PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA ARSIP

NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Tahun 2010

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014 KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk memberikan arah dan prioritas terhadap pelaksanaan pembangunan bidang kearsipan, perlu adanya Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014; b. bahwa pelaksanaan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia setiap tahunnya akan dituangkan dalam rencana kerja tahunan yang lebih rinci dalam bentuk Renja-KL dan RKA-KL; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia tentang Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405);

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664); 8. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen yang telah enam kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 9. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Arsip Nasional Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2009; 10. Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Strategis Kementarian/Lembaga; Memperhatikan : Surat Tugas Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor ST/255/M.PANRB/12/2009 tentang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014.

yang memuat tujuan. kegiatan pokok dan kegiatan indikatif berikut indikator kinerja. Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah dokumen rencanaan pembangunan bidang kearsipan untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. (1) (2) Pasal 2 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 merupakan penjabaran lebih lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. sasaran strategis. Pasal 4 Setiap unit kerja di lingkungan ANRI wajib melaksanakan ketentuan peraturan ini dalam menyusun rencana kinerja tahunan. arah kebijakan dan strategi pembangunan kearsipan. M. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Januari 2010 Plt. ASICHIN . dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari peraturan ini. Pasal 5 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pasal 3 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 digunakan sebagai pedoman unit kerja dalam penyusunan rencana kinerja tahunan untuk periode 1 (satu) tahun.ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Pasal 1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 yang selanjutnya disebut Renstra ANRI Tahun 2010-2014 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini. KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA.

........ Matrik Target Pembangunan Tahun 2010-2014 ................................ Sasaran Strategis...................................................................................................1 Kondisi Umum A................................... 3.................. Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia ..........2 Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan........................... Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009..........................2 2..... BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI .............. C........................... E............. Kekuatan ................................................................................................................................... A........................................... Permasalahan......................................................................... 2........................................ Matrik Kebutuhan Pendanaan Pembangunan Tahun 2010-2014 ..............................................................................................................1 2...... Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga.......................................................... 67 Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Renstra ANRI Tahun 2010-2014................................ B..................................................... Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI Tahun 2004-2009..................................... 1.......... Pencapaian Sasaran Strategis Pertama...................... Pencapaian Sasaran Pendukung......... 1................................................................ 3................................... 1 3 3 13 16 16 17 18 19 22 22 23 23 24 27 27 32 33 37 42 48 58 BAB II VISI....................... Sasaran.3 2................................. BAB I PENDAHULUAN .................... B.......... Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 ................. Misi ........................................................................................................................... BAB IV PENUTUP ............4 Visi ............... A.......................DAFTAR ISI DAFTAR ISI .. D..................................2 Potensi dan Permasalahan ....................... C......... Pencapaian Sasaran Strategis Kedua..................................................................................................1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional .......................................................................................................... D.............. Peluang ....... C........................... MISI DAN TUJUAN ANRI .......................................................... Tujuan ................................. B.. 68 69 115 .......................... Tantangan.

Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. maju. maka ketiga agenda pembangunan nasional dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk arah kebijakan. berbangsa dan bernegara. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Ketiga agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Bertitik tolak dari hal tersebut di atas maka keberadaan dan fungsi arsip merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan dalam proses perjalanan kehidupan bermasyarakat. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. berbangsa dan bernegara. Kondisi Umum Tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.1. adil dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1.BAB I PENDAHULUAN 1. Selanjutnya untuk memberikan arah yang jelas dalam pelaksanaannya. dan merupakan pilar pokok untuk mencapai tujuan nasional. karena pada dasarnya arsip merupakan refleksi dan rekaman dari perjalanan kehidupan bermasyarakat. dan kegiatan prioritas. memajukan kesejahteraan umum. Visi Pembangunan Nasional 2005-2025 mewujudkan Indonesia yang mandiri. Mengacu pada ketiga agenda pembangunan tersebut di atas. Sejalan dengan hal tersebut. maka ditetapkan dokumen perencanaan untuk periode 20 tahun yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). perdamaian abadi dan keadilan sosial. dalam rangka memberikan arah yang jelas dalam mewujudkan tujuan nasional. fokus. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) 1 . Keberhasilan satu pelaksanaan agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda yang lainnya.

berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Arsip Nasional Republik Indonesia sebagai instansi pemerintah diwajibkan menyusun Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 – 2014 (Renstra ANRI 2010-2014) yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Bertitik tolak dari hal tersebut.sebagai lembaga yang mempunyai tugas negara di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Selanjutnya RPJMN akan dijabarkan dalam Dokumen Rencana Pembangunan Tahunan yang disebut Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yaitu dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun. 2 . Dokumen RPJPN kemudian dijabarkan dalam dokumen perencanaan untuk periode 5 tahunan yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Kedua rencana tersebut menjadi dasar penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). peningkatan peran serta dan fungsi arsip dalam penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa seperti yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014. Renstra ANRI ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL). Renstra Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010–2014 ini dikondisikan untuk menjawab agenda pembangunan nasional khususnya yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan yang modern yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur. Dokumen Renstra ANRI ini akan menjadi dokumen dasar penyusunan Renstra Satuan Kerja Eselon I dan II di lingkungan ANRI.

bersih. 4. Terciptanya Pedoman/standar/petunjuk pelaksanaan dari suatu sistem pengelolaan arsip. Dalam upaya mewujudkan agenda pembangunan nasional tersebut. 2. Terlaksananya hubungan kerja sama teknis dengan seluruh instansi tingkat 3 . 01 Tahun 2005 tentang Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi terhadap Pembangunan Bidang Kearsipan 2004 – 2009 sebagai berikut: Tersedianya payung hukum sebagai landasan operasional pengelolaan arsip baik di tingkat pusat maupun di daerah. B. Selanjutnya arah kebijakan kearsipan tersebut dijabarkan kedalam Program dan Penataan Kelembagaan yang dan Ketatalaksanaan dan efisien melalui serta pelaksanaan kegiatan pokok yaitu menciptakan sistem administrasi pendukung kearsipan efektif menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip Negara. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menetapkan sasaran rencana pembangunan jangka menengah yang tertuang dalam Peraturan Kepala ANRI Nomor 1. Terlaksananya sosialisasi atas berbagai produk hukum Pedoman/standar/ petunjuk tentang pengelolaan arsip di seluruh instansi pusat/daerah. berwibawa. sesuai dengan tugas dan fungsi ANRI. Sasaran. 3. secara umum telah ditetapkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 adalah terciptanya tata pemerintahan yang baik. Sejalan dengan hal tersebut. dan dokumen/arsip Negara dalam pengelolaan tugas dan fungsi pemerintah.A. peranan pembangunan kearsipan dalam upaya mewujudkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 dirumuskan dalam arah kebijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan adminstrasi Negara melalui optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan e- Government. Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI 2004-2009 Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi ANRI. dinyatakan bahwa salah satu agenda pembangunan nasional adalah menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 Sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 khususnya bab 14. profesional dan bertanggung jawab yang diwujudkan dengan sosok dan prilaku birokrasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat.

Terlaksananya program asas dekonsentrasi kearsipan di pemerintah provinsi sebagai upaya untuk mempercepat tersedianya SDM kearsipan di daerah. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Hingga Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan dalam program ini dapat diselesaikan seluruhnya seperti tersedianya dokumen perencanaan 2010. penyelenggaraan 4 . tersedianya dokumen perencanaan anggaran. berikut ini hasil pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan renstra ANRI Tahun 2004-2009 : 1. 5. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik a. Terlaksananya Penciptaan SDM Kearsipan di setiap instansi pusat dan daerah guna mendukung pelaksanaan pengelolaan arsip. ditetapkannya Rencana Strategis ANRI Tahun 2010-2014 dan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan 2005 – 2025. 7. Terwujudnya pendayagunaan arsip bagi kegiatan pemerintah dan masyarakat luas. Bertitik tolak dari 9 sasaran jangka menegah yang telah ditetapkan dalam Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang Kearsipan Tahun 2004 – 2009 yang telah diuraikan di atas. tersusunnya Laporan Keuangan Audited. Terlaksananya upaya penyelamatan dan pelestarian arsip serta meningkatkan khasanah arsip statis sebagai bahan pertanggungjawaban nasional dan akuntabilitas publik. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini diarahkan pada penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan. Tersedianya sistem jaringan informasi kearsipan antara ANRI dengan Badan/Kantor Arsip Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. b. 9. tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ANRI Tahun 2008.pusat dan daerah dalam rangka penyelenggaraan kearsipan secara nasional. 6. terselenggaranya dukungan operasional sehari-hari perkantoran. 8. Pencapaian sampai dengan Tahun 2008 adalah tersedianya Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan ANRI Tahun 2007. pengelolaan APBN.

Selain hal tersebut.pemeriksaan di lingkungan ANRI dan terselenggaranya rapat kerja teknis Tingkat Eselon I. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini bertujuan untuk menata dan menyempurnakan organisasi dan manajemen melalui penciptaan kearsipan yang efektif dan efisien serta menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip negara. Adapun jumlah instansi yang telah dibina dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel. Hasil dari pembinaan kearsipan dapat dilihat dari jumlah instansi binaan yang telah melakukan pengelolaan arsip sesuai dengan norma/standar kearsipan. dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) ANRI sedang melakukan usahausaha ke arah reformasi birokrasi bersama dengan Kementerian Negara Pendayagunaan Kepegawaian Aparatur Negara. dan Badan Badan Lembaga Administrasi Negara. 2. 1 JUMLAH INSTANSI PUSAT DAN DAERAH YANG TELAH MELAKUKAN PENGELOLAAN ARSIP SESUAI DENGAN KAIDAH KEARSIPAN TAHUN INSTANSI PUSAT DAERAH 2004 22 15 2005 29 17 2006 36 23 2007 40 24 2008 43 31 2009 46 62 5 . Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. supervisi dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kearsipan meliputi kesisteman. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan a. kelembagaan. Hasil-hasil yang telah dicapai pada tahun 2008: 1) Dalam rangka pembinaan pelaksanaan kearsipan ANRI telah melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan. program kearsipan serta pelaksanaan kegiatan kearsipan di seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan standar dan kaidah kearsipan. Negara dan Reformasi Birokrasi. SDM kearsipan.

6) ANRI telah menyelesaikan naskah Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 6 . 30. 99. 3) Tersedianya 20 inventaris/daftar arsip sebagai salah satu sarana temu balik arsip.000 kaset/open reels arsip rekaman suara. terpeliharanya 27.00 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. Sragen.000 kaset arsip film. 2008. 4) Dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana. Situbondo. Ponorogo.200 fiches arsip microfische.50 (+) 35.200 reels arsip microfilm dan 7. Kepegawaian. Perbandingan jumlah JRA yang disetujui oleh ANRI dari tahun 2007 dan 2008 dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2 PERKEMBANGAN JUMLAH JRA YANG TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN KEPALA ANRI DARI TAHUN 2007-2008 Tahun Perubahan No Instansi 2007 2008 Naik Turun % 1. Ngawi. pada tahun 2008 telah dilaksanakan penyelamatan arsip pada 9 (sembilan) daerah yang terkena bencana banjir yaitu Bojonegoro. Pusat Daerah JUMLAH 8 17 25 11 23 34 3 6 9 (+) 37. 2009 2) ANRI telah menyetujui sebanyak 11 Jadwal Retensi Arsip (JRA) instansi pusat dan 23 JRA Pemerintah Daerah meliputi JRA Fasilitatif Keuangan.663.000 ml Arsip Konvensional. Pasuruan. Yogyakarta.JUMLAH 37 46 59 64 74 108 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. 1. 9. Lamongan.794 lembar arsip Kartografi dan Kearsitekturan. 2. 30.000 lembar arsip foto (negatif dan positif). dan Jakarta. serta dikeluarkannya rekomendasi pemusnahan arsip bagi 8 (delapan) instansi pusat dan daerah. 5) Terlaksananya pengadaan Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana.29 (+) 36. dan Substantif.

Keagamaan. sertifikasi SDM Kearsipan. 4) Tersosialisasikannya pedoman akreditasi dan sertifikasi kearsipan pada instansi pusat dan daerah hasil kerjasama ANRI dengan UNDIP. Disamping itu. 7) Penandatanganan Kerja Sama ANRI dengan KPU tentang Penyelamatan dan Pelestarian Arsip 5 Maret 2009. paspor. Arsip dari Lembaga Pemerintahan/Lembaga Massa. 5) Tersusunnya Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi (Job Description) ANRI sebagai bagian dari proses reformasi birokrasi di lingkungan ANRI. buku tabungan yang terkena musibah banjir sebanyak 260 bundel dan 154 album foto. 8) Terlaksananya penyelamatan arsip Pemilu 2009 dan Arsip Pilkada. 9) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Akibat Jebolnya Tanggul Situ Gintung Kabupaten Tangerang Banten yang terjadi pada tanggal 27 Maret 2009. 3) Terlaksananya penyusunan rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014. Organisasi Negara. Arsip yang diselamatkan adalah arsip milik masyarakat/perorangan dan instansi antara lain arsip milik Seto Mulyadi (Kak Seto). b. Politik. sertifikat tanah. 6) Terlaksananya pengolahan.tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. BUMN/Swasta. ijazah. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan yang terdapat pada program ini dapat terealisasi antara lain: 1) Naskah RUU Kearsipan telah disahkan menjadi Undang-undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 28 September 2009. ANRI sejak 1 April 2009 hingga sekarang sedang melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip Universitas 7 Organisasi Pemilihan Umum ditandatangani tanggal . dan Organisasi Perorangan. pemeliharaan dan perbaikan arsip statis baik arsip konvensional maupun arsip media baru. Zakaria Abubakar dan warga lainnya berupa. 2) Disahkannya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. serta Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis.

10) Terlaksananya penilaian dan akuisisi arsip Kabinet Gotong Royong.952 meter linier. Pelayanan perbaikan (Restorasi Arsip) terhadap arsip akibat bencana Situ Gintung. 13) Tersusunnya Pedoman Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa sebagai upaya untuk mendukung Program Arsip Masuk Desa. a. 16) Terselenggaranya Sidang Umum dan Konferensi SEAPAVAA (South East Asia Pacific Audio Visual Archives Association) ke-13 di Bandung tanggal 15-20 Mei 2009. 8 . serta Arsip Lembaga Kepresidenan. 15) Terlaksananya pengkajian di bidang kearsipan.285 bundel. sedangkan sampai saat ini yang sudah terbentuk adalah Arsip Universitas Gajah Mada. penyelenggaraan diklat kearsipan serta pengembangan profesionalisme pegawai negeri melalui penyempurnaan aturan etika dan mekanisme penegakan hukum disiplin. Pencapaian Program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya diklat fungsional arsiparis tingkat keterampilan dan keahlian. 12) Terlaksananya pengamanan arsip melalui Barcode. 11) Terlaksananya wawancara sejarah lisan mengenai Kembalinya GAM ke Ibu Pertiwi. Arsip Peradilan. baik yang dilakukan di lokasi kejadian maupun yang dilaksanakan di ANRI dengan memanfaatkan alat Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dan diberikan secara gratis. Program Pengelolaan SDM Aparatur Program ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM aparatur melalui peningkatan kompetensi pada tugas dan tanggung jawabnya. ANRI sejak tanggal 1-4 Oktober 2009 melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip akibat gempa di Sumatera Barat yang terjadi tanggal 30 September 2009 kurang lebih sebanyak 35. Arsip Konflik dan Keraton Nusantara. 3. 14) Terlaksananya penyusunan pedoman/petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan/standar di bidang kearsipan.Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kurang lebih sebanyak 1. 17) Terlaksananya persiapan pembentukan Arsip Universitas Pattimura.

2) 3) 4) 5) 6)

Terlaksananya diklat teknis kearsipan baik di Pusat maupun daerah; Terlaksananya diklat kearsipan dana dekonsentrasi di daerah provinsi; Terlaksananya Tahun 2008; Terbitnya Peraturan MenPAN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya; Terbitnya Pedoman Formasi Kebutuhan Arsiparis, Akreditasi Sistem Kearsipan Dinamis (Non Elektronik) dan Akreditasi Lembaga Jasa Penyimpanan Arsip. Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional

Pengembangan SDM Kearsipan di ANRI dilakukan melalui

kegiatan

pendidikan pelatihan dengan berbagai jenjang dan tingkat keahlian masingmasing dan difokuskan untuk peningkatan pengetahuan, keahlian dan keterampilan serta pembinaan Arsiparis di tingkat pusat dan daerah. Untuk lebih jelasnya, mengenai jumlah pejabat fungsional arsiparis dan jumlah diklat penciptaan yang dilakukan ANRI dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 berikut ini : Tabel. 3 JUMLAH PEJABAT FUNGSIONAL ARSIPARIS DI INSTANSI PUSAT DAN DAERAH DARI TAHUN 2004 – 2009
JUMLAH ARSIPARIS TINGKAT KEAHLIAN INSTANSI 2004
PUSAT LPND DEPT 191

TINGKAT KETERAMPILAN TAHUN

TAHUN 2005
99 120

2006
110 117

2007
110 119

2008
109 128

2009
119 249

2004
1.807

2005
578 1.246

2006
614 997

2007
602 1.004

2008
645 1.112

2009
424 1271

DAERAH

PROVINSI KAB/KOTA

174

177 9

164 9

220 9

230 9

162 14

1.609

1.175 250

1.187 233

880 233

920 233

651 285

JUMLAH

365

405

400

458

476

544

3.416

3.249

3.031

2.719

2.910

2.631

Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

9

Tabel 4. JUMLAH PESERTA YANG TELAH MENGIKUTI DIKLAT ARSIPARIS TERAMPIL DAN ARSIPARIS AHLI PER PROVINSI NO 1 2 3 4 5 6 TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 JUMLAH PROVINSI 16 Provinsi 29 Provinsi 29 Provinsi 32 Provinsi 31 Provinsi 29 Provinsi JUMLAH
Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

JUMLAH PESERTA 350 Orang 944 Orang 799 Orang 934 Orang 585 Orang 29 Orang 3.641 Orang

b.

Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan; Terlaksananya diklat Pimpinan Lembaga Kearsipan; Disahkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 sebagai pengganti Peraturan MenPAN Nomor 09/Kep/M.PAN/2/2002 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kredit; 4) Terlaksananya peningkatan SDM ANRI melalui pemberian bantuan beasiswa S1/DIV, S2, S3, pengiriman diklat dan kursus baik di dalam maupun di Luar Negeri; 5) 6) 7) 8) 9) Terlaksananya evaluasi pasca diklat kearsipan; Terlaksananya pembinaan dan penilaian jabatan fungsional Arsiparis dan fungsional lainnya; Disahkannnya Peraturan Bersama Kepala ANRI dan Kepala BKN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis; Tersedianya standar kompetensi jabatan struktural; Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional 2009. 10 Tahun

4. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Program ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen pelayanan publik yang bermutu, transparan, akuntabel, mudah, murah, cepat, patut, dan adil kepada seluruh masyarakat guna menunjang kepentingan masyarakat dan dunia usaha serta mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. a. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya Bantuan/Hibah Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip 2) dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arsip kepada 10 daerah provinsi; Tersedianya Citra Daerah untuk 29 provinsi, pada tahun 2008 dilaksanakan pembuatan citra daerah 6 provinsi. Sedangkan sisanya sebanyak 4 provinsi akan diselesaikan pada tahun 2009; 3) 4) 5) Tersedianya Citra Nusantara Jilid I: Tradisi Menjaga Keutuhan Negeri, Jilid II: Tradisi Niaga Bangsa dan Jilid III: Tradisi Membina Negeri; Tersedianya Naskah Sumber Arsip Seri: "Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah RI Jilid III”; Terlaksananya Pameran Arsip Arsip Wawasan Kebangsaan, Pameran dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan Pameran dalam rangka memperingati HUT R.I.; 6) Terlaksananya Pelayanan Kearsipan baik Layanan di Ruang Baca maupun Layanan Jasa Kearsipan; b. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Pameran Arsip Wawasan Kebangsaan di 4 daerah dan Pameran 64 Tahun Refleksi Kemerdekaan R.I.; Terselenggaranya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan dan Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Lingkungan Instansi Pusat; Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar/Masyarakat, Sosialisasi Kelembagaan ANRI, Sosialisasi Kearsipan, Fasilitasi Teknis Layanan Pemanfaatan Arsip Statis, Workshop pengolahan arsip statis untuk pengembangan database; 4) 5) Terlaksananya bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 daerah provinsi; Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 Daerah Provinsi; 11

700 m2. Pembangunan Tempat Parkir.6) 7) 8) 9) Terlaksananya Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis dan Pengelolaan Arsip Statis di Daerah. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara Program ini bertujuan untuk meningkatkan prasarana dan sarana dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi ANRI. Pengembangan Aplikasi Preservasi Arsip Elektronik yang Dibuat dengan Aplikasi Perkantoran. Pengadaan A. Pembuatan Maket. Gorontalo.160 m2 serta pengadaan Inventaris keperluan kantor ANRI di Jakarta dan Bogor. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009. Pengadaan Peralatan Kantor. pembuatan sertifikat tanah. Pengadaan Alat Visualisasi Kearsipan. 12 . pengadaan Ambulance. dan Irian Jaya Barat. Gedung G (Depo Penyimpanan Arsip). diperkirakan akan dapat diselesaikan pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. C. 11) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. Sulawesi Barat. pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap III. Tersedianya Prosedur Pengoperasian Modul Pengumpulan Data pada Jaringan Informasi Kearsipan Nasional. Pengadaan Kendaraan Penyelamatan Arsip dan Penanggulangan Bencana (Rescue). Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 ANRI telah menyelesaikan pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap II. Pembuatan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap I seluas 1. Pengembangan Sistem dan Perangkat Pengoperasian Aplikasi Pengelolaan Arsip di Internet. a. dan D. Rehabilitasi Gedung B. 10) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Provinsi Bangka Belitung. Pengadaan Running Text.C. Implementasi JIKN pada Pemerintah Provinsi dan Implementasi Jaringan Sistem Kearsipan Statis pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. rehabilitasi Gedung B (Gedung restorasi/repografi seluas 2. 5. b.

C.Terlaksananya Bantuan Beasiswa sebanyak 77 orang. Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009 1.Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai “Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi” sebanyak 19 Tokoh.Tersedianya Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan.Terlaksananya Program Dana Dekonsentrasi Bidang Kearsipan pada 31 Provinsi.Terlaksananya akuisisi arsip Pemilu. . Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 13 .Terlaksananya Kursus/Training Dalam sebanyak 232 orang dan Luar Negeri sebanyak 14 orang. . Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga 2. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan . Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur . . . . b.1 Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2008 sebagai berikut : a. Kegiatan Prioritas Nasional Untuk tahun 2008 dan 2009. Pilkada dan terselamatkan arsip yang rusak akibat bencana. . ANRI tidak memiliki kegiatan yang menjadi prioritas nasional.Terselenggaranya Diklat Keterampilan sebanyak 3 Angkatan dan Diklat Keahlian sebanyak 2 Angkatan.Tersedianya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. 2. c.

Pembuatan Diorama tentang Sejarah Perjalanan Bangsa. . 6 provinsi/kab/kota sebanyak 8 boks. . Delapan Dasa Warsa Sumpah Pemuda dan Wawasan Kebangsaan. 2. . .Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis TIK pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.Terlaksananya Survey Nasional tentang Pentingnya Arsip bagi Masyarakat.2 Perkiraan Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2009 sebagai berikut : a. .Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada pada 2 intansi lokal.Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 lantai. Gedung Penunjang/Gudang Barang Inventaris.Terlaksananya supervisi pada 20 instansi pusat dan 16 instansi pemerintah daerah.Tersedianya rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014.Tersedianya Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis TIK. d.Terselengaranya Seminar dan Pameran Kearsipan 100 Tahun Kebangkitan Nasional. .Disusunnya Peraturan tentang Pengelolaan Arsip Dinamis.Naskah RUU Kearsipan sudah dapat dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat dan disahkan menjadi Undang-undang.. . . 14 . Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan .Terlaksananya akreditasi pada 2 lembaga kearsipan dan 3 unit kearsipan serta tersertifikasinya 50 arsiparis. .Terlaksananya Penyerahan Citra Daerah sebanyak 6 Provinsi dan Citra Nusantara. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara .

c..Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu 2009 pada 5 instansi pusat. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur .Terlaksananya bantuan beasiswa bagi program D4. dan S3 sebanyak 100 orang. . dan Irian Jaya Barat. dan 5 kab/kota sebanyak 10 boks. dan Rehabilitas Gedung B.Terlaksananya daerah provinsi. . 4 provinsi. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik . . Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara .Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Daerah Provinsi Bangka Belitung. . .Pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II.Terselenggaranya Diklat pimpinan II-IV sebanyak 12 orang. d.Terlaksananya Kursus/Training Dalam Negeri sebanyak 457 orang dan Luar Negeri sebanyak 5 orang.Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 Diklat fungsional arsiparis tingkat Keterampilan sebanyak 75 orang dan tingkat Keahlian sebanyak 15 .Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan pada 29 provinsi. . S1.Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 lembaga kearsipan Daerah Provinsi. S2. Sulawesi Barat. . .Terlaksananya Pembangunan Gedung P (Pengolahan Arsip) 8 lantai.Terselenggaranya 50 orang. Gorontalo.Terlaksananya digitalisasi reformating arsip statis. . b.

Implementasi JIKN pada Pemerintah daerah Provinsi. 2) Pengelolaan arsip statis pada lembaga kearsipan di tingkat daerah belum dapat berjalan optimal. 5) Masih rendahnya kualitas pelayanan publik khususnya dalam bidang kearsipan di tingkat daerah sebagai akibat belum optimalnya penggunaaan teknologi informasi dalam pemberian layanan arsip. maka permasalahan. 4) Belum optimalnya peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. . 3) Belum optimalnya sinergisitas antara lembaga kearsipan dengan dunia pendidikan khususnya pendidikan tingkat dasar (SD-SMP) dan menengah (SMA) dalam hal pemasyarakatan kearsipan. permasalahan.Pengadaan CCTV.Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi pada 12 Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. 6) Belum optimalnya program penanggulangan penyelamatan arsip pasca bencana sebagai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang 16 . potensi. peluang dan tantangan Arsip Nasional Republik Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut : A. potensi. Pengadaan Runing Text. Potensi dan Permasalahan Dengan berbagai kemajuan pembangunan kearsipan yang telah dicapai pada tahun 2008 dan perkiraan pencapaian tahun 2009. standar.2. 1. prosedur.. dan kriteria dalam penyelenggaraan kearsipan secara nasional. Alat Visualisasi Kearsipan. . hal ini disebabkan oleh minimnya anggaran dan juga rendahnya kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. Permasalahan 1) Belum lengkapnya norma. peluang dan tantangan jangka menengah yang harus dihadapi dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia serta tercapainya fokus prioritas pembangunan kearsipan tahun 2010-2014 yaitu mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

program pemberian mobil layanan masyarakat sadar arsip pada lembaga kearsipan provinsi. B. banjir di Sumatera. yang disebabkan terbatasnya SDM. 6) Upaya pemasyarakatan arsip terus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan melalui : Arsip masuk desa. karena arsip merupakan bahan bukti yang autentik dan reliable dalam pelaksanaan kegiatan.penanggulangan bencana. 5) Dalam rangka ikut berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa. dan gempa Sumatera Barat. 17 . jebolnya tanggul Situ Gintung. pilkada. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menjalin kerjasama (MoU) dengan beberapa universitas negeri dan akan terus mengembangkan dengan universitas lainnya di Indonesia dalam pembentukan Arsip Universitas (University Archives). 2) Setiap penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan kehidupan kebangsaan pasti menghasilkan arsip. seperti yang telah dilakukan pada beberapa daerah yang terkena bencana . anggaran. dan pameran arsip. Sebagai contoh arsip teks proklamasi hanya ada di Arsip Nasional Republik Indonesia dan tidak terdapat di tempat lain. Jawa Timur dan Jawa Tengah. Citra Daerah dan Citra Nusantara. 3) Arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. 4) Arsip bersifat unik yang mengandung pengertian bahwa koleksi arsip tidak terdapat di tempat lain. dan arsip pasca bencana akan terus dilakukan. sebagai contoh : penyelamatan arsip pasca Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). pembangunan diorama sejarah perjalanan bangsa. Kekuatan 1) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang merupakan landasan operasional pembangunan kearsipan. 9) Belum memadainya sarana dan prasarana kearsipan dalam rangka mendukung pembangunan kearsipan. dan peralatan pendukung. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu. 7) Belum optimalnya digitalisasi reformating arsip statis. karena baru diundangkan pada tanggal 23 Oktober 2009. gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 8) Belum lengkapnya peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009.

pemilihan kepala daerah secara langsung dan masih banyak lagi proses politik maupun kenegaraan yang kesemuanya itu terekam dalam arsip. S2. 4) Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good penerapan dan pengkajian secara terus-menerus dan Governance) sangat diperlukan transparansi dan akuntabilitas kinerja dari aparatur pemerintah yang ditandai dengan ketersediaan arsip yang autentik dan reliable. 2) Penerapan Otonomi daerah yang ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. 9) Ruang layanan publik yang dapat membantu dan melayani masyarakat akan kebutuhan arsip yang dilengkapi sarana dan prasarana JIKN. 5) Dengan semakin matangnya proses berkehidupan yang demokratis membuka peluang untuk meluruskan sejarah bangsa Indonesia dengan lebih obyektif melalui informasi yang terekam dalam arsip. telah membawa dampak pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang semula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3) Lahirnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Kebebasan Informasi Publik. semakin mengukuhkan peranan/arti penting arsip dalam penyelenggaraan administrasi kepemerintahan dan pembangunan. C. Semua proses otonomi daerah mulai dari likuidasi instansi vertikal di daerah yang berimplikasi pada perubahan struktur dan format kelembagaan. 18 . S1.8) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Dinamis (SIKS dan SIKD) pada di pusat dan daerah serta pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). dan S3 kearsipan baik di dalam dan luar negeri. 10) Peningkatan kualitas SDM melalui pemberian beasiswa D4. Peluang 1) Globalisasi teknologi dan informasi menuntut sistem informasi kearsipan berbasis TIK berkesinambungan.

3) Apresiasi pemerintah relatif masih kecil terhadap pengembangan kearsipan. 7) Semakin meningkatnya jasa kearsipan dalam usaha pembenahan dan penyimpanan arsip pada instansi pemerintah dan swasta di pusat dan daerah dalam rangka peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kecenderungan Tahun tersebut menyebabkan perhatian terhadap pembangunan kearsipan relatif lebih kecil dibandingkan dengan pembangunan perpustakaan. 2) Rendahnya kesadaran lembaga-lembaga negara. 6) Otonomi daerah membawa implikasi pada penggabungan lembaga kearsipan dan perpustakaan di daerah provinsi sebagai wujud perampingan organisasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 2007 tentang organisasi perangkat daerah. Tantangan 1) Rendahnya kesadaran akan pentingnya pengeloaan arsip oleh lembagalembaga negara. 5) Belum semua instansi kabupaten/kota mempunyai lembaga kearsipan sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah. Pada tahun 2006 jumlah arsiparis sebanyak 3431 orang. 4) Belum semua instansi pemerintah di tingkat pusat mempunyai unit kearsipan yang berfungsi mengelola arsip. swasta maupun perorangan akan membawa dampak buruk pada sistem penataan dan penyimpanan arsip.6) Dalam rangka mencegah dan mengurangi maraknya kasus sengketa wilayah perbatasan dan kooptasi pulau-pulau terluar oleh negara tetangga Indonesia. hal ini dapat kita lihat dari data yang tersaji dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. swasta maupun perorangan dalam menyerahkan arsip statisnya kepada Arsip Nasional Republik Indonesia. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 3031 orang dan 19 . badan-badan pemerintahan. D. hal ini ditandai dengan dukungan anggaran yang belum memadai terhadap lembaga kearsipan baik di tingkat pusat maupun daerah. sangat diperlukan arsip sebagai alat bukti yang sah. 7) Minat untuk menjadi pejabat fungsional arsiparis semakin menurun dikarenakan tunjangan arsiparis relatif kecil dan batas usia pensiun pada arsiparis tingkat ahli masih 56 tahun dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawabnya terhadap pengamanan arsip yang dilaksanakan oleh seorang arsiparis. badan-badan pemerintahan.

dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2798 orang dan arsiparis ahli sebanyak 486 orang. maka tahun 2007 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 254 orang atau sebesar 7%. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2719 orang dan arsiparis ahli sebanyak 458 orang. Pada tahun 2007 jumlah arsiparis sebanyak 3177 orang.arsiparis ahli sebanyak 400 orang. Sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis sebanyak 3284 orang. (Sumber: Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan). Dari data yang tersaji tersebut dapat disimpulkan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 2006. sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 147 orang atau sebesar 4%. 20 .

SISTEMATIKA PENULISAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 Bab I PENDAHULUAN 1.1 Visi 2.4 Sasaran Strategis Bab III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3. Potensi dan Permasalahan Bab II VISI.1.2. Kondisi Umum 1. dan TUJUAN 2. MISI.2. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional 3.2 Misi 2.1.3 Tujuan 2. Arah Kebijakan dan Strategi ANRI Bab IV PENUTUP Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Rencana Strategis Tahun 2010-2014 Matrik Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 Matrik Pendanaan Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 21 .

BAB II VISI. 22 . Dalam rangka mewujudkan kondisi tersebut. MISI DAN TUJUAN ANRI 2. ANRI sebagai lembaga yang mempunyai tugas pemerintahan di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1. maju. dan terwujudnya wawasan kebangsaan yang dapat menjalin dan mempertautkan keanekaragaman daerah dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam arsip tertuang informasi yang mengandung bukti historis. nilai budaya. Melalui arsip kita dapat mengetahui keberhasilan dan berbagai kegagalan yang harkat serta dialami bangsa ini mulai dari Sabang sampai Merauke. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. maka ANRI merumuskan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa”. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Sejalan dengan agenda pembangunan tersebut di atas. adil. Visi ini mengandung maksud bahwa arsip merupakan bukti dari dinamika perkembangan perjalanan bangsa.1 Visi Sebagaimana diamanatkan dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. Dalam rangka mendukung peran tersebut di atas. maka disusunlah Visi pembangunan nasional 2005-2025 yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri.

3. 23 . 5.2 Misi Dalam mewujudkan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa” ditempuh melalui 5 (lima) Misi sebagai berikut : 1. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. 2. Memberdayakan arsip sebagai alat bukti sah. Melestarikan arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Memberdayakan arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja organisasi. maka tujuan pembangunan kearsipan yang akan dicapai adalah: 1. perusahaan. pemerintah daerah. organisasi 2. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. Memberdayakan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan. organisasi politik. 5.3 Tujuan Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. 4. pembangunan. dan perseorangan. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. Memberikan akses arsip kepada publik untuk kepentingan pemerintahan. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. kemasyarakatan. 4. penelitian.2. dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan rakyat sesuai peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan demi kemaslahatan bangsa. lembaga pendidikan. 2. 3. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan.

provinsi. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. dan. 8. 3. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. pertahanan. dan bernegara. informasi. sosial. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Statis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. kabupaten/kota. politik. maka pembangunan kearsipan 5 (lima) tahun ke depan diarahkan untuk mencapai 3 (tiga) Sasaran Strategis sebagai berikut : A. provinsi. Tersedianya hasil kajian penyelenggaraan kearsipan yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. 2. B. berbangsa. Target kinerja : 1.4 Sasaran Strategis Fokus prioritas pembangunan kearsipan jangka menengah tahun 2010-2014 adalah mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 24 yang profesional . Target kinerja : 1. Sejalan dengan hal tersebut. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. 7. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. budaya. Tersedianya kompetensi arsiparis dan pengelola arsip dan sejahtera. Mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. serta keamanan identitas dan jati diri sebagai bangsa. dan kabupaten/kota. 2. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat.6.

C. Terselamatkan dan terlestarikannya arsip/dokumen negara yang bernilai pertanggungjawaban nasional seperti arsip pemilu legislatif dan presiden serta pilkada. dan kabupaten/kota. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. Tersedianya kebijakan nasional pembangunan kearsipan di pedesaan. pembinaan. Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah. kabupaten/kota. 4. pembangunan. 6. dan ilmu pengetahuan. Terakreditasinya lembaga dan unit kearsipan serta tersertifikasinya arsiparis di pusat dan daerah. 3. provinsi. Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) dan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. 2. 4. penelitian. provinsi. pengendalian program. administrasi. Sedangkan dalam rangka mendukung percepatan pencapaian ketiga Sasaran Strategis tersebut. 3. Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya inventarisasi arsip yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. Target Kinerja : 25 . Target kinerja : 1. Tersedianya peraturan yang mengatur tentang mekanisme pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi SDM kearsipan. penataan. Meningkatnya preservasi arsip demi terwujudnya pemeliharaan. 5. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. telah ditetapkan sasaran pendukung sebagai berikut : Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan.2. Terlaksananya bimbingan teknis kearsipan di lembaga negara/badan pemerintah pusat.

Meningkatnya jumlah peraturan kearsipan.1. Berkurangnya jumlah temuan dalam pengawasan internal. Terwujudnya penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran. 26 . administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel serta tepat waktu. 5. 4. Terwujudnya kebijakan kearsipan nasional yang berupa Peraturan Pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Meningkatnya jumlah instansi/lembaga yang menggunakan jasa kearsipan. 3. 2.

4. 3. 2. Peningkatan kualitas pelayanan publik. Peningkatan kinerja lembaga di bidang hukum. Peningkatan efektivitas peraturan perundang-undangan. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014. Agenda I Agenda II Agenda III Agenda IV Agenda V : : : : : Pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Perbaikan tata kelola pemerintahan Penegakan pilar demokrasi Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi Pembangunan yang inklusif dan bermartabat Arah Kebijakan pembangunan di bidang hukum dan aparatur diarahkan pada tercapainya agenda II yaitu perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik. Peningkatan penghormatan. dan penegakan HAM.BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3. Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia yang sejahtera. 7. 4. Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. 2. demokratis. kolusi.1. 5. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. dengan strategi: 1. 5. 6. pemajuan. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. 3. dan berkeadilan maka telah ditetapkan 5 (lima) agenda utama Pembangunan Nasional Tahun 2010-2014 yaitu: 1. bahwa arah Pembangunan Jangka Menengah ke dua (RPJMN ke2) Tahun 2010-2014 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. dan nepotisme (KKN). Pemantapan pelaksanaan reformasi birokrasi. 27 .

Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan. dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI dengan output/keluaran tersusunnya Peraturan Pelaksanaan dari UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang termasuk Indonesia. fokus prioritas. dan kegiatan prioritas bidang pembangunan kearsipan dalam RPJMN tahun 2010-2014 dapat dilihat pada matrik berikut ini : dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik 28 . khususnya pada Fokus Prioritas VI yaitu Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi. Untuk lebih jelasnya mengenai uraian prioritas. Pembinaan Kearsipan Pusat dengan output/keluaran terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (SIKD-TIK) yang termasuk dalam Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional. guna mempercepat terwujudnya prioritas dan fokus prioritas RPJMN 2010-2014 sebagaimana tersebut di atas maka telah ditetapkan 2 (dua) kegiatan prioritas Pembangunan Kearsipan sebagai berikut: 1. Berkaitan dengan hal tersebut. Peningkatan Layanan Hukum. 2.Dalam RPJMN 2010-2014 pembangunan kearsipan diarahkan guna mendukung tercapainya prioritas bidang Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik.

43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Indeks Efektivitas Pemerinta han(dari skala -2.d.0 2 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) 10 ANRI 11.29 2014 0.Jumlah Inpres . 1 Peningkatan layanan hukum.Jumlah Perka.5) Persentase Instansi Pemerintah yang dinilai akuntabel (%) .4 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 29 .Jumlah instansi pusat (IP) yang sudah menerapkan SIKDTIK 1 Inpres 1 Inpres K) 1 Perka ANRI 52 Perka ANRI 30 K) K) Program Dukungan Manajemen dan Penyelengga raan Tugas Teknis Lainnya ANRI Program Penyelengga raan Kearsipan Nasional ANRI 7. Milyar ) VI. ANRI .5 PROGRAM KEMENTE RIAN/ LEMBAGA TERKAIT Kemeneg.Jumlah PP 24 80 4 PP 7 PP K) . PAN TOTAL ALOKASI PRIORITAS 2010-2014 (Rp. 2. pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan.5 s. dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No.MATRIK BAB VIII BUKU II RPJMN 2010-2014 RENCANA TINDAK PRORITAS BIDANG HUKUM DAN APARATUR BIDANG PEMBANGUNAN : HUKUM DAN APARATUR PRIORITAS BIDANG : Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik NO FOKUS PRIORITAS/ KEGIATAN PRIORITAS Fokus Prioritas 6: PENINGKATAN KAPASITAS DAN AKUNTABILITAS BIROKRASI SASARAN (Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) Meningkatnya kapasitas birokrasi dan akuntabilitas instansi pemerintah TARGET INDIKATOR 2010 -0.

Jumlah instansi/perusahaa 2010 100% TARGET 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp. Persentase penyelesaian adminstrasi kepegawaian terkait dengan kenaikan pangkat dan usulan pensiun pegawai 10.3 MATRIK BUKU II RPJMN 2010-2014 20% 20% 2. Persentase layanan di bidang hukum dan kerjasama yang tepat sasaran 6. Persentase penyelesaian SOP unit kerja 9.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan INDIKATOR 1. Jumlah pengunjung ANRI 4. penatausahaan anggaran/barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya 12. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Jumlah laporan hasil pengawasan dan rekomendasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di bidang kearsipan 14. Persentase ketersedian pedoman pengelolaan/data base arsip dinamis dan ketersedian program/daftar arsip vital serta ketepatan waktu pendistribusian surat/barang cetakan 13. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja 3.900 org 90% 37. Milyar ) 322. Persentase peningkatan kualitas pengelolaan.RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA KEMENTERIAN/LEMBAGA : ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NO I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ANRI SASARAN Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 7. Persentase penempatan pegawai sesuai dengan kompeten 11. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 5.245 org 90% 90% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 6 Laporan 30 Laporan 8 Instansi 40 Instansi 30 . Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja 8.

dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. · Pengelola-an Arsip Statis.4 TOTAL ALOKASI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2010-2014 615. Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).Jumlah Inpres . Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai input penyempurnaan sistem kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 5. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu 3.1. · Pengelola-an Arsip Dinamis.1 Perka ANRI 100% 7 PP. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) 4.1 Inpres. ANRI II PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ANRI III PROGRAM PENYELENGARAAN KEARSIPAN NASIONAL Meningkatnya efektifitas pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip . 1 Inpres.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan n yang memanfaatkan jasa kearsipan . pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan .2 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 31 .4 PP tentang: · Sistem Kearsipan Nasional (SKN). 52 Perka ANRI 7.Jumlah Perka.6 1. dan · Penyusutan Arsip . Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN). Peningkatan layanan hukum.0 100% 85. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 5% 25% 207. Persentase lembaga dan unit kearsipan yang sudah terakreditasi 2.3 5% 75% 5% 25% 80% 80% 2 angkatan diklat penciptaan Arsiparis - 750 peserta diklat teknis 1 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Jumlah instansi pusat dan Lembaga Kearsipan Pusat yang sudah menerapkan SIKD-TIK 10 instansi pusat 6 angkatan diklat penciptaan Arsiparis 1500 peserta diklat teknis 2250 peserta diklat teknis 30 instansi pusat 11.Jumlah PP .

dan perseorangan.3. 5. budaya. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. pertahanan. perusahaan. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kearsipan yaitu: 1. politik. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. 6. 4. 3. lembaga pendidikan. menjamin keselamatan dan dalam keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban kehidupan bermasyarakat. berbangsa. serta keamanan sebagai identitas dan jati diri bangsa. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya maka telah dirumuskan 3 (tiga) sasaran strategis dan 1(satu) sasaran pendukung sebagai berikut : 32 . menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. organisasi politik.2. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. pemerintah daerah. sosial. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. 7. dan bernegara. 2. organisasi kemasyarakatan. dan 8.

2. maka telah ditetapkan strategi.Sasaran Strategis : 1. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. informasi. maupun masyarakat. pengendalian program. maka ditetapkan strategi. kebijakan. administrasi. dan kegiatan sebagai berikut : A. Standar. Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Menghasilkan kajian kebijakan tentang Norma. Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan kearsipan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. kekuatan. dan Kriteria (NSPK) kearsipan yang dapat menjadi pedoman implementasi bagi para perencana dan pengambil keputusan. Strategi Untuk mencapai sasaran pertama sebagaimana tersebut di atas. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. baik pemerintah. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. informasi. Mewujudkan negara. swasta. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. kebijakan. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. 33 . program. Pedoman. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur sebagaimana tersebut di atas. 3. Pencapaian Sasaran Strategis Pertama Untuk mencapai sasaran pertama yaitu mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. program. dan kegiatan sebagai berikut : 1. peluang dan tantangan. pembinaan.

1. 2. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3.2) Mengembangkan kegiatan pengkajian dan pengembangan serta mendukung program pendidikan lanjutan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. 3. Kebijakan 1) 2) 3) 4) 5) Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan nasional. Misi. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan teknologi kearsipan. 3) Menciptakan dan mengembangkan paket teknologi dan model sistem informasi kearsipan sebagai salah satu kontribusi lembaga bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan kearsipan nasional.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3.1 Tujuan 34 . dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. Sasaran. Program Berdasarkan rumusan Visi. 5) Melaksanakan kegiatan secara optimal agar mampu memberikan outcome terbaik bagi lembaga sebagai salah satu bentuk keprofesionalan lembaga. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan. Tujuan. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis. Strategi. 4) Mengembangkan diri sebagai pusat unggulan melalui diseminasi dan sosialisasi hasil kajian serta menciptakan jaringan dan peluang kerja sama. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan jaringan informasi kearsipan nasional.

2 Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif 3.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase menjadi NSPK. 2) Tercapainya sistem efektifitas pengkajian dan pengembangan statis baik informasi kearsipan dinamis dan konvensional maupun elektronik.Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melalui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. 3.2.1. 1) Pengkajian kearsipan dan dinamis pengembangan dalam rangka norma dan standar sistem membangun rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang kearsipan yang andal.1. 3.1 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Nasional. 3.2 Sasaran 1) Tercapainya efektifitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis baik konvensional maupun elektronik. utuh dan menyeluruh. 2) Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK. sistematis. (Prioritas K/L) 2) Pengkajian dan pengembangan norma dan standar kearsipan statis dalam rangka membangun sistem kearsipan sehingga terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). (Prioritas K/L) 35 .

2 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 1) Pengkajian dan pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . di lembaga negara tingkat pusat dalam rangka mendukung penyelenggaraan 36 . 7) Pengkajian terhadap SDM kearsipan kearsipan dinamis.2. 2) Pengkajian dan pengembangan pengelolaan arsip elektronik. 6) Pengkajian dan pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN). 4) Pengelolaan isi portal JIKN. 8) Pengkajian terhadap SDM kearsipan pada lembaga pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis terutama dalam menyelenggarakan JIKN. 6) Pengkajian lembaga kearsipan daerah dalam rangka meningkatkan standar pengelolaan arsip statis sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. 3. 5) Pengkajian kelembagaan unit kearsipan dalam rangka mengembangkan standar unit kearsipan dalam mengelola arsip dinamis. 7) Pengembangan pedoman ekstraksi informasi publik yang dikecualikan terkandung dalam arsip baik dalam format kertas maupun elektronik. 3) Pengkajian dan pengelolaan arsip untuk aktivitas berbasis web di lingkungan pemerintahan.3) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan dinamis. 4) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis. 5) Penambahan basis data arsip pilkada dan JIKN.

kekuatan. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Melaksanakan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. kebijakan. dan kegiatan sebagai berikut : 1. Pencapaian Sasaran Strategis Kedua Untuk mencapai sasaran kedua yaitu Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara.8) Pengkajian Kearsipan. B. maka ditetapkan strategi. serta masyarakat luas. ketersediaan pedoman maupun instrumen pendukung supervisi yang 37 . Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. peluang dan tantangan. 2. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. dan pengembangan teknologi Informasi 9) Penyelenggaraan Rakor JIKN. 2) Melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. Melaksanakan akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme supervisi. 10)Penyusunan materi diseminasi khasanah arsip statis ANRI melalui internet. program. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. organisasi kemasyarakatan dan partai politik. 3) 4) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa. Strategi Untuk mencapai sasaran kedua sebagaimana tersebut di atas. 5) Melaksanakan pengembangan jabatan fungsional arsiparis.

dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas.1.lebih komprehensif dan peningkatan peran SDM secara partisipatif baik dari ANRI maupun dari instansi yang di supervisi. Strategi. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme bimbingan dan konsultasi. peningkatan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait yang mempunyai otoritas mengeluarkan penilaian akreditasi maupun sertifikasi . Tujuan.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. 2) Mendorong peningkatan kualitas bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3. Misi. batas usia pensiun arsiparis 3. Program Berdasarkan rumusan Visi. metodologi pengajaran serta kualitas pengajar. 5) Mendorong peningkatan kualitas pejabat fungsional arsiparis melalui pelaksanaan diklat/kursus kearsipan. 3) Mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa melalui peningkatan kualitas kurikulum. 38 . 4) Mendorong peningkatan kualitas akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan melalui ketersediaan pedoman dan instrumen pendukung penilaian akreditasi dan sertifikasi. Sasaran.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. ketersedian pedoman maupun instrumen pendukung bimbingan dan konsultasi yang lebih komprehensif. upaya peningkatan tunjangan/kesejahteraan arsiparis dan sampai usia 60 tahun.

3.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase lembaga/unit kearsipan yang telah terakreditasi. 3) Pembinaan dan penilaian angka kredit arsiparis madya. 4) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan. 2) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu.2.1.3.2 Sasaran 1) Terwujudnya pengelolaan arsip baik dinamis maupun statis yang efektif dan efisien di seluruh lembaga negara dan badan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. 4) Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai 5) Jumlah input penyempurnaan dan sistem kearsipan kearsipan bagi yang lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota. pendidikan pelatihan diselenggarakan. 3) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA). 4) Penyelenggaraan nasional.1 Pelaksanaan Akreditasi dan Profesi kearsipan 1) Pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan. 3. 2) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. pemilihan arsiparis teladan tingkat 39 . 3) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga kearsipan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) 2) Bimbingan arsiparis dan tim penilai angka kredit arsiparis.1.

7) 8) 9) Penyelenggaraan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 40 . Informasi. 6) Fasilitasi kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI). 4) 5) 6) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 3. 8) Rakor dan sosialisasi pedoman umum penyelenggaraan akreditasi dan sertifikasi kearsipan.2. 2) 3) Informasi. 7) Penyempurnaan pedoman mekanisme kerja arsiparis. dan Komunikasi (SIKD-TIK).5) Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya. 10) Penyelenggaraan Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Penyelenggaraan pemilihan unit kearsipan teladan di instansi pemerintah pusat. Rakor Evaluasi bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat.2 Pembinaan kearsipan Pusat 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi. (Prioritas K/L) Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi. Rakor hasil bimbingan dan supervisi sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. dan Komunikasi (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. (Prioritas Bidang dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Penyelenggaraan konsultasi pertimbangan dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di lembaga negara dan badan pemerintah pusat.

11) Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. 12) Penyelenggaraan rapat koordinasi kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi.3 Pembinaan Kearsipan Daerah 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi 2) 3) 4) 5) 6) Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK). (Prioritas K/L) Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa.2. (Prioritas K/L) Peningkatan masyarakat sadar arsip untuk provinsi dan kabupaten/kota.3.4 Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 1) Penyelenggaraan diklat penciptaan jabatan fungsional 41 arsiparis. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Pedoman. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) dan Bimbingan bagi pengelolaan arsip . dan Kriteria (NSPK) Kearsipan . Evaluasi kearsipan 7) 8) 9) penyelenggaraan di Pemerintah bimbingan Daerah dan konsultasi dan Provinsi Kabupaten/Kota. 10) Evaluasi Penyelenggaraan Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. (Prioritas K/L) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 15) Konsultasi masyarakat.2. 14) Diseminasi dan sosialisasi Norma. Penyelenggaraan konsultasi pengelolaan arsip statis pasca otonomi daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota. 3. Penyelenggaraan supervisi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Standar. 13) Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan. Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota.

8) Pengembangan perpustakaan Pusdiklat Kearsipan.2) Penyelenggaraan diklat kearsipan melalui dana dekonsentrasi. kebijakan. maka ditetapkan strategi. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Pelaksanaan analisis.(Prioritas K/L) 3) Penyelenggaraan diklat teknis kearsipan. 5) Pengembangan laboratorium sistem kearsipan. 11) Melaksanakan kegiatan Tata Usaha Pusdiklat Kearsipan. Strategi Untuk mencapai sasaran ketiga sebagaimana tersebut di atas. organisasi massa. dan perumusan prakarsa strategi di bidang penyelamatan dan pelestarian arsip dan menyelenggarakan konsultasi dan koordinasi dalam rangka penyelamatan dan pelestarian arsip dengan lembaga negara/lembaga pemerintah. 10) Diskusi Ilmiah para pengajar/widyaiswara. 4) Penyusunan kearsipan. 6) Penyusunan program diklat fungsional arsiparis. program. Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga Untuk mencapai sasaran ketiga yaitu mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. 9) Evaluasi pasca diklat. kekuatan. perusahaan. 7) Penciptaan visualisasi media belajar. modul. program. dan partai politik. dan kegiatan sebagai berikut : 1. dan kurikulum diklat C. pengkajian. 2) Membuat standar minimal pengolahan arsip (deskripsi arsip) dari seluruh jenis media arsip baik yang konvensional maupun media baru dan memanfaatkan diinginkan. 3) Memberdayakan dan mengupayakan aksesibilitas arsip kepada publik dengan tersedianya server storage arsip statis hasil alih media arsip 42 teknologi informasi sebagai alat bantu untuk memudahkan pengguna dalam mencari dan mengakses arsip statis yang . peluang dan tantangan. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan.

sementara sistem aplikasinya disiapkan oleh NAN Belanda. 3) Mendorong terwujudnya penyelamatan dan pelestarian arsip melalui alih media arsip sesuai skala prioritas dan mendorong terlaksananya pemeliharaan dan perawatan arsip secara baik dan benar. pengkajian dan prakarsa strategi di bidang kearsipan dan peningkatan kualitas koordinasi pembangunan di tingkat pusat. guna melestarikan nilai guna arsip yang terkandung di dalamnya.menjadi format digital yang memuat seluruh khasanah arsip statis yang tersimpan dan meningkatkan perawatan dan atau pemelihaaan arsip sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku. dalam rangka mempertahankan kondisi fisik arsip. 4) Memenuhi standar pemanfaatan arsip kepada masyarakat dengan meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana pemanfaatan arsip yang diperlukan dan meningkatkan kemudahan akses pemanfaatan arsip kepada masyarakat. Dalam hal ini arsip VOC dalam 5 tahun mendatang sudah dibuatkan jalan masuknya baik dalam bentuk daftar arsip ataupun inventaris. 4) Meningkatkan promosi pemanfaatan arsip baik melalui penerbitan naskah sumber arsip maupun pameran arsip yang diselenggarakan untuk penyebaran informasi arsip kepada masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak baik di lingkungan ANRI maupun di luar lingkungan ANRI dalam mengembangkan pemanfaatan arsip. daerah dan nasional untuk sinkronisasi dan sinergi antara program dan anggaran. 2. 43 . 2) Mempersiapkan sistem deskripsi untuk arsip elektronik sebagai persiapan kemungkinan penyerahan arsip elektronik agar dapat diakses oleh pengguna dan mendukung program Centre of Excellence sebagai wujud dari Memory of The World bagi ANRI dari khasanah arsip statis masa VOC yang rencananya dibuatkan sistem dan akan didigitalisasi sehingga dapat terhubung secara internasional. sesuai standar dan prosedur yang berlaku. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas kinerja termasuk kualitas hasil penyelamatan dan pelestarian arsip melalui analis kebijakan.

3. Tujuan.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Jumlah arsip yang diakuisisi. 3) Meningkatnya preservasi terwujudnya pemeliharaan. 4) Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah.1. Program Berdasarkan rumusan Visi.1.2 Sasaran 1) Meningkatnya memperkaya mendatang. 3. Sasaran. 44 .1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. penataan dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. penelitian dan ilmu pengetahuan. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. 2) Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya daftar arsip. maka disusunlah program sebagai berikut : 3. inventarisasi arsip.1.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. dan arsip penilaian khasanah dan arsip akuisisi serta arsip untuk untuk menjamin terselamatkan dan terlestarikannya arsip demi generasi guide demi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. 2) Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip. Misi. Strategi. 3. pembangunan.

10) Penyelamatan arsip tokoh nasional/pelaku sejarah. kartografi. kartografi.3) Jumlah daftar arsip konvensional. (Prioritas K/L) 4) Pelacakan dan penelusuran arsip Supersemar. audio visual. 7) Jumlah arsip yang dialihmedia/reproduksi. 5) Penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada. dan kearsitekturan yang dibuat. audio visual. audio visual. dan kearsitekturan yang dibuat. 8) Jumlah hasil pengujian arsip dan bahan kearsipan. 9) Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan.1 Penilaian dan Akuisisi Arsip 1) Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif tahun 2009. kartografi. 6) Penyelamatan arsip partai politik peserta pemilu tahun 2009. elektronik. elektronik. elektronik. 6) Jumlah arsip rusak yang direstorasi.(Prioritas K/L) 2) Penilaian dan Akuisisi arsip Kabinet Indonesia Bersatu. 9) Penyelamatan arsip organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan. (Prioritas K/L) 3) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. dan kearsitekturan yang dibuat.2. 5) Jumlah guide arsip konvensional. 11) Perekaman para tokoh/pelaku sejarah pembentukan dan pemekaran wilayah serta konflik di daerah melalui wawancara sejarah lisan.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. 3. 45 . 4) Jumlah inventaris arsip konvensional. 10) Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip perbatasan wilayah dan batas negara. 8) Penilaian dan Akuisisi arsip lembaga peradilan di Indonesia.

15) Penelusuran dan penyelamatan arsip bangunan sejarah/bangunan negara Indonesia.2. 12) Pengolahan dan ekspose arsip lembaga negara/badan pemerintah yang diakuisisi. 8) Pengolahan arsip microfilm. 15) Pengolahan arsip perseorangan yang diakuisisi. 16) Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan data yang diolah 3. OPM. 3) Pendataan dan Inventarisasi arsip konvensional Setelah Tahun 1945. 14) Workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi. 10) Pengolahan arsip kearsitekturan.2 Pengolahan Arsip Statis 1) Pengolahan arsip konvensional VOC. dan konflik lainnya. 5) Pengolahan arsip film. 3. 9) Pengolahan arsip peta (kartografi). 2) Pengolahan arsip konvensional Hindia Belanda. (Prioritas K/L) Implementasi pengamanan arsip melalui sistem barcode. 13) Penyelamatan dan pelestarian arsip perusahaan/BUMN. 13) Pengolahan arsip perusahaan yang diakuisisi. 7) Pengolahan arsip rekaman suara. (Prioritas K/L) 46 . 4) Pengolahan arsip foto. 14) Pengolahan arsip organisasi massa/organisasi politik yang diakuisisi. 6) Pengolahan arsip video. 11) Pengolahan arsip elektronik. RMS.3 Preservasi Kearsipan 1) 2) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana.2. 16) Penelusuran jejak masyarakat Suriname yang telah kembali ke Indonesia.12) Wawancara sejarah lisan mengenai kembalinya GAM ke pangkuan ibu pertiwi.

Penyimpanan dan Penataan arsip konvensional. peta. 3. 14) Alih media arsip foto. (Prioritas K/L) 2) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Nusantara jilid V”. Penyimpanan dan Penataan arsip foto. 19) Pengujian arsip dan bahan kearsipan. 17) Digitalisasi arsip statis(foto.3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penataan arsip konvensional sesuai dengan nomor inventaris (registrasi arsip). Penyimpanan arsip berdasarkan peta lokasi penyimpanan yang ditentukan sesuai standar penyimpanan. 18) Digitalisasi arsip video dan rekaman suara. (Prioritas K/L) 3) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ”Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V”. 20) Fumigasi gedung depo arsip konvensional. 13) Alih media arsip film. (Prioritas K/L) 47 . 11) Penataan kearsitekturan. Penyimpanan dan penataan arsip microfilm. 22) Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. Pemyimpanan dan Penataan arsip film. dan kertas). Penyimpanan dan Penataan arsip video dan rekaman suara. 15) Alih media microfilm. 16) Pembuatan microfilm negatif dan positif koleksi Hindia Belanda. 12) Restorasi arsip media baru.4 Pemanfaatan Arsip 1) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Daerah”.2. dan pendataan arsip kartografi dan 10) Restorasi arsip konvensional. 21) Pengadaan peralatan alih media film dan microfilm.

pengendalian program. dan kartografi.4) Penerbitan Naskah Sumber ”khasanah arsip ANRI” Seri: Citra Daerah (Prioritas K/L) 5) Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Penyelenggaraan pameran kearsipan. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. kebijakan. media baru. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam perencanaan penyusunan anggaran yang berbasis kinerja. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan. maka ditetapkan strategi. 12) Peningkatan kualitas pelayanan publik. 7) 8) 9) Fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis. 6) Pemeliharaan dan perawatan bahan perpustakaan. kekuatan. Pencapaian Sasaran Pendukung Untuk mencapai sasaran pendukung yaitu Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. 11) Pembuatan dan penyebarluasan brosur. 10) Diseminasi dan sosialisasi informasi arsip statis. (Pengarusutamaan) D. administrasi. Strategi Untuk mencapai sasaran pendukung sebagaimana tersebut di atas. 3) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam pengelolaan administrasi keuangan secara transparan dan akuntabel. 48 . 2) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh pada seluruh unit kerja dalam penyusunan laporan akuntabilitas kinerja ANRI. pembinaan. program. Penyelenggaraan Layanan arsip konvensional periode sebelum dan setelah 45. peluang dan tantangan. dan kegiatan sebagai berikut : 1.

Meningkatkan luar negeri. keuangan. kualitas pembinaan administrasi Arsip keuangan dan perlengkapan/kekayaan Nasional Republik 49 . 2. 5) 6) Meningkatkan koordinasi dalam penyusunan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan. Peningkatan pengelolaan Indonesia. kehumasan. Peningkatan kualitas layanan pusat jasa kearsipan pada instansi pemerintah dan swasta. Peningkatan kualitas pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. 5) 6) Peningkatan kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan. 7) 8) Peningkatan kualitas kompetensi SDM kearsipan dan layanan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanan. kepegawaian. S3. kepegawaian maupun perlengkapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemantapan harmonisasi peraturan perundang-undangan bidang kearsipan serta peningkatan kualitas dan kuantitas penyusunan produk hukum bidang kearsipan. Kebijakan 1) 2) 3) 4) Peningkatan kualitas perencanaan penyusunan program dan anggaran yang berbasis kinerja. hukum.4) Meningkatkan pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan. Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam hal pengawasan internal terhadap pegelolaan APBN. Peningkatan kualitas penyusunan laporan kinerja ANRI. dan diklat teknis kearsipan baik di dalam maupun 7) 8) 9) Meningkatkan promosi layanan pusat jasa kearsipan secara terus menerus pada instansi pemerintah dan swasta. Meningkatkan kualitas pusat jasa kearsipan dalam pembenahan arsip di instansi pemerintah maupun swasta. kearsipan. dan rumah tangga ANRI. S2. kualitas dan kompetensi SDM kearsipan melalui beasiswa S1. perlengkapan.

1. Strategi. Program Berdasarkan rumusan Visi. Meningkatnya jumlah temuan hasil pemeriksaan pengelolaan APBN ANRI yang ditindaklanjuti. Terwujudnya pelayanan administrasi kepegawaian. Misi.9) Peningkatan kualitas pengawasan secara efektif dan efisien terhadap pengelolaan keuangan negara di lingkungan ANRI. Sasaran. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan ANRI.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan. Tujuan. Meningkatnya jumlah pegawai yang ditempatkan sesuai dengan keahliannya.1. Terwujudnya pelaksanaan urusan ketatausahaan. 50 .2 Sasaran 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Terwujudnya pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan perencanaan program dan anggaran. 3. Meningkatnya pemberitaan tentang kearsipan yang dimuat di media massa maupun elektronik. Meningkatnya jumlah pengelolaan adminstrasi keuangan yang baik dan tepat waktu.1 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik Indonesia 3. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. maka disusunlah program sebagai berikut : 3. 3. Meningkatnya jumlah produk hukum kearsipan yang disahkan menjadi peraturan kearsipan.

Program dan Ketatausahaan 51 .2 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 1) Peningkatan Anggaran. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja.1.3 Indikator Kinerja Outcome 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu. penatausahaan anggaran beserta pertanggungjawaban 10) Persentase penempatan pegawai yang sesuai dengan 3. 11) Persentase ketepatan pelayanan pengurusan kepegawaian. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan. Persentase penyelesaian SOP unit kerja. 14) Jumlah instansi/perusahaan yang memanfaatkan jasa kearsipan. 13) Persentase temuan pengawasan/pemeriksaan/pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. Persentase penyelesaian peraturan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran. peningkatan kualitas pengelolaan. kompetensi. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu. 12) Persentase dan pelaporan. Koordinasi Evaluasi dan Penyusunan Pelaporan.10) Meningkatnya jumlah perusahaan dan instansi pemerintah yang menggunakan jasa kearsipan. Jumlah pengunjung ke Arsip Nasional Republik Indonesia. 3. Persentase informasi/pemberitaan bidang kearsipan yang disajikan melalui media massa maupun elektronik.

Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI). 22) Pengelolaan/Pengembangan website ANRI. 15) Penyusunan LAKIP ANRI. 11) Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. Penyelenggaraan Rakernis Program dan Anggaran. 18) Penyusunan Executive Report. Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. televisi dan radio. 1) 2) 3) 4) 5) Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. 12) Penyempurnaan Standar Biaya Khusus. 14) Penyusunan evaluasi program kinerja. 20) Penyelesaian ketatausahaan pimpinan. Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang 6) 7) 8) 9) Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (Masterplan ANRI). 17) Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. (Prioritas K/L) Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ANRI. Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. 10) Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia. 52 . (Pengarusutamaan) 16) Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. 19) Evaluasi pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009.Pimpinan. 13) Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. serta Hubungan Masyarakat di Lingkungan ANRI. 21) Sosialisasi kelembagaan ANRI melalui media cetak.

1) 2) 3) 4) 5) Penyusunan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Penyusunan naskah kerjasama pengembangan kearsipan dengan beberapa perguruan tinggi dalam negeri. 37) Pembuatan komputer interaktif. 34) Pembuatan pusat informasi dan publikasi ANRI (media center). sarjana. 28) Penyusunan bahan hearing DPR. interaktif. (Prioritas K/L) 6) Pemberian bantuan beasiswa diploma. 32) Safari Lembaga.D.(Prioritas Bidang) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan. 35) Promosi dan publikasi kearsipan. 36) Lomba karya tulis bidang kearsipan. 38) Pembuatan data base penghubung antar lembaga. 29) Penyelenggaraan Temu Teknis di lingkungan unit eselon I. 30) Pembuatan bahan publikasi booklet dan leaflet. 33) Pembuatan C. Penyusunan SOP di lingkungan ANRI.23) Penerbitan majalah kearsipan ANRI. 26) Optimalisasi keprotokolan. 31) Revisi visual profil ANRI. 25) Penyelenggaraan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa. (Prioritas K/L) Penyusunan Kumpulan peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum (SJDIH). 2) Peningkatan Layanan Hukum. (Prioritas K/L) 53 . Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI. dan pasca sarjana. 24) Peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting. 27) Forum bakohumas.

17) Pemeriksaan kesehatan resiko pekerjaan. (Prioritas K/L) Pembentukan peraturan tentang standar pelayanan arsip. 20) Penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. (Pengarusutamaan) 14) Penyusunan mekanisme penyediaan informasi. penggunaan. 19) Pengelolaan administrasi kenaikan pangkat dan gaji berkala. (Pengarusutamaan) 21) Penyesuaian ijazah dan ujian dinas. 16) Pengelolaan tunjangan pengelolaan arsip statis. penerimaan. 22) Penilaian angka kredit jabatan fungsional. Pembentukan peraturan yang mencakup materi tentang penciptaan.7) 8) 9) Training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri. 18) Penyelenggaraan fasilitas Poliklinik/obat-obatan. (Pengarusutamaan) 23) Penyusunan Penyempurnaan standar kompetensi jabatan struktural. (Pengarusutamaan) 26) Pembinaan pegawai. penataan. 28) Penyelenggaraan pelayanan dan pengelolaan administrasi pegawai. 10) Pembentukan peraturan tentang sistem administrasi negara dalam rangka memposisikan arsip. 54 . 13) Penyempurnaan tata kerja dan struktur organisasi ANRI. dan pengelolaan arsip. 15) Pendidikan dan pelatihan CPNS. pemeliharaan. 12) Penyempurnaan penjabaran tugas dan fungsi organisasi ANRI. 11) Pembentukan peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan. 25) Diklat teknis kepegawaian. 24) Diklat pimpinan tingkat I-IV. (Pengarusutamaan) 27) Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.

31) Penyusunan standar kompetensi jabatan fungsional umum. Pengadaan peralatan rumah tangga. 36) Penyuluhan hukum pegawai ANRI. Pengadaan peralatan/perlengkapan kantor. (Pengarusutamaan) 33) Pencetakan Peraturan Kepala dan Keputusan Kepala ANRI tentang organisasi dan tata kerja ANRI dari tahun 1974 s. 55 makanan/minuman penambah daya tahan . Honor pengelola APBN. honorarium. 3) Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Anggaran serta pelayanan penunjang pelaksanaan tugas ANRI. Penerimaan dan pengiriman surat dinas. 32) Penyusunan pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun. lembur. 39) Rakor Penyelesaian Mekanisme Kerja antar Unit di Lingkungan ANRI. Pembayaran langganan internet. Pengadaan pakaian dinas pegawai. Pembayaran jasa keamanan dan kebersihan. Perawatan kendaraan bermotor. Pembayaran langganan daya dan jasa. 34) Penyebarluasan produk hukum. Pengadaan keperluan kantor. 2009. Pengadaan tubuh. 38) Penyelenggaraan kerjasama luar negeri.d. (Pengarusutamaan) 37) Penyelenggaraan Program legislasi ANRI. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) Pengelolaan gaji. Perawatan sarana gedung. dan tunjangan. 35) Harmonisasi dan sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI. (Pengarusutamaan) 30) Penyempurnaan evaluasi jabatan di lingkungan ANRI.29) Penyelenggaraan uji kompetensi pejabat struktural. Pemeliharan dan perawatan gedung kantor. 40) Penyelenggaraan Seminar Kearsipan dan Kesehatan.

Pengelolaan perjalanan dinas pimpinan. Pengadaan bahan-bahan kearsipan. Pengembangan sistem informasi perjalanan dinas. Peningkatan kapasitas basis data arsip inaktif ANRI. Penyusunan Pedoman Arsip Vital. Pendistribusian barang inventarisasi. dan penyelamatan bukti kepemilikan arsip. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan BMN. 56 . Pengelolaan administrasi keuangan. Pencetakan agenda dan map.15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) 31) 32) 33) 34) 35) 36) 37) 38) 39) 40) 41) 42) 43) Operasional perkantoran. Implementasi SAPP. Penyusunan Daftar Pencarian Arsip yang memiliki nilai guna Sejarah. Pendistribusian barang non inventaris. Penyusunan Pedoman Arsip Terjaga. Pembuatan laboratorium sistem kearsipan. pemeliharaan. Pengamanan. Inventarisasi Arsip Terjaga. Inventarisasi BMN. Pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan. Penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa. Sistem akuntansi BMN. (Pengarusutamaan) Sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP. Pendataan dan penataan arsip inaktif. Pemutakhiran data BMN. Penyusunan prosedur tetap kerumahtanggaan. Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Penyediaan basis data arsip aktif unit kerja di lingkungan ANRI Penyusunan Petunjuk Teknis Pengaksesan arsip dinamis dan JRA Substantif ANRI.

4) Pelaksanaan jasa penataan. Pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah. 1) Penjajagan kerjasama kearsipan dengan instansi pusat dan daerah. Pengamanan internal di lingkungan ANRI.44) 45) 46) 47) 4) Penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI. pemeliharan dan perawatan. dan Perawatan Arsip. 3) Presentasi aplikasi pengelolaan dokumen/arsip inaktif berbasis Teknologi Informasi. Pengamanan eksternal di lingkungan ANRI Penyelenggaraan Lomba Kearsipan di lingkungan ANRI. Forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah. Pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi. Penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon IIII. Penilaian angka kredit jabatan fungsional auditor. Evaluasi kegiatan di lingkungan ANRI. Penyimpanan. serta penyimpanan arsip komersial.(Pengarusutamaan) 10) Pelaksanaan pengisian laporan LHKPN bagi pejabat ANRI. Review laporan keuangan ANRI. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pengawasan internal ANRI. Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur ANRI. (Pengarusutamaan) 11) Pelaksanaan tindak lanjut pengaduan masyarakat.(Pengarusutamaan) Optimalisasi audit di ANRI. (Pengarusutamaan) 2) Monitoring/evaluasi pasca layanan jasa. (Pengarusutamaan) 5) Peningkatan Jasa Sistem dan Pembenahan. 57 .

PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum 58 . dan pemusnahan arsip (lanjutan) Tahap IV.3 Indikator Kinerja Outcome Persentase pemenuhan sarana dan sarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan. Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia Dalam rangka mempercepat tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) maka perlu dilakukan reformasi birokrasi di seluruh Kementerian. fumigasi arsip. pemilahan (sortir) arsip.4 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 3. 3) Pelaksanaan Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. 1) Pembangunan gedung kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. Sarana dan E. 4) Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik.1 Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Prasarana. dan Pemerintah daerah. 3. 3.3. 3.2 Sasaran Meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan.4.3. 6) Rehabilitasi jaringan listrik.3. hal ini sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/15/M.3.3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia 3.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran kegiatan yang bersifat fisik berupa pembangunan/rehabilitasi dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan internal Arsip Nasional Republik Indonesia. 2) Pembangunan gedung pengolahan arsip 8 lantai keperluan transit arsip. Lembaga. 5) Peningkatan/pengadaan sarana dan prasarana kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor.

Ketatalaksanaan (business process) 3. Kelembagaan (organisasi) 2. 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan dokumen arah reformasi birokrasi di ANRI (cetak biru R. implementasi. Ketatalaksanaan Reformasi bidang ketatalaksanaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 59 proses penyusunan dokumen daftar perundang-undangan mengenai keberadaan . dan Tujuan.). 4) Tersedianya dokumen rencana kerja pelaksanaan kegiatan restrukturisasi serta rumusan disain dan struktur ANRI yang telah dilakukan right sizing.Reformasi Birokrasi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Sumber Daya Manusia Aparatur Selaras dengan hal tersebut di atas. Pada hakekatnya Reformasi Birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang menyangkut 3 (tiga) aspek penting yaitu : 1. Untuk lebih jelasnya uraian mengenai perkembangan penataan kelembagaan.B. Ketatalaksanaan. Misi. 2. Sumber daya Manusia dan Struktur organisasi di Arsip Nasional Republik Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. sedang dalam analisa beban kerja. Kelembagaan Reformasi bidang kelembagaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Tersedianya organisasi. dan sosialisasi Visi. Misi dan Strategi ANRI. Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini juga sedang melakukan upaya reformasi pada 3 (tiga) aspek tersebut dan juga struktur organisasi ANRI sebagai bagian dari kebijakan ANRI dalam mencapai Visi. 3) Telah selesai dilakukan redefinisi.

3) Belum ada implementasi analisa jabatan. 4) Tersedianya dokumen model pengembangan elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). perundangan) organisasi yang berkaitan dengan reformasi birokrasi.1) Telah selesai dilakukan penyusunan 5 program percepatan (Quick Wins) ANRI yaitu Pelayanan Masyarakat untuk peningkatan apresiasi kearsipan melalui layanan diorama ”sejarah perjalanan bangsa”. Sumber Daya Manusia Reformasi bidang sumber daya manusia di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan uraian pekerjaan untuk seluruh posisi. 60 . 7) Tersedianya dokumen desain sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi. 6) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai). Pemberian persetujuan pemusnahan arsip. evaluasi jabatan dan sistem remunerasi. 5) Telah selesai dilaksanakan implementasi dan sosialisasi elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). 8) Sedang direncanakan implementasi sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi termasuk penyediaan perangkat keras dan lunak. Pemberian persetujuan jadwal retensi arsip (JRA). 9) Tersedianya dokumen analisa/pemetaan regulasi (aturan. 3. 11) Sedang dalam proses implementasi penyusunan regulasi baru. profil kompetensi dan indeks kinerja utama. 10) Tersedianya dokumen usulan deregulasi dan penyusunan regulasi baru yang kondusif terhadap perubahan sistem yang dihasilkan proses reformasi birokrasi. Layanan arsip bagi pengguna (Reading Room). 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan ANRI. Layanan internal pengelolaan administrasi keuangan. kebijakan.

5) Sedang dimulai penyusunan dokumen desain/model sistem penilaian kinerja berdasarkan kompetensi. 16) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas kode etik terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. Hal ini menyangkut kejelasan kriteria. 11) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola karir yang berbasis kompetensi dan kinerja. 4) Sedang dimulai penyusunan dokumen implementasi assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. 7) Tersedianya dokumen analisa sistem pengadaan dan seleksi pegawai. 14) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas tingkat kedisiplinan pegawai. 10) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola rotasi. 12) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan perumusan unit kerja kediklatan. 3) Sedang dimulai penyusunan dokumen assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. hak dan kewajiban pegawai dan organisasi. penghargaan dan sangsi yang akan diberlakukan serta mekanisme pelaksanaan. 6) Telah dilaksanakan pelatihan keterampilan bagi pegawai baik sebagai penilai dan/atau yang dinilai dalam penilaian kinerja. transparan dan user friendly. adil dan akuntabel serta berdasarkan kompetensi. 9) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola pengembangan dan pelatihan yang berdasarkan kompetensi. mutasi dan promosi berbasis kompetensi dan kinerja. 13) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas aturan-aturan kepegawaian terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai.2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan bobot atau peringkat jabatan serta sistem remunerasi. 8) Tersedianya dokumen desain/model sistem pengadaan dan seleksi pegawai yang transparan. 61 . 15) Sedang dimulai penyusunan dokumen rancangan sistem pengawasan yang mencakup rekomendasi perbaikan/perubahan yang dibutuhkan.

kualitas penilaian dalam pelayanan kinerja kepada rangka publik. Sedangkan dalam rangka mendukung tercapainya ”Peningkatan kualitas pelayanan publik” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penerapan standar pelayanan publik untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik. dan III.penerapan pakta integritas bagi pejabat eselon I. serta kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi yang tinggi. penerapan sistem pengendalian internal yang efektif. Di samping itu dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. Selanjutnya. Untuk itu ditetapkan indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang dikelompokan kedalam 3(tiga) kebijakan utama yaitu: (1) Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. dalam rangka mendukung tercapainya ”peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN”. upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penegakan peraturan mengenai disiplin pegawai. penerapan manajemen pengaduan yang efektif pada unit penyelenggara pelayanan publik. penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa. Dalam rangka mencapai sasaran yang diharapkan.misi.evaluasi Kemudian ”Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing didasarkan visi. mewajibkan pejabat untuk melaporkan LHKPN. menerapkan maklumat pelayanan untuk unit pelayanan publik. Kebijakan nasional tersebut perlu dijabarkan dalam kebijakan yang lebih operasional pada tingkat Kementerian/Lembaga.telah ditetapkan berbagai kebijakan nasional. pelayanan publik yang berkualitas. tindak lanjut pengaduan masyarakat. peningkatan tindak lanjut atas temuan hasil pemeriksaan.II.17) Sedang dimulai perumusan kode etik yang sesuai dengan kondisi terkini. (2) Peningkatan kualitas pelayanan publik. (3) Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. unit mendukung melaksanakan penyelenggaran tercapainya monitoring. penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP. menyusun dan melaksanakan rencana percepatan pelayanan peningkatan dan publik.strategi dan analisis obyektif serta tugas dan fungsi. peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya. penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan 62 .

7 Tindak lanjut hasil Peningkatan % temuan yang pemeriksaan BPK tindak lanjut atas ditindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan No. penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP). penerapan dan pengembangan e-government. dan pemerintah II.2 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK MELALUI KEBIJAKAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA BESERTA INDIKATORNYA Isu/Kebijakan Kebijakan Indikator di Nasional instansi setiap instansi 1. penerapan manajemen kearsipan dan dokumentasi yang berbasis TIK. Peningkatan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas 1.1 Penegakan Penegakan . Untuk lebih jelasnya mengenai indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang baik dapat dilihat tabel berikut ini: TABEL 1.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sanksi 1.5 Penyelenggaraan Sistem Penerapan sistem Tersedia dan Pengendalian Internal pengendalian terlaksananya Pemerintah (SPIP) internal yang sistem efektif pengendalian internal yang efektif 1.3 Kepatuhan Mewajibkan % pejabat yang penyampaian pejabat telah Laporan Harta untuk melaporkan melaporkan LHKPN Kekayaan LHKPN Penyelenggara % pejabat yang Negara (LHKPN) telah melaporkan LHKPN 1. dan III melaksanakan pakta integritas 1.Tersedianya disiplin PNS di peraturan sistem seluruh instansi mengenai disiplin penegakan pemerintah PNS disiplin yang efektif .dan berbasis merit/kompetensi).4 Kebijakan antikorupsi Mewajibkan Tersedianya sistem pelaporan pelaporan gratifikasi gratifikasi 1.2 Penerapan pakta Penerapan pakta % pejabat telah integritas bagi integritas bagi menandatangani pejabat pejabat Eselon I. Sasaran 2014 KKN 100% 100% 100% 100% 100% 75% 100% 63 .6 Pengembangan Sistem Penerapan % pengadaan e-Procurement Nasional e-procurement menggunakan dalam pengadaan e-procurement barang dan jasa 1.

No. 1.8

Isu/Kebijakan Nasional Akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara

1.9

Pengaduan masyarakat

Kebijakan instansi Peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya Tindaklanjut pengaduan masyarakat

Indikator di setiap instansi Opini BPK atas LK K/L

Sasaran 2014 WTP

- Tersedianya sistem pengaduan masyarakat yang efektif - % Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang disampaikan masyarakat % unit penyelenggara pelayanan publik yang sudah menerapkan Standar Pelayanan, maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang ditetapkan

100%

2. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 2.1 Penerapan Standar Pelayanan pada Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Penerapan Standar Pelayanan Publik maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik Menyusun rencana percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dan melaksanakannya sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pelayanan publik Melaksanakan monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja kepada unit penyelenggara pelayanan publik yang ada 100%

2.2

Percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik

100%

2.3

- Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik - % Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang mendapat penilaian baik 3. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi 3.1 Penataan kelembagaan instansi pemerintah Melakukan restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing di dasarkan visi, misi, strategi dan analisis obyektif, serta tupoksi % Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional, efektif, efisien

Pelaksanaan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja pelayanan publik

100% 90%

100%

64

No. 3.2

Isu/Kebijakan Nasional Penataan ketatalaksanaan instansi pemerintah

Kebijakan instansi Penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP Penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan dan berbasis merit/kompetensi)

3.3

Pemantapan manajemen SDM

kualitas

Indikator di setiap instansi % SOP telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana - Tersedianya sistem rekrutmen yang transparan - Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur - Tersedianya sistem promosi dan mutasi yang terbuka dan transparan - Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi - Tersedianya sistem penegakan kode etik yang efektif, disertai penerapan

Sasaran 2014 100%

100%

reward and punishment

3.4

Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Aparatur

Penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

% penerapan SAKIP (renstra, penilaian kinerja, kontrak kinerja, pengendalian, dan lain-lain)

100%

65

4.

Struktur Organisasi ANRI

66

Asichin 67 . sinergi dan harmoni dari segenap aparatur kearsipan di lingkungan ANRI. dan penilaian rencana hal pembangunan ANRI dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. keberhasilan dalam implementasi renstra ANRI sangat ditentukan adanya upaya kerja keras. Renstra ANRI ini sebagai rencana jangka menengah yang masih bersifat umum. komitmen. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia. sehingga diharapkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. tidak akan mungkin terlepas dengan kondisi yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global sehingga pada waktunya diperlukan upaya-upaya penyempurnaan program maupun kegiatan. sehingga diperlukan penjabaran secara teknis operasional setiap tahunnya sebagai upaya yang berkesinambungan dalam kurun waktu lima tahun. M. Saran dan sumbang pendapat yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati. profesionalisme. Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Tahun 2010 -2014 dapat disusun. Disamping tersebut. dan dedikasi yang tinggi disertai dengan semangat kebersamaan. pelaksanaan. Selain itu hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya efisiensi dan efektifitas kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak di lingkungan internal ANRI dan eksternal baik di tingkat nasional (antar instansi pemerintah. pemerintah daerah. Plt. Di dalam pelaksanaannya Renstra ANRI selama kurun waktu 5 tahun ke depan.BAB IV PENUTUP Dengan ridho dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. regional dan bilateral). Renstra ANRI tahun 2010-2014 ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan. Renstra ini disusun dan ditetapkan untuk menjawab dan memfokuskan upaya ANRI dalam menghadapi tantangan pembangunan kearsipan yang semakin rumit dan komplek terutama perkembangan politik dan ketatanegaraan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. swasta dan masyarakat) maupun internasional (multilateral. integritas.

604.514 1.620 12.054.200 11.636 9.598 104.952 31.110.074.320 61.043 2.982 1.814 1.073 38.941 2.647 40.000 2.593 5.030 124.166.572.703 1.500 125.500 3.750 3.416.887 TOTAL ANGGARAN PROGRAM/KEGIATAN (DLM RIBUAN) 2014 74.595.375.350.732 12.268 51.952 35.396.265.000 31.009.163 2010-2014 323.431 1.581 5.443.275 235.007.435.800 8.000 8.555.200.888 31.646 2.990 6.000.694.178.000 50.469.177.500 6.617.837.000 2.000 129.000 2012 62.550.080 9.435.094.207.370.912.500 19.693.438.110.096.124 8.806. 1 2 3 4 5 II.550.941.327 3.417.093.955.778.308 5.000 770.236.000 18.332 6.398 18.188.406.283.601 7.000 45.312 206.467.095 55.316 9.000 5.000 8.353 900.590.000 1.602.440.000 18.595.142.520.666 11.987 8.747.745.645.312 85.867.843 68 .717.612 1.546 4.000 2013 67.779.784.057.000 1.191.181. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PROGRAM/UNIT KERJA 2010 Program Dukungan Manajemen & Pelaksanaan Tugas Terkait Lainnya ANRI Biro Perencanaan Biro Hukum dan Kepegawaian Biro Umum Pusat Jasa Inspektorat Program Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur ANRI Biro Umum Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional Akreditasi dan Profesi Kearsipan Pembinaan Kearsipan Pusat Pembinaan Kearsipan Daerah Pusat Diklat Akuisisi Pengolahan Preservasi Pemanfaatan Pusjibang Siskar Pusjibang Sisinfokar Total program 61.739 46.107.000 6.643 3.723 2.600 131.943 395.222 7.189 15.000 2.414.443 2.930.773.500 5.147 1.722 7.000 12.274.000 2.436. 1 III.904 ALOKASI ANGGARAN (DLM RIBUAN) 2011 57.000 5.548.756.308 500.526 42.957 600.325.661 38.560 19.000 1.556 1.471.025.087.342 1.926 9.517.408.203 85.032.510 2.109 2.756.470.800 31.963.860.800 11.066.553.132.320 3.000 1.327.951 1.000 510.235.240 25.261 5.000 6.655.560 42.087.000 2.843 1.500 12.345.500 2.823.058.163 1.500 5.TABEL REKAPITULASI ANGGARAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 NO I.716.000 12.294.415.685 7.000 1.549.916.296.000.023 1.526.715.010.007.891.105.000 11.860.000.378 4.325.043.370.941.032.715.728 615.480 7.093.594 5.

Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya Efektifitas 4. Persentase hasil Penyelenggaraan Sistem rekomendasi evaluasi Kearsipan di Lembaga yang digunakan Kearsipan Daerah sebagai input Provinsi dan penyempurnaan sistem Kabupaten/Kota kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/ Kota 5% 10% 15% 20% 25% 5% 10% 15% 20% 25% 80% 80% 80% 80% 80% 69 . Persentase lembaga Penyelenggaraan Sistem Negara dan badan Kearsipan di Lembaga pemerintah pusat yang Negara dan Badan memiliki pedoman Pemerintah Pusat kearsipan secara terpadu 3.TARGET PEMBANGUNAN UNTUK TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 5% 10% 2011 (5) 15% 2012 (6) 20% 2013 (7) 25% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1. Persentase lembaga Pengelolaan Arsip Baik dan unit kearsipan Dinamis maupun Statis yang sudah yang Efektif dan Efisien terakreditasi di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya Efektifitas 2.

maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) . dan 230 diakreditasi dan arsiparis (Prioritas K/L) disertifikasi .Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) . (2) (3) (4) Terwujudnya Efektifitas 5.% Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik (Pengarusutamaan) (6) (7)  6 Angkatan  6 Angkatan Diklat Diklat Penciptaan Penciptaan Arsiparis Arsiparis  750 Peserta  750 Peserta Diklat Teknis Diklat Teknis 30 lembaga/ 30 lembaga/ unit kearsipan unit kearsipan dan 230 dan 230 arsiparis arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan 100% 100% 90% 70 . Jumlah pendidikan dan  2 Angkatan Penyelenggaraan pelatihan yang Diklat Pendidikan dan Pelatihan diselenggarakan Penciptaan Kearsipan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis Terlaksananya akreditasi .Jumlah lembaga/unit 30 lembaga/ dan sertifikasi unit kearsipan dan SDM lembaga/unit kearsipan kearsipan kearsipan yang dan SDM kearsipan.% Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 2011 (5)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis 2012 2013 2014 (8)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN 1.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2. 4. - 100 orang 100 orang 100 orang 6. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional. (3) (4) Jumlah peserta bimbingan  4 Instansi arsiparis dan tim penilai Pusat Angka Kredit Arsiparis  5 Instansi Daerah Jumlah arsiparis yang  100 orang dinilai angka kreditnya Arsiparis  2 Kali Penilaian Jumlah peserta pemilihan 60 orang arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi 70 orang peraturan Menpan tentang jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah Pertemuan munas 1 Kali kegiatan asosiasi arsiparis Pertemuan Indonesia (AAI) Jumlah pedoman 1 Pedoman mekanisme kerja arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan Sertifikasi Kearsipan. 10 Instansi Jumlah instansi pusat yang sudah menerapkan Pusat SIKD-TIK (Pengarusutamaan) 15 Instansi Pusat 20 Instansi Pusat 25 Instansi Pusat 30 Instansi Pusat Direktorat Kearsipan Pusat 71 . - - - - 8. 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 7. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan INDIKATOR 2010 2011 (5)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 100 orang 2012 (6)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2013 (7)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2014 (8)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 3. Jumlah peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan 80 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT 1.

dan Persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah pusat. Jumlah Instansi pusat 9 Instansi yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan Jumlah peserta Rakor evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 5. Pertimbangan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Komunikasi (SIKDTIK). (Prioritas K/L) Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis TIK (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 6. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Konsultasi. (Prioritas Bidang) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2.pertimbangan. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Jumlah instansi yang mendapatkan Konsultasi . - 7 PT 9 PT 11 PT 13 PT 4. dan Persetujuan jadwal retensi arsip ( JRA) 4 instansi 8 Instansi 10 Instansi 12 Instansi 14 Instansi 72 . Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Jumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang dibina - 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 3.

(Prioritas K/L) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No./Kota 10 Provinsi dan 10 Kab./Kota 73 . (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) Jumlah instansi pusat yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 2010 (4) 6 Instansi 2011 (5) 10 Instansi 2012 (6) 10 Instansi 2013 (7) 10 Instansi 2014 (8) 10 Instansi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK).PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7. PEMBINAAN 1. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 9. KEARSIPAN DAERAH Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 100 orang 12 Provinsi 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota Direktorat Kearsipan Daerah 2. 2 Provinsi 32 Provinsi 32 Provinsi 10 Provinsi dan 10 Kab. Jumlah unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 10.

Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Provinsi dan Kab. 10.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 3. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Arsip Masuk Desa. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip (Prioritas K/L) 5./Kota./Kota 6. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. (Prioritas K/L) 4./Kota 9. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab./Kota 8./Kota 7. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di INDIKATOR 2010 2011 2012 (6) 21 Kab/Kota 2013 (7) 21 Kab/Kota 2014 (8) 21 Kab/Kota (3) (4) (5) Jumlah Kab/Kota yang 22 Kab/Kota 21 Kab/Kota memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah Provinsi yang 16 Provinsi mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang 11 Kab/kota 10 Kab/kota mendapatkan Bimkos kearsipan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - - - 10 Kab/kota 10 Kab/kota 10 Kab/kota Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan 10 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota - 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 74 . Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab.

Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125 orang 150 orang 175 orang 200 orang PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN 1. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan Bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Norma. - 15.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 3 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 100% Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 75 . (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 11.Jumlah Angkatan . Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat Terlaksananya Diklat Penciptaan Jabatan Fungsional Arsiparis. 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 13./Kota. Standar. Pedoman.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Jumlah laporan monitoring dan evaluasi Arsip Masuk Desa Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 12. - 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 14. .

TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Diklat Kearsipan Melaui Dana Dekonsentrasi. (Prioritas K/L) Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan Terlaksananya Penyusunan Kurikulum dan modul Diklat Kearsipan Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 32 Provinsi 2012 (6) 32 Provinsi 2013 (7) 32 Provinsi 2014 (8) 32 Provinsi (3) (4) Jumlah provinsi penerima 32 Provinsi dana dekon UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3. 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 76 . Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah kurikulum dan modul diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan 545 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 5. 4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2.

000 Roll Mikrofilm  3. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara 11.300 Lembar  6.300 Lembar  6. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 9. Terlaksananya T.000 Rell Film  3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6.000 Roll Mikrofilm  3.000 Roll  3.000 Rell Film  3. Jumlah rekomendasi untuk Menjamin penilaian yang Terselamatkan dan ditindaklanjuti Terlestarikannya Arsip pengakuisisian dan Demi Generasi pemusnahan arsip Mendatang Meningkatnya 3.000 Rell Film Film  3.000 Roll Mikrofilm Mikrofilm  3.300  3. Jumlah daftar arsip Pengolahan Arsip Demi konvensional. Inventarisasi kartografi dan Arsip. Arsip.000 Roll Mikrofilm 77 .U. Pusdiklat Kearsipan 1 INDIKATOR (3) Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah buku perpustakaan kearsipan yang dikembangkan 2010 (4) 3000 lbr 2011 (5) 3000 lbr 2012 (6) 3000 lbr 2013 (7) 3000 lbr 2014 (8) 3000 lbr UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 2 Jumlah provinsi yang dievaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat Meningkatnya Penilaian 1. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 10. dan Guide yang kearsitekturan yang Dapat Dimanfaatkan dibuat 7 provinsi 50 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 20 kegiatan  36 Instansi  5 Daerah  10 Parpol 7 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  37 Instansi  17 Daerah  8 Parpol 10 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  39 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  19 Daerah  7 Parpol 15 Daftar/ Inventaris Deputi Bidang Konservasi Arsip  3.000 Rell Film  3.300 Lembar Lembar  6.000 Rell  6. Jumlah arsip yang dan Akuisisi Arsip diakuisisi untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta 2. audio Terwujudnya Daftar visual. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 7. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 8. elektronik.300 Lembar  6.

500 dari Bahaya Kerusakan Lembar Arsip maupun  Peta: 100 Informasinya Lembar  Kertas: 500 (5) (6)  4.  Armedbar: 5 inv.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv. setelah 1945.:4 dibuat daftar 5. Jumlah arsip rusak 3.000  10. audio Arsip visual.:5 daftar - 3.  Arsip Karto.  Armedbar: 5 inv. Jumlah arsip yang di  100 Rell Pemeliharaan. alih media/ reproduksi  Foto : dan Keamanan Arsip 2.  Armedbar: 4 inv. elektronik. konvensional sebelum  Arkon Sbl 1945.000 Kaset Video Video 10.000 Lembar 3. audio  Armedbar: visual. elektronik.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1.  Arsip Karto.000 Kaset  4.000 Lembar 78 .:5 daftar - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)  Arkon Stl ‟45:3 inv. Jumlah  Arkon Stl inventaris/daftar arsip „45: 2 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. konvensional ‟45: 1 inv.000 Lembar  500 Rell  Foto : 2.:5 daftar - (7) (8) 4.300 Preservasi Arsip Demi yang direstorasi Lembar Terwujudnya 7.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 500 Lembar  Video: 200 3. Jumlah guide arsip 1 guide konvensional.000  Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto  4.300 Lembar  100 Rell  Foto : 2.300 Lembar 3.000 Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto 4.  Arkon Sbl ‟45: 3 inv.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) untuk Kepentingan Publik INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 3 (4)  4. dan dan kearsitekturan yang Kearsitektur dibuat an Meningkatnya 6.  Arsip Karto. Penataan.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Kaset  4. 4 inv.000 Kaset  Video Video  10.  Arkon Sbl ‟45: 2 inv.  Arsip Karto.000  10. kartografi dan  Arsip kearsitekturan yang Karto.000 Kaset  4.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2. Kartografi kartografi.000 Kaset 4.000 Kaset  4.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv.000 Kaset Video  10.000 Kaset   Arkon Stl „45: 3 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1.  Armedbar: 4 inv.000 Kaset  Arkon Stl ‟45: 4 inv.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2.:4 daftar 1 guide Arsip Kartografi dan Kearsitekturan  Arkon Stl „45: 3 inv.

Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara Mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009. Pembangunan. Terlaksananya Penyelamatan dan (4) (5) Lembar Kaset  Video:  Audio : 300 200 Kaset Kaset  Audio : 300 Kaset 8. 3. Jumlah pameran arsip 5 Pameran 7 Pameran yang diselenggarakan (6) (7) (8)  Video: 200 Video: 200  Video: 200 Kaset Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset Kaset 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 1 KPU pusat 7 Instansi dan 7 (KPUD) Instansi Provinsi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 6 Instansi (KPUD) Provinsi Direktorat Akuisisi Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 15 Instansi 13 Instansi 14 Instansi 14 Instansi 14 Instansi Jumlah tokoh/ pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 4 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 6 Tokoh 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 7 Daerah 79 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 4 PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 1. Jumlah laporan hasil 2 Laporan 4 Laporan pengujian arsip/protap 1 Protap dan bahan kearsipan 9. 4. Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah.(Prioritas K/L) Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu. 2. Jumlah naskah sumber 6 Naskah 7 Naskah arsip yang diterbitkan 10. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pelestarian Arsip Pilkada. 8. 5. 9. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh/Pelaku Sejarah 10. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia. 7. 6. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan Mengenai INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 10 Parpol 8 Parpol 7 Parpol 7 Parpol 7 Parpol Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Instansi 6 Instansi 7 Instansi 7 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 8 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan Jumlah tokoh/pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh 9 Tokoh 9 Tokoh 8 Tokoh 8 Tokoh - 7 Tokoh 9 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 3 Tokoh 3 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 80 . Terlaksananya Penyelamatan Arsip Organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara. Terlaksananya Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan dan Pemekaran Wilayah serta Konflik di Daerah Melalui Wawancara Sejarah Lisan 11. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009.

Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN 13. Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangunan Negara Indonesia 15. Terlaksananya Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia PENGOLAHAN ARSIP 1. Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN Sebagai Dampak Revitalisasi 14. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 6 Instansi 5 Instansi 5 Instansi 6 Instansi 6 Instansi Jumlah peserta workshop 50 Orang penyelamatan dan Peserta pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - - - - 10 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah daftar arsip yang diolah - 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 2 Daftar Direktorat Pengolahan Jumlah daftar arsip diolah 6 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 81 . 2. OPM. RMS dan Konfilk Lainnya 12. 3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi. Terlaksananya STATIS Pengolahan Arsip Konvensional VOC. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda.

Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film. 9. 12. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Konvensional Setelah Tahun 1945. 11. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 14. Terlaksananya Pengolahan Arsip Peta(Kartografi). 8. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. Terlaksananya Pengolahan Arsip Elektronik. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 80 orang 13. 6. 7. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto. 5. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 82 . Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2012 (6) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2013 (7) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2014 (8) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 3 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - 10. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara.

000 Reel 6.000 Kaset 5.000 M‟ 6. Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan Terlaksananya 5.000 M‟ 6.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Politik yang Diakuisisi. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 16. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penataan 3. (Prioritas K/L) Terlaksananya 2.000 M‟ 27. Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip). Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan Data yang Diolah 1.000 Kaset 5.000 Kaset 83 . Penyimpanan dan Penataan Arsip Video INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 2011 (5) 1 Daftar 2012 (6) 1 Daftar 2013 (7) 1 Daftar 2014 (8) 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah data yang dipelihara - 140.000 Berkas 10.000 record 160.000 Berkas 10.000 record PRESERVASI KEARSIPAN Jumlah daerah bencana yang arsipnya diselamatkan 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Direktorat Preservasi Jumlah arsip yang di barcode 10. Penyimpanan dan Penataan Arsip Film.000 Berkas 10. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana.000 Kaset 5.000 M‟ 6.000 M‟ 27. Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode. 15.000 M‟ 27. Terlaksananya 4.000 record 200.000 Reel 6.000 Berkas Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata - 6.000 Berkas 10.000 M‟ 3. Terlaksananya 6.000 Reel 6.000 Reel 6.000 M‟ - 27.000 Reel 3.000 Kaset 5.000 record 180.

000 Rell Film  3.000  2.000 Lembar 10.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll 2013 (7) 2.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Lembar 10.000  2.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Rell Film  3.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Rell Film  3.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll 2011 (5) 2. Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional.000 Roll UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8.000 Kaset Video  10. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional.000  2.000 Rell Film  3. 9.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7.000  2.000 Roll Mikrofilm  4.000 Lembar 10.000 Kaset Video  10.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Kaset  6.000 Lembar Lembar Lembar Lembar Lembar  900  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar Lembar Arsip Arsip Arsip Arsip Arsip Keraton Keraton Keraton Keraton Keraton 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar  6.000 Lembar 10. Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru.000 Kaset  6.000 Roll 2014 (8) 2. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto.000 Roll Mikrofilm  4.000 Rell Film  3.000 Lembar Negatif Foto  4. 12.000 Kaset Video  10.000 Kaset  6. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) dan Rekaman Suara.000 Kaset Video  10. Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm.000 Lembar 750 Lembar 10.000 Roll 2012 (6) 2. Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi  2.000 Kaset 84 .000 Kaset Video  10. INDIKATOR (3) Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi 2010 (4) 2. 10. 11.000 Kaset  6.

Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda. Terlaksananya Jumlah arsip video dan Digitalisasi Arsip Video rekaman suara yang dan Rekaman Suara.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian 15. INDIKATOR 2010 2011 (5) 100 Reel 2012 (6) 500 Reel 2013 (7) 500 Reel 2014 (8) 500 Reel 13.500 Lembar Lembar  Peta : 100  Peta : 200 Lembar Lembar  Kertas : 500  Kertas : Lembar 1. didigitalisasi Terlaksananya Pengujian Jumlah laporan hasil arsip dan bahan pengujian arsip/protap kearsipan.000 Lembar  Video : 200  Video : 200 Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset  4 Laporan 4 Laporan pengujian pengujian  1 Unit Peralatan Pengujian 15.500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1. 2 Laporan 1 Protap 20.000 M3 1 Set Server 15.8 M3  Foto : 2. 14. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm Luas gedung yang di fumigasi 14.000 M3 15.500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1. Peta. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional. Terlaksananya Alih Media Microfilm.000 M3 - Jumlah alat/peralatan alih 1 Paket alat media film dan microfilm penyambung Mikrofilm 2 Paket 85 . 16.208. (3) (4) Jumlah arsip film yang di 100 Reel alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia 4000 Lembar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah microfilm yang di 1500 Roll alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat Jumlah arsip statis yang didigitalisasi 300 Roll 500 Roll 500 Roll 500 Roll 17. - 18. 15.000 M3 1 Set Digital Film Scaner  Foto : 2. dan Kertas).PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Alih Media Arsip Film. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto.500  Foto : 2. - 19.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian  Foto : 2. 21.

2. 3. PEMANFAATAN ARSIP 1. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Citra Nusantara Jilid V. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”. (Prioritas K/L) Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah Direktorat Pemanfaatan Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku Jumlah paket kegiatan operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) - - - - - 86 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 (4) peralatan alih media dan microfilm 4 Naskah 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 22. 5. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. 4.(Prioritas K/L) Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah . (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V.

Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 12.Jumlah tamu .000 Arsip 65. 10.000 Arsip 65.626 Hal dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi 6 Perguruan Tinggi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 4.626 Hal 4.000 Arsip 65. (3) (4) Balai Arsip Tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jumlah buku langka yang 4.000 Arsip 9.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan Terlaksananya Fasilitasi Teknik Pelayanan Pemanfaatan Arsip Statis Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45.626 Hal 7.626 Hal 4. dan Kartografi Terlaksananya Pameran Kearsipan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Informasi Arsip Statis Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 6. 5 kali Pameran - 7 kali Pameran 7 kali Pameran 7 kali Pameran 1 Rakornas 1 Rakornas 1 Rakornas 7 kali Pameran 1 Rakornas 11. 65.626 Hal 4. Jumlah brosur yang disebarluaskan . Media Baru.000 Arsip 65. 8 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 8. 1500 orang - 1600 orang 1700 orang 1800 orang 100% 87 .

(Prioritas K/L) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 80 % 80 % 2012 (6) 80 % 2013 (7) 80 % 2014 (8) (3) (4) 1.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan yang Andal.hasil 2 Pedoman kajian. dan Menyeluruh. Persentase 70 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Jumlah pedoman. Utuh. 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2. jurnal kearsipan 1 Hasil Kajian 1 Jurnal UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 70 % 75 % 80 % 80 % PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL 1. Sistematis. Jumlah pedoman dan hasil kajian 2 Pedoman 2 Hasil Kajian 1 Pedoman 2 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 88 . Persentase 80 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system kearsipan dinamis dan statis yang akan menjadi NSPK 2.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Nasional (JIKN). Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 89 . Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam Rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan dalam Mengelola Arsip Dinamis. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.(Prioritas K/L). Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 6. Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 4. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis. Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 5.

INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN Jumlah hasil kajian/ NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian Pusat dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 90 . Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi. Kabupaten/Kota) untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama dalam Menyelenggarakan JIKN. 11) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . 7.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Kearsipan Daerah dalam Rangka Meningkatkan Standar Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif dan Jati Diri Bangsa. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam Rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. 8.

13) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 14) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 15) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada Pada JIKN 16) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 17) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstraksi Informasi Publik yang Dikecualikan yang Terkandung dalam Arsip Baik dalam Format Kertas maupun Elektronik INDIKATOR 2010 2011 2012 2013 2014 (3) (4) Jumlah hasil kajian/NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian 1 Hasil kajian - 1 Hasil kajian 1 NSPK 1 Hasil Kajian Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan isi basis data 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data Jumlah hasil kajian/NSPK 2 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Jumlah Pedoman 1 Pedoman - - - - 91 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 12) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik.

19) Terlaksananya Rakornas JIKN 20) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI Melalui Internet 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian/NSPK 2010 (4) 2011 2012 2013 2014 (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 113 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 140 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 150 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 160 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 170 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2 3 1. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 20 % 20 % 20 % 20 % 20 % 100% 100% 100% 100% 100% 90% 90% 90% 90% 90% 92 . Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaan Kearsipan yang Dimuat bidang kearsipan yang di Media Massa maupun disajikan melalui Elektronik media massa maupun elektronik Terwujudnya 4. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 18) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan.

penataus yang Baik dan Tepat ahaan anggaran/ Waktu barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 13. Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 8. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 7. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 6. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 9. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeriks Pemeriksaan aan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 100% 100% 100% 100% 100% 2900 orang 90% 4350 orang 90% 5525 orang 90% 9788 orang 90% 14. Persentase Pengelolaan peningkatan kualitas Administrasi Keuangan pengelolaan. Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 10. Persentase ketepatan Administrasi pelayanan Kepegawaian pengurusan pegawai Meningkatnya Jumlah 12.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Meningkatnya Jumlah Produk Hukum Kearsipan Yang Disahkan Menjadi Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 100% 2011 (5) 100% 100% 2012 (6) 100% 2013 (7) 100% 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 5.682 orang 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 93 . Persentase Pegawai yang penempatan pegawai Ditempatkan Sesuai sesuai dengan Keahliannya kompetensi Terwujudnya Pelayanan 11.

2 buah iklan di 20 stasiun radio dg 50 tayangan. 3 Kali talkshow di TV dan Radio. 1 buah iklan di 10 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 3 buah iklan di 5 stasiun TV dg 50 tayangan.3 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. 2 buah iklan di 30 media cetak dengan 20 kali tayang 3 Dokumen 3 Dokumen Jumlah dokumen penetapan kinerja yang dihasilkan . Terlaksananya Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 2 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. Jumlah instansi/perusaha-an yang memanfaatkan jasa kearsipan Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 10 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Jumlah dokumen rencana 3 Dokumen kinerja tahunan yang dihasilkan 2 Kali talkshow di TV dan Radio.3 buah iklan di 3 stasiun radio dng 100 tayangan 2. 4.Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen - - - 1 Dokumen 94 . 3 buah iklan di 2 stasiun TV dng 100 tayangan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) ANRI yang Ditindaklanjuti Meningkatnya Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Jasa Kearsipan Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. EVALUASI DAN PELAPORAN. 3 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan. 2 buah iklan di 20 media cetak dengan 20 kali tayang 3 buah iklan di Biro 10 stasiun TV Perencanaan dg 50 tayangan. 3. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) ditindaklanjuti 14. KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 1. Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia. 1 buah iklan di 5 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 1 Kali talkshow di TV dan Radio. 2 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan.2 buah iklan di 10 stasiun radio dg 50 tayangan.

Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Jumlah dokumen rencana 4 Dokumen anggaran yang dihasilkan 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 9. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) (Renstra ANRI). Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 8. Jumlah pedoman yang dihasilkan - 1 Dokumen - 1 Dokumen - 7. Jumlah dokumen PO yang 1 Dokumen dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 10. INDIKATOR (3) Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan 2010 (4) 2011 (5) 1 Dokumen 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 6.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 5. Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia. Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 95 . Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI).

Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 11. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. Jumlah SBK yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 13. 20. 17. Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus(SBK). INDIKATOR (3) Jumlah sistem aplikasi 2010 (4) 1 Sistem 2011 (5) 1 Sistem 2012 (6) 1 Sistem 2013 (7) 1 Sistem 2014 (8) 1 Sistem UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12. Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI. Terlaksananya Penyusunan Executive Report Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI 2004-2009 Terlaksananya Penyelesaian . .Jumlah dokumen LAKIP ANRI 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 16. Jumlah HPS yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 14. 18.% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan 4 Laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 1 Laporan 100% 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah naskah dinas 6000 Berkas 6500 Berkas 1 Laporan 7000 Berkas 7250 Berkas 7500 Berkas 96 . 19. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Jumlah laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 15.

1kali talk show di TV.20 kali Iklan di media cetak 1 Paket 40 Kali iklan di TV. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 21. 20 kali siaran berita. 40 kali siaran berita. liputan. 2kali talk show di TV. 10 kali siaran berita.Televisi.5 kali berita di media cetak 1 Paket 20 Kali iklan di TV. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa.10 kali iklan di media cetak 1 Paket 30 Kali iklan di TV.3 kali talk show di radio. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan. Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas 152 Kali liputan. 30 kali siaran berita. 114 Kali 125 Kali 150 Kali 175 Kali 200 Kali 27. 2 kali talk show di TV. 23. 36 kali perekaman TV 60 Institusi 180 Kali 200 Kali liputan. 3 kali talk show di TV.3kali talk show di radio. 10 kali siaran berita Radio. Terlaksananya Pengelolaan/Pengemba ngan Website ANRI.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Ketatausahaan Pimpinan. Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 22. dan Radio.40 kali iklan di media cetak 1 Paket 1 Paket 3 Kali 6 Kali 6 Kali 12 Kali 12 Kali 25. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak. Terlaksananya Forum Bakohumas.1kali talk show di radio. 72 kali 50 kali perekaman TV perekaman TV 150 Institusi 250 Institusi 220 Kali liputan.3kali talk show di radio.1kali talk show di radio. 84 kali perekaman TV 300 Institusi 250 Kali Liputan. 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 97 . Jumlah Pengelolaan/Pengembang an website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting 10 Kali siaran berita TV. 1kali talk show di TV.30 kali iklan di media cetak 50 Kali iklan di tv. 96 kali perekaman TV 350 Institusi 26. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI. 24.

751 Eks Booklet  1.000 Eks Booklet  1. Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 36.500 Eks Booklet 1.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 28.000 Eks Leaflet 1 Kali 5 Kali 1 Kali (6) (7) 5 Hearing DPR 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  8. 32. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 37.000 Eks Booklet  1. 1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali 5 Kali 98 .000 Eks Leaflet 1 Kali 20 Kali 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 38. 30.000 Eks Leaflet 1 Kali 10 Kali 1 kali 2012 2013 2014 (8) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  10.000 Eks Leaflet 1 Kali 25 Kali 1 Kali (3) (4) Jumlah hearing DPR yang 5 Hearing disusun DPR Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 8 Kali Temu Teknis Eselon I  4. 31. 33.000 Eks Leaflet 1 Kali 15 Kali 1 Kali 8 Kali Temu Teknis Eselon I  9. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya penyusunan bahan hearing DPR Terlaksananya Temu Teknis di Lingkungan Unit Eselon I Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Booklet dan Leaflet Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI Terlaksananya Safari Lembaga Terlaksananya Pembuatan CD Interaktif Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (Media Center) Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga INDIKATOR 2010 2011 (5) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  7.000 Eks Booklet  1. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 35. Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 34.

70 referensi 25 SOP 550 Peraturan. PEMBINAAN ORGANISASI DAN KETATALAKSANAA N. (Prioritas K/L) Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - 5. 700 Peraturan. 600 Peraturan. 4.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun . 50 referensi 50 referensi 50 referensi 50 referensi 30 SOP 30 SOP 30 SOP 35 SOP 100% 10 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 99 . 1 3 PP dan 21 Inpres.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PENINGKATAN LAYANAN HUKUM. dan 1 Perka ANRI Perka ANRI UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian 2. Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan dengan beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri. 650 Peraturan.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 500 Peraturan. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan. (Prioritas K/L) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah dan Pusat Serta Referensi Hukum. 3. (Prioritas K/L) Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH . (Prioritas Bidang) INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 2011 2012 (6) 30 Perka ANRI 2013 (7) 2014 (8) - (4) (5) 4 PP. Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja. DAN PENGELOLAAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN ANRI 1.

Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Sistem Administrasi Negara dalam Rangka Memposisikan Arsip. Jumlah peraturan tentang penciptaan. Penggunaan. penggunaan. Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 195 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 8. penerimaan. Pemeliharaan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 9. Penerimaan. Penataan dan Pengelolaaan Arsip. Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 1 PP 5 Perka - - 11. Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses - 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 100 .Sarjana dan Pascasarjana. (Prioritas K/L) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Standar Pelayanan Arsip. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemberian Bantuan Beasiswa Diploma.pemeliharaan. Terlaksananya Pembentukan Peraturan yang mencakup Materi tentang Penciptaan. Penataan dan pengelolaaan arsip - 2 Peraturan 1 Peraturan - - 10. Terlaksananya Pembentukan Peraturan INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 55 Orang 2011 (5) 55 Orang 2012 (6) 55 Orang 2013 (7) 55 Orang 2014 (8) 55 Orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7.

dan tingkat dampak resiko 1 Perka 1 Perka - - 100% 1 Perka - - - - 91 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang - 568 Orang 598 Orang 628 Orang 658 Orang 101 . 16. efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah mekanisme Penyusunan penyediaan informasi Mekanisme Penyediaan Publik yang disusun Informasi Publik di ANRI. Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan pelatihan Pelatihan CPNS. Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI. Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI. 15. 14.% Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional. Jumlah peraturan Kepala 1 Perka ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI 1 Perka - 1 Perka 1 Perka - 13.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tentang Kriteria Arsip dan Proses Pembuatan Arsip yang Memenuhi Aspek Keabsahan. INDIKATOR (3) pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12. CPNS Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan Tunjangan mendapat tunjangan Pengelolaan Arsip kompensasi sesuai nilai Statis. .Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI .

Terlaksananya Diklat Jumlah peserta diklat Pimpinan II-IV pimpinan II-IV Terlaksananya Diklat . 25.Jumlah pejabat Penilaian Angka fungsional yang dinilai Kredit Jabatan . 18. 22. 21. penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah standar tentang Penyusunan/pekompetensi jabatan nyempurnaan Standar struktural Kompetensi Jabatan Struktural. 20.Jumlah peserta tes Penyusunan Formasi CPNS dan Pengadaan .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan Terlaksananya Poliklinik/Obat-Obatan INDIKATOR 2010 (4) 526 Orang 2011 (5) 546 Orang 2012 (6) 576 Orang 2013 (7) 600 Orang 2014 (8) 620 Orang 17.Jumlah peserta diklat UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 250 Orang 275 Orang 285 Orang 305 Orang 325 Orang 140 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang 100% 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 150 Orang 170 Orang 190 Orang 210 Orang 220 Orang 100% 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 102 . Terlaksananya .Tersedianya sistem Fungsional.Tersedianya sistem Pegawai. 19. (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan mengalami kenaikan gaji Administrasi Kenaikan berkala dan kenaikan Pangkat dan Gaji pangkat Berkala. 23. rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah peserta ujian dinas Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas. Terlaksananya . 24.

Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) .Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) teknis kepegawaian . Terlaksananya Pembinaan Pegawai 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 100% 100% 27.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang disempurnakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.Jumlah pejabat struktural yang mengikuti uji kompetensi . Terlaksananya Penyempurnaan 1 Buku 1 Buku - - - 103 .% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai . 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 100% 30. 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 29.Jumlah pegawai yang dibina . Terlaksananya Pelantikan dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural 250 Orang 255 Orang 260 Orang 265 Orang 270 Orang 28.

34. 35. 2009 Terlaksananya Jumlah produk hukum  70 Instansi Penyebarluasan yang disebarluaskan Pusat Produk Hukum  50 Instansi Daerah  30 Perguruan Tinggi Negeri Terlaksananya Jumlah pembahasan 250 Kali Harmonisasi dan rancangan keputusan di Sinkronisasi lingkungan ANRI Keputusan Kepala ANRI Terlaksananya .d. Jumlah standar 1 Pedoman kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun . 33.Jumlah pedoman pola 1 Pedoman dasar mutasi pejabat struktural yang disusun .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI Terlaksananya Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 31.Jumlah pegawai yang 200 Orang Penyuluhan Hukum mendapat penyuluhan 1 Pedoman - - - 1 Pedoman 1 Pedoman - - 100% 200 Eks 100 Eks 100 Eks 100 Eks  70 Instansi Pusat  50 Instansi Daerah 30 Perguruan Tinggi Negeri 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 100 Instansi di :  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 250 Kali 250 Kali 250 Orang 200 Orang 200 Orang 200 Orang 104 . 32. 36.Tersedianya sistem mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah perka dan kepka 500 Eks Pencetakan Perka Dan ANRI yang dicetak Kepka ANRI ANRI tentang Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s.

39.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pegawai ANRI INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) 37. Gaji. PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN ANGGARAN SERTA PELAYANAN PENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS ANRI 1. 38. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Makanan mendapatkan makanan dan Minuman dan minuman penambah Penambah Daya Tahan daya tahan tubuh Tubuh. dan tunjangan Tunjangan. dan Honorarium. 3.Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif. (3) hukum .disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI Terlaksananya Jumlah naskah perjanjian Kerjasama Luar kerja sama Negeri Terlaksananya Rakor Jumlah peserta rakor Penyelesaian penyelesaian mekanisme Mekanisme Kerja kerja antar unit di Antar Unit di lingkungan ANRI Lingkungan ANRI Terlaksananya Jumlah peserta seminar Seminar Kearsipan dan kesehatan dan kearsipan Kesehatan Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan harus dibayar gaji. lembur.Honorarium. 2. 40. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Pakaian mendapatkan pakaian UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5 Peraturan 5 Peraturan - - - 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 526 Orang - 576 Orang 600 Orang 620 Orang 536 Orang 556 Orang 576 Orang 596 Orang 616 Orang Biro Umum 200 Orang 230 Orang 264 Orang 304 Orang 349 Orang 536 Orang 593 Orang 652 Orang 717 Orang 789 Orang 105 .Lembur.

850 Surat Keluar Keluar 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 106 . 11. 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 7. Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa.580 Surat masuk masuk  2.790 Surat  2.625 Surat Keluar Jumlah bulan pembayaran 12 bulan honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran 12 bulan jaringan internet  4. INDIKATOR (3) dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 15 Gedung 2011 (5) 17 Gedung 2012 (6) 17 Gedung 2013 (7) 17 Gedung 2014 (8) 17 Gedung UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5.560 Surat  4. 12. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor. Terlaksananya Pembayaran Jasa Keamanan dan Kebersihan. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas. 23 Item 25 Item 30 Item 35 Item 40 Item 8. 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 10. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dinas Pegawai Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor. Jumlah bulan pembayaran 12 Bulan langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 9.820 Surat Keluar Keluar  4.540 Surat masuk masuk  2.520 Surat  4. Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara 139 Unit 60 Unit 65 Unit 70 Unit 75 Unit 6.500 Surat masuk  2.  4.840 Surat  2. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.

Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Terlaksananya Implementasi SAPP. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan. 19.500 Item 17.000 Item 15.000 Item 19.500 Item 18.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor. Terlaksananya operasional perkantoran. 1 kali - 1 kali 1 kali 1 kali 21. 18.768 Orang 19.544 Orang 31 Daerah 3 Negara Jumlah laporan keuangan 3 Laporan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus 1 Paket 32 Daerah 4 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 5 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 6 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 7 Negara 3 Laporan 1 Paket 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 20.000 Item 22. 13.000 Item 100 Item BMN rusak berat 7. 16.350 Orang 14. 23.000 Item 10. 15.000 Item 250 Item BMN rusak berat 6. Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan. Terlaksananya Inventarisasi BMN. 14. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas 2010 (4) 12 bulan 2011 (5) 12 bulan 2012 (6) 12 bulan 2013 (7) 12 bulan 2014 (8) 12 bulan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 13. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas.513 Orang 17. INDIKATOR (3) Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan. 17.000 Item 200 Item BMN 150 Item rusak berat BMN rusak berat 6. 300 Item BMN rusak berat 5.685 Orang 16. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Rumah Tangga. Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN 107 .500 Item 5.

Jumlah bukti kepemilikan 135 Aset (aset)arsip yang diamankan 136 Aset 137 Aset 138 Aset 140 Aset 32. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris. 33. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 26. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 29.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan bahanbahan Kearsipan. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris. Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumahtanggaan yang 1 Juklak - - - - 1 Protap - - - - 108 .27 Item bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan e-procurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 25. 120 Kali 122 Kali 124 Kali 126 Kali 128 Kali 31. Terlaksananya Penyusunan Prosedur INDIKATOR 2010 2011 (5) 30 Item 2012 (6) 35 Item 2013 (7) 40 Item 2014 (8) 45 Item 24. 1 Kali - 1 Kali 1 Kali 1 Kali 28. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP. 75% 27. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map. (3) (4) Jumlah pengadaan bahan. 20 Kali 25 Kali 30 Kali 35 Kali 40 Kali 30. Terlaksananya Pengamanan. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip.

Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga. 39. Jumlah basis data - 300 Item 300 Item 300 Item - 41. Jumlah daftar Arsip - 1 Daftar 1 Daftar - - 38. 3 Contoh Kearsipan - 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 109 . Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI. 35. 36. Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang 1 Juknis 1 JRA 1 Juknis - - - 42. - 1 Pedoman 1 Daftar 1 Pedoman 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 37. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif. 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 43.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tetap Kerumahtanggaan. Terlaksananya Pembuatan INDIKATOR (3) disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah Pedoman Jumlah Daftar Arsip vital 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 34. Jumlah pedoman Jumlah daftar arsip - 1 Daftar 100 Record 1 Daftar 200 Record 300 Record - 40. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital. Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI.

Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 46.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil audit - 100% WTP 6 laporan 9 laporan 12 laporan 15 laporan Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi 8 laporan 12 laporan 15 laporan 18 laporan 20 laporan 110 . 1.Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif (pengarusutamaan) . Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI. 97 arsiparis 10 Laporan 70 Unit kerja.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Laboratorium Sistem Kearsipan. 44. 100 arsiparis 12 Laporan 70 Unit kerja.Jumlah laporan hasil pengawasan .% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) . 3. INDIKATOR (3) dibuat Jumlah pedoman 2010 (4) 2011 (5) 2012 2013 (7) Sistem Kearsipan 2014 (8) Sistem Kearsipan - (6) Sistem Kearsipan 1 pedoman - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 70 Unit kerja. 100 arsiparis 17 Laporan 100% Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 2. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI. Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana 6 Laporan . Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 47. Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 45. Terlaksananya Lomba Kearsipan di Lingkungan ANRI. 100 arsiparis 14 Laporan 70 Unit kerja.

Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif (pengarusutamaan) . 11. 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 8. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah. 10. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dekonsentrasi. 9. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor. Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III Terlaksananya pengisian LHKPN Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 100 orang 2012 (6) 120 orang 2013 (7) 140 orang 2014 (8) 160 orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI.% Penyelesaian tindak lanjut atas  2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil  100%          100%  100% 100% 111 . 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 6. % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. 5 Laporan 6 Laporan 6 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7.

I.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi Pusat Jasa Kearsipan 2.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah laporan hasil Monitoring/ Evaluasi monitoring pasca layanan Pasca Layanan Jasa. 4.I. (3) (4) pengaduan yang disampaikan masyarakat (pengarusutamaan) 15 Instansi . pemeliharaan Komersial. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 1. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan. jasa kearsipan Terlaksananya Jumlah Instansi yang Presentasi Aplikasi dilakukan presentasi Pengelolaan Dokumen/ aplikasi pengelolan Arsip Inaktif Berbasis dokumen/arsip inaktif T. Pemeliharaan pemerintah dan swasta dan Perawatan Serta yang menggunakan jasa Penyimpanan Arsip penataan.. . berbasis T. Terlaksananya Jasa Jumlah instansi Penataan. 3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN. DAN PERAWATAN KEARSIPAN 1. PENYIMPANAN. dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial Meningkatnya Efektifitas Persentase pemenuhan Pemenuhan Sarana dan sarana dan prasarana Prasarana Kantor untuk kantor untuk mendukung Mendukung Layanan layanan arsip 100% 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 14 instansi - - - - 100% 100% 100% 100% 100% Sekretaris Utama 112 .

Jumlah peningkatan/ 3 Paket Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Pengadaan tanah di Jakarta 7000 m2 . Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik - 1 Gedung D. Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip - - 2 Lantai Gedung B - - Biro Umum 2. 1 lantai basement Gedung E - 1 Gedung C 2 Gedung (Gedung E dan F) - 4. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip. 1 unit peralatan gondola 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 113 . Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip. - 5. Fumigasi Arsip. (Lanjutan) Tahap IV. 1 Gedung 1 Gedung - - - 3. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Terlaksananya Peningkatan/Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.PROGRAM/KEGIAT AN (1) APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Arsip INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1. Bogor 5 ha 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 2 unit lift Gedung Depo 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 1 titik sumur artesis. Terlaksananya Jumlah pembangunan Pembangunan Gedung gedung kantor ANRI Kantor ANRI Pusat dan pusat dan Pusdiklat Bogor Pusdiklat Bogor. Terlaksananya Rehabilitasi/Reno-vasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.

TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik INDIKATOR (3) Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 1 paket 2011 (5) 1 paket 2012 (6) 1 paket 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 114 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6.

Persentase hasil Efektifitas rekomendasi evaluasi Penyelenggaraan yang digunakan Sistem Kearsipan di sebagai input Lembaga Kearsipan penyempurnaan Daerah Provinsi dan sistem kearsipan bagi Kabupaten/Kota lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 115 . Persentase lembaga Pengelolaan Arsip dan unit kearsipan Baik Dinamis maupun yang sudah Statis yang Efektif dan terakreditasi Efisien di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya 2. Persentase lembaga Efektifitas Negara dan badan Penyelenggaraan pemerintah pusat Sistem Kearsipan di yang memiliki Lembaga Negara dan pedoman kearsipan Badan Pemerintah secara terpadu Pusat 3. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya 4.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 1 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1.KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIATA N (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp.

PROGRAM/KEGIATA N (1) 4

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terwujudnya Efektifitas Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan TOTAL PROGRAM INDIKATOR (3) 5. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

21.487.278 - Jumlah lembaga/unit kearsipan dan arsiparis yang diakreditasi dan disertifikasi - % Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan,maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) - Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) - % Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik 195.000

28.730.150 230.000

29.345.500 350.000

28.336.200 400.000

31.237.080 450.000 Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan

PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN

9.

Terlaksananya akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan; (Prioritas K/L)

116

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10. Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis 11. Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya 12. Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional; 13. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya 14. Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) 15. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis 16. Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan INDIKATOR (3) (Pengarusutamaan) Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan tim penilai Angka Kredit Arsiparis Jumlah arsiparis yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 138.580 2011 (5) 150.000 2012 (6) 250.000 2013 (7) 275.000 2014 (8) 302.500

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

69.640

75.000

117.500

120.000

125.000

Jumlah peserta pemilihan arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi peraturan Menpan tentang tentang Jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah pertemuan munas kegiatan asosiasi arsiparis Indonesia (AAI) Jumlah pedoman mekanisme kerja arsiparis Jumlah orang peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan

688.250

635.594

800.000

900.000

1.000.000

77.060

-

100.000

120.000

135.000

20.000

20.000

50.000

60.000

70.000

49.516

-

-

-

-

137.600

155.000

200.000

230.000

245.000

117

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sertifikasi Kearsipan. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

1.375.646 Jumlah instansi pusat dan lembaga kearsipan daerah yang sudah menerapkan SIKD- TIK (Pengarusutamaan) 1.500 .000

1.265.594 2.000.000

1.867.500 2.300.000

2.105.000 2.600.000

2.327.500 3.000.000 Direktorat Kearsipan Pusat

PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT

11. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK); (Prioritas Bidang) 12. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan; (Prioritas K/L) 13. Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta; 14. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah

Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

-

1.500.000

1.500.000

1.500.000

1.500.000

Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yang dibina

-

700.000

750.000

920.000

1.100.000

Jumlah instansi pusat yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan

105.545

150.000

220.000

245.000

269.500

118

000 20. Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip INDIKATOR (3) Jumlah peserta evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 120.000 2012 (6) 132.000 198. Terlaksananya Konsultasi.000 190.) OUTCOME/OUTPUT (2) Pusat. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 - - - - 119 . Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat.000 90. 16.200 2014 (8) 160.000 17. dan persetujuan jadwal retensi arsip (JRA) 109.000 165.000 125.000 2013 (7) 145.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15.000 110. Jumlah unit kearsipan teladan - 150.000 150.000 90. dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 178.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 170.620 150. Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka 150.000 235. Jumlah instansi pusat yang mendapatkan konsultasi.000 18. Pertimbangan.000 200. Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. Jumlah instansi yang mendapatkan supervisi kearsipan 80.000 19.000 160.455 150. Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 148. pertimbangan.

000 8. Terlaksananya Arsip Masuk Desa. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip.000.000.000 1. (Prioritas K/L) 20.750.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah 150.010.000 2.500.000 120 .000 5.260 250.779.000 4.000 300. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK). 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.) OUTCOME/OUTPUT (2) Dinamis Dalam Rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2.000 5.500.000 1.200 - - - - 296.000 4.093.000 990.000. (Prioritas K/L) 17.500.467.080 Jumlah Kab/Kota yang memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah provinsi yang mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos kearsipan 930.144.500 2.000 6.000 6.500.620 Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 2.000 450.066.000 400. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No.500.000 7.743 950.000 2. (Prioritas K/L) 18.205. (Prioritas K/L) 19.200 2.000 Direktorat Kearsipan Daerah PEMBINAAN KEARSIPAN DAERAH 16.000 6.100.

000 295.000 Jumlah laporan monitoring dan evaluasi - 275. 25. Terlaksananya Monitoring dan INDIKATOR (3) Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 250.000 385.000 275.000 Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan 296.000 420.000 350.000 2014 (8) 360.000 2013 (7) 375.000 275. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota. 23. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota 26.000 420.000 2012 (6) 275.000 375. 22.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 275.000 275.270 250.000 121 .000 375. 24.000 435.000 410. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota.000 Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 250.) OUTCOME/OUTPUT (2) Kabupaten/Kota.000 Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan - 250.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 250.000 375. 21.000 420.

000 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 122 .000 350.000 400.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Standar.000 260.Tersusunnya Fungsional Arsiparis.000 12. Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 300.000 155.000 12.000 350.000 200.745.000 155.000 11.080 495.000 450. Terlaksananya Diklat . dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat INDIKATOR (3) Arsip Masuk Desa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 27.000 185. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125.000 - 200.000.581 348. 29.000 200.415. Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah 152.108 150.000 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN TOTAL KEGIATAN 12.000 130. Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan.Jumlah Angkatan Penciptaan Jabatan .000 385.000 230.000 28.000 300.469. Terlaksananya diseminasi dan sosialisasi Norma. Pedoman.075 12.000 175. rencana (Prioritas K/L) peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 12.) OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa.645.000 30. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.

000 100. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 21.(PNBP) 16.000 300.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 - 1.630. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.760 130. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 22.220 30. Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 19.000 2012 (6) 5. Terlaksananya Penyusunan Modul.000 300. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara INDIKATOR (3) Jumlah provinsi penerima dana dekon 2010 (4) 3. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 20.000 25. dan Kurikulum Diklat Kearsipan 17.600 724.800.015 55.000 - 1.000 35.330.000 - 182.) OUTCOME/OUTPUT (2) 13.000 40.000 200.000 2014 (8) 6.000 2011 (5) 4.556 340.000 2013 (7) 5.000 250.600. (Prioritas K/L) 14. 15.361 75.475.000 73.000 85. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.000 200.000 166. Terlaksananya Diklat Kearsipan melalui Dana Dekonsentrasi.000 90.000 65.000 75.000 35. Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan 18.000 125.000 250.475 408.000 40.000 200.000 1.300.000 55.600.000 85.800 60.000 55.000 65.000 125.000 123 .000 66.400.000 34.000 110.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah modul dan kurikulum diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah perpustakaan kearsipan yang dikembangkan Jumlah laporan evaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara 800.043 75.

000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Meningkatnya Penilaian dan Akuisisi Arsip untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta untuk Menjamin Terselamatkan dan Terlestarikannya Arsip Demi Generasi Mendatang Meningkatnya Pengolahan Arsip Demi Terwujudnya Daftar Arsip.166. Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip 5.520.082 2011 (5) 100.556 8.000 2013 (7) 130.000 2012 (6) 110. Terlaksananya T.548. elektronik. Pusdiklat Kearsipan INDIKATOR (3) Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat 2010 (4) 109. kartografi. Jumlah daftar arsip konvensional. audio visual. dan kearsitekturan yang 124 .431 6. kartografi.000 Deputi Bidang Konservasi Arsip 2 13.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Jumlah guide arsip konvensional.000 8. Jumlah inventaris arsip konvensional. Jumlah arsip yang diakuisisi 12.604. dan Guide yang Dapat Dimanfaatkan untuk Kepentingan Publik 11. audio visual.elektronik.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23. audio visual. Inventarisasi Arsip.000 9. elektronik.715.U. dan kearsitekturan yang dibuat 15. kartografi dan kearsitekturan yang dibuat 14.000 2014 (8) 150.

000 125 .459 260.141 365. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan TOTAL PROGRAM 16. dan Keamanan Arsip dari Bahaya Kerusakan Arsip maupun Informasinya 4 Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah. Jumlah arsip yang dialih media/ reproduksi 18.454.100 155.868.000 8.953. Jumlah arsip rusak yang direstorasi 17.514 141.) OUTCOME/OUTPUT (2) dibuat 3 Meningkatnya Preservasi Arsip Demi Terwujudnya Pemeliharaan. Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 20. (Prioritas K/L) 17. Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7.951 285.543 14. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu.268. Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009.985 Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 200.543 11. Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap dan bahan kearsipan 19.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 203.543 Direktorat Akuisisi PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 16. (Prioritas K/L) Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 117.543 12.100 235. Penataan.643 420. Pembangunan.560.

800 2014 (8) 110. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia. 25. 24.000 115.000 190.000 140.000 125.000 85. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pilkada.000 100. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh Nasional/Pelaku Sejarah. 19.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 65.000 175.100 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 150.000 125.000 210.000 83.000 85.000 125.500 2013 (7) 91.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 22.000 135.000 Jumlah tokoh atau - 61. Terlaksananya INDIKATOR (3) Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 50.000 140.000 140.000 190.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 2011 (5) 63.000 110.000 75.000 126 .000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 75.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 100. 21.000 160. 23.000 140.000 165. 20.000 72. Terlaksananya Penyelamatan Arsip organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 100.) OUTCOME/OUTPUT (2) 18.000 94.800 2012 (6) 76. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara.000 78. Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar.000 210.

) OUTCOME/OUTPUT (2) Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan Dan Pemekaran Wilayah Serta Konflik di Daerah melalui Wawancara Sejarah Lisan.000 27. Jumlah peserta workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 85. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi.000 127 . RMS dan Konflik Lainnya Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN sebagai Dampak Revitalisasi Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangun-an Negara Indonesia Terlaksananya Penelusuran Jejak INDIKATOR (3) pengkisah yang diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.000 83.000 60.000 110. OPM.000 94.000 30.000 28.000 72. 50.000 61.000 135.000 190. Jumlah arsip yang diselamatkan 150. Jumlah tokoh atau pengkisah yang 100.000 - - - - 29.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 50.000 120.000 90.000 74.000 210. Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 200.580 175.000 - 110.

023 157.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 135.000 115.000 Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 149. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm.000 89.000 171. 19.000 100.000 85. 22.500 175. 21.000 130. 23.000 135.000 150.000 120.302 50.320 28.000 100. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional VOC.443 200. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film. 24. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda.000 190.000 75.043 175.514 Jumlah daftar arsip yang diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah - 1.000 75. 18.000 92. 20.000 110.000 155.000 100.000 PENGOLAHAN ARSIP STATIS 17.408.000 170.000 60. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video.000 Direktorat Pengolahan 625.716.000 93.000 2.000 128 . Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945.609 570. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara.000 110. Terlaksananya Pengolahan Arsip 564. 25.096.427 100.000 95.000 190.000 210.000 589.325.417.337 312.000 110.) OUTCOME/OUTPUT (2) Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1.500 1.000 130.643 230.000 155. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto.250 2.

000 235.500 215.500 100.000 65.510 Jumlah daerah bencana 500. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 32.109 460.400 1.000 2. 75. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi Politik yang Diakuisisi.000 120. 27.000 31.000 95.255 50.000 2014 (8) 250. Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 117.919 205.000 115. Terlaksananya Jumlah daftar arsip diolah Jumlah data yang dipelihara - 75.000 93.750 400.000 77.670 2011 (5) 115.694. 28.406.000 155.000 95.320 450.000 2.000 2013 (7) 235. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah.000 135.000 30.000 110.655.000 122.000 Direktorat Preservasi 129 .000 3.000 80.000 1. INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 206.000 275.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peta (Kartografi).PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.600 80.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi.000 85.000 85.000 71. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian Dan Keabsahan Data yang Diolah TOTAL KEGIATAN PRESERVASI KEARSIPAN 1. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan.000 115.500 510. 29.500 - 75.043.717.000 2012 (6) 210. Terlaksananya pengolahan arsip elektronik.

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana; (Prioritas K/L) 2. Terlaksananya Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode; (Prioritas K/L) 3. Terlaksananya Penataan Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip); 4. Terlaksananya Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan 5. 6. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Film; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Video dan Rekaman Suara; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto; Terlaksananya INDIKATOR (3) yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

Jumlah arsip yang di barcode

500.000

404.393

450.000

475.000

490.000

Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip

-

78.125

80.938

90.000

90.000

-

78.125

80.938

90.000

90.000

36.457 65.307

100.000 50.000

195.000 103.219

215.000 120.000

235.000 145.000

7.

189.056

100.000

120.000

140.000

231.584

8. 9.

78.015 78.225

75.000

85.000

120.000

150.000

130

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional; Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional; Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan; Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru; Terlaksananya Alih Media Arsip Film; INDIKATOR (3) konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi Jumlah arsip film yang di alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia Jumlah microfilm yang di alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

10. 11.

282.912 55.900

250.000 25.106

300.834 27.617

335.000 30.378

350.000 33.416

12. 13.

145.628 105.187 40.145 166.422 -

150.000 100.000

150.000 105.000

165.000 130.000

185.000 175.000

14. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto; 15. Terlaksananya Alih Media Microfilm; 16. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda; 17. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto, Peta, dan Kertas); 18. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Video dan Rekaman Suara; 19. Terlaksananya Pengujian arsip dan bahan kearsipan;

125.000

130.000

150.000

165.000

Jumlah arsip statis yang didigitalisasi Jumlah arsip video dan rekaman suara yang didigitalisasi Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap

-

200.000

200.000

250.000

280.000

-

150.000

155.000

280.000

310.000

179.561

59.578

179.000

197.000

215.000

131

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 20. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional; 21. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm 22. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber; TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Luas gedung yang di fumigasi Jumlah peralatan alih media film dan microfilm Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber 2010 (4) 213.132 2011 (5) 150.000 2012 (6) 170.000 2013 (7) 195.000 2014 (8) 205.000

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

141.800

-

125.000

140.000

-

-

-

-

-

-

2.778.147 Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 355.450

2.555.327 330.000

3.057.546 359.004

3.572.378 400.000

3.860.000 475.000 Direktorat Pemanfaatan

PEMANFAATAN ARSIP

13. Terlaksananya penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”; (Prioritas K/L) 14. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Nusantara Jilid V”; (Prioritas K/L) 15. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V; (Prioritas K/L)

Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan

161.140

-

-

-

-

Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan

216.710

-

-

-

-

132

000 135. Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45.000 2013 (7) 215.423. Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah .000 250. Terlaksananya fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis.500 123.000 133 .) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.000 115.000 479.000 2012 (6) 192.000 65.000 65.000 2. Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Arsip INDIKATOR (3) Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 2010 (4) 190. Media Baru dan Kartografi.000 300. Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan.615.050 252.455 60.000 150.000 635. 22.000 735.708 130.000 60.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah paket kegiatan Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam Jumlah buku langka yang dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.959 - 450.200 513.000 125. Terlaksananya Pameran Kearsipan.700 280.000 111.000 160. (Prioritas K/L) 17.000 2. Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam 18. 20.700 100.000 2. 19.000 474.000 266.675.000 2014 (8) 275.000 2011 (5) 125.(PNBP) 21.756. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 1.

705.000 5.500 3.918.590.000 15. Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Jumlah brosur yang disebarluaskan 12.200 75.000 INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah tamu Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 60.025.142.500 Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 2.535.200 - 62.000 20.000 30.000 TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik TOTAL PROGRAM Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK 1.265.612 4.814 3.580 2.000 85. 24.093.733 3. Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur.000 4.955.332. 23.000 10.000 134 .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.600 4.) OUTCOME/OUTPUT (2) Statis.

750 350.000 235. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.000 220.800 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Jumlah pedoman dan hasil kajian 594.703 300.000 UNIT ORGANISASI 2014 PELAKSANA (8) (9) 388.000 2013 (7) 324.388 2011 (5) 200. INDIKATOR (3) Jumlah pedoman.000 294.000 Jumlah hasil kajian - 200. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).hasil kajian. Utuh.000 2012 (6) 270.000 135 .594 100. 9.PROGRAM/KEGIATA N (1) PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp. dan Menyeluruh.000 295. (Prioritas K/L) 10.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Yang Andal. (Prioritas K/L) 11. jurnal kearsipan 2010 (4) 846. Sistematis.

000 115. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) Kearsipan Daerah dalam rangka Meningkatkan Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif Dan Jati Diri Bangsa.000 180.000 294.000 150.000 Jumlah hasil kajian - 100.000 2012 (6) 220.000 140.000 216. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan Dalam Mengelola Arsip Dinamis. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis.750 2014 (8) 350. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 2011 (5) 200.000 Jumlah hasil kajian - 200.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 125.200 136 . 15. 13.000 170.) OUTCOME/OUTPUT (2) 12.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 220.750 350. 14.000 2013 (7) 294.

600 PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN 21) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . 16.600 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 273.750 350.000 137 .000 1. Kabupaten/Kota) Untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama Dalam Menyelenggarakan JIKN TOTAL KEGIATAN UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - 200.000 318.902 1. 22) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik.325. Terlaksananya Jumlah Hasil Kajian Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan Pada Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2.000 220.440.470. Jumlah hasil kajian/NSPK 117.000 265.000 294.000 2.000 381.000 1.248 150.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.000 190.982 Jumlah hasil kajian/NSPK 143.715.000 228.058.703 150.

199 200.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2014 (8) 86.600 58.000 426.000 316. INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 52. 28) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan.000 2013 (7) 72.200 Jumlah Pedoman 58.000 78.000 355.900 2011 (5) 2012 (6) 60.600 87.500 45.500 72.000 60.000 220.400 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan basis data 37.000 511.120 Jumlah hasil kajian/NSPK 348.350 30.594 - - - - Jumlah hasil kajian/NSPK - 200.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip Untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 24) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 25) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada pada JIKN 26) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 27) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstrasi Informasi Publik Yang Dikecualikan Yang Terkandung Dalam Arsip Baik Dalam Format Kertas Maupun Elektronik.000 65.000 93.000 264.800 138 .

PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.600 2.094.860.598 1.) OUTCOME/OUTPUT (2) 29) Terlaksananya Rakornas JIKN 30) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI melalui Internet TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 2010 (4) 250.030 1.007. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 17. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaa Kearsipan yang n bidang kearsipan Dimuat di Media yang disajikan Massa maupun melalui media massa Elektronik maupun elektronik Terwujudnya 18.400 74.430 2011 (5) 207.280 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1.030 25.000 2013 (7) 342.475 27.000 60.235. Persentase Produk Hukum penyelesaian Kearsipan Yang peraturan di bidang Disahkan Menjadi kearsipan 139 .500 1.000 Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran 2 3 4 15.550. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 16. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu Meningkatnya Jumlah 19.000 2012 (6) 285.000 2014 (8) 410.000 50.

penatau dan Tepat Waktu sahaan anggaran/ barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 27. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeri Pemeriksaan ksaan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 140 . Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 24. Persentase Pegawai yang penempatan Ditempatkan Sesuai pegawai sesuai Keahliannya dengan kompetensi Terwujudnya 25. Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 22. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 23. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 21.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 20. Persentase Pengelolaan peningkatan Administrasi kualitas Keuangan yang Baik pengelolaan. Persentase Pelayanan ketepatan pelayanan Administrasi pengurusan pegawai Kepegawaian Meningkatnya Jumlah 26.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.

(Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia.302 726.000 155.520 752.659 167. Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 88. 276.941.000 57.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) ANRI yang ditindaklanjuti Ditindaklanjuti 10 Meningkatnya Jumlah 28. Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan - 275.540 - - - 310. Terlaksananya Jumlah dokumen Penyusunan Penetapan penetapan kinerja yang Kinerja Arsip Nasional dihasilkan Republik Indonesia. Jumlah dokumen rencana kinerja tahunan yang dihasilkan 269.701 476.294.000 5.593 550.237.296.000 408.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.332 675. Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik.150 149.000 - - - 141 .490 135.603 4.000 370.548 310. Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 61.000 62.261 600. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI).930. KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 2.358 Biro Perencanaan PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN. EVALUASI DAN PELAPORAN.000 67.182 74.476 3. Jumlah Perusahaan yang instansi/perusaha-an Menggunakan Jasa yang memanfaatkan Kearsipan jasa kearsipan TOTAL PROGRAM 1.

955 96. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.000 51.000 375.639 65.745 57.943 Jumlah dokumen rencana anggaran yang dihasilkan 276. 11.000 250. 6.000 150.128 365. Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia.514 35.000 175.914 Jumlah dokumen PO yang dihasilkan 29.475 321.000 172.750 85.000 414.450 482.949 Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 56.166 142 . 9.261 Jumlah sistem aplikasi 113.000 287. Terlaksananya Penyempurnaan dan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pedoman yang dihasilkan - 175.) OUTCOME/OUTPUT (2) Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI).000 74. 10.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.405 - Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 120. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. 7.035 130.485 193. 8.000 45.000 - 172.

924 308. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12.670 95.000 Jumlah laporan 33. Jumlah laporan 236.000 55.000 Jumlah naskah dinas 300.000 235.000 15.000 63.000 150. 18.000 70.000 65. 51. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).000 14.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 65.000 115.112 163.000 190. Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI.736 345.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sosialisasi Aplikasi RAB.Jumlah dokumen LAKIP ANRI .000 40.% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 63.747 257.000 55. .000 200.000 142. Terlaksananya Penyelesaian Ketatausahaan Pimpinan. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus. Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009 20. Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI.000 55.000 230.616 46. Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI. 16. Jumlah SBK yang disempurnakan Jumlah HPS yang disempurnakan 42.133 40.000 85.000 175. 17.000 80. Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja.000 85.131 48.000 59.000 143 .000 240.000 125.000 345.827 13.000 95.244 70. 19.000 250.884 70. Terlaksananya Penyusunan Executive Report.791 60.000 70.000 110.000 75.

300 210.921 175.000 2014 (8) 200.000 2013 (7) 171.000 200.000 2012 (6) 150.Televisi.000 200.000 216.202 400.000 232.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah Pengelolaan/Pengemban gan website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas Jumlah hearing DPR yang disusun Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I 33. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak.000 495. Terlaksananya Forum Bakohumas.000 191.060 368.000 262.000 85.000 200.000 287.000 95.600 42.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 150.955 180.000 250.000 230.000 65. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan.200 74. 28. dan Radio.000 46.475 316. 26.005 48.000 100.000 100.500 240.000 65. 27. Terlaksananya Penyusunan Bahan Hearing DPR 29. 25.000 97.640 68.000 30.) OUTCOME/OUTPUT (2) 21.000 65. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI. 24. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting.000 80. Terlaksananya Pengelolaan/Pengem bangan Website ANRI. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa.000 125.000 2011 (5) 90.000 250. 23. 22. Terlaksananya Temu Teknis Di Lingkungan Unit Eselon I INDIKATOR (3) Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 2010 (4) 100.000 52.000 450.000 495.000 144 .

Terlaksananya Pembuatan C.659 36.500 55.990 5.360 75.000 93.000 50.700 71.500 110. Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 2010 (4) 53.000 2012 (6) 65.550.000 750.636 7.425 848.000 105.000 101.500 93.722 145 .617 77.124 6.500 2014 (8) 78.D. Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif 38.000 812.000 93.000 41.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan 37.) OUTCOME/OUTPUT (2) 30.000 70.200 125. Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan 36.500 151.250 Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 575.000 2013 (7) 71.850 39.500 70.912.000 137.650 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksanaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 75.074.000 85.000 62.700 71.187 70.825 2011 (5) 48. Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (media center) 35.478 5.188.000 55.000 55.601 7.000 32. Interaktif 34.000 60.500 102.000 105.110. Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI 32. Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Buklet dan Leaflet 31.000 62.000 650.000 85.000 85.478 35. Terlaksananya Safari Lembaga 33.000 37.

200 558. 44) Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja.000 2013 (7) 2014 (8) - (1) (2) PENINGKATAN 41) Terlaksananya LAYANAN HUKUM.000 2012 (6) 2.000 291.600 250.307 210.000 435. (Prioritas K/L) 43) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah Dan Pusat Serta Referensi Hukum.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun . (Prioritas PEGAWAI DI Bidang) LINGKUNGAN ANRI 42) Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan.320 200.000 139.000 150.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp.000 260.000 2011 (5) 4.300 100. DAN PENGELOLAAN Kearsipan. Penyusunan Peraturan PEMBINAAN Pelaksanaan UndangORGANISASI DAN Undang Nomor 43 KETATALAKSANAAN Tahun 2009 tentang .798 205.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang no. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 (4) 500.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 254.500. (Prioritas K/L) 200. (Prioritas K/L) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH .000.000 45) Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan Dengan Beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri.720 146 .000 229.200 320.

811. Penerimaan.000 200.800 750.000.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.549.777 2013 (7) 1.400 Jumlah peraturan tentang penciptaan.penggunaan . (Prioritas K/L) 47) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri.845.p emeliharaan.530. Penggunaan.000 296.307 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 1.516 Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 150.) OUTCOME/OUTPUT (2) 46) Terlaksananya pemberian bantuan beasiswa diploma.350.000 - - Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 150.712.325. Penataan dan pengelolaaan arsip - 150. 50) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Sistem Administrasi Negara Dalam Rangka Memposisikan Arsip.000 1.000 2011 (5) 1.735. Penataan Dan Pengelolaaan Arsip.sarjana dan pascasarjana.750 2014 (8) 1.000 224. (Prioritas K/L) 48) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Standar Pelayanan Arsip.000 250.000 - - 147 . Pemeliharaan.000 2012 (6) 1. INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 1.057 1.000 200.000 1.penerimaan. 49) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Yang Mencakup Materi Tentang Penciptaan.

000 100.000 2014 (8) 358. INDIKATOR (3) Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 100.000 - 100. 13 Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI.000 110.000 105.) OUTCOME/OUTPUT (2) 51) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Kriteria Arsip Dan Proses Pembuatan Arsip Yang Memenuhi Aspek Keabsahan.000 - - 100.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Jumlah mekanisme penyediaan informasi Publik yang disusun 50.000 - 200.000 2012 (6) 250.% Tersusunnya struktur kelembagaan(organ isasi dan tata kerja) yang proporsional.250 115. 15.000 200. Terlaksananya Penyusunan Mekanisme Penyediaan Informasi Publik di ANRI. Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan Pelatihan CPNS.762 148 .000 2013 (7) 280.Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI . pelatihan CPNS Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI .564 100.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 14. 52) Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI.000 - - - - 283.000 100.

Jumlah peserta tes CPNS . Terlaksananya Poliklinik/ObatObatan 19.430 2013 (7) 29.750 56.852 2014 (8) 31.000 75.000 72. 20.833 35. 19.000 40. INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan tunjangan kompensasi sesuai nilai dan tingkat dampak resiko Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Jumlah pegawai yang mengalami kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat .Tersedianya sistem rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Jumlah peserta ujian dinas .000 65.200 92.000 170.315 44.000 85.997 24.100 40.000 95. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Kenaikan Pangkat dan Gaji Berkala.344 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 38.000 88. 22. Terlaksananya Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas.500 60.Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Jumlah standar tentang 2010 (4) 2011 (5) 27.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 16.240 23.810 110.000 71.000 74.902 22.300 42.076 2012 (6) 28. Terlaksananya Pengelolaan Tunjangan Pengelolaan Arsip Statis. Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan 18.000 21.Jumlah pejabat fungsional yang dinilai .430 46.651 48.983 61.147 80.866 17. Terlaksananya 37.000 65.000 149 . Terlaksananya Penyusunan Formasi dan Pengadaan Pegawai. 17.000 60.000 21.610 97.000 150.000 55.000 55.

000 157.000 55.866 56.000 65.450 20.612 145.450 40.000 215.000 243. Terlaksananya Pembinaan Pegawai 27.000 255.000 196. Terlaksananya Diklat Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) kompetensi jabatan struktural 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.050 35.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai 169.Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) .000 175. 24.000 45.Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) .256 80.000 175. Jumlah peserta diklat pimpinan II-IV .000 24. Terlaksananya Diklat Pimpinan II-IV 25.000 45.000 50.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyusunan/ Penyempurnaan Standar Kompetensi Jabatan Struktural.950 156.050 24.Jumlah pegawai yang dibina .000 20.Jumlah peserta diklat teknis kepegawaian . Terlaksananya Pelantikan Dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai 28.101 72.600 150 .000 52.

Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural 35.Tersedianya system mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) 33.862 32.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29.d.000 2012 (6) 45.000 82.000 45.000 - - - Jumlah standar kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun .Jumlah pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun . ANRI tentang dicetak Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s.868 27. 30. Terlaksananya Penyempurnaan Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI 31.000 25. dan Pencetakan Perka. Terlaksananya Jumlah produk hukum Penyebarluasan yang disebarluaskan Produk Hukum 30.000 - - - 36.632 33. Terlaksananya Jumlah Perka.000 35.500 151 .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang dismpurnakan 2010 (4) 39. 2009 34.000 60.000 50.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) .000 45.000 2014 (8) 65.000 2013 (7) 55.Jumlah pejabat struktual yang mengikuti uji kompetensi .000 75. Terlaksananya penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum 32.390 2011 (5) 36.000 45.000 - - 30. ANRI yang Kepka.000 55. dan Kepka.

526 9.268 7.720 70.000 65.000 2014 (8) 90.962 2011 (5) 60.000 90.000 100.000 135.000 120.087.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pegawai yang mendapat penyuluhan hukum Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif.000 46.916.000 50.830 - 55. Terlaksananya Penyuluhan Hukum Pegawai ANRI 35.000 140.000 55.000 80.095 152 . Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI 38.000 105.000 200. INDIKATOR (3) Jumlah pembahasan rancangan peraturan di lingkungan ANRI 2010 (4) 63. Terlaksananya Seminar Kearsipan dan Kesehatan Jumlah peserta rakor penyelesaian mekanisme kerja antar unit di lingkungan ANRI Jumlah peserta seminar kesehatan dan kearsipan 66.000 71.000 2013 (7) 80.739 7.178.000 450. Terlaksananya Rakor penyelesaian Mekanisme Kerja Antar Unit di Lingkungan ANRI 40.647 8.500 150.000 75.000 TOTAL KEGIATAN 6.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Harmonisasi dan Sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI 36.107.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Jumlah naskah Kerjasama Luar perjanjian kerja sama Negeri 39.000 297.000 92.236.000 65.000 2012 (6) 70.000 43.disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) 37.662 60.

270.240 220.800 527.265.271.660. Terlaksananya Pembayaran Jasa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Umum 363.039.470.600 5.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang harus dibayar gaji.157 3.234 1.000 1.000 275.416. Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor.296 182.000 440.834 2.597.980 2014 (8) 33.200 3.000 299.169 (1) (2) PEMBINAAN 48.120 Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara Jumlah bulan pembayaran langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor 139.167 2012 (6) 27.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp. Honorarium.154.000 668. 50.645 2013 (7) 31.167 2011 (5) 26.200 3.680 532.250 1.000 250. Terlaksananya ADMINISTRASI DAN Pengelolaan Gaji. 55.000 4.976 1.509.000 250.039. PENGELOLAAN Lembur. 56.000 1. dan tunjangan Jumlah pegawai yang mendapatkan makanan dan minuman penambah daya tahan tubuh Jumlah pegawai yang mendapatkan pakaian dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 26.000 200.372.644. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor.000 153 .000 704.lembur.301 1. ANGGARAN SERTA dan Tunjangan. 52. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa.184.150.760 412.000 400.000 492.031 1.192 1.800 1.960.358.213 2.247.842. Terlaksananya PELAKSANAAN Pengadaan Makanan TUGAS ANRI dan Minuman Penambah Daya Tahan Tubuh.000 4.000 3. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor.000 840.600 2.000 155.000 1. PELAYANAN PENUNJANG 49.960. Terlaksananya Pengadaan Pakaian Dinas Pegawai 51. Honorarium.356. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung. 53.791.515.458. 54.000 280.040.

000 90.865 335.000 750.000 96. Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor 61.250 750.000 70.320 420.568 295.000 117.232 16.600 575.000 105.000 30. 59.624.108 682. Terlaksananya Implementasi SAPP 65. 63.788 220.600 125.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas Jumlah laporan keuangan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara 335.865 375.552 908. 64.400 263.000 106.392.197. 57.000 537.000 392.000 246.400 96. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan. Terlaksananya Peralatan Rumah Tangga 62.400 1. Terlaksananya Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan.) OUTCOME/OUTPUT (2) Keamanan dan Kebersihan.000 25.832 466.000 420.000 419. Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet 60.000 620.900 1. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas 58.000 80. Terlaksananya operasional perkantoran.440 154 .502 825.000 350.619 17.500 1.300 Jumlah bulan pembayaran honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran jaringan internet Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan. INDIKATOR (3) Dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 70.648 326.628 190.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.000 35.000 449.500 1.876 181.532.000 480.

Terlaksananya Pengadaan BahanBahan Kearsipan.000 - 50.000 1.000 35.000 75.008.000 95.200 105.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 45.000 600. 69.000 70.000 500.000 60. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan 67.000 900.000 50.000 36. 72.000 72.249 34.000 60.000 50.000 672. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa 74. Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP 50.000 26.000 60.000 719. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN 70.000 50.036.000 80.864 586.765 65.488 85.800 250.000 70.800 850. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN).) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN Jumlah pengadaan bahan-bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan eprocurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 66.749 24. Terlaksananya Inventarisasi BMN 71.000 155 .556 - 40. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas 68. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map 73.000 60.000 40.000 60.040 32.000 1.

000 65.000 60.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 150. 82.000 19.000 75.000 Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumah tanggaan yang disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah pedoman Jumlah daftar Arsip Vital Jumlah daftar arsip 29.000 60. 84.000 45. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif. Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah.000 - - 156 .000 50. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN 76.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 35.000 35. Terlaksananya Penyusunan Prosedur Tetap KerumahtanggaAn 81.626 - - - - 8.000 200. INDIKATOR (3) Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris Jumlah bukti kepemilikan arsip yang diamankan 2010 (4) 26.649 2011 (5) 20.000 50.750 - 50.000 2012 (6) 45. Terlaksananya Pengamanan. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital Anri. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris 77.087 169. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN 80.079 154.495 - 50.000 65.000 75. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip 79.000 35.000 225. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital. 83.000 39.000 2013 (7) 55.000 55.000 31.000 2014 (8) 60.000 240.384 - - - - 100.000 140.) OUTCOME/OUTPUT (2) 75. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris 78.000 90.375 17.

000 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah basis data - 75.000 200. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI 89. Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 92.400 113.000 200. Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga.000 115.000 50. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga.000 106.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 50. Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI 88.000 50.761 50.000 - - - 50.000 85.000 200.000 - 200.) OUTCOME/OUTPUT (2) 85. Terlaksananya Pembuatan Laboratorium Sistem Kearsipan 91.000 45.762 - 95.000 75.000 75. 86.000 - - - Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 200. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 93.000 225.950 96.000 50.000 2012 (6) 75. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI 90. Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 94. 87.750 157 .848 - 100.000 2013 (7) 85.000 - 150.000 50.000 240.000 - Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang dibuat Jumlah pedoman 86. Terlaksananya Lomba Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah pedoman Jumlah record arsip 2010 (4) 2011 (5) 50.000 100.000 90.

353 200.000 213. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 40.000 320.110.283.000 158 .Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI 14.602.000 46.316 .443.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.120 42.000 51.000 292. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI. 13.163 318.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) 54.000 185.370 210.000 55.943 70.000 85.% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) .Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif(pengarusutamaan) .000 250.Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana Dekonsentrasi Jumlah laporan hasil audit Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasI - 50.000 422.) OUTCOME/OUTPUT (2) Lingkungan ANRI.500 Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 12.177.957 95.Jumlah laporan hasil pengawasan .

) OUTCOME/OUTPUT (2) 15. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor 20.000 98. Terlaksananya pengisian LHKPN 22.000 2014 (8) 167.000 75.000 % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) . Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III 21.000 120.000 65. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah.000 2013 (7) 95. 16.000 55. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah 19. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI 18.935 58.Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif(pengarusutamaan) .000 62. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI 17.774 20.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 46.840 42.000 197.961 45.000 23.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 225.000 192.000 137.000 60.000 125.000 2012 (6) 35. Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 15.000 125.000 282.% Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang 159 .

299. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan.816.000 770. Terlaksananya Jasa Penataan.000 150.000 2.000 250.345. Pemeliharaan dan Perawatan serta Penyimpanan Arsip Komersial.000 170.000 275. . (PNBP) 75.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama .000 150.000 450.362 - - - 160 . Terlaksananya Monitoring/ Evaluasi Pasca Layanan Jasa 7.pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial 500.000 125. Terlaksananya Presentasi Aplikasi Pengelolaan Dokumen/Arsip Inaktif Berbasis TI 8.007. DAN PERAWATAN ARSIP 5.000 200.000 200.308 5.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 510. PENYIMPANAN.000 Pusat Jasa Kearsipan 6.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil monitoring pasca layanan jasa kearsipan Jumlah Instansi yang dilakukan presentasi aplikasi pengelolan dokumen/arsip inaktif berbasis TI Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang menggunakan jasa penataan.000 1.000 150.500 600.000 75.000 300.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) disampaikan masyarakat(penga rusutamaan) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN.000 8.000 450.

089.000. Terlaksananya Pembangunan Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.308 Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip 2011 (5) 395.000 2012 (6) 600. (Lanjutan) Tahap IV.) OUTCOME/OUTPUT (2) TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 9. 8.705.500. Terlaksananya Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.350.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.532. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip.000 Biro Umum 6.800 - 31.756.435. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip.640 - 19.560 18.000 - - - Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor - 3.000 10. Fumigasi Arsip.191.000 2014 (8) 1. 9.032.887.000 2013 (7) 900.407 5.000 - 161 .560 5.375.815.200 11.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Meningkatnya Efektifitas Pemenuhan Sarana dan Prasarana Kantor untuk Mendukung Layanan Arsip Sekretariat Utama TOTAL PROGRAM PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 7.000 - 5. Jumlah pembangunan gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip 11.

) OUTCOME/OUTPUT (2) 10.000 - - 11.265.032. 12.545 3.370. Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Jumlah peningkatan/ Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 4.952 19.000 2.000 2014 (8) 5.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.280. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 11.000 - 1.500.000 1.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000.355.000.000.000 1.000.000 2013 (7) 5.600 14.680.756.485.435.500.800 31.000 5. Terlaksananya Peningkatan/Pengada -an Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.560 18.000 162 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful