P. 1
Renstra Arsip Nasional Republik Indonesia 2010-2014

Renstra Arsip Nasional Republik Indonesia 2010-2014

|Views: 1,164|Likes:
Dipublikasikan oleh Mas Mentox's

More info:

Published by: Mas Mentox's on Jan 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA ARSIP

NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Tahun 2010

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014 KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk memberikan arah dan prioritas terhadap pelaksanaan pembangunan bidang kearsipan, perlu adanya Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014; b. bahwa pelaksanaan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia setiap tahunnya akan dituangkan dalam rencana kerja tahunan yang lebih rinci dalam bentuk Renja-KL dan RKA-KL; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia tentang Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405);

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664); 8. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen yang telah enam kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 9. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Arsip Nasional Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2009; 10. Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Strategis Kementarian/Lembaga; Memperhatikan : Surat Tugas Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor ST/255/M.PANRB/12/2009 tentang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014.

ASICHIN . Pasal 3 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 digunakan sebagai pedoman unit kerja dalam penyusunan rencana kinerja tahunan untuk periode 1 (satu) tahun. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Januari 2010 Plt. yang memuat tujuan. M. kegiatan pokok dan kegiatan indikatif berikut indikator kinerja.ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Pasal 1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 yang selanjutnya disebut Renstra ANRI Tahun 2010-2014 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini. Pasal 4 Setiap unit kerja di lingkungan ANRI wajib melaksanakan ketentuan peraturan ini dalam menyusun rencana kinerja tahunan. dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari peraturan ini. KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. arah kebijakan dan strategi pembangunan kearsipan. Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah dokumen rencanaan pembangunan bidang kearsipan untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Pasal 5 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. (1) (2) Pasal 2 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 merupakan penjabaran lebih lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. sasaran strategis.

................................................................................................................................................................................................... 2.......... Sasaran................. D......................................................... MISI DAN TUJUAN ANRI ........................................... BAB I PENDAHULUAN ......................................... C.........DAFTAR ISI DAFTAR ISI ....... B........ Sasaran Strategis...... Permasalahan...............................................................................2 2.................... B.............................................2 Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan.......................1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional .................... 1..............................................1 2............. Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga........................................ BAB IV PENUTUP ...... Pencapaian Sasaran Pendukung....................... Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009..... Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia .. Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI Tahun 2004-2009............................ Misi ............... Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 .. 67 Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Renstra ANRI Tahun 2010-2014....................................................................................................................... Matrik Target Pembangunan Tahun 2010-2014 ............................... Pencapaian Sasaran Strategis Kedua. A......3 2........................................ Tujuan ................................................................. C.................................................................. Peluang ....................4 Visi ...................................2 Potensi dan Permasalahan ................................. C.................................................. B... BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ..... 68 69 115 ........................................................... D........................................................... 3............................................ Matrik Kebutuhan Pendanaan Pembangunan Tahun 2010-2014 .................................................... Tantangan... Pencapaian Sasaran Strategis Pertama................................................................................ E............................................. 3.......................................................................................... 1......................1 Kondisi Umum A.............. A....... Kekuatan .................... 1 3 3 13 16 16 17 18 19 22 22 23 23 24 27 27 32 33 37 42 48 58 BAB II VISI.........................

BAB I PENDAHULUAN 1. Mengacu pada ketiga agenda pembangunan tersebut di atas. Keberhasilan satu pelaksanaan agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda yang lainnya. Sejalan dengan hal tersebut. dalam rangka memberikan arah yang jelas dalam mewujudkan tujuan nasional. dan kegiatan prioritas.1. maju. maka ditetapkan dokumen perencanaan untuk periode 20 tahun yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. Visi Pembangunan Nasional 2005-2025 mewujudkan Indonesia yang mandiri. adil dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1. Bertitik tolak dari hal tersebut di atas maka keberadaan dan fungsi arsip merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan dalam proses perjalanan kehidupan bermasyarakat. memajukan kesejahteraan umum. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) 1 . perdamaian abadi dan keadilan sosial. Selanjutnya untuk memberikan arah yang jelas dalam pelaksanaannya. maka ketiga agenda pembangunan nasional dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk arah kebijakan. fokus. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Ketiga agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. karena pada dasarnya arsip merupakan refleksi dan rekaman dari perjalanan kehidupan bermasyarakat. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Kondisi Umum Tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. dan merupakan pilar pokok untuk mencapai tujuan nasional. berbangsa dan bernegara. berbangsa dan bernegara.

Bertitik tolak dari hal tersebut. 2 . Selanjutnya RPJMN akan dijabarkan dalam Dokumen Rencana Pembangunan Tahunan yang disebut Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yaitu dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun. berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Renstra Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010–2014 ini dikondisikan untuk menjawab agenda pembangunan nasional khususnya yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan yang modern yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur. peningkatan peran serta dan fungsi arsip dalam penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa seperti yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014. Kedua rencana tersebut menjadi dasar penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). Renstra ANRI ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL).sebagai lembaga yang mempunyai tugas negara di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dokumen Renstra ANRI ini akan menjadi dokumen dasar penyusunan Renstra Satuan Kerja Eselon I dan II di lingkungan ANRI. Arsip Nasional Republik Indonesia sebagai instansi pemerintah diwajibkan menyusun Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 – 2014 (Renstra ANRI 2010-2014) yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Dokumen RPJPN kemudian dijabarkan dalam dokumen perencanaan untuk periode 5 tahunan yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

B. berwibawa. dan dokumen/arsip Negara dalam pengelolaan tugas dan fungsi pemerintah. sesuai dengan tugas dan fungsi ANRI. Terlaksananya sosialisasi atas berbagai produk hukum Pedoman/standar/ petunjuk tentang pengelolaan arsip di seluruh instansi pusat/daerah. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menetapkan sasaran rencana pembangunan jangka menengah yang tertuang dalam Peraturan Kepala ANRI Nomor 1.A. 3. peranan pembangunan kearsipan dalam upaya mewujudkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 dirumuskan dalam arah kebijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan adminstrasi Negara melalui optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan e- Government. 2. Terciptanya Pedoman/standar/petunjuk pelaksanaan dari suatu sistem pengelolaan arsip. dinyatakan bahwa salah satu agenda pembangunan nasional adalah menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Sejalan dengan hal tersebut. secara umum telah ditetapkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 adalah terciptanya tata pemerintahan yang baik. 01 Tahun 2005 tentang Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi terhadap Pembangunan Bidang Kearsipan 2004 – 2009 sebagai berikut: Tersedianya payung hukum sebagai landasan operasional pengelolaan arsip baik di tingkat pusat maupun di daerah. Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 Sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 khususnya bab 14. Dalam upaya mewujudkan agenda pembangunan nasional tersebut. Selanjutnya arah kebijakan kearsipan tersebut dijabarkan kedalam Program dan Penataan Kelembagaan yang dan Ketatalaksanaan dan efisien melalui serta pelaksanaan kegiatan pokok yaitu menciptakan sistem administrasi pendukung kearsipan efektif menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip Negara. 4. bersih. Terlaksananya hubungan kerja sama teknis dengan seluruh instansi tingkat 3 . Sasaran. Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI 2004-2009 Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi ANRI. profesional dan bertanggung jawab yang diwujudkan dengan sosok dan prilaku birokrasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat.

Bertitik tolak dari 9 sasaran jangka menegah yang telah ditetapkan dalam Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang Kearsipan Tahun 2004 – 2009 yang telah diuraikan di atas. berikut ini hasil pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan renstra ANRI Tahun 2004-2009 : 1. 6. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini diarahkan pada penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan. Terlaksananya upaya penyelamatan dan pelestarian arsip serta meningkatkan khasanah arsip statis sebagai bahan pertanggungjawaban nasional dan akuntabilitas publik. tersedianya dokumen perencanaan anggaran. terselenggaranya dukungan operasional sehari-hari perkantoran. tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ANRI Tahun 2008. b. 7. Tersedianya sistem jaringan informasi kearsipan antara ANRI dengan Badan/Kantor Arsip Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Terwujudnya pendayagunaan arsip bagi kegiatan pemerintah dan masyarakat luas. 8. 9. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Hingga Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan dalam program ini dapat diselesaikan seluruhnya seperti tersedianya dokumen perencanaan 2010. tersusunnya Laporan Keuangan Audited. Pencapaian sampai dengan Tahun 2008 adalah tersedianya Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan ANRI Tahun 2007.pusat dan daerah dalam rangka penyelenggaraan kearsipan secara nasional. penyelenggaraan 4 . pengelolaan APBN. Terlaksananya program asas dekonsentrasi kearsipan di pemerintah provinsi sebagai upaya untuk mempercepat tersedianya SDM kearsipan di daerah. ditetapkannya Rencana Strategis ANRI Tahun 2010-2014 dan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan 2005 – 2025. 5. Terlaksananya Penciptaan SDM Kearsipan di setiap instansi pusat dan daerah guna mendukung pelaksanaan pengelolaan arsip. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik a.

dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) ANRI sedang melakukan usahausaha ke arah reformasi birokrasi bersama dengan Kementerian Negara Pendayagunaan Kepegawaian Aparatur Negara. program kearsipan serta pelaksanaan kegiatan kearsipan di seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan standar dan kaidah kearsipan.pemeriksaan di lingkungan ANRI dan terselenggaranya rapat kerja teknis Tingkat Eselon I. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini bertujuan untuk menata dan menyempurnakan organisasi dan manajemen melalui penciptaan kearsipan yang efektif dan efisien serta menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip negara. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan a. kelembagaan. dan Badan Badan Lembaga Administrasi Negara. Hasil-hasil yang telah dicapai pada tahun 2008: 1) Dalam rangka pembinaan pelaksanaan kearsipan ANRI telah melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan. Hasil dari pembinaan kearsipan dapat dilihat dari jumlah instansi binaan yang telah melakukan pengelolaan arsip sesuai dengan norma/standar kearsipan. Negara dan Reformasi Birokrasi. Selain hal tersebut. Adapun jumlah instansi yang telah dibina dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel. supervisi dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kearsipan meliputi kesisteman. 2. Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. SDM kearsipan. 1 JUMLAH INSTANSI PUSAT DAN DAERAH YANG TELAH MELAKUKAN PENGELOLAAN ARSIP SESUAI DENGAN KAIDAH KEARSIPAN TAHUN INSTANSI PUSAT DAERAH 2004 22 15 2005 29 17 2006 36 23 2007 40 24 2008 43 31 2009 46 62 5 .

dan Jakarta. pada tahun 2008 telah dilaksanakan penyelamatan arsip pada 9 (sembilan) daerah yang terkena bencana banjir yaitu Bojonegoro. 3) Tersedianya 20 inventaris/daftar arsip sebagai salah satu sarana temu balik arsip. 2009 2) ANRI telah menyetujui sebanyak 11 Jadwal Retensi Arsip (JRA) instansi pusat dan 23 JRA Pemerintah Daerah meliputi JRA Fasilitatif Keuangan.200 reels arsip microfilm dan 7.50 (+) 35. Kepegawaian. dan Substantif. Ponorogo.000 ml Arsip Konvensional. 99.000 lembar arsip foto (negatif dan positif). Pusat Daerah JUMLAH 8 17 25 11 23 34 3 6 9 (+) 37.794 lembar arsip Kartografi dan Kearsitekturan.200 fiches arsip microfische. Ngawi. 2.000 kaset arsip film. 4) Dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana. Lamongan. 2008.29 (+) 36.663. 30. 30.000 kaset/open reels arsip rekaman suara. serta dikeluarkannya rekomendasi pemusnahan arsip bagi 8 (delapan) instansi pusat dan daerah. 5) Terlaksananya pengadaan Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana. Pasuruan.00 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. terpeliharanya 27. 6) ANRI telah menyelesaikan naskah Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 6 . 9. Perbandingan jumlah JRA yang disetujui oleh ANRI dari tahun 2007 dan 2008 dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2 PERKEMBANGAN JUMLAH JRA YANG TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN KEPALA ANRI DARI TAHUN 2007-2008 Tahun Perubahan No Instansi 2007 2008 Naik Turun % 1. Yogyakarta.JUMLAH 37 46 59 64 74 108 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. Sragen. 1. Situbondo.

Arsip yang diselamatkan adalah arsip milik masyarakat/perorangan dan instansi antara lain arsip milik Seto Mulyadi (Kak Seto). BUMN/Swasta. 8) Terlaksananya penyelamatan arsip Pemilu 2009 dan Arsip Pilkada. Politik. 4) Tersosialisasikannya pedoman akreditasi dan sertifikasi kearsipan pada instansi pusat dan daerah hasil kerjasama ANRI dengan UNDIP. b. serta Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. 6) Terlaksananya pengolahan. Keagamaan. 7) Penandatanganan Kerja Sama ANRI dengan KPU tentang Penyelamatan dan Pelestarian Arsip 5 Maret 2009. Arsip dari Lembaga Pemerintahan/Lembaga Massa. dan Organisasi Perorangan. Organisasi Negara. paspor. Disamping itu. buku tabungan yang terkena musibah banjir sebanyak 260 bundel dan 154 album foto. ijazah. sertifikat tanah. 2) Disahkannya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. 5) Tersusunnya Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi (Job Description) ANRI sebagai bagian dari proses reformasi birokrasi di lingkungan ANRI. 3) Terlaksananya penyusunan rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014. ANRI sejak 1 April 2009 hingga sekarang sedang melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip Universitas 7 Organisasi Pemilihan Umum ditandatangani tanggal . 9) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Akibat Jebolnya Tanggul Situ Gintung Kabupaten Tangerang Banten yang terjadi pada tanggal 27 Maret 2009. sertifikasi SDM Kearsipan. pemeliharaan dan perbaikan arsip statis baik arsip konvensional maupun arsip media baru.tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan yang terdapat pada program ini dapat terealisasi antara lain: 1) Naskah RUU Kearsipan telah disahkan menjadi Undang-undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 28 September 2009. Zakaria Abubakar dan warga lainnya berupa.

952 meter linier. 15) Terlaksananya pengkajian di bidang kearsipan. ANRI sejak tanggal 1-4 Oktober 2009 melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip akibat gempa di Sumatera Barat yang terjadi tanggal 30 September 2009 kurang lebih sebanyak 35. 14) Terlaksananya penyusunan pedoman/petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan/standar di bidang kearsipan. penyelenggaraan diklat kearsipan serta pengembangan profesionalisme pegawai negeri melalui penyempurnaan aturan etika dan mekanisme penegakan hukum disiplin. 10) Terlaksananya penilaian dan akuisisi arsip Kabinet Gotong Royong. 11) Terlaksananya wawancara sejarah lisan mengenai Kembalinya GAM ke Ibu Pertiwi.Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kurang lebih sebanyak 1.285 bundel. 17) Terlaksananya persiapan pembentukan Arsip Universitas Pattimura. sedangkan sampai saat ini yang sudah terbentuk adalah Arsip Universitas Gajah Mada. Pencapaian Program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya diklat fungsional arsiparis tingkat keterampilan dan keahlian. 12) Terlaksananya pengamanan arsip melalui Barcode. serta Arsip Lembaga Kepresidenan. a. Program Pengelolaan SDM Aparatur Program ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM aparatur melalui peningkatan kompetensi pada tugas dan tanggung jawabnya. Arsip Peradilan. 16) Terselenggaranya Sidang Umum dan Konferensi SEAPAVAA (South East Asia Pacific Audio Visual Archives Association) ke-13 di Bandung tanggal 15-20 Mei 2009. 3. 13) Tersusunnya Pedoman Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa sebagai upaya untuk mendukung Program Arsip Masuk Desa. 8 . baik yang dilakukan di lokasi kejadian maupun yang dilaksanakan di ANRI dengan memanfaatkan alat Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dan diberikan secara gratis. Arsip Konflik dan Keraton Nusantara. Pelayanan perbaikan (Restorasi Arsip) terhadap arsip akibat bencana Situ Gintung.

2) 3) 4) 5) 6)

Terlaksananya diklat teknis kearsipan baik di Pusat maupun daerah; Terlaksananya diklat kearsipan dana dekonsentrasi di daerah provinsi; Terlaksananya Tahun 2008; Terbitnya Peraturan MenPAN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya; Terbitnya Pedoman Formasi Kebutuhan Arsiparis, Akreditasi Sistem Kearsipan Dinamis (Non Elektronik) dan Akreditasi Lembaga Jasa Penyimpanan Arsip. Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional

Pengembangan SDM Kearsipan di ANRI dilakukan melalui

kegiatan

pendidikan pelatihan dengan berbagai jenjang dan tingkat keahlian masingmasing dan difokuskan untuk peningkatan pengetahuan, keahlian dan keterampilan serta pembinaan Arsiparis di tingkat pusat dan daerah. Untuk lebih jelasnya, mengenai jumlah pejabat fungsional arsiparis dan jumlah diklat penciptaan yang dilakukan ANRI dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 berikut ini : Tabel. 3 JUMLAH PEJABAT FUNGSIONAL ARSIPARIS DI INSTANSI PUSAT DAN DAERAH DARI TAHUN 2004 – 2009
JUMLAH ARSIPARIS TINGKAT KEAHLIAN INSTANSI 2004
PUSAT LPND DEPT 191

TINGKAT KETERAMPILAN TAHUN

TAHUN 2005
99 120

2006
110 117

2007
110 119

2008
109 128

2009
119 249

2004
1.807

2005
578 1.246

2006
614 997

2007
602 1.004

2008
645 1.112

2009
424 1271

DAERAH

PROVINSI KAB/KOTA

174

177 9

164 9

220 9

230 9

162 14

1.609

1.175 250

1.187 233

880 233

920 233

651 285

JUMLAH

365

405

400

458

476

544

3.416

3.249

3.031

2.719

2.910

2.631

Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

9

Tabel 4. JUMLAH PESERTA YANG TELAH MENGIKUTI DIKLAT ARSIPARIS TERAMPIL DAN ARSIPARIS AHLI PER PROVINSI NO 1 2 3 4 5 6 TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 JUMLAH PROVINSI 16 Provinsi 29 Provinsi 29 Provinsi 32 Provinsi 31 Provinsi 29 Provinsi JUMLAH
Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

JUMLAH PESERTA 350 Orang 944 Orang 799 Orang 934 Orang 585 Orang 29 Orang 3.641 Orang

b.

Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan; Terlaksananya diklat Pimpinan Lembaga Kearsipan; Disahkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 sebagai pengganti Peraturan MenPAN Nomor 09/Kep/M.PAN/2/2002 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kredit; 4) Terlaksananya peningkatan SDM ANRI melalui pemberian bantuan beasiswa S1/DIV, S2, S3, pengiriman diklat dan kursus baik di dalam maupun di Luar Negeri; 5) 6) 7) 8) 9) Terlaksananya evaluasi pasca diklat kearsipan; Terlaksananya pembinaan dan penilaian jabatan fungsional Arsiparis dan fungsional lainnya; Disahkannnya Peraturan Bersama Kepala ANRI dan Kepala BKN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis; Tersedianya standar kompetensi jabatan struktural; Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional 2009. 10 Tahun

4. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Program ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen pelayanan publik yang bermutu, transparan, akuntabel, mudah, murah, cepat, patut, dan adil kepada seluruh masyarakat guna menunjang kepentingan masyarakat dan dunia usaha serta mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. a. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya Bantuan/Hibah Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip 2) dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arsip kepada 10 daerah provinsi; Tersedianya Citra Daerah untuk 29 provinsi, pada tahun 2008 dilaksanakan pembuatan citra daerah 6 provinsi. Sedangkan sisanya sebanyak 4 provinsi akan diselesaikan pada tahun 2009; 3) 4) 5) Tersedianya Citra Nusantara Jilid I: Tradisi Menjaga Keutuhan Negeri, Jilid II: Tradisi Niaga Bangsa dan Jilid III: Tradisi Membina Negeri; Tersedianya Naskah Sumber Arsip Seri: "Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah RI Jilid III”; Terlaksananya Pameran Arsip Arsip Wawasan Kebangsaan, Pameran dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan Pameran dalam rangka memperingati HUT R.I.; 6) Terlaksananya Pelayanan Kearsipan baik Layanan di Ruang Baca maupun Layanan Jasa Kearsipan; b. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Pameran Arsip Wawasan Kebangsaan di 4 daerah dan Pameran 64 Tahun Refleksi Kemerdekaan R.I.; Terselenggaranya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan dan Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Lingkungan Instansi Pusat; Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar/Masyarakat, Sosialisasi Kelembagaan ANRI, Sosialisasi Kearsipan, Fasilitasi Teknis Layanan Pemanfaatan Arsip Statis, Workshop pengolahan arsip statis untuk pengembangan database; 4) 5) Terlaksananya bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 daerah provinsi; Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 Daerah Provinsi; 11

C. 12 . 11) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara.6) 7) 8) 9) Terlaksananya Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis dan Pengelolaan Arsip Statis di Daerah. Pembangunan Tempat Parkir. dan Irian Jaya Barat.700 m2. 5. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara Program ini bertujuan untuk meningkatkan prasarana dan sarana dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi ANRI. Pengadaan Running Text. Pembuatan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap I seluas 1.160 m2 serta pengadaan Inventaris keperluan kantor ANRI di Jakarta dan Bogor. Pembuatan Maket. Pengadaan A. pembuatan sertifikat tanah. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 ANRI telah menyelesaikan pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap II. 10) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Provinsi Bangka Belitung. Pengembangan Sistem dan Perangkat Pengoperasian Aplikasi Pengelolaan Arsip di Internet. Pengadaan Peralatan Kantor. rehabilitasi Gedung B (Gedung restorasi/repografi seluas 2. dan D. C. pengadaan Ambulance. pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap III. Pengadaan Alat Visualisasi Kearsipan. a. Gedung G (Depo Penyimpanan Arsip). Rehabilitasi Gedung B. Implementasi JIKN pada Pemerintah Provinsi dan Implementasi Jaringan Sistem Kearsipan Statis pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. Pengadaan Kendaraan Penyelamatan Arsip dan Penanggulangan Bencana (Rescue). diperkirakan akan dapat diselesaikan pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. Sulawesi Barat. b. Gorontalo. Tersedianya Prosedur Pengoperasian Modul Pengumpulan Data pada Jaringan Informasi Kearsipan Nasional. Pengembangan Aplikasi Preservasi Arsip Elektronik yang Dibuat dengan Aplikasi Perkantoran. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009.

Tersedianya Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan. . Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009 1. .Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai “Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi” sebanyak 19 Tokoh. . b. . c. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur .Terselenggaranya Diklat Keterampilan sebanyak 3 Angkatan dan Diklat Keahlian sebanyak 2 Angkatan. ANRI tidak memiliki kegiatan yang menjadi prioritas nasional.C.Terlaksananya Bantuan Beasiswa sebanyak 77 orang. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 13 . 2. Pilkada dan terselamatkan arsip yang rusak akibat bencana.Terlaksananya Program Dana Dekonsentrasi Bidang Kearsipan pada 31 Provinsi.Tersedianya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis.Terlaksananya akuisisi arsip Pemilu. . Kegiatan Prioritas Nasional Untuk tahun 2008 dan 2009.Terlaksananya Kursus/Training Dalam sebanyak 232 orang dan Luar Negeri sebanyak 14 orang. . Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan .1 Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2008 sebagai berikut : a. Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga 2.

. . 14 . . Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara ..Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada pada 2 intansi lokal. .Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis TIK pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.Terlaksananya supervisi pada 20 instansi pusat dan 16 instansi pemerintah daerah. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan .Terlaksananya Penyerahan Citra Daerah sebanyak 6 Provinsi dan Citra Nusantara.Terlaksananya Survey Nasional tentang Pentingnya Arsip bagi Masyarakat. d.Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 lantai. .Naskah RUU Kearsipan sudah dapat dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat dan disahkan menjadi Undang-undang. Gedung Penunjang/Gudang Barang Inventaris. . Pembuatan Diorama tentang Sejarah Perjalanan Bangsa.Terlaksananya akreditasi pada 2 lembaga kearsipan dan 3 unit kearsipan serta tersertifikasinya 50 arsiparis.Tersedianya rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014.Terselengaranya Seminar dan Pameran Kearsipan 100 Tahun Kebangkitan Nasional. 6 provinsi/kab/kota sebanyak 8 boks.Tersedianya Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis TIK.2 Perkiraan Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2009 sebagai berikut : a. 2. . . Delapan Dasa Warsa Sumpah Pemuda dan Wawasan Kebangsaan. .Disusunnya Peraturan tentang Pengelolaan Arsip Dinamis.

Terselenggaranya Diklat pimpinan II-IV sebanyak 12 orang. . Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur . .. c.Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Daerah Provinsi Bangka Belitung. .Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan pada 29 provinsi. b.Terselenggaranya 50 orang.Terlaksananya Kursus/Training Dalam Negeri sebanyak 457 orang dan Luar Negeri sebanyak 5 orang.Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu 2009 pada 5 instansi pusat. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik . S1.Terlaksananya daerah provinsi. . .Terlaksananya Pembangunan Gedung P (Pengolahan Arsip) 8 lantai. d. 4 provinsi.Terlaksananya digitalisasi reformating arsip statis. dan Irian Jaya Barat. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara .Pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. dan 5 kab/kota sebanyak 10 boks. . dan Rehabilitas Gedung B. . .Terlaksananya bantuan beasiswa bagi program D4. .Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. dan S3 sebanyak 100 orang. Gorontalo. bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 Diklat fungsional arsiparis tingkat Keterampilan sebanyak 75 orang dan tingkat Keahlian sebanyak 15 .Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 lembaga kearsipan Daerah Provinsi. Sulawesi Barat. S2.

4) Belum optimalnya peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. . potensi. 5) Masih rendahnya kualitas pelayanan publik khususnya dalam bidang kearsipan di tingkat daerah sebagai akibat belum optimalnya penggunaaan teknologi informasi dalam pemberian layanan arsip. potensi. 2) Pengelolaan arsip statis pada lembaga kearsipan di tingkat daerah belum dapat berjalan optimal. prosedur. standar. peluang dan tantangan jangka menengah yang harus dihadapi dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia serta tercapainya fokus prioritas pembangunan kearsipan tahun 2010-2014 yaitu mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi.. Pengadaan Runing Text. maka permasalahan.Pengadaan CCTV. peluang dan tantangan Arsip Nasional Republik Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut : A.Implementasi JIKN pada Pemerintah daerah Provinsi. 3) Belum optimalnya sinergisitas antara lembaga kearsipan dengan dunia pendidikan khususnya pendidikan tingkat dasar (SD-SMP) dan menengah (SMA) dalam hal pemasyarakatan kearsipan. Alat Visualisasi Kearsipan. 1. Potensi dan Permasalahan Dengan berbagai kemajuan pembangunan kearsipan yang telah dicapai pada tahun 2008 dan perkiraan pencapaian tahun 2009. dan kriteria dalam penyelenggaraan kearsipan secara nasional. hal ini disebabkan oleh minimnya anggaran dan juga rendahnya kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. 6) Belum optimalnya program penanggulangan penyelamatan arsip pasca bencana sebagai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang 16 .Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi pada 12 Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.2. . permasalahan. Permasalahan 1) Belum lengkapnya norma.

17 . karena baru diundangkan pada tanggal 23 Oktober 2009. sebagai contoh : penyelamatan arsip pasca Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Jawa Timur dan Jawa Tengah.penanggulangan bencana. pembangunan diorama sejarah perjalanan bangsa. 7) Belum optimalnya digitalisasi reformating arsip statis. yang disebabkan terbatasnya SDM. dan pameran arsip. Kekuatan 1) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang merupakan landasan operasional pembangunan kearsipan. 2) Setiap penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan kehidupan kebangsaan pasti menghasilkan arsip. karena arsip merupakan bahan bukti yang autentik dan reliable dalam pelaksanaan kegiatan. dan arsip pasca bencana akan terus dilakukan. gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 8) Belum lengkapnya peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menjalin kerjasama (MoU) dengan beberapa universitas negeri dan akan terus mengembangkan dengan universitas lainnya di Indonesia dalam pembentukan Arsip Universitas (University Archives). pilkada. 3) Arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. Citra Daerah dan Citra Nusantara. 5) Dalam rangka ikut berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa. jebolnya tanggul Situ Gintung. Sebagai contoh arsip teks proklamasi hanya ada di Arsip Nasional Republik Indonesia dan tidak terdapat di tempat lain. program pemberian mobil layanan masyarakat sadar arsip pada lembaga kearsipan provinsi. anggaran. 6) Upaya pemasyarakatan arsip terus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan melalui : Arsip masuk desa. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu. B. dan gempa Sumatera Barat. dan peralatan pendukung. seperti yang telah dilakukan pada beberapa daerah yang terkena bencana . 9) Belum memadainya sarana dan prasarana kearsipan dalam rangka mendukung pembangunan kearsipan. banjir di Sumatera. 4) Arsip bersifat unik yang mengandung pengertian bahwa koleksi arsip tidak terdapat di tempat lain.

3) Lahirnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Kebebasan Informasi Publik. Peluang 1) Globalisasi teknologi dan informasi menuntut sistem informasi kearsipan berbasis TIK berkesinambungan. 10) Peningkatan kualitas SDM melalui pemberian beasiswa D4. S2. semakin mengukuhkan peranan/arti penting arsip dalam penyelenggaraan administrasi kepemerintahan dan pembangunan.8) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Dinamis (SIKS dan SIKD) pada di pusat dan daerah serta pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). C. pemilihan kepala daerah secara langsung dan masih banyak lagi proses politik maupun kenegaraan yang kesemuanya itu terekam dalam arsip. 9) Ruang layanan publik yang dapat membantu dan melayani masyarakat akan kebutuhan arsip yang dilengkapi sarana dan prasarana JIKN. telah membawa dampak pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang semula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. S1. 2) Penerapan Otonomi daerah yang ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. 5) Dengan semakin matangnya proses berkehidupan yang demokratis membuka peluang untuk meluruskan sejarah bangsa Indonesia dengan lebih obyektif melalui informasi yang terekam dalam arsip. yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 4) Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good penerapan dan pengkajian secara terus-menerus dan Governance) sangat diperlukan transparansi dan akuntabilitas kinerja dari aparatur pemerintah yang ditandai dengan ketersediaan arsip yang autentik dan reliable. Semua proses otonomi daerah mulai dari likuidasi instansi vertikal di daerah yang berimplikasi pada perubahan struktur dan format kelembagaan. 18 . dan S3 kearsipan baik di dalam dan luar negeri.

7) Minat untuk menjadi pejabat fungsional arsiparis semakin menurun dikarenakan tunjangan arsiparis relatif kecil dan batas usia pensiun pada arsiparis tingkat ahli masih 56 tahun dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawabnya terhadap pengamanan arsip yang dilaksanakan oleh seorang arsiparis. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 3031 orang dan 19 . 3) Apresiasi pemerintah relatif masih kecil terhadap pengembangan kearsipan. Tantangan 1) Rendahnya kesadaran akan pentingnya pengeloaan arsip oleh lembagalembaga negara. Pada tahun 2006 jumlah arsiparis sebanyak 3431 orang. D. 6) Otonomi daerah membawa implikasi pada penggabungan lembaga kearsipan dan perpustakaan di daerah provinsi sebagai wujud perampingan organisasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 2007 tentang organisasi perangkat daerah. sangat diperlukan arsip sebagai alat bukti yang sah. swasta maupun perorangan akan membawa dampak buruk pada sistem penataan dan penyimpanan arsip. hal ini dapat kita lihat dari data yang tersaji dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir.6) Dalam rangka mencegah dan mengurangi maraknya kasus sengketa wilayah perbatasan dan kooptasi pulau-pulau terluar oleh negara tetangga Indonesia. badan-badan pemerintahan. 2) Rendahnya kesadaran lembaga-lembaga negara. badan-badan pemerintahan. 7) Semakin meningkatnya jasa kearsipan dalam usaha pembenahan dan penyimpanan arsip pada instansi pemerintah dan swasta di pusat dan daerah dalam rangka peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kecenderungan Tahun tersebut menyebabkan perhatian terhadap pembangunan kearsipan relatif lebih kecil dibandingkan dengan pembangunan perpustakaan. hal ini ditandai dengan dukungan anggaran yang belum memadai terhadap lembaga kearsipan baik di tingkat pusat maupun daerah. 5) Belum semua instansi kabupaten/kota mempunyai lembaga kearsipan sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah. 4) Belum semua instansi pemerintah di tingkat pusat mempunyai unit kearsipan yang berfungsi mengelola arsip. swasta maupun perorangan dalam menyerahkan arsip statisnya kepada Arsip Nasional Republik Indonesia.

Pada tahun 2007 jumlah arsiparis sebanyak 3177 orang.arsiparis ahli sebanyak 400 orang. (Sumber: Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan). 20 . dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2798 orang dan arsiparis ahli sebanyak 486 orang. sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 147 orang atau sebesar 4%. maka tahun 2007 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 254 orang atau sebesar 7%. Sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis sebanyak 3284 orang. Dari data yang tersaji tersebut dapat disimpulkan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 2006. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2719 orang dan arsiparis ahli sebanyak 458 orang.

SISTEMATIKA PENULISAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 Bab I PENDAHULUAN 1. Kondisi Umum 1.2. MISI.1.3 Tujuan 2.2. Potensi dan Permasalahan Bab II VISI.1. Arah Kebijakan dan Strategi ANRI Bab IV PENUTUP Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Rencana Strategis Tahun 2010-2014 Matrik Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 Matrik Pendanaan Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 21 . Arah Kebijakan dan Strategi Nasional 3.2 Misi 2.4 Sasaran Strategis Bab III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3. dan TUJUAN 2.1 Visi 2.

mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. MISI DAN TUJUAN ANRI 2. Melalui arsip kita dapat mengetahui keberhasilan dan berbagai kegagalan yang harkat serta dialami bangsa ini mulai dari Sabang sampai Merauke.BAB II VISI. maka ANRI merumuskan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa”. nilai budaya. Dalam rangka mewujudkan kondisi tersebut. adil. Dalam arsip tertuang informasi yang mengandung bukti historis. ANRI sebagai lembaga yang mempunyai tugas pemerintahan di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. 22 . maju. Visi ini mengandung maksud bahwa arsip merupakan bukti dari dinamika perkembangan perjalanan bangsa. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Sejalan dengan agenda pembangunan tersebut di atas. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3.1 Visi Sebagaimana diamanatkan dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam rangka mendukung peran tersebut di atas. dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1. maka disusunlah Visi pembangunan nasional 2005-2025 yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri. dan terwujudnya wawasan kebangsaan yang dapat menjalin dan mempertautkan keanekaragaman daerah dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. maka tujuan pembangunan kearsipan yang akan dicapai adalah: 1. Memberdayakan arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja organisasi. 3. 2. Memberdayakan arsip sebagai alat bukti sah. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. organisasi 2. Melestarikan arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). pembangunan. kemasyarakatan.2. 2. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. 5. organisasi politik.3 Tujuan Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia. Memberikan akses arsip kepada publik untuk kepentingan pemerintahan.2 Misi Dalam mewujudkan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa” ditempuh melalui 5 (lima) Misi sebagai berikut : 1. dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan rakyat sesuai peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan demi kemaslahatan bangsa. perusahaan. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. penelitian. dan perseorangan. 4. lembaga pendidikan. 4. 5. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. pemerintah daerah. Memberdayakan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan. 23 . 3.

informasi. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. 8. provinsi. Sejalan dengan hal tersebut. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. Tersedianya kompetensi arsiparis dan pengelola arsip dan sejahtera. Target kinerja : 1.6. berbangsa. 7. sosial. 2. dan kabupaten/kota. maka pembangunan kearsipan 5 (lima) tahun ke depan diarahkan untuk mencapai 3 (tiga) Sasaran Strategis sebagai berikut : A. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Statis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. Tersedianya hasil kajian penyelenggaraan kearsipan yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. serta keamanan identitas dan jati diri sebagai bangsa. dan.4 Sasaran Strategis Fokus prioritas pembangunan kearsipan jangka menengah tahun 2010-2014 adalah mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi. pertahanan. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. kabupaten/kota. Target kinerja : 1. politik. menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat. 2. 24 yang profesional . dan bernegara. Mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. budaya. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. 3. B. provinsi.

6. 5. pembangunan. Terakreditasinya lembaga dan unit kearsipan serta tersertifikasinya arsiparis di pusat dan daerah. pengendalian program. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. Target kinerja : 1. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. telah ditetapkan sasaran pendukung sebagai berikut : Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. dan kabupaten/kota.2. Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) dan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya inventarisasi arsip yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. C. 4. 3. kabupaten/kota. Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah. 2. dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. penelitian. Sedangkan dalam rangka mendukung percepatan pencapaian ketiga Sasaran Strategis tersebut. 4. Terselamatkan dan terlestarikannya arsip/dokumen negara yang bernilai pertanggungjawaban nasional seperti arsip pemilu legislatif dan presiden serta pilkada. Tersedianya peraturan yang mengatur tentang mekanisme pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi SDM kearsipan. provinsi. provinsi. dan ilmu pengetahuan. 3. Target Kinerja : 25 . penataan. Terlaksananya bimbingan teknis kearsipan di lembaga negara/badan pemerintah pusat. pembinaan. administrasi. Tersedianya kebijakan nasional pembangunan kearsipan di pedesaan. Meningkatnya preservasi arsip demi terwujudnya pemeliharaan.

Berkurangnya jumlah temuan dalam pengawasan internal.1. 2. administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel serta tepat waktu. 3. 26 . 5. 4. Meningkatnya jumlah instansi/lembaga yang menggunakan jasa kearsipan. Meningkatnya jumlah peraturan kearsipan. Terwujudnya penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran. Terwujudnya kebijakan kearsipan nasional yang berupa Peraturan Pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

Peningkatan penghormatan. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014. Pemantapan pelaksanaan reformasi birokrasi. kolusi. 3. demokratis. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. dan berkeadilan maka telah ditetapkan 5 (lima) agenda utama Pembangunan Nasional Tahun 2010-2014 yaitu: 1. 3. 2. pemajuan. Peningkatan efektivitas peraturan perundang-undangan. 4. Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. 5.1. 6. Agenda I Agenda II Agenda III Agenda IV Agenda V : : : : : Pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Perbaikan tata kelola pemerintahan Penegakan pilar demokrasi Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi Pembangunan yang inklusif dan bermartabat Arah Kebijakan pembangunan di bidang hukum dan aparatur diarahkan pada tercapainya agenda II yaitu perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik. 2. Peningkatan kualitas pelayanan publik. bahwa arah Pembangunan Jangka Menengah ke dua (RPJMN ke2) Tahun 2010-2014 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. 7. dan nepotisme (KKN). Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia yang sejahtera. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. dengan strategi: 1.BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3. 27 . 5. 4. Peningkatan kinerja lembaga di bidang hukum. dan penegakan HAM.

Berkaitan dengan hal tersebut. 2. Pembinaan Kearsipan Pusat dengan output/keluaran terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (SIKD-TIK) yang termasuk dalam Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional.Dalam RPJMN 2010-2014 pembangunan kearsipan diarahkan guna mendukung tercapainya prioritas bidang Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik. dan kegiatan prioritas bidang pembangunan kearsipan dalam RPJMN tahun 2010-2014 dapat dilihat pada matrik berikut ini : dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik 28 . fokus prioritas. Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan. Peningkatan Layanan Hukum. dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI dengan output/keluaran tersusunnya Peraturan Pelaksanaan dari UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang termasuk Indonesia. Untuk lebih jelasnya mengenai uraian prioritas. khususnya pada Fokus Prioritas VI yaitu Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi. guna mempercepat terwujudnya prioritas dan fokus prioritas RPJMN 2010-2014 sebagaimana tersebut di atas maka telah ditetapkan 2 (dua) kegiatan prioritas Pembangunan Kearsipan sebagai berikut: 1.

2.5 s.29 2014 0. 1 Peningkatan layanan hukum.d.5 PROGRAM KEMENTE RIAN/ LEMBAGA TERKAIT Kemeneg.Jumlah instansi pusat (IP) yang sudah menerapkan SIKDTIK 1 Inpres 1 Inpres K) 1 Perka ANRI 52 Perka ANRI 30 K) K) Program Dukungan Manajemen dan Penyelengga raan Tugas Teknis Lainnya ANRI Program Penyelengga raan Kearsipan Nasional ANRI 7. Milyar ) VI.Jumlah PP 24 80 4 PP 7 PP K) .0 2 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) 10 ANRI 11. ANRI .5) Persentase Instansi Pemerintah yang dinilai akuntabel (%) . pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No.4 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 29 .43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Indeks Efektivitas Pemerinta han(dari skala -2.Jumlah Inpres .Jumlah Perka.MATRIK BAB VIII BUKU II RPJMN 2010-2014 RENCANA TINDAK PRORITAS BIDANG HUKUM DAN APARATUR BIDANG PEMBANGUNAN : HUKUM DAN APARATUR PRIORITAS BIDANG : Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik NO FOKUS PRIORITAS/ KEGIATAN PRIORITAS Fokus Prioritas 6: PENINGKATAN KAPASITAS DAN AKUNTABILITAS BIROKRASI SASARAN (Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) Meningkatnya kapasitas birokrasi dan akuntabilitas instansi pemerintah TARGET INDIKATOR 2010 -0. PAN TOTAL ALOKASI PRIORITAS 2010-2014 (Rp.

245 org 90% 90% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 6 Laporan 30 Laporan 8 Instansi 40 Instansi 30 . penatausahaan anggaran/barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya 12. Persentase penyelesaian SOP unit kerja 9. Persentase layanan di bidang hukum dan kerjasama yang tepat sasaran 6. Persentase ketersedian pedoman pengelolaan/data base arsip dinamis dan ketersedian program/daftar arsip vital serta ketepatan waktu pendistribusian surat/barang cetakan 13. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Jumlah laporan hasil pengawasan dan rekomendasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di bidang kearsipan 14. Persentase penyelesaian adminstrasi kepegawaian terkait dengan kenaikan pangkat dan usulan pensiun pegawai 10. Jumlah instansi/perusahaa 2010 100% TARGET 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 5. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 7. Persentase penempatan pegawai sesuai dengan kompeten 11. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja 8.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan INDIKATOR 1.RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA KEMENTERIAN/LEMBAGA : ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NO I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ANRI SASARAN Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. Jumlah pengunjung ANRI 4.3 MATRIK BUKU II RPJMN 2010-2014 20% 20% 2. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja 3.900 org 90% 37. Milyar ) 322. Persentase peningkatan kualitas pengelolaan.

Peningkatan layanan hukum.4 TOTAL ALOKASI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2010-2014 615. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 5% 25% 207. dan . dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. 1 Inpres. ANRI II PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ANRI III PROGRAM PENYELENGARAAN KEARSIPAN NASIONAL Meningkatnya efektifitas pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip .Jumlah Perka.Jumlah PP .0 100% 85. pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan.1 Inpres.Jumlah Inpres . Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) 4. · Pengelola-an Arsip Dinamis. Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN).4 PP tentang: · Sistem Kearsipan Nasional (SKN). dan · Penyusutan Arsip .43 Tahun 2009 tentang Kearsipan n yang memanfaatkan jasa kearsipan .2 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 31 .6 1. Persentase lembaga dan unit kearsipan yang sudah terakreditasi 2.1 Perka ANRI 100% 7 PP. 52 Perka ANRI 7. · Pengelola-an Arsip Statis. Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).3 5% 75% 5% 25% 80% 80% 2 angkatan diklat penciptaan Arsiparis - 750 peserta diklat teknis 1 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Jumlah instansi pusat dan Lembaga Kearsipan Pusat yang sudah menerapkan SIKD-TIK 10 instansi pusat 6 angkatan diklat penciptaan Arsiparis 1500 peserta diklat teknis 2250 peserta diklat teknis 30 instansi pusat 11. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu 3. Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai input penyempurnaan sistem kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 5.1.

dan perseorangan. berbangsa. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. 4. pertahanan. perusahaan. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kearsipan yaitu: 1. 2. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. pemerintah daerah. lembaga pendidikan. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. budaya. politik. dan bernegara. 6.3. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya maka telah dirumuskan 3 (tiga) sasaran strategis dan 1(satu) sasaran pendukung sebagai berikut : 32 . menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. serta keamanan sebagai identitas dan jati diri bangsa. sosial. dan 8.2. 7. 5. organisasi kemasyarakatan. menjamin keselamatan dan dalam keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban kehidupan bermasyarakat. 3. organisasi politik. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya.

baik pemerintah. 2. dan kegiatan sebagai berikut : A. maka telah ditetapkan strategi. program. administrasi. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. Strategi Untuk mencapai sasaran pertama sebagaimana tersebut di atas. pengendalian program. peluang dan tantangan. swasta. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Menghasilkan kajian kebijakan tentang Norma. 3. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. dan Kriteria (NSPK) kearsipan yang dapat menjadi pedoman implementasi bagi para perencana dan pengambil keputusan. kebijakan. dan kegiatan sebagai berikut : 1. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur sebagaimana tersebut di atas. informasi. Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan kearsipan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. Pedoman. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. Standar. maka ditetapkan strategi. maupun masyarakat. pembinaan. Mewujudkan negara. kebijakan. Pencapaian Sasaran Strategis Pertama Untuk mencapai sasaran pertama yaitu mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. 33 . program. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara.Sasaran Strategis : 1. kekuatan. informasi.

Kebijakan 1) 2) 3) 4) 5) Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan nasional. 2.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. Tujuan. Misi. 3. Strategi. Program Berdasarkan rumusan Visi. 5) Melaksanakan kegiatan secara optimal agar mampu memberikan outcome terbaik bagi lembaga sebagai salah satu bentuk keprofesionalan lembaga. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan jaringan informasi kearsipan nasional.1. Sasaran. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan teknologi kearsipan. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3. 3) Menciptakan dan mengembangkan paket teknologi dan model sistem informasi kearsipan sebagai salah satu kontribusi lembaga bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan kearsipan nasional.1 Tujuan 34 . 4) Mengembangkan diri sebagai pusat unggulan melalui diseminasi dan sosialisasi hasil kajian serta menciptakan jaringan dan peluang kerja sama.2) Mengembangkan kegiatan pengkajian dan pengembangan serta mendukung program pendidikan lanjutan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas.

1.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase menjadi NSPK.2. 2) Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK. (Prioritas K/L) 2) Pengkajian dan pengembangan norma dan standar kearsipan statis dalam rangka membangun sistem kearsipan sehingga terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). 3.2 Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif 3.1. (Prioritas K/L) 35 . 1) Pengkajian kearsipan dan dinamis pengembangan dalam rangka norma dan standar sistem membangun rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang kearsipan yang andal. 3. utuh dan menyeluruh.2 Sasaran 1) Tercapainya efektifitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis baik konvensional maupun elektronik.Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melalui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. 3. 2) Tercapainya sistem efektifitas pengkajian dan pengembangan statis baik informasi kearsipan dinamis dan konvensional maupun elektronik. sistematis.1 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Nasional.

2. 3. 3) Pengkajian dan pengelolaan arsip untuk aktivitas berbasis web di lingkungan pemerintahan. 5) Penambahan basis data arsip pilkada dan JIKN. 7) Pengkajian terhadap SDM kearsipan kearsipan dinamis. 6) Pengkajian lembaga kearsipan daerah dalam rangka meningkatkan standar pengelolaan arsip statis sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. 4) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis. 5) Pengkajian kelembagaan unit kearsipan dalam rangka mengembangkan standar unit kearsipan dalam mengelola arsip dinamis. 4) Pengelolaan isi portal JIKN. 7) Pengembangan pedoman ekstraksi informasi publik yang dikecualikan terkandung dalam arsip baik dalam format kertas maupun elektronik. di lembaga negara tingkat pusat dalam rangka mendukung penyelenggaraan 36 . 8) Pengkajian terhadap SDM kearsipan pada lembaga pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis terutama dalam menyelenggarakan JIKN. 6) Pengkajian dan pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN).3) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan dinamis. 2) Pengkajian dan pengembangan pengelolaan arsip elektronik.2 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 1) Pengkajian dan pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) .

Pencapaian Sasaran Strategis Kedua Untuk mencapai sasaran kedua yaitu Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme supervisi. 2. 3) 4) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Melaksanakan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. dan pengembangan teknologi Informasi 9) Penyelenggaraan Rakor JIKN. 5) Melaksanakan pengembangan jabatan fungsional arsiparis. peluang dan tantangan. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. 10)Penyusunan materi diseminasi khasanah arsip statis ANRI melalui internet. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. serta masyarakat luas. ketersediaan pedoman maupun instrumen pendukung supervisi yang 37 . Strategi Untuk mencapai sasaran kedua sebagaimana tersebut di atas. organisasi kemasyarakatan dan partai politik. 2) Melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah.8) Pengkajian Kearsipan. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. kekuatan. Melaksanakan akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan. kebijakan. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. B. program. dan kegiatan sebagai berikut : 1. maka ditetapkan strategi.

Sasaran. Strategi. 5) Mendorong peningkatan kualitas pejabat fungsional arsiparis melalui pelaksanaan diklat/kursus kearsipan. 3) Mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa melalui peningkatan kualitas kurikulum. Program Berdasarkan rumusan Visi. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta.lebih komprehensif dan peningkatan peran SDM secara partisipatif baik dari ANRI maupun dari instansi yang di supervisi. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme bimbingan dan konsultasi. 38 . maka ditetapkan program sebagai berikut : 3. peningkatan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait yang mempunyai otoritas mengeluarkan penilaian akreditasi maupun sertifikasi .1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. metodologi pengajaran serta kualitas pengajar. batas usia pensiun arsiparis 3. 4) Mendorong peningkatan kualitas akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan melalui ketersediaan pedoman dan instrumen pendukung penilaian akreditasi dan sertifikasi. Tujuan. Misi.1.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. 2) Mendorong peningkatan kualitas bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. upaya peningkatan tunjangan/kesejahteraan arsiparis dan sampai usia 60 tahun. ketersedian pedoman maupun instrumen pendukung bimbingan dan konsultasi yang lebih komprehensif.

3.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase lembaga/unit kearsipan yang telah terakreditasi.3. 4) Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai 5) Jumlah input penyempurnaan dan sistem kearsipan kearsipan bagi yang lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota. 3) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA). pemilihan arsiparis teladan tingkat 39 .1 Pelaksanaan Akreditasi dan Profesi kearsipan 1) Pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan.2. 3) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga kearsipan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 4) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan. 3) Pembinaan dan penilaian angka kredit arsiparis madya. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) 2) Bimbingan arsiparis dan tim penilai angka kredit arsiparis. 2) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 4) Penyelenggaraan nasional. 3.1. 2) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3.1. pendidikan pelatihan diselenggarakan.2 Sasaran 1) Terwujudnya pengelolaan arsip baik dinamis maupun statis yang efektif dan efisien di seluruh lembaga negara dan badan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

(Prioritas Bidang dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. (Prioritas K/L) Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi. Rakor Evaluasi bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. Rakor hasil bimbingan dan supervisi sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 40 . Penyelenggaraan konsultasi pertimbangan dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di lembaga negara dan badan pemerintah pusat.2 Pembinaan kearsipan Pusat 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi. 10) Penyelenggaraan Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Informasi.5) Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya. 4) 5) 6) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. dan Komunikasi (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. 3. 6) Fasilitasi kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI). 7) Penyempurnaan pedoman mekanisme kerja arsiparis. dan Komunikasi (SIKD-TIK). 2) 3) Informasi.2. 7) 8) 9) Penyelenggaraan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 8) Rakor dan sosialisasi pedoman umum penyelenggaraan akreditasi dan sertifikasi kearsipan. Penyelenggaraan pemilihan unit kearsipan teladan di instansi pemerintah pusat.

(Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota. Evaluasi kearsipan 7) 8) 9) penyelenggaraan di Pemerintah bimbingan Daerah dan konsultasi dan Provinsi Kabupaten/Kota.2. 13) Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan. 15) Konsultasi masyarakat. 14) Diseminasi dan sosialisasi Norma. Pedoman. 3.3. 10) Evaluasi Penyelenggaraan Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. (Prioritas K/L) Peningkatan masyarakat sadar arsip untuk provinsi dan kabupaten/kota. (Prioritas K/L) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Penyelenggaraan supervisi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.2.3 Pembinaan Kearsipan Daerah 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi 2) 3) 4) 5) 6) Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK).4 Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 1) Penyelenggaraan diklat penciptaan jabatan fungsional 41 arsiparis. 11) Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. Standar. 12) Penyelenggaraan rapat koordinasi kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi. Penyelenggaraan konsultasi pengelolaan arsip statis pasca otonomi daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) dan Bimbingan bagi pengelolaan arsip . dan Kriteria (NSPK) Kearsipan . (Prioritas K/L) Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa.

Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga Untuk mencapai sasaran ketiga yaitu mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. 10) Diskusi Ilmiah para pengajar/widyaiswara. dan kegiatan sebagai berikut : 1. 2) Membuat standar minimal pengolahan arsip (deskripsi arsip) dari seluruh jenis media arsip baik yang konvensional maupun media baru dan memanfaatkan diinginkan. 8) Pengembangan perpustakaan Pusdiklat Kearsipan. dan partai politik.(Prioritas K/L) 3) Penyelenggaraan diklat teknis kearsipan. 5) Pengembangan laboratorium sistem kearsipan. program. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Pelaksanaan analisis. 3) Memberdayakan dan mengupayakan aksesibilitas arsip kepada publik dengan tersedianya server storage arsip statis hasil alih media arsip 42 teknologi informasi sebagai alat bantu untuk memudahkan pengguna dalam mencari dan mengakses arsip statis yang . 9) Evaluasi pasca diklat.2) Penyelenggaraan diklat kearsipan melalui dana dekonsentrasi. program. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan. modul. perusahaan. 11) Melaksanakan kegiatan Tata Usaha Pusdiklat Kearsipan. maka ditetapkan strategi. 6) Penyusunan program diklat fungsional arsiparis. organisasi massa. Strategi Untuk mencapai sasaran ketiga sebagaimana tersebut di atas. pengkajian. kekuatan. 4) Penyusunan kearsipan. dan perumusan prakarsa strategi di bidang penyelamatan dan pelestarian arsip dan menyelenggarakan konsultasi dan koordinasi dalam rangka penyelamatan dan pelestarian arsip dengan lembaga negara/lembaga pemerintah. peluang dan tantangan. kebijakan. dan kurikulum diklat C. 7) Penciptaan visualisasi media belajar.

Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas kinerja termasuk kualitas hasil penyelamatan dan pelestarian arsip melalui analis kebijakan. sesuai standar dan prosedur yang berlaku. 43 . dalam rangka mempertahankan kondisi fisik arsip. guna melestarikan nilai guna arsip yang terkandung di dalamnya. 2. 3) Mendorong terwujudnya penyelamatan dan pelestarian arsip melalui alih media arsip sesuai skala prioritas dan mendorong terlaksananya pemeliharaan dan perawatan arsip secara baik dan benar.menjadi format digital yang memuat seluruh khasanah arsip statis yang tersimpan dan meningkatkan perawatan dan atau pemelihaaan arsip sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku. 2) Mempersiapkan sistem deskripsi untuk arsip elektronik sebagai persiapan kemungkinan penyerahan arsip elektronik agar dapat diakses oleh pengguna dan mendukung program Centre of Excellence sebagai wujud dari Memory of The World bagi ANRI dari khasanah arsip statis masa VOC yang rencananya dibuatkan sistem dan akan didigitalisasi sehingga dapat terhubung secara internasional. daerah dan nasional untuk sinkronisasi dan sinergi antara program dan anggaran. Dalam hal ini arsip VOC dalam 5 tahun mendatang sudah dibuatkan jalan masuknya baik dalam bentuk daftar arsip ataupun inventaris. pengkajian dan prakarsa strategi di bidang kearsipan dan peningkatan kualitas koordinasi pembangunan di tingkat pusat. 4) Meningkatkan promosi pemanfaatan arsip baik melalui penerbitan naskah sumber arsip maupun pameran arsip yang diselenggarakan untuk penyebaran informasi arsip kepada masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak baik di lingkungan ANRI maupun di luar lingkungan ANRI dalam mengembangkan pemanfaatan arsip. sementara sistem aplikasinya disiapkan oleh NAN Belanda. 4) Memenuhi standar pemanfaatan arsip kepada masyarakat dengan meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana pemanfaatan arsip yang diperlukan dan meningkatkan kemudahan akses pemanfaatan arsip kepada masyarakat.

3) Meningkatnya preservasi terwujudnya pemeliharaan.1. Tujuan.1. inventarisasi arsip.1. Sasaran. Strategi. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. dan arsip penilaian khasanah dan arsip akuisisi serta arsip untuk untuk menjamin terselamatkan dan terlestarikannya arsip demi generasi guide demi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. penataan dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. 44 . penelitian dan ilmu pengetahuan.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. Program Berdasarkan rumusan Visi.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Jumlah arsip yang diakuisisi. Misi.3. pembangunan. 3.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. 3. 2) Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya daftar arsip. 4) Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah. maka disusunlah program sebagai berikut : 3. 2) Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip.2 Sasaran 1) Meningkatnya memperkaya mendatang.

5) Jumlah guide arsip konvensional. 9) Penyelamatan arsip organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan. elektronik. kartografi. audio visual. kartografi. 9) Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan. (Prioritas K/L) 4) Pelacakan dan penelusuran arsip Supersemar.1 Penilaian dan Akuisisi Arsip 1) Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif tahun 2009. 6) Jumlah arsip rusak yang direstorasi. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip perbatasan wilayah dan batas negara. dan kearsitekturan yang dibuat. 6) Penyelamatan arsip partai politik peserta pemilu tahun 2009. 45 .2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. 7) Jumlah arsip yang dialihmedia/reproduksi. 4) Jumlah inventaris arsip konvensional.2. dan kearsitekturan yang dibuat. 10) Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan. 8) Penilaian dan Akuisisi arsip lembaga peradilan di Indonesia. 11) Perekaman para tokoh/pelaku sejarah pembentukan dan pemekaran wilayah serta konflik di daerah melalui wawancara sejarah lisan. 8) Jumlah hasil pengujian arsip dan bahan kearsipan. (Prioritas K/L) 3) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. 10) Penyelamatan arsip tokoh nasional/pelaku sejarah. 3.3) Jumlah daftar arsip konvensional.(Prioritas K/L) 2) Penilaian dan Akuisisi arsip Kabinet Indonesia Bersatu. dan kearsitekturan yang dibuat. audio visual. kartografi. elektronik. elektronik. audio visual. 5) Penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada.

3) Pendataan dan Inventarisasi arsip konvensional Setelah Tahun 1945.2 Pengolahan Arsip Statis 1) Pengolahan arsip konvensional VOC.3 Preservasi Kearsipan 1) 2) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. 14) Workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi. RMS.2. 15) Pengolahan arsip perseorangan yang diakuisisi. 10) Pengolahan arsip kearsitekturan. dan konflik lainnya. 3. 2) Pengolahan arsip konvensional Hindia Belanda. OPM. 15) Penelusuran dan penyelamatan arsip bangunan sejarah/bangunan negara Indonesia. 8) Pengolahan arsip microfilm. 13) Penyelamatan dan pelestarian arsip perusahaan/BUMN. (Prioritas K/L) Implementasi pengamanan arsip melalui sistem barcode. 12) Pengolahan dan ekspose arsip lembaga negara/badan pemerintah yang diakuisisi. 5) Pengolahan arsip film.2. 6) Pengolahan arsip video. 4) Pengolahan arsip foto. (Prioritas K/L) 46 . 13) Pengolahan arsip perusahaan yang diakuisisi. 11) Pengolahan arsip elektronik. 16) Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan data yang diolah 3. 16) Penelusuran jejak masyarakat Suriname yang telah kembali ke Indonesia.12) Wawancara sejarah lisan mengenai kembalinya GAM ke pangkuan ibu pertiwi. 14) Pengolahan arsip organisasi massa/organisasi politik yang diakuisisi. 7) Pengolahan arsip rekaman suara. 9) Pengolahan arsip peta (kartografi).

22) Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber.3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penataan arsip konvensional sesuai dengan nomor inventaris (registrasi arsip). 13) Alih media arsip film. 12) Restorasi arsip media baru. 16) Pembuatan microfilm negatif dan positif koleksi Hindia Belanda. 14) Alih media arsip foto. 21) Pengadaan peralatan alih media film dan microfilm. 17) Digitalisasi arsip statis(foto.2. peta. Penyimpanan dan penataan arsip microfilm. 19) Pengujian arsip dan bahan kearsipan. (Prioritas K/L) 3) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ”Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V”. 15) Alih media microfilm. 3. (Prioritas K/L) 47 . 11) Penataan kearsitekturan. dan pendataan arsip kartografi dan 10) Restorasi arsip konvensional. Pemyimpanan dan Penataan arsip film. Penyimpanan dan Penataan arsip video dan rekaman suara. Penyimpanan dan Penataan arsip konvensional. 18) Digitalisasi arsip video dan rekaman suara. dan kertas).4 Pemanfaatan Arsip 1) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Daerah”. Penyimpanan dan Penataan arsip foto. Penyimpanan arsip berdasarkan peta lokasi penyimpanan yang ditentukan sesuai standar penyimpanan. (Prioritas K/L) 2) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Nusantara jilid V”. 20) Fumigasi gedung depo arsip konvensional.

(Pengarusutamaan) D. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. 2) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh pada seluruh unit kerja dalam penyusunan laporan akuntabilitas kinerja ANRI. media baru. 3) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam pengelolaan administrasi keuangan secara transparan dan akuntabel. 10) Diseminasi dan sosialisasi informasi arsip statis. peluang dan tantangan. kekuatan. pengendalian program. 6) Pemeliharaan dan perawatan bahan perpustakaan. Penyelenggaraan Layanan arsip konvensional periode sebelum dan setelah 45. pembinaan. 7) 8) 9) Fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis. administrasi. dan kartografi. maka ditetapkan strategi. kebijakan. Pencapaian Sasaran Pendukung Untuk mencapai sasaran pendukung yaitu Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. 11) Pembuatan dan penyebarluasan brosur. Strategi Untuk mencapai sasaran pendukung sebagaimana tersebut di atas. 48 . Penyelenggaraan pameran kearsipan. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan. 12) Peningkatan kualitas pelayanan publik. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam perencanaan penyusunan anggaran yang berbasis kinerja. dan kegiatan sebagai berikut : 1. program.4) Penerbitan Naskah Sumber ”khasanah arsip ANRI” Seri: Citra Daerah (Prioritas K/L) 5) Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

5) 6) Peningkatan kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan. kearsipan. dan rumah tangga ANRI. Peningkatan kualitas pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. Meningkatkan luar negeri. Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam hal pengawasan internal terhadap pegelolaan APBN. Peningkatan kualitas penyusunan laporan kinerja ANRI. Peningkatan pengelolaan Indonesia. 7) 8) Peningkatan kualitas kompetensi SDM kearsipan dan layanan administrasi kepegawaian. 5) 6) Meningkatkan koordinasi dalam penyusunan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan. Peningkatan kualitas layanan pusat jasa kearsipan pada instansi pemerintah dan swasta. dan diklat teknis kearsipan baik di dalam maupun 7) 8) 9) Meningkatkan promosi layanan pusat jasa kearsipan secara terus menerus pada instansi pemerintah dan swasta. perlengkapan. hukum. Pemantapan harmonisasi peraturan perundang-undangan bidang kearsipan serta peningkatan kualitas dan kuantitas penyusunan produk hukum bidang kearsipan. keuangan. kualitas pembinaan administrasi Arsip keuangan dan perlengkapan/kekayaan Nasional Republik 49 . 2. S3. kehumasan. kepegawaian. Kebijakan 1) 2) 3) 4) Peningkatan kualitas perencanaan penyusunan program dan anggaran yang berbasis kinerja. S2.4) Meningkatkan pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan. Meningkatkan kualitas pusat jasa kearsipan dalam pembenahan arsip di instansi pemerintah maupun swasta. organisasi dan ketatalaksanan. kepegawaian maupun perlengkapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kualitas dan kompetensi SDM kearsipan melalui beasiswa S1.

Sasaran. Program Berdasarkan rumusan Visi. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan ANRI. Misi. 3. 3. Meningkatnya jumlah pegawai yang ditempatkan sesuai dengan keahliannya. 50 . maka disusunlah program sebagai berikut : 3. Strategi.2 Sasaran 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Terwujudnya pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan perencanaan program dan anggaran. Tujuan. Terwujudnya pelaksanaan urusan ketatausahaan.9) Peningkatan kualitas pengawasan secara efektif dan efisien terhadap pengelolaan keuangan negara di lingkungan ANRI.1. Terwujudnya pelayanan administrasi kepegawaian.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. Meningkatnya pemberitaan tentang kearsipan yang dimuat di media massa maupun elektronik. Meningkatnya jumlah temuan hasil pemeriksaan pengelolaan APBN ANRI yang ditindaklanjuti.1. Meningkatnya jumlah produk hukum kearsipan yang disahkan menjadi peraturan kearsipan. Meningkatnya jumlah pengelolaan adminstrasi keuangan yang baik dan tepat waktu.1 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik Indonesia 3.

Persentase informasi/pemberitaan bidang kearsipan yang disajikan melalui media massa maupun elektronik. Koordinasi Evaluasi dan Penyusunan Pelaporan. 13) Persentase temuan pengawasan/pemeriksaan/pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. kompetensi. Jumlah pengunjung ke Arsip Nasional Republik Indonesia. penatausahaan anggaran beserta pertanggungjawaban 10) Persentase penempatan pegawai yang sesuai dengan 3.2 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 1) Peningkatan Anggaran. 12) Persentase dan pelaporan. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan. Persentase penyelesaian SOP unit kerja. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran.1. 14) Jumlah instansi/perusahaan yang memanfaatkan jasa kearsipan. 11) Persentase ketepatan pelayanan pengurusan kepegawaian. 3.3 Indikator Kinerja Outcome 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu. Program dan Ketatausahaan 51 .10) Meningkatnya jumlah perusahaan dan instansi pemerintah yang menggunakan jasa kearsipan. peningkatan kualitas pengelolaan. Persentase penyelesaian peraturan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja.

Penyelenggaraan Rakernis Program dan Anggaran. televisi dan radio. 21) Sosialisasi kelembagaan ANRI melalui media cetak. 22) Pengelolaan/Pengembangan website ANRI.Pimpinan. Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI). 52 . (Prioritas K/L) Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ANRI. 12) Penyempurnaan Standar Biaya Khusus. 18) Penyusunan Executive Report. (Pengarusutamaan) 16) Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. 15) Penyusunan LAKIP ANRI. serta Hubungan Masyarakat di Lingkungan ANRI. 11) Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. 14) Penyusunan evaluasi program kinerja. 10) Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia. 20) Penyelesaian ketatausahaan pimpinan. Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. 1) 2) 3) 4) 5) Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. 13) Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang 6) 7) 8) 9) Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (Masterplan ANRI). Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 17) Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. 19) Evaluasi pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009.

sarjana. (Prioritas K/L) Penyusunan Kumpulan peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum (SJDIH). interaktif. 24) Peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting. 35) Promosi dan publikasi kearsipan. Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI. 2) Peningkatan Layanan Hukum.23) Penerbitan majalah kearsipan ANRI. (Prioritas K/L) 53 .D. 34) Pembuatan pusat informasi dan publikasi ANRI (media center). (Prioritas K/L) 6) Pemberian bantuan beasiswa diploma. 32) Safari Lembaga. 37) Pembuatan komputer interaktif. 1) 2) 3) 4) 5) Penyusunan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 27) Forum bakohumas. 33) Pembuatan C. 26) Optimalisasi keprotokolan. 29) Penyelenggaraan Temu Teknis di lingkungan unit eselon I. 36) Lomba karya tulis bidang kearsipan. 30) Pembuatan bahan publikasi booklet dan leaflet. 25) Penyelenggaraan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa. 38) Pembuatan data base penghubung antar lembaga. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Penyusunan naskah kerjasama pengembangan kearsipan dengan beberapa perguruan tinggi dalam negeri.(Prioritas Bidang) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan. 31) Revisi visual profil ANRI. Penyusunan SOP di lingkungan ANRI. dan pasca sarjana. 28) Penyusunan bahan hearing DPR.

(Pengarusutamaan) 27) Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. 19) Pengelolaan administrasi kenaikan pangkat dan gaji berkala. 54 . 15) Pendidikan dan pelatihan CPNS. 16) Pengelolaan tunjangan pengelolaan arsip statis. 11) Pembentukan peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan. (Pengarusutamaan) 21) Penyesuaian ijazah dan ujian dinas. 17) Pemeriksaan kesehatan resiko pekerjaan. 22) Penilaian angka kredit jabatan fungsional. 13) Penyempurnaan tata kerja dan struktur organisasi ANRI. penggunaan. 20) Penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. 10) Pembentukan peraturan tentang sistem administrasi negara dalam rangka memposisikan arsip. penataan. 28) Penyelenggaraan pelayanan dan pengelolaan administrasi pegawai. (Prioritas K/L) Pembentukan peraturan tentang standar pelayanan arsip. (Pengarusutamaan) 23) Penyusunan Penyempurnaan standar kompetensi jabatan struktural. penerimaan. 25) Diklat teknis kepegawaian. 12) Penyempurnaan penjabaran tugas dan fungsi organisasi ANRI. (Pengarusutamaan) 26) Pembinaan pegawai. 18) Penyelenggaraan fasilitas Poliklinik/obat-obatan. dan pengelolaan arsip. pemeliharaan.7) 8) 9) Training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri. (Pengarusutamaan) 14) Penyusunan mekanisme penyediaan informasi. Pembentukan peraturan yang mencakup materi tentang penciptaan. 24) Diklat pimpinan tingkat I-IV.

Honor pengelola APBN. Pembayaran langganan internet. 36) Penyuluhan hukum pegawai ANRI. 38) Penyelenggaraan kerjasama luar negeri. Pembayaran langganan daya dan jasa. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) Pengelolaan gaji. (Pengarusutamaan) 37) Penyelenggaraan Program legislasi ANRI. dan tunjangan. 39) Rakor Penyelesaian Mekanisme Kerja antar Unit di Lingkungan ANRI. 3) Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Anggaran serta pelayanan penunjang pelaksanaan tugas ANRI. 31) Penyusunan standar kompetensi jabatan fungsional umum. (Pengarusutamaan) 30) Penyempurnaan evaluasi jabatan di lingkungan ANRI. Pengadaan peralatan/perlengkapan kantor. (Pengarusutamaan) 33) Pencetakan Peraturan Kepala dan Keputusan Kepala ANRI tentang organisasi dan tata kerja ANRI dari tahun 1974 s. 2009. Pengadaan tubuh. Pengadaan pakaian dinas pegawai.d. 34) Penyebarluasan produk hukum. 35) Harmonisasi dan sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI. 55 makanan/minuman penambah daya tahan . Penerimaan dan pengiriman surat dinas. 40) Penyelenggaraan Seminar Kearsipan dan Kesehatan. Pengadaan keperluan kantor. 32) Penyusunan pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun. Pembayaran jasa keamanan dan kebersihan. Perawatan sarana gedung. Pengadaan peralatan rumah tangga. lembur.29) Penyelenggaraan uji kompetensi pejabat struktural. Pemeliharan dan perawatan gedung kantor. Perawatan kendaraan bermotor. honorarium.

Penyusunan Pedoman Arsip Vital.15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) 31) 32) 33) 34) 35) 36) 37) 38) 39) 40) 41) 42) 43) Operasional perkantoran. Penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa. Pengelolaan administrasi keuangan. Pengadaan bahan-bahan kearsipan. Implementasi SAPP. Pengelolaan perjalanan dinas pimpinan. Pendataan dan penataan arsip inaktif. pemeliharaan. dan penyelamatan bukti kepemilikan arsip. Penyusunan Pedoman Arsip Terjaga. Penyusunan Daftar Pencarian Arsip yang memiliki nilai guna Sejarah. Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Inventarisasi Arsip Terjaga. Pendistribusian barang non inventaris. Pencetakan agenda dan map. (Pengarusutamaan) Sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP. Pemutakhiran data BMN. Penyediaan basis data arsip aktif unit kerja di lingkungan ANRI Penyusunan Petunjuk Teknis Pengaksesan arsip dinamis dan JRA Substantif ANRI. Sistem akuntansi BMN. Peningkatan kapasitas basis data arsip inaktif ANRI. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan BMN. Pendistribusian barang inventarisasi. Pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan. Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Pembuatan laboratorium sistem kearsipan. 56 . Inventarisasi BMN. Pengamanan. Pengembangan sistem informasi perjalanan dinas. Penyusunan prosedur tetap kerumahtanggaan.

dan Perawatan Arsip.(Pengarusutamaan) 10) Pelaksanaan pengisian laporan LHKPN bagi pejabat ANRI. serta penyimpanan arsip komersial. (Pengarusutamaan) 2) Monitoring/evaluasi pasca layanan jasa. (Pengarusutamaan) 5) Peningkatan Jasa Sistem dan Pembenahan.(Pengarusutamaan) Optimalisasi audit di ANRI. Evaluasi kegiatan di lingkungan ANRI. Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur ANRI. Pengamanan eksternal di lingkungan ANRI Penyelenggaraan Lomba Kearsipan di lingkungan ANRI.44) 45) 46) 47) 4) Penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI. pemeliharan dan perawatan. 4) Pelaksanaan jasa penataan. 1) Penjajagan kerjasama kearsipan dengan instansi pusat dan daerah. Penyimpanan. Pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi. Review laporan keuangan ANRI. Forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah. 3) Presentasi aplikasi pengelolaan dokumen/arsip inaktif berbasis Teknologi Informasi. 57 . Pengamanan internal di lingkungan ANRI. Penilaian angka kredit jabatan fungsional auditor. (Pengarusutamaan) 11) Pelaksanaan tindak lanjut pengaduan masyarakat. Penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon IIII. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pengawasan internal ANRI. Pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah.

3.3. 2) Pembangunan gedung pengolahan arsip 8 lantai keperluan transit arsip. Lembaga.4. 5) Peningkatan/pengadaan sarana dan prasarana kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor. 6) Rehabilitasi jaringan listrik. dan pemusnahan arsip (lanjutan) Tahap IV. Sarana dan E. 3. fumigasi arsip.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran kegiatan yang bersifat fisik berupa pembangunan/rehabilitasi dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan internal Arsip Nasional Republik Indonesia. 4) Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum 58 . 3) Pelaksanaan Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.1 Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Prasarana. 1) Pembangunan gedung kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.3 Indikator Kinerja Outcome Persentase pemenuhan sarana dan sarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan. dan Pemerintah daerah.3. 3.3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia 3. 3. Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia Dalam rangka mempercepat tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) maka perlu dilakukan reformasi birokrasi di seluruh Kementerian. pemilahan (sortir) arsip.2 Sasaran Meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan.3.4 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 3. hal ini sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/15/M.

Pada hakekatnya Reformasi Birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang menyangkut 3 (tiga) aspek penting yaitu : 1. Sumber daya Manusia dan Struktur organisasi di Arsip Nasional Republik Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini juga sedang melakukan upaya reformasi pada 3 (tiga) aspek tersebut dan juga struktur organisasi ANRI sebagai bagian dari kebijakan ANRI dalam mencapai Visi. 3) Telah selesai dilakukan redefinisi. dan sosialisasi Visi. Sumber Daya Manusia Aparatur Selaras dengan hal tersebut di atas. Kelembagaan Reformasi bidang kelembagaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Tersedianya organisasi. Misi dan Strategi ANRI. dan Tujuan. Untuk lebih jelasnya uraian mengenai perkembangan penataan kelembagaan.Reformasi Birokrasi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Ketatalaksanaan (business process) 3. sedang dalam analisa beban kerja.B. Ketatalaksanaan. Kelembagaan (organisasi) 2. 4) Tersedianya dokumen rencana kerja pelaksanaan kegiatan restrukturisasi serta rumusan disain dan struktur ANRI yang telah dilakukan right sizing. implementasi. 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan dokumen arah reformasi birokrasi di ANRI (cetak biru R. 2. Misi.). Ketatalaksanaan Reformasi bidang ketatalaksanaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 59 proses penyusunan dokumen daftar perundang-undangan mengenai keberadaan .

1) Telah selesai dilakukan penyusunan 5 program percepatan (Quick Wins) ANRI yaitu Pelayanan Masyarakat untuk peningkatan apresiasi kearsipan melalui layanan diorama ”sejarah perjalanan bangsa”. 7) Tersedianya dokumen desain sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi. 11) Sedang dalam proses implementasi penyusunan regulasi baru. 8) Sedang direncanakan implementasi sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi termasuk penyediaan perangkat keras dan lunak. 9) Tersedianya dokumen analisa/pemetaan regulasi (aturan. evaluasi jabatan dan sistem remunerasi. 6) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai). kebijakan. 4) Tersedianya dokumen model pengembangan elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). Sumber Daya Manusia Reformasi bidang sumber daya manusia di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan uraian pekerjaan untuk seluruh posisi. 60 . perundangan) organisasi yang berkaitan dengan reformasi birokrasi. 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan ANRI. Pemberian persetujuan jadwal retensi arsip (JRA). 5) Telah selesai dilaksanakan implementasi dan sosialisasi elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). Pemberian persetujuan pemusnahan arsip. Layanan arsip bagi pengguna (Reading Room). 10) Tersedianya dokumen usulan deregulasi dan penyusunan regulasi baru yang kondusif terhadap perubahan sistem yang dihasilkan proses reformasi birokrasi. profil kompetensi dan indeks kinerja utama. 3. Layanan internal pengelolaan administrasi keuangan. 3) Belum ada implementasi analisa jabatan.

penghargaan dan sangsi yang akan diberlakukan serta mekanisme pelaksanaan. 16) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas kode etik terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. 12) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan perumusan unit kerja kediklatan. adil dan akuntabel serta berdasarkan kompetensi. 10) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola rotasi. 7) Tersedianya dokumen analisa sistem pengadaan dan seleksi pegawai. 8) Tersedianya dokumen desain/model sistem pengadaan dan seleksi pegawai yang transparan. 9) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola pengembangan dan pelatihan yang berdasarkan kompetensi. 4) Sedang dimulai penyusunan dokumen implementasi assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. 13) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas aturan-aturan kepegawaian terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. hak dan kewajiban pegawai dan organisasi. transparan dan user friendly. 6) Telah dilaksanakan pelatihan keterampilan bagi pegawai baik sebagai penilai dan/atau yang dinilai dalam penilaian kinerja. 11) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola karir yang berbasis kompetensi dan kinerja. 15) Sedang dimulai penyusunan dokumen rancangan sistem pengawasan yang mencakup rekomendasi perbaikan/perubahan yang dibutuhkan. mutasi dan promosi berbasis kompetensi dan kinerja. 5) Sedang dimulai penyusunan dokumen desain/model sistem penilaian kinerja berdasarkan kompetensi. 14) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas tingkat kedisiplinan pegawai. 61 .2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan bobot atau peringkat jabatan serta sistem remunerasi. Hal ini menyangkut kejelasan kriteria. 3) Sedang dimulai penyusunan dokumen assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli.

Untuk itu ditetapkan indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang dikelompokan kedalam 3(tiga) kebijakan utama yaitu: (1) Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP. peningkatan tindak lanjut atas temuan hasil pemeriksaan. pelayanan publik yang berkualitas.evaluasi Kemudian ”Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing didasarkan visi.strategi dan analisis obyektif serta tugas dan fungsi.17) Sedang dimulai perumusan kode etik yang sesuai dengan kondisi terkini. menyusun dan melaksanakan rencana percepatan pelayanan peningkatan dan publik.penerapan pakta integritas bagi pejabat eselon I. serta kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi yang tinggi. penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan 62 . penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa. kualitas penilaian dalam pelayanan kinerja kepada rangka publik.misi.telah ditetapkan berbagai kebijakan nasional. upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penegakan peraturan mengenai disiplin pegawai. Selanjutnya. (2) Peningkatan kualitas pelayanan publik. peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya. Kebijakan nasional tersebut perlu dijabarkan dalam kebijakan yang lebih operasional pada tingkat Kementerian/Lembaga. Dalam rangka mencapai sasaran yang diharapkan. penerapan manajemen pengaduan yang efektif pada unit penyelenggara pelayanan publik. unit mendukung melaksanakan penyelenggaran tercapainya monitoring. dan III. tindak lanjut pengaduan masyarakat. mewajibkan pejabat untuk melaporkan LHKPN. menerapkan maklumat pelayanan untuk unit pelayanan publik. Di samping itu dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. (3) Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. Sedangkan dalam rangka mendukung tercapainya ”Peningkatan kualitas pelayanan publik” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penerapan standar pelayanan publik untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik.II. penerapan sistem pengendalian internal yang efektif. dalam rangka mendukung tercapainya ”peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN”.

3 Kepatuhan Mewajibkan % pejabat yang penyampaian pejabat telah Laporan Harta untuk melaporkan melaporkan LHKPN Kekayaan LHKPN Penyelenggara % pejabat yang Negara (LHKPN) telah melaporkan LHKPN 1.1 Penegakan Penegakan .2 Penerapan pakta Penerapan pakta % pejabat telah integritas bagi integritas bagi menandatangani pejabat pejabat Eselon I. penerapan manajemen kearsipan dan dokumentasi yang berbasis TIK.dan berbasis merit/kompetensi).2 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK MELALUI KEBIJAKAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA BESERTA INDIKATORNYA Isu/Kebijakan Kebijakan Indikator di Nasional instansi setiap instansi 1. dan pemerintah II.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sanksi 1. dan III melaksanakan pakta integritas 1. Sasaran 2014 KKN 100% 100% 100% 100% 100% 75% 100% 63 .6 Pengembangan Sistem Penerapan % pengadaan e-Procurement Nasional e-procurement menggunakan dalam pengadaan e-procurement barang dan jasa 1. Untuk lebih jelasnya mengenai indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang baik dapat dilihat tabel berikut ini: TABEL 1. penerapan dan pengembangan e-government.4 Kebijakan antikorupsi Mewajibkan Tersedianya sistem pelaporan pelaporan gratifikasi gratifikasi 1.7 Tindak lanjut hasil Peningkatan % temuan yang pemeriksaan BPK tindak lanjut atas ditindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan No.Tersedianya disiplin PNS di peraturan sistem seluruh instansi mengenai disiplin penegakan pemerintah PNS disiplin yang efektif . Peningkatan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas 1.5 Penyelenggaraan Sistem Penerapan sistem Tersedia dan Pengendalian Internal pengendalian terlaksananya Pemerintah (SPIP) internal yang sistem efektif pengendalian internal yang efektif 1. penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP).

No. 1.8

Isu/Kebijakan Nasional Akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara

1.9

Pengaduan masyarakat

Kebijakan instansi Peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya Tindaklanjut pengaduan masyarakat

Indikator di setiap instansi Opini BPK atas LK K/L

Sasaran 2014 WTP

- Tersedianya sistem pengaduan masyarakat yang efektif - % Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang disampaikan masyarakat % unit penyelenggara pelayanan publik yang sudah menerapkan Standar Pelayanan, maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang ditetapkan

100%

2. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 2.1 Penerapan Standar Pelayanan pada Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Penerapan Standar Pelayanan Publik maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik Menyusun rencana percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dan melaksanakannya sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pelayanan publik Melaksanakan monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja kepada unit penyelenggara pelayanan publik yang ada 100%

2.2

Percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik

100%

2.3

- Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik - % Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang mendapat penilaian baik 3. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi 3.1 Penataan kelembagaan instansi pemerintah Melakukan restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing di dasarkan visi, misi, strategi dan analisis obyektif, serta tupoksi % Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional, efektif, efisien

Pelaksanaan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja pelayanan publik

100% 90%

100%

64

No. 3.2

Isu/Kebijakan Nasional Penataan ketatalaksanaan instansi pemerintah

Kebijakan instansi Penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP Penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan dan berbasis merit/kompetensi)

3.3

Pemantapan manajemen SDM

kualitas

Indikator di setiap instansi % SOP telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana - Tersedianya sistem rekrutmen yang transparan - Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur - Tersedianya sistem promosi dan mutasi yang terbuka dan transparan - Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi - Tersedianya sistem penegakan kode etik yang efektif, disertai penerapan

Sasaran 2014 100%

100%

reward and punishment

3.4

Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Aparatur

Penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

% penerapan SAKIP (renstra, penilaian kinerja, kontrak kinerja, pengendalian, dan lain-lain)

100%

65

4.

Struktur Organisasi ANRI

66

Plt. profesionalisme. integritas. keberhasilan dalam implementasi renstra ANRI sangat ditentukan adanya upaya kerja keras. Saran dan sumbang pendapat yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati. Asichin 67 . Selain itu hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya efisiensi dan efektifitas kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak di lingkungan internal ANRI dan eksternal baik di tingkat nasional (antar instansi pemerintah. Renstra ini disusun dan ditetapkan untuk menjawab dan memfokuskan upaya ANRI dalam menghadapi tantangan pembangunan kearsipan yang semakin rumit dan komplek terutama perkembangan politik dan ketatanegaraan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. pelaksanaan. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia.BAB IV PENUTUP Dengan ridho dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. sehingga diharapkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. Disamping tersebut. M. sinergi dan harmoni dari segenap aparatur kearsipan di lingkungan ANRI. Renstra ANRI ini sebagai rencana jangka menengah yang masih bersifat umum. Renstra ANRI tahun 2010-2014 ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan. Di dalam pelaksanaannya Renstra ANRI selama kurun waktu 5 tahun ke depan. tidak akan mungkin terlepas dengan kondisi yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global sehingga pada waktunya diperlukan upaya-upaya penyempurnaan program maupun kegiatan. pemerintah daerah. Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Tahun 2010 -2014 dapat disusun. komitmen. swasta dan masyarakat) maupun internasional (multilateral. dan penilaian rencana hal pembangunan ANRI dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. dan dedikasi yang tinggi disertai dengan semangat kebersamaan. regional dan bilateral). sehingga diperlukan penjabaran secara teknis operasional setiap tahunnya sebagai upaya yang berkesinambungan dalam kurun waktu lima tahun.

431 1.000 510.000 5.526.109 2.030 124.732 12.000 2.000 18.926 9.325.867.595.415.110.398 18.000 2.000 1.308 5.469.396.943 395.375.207.891.000 129.843 68 .296.163 1.747.912.023 1.694.000 6.723 2.000 12.312 85.095 55.342 1.283.715.703 1.000 1.000 2.467.000 1.480 7.470.000 11.345.132.080 9.240 25.320 3.043 2.941.000 8.105.222 7.595.200 11.806.581 5.717.057.058.370.414.124 8.916.087. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PROGRAM/UNIT KERJA 2010 Program Dukungan Manajemen & Pelaksanaan Tugas Terkait Lainnya ANRI Biro Perencanaan Biro Hukum dan Kepegawaian Biro Umum Pusat Jasa Inspektorat Program Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur ANRI Biro Umum Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional Akreditasi dan Profesi Kearsipan Pembinaan Kearsipan Pusat Pembinaan Kearsipan Daerah Pusat Diklat Akuisisi Pengolahan Preservasi Pemanfaatan Pusjibang Siskar Pusjibang Sisinfokar Total program 61.517.952 31.435.612 1.773.550.166.054.000 6.955.312 206.604.756.200.837.555.043.073 38.600 131.645.370.325.000 45.107.TABEL REKAPITULASI ANGGARAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 NO I.189 15.500 3.438.147 1.646 2. 1 III.332 6.500 6.779.436.000 1.000 1.952 35.203 85.666 11.620 12.556 1.617.860.000 31.778.800 8.181.191.236.032. 1 2 3 4 5 II.416.904 ALOKASI ANGGARAN (DLM RIBUAN) 2011 57.601 7.987 8.261 5.275 235.327.572.990 6.000 12.963.177.930.800 31.888 31.860.096.602.526 42.000.636 9.142.728 615.598 104.007.163 2010-2014 323.000 5.661 38.520.408.188.000 770.750 3.647 40.320 61.025.500 19.000 2013 67.110.094.294.000 8.000 2.316 9.000 50.510 2.593 5.074.007.739 46.500 2.093.553.655.000.548.406.000 2012 62.500 5.087.716.009.274.784.178.941 2.235.982 1.308 500.756.440.350.471.643 3.560 19.549.010.685 7.957 600.500 5.722 7.693.066.378 4.843 1.951 1.443.814 1.000 2.823.435.941.327 3.093.000 18.265.500 12.715.268 51.443 2.500 125.353 900.745.514 1.546 4.887 TOTAL ANGGARAN PROGRAM/KEGIATAN (DLM RIBUAN) 2014 74.594 5.417.032.590.800 11.560 42.550.000.

Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya Efektifitas 4.TARGET PEMBANGUNAN UNTUK TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 5% 10% 2011 (5) 15% 2012 (6) 20% 2013 (7) 25% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1. Persentase hasil Penyelenggaraan Sistem rekomendasi evaluasi Kearsipan di Lembaga yang digunakan Kearsipan Daerah sebagai input Provinsi dan penyempurnaan sistem Kabupaten/Kota kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/ Kota 5% 10% 15% 20% 25% 5% 10% 15% 20% 25% 80% 80% 80% 80% 80% 69 . Persentase lembaga Pengelolaan Arsip Baik dan unit kearsipan Dinamis maupun Statis yang sudah yang Efektif dan Efisien terakreditasi di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya Efektifitas 2. Persentase lembaga Penyelenggaraan Sistem Negara dan badan Kearsipan di Lembaga pemerintah pusat yang Negara dan Badan memiliki pedoman Pemerintah Pusat kearsipan secara terpadu 3.

Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 2011 (5)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis 2012 2013 2014 (8)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN 1. dan 230 diakreditasi dan arsiparis (Prioritas K/L) disertifikasi . (2) (3) (4) Terwujudnya Efektifitas 5. Jumlah pendidikan dan  2 Angkatan Penyelenggaraan pelatihan yang Diklat Pendidikan dan Pelatihan diselenggarakan Penciptaan Kearsipan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis Terlaksananya akreditasi .% Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan.% Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik (Pengarusutamaan) (6) (7)  6 Angkatan  6 Angkatan Diklat Diklat Penciptaan Penciptaan Arsiparis Arsiparis  750 Peserta  750 Peserta Diklat Teknis Diklat Teknis 30 lembaga/ 30 lembaga/ unit kearsipan unit kearsipan dan 230 dan 230 arsiparis arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan 100% 100% 90% 70 .Jumlah lembaga/unit 30 lembaga/ dan sertifikasi unit kearsipan dan SDM lembaga/unit kearsipan kearsipan kearsipan yang dan SDM kearsipan.maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) .

Jumlah peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan 80 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT 1. 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 7. (3) (4) Jumlah peserta bimbingan  4 Instansi arsiparis dan tim penilai Pusat Angka Kredit Arsiparis  5 Instansi Daerah Jumlah arsiparis yang  100 orang dinilai angka kreditnya Arsiparis  2 Kali Penilaian Jumlah peserta pemilihan 60 orang arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi 70 orang peraturan Menpan tentang jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah Pertemuan munas 1 Kali kegiatan asosiasi arsiparis Pertemuan Indonesia (AAI) Jumlah pedoman 1 Pedoman mekanisme kerja arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. - - - - 8. 4. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan INDIKATOR 2010 2011 (5)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 100 orang 2012 (6)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2013 (7)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2014 (8)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 3. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan Sertifikasi Kearsipan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2. - 100 orang 100 orang 100 orang 6. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional. 10 Instansi Jumlah instansi pusat yang sudah menerapkan Pusat SIKD-TIK (Pengarusutamaan) 15 Instansi Pusat 20 Instansi Pusat 25 Instansi Pusat 30 Instansi Pusat Direktorat Kearsipan Pusat 71 .

Jumlah Instansi pusat 9 Instansi yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan Jumlah peserta Rakor evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 5.pertimbangan. (Prioritas Bidang) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Komunikasi (SIKDTIK). Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Konsultasi. Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Jumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang dibina - 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 3. 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 6. - 7 PT 9 PT 11 PT 13 PT 4. dan Persetujuan jadwal retensi arsip ( JRA) 4 instansi 8 Instansi 10 Instansi 12 Instansi 14 Instansi 72 . Jumlah instansi yang mendapatkan Konsultasi . dan Persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah pusat. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis TIK (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2. Pertimbangan.

(Prioritas K/L) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. KEARSIPAN DAERAH Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 100 orang 12 Provinsi 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota Direktorat Kearsipan Daerah 2. PEMBINAAN 1. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 9. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) Jumlah instansi pusat yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 2010 (4) 6 Instansi 2011 (5) 10 Instansi 2012 (6) 10 Instansi 2013 (7) 10 Instansi 2014 (8) 10 Instansi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8. 2 Provinsi 32 Provinsi 32 Provinsi 10 Provinsi dan 10 Kab./Kota 73 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK). Jumlah unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 10./Kota 10 Provinsi dan 10 Kab.

/Kota 8. (Prioritas K/L) 4. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip (Prioritas K/L) 5. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Provinsi dan Kab./Kota 6./Kota 9. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di INDIKATOR 2010 2011 2012 (6) 21 Kab/Kota 2013 (7) 21 Kab/Kota 2014 (8) 21 Kab/Kota (3) (4) (5) Jumlah Kab/Kota yang 22 Kab/Kota 21 Kab/Kota memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah Provinsi yang 16 Provinsi mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang 11 Kab/kota 10 Kab/kota mendapatkan Bimkos kearsipan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - - - 10 Kab/kota 10 Kab/kota 10 Kab/kota Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan 10 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota - 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 74 . Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 3. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Arsip Masuk Desa. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab./Kota. 10./Kota 7.

dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat Terlaksananya Diklat Penciptaan Jabatan Fungsional Arsiparis. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125 orang 150 orang 175 orang 200 orang PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN 1. Jumlah laporan monitoring dan evaluasi Arsip Masuk Desa Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 12. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 13. . (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 11.Jumlah Angkatan . Pedoman.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan Bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Norma. - 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 14.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 3 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 100% Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 75 . Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. Standar. - 15./Kota.

TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Diklat Kearsipan Melaui Dana Dekonsentrasi. 4. 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 76 . (Prioritas K/L) Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan Terlaksananya Penyusunan Kurikulum dan modul Diklat Kearsipan Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 32 Provinsi 2012 (6) 32 Provinsi 2013 (7) 32 Provinsi 2014 (8) 32 Provinsi (3) (4) Jumlah provinsi penerima 32 Provinsi dana dekon UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3. Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah kurikulum dan modul diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan 545 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 5.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2.

Terlaksananya T.000 Rell  6.000 Roll Mikrofilm  3. Arsip.300  3. dan Guide yang kearsitekturan yang Dapat Dimanfaatkan dibuat 7 provinsi 50 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 20 kegiatan  36 Instansi  5 Daerah  10 Parpol 7 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  37 Instansi  17 Daerah  8 Parpol 10 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  39 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  19 Daerah  7 Parpol 15 Daftar/ Inventaris Deputi Bidang Konservasi Arsip  3.000 Roll  3. Jumlah daftar arsip Pengolahan Arsip Demi konvensional. audio Terwujudnya Daftar visual. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 9.300 Lembar  6.U. Jumlah rekomendasi untuk Menjamin penilaian yang Terselamatkan dan ditindaklanjuti Terlestarikannya Arsip pengakuisisian dan Demi Generasi pemusnahan arsip Mendatang Meningkatnya 3.300 Lembar  6.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. elektronik.000 Rell Film  3. Pusdiklat Kearsipan 1 INDIKATOR (3) Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah buku perpustakaan kearsipan yang dikembangkan 2010 (4) 3000 lbr 2011 (5) 3000 lbr 2012 (6) 3000 lbr 2013 (7) 3000 lbr 2014 (8) 3000 lbr UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 2 Jumlah provinsi yang dievaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat Meningkatnya Penilaian 1.300 Lembar  6.000 Rell Film  3. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 7. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 10.300 Lembar Lembar  6. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 8.000 Rell Film Film  3.000 Rell Film  3.000 Roll Mikrofilm Mikrofilm  3. Inventarisasi kartografi dan Arsip.000 Roll Mikrofilm 77 .000 Roll Mikrofilm  3. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara 11. Jumlah arsip yang dan Akuisisi Arsip diakuisisi untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta 2.

000 Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto 4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) untuk Kepentingan Publik INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 3 (4)  4. elektronik.500 dari Bahaya Kerusakan Lembar Arsip maupun  Peta: 100 Informasinya Lembar  Kertas: 500 (5) (6)  4.000 Lembar 3.000 Lembar  500 Rell  Foto : 2. kartografi dan  Arsip kearsitekturan yang Karto.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. dan dan kearsitekturan yang Kearsitektur dibuat an Meningkatnya 6.  Armedbar: 5 inv.300 Lembar  100 Rell  Foto : 2.  Armedbar: 5 inv.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv. audio  Armedbar: visual.:5 daftar - 3.  Armedbar: 4 inv. alih media/ reproduksi  Foto : dan Keamanan Arsip 2.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2. Jumlah guide arsip 1 guide konvensional.000  Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto  4.000 Kaset   Arkon Stl „45: 3 inv.000 Kaset  4. Jumlah  Arkon Stl inventaris/daftar arsip „45: 2 inv.  Arsip Karto.  Arsip Karto.  Arkon Sbl ‟45: 2 inv.000 Lembar 78 .000 Kaset Video Video 10. konvensional sebelum  Arkon Sbl 1945. Jumlah arsip rusak 3.000 Kaset  4.000 Lembar Negatif Foto  4.:5 daftar - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)  Arkon Stl ‟45:3 inv. setelah 1945.000 Kaset  Arkon Stl ‟45: 4 inv.:4 daftar 1 guide Arsip Kartografi dan Kearsitekturan  Arkon Stl „45: 3 inv. Kartografi kartografi.  Arsip Karto.000  10.000 Kaset  4.000 Kaset  Video Video  10.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2.300 Lembar 3.000 Kaset  4. Penataan.:5 daftar - (7) (8) 4. konvensional ‟45: 1 inv. 4 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. Jumlah arsip yang di  100 Rell Pemeliharaan. audio Arsip visual.000  10.:4 dibuat daftar 5.  Armedbar: 4 inv.000 Kaset 4. elektronik.000 Kaset Video  10.  Arsip Karto.300 Preservasi Arsip Demi yang direstorasi Lembar Terwujudnya 7.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1.  Arkon Sbl ‟45: 3 inv.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 500 Lembar  Video: 200 3.

Pembangunan. Jumlah laporan hasil 2 Laporan 4 Laporan pengujian arsip/protap 1 Protap dan bahan kearsipan 9. 3.(Prioritas K/L) Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu. Terlaksananya Penyelamatan dan (4) (5) Lembar Kaset  Video:  Audio : 300 200 Kaset Kaset  Audio : 300 Kaset 8. Jumlah naskah sumber 6 Naskah 7 Naskah arsip yang diterbitkan 10. Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar. 4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 4 PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 1. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara Mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009. 2. Jumlah pameran arsip 5 Pameran 7 Pameran yang diselenggarakan (6) (7) (8)  Video: 200 Video: 200  Video: 200 Kaset Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset Kaset 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 1 KPU pusat 7 Instansi dan 7 (KPUD) Instansi Provinsi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 6 Instansi (KPUD) Provinsi Direktorat Akuisisi Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 15 Instansi 13 Instansi 14 Instansi 14 Instansi 14 Instansi Jumlah tokoh/ pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 4 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 6 Tokoh 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 7 Daerah 79 .

5. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan Mengenai INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 10 Parpol 8 Parpol 7 Parpol 7 Parpol 7 Parpol Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Instansi 6 Instansi 7 Instansi 7 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 8 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan Jumlah tokoh/pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh 9 Tokoh 9 Tokoh 8 Tokoh 8 Tokoh - 7 Tokoh 9 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 3 Tokoh 3 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 80 . 8. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009. 6. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh/Pelaku Sejarah 10. Terlaksananya Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan dan Pemekaran Wilayah serta Konflik di Daerah Melalui Wawancara Sejarah Lisan 11. 7.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pelestarian Arsip Pilkada. 9. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia.

Terlaksananya Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia PENGOLAHAN ARSIP 1. Terlaksananya STATIS Pengolahan Arsip Konvensional VOC. Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangunan Negara Indonesia 15. OPM. Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN Sebagai Dampak Revitalisasi 14. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda. 2. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 6 Instansi 5 Instansi 5 Instansi 6 Instansi 6 Instansi Jumlah peserta workshop 50 Orang penyelamatan dan Peserta pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - - - - 10 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah daftar arsip yang diolah - 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 2 Daftar Direktorat Pengolahan Jumlah daftar arsip diolah 6 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 81 . 3. RMS dan Konfilk Lainnya 12. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN 13.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi.

Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video. 7. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm. Terlaksananya Pengolahan Arsip Elektronik. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Konvensional Setelah Tahun 1945. 12. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 82 . Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan. Terlaksananya Pengolahan Arsip Peta(Kartografi). 8. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 14. 11. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto. 6. 5. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2012 (6) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2013 (7) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2014 (8) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 3 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - 10. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 80 orang 13. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. 9. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film.

Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana.000 Berkas 10.000 Berkas Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata - 6.000 M‟ 27.000 record 180.000 Berkas 10.000 M‟ 27.000 Kaset 83 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Politik yang Diakuisisi. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 16.000 Berkas 10. Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip). Terlaksananya 6.000 M‟ 27. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penataan 3.000 record 200.000 Berkas 10.000 M‟ 3.000 Kaset 5.000 record PRESERVASI KEARSIPAN Jumlah daerah bencana yang arsipnya diselamatkan 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Direktorat Preservasi Jumlah arsip yang di barcode 10. Penyimpanan dan Penataan Arsip Video INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 2011 (5) 1 Daftar 2012 (6) 1 Daftar 2013 (7) 1 Daftar 2014 (8) 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah data yang dipelihara - 140.000 Kaset 5. 15.000 record 160.000 M‟ 6.000 M‟ 6. Terlaksananya 4.000 Reel 6.000 M‟ - 27.000 Reel 6.000 Reel 3.000 M‟ 6. (Prioritas K/L) Terlaksananya 2.000 Reel 6.000 Kaset 5. Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan Terlaksananya 5.000 Reel 6. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan Data yang Diolah 1.000 Kaset 5. Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode. Penyimpanan dan Penataan Arsip Film.

000 Roll 2011 (5) 2. 11.000 Roll Mikrofilm  4.000  2.000 Rell Film  3.000 Roll 2013 (7) 2.000 Rell Film  3.000 Kaset  6.000 Kaset  6.000 Roll UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8.000 Kaset Video  10.000 Rell Film  3.000 Rell Film  3.000 Lembar Negatif Foto  4. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) dan Rekaman Suara.000 Kaset Video  10. 10.000 Lembar 10. INDIKATOR (3) Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi 2010 (4) 2.000 Rell Film  3.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Roll 2014 (8) 2.000 Lembar 750 Lembar 10. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm.000 Roll Mikrofilm  4.000 Kaset 84 . Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto.000 Roll Mikrofilm  4.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Lembar Negatif Foto  4. Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan.000 Kaset Video  10.000 Kaset  6.000  2.000 Kaset Video  10.000 Kaset Video  10.000 Kaset  6. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional.000 Roll Mikrofilm  4. Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7.000 Lembar 10.000 Lembar Lembar Lembar Lembar Lembar  900  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar Lembar Arsip Arsip Arsip Arsip Arsip Keraton Keraton Keraton Keraton Keraton 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar  6.000  2. Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru. 9.000 Lembar 10.000 Lembar 10.000  2.000 Roll Mikrofilm  4. 12. Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi  2.000 Roll 2012 (6) 2.

21.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian 15.8 M3  Foto : 2.000 Lembar  Video : 200  Video : 200 Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset  4 Laporan 4 Laporan pengujian pengujian  1 Unit Peralatan Pengujian 15. 16. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto. 14.500 Lembar Lembar  Peta : 100  Peta : 200 Lembar Lembar  Kertas : 500  Kertas : Lembar 1. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian  Foto : 2.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Alih Media Arsip Film. 15.500  Foto : 2. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto. Peta. dan Kertas). 2 Laporan 1 Protap 20.500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1.000 M3 1 Set Server 15.500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1.000 M3 1 Set Digital Film Scaner  Foto : 2.000 M3 15. (3) (4) Jumlah arsip film yang di 100 Reel alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia 4000 Lembar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah microfilm yang di 1500 Roll alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat Jumlah arsip statis yang didigitalisasi 300 Roll 500 Roll 500 Roll 500 Roll 17. didigitalisasi Terlaksananya Pengujian Jumlah laporan hasil arsip dan bahan pengujian arsip/protap kearsipan. INDIKATOR 2010 2011 (5) 100 Reel 2012 (6) 500 Reel 2013 (7) 500 Reel 2014 (8) 500 Reel 13. Terlaksananya Alih Media Microfilm.000 M3 - Jumlah alat/peralatan alih 1 Paket alat media film dan microfilm penyambung Mikrofilm 2 Paket 85 . - 18. - 19. Terlaksananya Jumlah arsip video dan Digitalisasi Arsip Video rekaman suara yang dan Rekaman Suara. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional.208. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm Luas gedung yang di fumigasi 14.

(Prioritas K/L) Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah . (Prioritas K/L) Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah Direktorat Pemanfaatan Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku Jumlah paket kegiatan operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) - - - - - 86 . (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V. PEMANFAATAN ARSIP 1. 4. 5. 2. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Citra Nusantara Jilid V. 3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 (4) peralatan alih media dan microfilm 4 Naskah 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 22. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber.

Media Baru. Jumlah brosur yang disebarluaskan .000 Arsip 65.626 Hal 4.626 Hal 4. 5 kali Pameran - 7 kali Pameran 7 kali Pameran 7 kali Pameran 1 Rakornas 1 Rakornas 1 Rakornas 7 kali Pameran 1 Rakornas 11.000 Arsip 65.626 Hal dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45. 10. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi 6 Perguruan Tinggi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 4. 1500 orang - 1600 orang 1700 orang 1800 orang 100% 87 .626 Hal 4.Jumlah tamu .000 Arsip 65.626 Hal 7.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan Terlaksananya Fasilitasi Teknik Pelayanan Pemanfaatan Arsip Statis Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45. dan Kartografi Terlaksananya Pameran Kearsipan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Informasi Arsip Statis Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 6.000 Arsip 65. (3) (4) Balai Arsip Tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jumlah buku langka yang 4.000 Arsip 9. 8 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 8.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 12. 65.

Utuh.hasil 2 Pedoman kajian. Persentase 70 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Jumlah pedoman. jurnal kearsipan 1 Hasil Kajian 1 Jurnal UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 70 % 75 % 80 % 80 % PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL 1. 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2. dan Menyeluruh. Sistematis.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan yang Andal. Jumlah pedoman dan hasil kajian 2 Pedoman 2 Hasil Kajian 1 Pedoman 2 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 88 . (Prioritas K/L) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 80 % 80 % 2012 (6) 80 % 2013 (7) 80 % 2014 (8) (3) (4) 1. Persentase 80 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system kearsipan dinamis dan statis yang akan menjadi NSPK 2.

Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 5.(Prioritas K/L). Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Nasional (JIKN). Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 4. Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 89 . Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 6. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam Rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan dalam Mengelola Arsip Dinamis. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Kearsipan Daerah dalam Rangka Meningkatkan Standar Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif dan Jati Diri Bangsa. 8. Kabupaten/Kota) untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama dalam Menyelenggarakan JIKN. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN Jumlah hasil kajian/ NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian Pusat dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 90 . Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi. 7. 11) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam Rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.

13) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 14) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 15) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada Pada JIKN 16) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 17) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstraksi Informasi Publik yang Dikecualikan yang Terkandung dalam Arsip Baik dalam Format Kertas maupun Elektronik INDIKATOR 2010 2011 2012 2013 2014 (3) (4) Jumlah hasil kajian/NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian 1 Hasil kajian - 1 Hasil kajian 1 NSPK 1 Hasil Kajian Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan isi basis data 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data Jumlah hasil kajian/NSPK 2 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Jumlah Pedoman 1 Pedoman - - - - 91 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 12) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik.

Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaan Kearsipan yang Dimuat bidang kearsipan yang di Media Massa maupun disajikan melalui Elektronik media massa maupun elektronik Terwujudnya 4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 18) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 20 % 20 % 20 % 20 % 20 % 100% 100% 100% 100% 100% 90% 90% 90% 90% 90% 92 . 19) Terlaksananya Rakornas JIKN 20) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI Melalui Internet 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian/NSPK 2010 (4) 2011 2012 2013 2014 (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 113 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 140 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 150 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 160 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 170 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2 3 1. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 3.

Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 7.682 orang 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 93 .penataus yang Baik dan Tepat ahaan anggaran/ Waktu barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 13. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 9. Persentase Pengelolaan peningkatan kualitas Administrasi Keuangan pengelolaan. Persentase Pegawai yang penempatan pegawai Ditempatkan Sesuai sesuai dengan Keahliannya kompetensi Terwujudnya Pelayanan 11. Persentase ketepatan Administrasi pelayanan Kepegawaian pengurusan pegawai Meningkatnya Jumlah 12. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 6. Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 8. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeriks Pemeriksaan aan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 100% 100% 100% 100% 100% 2900 orang 90% 4350 orang 90% 5525 orang 90% 9788 orang 90% 14. Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Meningkatnya Jumlah Produk Hukum Kearsipan Yang Disahkan Menjadi Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 100% 2011 (5) 100% 100% 2012 (6) 100% 2013 (7) 100% 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 5.

(Prioritas K/L) INDIKATOR (3) ditindaklanjuti 14. 1 buah iklan di 10 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 3 buah iklan di 5 stasiun TV dg 50 tayangan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) ANRI yang Ditindaklanjuti Meningkatnya Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Jasa Kearsipan Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. 2 buah iklan di 30 media cetak dengan 20 kali tayang 3 Dokumen 3 Dokumen Jumlah dokumen penetapan kinerja yang dihasilkan .3 buah iklan di 3 stasiun radio dng 100 tayangan 2. 2 buah iklan di 20 media cetak dengan 20 kali tayang 3 buah iklan di Biro 10 stasiun TV Perencanaan dg 50 tayangan.3 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. 2 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan. Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia. KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 1. EVALUASI DAN PELAPORAN. 2 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. 1 buah iklan di 5 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 1 Kali talkshow di TV dan Radio. 3. 3 buah iklan di 2 stasiun TV dng 100 tayangan. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Jumlah dokumen rencana 3 Dokumen kinerja tahunan yang dihasilkan 2 Kali talkshow di TV dan Radio.Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen - - - 1 Dokumen 94 .2 buah iklan di 10 stasiun radio dg 50 tayangan. 3 Kali talkshow di TV dan Radio. Terlaksananya Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia.2 buah iklan di 20 stasiun radio dg 50 tayangan. 4. Jumlah instansi/perusaha-an yang memanfaatkan jasa kearsipan Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 10 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN. 3 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan.

Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) (Renstra ANRI). Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia. Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 95 . INDIKATOR (3) Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan 2010 (4) 2011 (5) 1 Dokumen 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 6. Jumlah dokumen PO yang 1 Dokumen dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 10. Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 8. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI).PROGRAM/KEGIAT AN (1) 5. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Jumlah dokumen rencana 4 Dokumen anggaran yang dihasilkan 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 9. Jumlah pedoman yang dihasilkan - 1 Dokumen - 1 Dokumen - 7.

Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 11. .% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan 4 Laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 1 Laporan 100% 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah naskah dinas 6000 Berkas 6500 Berkas 1 Laporan 7000 Berkas 7250 Berkas 7500 Berkas 96 . Jumlah SBK yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 13. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. 17. 19. Terlaksananya Penyusunan Executive Report Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI 2004-2009 Terlaksananya Penyelesaian . 18. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus(SBK). Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI.Jumlah dokumen LAKIP ANRI 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 16. Jumlah HPS yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 14. 20. Jumlah laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 15. INDIKATOR (3) Jumlah sistem aplikasi 2010 (4) 1 Sistem 2011 (5) 1 Sistem 2012 (6) 1 Sistem 2013 (7) 1 Sistem 2014 (8) 1 Sistem UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12.

Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 22.1kali talk show di radio. 84 kali perekaman TV 300 Institusi 250 Kali Liputan.3kali talk show di radio. 24. Terlaksananya Forum Bakohumas.10 kali iklan di media cetak 1 Paket 30 Kali iklan di TV. Jumlah Pengelolaan/Pengembang an website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting 10 Kali siaran berita TV. 2kali talk show di TV.30 kali iklan di media cetak 50 Kali iklan di tv. dan Radio. 10 kali siaran berita Radio. 23.3kali talk show di radio. 72 kali 50 kali perekaman TV perekaman TV 150 Institusi 250 Institusi 220 Kali liputan. 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 97 . 1kali talk show di TV. 10 kali siaran berita.3 kali talk show di radio.1kali talk show di radio. 96 kali perekaman TV 350 Institusi 26. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI. 2 kali talk show di TV.40 kali iklan di media cetak 1 Paket 1 Paket 3 Kali 6 Kali 6 Kali 12 Kali 12 Kali 25. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak.20 kali Iklan di media cetak 1 Paket 40 Kali iklan di TV. liputan. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan. 20 kali siaran berita. 30 kali siaran berita. 40 kali siaran berita. Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas 152 Kali liputan.Televisi. 3 kali talk show di TV.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Ketatausahaan Pimpinan. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 21.5 kali berita di media cetak 1 Paket 20 Kali iklan di TV. 1kali talk show di TV. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa. 114 Kali 125 Kali 150 Kali 175 Kali 200 Kali 27. 36 kali perekaman TV 60 Institusi 180 Kali 200 Kali liputan. Terlaksananya Pengelolaan/Pengemba ngan Website ANRI.

1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 35.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 28. 1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali 5 Kali 98 . 31.000 Eks Booklet  1. 32.000 Eks Leaflet 1 Kali 5 Kali 1 Kali (6) (7) 5 Hearing DPR 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  8. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 38.000 Eks Booklet  1. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya penyusunan bahan hearing DPR Terlaksananya Temu Teknis di Lingkungan Unit Eselon I Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Booklet dan Leaflet Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI Terlaksananya Safari Lembaga Terlaksananya Pembuatan CD Interaktif Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (Media Center) Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga INDIKATOR 2010 2011 (5) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  7.000 Eks Leaflet 1 Kali 20 Kali 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29. Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 36. 30.000 Eks Booklet  1. Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 34. 33.000 Eks Leaflet 1 Kali 10 Kali 1 kali 2012 2013 2014 (8) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  10.751 Eks Booklet  1. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 37.500 Eks Booklet 1.000 Eks Leaflet 1 Kali 15 Kali 1 Kali 8 Kali Temu Teknis Eselon I  9.000 Eks Leaflet 1 Kali 25 Kali 1 Kali (3) (4) Jumlah hearing DPR yang 5 Hearing disusun DPR Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 8 Kali Temu Teknis Eselon I  4.

(Prioritas K/L) Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH . 700 Peraturan. DAN PENGELOLAAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN ANRI 1.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun . 50 referensi 50 referensi 50 referensi 50 referensi 30 SOP 30 SOP 30 SOP 35 SOP 100% 10 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 99 . 3. Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 500 Peraturan. Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan dengan beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PENINGKATAN LAYANAN HUKUM. PEMBINAAN ORGANISASI DAN KETATALAKSANAA N. 70 referensi 25 SOP 550 Peraturan. 600 Peraturan. 4. dan 1 Perka ANRI Perka ANRI UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian 2. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 1 3 PP dan 21 Inpres. 650 Peraturan. (Prioritas Bidang) INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 2011 2012 (6) 30 Perka ANRI 2013 (7) 2014 (8) - (4) (5) 4 PP. Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja. (Prioritas K/L) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah dan Pusat Serta Referensi Hukum. (Prioritas K/L) Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - 5.

Jumlah peraturan tentang penciptaan. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Standar Pelayanan Arsip. Penerimaan. Penataan dan Pengelolaaan Arsip. Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses - 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 100 . Terlaksananya Pembentukan Peraturan INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 55 Orang 2011 (5) 55 Orang 2012 (6) 55 Orang 2013 (7) 55 Orang 2014 (8) 55 Orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7. Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Sistem Administrasi Negara dalam Rangka Memposisikan Arsip.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 9. Pemeliharaan. (Prioritas K/L) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri.Sarjana dan Pascasarjana.pemeliharaan. Penataan dan pengelolaaan arsip - 2 Peraturan 1 Peraturan - - 10. Terlaksananya Pembentukan Peraturan yang mencakup Materi tentang Penciptaan. Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 195 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 8. Penggunaan. penerimaan. penggunaan. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemberian Bantuan Beasiswa Diploma. Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 1 PP 5 Perka - - 11.

% Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional. Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tentang Kriteria Arsip dan Proses Pembuatan Arsip yang Memenuhi Aspek Keabsahan. Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan pelatihan Pelatihan CPNS.Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI . CPNS Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan Tunjangan mendapat tunjangan Pengelolaan Arsip kompensasi sesuai nilai Statis. 15. Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI. 16. 14. INDIKATOR (3) pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12. Jumlah peraturan Kepala 1 Perka ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI 1 Perka - 1 Perka 1 Perka - 13. efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah mekanisme Penyusunan penyediaan informasi Mekanisme Penyediaan Publik yang disusun Informasi Publik di ANRI. dan tingkat dampak resiko 1 Perka 1 Perka - - 100% 1 Perka - - - - 91 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang - 568 Orang 598 Orang 628 Orang 658 Orang 101 . .

Tersedianya sistem Fungsional. (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan mengalami kenaikan gaji Administrasi Kenaikan berkala dan kenaikan Pangkat dan Gaji pangkat Berkala. rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah peserta ujian dinas Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas.Tersedianya sistem Pegawai. Terlaksananya Diklat Jumlah peserta diklat Pimpinan II-IV pimpinan II-IV Terlaksananya Diklat . 23.Jumlah pejabat Penilaian Angka fungsional yang dinilai Kredit Jabatan . Terlaksananya .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan Terlaksananya Poliklinik/Obat-Obatan INDIKATOR 2010 (4) 526 Orang 2011 (5) 546 Orang 2012 (6) 576 Orang 2013 (7) 600 Orang 2014 (8) 620 Orang 17. 18. 21.Jumlah peserta tes Penyusunan Formasi CPNS dan Pengadaan .Jumlah peserta diklat UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 250 Orang 275 Orang 285 Orang 305 Orang 325 Orang 140 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang 100% 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 150 Orang 170 Orang 190 Orang 210 Orang 220 Orang 100% 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 102 . 24. 22. penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah standar tentang Penyusunan/pekompetensi jabatan nyempurnaan Standar struktural Kompetensi Jabatan Struktural. Terlaksananya . 20. 25. 19.

Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) . 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 100% 30.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang disempurnakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) . Terlaksananya Pelantikan dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural 250 Orang 255 Orang 260 Orang 265 Orang 270 Orang 28. 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 29. Terlaksananya Penyempurnaan 1 Buku 1 Buku - - - 103 .Jumlah pejabat struktural yang mengikuti uji kompetensi .Jumlah pegawai yang dibina .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) teknis kepegawaian . Terlaksananya Pembinaan Pegawai 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 100% 100% 27.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai .

35.Jumlah pedoman pola 1 Pedoman dasar mutasi pejabat struktural yang disusun .d. Jumlah standar 1 Pedoman kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun . 33. 32. 2009 Terlaksananya Jumlah produk hukum  70 Instansi Penyebarluasan yang disebarluaskan Pusat Produk Hukum  50 Instansi Daerah  30 Perguruan Tinggi Negeri Terlaksananya Jumlah pembahasan 250 Kali Harmonisasi dan rancangan keputusan di Sinkronisasi lingkungan ANRI Keputusan Kepala ANRI Terlaksananya .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI Terlaksananya Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 31. 36.Jumlah pegawai yang 200 Orang Penyuluhan Hukum mendapat penyuluhan 1 Pedoman - - - 1 Pedoman 1 Pedoman - - 100% 200 Eks 100 Eks 100 Eks 100 Eks  70 Instansi Pusat  50 Instansi Daerah 30 Perguruan Tinggi Negeri 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 100 Instansi di :  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 250 Kali 250 Kali 250 Orang 200 Orang 200 Orang 200 Orang 104 .Tersedianya sistem mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah perka dan kepka 500 Eks Pencetakan Perka Dan ANRI yang dicetak Kepka ANRI ANRI tentang Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s. 34.

Lembur. dan Honorarium. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Pakaian mendapatkan pakaian UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5 Peraturan 5 Peraturan - - - 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 526 Orang - 576 Orang 600 Orang 620 Orang 536 Orang 556 Orang 576 Orang 596 Orang 616 Orang Biro Umum 200 Orang 230 Orang 264 Orang 304 Orang 349 Orang 536 Orang 593 Orang 652 Orang 717 Orang 789 Orang 105 . 39. 40.Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif. 2.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pegawai ANRI INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) 37. Gaji. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Makanan mendapatkan makanan dan Minuman dan minuman penambah Penambah Daya Tahan daya tahan tubuh Tubuh. dan tunjangan Tunjangan. 3.Honorarium. 38. (3) hukum . lembur. PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN ANGGARAN SERTA PELAYANAN PENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS ANRI 1.disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI Terlaksananya Jumlah naskah perjanjian Kerjasama Luar kerja sama Negeri Terlaksananya Rakor Jumlah peserta rakor Penyelesaian penyelesaian mekanisme Mekanisme Kerja kerja antar unit di Antar Unit di lingkungan ANRI Lingkungan ANRI Terlaksananya Jumlah peserta seminar Seminar Kearsipan dan kesehatan dan kearsipan Kesehatan Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan harus dibayar gaji.

Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas.580 Surat masuk masuk  2. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa.625 Surat Keluar Jumlah bulan pembayaran 12 bulan honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran 12 bulan jaringan internet  4. 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 10. 23 Item 25 Item 30 Item 35 Item 40 Item 8. INDIKATOR (3) dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 15 Gedung 2011 (5) 17 Gedung 2012 (6) 17 Gedung 2013 (7) 17 Gedung 2014 (8) 17 Gedung UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5.850 Surat Keluar Keluar 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 106 .  4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4.560 Surat  4. Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor. Jumlah bulan pembayaran 12 Bulan langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 9. 12.500 Surat masuk  2. Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara 139 Unit 60 Unit 65 Unit 70 Unit 75 Unit 6.820 Surat Keluar Keluar  4. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dinas Pegawai Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor.790 Surat  2. 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 7. 11.540 Surat masuk masuk  2. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.840 Surat  2. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor. Terlaksananya Pembayaran Jasa Keamanan dan Kebersihan. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung.520 Surat  4.

Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN.513 Orang 17.500 Item 5. 300 Item BMN rusak berat 5. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas.000 Item 200 Item BMN 150 Item rusak berat BMN rusak berat 6.000 Item 100 Item BMN rusak berat 7.500 Item 18. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). 19. 13. 23. 17. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Rumah Tangga.768 Orang 19.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor.000 Item 10.544 Orang 31 Daerah 3 Negara Jumlah laporan keuangan 3 Laporan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus 1 Paket 32 Daerah 4 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 5 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 6 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 7 Negara 3 Laporan 1 Paket 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 20.500 Item 17. 1 kali - 1 kali 1 kali 1 kali 21.000 Item 19.000 Item 250 Item BMN rusak berat 6. Terlaksananya operasional perkantoran.000 Item 15. 18. 16. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan.685 Orang 16.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas 2010 (4) 12 bulan 2011 (5) 12 bulan 2012 (6) 12 bulan 2013 (7) 12 bulan 2014 (8) 12 bulan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 13. Terlaksananya Implementasi SAPP. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan.350 Orang 14.000 Item 22. 15. Terlaksananya Inventarisasi BMN. Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN 107 . 14. INDIKATOR (3) Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan. Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan.

1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 26. 120 Kali 122 Kali 124 Kali 126 Kali 128 Kali 31. Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumahtanggaan yang 1 Juklak - - - - 1 Protap - - - - 108 . Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip.27 Item bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan e-procurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 25. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 29. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN. Terlaksananya Pengamanan. 33. Terlaksananya Penyusunan Prosedur INDIKATOR 2010 2011 (5) 30 Item 2012 (6) 35 Item 2013 (7) 40 Item 2014 (8) 45 Item 24. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris. 75% 27. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan bahanbahan Kearsipan. (3) (4) Jumlah pengadaan bahan. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP. Jumlah bukti kepemilikan 135 Aset (aset)arsip yang diamankan 136 Aset 137 Aset 138 Aset 140 Aset 32. 1 Kali - 1 Kali 1 Kali 1 Kali 28. 20 Kali 25 Kali 30 Kali 35 Kali 40 Kali 30.

Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga. Jumlah basis data - 300 Item 300 Item 300 Item - 41. Terlaksananya Pembuatan INDIKATOR (3) disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah Pedoman Jumlah Daftar Arsip vital 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 34. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI. Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah. 3 Contoh Kearsipan - 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 109 . Tersusunnya Pedoman Arsip Vital. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI. - 1 Pedoman 1 Daftar 1 Pedoman 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 37. Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang 1 Juknis 1 JRA 1 Juknis - - - 42. 36. 39. 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 43. Jumlah pedoman Jumlah daftar arsip - 1 Daftar 100 Record 1 Daftar 200 Record 300 Record - 40. Jumlah daftar Arsip - 1 Daftar 1 Daftar - - 38.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tetap Kerumahtanggaan. 35. Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga.

100 arsiparis 14 Laporan 70 Unit kerja. 100 arsiparis 12 Laporan 70 Unit kerja. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 46.Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif (pengarusutamaan) . INDIKATOR (3) dibuat Jumlah pedoman 2010 (4) 2011 (5) 2012 2013 (7) Sistem Kearsipan 2014 (8) Sistem Kearsipan - (6) Sistem Kearsipan 1 pedoman - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 70 Unit kerja. Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana 6 Laporan . 100 arsiparis 17 Laporan 100% Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 2. 3. Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil audit - 100% WTP 6 laporan 9 laporan 12 laporan 15 laporan Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi 8 laporan 12 laporan 15 laporan 18 laporan 20 laporan 110 . Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 47. 97 arsiparis 10 Laporan 70 Unit kerja. 1.% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) . Terlaksananya Lomba Kearsipan di Lingkungan ANRI. 44.Jumlah laporan hasil pengawasan . Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 45.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Laboratorium Sistem Kearsipan.

5 Laporan 6 Laporan 6 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7. 9. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI.% Penyelesaian tindak lanjut atas  2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil  100%          100%  100% 100% 111 .Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif (pengarusutamaan) . Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor. 11. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dekonsentrasi. % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. 10. Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III Terlaksananya pengisian LHKPN Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 100 orang 2012 (6) 120 orang 2013 (7) 140 orang 2014 (8) 160 orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 8. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 6.

PENYIMPANAN.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah laporan hasil Monitoring/ Evaluasi monitoring pasca layanan Pasca Layanan Jasa. berbasis T. Pemeliharaan pemerintah dan swasta dan Perawatan Serta yang menggunakan jasa Penyimpanan Arsip penataan. jasa kearsipan Terlaksananya Jumlah Instansi yang Presentasi Aplikasi dilakukan presentasi Pengelolaan Dokumen/ aplikasi pengelolan Arsip Inaktif Berbasis dokumen/arsip inaktif T. Terlaksananya Jasa Jumlah instansi Penataan. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan. pemeliharaan Komersial. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 1..PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN. . DAN PERAWATAN KEARSIPAN 1. dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial Meningkatnya Efektifitas Persentase pemenuhan Pemenuhan Sarana dan sarana dan prasarana Prasarana Kantor untuk kantor untuk mendukung Mendukung Layanan layanan arsip 100% 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 14 instansi - - - - 100% 100% 100% 100% 100% Sekretaris Utama 112 .Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi Pusat Jasa Kearsipan 2. (3) (4) pengaduan yang disampaikan masyarakat (pengarusutamaan) 15 Instansi . 4. 3.I.I.

Terlaksananya Jumlah pembangunan Pembangunan Gedung gedung kantor ANRI Kantor ANRI Pusat dan pusat dan Pusdiklat Bogor Pusdiklat Bogor. 1 lantai basement Gedung E - 1 Gedung C 2 Gedung (Gedung E dan F) - 4. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Terlaksananya Peningkatan/Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. Terlaksananya Rehabilitasi/Reno-vasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. - 5. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip. Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip - - 2 Lantai Gedung B - - Biro Umum 2.PROGRAM/KEGIAT AN (1) APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Arsip INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip. 1 unit peralatan gondola 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 113 . Bogor 5 ha 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 2 unit lift Gedung Depo 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 1 titik sumur artesis. 1 Gedung 1 Gedung - - - 3. (Lanjutan) Tahap IV. Fumigasi Arsip. Jumlah peningkatan/ 3 Paket Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Pengadaan tanah di Jakarta 7000 m2 . Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik - 1 Gedung D.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik INDIKATOR (3) Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 1 paket 2011 (5) 1 paket 2012 (6) 1 paket 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 114 .

Persentase lembaga Efektifitas Negara dan badan Penyelenggaraan pemerintah pusat Sistem Kearsipan di yang memiliki Lembaga Negara dan pedoman kearsipan Badan Pemerintah secara terpadu Pusat 3. Persentase lembaga Pengelolaan Arsip dan unit kearsipan Baik Dinamis maupun yang sudah Statis yang Efektif dan terakreditasi Efisien di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya 2.KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIATA N (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp. Persentase hasil Efektifitas rekomendasi evaluasi Penyelenggaraan yang digunakan Sistem Kearsipan di sebagai input Lembaga Kearsipan penyempurnaan Daerah Provinsi dan sistem kearsipan bagi Kabupaten/Kota lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 115 . Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya 4.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 1 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1.

PROGRAM/KEGIATA N (1) 4

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terwujudnya Efektifitas Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan TOTAL PROGRAM INDIKATOR (3) 5. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

21.487.278 - Jumlah lembaga/unit kearsipan dan arsiparis yang diakreditasi dan disertifikasi - % Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan,maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) - Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) - % Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik 195.000

28.730.150 230.000

29.345.500 350.000

28.336.200 400.000

31.237.080 450.000 Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan

PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN

9.

Terlaksananya akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan; (Prioritas K/L)

116

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10. Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis 11. Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya 12. Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional; 13. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya 14. Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) 15. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis 16. Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan INDIKATOR (3) (Pengarusutamaan) Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan tim penilai Angka Kredit Arsiparis Jumlah arsiparis yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 138.580 2011 (5) 150.000 2012 (6) 250.000 2013 (7) 275.000 2014 (8) 302.500

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

69.640

75.000

117.500

120.000

125.000

Jumlah peserta pemilihan arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi peraturan Menpan tentang tentang Jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah pertemuan munas kegiatan asosiasi arsiparis Indonesia (AAI) Jumlah pedoman mekanisme kerja arsiparis Jumlah orang peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan

688.250

635.594

800.000

900.000

1.000.000

77.060

-

100.000

120.000

135.000

20.000

20.000

50.000

60.000

70.000

49.516

-

-

-

-

137.600

155.000

200.000

230.000

245.000

117

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sertifikasi Kearsipan. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

1.375.646 Jumlah instansi pusat dan lembaga kearsipan daerah yang sudah menerapkan SIKD- TIK (Pengarusutamaan) 1.500 .000

1.265.594 2.000.000

1.867.500 2.300.000

2.105.000 2.600.000

2.327.500 3.000.000 Direktorat Kearsipan Pusat

PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT

11. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK); (Prioritas Bidang) 12. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan; (Prioritas K/L) 13. Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta; 14. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah

Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

-

1.500.000

1.500.000

1.500.000

1.500.000

Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yang dibina

-

700.000

750.000

920.000

1.100.000

Jumlah instansi pusat yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan

105.545

150.000

220.000

245.000

269.500

118

000 165. Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip INDIKATOR (3) Jumlah peserta evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 120.000 90.000 198.000 20. Jumlah instansi pusat yang mendapatkan konsultasi. 16.000 90.000 2012 (6) 132.200 2014 (8) 160.000 190.000 19.000 17. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka 150.000 170.000 235.000 18. dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.455 150. Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 148. Jumlah instansi yang mendapatkan supervisi kearsipan 80. Pertimbangan. Jumlah unit kearsipan teladan - 150. Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat.620 150.000 - - - - 119 .000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15. Terlaksananya Konsultasi. pertimbangan.000 200. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 178.) OUTCOME/OUTPUT (2) Pusat.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 125.000 110.000 160.000 2013 (7) 145. dan persetujuan jadwal retensi arsip (JRA) 109.000 150.

000 1.066.779.743 950.) OUTCOME/OUTPUT (2) Dinamis Dalam Rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2.500.000 400.144.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.750. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.000 5.000 8.000.000 6.000 2.200 - - - - 296.000.500.000.500 2.620 Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 2. (Prioritas K/L) 18.000 6.080 Jumlah Kab/Kota yang memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah provinsi yang mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos kearsipan 930.000 4.000 5.000 1. (Prioritas K/L) 17.000 4.000 7.000 120 .000 2.500. (Prioritas K/L) 20.100.000 Direktorat Kearsipan Daerah PEMBINAAN KEARSIPAN DAERAH 16.260 250.500.000 300. Terlaksananya Arsip Masuk Desa.200 2.500.000 990.010. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK).000 6.000 450.093.467. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip. (Prioritas K/L) 19. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah 150. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No.205.

24. 25.000 375.000 385.000 275.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2014 (8) 360.000 275. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.000 121 .000 375.000 Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan 296.000 275.000 420. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.000 420. 22.270 250.000 Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan - 250.000 350.000 2012 (6) 275. 23. Terlaksananya Monitoring dan INDIKATOR (3) Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 250.) OUTCOME/OUTPUT (2) Kabupaten/Kota. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota 26.000 375.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 250.000 2013 (7) 375. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota.000 275.000 435.000 420. 21.000 Jumlah laporan monitoring dan evaluasi - 275.000 Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 250.000 410.000 295.

581 348.000 11.000 350.000 130. Terlaksananya diseminasi dan sosialisasi Norma. Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 300. Standar. Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah 152. 29.000 155.075 12. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125.000 385.000.745.000 200.) OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.Jumlah Angkatan Penciptaan Jabatan .000 175.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.469.000 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN TOTAL KEGIATAN 12.Tersusunnya Fungsional Arsiparis.000 200.000 450.000 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 122 .000 230.080 495.000 - 200.000 155.000 260.645. rencana (Prioritas K/L) peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 12. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat INDIKATOR (3) Arsip Masuk Desa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 27. Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan.000 12. Pedoman.000 12.000 28.415. Terlaksananya Diklat .108 150.000 300.000 400.000 30.000 185.000 350.

600 724.000 166.800.000 85.000 125.630. dan Kurikulum Diklat Kearsipan 17.760 130.000 - 1.600.000 125. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 22.000 40.475.000 66.000 200. Terlaksananya Diklat Kearsipan melalui Dana Dekonsentrasi. 15.000 65.000 250.330. Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 19.000 2013 (7) 5.000 100.043 75.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 - 182. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.000 73. Terlaksananya Penyusunan Modul.015 55. Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan 18.000 200.220 30.000 250. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 21.000 2012 (6) 5.800 60.000 300.361 75.000 25. (Prioritas K/L) 14.556 340.000 200.000 2011 (5) 4.000 2014 (8) 6.300.000 90.000 75.000 1.475 408.000 110.000 34.000 40.) OUTCOME/OUTPUT (2) 13.000 123 . Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara INDIKATOR (3) Jumlah provinsi penerima dana dekon 2010 (4) 3.000 85.000 35.000 - 1.600. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 20.(PNBP) 16.000 55.000 65.000 55. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.000 300.000 35.400.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah modul dan kurikulum diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah perpustakaan kearsipan yang dikembangkan Jumlah laporan evaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara 800.

Jumlah daftar arsip konvensional.000 2012 (6) 110. audio visual. elektronik.604.000 8.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Meningkatnya Penilaian dan Akuisisi Arsip untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta untuk Menjamin Terselamatkan dan Terlestarikannya Arsip Demi Generasi Mendatang Meningkatnya Pengolahan Arsip Demi Terwujudnya Daftar Arsip.548.U.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. elektronik. Jumlah arsip yang diakuisisi 12.556 8. dan kearsitekturan yang 124 . kartografi.000 2014 (8) 150. dan kearsitekturan yang dibuat 15. kartografi.715.elektronik.000 9. audio visual. kartografi dan kearsitekturan yang dibuat 14.000 2013 (7) 130. audio visual. Inventarisasi Arsip.166.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23. Terlaksananya T. Jumlah inventaris arsip konvensional. dan Guide yang Dapat Dimanfaatkan untuk Kepentingan Publik 11.082 2011 (5) 100.431 6. Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip 5.520. Jumlah guide arsip konvensional.000 Deputi Bidang Konservasi Arsip 2 13. Pusdiklat Kearsipan INDIKATOR (3) Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat 2010 (4) 109.

Penataan.000 125 .543 Direktorat Akuisisi PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 16. Jumlah arsip yang dialih media/ reproduksi 18. Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap dan bahan kearsipan 19.643 420.953. (Prioritas K/L) 17.543 11. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu. dan Keamanan Arsip dari Bahaya Kerusakan Arsip maupun Informasinya 4 Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah. Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 20.454.000 203.985 Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 200.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.560.268.543 12.543 14. Pembangunan.) OUTCOME/OUTPUT (2) dibuat 3 Meningkatnya Preservasi Arsip Demi Terwujudnya Pemeliharaan. (Prioritas K/L) Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 117. Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009.141 365.951 285.868. Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7.514 141.100 155. Jumlah arsip rusak yang direstorasi 17.000 8.100 235.459 260. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan TOTAL PROGRAM 16.

Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh Nasional/Pelaku Sejarah.000 135. Terlaksananya Penyelamatan Arsip organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan.000 165.000 85.000 125.000 83. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia.100 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 150.000 175.000 190.000 126 . Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar.000 78.000 125.000 140.000 100. 19.000 85. 24.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 140.000 75. Terlaksananya INDIKATOR (3) Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 50.000 2011 (5) 63. 23.000 Jumlah tokoh atau - 61.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 100.000 160.000 125.000 210.000 140.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 65.000 210. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara.) OUTCOME/OUTPUT (2) 18. 22. 21. 25.800 2014 (8) 110. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pilkada.500 2013 (7) 91.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 100. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009.000 190.000 110.000 94.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 140.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 75. 20.000 72.000 115.800 2012 (6) 76.

000 110.000 - - - - 29.000 127 .000 61. Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 200.000 83. 50.000 50. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi. RMS dan Konflik Lainnya Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN sebagai Dampak Revitalisasi Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangun-an Negara Indonesia Terlaksananya Penelusuran Jejak INDIKATOR (3) pengkisah yang diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan Dan Pemekaran Wilayah Serta Konflik di Daerah melalui Wawancara Sejarah Lisan.000 210.000 72. Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 27.000 60.000 30.000 135.000 - 110.000 90. OPM.580 175.000 94.000 74. Jumlah tokoh atau pengkisah yang 100. Jumlah peserta workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 85.000 120.000 28.000 190.

000 100.000 100.000 135.000 2. 20.000 100.609 570.000 589.000 130.000 120. Terlaksananya Pengolahan Arsip 564.000 75.337 312.000 210.000 155.443 200. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945.000 110.000 155. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional VOC.000 150.000 95.000 115.417. 19. 22.514 Jumlah daftar arsip yang diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah - 1. 24.000 110. 18.500 175.000 171.408.000 89.302 50.000 92.000 PENGOLAHAN ARSIP STATIS 17.000 93.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film.500 1. 25. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto.000 85. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video.023 157. 23.325. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara.643 230.096.000 75.000 110.043 175. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda.250 2.000 135.000 130.000 190.000 60.000 Direktorat Pengolahan 625. 21.716. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm.000 128 .320 28.000 190.000 Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 149.427 100.) OUTCOME/OUTPUT (2) Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1.000 170.

000 235.500 510.000 31. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian Dan Keabsahan Data yang Diolah TOTAL KEGIATAN PRESERVASI KEARSIPAN 1.000 135. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi Politik yang Diakuisisi.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.000 95. 29.320 450. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 32.500 - 75.919 205.000 2014 (8) 250. Terlaksananya Jumlah daftar arsip diolah Jumlah data yang dipelihara - 75.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya pengolahan arsip elektronik. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi. Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 117.694.000 2.500 100.109 460.000 3. 27.000 115.000 93.510 Jumlah daerah bencana 500.000 Direktorat Preservasi 129 .750 400.000 120.000 77.000 80.000 2012 (6) 210.000 155.000 71.655.000 2013 (7) 235.000 122. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah.255 50.000 30.717.000 85.670 2011 (5) 115. 75.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peta (Kartografi).400 1.000 95.000 275. 28.500 215. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan.000 85.406.000 115.000 1.000 2.000 110.000 65.043.600 80. INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 206.

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana; (Prioritas K/L) 2. Terlaksananya Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode; (Prioritas K/L) 3. Terlaksananya Penataan Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip); 4. Terlaksananya Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan 5. 6. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Film; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Video dan Rekaman Suara; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto; Terlaksananya INDIKATOR (3) yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

Jumlah arsip yang di barcode

500.000

404.393

450.000

475.000

490.000

Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip

-

78.125

80.938

90.000

90.000

-

78.125

80.938

90.000

90.000

36.457 65.307

100.000 50.000

195.000 103.219

215.000 120.000

235.000 145.000

7.

189.056

100.000

120.000

140.000

231.584

8. 9.

78.015 78.225

75.000

85.000

120.000

150.000

130

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional; Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional; Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan; Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru; Terlaksananya Alih Media Arsip Film; INDIKATOR (3) konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi Jumlah arsip film yang di alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia Jumlah microfilm yang di alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

10. 11.

282.912 55.900

250.000 25.106

300.834 27.617

335.000 30.378

350.000 33.416

12. 13.

145.628 105.187 40.145 166.422 -

150.000 100.000

150.000 105.000

165.000 130.000

185.000 175.000

14. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto; 15. Terlaksananya Alih Media Microfilm; 16. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda; 17. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto, Peta, dan Kertas); 18. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Video dan Rekaman Suara; 19. Terlaksananya Pengujian arsip dan bahan kearsipan;

125.000

130.000

150.000

165.000

Jumlah arsip statis yang didigitalisasi Jumlah arsip video dan rekaman suara yang didigitalisasi Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap

-

200.000

200.000

250.000

280.000

-

150.000

155.000

280.000

310.000

179.561

59.578

179.000

197.000

215.000

131

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 20. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional; 21. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm 22. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber; TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Luas gedung yang di fumigasi Jumlah peralatan alih media film dan microfilm Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber 2010 (4) 213.132 2011 (5) 150.000 2012 (6) 170.000 2013 (7) 195.000 2014 (8) 205.000

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

141.800

-

125.000

140.000

-

-

-

-

-

-

2.778.147 Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 355.450

2.555.327 330.000

3.057.546 359.004

3.572.378 400.000

3.860.000 475.000 Direktorat Pemanfaatan

PEMANFAATAN ARSIP

13. Terlaksananya penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”; (Prioritas K/L) 14. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Nusantara Jilid V”; (Prioritas K/L) 15. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V; (Prioritas K/L)

Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan

161.140

-

-

-

-

Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan

216.710

-

-

-

-

132

756.675.000 474.000 160.615.000 2. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 1.000 111. Media Baru dan Kartografi.000 133 .000 2.000 135. Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam 18. Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah . (Prioritas K/L) 17.050 252.700 280. Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan. 22.000 60.500 123.000 250.000 2012 (6) 192. Terlaksananya fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis.000 65.000 266.708 130.(PNBP) 21.200 513.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah paket kegiatan Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam Jumlah buku langka yang dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45. Terlaksananya Pameran Kearsipan.700 100.000 115.959 - 450.455 60.000 150.000 479. Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45.000 735.000 2013 (7) 215.000 2011 (5) 125.000 125. 20.000 635.000 65.000 300.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 19.) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.000 2.000 2014 (8) 275.423. Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Arsip INDIKATOR (3) Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 2010 (4) 190.

000 30.000 85.000 5.200 75.000 INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah tamu Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 60.535.590.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.093.705. Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur.612 4.000 134 .000 20.000 TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik TOTAL PROGRAM Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK 1.000 4.200 - 62.580 2.332. 23. 24.733 3.814 3.500 Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 2.265.) OUTCOME/OUTPUT (2) Statis. Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Jumlah brosur yang disebarluaskan 12.600 4.000 15.142.025.955.918.000 10.500 3.

Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. jurnal kearsipan 2010 (4) 846.703 300. (Prioritas K/L) 10.000 235.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Yang Andal. (Prioritas K/L) 11.800 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Jumlah pedoman dan hasil kajian 594.750 350.000 294. Sistematis.000 2013 (7) 324.000 135 . INDIKATOR (3) Jumlah pedoman.000 2012 (6) 270.hasil kajian.PROGRAM/KEGIATA N (1) PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp.000 Jumlah hasil kajian - 200. 9. dan Menyeluruh.000 UNIT ORGANISASI 2014 PELAKSANA (8) (9) 388.594 100. Utuh.000 220.000 295.388 2011 (5) 200. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).

14.200 136 . 15.000 170. 13.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2012 (6) 220. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan Dalam Mengelola Arsip Dinamis.000 Jumlah hasil kajian - 100.000 180.000 220. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis.000 2013 (7) 294.750 350.) OUTCOME/OUTPUT (2) 12.750 2014 (8) 350.000 150.000 140.000 115. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) Kearsipan Daerah dalam rangka Meningkatkan Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif Dan Jati Diri Bangsa.000 216.000 Jumlah hasil kajian - 200.000 294. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 2011 (5) 200.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 125.

22) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik. Terlaksananya Jumlah Hasil Kajian Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan Pada Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi. Kabupaten/Kota) Untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama Dalam Menyelenggarakan JIKN TOTAL KEGIATAN UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - 200.600 PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN 21) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) .058.982 Jumlah hasil kajian/NSPK 143. Jumlah hasil kajian/NSPK 117.000 2.000 294.000 318.440.000 381.000 265.000 220.000 137 .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.325.000 1.902 1.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.600 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 273.750 350.703 150.000 1. 16.248 150.470.000 2.000 228.000 190.715.

800 138 .400 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan basis data 37. INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 52.350 30.000 264.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 28) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan.600 58.199 200.200 Jumlah Pedoman 58.000 2013 (7) 72.594 - - - - Jumlah hasil kajian/NSPK - 200.000 78.000 60.500 45.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip Untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 24) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 25) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada pada JIKN 26) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 27) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstrasi Informasi Publik Yang Dikecualikan Yang Terkandung Dalam Arsip Baik Dalam Format Kertas Maupun Elektronik.000 426.000 316.000 2014 (8) 86.900 2011 (5) 2012 (6) 60.000 511.000 220.000 93.000 355.500 72.120 Jumlah hasil kajian/NSPK 348.600 87.000 65.

PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 17.598 1.030 1.000 2013 (7) 342.860.430 2011 (5) 207.007. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaa Kearsipan yang n bidang kearsipan Dimuat di Media yang disajikan Massa maupun melalui media massa Elektronik maupun elektronik Terwujudnya 18.000 60.475 27.000 2012 (6) 285.000 Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran 2 3 4 15.030 25. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 16.600 2.094.550. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu Meningkatnya Jumlah 19.500 1.280 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1.000 2014 (8) 410.400 74.235. Persentase Produk Hukum penyelesaian Kearsipan Yang peraturan di bidang Disahkan Menjadi kearsipan 139 .000 50.) OUTCOME/OUTPUT (2) 29) Terlaksananya Rakornas JIKN 30) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI melalui Internet TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 2010 (4) 250.

Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 22. Persentase Pengelolaan peningkatan Administrasi kualitas Keuangan yang Baik pengelolaan. Persentase Pegawai yang penempatan Ditempatkan Sesuai pegawai sesuai Keahliannya dengan kompetensi Terwujudnya 25. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 21.penatau dan Tepat Waktu sahaan anggaran/ barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 27.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 23. Persentase Pelayanan ketepatan pelayanan Administrasi pengurusan pegawai Kepegawaian Meningkatnya Jumlah 26.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 20. Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 24. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeri Pemeriksaan ksaan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 140 .

000 155. Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 88. Jumlah Perusahaan yang instansi/perusaha-an Menggunakan Jasa yang memanfaatkan Kearsipan jasa kearsipan TOTAL PROGRAM 1.520 752.150 149.000 62. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI).593 550.182 74.701 476.261 600.237.930. EVALUASI DAN PELAPORAN. Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan - 275.296.476 3.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) ANRI yang ditindaklanjuti Ditindaklanjuti 10 Meningkatnya Jumlah 28.000 57.000 370. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia.941. 276.000 - - - 141 .659 167. Terlaksananya Jumlah dokumen Penyusunan Penetapan penetapan kinerja yang Kinerja Arsip Nasional dihasilkan Republik Indonesia.000 67.548 310.294. Jumlah dokumen rencana kinerja tahunan yang dihasilkan 269. Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik.540 - - - 310.490 135.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 2.358 Biro Perencanaan PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN.302 726.332 675.000 408. Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 61.000 5.603 4.

914 Jumlah dokumen PO yang dihasilkan 29.000 - 172.000 74.450 482.) OUTCOME/OUTPUT (2) Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI).639 65. Terlaksananya Penyempurnaan dan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pedoman yang dihasilkan - 175. 11.000 45.475 321.514 35. Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia.949 Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 56. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia.000 250.405 - Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 120. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.000 51.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 172.000 287.485 193.261 Jumlah sistem aplikasi 113.745 57. 6. 10. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.035 130.128 365.000 150.955 96. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. 9. 7. 8.166 142 .750 85.000 414.000 375.943 Jumlah dokumen rencana anggaran yang dihasilkan 276.000 175.

244 70.884 70.000 75.000 230.000 15.000 110. Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI.131 48.000 235.000 240.000 14.133 40. Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI.000 59.000 40. Jumlah SBK yang disempurnakan Jumlah HPS yang disempurnakan 42. Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009 20.000 85.000 55.000 Jumlah naskah dinas 300.000 80.000 63.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Penyelesaian Ketatausahaan Pimpinan. Terlaksananya Penyusunan Executive Report. 51.000 143 .000 115. 18.616 46.000 85.000 345.000 65.000 250.000 Jumlah laporan 33.% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 63.000 142.670 95.827 13.000 175.000 70.000 95. 16.747 257.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sosialisasi Aplikasi RAB. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). .000 70.000 200.791 60.000 65.000 55. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12.000 190.112 163. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus. 17.Jumlah dokumen LAKIP ANRI .736 345.000 125.000 150.000 55.924 308. Jumlah laporan 236. 19. Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja.

Terlaksananya Pengelolaan/Pengem bangan Website ANRI. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak.000 2014 (8) 200.921 175.000 65.300 210. Terlaksananya Temu Teknis Di Lingkungan Unit Eselon I INDIKATOR (3) Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 2010 (4) 100.000 200.475 316.955 180. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting. 26.000 200.000 46.Televisi.202 400.000 2013 (7) 171.000 85.000 144 . dan Radio.000 95.) OUTCOME/OUTPUT (2) 21.000 250.000 100. 22.500 240.000 100.000 450.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah Pengelolaan/Pengemban gan website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas Jumlah hearing DPR yang disusun Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I 33.640 68.000 262. 28.000 287.000 200.200 74.000 2011 (5) 90.600 42. 23.000 97.000 250. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa.000 230.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 27.000 125.000 150.000 80. 24.000 495. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI.005 48.000 52.000 2012 (6) 150.000 232.000 65. Terlaksananya Forum Bakohumas.060 368. 25. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan.000 30.000 191. Terlaksananya Penyusunan Bahan Hearing DPR 29.000 216.000 65.000 495.

000 37.250 Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 575. Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif 38. Terlaksananya Pembuatan C.000 41.000 93.500 70.000 32.601 7.500 93.850 39.000 2012 (6) 65.000 60.550.659 36.617 77.825 2011 (5) 48.500 55.000 2013 (7) 71.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 93.000 55. Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 2010 (4) 53.000 650.000 85. Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan 36.990 5.000 50.000 62.000 137.500 102.425 848.912.D.700 71.187 70.360 75. Terlaksananya Safari Lembaga 33.000 70.000 85.124 6.074.478 35.636 7.500 2014 (8) 78.000 105.722 145 .000 62.188.500 110. Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Buklet dan Leaflet 31.000 55.110.650 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksanaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 75.000 85.700 71. Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan 37.478 5.200 125.500 151. Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (media center) 35.000 105. Interaktif 34.000 750. Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI 32.000 812.) OUTCOME/OUTPUT (2) 30.000 101.

000 139.000 2013 (7) 2014 (8) - (1) (2) PENINGKATAN 41) Terlaksananya LAYANAN HUKUM. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 (4) 500. (Prioritas K/L) 43) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah Dan Pusat Serta Referensi Hukum.600 250.320 200.500.000 2011 (5) 4.720 146 .Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun .200 320. 44) Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja.000.300 100.798 205. DAN PENGELOLAAN Kearsipan. Penyusunan Peraturan PEMBINAAN Pelaksanaan UndangORGANISASI DAN Undang Nomor 43 KETATALAKSANAAN Tahun 2009 tentang .000 435.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang no.000 260.200 558.307 210. (Prioritas PEGAWAI DI Bidang) LINGKUNGAN ANRI 42) Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp.000 45) Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan Dengan Beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 254. (Prioritas K/L) 200.000 291.000 2012 (6) 2.000 150. (Prioritas K/L) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH .000 229.

000 - - Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 150.000 2012 (6) 1.735.530.000 1. 50) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Sistem Administrasi Negara Dalam Rangka Memposisikan Arsip.800 750.000 - - 147 .400 Jumlah peraturan tentang penciptaan.000 2011 (5) 1.057 1. Penggunaan. Penataan Dan Pengelolaaan Arsip.811.516 Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 150.000 250.549.) OUTCOME/OUTPUT (2) 46) Terlaksananya pemberian bantuan beasiswa diploma.000 1. (Prioritas K/L) 48) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Standar Pelayanan Arsip.000 200. Penataan dan pengelolaaan arsip - 150.845.sarjana dan pascasarjana.penerimaan.000 224.777 2013 (7) 1. Penerimaan.p emeliharaan. INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 1.350.000 296.penggunaan .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. (Prioritas K/L) 47) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri.750 2014 (8) 1.325.712. Pemeliharaan.307 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 1. 49) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Yang Mencakup Materi Tentang Penciptaan.000.000 200.

Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI . Terlaksananya Penyusunan Mekanisme Penyediaan Informasi Publik di ANRI. INDIKATOR (3) Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 100.) OUTCOME/OUTPUT (2) 51) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Kriteria Arsip Dan Proses Pembuatan Arsip Yang Memenuhi Aspek Keabsahan.250 115.000 2013 (7) 280. 15. 52) Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI.000 2012 (6) 250.efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Jumlah mekanisme penyediaan informasi Publik yang disusun 50.000 - - 100.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 - 200.000 100.000 100.000 2014 (8) 358. 13 Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI.762 148 .000 - - - - 283.000 200.000 105.000 110.564 100.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 14.% Tersusunnya struktur kelembagaan(organ isasi dan tata kerja) yang proporsional. pelatihan CPNS Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI . Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan Pelatihan CPNS.000 - 100.

000 150.902 22.300 42.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan 18. 19.000 60.430 46.983 61.866 17. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional.000 149 .833 35.Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Jumlah standar tentang 2010 (4) 2011 (5) 27.) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.500 60.000 75.100 40.610 97.430 2013 (7) 29. 20.000 65.315 44.000 40.240 23. Terlaksananya Pengelolaan Tunjangan Pengelolaan Arsip Statis.000 55.000 170.Jumlah peserta tes CPNS .000 65.000 21.000 74.000 95.Tersedianya sistem rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Jumlah peserta ujian dinas .000 85.000 21.997 24. Terlaksananya Penyusunan Formasi dan Pengadaan Pegawai.000 72. 17. Terlaksananya Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas.344 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 38.810 110.000 71.852 2014 (8) 31.000 88.000 55. INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan tunjangan kompensasi sesuai nilai dan tingkat dampak resiko Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Jumlah pegawai yang mengalami kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat . 22.Jumlah pejabat fungsional yang dinilai .147 80.651 48.200 92. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Kenaikan Pangkat dan Gaji Berkala.750 56.076 2012 (6) 28. Terlaksananya Poliklinik/ObatObatan 19. Terlaksananya 37.

050 24.000 55.600 150 .000 243. Terlaksananya Pembinaan Pegawai 27.256 80.000 24.866 56.450 40.000 50.Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) .000 215.000 175.000 255.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.950 156.612 145.450 20.000 52.000 157.000 20.000 45.Jumlah pegawai yang dibina . Jumlah peserta diklat pimpinan II-IV .000 65.000 196.000 45. Terlaksananya Pelantikan Dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai 28.Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) . Terlaksananya Diklat Pimpinan II-IV 25.050 35.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyusunan/ Penyempurnaan Standar Kompetensi Jabatan Struktural.101 72.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai 169.Jumlah peserta diklat teknis kepegawaian . Terlaksananya Diklat Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) kompetensi jabatan struktural 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26. 24.000 175.

000 - - - Jumlah standar kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun .000 45.868 27.000 2013 (7) 55. dan Pencetakan Perka.000 - - - 36.000 2012 (6) 45.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang dismpurnakan 2010 (4) 39.390 2011 (5) 36. 30.000 50.000 45. 2009 34. Terlaksananya penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum 32. dan Kepka.632 33.000 35.000 45. Terlaksananya Jumlah Perka. Terlaksananya Penyempurnaan Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI 31.000 60. Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural 35.Jumlah pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun . ANRI yang Kepka.000 - - 30.Tersedianya system mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) 33.500 151 .) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) .000 2014 (8) 65.d.000 82. Terlaksananya Jumlah produk hukum Penyebarluasan yang disebarluaskan Produk Hukum 30. ANRI tentang dicetak Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 75.000 25.862 32.000 55.Jumlah pejabat struktual yang mengikuti uji kompetensi .

000 2013 (7) 80.720 70. Terlaksananya Jumlah naskah Kerjasama Luar perjanjian kerja sama Negeri 39.000 65.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pegawai yang mendapat penyuluhan hukum Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif.107.000 92.000 80.000 90.178.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.526 9.647 8.000 71.268 7.000 297. Terlaksananya Seminar Kearsipan dan Kesehatan Jumlah peserta rakor penyelesaian mekanisme kerja antar unit di lingkungan ANRI Jumlah peserta seminar kesehatan dan kearsipan 66.739 7.236.disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) 37.000 100.000 135.000 450.000 2012 (6) 70.962 2011 (5) 60.000 55.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Harmonisasi dan Sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI 36.087. Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI 38.000 46.000 120.000 105.000 2014 (8) 90.830 - 55.000 43. INDIKATOR (3) Jumlah pembahasan rancangan peraturan di lingkungan ANRI 2010 (4) 63.000 50.916. Terlaksananya Rakor penyelesaian Mekanisme Kerja Antar Unit di Lingkungan ANRI 40.000 140.000 75.000 200.095 152 .662 60.500 150.000 65.000 TOTAL KEGIATAN 6. Terlaksananya Penyuluhan Hukum Pegawai ANRI 35.

Terlaksananya Pengadaan Pakaian Dinas Pegawai 51.597.000 3. 55.960.416. dan tunjangan Jumlah pegawai yang mendapatkan makanan dan minuman penambah daya tahan tubuh Jumlah pegawai yang mendapatkan pakaian dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 26.200 3. 56. Honorarium.660.515.000 299.240 220.000 668.031 1.000 250.213 2. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa.509.470.234 1.800 527.645 2013 (7) 31.960. ANGGARAN SERTA dan Tunjangan. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung.169 (1) (2) PEMBINAAN 48. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor.791. 50.600 2.000 704.247.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pembayaran Jasa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Umum 363.167 2011 (5) 26.000 400. 53. 52. PENGELOLAAN Lembur.458.000 250.000 440.680 532.976 1.760 412.800 1.167 2012 (6) 27.250 1.000 280.000 4. 54.000 492.000 155.120 Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara Jumlah bulan pembayaran langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor 139.157 3.039.lembur. Terlaksananya ADMINISTRASI DAN Pengelolaan Gaji. Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor.270.000 840.154. Honorarium.842.356.000 4.644.600 5.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang harus dibayar gaji.000 153 .301 1.000 275.271.834 2.150.372.000 1.040.000 1.980 2014 (8) 33.200 3. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor.265.192 1.000 200.184.358.000 1. PELAYANAN PENUNJANG 49.296 182.039. Terlaksananya PELAKSANAAN Pengadaan Makanan TUGAS ANRI dan Minuman Penambah Daya Tahan Tubuh.

320 420. 63.440 154 .552 908.000 35.000 419.568 295.000 480.108 682.532.624.876 181.300 Jumlah bulan pembayaran honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran jaringan internet Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas 58. Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet 60.000 70.502 825. Terlaksananya Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan.400 263. 59.788 220.000 106.000 105.500 1.) OUTCOME/OUTPUT (2) Keamanan dan Kebersihan.232 16.900 1.250 750.600 125.000 449. Terlaksananya Peralatan Rumah Tangga 62.628 190. INDIKATOR (3) Dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 70.000 420.000 80.000 246. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.865 335. 57.197.392.400 96.600 575.000 750.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 620.865 375.000 537.500 1.619 17.832 466.000 96.648 326.000 90.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas Jumlah laporan keuangan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara 335.000 350.000 25. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan. Terlaksananya operasional perkantoran. Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor 61. Terlaksananya Implementasi SAPP 65.000 117.000 30.400 1. 64.000 392.

000 60.000 26.000 40.000 70.200 105.000 35.488 85. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas 68. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa 74. Terlaksananya Inventarisasi BMN 71.000 500.556 - 40.000 50. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN).000 80.000 45.000 - 50. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan 67. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN 70.000 1.000 60.040 32.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 72. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map 73.000 60.000 900.765 65.000 60. 69.000 36.800 850.800 250.000 95.000 600.000 1.000 155 .000 719.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN Jumlah pengadaan bahan-bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan eprocurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 66.000 672.864 586. 72.036.000 60.749 24.249 34.000 75. Terlaksananya Pengadaan BahanBahan Kearsipan.000 50.000 50.008.000 70. Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP 50.

000 2012 (6) 45. Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah.000 2014 (8) 60.626 - - - - 8.000 60.375 17.000 60.000 75. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris 78.000 75.000 90.384 - - - - 100.000 240.750 - 50.000 35.000 - - 156 . Terlaksananya Penyusunan Prosedur Tetap KerumahtanggaAn 81. 82.000 50.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 35. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif.000 35.000 2013 (7) 55. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris 77.000 140.000 45.649 2011 (5) 20.000 31.000 55.000 39.000 50. Terlaksananya Pengamanan. 84.) OUTCOME/OUTPUT (2) 75.000 65.079 154.000 225. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital.000 Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumah tanggaan yang disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah pedoman Jumlah daftar Arsip Vital Jumlah daftar arsip 29.000 65. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital Anri. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip 79.000 150.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 19.000 200. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN 76. 83.087 169. INDIKATOR (3) Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris Jumlah bukti kepemilikan arsip yang diamankan 2010 (4) 26. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN 80.495 - 50.

000 200. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI 89.000 90.000 - 150.000 225.000 45.000 - - - Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 200.000 106. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga.400 113.000 240. Terlaksananya Pembuatan Laboratorium Sistem Kearsipan 91.000 - Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang dibuat Jumlah pedoman 86.950 96.000 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah basis data - 75.000 2012 (6) 75.000 50.000 75.000 85. Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI 88. Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 92.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Lomba Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah pedoman Jumlah record arsip 2010 (4) 2011 (5) 50.000 200.000 50.848 - 100.761 50.000 50. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI 90. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 93.000 50.000 200.000 75.000 - - - 50.000 50.000 115. 86.000 100. 87.000 2013 (7) 85. Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga.) OUTCOME/OUTPUT (2) 85. Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 94.750 157 .000 - 200.762 - 95.

000 46. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 40.500 Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 12.370 210.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 292.000 185.177. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI.000 55.% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) .943 70.353 200.110.163 318.Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI 14.602.000 320.000 85.120 42.000 158 .443.) OUTCOME/OUTPUT (2) Lingkungan ANRI.283.Jumlah laporan hasil pengawasan .000 422.957 95.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) 54.000 213.Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana Dekonsentrasi Jumlah laporan hasil audit Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasI - 50.000 250.000 51. 13.316 .Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif(pengarusutamaan) .

Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III 21.% Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang 159 .000 55.774 20.Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif(pengarusutamaan) .000 225.000 120.000 2014 (8) 167.000 282.000 2012 (6) 35.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI 18.000 125.000 23. Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 15.840 42.961 45.000 192.) OUTCOME/OUTPUT (2) 15.000 65.000 197.000 98.000 137.935 58.000 % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) . 16.000 75.000 2013 (7) 95.000 125. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor 20. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah 19. Terlaksananya pengisian LHKPN 22. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI 17.000 62.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 46.000 60. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah.

500 600.000 200.000 510.000 150.000 8.000 125.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) disampaikan masyarakat(penga rusutamaan) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN.816.000 450.000 770. DAN PERAWATAN ARSIP 5.000 150.000 450. Terlaksananya Presentasi Aplikasi Pengelolaan Dokumen/Arsip Inaktif Berbasis TI 8. (PNBP) 75.000 275.000 1.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama .Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil monitoring pasca layanan jasa kearsipan Jumlah Instansi yang dilakukan presentasi aplikasi pengelolan dokumen/arsip inaktif berbasis TI Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang menggunakan jasa penataan. Terlaksananya Monitoring/ Evaluasi Pasca Layanan Jasa 7. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan. Terlaksananya Jasa Penataan.000 150.308 5. .000 300.362 - - - 160 .299.345.000 170.007. PENYIMPANAN.000 250.pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial 500.000 2.000 200.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Pemeliharaan dan Perawatan serta Penyimpanan Arsip Komersial.000 Pusat Jasa Kearsipan 6.000 75.

532.705.560 18.000 2014 (8) 1. Terlaksananya Pembangunan Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.000 10.815. (Lanjutan) Tahap IV.089.500.350.435.375.000 - 5. Jumlah pembangunan gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip 11. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip.000 2013 (7) 900.200 11.000. 9.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Meningkatnya Efektifitas Pemenuhan Sarana dan Prasarana Kantor untuk Mendukung Layanan Arsip Sekretariat Utama TOTAL PROGRAM PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 7.000 Biro Umum 6.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.407 5.000 - - - Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor - 3.191. Terlaksananya Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. 8.756.640 - 19.560 5.000 2012 (6) 600.800 - 31. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip.032.308 Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip 2011 (5) 395.000 - 161 .887.) OUTCOME/OUTPUT (2) TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 9. Fumigasi Arsip.

000 - - 11.000.265.000.500. Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Jumlah peningkatan/ Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 4.435.952 19.756.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10.485.000 162 . Terlaksananya Peningkatan/Pengada -an Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.000 5. 12.000 2.000.560 18.032.000 2013 (7) 5.000 1.000 2014 (8) 5.355. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 11.370.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.545 3.280.000 - 1.500.600 14.000.800 31.000 1.680.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->