PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA ARSIP

NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Tahun 2010

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014 KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk memberikan arah dan prioritas terhadap pelaksanaan pembangunan bidang kearsipan, perlu adanya Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014; b. bahwa pelaksanaan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia setiap tahunnya akan dituangkan dalam rencana kerja tahunan yang lebih rinci dalam bentuk Renja-KL dan RKA-KL; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia tentang Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405);

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664); 8. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen yang telah enam kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 9. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Arsip Nasional Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2009; 10. Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Strategis Kementarian/Lembaga; Memperhatikan : Surat Tugas Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor ST/255/M.PANRB/12/2009 tentang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Januari 2010 Plt. M. (1) (2) Pasal 2 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 merupakan penjabaran lebih lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. Pasal 5 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Pasal 1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 yang selanjutnya disebut Renstra ANRI Tahun 2010-2014 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini. arah kebijakan dan strategi pembangunan kearsipan. yang memuat tujuan. sasaran strategis. Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah dokumen rencanaan pembangunan bidang kearsipan untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. ASICHIN . kegiatan pokok dan kegiatan indikatif berikut indikator kinerja. Pasal 3 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 digunakan sebagai pedoman unit kerja dalam penyusunan rencana kinerja tahunan untuk periode 1 (satu) tahun. dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari peraturan ini. Pasal 4 Setiap unit kerja di lingkungan ANRI wajib melaksanakan ketentuan peraturan ini dalam menyusun rencana kinerja tahunan.

.......... Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 ............................................................................ Matrik Kebutuhan Pendanaan Pembangunan Tahun 2010-2014 ......... Tantangan...... 2.........................DAFTAR ISI DAFTAR ISI ......................................................................................................................................................................................................................................... MISI DAN TUJUAN ANRI ..... B................. D............... 68 69 115 ...... BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ................................................................... Pencapaian Sasaran Strategis Pertama.............................................................. Sasaran.............. Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga................. Kekuatan .............................................. C........................................................................ E........ BAB IV PENUTUP ....................2 Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan................................................... Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia ................. Pencapaian Sasaran Pendukung...........................2 Potensi dan Permasalahan ....................................................1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional ............................................... Sasaran Strategis...................4 Visi ..................................... C.................................3 2..................... 1 3 3 13 16 16 17 18 19 22 22 23 23 24 27 27 32 33 37 42 48 58 BAB II VISI............. Matrik Target Pembangunan Tahun 2010-2014 ............................ Peluang .............................. 3..................................................................................................................................... 3............................................................ Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI Tahun 2004-2009.... Pencapaian Sasaran Strategis Kedua........ A.................. 67 Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Renstra ANRI Tahun 2010-2014....... Misi .....1 Kondisi Umum A.................................. Tujuan .......................... C...................1 2.................. B.......................... BAB I PENDAHULUAN ..................................................... A............................... Permasalahan...................................... D.............................................................................. 1................... B..............2 2........................ 1.......................................... Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009..............

Mengacu pada ketiga agenda pembangunan tersebut di atas.BAB I PENDAHULUAN 1. memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Visi Pembangunan Nasional 2005-2025 mewujudkan Indonesia yang mandiri. perdamaian abadi dan keadilan sosial. karena pada dasarnya arsip merupakan refleksi dan rekaman dari perjalanan kehidupan bermasyarakat. Kondisi Umum Tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. berbangsa dan bernegara. maka ditetapkan dokumen perencanaan untuk periode 20 tahun yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Sejalan dengan hal tersebut. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) 1 . adil dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1. Selanjutnya untuk memberikan arah yang jelas dalam pelaksanaannya. dan merupakan pilar pokok untuk mencapai tujuan nasional. maka ketiga agenda pembangunan nasional dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk arah kebijakan. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. dalam rangka memberikan arah yang jelas dalam mewujudkan tujuan nasional. berbangsa dan bernegara. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Ketiga agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. maju. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. Keberhasilan satu pelaksanaan agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda yang lainnya. fokus. dan kegiatan prioritas. Bertitik tolak dari hal tersebut di atas maka keberadaan dan fungsi arsip merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan dalam proses perjalanan kehidupan bermasyarakat.1.

Dokumen Renstra ANRI ini akan menjadi dokumen dasar penyusunan Renstra Satuan Kerja Eselon I dan II di lingkungan ANRI.sebagai lembaga yang mempunyai tugas negara di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Renstra ANRI ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL). Kedua rencana tersebut menjadi dasar penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). Bertitik tolak dari hal tersebut. peningkatan peran serta dan fungsi arsip dalam penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa seperti yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014. Selanjutnya RPJMN akan dijabarkan dalam Dokumen Rencana Pembangunan Tahunan yang disebut Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yaitu dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun. Renstra Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010–2014 ini dikondisikan untuk menjawab agenda pembangunan nasional khususnya yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan yang modern yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur. 2 . Dokumen RPJPN kemudian dijabarkan dalam dokumen perencanaan untuk periode 5 tahunan yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Arsip Nasional Republik Indonesia sebagai instansi pemerintah diwajibkan menyusun Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 – 2014 (Renstra ANRI 2010-2014) yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.

01 Tahun 2005 tentang Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi terhadap Pembangunan Bidang Kearsipan 2004 – 2009 sebagai berikut: Tersedianya payung hukum sebagai landasan operasional pengelolaan arsip baik di tingkat pusat maupun di daerah. dinyatakan bahwa salah satu agenda pembangunan nasional adalah menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. 2. 4.A. berwibawa. Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 Sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 khususnya bab 14. Selanjutnya arah kebijakan kearsipan tersebut dijabarkan kedalam Program dan Penataan Kelembagaan yang dan Ketatalaksanaan dan efisien melalui serta pelaksanaan kegiatan pokok yaitu menciptakan sistem administrasi pendukung kearsipan efektif menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip Negara. Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI 2004-2009 Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi ANRI. 3. Terciptanya Pedoman/standar/petunjuk pelaksanaan dari suatu sistem pengelolaan arsip. bersih. Terlaksananya hubungan kerja sama teknis dengan seluruh instansi tingkat 3 . Arsip Nasional Republik Indonesia telah menetapkan sasaran rencana pembangunan jangka menengah yang tertuang dalam Peraturan Kepala ANRI Nomor 1. Sejalan dengan hal tersebut. dan dokumen/arsip Negara dalam pengelolaan tugas dan fungsi pemerintah. sesuai dengan tugas dan fungsi ANRI. Sasaran. secara umum telah ditetapkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 adalah terciptanya tata pemerintahan yang baik. peranan pembangunan kearsipan dalam upaya mewujudkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 dirumuskan dalam arah kebijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan adminstrasi Negara melalui optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan e- Government. B. Dalam upaya mewujudkan agenda pembangunan nasional tersebut. Terlaksananya sosialisasi atas berbagai produk hukum Pedoman/standar/ petunjuk tentang pengelolaan arsip di seluruh instansi pusat/daerah. profesional dan bertanggung jawab yang diwujudkan dengan sosok dan prilaku birokrasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat.

penyelenggaraan 4 . Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Hingga Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan dalam program ini dapat diselesaikan seluruhnya seperti tersedianya dokumen perencanaan 2010. tersedianya dokumen perencanaan anggaran. terselenggaranya dukungan operasional sehari-hari perkantoran. 5. Bertitik tolak dari 9 sasaran jangka menegah yang telah ditetapkan dalam Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang Kearsipan Tahun 2004 – 2009 yang telah diuraikan di atas. b. Terlaksananya upaya penyelamatan dan pelestarian arsip serta meningkatkan khasanah arsip statis sebagai bahan pertanggungjawaban nasional dan akuntabilitas publik. tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ANRI Tahun 2008. 6.pusat dan daerah dalam rangka penyelenggaraan kearsipan secara nasional. 9. Terwujudnya pendayagunaan arsip bagi kegiatan pemerintah dan masyarakat luas. berikut ini hasil pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan renstra ANRI Tahun 2004-2009 : 1. 7. Tersedianya sistem jaringan informasi kearsipan antara ANRI dengan Badan/Kantor Arsip Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini diarahkan pada penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan. ditetapkannya Rencana Strategis ANRI Tahun 2010-2014 dan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan 2005 – 2025. Pencapaian sampai dengan Tahun 2008 adalah tersedianya Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan ANRI Tahun 2007. tersusunnya Laporan Keuangan Audited. pengelolaan APBN. Terlaksananya Penciptaan SDM Kearsipan di setiap instansi pusat dan daerah guna mendukung pelaksanaan pengelolaan arsip. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik a. 8. Terlaksananya program asas dekonsentrasi kearsipan di pemerintah provinsi sebagai upaya untuk mempercepat tersedianya SDM kearsipan di daerah.

Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini bertujuan untuk menata dan menyempurnakan organisasi dan manajemen melalui penciptaan kearsipan yang efektif dan efisien serta menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip negara. supervisi dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kearsipan meliputi kesisteman. dan Badan Badan Lembaga Administrasi Negara. 1 JUMLAH INSTANSI PUSAT DAN DAERAH YANG TELAH MELAKUKAN PENGELOLAAN ARSIP SESUAI DENGAN KAIDAH KEARSIPAN TAHUN INSTANSI PUSAT DAERAH 2004 22 15 2005 29 17 2006 36 23 2007 40 24 2008 43 31 2009 46 62 5 . SDM kearsipan.pemeriksaan di lingkungan ANRI dan terselenggaranya rapat kerja teknis Tingkat Eselon I. Selain hal tersebut. Hasil dari pembinaan kearsipan dapat dilihat dari jumlah instansi binaan yang telah melakukan pengelolaan arsip sesuai dengan norma/standar kearsipan. program kearsipan serta pelaksanaan kegiatan kearsipan di seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan standar dan kaidah kearsipan. Hasil-hasil yang telah dicapai pada tahun 2008: 1) Dalam rangka pembinaan pelaksanaan kearsipan ANRI telah melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan. Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. kelembagaan. Adapun jumlah instansi yang telah dibina dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel. 2. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan a. dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) ANRI sedang melakukan usahausaha ke arah reformasi birokrasi bersama dengan Kementerian Negara Pendayagunaan Kepegawaian Aparatur Negara. Negara dan Reformasi Birokrasi.

30.000 lembar arsip foto (negatif dan positif).29 (+) 36. Lamongan. Pusat Daerah JUMLAH 8 17 25 11 23 34 3 6 9 (+) 37.000 ml Arsip Konvensional. Perbandingan jumlah JRA yang disetujui oleh ANRI dari tahun 2007 dan 2008 dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2 PERKEMBANGAN JUMLAH JRA YANG TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN KEPALA ANRI DARI TAHUN 2007-2008 Tahun Perubahan No Instansi 2007 2008 Naik Turun % 1. Sragen. 2. 2008. Kepegawaian. pada tahun 2008 telah dilaksanakan penyelamatan arsip pada 9 (sembilan) daerah yang terkena bencana banjir yaitu Bojonegoro.JUMLAH 37 46 59 64 74 108 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. 9.000 kaset arsip film.663. dan Substantif. 99. Ponorogo. 30. Situbondo.794 lembar arsip Kartografi dan Kearsitekturan. 4) Dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana. terpeliharanya 27.200 fiches arsip microfische. 1. Ngawi. Yogyakarta.50 (+) 35.000 kaset/open reels arsip rekaman suara. 6) ANRI telah menyelesaikan naskah Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 6 . 5) Terlaksananya pengadaan Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana. 3) Tersedianya 20 inventaris/daftar arsip sebagai salah satu sarana temu balik arsip.00 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan.200 reels arsip microfilm dan 7. dan Jakarta. Pasuruan. 2009 2) ANRI telah menyetujui sebanyak 11 Jadwal Retensi Arsip (JRA) instansi pusat dan 23 JRA Pemerintah Daerah meliputi JRA Fasilitatif Keuangan. serta dikeluarkannya rekomendasi pemusnahan arsip bagi 8 (delapan) instansi pusat dan daerah.

Organisasi Negara. sertifikat tanah. Arsip dari Lembaga Pemerintahan/Lembaga Massa. 4) Tersosialisasikannya pedoman akreditasi dan sertifikasi kearsipan pada instansi pusat dan daerah hasil kerjasama ANRI dengan UNDIP. dan Organisasi Perorangan. Disamping itu. Arsip yang diselamatkan adalah arsip milik masyarakat/perorangan dan instansi antara lain arsip milik Seto Mulyadi (Kak Seto). 3) Terlaksananya penyusunan rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014. Keagamaan. sertifikasi SDM Kearsipan. 2) Disahkannya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. 7) Penandatanganan Kerja Sama ANRI dengan KPU tentang Penyelamatan dan Pelestarian Arsip 5 Maret 2009. 6) Terlaksananya pengolahan. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan yang terdapat pada program ini dapat terealisasi antara lain: 1) Naskah RUU Kearsipan telah disahkan menjadi Undang-undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 28 September 2009. ijazah. 9) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Akibat Jebolnya Tanggul Situ Gintung Kabupaten Tangerang Banten yang terjadi pada tanggal 27 Maret 2009. BUMN/Swasta. ANRI sejak 1 April 2009 hingga sekarang sedang melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip Universitas 7 Organisasi Pemilihan Umum ditandatangani tanggal . Zakaria Abubakar dan warga lainnya berupa. serta Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. b. 5) Tersusunnya Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi (Job Description) ANRI sebagai bagian dari proses reformasi birokrasi di lingkungan ANRI. buku tabungan yang terkena musibah banjir sebanyak 260 bundel dan 154 album foto. Politik.tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. 8) Terlaksananya penyelamatan arsip Pemilu 2009 dan Arsip Pilkada. pemeliharaan dan perbaikan arsip statis baik arsip konvensional maupun arsip media baru. paspor.

12) Terlaksananya pengamanan arsip melalui Barcode. Arsip Peradilan. serta Arsip Lembaga Kepresidenan. 13) Tersusunnya Pedoman Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa sebagai upaya untuk mendukung Program Arsip Masuk Desa. 15) Terlaksananya pengkajian di bidang kearsipan.Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kurang lebih sebanyak 1. 3. Pencapaian Program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya diklat fungsional arsiparis tingkat keterampilan dan keahlian. baik yang dilakukan di lokasi kejadian maupun yang dilaksanakan di ANRI dengan memanfaatkan alat Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dan diberikan secara gratis. 10) Terlaksananya penilaian dan akuisisi arsip Kabinet Gotong Royong. 8 . penyelenggaraan diklat kearsipan serta pengembangan profesionalisme pegawai negeri melalui penyempurnaan aturan etika dan mekanisme penegakan hukum disiplin.285 bundel. ANRI sejak tanggal 1-4 Oktober 2009 melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip akibat gempa di Sumatera Barat yang terjadi tanggal 30 September 2009 kurang lebih sebanyak 35. a. 14) Terlaksananya penyusunan pedoman/petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan/standar di bidang kearsipan. 16) Terselenggaranya Sidang Umum dan Konferensi SEAPAVAA (South East Asia Pacific Audio Visual Archives Association) ke-13 di Bandung tanggal 15-20 Mei 2009. 17) Terlaksananya persiapan pembentukan Arsip Universitas Pattimura. Arsip Konflik dan Keraton Nusantara. sedangkan sampai saat ini yang sudah terbentuk adalah Arsip Universitas Gajah Mada.952 meter linier. 11) Terlaksananya wawancara sejarah lisan mengenai Kembalinya GAM ke Ibu Pertiwi. Program Pengelolaan SDM Aparatur Program ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM aparatur melalui peningkatan kompetensi pada tugas dan tanggung jawabnya. Pelayanan perbaikan (Restorasi Arsip) terhadap arsip akibat bencana Situ Gintung.

2) 3) 4) 5) 6)

Terlaksananya diklat teknis kearsipan baik di Pusat maupun daerah; Terlaksananya diklat kearsipan dana dekonsentrasi di daerah provinsi; Terlaksananya Tahun 2008; Terbitnya Peraturan MenPAN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya; Terbitnya Pedoman Formasi Kebutuhan Arsiparis, Akreditasi Sistem Kearsipan Dinamis (Non Elektronik) dan Akreditasi Lembaga Jasa Penyimpanan Arsip. Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional

Pengembangan SDM Kearsipan di ANRI dilakukan melalui

kegiatan

pendidikan pelatihan dengan berbagai jenjang dan tingkat keahlian masingmasing dan difokuskan untuk peningkatan pengetahuan, keahlian dan keterampilan serta pembinaan Arsiparis di tingkat pusat dan daerah. Untuk lebih jelasnya, mengenai jumlah pejabat fungsional arsiparis dan jumlah diklat penciptaan yang dilakukan ANRI dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 berikut ini : Tabel. 3 JUMLAH PEJABAT FUNGSIONAL ARSIPARIS DI INSTANSI PUSAT DAN DAERAH DARI TAHUN 2004 – 2009
JUMLAH ARSIPARIS TINGKAT KEAHLIAN INSTANSI 2004
PUSAT LPND DEPT 191

TINGKAT KETERAMPILAN TAHUN

TAHUN 2005
99 120

2006
110 117

2007
110 119

2008
109 128

2009
119 249

2004
1.807

2005
578 1.246

2006
614 997

2007
602 1.004

2008
645 1.112

2009
424 1271

DAERAH

PROVINSI KAB/KOTA

174

177 9

164 9

220 9

230 9

162 14

1.609

1.175 250

1.187 233

880 233

920 233

651 285

JUMLAH

365

405

400

458

476

544

3.416

3.249

3.031

2.719

2.910

2.631

Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

9

Tabel 4. JUMLAH PESERTA YANG TELAH MENGIKUTI DIKLAT ARSIPARIS TERAMPIL DAN ARSIPARIS AHLI PER PROVINSI NO 1 2 3 4 5 6 TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 JUMLAH PROVINSI 16 Provinsi 29 Provinsi 29 Provinsi 32 Provinsi 31 Provinsi 29 Provinsi JUMLAH
Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

JUMLAH PESERTA 350 Orang 944 Orang 799 Orang 934 Orang 585 Orang 29 Orang 3.641 Orang

b.

Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan; Terlaksananya diklat Pimpinan Lembaga Kearsipan; Disahkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 sebagai pengganti Peraturan MenPAN Nomor 09/Kep/M.PAN/2/2002 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kredit; 4) Terlaksananya peningkatan SDM ANRI melalui pemberian bantuan beasiswa S1/DIV, S2, S3, pengiriman diklat dan kursus baik di dalam maupun di Luar Negeri; 5) 6) 7) 8) 9) Terlaksananya evaluasi pasca diklat kearsipan; Terlaksananya pembinaan dan penilaian jabatan fungsional Arsiparis dan fungsional lainnya; Disahkannnya Peraturan Bersama Kepala ANRI dan Kepala BKN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis; Tersedianya standar kompetensi jabatan struktural; Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional 2009. 10 Tahun

4. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Program ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen pelayanan publik yang bermutu, transparan, akuntabel, mudah, murah, cepat, patut, dan adil kepada seluruh masyarakat guna menunjang kepentingan masyarakat dan dunia usaha serta mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. a. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya Bantuan/Hibah Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip 2) dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arsip kepada 10 daerah provinsi; Tersedianya Citra Daerah untuk 29 provinsi, pada tahun 2008 dilaksanakan pembuatan citra daerah 6 provinsi. Sedangkan sisanya sebanyak 4 provinsi akan diselesaikan pada tahun 2009; 3) 4) 5) Tersedianya Citra Nusantara Jilid I: Tradisi Menjaga Keutuhan Negeri, Jilid II: Tradisi Niaga Bangsa dan Jilid III: Tradisi Membina Negeri; Tersedianya Naskah Sumber Arsip Seri: "Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah RI Jilid III”; Terlaksananya Pameran Arsip Arsip Wawasan Kebangsaan, Pameran dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan Pameran dalam rangka memperingati HUT R.I.; 6) Terlaksananya Pelayanan Kearsipan baik Layanan di Ruang Baca maupun Layanan Jasa Kearsipan; b. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Pameran Arsip Wawasan Kebangsaan di 4 daerah dan Pameran 64 Tahun Refleksi Kemerdekaan R.I.; Terselenggaranya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan dan Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Lingkungan Instansi Pusat; Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar/Masyarakat, Sosialisasi Kelembagaan ANRI, Sosialisasi Kearsipan, Fasilitasi Teknis Layanan Pemanfaatan Arsip Statis, Workshop pengolahan arsip statis untuk pengembangan database; 4) 5) Terlaksananya bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 daerah provinsi; Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 Daerah Provinsi; 11

pengadaan Ambulance. Gedung G (Depo Penyimpanan Arsip). rehabilitasi Gedung B (Gedung restorasi/repografi seluas 2. Pengembangan Aplikasi Preservasi Arsip Elektronik yang Dibuat dengan Aplikasi Perkantoran. pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap III. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 ANRI telah menyelesaikan pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap II. 11) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. 12 .160 m2 serta pengadaan Inventaris keperluan kantor ANRI di Jakarta dan Bogor. Tersedianya Prosedur Pengoperasian Modul Pengumpulan Data pada Jaringan Informasi Kearsipan Nasional. Pembangunan Tempat Parkir. 10) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Provinsi Bangka Belitung. a. dan D. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009. Pengembangan Sistem dan Perangkat Pengoperasian Aplikasi Pengelolaan Arsip di Internet.700 m2. Implementasi JIKN pada Pemerintah Provinsi dan Implementasi Jaringan Sistem Kearsipan Statis pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. C. Pengadaan Running Text. Rehabilitasi Gedung B. Pengadaan Peralatan Kantor. 5. b. diperkirakan akan dapat diselesaikan pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. Pembuatan Maket. Pengadaan A. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara Program ini bertujuan untuk meningkatkan prasarana dan sarana dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi ANRI. Pembuatan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap I seluas 1. pembuatan sertifikat tanah. Gorontalo. dan Irian Jaya Barat.6) 7) 8) 9) Terlaksananya Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis dan Pengelolaan Arsip Statis di Daerah. Pengadaan Alat Visualisasi Kearsipan. Sulawesi Barat. Pengadaan Kendaraan Penyelamatan Arsip dan Penanggulangan Bencana (Rescue).C.

.Tersedianya Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan . Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 13 .Terlaksananya Program Dana Dekonsentrasi Bidang Kearsipan pada 31 Provinsi.Terlaksananya Bantuan Beasiswa sebanyak 77 orang.Terselenggaranya Diklat Keterampilan sebanyak 3 Angkatan dan Diklat Keahlian sebanyak 2 Angkatan. b.Terlaksananya Kursus/Training Dalam sebanyak 232 orang dan Luar Negeri sebanyak 14 orang.Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai “Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi” sebanyak 19 Tokoh. . . Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga 2. . ANRI tidak memiliki kegiatan yang menjadi prioritas nasional.1 Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2008 sebagai berikut : a. Kegiatan Prioritas Nasional Untuk tahun 2008 dan 2009. Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009 1. . c.Terlaksananya akuisisi arsip Pemilu. Pilkada dan terselamatkan arsip yang rusak akibat bencana. . 2. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur .Tersedianya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis.C.

Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada pada 2 intansi lokal.Terlaksananya supervisi pada 20 instansi pusat dan 16 instansi pemerintah daerah.Terlaksananya akreditasi pada 2 lembaga kearsipan dan 3 unit kearsipan serta tersertifikasinya 50 arsiparis.Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis TIK pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. . . Delapan Dasa Warsa Sumpah Pemuda dan Wawasan Kebangsaan. . . Gedung Penunjang/Gudang Barang Inventaris.Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 lantai.2 Perkiraan Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2009 sebagai berikut : a.Disusunnya Peraturan tentang Pengelolaan Arsip Dinamis.Tersedianya rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014. . . . . 6 provinsi/kab/kota sebanyak 8 boks.. d.Naskah RUU Kearsipan sudah dapat dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat dan disahkan menjadi Undang-undang. 2.Terselengaranya Seminar dan Pameran Kearsipan 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Pembuatan Diorama tentang Sejarah Perjalanan Bangsa.Terlaksananya Penyerahan Citra Daerah sebanyak 6 Provinsi dan Citra Nusantara. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan .Terlaksananya Survey Nasional tentang Pentingnya Arsip bagi Masyarakat. . 14 .Tersedianya Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis TIK. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara .

Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara .Terlaksananya Kursus/Training Dalam Negeri sebanyak 457 orang dan Luar Negeri sebanyak 5 orang. . d. Gorontalo.Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu 2009 pada 5 instansi pusat. .Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan pada 29 provinsi. S2. . .Terselenggaranya 50 orang. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur . dan 5 kab/kota sebanyak 10 boks.Terlaksananya daerah provinsi.Terselenggaranya Diklat pimpinan II-IV sebanyak 12 orang. dan S3 sebanyak 100 orang. .Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 lembaga kearsipan Daerah Provinsi.Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Daerah Provinsi Bangka Belitung. . Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik .Terlaksananya bantuan beasiswa bagi program D4. b. . Sulawesi Barat.Terlaksananya digitalisasi reformating arsip statis. S1.Terlaksananya Pembangunan Gedung P (Pengolahan Arsip) 8 lantai. . . 4 provinsi..Pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 Diklat fungsional arsiparis tingkat Keterampilan sebanyak 75 orang dan tingkat Keahlian sebanyak 15 . dan Irian Jaya Barat. dan Rehabilitas Gedung B.Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. c.

peluang dan tantangan jangka menengah yang harus dihadapi dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia serta tercapainya fokus prioritas pembangunan kearsipan tahun 2010-2014 yaitu mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 2) Pengelolaan arsip statis pada lembaga kearsipan di tingkat daerah belum dapat berjalan optimal. permasalahan. potensi. .Pengadaan CCTV. Pengadaan Runing Text. Alat Visualisasi Kearsipan. 5) Masih rendahnya kualitas pelayanan publik khususnya dalam bidang kearsipan di tingkat daerah sebagai akibat belum optimalnya penggunaaan teknologi informasi dalam pemberian layanan arsip.2. 6) Belum optimalnya program penanggulangan penyelamatan arsip pasca bencana sebagai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang 16 . dan kriteria dalam penyelenggaraan kearsipan secara nasional.Implementasi JIKN pada Pemerintah daerah Provinsi. standar..Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi pada 12 Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. hal ini disebabkan oleh minimnya anggaran dan juga rendahnya kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. 4) Belum optimalnya peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. prosedur. potensi. Potensi dan Permasalahan Dengan berbagai kemajuan pembangunan kearsipan yang telah dicapai pada tahun 2008 dan perkiraan pencapaian tahun 2009. . maka permasalahan. peluang dan tantangan Arsip Nasional Republik Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut : A. Permasalahan 1) Belum lengkapnya norma. 3) Belum optimalnya sinergisitas antara lembaga kearsipan dengan dunia pendidikan khususnya pendidikan tingkat dasar (SD-SMP) dan menengah (SMA) dalam hal pemasyarakatan kearsipan. 1.

Sebagai contoh arsip teks proklamasi hanya ada di Arsip Nasional Republik Indonesia dan tidak terdapat di tempat lain. 9) Belum memadainya sarana dan prasarana kearsipan dalam rangka mendukung pembangunan kearsipan. seperti yang telah dilakukan pada beberapa daerah yang terkena bencana . 7) Belum optimalnya digitalisasi reformating arsip statis. jebolnya tanggul Situ Gintung. Jawa Timur dan Jawa Tengah. 6) Upaya pemasyarakatan arsip terus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan melalui : Arsip masuk desa. dan pameran arsip. 4) Arsip bersifat unik yang mengandung pengertian bahwa koleksi arsip tidak terdapat di tempat lain. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menjalin kerjasama (MoU) dengan beberapa universitas negeri dan akan terus mengembangkan dengan universitas lainnya di Indonesia dalam pembentukan Arsip Universitas (University Archives). dan peralatan pendukung. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu. banjir di Sumatera. yang disebabkan terbatasnya SDM. Citra Daerah dan Citra Nusantara. pembangunan diorama sejarah perjalanan bangsa. gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kekuatan 1) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang merupakan landasan operasional pembangunan kearsipan. sebagai contoh : penyelamatan arsip pasca Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). 8) Belum lengkapnya peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009. karena arsip merupakan bahan bukti yang autentik dan reliable dalam pelaksanaan kegiatan. 3) Arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. 17 . 5) Dalam rangka ikut berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa. anggaran.penanggulangan bencana. dan arsip pasca bencana akan terus dilakukan. dan gempa Sumatera Barat. karena baru diundangkan pada tanggal 23 Oktober 2009. pilkada. B. program pemberian mobil layanan masyarakat sadar arsip pada lembaga kearsipan provinsi. 2) Setiap penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan kehidupan kebangsaan pasti menghasilkan arsip.

semakin mengukuhkan peranan/arti penting arsip dalam penyelenggaraan administrasi kepemerintahan dan pembangunan. dan S3 kearsipan baik di dalam dan luar negeri. 10) Peningkatan kualitas SDM melalui pemberian beasiswa D4. C. Semua proses otonomi daerah mulai dari likuidasi instansi vertikal di daerah yang berimplikasi pada perubahan struktur dan format kelembagaan. 3) Lahirnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Kebebasan Informasi Publik. yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 5) Dengan semakin matangnya proses berkehidupan yang demokratis membuka peluang untuk meluruskan sejarah bangsa Indonesia dengan lebih obyektif melalui informasi yang terekam dalam arsip.8) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Dinamis (SIKS dan SIKD) pada di pusat dan daerah serta pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). S1. telah membawa dampak pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang semula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. S2. 9) Ruang layanan publik yang dapat membantu dan melayani masyarakat akan kebutuhan arsip yang dilengkapi sarana dan prasarana JIKN. 18 . 2) Penerapan Otonomi daerah yang ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. pemilihan kepala daerah secara langsung dan masih banyak lagi proses politik maupun kenegaraan yang kesemuanya itu terekam dalam arsip. 4) Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good penerapan dan pengkajian secara terus-menerus dan Governance) sangat diperlukan transparansi dan akuntabilitas kinerja dari aparatur pemerintah yang ditandai dengan ketersediaan arsip yang autentik dan reliable. Peluang 1) Globalisasi teknologi dan informasi menuntut sistem informasi kearsipan berbasis TIK berkesinambungan.

3) Apresiasi pemerintah relatif masih kecil terhadap pengembangan kearsipan. D. sangat diperlukan arsip sebagai alat bukti yang sah. swasta maupun perorangan dalam menyerahkan arsip statisnya kepada Arsip Nasional Republik Indonesia. hal ini ditandai dengan dukungan anggaran yang belum memadai terhadap lembaga kearsipan baik di tingkat pusat maupun daerah. swasta maupun perorangan akan membawa dampak buruk pada sistem penataan dan penyimpanan arsip. 5) Belum semua instansi kabupaten/kota mempunyai lembaga kearsipan sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah. 4) Belum semua instansi pemerintah di tingkat pusat mempunyai unit kearsipan yang berfungsi mengelola arsip. 7) Semakin meningkatnya jasa kearsipan dalam usaha pembenahan dan penyimpanan arsip pada instansi pemerintah dan swasta di pusat dan daerah dalam rangka peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). badan-badan pemerintahan.6) Dalam rangka mencegah dan mengurangi maraknya kasus sengketa wilayah perbatasan dan kooptasi pulau-pulau terluar oleh negara tetangga Indonesia. hal ini dapat kita lihat dari data yang tersaji dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. Tantangan 1) Rendahnya kesadaran akan pentingnya pengeloaan arsip oleh lembagalembaga negara. 2) Rendahnya kesadaran lembaga-lembaga negara. 6) Otonomi daerah membawa implikasi pada penggabungan lembaga kearsipan dan perpustakaan di daerah provinsi sebagai wujud perampingan organisasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 2007 tentang organisasi perangkat daerah. Kecenderungan Tahun tersebut menyebabkan perhatian terhadap pembangunan kearsipan relatif lebih kecil dibandingkan dengan pembangunan perpustakaan. Pada tahun 2006 jumlah arsiparis sebanyak 3431 orang. 7) Minat untuk menjadi pejabat fungsional arsiparis semakin menurun dikarenakan tunjangan arsiparis relatif kecil dan batas usia pensiun pada arsiparis tingkat ahli masih 56 tahun dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawabnya terhadap pengamanan arsip yang dilaksanakan oleh seorang arsiparis. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 3031 orang dan 19 . badan-badan pemerintahan.

Dari data yang tersaji tersebut dapat disimpulkan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 2006. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2719 orang dan arsiparis ahli sebanyak 458 orang. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2798 orang dan arsiparis ahli sebanyak 486 orang.arsiparis ahli sebanyak 400 orang. maka tahun 2007 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 254 orang atau sebesar 7%. 20 . Sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis sebanyak 3284 orang. sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 147 orang atau sebesar 4%. (Sumber: Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan). Pada tahun 2007 jumlah arsiparis sebanyak 3177 orang.

Arah Kebijakan dan Strategi Nasional 3.2.1. Arah Kebijakan dan Strategi ANRI Bab IV PENUTUP Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Rencana Strategis Tahun 2010-2014 Matrik Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 Matrik Pendanaan Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 21 .1.SISTEMATIKA PENULISAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 Bab I PENDAHULUAN 1.4 Sasaran Strategis Bab III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3.1 Visi 2. Kondisi Umum 1. dan TUJUAN 2.3 Tujuan 2. MISI. Potensi dan Permasalahan Bab II VISI.2.2 Misi 2.

maka disusunlah Visi pembangunan nasional 2005-2025 yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri. adil. Dalam arsip tertuang informasi yang mengandung bukti historis. ANRI sebagai lembaga yang mempunyai tugas pemerintahan di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Melalui arsip kita dapat mengetahui keberhasilan dan berbagai kegagalan yang harkat serta dialami bangsa ini mulai dari Sabang sampai Merauke. dan terwujudnya wawasan kebangsaan yang dapat menjalin dan mempertautkan keanekaragaman daerah dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). MISI DAN TUJUAN ANRI 2. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. Dalam rangka mendukung peran tersebut di atas.1 Visi Sebagaimana diamanatkan dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan sosial. maka ANRI merumuskan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa”. Dalam rangka mewujudkan kondisi tersebut. 22 . Visi ini mengandung maksud bahwa arsip merupakan bukti dari dinamika perkembangan perjalanan bangsa. maju. nilai budaya. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Sejalan dengan agenda pembangunan tersebut di atas. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1.BAB II VISI.

mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. lembaga pendidikan. 23 . dan perseorangan. Melestarikan arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. 2. 4. pemerintah daerah. dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan rakyat sesuai peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan demi kemaslahatan bangsa. 4. 2.3 Tujuan Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. penelitian. 3. perusahaan. Memberikan akses arsip kepada publik untuk kepentingan pemerintahan. 3. Memberdayakan arsip sebagai alat bukti sah. 5. pembangunan. Memberdayakan arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja organisasi. maka tujuan pembangunan kearsipan yang akan dicapai adalah: 1. 5. organisasi politik.2.2 Misi Dalam mewujudkan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa” ditempuh melalui 5 (lima) Misi sebagai berikut : 1. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. Memberdayakan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan. kemasyarakatan. organisasi 2.

provinsi. berbangsa. Target kinerja : 1. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. politik. Sejalan dengan hal tersebut. 3. 7. Mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Statis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. pertahanan.4 Sasaran Strategis Fokus prioritas pembangunan kearsipan jangka menengah tahun 2010-2014 adalah mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 24 yang profesional . sosial. kabupaten/kota. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. dan. dan bernegara. serta keamanan identitas dan jati diri sebagai bangsa. B. provinsi. dan kabupaten/kota. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. Tersedianya hasil kajian penyelenggaraan kearsipan yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat.6. 8. 2. Tersedianya kompetensi arsiparis dan pengelola arsip dan sejahtera. budaya. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. informasi. Target kinerja : 1. maka pembangunan kearsipan 5 (lima) tahun ke depan diarahkan untuk mencapai 3 (tiga) Sasaran Strategis sebagai berikut : A. 2. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat.

dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. Terlaksananya bimbingan teknis kearsipan di lembaga negara/badan pemerintah pusat. penataan. telah ditetapkan sasaran pendukung sebagai berikut : Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya inventarisasi arsip yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. kabupaten/kota. administrasi. provinsi. C. Sedangkan dalam rangka mendukung percepatan pencapaian ketiga Sasaran Strategis tersebut. pembangunan. penelitian. Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) dan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. pembinaan. dan kabupaten/kota. 3. Target Kinerja : 25 . Tersedianya kebijakan nasional pembangunan kearsipan di pedesaan. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. Terselamatkan dan terlestarikannya arsip/dokumen negara yang bernilai pertanggungjawaban nasional seperti arsip pemilu legislatif dan presiden serta pilkada. dan ilmu pengetahuan. Tersedianya peraturan yang mengatur tentang mekanisme pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi SDM kearsipan. 6. Terakreditasinya lembaga dan unit kearsipan serta tersertifikasinya arsiparis di pusat dan daerah. 5. 3. 2. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah.2. Meningkatnya preservasi arsip demi terwujudnya pemeliharaan. provinsi. 4. 4. Target kinerja : 1. pengendalian program.

Berkurangnya jumlah temuan dalam pengawasan internal. administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel serta tepat waktu. 3. Meningkatnya jumlah instansi/lembaga yang menggunakan jasa kearsipan. Terwujudnya kebijakan kearsipan nasional yang berupa Peraturan Pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 2.1. Meningkatnya jumlah peraturan kearsipan. Terwujudnya penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran. 4. 26 . 5.

27 . dan berkeadilan maka telah ditetapkan 5 (lima) agenda utama Pembangunan Nasional Tahun 2010-2014 yaitu: 1. dan penegakan HAM. Agenda I Agenda II Agenda III Agenda IV Agenda V : : : : : Pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Perbaikan tata kelola pemerintahan Penegakan pilar demokrasi Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi Pembangunan yang inklusif dan bermartabat Arah Kebijakan pembangunan di bidang hukum dan aparatur diarahkan pada tercapainya agenda II yaitu perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik. demokratis. Peningkatan kualitas pelayanan publik. Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia yang sejahtera. Peningkatan kinerja lembaga di bidang hukum. 2. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014. Pemantapan pelaksanaan reformasi birokrasi. 4. 3. Peningkatan efektivitas peraturan perundang-undangan.1. Peningkatan penghormatan. dan nepotisme (KKN).BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3. dengan strategi: 1. kolusi. 5. bahwa arah Pembangunan Jangka Menengah ke dua (RPJMN ke2) Tahun 2010-2014 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. 4. 2. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. 7. Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. 6. 3. 5. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. pemajuan.

Untuk lebih jelasnya mengenai uraian prioritas.Dalam RPJMN 2010-2014 pembangunan kearsipan diarahkan guna mendukung tercapainya prioritas bidang Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik. fokus prioritas. dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI dengan output/keluaran tersusunnya Peraturan Pelaksanaan dari UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang termasuk Indonesia. Peningkatan Layanan Hukum. 2. dan kegiatan prioritas bidang pembangunan kearsipan dalam RPJMN tahun 2010-2014 dapat dilihat pada matrik berikut ini : dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik 28 . khususnya pada Fokus Prioritas VI yaitu Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi. Berkaitan dengan hal tersebut. Pembinaan Kearsipan Pusat dengan output/keluaran terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (SIKD-TIK) yang termasuk dalam Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional. guna mempercepat terwujudnya prioritas dan fokus prioritas RPJMN 2010-2014 sebagaimana tersebut di atas maka telah ditetapkan 2 (dua) kegiatan prioritas Pembangunan Kearsipan sebagai berikut: 1. Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan.

Jumlah Inpres . dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No.d. ANRI . pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan.Jumlah PP 24 80 4 PP 7 PP K) .43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Indeks Efektivitas Pemerinta han(dari skala -2.Jumlah Perka. 2.5 s. PAN TOTAL ALOKASI PRIORITAS 2010-2014 (Rp.MATRIK BAB VIII BUKU II RPJMN 2010-2014 RENCANA TINDAK PRORITAS BIDANG HUKUM DAN APARATUR BIDANG PEMBANGUNAN : HUKUM DAN APARATUR PRIORITAS BIDANG : Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik NO FOKUS PRIORITAS/ KEGIATAN PRIORITAS Fokus Prioritas 6: PENINGKATAN KAPASITAS DAN AKUNTABILITAS BIROKRASI SASARAN (Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) Meningkatnya kapasitas birokrasi dan akuntabilitas instansi pemerintah TARGET INDIKATOR 2010 -0.4 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 29 .0 2 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) 10 ANRI 11.5 PROGRAM KEMENTE RIAN/ LEMBAGA TERKAIT Kemeneg. Milyar ) VI.Jumlah instansi pusat (IP) yang sudah menerapkan SIKDTIK 1 Inpres 1 Inpres K) 1 Perka ANRI 52 Perka ANRI 30 K) K) Program Dukungan Manajemen dan Penyelengga raan Tugas Teknis Lainnya ANRI Program Penyelengga raan Kearsipan Nasional ANRI 7.29 2014 0. 1 Peningkatan layanan hukum.5) Persentase Instansi Pemerintah yang dinilai akuntabel (%) .

Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Jumlah laporan hasil pengawasan dan rekomendasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di bidang kearsipan 14. Persentase ketersedian pedoman pengelolaan/data base arsip dinamis dan ketersedian program/daftar arsip vital serta ketepatan waktu pendistribusian surat/barang cetakan 13. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja 3. Jumlah instansi/perusahaa 2010 100% TARGET 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Persentase layanan di bidang hukum dan kerjasama yang tepat sasaran 6. Milyar ) 322. Jumlah pengunjung ANRI 4. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 7. Persentase penempatan pegawai sesuai dengan kompeten 11.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan INDIKATOR 1. Persentase penyelesaian SOP unit kerja 9. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 5.RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA KEMENTERIAN/LEMBAGA : ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NO I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ANRI SASARAN Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No.245 org 90% 90% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 6 Laporan 30 Laporan 8 Instansi 40 Instansi 30 .3 MATRIK BUKU II RPJMN 2010-2014 20% 20% 2.900 org 90% 37. Persentase peningkatan kualitas pengelolaan. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja 8. penatausahaan anggaran/barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya 12. Persentase penyelesaian adminstrasi kepegawaian terkait dengan kenaikan pangkat dan usulan pensiun pegawai 10.

Jumlah Inpres . Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN).43 Tahun 2009 tentang Kearsipan n yang memanfaatkan jasa kearsipan .6 1. dan · Penyusutan Arsip .1 Inpres. Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai input penyempurnaan sistem kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 5. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu 3. Persentase lembaga dan unit kearsipan yang sudah terakreditasi 2.2 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 31 . Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 5% 25% 207.0 100% 85. 1 Inpres.1 Perka ANRI 100% 7 PP. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) 4.Jumlah PP .4 TOTAL ALOKASI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2010-2014 615. pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. 52 Perka ANRI 7. Peningkatan layanan hukum. Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). · Pengelola-an Arsip Statis. · Pengelola-an Arsip Dinamis. dan . ANRI II PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ANRI III PROGRAM PENYELENGARAAN KEARSIPAN NASIONAL Meningkatnya efektifitas pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip .3 5% 75% 5% 25% 80% 80% 2 angkatan diklat penciptaan Arsiparis - 750 peserta diklat teknis 1 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Jumlah instansi pusat dan Lembaga Kearsipan Pusat yang sudah menerapkan SIKD-TIK 10 instansi pusat 6 angkatan diklat penciptaan Arsiparis 1500 peserta diklat teknis 2250 peserta diklat teknis 30 instansi pusat 11. dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No.1.Jumlah Perka.4 PP tentang: · Sistem Kearsipan Nasional (SKN).

6. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. sosial. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara.3. berbangsa. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. dan perseorangan.2. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. organisasi politik. 7. pertahanan. dan 8. 4. 2. serta keamanan sebagai identitas dan jati diri bangsa. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kearsipan yaitu: 1. 3. politik. lembaga pendidikan. organisasi kemasyarakatan. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. pemerintah daerah. budaya. dan bernegara. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya maka telah dirumuskan 3 (tiga) sasaran strategis dan 1(satu) sasaran pendukung sebagai berikut : 32 . perusahaan. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. 5. menjamin keselamatan dan dalam keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban kehidupan bermasyarakat.

Standar. 3. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Menghasilkan kajian kebijakan tentang Norma. swasta. kebijakan. Strategi Untuk mencapai sasaran pertama sebagaimana tersebut di atas. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. Mewujudkan negara. dan Kriteria (NSPK) kearsipan yang dapat menjadi pedoman implementasi bagi para perencana dan pengambil keputusan. pembinaan. maka telah ditetapkan strategi. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. program. informasi. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur sebagaimana tersebut di atas. maka ditetapkan strategi. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. kebijakan. baik pemerintah. program. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan kearsipan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. informasi. kekuatan. dan kegiatan sebagai berikut : 1. 2. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. Pedoman. maupun masyarakat. 33 .Sasaran Strategis : 1. Pencapaian Sasaran Strategis Pertama Untuk mencapai sasaran pertama yaitu mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. peluang dan tantangan. dan kegiatan sebagai berikut : A. administrasi. pengendalian program. Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan.

1. Misi. 2. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan teknologi kearsipan. Sasaran. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan. Kebijakan 1) 2) 3) 4) 5) Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan nasional. 3) Menciptakan dan mengembangkan paket teknologi dan model sistem informasi kearsipan sebagai salah satu kontribusi lembaga bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan kearsipan nasional.1 Tujuan 34 . Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis. 5) Melaksanakan kegiatan secara optimal agar mampu memberikan outcome terbaik bagi lembaga sebagai salah satu bentuk keprofesionalan lembaga. Strategi. Program Berdasarkan rumusan Visi.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan jaringan informasi kearsipan nasional. Tujuan. 3. 4) Mengembangkan diri sebagai pusat unggulan melalui diseminasi dan sosialisasi hasil kajian serta menciptakan jaringan dan peluang kerja sama.2) Mengembangkan kegiatan pengkajian dan pengembangan serta mendukung program pendidikan lanjutan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia.

(Prioritas K/L) 35 .2 Sasaran 1) Tercapainya efektifitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis baik konvensional maupun elektronik. 3. 3. 2) Tercapainya sistem efektifitas pengkajian dan pengembangan statis baik informasi kearsipan dinamis dan konvensional maupun elektronik. utuh dan menyeluruh.2. 1) Pengkajian kearsipan dan dinamis pengembangan dalam rangka norma dan standar sistem membangun rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang kearsipan yang andal.1.1.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase menjadi NSPK. 3. sistematis.2 Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif 3. (Prioritas K/L) 2) Pengkajian dan pengembangan norma dan standar kearsipan statis dalam rangka membangun sistem kearsipan sehingga terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). 2) Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK.1 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Nasional.Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melalui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern.

4) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis. 6) Pengkajian dan pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN).2.2 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 1) Pengkajian dan pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . 3. 3) Pengkajian dan pengelolaan arsip untuk aktivitas berbasis web di lingkungan pemerintahan. di lembaga negara tingkat pusat dalam rangka mendukung penyelenggaraan 36 . 5) Pengkajian kelembagaan unit kearsipan dalam rangka mengembangkan standar unit kearsipan dalam mengelola arsip dinamis. 2) Pengkajian dan pengembangan pengelolaan arsip elektronik. 7) Pengkajian terhadap SDM kearsipan kearsipan dinamis. 6) Pengkajian lembaga kearsipan daerah dalam rangka meningkatkan standar pengelolaan arsip statis sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. 8) Pengkajian terhadap SDM kearsipan pada lembaga pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis terutama dalam menyelenggarakan JIKN. 7) Pengembangan pedoman ekstraksi informasi publik yang dikecualikan terkandung dalam arsip baik dalam format kertas maupun elektronik.3) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan dinamis. 5) Penambahan basis data arsip pilkada dan JIKN. 4) Pengelolaan isi portal JIKN.

3) 4) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa.8) Pengkajian Kearsipan. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme supervisi. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Melaksanakan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. kebijakan. 2. organisasi kemasyarakatan dan partai politik. program. 2) Melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. dan pengembangan teknologi Informasi 9) Penyelenggaraan Rakor JIKN. 10)Penyusunan materi diseminasi khasanah arsip statis ANRI melalui internet. Melaksanakan akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan. Pencapaian Sasaran Strategis Kedua Untuk mencapai sasaran kedua yaitu Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. dan kegiatan sebagai berikut : 1. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. Strategi Untuk mencapai sasaran kedua sebagaimana tersebut di atas. serta masyarakat luas. peluang dan tantangan. ketersediaan pedoman maupun instrumen pendukung supervisi yang 37 . maka ditetapkan strategi. 5) Melaksanakan pengembangan jabatan fungsional arsiparis. B. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. kekuatan.

batas usia pensiun arsiparis 3. metodologi pengajaran serta kualitas pengajar. ketersedian pedoman maupun instrumen pendukung bimbingan dan konsultasi yang lebih komprehensif. 3) Mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa melalui peningkatan kualitas kurikulum. Program Berdasarkan rumusan Visi. upaya peningkatan tunjangan/kesejahteraan arsiparis dan sampai usia 60 tahun. Misi. Tujuan. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. 5) Mendorong peningkatan kualitas pejabat fungsional arsiparis melalui pelaksanaan diklat/kursus kearsipan. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme bimbingan dan konsultasi. 2) Mendorong peningkatan kualitas bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah.1. 4) Mendorong peningkatan kualitas akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan melalui ketersediaan pedoman dan instrumen pendukung penilaian akreditasi dan sertifikasi.lebih komprehensif dan peningkatan peran SDM secara partisipatif baik dari ANRI maupun dari instansi yang di supervisi.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. peningkatan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait yang mempunyai otoritas mengeluarkan penilaian akreditasi maupun sertifikasi . Strategi. Sasaran. 38 . badan usaha milik negara dan perusahaan swasta.

2. 3.3.2 Sasaran 1) Terwujudnya pengelolaan arsip baik dinamis maupun statis yang efektif dan efisien di seluruh lembaga negara dan badan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) 2) Bimbingan arsiparis dan tim penilai angka kredit arsiparis.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase lembaga/unit kearsipan yang telah terakreditasi. 2) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu. 4) Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai 5) Jumlah input penyempurnaan dan sistem kearsipan kearsipan bagi yang lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota. 3) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA). 3. pemilihan arsiparis teladan tingkat 39 . 3) Pembinaan dan penilaian angka kredit arsiparis madya. 3) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga kearsipan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.1.1 Pelaksanaan Akreditasi dan Profesi kearsipan 1) Pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan.1. 2) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. 4) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan. 4) Penyelenggaraan nasional. pendidikan pelatihan diselenggarakan.

7) 8) 9) Penyelenggaraan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 3.2. (Prioritas Bidang dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.5) Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya. dan Komunikasi (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. 10) Penyelenggaraan Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. 2) 3) Informasi. 8) Rakor dan sosialisasi pedoman umum penyelenggaraan akreditasi dan sertifikasi kearsipan. 7) Penyempurnaan pedoman mekanisme kerja arsiparis. 4) 5) 6) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. Informasi. 6) Fasilitasi kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI). Penyelenggaraan pemilihan unit kearsipan teladan di instansi pemerintah pusat. Rakor Evaluasi bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. Penyelenggaraan konsultasi pertimbangan dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. Rakor hasil bimbingan dan supervisi sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. dan Komunikasi (SIKD-TIK). 40 .2 Pembinaan kearsipan Pusat 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi. (Prioritas K/L) Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi.

Standar. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) dan Bimbingan bagi pengelolaan arsip . Penyelenggaraan konsultasi pengelolaan arsip statis pasca otonomi daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota. (Prioritas K/L) Peningkatan masyarakat sadar arsip untuk provinsi dan kabupaten/kota.4 Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 1) Penyelenggaraan diklat penciptaan jabatan fungsional 41 arsiparis.2. Pedoman.3. (Prioritas K/L) Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. 15) Konsultasi masyarakat. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 10) Evaluasi Penyelenggaraan Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Evaluasi kearsipan 7) 8) 9) penyelenggaraan di Pemerintah bimbingan Daerah dan konsultasi dan Provinsi Kabupaten/Kota. 13) Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan . Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota.2. Penyelenggaraan supervisi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.3 Pembinaan Kearsipan Daerah 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi 2) 3) 4) 5) 6) Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK). 12) Penyelenggaraan rapat koordinasi kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi. (Prioritas K/L) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 11) Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. 3. 14) Diseminasi dan sosialisasi Norma.

dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Pelaksanaan analisis. kebijakan. modul. dan kurikulum diklat C. perusahaan. organisasi massa. 9) Evaluasi pasca diklat. program. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan. dan partai politik. kekuatan.2) Penyelenggaraan diklat kearsipan melalui dana dekonsentrasi. peluang dan tantangan. Strategi Untuk mencapai sasaran ketiga sebagaimana tersebut di atas. dan perumusan prakarsa strategi di bidang penyelamatan dan pelestarian arsip dan menyelenggarakan konsultasi dan koordinasi dalam rangka penyelamatan dan pelestarian arsip dengan lembaga negara/lembaga pemerintah. 5) Pengembangan laboratorium sistem kearsipan. 11) Melaksanakan kegiatan Tata Usaha Pusdiklat Kearsipan. pengkajian. 10) Diskusi Ilmiah para pengajar/widyaiswara. 3) Memberdayakan dan mengupayakan aksesibilitas arsip kepada publik dengan tersedianya server storage arsip statis hasil alih media arsip 42 teknologi informasi sebagai alat bantu untuk memudahkan pengguna dalam mencari dan mengakses arsip statis yang . Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga Untuk mencapai sasaran ketiga yaitu mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. program. dan kegiatan sebagai berikut : 1. 6) Penyusunan program diklat fungsional arsiparis. maka ditetapkan strategi.(Prioritas K/L) 3) Penyelenggaraan diklat teknis kearsipan. 7) Penciptaan visualisasi media belajar. 2) Membuat standar minimal pengolahan arsip (deskripsi arsip) dari seluruh jenis media arsip baik yang konvensional maupun media baru dan memanfaatkan diinginkan. 4) Penyusunan kearsipan. 8) Pengembangan perpustakaan Pusdiklat Kearsipan.

Dalam hal ini arsip VOC dalam 5 tahun mendatang sudah dibuatkan jalan masuknya baik dalam bentuk daftar arsip ataupun inventaris. dalam rangka mempertahankan kondisi fisik arsip. 3) Mendorong terwujudnya penyelamatan dan pelestarian arsip melalui alih media arsip sesuai skala prioritas dan mendorong terlaksananya pemeliharaan dan perawatan arsip secara baik dan benar. guna melestarikan nilai guna arsip yang terkandung di dalamnya. 4) Meningkatkan promosi pemanfaatan arsip baik melalui penerbitan naskah sumber arsip maupun pameran arsip yang diselenggarakan untuk penyebaran informasi arsip kepada masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak baik di lingkungan ANRI maupun di luar lingkungan ANRI dalam mengembangkan pemanfaatan arsip. pengkajian dan prakarsa strategi di bidang kearsipan dan peningkatan kualitas koordinasi pembangunan di tingkat pusat. 43 . 2) Mempersiapkan sistem deskripsi untuk arsip elektronik sebagai persiapan kemungkinan penyerahan arsip elektronik agar dapat diakses oleh pengguna dan mendukung program Centre of Excellence sebagai wujud dari Memory of The World bagi ANRI dari khasanah arsip statis masa VOC yang rencananya dibuatkan sistem dan akan didigitalisasi sehingga dapat terhubung secara internasional.menjadi format digital yang memuat seluruh khasanah arsip statis yang tersimpan dan meningkatkan perawatan dan atau pemelihaaan arsip sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku. 2. sementara sistem aplikasinya disiapkan oleh NAN Belanda. sesuai standar dan prosedur yang berlaku. 4) Memenuhi standar pemanfaatan arsip kepada masyarakat dengan meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana pemanfaatan arsip yang diperlukan dan meningkatkan kemudahan akses pemanfaatan arsip kepada masyarakat. daerah dan nasional untuk sinkronisasi dan sinergi antara program dan anggaran. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas kinerja termasuk kualitas hasil penyelamatan dan pelestarian arsip melalui analis kebijakan.

2 Sasaran 1) Meningkatnya memperkaya mendatang. 2) Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya daftar arsip. dan arsip penilaian khasanah dan arsip akuisisi serta arsip untuk untuk menjamin terselamatkan dan terlestarikannya arsip demi generasi guide demi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Strategi. Misi.1.3. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. inventarisasi arsip. Program Berdasarkan rumusan Visi. Sasaran. 3. pembangunan. 3) Meningkatnya preservasi terwujudnya pemeliharaan. 3.1. penelitian dan ilmu pengetahuan. 2) Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip.1. 4) Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah. maka disusunlah program sebagai berikut : 3.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Jumlah arsip yang diakuisisi.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. 44 . Tujuan. penataan dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3.

4) Jumlah inventaris arsip konvensional. dan kearsitekturan yang dibuat. (Prioritas K/L) 3) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. 45 . elektronik. 7) Jumlah arsip yang dialihmedia/reproduksi. 9) Penyelamatan arsip organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan. 11) Perekaman para tokoh/pelaku sejarah pembentukan dan pemekaran wilayah serta konflik di daerah melalui wawancara sejarah lisan. (Prioritas K/L) 4) Pelacakan dan penelusuran arsip Supersemar. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip perbatasan wilayah dan batas negara.(Prioritas K/L) 2) Penilaian dan Akuisisi arsip Kabinet Indonesia Bersatu. dan kearsitekturan yang dibuat. elektronik. 5) Penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada. 10) Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan.1 Penilaian dan Akuisisi Arsip 1) Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif tahun 2009.2. audio visual. 3. kartografi.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. 8) Penilaian dan Akuisisi arsip lembaga peradilan di Indonesia. elektronik. kartografi. audio visual. 9) Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan.3) Jumlah daftar arsip konvensional. 5) Jumlah guide arsip konvensional. 6) Penyelamatan arsip partai politik peserta pemilu tahun 2009. 10) Penyelamatan arsip tokoh nasional/pelaku sejarah. dan kearsitekturan yang dibuat. audio visual. 6) Jumlah arsip rusak yang direstorasi. 8) Jumlah hasil pengujian arsip dan bahan kearsipan. kartografi.

14) Workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi. (Prioritas K/L) Implementasi pengamanan arsip melalui sistem barcode. OPM. 3. 13) Pengolahan arsip perusahaan yang diakuisisi. 6) Pengolahan arsip video.2. (Prioritas K/L) 46 . 4) Pengolahan arsip foto. 11) Pengolahan arsip elektronik. 13) Penyelamatan dan pelestarian arsip perusahaan/BUMN. 10) Pengolahan arsip kearsitekturan. 9) Pengolahan arsip peta (kartografi). 15) Penelusuran dan penyelamatan arsip bangunan sejarah/bangunan negara Indonesia. 12) Pengolahan dan ekspose arsip lembaga negara/badan pemerintah yang diakuisisi.3 Preservasi Kearsipan 1) 2) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. dan konflik lainnya. RMS. 16) Penelusuran jejak masyarakat Suriname yang telah kembali ke Indonesia.12) Wawancara sejarah lisan mengenai kembalinya GAM ke pangkuan ibu pertiwi.2 Pengolahan Arsip Statis 1) Pengolahan arsip konvensional VOC. 15) Pengolahan arsip perseorangan yang diakuisisi. 8) Pengolahan arsip microfilm. 2) Pengolahan arsip konvensional Hindia Belanda. 3) Pendataan dan Inventarisasi arsip konvensional Setelah Tahun 1945.2. 16) Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan data yang diolah 3. 5) Pengolahan arsip film. 14) Pengolahan arsip organisasi massa/organisasi politik yang diakuisisi. 7) Pengolahan arsip rekaman suara.

11) Penataan kearsitekturan. 18) Digitalisasi arsip video dan rekaman suara. Penyimpanan dan Penataan arsip video dan rekaman suara. Penyimpanan dan penataan arsip microfilm. (Prioritas K/L) 3) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ”Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V”. Pemyimpanan dan Penataan arsip film. 19) Pengujian arsip dan bahan kearsipan. 12) Restorasi arsip media baru. (Prioritas K/L) 47 . 13) Alih media arsip film. 21) Pengadaan peralatan alih media film dan microfilm. dan kertas). (Prioritas K/L) 2) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Nusantara jilid V”. dan pendataan arsip kartografi dan 10) Restorasi arsip konvensional.3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penataan arsip konvensional sesuai dengan nomor inventaris (registrasi arsip). Penyimpanan arsip berdasarkan peta lokasi penyimpanan yang ditentukan sesuai standar penyimpanan. Penyimpanan dan Penataan arsip foto. 15) Alih media microfilm. 22) Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. 20) Fumigasi gedung depo arsip konvensional. Penyimpanan dan Penataan arsip konvensional. 14) Alih media arsip foto.2. 17) Digitalisasi arsip statis(foto. 3.4 Pemanfaatan Arsip 1) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Daerah”. peta. 16) Pembuatan microfilm negatif dan positif koleksi Hindia Belanda.

dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan. media baru. 12) Peningkatan kualitas pelayanan publik. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. Strategi Untuk mencapai sasaran pendukung sebagaimana tersebut di atas. 2) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh pada seluruh unit kerja dalam penyusunan laporan akuntabilitas kinerja ANRI. maka ditetapkan strategi.4) Penerbitan Naskah Sumber ”khasanah arsip ANRI” Seri: Citra Daerah (Prioritas K/L) 5) Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 6) Pemeliharaan dan perawatan bahan perpustakaan. program. pembinaan. 3) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam pengelolaan administrasi keuangan secara transparan dan akuntabel. kebijakan. peluang dan tantangan. 10) Diseminasi dan sosialisasi informasi arsip statis. administrasi. dan kegiatan sebagai berikut : 1. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam perencanaan penyusunan anggaran yang berbasis kinerja. 11) Pembuatan dan penyebarluasan brosur. dan kartografi. pengendalian program. 7) 8) 9) Fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis. Penyelenggaraan Layanan arsip konvensional periode sebelum dan setelah 45. (Pengarusutamaan) D. Penyelenggaraan pameran kearsipan. kekuatan. Pencapaian Sasaran Pendukung Untuk mencapai sasaran pendukung yaitu Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. 48 .

kehumasan. hukum. Peningkatan pengelolaan Indonesia.4) Meningkatkan pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan. S2. 5) 6) Peningkatan kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan. Peningkatan kualitas penyusunan laporan kinerja ANRI. Peningkatan kualitas layanan pusat jasa kearsipan pada instansi pemerintah dan swasta. S3. Meningkatkan luar negeri. kualitas dan kompetensi SDM kearsipan melalui beasiswa S1. Kebijakan 1) 2) 3) 4) Peningkatan kualitas perencanaan penyusunan program dan anggaran yang berbasis kinerja. keuangan. Meningkatkan kualitas pusat jasa kearsipan dalam pembenahan arsip di instansi pemerintah maupun swasta. kepegawaian maupun perlengkapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. perlengkapan. Peningkatan kualitas pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. 2. kearsipan. 5) 6) Meningkatkan koordinasi dalam penyusunan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan. dan rumah tangga ANRI. kepegawaian. Pemantapan harmonisasi peraturan perundang-undangan bidang kearsipan serta peningkatan kualitas dan kuantitas penyusunan produk hukum bidang kearsipan. Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam hal pengawasan internal terhadap pegelolaan APBN. organisasi dan ketatalaksanan. 7) 8) Peningkatan kualitas kompetensi SDM kearsipan dan layanan administrasi kepegawaian. kualitas pembinaan administrasi Arsip keuangan dan perlengkapan/kekayaan Nasional Republik 49 . dan diklat teknis kearsipan baik di dalam maupun 7) 8) 9) Meningkatkan promosi layanan pusat jasa kearsipan secara terus menerus pada instansi pemerintah dan swasta.

2 Sasaran 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Terwujudnya pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan perencanaan program dan anggaran. Meningkatnya jumlah produk hukum kearsipan yang disahkan menjadi peraturan kearsipan. Meningkatnya pemberitaan tentang kearsipan yang dimuat di media massa maupun elektronik. Tujuan.1. 3. Sasaran. maka disusunlah program sebagai berikut : 3. 3.1 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik Indonesia 3. 50 .1. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan ANRI. Meningkatnya jumlah temuan hasil pemeriksaan pengelolaan APBN ANRI yang ditindaklanjuti. Terwujudnya pelayanan administrasi kepegawaian. Program Berdasarkan rumusan Visi. Meningkatnya jumlah pengelolaan adminstrasi keuangan yang baik dan tepat waktu. Strategi.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan. Misi.9) Peningkatan kualitas pengawasan secara efektif dan efisien terhadap pengelolaan keuangan negara di lingkungan ANRI. Terwujudnya pelaksanaan urusan ketatausahaan. Meningkatnya jumlah pegawai yang ditempatkan sesuai dengan keahliannya.

14) Jumlah instansi/perusahaan yang memanfaatkan jasa kearsipan. Program dan Ketatausahaan 51 . kompetensi. Persentase penyelesaian peraturan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja.2 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 1) Peningkatan Anggaran. 11) Persentase ketepatan pelayanan pengurusan kepegawaian.1. 13) Persentase temuan pengawasan/pemeriksaan/pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. 12) Persentase dan pelaporan. Persentase penyelesaian SOP unit kerja. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja. Koordinasi Evaluasi dan Penyusunan Pelaporan. Persentase informasi/pemberitaan bidang kearsipan yang disajikan melalui media massa maupun elektronik. peningkatan kualitas pengelolaan. penatausahaan anggaran beserta pertanggungjawaban 10) Persentase penempatan pegawai yang sesuai dengan 3. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan.10) Meningkatnya jumlah perusahaan dan instansi pemerintah yang menggunakan jasa kearsipan.3 Indikator Kinerja Outcome 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu. Jumlah pengunjung ke Arsip Nasional Republik Indonesia. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu. 3.

(Prioritas K/L) Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ANRI. (Pengarusutamaan) 16) Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 20) Penyelesaian ketatausahaan pimpinan. Penyelenggaraan Rakernis Program dan Anggaran. Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang 6) 7) 8) 9) Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (Masterplan ANRI). Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. 1) 2) 3) 4) 5) Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI). 22) Pengelolaan/Pengembangan website ANRI. 10) Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia.Pimpinan. 18) Penyusunan Executive Report. 13) Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). 14) Penyusunan evaluasi program kinerja. 15) Penyusunan LAKIP ANRI. 21) Sosialisasi kelembagaan ANRI melalui media cetak. serta Hubungan Masyarakat di Lingkungan ANRI. 17) Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. televisi dan radio. 52 . 11) Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. 19) Evaluasi pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009. 12) Penyempurnaan Standar Biaya Khusus. Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.

(Prioritas K/L) Penyusunan Kumpulan peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum (SJDIH). 26) Optimalisasi keprotokolan. 34) Pembuatan pusat informasi dan publikasi ANRI (media center). Penyusunan SOP di lingkungan ANRI.23) Penerbitan majalah kearsipan ANRI.D. sarjana. 37) Pembuatan komputer interaktif. (Prioritas K/L) 6) Pemberian bantuan beasiswa diploma. 38) Pembuatan data base penghubung antar lembaga. 33) Pembuatan C. 36) Lomba karya tulis bidang kearsipan. 30) Pembuatan bahan publikasi booklet dan leaflet. 1) 2) 3) 4) 5) Penyusunan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. dan pasca sarjana. 35) Promosi dan publikasi kearsipan.(Prioritas Bidang) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan. (Prioritas K/L) 53 . 25) Penyelenggaraan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa. interaktif. 32) Safari Lembaga. 31) Revisi visual profil ANRI. 29) Penyelenggaraan Temu Teknis di lingkungan unit eselon I. 24) Peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting. Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI. 2) Peningkatan Layanan Hukum. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Penyusunan naskah kerjasama pengembangan kearsipan dengan beberapa perguruan tinggi dalam negeri. 28) Penyusunan bahan hearing DPR. 27) Forum bakohumas.

(Pengarusutamaan) 21) Penyesuaian ijazah dan ujian dinas. 10) Pembentukan peraturan tentang sistem administrasi negara dalam rangka memposisikan arsip. 25) Diklat teknis kepegawaian. (Pengarusutamaan) 27) Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. (Prioritas K/L) Pembentukan peraturan tentang standar pelayanan arsip. 28) Penyelenggaraan pelayanan dan pengelolaan administrasi pegawai. 22) Penilaian angka kredit jabatan fungsional. 54 . (Pengarusutamaan) 14) Penyusunan mekanisme penyediaan informasi. 13) Penyempurnaan tata kerja dan struktur organisasi ANRI.7) 8) 9) Training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri. Pembentukan peraturan yang mencakup materi tentang penciptaan. 11) Pembentukan peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan. 20) Penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. dan pengelolaan arsip. (Pengarusutamaan) 23) Penyusunan Penyempurnaan standar kompetensi jabatan struktural. 19) Pengelolaan administrasi kenaikan pangkat dan gaji berkala. penerimaan. penggunaan. 15) Pendidikan dan pelatihan CPNS. 18) Penyelenggaraan fasilitas Poliklinik/obat-obatan. 17) Pemeriksaan kesehatan resiko pekerjaan. 24) Diklat pimpinan tingkat I-IV. penataan. (Pengarusutamaan) 26) Pembinaan pegawai. 16) Pengelolaan tunjangan pengelolaan arsip statis. pemeliharaan. 12) Penyempurnaan penjabaran tugas dan fungsi organisasi ANRI.

Pembayaran jasa keamanan dan kebersihan. 35) Harmonisasi dan sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI. (Pengarusutamaan) 37) Penyelenggaraan Program legislasi ANRI. Pengadaan tubuh. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) Pengelolaan gaji. Pengadaan pakaian dinas pegawai. 39) Rakor Penyelesaian Mekanisme Kerja antar Unit di Lingkungan ANRI.d. Pemeliharan dan perawatan gedung kantor. 34) Penyebarluasan produk hukum. 2009. Penerimaan dan pengiriman surat dinas. 32) Penyusunan pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun. 38) Penyelenggaraan kerjasama luar negeri. 3) Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Anggaran serta pelayanan penunjang pelaksanaan tugas ANRI. (Pengarusutamaan) 30) Penyempurnaan evaluasi jabatan di lingkungan ANRI. 40) Penyelenggaraan Seminar Kearsipan dan Kesehatan. lembur. Pembayaran langganan internet. 31) Penyusunan standar kompetensi jabatan fungsional umum.29) Penyelenggaraan uji kompetensi pejabat struktural. Pembayaran langganan daya dan jasa. Pengadaan keperluan kantor. honorarium. dan tunjangan. Perawatan kendaraan bermotor. 55 makanan/minuman penambah daya tahan . Pengadaan peralatan rumah tangga. (Pengarusutamaan) 33) Pencetakan Peraturan Kepala dan Keputusan Kepala ANRI tentang organisasi dan tata kerja ANRI dari tahun 1974 s. 36) Penyuluhan hukum pegawai ANRI. Perawatan sarana gedung. Honor pengelola APBN. Pengadaan peralatan/perlengkapan kantor.

Implementasi SAPP. Peningkatan kapasitas basis data arsip inaktif ANRI. Pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan. Pencetakan agenda dan map. Pengembangan sistem informasi perjalanan dinas. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan BMN. Pendataan dan penataan arsip inaktif. 56 . Pembuatan laboratorium sistem kearsipan. Penyusunan Pedoman Arsip Vital. pemeliharaan. Penyusunan prosedur tetap kerumahtanggaan. Sistem akuntansi BMN. dan penyelamatan bukti kepemilikan arsip. Pendistribusian barang non inventaris. Inventarisasi BMN. Inventarisasi Arsip Vital ANRI. (Pengarusutamaan) Sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP. Penyusunan Daftar Pencarian Arsip yang memiliki nilai guna Sejarah. Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Penyediaan basis data arsip aktif unit kerja di lingkungan ANRI Penyusunan Petunjuk Teknis Pengaksesan arsip dinamis dan JRA Substantif ANRI. Pemutakhiran data BMN. Pengelolaan perjalanan dinas pimpinan. Penyusunan Pedoman Arsip Terjaga. Pengelolaan administrasi keuangan. Pengamanan. Inventarisasi Arsip Terjaga. Penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa. Pengadaan bahan-bahan kearsipan. Pendistribusian barang inventarisasi.15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) 31) 32) 33) 34) 35) 36) 37) 38) 39) 40) 41) 42) 43) Operasional perkantoran.

serta penyimpanan arsip komersial. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pengawasan internal ANRI. pemeliharan dan perawatan. (Pengarusutamaan) 11) Pelaksanaan tindak lanjut pengaduan masyarakat. dan Perawatan Arsip.(Pengarusutamaan) Optimalisasi audit di ANRI. Penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon IIII. Penyimpanan. 4) Pelaksanaan jasa penataan. (Pengarusutamaan) 5) Peningkatan Jasa Sistem dan Pembenahan. Forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah. Review laporan keuangan ANRI. (Pengarusutamaan) 2) Monitoring/evaluasi pasca layanan jasa. Penilaian angka kredit jabatan fungsional auditor. 1) Penjajagan kerjasama kearsipan dengan instansi pusat dan daerah.44) 45) 46) 47) 4) Penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI. Pengamanan eksternal di lingkungan ANRI Penyelenggaraan Lomba Kearsipan di lingkungan ANRI. Pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi.(Pengarusutamaan) 10) Pelaksanaan pengisian laporan LHKPN bagi pejabat ANRI. 3) Presentasi aplikasi pengelolaan dokumen/arsip inaktif berbasis Teknologi Informasi. Pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah. Pengamanan internal di lingkungan ANRI. Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur ANRI. 57 . Evaluasi kegiatan di lingkungan ANRI.

4) Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik. pemilahan (sortir) arsip.3.3. 3) Pelaksanaan Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.4. Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia Dalam rangka mempercepat tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) maka perlu dilakukan reformasi birokrasi di seluruh Kementerian. dan pemusnahan arsip (lanjutan) Tahap IV. Sarana dan E. 5) Peningkatan/pengadaan sarana dan prasarana kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor. fumigasi arsip.3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia 3. hal ini sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/15/M. 2) Pembangunan gedung pengolahan arsip 8 lantai keperluan transit arsip.4 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 3.3. 3. Lembaga. 3.1 Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Prasarana.3 Indikator Kinerja Outcome Persentase pemenuhan sarana dan sarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan.3.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum 58 .2 Sasaran Meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan. dan Pemerintah daerah.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran kegiatan yang bersifat fisik berupa pembangunan/rehabilitasi dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan internal Arsip Nasional Republik Indonesia. 3. 6) Rehabilitasi jaringan listrik. 1) Pembangunan gedung kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.

Kelembagaan (organisasi) 2. 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan dokumen arah reformasi birokrasi di ANRI (cetak biru R. sedang dalam analisa beban kerja. implementasi. dan sosialisasi Visi.Reformasi Birokrasi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Ketatalaksanaan. Sumber Daya Manusia Aparatur Selaras dengan hal tersebut di atas. 2.). Pada hakekatnya Reformasi Birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang menyangkut 3 (tiga) aspek penting yaitu : 1. Sumber daya Manusia dan Struktur organisasi di Arsip Nasional Republik Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini juga sedang melakukan upaya reformasi pada 3 (tiga) aspek tersebut dan juga struktur organisasi ANRI sebagai bagian dari kebijakan ANRI dalam mencapai Visi. 4) Tersedianya dokumen rencana kerja pelaksanaan kegiatan restrukturisasi serta rumusan disain dan struktur ANRI yang telah dilakukan right sizing. Ketatalaksanaan (business process) 3.B. Kelembagaan Reformasi bidang kelembagaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Tersedianya organisasi. Misi dan Strategi ANRI. Ketatalaksanaan Reformasi bidang ketatalaksanaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 59 proses penyusunan dokumen daftar perundang-undangan mengenai keberadaan . 3) Telah selesai dilakukan redefinisi. Misi. dan Tujuan. Untuk lebih jelasnya uraian mengenai perkembangan penataan kelembagaan.

5) Telah selesai dilaksanakan implementasi dan sosialisasi elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). Layanan internal pengelolaan administrasi keuangan. 60 . evaluasi jabatan dan sistem remunerasi. perundangan) organisasi yang berkaitan dengan reformasi birokrasi. 7) Tersedianya dokumen desain sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi. 11) Sedang dalam proses implementasi penyusunan regulasi baru. Pemberian persetujuan jadwal retensi arsip (JRA).1) Telah selesai dilakukan penyusunan 5 program percepatan (Quick Wins) ANRI yaitu Pelayanan Masyarakat untuk peningkatan apresiasi kearsipan melalui layanan diorama ”sejarah perjalanan bangsa”. Pemberian persetujuan pemusnahan arsip. profil kompetensi dan indeks kinerja utama. Layanan arsip bagi pengguna (Reading Room). kebijakan. 3. 9) Tersedianya dokumen analisa/pemetaan regulasi (aturan. 10) Tersedianya dokumen usulan deregulasi dan penyusunan regulasi baru yang kondusif terhadap perubahan sistem yang dihasilkan proses reformasi birokrasi. Sumber Daya Manusia Reformasi bidang sumber daya manusia di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan uraian pekerjaan untuk seluruh posisi. 4) Tersedianya dokumen model pengembangan elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). 3) Belum ada implementasi analisa jabatan. 6) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai). 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan ANRI. 8) Sedang direncanakan implementasi sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi termasuk penyediaan perangkat keras dan lunak.

3) Sedang dimulai penyusunan dokumen assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. 4) Sedang dimulai penyusunan dokumen implementasi assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. 6) Telah dilaksanakan pelatihan keterampilan bagi pegawai baik sebagai penilai dan/atau yang dinilai dalam penilaian kinerja. adil dan akuntabel serta berdasarkan kompetensi. 8) Tersedianya dokumen desain/model sistem pengadaan dan seleksi pegawai yang transparan. mutasi dan promosi berbasis kompetensi dan kinerja. 7) Tersedianya dokumen analisa sistem pengadaan dan seleksi pegawai. 12) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan perumusan unit kerja kediklatan. Hal ini menyangkut kejelasan kriteria. 15) Sedang dimulai penyusunan dokumen rancangan sistem pengawasan yang mencakup rekomendasi perbaikan/perubahan yang dibutuhkan. 13) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas aturan-aturan kepegawaian terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. transparan dan user friendly. 61 . 11) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola karir yang berbasis kompetensi dan kinerja. 9) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola pengembangan dan pelatihan yang berdasarkan kompetensi. 16) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas kode etik terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai.2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan bobot atau peringkat jabatan serta sistem remunerasi. hak dan kewajiban pegawai dan organisasi. 10) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola rotasi. penghargaan dan sangsi yang akan diberlakukan serta mekanisme pelaksanaan. 5) Sedang dimulai penyusunan dokumen desain/model sistem penilaian kinerja berdasarkan kompetensi. 14) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas tingkat kedisiplinan pegawai.

Untuk itu ditetapkan indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang dikelompokan kedalam 3(tiga) kebijakan utama yaitu: (1) Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.evaluasi Kemudian ”Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing didasarkan visi. (2) Peningkatan kualitas pelayanan publik. serta kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi yang tinggi.17) Sedang dimulai perumusan kode etik yang sesuai dengan kondisi terkini. penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa.II. pelayanan publik yang berkualitas. dalam rangka mendukung tercapainya ”peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN”. Sedangkan dalam rangka mendukung tercapainya ”Peningkatan kualitas pelayanan publik” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penerapan standar pelayanan publik untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik.misi.penerapan pakta integritas bagi pejabat eselon I. unit mendukung melaksanakan penyelenggaran tercapainya monitoring. menyusun dan melaksanakan rencana percepatan pelayanan peningkatan dan publik.telah ditetapkan berbagai kebijakan nasional. kualitas penilaian dalam pelayanan kinerja kepada rangka publik. tindak lanjut pengaduan masyarakat. Kebijakan nasional tersebut perlu dijabarkan dalam kebijakan yang lebih operasional pada tingkat Kementerian/Lembaga. dan III. (3) Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan 62 . penerapan sistem pengendalian internal yang efektif. upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penegakan peraturan mengenai disiplin pegawai. mewajibkan pejabat untuk melaporkan LHKPN.strategi dan analisis obyektif serta tugas dan fungsi. penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP. Selanjutnya. peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya. Dalam rangka mencapai sasaran yang diharapkan. peningkatan tindak lanjut atas temuan hasil pemeriksaan. penerapan manajemen pengaduan yang efektif pada unit penyelenggara pelayanan publik. menerapkan maklumat pelayanan untuk unit pelayanan publik. Di samping itu dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN.

Tersedianya disiplin PNS di peraturan sistem seluruh instansi mengenai disiplin penegakan pemerintah PNS disiplin yang efektif . Untuk lebih jelasnya mengenai indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang baik dapat dilihat tabel berikut ini: TABEL 1.4 Kebijakan antikorupsi Mewajibkan Tersedianya sistem pelaporan pelaporan gratifikasi gratifikasi 1.5 Penyelenggaraan Sistem Penerapan sistem Tersedia dan Pengendalian Internal pengendalian terlaksananya Pemerintah (SPIP) internal yang sistem efektif pengendalian internal yang efektif 1.2 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK MELALUI KEBIJAKAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA BESERTA INDIKATORNYA Isu/Kebijakan Kebijakan Indikator di Nasional instansi setiap instansi 1. dan III melaksanakan pakta integritas 1. Sasaran 2014 KKN 100% 100% 100% 100% 100% 75% 100% 63 .7 Tindak lanjut hasil Peningkatan % temuan yang pemeriksaan BPK tindak lanjut atas ditindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan No.1 Penegakan Penegakan .6 Pengembangan Sistem Penerapan % pengadaan e-Procurement Nasional e-procurement menggunakan dalam pengadaan e-procurement barang dan jasa 1.3 Kepatuhan Mewajibkan % pejabat yang penyampaian pejabat telah Laporan Harta untuk melaporkan melaporkan LHKPN Kekayaan LHKPN Penyelenggara % pejabat yang Negara (LHKPN) telah melaporkan LHKPN 1. penerapan dan pengembangan e-government. penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP). Peningkatan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas 1.dan berbasis merit/kompetensi). penerapan manajemen kearsipan dan dokumentasi yang berbasis TIK. dan pemerintah II.2 Penerapan pakta Penerapan pakta % pejabat telah integritas bagi integritas bagi menandatangani pejabat pejabat Eselon I.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sanksi 1.

No. 1.8

Isu/Kebijakan Nasional Akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara

1.9

Pengaduan masyarakat

Kebijakan instansi Peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya Tindaklanjut pengaduan masyarakat

Indikator di setiap instansi Opini BPK atas LK K/L

Sasaran 2014 WTP

- Tersedianya sistem pengaduan masyarakat yang efektif - % Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang disampaikan masyarakat % unit penyelenggara pelayanan publik yang sudah menerapkan Standar Pelayanan, maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang ditetapkan

100%

2. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 2.1 Penerapan Standar Pelayanan pada Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Penerapan Standar Pelayanan Publik maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik Menyusun rencana percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dan melaksanakannya sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pelayanan publik Melaksanakan monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja kepada unit penyelenggara pelayanan publik yang ada 100%

2.2

Percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik

100%

2.3

- Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik - % Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang mendapat penilaian baik 3. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi 3.1 Penataan kelembagaan instansi pemerintah Melakukan restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing di dasarkan visi, misi, strategi dan analisis obyektif, serta tupoksi % Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional, efektif, efisien

Pelaksanaan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja pelayanan publik

100% 90%

100%

64

No. 3.2

Isu/Kebijakan Nasional Penataan ketatalaksanaan instansi pemerintah

Kebijakan instansi Penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP Penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan dan berbasis merit/kompetensi)

3.3

Pemantapan manajemen SDM

kualitas

Indikator di setiap instansi % SOP telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana - Tersedianya sistem rekrutmen yang transparan - Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur - Tersedianya sistem promosi dan mutasi yang terbuka dan transparan - Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi - Tersedianya sistem penegakan kode etik yang efektif, disertai penerapan

Sasaran 2014 100%

100%

reward and punishment

3.4

Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Aparatur

Penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

% penerapan SAKIP (renstra, penilaian kinerja, kontrak kinerja, pengendalian, dan lain-lain)

100%

65

4.

Struktur Organisasi ANRI

66

sehingga diperlukan penjabaran secara teknis operasional setiap tahunnya sebagai upaya yang berkesinambungan dalam kurun waktu lima tahun. swasta dan masyarakat) maupun internasional (multilateral. profesionalisme. komitmen. Saran dan sumbang pendapat yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati. Renstra ANRI tahun 2010-2014 ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan. Selain itu hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya efisiensi dan efektifitas kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak di lingkungan internal ANRI dan eksternal baik di tingkat nasional (antar instansi pemerintah. Disamping tersebut. Plt.BAB IV PENUTUP Dengan ridho dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Tahun 2010 -2014 dapat disusun. pelaksanaan. sehingga diharapkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. Di dalam pelaksanaannya Renstra ANRI selama kurun waktu 5 tahun ke depan. Renstra ANRI ini sebagai rencana jangka menengah yang masih bersifat umum. Renstra ini disusun dan ditetapkan untuk menjawab dan memfokuskan upaya ANRI dalam menghadapi tantangan pembangunan kearsipan yang semakin rumit dan komplek terutama perkembangan politik dan ketatanegaraan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. regional dan bilateral). pemerintah daerah. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia. integritas. sinergi dan harmoni dari segenap aparatur kearsipan di lingkungan ANRI. dan penilaian rencana hal pembangunan ANRI dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. dan dedikasi yang tinggi disertai dengan semangat kebersamaan. M. Asichin 67 . tidak akan mungkin terlepas dengan kondisi yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global sehingga pada waktunya diperlukan upaya-upaya penyempurnaan program maupun kegiatan. keberhasilan dalam implementasi renstra ANRI sangat ditentukan adanya upaya kerja keras.

312 206.308 5.010.837.000 18.982 1.747.514 1.095 55.093.548.739 46.612 1.030 124.147 1.604.723 2.109 2.722 7.843 1.814 1.728 615.916.200.000 1.643 3.431 1.891.440.000 2.617.057.941.598 104.500 125.000 2012 62.823.000 5.320 61.957 600.370.000 2.952 31.283.110.000 2.601 7.572.000 8.693.350.093.275 235.000 50.647 40.000 12.032.073 38.222 7.000 1.500 5.325.000 6.470. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PROGRAM/UNIT KERJA 2010 Program Dukungan Manajemen & Pelaksanaan Tugas Terkait Lainnya ANRI Biro Perencanaan Biro Hukum dan Kepegawaian Biro Umum Pusat Jasa Inspektorat Program Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur ANRI Biro Umum Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional Akreditasi dan Profesi Kearsipan Pembinaan Kearsipan Pusat Pembinaan Kearsipan Daerah Pusat Diklat Akuisisi Pengolahan Preservasi Pemanfaatan Pusjibang Siskar Pusjibang Sisinfokar Total program 61.778.370.546 4.951 1.000 510.000 8.240 25.080 9.517.308 500.261 5.594 5.268 51.000 18.843 68 .132. 1 2 3 4 5 II.600 131.023 1.408.732 12.000 2013 67.963.990 6.520. 1 III.345.550.406.316 9.888 31.636 9.000.009.163 1.646 2.124 8.191.236.294.800 11.378 4.560 19.414.107.685 7.000 2.054.556 1.593 5.177.353 900.327 3.000 770.443.716.703 1.469.398 18.000 1.560 42.555.274.058.189 15.066.912.417.110.590.510 2.595.784.773.000 1.715.312 85.000.415.332 6.375.163 2010-2014 323.207.500 19.166.655.000 6.342 1.000 11.480 7.025.000 31.087.325.500 5.941.265.887 TOTAL ANGGARAN PROGRAM/KEGIATAN (DLM RIBUAN) 2014 74.867.756.435.074.800 8.500 6.500 3.443 2.436.007.096.094.000 129.500 2.000 5.550.000 12.105.666 11.661 38.000 45.327.435.581 5.926 9.032.178.043 2.941 2.860.750 3.203 85.549.438.320 3.142.806.000.526 42.000 1.235.800 31.043.602.745.756.500 12.TABEL REKAPITULASI ANGGARAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 NO I.955.188.181.007.087.694.779.620 12.000 2.987 8.904 ALOKASI ANGGARAN (DLM RIBUAN) 2011 57.930.860.952 35.943 395.595.526.717.715.296.471.200 11.396.467.553.416.645.

Persentase hasil Penyelenggaraan Sistem rekomendasi evaluasi Kearsipan di Lembaga yang digunakan Kearsipan Daerah sebagai input Provinsi dan penyempurnaan sistem Kabupaten/Kota kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/ Kota 5% 10% 15% 20% 25% 5% 10% 15% 20% 25% 80% 80% 80% 80% 80% 69 . Persentase lembaga Pengelolaan Arsip Baik dan unit kearsipan Dinamis maupun Statis yang sudah yang Efektif dan Efisien terakreditasi di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya Efektifitas 2. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya Efektifitas 4. Persentase lembaga Penyelenggaraan Sistem Negara dan badan Kearsipan di Lembaga pemerintah pusat yang Negara dan Badan memiliki pedoman Pemerintah Pusat kearsipan secara terpadu 3.TARGET PEMBANGUNAN UNTUK TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 5% 10% 2011 (5) 15% 2012 (6) 20% 2013 (7) 25% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1.

% Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan.Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 2011 (5)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis 2012 2013 2014 (8)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN 1.% Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik (Pengarusutamaan) (6) (7)  6 Angkatan  6 Angkatan Diklat Diklat Penciptaan Penciptaan Arsiparis Arsiparis  750 Peserta  750 Peserta Diklat Teknis Diklat Teknis 30 lembaga/ 30 lembaga/ unit kearsipan unit kearsipan dan 230 dan 230 arsiparis arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan 100% 100% 90% 70 .maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) . Jumlah pendidikan dan  2 Angkatan Penyelenggaraan pelatihan yang Diklat Pendidikan dan Pelatihan diselenggarakan Penciptaan Kearsipan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis Terlaksananya akreditasi .Jumlah lembaga/unit 30 lembaga/ dan sertifikasi unit kearsipan dan SDM lembaga/unit kearsipan kearsipan kearsipan yang dan SDM kearsipan. (2) (3) (4) Terwujudnya Efektifitas 5. dan 230 diakreditasi dan arsiparis (Prioritas K/L) disertifikasi .

Jumlah peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan 80 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT 1. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan INDIKATOR 2010 2011 (5)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 100 orang 2012 (6)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2013 (7)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2014 (8)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 3. - - - - 8. (3) (4) Jumlah peserta bimbingan  4 Instansi arsiparis dan tim penilai Pusat Angka Kredit Arsiparis  5 Instansi Daerah Jumlah arsiparis yang  100 orang dinilai angka kreditnya Arsiparis  2 Kali Penilaian Jumlah peserta pemilihan 60 orang arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi 70 orang peraturan Menpan tentang jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah Pertemuan munas 1 Kali kegiatan asosiasi arsiparis Pertemuan Indonesia (AAI) Jumlah pedoman 1 Pedoman mekanisme kerja arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 7.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2. - 100 orang 100 orang 100 orang 6. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan Sertifikasi Kearsipan. 10 Instansi Jumlah instansi pusat yang sudah menerapkan Pusat SIKD-TIK (Pengarusutamaan) 15 Instansi Pusat 20 Instansi Pusat 25 Instansi Pusat 30 Instansi Pusat Direktorat Kearsipan Pusat 71 . 4. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional.

pertimbangan. Jumlah instansi yang mendapatkan Konsultasi . Pertimbangan. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Komunikasi (SIKDTIK). dan Persetujuan jadwal retensi arsip ( JRA) 4 instansi 8 Instansi 10 Instansi 12 Instansi 14 Instansi 72 . Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Jumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang dibina - 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 3. (Prioritas Bidang) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. - 7 PT 9 PT 11 PT 13 PT 4. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Konsultasi. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis TIK (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 6. dan Persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah pusat. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. Jumlah Instansi pusat 9 Instansi yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan Jumlah peserta Rakor evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 5.

(Prioritas K/L) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 9. PEMBINAAN 1. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK)./Kota 10 Provinsi dan 10 Kab. Jumlah unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7. KEARSIPAN DAERAH Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 100 orang 12 Provinsi 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota Direktorat Kearsipan Daerah 2. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) Jumlah instansi pusat yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 2010 (4) 6 Instansi 2011 (5) 10 Instansi 2012 (6) 10 Instansi 2013 (7) 10 Instansi 2014 (8) 10 Instansi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 2 Provinsi 32 Provinsi 32 Provinsi 10 Provinsi dan 10 Kab./Kota 73 .

/Kota 7./Kota 6. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip (Prioritas K/L) 5. 10./Kota 9./Kota. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di INDIKATOR 2010 2011 2012 (6) 21 Kab/Kota 2013 (7) 21 Kab/Kota 2014 (8) 21 Kab/Kota (3) (4) (5) Jumlah Kab/Kota yang 22 Kab/Kota 21 Kab/Kota memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah Provinsi yang 16 Provinsi mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang 11 Kab/kota 10 Kab/kota mendapatkan Bimkos kearsipan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - - - 10 Kab/kota 10 Kab/kota 10 Kab/kota Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan 10 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota - 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 74 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 3. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Provinsi dan Kab./Kota 8. (Prioritas K/L) 4. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Arsip Masuk Desa.

Jumlah laporan monitoring dan evaluasi Arsip Masuk Desa Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 12. Standar. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat Terlaksananya Diklat Penciptaan Jabatan Fungsional Arsiparis. - 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 14. .Jumlah Angkatan .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Pedoman.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 3 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 100% Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 75 . - 15. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125 orang 150 orang 175 orang 200 orang PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN 1. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 13./Kota. Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 11. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan Bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Norma.

Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah kurikulum dan modul diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan 545 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 5. 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 76 . (Prioritas K/L) Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan Terlaksananya Penyusunan Kurikulum dan modul Diklat Kearsipan Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 32 Provinsi 2012 (6) 32 Provinsi 2013 (7) 32 Provinsi 2014 (8) 32 Provinsi (3) (4) Jumlah provinsi penerima 32 Provinsi dana dekon UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Diklat Kearsipan Melaui Dana Dekonsentrasi.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2. 4.

000 Roll Mikrofilm  3.300 Lembar Lembar  6.000 Rell Film  3.300 Lembar  6. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara 11. Jumlah rekomendasi untuk Menjamin penilaian yang Terselamatkan dan ditindaklanjuti Terlestarikannya Arsip pengakuisisian dan Demi Generasi pemusnahan arsip Mendatang Meningkatnya 3.300 Lembar  6. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 10. Arsip. Terlaksananya T. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 8. audio Terwujudnya Daftar visual.000 Rell  6.000 Rell Film  3. Pusdiklat Kearsipan 1 INDIKATOR (3) Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah buku perpustakaan kearsipan yang dikembangkan 2010 (4) 3000 lbr 2011 (5) 3000 lbr 2012 (6) 3000 lbr 2013 (7) 3000 lbr 2014 (8) 3000 lbr UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 2 Jumlah provinsi yang dievaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat Meningkatnya Penilaian 1. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 7.000 Roll Mikrofilm  3. Inventarisasi kartografi dan Arsip.000 Rell Film Film  3.300  3.000 Rell Film  3. elektronik.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6.U. Jumlah arsip yang dan Akuisisi Arsip diakuisisi untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta 2.000 Roll  3. dan Guide yang kearsitekturan yang Dapat Dimanfaatkan dibuat 7 provinsi 50 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 20 kegiatan  36 Instansi  5 Daerah  10 Parpol 7 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  37 Instansi  17 Daerah  8 Parpol 10 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  39 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  19 Daerah  7 Parpol 15 Daftar/ Inventaris Deputi Bidang Konservasi Arsip  3. Jumlah daftar arsip Pengolahan Arsip Demi konvensional.000 Roll Mikrofilm Mikrofilm  3.300 Lembar  6. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 9.000 Roll Mikrofilm 77 .

:4 dibuat daftar 5.  Arsip Karto.:5 daftar - 3.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2.000 Kaset Video  10.  Armedbar: 5 inv. audio  Armedbar: visual.000 Kaset  Video Video  10.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv.  Armedbar: 4 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. konvensional sebelum  Arkon Sbl 1945.000 Lembar 3.000 Kaset  Arkon Stl ‟45: 4 inv.000 Kaset 4.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1.000  10.000 Kaset  4.000 Lembar Negatif Foto  4.300 Lembar  100 Rell  Foto : 2. Jumlah arsip yang di  100 Rell Pemeliharaan.000 Kaset Video Video 10.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2.000 Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto 4.  Arkon Sbl ‟45: 2 inv.  Armedbar: 4 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1.300 Preservasi Arsip Demi yang direstorasi Lembar Terwujudnya 7.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 500 Lembar  Video: 200 3.  Arsip Karto. elektronik.300 Lembar 3. Penataan. Kartografi kartografi. kartografi dan  Arsip kearsitekturan yang Karto. Jumlah arsip rusak 3.000 Lembar 78 . alih media/ reproduksi  Foto : dan Keamanan Arsip 2.000  10.  Arkon Sbl ‟45: 3 inv.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) untuk Kepentingan Publik INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 3 (4)  4.000  Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto  4. audio Arsip visual. setelah 1945.000 Kaset   Arkon Stl „45: 3 inv.:5 daftar - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)  Arkon Stl ‟45:3 inv.000 Kaset  4.000 Lembar  500 Rell  Foto : 2.  Armedbar: 5 inv. Jumlah guide arsip 1 guide konvensional.500 dari Bahaya Kerusakan Lembar Arsip maupun  Peta: 100 Informasinya Lembar  Kertas: 500 (5) (6)  4.:5 daftar - (7) (8) 4. konvensional ‟45: 1 inv. elektronik.  Arsip Karto.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv. dan dan kearsitekturan yang Kearsitektur dibuat an Meningkatnya 6.:4 daftar 1 guide Arsip Kartografi dan Kearsitekturan  Arkon Stl „45: 3 inv.000 Kaset  4.  Arsip Karto. 4 inv. Jumlah  Arkon Stl inventaris/daftar arsip „45: 2 inv.000 Kaset  4.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 4 PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 1. Pembangunan. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara Mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009. Jumlah naskah sumber 6 Naskah 7 Naskah arsip yang diterbitkan 10. Jumlah pameran arsip 5 Pameran 7 Pameran yang diselenggarakan (6) (7) (8)  Video: 200 Video: 200  Video: 200 Kaset Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset Kaset 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 1 KPU pusat 7 Instansi dan 7 (KPUD) Instansi Provinsi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 6 Instansi (KPUD) Provinsi Direktorat Akuisisi Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 15 Instansi 13 Instansi 14 Instansi 14 Instansi 14 Instansi Jumlah tokoh/ pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 4 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 6 Tokoh 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 7 Daerah 79 . Terlaksananya Penyelamatan dan (4) (5) Lembar Kaset  Video:  Audio : 300 200 Kaset Kaset  Audio : 300 Kaset 8. 3.(Prioritas K/L) Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar. Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah. 2. Jumlah laporan hasil 2 Laporan 4 Laporan pengujian arsip/protap 1 Protap dan bahan kearsipan 9. 4.

6. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan Mengenai INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 10 Parpol 8 Parpol 7 Parpol 7 Parpol 7 Parpol Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Instansi 6 Instansi 7 Instansi 7 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 8 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan Jumlah tokoh/pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh 9 Tokoh 9 Tokoh 8 Tokoh 8 Tokoh - 7 Tokoh 9 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 3 Tokoh 3 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 80 . Terlaksananya Penyelamatan Arsip Organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh/Pelaku Sejarah 10. 9. Terlaksananya Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan dan Pemekaran Wilayah serta Konflik di Daerah Melalui Wawancara Sejarah Lisan 11. 8. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara. 5. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pelestarian Arsip Pilkada. 7.

3. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN 13. 2. Terlaksananya STATIS Pengolahan Arsip Konvensional VOC. Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangunan Negara Indonesia 15.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi. Terlaksananya Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia PENGOLAHAN ARSIP 1. Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN Sebagai Dampak Revitalisasi 14. RMS dan Konfilk Lainnya 12. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 6 Instansi 5 Instansi 5 Instansi 6 Instansi 6 Instansi Jumlah peserta workshop 50 Orang penyelamatan dan Peserta pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - - - - 10 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah daftar arsip yang diolah - 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 2 Daftar Direktorat Pengolahan Jumlah daftar arsip diolah 6 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 81 . OPM.

6. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm. 5. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 82 . Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi. Terlaksananya Pengolahan Arsip Elektronik. 11. 12. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 14. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film. Terlaksananya Pengolahan Arsip Peta(Kartografi). Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah. 9. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2012 (6) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2013 (7) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2014 (8) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 3 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - 10. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Konvensional Setelah Tahun 1945. 8. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video. 7. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 80 orang 13.

000 Kaset 83 .000 Reel 6.000 record PRESERVASI KEARSIPAN Jumlah daerah bencana yang arsipnya diselamatkan 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Direktorat Preservasi Jumlah arsip yang di barcode 10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Politik yang Diakuisisi. Terlaksananya 4.000 Berkas Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata - 6. Penyimpanan dan Penataan Arsip Video INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 2011 (5) 1 Daftar 2012 (6) 1 Daftar 2013 (7) 1 Daftar 2014 (8) 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah data yang dipelihara - 140.000 Reel 6. Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode.000 Kaset 5.000 Berkas 10.000 M‟ 27.000 Berkas 10.000 Reel 3. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan Data yang Diolah 1.000 Reel 6. 15.000 Kaset 5. Penyimpanan dan Penataan Arsip Film. Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan Terlaksananya 5.000 M‟ 6. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 16.000 M‟ 27.000 M‟ 6.000 M‟ - 27.000 Berkas 10.000 Kaset 5. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penataan 3.000 Berkas 10.000 M‟ 3.000 record 200.000 record 180.000 Kaset 5. Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip). (Prioritas K/L) Terlaksananya 2. Terlaksananya 6. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana.000 record 160.000 M‟ 27.000 M‟ 6.000 Reel 6.

000 Roll 2013 (7) 2.000 Roll 2012 (6) 2. Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan.000 Lembar Lembar Lembar Lembar Lembar  900  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar Lembar Arsip Arsip Arsip Arsip Arsip Keraton Keraton Keraton Keraton Keraton 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar  6.000 Roll UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8. Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional. 12.000 Lembar Negatif Foto  4. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm.000  2.000 Kaset  6.000 Kaset Video  10. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Lembar 10.000 Kaset Video  10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7. Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi  2.000 Kaset 84 .000 Lembar Negatif Foto  4.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll 2014 (8) 2.000 Kaset  6. 10.000 Rell Film  3.000 Kaset Video  10.000 Kaset  6.000 Kaset Video  10.000 Rell Film  3.000 Rell Film  3.000 Rell Film  3.000 Rell Film  3.000 Kaset  6.000 Roll Mikrofilm  4.000 Kaset Video  10.000 Lembar 750 Lembar 10.000  2.000 Lembar 10.000  2.000 Roll 2011 (5) 2.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Lembar Negatif Foto  4.000  2. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional. 9.000 Lembar 10. INDIKATOR (3) Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi 2010 (4) 2. Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) dan Rekaman Suara. 11.000 Lembar 10.

didigitalisasi Terlaksananya Pengujian Jumlah laporan hasil arsip dan bahan pengujian arsip/protap kearsipan. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm Luas gedung yang di fumigasi 14. INDIKATOR 2010 2011 (5) 100 Reel 2012 (6) 500 Reel 2013 (7) 500 Reel 2014 (8) 500 Reel 13. dan Kertas).000 M3 15.208. 14.000 M3 - Jumlah alat/peralatan alih 1 Paket alat media film dan microfilm penyambung Mikrofilm 2 Paket 85 .000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian  Foto : 2.000 Lembar  Video : 200  Video : 200 Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset  4 Laporan 4 Laporan pengujian pengujian  1 Unit Peralatan Pengujian 15. Peta.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian 15.500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1. 16.000 M3 1 Set Server 15. 21. - 18. (3) (4) Jumlah arsip film yang di 100 Reel alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia 4000 Lembar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah microfilm yang di 1500 Roll alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat Jumlah arsip statis yang didigitalisasi 300 Roll 500 Roll 500 Roll 500 Roll 17. Terlaksananya Jumlah arsip video dan Digitalisasi Arsip Video rekaman suara yang dan Rekaman Suara.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Alih Media Arsip Film.8 M3  Foto : 2.500 Lembar Lembar  Peta : 100  Peta : 200 Lembar Lembar  Kertas : 500  Kertas : Lembar 1. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional.500  Foto : 2. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto. Terlaksananya Alih Media Microfilm. 15. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto. - 19. 2 Laporan 1 Protap 20.000 M3 1 Set Digital Film Scaner  Foto : 2. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda.500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 (4) peralatan alih media dan microfilm 4 Naskah 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 22. (Prioritas K/L) Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah Direktorat Pemanfaatan Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku Jumlah paket kegiatan operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) - - - - - 86 .(Prioritas K/L) Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah . 4. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. 2. 3. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V. 5. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Citra Nusantara Jilid V. PEMANFAATAN ARSIP 1.

media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi 6 Perguruan Tinggi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 4. 65.000 Arsip 65.626 Hal 4. Jumlah brosur yang disebarluaskan . 8 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 8.000 Arsip 9. 10. Media Baru. 1500 orang - 1600 orang 1700 orang 1800 orang 100% 87 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan Terlaksananya Fasilitasi Teknik Pelayanan Pemanfaatan Arsip Statis Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 12.626 Hal 7.626 Hal dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45.000 Arsip 65.626 Hal 4. 5 kali Pameran - 7 kali Pameran 7 kali Pameran 7 kali Pameran 1 Rakornas 1 Rakornas 1 Rakornas 7 kali Pameran 1 Rakornas 11. (3) (4) Balai Arsip Tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jumlah buku langka yang 4.Jumlah tamu . dan Kartografi Terlaksananya Pameran Kearsipan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Informasi Arsip Statis Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 6.626 Hal 4.000 Arsip 65.000 Arsip 65.

(Prioritas K/L) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 80 % 80 % 2012 (6) 80 % 2013 (7) 80 % 2014 (8) (3) (4) 1.hasil 2 Pedoman kajian. Persentase 70 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Jumlah pedoman. 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2. jurnal kearsipan 1 Hasil Kajian 1 Jurnal UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 70 % 75 % 80 % 80 % PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL 1. Persentase 80 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system kearsipan dinamis dan statis yang akan menjadi NSPK 2. Sistematis. Utuh. Jumlah pedoman dan hasil kajian 2 Pedoman 2 Hasil Kajian 1 Pedoman 2 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 88 . dan Menyeluruh.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan yang Andal.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Nasional (JIKN).(Prioritas K/L). Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3. Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 6. Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 5. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis. Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 89 . Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 4. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam Rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan dalam Mengelola Arsip Dinamis. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.

Kabupaten/Kota) untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama dalam Menyelenggarakan JIKN.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Kearsipan Daerah dalam Rangka Meningkatkan Standar Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif dan Jati Diri Bangsa. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN Jumlah hasil kajian/ NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian Pusat dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 90 . 7. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi. 11) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam Rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. 8.

13) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 14) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 15) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada Pada JIKN 16) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 17) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstraksi Informasi Publik yang Dikecualikan yang Terkandung dalam Arsip Baik dalam Format Kertas maupun Elektronik INDIKATOR 2010 2011 2012 2013 2014 (3) (4) Jumlah hasil kajian/NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian 1 Hasil kajian - 1 Hasil kajian 1 NSPK 1 Hasil Kajian Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan isi basis data 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data Jumlah hasil kajian/NSPK 2 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Jumlah Pedoman 1 Pedoman - - - - 91 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 12) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik.

19) Terlaksananya Rakornas JIKN 20) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI Melalui Internet 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian/NSPK 2010 (4) 2011 2012 2013 2014 (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 113 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 140 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 150 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 160 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 170 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2 3 1.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 18) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 20 % 20 % 20 % 20 % 20 % 100% 100% 100% 100% 100% 90% 90% 90% 90% 90% 92 . Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 3. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaan Kearsipan yang Dimuat bidang kearsipan yang di Media Massa maupun disajikan melalui Elektronik media massa maupun elektronik Terwujudnya 4.

Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 8. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 9.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Meningkatnya Jumlah Produk Hukum Kearsipan Yang Disahkan Menjadi Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 100% 2011 (5) 100% 100% 2012 (6) 100% 2013 (7) 100% 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 5. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeriks Pemeriksaan aan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 100% 100% 100% 100% 100% 2900 orang 90% 4350 orang 90% 5525 orang 90% 9788 orang 90% 14. Persentase ketepatan Administrasi pelayanan Kepegawaian pengurusan pegawai Meningkatnya Jumlah 12. Persentase Pengelolaan peningkatan kualitas Administrasi Keuangan pengelolaan.penataus yang Baik dan Tepat ahaan anggaran/ Waktu barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 13. Persentase Pegawai yang penempatan pegawai Ditempatkan Sesuai sesuai dengan Keahliannya kompetensi Terwujudnya Pelayanan 11. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 7.682 orang 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 93 . Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 10. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 6.

KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 1. Terlaksananya Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 4. 3 buah iklan di 2 stasiun TV dng 100 tayangan. 1 buah iklan di 5 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 1 Kali talkshow di TV dan Radio.3 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan.2 buah iklan di 10 stasiun radio dg 50 tayangan. 2 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan.2 buah iklan di 20 stasiun radio dg 50 tayangan. 2 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) ditindaklanjuti 14. EVALUASI DAN PELAPORAN.3 buah iklan di 3 stasiun radio dng 100 tayangan 2. 3 Kali talkshow di TV dan Radio. 1 buah iklan di 10 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 3 buah iklan di 5 stasiun TV dg 50 tayangan. Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia. 3. 3 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) ANRI yang Ditindaklanjuti Meningkatnya Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Jasa Kearsipan Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Jumlah dokumen rencana 3 Dokumen kinerja tahunan yang dihasilkan 2 Kali talkshow di TV dan Radio. 2 buah iklan di 30 media cetak dengan 20 kali tayang 3 Dokumen 3 Dokumen Jumlah dokumen penetapan kinerja yang dihasilkan . 2 buah iklan di 20 media cetak dengan 20 kali tayang 3 buah iklan di Biro 10 stasiun TV Perencanaan dg 50 tayangan. Jumlah instansi/perusaha-an yang memanfaatkan jasa kearsipan Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 10 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN.Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen - - - 1 Dokumen 94 .

Jumlah dokumen rencana 4 Dokumen anggaran yang dihasilkan 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 9. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. Jumlah pedoman yang dihasilkan - 1 Dokumen - 1 Dokumen - 7. Jumlah dokumen PO yang 1 Dokumen dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 5. Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI). TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) (Renstra ANRI). Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 8. Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 95 . Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. INDIKATOR (3) Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan 2010 (4) 2011 (5) 1 Dokumen 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 6.

Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. 20. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus(SBK). Terlaksananya Penyusunan Executive Report Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI 2004-2009 Terlaksananya Penyelesaian .% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan 4 Laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 1 Laporan 100% 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah naskah dinas 6000 Berkas 6500 Berkas 1 Laporan 7000 Berkas 7250 Berkas 7500 Berkas 96 . Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI. 19. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB.Jumlah dokumen LAKIP ANRI 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 16. .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 11. 18. Jumlah SBK yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 13. 17. Jumlah HPS yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 14. INDIKATOR (3) Jumlah sistem aplikasi 2010 (4) 1 Sistem 2011 (5) 1 Sistem 2012 (6) 1 Sistem 2013 (7) 1 Sistem 2014 (8) 1 Sistem UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12. Jumlah laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 15.

1kali talk show di TV.Televisi.3 kali talk show di radio. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan. 20 kali siaran berita.5 kali berita di media cetak 1 Paket 20 Kali iklan di TV.1kali talk show di radio. 2kali talk show di TV. 10 kali siaran berita. 3 kali talk show di TV. 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 97 . 36 kali perekaman TV 60 Institusi 180 Kali 200 Kali liputan. 40 kali siaran berita. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting. 1kali talk show di TV. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI.1kali talk show di radio. 72 kali 50 kali perekaman TV perekaman TV 150 Institusi 250 Institusi 220 Kali liputan. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa.40 kali iklan di media cetak 1 Paket 1 Paket 3 Kali 6 Kali 6 Kali 12 Kali 12 Kali 25. Terlaksananya Forum Bakohumas. Terlaksananya Pengelolaan/Pengemba ngan Website ANRI. 24. 84 kali perekaman TV 300 Institusi 250 Kali Liputan.20 kali Iklan di media cetak 1 Paket 40 Kali iklan di TV.3kali talk show di radio. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 21. Jumlah Pengelolaan/Pengembang an website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting 10 Kali siaran berita TV. Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas 152 Kali liputan.30 kali iklan di media cetak 50 Kali iklan di tv.3kali talk show di radio. 10 kali siaran berita Radio. liputan.10 kali iklan di media cetak 1 Paket 30 Kali iklan di TV. 30 kali siaran berita. dan Radio. 23. 114 Kali 125 Kali 150 Kali 175 Kali 200 Kali 27. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak. 96 kali perekaman TV 350 Institusi 26.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Ketatausahaan Pimpinan. 2 kali talk show di TV. Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 22.

000 Eks Booklet  1.000 Eks Booklet  1.000 Eks Leaflet 1 Kali 5 Kali 1 Kali (6) (7) 5 Hearing DPR 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  8. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 35. 30. 33.000 Eks Leaflet 1 Kali 25 Kali 1 Kali (3) (4) Jumlah hearing DPR yang 5 Hearing disusun DPR Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 8 Kali Temu Teknis Eselon I  4. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 37.000 Eks Leaflet 1 Kali 20 Kali 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29.500 Eks Booklet 1.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 28. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 38. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya penyusunan bahan hearing DPR Terlaksananya Temu Teknis di Lingkungan Unit Eselon I Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Booklet dan Leaflet Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI Terlaksananya Safari Lembaga Terlaksananya Pembuatan CD Interaktif Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (Media Center) Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga INDIKATOR 2010 2011 (5) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  7.000 Eks Leaflet 1 Kali 10 Kali 1 kali 2012 2013 2014 (8) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  10. 31. Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 34.000 Eks Booklet  1. 32. 1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali 5 Kali 98 . Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 36.751 Eks Booklet  1.000 Eks Leaflet 1 Kali 15 Kali 1 Kali 8 Kali Temu Teknis Eselon I  9.

% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 500 Peraturan. (Prioritas Bidang) INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 2011 2012 (6) 30 Perka ANRI 2013 (7) 2014 (8) - (4) (5) 4 PP.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PENINGKATAN LAYANAN HUKUM. Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan dengan beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri. (Prioritas K/L) Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH . 1 3 PP dan 21 Inpres. DAN PENGELOLAAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN ANRI 1. (Prioritas K/L) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah dan Pusat Serta Referensi Hukum.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun . PEMBINAAN ORGANISASI DAN KETATALAKSANAA N. Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 3. 70 referensi 25 SOP 550 Peraturan. 50 referensi 50 referensi 50 referensi 50 referensi 30 SOP 30 SOP 30 SOP 35 SOP 100% 10 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 99 . 650 Peraturan. dan 1 Perka ANRI Perka ANRI UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian 2. Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja. 4. (Prioritas K/L) Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - 5. 600 Peraturan. 700 Peraturan.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 9. Jumlah peraturan tentang penciptaan. Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 1 PP 5 Perka - - 11. Pemeliharaan. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemberian Bantuan Beasiswa Diploma. Terlaksananya Pembentukan Peraturan INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 55 Orang 2011 (5) 55 Orang 2012 (6) 55 Orang 2013 (7) 55 Orang 2014 (8) 55 Orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7. Penerimaan.Sarjana dan Pascasarjana. penerimaan. Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses - 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 100 . Penataan dan Pengelolaaan Arsip. Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 195 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 8. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Standar Pelayanan Arsip. Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Sistem Administrasi Negara dalam Rangka Memposisikan Arsip. (Prioritas K/L) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri. penggunaan.pemeliharaan. Terlaksananya Pembentukan Peraturan yang mencakup Materi tentang Penciptaan. Penggunaan. Penataan dan pengelolaaan arsip - 2 Peraturan 1 Peraturan - - 10.

Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI . dan tingkat dampak resiko 1 Perka 1 Perka - - 100% 1 Perka - - - - 91 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang - 568 Orang 598 Orang 628 Orang 658 Orang 101 . 16. CPNS Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan Tunjangan mendapat tunjangan Pengelolaan Arsip kompensasi sesuai nilai Statis.% Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional. . 14. Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI. 15. Jumlah peraturan Kepala 1 Perka ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI 1 Perka - 1 Perka 1 Perka - 13. efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah mekanisme Penyusunan penyediaan informasi Mekanisme Penyediaan Publik yang disusun Informasi Publik di ANRI. INDIKATOR (3) pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12. Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan pelatihan Pelatihan CPNS. Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tentang Kriteria Arsip dan Proses Pembuatan Arsip yang Memenuhi Aspek Keabsahan.

(3) Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan mengalami kenaikan gaji Administrasi Kenaikan berkala dan kenaikan Pangkat dan Gaji pangkat Berkala. 19. 24. 25.Tersedianya sistem Fungsional.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan Terlaksananya Poliklinik/Obat-Obatan INDIKATOR 2010 (4) 526 Orang 2011 (5) 546 Orang 2012 (6) 576 Orang 2013 (7) 600 Orang 2014 (8) 620 Orang 17. 18.Jumlah peserta tes Penyusunan Formasi CPNS dan Pengadaan . 21.Jumlah peserta diklat UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 250 Orang 275 Orang 285 Orang 305 Orang 325 Orang 140 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang 100% 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 150 Orang 170 Orang 190 Orang 210 Orang 220 Orang 100% 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 102 .Jumlah pejabat Penilaian Angka fungsional yang dinilai Kredit Jabatan . 23. 22. 20. penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah standar tentang Penyusunan/pekompetensi jabatan nyempurnaan Standar struktural Kompetensi Jabatan Struktural. Terlaksananya . rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah peserta ujian dinas Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas. Terlaksananya Diklat Jumlah peserta diklat Pimpinan II-IV pimpinan II-IV Terlaksananya Diklat . Terlaksananya .Tersedianya sistem Pegawai.

Jumlah pejabat struktural yang mengikuti uji kompetensi .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) teknis kepegawaian .Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) . Terlaksananya Pembinaan Pegawai 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 100% 100% 27.Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) . 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 100% 30.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang disempurnakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26. Terlaksananya Pelantikan dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural 250 Orang 255 Orang 260 Orang 265 Orang 270 Orang 28.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai . Terlaksananya Penyempurnaan 1 Buku 1 Buku - - - 103 .Jumlah pegawai yang dibina . 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 29.

Jumlah standar 1 Pedoman kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun .Tersedianya sistem mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah perka dan kepka 500 Eks Pencetakan Perka Dan ANRI yang dicetak Kepka ANRI ANRI tentang Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s. 2009 Terlaksananya Jumlah produk hukum  70 Instansi Penyebarluasan yang disebarluaskan Pusat Produk Hukum  50 Instansi Daerah  30 Perguruan Tinggi Negeri Terlaksananya Jumlah pembahasan 250 Kali Harmonisasi dan rancangan keputusan di Sinkronisasi lingkungan ANRI Keputusan Kepala ANRI Terlaksananya .d. 35. 36.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI Terlaksananya Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 31. 32.Jumlah pegawai yang 200 Orang Penyuluhan Hukum mendapat penyuluhan 1 Pedoman - - - 1 Pedoman 1 Pedoman - - 100% 200 Eks 100 Eks 100 Eks 100 Eks  70 Instansi Pusat  50 Instansi Daerah 30 Perguruan Tinggi Negeri 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 100 Instansi di :  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 250 Kali 250 Kali 250 Orang 200 Orang 200 Orang 200 Orang 104 .Jumlah pedoman pola 1 Pedoman dasar mutasi pejabat struktural yang disusun . 34. 33.

PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN ANGGARAN SERTA PELAYANAN PENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS ANRI 1. Gaji. 40. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Pakaian mendapatkan pakaian UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5 Peraturan 5 Peraturan - - - 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 526 Orang - 576 Orang 600 Orang 620 Orang 536 Orang 556 Orang 576 Orang 596 Orang 616 Orang Biro Umum 200 Orang 230 Orang 264 Orang 304 Orang 349 Orang 536 Orang 593 Orang 652 Orang 717 Orang 789 Orang 105 .Honorarium.Lembur. lembur. 3. 2. dan Honorarium. dan tunjangan Tunjangan. 39. 38.Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif. (3) hukum . Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Makanan mendapatkan makanan dan Minuman dan minuman penambah Penambah Daya Tahan daya tahan tubuh Tubuh.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pegawai ANRI INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) 37.disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI Terlaksananya Jumlah naskah perjanjian Kerjasama Luar kerja sama Negeri Terlaksananya Rakor Jumlah peserta rakor Penyelesaian penyelesaian mekanisme Mekanisme Kerja kerja antar unit di Antar Unit di lingkungan ANRI Lingkungan ANRI Terlaksananya Jumlah peserta seminar Seminar Kearsipan dan kesehatan dan kearsipan Kesehatan Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan harus dibayar gaji.

520 Surat  4. INDIKATOR (3) dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 15 Gedung 2011 (5) 17 Gedung 2012 (6) 17 Gedung 2013 (7) 17 Gedung 2014 (8) 17 Gedung UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dinas Pegawai Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor. Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara 139 Unit 60 Unit 65 Unit 70 Unit 75 Unit 6. Jumlah bulan pembayaran 12 Bulan langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 9. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor.840 Surat  2. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa.625 Surat Keluar Jumlah bulan pembayaran 12 bulan honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran 12 bulan jaringan internet  4.850 Surat Keluar Keluar 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 106 .  4.820 Surat Keluar Keluar  4. Terlaksananya Pembayaran Jasa Keamanan dan Kebersihan. 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 7.540 Surat masuk masuk  2. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung. 12. Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet.500 Surat masuk  2.790 Surat  2. 11.580 Surat masuk masuk  2. 23 Item 25 Item 30 Item 35 Item 40 Item 8.560 Surat  4. 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor. 14. 300 Item BMN rusak berat 5.513 Orang 17. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan.685 Orang 16.000 Item 22. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas. 1 kali - 1 kali 1 kali 1 kali 21.000 Item 19. 16. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan. Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN 107 .768 Orang 19. Terlaksananya Inventarisasi BMN. 19. 18. 15. 23.000 Item 250 Item BMN rusak berat 6. INDIKATOR (3) Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan. Terlaksananya operasional perkantoran. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). 17.000 Item 200 Item BMN 150 Item rusak berat BMN rusak berat 6.000 Item 15. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Rumah Tangga.500 Item 18. Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan.000 Item 10. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN.350 Orang 14.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas 2010 (4) 12 bulan 2011 (5) 12 bulan 2012 (6) 12 bulan 2013 (7) 12 bulan 2014 (8) 12 bulan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 13.500 Item 17.000 Item 100 Item BMN rusak berat 7. Terlaksananya Implementasi SAPP.544 Orang 31 Daerah 3 Negara Jumlah laporan keuangan 3 Laporan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus 1 Paket 32 Daerah 4 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 5 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 6 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 7 Negara 3 Laporan 1 Paket 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 20.500 Item 5. 13.

Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumahtanggaan yang 1 Juklak - - - - 1 Protap - - - - 108 . (3) (4) Jumlah pengadaan bahan. 20 Kali 25 Kali 30 Kali 35 Kali 40 Kali 30. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN. Terlaksananya Pengamanan. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map. 1 Kali - 1 Kali 1 Kali 1 Kali 28.27 Item bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan e-procurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 25. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN. 33. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 26. Terlaksananya Penyusunan Prosedur INDIKATOR 2010 2011 (5) 30 Item 2012 (6) 35 Item 2013 (7) 40 Item 2014 (8) 45 Item 24. 75% 27.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan bahanbahan Kearsipan. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP. 120 Kali 122 Kali 124 Kali 126 Kali 128 Kali 31. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 29. Jumlah bukti kepemilikan 135 Aset (aset)arsip yang diamankan 136 Aset 137 Aset 138 Aset 140 Aset 32. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris.

Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif. 36. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital. Terlaksananya Pembuatan INDIKATOR (3) disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah Pedoman Jumlah Daftar Arsip vital 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 34. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI. - 1 Pedoman 1 Daftar 1 Pedoman 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 37. Jumlah daftar Arsip - 1 Daftar 1 Daftar - - 38. Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah. Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI. Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang 1 Juknis 1 JRA 1 Juknis - - - 42. 39. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI. 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 43. 35. Jumlah pedoman Jumlah daftar arsip - 1 Daftar 100 Record 1 Daftar 200 Record 300 Record - 40.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tetap Kerumahtanggaan. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga. 3 Contoh Kearsipan - 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 109 . Jumlah basis data - 300 Item 300 Item 300 Item - 41. Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga.

Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 47. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 46.% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) . 100 arsiparis 14 Laporan 70 Unit kerja.Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif (pengarusutamaan) . Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 45. Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana 6 Laporan . Terlaksananya Lomba Kearsipan di Lingkungan ANRI. 3. 97 arsiparis 10 Laporan 70 Unit kerja.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil audit - 100% WTP 6 laporan 9 laporan 12 laporan 15 laporan Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi 8 laporan 12 laporan 15 laporan 18 laporan 20 laporan 110 .Jumlah laporan hasil pengawasan .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Laboratorium Sistem Kearsipan. 1. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI. 100 arsiparis 17 Laporan 100% Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 2. INDIKATOR (3) dibuat Jumlah pedoman 2010 (4) 2011 (5) 2012 2013 (7) Sistem Kearsipan 2014 (8) Sistem Kearsipan - (6) Sistem Kearsipan 1 pedoman - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 70 Unit kerja. 44. 100 arsiparis 12 Laporan 70 Unit kerja. Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI.

Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 6. 11. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah. 10.Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif (pengarusutamaan) . 9.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. 5 Laporan 6 Laporan 6 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dekonsentrasi. Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III Terlaksananya pengisian LHKPN Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 100 orang 2012 (6) 120 orang 2013 (7) 140 orang 2014 (8) 160 orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5.% Penyelesaian tindak lanjut atas  2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil  100%          100%  100% 100% 111 . Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI. 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 8. % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) .

I.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN. . berbasis T. PENYIMPANAN.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah laporan hasil Monitoring/ Evaluasi monitoring pasca layanan Pasca Layanan Jasa.I. 3. Pemeliharaan pemerintah dan swasta dan Perawatan Serta yang menggunakan jasa Penyimpanan Arsip penataan. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 1. DAN PERAWATAN KEARSIPAN 1.. pemeliharaan Komersial. (3) (4) pengaduan yang disampaikan masyarakat (pengarusutamaan) 15 Instansi . Terlaksananya Jasa Jumlah instansi Penataan.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi Pusat Jasa Kearsipan 2. 4. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan. dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial Meningkatnya Efektifitas Persentase pemenuhan Pemenuhan Sarana dan sarana dan prasarana Prasarana Kantor untuk kantor untuk mendukung Mendukung Layanan layanan arsip 100% 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 14 instansi - - - - 100% 100% 100% 100% 100% Sekretaris Utama 112 . jasa kearsipan Terlaksananya Jumlah Instansi yang Presentasi Aplikasi dilakukan presentasi Pengelolaan Dokumen/ aplikasi pengelolan Arsip Inaktif Berbasis dokumen/arsip inaktif T.

1 unit peralatan gondola 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 113 . Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik - 1 Gedung D. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Terlaksananya Peningkatan/Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. (Lanjutan) Tahap IV. Terlaksananya Jumlah pembangunan Pembangunan Gedung gedung kantor ANRI Kantor ANRI Pusat dan pusat dan Pusdiklat Bogor Pusdiklat Bogor. - 5. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip. Bogor 5 ha 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 2 unit lift Gedung Depo 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 1 titik sumur artesis.PROGRAM/KEGIAT AN (1) APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Arsip INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1. 1 lantai basement Gedung E - 1 Gedung C 2 Gedung (Gedung E dan F) - 4. 1 Gedung 1 Gedung - - - 3. Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip - - 2 Lantai Gedung B - - Biro Umum 2. Terlaksananya Rehabilitasi/Reno-vasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip. Jumlah peningkatan/ 3 Paket Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Pengadaan tanah di Jakarta 7000 m2 . Fumigasi Arsip.

TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik INDIKATOR (3) Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 1 paket 2011 (5) 1 paket 2012 (6) 1 paket 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 114 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6.

Persentase lembaga Pengelolaan Arsip dan unit kearsipan Baik Dinamis maupun yang sudah Statis yang Efektif dan terakreditasi Efisien di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya 2. Persentase hasil Efektifitas rekomendasi evaluasi Penyelenggaraan yang digunakan Sistem Kearsipan di sebagai input Lembaga Kearsipan penyempurnaan Daerah Provinsi dan sistem kearsipan bagi Kabupaten/Kota lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 115 .) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 1 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya 4. Persentase lembaga Efektifitas Negara dan badan Penyelenggaraan pemerintah pusat Sistem Kearsipan di yang memiliki Lembaga Negara dan pedoman kearsipan Badan Pemerintah secara terpadu Pusat 3.KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIATA N (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp.

PROGRAM/KEGIATA N (1) 4

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terwujudnya Efektifitas Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan TOTAL PROGRAM INDIKATOR (3) 5. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

21.487.278 - Jumlah lembaga/unit kearsipan dan arsiparis yang diakreditasi dan disertifikasi - % Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan,maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) - Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) - % Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik 195.000

28.730.150 230.000

29.345.500 350.000

28.336.200 400.000

31.237.080 450.000 Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan

PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN

9.

Terlaksananya akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan; (Prioritas K/L)

116

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10. Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis 11. Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya 12. Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional; 13. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya 14. Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) 15. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis 16. Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan INDIKATOR (3) (Pengarusutamaan) Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan tim penilai Angka Kredit Arsiparis Jumlah arsiparis yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 138.580 2011 (5) 150.000 2012 (6) 250.000 2013 (7) 275.000 2014 (8) 302.500

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

69.640

75.000

117.500

120.000

125.000

Jumlah peserta pemilihan arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi peraturan Menpan tentang tentang Jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah pertemuan munas kegiatan asosiasi arsiparis Indonesia (AAI) Jumlah pedoman mekanisme kerja arsiparis Jumlah orang peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan

688.250

635.594

800.000

900.000

1.000.000

77.060

-

100.000

120.000

135.000

20.000

20.000

50.000

60.000

70.000

49.516

-

-

-

-

137.600

155.000

200.000

230.000

245.000

117

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sertifikasi Kearsipan. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

1.375.646 Jumlah instansi pusat dan lembaga kearsipan daerah yang sudah menerapkan SIKD- TIK (Pengarusutamaan) 1.500 .000

1.265.594 2.000.000

1.867.500 2.300.000

2.105.000 2.600.000

2.327.500 3.000.000 Direktorat Kearsipan Pusat

PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT

11. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK); (Prioritas Bidang) 12. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan; (Prioritas K/L) 13. Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta; 14. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah

Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

-

1.500.000

1.500.000

1.500.000

1.500.000

Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yang dibina

-

700.000

750.000

920.000

1.100.000

Jumlah instansi pusat yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan

105.545

150.000

220.000

245.000

269.500

118

000 20. Terlaksananya Konsultasi.000 235. Jumlah unit kearsipan teladan - 150. dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 - - - - 119 .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 198. Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat.000 19. Jumlah instansi pusat yang mendapatkan konsultasi.000 190.000 90.000 2013 (7) 145. Pertimbangan. Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka 150.000 17.000 150. pertimbangan.000 200.000 90.000 110. 16. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.200 2014 (8) 160.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15.620 150. Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip INDIKATOR (3) Jumlah peserta evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 120.000 165. Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 170.000 160. dan persetujuan jadwal retensi arsip (JRA) 109.000 178.455 150.000 18.) OUTCOME/OUTPUT (2) Pusat. Jumlah instansi yang mendapatkan supervisi kearsipan 80. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 2012 (6) 132.000 125. Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 148.

779.000 7. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.000 2.000 990. (Prioritas K/L) 19.205.000 1. (Prioritas K/L) 20.000 4.260 250.144.500.000.500 2.000 5.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 120 .620 Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 2.000 5.743 950.000 6.500.000 450. (Prioritas K/L) 18.000 6.093.000.467. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip.200 - - - - 296.000 400. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK). Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No.000 8.200 2.) OUTCOME/OUTPUT (2) Dinamis Dalam Rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2.500.000.000 300. Terlaksananya Arsip Masuk Desa.100.750.010.000 1.500.000 2.066.080 Jumlah Kab/Kota yang memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah provinsi yang mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos kearsipan 930.000 4. (Prioritas K/L) 17.500.000 6. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah 150.000 Direktorat Kearsipan Daerah PEMBINAAN KEARSIPAN DAERAH 16.

000 420.000 420. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota.) OUTCOME/OUTPUT (2) Kabupaten/Kota.000 375.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 250.000 375.000 121 .000 410. 22. 21.000 Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan - 250.000 435.000 Jumlah laporan monitoring dan evaluasi - 275. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota 26.000 2013 (7) 375.000 295.000 420. 24. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota. Terlaksananya Monitoring dan INDIKATOR (3) Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 250.000 350.000 Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan 296. 23.000 2012 (6) 275. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.000 2014 (8) 360.000 375.000 275.000 385.000 275. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 250. 25.270 250.000 275.000 275.

000 30. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125.000 200. 29. Pedoman.000 300.000 400.745.000 450.000 12.000 28. Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah 152.581 348.000 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN TOTAL KEGIATAN 12.) OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa.000 12.000 350.000 260.415.000 230.000 350.075 12.080 495.000 - 200. Terlaksananya Diklat . Standar. Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.000 175.Tersusunnya Fungsional Arsiparis. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat INDIKATOR (3) Arsip Masuk Desa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 27.469.000 11.000 155.108 150.000 200. rencana (Prioritas K/L) peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 12.000 185. Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 300.000 385.000 155.000 130.Jumlah Angkatan Penciptaan Jabatan .000.000 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 122 .645. Terlaksananya diseminasi dan sosialisasi Norma.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.

000 110.000 40.300. Terlaksananya Diklat Kearsipan melalui Dana Dekonsentrasi.000 55. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 20.000 300. (Prioritas K/L) 14.000 85.000 125.000 166.760 130.330.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah modul dan kurikulum diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah perpustakaan kearsipan yang dikembangkan Jumlah laporan evaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara 800.000 65.000 200.600.000 34.000 75.000 55. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.800 60.000 300. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 21. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.475. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara INDIKATOR (3) Jumlah provinsi penerima dana dekon 2010 (4) 3.000 2014 (8) 6.000 250.000 40.475 408.(PNBP) 16. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 22.000 85.043 75.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.220 30.000 2013 (7) 5.000 35.630.800.000 200.600 724.400.000 250.000 2012 (6) 5.000 100.000 66.000 123 . 15.) OUTCOME/OUTPUT (2) 13.000 - 1.000 90.000 73.000 1. dan Kurikulum Diklat Kearsipan 17.556 340.000 125.000 35. Terlaksananya Penyusunan Modul.600.000 - 182. Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan 18.000 - 1.000 2011 (5) 4.015 55.000 25.000 200.000 65.361 75. Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 19.

dan Guide yang Dapat Dimanfaatkan untuk Kepentingan Publik 11. elektronik. Jumlah arsip yang diakuisisi 12. audio visual. Jumlah guide arsip konvensional.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Meningkatnya Penilaian dan Akuisisi Arsip untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta untuk Menjamin Terselamatkan dan Terlestarikannya Arsip Demi Generasi Mendatang Meningkatnya Pengolahan Arsip Demi Terwujudnya Daftar Arsip. Pusdiklat Kearsipan INDIKATOR (3) Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat 2010 (4) 109.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.604.elektronik.000 9.082 2011 (5) 100.715. kartografi dan kearsitekturan yang dibuat 14.166.548.556 8.000 2012 (6) 110. Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip 5.000 2013 (7) 130.520. audio visual. Jumlah inventaris arsip konvensional.000 2014 (8) 150. Inventarisasi Arsip. audio visual. kartografi.000 8. elektronik.000 Deputi Bidang Konservasi Arsip 2 13.U. dan kearsitekturan yang 124 . kartografi. dan kearsitekturan yang dibuat 15.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23. Jumlah daftar arsip konvensional.431 6. Terlaksananya T.

454.953. (Prioritas K/L) 17.000 125 .868. Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 20. Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap dan bahan kearsipan 19.100 155. Jumlah arsip rusak yang direstorasi 17.951 285.985 Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 200. Pembangunan.) OUTCOME/OUTPUT (2) dibuat 3 Meningkatnya Preservasi Arsip Demi Terwujudnya Pemeliharaan.000 203.543 Direktorat Akuisisi PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 16. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan TOTAL PROGRAM 16. (Prioritas K/L) Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 117. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu.000 8. Jumlah arsip yang dialih media/ reproduksi 18. Penataan.100 235.643 420. Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009.543 14.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. dan Keamanan Arsip dari Bahaya Kerusakan Arsip maupun Informasinya 4 Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah. Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7.268.141 365.514 141.560.459 260.543 11.543 12.

19.000 140.000 190.000 165. 20.000 125.000 126 .500 2013 (7) 91.000 160.000 210. 25.000 83.000 175. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh Nasional/Pelaku Sejarah.800 2012 (6) 76.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 75.) OUTCOME/OUTPUT (2) 18.000 135.000 100.000 94. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pilkada. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara.000 75.000 125. 24.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 100.000 2011 (5) 63.000 190.000 Jumlah tokoh atau - 61.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009.000 210. 21.100 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 150. Terlaksananya Penyelamatan Arsip organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan.000 85. Terlaksananya INDIKATOR (3) Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 50.000 72.000 140.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 65. Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar.000 110. 22.000 140.800 2014 (8) 110.000 140. 23.000 85.000 115.000 125.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 100.000 78.

000 - - - - 29.000 94.000 74. Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 120.000 110. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi.000 190.000 83.000 135.000 210. Jumlah tokoh atau pengkisah yang 100.000 72. Jumlah peserta workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 85.000 50.000 27. OPM. RMS dan Konflik Lainnya Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN sebagai Dampak Revitalisasi Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangun-an Negara Indonesia Terlaksananya Penelusuran Jejak INDIKATOR (3) pengkisah yang diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26. 50.000 30.000 90.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 28.) OUTCOME/OUTPUT (2) Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan Dan Pemekaran Wilayah Serta Konflik di Daerah melalui Wawancara Sejarah Lisan.000 127 . Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 200.000 - 110.000 61.580 175.000 60.

000 PENGOLAHAN ARSIP STATIS 17.023 157. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945. 19.000 170. 20.514 Jumlah daftar arsip yang diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah - 1.000 190.000 110. 24.417.716.320 28. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda.000 210.000 130.000 110. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional VOC.) OUTCOME/OUTPUT (2) Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara.500 1.000 92.000 120.000 75.427 100.000 2.325.000 171. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video.000 95.000 150.302 50.000 Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 149. 22. 21.000 190.000 93.408.250 2.000 75. Terlaksananya Pengolahan Arsip 564.000 130.000 128 . Terlaksananya Pengolahan Arsip Film.000 100. 23. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm.643 230. 18.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 115.000 155.043 175.609 570. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto.000 589.000 89.096.000 Direktorat Pengolahan 625.500 175.000 60.000 85.337 312.000 135.000 110. 25.000 155.443 200.000 135.000 100.000 100.

000 95. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi.000 93. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah.000 110.400 1.000 1. 29.717.000 120. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi Politik yang Diakuisisi.000 80. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 32.000 235.000 155.000 115. Terlaksananya pengolahan arsip elektronik.655.670 2011 (5) 115. INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 206. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan.000 2.000 85. 75.500 510. Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 117.510 Jumlah daerah bencana 500.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peta (Kartografi). Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian Dan Keabsahan Data yang Diolah TOTAL KEGIATAN PRESERVASI KEARSIPAN 1.000 31.000 77.600 80. 27.500 100.109 460.043. Terlaksananya Jumlah daftar arsip diolah Jumlah data yang dipelihara - 75.000 2.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.000 30.500 215.000 2013 (7) 235.406.000 85.919 205.000 95.694.000 65.000 275.750 400.000 71.000 2014 (8) 250.000 115.500 - 75.000 2012 (6) 210.255 50.320 450. 28.000 135.000 122.000 Direktorat Preservasi 129 .000 3.

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana; (Prioritas K/L) 2. Terlaksananya Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode; (Prioritas K/L) 3. Terlaksananya Penataan Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip); 4. Terlaksananya Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan 5. 6. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Film; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Video dan Rekaman Suara; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto; Terlaksananya INDIKATOR (3) yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

Jumlah arsip yang di barcode

500.000

404.393

450.000

475.000

490.000

Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip

-

78.125

80.938

90.000

90.000

-

78.125

80.938

90.000

90.000

36.457 65.307

100.000 50.000

195.000 103.219

215.000 120.000

235.000 145.000

7.

189.056

100.000

120.000

140.000

231.584

8. 9.

78.015 78.225

75.000

85.000

120.000

150.000

130

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional; Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional; Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan; Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru; Terlaksananya Alih Media Arsip Film; INDIKATOR (3) konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi Jumlah arsip film yang di alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia Jumlah microfilm yang di alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

10. 11.

282.912 55.900

250.000 25.106

300.834 27.617

335.000 30.378

350.000 33.416

12. 13.

145.628 105.187 40.145 166.422 -

150.000 100.000

150.000 105.000

165.000 130.000

185.000 175.000

14. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto; 15. Terlaksananya Alih Media Microfilm; 16. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda; 17. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto, Peta, dan Kertas); 18. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Video dan Rekaman Suara; 19. Terlaksananya Pengujian arsip dan bahan kearsipan;

125.000

130.000

150.000

165.000

Jumlah arsip statis yang didigitalisasi Jumlah arsip video dan rekaman suara yang didigitalisasi Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap

-

200.000

200.000

250.000

280.000

-

150.000

155.000

280.000

310.000

179.561

59.578

179.000

197.000

215.000

131

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 20. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional; 21. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm 22. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber; TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Luas gedung yang di fumigasi Jumlah peralatan alih media film dan microfilm Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber 2010 (4) 213.132 2011 (5) 150.000 2012 (6) 170.000 2013 (7) 195.000 2014 (8) 205.000

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

141.800

-

125.000

140.000

-

-

-

-

-

-

2.778.147 Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 355.450

2.555.327 330.000

3.057.546 359.004

3.572.378 400.000

3.860.000 475.000 Direktorat Pemanfaatan

PEMANFAATAN ARSIP

13. Terlaksananya penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”; (Prioritas K/L) 14. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Nusantara Jilid V”; (Prioritas K/L) 15. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V; (Prioritas K/L)

Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan

161.140

-

-

-

-

Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan

216.710

-

-

-

-

132

) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.000 2. Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan. (Prioritas K/L) 17.000 735.000 250.000 2014 (8) 275.615.000 2011 (5) 125.700 280.959 - 450.000 125.000 2013 (7) 215. Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45. Terlaksananya fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis.756. 20.708 130.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.423. Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam 18.700 100. Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Arsip INDIKATOR (3) Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 2010 (4) 190.000 2.000 300.000 474.000 2012 (6) 192. Media Baru dan Kartografi.000 60.050 252.000 266.000 635. 22.(PNBP) 21.200 513.000 150.000 65. Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah .000 111. Terlaksananya Pameran Kearsipan.000 479.000 2. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 1.455 60. 19.000 135.000 65.500 123.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah paket kegiatan Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam Jumlah buku langka yang dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45.000 160.000 115.000 133 .675.

142.000 10.580 2.093.200 - 62.025.814 3.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur.733 3.590.000 20.955.000 5.535.000 85. 23.000 134 .918.000 4.705.500 Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 2.500 3.000 30.000 TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik TOTAL PROGRAM Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK 1. Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Jumlah brosur yang disebarluaskan 12.000 15.600 4.265.200 75.332.612 4.000 INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah tamu Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 60. 24.) OUTCOME/OUTPUT (2) Statis.

000 2012 (6) 270.000 2013 (7) 324. Sistematis.000 235.hasil kajian. Utuh. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. 9.750 350.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Yang Andal. jurnal kearsipan 2010 (4) 846.PROGRAM/KEGIATA N (1) PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp. INDIKATOR (3) Jumlah pedoman. (Prioritas K/L) 10.000 135 .000 294.000 220. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).000 295.000 UNIT ORGANISASI 2014 PELAKSANA (8) (9) 388.000 Jumlah hasil kajian - 200. (Prioritas K/L) 11.800 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Jumlah pedoman dan hasil kajian 594.703 300. dan Menyeluruh.388 2011 (5) 200.594 100.

000 170.) OUTCOME/OUTPUT (2) 12.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 14.000 220.000 2012 (6) 220.000 216.000 180.000 140.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 125.000 2013 (7) 294.000 115.000 Jumlah hasil kajian - 100.750 2014 (8) 350. 13.000 294. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 2011 (5) 200. 15.000 Jumlah hasil kajian - 200.200 136 . Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) Kearsipan Daerah dalam rangka Meningkatkan Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif Dan Jati Diri Bangsa.000 150.750 350. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan Dalam Mengelola Arsip Dinamis. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis.

440.982 Jumlah hasil kajian/NSPK 143.000 381.000 318.000 137 .902 1. 22) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik.000 228. Terlaksananya Jumlah Hasil Kajian Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan Pada Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.703 150.750 350.325.600 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 273. 16.000 265.470. Jumlah hasil kajian/NSPK 117.000 1.715.000 1.248 150.600 PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN 21) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) .000 2.000 294.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.000 2.000 220. Kabupaten/Kota) Untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama Dalam Menyelenggarakan JIKN TOTAL KEGIATAN UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - 200.058.000 190.

000 65.000 426. 28) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan.000 2013 (7) 72.500 72.000 220.000 78.500 45. INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 52.000 60.594 - - - - Jumlah hasil kajian/NSPK - 200.800 138 .000 355.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip Untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 24) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 25) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada pada JIKN 26) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 27) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstrasi Informasi Publik Yang Dikecualikan Yang Terkandung Dalam Arsip Baik Dalam Format Kertas Maupun Elektronik.000 511.000 2014 (8) 86.200 Jumlah Pedoman 58.199 200.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 316.000 93.350 30.400 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan basis data 37.600 58.900 2011 (5) 2012 (6) 60.120 Jumlah hasil kajian/NSPK 348.600 87.000 264.

030 1.400 74.000 Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran 2 3 4 15.000 2014 (8) 410.) OUTCOME/OUTPUT (2) 29) Terlaksananya Rakornas JIKN 30) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI melalui Internet TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 2010 (4) 250.280 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1.235.430 2011 (5) 207. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu Meningkatnya Jumlah 19.000 2012 (6) 285. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaa Kearsipan yang n bidang kearsipan Dimuat di Media yang disajikan Massa maupun melalui media massa Elektronik maupun elektronik Terwujudnya 18. Persentase Produk Hukum penyelesaian Kearsipan Yang peraturan di bidang Disahkan Menjadi kearsipan 139 .000 60. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 16.860.475 27.000 50.600 2.598 1.000 2013 (7) 342.030 25.550.007.094.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 17.500 1.

Persentase Pengelolaan peningkatan Administrasi kualitas Keuangan yang Baik pengelolaan. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeri Pemeriksaan ksaan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 140 . Persentase Pelayanan ketepatan pelayanan Administrasi pengurusan pegawai Kepegawaian Meningkatnya Jumlah 26.penatau dan Tepat Waktu sahaan anggaran/ barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 27. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 21. Persentase Pegawai yang penempatan Ditempatkan Sesuai pegawai sesuai Keahliannya dengan kompetensi Terwujudnya 25. Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 24.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 20. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 23.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 22.

000 62.000 370. Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 61. Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 88. 276.150 149.302 726. KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 2.000 67.701 476. Terlaksananya Jumlah dokumen Penyusunan Penetapan penetapan kinerja yang Kinerja Arsip Nasional dihasilkan Republik Indonesia.593 550.941.182 74. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia.490 135.237. EVALUASI DAN PELAPORAN.659 167.261 600.294. Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. Jumlah dokumen rencana kinerja tahunan yang dihasilkan 269.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 - - - 141 .000 57.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) ANRI yang ditindaklanjuti Ditindaklanjuti 10 Meningkatnya Jumlah 28.000 5. Jumlah Perusahaan yang instansi/perusaha-an Menggunakan Jasa yang memanfaatkan Kearsipan jasa kearsipan TOTAL PROGRAM 1.000 408.520 752. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI).332 675.358 Biro Perencanaan PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN.930.540 - - - 310.603 4. Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan - 275.476 3.296.548 310.000 155.

9.914 Jumlah dokumen PO yang dihasilkan 29.) OUTCOME/OUTPUT (2) Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI).000 375.035 130.639 65. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.405 - Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 120.000 287. Terlaksananya Penyempurnaan dan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pedoman yang dihasilkan - 175. 10.475 321. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.000 45.000 414.128 365.000 172. 8. 6.000 175.745 57.514 35. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. 7.450 482. 11.000 51.000 - 172.000 150.485 193. Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.955 96.750 85.943 Jumlah dokumen rencana anggaran yang dihasilkan 276.261 Jumlah sistem aplikasi 113. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.949 Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 56.000 74.000 250.166 142 .

000 55.616 46.000 190.000 Jumlah laporan 33. 18.131 48. Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja.000 150.112 163. Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009 20. 16. Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI.736 345.000 85. Jumlah SBK yang disempurnakan Jumlah HPS yang disempurnakan 42.244 70.000 Jumlah naskah dinas 300. 51. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12.884 70.000 230.000 345.000 235. Jumlah laporan 236. 19.133 40.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sosialisasi Aplikasi RAB.000 59.827 13.000 200.000 143 .924 308.000 70.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Penyusunan Executive Report.000 142. .000 14.000 250. 17.000 55. Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI.000 55.000 175.000 75.000 15.000 63.000 240.791 60.000 115.670 95.000 95.000 110.000 70.Jumlah dokumen LAKIP ANRI .747 257.000 80.000 125.000 65. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus.000 85.000 40. Terlaksananya Penyelesaian Ketatausahaan Pimpinan.000 65.% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 63.

000 65.000 65. 28. Terlaksananya Pengelolaan/Pengem bangan Website ANRI.000 216.000 200. 22. dan Radio.000 30.000 230.000 262.000 125.000 2013 (7) 171.200 74.955 180.000 191.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah Pengelolaan/Pengemban gan website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas Jumlah hearing DPR yang disusun Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I 33.640 68. 24.000 250.000 100.000 200.202 400.000 2012 (6) 150.300 210.000 100. Terlaksananya Penyusunan Bahan Hearing DPR 29.000 85.475 316.060 368.000 150.) OUTCOME/OUTPUT (2) 21.000 65. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan. Terlaksananya Temu Teknis Di Lingkungan Unit Eselon I INDIKATOR (3) Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 2010 (4) 100.000 495. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting.000 495.000 97.000 95.005 48.000 200.Televisi. 25.500 240. Terlaksananya Forum Bakohumas.000 450.921 175.000 232.000 144 .000 2014 (8) 200. 23.000 287. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa.600 42.000 250. 27.000 52.000 46. 26.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2011 (5) 90.000 80.

000 50.000 105. Terlaksananya Safari Lembaga 33.360 75.000 105. Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Buklet dan Leaflet 31. Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 2010 (4) 53.074.000 85.700 71.990 5.425 848.000 62.500 55.500 102.110.250 Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 575.000 2013 (7) 71.500 110. Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif 38.000 62.000 37.000 93.700 71.500 2014 (8) 78.000 85.D.500 151.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 750.000 650.500 70.000 2012 (6) 65.550.124 6. Terlaksananya Pembuatan C.000 70.187 70.000 137. Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI 32.500 93.478 35. Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (media center) 35.000 812.200 125.478 5.000 55.659 36.850 39.000 32.000 55.) OUTCOME/OUTPUT (2) 30.617 77.636 7.000 93.650 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksanaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 75. Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan 36.188. Interaktif 34.912.000 85.722 145 .825 2011 (5) 48.000 41.000 60. Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan 37.000 101.601 7.

600 250. Penyusunan Peraturan PEMBINAAN Pelaksanaan UndangORGANISASI DAN Undang Nomor 43 KETATALAKSANAAN Tahun 2009 tentang .000 435.000 2013 (7) 2014 (8) - (1) (2) PENINGKATAN 41) Terlaksananya LAYANAN HUKUM.000 2012 (6) 2. (Prioritas K/L) 43) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah Dan Pusat Serta Referensi Hukum.000 139.200 558.000 260.000 291.720 146 .) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang no.500. 44) Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja.320 200. (Prioritas K/L) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH .Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun . 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 (4) 500. (Prioritas K/L) 200.000 45) Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan Dengan Beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri. DAN PENGELOLAAN Kearsipan.000 2011 (5) 4.000 150.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp.300 100.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 254.000 229.798 205.200 320. (Prioritas PEGAWAI DI Bidang) LINGKUNGAN ANRI 42) Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan.307 210.000.

325.350.000 2012 (6) 1.845. 49) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Yang Mencakup Materi Tentang Penciptaan.750 2014 (8) 1.735.307 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 1.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.712.000 1.000 296. Penataan dan pengelolaaan arsip - 150.000 2011 (5) 1.000 - - 147 .000 224.811.530.penerimaan.400 Jumlah peraturan tentang penciptaan.000 200.000 200. 50) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Sistem Administrasi Negara Dalam Rangka Memposisikan Arsip. Pemeliharaan. (Prioritas K/L) 48) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Standar Pelayanan Arsip.057 1.800 750.000 1.p emeliharaan.000 - - Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 150.777 2013 (7) 1.sarjana dan pascasarjana.penggunaan . Penerimaan. Penggunaan.000 250.000. INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 1.516 Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 150.) OUTCOME/OUTPUT (2) 46) Terlaksananya pemberian bantuan beasiswa diploma.549. Penataan Dan Pengelolaaan Arsip. (Prioritas K/L) 47) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri.

Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI . pelatihan CPNS Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI .000 2014 (8) 358. Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan Pelatihan CPNS.000 110.000 2012 (6) 250.000 100.000 - - - - 283.762 148 .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Jumlah mekanisme penyediaan informasi Publik yang disusun 50.000 100.000 - - 100. 52) Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 14.564 100. INDIKATOR (3) Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 100.% Tersusunnya struktur kelembagaan(organ isasi dan tata kerja) yang proporsional.000 200.000 105. 13 Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI.) OUTCOME/OUTPUT (2) 51) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Kriteria Arsip Dan Proses Pembuatan Arsip Yang Memenuhi Aspek Keabsahan.000 2013 (7) 280.000 - 100.000 - 200. 15. Terlaksananya Penyusunan Mekanisme Penyediaan Informasi Publik di ANRI.250 115.

) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.076 2012 (6) 28.000 75. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Kenaikan Pangkat dan Gaji Berkala.Tersedianya sistem rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Jumlah peserta ujian dinas .315 44.000 55. Terlaksananya Poliklinik/ObatObatan 19.000 150. 17.000 40.000 60.000 74.000 85.000 21.000 149 .000 88.750 56.300 42.Jumlah peserta tes CPNS . 22.000 21.810 110. Terlaksananya Penyusunan Formasi dan Pengadaan Pegawai. Terlaksananya 37.000 55.000 65.430 46. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.833 35.000 95. Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan 18.651 48.147 80.000 170.610 97.997 24.000 65. Terlaksananya Pengelolaan Tunjangan Pengelolaan Arsip Statis. INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan tunjangan kompensasi sesuai nilai dan tingkat dampak resiko Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Jumlah pegawai yang mengalami kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat . 20.200 92.983 61.100 40.Jumlah pejabat fungsional yang dinilai .Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Jumlah standar tentang 2010 (4) 2011 (5) 27.852 2014 (8) 31.866 17.344 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 38.902 22.240 23. Terlaksananya Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas. 19.430 2013 (7) 29.000 72.500 60.000 71.

000 55.000 196.000 45.101 72.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai 169.000 65.612 145. Terlaksananya Diklat Pimpinan II-IV 25.000 255. Jumlah peserta diklat pimpinan II-IV .950 156.000 20.Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) .000 24.000 45.050 35.000 215.866 56.600 150 . 24. Terlaksananya Diklat Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) kompetensi jabatan struktural 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.256 80.050 24.000 157. Terlaksananya Pembinaan Pegawai 27.Jumlah pegawai yang dibina .000 175.000 175. Terlaksananya Pelantikan Dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai 28.450 40.Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) .000 50.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 243.450 20.Jumlah peserta diklat teknis kepegawaian .000 52.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyusunan/ Penyempurnaan Standar Kompetensi Jabatan Struktural.

2009 34. Terlaksananya penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum 32. Terlaksananya Jumlah Perka.000 82.868 27.000 60.d. ANRI yang Kepka.Jumlah pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun .) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) .000 - - 30.000 55.000 45. dan Pencetakan Perka.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang dismpurnakan 2010 (4) 39.500 151 .390 2011 (5) 36.000 2013 (7) 55.000 45.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29.000 35. Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural 35.000 - - - Jumlah standar kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun . ANRI tentang dicetak Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s.000 25.000 2012 (6) 45.000 - - - 36.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2014 (8) 65. Terlaksananya Penyempurnaan Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI 31.000 75. dan Kepka.000 50.862 32.000 45.Jumlah pejabat struktual yang mengikuti uji kompetensi .632 33.Tersedianya system mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) 33. Terlaksananya Jumlah produk hukum Penyebarluasan yang disebarluaskan Produk Hukum 30. 30.

662 60.962 2011 (5) 60.500 150. Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI 38.000 105.739 7.000 65.087.000 43.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Harmonisasi dan Sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI 36. Terlaksananya Penyuluhan Hukum Pegawai ANRI 35.000 71.000 55. INDIKATOR (3) Jumlah pembahasan rancangan peraturan di lingkungan ANRI 2010 (4) 63. Terlaksananya Seminar Kearsipan dan Kesehatan Jumlah peserta rakor penyelesaian mekanisme kerja antar unit di lingkungan ANRI Jumlah peserta seminar kesehatan dan kearsipan 66.095 152 .000 2012 (6) 70.000 120.647 8.000 450.916.000 TOTAL KEGIATAN 6.000 65. Terlaksananya Rakor penyelesaian Mekanisme Kerja Antar Unit di Lingkungan ANRI 40.000 75.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pegawai yang mendapat penyuluhan hukum Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif.107.526 9.720 70.000 2013 (7) 80.000 140.268 7.000 297.000 2014 (8) 90.830 - 55.disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) 37.000 200.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 135. Terlaksananya Jumlah naskah Kerjasama Luar perjanjian kerja sama Negeri 39.000 100.000 92.000 80.178.236.000 46.000 90.000 50.

470.644.000 3. dan tunjangan Jumlah pegawai yang mendapatkan makanan dan minuman penambah daya tahan tubuh Jumlah pegawai yang mendapatkan pakaian dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 26.800 1.645 2013 (7) 31. 53.000 250. Terlaksananya ADMINISTRASI DAN Pengelolaan Gaji.000 280. 54.040.031 1.184.213 2. Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor.154.000 668.960.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang harus dibayar gaji. Terlaksananya PELAKSANAAN Pengadaan Makanan TUGAS ANRI dan Minuman Penambah Daya Tahan Tubuh. 52. ANGGARAN SERTA dan Tunjangan.416.000 4.000 1.000 440.000 155.000 4.980 2014 (8) 33.515.lembur.167 2012 (6) 27.120 Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara Jumlah bulan pembayaran langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor 139.000 492.234 1.842.791.960.000 840.270.000 200.356.167 2011 (5) 26. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor.039.760 412.000 400.597.509.200 3.271.000 275. PELAYANAN PENUNJANG 49.000 299.247.150.834 2.157 3. PENGELOLAAN Lembur.680 532. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa. 55.000 1.458.000 704.250 1.296 182.600 2. Terlaksananya Pengadaan Pakaian Dinas Pegawai 51.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp.039.976 1. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung. 50.372.358.000 250.240 220.000 1.265. Honorarium. 56.200 3. Honorarium.301 1. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor.169 (1) (2) PEMBINAAN 48.800 527.660.192 1.000 153 .600 5. Terlaksananya Pembayaran Jasa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Umum 363.

000 35.000 419.624.619 17. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas 58.232 16.000 25.000 620.500 1.440 154 .000 105.000 750. INDIKATOR (3) Dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 70.000 80.000 106.000 90. Terlaksananya Implementasi SAPP 65.900 1.197. 59.000 70.320 420.568 295. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.108 682.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 246.832 466.865 335. 64. 57.600 575.400 1.000 96.) OUTCOME/OUTPUT (2) Keamanan dan Kebersihan.000 30.865 375. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan.392.500 1.000 420. Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor 61.000 117.400 96. 63.876 181.552 908.628 190.000 449. Terlaksananya Peralatan Rumah Tangga 62. Terlaksananya Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan.600 125.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas Jumlah laporan keuangan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara 335.300 Jumlah bulan pembayaran honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran jaringan internet Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan.250 750.000 350. Terlaksananya operasional perkantoran. Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet 60.788 220.532.000 537.000 392.400 263.648 326.000 480.502 825.

000 60.000 36. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN 70. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa 74.000 75. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map 73.000 80.000 672.040 32.000 70.556 - 40.000 600.000 1.000 60.000 35. Terlaksananya Inventarisasi BMN 71. Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP 50.000 - 50.000 60.000 719.000 50.000 50.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN Jumlah pengadaan bahan-bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan eprocurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 66.008. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN).249 34.765 65.000 60.000 50.488 85.000 45.000 60.000 40.000 155 .000 1.200 105.800 250.000 95.800 850.000 72.000 900.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 72. 69.000 500.749 24. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas 68. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan 67. Terlaksananya Pengadaan BahanBahan Kearsipan.036.000 70.864 586.000 26.

) OUTCOME/OUTPUT (2) 75. INDIKATOR (3) Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris Jumlah bukti kepemilikan arsip yang diamankan 2010 (4) 26.000 225. 83.750 - 50.000 19.000 200. 82.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 35.000 35.000 50.000 2012 (6) 45.000 31.000 90.079 154.000 39.000 35.000 60. Terlaksananya Penyusunan Prosedur Tetap KerumahtanggaAn 81.000 75.000 65.000 Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumah tanggaan yang disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah pedoman Jumlah daftar Arsip Vital Jumlah daftar arsip 29.000 50. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris 77. 84. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital.000 2013 (7) 55.000 140.000 240. Terlaksananya Pengamanan.000 60. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital Anri.000 2014 (8) 60. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN 76.626 - - - - 8.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 55.000 65. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN 80. Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah.375 17.087 169.000 75.000 45.000 150. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip 79. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris 78.649 2011 (5) 20.384 - - - - 100.000 - - 156 .495 - 50.

Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI 90. 87.000 45.000 90.762 - 95. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 93. Terlaksananya Lomba Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah pedoman Jumlah record arsip 2010 (4) 2011 (5) 50.000 - Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang dibuat Jumlah pedoman 86.000 225.000 50.950 96.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2013 (7) 85.000 200.000 200. 86. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga.000 - - - Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 200.000 115.000 240.000 75.000 50.000 - - - 50. Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI 88.750 157 .000 100.000 50. Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI 89.848 - 100.) OUTCOME/OUTPUT (2) 85.761 50.000 50.000 2012 (6) 75.000 - 200.000 75.000 106. Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 94. Terlaksananya Pembuatan Laboratorium Sistem Kearsipan 91. Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 92.400 113.000 85.000 50.000 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah basis data - 75.000 200.000 - 150.

443. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI.000 250.% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) . 13.500 Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 12.Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana Dekonsentrasi Jumlah laporan hasil audit Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasI - 50.316 .370 210.353 200.Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif(pengarusutamaan) .000 55. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 40.120 42.) OUTCOME/OUTPUT (2) Lingkungan ANRI.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 213.000 158 .000 422.177.000 51.957 95.000 292.163 318.000 185.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) 54.000 320.000 85.Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI 14.000 46.110.943 70.602.283.Jumlah laporan hasil pengawasan .

Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 15. Terlaksananya pengisian LHKPN 22. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 46.000 120.000 60.000 23.000 192.774 20.000 62.000 282.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor 20.000 75.000 55.000 225.000 98.000 2012 (6) 35. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI 17.% Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang 159 .000 2014 (8) 167.000 2013 (7) 95.) OUTCOME/OUTPUT (2) 15.840 42. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI 18.935 58.961 45. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah 19.000 65. 16.000 197.000 % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) .000 137.Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif(pengarusutamaan) . Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III 21.000 125.000 125.

816. Terlaksananya Monitoring/ Evaluasi Pasca Layanan Jasa 7.000 Pusat Jasa Kearsipan 6.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil monitoring pasca layanan jasa kearsipan Jumlah Instansi yang dilakukan presentasi aplikasi pengelolan dokumen/arsip inaktif berbasis TI Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang menggunakan jasa penataan. Terlaksananya Jasa Penataan. .000 450.000 510.308 5.000 200.000 125.000 75.000 770.000 2.500 600.000 200.000 275. Terlaksananya Presentasi Aplikasi Pengelolaan Dokumen/Arsip Inaktif Berbasis TI 8.000 8. (PNBP) 75. DAN PERAWATAN ARSIP 5.007.000 150.299.000 150.000 150.345. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan.000 250.000 450.000 1.000 170.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) disampaikan masyarakat(penga rusutamaan) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama . PENYIMPANAN. Pemeliharaan dan Perawatan serta Penyimpanan Arsip Komersial.362 - - - 160 .pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial 500.000 300.

8.560 18. (Lanjutan) Tahap IV.000 2012 (6) 600.435.500.000 - 161 . Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip.000 Biro Umum 6.032.191.375.815.800 - 31.000 2013 (7) 900.532. Fumigasi Arsip.) OUTCOME/OUTPUT (2) TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 9. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.756. Terlaksananya Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. Terlaksananya Pembangunan Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.407 5.308 Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip 2011 (5) 395. 9.089.200 11.640 - 19. Jumlah pembangunan gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip 11.560 5.000 10.705.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Meningkatnya Efektifitas Pemenuhan Sarana dan Prasarana Kantor untuk Mendukung Layanan Arsip Sekretariat Utama TOTAL PROGRAM PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 7.000 2014 (8) 1.350.000.000 - - - Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor - 3.000 - 5.887.

000.265.000.800 31.500.000 5.000 1.560 18.032.370. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 11.000 162 .000 1.952 19.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Jumlah peningkatan/ Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 4.000 - 1. 12.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.545 3.355.485.756.500.000.435.000 2.000 2014 (8) 5. Terlaksananya Peningkatan/Pengada -an Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.280.600 14.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10.680.000.000 2013 (7) 5.000 - - 11.