rancangan keputusan di Sinkronisasi lingkungan ANRI Keputusan Kepala ANRI Terlaksananya . 34.

lembur. dan Honorarium. (3) hukum .Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif.Lembur. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Pakaian mendapatkan pakaian UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5 Peraturan 5 Peraturan - - - 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 526 Orang - 576 Orang 600 Orang 620 Orang 536 Orang 556 Orang 576 Orang 596 Orang 616 Orang Biro Umum 200 Orang 230 Orang 264 Orang 304 Orang 349 Orang 536 Orang 593 Orang 652 Orang 717 Orang 789 Orang 105 . Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Makanan mendapatkan makanan dan Minuman dan minuman penambah Penambah Daya Tahan daya tahan tubuh Tubuh. PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN ANGGARAN SERTA PELAYANAN PENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS ANRI 1. Gaji. 40. 2. dan tunjangan Tunjangan. 3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pegawai ANRI INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) 37.Honorarium.disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI Terlaksananya Jumlah naskah perjanjian Kerjasama Luar kerja sama Negeri Terlaksananya Rakor Jumlah peserta rakor Penyelesaian penyelesaian mekanisme Mekanisme Kerja kerja antar unit di Antar Unit di lingkungan ANRI Lingkungan ANRI Terlaksananya Jumlah peserta seminar Seminar Kearsipan dan kesehatan dan kearsipan Kesehatan Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan harus dibayar gaji. 38. 39.

Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara 139 Unit 60 Unit 65 Unit 70 Unit 75 Unit 6. Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas.625 Surat Keluar Jumlah bulan pembayaran 12 bulan honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran 12 bulan jaringan internet  4.500 Surat masuk  2.580 Surat masuk masuk  2. 12.520 Surat  4. 11. Terlaksananya Pembayaran Jasa Keamanan dan Kebersihan. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor. 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 7. Jumlah bulan pembayaran 12 Bulan langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 9.  4.840 Surat  2. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor. 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 10.560 Surat  4. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa.820 Surat Keluar Keluar  4.850 Surat Keluar Keluar 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 106 . 23 Item 25 Item 30 Item 35 Item 40 Item 8. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dinas Pegawai Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor. INDIKATOR (3) dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 15 Gedung 2011 (5) 17 Gedung 2012 (6) 17 Gedung 2013 (7) 17 Gedung 2014 (8) 17 Gedung UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4.540 Surat masuk masuk  2.790 Surat  2. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.

500 Item 5.000 Item 250 Item BMN rusak berat 6.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas 2010 (4) 12 bulan 2011 (5) 12 bulan 2012 (6) 12 bulan 2013 (7) 12 bulan 2014 (8) 12 bulan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 13.350 Orang 14. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan.000 Item 200 Item BMN 150 Item rusak berat BMN rusak berat 6.000 Item 100 Item BMN rusak berat 7.544 Orang 31 Daerah 3 Negara Jumlah laporan keuangan 3 Laporan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus 1 Paket 32 Daerah 4 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 5 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 6 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 7 Negara 3 Laporan 1 Paket 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 20.513 Orang 17. Terlaksananya Implementasi SAPP. 14. 18.000 Item 10. 23. 17.768 Orang 19. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas.500 Item 18. Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN 107 .000 Item 22. Terlaksananya operasional perkantoran.000 Item 15. 13.000 Item 19. Terlaksananya Inventarisasi BMN. 15.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Rumah Tangga. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan. 16. INDIKATOR (3) Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). 300 Item BMN rusak berat 5.685 Orang 16. Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan.500 Item 17. 19. 1 kali - 1 kali 1 kali 1 kali 21.

75% 27. Terlaksananya Penyusunan Prosedur INDIKATOR 2010 2011 (5) 30 Item 2012 (6) 35 Item 2013 (7) 40 Item 2014 (8) 45 Item 24. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN. Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumahtanggaan yang 1 Juklak - - - - 1 Protap - - - - 108 .27 Item bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan e-procurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 25. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 29. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN. Terlaksananya Pengamanan. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map. 20 Kali 25 Kali 30 Kali 35 Kali 40 Kali 30. 33. 120 Kali 122 Kali 124 Kali 126 Kali 128 Kali 31. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip. Jumlah bukti kepemilikan 135 Aset (aset)arsip yang diamankan 136 Aset 137 Aset 138 Aset 140 Aset 32. 1 Kali - 1 Kali 1 Kali 1 Kali 28. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP. (3) (4) Jumlah pengadaan bahan. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 26.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan bahanbahan Kearsipan.

500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 43. Terlaksananya Pembuatan INDIKATOR (3) disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah Pedoman Jumlah Daftar Arsip vital 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 34. 39. Jumlah basis data - 300 Item 300 Item 300 Item - 41. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI. Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga. 36. Jumlah daftar Arsip - 1 Daftar 1 Daftar - - 38. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital ANRI. 35. Jumlah pedoman Jumlah daftar arsip - 1 Daftar 100 Record 1 Daftar 200 Record 300 Record - 40. Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang 1 Juknis 1 JRA 1 Juknis - - - 42.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tetap Kerumahtanggaan. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI. - 1 Pedoman 1 Daftar 1 Pedoman 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 37. Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif. 3 Contoh Kearsipan - 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 109 . Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga.

1.% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) . Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 45. Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana 6 Laporan . 100 arsiparis 14 Laporan 70 Unit kerja. 97 arsiparis 10 Laporan 70 Unit kerja. 100 arsiparis 17 Laporan 100% Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 2. Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 47.Jumlah laporan hasil pengawasan .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Laboratorium Sistem Kearsipan.Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif (pengarusutamaan) .Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil audit - 100% WTP 6 laporan 9 laporan 12 laporan 15 laporan Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi 8 laporan 12 laporan 15 laporan 18 laporan 20 laporan 110 . 3. 44. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 46. 100 arsiparis 12 Laporan 70 Unit kerja. Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI. Terlaksananya Lomba Kearsipan di Lingkungan ANRI. INDIKATOR (3) dibuat Jumlah pedoman 2010 (4) 2011 (5) 2012 2013 (7) Sistem Kearsipan 2014 (8) Sistem Kearsipan - (6) Sistem Kearsipan 1 pedoman - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 70 Unit kerja. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI.

% Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) . 11. 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 8. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor. 10.% Penyelesaian tindak lanjut atas  2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil  100%          100%  100% 100% 111 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 6. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dekonsentrasi. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI. 9. 5 Laporan 6 Laporan 6 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7. Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III Terlaksananya pengisian LHKPN Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 100 orang 2012 (6) 120 orang 2013 (7) 140 orang 2014 (8) 160 orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5.Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif (pengarusutamaan) . Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI.

DAN PERAWATAN KEARSIPAN 1. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 1.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah laporan hasil Monitoring/ Evaluasi monitoring pasca layanan Pasca Layanan Jasa. 3. Pemeliharaan pemerintah dan swasta dan Perawatan Serta yang menggunakan jasa Penyimpanan Arsip penataan. Terlaksananya Jasa Jumlah instansi Penataan. PENYIMPANAN. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan.I..PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN. berbasis T. jasa kearsipan Terlaksananya Jumlah Instansi yang Presentasi Aplikasi dilakukan presentasi Pengelolaan Dokumen/ aplikasi pengelolan Arsip Inaktif Berbasis dokumen/arsip inaktif T. (3) (4) pengaduan yang disampaikan masyarakat (pengarusutamaan) 15 Instansi . 4. .I. pemeliharaan Komersial. dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial Meningkatnya Efektifitas Persentase pemenuhan Pemenuhan Sarana dan sarana dan prasarana Prasarana Kantor untuk kantor untuk mendukung Mendukung Layanan layanan arsip 100% 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 14 instansi - - - - 100% 100% 100% 100% 100% Sekretaris Utama 112 .Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi Pusat Jasa Kearsipan 2.

Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Terlaksananya Peningkatan/Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. 1 lantai basement Gedung E - 1 Gedung C 2 Gedung (Gedung E dan F) - 4. Jumlah peningkatan/ 3 Paket Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Pengadaan tanah di Jakarta 7000 m2 . Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip. Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik - 1 Gedung D. Bogor 5 ha 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 2 unit lift Gedung Depo 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 1 titik sumur artesis. 1 unit peralatan gondola 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 113 . Fumigasi Arsip. - 5.PROGRAM/KEGIAT AN (1) APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Arsip INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1. Terlaksananya Rehabilitasi/Reno-vasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip - - 2 Lantai Gedung B - - Biro Umum 2. Terlaksananya Jumlah pembangunan Pembangunan Gedung gedung kantor ANRI Kantor ANRI Pusat dan pusat dan Pusdiklat Bogor Pusdiklat Bogor. 1 Gedung 1 Gedung - - - 3. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip. (Lanjutan) Tahap IV.

TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik INDIKATOR (3) Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 1 paket 2011 (5) 1 paket 2012 (6) 1 paket 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 114 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6.

Persentase lembaga Efektifitas Negara dan badan Penyelenggaraan pemerintah pusat Sistem Kearsipan di yang memiliki Lembaga Negara dan pedoman kearsipan Badan Pemerintah secara terpadu Pusat 3. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya 4. Persentase hasil Efektifitas rekomendasi evaluasi Penyelenggaraan yang digunakan Sistem Kearsipan di sebagai input Lembaga Kearsipan penyempurnaan Daerah Provinsi dan sistem kearsipan bagi Kabupaten/Kota lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 115 . Persentase lembaga Pengelolaan Arsip dan unit kearsipan Baik Dinamis maupun yang sudah Statis yang Efektif dan terakreditasi Efisien di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya 2.KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIATA N (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 1 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1.

PROGRAM/KEGIATA N (1) 4

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terwujudnya Efektifitas Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan TOTAL PROGRAM INDIKATOR (3) 5. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

21.487.278 - Jumlah lembaga/unit kearsipan dan arsiparis yang diakreditasi dan disertifikasi - % Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan,maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) - Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) - % Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik 195.000

28.730.150 230.000

29.345.500 350.000

28.336.200 400.000

31.237.080 450.000 Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan

PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN

9.

Terlaksananya akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan; (Prioritas K/L)

116

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10. Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis 11. Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya 12. Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional; 13. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya 14. Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) 15. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis 16. Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan INDIKATOR (3) (Pengarusutamaan) Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan tim penilai Angka Kredit Arsiparis Jumlah arsiparis yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 138.580 2011 (5) 150.000 2012 (6) 250.000 2013 (7) 275.000 2014 (8) 302.500

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

69.640

75.000

117.500

120.000

125.000

Jumlah peserta pemilihan arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi peraturan Menpan tentang tentang Jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah pertemuan munas kegiatan asosiasi arsiparis Indonesia (AAI) Jumlah pedoman mekanisme kerja arsiparis Jumlah orang peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan

688.250

635.594

800.000

900.000

1.000.000

77.060

-

100.000

120.000

135.000

20.000

20.000

50.000

60.000

70.000

49.516

-

-

-

-

137.600

155.000

200.000

230.000

245.000

117

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sertifikasi Kearsipan. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

1.375.646 Jumlah instansi pusat dan lembaga kearsipan daerah yang sudah menerapkan SIKD- TIK (Pengarusutamaan) 1.500 .000

1.265.594 2.000.000

1.867.500 2.300.000

2.105.000 2.600.000

2.327.500 3.000.000 Direktorat Kearsipan Pusat

PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT

11. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK); (Prioritas Bidang) 12. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan; (Prioritas K/L) 13. Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta; 14. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah

Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

-

1.500.000

1.500.000

1.500.000

1.500.000

Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yang dibina

-

700.000

750.000

920.000

1.100.000

Jumlah instansi pusat yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan

105.545

150.000

220.000

245.000

269.500

118

000 20.000 2013 (7) 145.000 178. dan persetujuan jadwal retensi arsip (JRA) 109.000 19. Jumlah instansi yang mendapatkan supervisi kearsipan 80. Terlaksananya Konsultasi.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 110.000 90. Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 235. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 150.000 190.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15.000 - - - - 119 .000 90. Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka 150. Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip INDIKATOR (3) Jumlah peserta evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 120. Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat.000 200.) OUTCOME/OUTPUT (2) Pusat.455 150. dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 18. pertimbangan. Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 148.000 2012 (6) 132.000 198.000 125. Pertimbangan.000 160.000 17.000 170.200 2014 (8) 160.000 165. 16. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. Jumlah instansi pusat yang mendapatkan konsultasi. Jumlah unit kearsipan teladan - 150.620 150.

PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. (Prioritas K/L) 17.200 - - - - 296.000 5.000 6.779. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah 150.) OUTCOME/OUTPUT (2) Dinamis Dalam Rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2.000 990.000 6.010.000 8.093.000 400.000 4.000.080 Jumlah Kab/Kota yang memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah provinsi yang mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos kearsipan 930.260 250.743 950. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. (Prioritas K/L) 20.144.100.000 450. (Prioritas K/L) 19.000 2. Terlaksananya Arsip Masuk Desa.000 1.000 Direktorat Kearsipan Daerah PEMBINAAN KEARSIPAN DAERAH 16.066.000 7. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK).500 2.620 Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 2.200 2.500.750. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.205.000 2.000 4.000 6. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip.000.500.467.000.500.000 5.500.000 120 . (Prioritas K/L) 18.000 300.500.000 1.

000 275.000 Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan - 250. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota 26.) OUTCOME/OUTPUT (2) Kabupaten/Kota. 23.000 375. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.000 Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 250.000 420.000 420.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 22.000 420.000 275.000 2012 (6) 275.270 250. 25.000 121 .000 295.000 Jumlah laporan monitoring dan evaluasi - 275. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 250. 24.000 375.000 Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan 296.000 350. 21.000 275.000 375.000 410. Terlaksananya Monitoring dan INDIKATOR (3) Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 250.000 435.000 2013 (7) 375.000 275. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota.000 385.000 2014 (8) 360. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.

000 230.075 12.) OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 300.000 12.000 175. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.000.645.000 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN TOTAL KEGIATAN 12. Pedoman.000 400.000 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 122 .000 - 200.080 495.000 200.581 348.Tersusunnya Fungsional Arsiparis.000 28.745. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125.000 11. Terlaksananya diseminasi dan sosialisasi Norma.000 350.000 260. Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah 152.Jumlah Angkatan Penciptaan Jabatan . Terlaksananya Diklat .000 385.415.000 185.000 350.469. Standar.000 155.000 155.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 200. Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan.000 12. rencana (Prioritas K/L) peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 12. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat INDIKATOR (3) Arsip Masuk Desa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 27.000 30.000 130.000 300. 29.108 150.000 450.

Terlaksananya Penyusunan Modul.000 35.220 30.800 60.000 - 1.000 123 .600 724. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 21.000 300.000 2014 (8) 6. Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan 18.000 200.000 35. dan Kurikulum Diklat Kearsipan 17.015 55.000 90.330. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 20.400.000 34.000 125.000 25. Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 19.630.000 65.600.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah modul dan kurikulum diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah perpustakaan kearsipan yang dikembangkan Jumlah laporan evaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara 800.(PNBP) 16.760 130.000 300. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.300.000 85.000 55.000 - 182.000 100.000 200.000 65. Terlaksananya Diklat Kearsipan melalui Dana Dekonsentrasi.000 250. 15.000 2013 (7) 5.800.000 - 1.361 75.475 408.000 250.043 75.000 75.000 2012 (6) 5. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.) OUTCOME/OUTPUT (2) 13.475.000 2011 (5) 4.000 166.000 40.000 110.000 73.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. (Prioritas K/L) 14. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 22.556 340. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara INDIKATOR (3) Jumlah provinsi penerima dana dekon 2010 (4) 3.000 40.000 125.600.000 55.000 1.000 66.000 200.000 85.

audio visual.000 2014 (8) 150.548. Jumlah arsip yang diakuisisi 12.U.556 8. dan Guide yang Dapat Dimanfaatkan untuk Kepentingan Publik 11.520.166. kartografi. Inventarisasi Arsip. Jumlah daftar arsip konvensional.082 2011 (5) 100. dan kearsitekturan yang 124 .) OUTCOME/OUTPUT (2) 23.604.000 2012 (6) 110.715. elektronik. kartografi dan kearsitekturan yang dibuat 14. Jumlah inventaris arsip konvensional.431 6.elektronik.000 Deputi Bidang Konservasi Arsip 2 13.000 9. audio visual. kartografi. elektronik. Terlaksananya T. Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip 5. audio visual.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. dan kearsitekturan yang dibuat 15. Jumlah guide arsip konvensional. Pusdiklat Kearsipan INDIKATOR (3) Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat 2010 (4) 109.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Meningkatnya Penilaian dan Akuisisi Arsip untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta untuk Menjamin Terselamatkan dan Terlestarikannya Arsip Demi Generasi Mendatang Meningkatnya Pengolahan Arsip Demi Terwujudnya Daftar Arsip.000 8.000 2013 (7) 130.

000 125 . Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap dan bahan kearsipan 19.459 260. (Prioritas K/L) 17.868. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan TOTAL PROGRAM 16.985 Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 200. Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009. Pembangunan.514 141.543 11.000 203.100 235.543 12.268.643 420.560.100 155. dan Keamanan Arsip dari Bahaya Kerusakan Arsip maupun Informasinya 4 Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah. (Prioritas K/L) Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 117. Jumlah arsip yang dialih media/ reproduksi 18.) OUTCOME/OUTPUT (2) dibuat 3 Meningkatnya Preservasi Arsip Demi Terwujudnya Pemeliharaan. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu.953.141 365.951 285. Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 20. Penataan. Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7. Jumlah arsip rusak yang direstorasi 17.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.543 Direktorat Akuisisi PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 16.543 14.000 8.454.

000 140.000 140. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 100.000 83.000 160.000 94. 22.800 2012 (6) 76. 24.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pilkada.000 135.000 140. 25.000 125.000 72. 19.) OUTCOME/OUTPUT (2) 18.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 65.000 210.000 165. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh Nasional/Pelaku Sejarah.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 100.000 210.000 100.000 115.000 2011 (5) 63.100 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 150.000 125.800 2014 (8) 110. 23.000 140.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 75.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 190.000 78.000 175.000 126 . Terlaksananya Penyelamatan Arsip organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan.000 190.500 2013 (7) 91. 21.000 Jumlah tokoh atau - 61. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara. 20. Terlaksananya INDIKATOR (3) Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 50.000 85.000 125.000 85. Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar.000 75.000 110.

000 72.000 110.000 127 . Jumlah tokoh atau pengkisah yang 100. Jumlah peserta workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 85.000 74.000 83. RMS dan Konflik Lainnya Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN sebagai Dampak Revitalisasi Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangun-an Negara Indonesia Terlaksananya Penelusuran Jejak INDIKATOR (3) pengkisah yang diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.000 120. OPM.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 27. Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 200.000 94.000 90. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi.000 190.000 50.) OUTCOME/OUTPUT (2) Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan Dan Pemekaran Wilayah Serta Konflik di Daerah melalui Wawancara Sejarah Lisan. Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 28.000 61.000 30.000 - - - - 29.000 - 110.000 60.000 210. 50.000 135.580 175.

514 Jumlah daftar arsip yang diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah - 1.000 60.427 100.302 50. 24.337 312.408.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video.000 PENGOLAHAN ARSIP STATIS 17.) OUTCOME/OUTPUT (2) Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara.000 171.000 75.000 100.000 2. 21.500 1.000 100. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional VOC.000 92.000 75.000 Direktorat Pengolahan 625. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film. 22.443 200.000 85.643 230.000 100.000 150.000 135.000 135.000 110.000 130. 18.000 190.000 130.000 120.000 95.096.000 128 .000 190. 20.325.000 89.000 155. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto.000 93. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm.000 170. 25.716.000 110. 23.023 157.043 175.250 2.000 210.000 115.000 110. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945.000 Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 149.417. 19.000 155. Terlaksananya Pengolahan Arsip 564.500 175.000 589.609 570.320 28.

670 2011 (5) 115.000 77.000 275. Terlaksananya Jumlah daftar arsip diolah Jumlah data yang dipelihara - 75. 28. 27.919 205.500 - 75.000 85.320 450.750 400.406.255 50.000 235.000 65.109 460.000 2014 (8) 250.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2.000 Direktorat Preservasi 129 .500 215. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi. 29.600 80.694.000 2012 (6) 210.000 155. Terlaksananya pengolahan arsip elektronik.500 510.000 71.655.000 2.000 120.000 95.000 2013 (7) 235.717.000 3.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peta (Kartografi).000 80.043.000 110.000 135. 75.000 115.400 1. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan. INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 206. Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 117. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi Politik yang Diakuisisi.000 30.000 115.000 122. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 32.510 Jumlah daerah bencana 500.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.500 100.000 1.000 93.000 85.000 31. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian Dan Keabsahan Data yang Diolah TOTAL KEGIATAN PRESERVASI KEARSIPAN 1.000 95.

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana; (Prioritas K/L) 2. Terlaksananya Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode; (Prioritas K/L) 3. Terlaksananya Penataan Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip); 4. Terlaksananya Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan 5. 6. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Film; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Video dan Rekaman Suara; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto; Terlaksananya INDIKATOR (3) yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

Jumlah arsip yang di barcode

500.000

404.393

450.000

475.000

490.000

Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip

-

78.125

80.938

90.000

90.000

-

78.125

80.938

90.000

90.000

36.457 65.307

100.000 50.000

195.000 103.219

215.000 120.000

235.000 145.000

7.

189.056

100.000

120.000

140.000

231.584

8. 9.

78.015 78.225

75.000

85.000

120.000

150.000

130

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional; Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional; Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan; Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru; Terlaksananya Alih Media Arsip Film; INDIKATOR (3) konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi Jumlah arsip film yang di alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia Jumlah microfilm yang di alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

10. 11.

282.912 55.900

250.000 25.106

300.834 27.617

335.000 30.378

350.000 33.416

12. 13.

145.628 105.187 40.145 166.422 -

150.000 100.000

150.000 105.000

165.000 130.000

185.000 175.000

14. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto; 15. Terlaksananya Alih Media Microfilm; 16. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda; 17. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto, Peta, dan Kertas); 18. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Video dan Rekaman Suara; 19. Terlaksananya Pengujian arsip dan bahan kearsipan;

125.000

130.000

150.000

165.000

Jumlah arsip statis yang didigitalisasi Jumlah arsip video dan rekaman suara yang didigitalisasi Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap

-

200.000

200.000

250.000

280.000

-

150.000

155.000

280.000

310.000

179.561

59.578

179.000

197.000

215.000

131

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 20. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional; 21. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm 22. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber; TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Luas gedung yang di fumigasi Jumlah peralatan alih media film dan microfilm Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber 2010 (4) 213.132 2011 (5) 150.000 2012 (6) 170.000 2013 (7) 195.000 2014 (8) 205.000

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

141.800

-

125.000

140.000

-

-

-

-

-

-

2.778.147 Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 355.450

2.555.327 330.000

3.057.546 359.004

3.572.378 400.000

3.860.000 475.000 Direktorat Pemanfaatan

PEMANFAATAN ARSIP

13. Terlaksananya penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”; (Prioritas K/L) 14. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Nusantara Jilid V”; (Prioritas K/L) 15. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V; (Prioritas K/L)

Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan

161.140

-

-

-

-

Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan

216.710

-

-

-

-

132

Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam 18.000 2.959 - 450.000 474.(PNBP) 21.000 65.000 735. Terlaksananya Pameran Kearsipan.708 130. Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Arsip INDIKATOR (3) Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 2010 (4) 190. Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah .756.000 65.000 635.615.000 250.) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan.000 135.000 133 .000 266.500 123.200 513.000 2.455 60.700 100.675.050 252. Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45.000 479.700 280.000 2014 (8) 275. Media Baru dan Kartografi.000 115.000 2012 (6) 192.000 2011 (5) 125. 22.000 300. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 1.000 2013 (7) 215.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah paket kegiatan Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam Jumlah buku langka yang dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45.000 60.000 125.000 160.000 2. (Prioritas K/L) 17. Terlaksananya fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis. 20. 19.000 150.423.000 111.

590.600 4.332.000 30.500 3.955.580 2.705. 24.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah tamu Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 60.000 134 .200 - 62.) OUTCOME/OUTPUT (2) Statis. 23.000 4.500 Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 2.000 5.814 3.918.142.000 20.000 85.000 TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik TOTAL PROGRAM Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK 1.200 75.265.612 4. Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Jumlah brosur yang disebarluaskan 12.733 3.025.000 15.535. Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur.093.000 10.

000 2013 (7) 324. INDIKATOR (3) Jumlah pedoman.000 235.000 220.000 295.750 350.PROGRAM/KEGIATA N (1) PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp. 9. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).594 100.000 Jumlah hasil kajian - 200.703 300. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.000 UNIT ORGANISASI 2014 PELAKSANA (8) (9) 388. (Prioritas K/L) 11. (Prioritas K/L) 10. Utuh.000 135 .hasil kajian.000 294.000 2012 (6) 270. Sistematis. dan Menyeluruh.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Yang Andal. jurnal kearsipan 2010 (4) 846.800 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Jumlah pedoman dan hasil kajian 594.388 2011 (5) 200.

15.000 180.000 150. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan Dalam Mengelola Arsip Dinamis.000 216.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 125.000 170. 14. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 2011 (5) 200.000 220.000 115.000 140.000 Jumlah hasil kajian - 200.000 Jumlah hasil kajian - 100.) OUTCOME/OUTPUT (2) 12.000 2012 (6) 220.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) Kearsipan Daerah dalam rangka Meningkatkan Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif Dan Jati Diri Bangsa.750 2014 (8) 350.200 136 .000 2013 (7) 294. 13.000 294.750 350.

000 2.325.000 318.248 150.470.715.703 150.000 381.000 220.902 1.440.982 Jumlah hasil kajian/NSPK 143.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 1.000 2.600 PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN 21) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . 22) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik.000 265.600 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 273. Terlaksananya Jumlah Hasil Kajian Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan Pada Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi.058. 16.000 190.750 350.000 137 .) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.000 1.000 294. Kabupaten/Kota) Untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama Dalam Menyelenggarakan JIKN TOTAL KEGIATAN UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - 200. Jumlah hasil kajian/NSPK 117.000 228.

000 93.000 264.000 355.000 2014 (8) 86. INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 52.000 60.350 30.400 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan basis data 37.000 2013 (7) 72.000 220.000 78. 28) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan.199 200.000 426.000 511.594 - - - - Jumlah hasil kajian/NSPK - 200.000 65.600 87.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip Untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 24) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 25) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada pada JIKN 26) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 27) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstrasi Informasi Publik Yang Dikecualikan Yang Terkandung Dalam Arsip Baik Dalam Format Kertas Maupun Elektronik.800 138 .120 Jumlah hasil kajian/NSPK 348.900 2011 (5) 2012 (6) 60.200 Jumlah Pedoman 58.600 58.000 316.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.500 45.500 72.

500 1.000 2013 (7) 342.000 2012 (6) 285.280 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1.430 2011 (5) 207. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 17.030 1. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaa Kearsipan yang n bidang kearsipan Dimuat di Media yang disajikan Massa maupun melalui media massa Elektronik maupun elektronik Terwujudnya 18.030 25.094. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 16.598 1.) OUTCOME/OUTPUT (2) 29) Terlaksananya Rakornas JIKN 30) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI melalui Internet TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 2010 (4) 250.235. Persentase Produk Hukum penyelesaian Kearsipan Yang peraturan di bidang Disahkan Menjadi kearsipan 139 .400 74.000 60.475 27.000 2014 (8) 410.000 50. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu Meningkatnya Jumlah 19.000 Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran 2 3 4 15.007.550.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.600 2.860.

Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 24.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Persentase Pengelolaan peningkatan Administrasi kualitas Keuangan yang Baik pengelolaan. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 23. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 21. Persentase Pelayanan ketepatan pelayanan Administrasi pengurusan pegawai Kepegawaian Meningkatnya Jumlah 26.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 20. Persentase Pegawai yang penempatan Ditempatkan Sesuai pegawai sesuai Keahliannya dengan kompetensi Terwujudnya 25. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeri Pemeriksaan ksaan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 140 . Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 22.penatau dan Tepat Waktu sahaan anggaran/ barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 27.

Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 61.302 726.701 476. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia.490 135.182 74.000 - - - 141 . 276. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI).000 62.659 167.332 675. Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 88.540 - - - 310.000 370. Jumlah Perusahaan yang instansi/perusaha-an Menggunakan Jasa yang memanfaatkan Kearsipan jasa kearsipan TOTAL PROGRAM 1. Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) ANRI yang ditindaklanjuti Ditindaklanjuti 10 Meningkatnya Jumlah 28.930.000 67.000 5.593 550.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.548 310.000 57.476 3.237. EVALUASI DAN PELAPORAN.358 Biro Perencanaan PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN.261 600.603 4.520 752. KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 2.000 155. Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan - 275. Jumlah dokumen rencana kinerja tahunan yang dihasilkan 269. Terlaksananya Jumlah dokumen Penyusunan Penetapan penetapan kinerja yang Kinerja Arsip Nasional dihasilkan Republik Indonesia.294.000 408.941.296.150 149.

000 172. 6. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.000 74.745 57.943 Jumlah dokumen rencana anggaran yang dihasilkan 276.485 193.261 Jumlah sistem aplikasi 113.949 Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 56.639 65.166 142 .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.000 150. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia.750 85.000 175.000 287.000 375.000 51.000 414.955 96.405 - Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 120. Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia.000 - 172. 10.514 35.000 250.) OUTCOME/OUTPUT (2) Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI). 9. 8. 11.035 130. Terlaksananya Penyempurnaan dan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pedoman yang dihasilkan - 175.475 321.914 Jumlah dokumen PO yang dihasilkan 29.450 482. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.000 45.128 365. 7.

133 40. Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009 20.000 240. . Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI.000 115.000 65. 18. Jumlah SBK yang disempurnakan Jumlah HPS yang disempurnakan 42.000 85. Jumlah laporan 236. Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI.000 80.000 143 . Terlaksananya Penyusunan Executive Report.000 Jumlah naskah dinas 300.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 250.000 235. Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja. Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI.000 175.244 70.000 55.000 200.000 230. 51.000 70.884 70.000 345.000 Jumlah laporan 33.131 48.% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 63.000 70.000 55.736 345.827 13.791 60.000 65.000 110. 19.000 63.000 85.000 125.000 142.000 59.Jumlah dokumen LAKIP ANRI .) OUTCOME/OUTPUT (2) Sosialisasi Aplikasi RAB.924 308.000 95.000 55.000 15.670 95.747 257.000 14. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12.000 75.000 190.112 163. 17. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). 16. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus.000 40.000 150. Terlaksananya Penyelesaian Ketatausahaan Pimpinan.616 46.

000 2014 (8) 200.000 216.000 262. 23.000 97.005 48.000 46. Terlaksananya Temu Teknis Di Lingkungan Unit Eselon I INDIKATOR (3) Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 2010 (4) 100.000 200.000 287.202 400.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah Pengelolaan/Pengemban gan website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas Jumlah hearing DPR yang disusun Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I 33.640 68.000 100.Televisi. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa.000 250.000 65.000 80.000 125.000 2011 (5) 90. 22. Terlaksananya Pengelolaan/Pengem bangan Website ANRI.000 191.000 230.000 65. 27.000 85.000 150. 25.475 316. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting.000 250.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.500 240.000 495.000 200. dan Radio.600 42.000 2013 (7) 171. 24. Terlaksananya Penyusunan Bahan Hearing DPR 29.200 74. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI.000 495.000 450.000 95.921 175. 26.000 52.060 368.000 65.300 210. Terlaksananya Forum Bakohumas.000 232.000 30.000 2012 (6) 150. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak.000 200.000 144 .000 100.) OUTCOME/OUTPUT (2) 21.955 180. 28.

722 145 .000 62.000 93.200 125.000 101.D.500 110.000 85. Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI 32. Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (media center) 35.000 85.000 70.912.000 650.500 93. Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan 36.000 2012 (6) 65.990 5.500 2014 (8) 78.000 85.000 62.650 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksanaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 75.700 71.188.000 55.074.000 32.000 55.500 70.825 2011 (5) 48.000 60.000 137.000 41.700 71. Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 2010 (4) 53. Terlaksananya Pembuatan C.850 39.000 50.617 77.000 2013 (7) 71.500 151.) OUTCOME/OUTPUT (2) 30. Terlaksananya Safari Lembaga 33.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Interaktif 34.659 36.425 848.478 5.601 7.250 Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 575.124 6.500 102.000 37.187 70.110.636 7. Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif 38.360 75.500 55. Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan 37.000 93.550.000 750.000 812.478 35. Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Buklet dan Leaflet 31.000 105.000 105.

(Prioritas K/L) 200.320 200.000 150. (Prioritas K/L) 43) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah Dan Pusat Serta Referensi Hukum.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun .300 100. 44) Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja.798 205. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 (4) 500.307 210. Penyusunan Peraturan PEMBINAAN Pelaksanaan UndangORGANISASI DAN Undang Nomor 43 KETATALAKSANAAN Tahun 2009 tentang .200 558.000 2013 (7) 2014 (8) - (1) (2) PENINGKATAN 41) Terlaksananya LAYANAN HUKUM. (Prioritas PEGAWAI DI Bidang) LINGKUNGAN ANRI 42) Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 254.000 2012 (6) 2. (Prioritas K/L) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH .000 45) Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan Dengan Beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri.000 139.000.500.000 229.000 291.000 2011 (5) 4.600 250.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang no.000 260.200 320.000 435. DAN PENGELOLAAN Kearsipan.720 146 .

49) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Yang Mencakup Materi Tentang Penciptaan.350.777 2013 (7) 1.) OUTCOME/OUTPUT (2) 46) Terlaksananya pemberian bantuan beasiswa diploma. Penataan dan pengelolaaan arsip - 150.000 200.400 Jumlah peraturan tentang penciptaan.845.000 200. 50) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Sistem Administrasi Negara Dalam Rangka Memposisikan Arsip.307 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 1.325.811.000 - - Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 150.000 2011 (5) 1.712.000 250.000 1.penerimaan.000 - - 147 .750 2014 (8) 1. (Prioritas K/L) 47) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri.057 1.000 224. INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 1. Penataan Dan Pengelolaaan Arsip.000.sarjana dan pascasarjana.000 296. Pemeliharaan. Penerimaan.516 Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 150.000 2012 (6) 1.800 750. (Prioritas K/L) 48) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Standar Pelayanan Arsip.530.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.p emeliharaan.000 1. Penggunaan.549.735.penggunaan .

PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 - 200.% Tersusunnya struktur kelembagaan(organ isasi dan tata kerja) yang proporsional.000 100.000 2013 (7) 280.000 2012 (6) 250.000 - - 100.efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Jumlah mekanisme penyediaan informasi Publik yang disusun 50.) OUTCOME/OUTPUT (2) 51) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Kriteria Arsip Dan Proses Pembuatan Arsip Yang Memenuhi Aspek Keabsahan. pelatihan CPNS Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI .000 110.Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI .000 100. 52) Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI.564 100.000 - 100. INDIKATOR (3) Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 100. Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan Pelatihan CPNS. 13 Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI.762 148 .000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 14.000 2014 (8) 358. 15.250 115.000 105.000 200. Terlaksananya Penyusunan Mekanisme Penyediaan Informasi Publik di ANRI.000 - - - - 283.

Jumlah peserta tes CPNS .000 85.651 48. Terlaksananya Penyusunan Formasi dan Pengadaan Pegawai.Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Jumlah standar tentang 2010 (4) 2011 (5) 27.902 22.000 65.000 71.000 65. 20.000 55.200 92. Terlaksananya 37. 22.000 150.147 80.000 170.983 61.076 2012 (6) 28. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Kenaikan Pangkat dan Gaji Berkala. Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan 18.Jumlah pejabat fungsional yang dinilai .315 44.610 97.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.750 56.000 40.300 42.430 46.000 74. Terlaksananya Pengelolaan Tunjangan Pengelolaan Arsip Statis.344 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 38. 17.000 72.833 35.000 75.997 24. Terlaksananya Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas.000 55.000 95.430 2013 (7) 29.000 88.240 23.852 2014 (8) 31.866 17.100 40.000 21.Tersedianya sistem rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Jumlah peserta ujian dinas .000 149 .000 60. INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan tunjangan kompensasi sesuai nilai dan tingkat dampak resiko Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Jumlah pegawai yang mengalami kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat . 19.810 110. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional. Terlaksananya Poliklinik/ObatObatan 19.000 21.500 60.

Jumlah peserta diklat pimpinan II-IV .000 65.Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) .600 150 .000 175.050 24.000 20.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyusunan/ Penyempurnaan Standar Kompetensi Jabatan Struktural.450 40.000 157.050 35.450 20.Jumlah peserta diklat teknis kepegawaian .101 72.950 156.000 45. 24.000 175.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai 169.000 196. Terlaksananya Pembinaan Pegawai 27.000 243.000 215.Jumlah pegawai yang dibina . Terlaksananya Diklat Pimpinan II-IV 25.866 56.000 45.000 50.000 255.Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) .000 55. Terlaksananya Diklat Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) kompetensi jabatan struktural 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.612 145.000 24.000 52. Terlaksananya Pelantikan Dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai 28.256 80.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.

Jumlah pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun .000 25.000 - - - 36.862 32. 30.000 45.Tersedianya system mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) 33.000 - - 30.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) .000 45. Terlaksananya Jumlah Perka.000 50.000 2013 (7) 55.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang dismpurnakan 2010 (4) 39.d.390 2011 (5) 36. Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural 35. Terlaksananya penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum 32.000 - - - Jumlah standar kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun .632 33. Terlaksananya Jumlah produk hukum Penyebarluasan yang disebarluaskan Produk Hukum 30.000 82.500 151 . dan Kepka.000 2012 (6) 45.000 75. ANRI tentang dicetak Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s. Terlaksananya Penyempurnaan Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI 31.Jumlah pejabat struktual yang mengikuti uji kompetensi .000 55. ANRI yang Kepka.000 60.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29. 2009 34. dan Pencetakan Perka.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 45.868 27.000 2014 (8) 65.000 35.

Terlaksananya Rakor penyelesaian Mekanisme Kerja Antar Unit di Lingkungan ANRI 40.000 71.000 2014 (8) 90.000 65.000 200.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Harmonisasi dan Sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI 36.095 152 .500 150.000 92. INDIKATOR (3) Jumlah pembahasan rancangan peraturan di lingkungan ANRI 2010 (4) 63. Terlaksananya Seminar Kearsipan dan Kesehatan Jumlah peserta rakor penyelesaian mekanisme kerja antar unit di lingkungan ANRI Jumlah peserta seminar kesehatan dan kearsipan 66.000 43.000 55. Terlaksananya Penyuluhan Hukum Pegawai ANRI 35.178.830 - 55.000 50.000 100.000 75.662 60.000 2012 (6) 70.000 120.000 140.000 80.000 135.000 450.000 TOTAL KEGIATAN 6.107.236.647 8.962 2011 (5) 60.000 46.000 2013 (7) 80.526 9.000 105. Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI 38.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pegawai yang mendapat penyuluhan hukum Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif.087. Terlaksananya Jumlah naskah Kerjasama Luar perjanjian kerja sama Negeri 39.000 297.268 7.000 65.000 90.disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) 37.720 70.739 7.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.916.

PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp.000 250.000 4.458. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa.150.039.000 840.976 1.000 250.200 3.791.000 1. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor. 56. Honorarium. Terlaksananya Pengadaan Pakaian Dinas Pegawai 51. 55. dan tunjangan Jumlah pegawai yang mendapatkan makanan dan minuman penambah daya tahan tubuh Jumlah pegawai yang mendapatkan pakaian dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 26.000 299.980 2014 (8) 33.000 704.lembur.000 668. 52.296 182.120 Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara Jumlah bulan pembayaran langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor 139.515. PELAYANAN PENUNJANG 49.247.358.000 4.000 3.509. Terlaksananya ADMINISTRASI DAN Pengelolaan Gaji.600 5.039.031 1.250 1.834 2.234 1.660.270.680 532.000 1.000 275.644.000 440.470. 53.040.960.000 155.192 1.167 2011 (5) 26.184.356. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor.271. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung.169 (1) (2) PEMBINAAN 48. Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor. 50.645 2013 (7) 31.000 280.800 527. Terlaksananya PELAKSANAAN Pengadaan Makanan TUGAS ANRI dan Minuman Penambah Daya Tahan Tubuh.167 2012 (6) 27.842.000 200.000 492.000 1.372. PENGELOLAAN Lembur.000 400. Terlaksananya Pembayaran Jasa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Umum 363. 54.600 2.213 2.154. Honorarium.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang harus dibayar gaji.301 1.265.157 3.416.240 220.760 412.200 3. ANGGARAN SERTA dan Tunjangan.800 1.960.000 153 .597.

900 1.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas Jumlah laporan keuangan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara 335.000 449.600 575.400 263.250 750. Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor 61.000 750.000 117.197.000 35.300 Jumlah bulan pembayaran honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran jaringan internet Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan.619 17.000 246.000 392.600 125.500 1.552 908. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.788 220.502 825. Terlaksananya Implementasi SAPP 65. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan.000 25.) OUTCOME/OUTPUT (2) Keamanan dan Kebersihan. Terlaksananya operasional perkantoran.320 420.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.440 154 . Terlaksananya Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan.000 105.500 1.000 350.392.648 326.232 16.000 480.532. 64.865 335.568 295.000 30.832 466.000 96. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas 58.000 420.400 1.865 375.876 181. Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet 60.000 106.000 80. Terlaksananya Peralatan Rumah Tangga 62.624.628 190.000 419.000 620. 59.000 537. INDIKATOR (3) Dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 70.000 90.400 96. 63.000 70.108 682. 57.

72.000 50. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN).200 105.000 60.000 95.000 70.000 1.000 70.000 600.000 60. 69.000 155 .008.249 34. Terlaksananya Pengadaan BahanBahan Kearsipan.000 1. Terlaksananya Inventarisasi BMN 71.000 60. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map 73.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN Jumlah pengadaan bahan-bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan eprocurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 66. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN 70. Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP 50.000 80.000 60.488 85.000 26. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa 74.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 900.040 32.000 50.000 500.800 250. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan 67. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas 68.000 45.000 - 50.000 35.000 60.000 72.000 36.765 65.800 850.000 50.000 672.000 40.000 75.864 586.036.000 719.749 24.556 - 40.

000 140.000 2014 (8) 60.000 35.000 200.000 75.495 - 50.087 169. INDIKATOR (3) Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris Jumlah bukti kepemilikan arsip yang diamankan 2010 (4) 26.000 50.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.750 - 50.000 65. Terlaksananya Penyusunan Prosedur Tetap KerumahtanggaAn 81. 82.000 - - 156 .000 2012 (6) 45.000 Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumah tanggaan yang disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah pedoman Jumlah daftar Arsip Vital Jumlah daftar arsip 29.626 - - - - 8.384 - - - - 100.000 35.000 50. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN 76.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 35.000 75.000 60. 83. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif.000 150.000 19.000 65. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris 77. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital Anri.000 240.079 154. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris 78.) OUTCOME/OUTPUT (2) 75. Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital.000 55.000 45. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip 79.000 60. 84.000 225.375 17.649 2011 (5) 20. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN 80.000 31.000 2013 (7) 55.000 90.000 39. Terlaksananya Pengamanan.

000 75.000 50. Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 92.000 50.000 200.000 85.761 50.000 106. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI 90.000 50. Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI 88. 87.000 200. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI 89.000 50.) OUTCOME/OUTPUT (2) 85.000 225.000 - Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang dibuat Jumlah pedoman 86. Terlaksananya Pembuatan Laboratorium Sistem Kearsipan 91.000 100.848 - 100.000 115.000 - 200.000 - - - 50. Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 94.000 75.000 45.000 50.000 2012 (6) 75.750 157 . Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga.762 - 95. Terlaksananya Lomba Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah pedoman Jumlah record arsip 2010 (4) 2011 (5) 50.000 - 150.000 240.000 200.950 96. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga.000 2013 (7) 85.000 90.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 86. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 93.400 113.000 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah basis data - 75.000 - - - Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 200.

316 .Jumlah laporan hasil pengawasan .943 70.957 95.370 210.602.000 292.000 320.000 213.000 422.000 51.110.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) 54.% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) .Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif(pengarusutamaan) .283.163 318. 13. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 40.) OUTCOME/OUTPUT (2) Lingkungan ANRI.177.Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana Dekonsentrasi Jumlah laporan hasil audit Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasI - 50.000 46.000 55.443.120 42.500 Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 12.000 185.000 250.353 200. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI.000 158 .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI 14.000 85.

000 197.000 125.000 75.000 225. Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III 21.000 282. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 46.000 120. 16. Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 15. Terlaksananya pengisian LHKPN 22.000 62.000 55.000 2012 (6) 35.000 192. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor 20.% Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang 159 .000 65.000 23.961 45. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah 19.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 15.000 2014 (8) 167.840 42.000 2013 (7) 95.000 125.000 % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) .000 98. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI 17.935 58.000 137.774 20.Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif(pengarusutamaan) .000 60. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI 18.

Terlaksananya Jasa Penataan.000 300.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) disampaikan masyarakat(penga rusutamaan) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN.000 170.000 Pusat Jasa Kearsipan 6.000 1.000 770.000 2. Pemeliharaan dan Perawatan serta Penyimpanan Arsip Komersial.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. (PNBP) 75. Terlaksananya Monitoring/ Evaluasi Pasca Layanan Jasa 7.000 510.000 450.pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial 500.000 250.816.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil monitoring pasca layanan jasa kearsipan Jumlah Instansi yang dilakukan presentasi aplikasi pengelolan dokumen/arsip inaktif berbasis TI Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang menggunakan jasa penataan. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan.000 150.000 200. DAN PERAWATAN ARSIP 5.299.362 - - - 160 .000 8.000 125.345.000 75.000 450.000 150. Terlaksananya Presentasi Aplikasi Pengelolaan Dokumen/Arsip Inaktif Berbasis TI 8.000 275.000 200.308 5. PENYIMPANAN.500 600.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama .007. .000 150.

640 - 19. Jumlah pembangunan gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip 11. Fumigasi Arsip.815.000.000 2012 (6) 600.532.407 5.000 - 161 .200 11.089.000 Biro Umum 6. 9.375.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 - - - Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor - 3.435.000 - 5.560 5.350.308 Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip 2011 (5) 395. 8.800 - 31.000 10.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Meningkatnya Efektifitas Pemenuhan Sarana dan Prasarana Kantor untuk Mendukung Layanan Arsip Sekretariat Utama TOTAL PROGRAM PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 7.032. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip.191.887. Terlaksananya Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.560 18. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip. (Lanjutan) Tahap IV.000 2013 (7) 900.705.500.) OUTCOME/OUTPUT (2) TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 9.756.000 2014 (8) 1. Terlaksananya Pembangunan Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.

000 5.000 - 1. Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Jumlah peningkatan/ Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 4.756.545 3.800 31.032.000.000 - - 11.280.000 162 .435.000.000 2014 (8) 5.000.680.355.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2.265.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10.500.000 1.000 1.600 14.560 18.952 19.000.370. 12.485.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3. Terlaksananya Peningkatan/Pengada -an Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 11.500.000 2013 (7) 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful