PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA ARSIP

NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Tahun 2010

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014 KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk memberikan arah dan prioritas terhadap pelaksanaan pembangunan bidang kearsipan, perlu adanya Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014; b. bahwa pelaksanaan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia setiap tahunnya akan dituangkan dalam rencana kerja tahunan yang lebih rinci dalam bentuk Renja-KL dan RKA-KL; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia tentang Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5071); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405);

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664); 8. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen yang telah enam kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 9. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Arsip Nasional Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2009; 10. Peraturan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Strategis Kementarian/Lembaga; Memperhatikan : Surat Tugas Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor ST/255/M.PANRB/12/2009 tentang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG RENCANA STRATEGIS ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010-2014.

Pasal 3 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 digunakan sebagai pedoman unit kerja dalam penyusunan rencana kinerja tahunan untuk periode 1 (satu) tahun. dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari peraturan ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Januari 2010 Plt. (1) (2) Pasal 2 Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 merupakan penjabaran lebih lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. Pasal 4 Setiap unit kerja di lingkungan ANRI wajib melaksanakan ketentuan peraturan ini dalam menyusun rencana kinerja tahunan. ASICHIN . yang memuat tujuan.ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Pasal 1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 yang selanjutnya disebut Renstra ANRI Tahun 2010-2014 adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini. Pasal 5 Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Renstra ANRI Tahun 2010-2014 sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah dokumen rencanaan pembangunan bidang kearsipan untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. arah kebijakan dan strategi pembangunan kearsipan. M. KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. kegiatan pokok dan kegiatan indikatif berikut indikator kinerja. sasaran strategis.

................. BAB IV PENUTUP ................................................................................................................... 68 69 115 ......................................................... Sasaran Strategis.......................................4 Visi .2 2..............3 2..........................................2 Potensi dan Permasalahan .......................... 3....... Pencapaian Sasaran Strategis Kedua..........................................................................1 Kondisi Umum A..................................................... B................................................ C........1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional ........................................................................... C...................................................................................... A..................... BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ..... BAB I PENDAHULUAN ................................... Misi ........... MISI DAN TUJUAN ANRI ...DAFTAR ISI DAFTAR ISI . D....................................................................... Matrik Target Pembangunan Tahun 2010-2014 .... Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia .............. C.......................................................... 1................... A.2 Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan.................................................. Peluang .................. Sasaran............................................................. Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009. B.....................1 2.............................................. Matrik Kebutuhan Pendanaan Pembangunan Tahun 2010-2014 ........................ Pencapaian Sasaran Strategis Pertama.............................................................................. Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga.................................................................................................................................................................. B...... Kekuatan ................................................ 1 3 3 13 16 16 17 18 19 22 22 23 23 24 27 27 32 33 37 42 48 58 BAB II VISI................................. Tujuan ............... 67 Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Renstra ANRI Tahun 2010-2014............ Pencapaian Sasaran Pendukung... Tantangan. D.. Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI Tahun 2004-2009........... 2........................................................................... Permasalahan................................................................................................................................. Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 ............ 3...................... E.................. 1.

Kondisi Umum Tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. berbangsa dan bernegara.BAB I PENDAHULUAN 1. Sejalan dengan hal tersebut. Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan merupakan pilar pokok untuk mencapai tujuan nasional.1. Bertitik tolak dari hal tersebut di atas maka keberadaan dan fungsi arsip merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan dalam proses perjalanan kehidupan bermasyarakat. fokus. dan kegiatan prioritas. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) 1 . maka ditetapkan dokumen perencanaan untuk periode 20 tahun yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). dalam rangka memberikan arah yang jelas dalam mewujudkan tujuan nasional. Selanjutnya untuk memberikan arah yang jelas dalam pelaksanaannya. maju. adil dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1. Keberhasilan satu pelaksanaan agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda yang lainnya. maka ketiga agenda pembangunan nasional dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk arah kebijakan. berbangsa dan bernegara. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Ketiga agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. karena pada dasarnya arsip merupakan refleksi dan rekaman dari perjalanan kehidupan bermasyarakat. Visi Pembangunan Nasional 2005-2025 mewujudkan Indonesia yang mandiri. Mengacu pada ketiga agenda pembangunan tersebut di atas. memajukan kesejahteraan umum. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2.

2 .sebagai lembaga yang mempunyai tugas negara di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Selanjutnya RPJMN akan dijabarkan dalam Dokumen Rencana Pembangunan Tahunan yang disebut Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yaitu dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun. Dokumen RPJPN kemudian dijabarkan dalam dokumen perencanaan untuk periode 5 tahunan yang selanjutnya disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Renstra Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010–2014 ini dikondisikan untuk menjawab agenda pembangunan nasional khususnya yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan yang modern yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur. peningkatan peran serta dan fungsi arsip dalam penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa seperti yang tertuang dalam RPJMN 2010-2014. Renstra ANRI ini akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL). Dokumen Renstra ANRI ini akan menjadi dokumen dasar penyusunan Renstra Satuan Kerja Eselon I dan II di lingkungan ANRI. Kedua rencana tersebut menjadi dasar penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). Arsip Nasional Republik Indonesia sebagai instansi pemerintah diwajibkan menyusun Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 – 2014 (Renstra ANRI 2010-2014) yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Bertitik tolak dari hal tersebut.

Dalam upaya mewujudkan agenda pembangunan nasional tersebut. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menetapkan sasaran rencana pembangunan jangka menengah yang tertuang dalam Peraturan Kepala ANRI Nomor 1. Selanjutnya arah kebijakan kearsipan tersebut dijabarkan kedalam Program dan Penataan Kelembagaan yang dan Ketatalaksanaan dan efisien melalui serta pelaksanaan kegiatan pokok yaitu menciptakan sistem administrasi pendukung kearsipan efektif menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip Negara. 3. Sasaran. Sejalan dengan hal tersebut. peranan pembangunan kearsipan dalam upaya mewujudkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 dirumuskan dalam arah kebijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan adminstrasi Negara melalui optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan e- Government. sesuai dengan tugas dan fungsi ANRI. profesional dan bertanggung jawab yang diwujudkan dengan sosok dan prilaku birokrasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat. Terlaksananya hubungan kerja sama teknis dengan seluruh instansi tingkat 3 . secara umum telah ditetapkan sasaran penyelenggaraan negara tahun 2004-2009 adalah terciptanya tata pemerintahan yang baik.A. 4. B. dinyatakan bahwa salah satu agenda pembangunan nasional adalah menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. 01 Tahun 2005 tentang Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi terhadap Pembangunan Bidang Kearsipan 2004 – 2009 sebagai berikut: Tersedianya payung hukum sebagai landasan operasional pengelolaan arsip baik di tingkat pusat maupun di daerah. dan dokumen/arsip Negara dalam pengelolaan tugas dan fungsi pemerintah. Terlaksananya sosialisasi atas berbagai produk hukum Pedoman/standar/ petunjuk tentang pengelolaan arsip di seluruh instansi pusat/daerah. berwibawa. Terciptanya Pedoman/standar/petunjuk pelaksanaan dari suatu sistem pengelolaan arsip. bersih. Arah kebijakan dan Program RPJMN 2004-2009 Sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 khususnya bab 14. Evaluasi Pencapaian Program dan Kegiatan Renstra ANRI 2004-2009 Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi ANRI. 2.

Terlaksananya upaya penyelamatan dan pelestarian arsip serta meningkatkan khasanah arsip statis sebagai bahan pertanggungjawaban nasional dan akuntabilitas publik. 5. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik a. b. 8. Terlaksananya program asas dekonsentrasi kearsipan di pemerintah provinsi sebagai upaya untuk mempercepat tersedianya SDM kearsipan di daerah. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini diarahkan pada penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan. berikut ini hasil pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan renstra ANRI Tahun 2004-2009 : 1. tersedianya dokumen perencanaan anggaran. Terwujudnya pendayagunaan arsip bagi kegiatan pemerintah dan masyarakat luas. tersusunnya Laporan Keuangan Audited. Pencapaian sampai dengan Tahun 2008 adalah tersedianya Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan ANRI Tahun 2007. Bertitik tolak dari 9 sasaran jangka menegah yang telah ditetapkan dalam Pokok-pokok Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang Kearsipan Tahun 2004 – 2009 yang telah diuraikan di atas. Terlaksananya Penciptaan SDM Kearsipan di setiap instansi pusat dan daerah guna mendukung pelaksanaan pengelolaan arsip.pusat dan daerah dalam rangka penyelenggaraan kearsipan secara nasional. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Hingga Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan dalam program ini dapat diselesaikan seluruhnya seperti tersedianya dokumen perencanaan 2010. Tersedianya sistem jaringan informasi kearsipan antara ANRI dengan Badan/Kantor Arsip Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. terselenggaranya dukungan operasional sehari-hari perkantoran. ditetapkannya Rencana Strategis ANRI Tahun 2010-2014 dan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan 2005 – 2025. 6. penyelenggaraan 4 . tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ANRI Tahun 2008. 7. pengelolaan APBN. 9.

Hasil-hasil yang telah dicapai pada tahun 2008: 1) Dalam rangka pembinaan pelaksanaan kearsipan ANRI telah melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan. dan Badan Badan Lembaga Administrasi Negara. 2. Negara dan Reformasi Birokrasi. 1 JUMLAH INSTANSI PUSAT DAN DAERAH YANG TELAH MELAKUKAN PENGELOLAAN ARSIP SESUAI DENGAN KAIDAH KEARSIPAN TAHUN INSTANSI PUSAT DAERAH 2004 22 15 2005 29 17 2006 36 23 2007 40 24 2008 43 31 2009 46 62 5 . Adapun jumlah instansi yang telah dibina dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel. program kearsipan serta pelaksanaan kegiatan kearsipan di seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan standar dan kaidah kearsipan.pemeriksaan di lingkungan ANRI dan terselenggaranya rapat kerja teknis Tingkat Eselon I. Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. kelembagaan. supervisi dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kearsipan meliputi kesisteman. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan a. SDM kearsipan. Hasil dari pembinaan kearsipan dapat dilihat dari jumlah instansi binaan yang telah melakukan pengelolaan arsip sesuai dengan norma/standar kearsipan. Pencapaian program dan kegiatan sampai Tahun 2008 Program ini bertujuan untuk menata dan menyempurnakan organisasi dan manajemen melalui penciptaan kearsipan yang efektif dan efisien serta menyelamatkan dan melestarikan dokumen/arsip negara. Selain hal tersebut. dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) ANRI sedang melakukan usahausaha ke arah reformasi birokrasi bersama dengan Kementerian Negara Pendayagunaan Kepegawaian Aparatur Negara.

30. 2008. 5) Terlaksananya pengadaan Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana. Ngawi. dan Substantif.663. dan Jakarta. Yogyakarta. Pusat Daerah JUMLAH 8 17 25 11 23 34 3 6 9 (+) 37. 4) Dalam rangka penyelamatan dan penanggulangan arsip akibat bencana.794 lembar arsip Kartografi dan Kearsitekturan. 30. Situbondo. Sragen. Pasuruan. 99.00 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan. 1. Lamongan.29 (+) 36. 9.000 ml Arsip Konvensional. pada tahun 2008 telah dilaksanakan penyelamatan arsip pada 9 (sembilan) daerah yang terkena bencana banjir yaitu Bojonegoro. Perbandingan jumlah JRA yang disetujui oleh ANRI dari tahun 2007 dan 2008 dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2 PERKEMBANGAN JUMLAH JRA YANG TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN KEPALA ANRI DARI TAHUN 2007-2008 Tahun Perubahan No Instansi 2007 2008 Naik Turun % 1. terpeliharanya 27. serta dikeluarkannya rekomendasi pemusnahan arsip bagi 8 (delapan) instansi pusat dan daerah. Kepegawaian.JUMLAH 37 46 59 64 74 108 Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan.200 reels arsip microfilm dan 7.000 lembar arsip foto (negatif dan positif). Ponorogo. 2.50 (+) 35.200 fiches arsip microfische. 6) ANRI telah menyelesaikan naskah Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 6 . 3) Tersedianya 20 inventaris/daftar arsip sebagai salah satu sarana temu balik arsip. 2009 2) ANRI telah menyetujui sebanyak 11 Jadwal Retensi Arsip (JRA) instansi pusat dan 23 JRA Pemerintah Daerah meliputi JRA Fasilitatif Keuangan.000 kaset arsip film.000 kaset/open reels arsip rekaman suara.

2) Disahkannya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. Organisasi Negara. BUMN/Swasta. 8) Terlaksananya penyelamatan arsip Pemilu 2009 dan Arsip Pilkada. Zakaria Abubakar dan warga lainnya berupa. ijazah. Arsip dari Lembaga Pemerintahan/Lembaga Massa. pemeliharaan dan perbaikan arsip statis baik arsip konvensional maupun arsip media baru. 4) Tersosialisasikannya pedoman akreditasi dan sertifikasi kearsipan pada instansi pusat dan daerah hasil kerjasama ANRI dengan UNDIP. 6) Terlaksananya pengolahan. 5) Tersusunnya Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi (Job Description) ANRI sebagai bagian dari proses reformasi birokrasi di lingkungan ANRI. sertifikat tanah. ANRI sejak 1 April 2009 hingga sekarang sedang melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip Universitas 7 Organisasi Pemilihan Umum ditandatangani tanggal . Keagamaan. sertifikasi SDM Kearsipan. dan Organisasi Perorangan.tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. 3) Terlaksananya penyusunan rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014. 7) Penandatanganan Kerja Sama ANRI dengan KPU tentang Penyelamatan dan Pelestarian Arsip 5 Maret 2009. Arsip yang diselamatkan adalah arsip milik masyarakat/perorangan dan instansi antara lain arsip milik Seto Mulyadi (Kak Seto). Disamping itu. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009 diperkirakan seluruh kegiatan yang terdapat pada program ini dapat terealisasi antara lain: 1) Naskah RUU Kearsipan telah disahkan menjadi Undang-undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 28 September 2009. Politik. buku tabungan yang terkena musibah banjir sebanyak 260 bundel dan 154 album foto. serta Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. paspor. 9) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Akibat Jebolnya Tanggul Situ Gintung Kabupaten Tangerang Banten yang terjadi pada tanggal 27 Maret 2009. b.

16) Terselenggaranya Sidang Umum dan Konferensi SEAPAVAA (South East Asia Pacific Audio Visual Archives Association) ke-13 di Bandung tanggal 15-20 Mei 2009. 8 . Arsip Peradilan. penyelenggaraan diklat kearsipan serta pengembangan profesionalisme pegawai negeri melalui penyempurnaan aturan etika dan mekanisme penegakan hukum disiplin. sedangkan sampai saat ini yang sudah terbentuk adalah Arsip Universitas Gajah Mada. serta Arsip Lembaga Kepresidenan. 17) Terlaksananya persiapan pembentukan Arsip Universitas Pattimura. Arsip Konflik dan Keraton Nusantara. 13) Tersusunnya Pedoman Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa sebagai upaya untuk mendukung Program Arsip Masuk Desa. baik yang dilakukan di lokasi kejadian maupun yang dilaksanakan di ANRI dengan memanfaatkan alat Vacuum Freeze Dry Chamber (VFDC) dan diberikan secara gratis. 3.952 meter linier. 10) Terlaksananya penilaian dan akuisisi arsip Kabinet Gotong Royong. Program Pengelolaan SDM Aparatur Program ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM aparatur melalui peningkatan kompetensi pada tugas dan tanggung jawabnya. ANRI sejak tanggal 1-4 Oktober 2009 melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip akibat gempa di Sumatera Barat yang terjadi tanggal 30 September 2009 kurang lebih sebanyak 35. a.285 bundel. 14) Terlaksananya penyusunan pedoman/petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan/standar di bidang kearsipan. Pelayanan perbaikan (Restorasi Arsip) terhadap arsip akibat bencana Situ Gintung. Pencapaian Program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya diklat fungsional arsiparis tingkat keterampilan dan keahlian. 11) Terlaksananya wawancara sejarah lisan mengenai Kembalinya GAM ke Ibu Pertiwi. 15) Terlaksananya pengkajian di bidang kearsipan.Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kurang lebih sebanyak 1. 12) Terlaksananya pengamanan arsip melalui Barcode.

2) 3) 4) 5) 6)

Terlaksananya diklat teknis kearsipan baik di Pusat maupun daerah; Terlaksananya diklat kearsipan dana dekonsentrasi di daerah provinsi; Terlaksananya Tahun 2008; Terbitnya Peraturan MenPAN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya; Terbitnya Pedoman Formasi Kebutuhan Arsiparis, Akreditasi Sistem Kearsipan Dinamis (Non Elektronik) dan Akreditasi Lembaga Jasa Penyimpanan Arsip. Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional

Pengembangan SDM Kearsipan di ANRI dilakukan melalui

kegiatan

pendidikan pelatihan dengan berbagai jenjang dan tingkat keahlian masingmasing dan difokuskan untuk peningkatan pengetahuan, keahlian dan keterampilan serta pembinaan Arsiparis di tingkat pusat dan daerah. Untuk lebih jelasnya, mengenai jumlah pejabat fungsional arsiparis dan jumlah diklat penciptaan yang dilakukan ANRI dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 berikut ini : Tabel. 3 JUMLAH PEJABAT FUNGSIONAL ARSIPARIS DI INSTANSI PUSAT DAN DAERAH DARI TAHUN 2004 – 2009
JUMLAH ARSIPARIS TINGKAT KEAHLIAN INSTANSI 2004
PUSAT LPND DEPT 191

TINGKAT KETERAMPILAN TAHUN

TAHUN 2005
99 120

2006
110 117

2007
110 119

2008
109 128

2009
119 249

2004
1.807

2005
578 1.246

2006
614 997

2007
602 1.004

2008
645 1.112

2009
424 1271

DAERAH

PROVINSI KAB/KOTA

174

177 9

164 9

220 9

230 9

162 14

1.609

1.175 250

1.187 233

880 233

920 233

651 285

JUMLAH

365

405

400

458

476

544

3.416

3.249

3.031

2.719

2.910

2.631

Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

9

Tabel 4. JUMLAH PESERTA YANG TELAH MENGIKUTI DIKLAT ARSIPARIS TERAMPIL DAN ARSIPARIS AHLI PER PROVINSI NO 1 2 3 4 5 6 TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 JUMLAH PROVINSI 16 Provinsi 29 Provinsi 29 Provinsi 32 Provinsi 31 Provinsi 29 Provinsi JUMLAH
Sumber : Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan, 2009

JUMLAH PESERTA 350 Orang 944 Orang 799 Orang 934 Orang 585 Orang 29 Orang 3.641 Orang

b.

Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan; Terlaksananya diklat Pimpinan Lembaga Kearsipan; Disahkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 sebagai pengganti Peraturan MenPAN Nomor 09/Kep/M.PAN/2/2002 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kredit; 4) Terlaksananya peningkatan SDM ANRI melalui pemberian bantuan beasiswa S1/DIV, S2, S3, pengiriman diklat dan kursus baik di dalam maupun di Luar Negeri; 5) 6) 7) 8) 9) Terlaksananya evaluasi pasca diklat kearsipan; Terlaksananya pembinaan dan penilaian jabatan fungsional Arsiparis dan fungsional lainnya; Disahkannnya Peraturan Bersama Kepala ANRI dan Kepala BKN tentang Jabatan Fungsional Arsiparis; Tersedianya standar kompetensi jabatan struktural; Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional 2009. 10 Tahun

4. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Program ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen pelayanan publik yang bermutu, transparan, akuntabel, mudah, murah, cepat, patut, dan adil kepada seluruh masyarakat guna menunjang kepentingan masyarakat dan dunia usaha serta mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. a. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 1) Terlaksananya Bantuan/Hibah Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip 2) dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya arsip kepada 10 daerah provinsi; Tersedianya Citra Daerah untuk 29 provinsi, pada tahun 2008 dilaksanakan pembuatan citra daerah 6 provinsi. Sedangkan sisanya sebanyak 4 provinsi akan diselesaikan pada tahun 2009; 3) 4) 5) Tersedianya Citra Nusantara Jilid I: Tradisi Menjaga Keutuhan Negeri, Jilid II: Tradisi Niaga Bangsa dan Jilid III: Tradisi Membina Negeri; Tersedianya Naskah Sumber Arsip Seri: "Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah RI Jilid III”; Terlaksananya Pameran Arsip Arsip Wawasan Kebangsaan, Pameran dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan Pameran dalam rangka memperingati HUT R.I.; 6) Terlaksananya Pelayanan Kearsipan baik Layanan di Ruang Baca maupun Layanan Jasa Kearsipan; b. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 1) 2) 3) Terlaksananya Pameran Arsip Wawasan Kebangsaan di 4 daerah dan Pameran 64 Tahun Refleksi Kemerdekaan R.I.; Terselenggaranya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan dan Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Lingkungan Instansi Pusat; Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar/Masyarakat, Sosialisasi Kelembagaan ANRI, Sosialisasi Kearsipan, Fasilitasi Teknis Layanan Pemanfaatan Arsip Statis, Workshop pengolahan arsip statis untuk pengembangan database; 4) 5) Terlaksananya bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 daerah provinsi; Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 Daerah Provinsi; 11

rehabilitasi Gedung B (Gedung restorasi/repografi seluas 2. Gorontalo.6) 7) 8) 9) Terlaksananya Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis dan Pengelolaan Arsip Statis di Daerah. Rehabilitasi Gedung B. pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap III. diperkirakan akan dapat diselesaikan pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II. 5. pengadaan Ambulance. Implementasi JIKN pada Pemerintah Provinsi dan Implementasi Jaringan Sistem Kearsipan Statis pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. Pembuatan Maket. dan Irian Jaya Barat. Pengadaan Running Text.160 m2 serta pengadaan Inventaris keperluan kantor ANRI di Jakarta dan Bogor. Sulawesi Barat. pembuatan sertifikat tanah. 10) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Provinsi Bangka Belitung. a. Tersedianya Prosedur Pengoperasian Modul Pengumpulan Data pada Jaringan Informasi Kearsipan Nasional. C. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara Program ini bertujuan untuk meningkatkan prasarana dan sarana dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi ANRI.700 m2. 12 . Pengadaan Kendaraan Penyelamatan Arsip dan Penanggulangan Bencana (Rescue). Pembangunan Tempat Parkir. Pencapaian program dan kegiatan sampai dengan Tahun 2008 ANRI telah menyelesaikan pembangunan Gedung Pengolahan Arsip (Gedung P) Tahap II. Gedung G (Depo Penyimpanan Arsip). Pengembangan Sistem dan Perangkat Pengoperasian Aplikasi Pengelolaan Arsip di Internet. 11) Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. dan D. Pembuatan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap I seluas 1. Pengembangan Aplikasi Preservasi Arsip Elektronik yang Dibuat dengan Aplikasi Perkantoran. Pengadaan Peralatan Kantor. Pengadaan A. b. Pengadaan Alat Visualisasi Kearsipan.C. Perkiraan pencapaian program dan kegiatan tahun 2009 Sampai dengan Desember 2009.

Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga 2.C. Capaian Program dan Kegiatan Prioritas 2008 dan 2009 1.Tersedianya Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Dinamis.Terlaksananya Kursus/Training Dalam sebanyak 232 orang dan Luar Negeri sebanyak 14 orang. . .Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai “Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi” sebanyak 19 Tokoh.Terselenggaranya Diklat Keterampilan sebanyak 3 Angkatan dan Diklat Keahlian sebanyak 2 Angkatan.Terlaksananya Program Dana Dekonsentrasi Bidang Kearsipan pada 31 Provinsi. . Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur . Kegiatan Prioritas Nasional Untuk tahun 2008 dan 2009. ANRI tidak memiliki kegiatan yang menjadi prioritas nasional. .Terlaksananya Bantuan Beasiswa sebanyak 77 orang. c.Tersedianya Rancangan Undang-Undang tentang Kearsipan. b. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan . .Terlaksananya akuisisi arsip Pemilu. .1 Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2008 sebagai berikut : a. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 13 . Pilkada dan terselamatkan arsip yang rusak akibat bencana. 2.

Terlaksananya Penyerahan Citra Daerah sebanyak 6 Provinsi dan Citra Nusantara.Terselengaranya Seminar dan Pameran Kearsipan 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara . Pembuatan Diorama tentang Sejarah Perjalanan Bangsa. .Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis TIK pada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.Terlaksananya Survey Nasional tentang Pentingnya Arsip bagi Masyarakat. ..Naskah RUU Kearsipan sudah dapat dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat dan disahkan menjadi Undang-undang. . 2. 6 provinsi/kab/kota sebanyak 8 boks. .Disusunnya Peraturan tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. .Terlaksananya akreditasi pada 2 lembaga kearsipan dan 3 unit kearsipan serta tersertifikasinya 50 arsiparis. Gedung Penunjang/Gudang Barang Inventaris. 14 .Tersedianya rancangan Renstra ANRI tahun 2010-2014.Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada pada 2 intansi lokal.Terlaksananya supervisi pada 20 instansi pusat dan 16 instansi pemerintah daerah. . Delapan Dasa Warsa Sumpah Pemuda dan Wawasan Kebangsaan. . . d.2 Perkiraan Capaian kegiatan prioritas Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan .Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 lantai.Tersedianya Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis TIK. .

Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur Negara . dan 5 kab/kota sebanyak 10 boks. . Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik . .Terlaksananya bantuan beasiswa bagi program D4. Sulawesi Barat. Gorontalo. dan Rehabilitas Gedung B. 4 provinsi. . . b. c. d. .Terlaksananya penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu 2009 pada 5 instansi pusat. S2.Terselenggaranya Diklat pimpinan II-IV sebanyak 12 orang.Terlaksananya Kursus/Training Dalam Negeri sebanyak 457 orang dan Luar Negeri sebanyak 5 orang.Terlaksananya Pembangunan Gedung P (Pengolahan Arsip) 8 lantai. . dan S3 sebanyak 100 orang. .Terlaksananya daerah provinsi. bimbingan teknis dan terdistribusikannya hibah/bantuan Mobil Unit Layanan Masyarakat Sadar Arsip ke 9 Diklat fungsional arsiparis tingkat Keterampilan sebanyak 75 orang dan tingkat Keahlian sebanyak 15 .Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Daerah Provinsi Bangka Belitung. .Diterbitkannya Naskah Sumber Arsip Citra Nusantara. S1.Pembangunan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa Tahap II.Terlaksananya Implementasi Aplikasi Pengelolaan Arsip Dinamis Berbasis Teknologi Informasi di 9 lembaga kearsipan Daerah Provinsi. .Terselenggaranya 50 orang.Terlaksananya digitalisasi reformating arsip statis.. dan Irian Jaya Barat. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur .Terlaksananya Diklat Arsip Masuk Desa yang dilaksanakan melalui anggaran dekonsentrasi kearsipan pada 29 provinsi.

Permasalahan 1) Belum lengkapnya norma. potensi.Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi pada 12 Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. Pengadaan Runing Text. permasalahan. Alat Visualisasi Kearsipan. Potensi dan Permasalahan Dengan berbagai kemajuan pembangunan kearsipan yang telah dicapai pada tahun 2008 dan perkiraan pencapaian tahun 2009.2. potensi. hal ini disebabkan oleh minimnya anggaran dan juga rendahnya kualitas dan kuantitas SDM kearsipan.. 1. peluang dan tantangan Arsip Nasional Republik Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut : A. 5) Masih rendahnya kualitas pelayanan publik khususnya dalam bidang kearsipan di tingkat daerah sebagai akibat belum optimalnya penggunaaan teknologi informasi dalam pemberian layanan arsip. peluang dan tantangan jangka menengah yang harus dihadapi dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia serta tercapainya fokus prioritas pembangunan kearsipan tahun 2010-2014 yaitu mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi. prosedur. maka permasalahan. 3) Belum optimalnya sinergisitas antara lembaga kearsipan dengan dunia pendidikan khususnya pendidikan tingkat dasar (SD-SMP) dan menengah (SMA) dalam hal pemasyarakatan kearsipan. .Implementasi JIKN pada Pemerintah daerah Provinsi. . dan kriteria dalam penyelenggaraan kearsipan secara nasional. 6) Belum optimalnya program penanggulangan penyelamatan arsip pasca bencana sebagai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang 16 . standar.Pengadaan CCTV. 4) Belum optimalnya peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kearsipan. 2) Pengelolaan arsip statis pada lembaga kearsipan di tingkat daerah belum dapat berjalan optimal.

karena baru diundangkan pada tanggal 23 Oktober 2009. karena arsip merupakan bahan bukti yang autentik dan reliable dalam pelaksanaan kegiatan. 9) Belum memadainya sarana dan prasarana kearsipan dalam rangka mendukung pembangunan kearsipan. 7) Belum optimalnya digitalisasi reformating arsip statis. B. jebolnya tanggul Situ Gintung. gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 4) Arsip bersifat unik yang mengandung pengertian bahwa koleksi arsip tidak terdapat di tempat lain. dan peralatan pendukung. dan gempa Sumatera Barat. pembangunan diorama sejarah perjalanan bangsa. Jawa Timur dan Jawa Tengah. anggaran. program pemberian mobil layanan masyarakat sadar arsip pada lembaga kearsipan provinsi. Sebagai contoh arsip teks proklamasi hanya ada di Arsip Nasional Republik Indonesia dan tidak terdapat di tempat lain. 17 . 8) Belum lengkapnya peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009. 2) Setiap penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan kehidupan kebangsaan pasti menghasilkan arsip. Citra Daerah dan Citra Nusantara. pilkada. 5) Dalam rangka ikut berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip pemilu. dan pameran arsip. 3) Arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. seperti yang telah dilakukan pada beberapa daerah yang terkena bencana . sebagai contoh : penyelamatan arsip pasca Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). 6) Upaya pemasyarakatan arsip terus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan melalui : Arsip masuk desa. banjir di Sumatera.penanggulangan bencana. yang disebabkan terbatasnya SDM. Arsip Nasional Republik Indonesia telah menjalin kerjasama (MoU) dengan beberapa universitas negeri dan akan terus mengembangkan dengan universitas lainnya di Indonesia dalam pembentukan Arsip Universitas (University Archives). dan arsip pasca bencana akan terus dilakukan. Kekuatan 1) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang merupakan landasan operasional pembangunan kearsipan.

10) Peningkatan kualitas SDM melalui pemberian beasiswa D4. pemilihan kepala daerah secara langsung dan masih banyak lagi proses politik maupun kenegaraan yang kesemuanya itu terekam dalam arsip. yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. S2. 5) Dengan semakin matangnya proses berkehidupan yang demokratis membuka peluang untuk meluruskan sejarah bangsa Indonesia dengan lebih obyektif melalui informasi yang terekam dalam arsip. telah membawa dampak pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang semula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. dan S3 kearsipan baik di dalam dan luar negeri. semakin mengukuhkan peranan/arti penting arsip dalam penyelenggaraan administrasi kepemerintahan dan pembangunan. S1. 2) Penerapan Otonomi daerah yang ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. 9) Ruang layanan publik yang dapat membantu dan melayani masyarakat akan kebutuhan arsip yang dilengkapi sarana dan prasarana JIKN.8) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis dan Dinamis (SIKS dan SIKD) pada di pusat dan daerah serta pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). Peluang 1) Globalisasi teknologi dan informasi menuntut sistem informasi kearsipan berbasis TIK berkesinambungan. Semua proses otonomi daerah mulai dari likuidasi instansi vertikal di daerah yang berimplikasi pada perubahan struktur dan format kelembagaan. 4) Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good penerapan dan pengkajian secara terus-menerus dan Governance) sangat diperlukan transparansi dan akuntabilitas kinerja dari aparatur pemerintah yang ditandai dengan ketersediaan arsip yang autentik dan reliable. 3) Lahirnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Kebebasan Informasi Publik. C. 18 .

dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 3031 orang dan 19 . Pada tahun 2006 jumlah arsiparis sebanyak 3431 orang. D.6) Dalam rangka mencegah dan mengurangi maraknya kasus sengketa wilayah perbatasan dan kooptasi pulau-pulau terluar oleh negara tetangga Indonesia. swasta maupun perorangan akan membawa dampak buruk pada sistem penataan dan penyimpanan arsip. swasta maupun perorangan dalam menyerahkan arsip statisnya kepada Arsip Nasional Republik Indonesia. Tantangan 1) Rendahnya kesadaran akan pentingnya pengeloaan arsip oleh lembagalembaga negara. 5) Belum semua instansi kabupaten/kota mempunyai lembaga kearsipan sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah. 4) Belum semua instansi pemerintah di tingkat pusat mempunyai unit kearsipan yang berfungsi mengelola arsip. 3) Apresiasi pemerintah relatif masih kecil terhadap pengembangan kearsipan. hal ini dapat kita lihat dari data yang tersaji dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. 2) Rendahnya kesadaran lembaga-lembaga negara. 6) Otonomi daerah membawa implikasi pada penggabungan lembaga kearsipan dan perpustakaan di daerah provinsi sebagai wujud perampingan organisasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 2007 tentang organisasi perangkat daerah. hal ini ditandai dengan dukungan anggaran yang belum memadai terhadap lembaga kearsipan baik di tingkat pusat maupun daerah. 7) Semakin meningkatnya jasa kearsipan dalam usaha pembenahan dan penyimpanan arsip pada instansi pemerintah dan swasta di pusat dan daerah dalam rangka peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kecenderungan Tahun tersebut menyebabkan perhatian terhadap pembangunan kearsipan relatif lebih kecil dibandingkan dengan pembangunan perpustakaan. sangat diperlukan arsip sebagai alat bukti yang sah. 7) Minat untuk menjadi pejabat fungsional arsiparis semakin menurun dikarenakan tunjangan arsiparis relatif kecil dan batas usia pensiun pada arsiparis tingkat ahli masih 56 tahun dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawabnya terhadap pengamanan arsip yang dilaksanakan oleh seorang arsiparis. badan-badan pemerintahan. badan-badan pemerintahan.

sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 147 orang atau sebesar 4%. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2719 orang dan arsiparis ahli sebanyak 458 orang.arsiparis ahli sebanyak 400 orang. dengan komposisi arsiparis terampil sebanyak 2798 orang dan arsiparis ahli sebanyak 486 orang. Sedangkan tahun 2008 jumlah arsiparis sebanyak 3284 orang. 20 . Pada tahun 2007 jumlah arsiparis sebanyak 3177 orang. (Sumber: Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan). maka tahun 2007 jumlah arsiparis mengalami penurunan sebanyak 254 orang atau sebesar 7%. Dari data yang tersaji tersebut dapat disimpulkan bahwa jika dibandingkan dengan tahun 2006.

1 Visi 2. Kondisi Umum 1.4 Sasaran Strategis Bab III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3.2.2 Misi 2. MISI.1. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional 3.1.3 Tujuan 2. Arah Kebijakan dan Strategi ANRI Bab IV PENUTUP Lampiran Tabel Rekapitulasi Anggaran Rencana Strategis Tahun 2010-2014 Matrik Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 Matrik Pendanaan Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010-2014 21 . Potensi dan Permasalahan Bab II VISI.2.SISTEMATIKA PENULISAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 Bab I PENDAHULUAN 1. dan TUJUAN 2.

Menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis 3. Dalam rangka mewujudkan kondisi tersebut. Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2. dan makmur yang dirumuskan ke dalam 3 (tiga) agenda pembangunan yaitu : 1. maju. ANRI sebagai lembaga yang mempunyai tugas pemerintahan di bidang kearsipan turut berperan aktif dan mendukung terwujudnya agenda pembangunan yang kedua yaitu menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis dengan fokus pada penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. dan terwujudnya wawasan kebangsaan yang dapat menjalin dan mempertautkan keanekaragaman daerah dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 22 . perdamaian abadi dan keadilan sosial. Visi ini mengandung maksud bahwa arsip merupakan bukti dari dinamika perkembangan perjalanan bangsa. maka disusunlah Visi pembangunan nasional 2005-2025 yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri. Melalui arsip kita dapat mengetahui keberhasilan dan berbagai kegagalan yang harkat serta dialami bangsa ini mulai dari Sabang sampai Merauke. adil. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Sejalan dengan agenda pembangunan tersebut di atas.BAB II VISI. maka ANRI merumuskan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa”.1 Visi Sebagaimana diamanatkan dalam alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum. Dalam arsip tertuang informasi yang mengandung bukti historis. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. MISI DAN TUJUAN ANRI 2. nilai budaya. Dalam rangka mendukung peran tersebut di atas.

5. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. 3. 23 . 5. maka tujuan pembangunan kearsipan yang akan dicapai adalah: 1. organisasi 2. Memberdayakan arsip sebagai alat bukti sah.2 Misi Dalam mewujudkan Visi “Arsip sebagai Simpul Pemersatu Bangsa” ditempuh melalui 5 (lima) Misi sebagai berikut : 1. 2. pembangunan. Memberikan akses arsip kepada publik untuk kepentingan pemerintahan. organisasi politik. kemasyarakatan.3 Tujuan Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Arsip Nasional Republik Indonesia. pemerintah daerah. lembaga pendidikan. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. Memberdayakan arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja organisasi.2. 4. 2. 3. 4. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. perusahaan. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. dan perseorangan. penelitian. Memberdayakan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan. Melestarikan arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan rakyat sesuai peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan demi kemaslahatan bangsa.

politik. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. Sejalan dengan hal tersebut. 7. maka pembangunan kearsipan 5 (lima) tahun ke depan diarahkan untuk mencapai 3 (tiga) Sasaran Strategis sebagai berikut : A. menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. budaya. Target kinerja : 1. Tersedianya hasil kajian penyelenggaraan kearsipan yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. informasi.6. sosial. 2. provinsi. Target kinerja : 1. meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. pertahanan.4 Sasaran Strategis Fokus prioritas pembangunan kearsipan jangka menengah tahun 2010-2014 adalah mengembangkan manajemen arsip/dokumen negara yang modern berbasis teknologi informasi dan komunikasi. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. 3. 8. B. dan bernegara. 2. Terbangunnya Sistem Informasi Kearsipan Statis yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. dan. Tersedianya kompetensi arsiparis dan pengelola arsip dan sejahtera. kabupaten/kota. provinsi. dan kabupaten/kota. berbangsa. serta keamanan identitas dan jati diri sebagai bangsa. 24 yang profesional . Mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi.

telah ditetapkan sasaran pendukung sebagai berikut : Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. Terakreditasinya lembaga dan unit kearsipan serta tersertifikasinya arsiparis di pusat dan daerah. Terlaksananya bimbingan teknis kearsipan di lembaga negara/badan pemerintah pusat. administrasi. dan ilmu pengetahuan. 4. penataan. Sedangkan dalam rangka mendukung percepatan pencapaian ketiga Sasaran Strategis tersebut. kabupaten/kota. pengendalian program. Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK) dan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) di lembaga kearsipan pemerintah pusat. penelitian. provinsi. C. dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. Target kinerja : 1. Tersedianya kebijakan nasional pembangunan kearsipan di pedesaan. 6. Target Kinerja : 25 . Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah. 5.2. Terselamatkan dan terlestarikannya arsip/dokumen negara yang bernilai pertanggungjawaban nasional seperti arsip pemilu legislatif dan presiden serta pilkada. Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. Meningkatnya preservasi arsip demi terwujudnya pemeliharaan. 3. 2. provinsi. Tersedianya peraturan yang mengatur tentang mekanisme pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi SDM kearsipan. 3. pembinaan. pembangunan. Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya inventarisasi arsip yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. 4. dan kabupaten/kota.

Berkurangnya jumlah temuan dalam pengawasan internal. Meningkatnya jumlah instansi/lembaga yang menggunakan jasa kearsipan. 3. Terwujudnya kebijakan kearsipan nasional yang berupa Peraturan Pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel serta tepat waktu. 26 . Terwujudnya penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran. 5. Meningkatnya jumlah peraturan kearsipan.1. 2. 4.

Peningkatan kualitas pelayanan publik. demokratis. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. dan berkeadilan maka telah ditetapkan 5 (lima) agenda utama Pembangunan Nasional Tahun 2010-2014 yaitu: 1. 5. 5. bahwa arah Pembangunan Jangka Menengah ke dua (RPJMN ke2) Tahun 2010-2014 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. 3. Peningkatan kinerja lembaga di bidang hukum. 27 . 3. dan nepotisme (KKN). Agenda I Agenda II Agenda III Agenda IV Agenda V : : : : : Pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Perbaikan tata kelola pemerintahan Penegakan pilar demokrasi Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi Pembangunan yang inklusif dan bermartabat Arah Kebijakan pembangunan di bidang hukum dan aparatur diarahkan pada tercapainya agenda II yaitu perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik. Peningkatan efektivitas peraturan perundang-undangan. 2. Pemantapan pelaksanaan reformasi birokrasi. 7. Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia yang sejahtera. dan penegakan HAM. Peningkatan penghormatan. dengan strategi: 1.1. kolusi.BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3. 4. 2. Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. 4. pemajuan. 6. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi.

guna mempercepat terwujudnya prioritas dan fokus prioritas RPJMN 2010-2014 sebagaimana tersebut di atas maka telah ditetapkan 2 (dua) kegiatan prioritas Pembangunan Kearsipan sebagai berikut: 1.Dalam RPJMN 2010-2014 pembangunan kearsipan diarahkan guna mendukung tercapainya prioritas bidang Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik. fokus prioritas. Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan. Pembinaan Kearsipan Pusat dengan output/keluaran terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis yang Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (SIKD-TIK) yang termasuk dalam Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional. dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI dengan output/keluaran tersusunnya Peraturan Pelaksanaan dari UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang termasuk Indonesia. khususnya pada Fokus Prioritas VI yaitu Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi. Untuk lebih jelasnya mengenai uraian prioritas. 2. Berkaitan dengan hal tersebut. dan kegiatan prioritas bidang pembangunan kearsipan dalam RPJMN tahun 2010-2014 dapat dilihat pada matrik berikut ini : dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik 28 . Peningkatan Layanan Hukum.

43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Indeks Efektivitas Pemerinta han(dari skala -2. pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. ANRI .5 PROGRAM KEMENTE RIAN/ LEMBAGA TERKAIT Kemeneg. 1 Peningkatan layanan hukum.Jumlah instansi pusat (IP) yang sudah menerapkan SIKDTIK 1 Inpres 1 Inpres K) 1 Perka ANRI 52 Perka ANRI 30 K) K) Program Dukungan Manajemen dan Penyelengga raan Tugas Teknis Lainnya ANRI Program Penyelengga raan Kearsipan Nasional ANRI 7.d.Jumlah Inpres .5 s.4 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 29 .5) Persentase Instansi Pemerintah yang dinilai akuntabel (%) .0 2 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK) 10 ANRI 11.29 2014 0.Jumlah Perka.MATRIK BAB VIII BUKU II RPJMN 2010-2014 RENCANA TINDAK PRORITAS BIDANG HUKUM DAN APARATUR BIDANG PEMBANGUNAN : HUKUM DAN APARATUR PRIORITAS BIDANG : Penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik NO FOKUS PRIORITAS/ KEGIATAN PRIORITAS Fokus Prioritas 6: PENINGKATAN KAPASITAS DAN AKUNTABILITAS BIROKRASI SASARAN (Hasil Outcomes/Output yang diharapkan) Meningkatnya kapasitas birokrasi dan akuntabilitas instansi pemerintah TARGET INDIKATOR 2010 -0.Jumlah PP 24 80 4 PP 7 PP K) . 2. Milyar ) VI. PAN TOTAL ALOKASI PRIORITAS 2010-2014 (Rp.

Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2. Jumlah instansi/perusahaa 2010 100% TARGET 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan INDIKATOR 1. Persentase layanan di bidang hukum dan kerjasama yang tepat sasaran 6.245 org 90% 90% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 6 Laporan 30 Laporan 8 Instansi 40 Instansi 30 .900 org 90% 37. Persentase penempatan pegawai sesuai dengan kompeten 11.3 MATRIK BUKU II RPJMN 2010-2014 20% 20% 2. Persentase peningkatan kualitas pengelolaan. Jumlah pengunjung ANRI 4. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja 8.RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA KEMENTERIAN/LEMBAGA : ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NO I PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ANRI SASARAN Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja 3. Persentase ketersedian pedoman pengelolaan/data base arsip dinamis dan ketersedian program/daftar arsip vital serta ketepatan waktu pendistribusian surat/barang cetakan 13. Milyar ) 322. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 5. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 7. Persentase penyelesaian adminstrasi kepegawaian terkait dengan kenaikan pangkat dan usulan pensiun pegawai 10. Persentase penyelesaian SOP unit kerja 9. Jumlah laporan hasil pengawasan dan rekomendasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di bidang kearsipan 14. penatausahaan anggaran/barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya 12.

· Pengelola-an Arsip Statis. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 5% 25% 207. dan pengelolaan pegawai di lingkungan ANRI Tersusunnya peraturan pelaksanaan dari UU No. 1 Inpres.1.1 Perka ANRI 100% 7 PP.43 Tahun 2009 tentang Kearsipan n yang memanfaatkan jasa kearsipan . dan · Penyusutan Arsip .4 PP tentang: · Sistem Kearsipan Nasional (SKN).Jumlah Inpres . 52 Perka ANRI 7. ANRI II PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ANRI III PROGRAM PENYELENGARAAN KEARSIPAN NASIONAL Meningkatnya efektifitas pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip .3 5% 75% 5% 25% 80% 80% 2 angkatan diklat penciptaan Arsiparis - 750 peserta diklat teknis 1 Pembinaan kearsipan pusat Terlaksananya penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKDTIK) Jumlah instansi pusat dan Lembaga Kearsipan Pusat yang sudah menerapkan SIKD-TIK 10 instansi pusat 6 angkatan diklat penciptaan Arsiparis 1500 peserta diklat teknis 2250 peserta diklat teknis 30 instansi pusat 11.1 Inpres.4 TOTAL ALOKASI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2010-2014 615.Jumlah Perka.6 1. Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai input penyempurnaan sistem kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 5. Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. · Pengelola-an Arsip Dinamis. Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) 4.Jumlah PP . Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN). Peningkatan layanan hukum.2 Sumber : Lampiran Matrik Buku II RPJMN 2010-2014 31 . Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu 3. dan .0 100% 85. Persentase lembaga dan unit kearsipan yang sudah terakreditasi 2.

meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya maka telah dirumuskan 3 (tiga) sasaran strategis dan 1(satu) sasaran pendukung sebagai berikut : 32 . budaya. menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara. dan bernegara. perusahaan. 3. menjamin kepentingan perlindungan negara dan hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. berbangsa. menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi. lembaga pendidikan. menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kearsipan Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kearsipan yaitu: 1. organisasi politik. dan perseorangan. sosial. pemerintah daerah. 6. 5. 4. mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terpadu. pertahanan. organisasi kemasyarakatan. menjamin keselamatan dan dalam keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban kehidupan bermasyarakat. serta keamanan sebagai identitas dan jati diri bangsa.3. 7. 2. serta ANRI sebagai Penyelenggara Kearsipan Nasional. menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah. politik.2. dan 8.

dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. kebijakan. Sasaran Pendukung : Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. informasi. 33 . Mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur negara. informasi. kebijakan. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. administrasi. dan Kriteria (NSPK) kearsipan yang dapat menjadi pedoman implementasi bagi para perencana dan pengambil keputusan. swasta. pengendalian program. program. dan kegiatan sebagai berikut : A. pembinaan. Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan kearsipan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. Pencapaian Sasaran Strategis Pertama Untuk mencapai sasaran pertama yaitu mewujudkan pengelolaan arsip yang berbasis teknologi. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Menghasilkan kajian kebijakan tentang Norma. maka ditetapkan strategi. Standar. kekuatan. dan kegiatan sebagai berikut : 1.Sasaran Strategis : 1. maupun masyarakat. program. 2. Mewujudkan negara. dan komunikasi (TIK) di lingkungan lembaga aparatur sebagaimana tersebut di atas. maka telah ditetapkan strategi. Pedoman. Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. baik pemerintah. Strategi Untuk mencapai sasaran pertama sebagaimana tersebut di atas. peluang dan tantangan. 3.

5) Melaksanakan kegiatan secara optimal agar mampu memberikan outcome terbaik bagi lembaga sebagai salah satu bentuk keprofesionalan lembaga. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan jaringan informasi kearsipan nasional. Kebijakan 1) 2) 3) 4) 5) Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan nasional.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. Tujuan. Program Berdasarkan rumusan Visi. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3.2) Mengembangkan kegiatan pengkajian dan pengembangan serta mendukung program pendidikan lanjutan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. 3.1. Misi.1 Tujuan 34 . 2. 3) Menciptakan dan mengembangkan paket teknologi dan model sistem informasi kearsipan sebagai salah satu kontribusi lembaga bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan kearsipan nasional. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan. Strategi. 4) Mengembangkan diri sebagai pusat unggulan melalui diseminasi dan sosialisasi hasil kajian serta menciptakan jaringan dan peluang kerja sama. Sasaran. Mendorong peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan teknologi kearsipan.

1 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Nasional. 2) Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK. utuh dan menyeluruh. 3.2 Sasaran 1) Tercapainya efektifitas pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis baik konvensional maupun elektronik.2 Kegiatan pokok dan kegiatan indikatif 3. (Prioritas K/L) 2) Pengkajian dan pengembangan norma dan standar kearsipan statis dalam rangka membangun sistem kearsipan sehingga terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). 3.1.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase menjadi NSPK. 2) Tercapainya sistem efektifitas pengkajian dan pengembangan statis baik informasi kearsipan dinamis dan konvensional maupun elektronik.Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melalui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. sistematis. (Prioritas K/L) 35 .2.1. 3. 1) Pengkajian kearsipan dan dinamis pengembangan dalam rangka norma dan standar sistem membangun rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang kearsipan yang andal.

5) Penambahan basis data arsip pilkada dan JIKN. 8) Pengkajian terhadap SDM kearsipan pada lembaga pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis terutama dalam menyelenggarakan JIKN.2 Peningkatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 1) Pengkajian dan pengembangan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) .3) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan dinamis.2. 7) Pengkajian terhadap SDM kearsipan kearsipan dinamis. 4) Pengkajian dan pengembangan terhadap prasarana dan sarana kearsipan dalam rangka standarisasi untuk mendukung penyelenggaraan kearsipan statis. 2) Pengkajian dan pengembangan pengelolaan arsip elektronik. 3. di lembaga negara tingkat pusat dalam rangka mendukung penyelenggaraan 36 . 5) Pengkajian kelembagaan unit kearsipan dalam rangka mengembangkan standar unit kearsipan dalam mengelola arsip dinamis. 3) Pengkajian dan pengelolaan arsip untuk aktivitas berbasis web di lingkungan pemerintahan. 6) Pengkajian lembaga kearsipan daerah dalam rangka meningkatkan standar pengelolaan arsip statis sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa. 7) Pengembangan pedoman ekstraksi informasi publik yang dikecualikan terkandung dalam arsip baik dalam format kertas maupun elektronik. 6) Pengkajian dan pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN). 4) Pengelolaan isi portal JIKN.

program. maka ditetapkan strategi. Melaksanakan akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan. ketersediaan pedoman maupun instrumen pendukung supervisi yang 37 . 2) Melaksanakan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. kebijakan.8) Pengkajian Kearsipan. dan pengembangan teknologi Informasi 9) Penyelenggaraan Rakor JIKN. peluang dan tantangan. 10)Penyusunan materi diseminasi khasanah arsip statis ANRI melalui internet. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme supervisi. serta masyarakat luas. 5) Melaksanakan pengembangan jabatan fungsional arsiparis. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : Melaksanakan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah. organisasi kemasyarakatan dan partai politik. Pencapaian Sasaran Strategis Kedua Untuk mencapai sasaran kedua yaitu Mewujudkan usaha-usaha pembinaan kearsipan secara nasional di lingkungan lembaga aparatur negara. 3) 4) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa. B. Strategi Untuk mencapai sasaran kedua sebagaimana tersebut di atas. 2. dan setelah dilakukan 1) analisis terhadap permasalahan. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. kekuatan. dan kegiatan sebagai berikut : 1. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta.

2) Mendorong peningkatan kualitas bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintahan pusat dan daerah.1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3. peningkatan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait yang mempunyai otoritas mengeluarkan penilaian akreditasi maupun sertifikasi . Sasaran. upaya peningkatan tunjangan/kesejahteraan arsiparis dan sampai usia 60 tahun.1. 3) Mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi semua komponen bangsa melalui peningkatan kualitas kurikulum. metodologi pengajaran serta kualitas pengajar. maka ditetapkan program sebagai berikut : 3. badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. 5) Mendorong peningkatan kualitas pejabat fungsional arsiparis melalui pelaksanaan diklat/kursus kearsipan. Misi.lebih komprehensif dan peningkatan peran SDM secara partisipatif baik dari ANRI maupun dari instansi yang di supervisi. ketersedian pedoman maupun instrumen pendukung bimbingan dan konsultasi yang lebih komprehensif. 38 . 4) Mendorong peningkatan kualitas akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan sertifikasi lembaga dan unit kearsipan serta SDM kearsipan melalui ketersediaan pedoman dan instrumen pendukung penilaian akreditasi dan sertifikasi. Program Berdasarkan rumusan Visi. Tujuan. Strategi.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. batas usia pensiun arsiparis 3. organisasi kemasyarakatan dan partai politik melalui pengembangan mekanisme bimbingan dan konsultasi.

4) Persentase hasil rekomendasi evaluasi yang digunakan sebagai 5) Jumlah input penyempurnaan dan sistem kearsipan kearsipan bagi yang lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota.1. 3.2 Sasaran 1) Terwujudnya pengelolaan arsip baik dinamis maupun statis yang efektif dan efisien di seluruh lembaga negara dan badan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) 2) Bimbingan arsiparis dan tim penilai angka kredit arsiparis. 2) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki pedoman kearsipan secara terpadu.3. 4) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. 3) Persentase lembaga negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA). 3. 3) Pembinaan dan penilaian angka kredit arsiparis madya. pendidikan pelatihan diselenggarakan.2. 2) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Persentase lembaga/unit kearsipan yang telah terakreditasi.1. 3) Terwujudnya efektifitas penyelenggaraan sistem kearsipan di lembaga kearsipan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. pemilihan arsiparis teladan tingkat 39 .1 Pelaksanaan Akreditasi dan Profesi kearsipan 1) Pelaksanaan akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan. 4) Penyelenggaraan nasional.

dan Komunikasi (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. 3. Penyelenggaraan konsultasi pertimbangan dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 2) 3) Informasi. Rakor hasil bimbingan dan supervisi sistem kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 4) 5) 6) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat.5) Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya. dan Komunikasi (SIKD-TIK). 10) Penyelenggaraan Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. 6) Fasilitasi kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI). Penyelenggaraan pemilihan unit kearsipan teladan di instansi pemerintah pusat. Rakor Evaluasi bimbingan dan konsultasi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. 7) Penyempurnaan pedoman mekanisme kerja arsiparis. (Prioritas Bidang dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.2. Informasi. 7) 8) 9) Penyelenggaraan supervisi kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat. (Prioritas K/L) Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi. 8) Rakor dan sosialisasi pedoman umum penyelenggaraan akreditasi dan sertifikasi kearsipan. 40 .2 Pembinaan kearsipan Pusat 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis berbasis Teknologi.

dan Kriteria (NSPK) Kearsipan .2. 11) Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa.2. Penyelenggaraan supervisi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pedoman. Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota. Penyelenggaraan konsultasi pengelolaan arsip statis pasca otonomi daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) dan Bimbingan bagi pengelolaan arsip . (Prioritas K/L) Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Standar. (Prioritas K/L) Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. 15) Konsultasi masyarakat. 3.3. (Prioritas K/L) Peningkatan masyarakat sadar arsip untuk provinsi dan kabupaten/kota. 14) Diseminasi dan sosialisasi Norma. (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 13) Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan.3 Pembinaan Kearsipan Daerah 1) Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Teknologi 2) 3) 4) 5) 6) Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK). Evaluasi kearsipan 7) 8) 9) penyelenggaraan di Pemerintah bimbingan Daerah dan konsultasi dan Provinsi Kabupaten/Kota. 10) Evaluasi Penyelenggaraan Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. 12) Penyelenggaraan rapat koordinasi kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi.4 Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 1) Penyelenggaraan diklat penciptaan jabatan fungsional 41 arsiparis.

9) Evaluasi pasca diklat. 4) Penyusunan kearsipan. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Pelaksanaan analisis. 7) Penciptaan visualisasi media belajar. perusahaan. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan. organisasi massa. 8) Pengembangan perpustakaan Pusdiklat Kearsipan.2) Penyelenggaraan diklat kearsipan melalui dana dekonsentrasi. pengkajian. 6) Penyusunan program diklat fungsional arsiparis. dan kegiatan sebagai berikut : 1. 5) Pengembangan laboratorium sistem kearsipan. dan kurikulum diklat C. 11) Melaksanakan kegiatan Tata Usaha Pusdiklat Kearsipan. maka ditetapkan strategi. modul. 3) Memberdayakan dan mengupayakan aksesibilitas arsip kepada publik dengan tersedianya server storage arsip statis hasil alih media arsip 42 teknologi informasi sebagai alat bantu untuk memudahkan pengguna dalam mencari dan mengakses arsip statis yang . dan perumusan prakarsa strategi di bidang penyelamatan dan pelestarian arsip dan menyelenggarakan konsultasi dan koordinasi dalam rangka penyelamatan dan pelestarian arsip dengan lembaga negara/lembaga pemerintah. 2) Membuat standar minimal pengolahan arsip (deskripsi arsip) dari seluruh jenis media arsip baik yang konvensional maupun media baru dan memanfaatkan diinginkan. Pencapaian Sasaran Strategis Ketiga Untuk mencapai sasaran ketiga yaitu mewujudkan usaha penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen negara. dan partai politik. kebijakan.(Prioritas K/L) 3) Penyelenggaraan diklat teknis kearsipan. program. kekuatan. program. 10) Diskusi Ilmiah para pengajar/widyaiswara. peluang dan tantangan. Strategi Untuk mencapai sasaran ketiga sebagaimana tersebut di atas.

pengkajian dan prakarsa strategi di bidang kearsipan dan peningkatan kualitas koordinasi pembangunan di tingkat pusat. Dalam hal ini arsip VOC dalam 5 tahun mendatang sudah dibuatkan jalan masuknya baik dalam bentuk daftar arsip ataupun inventaris. sementara sistem aplikasinya disiapkan oleh NAN Belanda.menjadi format digital yang memuat seluruh khasanah arsip statis yang tersimpan dan meningkatkan perawatan dan atau pemelihaaan arsip sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku. guna melestarikan nilai guna arsip yang terkandung di dalamnya. dalam rangka mempertahankan kondisi fisik arsip. 2. 4) Meningkatkan promosi pemanfaatan arsip baik melalui penerbitan naskah sumber arsip maupun pameran arsip yang diselenggarakan untuk penyebaran informasi arsip kepada masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak baik di lingkungan ANRI maupun di luar lingkungan ANRI dalam mengembangkan pemanfaatan arsip. 4) Memenuhi standar pemanfaatan arsip kepada masyarakat dengan meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana pemanfaatan arsip yang diperlukan dan meningkatkan kemudahan akses pemanfaatan arsip kepada masyarakat. daerah dan nasional untuk sinkronisasi dan sinergi antara program dan anggaran. 3) Mendorong terwujudnya penyelamatan dan pelestarian arsip melalui alih media arsip sesuai skala prioritas dan mendorong terlaksananya pemeliharaan dan perawatan arsip secara baik dan benar. sesuai standar dan prosedur yang berlaku. 43 . 2) Mempersiapkan sistem deskripsi untuk arsip elektronik sebagai persiapan kemungkinan penyerahan arsip elektronik agar dapat diakses oleh pengguna dan mendukung program Centre of Excellence sebagai wujud dari Memory of The World bagi ANRI dari khasanah arsip statis masa VOC yang rencananya dibuatkan sistem dan akan didigitalisasi sehingga dapat terhubung secara internasional. Kebijakan 1) Mendorong peningkatan kualitas kinerja termasuk kualitas hasil penyelamatan dan pelestarian arsip melalui analis kebijakan.

3. maka disusunlah program sebagai berikut : 3. dan arsip penilaian khasanah dan arsip akuisisi serta arsip untuk untuk menjamin terselamatkan dan terlestarikannya arsip demi generasi guide demi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Strategi.2 Sasaran 1) Meningkatnya memperkaya mendatang. 3) Meningkatnya preservasi terwujudnya pemeliharaan.1. Program Berdasarkan rumusan Visi. Tujuan.1. pembangunan.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional melaui pengembangan manajemen arsip/dokumen negara yang modern. Misi. 44 .1 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 3.3.3 Indikator Kinerja Outcome 1) Jumlah arsip yang diakuisisi. 2) Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip. 2) Meningkatnya pengolahan arsip demi terwujudnya daftar arsip. penataan dan keamanan arsip dari bahaya kerusakan fisik maupun informasinya. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. inventarisasi arsip. Sasaran. 3. 4) Meningkatnya pelayanan dan pemanfaatan arsip untuk kepentingan pemerintah.1. penelitian dan ilmu pengetahuan.

kartografi. dan kearsitekturan yang dibuat. audio visual. 10) Penyelamatan arsip tokoh nasional/pelaku sejarah. dan kearsitekturan yang dibuat. (Prioritas K/L) 3) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. 5) Jumlah guide arsip konvensional. elektronik. kartografi.1 Penilaian dan Akuisisi Arsip 1) Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif tahun 2009. 6) Jumlah arsip rusak yang direstorasi.(Prioritas K/L) 2) Penilaian dan Akuisisi arsip Kabinet Indonesia Bersatu.2 Kegiatan Pokok dan Kegiatan Indikatif 3. dan kearsitekturan yang dibuat. 7) Jumlah arsip yang dialihmedia/reproduksi. 9) Penyelamatan arsip organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan. 8) Jumlah hasil pengujian arsip dan bahan kearsipan. 10) Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan.2. kartografi. 9) Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan. 8) Penilaian dan Akuisisi arsip lembaga peradilan di Indonesia. (Prioritas K/L) 4) Pelacakan dan penelusuran arsip Supersemar. elektronik. 11) Perekaman para tokoh/pelaku sejarah pembentukan dan pemekaran wilayah serta konflik di daerah melalui wawancara sejarah lisan. elektronik. audio visual. 7) Penyelamatan dan pelestarian arsip perbatasan wilayah dan batas negara. 3. 6) Penyelamatan arsip partai politik peserta pemilu tahun 2009. audio visual. 5) Penyelamatan dan pelestarian arsip pilkada. 45 .3) Jumlah daftar arsip konvensional. 4) Jumlah inventaris arsip konvensional.

(Prioritas K/L) Implementasi pengamanan arsip melalui sistem barcode. dan konflik lainnya. 12) Pengolahan dan ekspose arsip lembaga negara/badan pemerintah yang diakuisisi. 14) Pengolahan arsip organisasi massa/organisasi politik yang diakuisisi. 4) Pengolahan arsip foto.2 Pengolahan Arsip Statis 1) Pengolahan arsip konvensional VOC. 13) Pengolahan arsip perusahaan yang diakuisisi. 3. 16) Penelusuran jejak masyarakat Suriname yang telah kembali ke Indonesia. 3) Pendataan dan Inventarisasi arsip konvensional Setelah Tahun 1945. RMS. 9) Pengolahan arsip peta (kartografi). 13) Penyelamatan dan pelestarian arsip perusahaan/BUMN.2. 7) Pengolahan arsip rekaman suara. 2) Pengolahan arsip konvensional Hindia Belanda. 14) Workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi.2.3 Preservasi Kearsipan 1) 2) Penyelamatan dan pelestarian arsip pasca bencana. 10) Pengolahan arsip kearsitekturan. OPM. 15) Penelusuran dan penyelamatan arsip bangunan sejarah/bangunan negara Indonesia. 15) Pengolahan arsip perseorangan yang diakuisisi. 6) Pengolahan arsip video. 11) Pengolahan arsip elektronik. 8) Pengolahan arsip microfilm.12) Wawancara sejarah lisan mengenai kembalinya GAM ke pangkuan ibu pertiwi. (Prioritas K/L) 46 . 5) Pengolahan arsip film. 16) Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan data yang diolah 3.

20) Fumigasi gedung depo arsip konvensional.3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penataan arsip konvensional sesuai dengan nomor inventaris (registrasi arsip). Penyimpanan arsip berdasarkan peta lokasi penyimpanan yang ditentukan sesuai standar penyimpanan. 19) Pengujian arsip dan bahan kearsipan. 14) Alih media arsip foto. Penyimpanan dan Penataan arsip foto. 22) Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. 21) Pengadaan peralatan alih media film dan microfilm. 13) Alih media arsip film.2. (Prioritas K/L) 3) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ”Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V”. Pemyimpanan dan Penataan arsip film. 11) Penataan kearsitekturan. dan kertas). Penyimpanan dan Penataan arsip video dan rekaman suara. 12) Restorasi arsip media baru. (Prioritas K/L) 47 . 16) Pembuatan microfilm negatif dan positif koleksi Hindia Belanda. dan pendataan arsip kartografi dan 10) Restorasi arsip konvensional. 3. 15) Alih media microfilm. Penyimpanan dan Penataan arsip konvensional. Penyimpanan dan penataan arsip microfilm. peta.4 Pemanfaatan Arsip 1) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Daerah”. (Prioritas K/L) 2) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip ” Arsip Citra Nusantara jilid V”. 18) Digitalisasi arsip video dan rekaman suara. 17) Digitalisasi arsip statis(foto.

3) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam pengelolaan administrasi keuangan secara transparan dan akuntabel. dan sumber daya di lingkungan ANRI secara efektif dan efisien dalam rangka menunjang kinerja ANRI. 7) 8) 9) Fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis. 2) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh pada seluruh unit kerja dalam penyusunan laporan akuntabilitas kinerja ANRI.4) Penerbitan Naskah Sumber ”khasanah arsip ANRI” Seri: Citra Daerah (Prioritas K/L) 5) Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. pembinaan. dapat dirumuskan strategi sebagai berikut : 1) Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam perencanaan penyusunan anggaran yang berbasis kinerja. 48 . peluang dan tantangan. Penyelenggaraan pameran kearsipan. 12) Peningkatan kualitas pelayanan publik. 10) Diseminasi dan sosialisasi informasi arsip statis. dan kegiatan sebagai berikut : 1. kekuatan. Strategi Untuk mencapai sasaran pendukung sebagaimana tersebut di atas. maka ditetapkan strategi. program. (Pengarusutamaan) D. Pencapaian Sasaran Pendukung Untuk mencapai sasaran pendukung yaitu Mewujudkan koordinasi dalam perencanaan. media baru. Penyelenggaraan Layanan arsip konvensional periode sebelum dan setelah 45. pengendalian program. 6) Pemeliharaan dan perawatan bahan perpustakaan. administrasi. dan kartografi. 11) Pembuatan dan penyebarluasan brosur. kebijakan. dan setelah dilakukan analisis terhadap permasalahan.

Meningkatkan koordinasi secara terus menerus dan menyeluruh terhadap seluruh unit kerja dalam hal pengawasan internal terhadap pegelolaan APBN. perlengkapan. Kebijakan 1) 2) 3) 4) Peningkatan kualitas perencanaan penyusunan program dan anggaran yang berbasis kinerja. kehumasan. Peningkatan pengelolaan Indonesia. kepegawaian. 7) 8) Peningkatan kualitas kompetensi SDM kearsipan dan layanan administrasi kepegawaian. kepegawaian maupun perlengkapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan diklat teknis kearsipan baik di dalam maupun 7) 8) 9) Meningkatkan promosi layanan pusat jasa kearsipan secara terus menerus pada instansi pemerintah dan swasta. kualitas pembinaan administrasi Arsip keuangan dan perlengkapan/kekayaan Nasional Republik 49 . kualitas dan kompetensi SDM kearsipan melalui beasiswa S1. keuangan. hukum. S3. 2. Meningkatkan luar negeri. 5) 6) Peningkatan kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan. 5) 6) Meningkatkan koordinasi dalam penyusunan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan pembangunan kearsipan. Peningkatan kualitas penyusunan laporan kinerja ANRI. Peningkatan kualitas pelayanan ketatausahaan dan kehumasan. S2.4) Meningkatkan pembinaan dan pelayanan administrasi ketatausahaan. kearsipan. Meningkatkan kualitas pusat jasa kearsipan dalam pembenahan arsip di instansi pemerintah maupun swasta. Pemantapan harmonisasi peraturan perundang-undangan bidang kearsipan serta peningkatan kualitas dan kuantitas penyusunan produk hukum bidang kearsipan. dan rumah tangga ANRI. organisasi dan ketatalaksanan. Peningkatan kualitas layanan pusat jasa kearsipan pada instansi pemerintah dan swasta.

2 Sasaran 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Terwujudnya pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan perencanaan program dan anggaran. Strategi. maka disusunlah program sebagai berikut : 3. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan ketatalaksanaan ANRI. dan kebijakan sebagaimana telah diuraikan di atas. Misi. Meningkatnya jumlah pengelolaan adminstrasi keuangan yang baik dan tepat waktu.1.1. Meningkatnya pemberitaan tentang kearsipan yang dimuat di media massa maupun elektronik.1 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik Indonesia 3. Sasaran.9) Peningkatan kualitas pengawasan secara efektif dan efisien terhadap pengelolaan keuangan negara di lingkungan ANRI.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan. 50 . Meningkatnya jumlah pegawai yang ditempatkan sesuai dengan keahliannya. Meningkatnya jumlah produk hukum kearsipan yang disahkan menjadi peraturan kearsipan. Program Berdasarkan rumusan Visi. Terwujudnya pelaksanaan urusan ketatausahaan. Meningkatnya jumlah temuan hasil pemeriksaan pengelolaan APBN ANRI yang ditindaklanjuti. 3. Terwujudnya pelayanan administrasi kepegawaian. Tujuan. 3.

13) Persentase temuan pengawasan/pemeriksaan/pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran. Koordinasi Evaluasi dan Penyusunan Pelaporan. Program dan Ketatausahaan 51 . Persentase penyelesaian peraturan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja. 12) Persentase dan pelaporan. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan. Persentase dokumen administrasi perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu. Persentase penyelesaian SOP unit kerja.3 Indikator Kinerja Outcome 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu. 3. peningkatan kualitas pengelolaan. Persentase informasi/pemberitaan bidang kearsipan yang disajikan melalui media massa maupun elektronik. penatausahaan anggaran beserta pertanggungjawaban 10) Persentase penempatan pegawai yang sesuai dengan 3.10) Meningkatnya jumlah perusahaan dan instansi pemerintah yang menggunakan jasa kearsipan. 11) Persentase ketepatan pelayanan pengurusan kepegawaian.2 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 1) Peningkatan Anggaran.1. kompetensi. 14) Jumlah instansi/perusahaan yang memanfaatkan jasa kearsipan. Jumlah pengunjung ke Arsip Nasional Republik Indonesia.

Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 10) Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia. 52 . (Pengarusutamaan) 16) Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. 14) Penyusunan evaluasi program kinerja.Pimpinan. 20) Penyelesaian ketatausahaan pimpinan. 19) Evaluasi pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009. Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang 6) 7) 8) 9) Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (Masterplan ANRI). 21) Sosialisasi kelembagaan ANRI melalui media cetak. Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI). Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. (Prioritas K/L) Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ANRI. televisi dan radio. 13) Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). 11) Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. Penyelenggaraan Rakernis Program dan Anggaran. 15) Penyusunan LAKIP ANRI. 1) 2) 3) 4) 5) Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. 22) Pengelolaan/Pengembangan website ANRI. Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. 18) Penyusunan Executive Report. serta Hubungan Masyarakat di Lingkungan ANRI. 12) Penyempurnaan Standar Biaya Khusus. 17) Penyusunan Laporan Tahunan ANRI.

interaktif. 24) Peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting. 36) Lomba karya tulis bidang kearsipan. 26) Optimalisasi keprotokolan. (Prioritas K/L) 53 . (Prioritas K/L dan Pengarusutamaan) Penyusunan naskah kerjasama pengembangan kearsipan dengan beberapa perguruan tinggi dalam negeri. 2) Peningkatan Layanan Hukum. 31) Revisi visual profil ANRI. 28) Penyusunan bahan hearing DPR. dan pasca sarjana. 29) Penyelenggaraan Temu Teknis di lingkungan unit eselon I. 27) Forum bakohumas. 34) Pembuatan pusat informasi dan publikasi ANRI (media center). 37) Pembuatan komputer interaktif. 1) 2) 3) 4) 5) Penyusunan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 32) Safari Lembaga.D. (Prioritas K/L) Penyusunan Kumpulan peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum (SJDIH). sarjana. Pembinaan Organisasi dan Ketatalaksanaan dan Pengelolaan Pegawai di Lingkungan ANRI. 33) Pembuatan C.(Prioritas Bidang) Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan. 35) Promosi dan publikasi kearsipan. 38) Pembuatan data base penghubung antar lembaga.23) Penerbitan majalah kearsipan ANRI. 25) Penyelenggaraan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa. 30) Pembuatan bahan publikasi booklet dan leaflet. Penyusunan SOP di lingkungan ANRI. (Prioritas K/L) 6) Pemberian bantuan beasiswa diploma.

penataan. (Prioritas K/L) Pembentukan peraturan tentang standar pelayanan arsip. (Pengarusutamaan) 27) Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. dan pengelolaan arsip. 17) Pemeriksaan kesehatan resiko pekerjaan. (Pengarusutamaan) 26) Pembinaan pegawai. (Pengarusutamaan) 14) Penyusunan mekanisme penyediaan informasi.7) 8) 9) Training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri. 12) Penyempurnaan penjabaran tugas dan fungsi organisasi ANRI. penerimaan. 28) Penyelenggaraan pelayanan dan pengelolaan administrasi pegawai. 54 . 24) Diklat pimpinan tingkat I-IV. Pembentukan peraturan yang mencakup materi tentang penciptaan. 16) Pengelolaan tunjangan pengelolaan arsip statis. 22) Penilaian angka kredit jabatan fungsional. (Pengarusutamaan) 23) Penyusunan Penyempurnaan standar kompetensi jabatan struktural. (Pengarusutamaan) 21) Penyesuaian ijazah dan ujian dinas. penggunaan. pemeliharaan. 20) Penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. 25) Diklat teknis kepegawaian. 19) Pengelolaan administrasi kenaikan pangkat dan gaji berkala. 15) Pendidikan dan pelatihan CPNS. 18) Penyelenggaraan fasilitas Poliklinik/obat-obatan. 11) Pembentukan peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan. 10) Pembentukan peraturan tentang sistem administrasi negara dalam rangka memposisikan arsip. 13) Penyempurnaan tata kerja dan struktur organisasi ANRI.

Pengadaan keperluan kantor. 31) Penyusunan standar kompetensi jabatan fungsional umum. lembur. dan tunjangan. (Pengarusutamaan) 37) Penyelenggaraan Program legislasi ANRI. 55 makanan/minuman penambah daya tahan . 38) Penyelenggaraan kerjasama luar negeri. Pengadaan tubuh. Pembayaran langganan daya dan jasa. 34) Penyebarluasan produk hukum. 40) Penyelenggaraan Seminar Kearsipan dan Kesehatan. 2009. Pembayaran jasa keamanan dan kebersihan. Honor pengelola APBN.29) Penyelenggaraan uji kompetensi pejabat struktural. Perawatan kendaraan bermotor. Pemeliharan dan perawatan gedung kantor. 3) Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Anggaran serta pelayanan penunjang pelaksanaan tugas ANRI. Pengadaan pakaian dinas pegawai. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) Pengelolaan gaji.d. Pengadaan peralatan rumah tangga. Pembayaran langganan internet. (Pengarusutamaan) 33) Pencetakan Peraturan Kepala dan Keputusan Kepala ANRI tentang organisasi dan tata kerja ANRI dari tahun 1974 s. Perawatan sarana gedung. 35) Harmonisasi dan sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI. 36) Penyuluhan hukum pegawai ANRI. 32) Penyusunan pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun. honorarium. (Pengarusutamaan) 30) Penyempurnaan evaluasi jabatan di lingkungan ANRI. 39) Rakor Penyelesaian Mekanisme Kerja antar Unit di Lingkungan ANRI. Penerimaan dan pengiriman surat dinas. Pengadaan peralatan/perlengkapan kantor.

Pengelolaan perjalanan dinas pimpinan. Inventarisasi BMN. dan penyelamatan bukti kepemilikan arsip. Pencetakan agenda dan map. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan BMN. Implementasi SAPP. Pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan. (Pengarusutamaan) Sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP. Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Penyusunan Daftar Pencarian Arsip yang memiliki nilai guna Sejarah. Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Penyusunan Pedoman Arsip Vital. Penyusunan Pedoman Arsip Terjaga. Peningkatan kapasitas basis data arsip inaktif ANRI. Pemutakhiran data BMN. 56 . Inventarisasi Arsip Terjaga. Pengamanan.15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) 31) 32) 33) 34) 35) 36) 37) 38) 39) 40) 41) 42) 43) Operasional perkantoran. Pembuatan laboratorium sistem kearsipan. Pendistribusian barang inventarisasi. Sistem akuntansi BMN. Pengadaan bahan-bahan kearsipan. Pendataan dan penataan arsip inaktif. pemeliharaan. Pengelolaan administrasi keuangan. Penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa. Pengembangan sistem informasi perjalanan dinas. Penyusunan prosedur tetap kerumahtanggaan. Penyediaan basis data arsip aktif unit kerja di lingkungan ANRI Penyusunan Petunjuk Teknis Pengaksesan arsip dinamis dan JRA Substantif ANRI. Pendistribusian barang non inventaris.

pemeliharan dan perawatan. Penyimpanan. 57 . Pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi. Evaluasi kegiatan di lingkungan ANRI. Pengamanan eksternal di lingkungan ANRI Penyelenggaraan Lomba Kearsipan di lingkungan ANRI. serta penyimpanan arsip komersial. dan Perawatan Arsip. (Pengarusutamaan) 5) Peningkatan Jasa Sistem dan Pembenahan. (Pengarusutamaan) 11) Pelaksanaan tindak lanjut pengaduan masyarakat. Penilaian angka kredit jabatan fungsional auditor. 3) Presentasi aplikasi pengelolaan dokumen/arsip inaktif berbasis Teknologi Informasi. Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur ANRI.(Pengarusutamaan) 10) Pelaksanaan pengisian laporan LHKPN bagi pejabat ANRI. Forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah. 4) Pelaksanaan jasa penataan. Pengamanan internal di lingkungan ANRI. Pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah. Review laporan keuangan ANRI.44) 45) 46) 47) 4) Penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI. 1) Penjajagan kerjasama kearsipan dengan instansi pusat dan daerah. (Pengarusutamaan) 2) Monitoring/evaluasi pasca layanan jasa.(Pengarusutamaan) Optimalisasi audit di ANRI. Penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon IIII. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pengawasan internal ANRI.

3. 1) Pembangunan gedung kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum 58 . pemilahan (sortir) arsip.3.3. Lembaga. 2) Pembangunan gedung pengolahan arsip 8 lantai keperluan transit arsip. 5) Peningkatan/pengadaan sarana dan prasarana kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor. hal ini sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/15/M. dan Pemerintah daerah.4 Kegiatan Pokok dan kegiatan indikatif 3.3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia 3. 4) Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik.1 Tujuan Program ini bertujuan untuk membantu kelancaran kegiatan yang bersifat fisik berupa pembangunan/rehabilitasi dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan internal Arsip Nasional Republik Indonesia. 3. 3) Pelaksanaan Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. Penataan Aparatur Arsip Nasional Republik Indonesia Dalam rangka mempercepat tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) maka perlu dilakukan reformasi birokrasi di seluruh Kementerian.3. Sarana dan E. 3.2 Sasaran Meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan.3. dan pemusnahan arsip (lanjutan) Tahap IV.4.3 Indikator Kinerja Outcome Persentase pemenuhan sarana dan sarana untuk mendukung pelaksanaan tugas kearsipan. 6) Rehabilitasi jaringan listrik. fumigasi arsip.1 Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Prasarana.

2. Kelembagaan Reformasi bidang kelembagaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Tersedianya organisasi. Sumber daya Manusia dan Struktur organisasi di Arsip Nasional Republik Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Ketatalaksanaan. 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan dokumen arah reformasi birokrasi di ANRI (cetak biru R. 4) Tersedianya dokumen rencana kerja pelaksanaan kegiatan restrukturisasi serta rumusan disain dan struktur ANRI yang telah dilakukan right sizing. Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini juga sedang melakukan upaya reformasi pada 3 (tiga) aspek tersebut dan juga struktur organisasi ANRI sebagai bagian dari kebijakan ANRI dalam mencapai Visi. sedang dalam analisa beban kerja. Ketatalaksanaan Reformasi bidang ketatalaksanaan di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 59 proses penyusunan dokumen daftar perundang-undangan mengenai keberadaan .Reformasi Birokrasi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Misi dan Strategi ANRI. Ketatalaksanaan (business process) 3. implementasi. Sumber Daya Manusia Aparatur Selaras dengan hal tersebut di atas. Kelembagaan (organisasi) 2. dan sosialisasi Visi. 3) Telah selesai dilakukan redefinisi. dan Tujuan. Pada hakekatnya Reformasi Birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang menyangkut 3 (tiga) aspek penting yaitu : 1.).B. Untuk lebih jelasnya uraian mengenai perkembangan penataan kelembagaan. Misi.

3. perundangan) organisasi yang berkaitan dengan reformasi birokrasi. 3) Belum ada implementasi analisa jabatan. 10) Tersedianya dokumen usulan deregulasi dan penyusunan regulasi baru yang kondusif terhadap perubahan sistem yang dihasilkan proses reformasi birokrasi. Pemberian persetujuan pemusnahan arsip. 2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan ANRI.1) Telah selesai dilakukan penyusunan 5 program percepatan (Quick Wins) ANRI yaitu Pelayanan Masyarakat untuk peningkatan apresiasi kearsipan melalui layanan diorama ”sejarah perjalanan bangsa”. 9) Tersedianya dokumen analisa/pemetaan regulasi (aturan. 5) Telah selesai dilaksanakan implementasi dan sosialisasi elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). 11) Sedang dalam proses implementasi penyusunan regulasi baru. Layanan internal pengelolaan administrasi keuangan. 7) Tersedianya dokumen desain sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi. kebijakan. evaluasi jabatan dan sistem remunerasi. Pemberian persetujuan jadwal retensi arsip (JRA). Sumber Daya Manusia Reformasi bidang sumber daya manusia di Arsip Nasional Republik Indonesia saat ini sedang dilakukan melalui berbagai langkah/kegiatan yang sedang dan telah dilakukan antara lain : 1) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan uraian pekerjaan untuk seluruh posisi. Layanan arsip bagi pengguna (Reading Room). 8) Sedang direncanakan implementasi sistem database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai) dengan menggunakan teknologi informasi termasuk penyediaan perangkat keras dan lunak. 4) Tersedianya dokumen model pengembangan elektronisasi dokumentasi/kearsipan (e-archives). 60 . profil kompetensi dan indeks kinerja utama. 6) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa database pegawai (sistem pengelolaan data pegawai).

16) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas kode etik terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. 7) Tersedianya dokumen analisa sistem pengadaan dan seleksi pegawai. 4) Sedang dimulai penyusunan dokumen implementasi assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. 15) Sedang dimulai penyusunan dokumen rancangan sistem pengawasan yang mencakup rekomendasi perbaikan/perubahan yang dibutuhkan. 13) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas aturan-aturan kepegawaian terutama yang berkaitan dengan pembentukan moral/disiplin pegawai. 10) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola rotasi. mutasi dan promosi berbasis kompetensi dan kinerja. 61 . 14) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa atas tingkat kedisiplinan pegawai. 9) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola pengembangan dan pelatihan yang berdasarkan kompetensi. 11) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan desain/model pola karir yang berbasis kompetensi dan kinerja. 5) Sedang dimulai penyusunan dokumen desain/model sistem penilaian kinerja berdasarkan kompetensi. 8) Tersedianya dokumen desain/model sistem pengadaan dan seleksi pegawai yang transparan. adil dan akuntabel serta berdasarkan kompetensi. 3) Sedang dimulai penyusunan dokumen assesment kompetensi individu bagi pegawai/tenaga ahli. penghargaan dan sangsi yang akan diberlakukan serta mekanisme pelaksanaan.2) Sedang dalam proses penyelesaian penyusunan bobot atau peringkat jabatan serta sistem remunerasi. transparan dan user friendly. Hal ini menyangkut kejelasan kriteria. hak dan kewajiban pegawai dan organisasi. 6) Telah dilaksanakan pelatihan keterampilan bagi pegawai baik sebagai penilai dan/atau yang dinilai dalam penilaian kinerja. 12) Sedang dimulai penyusunan dokumen analisa dan perumusan unit kerja kediklatan.

mewajibkan pejabat untuk melaporkan LHKPN. Kebijakan nasional tersebut perlu dijabarkan dalam kebijakan yang lebih operasional pada tingkat Kementerian/Lembaga. peningkatan tindak lanjut atas temuan hasil pemeriksaan.17) Sedang dimulai perumusan kode etik yang sesuai dengan kondisi terkini. Dalam rangka mencapai sasaran yang diharapkan. Untuk itu ditetapkan indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang dikelompokan kedalam 3(tiga) kebijakan utama yaitu: (1) Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. (3) Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. penerapan sistem pengendalian internal yang efektif.II.misi. Sedangkan dalam rangka mendukung tercapainya ”Peningkatan kualitas pelayanan publik” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penerapan standar pelayanan publik untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik. dalam rangka mendukung tercapainya ”peningkatan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN”. penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan 62 .telah ditetapkan berbagai kebijakan nasional. menerapkan maklumat pelayanan untuk unit pelayanan publik. peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya. kualitas penilaian dalam pelayanan kinerja kepada rangka publik. serta kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi yang tinggi. dan III. penerapan manajemen pengaduan yang efektif pada unit penyelenggara pelayanan publik. menyusun dan melaksanakan rencana percepatan pelayanan peningkatan dan publik. upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Penegakan peraturan mengenai disiplin pegawai. Selanjutnya. Di samping itu dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP.evaluasi Kemudian ”Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi” upaya yang akan terus dilakukan oleh ANRI antara lain melalui: Restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing didasarkan visi. pelayanan publik yang berkualitas. tindak lanjut pengaduan masyarakat. unit mendukung melaksanakan penyelenggaran tercapainya monitoring. (2) Peningkatan kualitas pelayanan publik.penerapan pakta integritas bagi pejabat eselon I. penerapan e-procurement dalam pengadaan barang dan jasa.strategi dan analisis obyektif serta tugas dan fungsi.

2 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK MELALUI KEBIJAKAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA BESERTA INDIKATORNYA Isu/Kebijakan Kebijakan Indikator di Nasional instansi setiap instansi 1.dan berbasis merit/kompetensi).3 Kepatuhan Mewajibkan % pejabat yang penyampaian pejabat telah Laporan Harta untuk melaporkan melaporkan LHKPN Kekayaan LHKPN Penyelenggara % pejabat yang Negara (LHKPN) telah melaporkan LHKPN 1. Sasaran 2014 KKN 100% 100% 100% 100% 100% 75% 100% 63 .4 Kebijakan antikorupsi Mewajibkan Tersedianya sistem pelaporan pelaporan gratifikasi gratifikasi 1. penerapan manajemen kearsipan dan dokumentasi yang berbasis TIK. dan III melaksanakan pakta integritas 1.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sanksi 1.5 Penyelenggaraan Sistem Penerapan sistem Tersedia dan Pengendalian Internal pengendalian terlaksananya Pemerintah (SPIP) internal yang sistem efektif pengendalian internal yang efektif 1. penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP).1 Penegakan Penegakan . dan pemerintah II.6 Pengembangan Sistem Penerapan % pengadaan e-Procurement Nasional e-procurement menggunakan dalam pengadaan e-procurement barang dan jasa 1.7 Tindak lanjut hasil Peningkatan % temuan yang pemeriksaan BPK tindak lanjut atas ditindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan No.2 Penerapan pakta Penerapan pakta % pejabat telah integritas bagi integritas bagi menandatangani pejabat pejabat Eselon I.Tersedianya disiplin PNS di peraturan sistem seluruh instansi mengenai disiplin penegakan pemerintah PNS disiplin yang efektif . penerapan dan pengembangan e-government. Peningkatan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas 1. Untuk lebih jelasnya mengenai indikator pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang baik dapat dilihat tabel berikut ini: TABEL 1.

No. 1.8

Isu/Kebijakan Nasional Akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara

1.9

Pengaduan masyarakat

Kebijakan instansi Peningkatan akuntabilitas pengelolaan anggaran dan pelaporannya Tindaklanjut pengaduan masyarakat

Indikator di setiap instansi Opini BPK atas LK K/L

Sasaran 2014 WTP

- Tersedianya sistem pengaduan masyarakat yang efektif - % Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang disampaikan masyarakat % unit penyelenggara pelayanan publik yang sudah menerapkan Standar Pelayanan, maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang ditetapkan

100%

2. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 2.1 Penerapan Standar Pelayanan pada Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Penerapan Standar Pelayanan Publik maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif untuk seluruh unit penyelenggara pelayanan publik Menyusun rencana percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dan melaksanakannya sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pelayanan publik Melaksanakan monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja kepada unit penyelenggara pelayanan publik yang ada 100%

2.2

Percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik

100%

2.3

- Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik - % Unit Penyelenggara Pelayanan Publik yang mendapat penilaian baik 3. Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi 3.1 Penataan kelembagaan instansi pemerintah Melakukan restrukturisasi organisasi dan tata kerja instansi untuk rightsizing di dasarkan visi, misi, strategi dan analisis obyektif, serta tupoksi % Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional, efektif, efisien

Pelaksanaan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja pelayanan publik

100% 90%

100%

64

No. 3.2

Isu/Kebijakan Nasional Penataan ketatalaksanaan instansi pemerintah

Kebijakan instansi Penyederhanaan proses bisnis dan penyusunan SOP Penerapan manajemen SDM yang berkualitas (transparan dan berbasis merit/kompetensi)

3.3

Pemantapan manajemen SDM

kualitas

Indikator di setiap instansi % SOP telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana - Tersedianya sistem rekrutmen yang transparan - Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur - Tersedianya sistem promosi dan mutasi yang terbuka dan transparan - Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi - Tersedianya sistem penegakan kode etik yang efektif, disertai penerapan

Sasaran 2014 100%

100%

reward and punishment

3.4

Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Aparatur

Penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah

% penerapan SAKIP (renstra, penilaian kinerja, kontrak kinerja, pengendalian, dan lain-lain)

100%

65

4.

Struktur Organisasi ANRI

66

sehingga diperlukan penjabaran secara teknis operasional setiap tahunnya sebagai upaya yang berkesinambungan dalam kurun waktu lima tahun. Plt. profesionalisme. dan dedikasi yang tinggi disertai dengan semangat kebersamaan. Renstra ANRI tahun 2010-2014 ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan. regional dan bilateral). Disamping tersebut. Asichin 67 . Renstra ini disusun dan ditetapkan untuk menjawab dan memfokuskan upaya ANRI dalam menghadapi tantangan pembangunan kearsipan yang semakin rumit dan komplek terutama perkembangan politik dan ketatanegaraan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. integritas. Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Tahun 2010 -2014 dapat disusun. sehingga diharapkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. pelaksanaan. sinergi dan harmoni dari segenap aparatur kearsipan di lingkungan ANRI. pemerintah daerah. Selain itu hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya efisiensi dan efektifitas kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak di lingkungan internal ANRI dan eksternal baik di tingkat nasional (antar instansi pemerintah. Renstra ANRI ini sebagai rencana jangka menengah yang masih bersifat umum. Saran dan sumbang pendapat yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati. dan penilaian rencana hal pembangunan ANRI dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. komitmen. swasta dan masyarakat) maupun internasional (multilateral. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia. keberhasilan dalam implementasi renstra ANRI sangat ditentukan adanya upaya kerja keras. tidak akan mungkin terlepas dengan kondisi yang terus berkembang di tingkat nasional maupun global sehingga pada waktunya diperlukan upaya-upaya penyempurnaan program maupun kegiatan. Di dalam pelaksanaannya Renstra ANRI selama kurun waktu 5 tahun ke depan.BAB IV PENUTUP Dengan ridho dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. M.

207.316 9.480 7.350.560 19.990 6.595.500 125.000 2013 67.073 38.025.661 38.000 770.510 2.325.320 61.715.058.500 5.717.756.732 12.941.023 1.265.779.398 18.440.093.952 31.553.500 2.435.000 2.500 5.952 35.181.378 4.594 5.550.000 1.275 235.612 1.601 7.000 1.955.087.438.414.647 40.636 9.327 3.443 2.000 12.417.572.560 42.471.000 6.600 131.773.941.514 1.043.261 5.109 2.431 1.327.806.000 2.345.107.694.236.926 9.800 8.800 31.778.436.745.957 600.556 1.000.467.054.066.000.443.620 12.009.320 3.500 19.546 4.163 2010-2014 323.645.888 31.800 11.728 615.296.007.308 500.032.396.325.274.982 1.000 45.030 124.604.010.526. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PROGRAM/UNIT KERJA 2010 Program Dukungan Manajemen & Pelaksanaan Tugas Terkait Lainnya ANRI Biro Perencanaan Biro Hukum dan Kepegawaian Biro Umum Pusat Jasa Inspektorat Program Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur ANRI Biro Umum Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional Akreditasi dan Profesi Kearsipan Pembinaan Kearsipan Pusat Pembinaan Kearsipan Daerah Pusat Diklat Akuisisi Pengolahan Preservasi Pemanfaatan Pusjibang Siskar Pusjibang Sisinfokar Total program 61.723 2.548.203 85. 1 III.043 2.416.555.189 15.110.843 68 .000 2.000 1.500 3.520.032.435.240 25.000 6.342 1.000 12.000 5.756.593 5.268 51.941 2.312 206.722 7.283.000 2.191.124 8.500 6.222 7.074.517.963.308 5.000 31.784.716. 1 2 3 4 5 II.415.617.987 8.094.000 50.750 3.235.095 55.595.715.693.703 1.000 8.930.646 2.375.891.500 12.000 510.000 1.469.105.177.916.370.550.096.747.470.000 2012 62.000 8.000 18.080 9.200.370.943 395.000 11.666 11.655.887 TOTAL ANGGARAN PROGRAM/KEGIATAN (DLM RIBUAN) 2014 74.406.188.408.332 6.000 2.057.904 ALOKASI ANGGARAN (DLM RIBUAN) 2011 57.000 129.590.685 7.110.598 104.000 18.843 1.200 11.087.163 1.912.TABEL REKAPITULASI ANGGARAN RENSTRA ANRI TAHUN 2010-2014 NO I.000 1.837.000 5.007.860.166.643 3.814 1.860.132.294.951 1.312 85.093.142.000.581 5.147 1.867.823.549.178.353 900.526 42.602.739 46.

Persentase lembaga Penyelenggaraan Sistem Negara dan badan Kearsipan di Lembaga pemerintah pusat yang Negara dan Badan memiliki pedoman Pemerintah Pusat kearsipan secara terpadu 3. Persentase hasil Penyelenggaraan Sistem rekomendasi evaluasi Kearsipan di Lembaga yang digunakan Kearsipan Daerah sebagai input Provinsi dan penyempurnaan sistem Kabupaten/Kota kearsipan bagi lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/ Kota 5% 10% 15% 20% 25% 5% 10% 15% 20% 25% 80% 80% 80% 80% 80% 69 . Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya Efektifitas 4. Persentase lembaga Pengelolaan Arsip Baik dan unit kearsipan Dinamis maupun Statis yang sudah yang Efektif dan Efisien terakreditasi di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya Efektifitas 2.TARGET PEMBANGUNAN UNTUK TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 5% 10% 2011 (5) 15% 2012 (6) 20% 2013 (7) 25% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1.

Jumlah pendidikan dan  2 Angkatan Penyelenggaraan pelatihan yang Diklat Pendidikan dan Pelatihan diselenggarakan Penciptaan Kearsipan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis Terlaksananya akreditasi .Jumlah lembaga/unit 30 lembaga/ dan sertifikasi unit kearsipan dan SDM lembaga/unit kearsipan kearsipan kearsipan yang dan SDM kearsipan.% Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan.Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) .% Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik (Pengarusutamaan) (6) (7)  6 Angkatan  6 Angkatan Diklat Diklat Penciptaan Penciptaan Arsiparis Arsiparis  750 Peserta  750 Peserta Diklat Teknis Diklat Teknis 30 lembaga/ 30 lembaga/ unit kearsipan unit kearsipan dan 230 dan 230 arsiparis arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan 100% 100% 90% 70 . (2) (3) (4) Terwujudnya Efektifitas 5.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 2011 (5)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis 2012 2013 2014 (8)  6 Angkatan Diklat Penciptaan Arsiparis  750 Peserta Diklat Teknis 30 lembaga/ unit kearsipan dan 230 arsiparis PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN 1.maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) . dan 230 diakreditasi dan arsiparis (Prioritas K/L) disertifikasi .

TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan INDIKATOR 2010 2011 (5)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 100 orang 2012 (6)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2013 (7)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 2014 (8)  5 Instansi Pusat  5 Instansi Daerah  100 orang Arsiparis  2 Kali Penilaian 200 orang 3. - 100 orang 100 orang 100 orang 6. (3) (4) Jumlah peserta bimbingan  4 Instansi arsiparis dan tim penilai Pusat Angka Kredit Arsiparis  5 Instansi Daerah Jumlah arsiparis yang  100 orang dinilai angka kreditnya Arsiparis  2 Kali Penilaian Jumlah peserta pemilihan 60 orang arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi 70 orang peraturan Menpan tentang jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah Pertemuan munas 1 Kali kegiatan asosiasi arsiparis Pertemuan Indonesia (AAI) Jumlah pedoman 1 Pedoman mekanisme kerja arsiparis UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2. Jumlah peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan 80 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT 1. 4. 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 1 Kali Pertemuan 7. - - - - 8. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan Sertifikasi Kearsipan. 10 Instansi Jumlah instansi pusat yang sudah menerapkan Pusat SIKD-TIK (Pengarusutamaan) 15 Instansi Pusat 20 Instansi Pusat 25 Instansi Pusat 30 Instansi Pusat Direktorat Kearsipan Pusat 71 .

dan Persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah pusat. 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 6.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Komunikasi (SIKDTIK). Jumlah instansi yang mendapatkan Konsultasi . Jumlah Instansi pusat 9 Instansi yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan Jumlah peserta Rakor evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 10 Instansi 5. dan Persetujuan jadwal retensi arsip ( JRA) 4 instansi 8 Instansi 10 Instansi 12 Instansi 14 Instansi 72 . (Prioritas K/L) Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis TIK (SIKS-TIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.pertimbangan. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. - 7 PT 9 PT 11 PT 13 PT 4. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. (Prioritas Bidang) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. Pertimbangan. Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Jumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang dibina - 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 85 instansi pusat 3. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Konsultasi.

KEARSIPAN DAERAH Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 100 orang 12 Provinsi 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota 20 Kab/kota Direktorat Kearsipan Daerah 2. PEMBINAAN 1. 2 Provinsi 32 Provinsi 32 Provinsi 10 Provinsi dan 10 Kab. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) Jumlah instansi pusat yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 2010 (4) 6 Instansi 2011 (5) 10 Instansi 2012 (6) 10 Instansi 2013 (7) 10 Instansi 2014 (8) 10 Instansi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di lembaga negara dan badan pemerintah pusat Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip Dinamis dalam rangka implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK). 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 9./Kota 73 . 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan./Kota 10 Provinsi dan 10 Kab. Jumlah unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 5 Unit kearsipan teladan - 10. (Prioritas K/L) Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No.

Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. 10./Kota 6. (Prioritas K/L) 4. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di INDIKATOR 2010 2011 2012 (6) 21 Kab/Kota 2013 (7) 21 Kab/Kota 2014 (8) 21 Kab/Kota (3) (4) (5) Jumlah Kab/Kota yang 22 Kab/Kota 21 Kab/Kota memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah Provinsi yang 16 Provinsi mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang 11 Kab/kota 10 Kab/kota mendapatkan Bimkos kearsipan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - - - 10 Kab/kota 10 Kab/kota 10 Kab/kota Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan - 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan 10 Laporan Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota 7 Kab/kota Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan 10 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota 8 Kab/kota - 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 8 Laporan 74 ./Kota./Kota 8. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Arsip Masuk Desa./Kota 9.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 3./Kota 7. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Provinsi dan Kab. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip (Prioritas K/L) 5. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab.

Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 3 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 6 Angkatan 100% Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 75 . Pedoman. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125 orang 150 orang 175 orang 200 orang PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN 1. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan Bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Norma. Jumlah laporan monitoring dan evaluasi Arsip Masuk Desa Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 12. - 15. Terlaksananya Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa. Standar. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 11. - 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 530 Lembaga Kearsipan daerah 14.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pemerintah Daerah Provinsi dan Kab. .Jumlah Angkatan . 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 13./Kota. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat Terlaksananya Diklat Penciptaan Jabatan Fungsional Arsiparis.

1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 1 Unit laboratorium arsip konvensional dinamis 1 Unit laboratorium arsip konvensional statis 1 Unit laboratorium arsip audio visual 1 Unit laboratorium arsip elektronis dinamis 1 Unit laboratorium arsip elektronik statis 76 . (Prioritas K/L) Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan Terlaksananya Penyusunan Kurikulum dan modul Diklat Kearsipan Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 32 Provinsi 2012 (6) 32 Provinsi 2013 (7) 32 Provinsi 2014 (8) 32 Provinsi (3) (4) Jumlah provinsi penerima 32 Provinsi dana dekon UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 2. 4. Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah kurikulum dan modul diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan 545 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 800 orang 1 kurikulum 39 Modul 5. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Diklat Kearsipan Melaui Dana Dekonsentrasi.

000 Rell  6. Jumlah daftar arsip Pengolahan Arsip Demi konvensional.300 Lembar Lembar  6.300 Lembar  6. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 9. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 10.000 Rell Film  3.U. elektronik. Arsip.300 Lembar  6.000 Roll Mikrofilm  3. Inventarisasi kartografi dan Arsip. Jumlah arsip yang dan Akuisisi Arsip diakuisisi untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta 2. Pusdiklat Kearsipan 1 INDIKATOR (3) Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah buku perpustakaan kearsipan yang dikembangkan 2010 (4) 3000 lbr 2011 (5) 3000 lbr 2012 (6) 3000 lbr 2013 (7) 3000 lbr 2014 (8) 3000 lbr UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 20 VCD 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku 500 Buku PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 2 Jumlah provinsi yang dievaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat Meningkatnya Penilaian 1.000 Roll Mikrofilm  3.300 Lembar  6.300  3.000 Rell Film  3. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 8.000 Rell Film  3.000 Roll  3. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara 11. Jumlah rekomendasi untuk Menjamin penilaian yang Terselamatkan dan ditindaklanjuti Terlestarikannya Arsip pengakuisisian dan Demi Generasi pemusnahan arsip Mendatang Meningkatnya 3. dan Guide yang kearsitekturan yang Dapat Dimanfaatkan dibuat 7 provinsi 50 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 10 provinsi 40 orang 20 kegiatan  36 Instansi  5 Daerah  10 Parpol 7 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  37 Instansi  17 Daerah  8 Parpol 10 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  39 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  18 Daerah  7 Parpol 11 Daftar/ Inventaris 20 kegiatan  41 Instansi  19 Daerah  7 Parpol 15 Daftar/ Inventaris Deputi Bidang Konservasi Arsip  3.000 Roll Mikrofilm Mikrofilm  3.000 Rell Film Film  3. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 7.000 Roll Mikrofilm 77 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. audio Terwujudnya Daftar visual. Terlaksananya T.

000 Kaset   Arkon Stl „45: 3 inv.300 Lembar 3.  Arkon Sbl ‟45: 3 inv.:5 daftar - (7) (8) 4.000 Kaset Video Video 10.  Armedbar: 4 inv.000  10.000 Kaset  4. elektronik. konvensional sebelum  Arkon Sbl 1945. Jumlah arsip rusak 3.000  Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto  4.000 Kaset 4. elektronik.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv. Penataan.000  10.  Arkon Sbl ‟45: 1 inv.000 Kaset  4. dan dan kearsitekturan yang Kearsitektur dibuat an Meningkatnya 6. audio  Armedbar: visual.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2.  Arsip Karto. setelah 1945.000 Lembar  500 Rell  Foto : 2.  Arsip Karto.:5 daftar - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)  Arkon Stl ‟45:3 inv.:4 daftar 1 guide Arsip Kartografi dan Kearsitekturan  Arkon Stl „45: 3 inv.:4 dibuat daftar 5.000 Kaset  4.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. Jumlah guide arsip 1 guide konvensional.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 500 Lembar  Video: 200 3. Jumlah  Arkon Stl inventaris/daftar arsip „45: 2 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1. audio Arsip visual.500 dari Bahaya Kerusakan Lembar Arsip maupun  Peta: 100 Informasinya Lembar  Kertas: 500 (5) (6)  4.000 Kaset  Video Video  10. konvensional ‟45: 1 inv. Kartografi kartografi.300 Preservasi Arsip Demi yang direstorasi Lembar Terwujudnya 7.  Arkon Sbl ‟45: 2 inv. alih media/ reproduksi  Foto : dan Keamanan Arsip 2. Jumlah arsip yang di  100 Rell Pemeliharaan.000 Kaset Video  10.000 Lembar Negatif Foto  4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) untuk Kepentingan Publik INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 3 (4)  4.000 Lembar Lembar Negatif Negatif Foto Foto 4.000 Lembar 3.000 Lembar 78 .  Arsip Karto.  Arsip Karto.000 Kaset  Arkon Stl ‟45: 4 inv. kartografi dan  Arsip kearsitekturan yang Karto.:5 daftar - 3.  Armedbar: 5 inv.300 Lembar  100 Rell  Foto : 2.300 Lembar  500 Rell  Foto : 2. 4 inv.  Armedbar: 4 inv.  Armedbar: 5 inv.500 Lembar  Peta: 100 Lembar  Kertas: 1.000 Kaset  4.

Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara Mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 2011 2012 2013 2014 4 PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 1. Jumlah laporan hasil 2 Laporan 4 Laporan pengujian arsip/protap 1 Protap dan bahan kearsipan 9. Pembangunan. 2. Jumlah pameran arsip 5 Pameran 7 Pameran yang diselenggarakan (6) (7) (8)  Video: 200 Video: 200  Video: 200 Kaset Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset Kaset 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran 7 Naskah 7 Pameran Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 1 KPU pusat 7 Instansi dan 7 (KPUD) Instansi Provinsi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 7 Instansi (KPUD) Provinsi 6 Instansi (KPUD) Provinsi Direktorat Akuisisi Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 15 Instansi 13 Instansi 14 Instansi 14 Instansi 14 Instansi Jumlah tokoh/ pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 4 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 5 Tokoh 6 Tokoh 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 7 Daerah 79 . 4. 3.(Prioritas K/L) Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar. Jumlah naskah sumber 6 Naskah 7 Naskah arsip yang diterbitkan 10. Terlaksananya Penyelamatan dan (4) (5) Lembar Kaset  Video:  Audio : 300 200 Kaset Kaset  Audio : 300 Kaset 8. Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah.

Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara. Terlaksananya Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan dan Pemekaran Wilayah serta Konflik di Daerah Melalui Wawancara Sejarah Lisan 11. 7. 9. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan. 8. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan Mengenai INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 10 Parpol 8 Parpol 7 Parpol 7 Parpol 7 Parpol Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Jumlah arsip yang diselamatkan - 5 Instansi 6 Instansi 7 Instansi 7 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 8 Instansi Jumlah arsip yang diselamatkan Jumlah tokoh/pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh 9 Tokoh 9 Tokoh 8 Tokoh 8 Tokoh - 7 Tokoh 9 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 3 Tokoh 3 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 4 Tokoh 80 . 6.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pelestarian Arsip Pilkada. 5. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh/Pelaku Sejarah 10. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009.

Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi. OPM. 3. 2. Terlaksananya STATIS Pengolahan Arsip Konvensional VOC. RMS dan Konfilk Lainnya 12. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN 13. Terlaksananya Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia PENGOLAHAN ARSIP 1. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah arsip yang diselamatkan 6 Instansi 5 Instansi 5 Instansi 6 Instansi 6 Instansi Jumlah peserta workshop 50 Orang penyelamatan dan Peserta pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - - - - 10 Tokoh 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah tokoh pengkisah yang diwawancarai 10 Tokoh - 10 Tokoh 12 Tokoh 12 Tokoh Pengkisah Jumlah daftar arsip yang diolah - 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 6 Daftar 1 Daftar 2 Daftar Direktorat Pengolahan Jumlah daftar arsip diolah 6 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 81 . Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangunan Negara Indonesia 15. Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN Sebagai Dampak Revitalisasi 14.

11. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm. 7. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 80 orang 13. Terlaksananya Pengolahan Arsip Elektronik. Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2012 (6) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2013 (7) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 2014 (8) 3 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - Jumlah daftar arsip diolah 3 Daftar Jumlah daftar arsip diolah 2 Daftar Jumlah daftar arsip diolah - 10. Terlaksananya Pengolahan Arsip Peta(Kartografi). 5. 6. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 14. 12. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Konvensional Setelah Tahun 1945. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video. 9. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film. 8. Jumlah daftar arsip diolah 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 82 . Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah.

000 Berkas 10.000 Kaset 5. Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode.000 M‟ 27.000 Berkas Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata - 6. Terlaksananya 6.000 Kaset 5. Penyimpanan dan Penataan Arsip Video INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 2011 (5) 1 Daftar 2012 (6) 1 Daftar 2013 (7) 1 Daftar 2014 (8) 1 Daftar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah data yang dipelihara - 140.000 record PRESERVASI KEARSIPAN Jumlah daerah bencana yang arsipnya diselamatkan 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah 6 Daerah Direktorat Preservasi Jumlah arsip yang di barcode 10. Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip).000 Berkas 10.000 M‟ 3. 15.000 M‟ 27. Terlaksananya 4.000 Berkas 10. (Prioritas K/L) Terlaksananya 2.000 Reel 3.000 Kaset 5.000 M‟ 27.000 M‟ - 27.000 Kaset 83 .000 record 180.000 Reel 6.000 Reel 6. Penyimpanan dan Penataan Arsip Film.000 M‟ 6.000 record 200. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penataan 3. Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan Terlaksananya 5.000 record 160. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana.000 Kaset 5.000 Berkas 10. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian dan Keabsahan Data yang Diolah 1.000 M‟ 6.000 Reel 6.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Politik yang Diakuisisi.000 M‟ 6. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 16.000 Reel 6.

000 Lembar 750 Lembar 10.000  2. INDIKATOR (3) Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi 2010 (4) 2.000 Roll Mikrofilm  4.000 Roll 2014 (8) 2.000 Kaset Video  10.000 Kaset  6.000 Roll 2013 (7) 2.000 Roll UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 8.000 Lembar 10.000 Lembar Negatif Foto  4. Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru.000 Kaset Video  10.000 Kaset 84 .000  2. 12.000 Kaset  6.000 Rell Film  3.000 Lembar 10.000 Kaset Video  10.000 Lembar Lembar Lembar Lembar Lembar  900  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar  900 Lembar Lembar Arsip Arsip Arsip Arsip Arsip Keraton Keraton Keraton Keraton Keraton 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar 400 Lembar  6.000  2.000 Kaset  6.000  2. 10. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Roll Mikrofilm  4.000 Rell Film  3.000 Lembar 10.000 Lembar 10.000 Roll Mikrofilm  4. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) dan Rekaman Suara.000 Lembar Negatif Foto  4. Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan.000 Kaset  6.000 Lembar Negatif Foto  4.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 7.000 Roll 2012 (6) 2.000 Rell Film  3.000 Roll Mikrofilm  4. 9. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto.000 Kaset Video  10.000 Rell Film  3.000 Kaset Video  10. Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional.000 Roll 2011 (5) 2.000 Lembar Negatif Foto  4.000 Roll Mikrofilm  4.000 Rell Film  3. Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi  2. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm. 11.

500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1.500 Lembar Lembar  Peta : 100  Peta : 200 Lembar Lembar  Kertas : 500  Kertas : Lembar 1. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto.000 M3 1 Set Digital Film Scaner  Foto : 2. Peta.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian  Foto : 2. 2 Laporan 1 Protap 20. 14. 21. Terlaksananya Jumlah arsip video dan Digitalisasi Arsip Video rekaman suara yang dan Rekaman Suara. 16.8 M3  Foto : 2. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm Luas gedung yang di fumigasi 14. - 18.500  Foto : 2.000 M3 1 Set Server 15.208.000 Lembar  Video : 200  Video : 200 Kaset Kaset  Audio : 300  Audio : 300 Kaset Kaset  4 Laporan 4 Laporan pengujian pengujian  1 Unit Peralatan Pengujian 15. didigitalisasi Terlaksananya Pengujian Jumlah laporan hasil arsip dan bahan pengujian arsip/protap kearsipan. (3) (4) Jumlah arsip film yang di 100 Reel alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia 4000 Lembar UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah microfilm yang di 1500 Roll alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat Jumlah arsip statis yang didigitalisasi 300 Roll 500 Roll 500 Roll 500 Roll 17.000 M3 - Jumlah alat/peralatan alih 1 Paket alat media film dan microfilm penyambung Mikrofilm 2 Paket 85 .500 Lembar  Peta : 200 Lembar  Kertas : 1. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda. INDIKATOR 2010 2011 (5) 100 Reel 2012 (6) 500 Reel 2013 (7) 500 Reel 2014 (8) 500 Reel 13. dan Kertas). - 19.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Alih Media Arsip Film.000 Lembar  Video : 200 Kaset  Audio : 300 Kaset 4 Laporan pengujian 15.000 M3 15. Terlaksananya Alih Media Microfilm. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto. 15.

4. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Citra Nusantara Jilid V. 3. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V.(Prioritas K/L) Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 (4) peralatan alih media dan microfilm 4 Naskah 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 22. PEMANFAATAN ARSIP 1. (Prioritas K/L) Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah 7 Naskah Direktorat Pemanfaatan Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan 1 Naskah - - - - Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku 5 Buku Jumlah paket kegiatan operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) - - - - - 86 . Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber. 2. 5.

Jumlah brosur yang disebarluaskan . 8 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 10 Perguruan Tinggi 8. 1500 orang - 1600 orang 1700 orang 1800 orang 100% 87 .626 Hal 4.626 Hal 4.000 Arsip 65. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi 6 Perguruan Tinggi UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 4. Media Baru.000 Arsip 65.626 Hal 4.000 Arsip 65. 10.000 Arsip 9. 5 kali Pameran - 7 kali Pameran 7 kali Pameran 7 kali Pameran 1 Rakornas 1 Rakornas 1 Rakornas 7 kali Pameran 1 Rakornas 11.000 Arsip 65. dan Kartografi Terlaksananya Pameran Kearsipan Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Informasi Arsip Statis Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 6.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Balai Arsip Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan Terlaksananya Fasilitasi Teknik Pelayanan Pemanfaatan Arsip Statis Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45. 65.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 300 Eks 12.Jumlah tamu .626 Hal 7. (3) (4) Balai Arsip Tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jumlah buku langka yang 4.626 Hal dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45.

Persentase 80 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system kearsipan dinamis dan statis yang akan menjadi NSPK 2. jurnal kearsipan 1 Hasil Kajian 1 Jurnal UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 70 % 75 % 80 % 80 % PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL 1.hasil 2 Pedoman kajian. dan Menyeluruh. 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2. Jumlah pedoman dan hasil kajian 2 Pedoman 2 Hasil Kajian 1 Pedoman 2 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 88 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan yang Andal. Sistematis. Utuh. Persentase 70 % rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan system informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Jumlah pedoman. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan INDIKATOR 2010 2011 (5) 80 % 80 % 2012 (6) 80 % 2013 (7) 80 % 2014 (8) (3) (4) 1.

Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 4. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 5. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam Rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan dalam Mengelola Arsip Dinamis.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Nasional (JIKN). Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 89 . Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 6. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam Rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis.(Prioritas K/L).

Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi. Kabupaten/Kota) untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama dalam Menyelenggarakan JIKN.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Kearsipan Daerah dalam Rangka Meningkatkan Standar Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif dan Jati Diri Bangsa. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian 1 Hasil Kajian Jumlah hasil kajian - 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian 1 hasil kajian PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN Jumlah hasil kajian/ NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian Pusat dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 90 . 11) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) . Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam Rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. 7. 8.

13) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 14) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 15) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada Pada JIKN 16) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 17) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstraksi Informasi Publik yang Dikecualikan yang Terkandung dalam Arsip Baik dalam Format Kertas maupun Elektronik INDIKATOR 2010 2011 2012 2013 2014 (3) (4) Jumlah hasil kajian/NSPK 1 Hasil kajian dan 1 NPSK (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian 1 Hasil kajian - 1 Hasil kajian 1 NSPK 1 Hasil Kajian Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan isi basis data 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data 1 Paket Basis Data Jumlah hasil kajian/NSPK 2 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK Jumlah Pedoman 1 Pedoman - - - - 91 .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 12) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) 18) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaan Kearsipan yang Dimuat bidang kearsipan yang di Media Massa maupun disajikan melalui Elektronik media massa maupun elektronik Terwujudnya 4. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 3. 19) Terlaksananya Rakornas JIKN 20) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI Melalui Internet 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian/NSPK 2010 (4) 2011 2012 2013 2014 (5) (6) (7) (8) 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian 1 Hasil kajian dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK dan 1 NPSK UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 113 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 140 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 150 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 160 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % 170 Orang 1 Khasanah arsip dalam 12 format tematis 100 % Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2 3 1. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu 20 % 20 % 20 % 20 % 20 % 100% 100% 100% 100% 100% 90% 90% 90% 90% 90% 92 . Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 2.

Persentase Pegawai yang penempatan pegawai Ditempatkan Sesuai sesuai dengan Keahliannya kompetensi Terwujudnya Pelayanan 11. Persentase penyelesaian peraturan di bidang kearsipan 6. Persentase Pengelolaan peningkatan kualitas Administrasi Keuangan pengelolaan. Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 9.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4 TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Meningkatnya Jumlah Produk Hukum Kearsipan Yang Disahkan Menjadi Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 100% 2011 (5) 100% 100% 2012 (6) 100% 2013 (7) 100% 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 5. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeriks Pemeriksaan aan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 100% 100% 100% 100% 100% 2900 orang 90% 4350 orang 90% 5525 orang 90% 9788 orang 90% 14.682 orang 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 93 .penataus yang Baik dan Tepat ahaan anggaran/ Waktu barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 13. Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 8. Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 10. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 7. Persentase ketepatan Administrasi pelayanan Kepegawaian pengurusan pegawai Meningkatnya Jumlah 12.

3 Kali talkshow di TV dan Radio.Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen - - - 1 Dokumen 94 . 2 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia Jumlah dokumen rencana 3 Dokumen kinerja tahunan yang dihasilkan 2 Kali talkshow di TV dan Radio. Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia.3 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan.3 buah iklan di 3 stasiun radio dng 100 tayangan 2. Terlaksananya Penyusunan Penetapan Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia. 2 buah iklan di 20 media cetak dengan 20 kali tayang 3 buah iklan di Biro 10 stasiun TV Perencanaan dg 50 tayangan.2 buah iklan di 10 stasiun radio dg 50 tayangan. (Prioritas K/L) INDIKATOR (3) ditindaklanjuti 14. 2 buah iklan di 30 media cetak dengan 20 kali tayang 3 Dokumen 3 Dokumen Jumlah dokumen penetapan kinerja yang dihasilkan . 1 buah iklan di 5 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 1 Kali talkshow di TV dan Radio. 1 buah iklan di 10 media cetak dengan 10 kali tayang 3 Dokumen 3 buah iklan di 5 stasiun TV dg 50 tayangan. 2 buah iklan di stasiun radio dng 50 tayangan. KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 1. 4.2 buah iklan di 20 stasiun radio dg 50 tayangan. 3 buah iklan di 5 stasiun TV dng 50 tayangan. 3. 3 buah iklan di 2 stasiun TV dng 100 tayangan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) ANRI yang Ditindaklanjuti Meningkatnya Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Jasa Kearsipan Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik. EVALUASI DAN PELAPORAN. Jumlah instansi/perusaha-an yang memanfaatkan jasa kearsipan Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 10 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi 8 Instansi PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN.

Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI). TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) (Renstra ANRI). Jumlah dokumen PO yang 1 Dokumen dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 10. Jumlah dokumen rencana 4 Dokumen anggaran yang dihasilkan 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 9. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 5. Jumlah pedoman yang dihasilkan - 1 Dokumen - 1 Dokumen - 7. Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 95 . Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 45 Orang 8. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia. INDIKATOR (3) Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan 2010 (4) 2011 (5) 1 Dokumen 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 6. Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia.

Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus(SBK). Terlaksananya Penyusunan Executive Report Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI 2004-2009 Terlaksananya Penyelesaian . Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI.Jumlah dokumen LAKIP ANRI 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 16. Jumlah HPS yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 14. 17. Jumlah laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 15. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyempurnaan dan Sosialisasi Aplikasi RAB. INDIKATOR (3) Jumlah sistem aplikasi 2010 (4) 1 Sistem 2011 (5) 1 Sistem 2012 (6) 1 Sistem 2013 (7) 1 Sistem 2014 (8) 1 Sistem UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 11. 20. .% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan 4 Laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 1 Laporan 100% 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 4 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan Jumlah naskah dinas 6000 Berkas 6500 Berkas 1 Laporan 7000 Berkas 7250 Berkas 7500 Berkas 96 . Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI. Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI. Jumlah SBK yang disempurnakan 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 13. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). 18. 19.

Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak. 114 Kali 125 Kali 150 Kali 175 Kali 200 Kali 27. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa. Jumlah Pengelolaan/Pengembang an website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting 10 Kali siaran berita TV. 23.3 kali talk show di radio. 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 8 Orang 97 .5 kali berita di media cetak 1 Paket 20 Kali iklan di TV. Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas 152 Kali liputan. 96 kali perekaman TV 350 Institusi 26. 24. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 21. 3 kali talk show di TV. 10 kali siaran berita.10 kali iklan di media cetak 1 Paket 30 Kali iklan di TV.Televisi. 1kali talk show di TV. 10 kali siaran berita Radio. 30 kali siaran berita.1kali talk show di radio. 20 kali siaran berita. 72 kali 50 kali perekaman TV perekaman TV 150 Institusi 250 Institusi 220 Kali liputan. Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 22. Terlaksananya Pengelolaan/Pengemba ngan Website ANRI.3kali talk show di radio.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Ketatausahaan Pimpinan. liputan. 84 kali perekaman TV 300 Institusi 250 Kali Liputan. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting. 2kali talk show di TV.1kali talk show di radio.20 kali Iklan di media cetak 1 Paket 40 Kali iklan di TV.3kali talk show di radio. 2 kali talk show di TV.40 kali iklan di media cetak 1 Paket 1 Paket 3 Kali 6 Kali 6 Kali 12 Kali 12 Kali 25. dan Radio. Terlaksananya Forum Bakohumas. 1kali talk show di TV. 36 kali perekaman TV 60 Institusi 180 Kali 200 Kali liputan. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI. 40 kali siaran berita.30 kali iklan di media cetak 50 Kali iklan di tv.

000 Eks Leaflet 1 Kali 10 Kali 1 kali 2012 2013 2014 (8) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  10.751 Eks Booklet  1. Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 34.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 28.500 Eks Booklet 1. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 37.000 Eks Booklet  1.000 Eks Leaflet 1 Kali 25 Kali 1 Kali (3) (4) Jumlah hearing DPR yang 5 Hearing disusun DPR Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 8 Kali Temu Teknis Eselon I  4.000 Eks Leaflet 1 Kali 20 Kali 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29.000 Eks Leaflet 1 Kali 15 Kali 1 Kali 8 Kali Temu Teknis Eselon I  9. 31.000 Eks Leaflet 1 Kali 5 Kali 1 Kali (6) (7) 5 Hearing DPR 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  8. 32. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 38.000 Eks Booklet  1. 1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali 5 Kali 98 . 30. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 35. Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 36. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya penyusunan bahan hearing DPR Terlaksananya Temu Teknis di Lingkungan Unit Eselon I Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Booklet dan Leaflet Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI Terlaksananya Safari Lembaga Terlaksananya Pembuatan CD Interaktif Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (Media Center) Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga INDIKATOR 2010 2011 (5) 5 Hearing DPR 8 Kali Temu Teknis Eselon I  7. 33.000 Eks Booklet  1.

Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan. 4. Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja.PROGRAM/KEGIAT AN (1) PENINGKATAN LAYANAN HUKUM. 700 Peraturan.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 500 Peraturan. Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan dengan beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun . (Prioritas K/L) Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - 5. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Penyusunan Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 600 Peraturan. PEMBINAAN ORGANISASI DAN KETATALAKSANAA N. 50 referensi 50 referensi 50 referensi 50 referensi 30 SOP 30 SOP 30 SOP 35 SOP 100% 10 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 8 Naskah 99 . dan 1 Perka ANRI Perka ANRI UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian 2. 70 referensi 25 SOP 550 Peraturan. 650 Peraturan. (Prioritas K/L) Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH . (Prioritas Bidang) INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 2011 2012 (6) 30 Perka ANRI 2013 (7) 2014 (8) - (4) (5) 4 PP. 3. (Prioritas K/L) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah dan Pusat Serta Referensi Hukum. 1 3 PP dan 21 Inpres. DAN PENGELOLAAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN ANRI 1.

penggunaan. Penataan dan Pengelolaaan Arsip. Terlaksananya Pembentukan Peraturan yang mencakup Materi tentang Penciptaan. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemberian Bantuan Beasiswa Diploma.pemeliharaan. Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 1 PP 5 Perka - - 11. Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 10 Peraturan 9. Jumlah peraturan tentang penciptaan. penerimaan. Penataan dan pengelolaaan arsip - 2 Peraturan 1 Peraturan - - 10. Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Sistem Administrasi Negara dalam Rangka Memposisikan Arsip. Penggunaan. Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses - 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 2 Peraturan 100 . Pemeliharaan. Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 195 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 100 Orang 8. (Prioritas K/L) Terlaksananya Pembentukan Peraturan tentang Standar Pelayanan Arsip.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. (Prioritas K/L) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri. Penerimaan. Terlaksananya Pembentukan Peraturan INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 55 Orang 2011 (5) 55 Orang 2012 (6) 55 Orang 2013 (7) 55 Orang 2014 (8) 55 Orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7.Sarjana dan Pascasarjana.

CPNS Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan Tunjangan mendapat tunjangan Pengelolaan Arsip kompensasi sesuai nilai Statis.Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI . 14. . Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan pelatihan Pelatihan CPNS. dan tingkat dampak resiko 1 Perka 1 Perka - - 100% 1 Perka - - - - 91 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang - 568 Orang 598 Orang 628 Orang 658 Orang 101 . Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI. 16. 15. INDIKATOR (3) pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12.% Tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang proporsional. Jumlah peraturan Kepala 1 Perka ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI 1 Perka - 1 Perka 1 Perka - 13.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tentang Kriteria Arsip dan Proses Pembuatan Arsip yang Memenuhi Aspek Keabsahan. efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah mekanisme Penyusunan penyediaan informasi Mekanisme Penyediaan Publik yang disusun Informasi Publik di ANRI. Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI.

20. Terlaksananya . 18. 23.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan Terlaksananya Poliklinik/Obat-Obatan INDIKATOR 2010 (4) 526 Orang 2011 (5) 546 Orang 2012 (6) 576 Orang 2013 (7) 600 Orang 2014 (8) 620 Orang 17.Jumlah pejabat Penilaian Angka fungsional yang dinilai Kredit Jabatan .Tersedianya sistem Pegawai. penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah standar tentang Penyusunan/pekompetensi jabatan nyempurnaan Standar struktural Kompetensi Jabatan Struktural. rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah peserta ujian dinas Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas. 21.Tersedianya sistem Fungsional. 24.Jumlah peserta tes Penyusunan Formasi CPNS dan Pengadaan . (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan mengalami kenaikan gaji Administrasi Kenaikan berkala dan kenaikan Pangkat dan Gaji pangkat Berkala.Jumlah peserta diklat UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 250 Orang 275 Orang 285 Orang 305 Orang 325 Orang 140 Orang 120 Orang 100 Orang 90 Orang 80 Orang 100% 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 10 Orang 150 Orang 170 Orang 190 Orang 210 Orang 220 Orang 100% 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 1 Pedoman 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 10 Orang 13 Orang 102 . Terlaksananya . 25. 19. Terlaksananya Diklat Jumlah peserta diklat Pimpinan II-IV pimpinan II-IV Terlaksananya Diklat . 22.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) teknis kepegawaian . Terlaksananya Pembinaan Pegawai 526 Orang 546 Orang 576 Orang 600 Orang 620 Orang 100% 100% 27. 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 7 Jenis Layanan 29.Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) .Jumlah pegawai yang dibina . Terlaksananya Pelantikan dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural 250 Orang 255 Orang 260 Orang 265 Orang 270 Orang 28.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang disempurnakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26. 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 114 Orang 100% 30.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai .Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) .Jumlah pejabat struktural yang mengikuti uji kompetensi . Terlaksananya Penyempurnaan 1 Buku 1 Buku - - - 103 .

Jumlah pegawai yang 200 Orang Penyuluhan Hukum mendapat penyuluhan 1 Pedoman - - - 1 Pedoman 1 Pedoman - - 100% 200 Eks 100 Eks 100 Eks 100 Eks  70 Instansi Pusat  50 Instansi Daerah 30 Perguruan Tinggi Negeri 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 100 Instansi di:  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 100 Instansi di :  Daerah  Provinsi  Kab/Kota  Lembaga Negara 250 Kali 250 Kali 250 Kali 250 Orang 200 Orang 200 Orang 200 Orang 104 . 36. 32.d. 34. Jumlah standar 1 Pedoman kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun . 2009 Terlaksananya Jumlah produk hukum  70 Instansi Penyebarluasan yang disebarluaskan Pusat Produk Hukum  50 Instansi Daerah  30 Perguruan Tinggi Negeri Terlaksananya Jumlah pembahasan 250 Kali Harmonisasi dan rancangan keputusan di Sinkronisasi lingkungan ANRI Keputusan Kepala ANRI Terlaksananya .PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI Terlaksananya Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 31.Jumlah pedoman pola 1 Pedoman dasar mutasi pejabat struktural yang disusun . 33.Tersedianya sistem mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah perka dan kepka 500 Eks Pencetakan Perka Dan ANRI yang dicetak Kepka ANRI ANRI tentang Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s. 35.

Honorarium. (3) hukum .Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Pegawai ANRI INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 100% 2014 (8) 37. dan Honorarium. Gaji. 2. lembur. 39. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Makanan mendapatkan makanan dan Minuman dan minuman penambah Penambah Daya Tahan daya tahan tubuh Tubuh. dan tunjangan Tunjangan. 38. 40.Lembur. PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN ANGGARAN SERTA PELAYANAN PENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS ANRI 1. 3. Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengadaan Pakaian mendapatkan pakaian UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5 Peraturan 5 Peraturan - - - 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 5 naskah 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 150 Orang 526 Orang - 576 Orang 600 Orang 620 Orang 536 Orang 556 Orang 576 Orang 596 Orang 616 Orang Biro Umum 200 Orang 230 Orang 264 Orang 304 Orang 349 Orang 536 Orang 593 Orang 652 Orang 717 Orang 789 Orang 105 .disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI Terlaksananya Jumlah naskah perjanjian Kerjasama Luar kerja sama Negeri Terlaksananya Rakor Jumlah peserta rakor Penyelesaian penyelesaian mekanisme Mekanisme Kerja kerja antar unit di Antar Unit di lingkungan ANRI Lingkungan ANRI Terlaksananya Jumlah peserta seminar Seminar Kearsipan dan kesehatan dan kearsipan Kesehatan Terlaksananya Jumlah pegawai yang Pengelolaan harus dibayar gaji.

540 Surat masuk masuk  2.790 Surat  2. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung.  4. 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 134 Unit 7.850 Surat Keluar Keluar 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 106 . Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet. 12.840 Surat  2. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN. Jumlah bulan pembayaran 12 Bulan langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 9. 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 10. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dinas Pegawai Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor. Terlaksananya Pembayaran Jasa Keamanan dan Kebersihan.580 Surat masuk masuk  2. 23 Item 25 Item 30 Item 35 Item 40 Item 8. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas.625 Surat Keluar Jumlah bulan pembayaran 12 bulan honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran 12 bulan jaringan internet  4. 11.820 Surat Keluar Keluar  4. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4.560 Surat  4. Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara 139 Unit 60 Unit 65 Unit 70 Unit 75 Unit 6.520 Surat  4. INDIKATOR (3) dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 15 Gedung 2011 (5) 17 Gedung 2012 (6) 17 Gedung 2013 (7) 17 Gedung 2014 (8) 17 Gedung UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5.500 Surat masuk  2.

Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas.000 Item 250 Item BMN rusak berat 6. Terlaksananya Implementasi SAPP. Terlaksananya operasional perkantoran. Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor.500 Item 18. 14.000 Item 22.500 Item 5. Terlaksananya Inventarisasi BMN. 19.000 Item 15. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan.685 Orang 16. 300 Item BMN rusak berat 5. 16. 23. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). INDIKATOR (3) Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan.000 Item 10.000 Item 200 Item BMN 150 Item rusak berat BMN rusak berat 6.000 Item 100 Item BMN rusak berat 7. 15. 17. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Rumah Tangga. 13.544 Orang 31 Daerah 3 Negara Jumlah laporan keuangan 3 Laporan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus 1 Paket 32 Daerah 4 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 5 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 6 Negara 3 Laporan 1 Paket 33 Daerah 7 Negara 3 Laporan 1 Paket 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 20. 18.000 Item 19.500 Item 17. Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN 107 .350 Orang 14.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas 2010 (4) 12 bulan 2011 (5) 12 bulan 2012 (6) 12 bulan 2013 (7) 12 bulan 2014 (8) 12 bulan UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 13. 1 kali - 1 kali 1 kali 1 kali 21.768 Orang 19. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN.513 Orang 17.

(3) (4) Jumlah pengadaan bahan. Terlaksananya Penyusunan Prosedur INDIKATOR 2010 2011 (5) 30 Item 2012 (6) 35 Item 2013 (7) 40 Item 2014 (8) 45 Item 24. Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris. 20 Kali 25 Kali 30 Kali 35 Kali 40 Kali 30. Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip. 120 Kali 122 Kali 124 Kali 126 Kali 128 Kali 31. Jumlah bukti kepemilikan 135 Aset (aset)arsip yang diamankan 136 Aset 137 Aset 138 Aset 140 Aset 32. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP.27 Item bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan e-procurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris 1 Kali UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 25. 1 Kali 1 Kali 1 Kali 1 Kali 26. Terlaksananya Pengamanan. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris. 75% 27. 33.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengadaan bahanbahan Kearsipan. 1 Kali - 1 Kali 1 Kali 1 Kali 28. Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumahtanggaan yang 1 Juklak - - - - 1 Protap - - - - 108 . 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 29.

- 1 Pedoman 1 Daftar 1 Pedoman 1 Daftar 1 Daftar 1 Daftar 37. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital ANRI. Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah. Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI. Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang 1 Juknis 1 JRA 1 Juknis - - - 42. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI. 36. Jumlah pedoman Jumlah daftar arsip - 1 Daftar 100 Record 1 Daftar 200 Record 300 Record - 40.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) tetap Kerumahtanggaan. 39. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif. 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 43. 35. Jumlah daftar Arsip - 1 Daftar 1 Daftar - - 38. Jumlah basis data - 300 Item 300 Item 300 Item - 41. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga. 3 Contoh Kearsipan - 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 3 Contoh Peralatan 109 . Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga. Terlaksananya Pembuatan INDIKATOR (3) disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah Pedoman Jumlah Daftar Arsip vital 500 Record 600 Record 700 Record 800 Record 900 Record 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 34. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI.

Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI. Terlaksananya Lomba Kearsipan di Lingkungan ANRI.Jumlah laporan hasil pengawasan .Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif (pengarusutamaan) . Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI. Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 47.Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil audit - 100% WTP 6 laporan 9 laporan 12 laporan 15 laporan Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasi 8 laporan 12 laporan 15 laporan 18 laporan 20 laporan 110 .% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) . INDIKATOR (3) dibuat Jumlah pedoman 2010 (4) 2011 (5) 2012 2013 (7) Sistem Kearsipan 2014 (8) Sistem Kearsipan - (6) Sistem Kearsipan 1 pedoman - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket - 70 Unit kerja.PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Laboratorium Sistem Kearsipan. Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 45. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 46. Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana 6 Laporan . 100 arsiparis 12 Laporan 70 Unit kerja. 97 arsiparis 10 Laporan 70 Unit kerja. 1. 100 arsiparis 17 Laporan 100% Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 2. 100 arsiparis 14 Laporan 70 Unit kerja. 3. 44.

TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Dekonsentrasi. 10. 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 8. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI. 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 2 Kali 6. Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III Terlaksananya pengisian LHKPN Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 100 orang 2012 (6) 120 orang 2013 (7) 140 orang 2014 (8) 160 orang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 5. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) .% Penyelesaian tindak lanjut atas  2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil   2 Auditor Ahli  4 Auditor Terampil  100%          100%  100% 100% 111 . 5 Laporan 6 Laporan 6 Laporan 7 Laporan 7 Laporan 7. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor. 9. 11. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah.PROGRAM/KEGIAT AN (1) 4.Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif (pengarusutamaan) .

PROGRAM/KEGIAT AN (1) TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR 2010 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN. pemeliharaan Komersial. jasa kearsipan Terlaksananya Jumlah Instansi yang Presentasi Aplikasi dilakukan presentasi Pengelolaan Dokumen/ aplikasi pengelolan Arsip Inaktif Berbasis dokumen/arsip inaktif T.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi 15 Instansi Pusat Jasa Kearsipan 2.I. Terlaksananya Jasa Jumlah instansi Penataan. DAN PERAWATAN KEARSIPAN 1.. dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial Meningkatnya Efektifitas Persentase pemenuhan Pemenuhan Sarana dan sarana dan prasarana Prasarana Kantor untuk kantor untuk mendukung Mendukung Layanan layanan arsip 100% 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 1O Laporan 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 7 Instansi 14 instansi - - - - 100% 100% 100% 100% 100% Sekretaris Utama 112 . PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 1. . berbasis T. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan. 3.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Terlaksananya Jumlah laporan hasil Monitoring/ Evaluasi monitoring pasca layanan Pasca Layanan Jasa. (3) (4) pengaduan yang disampaikan masyarakat (pengarusutamaan) 15 Instansi . 4.I. Pemeliharaan pemerintah dan swasta dan Perawatan Serta yang menggunakan jasa Penyimpanan Arsip penataan. PENYIMPANAN.

Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip.PROGRAM/KEGIAT AN (1) APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Arsip INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip. Jumlah peningkatan/ 3 Paket Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Pengadaan tanah di Jakarta 7000 m2 . Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip - - 2 Lantai Gedung B - - Biro Umum 2. 1 unit peralatan gondola 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 113 . Bogor 5 ha 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 2 unit lift Gedung Depo 1 Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 1 titik sumur artesis. 1 Gedung 1 Gedung - - - 3. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Terlaksananya Peningkatan/Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor. Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik - 1 Gedung D. Terlaksananya Jumlah pembangunan Pembangunan Gedung gedung kantor ANRI Kantor ANRI Pusat dan pusat dan Pusdiklat Bogor Pusdiklat Bogor. - 5. 1 lantai basement Gedung E - 1 Gedung C 2 Gedung (Gedung E dan F) - 4. Fumigasi Arsip. (Lanjutan) Tahap IV. Terlaksananya Rehabilitasi/Reno-vasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.

PROGRAM/KEGIAT AN (1) 6. TARGET OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik INDIKATOR (3) Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 1 paket 2011 (5) 1 paket 2012 (6) 1 paket 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 114 .

Persentase lembaga Efektifitas Negara dan badan Penyelenggaraan pemerintah pusat Sistem Kearsipan di yang memiliki Lembaga Negara dan pedoman kearsipan Badan Pemerintah secara terpadu Pusat 3. Persentase hasil Efektifitas rekomendasi evaluasi Penyelenggaraan yang digunakan Sistem Kearsipan di sebagai input Lembaga Kearsipan penyempurnaan Daerah Provinsi dan sistem kearsipan bagi Kabupaten/Kota lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/Kota 115 . Persentase lembaga Negara dan badan pemerintah pusat yang memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA) Terwujudnya 4.KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PROGRAM/KEGIATA N (1) PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp. Persentase lembaga Pengelolaan Arsip dan unit kearsipan Baik Dinamis maupun yang sudah Statis yang Efektif dan terakreditasi Efisien di Seluruh Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terwujudnya 2.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan 1 2 3 (2) (3) Terwujudnya 1.

PROGRAM/KEGIATA N (1) 4

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terwujudnya Efektifitas Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan TOTAL PROGRAM INDIKATOR (3) 5. Jumlah pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

21.487.278 - Jumlah lembaga/unit kearsipan dan arsiparis yang diakreditasi dan disertifikasi - % Unit penyelenggaran pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan,maklumat pelayanan dan manajemen pengaduan yang efektif (Pengarusutamaan) - Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik (Pengarusutamaan) - % Unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik 195.000

28.730.150 230.000

29.345.500 350.000

28.336.200 400.000

31.237.080 450.000 Direktorat Akreditasi dan Profesi Kearsipan

PELAKSANAAN AKREDITASI DAN PROFESI KEARSIPAN

9.

Terlaksananya akreditasi dan sertifikasi lembaga/unit kearsipan dan SDM kearsipan; (Prioritas K/L)

116

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10. Terlaksananya Bimbingan Arsiparis dan Tim Penilai Angka Kredit Arsiparis 11. Terlaksananya Pembinaan dan Penilaian Angka Kredit Arsiparis Madya 12. Terlaksananya Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional; 13. Terlaksananya Sosialisasi Peraturan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya 14. Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) 15. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Mekanisme Kerja Arsiparis 16. Terlaksananya Rakor dan Sosialisasi pedoman umum Penyelenggaraan Akreditasi dan INDIKATOR (3) (Pengarusutamaan) Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan tim penilai Angka Kredit Arsiparis Jumlah arsiparis yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 138.580 2011 (5) 150.000 2012 (6) 250.000 2013 (7) 275.000 2014 (8) 302.500

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

69.640

75.000

117.500

120.000

125.000

Jumlah peserta pemilihan arsiparis teladan Jumlah peserta sosialisasi peraturan Menpan tentang tentang Jabatan fungsional arsiparis dan angka kreditnya Jumlah pertemuan munas kegiatan asosiasi arsiparis Indonesia (AAI) Jumlah pedoman mekanisme kerja arsiparis Jumlah orang peserta rakor akreditasi dan sertifikasi kearsipan

688.250

635.594

800.000

900.000

1.000.000

77.060

-

100.000

120.000

135.000

20.000

20.000

50.000

60.000

70.000

49.516

-

-

-

-

137.600

155.000

200.000

230.000

245.000

117

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sertifikasi Kearsipan. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

1.375.646 Jumlah instansi pusat dan lembaga kearsipan daerah yang sudah menerapkan SIKD- TIK (Pengarusutamaan) 1.500 .000

1.265.594 2.000.000

1.867.500 2.300.000

2.105.000 2.600.000

2.327.500 3.000.000 Direktorat Kearsipan Pusat

PEMBINAAN KEARSIPAN PUSAT

11. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKD-TIK); (Prioritas Bidang) 12. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan; (Prioritas K/L) 13. Terlaksananya Penerapan Standard University Archives dan Sistem Informasi Kearsipan Statis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SIKSTIK) pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta; 14. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah

Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan

-

1.500.000

1.500.000

1.500.000

1.500.000

Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta yang dibina

-

700.000

750.000

920.000

1.100.000

Jumlah instansi pusat yang mendapatkan Bimkos penerapan sistem kearsipan

105.545

150.000

220.000

245.000

269.500

118

000 190.620 150.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Konsultasi.000 19.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 15.000 170.000 90.000 150. Terlaksananya Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 178.000 200.455 150. Terlaksananya Rakor Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. Terlaksananya Pemilihan Unit Kearsipan Teladan di Instansi Pemerintah Pusat. Jumlah instansi pusat yang mendapatkan konsultasi. 16.200 2014 (8) 160.000 2012 (6) 132.000 - - - - 119 . Jumlah unit kearsipan teladan - 150.000 165.000 20. Jumlah peserta seminar peran pengelolaan arsip dinamis dalam rangka 150.000 125. Pertimbangan.000 110.) OUTCOME/OUTPUT (2) Pusat.000 90.000 198. dan persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat.000 17. Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Lembaga Negara dan Badan Pemerintah Pusat. Jumlah peserta Rakor hasil Bimbingan dan Supervisi sistem kearsipan 148.000 235.000 2013 (7) 145.000 18.000 160. Terlaksananya Seminar Peran Pengelolaan Arsip INDIKATOR (3) Jumlah peserta evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 120. pertimbangan. Jumlah instansi yang mendapatkan supervisi kearsipan 80. dan persetujuan jadwal retensi arsip (JRA) 109.

500 2.000.000 2.200 2.000 4. Terlaksananya Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Statis berbasis Tekonologi Informasi dan Komunikasi (SIKS-TIK).) OUTCOME/OUTPUT (2) Dinamis Dalam Rangka implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) implementasi UndangUndang Keterbukaan Informasi Publik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 2.000 5.500.500.080 Jumlah Kab/Kota yang memperoleh bimbingan kearsipan di pedesaan Jumlah provinsi yang mendapatkan kendaraan layanan masyarakat sadar arsip Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos kearsipan 930.000 7. (Prioritas K/L) 18. Terlaksananya Sosialisasi UndangUndang No. Terlaksananya Peningkatan Masyarakat Sadar Arsip.743 950.000 990.260 250.000 1.100.000.000 5. (Prioritas K/L) 17. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.066.000 300.000 4.000 6.205.200 - - - - 296.000.093.500.000 Direktorat Kearsipan Daerah PEMBINAAN KEARSIPAN DAERAH 16.500.000 400. (Prioritas K/L) 20.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2.010.779.000 450. (Prioritas K/L) 19.000 6.620 Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan SIKS-TIK (pengarusutamaan) Jumlah sosialisasi Undang-Undang nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan 2. Terlaksananya Arsip Masuk Desa.000 6.467.750. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah 150.144.000 8.000 1.000 120 .500.

000 420. Terlaksananya Bimbingan dan Konsultasi Penyusunan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di Pemerintah Kabupaten/Kota. 23.000 420. 24.000 Jumlah laporan evaluasi supervisi kearsipan - 250.000 2014 (8) 360.000 420. Terlaksananya Evaluasi Bimbingan dan Konsultasi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.000 350. Terlaksananya Evaluasi Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota 26.000 Jumlah daerah yang mendapatkan konsultasi pengelolaan arsip statis - 250.000 385.000 275. 22. Terlaksananya Monitoring dan INDIKATOR (3) Jumlah laporan evaluasi Bimkos kearsipan 2010 (4) 2011 (5) 250.000 121 . Terlaksananya Supervisi Kearsipan di Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota. 25.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 375.000 Jumlah daerah yang mendapatkan supervisi kearsipan 296.000 2012 (6) 275. Terlaksananya Konsultasi Pengelolaan Arsip Statis Pasca Otonomi Daerah di Pemerintah Kabupaten/Kota.270 250.000 275.000 375.000 2013 (7) 375.) OUTCOME/OUTPUT (2) Kabupaten/Kota.000 295.000 410.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah daerah yang mendapatkan Bimkos penyusunan JRA - 250.000 275.000 Jumlah laporan monitoring dan evaluasi - 275. 21.000 435.000 375.000 275.

415.000 175.000 12. rencana (Prioritas K/L) peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 12.000 30.000 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN TOTAL KEGIATAN 12.000 350.581 348.745. dan Kriteria (NSPK) Kearsipan Terlaksananya Konsultasi dan Bimbingan bagi Pengelolaan Arsip Masyarakat INDIKATOR (3) Arsip Masuk Desa 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 27. 29. Terlaksananya Diklat .000 260.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.108 150.469.000 28.645.000 385. Standar.000 155.000 400.000. Terlaksananya diseminasi dan sosialisasi Norma.000 230.) OUTCOME/OUTPUT (2) Evaluasi penyelenggaraan Arsip Masuk Desa.000 185.075 12.Tersusunnya Fungsional Arsiparis.000 200. Jumlah lembaga yang mengikuti lomba lembaga kearsipan teladan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 300.000 155.000 11.Jumlah Angkatan Penciptaan Jabatan .000 300. Pedoman. Terlaksananya Penyelenggaraan Lomba Lembaga Kearsipan Teladan.000 350.000 450.000 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan 122 .000 - 200. Jumlah peserta rakor kearsipan lembaga kearsipan daerah 152. Terlaksananya Rapat Koordinasi Kearsipan bagi Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi.000 200. Jumlah bimbingan dan konsultasi - 125.000 12.080 495.000 130.

Terlaksananya Diklat Kearsipan melalui Dana Dekonsentrasi.000 85.000 40.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.(PNBP) 16.000 85.000 - 182.000 300.000 73.630. Terlaksananya Penyusunan Program Diklat Fungsional Arsiparis 19.000 125.000 2011 (5) 4.760 130.000 55. Terlaksananya Evaluasi Pasca Diklat 22. Terlaksananya Penciptaan Visualisasi Media Belajar 20.361 75.800. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.600. Terlaksananya Pengembangan Perpustakaan Pusdiklat Kearsipan 21.000 35. 15.000 250.000 110.000 66.475. (Prioritas K/L) 14.000 90. Terlaksananya Diklat Teknis Kearsipan.475 408.000 200.000 40.800 60.330.000 166.000 250. dan Kurikulum Diklat Kearsipan 17.000 1.000 25.) OUTCOME/OUTPUT (2) 13.000 200.600 724.000 2014 (8) 6.000 - 1.300.000 2012 (6) 5.000 200.556 340.000 35.000 75. Terlaksananya Pengembangan Laboratorium Sistem Kearsipan 18.000 300.000 55.043 75.000 123 .000 34.000 - 1.000 65.015 55.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah peserta diklat teknis kearsipan Jumlah modul dan kurikulum diklat kearsipan yang disusun Jumlah unit laboratorium sistem kearsipan Jumlah brosur program diklat fungsional kearsipan yang disusun Jumlah visualisasi media belajar Jumlah perpustakaan kearsipan yang dikembangkan Jumlah laporan evaluasi pasca diklat Jumlah peserta diskusi ilmiah para pengajar/ widyaiswara 800.400.220 30.000 65.600.000 2013 (7) 5.000 100.000 125. Terlaksananya Penyusunan Modul. Terlaksananya Diskusi Ilmiah Para Pengajar/ Widyaiswara INDIKATOR (3) Jumlah provinsi penerima dana dekon 2010 (4) 3.

kartografi dan kearsitekturan yang dibuat 14.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23. Terlaksananya T. Jumlah daftar arsip konvensional. Jumlah arsip yang diakuisisi 12.715.431 6. Inventarisasi Arsip. kartografi.000 9.000 2013 (7) 130. dan Guide yang Dapat Dimanfaatkan untuk Kepentingan Publik 11.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.548. Pusdiklat Kearsipan INDIKATOR (3) Jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh TU Pusdiklat 2010 (4) 109. dan kearsitekturan yang 124 .000 2014 (8) 150.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Meningkatnya Penilaian dan Akuisisi Arsip untuk Memperkaya Khasanah Arsip serta untuk Menjamin Terselamatkan dan Terlestarikannya Arsip Demi Generasi Mendatang Meningkatnya Pengolahan Arsip Demi Terwujudnya Daftar Arsip. audio visual.556 8. Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan arsip 5. Jumlah inventaris arsip konvensional.000 8.520. kartografi.elektronik. elektronik. Jumlah guide arsip konvensional.082 2011 (5) 100. dan kearsitekturan yang dibuat 15. audio visual.166.U.000 2012 (6) 110.000 Deputi Bidang Konservasi Arsip 2 13. audio visual. elektronik.604.

dan Keamanan Arsip dari Bahaya Kerusakan Arsip maupun Informasinya 4 Meningkatnya Pelayanan dan Pemanfaatan Arsip Untuk Kepentingan Pemerintah.000 203.100 155.543 12. Penataan. Jumlah arsip rusak yang direstorasi 17.514 141.) OUTCOME/OUTPUT (2) dibuat 3 Meningkatnya Preservasi Arsip Demi Terwujudnya Pemeliharaan.543 Direktorat Akuisisi PENILAIAN DAN AKUISISI ARSIP 16.454. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Kabinet Indonesia Bersatu.100 235. (Prioritas K/L) Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 117. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan TOTAL PROGRAM 16.560. Jumlah pameran arsip yang diselenggarakan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 7.985 Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 200.268.643 420.868.459 260.543 14. Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap dan bahan kearsipan 19. Jumlah arsip yang dialih media/ reproduksi 18.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Pembangunan.543 11. Terlaksananya Monitoring dan Penyelamatan Arsip/Dokumen Negara mengenai Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2009.141 365. (Prioritas K/L) 17.000 8.951 285.953. Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 20.000 125 .

Terlaksananya Penyelamatan Arsip organisasi Kemasyarakatan Bidang Keagamaan.000 94.500 2013 (7) 91.000 125.000 210.000 85.000 140.000 2011 (5) 63.000 125. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pilkada.000 Jumlah tokoh atau - 61.000 140.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 65. Terlaksananya INDIKATOR (3) Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 50.000 135.000 115. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Partai Politik Peserta Pemilu 2009. 19.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 75.) OUTCOME/OUTPUT (2) 18.000 85.100 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 150. Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perbatasan Wilayah dan Batas Negara. 22.000 190. 23.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 100.000 125.000 160.000 110.000 100. Terlaksananya Penyelamatan Arsip Tokoh Nasional/Pelaku Sejarah.000 165. 24.000 210.000 190.000 75.000 175. Terlaksananya Pelacakan dan Penelusuran Arsip Supersemar. Terlaksananya Penilaian dan Akuisisi Arsip Lembaga Peradilan di Indonesia.800 2014 (8) 110.000 72.000 78.800 2012 (6) 76. 20.000 Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 126 .000 83. 25. 21.000 140.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 Jumlah arsip yang diselamatkan - 100.000 140.

000 135.) OUTCOME/OUTPUT (2) Perekaman Para Tokoh/Pelaku Sejarah Pembentukan Dan Pemekaran Wilayah Serta Konflik di Daerah melalui Wawancara Sejarah Lisan. RMS dan Konflik Lainnya Terlaksananya Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Perusahaan/ BUMN Terlaksananya Workshop Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen BUMN sebagai Dampak Revitalisasi Terlaksananya Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Bangunan Sejarah/Bangun-an Negara Indonesia Terlaksananya Penelusuran Jejak INDIKATOR (3) pengkisah yang diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.000 127 . Jumlah arsip yang diselamatkan 150.000 - - - - 29.000 60. Jumlah peserta workshop penyelamatan dan pelestarian arsip/dokumen BUMN sebagai dampak revitalisasi Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 85.000 - 110.000 74. Jumlah tokoh atau pengkisah yang diwawancarai 200.000 83.000 61. OPM. Jumlah tokoh atau pengkisah yang 100.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 28.000 190.000 50. Terlaksananya Wawancara Sejarah Lisan mengenai Kembalinya GAM ke Pangkuan Ibu Pertiwi.000 120.000 94.000 210.580 175.000 30. 50.000 110.000 90.000 72.000 27.

325. 18.000 210.250 2.000 Direktorat Pengolahan 625.000 95.443 200.000 130.000 85.408.500 1.000 PENGOLAHAN ARSIP STATIS 17.417. Terlaksananya Pengolahan Arsip Rekaman Suara.000 100. Terlaksananya Pengolahan Arsip Video. Terlaksananya Pengolahan Arsip 564.000 2. 22. Terlaksananya Pengolahan Arsip Film.000 75. 21.096.000 92. 24.000 170.000 128 .000 100.000 110.000 110.023 157.500 175.000 135. Terlaksananya Pengolahan Arsip Microfilm.000 130.643 230.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 25. 19.000 93.000 100.000 135. Terlaksananya Pengolahan Arsip Foto.000 115.337 312.000 155.000 155. Terlaksananya Pendataan dan inventarisasi Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945.000 190. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional Hindia Belanda.514 Jumlah daftar arsip yang diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah - 1. 23.302 50.716.000 171.000 120.000 150.000 190.000 60.000 Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 149.043 175.320 28. Terlaksananya Pengolahan Arsip Konvensional VOC.) OUTCOME/OUTPUT (2) Masyarakat Suriname yang Telah Kembali ke Indonesia TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) diwawancarai 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1.000 75.000 110.427 100.000 89. 20.609 570.000 589.

) OUTCOME/OUTPUT (2) Peta (Kartografi). Terlaksananya Pengolahan Arsip Organisasi Massa/Organisasi Politik yang Diakuisisi.500 510.000 2013 (7) 235. 29.000 95.000 71.694. 27.000 235.000 2012 (6) 210.400 1.000 93.670 2011 (5) 115. Terlaksananya pengolahan arsip elektronik.655.000 1.000 2.500 100. 75.000 80.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 Direktorat Preservasi 129 . Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 117.000 95. Terlaksananya Pengolahan dan Ekspose Arsip Lembaga Negara/Badan Pemerintah.000 275. Terlaksananya Pengolahan Arsip Kearsitekturan. 28.500 - 75.000 115.000 2014 (8) 250.000 135.500 215.000 115.000 110.000 85.000 3.600 80.750 400.255 50.320 450. Terlaksananya Pemeliharaan Keakurasian Dan Keabsahan Data yang Diolah TOTAL KEGIATAN PRESERVASI KEARSIPAN 1. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perusahaan yang Diakuisisi.000 65.000 77.000 31.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.000 30.043.000 120.000 122.919 205. Terlaksananya Jumlah daftar arsip diolah Jumlah data yang dipelihara - 75.510 Jumlah daerah bencana 500.000 85.717.000 2.406. Terlaksananya Pengolahan Arsip Perorangan yang Diakuisisi 32. INDIKATOR (3) Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah Jumlah daftar arsip diolah 2010 (4) 206.109 460.000 155.

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Pasca Bencana; (Prioritas K/L) 2. Terlaksananya Implementasi Pengamanan Arsip melalui Sistem Barcode; (Prioritas K/L) 3. Terlaksananya Penataan Arsip Konvensional sesuai dengan Nomor Inventaris (Registrasi Arsip); 4. Terlaksananya Penyimpanan Arsip Berdasarkan Peta Lokasi Penyimpanan yang Sesuai Standar Penyimpanan 5. 6. Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Film; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Video dan Rekaman Suara; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Microfilm; Terlaksananya Penyimpanan dan Penataan Arsip Foto; Terlaksananya INDIKATOR (3) yang arsipnya diselamatkan 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

Jumlah arsip yang di barcode

500.000

404.393

450.000

475.000

490.000

Jumlah arsip konvensional yang tertata sesuai dengan registrasi arsip Jumlah arsip yang tersimpan berdasarkan peta lokasi penyimpanan sesuai standar penyimpanan yang dilakukan Jumlah arsip film yang disimpan dan ditata Jumlah arsip video yang di tata dan didata Jumlah arsip microfilm yang disimpan dan ditata Jumlah arsip foto yang disimpan dan ditata Jumlah arsip

-

78.125

80.938

90.000

90.000

-

78.125

80.938

90.000

90.000

36.457 65.307

100.000 50.000

195.000 103.219

215.000 120.000

235.000 145.000

7.

189.056

100.000

120.000

140.000

231.584

8. 9.

78.015 78.225

75.000

85.000

120.000

150.000

130

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyimpanan dan Penataan Arsip konvensional; Terlaksananya Restorasi Arsip Konvensional; Terlaksananya penataan dan pendataan Arsip Kartografi dan Kearsitekturan; Terlaksananya Restorasi Arsip Media Baru; Terlaksananya Alih Media Arsip Film; INDIKATOR (3) konvensional yang disimpan dan ditata Jumlah arsip konvensional Yang di restorasi Jumlah arsip kartografi dan kearsitekturan yang ditata dan didata Jumlah arsip media baru yang direstorasi Jumlah arsip film yang di alihmedia Jumlah arsip foto yang di alihmedia Jumlah microfilm yang di alihmedia Jumlah microfilm positif yang dibuat 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8)

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

10. 11.

282.912 55.900

250.000 25.106

300.834 27.617

335.000 30.378

350.000 33.416

12. 13.

145.628 105.187 40.145 166.422 -

150.000 100.000

150.000 105.000

165.000 130.000

185.000 175.000

14. Terlaksananya Alih Media Arsip Foto; 15. Terlaksananya Alih Media Microfilm; 16. Terlaksananya Pembuatan Microfilm Negatif dan Positif Koleksi Hindia Belanda; 17. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Statis(Foto, Peta, dan Kertas); 18. Terlaksananya Digitalisasi Arsip Video dan Rekaman Suara; 19. Terlaksananya Pengujian arsip dan bahan kearsipan;

125.000

130.000

150.000

165.000

Jumlah arsip statis yang didigitalisasi Jumlah arsip video dan rekaman suara yang didigitalisasi Jumlah laporan hasil pengujian arsip/protap

-

200.000

200.000

250.000

280.000

-

150.000

155.000

280.000

310.000

179.561

59.578

179.000

197.000

215.000

131

PROGRAM/KEGIATA N (1)

ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT (2) 20. Terlaksananya Fumigasi Gedung Depo Arsip Konvensional; 21. Terlaksananya Pengadaan Peralatan Alih Media Film dan Microfilm 22. Terlaksananya Pengadaan Alat Vacuum Freeze Dry Chamber; TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Luas gedung yang di fumigasi Jumlah peralatan alih media film dan microfilm Jumlah alat Vacuum Freeze Dry Chamber 2010 (4) 213.132 2011 (5) 150.000 2012 (6) 170.000 2013 (7) 195.000 2014 (8) 205.000

UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9)

141.800

-

125.000

140.000

-

-

-

-

-

-

2.778.147 Jumlah Arsip Citra Daerah yang diterbitkan 355.450

2.555.327 330.000

3.057.546 359.004

3.572.378 400.000

3.860.000 475.000 Direktorat Pemanfaatan

PEMANFAATAN ARSIP

13. Terlaksananya penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Daerah”; (Prioritas K/L) 14. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip “Arsip Citra Nusantara Jilid V”; (Prioritas K/L) 15. Terlaksananya Penyusunan dan Penerbitan Naskah Sumber Arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia Jilid V; (Prioritas K/L)

Jumlah Arsip Citra Nusantara Yang diterbitkan

161.140

-

-

-

-

Jumlah naskah sumber arsip Perjanjian Perbatasan Wilayah Republik Indonesia jilid V yang diterbitkan

216.710

-

-

-

-

132

500 123.000 160. Terlaksananya Diseminasi dan Sosialisasi Arsip INDIKATOR (3) Jumlah khasanah arsip ANRI yang diterbitkan 2010 (4) 190.000 65. (Prioritas K/L) 17.000 479.000 115.000 474.000 2012 (6) 192. Terlaksananya fasilitasi teknik pelayanan pemanfaatan arsip statis.000 2013 (7) 215. Terlaksananya Layanan Arsip Konvensional Periode Sebelum dan Setelah 45.455 60.000 2014 (8) 275.000 133 . Terlaksananya Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam 18. Terlaksananya Penerbitan Naskah Sumber “Khasanah Arsip ANRI” Seri : Citra Daerah .615. Media Baru dan Kartografi.000 65.000 125.050 252.423.000 250. 20.) OUTCOME/OUTPUT (2) 16. 22.(PNBP) 21.000 2.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah paket kegiatan Operasionalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Arsip Tsunami di provinsi Aceh Nanggroe Darussalam Jumlah buku langka yang dialihmediakan dalam bentuk digital Jumlah perguruan tinggi yang memperoleh pelayanan pemanfaatan arsip statis Jumlah arsip konvesional periode sebelum dan setelah 45.000 266.000 150.000 60. Terlaksananya Pemeliharaan dan perawatan bahan Perpustakaan.000 111.000 300.675.000 135.200 513.000 2011 (5) 125.756.959 - 450.000 2.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Pameran Kearsipan.000 735. media baru dan kartografi yang ditelusuri Jumlah pameran kearsipan Jumlah peserta diseminasi dan sosialisasi - 1.700 280.000 635.708 130.700 100.000 2. 19.

000 30.200 - 62.000 134 .000 TOTAL KEGIATAN PROGRAM PENYELENGGARAA N KEARSIPAN NASIONAL 1 Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional Maupun Elektronik Tercapainya Efektifitas Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Statis Baik Konvensional maupun Elektronik TOTAL PROGRAM Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis dan statis yang menjadi NSPK 1.733 3.705.000 15.500 3.000 4.000 20.332.025.918.500 Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan 2 2.535.142.000 85.000 10.612 4.000 INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah tamu Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) 60.) OUTCOME/OUTPUT (2) Statis.265.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.600 4. 24. 23.955.814 3.580 2. Terlaksananya Pembuatan dan Penyebarluasan Brosur.093.590. Terlaksananya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Jumlah brosur yang disebarluaskan 12.200 75.000 5.

000 220.000 294.000 2012 (6) 270.388 2011 (5) 200.800 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Jumlah pedoman dan hasil kajian 594. INDIKATOR (3) Jumlah pedoman.000 UNIT ORGANISASI 2014 PELAKSANA (8) (9) 388.594 100.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Dinamis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Yang Andal. 9.PROGRAM/KEGIATA N (1) PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN NASIONAL ALOKASI (ribuan Rp.703 300.000 Jumlah hasil kajian - 200.750 350.hasil kajian. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Norma dan Standar Kearsipan Statis Dalam Rangka Membangun Sistem Kearsipan Sehingga Terwujud Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). (Prioritas K/L) 11. Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis. Utuh.000 135 . Sistematis. dan Menyeluruh. (Prioritas K/L) 10.000 295.000 235.000 2013 (7) 324. jurnal kearsipan 2010 (4) 846.

Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Terhadap Prasarana dan Sarana Kearsipan dalam rangka Standarisasi untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis.000 Jumlah hasil kajian - 200.000 150.000 216. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Unit Kearsipan dalam rangka Mengembangkan Standar Unit Kearsipan Dalam Mengelola Arsip Dinamis. 14.000 170.000 180.200 136 .000 Jumlah hasil kajian - 100.000 2013 (7) 294.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah hasil kajian - 125. Terlaksananya Pengkajian Kelembagaan Organisasi (Lembaga) Kearsipan Daerah dalam rangka Meningkatkan Pengelolaan Arsip Statis Sebagai Memori Kolektif Dan Jati Diri Bangsa.) OUTCOME/OUTPUT (2) 12.000 115. 13.000 294. 15.000 220.000 140.000 2012 (6) 220.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.750 2014 (8) 350. Terlaksananya Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 2011 (5) 200.750 350.

000 2. Kabupaten/Kota) Untuk Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Statis Terutama Dalam Menyelenggarakan JIKN TOTAL KEGIATAN UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) - 200.750 350.600 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan 273.000 2.440. Jumlah hasil kajian/NSPK 117.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Terlaksananya Jumlah Hasil Kajian Pengkajian Terhadap SDM Kearsipan Pada Lembaga Pemerintah Daerah (Provinsi.703 150.715.248 150.000 1.600 PENINGKATAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN 21) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Efektifitas Sistem Aplikasi Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) .325.000 190.000 228.000 137 . 22) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Perubahan dalam Pengelolaan Arsip Elektronik.000 265.000 1.000 220.000 381.470.000 294.058.000 318. 16.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) Lembaga Negara Tingkat Pusat dalam rangka Mendukung Penyelenggaraan Kearsipan Dinamis.902 1.982 Jumlah hasil kajian/NSPK 143.

000 355.000 220.000 60.400 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pengelolaan isi portal Jumlah penambahan basis data 37.000 78.600 58.) OUTCOME/OUTPUT (2) 23) Terlaksananya Pengkajian Pengelolaan Arsip Untuk Aktivitas Berbasis Web di Lingkungan Pemerintahan 24) Terlaksananya Pengelolaan Isi Portal JIKN 25) Terlaksananya Penambahan Isi Basis Data Arsip Pilkada pada JIKN 26) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) 27) Terlaksananya Pengembangan Pedoman Ekstrasi Informasi Publik Yang Dikecualikan Yang Terkandung Dalam Arsip Baik Dalam Format Kertas Maupun Elektronik.000 511.350 30.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2013 (7) 72.200 Jumlah Pedoman 58.000 264.594 - - - - Jumlah hasil kajian/NSPK - 200. 28) Terlaksananya Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi Kearsipan.000 2014 (8) 86.500 72.600 87. INDIKATOR (3) Jumlah hasil kajian 2010 (4) 52.120 Jumlah hasil kajian/NSPK 348.000 93.900 2011 (5) 2012 (6) 60.000 65.500 45.199 200.800 138 .000 316.000 426.

550.007.030 25.235. Persentase Produk Hukum penyelesaian Kearsipan Yang peraturan di bidang Disahkan Menjadi kearsipan 139 .400 74.094. Persentase berkurangnya revisi kegiatan yang diajukan unit kerja Meningkatnya 17.000 2014 (8) 410.600 2.860.280 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 1.000 60.000 50. Persentase dokumen Pelaksanaan Urusan administrasi Ketatausahaan perkantoran yang dapat diselesaikan tepat waktu Meningkatnya Jumlah 19. Persentase Pemberitaan tentang informasi/pemberitaa Kearsipan yang n bidang kearsipan Dimuat di Media yang disajikan Massa maupun melalui media massa Elektronik maupun elektronik Terwujudnya 18.000 2013 (7) 342.000 2012 (6) 285.030 1.000 Sekretariat Utama PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 1 Terwujudnya Pelaksanaan Kegiatan yang Sesuai dengan Perencanaan Program dan Anggaran 2 3 4 15.500 1.) OUTCOME/OUTPUT (2) 29) Terlaksananya Rakornas JIKN 30) Terlaksananya Penyusunan Materi Diseminasi Khasanah Arsip Statis ANRI melalui Internet TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah peserta rakornas Jumlah khasanah arsip statis ANRI yang disusun dalam format tematis melalui internet 2010 (4) 250.598 1.475 27.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.430 2011 (5) 207. Persentase dokumen perencanaan dan pelaporan yang dapat diselesaikan tepat waktu 16.

Persentase layanan di bidang hukum yang tepat sasaran 23. Persentase penyelesaian SOP unit kerja Meningkatnya Jumlah 24.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Persentase temuan Temuan Hasil pengawasan/pemeri Pemeriksaan ksaan/pengaduan Pengelolaan APBN masyarakat yang UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 140 .penatau dan Tepat Waktu sahaan anggaran/ barang dan pertanggung jawaban serta pelaporannya Meningkatnya Jumlah 27. Persentase Pegawai yang penempatan Ditempatkan Sesuai pegawai sesuai Keahliannya dengan kompetensi Terwujudnya 25.) OUTCOME/OUTPUT (2) Peraturan Kearsipan INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) 5 6 7 8 9 (3) 20. Persentase Pelayanan ketepatan pelayanan Administrasi pengurusan pegawai Kepegawaian Meningkatnya Jumlah 26. Persentase Pengelolaan peningkatan Administrasi kualitas Keuangan yang Baik pengelolaan. Persentase penyelesaian peraturan tentang tugas dan fungsi unit kerja Meningkatnya Kualitas 21. Jumlah pengunjung Kelembagaan dan ANRI Ketatalaksanaan ANRI 22.

KETATAUSAHAAN PIMPINAN SERTA HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ANRI 2.302 726.000 5.000 408.261 600.540 - - - 310.490 135. Terlaksananya Jumlah dokumen Penyusunan Penetapan penetapan kinerja yang Kinerja Arsip Nasional dihasilkan Republik Indonesia.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. EVALUASI DAN PELAPORAN. Jumlah Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 61.701 476.000 67.941.000 62.000 155.000 57.520 752.000 - - - 141 .296. 276. (Prioritas K/L) Terlaksananya Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Arsip Nasional Republik Indonesia.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) (2) (3) ANRI yang ditindaklanjuti Ditindaklanjuti 10 Meningkatnya Jumlah 28.000 370. Jumlah Perusahaan yang instansi/perusaha-an Menggunakan Jasa yang memanfaatkan Kearsipan jasa kearsipan TOTAL PROGRAM 1.659 167.182 74. Jumlah dokumen Masterplan ANRI yang dihasilkan - 275. Terlaksananya Sosialisasi Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa melalui Media Massa dan Elektronik.358 Biro Perencanaan PENINGKATAN KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN.476 3.548 310. Terlaksananya Penyusunan Rencana Strategis Arsip Nasional Republik Indonesia (Renstra ANRI).332 675. Jumlah dokumen rencana kinerja tahunan yang dihasilkan 269.294. Terlaksananya Penyempurnaan Rencana Pembangunan Jumlah dokumen Renstra ANRI yang dihasilkan 88.237.603 4.593 550.150 149.930.

11. Terlaksananya Penyempurnaan dan INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pedoman yang dihasilkan - 175.450 482.000 414.000 74. 10.745 57.128 365.000 51.949 Jumlah dokumen PNBP yang dihasilkan 56. Terlaksananya Rakernis Program dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia. 8.035 130. 6.166 142 .) OUTCOME/OUTPUT (2) Jangka Panjang Bidang Kearsipan (Masterplan ANRI).955 96.000 287.914 Jumlah dokumen PO yang dihasilkan 29. Terlaksananya Penyempurnaan Pedoman Penyusunan Rencana Kinerja dan Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.000 175.000 150.261 Jumlah sistem aplikasi 113.405 - Jumlah peserta rakernis program dan anggaran 120.639 65. 7.000 - 172. Terlaksananya Penyusunan Rencana Anggaran Arsip Nasional Republik Indonesia.475 321.514 35.000 45. Terlaksananya Penyusunan Petunjuk Operasional (PO) Arsip Nasional Republik Indonesia.750 85. 9.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 172.943 Jumlah dokumen rencana anggaran yang dihasilkan 276.000 375. Terlaksananya Penyusunan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Arsip Nasional Republik Indonesia.485 193.000 250.

884 70.000 240.747 257. 16. 17.000 142.000 190.000 Jumlah naskah dinas 300.000 345.000 59. Terlaksananya Penyusunan LAKIP ANRI.000 14.000 Jumlah laporan 33.000 15. Terlaksananya Penyusunan Evaluasi Program Kinerja.000 63. .000 235.112 163. Terlaksananya Penyempurnaan Standar Biaya Khusus.000 125.000 150.000 70.133 40.000 65. Terlaksananya Evaluasi Pelaksanaan Renstra ANRI Tahun 2004-2009 20.791 60.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 55.000 85.827 13.% Penerapan SAKIP (pengarusutamaan) Jumlah dokumen laporan triwulan Jumlah dokumen laporan tahunan Jumlah laporan 63.000 75. Terlaksananya Penyelesaian Ketatausahaan Pimpinan.000 110.924 308.000 55. 51.000 85. 18. Terlaksananya Penyusunan Laporan Tahunan ANRI.000 80. Jumlah SBK yang disempurnakan Jumlah HPS yang disempurnakan 42.616 46.000 200.000 40.670 95.000 65. INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 12. Terlaksananya Penyempurnaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).736 345.244 70. Jumlah laporan 236.) OUTCOME/OUTPUT (2) Sosialisasi Aplikasi RAB.000 115.000 55.000 230.131 48.000 175.000 70. Terlaksananya Penyusunan Executive Report.000 143 .000 95.000 250. Terlaksananya Penyusunan Laporan Triwulan ANRI. 19.Jumlah dokumen LAKIP ANRI .

000 250.005 48.000 200.000 262. Terlaksananya Peliputan Kegiatan dan Perekaman Peristiwa Penting.000 52.000 191.000 125.000 495.000 450.000 287.000 100.000 80. dan Radio.000 97.000 232. Terlaksananya Temu Teknis Di Lingkungan Unit Eselon I INDIKATOR (3) Jumlah sosialisasi kelembagaan ANRI 2010 (4) 100.000 150.202 400. Terlaksananya Forum Bakohumas.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 2013 (7) 171.000 46.000 85.921 175.000 95.000 2011 (5) 90.000 144 . 27.000 250.300 210.000 65.475 316.000 65. Terlaksananya Penerbitan Majalah Kearsipan ANRI.000 100.000 65.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah Pengelolaan/Pengemban gan website ANRI Jumlah Pelaksanaan penerbitan majalah kearsipan ANRI Jumlah peliputan kegiatan dan perekaman peristiwa penting Jumlah pelaksanaan apresiasi kearsipan bagi pelajar dan mahasiswa Jumlah kegiatan keprotokolan Jumlah pegawai yang dikirim ke forum Bakohumas Jumlah hearing DPR yang disusun Jumlah temu teknis di lingkungan unit Eselon I 33.200 74.) OUTCOME/OUTPUT (2) 21. 24.000 216.640 68.000 2012 (6) 150.000 30. 26.600 42. 25.060 368.000 2014 (8) 200. Terlaksananya Sosialisasi Kelembagaan ANRI Melalui Media Cetak. 28. Terlaksananya Apresiasi Kearsipan Bagi Pelajar dan Mahasiswa.000 200. Terlaksananya Pengelolaan/Pengem bangan Website ANRI. Terlaksananya Penyusunan Bahan Hearing DPR 29.000 200.500 240. Terlaksananya Optimalisasi Keprotokolan.955 180.000 495. 23. 22.Televisi.000 230.

) OUTCOME/OUTPUT (2) 30.912.000 55. Terlaksananya Revisi Visual Profil ANRI 32.601 7.825 2011 (5) 48.000 70.D.000 85.000 105.110.000 32.000 650. Terlaksananya Pembuatan Pusat Informasi dan Publikasi ANRI (media center) 35. Interaktif 34. Terlaksananya Promosi dan Publikasi Kearsipan 36.617 77.550.000 37.700 71.000 750. Terlaksananya Pembuatan Data Base Penghubung Antar Lembaga TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah buklet dan leaflet yang dibuat 2010 (4) 53.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.478 5.000 93.000 62.000 50.000 101.636 7.850 39.188.500 55.000 62.360 75.500 93.124 6.250 Jumlah promosi dan publikkasi kearsipan Jumlah pelaksanaan lomba karya tulis bidang kearsipan Jumlah pembuatan komputer interaktif Jumlah pembuatan data base 575.990 5.500 2014 (8) 78.000 60.722 145 .700 71.500 110.200 125.000 137. Terlaksananya Pembuatan Bahan Publikasi Buklet dan Leaflet 31.000 93. Terlaksananya Pembuatan Komputer Interaktif 38.659 36.000 2012 (6) 65.500 70.500 102.425 848. Terlaksananya Safari Lembaga 33. Terlaksananya Pembuatan C.000 41.000 105.074.000 2013 (7) 71.650 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah revisi Visual profil Jumlah pelaksanaan safari lembaga kearsipan Jumlah pembuatan CD interaktif Jumlah Pembuatan pusat informasi dan publikasi 75. Terlaksananya Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan 37.000 85.000 85.000 55.478 35.000 812.500 151.187 70.

798 205. (Prioritas PEGAWAI DI Bidang) LINGKUNGAN ANRI 42) Terlaksananya Pembentukan Organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan.000 229.307 210. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang disusun 2010 (4) 500.200 320. 44) Terlaksananya Penyelarasan dan Penyelesaian SOP di Unit Kerja.% SOP yang telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana (pengarusutamaan) Jumlah naskah kerjasama yang dihasilkan 254.300 100.720 146 . Penyusunan Peraturan PEMBINAAN Pelaksanaan UndangORGANISASI DAN Undang Nomor 43 KETATALAKSANAAN Tahun 2009 tentang . (Prioritas K/L) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Hukum dan Kepegawaian Jumlah organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) kearsipan yang dibentuk - - - - - Jumlah peraturan daerah dan pusat serta referensi hukum dalam wadah SJDIH . (Prioritas K/L) 43) Tersusunnya Kumpulan Peraturan Daerah Dan Pusat Serta Referensi Hukum.Jumlah SOP di Unit Kerja yang disusun .600 250. DAN PENGELOLAAN Kearsipan.000 139.000 435.320 200.500.000 291.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah Peraturan Pelaksanaan UndangUndang no.000 2011 (5) 4.000 260.000 150.000.000 2012 (6) 2. (Prioritas K/L) 200.000 45) Tersusunnya Naskah Kerjasama Pengembangan Kearsipan Dengan Beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri.200 558.000 2013 (7) 2014 (8) - (1) (2) PENINGKATAN 41) Terlaksananya LAYANAN HUKUM.

Penggunaan.000 1.penggunaan . 49) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Yang Mencakup Materi Tentang Penciptaan.735.000 1.549.350.000 250.000 200.400 Jumlah peraturan tentang penciptaan. INDIKATOR (3) Jumlah orang penerima beasiswa 2010 (4) 1.000 296.000 200.516 Jumlah peraturan tentang standar pelayanan arsip - 150.307 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah peserta training/kursus kearsipan di dalam negeri dan luar negeri 1.845.800 750. 50) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Sistem Administrasi Negara Dalam Rangka Memposisikan Arsip.000 - - Jumlah peraturan tentang sistem administrasi Negara dalam rangka memposisikan arsip - 150.penerimaan.) OUTCOME/OUTPUT (2) 46) Terlaksananya pemberian bantuan beasiswa diploma.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Penataan Dan Pengelolaaan Arsip. (Prioritas K/L) 47) Terlaksananya Training/Kursus Kearsipan di Dalam Negeri dan Luar Negeri.325.p emeliharaan.712.000 2012 (6) 1. Penataan dan pengelolaaan arsip - 150.000.sarjana dan pascasarjana.750 2014 (8) 1.000 2011 (5) 1.000 - - 147 .811.777 2013 (7) 1. (Prioritas K/L) 48) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Standar Pelayanan Arsip. Penerimaan.000 224.057 1.530. Pemeliharaan.

% Tersusunnya struktur kelembagaan(organ isasi dan tata kerja) yang proporsional.000 100. 13 Terlaksananya Penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI.564 100. Terlaksananya Jumlah peserta Pendidikan dan pendidikan dan Pelatihan CPNS.000 2013 (7) 280.000 100.000 - - 100.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 14.000 - - - - 283.000 2014 (8) 358. 52) Terlaksananya Penyempurnaan Penjabaran Tugas dan Fungsi Organisasi ANRI.000 110.) OUTCOME/OUTPUT (2) 51) Terlaksananya Pembentukan Peraturan Tentang Kriteria Arsip Dan Proses Pembuatan Arsip Yang Memenuhi Aspek Keabsahan.762 148 . INDIKATOR (3) Jumlah peraturan tentang kriteria arsip dan proses pembuatan arsip yang memenuhi aspek keabsahan 2010 (4) 2011 (5) 100.000 105. Terlaksananya Penyusunan Mekanisme Penyediaan Informasi Publik di ANRI.efektif dan efisien (Pengarusutamaan) Jumlah mekanisme penyediaan informasi Publik yang disusun 50. pelatihan CPNS Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan tugas dan fungsi organisasi ANRI .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 15.250 115.000 - 100.Jumlah peraturan Kepala ANRI tentang penyempurnaan Tata Kerja dan Struktur Organisasi ANRI .000 - 200.000 200.000 2012 (6) 250.

315 44.000 72.000 55. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Kenaikan Pangkat dan Gaji Berkala.200 92.) OUTCOME/OUTPUT (2) 16. Terlaksananya Pengelolaan Tunjangan Pengelolaan Arsip Statis.000 71.000 74.000 88.000 170. Terlaksananya Poliklinik/ObatObatan 19.000 40.147 80.Jumlah pejabat fungsional yang dinilai .833 35.000 85. 19.344 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 38.810 110.000 149 . Terlaksananya Penyusunan Formasi dan Pengadaan Pegawai.Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur (pengarusutamaan) Jumlah standar tentang 2010 (4) 2011 (5) 27.651 48. Terlaksananya 37. 22.610 97.000 65.000 21.240 23.Jumlah peserta tes CPNS .000 60.000 95.852 2014 (8) 31.000 75.750 56. Terlaksananya Penyesuaian Ijasah dan Ujian Dinas.430 2013 (7) 29.983 61.430 46.100 40.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 20.Tersedianya sistem rekruitmen yang transparan (pengarusutamaan) Jumlah peserta ujian dinas . INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang mendapatkan tunjangan kompensasi sesuai nilai dan tingkat dampak resiko Jumlah pegawai yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan Jumlah pegawai yang mendapat fasilitas obatobatan di poliklinik Jumlah pegawai yang mengalami kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat . Terlaksananya Pemeriksaan Kesehatan Resiko Pekerjaan 18. 17. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional.902 22.500 60.000 150.076 2012 (6) 28.000 65.866 17.000 55.997 24.000 21.300 42.

Terlaksananya Diklat Teknis Kepegawaian INDIKATOR (3) kompetensi jabatan struktural 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 26.000 45. 24.) OUTCOME/OUTPUT (2) Penyusunan/ Penyempurnaan Standar Kompetensi Jabatan Struktural.Jumlah peserta diklat teknis kepegawaian .000 50.101 72.600 150 . Terlaksananya Pembinaan Pegawai 27.000 255. Terlaksananya Pelantikan Dan Sumpah Jabatan Terlaksananya Pelayanan dan Pengelolaan Administrasi Pegawai 28.000 45.612 145.000 157.050 35.256 80.Tersedianya system penegakan disiplin yang efektif (pengarusutamaan) .950 156.866 56.000 52.Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi (pengarusutamaan) .000 215.000 243.000 65.% Pelanggaran disiplin mendapatkan sangsi (pengarusutamaan) Jumlah pejabat struktural dan fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya Jumlah layanan pengelolaan administrasi pegawai 169.450 20.000 196.000 55.000 175.000 24.000 175.050 24.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. Jumlah peserta diklat pimpinan II-IV . Terlaksananya Diklat Pimpinan II-IV 25.000 20.Jumlah pegawai yang dibina .450 40.

000 - - 30.000 - - - 36.000 - - - Jumlah standar kompetensi jabatan fungsional umum yang disusun . Terlaksananya Penyempurnaan Evaluasi Jabatan di Lingkungan ANRI 31.000 50.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Uji Kompetensi Pejabat Struktural INDIKATOR (3) . Terlaksananya Jumlah produk hukum Penyebarluasan yang disebarluaskan Produk Hukum 30.000 82.862 32.000 45.Jumlah pejabat struktual yang mengikuti uji kompetensi . dan Pencetakan Perka. dan Kepka.d.000 45.000 75. Terlaksananya Jumlah Perka.Tersedianya system promosi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) Jumlah evaluasi jabatan yang dismpurnakan 2010 (4) 39.390 2011 (5) 36.000 2014 (8) 65. ANRI tentang dicetak Organisasi dan Tata Kerja ANRI dari Tahun 1974 s.Jumlah pedoman pola dasar mutasi pejabat struktural yang disusun .000 35.500 151 .000 60. ANRI yang Kepka. 2009 34.868 27.632 33. Terlaksananya Penyusunan Pedoman Pola Dasar Mutasi Pejabat Struktural 35.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 45.000 2012 (6) 45.000 25. 30. Terlaksananya penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Umum 32.000 55.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 29.000 2013 (7) 55.Tersedianya system mutasi yang terbuka dan transparan (pengarusutamaan) 33.

Terlaksananya Jumlah naskah Kerjasama Luar perjanjian kerja sama Negeri 39.178.000 450.000 120.) OUTCOME/OUTPUT (2) Terlaksananya Harmonisasi dan Sinkronisasi Keputusan Kepala ANRI 36.526 9.000 92.500 150.000 65. INDIKATOR (3) Jumlah pembahasan rancangan peraturan di lingkungan ANRI 2010 (4) 63.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah pegawai yang mendapat penyuluhan hukum Tersedianya system penegakan kode etik yang efektif.000 71. Terlaksananya Seminar Kearsipan dan Kesehatan Jumlah peserta rakor penyelesaian mekanisme kerja antar unit di lingkungan ANRI Jumlah peserta seminar kesehatan dan kearsipan 66.662 60.000 200.830 - 55.916.107.000 105. Terlaksananya Penyuluhan Hukum Pegawai ANRI 35.720 70.000 90.236.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.268 7.087.000 43.disertai penerapan reward and punishment (pengarusutamaan) 37.095 152 .739 7.000 55.000 2012 (6) 70.000 100.000 80.000 2014 (8) 90.000 75.000 65.000 46.000 297.000 TOTAL KEGIATAN 6.962 2011 (5) 60.000 140.000 135.647 8.000 50. Terlaksananya Rakor penyelesaian Mekanisme Kerja Antar Unit di Lingkungan ANRI 40. Tersusunnya Program Jumlah rencana Legislasi ANRI pembentukan dan pembahasan peraturan di ANRI 38.000 2013 (7) 80.

842.150. Honorarium. Terlaksananya ADMINISTRASI DAN Pengelolaan Gaji.000 440.192 1.000 4.834 2.597.301 1.) OUTCOME/OUTPUT INDIKATOR (3) Jumlah pegawai yang harus dibayar gaji.800 1.000 250.213 2.296 182.271.000 275. 56.000 668.976 1.000 3.200 3.234 1. PENGELOLAAN Lembur. 55.000 1.645 2013 (7) 31.lembur.031 1.358. 54.356.039.000 299.000 1.265.416.167 2011 (5) 26.157 3.458.240 220.200 3.040.515.154.000 492. Terlaksananya Pembayaran Langganan Daya dan Jasa.000 1.000 840.760 412.167 2012 (6) 27.169 (1) (2) PEMBINAAN 48.120 Jumlah pengadaan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor Jumlah kendaraan bermotor yang terawat Jumlah sarana gedung yang terpelihara Jumlah bulan pembayaran langganan daya dan jasa Jumlah bulan restribusi pengamanan kantor 139.000 250. Terlaksananya Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor.000 200.000 704. 53.000 155.270.509.PROGRAM/KEGIATA N ALOKASI (ribuan Rp.039. Terlaksananya Pembayaran Jasa UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Biro Umum 363. Honorarium.247. 50.980 2014 (8) 33.470. Terlaksananya Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor. 52.960. Terlaksananya Pengadaan Pakaian Dinas Pegawai 51. Terlaksananya Perawatan Kendaraan Bermotor.250 1.600 2. ANGGARAN SERTA dan Tunjangan.000 153 .600 5.680 532.800 527.000 400.000 280.184.644. Terlaksananya Perawatan Sarana Gedung.960.000 4. dan tunjangan Jumlah pegawai yang mendapatkan makanan dan minuman penambah daya tahan tubuh Jumlah pegawai yang mendapatkan pakaian dinas Jumlah gedung kantor yang terpelihara 2010 (4) 26. PELAYANAN PENUNJANG 49.660.372.791. Terlaksananya PELAKSANAAN Pengadaan Makanan TUGAS ANRI dan Minuman Penambah Daya Tahan Tubuh.

108 682.900 1.865 335. Terlaksananya Pengelolaan Perjalanan Dinas Pimpinan.400 263.) OUTCOME/OUTPUT (2) Keamanan dan Kebersihan.000 30.000 106.000 35. INDIKATOR (3) Dan kebersihan Jumlah surat masuk dan keluar 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 70.788 220.865 375.000 246.000 392.000 70. 64.619 17.000 449.000 750.500 1.500 1.300 Jumlah bulan pembayaran honor pengelola keuangan Jumlah bulan pembayaran jaringan internet Jumlah bulan pengadaan keperluan kantor yang disediakan Jumlah bulan pengadaan peralatan rumah tangga yang disediakan Jumlah orang dalam pertemuan.320 420.628 190.250 750.000 96.232 16. Terlaksananya Pengadaan Keperluan Kantor 61.600 575.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 63.648 326. Terlaksananya operasional perkantoran.000 117.197.000 480.000 420.000 620.000 350.000 25.000 80.600 125.876 181.000 105. Terlaksananya Pengelolaan Administrasi Keuangan.392. Terlaksananya pembayaran Honor Pengelola APBN.000 537.624.832 466. Terlaksananya Implementasi SAPP 65.440 154 . Terlaksananya Pembayaran Langganan Internet 60.400 1.000 90.400 96.552 908.000 419.jamuan tamu dan rapat-rapat dinas Jumlah perjalanan dinas Jumlah laporan keuangan Jumlah dokumen administrasi keuangan yang dapat diselesaikan secara 335. 57.568 295. Terlaksananya Peralatan Rumah Tangga 62.502 825. Terlaksananya Penerimaan dan Pengiriman Surat Dinas 58. 59.532.

000 50. 69.000 26.200 105.000 70.000 50.800 850. Terlaksananya Penghapusan Barang Milik Negara (BMN). Terlaksananya Pencetakan Agenda dan Map 73.000 900.000 60.000 60.000 1.000 60. Terlaksananya penerapan eprocurement dalam pengadaan barang dan jasa 74.556 - 40. Terlaksananya Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Keuangan 67.000 45.000 80. Terlaksananya Pengembangan Sistem Informasi Perjalanan Dinas 68.000 600.000 70.249 34.000 500.008.036.000 40.000 1.000 95.000 50. 72.000 60.864 586. Terlaksananya Inventarisasi BMN 71.000 75.000 - 50.488 85.000 719.000 35.000 672.800 250. Terlaksananya Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan PNBP 50.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) transparan dan akuntabel Jumlah pengembangan aplikasi pengelolaan keuangan Jumlah pengembangan aplikasi sistem informasi perjalanan dinas Jumlah BMN yang dihapus Jumlah item data yang di entry Jumlah Inventarisasi BMN Jumlah pengadaan bahan-bahan kearsipan Jumlah pelaksanaan pencetakan agenda dan map % pengadaan barang dan jasa menggunakan eprocurement (pengarusutamaan) Jumlah pelaksanaan sosialisasi petunjuk pelaksanaan PNBP 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 66. Terlaksananya Pengadaan BahanBahan Kearsipan.000 72. Terlaksananya Sistem Akuntansi BMN 70.000 36.000 60.749 24.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.040 32.765 65.000 155 .

000 35.000 200.000 75.000 45.384 - - - - 100.000 - - 156 . Terlaksananya Pendistribusian Barang Inventaris 77.000 60. Terlaksananya Pendataan dan Penataan Arsip Inaktif.000 140.000 2014 (8) 60. 84.000 50. Terlaksananya Penyusunan Juklak Pengelolaan BMN 80.000 Jumlah juklak pengelolaan BMN yang disusun Jumlah prosedur tetap kerumah tanggaan yang disusun Jumlah arsip inaktif yang didata dan ditata Jumlah pedoman Jumlah daftar Arsip Vital Jumlah daftar arsip 29.000 75.626 - - - - 8.000 50.000 39.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 35.) OUTCOME/OUTPUT (2) 75.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp. 82. Terlaksananya Penyusunan Prosedur Tetap KerumahtanggaAn 81.000 31.750 - 50. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Vital Anri. Terlaksananya Pendistribusian Barang Persediaan Non Inventaris 78.000 225.495 - 50.649 2011 (5) 20.000 90.000 65.000 19.000 240.000 65. INDIKATOR (3) Jumlah pemutahiran data/rekonsiliasi data laporan Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang inventaris Jumlah Pelaksanaan pendistribusian barang non inventaris Jumlah bukti kepemilikan arsip yang diamankan 2010 (4) 26.000 35. Tersusunnya Pedoman Arsip Vital.000 55.000 2013 (7) 55. Tersusunnya Daftar Pencarian Arsip Yang Memiliki Nilai Guna Sejarah.079 154. Terlaksananya Pemutahiran Data BMN 76.087 169.000 2012 (6) 45. 83.000 60. Terlaksananya Pengamanan.375 17.000 150. Pemeliharaan dan Penyelamatan Bukti Kepemilikan Arsip 79.

000 - 200.848 - 100.000 240.000 85. Tersedianya Basis Data Arsip Aktif Unit Kerja di Lingkungan ANRI 88.000 200. 87.000 - - - Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah pengadaan peralatan keamanan Jumlah peserta lomba kearsipan - 200. 86.400 113.761 50.000 225.000 2014 (8) - UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) Jumlah basis data - 75.000 50. Terlaksananya penyusunan pedoman pengamanan internal di lingkungan ANRI 92. Terlaksananya Penyusunan Juknis Pengaksesan Arsip Dinamis dan JRA Subtantif ANRI 89.762 - 95. Terlaksananya pengamanan eksternal di lingkungan ANRI 94.000 2012 (6) 75.000 90. Terlaksananya pengamanan internal di lingkungan ANRI 93. Terlaksananya Inventarisasi Arsip Terjaga.000 2013 (7) 85.000 200.000 45.000 106.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 - - - 50. Terlaksananya Peningkatan Kapasitas Basis Data Arsip Inaktif ANRI 90. Terlaksananya Pembuatan Laboratorium Sistem Kearsipan 91.000 50.000 100. Tersusunnya Pedoman Arsip Terjaga.000 115. Terlaksananya Lomba Kearsipan di INDIKATOR (3) Jumlah pedoman Jumlah record arsip 2010 (4) 2011 (5) 50.000 50.750 157 .000 75.000 - 150.950 96.000 200.000 50.000 75.000 50.) OUTCOME/OUTPUT (2) 85.000 - Jumlah Juknis pengaksesan arsip dinamis dan JRA subtantif yang disusun Jumlah program basis data pengelolaan arsip inaktif Jumlah laboratorium sistem kearsipan yang dibuat Jumlah pedoman 86.

000 213.110.000 85.000 158 .000 422.500 Inspektorat PENGAWASAN DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR ANRI 12.) OUTCOME/OUTPUT (2) Lingkungan ANRI.353 200.602.443.000 250.Terlaksananya Optimalisasi Audit di ANRI 14.316 .000 51.163 318.% Temuan yang ditindaklanjuti (pengarusutamaan) .000 320.000 185.957 95.000 292.Terlaksananya Pemantauan Pelaksanaan Dana Dekonsentrasi Jumlah laporan hasil audit Jumlah laporan pemantauan pelaksanaan dana dekonsentrasI - 50. TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 40.943 70.120 42.283. Terlaksananya Pengawasan Internal ANRI.370 210.Jumlah laporan hasil pengawasan .PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.Tersedia dan terlaksananya system pengendalian internal yang efektif(pengarusutamaan) .Opini BPK atas LK K/L (pengarusutamaan) 54. 13.177.000 46.000 55.

000 192.000 197.000 137.961 45.) OUTCOME/OUTPUT (2) 15.000 2012 (6) 35.% Penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang 159 .000 55. Terlaksananya Evaluasi Kegiatan di Lingkungan ANRI 18.000 125. Terlaksananya Pemantauan Hibah BMN di Lingkungan Kearsipan Daerah 19.000 % Pejabat yang telah menandatangani dan melaksanakan integritas (pengarusutamaan) % Pejabat yang telah melaporkan LHKPN (pengarusutamaan) .000 120.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 46. Terlaksananya Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah.000 98.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 75.000 2013 (7) 95.774 20. Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor 20. Terlaksananya Review Laporan Keuangan ANRI 17.000 225. Terlaksananya penerapan Pakta Integritas bagi pejabat eselon I-III 21.000 65. Terlaksananya pengisian LHKPN 22.935 58. 16.000 60.000 125.000 2014 (8) 167.000 62. Terlaksananya tindaklanjut pengaduan masyarakat INDIKATOR (3) Jumlah peserta forum bersama aparat pengawasan intern pemerintah Jumlah review laporan keuangan Jumlah laporan evaluasi kegiatan Jumlah laporan pemantauan hibah BMN di lingkungan kearsipan daerah Jumlah auditor yang dinilai angka kreditnya 2010 (4) 2011 (5) 15.000 23.Tersedianya system pengaduan masyarakat yang efektif(pengarusutamaan) .000 282.840 42.

000 150.000 170.000 150. (PNBP) 75.308 5. .816.007.000 510.000 Pusat Jasa Kearsipan 6. Terlaksananya Presentasi Aplikasi Pengelolaan Dokumen/Arsip Inaktif Berbasis TI 8.Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang dilakukan penjajagan kerjasama .000 250.000 8.000 200. Terlaksananya Monitoring/ Evaluasi Pasca Layanan Jasa 7. Pemeliharaan dan Perawatan serta Penyimpanan Arsip Komersial.000 75.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.000 150.000 450.000 770. DAN PERAWATAN ARSIP 5. Terlaksananya Penjajagan Kerjasama Kearsipan.000 275.Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang telah ditetapkan (pengarusutamaan) Jumlah laporan hasil monitoring pasca layanan jasa kearsipan Jumlah Instansi yang dilakukan presentasi aplikasi pengelolan dokumen/arsip inaktif berbasis TI Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang menggunakan jasa penataan. PENYIMPANAN.pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan arsip komersial 500.000 125.345.000 1. Terlaksananya Jasa Penataan.000 2.000 300.299.) OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) disampaikan masyarakat(penga rusutamaan) 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 2013 (7) 2014 (8) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) TOTAL KEGIATAN PENINGKATAN JASA SISTEM DAN PEMBENAHAN.500 600.362 - - - 160 .000 200.000 450.

Terlaksananya Rehabilitasi/Renovasi Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.375.640 - 19.756.407 5.000 - - - Jumlah rehabilitasi/renovasi gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor - 3.500.350.200 11. Fumigasi Arsip.000 - 161 .000 Biro Umum 6.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Meningkatnya Efektifitas Pemenuhan Sarana dan Prasarana Kantor untuk Mendukung Layanan Arsip Sekretariat Utama TOTAL PROGRAM PEMBANGUNAN/ PENGADAAN/ PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA 7.000 2014 (8) 1.000 2012 (6) 600. Pemilahan (Sortir) Arsip dan Pemusnahan Arsip. (Lanjutan) Tahap IV.) OUTCOME/OUTPUT (2) TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) 2010 (4) 9.800 - 31.560 5.887.000 - 5. 8.435.815. 9.032.560 18. Terlaksananya Pembangunan Gedung Pengolahan Arsip 8 Lantai Keperluan Transit Arsip.308 Persentase pemenuhan sarana dan prasarana kantor untuk mendukung layanan arsip 2011 (5) 395.532. Terlaksananya Pembangunan Gedung Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.089.705.191.000 10. Jumlah pembangunan gedung kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah pembangunan gedung pengolahan arsip 11.000.000 2013 (7) 900.

000 - - 11. Terlaksananya Rehabilitasi Jaringan Listrik TOTAL KEGIATAN INDIKATOR (3) Jumlah Depo Penyimpanan Arsip Elektronik Jumlah peningkatan/ Pengadaan Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor kantor ANRI pusat dan Pusdiklat Bogor Jumlah rehabilitasi jaringan listrik 2010 (4) 2011 (5) 2012 (6) 4.600 14.000 2013 (7) 5.000. 12.) OUTCOME/OUTPUT (2) 10.032. Terlaksananya Pembangunan Depo Penyimpanan Arsip Elektronik 11.000 - 1.000 162 .000.370.545 3.000 5.265.000 1.000.355.800 31.560 18.000 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (9) 3.756.000. Terlaksananya Peningkatan/Pengada -an Sarana dan Prasarana serta Peralatan dan Perlengkapan Kantor ANRI Pusat dan Pusdiklat Bogor.485.952 19.000 2014 (8) 5.500.000 1.500.000 2.435.680.280.PROGRAM/KEGIATA N (1) ALOKASI (ribuan Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful