PEDOMAN DAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN I. PENDAHULUAN A. DASAR 1.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok Pokok Kepegawaian ; 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional; 3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan; 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. 5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. 6. Rambu-rambu penilaian Kinerja Sekolah oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tanggal 15 Oktober 1999. 7. Rambu-rambu Penilaian Kinerja Sekolah oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tanggal 1 September 2000. 8. Keputusan Bupati Kebumen Nomor ..... Tahun 2006 tentang Penugasan Guru Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen . B. KETENTUAN UMUM 1. Guru Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah perlu senantiasa meningkatkan kemampuan, pengabdian dan kreativitasnya, agar dapat melaksanakan tugas secara profesional. 2. Guru Pegawai Negeri Sipil dapat diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah untuk memimpin penyelenggaraan pendidikan dan upaya meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah. 3. Kepala Sekolah adalah Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. 4. Guru Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen dapat diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah di sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun Kepala Sekolah dipekerjakan di sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.. C. MASA TUGAS 1. Tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah diberikan untuk satu masa tugas selama 4 (empat) tahun. 2. Masa tugas Kepala. Sekolah sebagai dimaksud dalam butir 1 dapat diperpanjang 1 (satu) kali masa tugas. 3. Guru yang telah melaksanakan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah 2 (dua) kali masa tugas berturut-turut, dapat ditugaskan kembali menjadi Kepala Sekolah apabila: a. Telah melewati tenggang waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) kali masa tugas atau b. Memiliki prestasi yang sangat baik, dengan tanpa tenggang waktu, ditugaskan di sekolah lain. 4. Kepala Sekolah yang masa tugasnya berakhir dan/atau tidak lagi diberikan tugas

Susunan tim penilai terdiri dari Unsur : a. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen menghimpun dan menganalisis hasil penilaian kinerja Kepala Sekolah. b. tetap melaksanakan tugas sebagai guru. melalui Tim Pertimbangan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah. 2. Pengawas Sekolah c. f. Koordinator Pengawas Fungsional. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen menghimpun dan menganalisis hasil penilaian kinerja Kepala sekolah yang diterima dari Tim Penilai Kinerja Kepala Sekolah. Bupati menetapkan perpanjangan masa penugasan guru sebagai Kepala Sekolah setelah mendapatkan masukan dari Tim Pertimbangan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.. masa penugasannya berakhir. h. diangkat pada jabatan lain. d. c. UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan (untuk TK/SD) 3. b. e. II. Kepala Sekolah dapat diberhentikan dari penugasan karena : a. telah mencapai batas usia pensiun jabatan fungsional guru. Pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen . dikarenakan hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.. diberhentikan sementara dari Pegawai Negeri Sipil. serta mengusulkan kepada Bupati tentang pemberhentian Kepala Sekolah . TIM PERTIMBANGAN PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH. Penilaian kinerja Kepala sekolah dilakukan setiap tahun .tambahan sebagai Kepala Sekolah atau dalam jabatan lain. serta mengusulkan perpanjangan masa penugasannya kepada Bupati. Pejabat struktural di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. G. g. Dinilai tidak berhasil dalam melaksanakan tugasnya. 3. 2. TATA CARA PEMBERHENTIAN MASA PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH 1. TATA CARA PENILAIAN DAN PERPANJANGAN MASA PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH 1. D. Dewan Pendidikan F. 1. c. Penilaian kinerja Kepala Sekolah dilakukan oleh Tim yang ditetapkan oleh Bupati. TIM PENILAI KINERJA KEPALA SEKOLAH 1. E. 2. Susunan Tim Pertimbangan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah terdiri dari Unsur: a. Hasil Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Tim Pertimbangan. Tim Pertimbangan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah ditetapkan oleh Bupati. 2. b. Diberhentikan sementara dari jabatan guru. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PENILAIAN KINERJA . permohonan diri.

Agar data yang diperoleh sekolah cukup lengkap dan obyektif. yang meliputi 3 (tiga) hal antara lain : 1. Output (Keluaran) Merupakan data akhir profil sekolah baik berupa data komponen akademik maupun data komponen non akademik. Pembaharu/Inovator(I) g Pembangkit Minat / Motivator (M) 3. Data ini menunjukkan perubahan atau hasil yang dicapai sebagai upaya pemberdayaan sumber daya yang terjadi di sekolah. Pcmimpin/ Leader (L) f.SMA. Penyelia/Supervisor (S) e. METODE PENILAIAN . yaitu semua warga dan fasilitas sekolah selama masa kepemimpinan Kepala Sekolah yang bersangkutan.SMK) b. Penilaian kinerja Kepala Sekolah dilakukan secara berkala dan berkesinambungan setiap tahun pelajaran. Kinerja Kepala Sekolah merupakan keterpaduan kinerja semua warga sekolah yang tidak lepas dari pelaksanaan tugas kepala sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah. INSTRUMEN DAN RESPONDEN Untuk mengumpulkan hasil penilaian digunakan instrumen penilaian kinerja sekolah yang dilengkapi dengan data sekolah. Pendidik / Educator (E) b. 3 (Tiga) orang siswa f. yaitu : a. ASPEK YANG DINILAI Penilaian kinerja Kepala sekolah meliputi perkembangan berbagai aspek dari komponen akademik dan komponen non akademik serta efektifitas kepemimpinan Kepala Sekolah. 2. selain Kepala Sekolah dilibatkan juga perwakilan unsur-unsur sekolah sebagai responden. B. Procces (Proses) Merupakan data kinerja sekolah yang meliputi komponen EMASLIM. yaitu efektilitas Kepala Sekolah dalam melaksanakan tugas/perannya sebagai : a.SMA. data pribadi kepala sekolah dan kuesioner. Wakil Kepala Sekolah ( untuk SMP . Pengelola / Manager (M) o. Pcngurus/Administrator (A) d.SMK) C. A. 1 (satu) orang dari Komite Sekolah yang bukan guru d. Input (Masukan) Merupakan data awal profil sekolah yang meliputi data komponen akademik dan data komponen non akademik pada awal periodesasi penugasan seorang sebagai kepala di sekolah tersebut.KEPALA SEKOLAH Penilaian kinerja Kepala Sekolah adalah upaya pemotretan keberhasilan kepemimpinan Kepala Sekolah dan sekaligus menggambarkan kondisi obyektif profil sekolah secara utuh. 2 (dua) orang guru ( satu senior dan satu yunior) c. Tata Usaha Sekolah ( untuk SMP.

dan pengisian dokumen. E. dan keberhasilan sekolah dalam membina kerja sama dengan masyarakat untuk memajukan sekolah. 2. apabila diberlakukan dengan konfirmasi dari masyarakat. Tim Penilai datang ke sekolah melakukan penilaian. Dalam penentuan Penilaian Kinerja Kepala Sckolah. ANALISIS DATA Score / nilai setiap komponeri serta nilai masukan. Jika ada aspek atau indikator pada bagian proses yang belum dimiliki oleh sekolah disebabkan kondisi sekolah yang belum memungkinkan memilikinya (seperti gedung. (rumus disesuaikan) 5. 4. Observasi. D. perpustakaan. Hasil isian kuesioner guru dan komponen lain digunakan sebagai cross check dan bahan pertimbangan nilai. Dalam penilaian selisih nilai antara penilaian satu dengan yang lainnya untuk setiap komponen tidak lebih dari 20. Tim Penilai Kinerja Kepala Sekolah sedikitnya berjumlah 3 (tiga) orang. 3. untuk aspek atau indikator tersebut tidak diperhitungkan.. Studi kasus. 2.Pelaksanaan kinerja Kepala Sekolah dilakukan dengan cara : 1. laboratorium.data pribadi. 6. wawancara. Rentang nilai berkisar antara 1-100. dan sebagainya belum ada). proses dan keluaran masing-masing diberi bobot sebagai berikut: No Bagian Komponen Bobot Jumlah Aspek Indikator 1. perlu dipertimbangkan data sekunder . 3. Masukan Akademik 3 Non Akademik 2 2 Proses Educator (E) 2 . TEKNIK PEN1LAIAN 1. pemeriksaan dokumen.

Manager (M) 2 Administrator (A) 1 Supervisor (S) 1 Leader (L) 2 Inovator(I) 1 Motivator (M) 1 3 Keluaran Akademik 3 Non Akademik 2 Nilai Masukan (NM) = (3 x skor akademik) + (2 x skor non akademik) (2 x E) + (2 x M) + (1 x A) + (1 x S) + (2 x L) + (1 x I) (1 x M) Nilai Proses (NP) = ———————————————————————— 10 Nilai Keluaran (NK) = (3 x skor akademik) + (2 x skor non akademik) (2 x NM) + (5 x NP) + (3 x NK) Nilai Kinerja Kepala Sekolah = 10 .

Dalam memberikan nilai setiap aspek komponen akademik untuk nilai masukan. NILAI MASUKAN : 1.90 B Baik 51-70 C Cukup 31-50 D Kurang 0-30 E Sangat Kurang III. KUALIFIKASI HASIL PENILAIAN Nilai kinerja Kepala Sekolah dikualifikasikan sebagai bcrikut: Rentang Nilai Kualifikasi Keterangan 91. Rentang nilai komponen akademik .100 A Sangat Baik 71 . kolom data sekolah disalin dari catatan/arsip yang terdapat di sekolah yang bersangkutan pada saat Kepala Sekolah ini mulai bertugas di sekolah ini. Dengan memperhatikan rentang data dan rentang nilai yang terdapat pada format penilai kinerja sekolah.G. Perolehan nilai semua aspek pada komponen akademik dijumlahkan. masingmasing penilai memberikan penilaiannya pada kolom perolehan nilai. PEDOMAN PEMBERIAN NILAI A.

2. Aspek kemampuan mengembangkan staf ( 6 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum memiliki program tertulis dan belum melaksanakan. Nilai indikator dijumlahkan. 51 – 70 : Ada program tertulis. 2. 86. catatan hasil mengikuti perkembangan IPTEK.7 : Aspek kemampuan member! contoh mengajar yang baik (3 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum memiliki program tertulis dan beluin melaksanakan.Laboran. 71 . 3. Nilai Komponen dikalikan bobot masing-masing.2.100.(/I) untuk nilai masukan berkisar antara 25 . Perolehan nilai semua aspek pada komponen non akademik dijumlahkan. 1. Kolom Nilai Aspek (NA) diisi menggunakan rumus NA = JN1/J1. NILAI PROSES (EMASLIM) Langkah-langkah pemberian nilai proses 1. ada evaluasi.85 : Ada program tertulis. tetapi tidak ada bukti fisik.100 : Ada program tertulis dan pelaksanaan mengikuti perkembangan iptek serta ditularkan kepada guru dan karyawan.1. 86 .85 : Ada program tertulis. ada evaluasi dan ada hasil pembinaan.100 : Ada program tertulis. tetapi tidak ada evaluasi.5. setiap indikator diberi nilai 0 . Nilai masukan (Nm) diperoleh dengan menggunakan rumus : (3xA) + (2xB) Nm = 5 B. acla bukti fisik. ada pelaksanaan. 31 .100. 71 . Aspek kemampuan membimbing Guru (5 indikator) 1. ada pelaksana.50 : Ada program tertulis. Aspek kemampuan membimbing Karyawan (TU. Nilai komponen (NK) dihitung menggunakan rumus NK = JNA/JA. Berikut ini diberikan beberapa pedoman untuk mcmberikan nilai indikator. Rentang nilai komponen non akademik (/J) untuk nilai masukan antara 13100. 4. 31 . misalnya buku. setiap indikator diberi nilai 0.100. . 1. selanjutnya dihitung nilai proses.50 : Tidak memiliki program tertulis. tetapi tidak ada bukti fisik. 1. dsb) (3 Indikator). Pemberian nilai setiap aspek dari komponen non akadcmik pada kolom perolehan nilai untuk nilai masukan dilakukan dengan memperhatikan rentang nilai yang scsuai dengan indikator penilaian. 5. makalah. 1. tetapi tidak ada catatan hasil pembinaan. tetapi ada pelaksanaan secara insidental. Pada kolom nilai indikator. tetapi tidak ditularkan kepada guru dan karyawan.3. Aspek Sebagai Guru (5 Indikator) 1. ada pelaksanaan. 51 .70 : Ada program tertulis. ada pelaksanaan. Aspek kemampuan membimbing siswa (2 indikator) 1. 3. ada pelaksanaan. ada pelaksanaan. (Np). KOMPONEN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PENDIDIK (7 Aspek) 1.4.6 : Aspek Kemampuan Belajar/Mengikuti Perkembangan Iptek (5 Indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum memiliki program tertulis dan belum melaksanakan.

1 : Aspek kemampuan menyusun program (4 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum memiliki program secara tertulis. 86 .4 : Aspek kemampuan mengoptimalkan sumber daya sekolah (5 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum ada program pemanfaatan sumber daya dan belum ada pelaksanaan. tetapi belum ada pelaksanaan. (Silabus. ada bukti fisik.100 : Ada upaya menggerakkan staf secara terprogram. tetapi hanya insidcntal (tidak terprogram). 31 . 86 .85 : Memiliki program tertulis dengan sasaran yang jelas dan sesuai dengan kondisi sekolah. 86 . memiliki bukti catatan hasil. serta melakukan evaluasi untuk peningkatan kinerja staf.85 : Memiliki struktur organisasi dengan struktur yang jelas.50 : Memiliki program. Prota-Promes dan daftar nilai siswa). 2. tetapi tidak jelas arah/sasarannya.70 : Tertulis pada jadwal pelajaran. 51-70 : Ada upaya menggerakkan staf secara terprogram. 86 . ada pelaksanaan secara insidental. 31 . 31-50 : Ada program pemanfaatan sumber daya. disertai dengan uraian tugas tetapi penunjukkan personalianya tidak sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan.100 : Memiliki struktur organisasi (lengan struktur dan uraian tugas yang jelas. 71 .70 : Memiliki struktur organisasi dengan struktur yang jelas.2 : Aspek kemampuan menyusun organisasi kepegawaian (3 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum memiliki organisasi pelaksana tugas di sekolah. 2.50 : Memiliki organisasi.100 : Memiliki program lertulis dengan sasaran yang jelas sesuai dengan kondisi sekolah.70 : Ada program dan pelaksanaan. Pengembangan Nilai. belum ada evaluasi. tetapi tidak disertai uraian tugas. serta jelas pentahapannya.70 : Memiliki program secara tertulis dengan arah sasaran yang jelas tetapi tidak sesuai dengan kondisi sekolah. 31-50 : Ada upaya menggerakkun staf. 2. tetapi tidak terstruktur yang jelas. tetapi tidak ada bukti fisik. tetapi tidak ada evaluasi untuk peningkatan kinerja. KOMPONEN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER (4 ASPEK) 2. ada bukti fisik dan ditularkan pada guru lain. . ada pelaksanaan. 2. ada pelaksanaan. serta jelas pentahapannya. 71 .85 : TertuIis pada jadwal. tetapi tidak disertai uraian tugas. memiliki bukti hasil. 51 . tetapi tidak ditularkan kepada guru dan karyawan. 71 . serta penunjukkan personalianya sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan.31 . tetapi tidak memiliki catatan hasilnya. 71-85 : Ada upaya menggerakkan staf secara terprogram. 51 . 51 .100 : Ada tertulis pada jadwal dan pelaksanaan. 51 .3 : Aspek kemampuan menggerakkan staff(6 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum pemah melakukan upaya menggerakkan stafyang sedang melaksanakan tugas.50 : Tidak tertulis pada jadwal pelajaran.

100 : Ada berkas secara lengkap.50 : Ada pelaksanaan supervisi secara insidental (tidak terjadwal).4 : Aspek kemampuan mengelola administrasi Keuangan (3 indikator) 3. 71-85 : Ada pelaksanaan supervisi terjadwal. tetapi tidak menggunakan instrumen supervisi.2 Aspck kemampuan melaksanakan supervisi pendidikan (3 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum melaksanakan supervisi. tetapi belum lengkap. 31 .85 : Ada program dan pelaksanaan optimal.71 . serta tertata secara sistematis tetapi tidak ada arah peningkatan/pengembangan dalam pengaturannya. 4.100 : Ada pelaksanaan supervisi terjadwal. dilaksanakan dengan instrumen. 51 . 86 ..85 : Memiliki data/berkas secara lengkap.70 : memiliki data/berkas secara lengkap. tetapi pelaksanaan supervisi kelas kurang dari 1 kali per tahun untuk setiap guru. atau 1 kali setiap kegiatan. 86.5 : Aspek kemampuan mengelola administrasi Perlengkapan/barang (5 indikator) 3.1 : Aspek kemampuan menyusun program supervisi pendidikan (3 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum memiliki program supervisi. tapi tidak tertata secara sistematis.50 : Memiliki data/berkas. 3. pelaksanaan optimal. 71 . 4. KOMPONEN KEPALA SEKOLAH SERAGA1 ADMINISTRATOR (6 Aspek). tertata secara sistematis dan nampak ada arah peningkatan/pengembangan pengaturannya. 3. 31 .6 : Aspek kemampuan mengelola administrasi Persuratan (3 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : belum memiliki berkas/data 31 . 51-70 : Memiliki program supervisi yang terjadi sccara rinci dan memiliki bukti instrumen supervisi 71-85 : Ada upaya menggerakkan staf sccara terprogram.3 : Aspek kemampuan memanfaatkan hasil supervisi (2 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: . 4. ada evaluasi. tetapi tidak terjadwal secara terperinci. dilaksanakan dengan instrumen dan setiap guru disupervisi minimal 1 kali dalam 1 tahun atau setiap kegiatan minimal 1 kali. ada analisis. 86 . ada evaluasi tetapi belum ada analisis.100 : Ada program.1 : Aspek kemampuan mengelola administrasi Program Pcngajaran (4 indikator) 3. memiliki bukti Catatan hasil.70 : Ada pelaksanaan supervisi terjadwal. atau 1 kali untuk setiap kegiatan.50 : Memiliki program supervisi. tetapi frekuensi supervsi kelas kurang dari 1 kali per tahun untuk setiap guru.2 : Aspek kemampuan mengelola administrasi Kesiswaan (3 indikator) 3.100 : Memiliki program supervisi yang terjadwal secara rinci dengan instrumen supervisi dan frekuensi supervisi kelas minimal 1 kali per tahun atau 1 kali untuk setiap kegiatan.3 : Aspek kemampuan mengelola administrasi Kepegawaian (1 indikator) 3. 86. 51 . ada program tindak lanjut pemanfaatan sumber daya. KOMPONEN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PENYELIA (3 Aspek) 4.

51 . stafadministrasi. 31 . 71 . 71 – 85 : memiliki visi dan misi sekolah.30 : Belum memanfaatkan basil supervisi (2 indikator).50 : Mengenal anak buahnya tetapi tidak mengetahui kemampuan dan kekurangannya.70 : Mengenal kemampuan dan kekurangan anak buahnya tetapi hanya beberapa orang (tidak seluruhnya). melaksanakan secara terprogram. percaya diri. mensosialisasikan. 71 . 31 . melaksanakan tidak terprogram. 71 .70 : Mampu mengambil keputusan dalam waktu yang tepat tetapi isinya seringkali tidak tepat. 5.100 : Melaksanakan hasil supervisi yang terjadwal dengan dilaksanakan untuk setiap guru/karyawan.50 : Memiliki visi dan misi sekolah tetapi belum melaksanakan.3 : Aspek pemahaman terhadap visi dan misi sekolah (3 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum memiliki visi dan misi sekolah secara tertulis.100 : memiliki visi dan misi sekolah. tetapi guru. 51 . mensosialisasikan. 5. 31 .100 : Mengenal kemampuan dan kekurangan seluruh anak buahnya dan mengmiliki catatan perkembangannya. bcrtanggung jawab.70 : Menunjukkan sikap tersebut secara konsistcn.50 : Dapat mengambil keputusan tetapi seringkali terlambat 51 . staf administrasi. dan tidak diragukan oleli guru. 5.70 : memiliki visi dan misi sekolah.50 : Menunjukkan sikap tersebut secara konsistcn.2 : Aspek kemampuan mengenal anak buah (6 Indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum mengenal anak buahnya (guru. 86 -100 : Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten. karyawan) 31 . dan siswa masih meragukan. mensosialisasikan.. 31 ..70 : Melaksanakan hasil supervisi tidak terjadwal. berani mengambil resiko. berjiwa besar).50 : Memanfaatkan sebagian hasil supervisi.85 : Melaksanakan hasil supervisi terjadwal dengan insirumen.1 : Aspek kepribadian yang kuat (7 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum menunjukkan sikap yang dimaksud (jujur. serta siswa.4 : Aspek kemampuan mengambil keputusan (3 indikatorj Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum dapat mengambil keputusan.85 : Menunjukkan sikap tersebut secara konsisten. 5. 51 . 86 . 86 . 71 . dan guru/karyawan/siswa mempercayai bahkan menjadikannya sebagai teladan. melaksanakan terprogram dan dievaluasi. 51 . tetapi tidak konsisten (sering berubah).85 : Mampu mengambil keputusan dalam waktu yang tepat tetapi sebelumnya tidak . KOMPONEN KEPALA SEKOLAH SEBAGAl PEM1MP1N (5 Aspek) 5.

86 . tetapi tidak disosialisasikan kepada guru/karyawan/komite sekolah 86 .100 : Mampu berkomunikasi.. penggalian sumber daya/sumber dana). 7. pengadaan/pembinaan guru/karyawan. dan sebelumnya dimusyawarahkan dengan guru/karyawan/pihak terkait. memahami lawan bicara atau pembaca tulisannya. 31 .85 : Mampu berkomunikasi. KOMPONEN KEPA1. Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum mampu memperhatikan gagasan baru dari orang lain. tetapi tidak efisien dalam menggunakan waktu dan tulisan.A SEKOLAH SEBAGA1 INOVATOR (2 Aspek) 6.190 : Mampu mengambil kcputusan dalatn waktu dan isi yang tepat.dimusyawarahkan dengan guru/karyawan atau pihak terkait. 86 .100 : Senang memperhatikan gagasan baru dari orang lain kemudian mengadopsi sesuai dengan keperluan sekolah dan mensosialisasikan kepada guru/karyawan yang terkait. KOMPONEN KEPALA SEKOLAH SEBAGA1 MOTIVATOR (2 Aspek) 7.1 : Aspek kemampuan mengatur lingkungan kerja (fisik) . efisien dalam menggunakan waktu dan tulisan 6.1 : Aspek kemampuan mcncari/menemukan gagasan baru (3 indikator). 71 . 71-85 : Senang memperhatikan gagasan baru dari orang lain kemudian mengadopsi sesuai dengan keperluan sekolah tetapi tidak disosialisasikan kepada guru/karyawan yang terkait.85 : Memiliki gagasan pembaharuan pada bidang tersebut dengan sasaran yang jelas dan telah dijabarkan dalam program kerja. 31 . memaharni lawan bicara atau pembaca tulisannya.(5 indikator) .50 : Memiliki gagasan pembaharuan pada bidang tersebut tetapi tidak jelas sasarannya.70 : Mampu berkomunikasi. 5. 71 . 6 2 Aspek kemampuan melakukan pembaharuan di sekolah (5 Aspek) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum memiliki gagasan untuk pembaharuan di bidang tersebut (KBM/BK.100 : Memiliki gagasan pembaharuan pada bidang tersebut dengan sasaran yang elas dan telah dijabarkan dalam program kerja dan disosialisasikan kepada guru/ karyawan/Komite Sekolah.5 : Aspek kemampuan komunikasi (4 indikator) Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Tidak mampu berkomunikasi (secara lisan dan tulisan) 51 . 51 . 51 -70 : Memiliki gagasan pembaharuan pada bidang tersebut dengan sasaran yang jelas tetapi belum dijabarkan dalam program kerja. kegiatan ekstra kurikuler.70 : Senang memperhatikan gagasan baru dari orang lain dengan sungguh-sungguh tetapi tidak diadopsi sesuai dengan keperluan sekolah.50 : Mau memperhatikan gagasan baru dari orang lain dengan sungguh-sungguh tetapi tidak diadopsi sesuai dengan keperluan sekolah. 86. dapat memanfaatkan media yang ada. dapat memanfaatkan media yang ada. memaharni lawan bicara alau pembaca tulisannyatetapi tidak dapat memanfaatkan media yang tersedia.

86.2 : Aspek kemampuan mengatur suasana kerja (non fisik) . 2. 86 . pe ii!ai mcngisikan hasil pcnilaiannya pada kolom pcrolehan nilai indikator.100 : Dapat menjelaskan prinsip penghargaan dan hukuman evaluasi secara kontinyu dan guru/karyawan puas torhadap hasilnya. tetapi tidak dilakukan evaluasi secara kontinyu. 31 . 71 . Perolehan nilai semua aspek pada komponen akademik dijumlahkan. Nilai keluaran data awal diisi dengan data sekolah yang terdapat pada komponen akademik untuk nilai masukan. Pada komponen non akademik untuk nilai keluaran terdapat kolom perolehan nilai indikator. NILAI KELUARAN 1.3: Aspek kemampuan menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman (2 indikator). Dengan memperhatikan nilai indikator. nilai awal dan pcrolehan nilai akhir.85 : Dapat menjelaskan prinsip penghargaan dan hukuman. C. tetapi tidak melibatkan guru/karyawan terkait.100 : Memiliki program untuk mengatur lingkungan/suasana kerja di sekolah dan dilaksanakan secara konsisten dengan melibatkan guru/karyawan yang terkait. dan dilaksanakan dengan konsisten. telah duerapkan dalam program pembinaan pegawai. 51 . 71 . Data akhir diisi dengan kenyataan yang dicapai oleh sekolah pada periode kepemimpinan kepala sekclah ini. misalnya X. Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum dapat menjelaskan prinsip penghargaan dan hukuman pembinaan pegawai. penilai mcngisikan hasil pcnilaiannya pada kolom perolehan nilai. 4. Rentang nilai non akademik (B) berkisar antara 13-100. telah diterapkan dalam program pembinaan pegawai dan dilakukan evaluasi tetapi guru/karyawan tidak puas terhadap hasilnya. 3. misalnya N. misalnya M.7.70 : Dapat menjelaskan prinsip penghargaan dan hukuman. 51 . Rentang nilai komponen akademik (/!/) untuk nilai keluaran berkisar antara.100. misal Y.85 : Memiliki program untuk mengatur lingkungan/suasana kerja di sekolah. 7.23 . Rentang hasil nilai dan penafsirannya seperti berikut: 30 : Belum memiliki program untuk mengatur lingkungan/suasana kerja di sekolah. 31 . Persentase peningkatan diisi dengan menghiiung selisih % data akhir dengan % peningkatan dan rentang nilai. Nilai awal disalin dari perolehan nilai aspek yang bersangkutan pada nilai masukan.50 : Dapat menjelaskan prinsip penghargaan clan hukuman tetapi tidak diterapkan dalam program pembinaan pegawai.50 : Memiliki program untuk mengatur lingkungan/suasana kerja di sekolah tetapi tidak dilaksanakan.70 : Memiliki program untuk mengatur lingkungan/suasana kerja di sekolah dan dilaksanakan tetapi tidak secara konsisten.(4 indikator). Kolom perolehan nilai akhir diisi dengan memperhatikan analisis nilai dari komponen non akademik untuk nilai keluaran dijumlahkan.Nilai keluaran (Nk) diperoleh dengan mcnggunakan rumus (3xAI) + (2xBl) Nk = .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful