Ucapan Terima Kasih

Terimakasih kepada TUHAN YANG MAHA ESA karena keahlian yang saya terima, (bersyukur dulu) di luar batas kemampuan saya, saya berimajinasi, dan menuangkan (emangnya minuman ya?) karya saya ke dalam buku. Semoga hasil perdana karya saya, bisa diterima di seluruh dunia, (wuiihhh Indonesia aja belum) walaupun saya bukan ilmuwan, (ya yang bilang siapa) atau manusia genius, GR (gangguan rasa) sekali. Tetapi saya bangga berteman dengan kegagalan. Kegagalan yang membuat saya terpacu untuk meraih impian. Kehidupan itu hanya sebentar (emang mau ke mana Mas?). Kehidupan itu mengubah segala hal, (Wooow keren!!). Kehidupan itu adalah tanggung jawab (setuju?), kehidupan itu seperti makanan dan minuman. Semoga apa yang saya gambarkan ke dalam cerita ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Terkadang orang sangat jarang membaca dan lebih sering melihat gambar visual, mari bersama-sama membudidayakan, (budidaya ikan kali yee) membaca. Melihat kehidupan yang semakin menggila, (jangan-jangan masnya juga gila)? terkadang kita, terlena oleh kegilaan yang kita ciptakan sendiri, kebiasaan menjadi hobi, lalu hobi menjadi impian lalu impian menjadi kenyataan (lalu apalagi ya???). Next, bercerita tentang kehidupan memang penuh dengan lika liku, (jalan raya ya?) bagaimana tidak, karena Tuhan menitipkan kita di dunia hanya sementara, 1

pakdhe-budhe. bulik-om.coba kalo Tuhan menempatkan kita di surga. pasti tidak ada yang tinggal di dunia ini (hahaha sambil jungkir balik). bapak penjaga kampus . Sudah banyak kendala yang saya alami dalam penerbitan buku perdana saya ini. banyak ide gila yang sudah menjadi inspirasi saya dari teman-teman semua. Terima kasih juga kepada ibu kost. bapak kost. buat papa-mama adik-adik di rumah. terima kasih. SD. curhatisme nih guys). 2 . teman TK. SMA. saudarasaudari setanah air Indonesia Raya. kuliah. Teman-teman yang sudah follow @anggapebria dan nge-add fb saya. SMP. teman-teman Indie Book Corner. angkringan Jogjakarta. semoga saya tidak salah dalam memilih penerbit (tetap semangat memotivasi diri. seluruh Borjo di Indonesia. warteg.

Nama-nama Tokoh Dalam cerita 1  Gres  Pakdhe dan Budhe  Jogi  Bu Siti  Joko  Tiwi  Wanda  Riski  Raka Nama-nama Tokoh Dalam cerita 2 Õ Paidi Alexso Jumoyo (Bintang Utama)  Bu Tumini  Bapak Amin  Edward  Seketaris  Andreas  Bapak Ari  Mbak Desy  Pegy Nama-nama Tokoh Dalam cerita 3 Õ Januardi(Bintang utama)  Bu Jaminah  Anami  Suster  Pegy yang sudah Tua 3 .

4 .

´ 5 . Gres?´ jawab pakdhe. Orang tuaku bahagia sekali ketika aku dilahirkan di dunia ini. maklum pakdhe dan budhe berkerja sebagai petani di desa.Aku juga tidak menyalahkan pakdhe dan budheku yang sudah membesarkanku hingga saat ini. hingga malam itu aku berbicara kepada pakdhe dan budhe ku. Namun kalimat itu tidak bertahan lama ketika bapak dan ibu menitipkanku kepada pakdhe dan budhe. walaupun keadaanku seperti ini. Bagaimana aku bisa menjadi orang lain sedangkan aku nggak tahu harus bagaimana menjadi diri sendiri.´ ³Mau ke mana kamu. ³Di sini kamu akan hidup sejahtera. Gres mau merantau ke kota ya. Umurkusudah 20tahun.bahkan aku sangat senang menjalani kehidupan ini walau aku tidak bisa merasakan kasih sayang oleh kedua orang tuaku.aku tak akan meyalahkan kedua orang tuaku.Bermula dari kehidupan seorang gadis buta yang sembuh dan meninggalkan bayi laki-laki. dan aku tidak akan menyalahkan Tuhan sedikitpun. Aku nggak akan pernah menyerah untuk menjalani hidup ini. Budhe. ³Pakdhe. Aku juga tidak mampu melukis wajah bapak dan ibuku kedalam kanvas putih apalagi membayangkan secara nyata di dunia ini. kalimat pertama yang kudengar dari bapak ibuku adalah anak kita cantik seperti permaisuri yang turun dari kerajaan cinta dan kalimat kedua yang kudengar adalah lihat anak ibu mewarisi kecantikan seperti ibunya.Selama ini aku tidak pernah menikmati ilmu pengetahuan. Hari-hari aku lalui bersama mereka.

Tetap saja setiap hari aku menyampaikan kemauanku kepada pakdhe dan budhe. pikiranku dipenuhi dengan tekadku untuk berkelana di dunia luar. Hawa dingin dan segar yang kurasakan menusuk-nusuk tulangku. Seperti yang aku dengar di radio. Aku pergi dengan hanya 6 . ³Apakah kekuranganku ini menjadi hambatan untuk berusaha melihat dunia luar? Aku sudah bosan menjalani kehidupan di sini. Mereka khawatir dengan keadaanku yang tidak bisa melihat. semuanya untuk pakdhe dan budhe juga. Aku hanya bisa bersabar.´ jawabku dengan penuh amarah. Tempat banyak orang sukses yang tinggal. ditambah lagi aku seorang wanita. Pakdhe dan Budhe nggak pernah ngerti prasaanku!´ Malam itu aku memang sedang kacau.Budhe memotong pembicaraan kami ³Gres kamu itu sudah besar. Cuaca pagi ini berembun dan sedikit basah.´ pikirku geram Tapi. Sepertinya ini masih menunjukan jam 4 pagi hari. ³Kalau aku sukses. dan selalu saja jawaban yang sama. pakdhe dan budhe tidak pernah mengizinkan aku pergi meninggalkan mereka.Jangan nekoneko toh!´ ³Tapi aku ingin melihat dunia di luar sana Budhe. Budhe nggak mau kamu pergi meninggalkan Pakdhe dan Budhemu ini. terdengar suara ayam yang begitu merdu. Pakdhe. Sudah tidak sabar lagi!! Sudah bulat tekadku untuk pergi ke kota. Tempat di mana banyak orang mencari uang untuk keluarganya. penyiar itu menyebutnya perkotaan atau ibu kota. selalu mengalihkan kemauanku dengan pembicaraan yang lain.

Meninggalkan pakdhe dan budhe yang masih tidur nyenyak. Lalu mobil itu pergi meninggalkanku.´ Ahh masak bodoh! Kalo dia macam-macam akan aku pukul dengan tongkat kayuku. Perlahan langkahku menuju pintu kayu yang berada di depan.´ jawabku ke arah suara itu. aku mendengarkan banyak suara mobil yang berlalu lalang di dekatku. Beberapa jam berjalan di pinggir jalan raya. ³Mau kemana Mbak? Kok cantik-cantik jalan sendirian. ³lelaki ini baik mau memberiku tumpangan mobil ke perkotaan. Sesampainya aku di jalan raya. Aku merasa lelah.Aku tidakmendengar suara orang. matahari mulai terasa panas. kalo mau ke kota bareng sama saya aja. Terima kasih. yang kudengar hanyalah kicauan burung. ³Aku berteman dengan kegelapan bukan berarti aku tidak mampu berjalan menuju terang dunia´ kalimat ini yang memotivasiku untuk terus maju.membawa pakaian yang aku punya. Dengan alat bantuku yaitu sepotong tongkat kayu. biar aku jalan sendiri saja. tiba-tiba terdengar suara mobil itu berhenti tepat di sampingku. ³lelaki ini akan mencelakai aku. sepertinya aku sedang berada di desa terpencil selama aku berjalan di pinggir jalan ini. Sempat terlintas di benakku untuk 7 . ³Nggak Mas. aku berjalan menuju jalan raya. Aku tidak tahu sedang berjalan di mana. Aku mendengar suara lelaki menyapaku. Mbak?´ selintas dipikiranku yang positif. Aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan supaya aku bisa sampai di kota.´ Tetapi pikiran negatifku menyanggah.

Aku pengen banget pergi ke kota. hari gini masih berprasangka buruk. ³Aku ingin mencari kehidupan baru di sana. mendingan jangan 8 . pasti Mbak juga satu tujuan sama saya. Tiba-tiba aku merasa sangat lelah. ³Nama aku Gres aku dari desa Mutijo. di kota itu Mbak. Saya mengantar sayur ke kota. Terik matahari terus menyengat badan ini. kan Mbak membawa tongkat. saya bantu ya Mbak Gres? Tenang aja saya gak akan mencelakakan Mbak. ³Ya ampun Mbak. nama saya Jogi.´ cetus lelaki yang ada di dalam mobil. Aku hanya mengandalkan pikiran dan perasaanku.´ ³Kenapa Mbak Gres ingin sekali pergi ke kota? Padahal kalo Mbak Gres tahu. ³Maaf Mas. Tidak lupa aku berdoa terus kepada Tuhan semoga ada harapan untuk menuju kota. bagaimana aku tahu Mas ini lelaki baik-baik?´ ³Saya ini anak Kepala Desa Citaring. kalo nggak punya tujuan dan keahlian. ³Ya udah sini masuk. aku ini wanita buta dan tidak pintar. Di tengah terik matahari aku beristirahat di balik teduhnya perpohonan.kembali pulang ke tempat pakdhe dan budhe.´ sambungnya lagi ³Kalo boleh tahu nama Mbak siapa? Kok sendirian di pinggir jalan?´ Tanya jogi bertubi-tubi. pasti mereka sedang panik mencari-cari aku. Lagian saya juga tahu kalo Mbak ini buta. Ada suara mobil yang kembali mendekat. ³Mbak dibilangin ngeyel bareng sama saya saja ke kota. Sepertinya mobil yang sama dengan yang tadi berhenti di sampingku.

Sesampainya di kota.ke sana Mbak. aku tidak pernah berkenalan dengan orang yang ada disekitar. Aku berjalan di pinggir jalan. Ternyata Jogi orang yang baik. bahkan mampu membuat suasana menjadi hidup.´Aku menjawabnya dengan senyum. di kota ini kejam Mbak. Maklum selama aku di rumah pakdhe dan budhe.Walaupun aku berteman dengan kegelapan aku masih bisa menuju terang dunia. itu yang di bilang Jogi saat di dalam mobil.udara pun semakin dingin. Aku berterimakasih kepada Jogi karena telah memberiku tumpangan.sebut saja ini ibukota Indonesiayang penuh dengan keramaian. ³Terimakasih Jogi.´ Aku gak punya apa-apa sebagai tanda ucapan terima kasih.´ ³Iya nggakpapa saya juga ikhlas kok mengantar MbakGres.´ Lelaki itu terus berbicara sambil membantuku masuk ke mobilnya. Keramaian yang begitu luar 9 .´ ³Iya Mbak santai aja.´ ³Iya Jogi tenang saja. sepertinya begitu. Aku merasa telah lama mengenalnya dan kekuranganku menjadi tidak berarti untuk menghadapi hari yang akan datang. Lalu Jogi kembali lagi ke desa. Pesan saya cuma satu untuk MbakGres. Selama perjalanan menuju kota aku dan Jogi bercerita banyak tentang kehidupanku begitu juga Jogi. lucu. Jadi hati-hati ya Mbak. Hari mulai gelap. lalu lalang kendaraan mobil dan motor yang selama ini tidak pernah aku dengar.

biasa. aku baru datang dari desa.Tadi ibu melihat kamu meminta makanan dari seorang Bapak yang berjualan ya!? Ya ampun kamu belum makan? Pucat sekali wajah kamu Nak?´ Rupanya ibu ini sengaja bertanya alamat kepadaku hanya untuk memulai pembicaraan denganku. Nak. ³Mbak tahu alamat ini nggak???´ ³Maaf Bu. ³Pergi sana tidak ada makanan kalo tidak ada uang!! Loe pikir loe siapa minta-minta. aku tidak tahu alamat ini. ehmm baunya enak sekali. ³Aku ini nggak bisa melihat Bu. aku juga tidak tahu harus ke mana.aku mendekati bau makanan ini. Aku mencium bau makanan. aku letih dan haus apalagi cacing didalam perut ini. Tiba-tiba ada seorang ibu bertanya kepadaku. ³Mari ikut ibu. aku boleh meminta makanan sedikit saja untuk mengganjal perut?´ Langsung terdengar suara seorang bapak. Aku ingin memiliki kehidupan baru di kota ini Bu.´Aku menjelaskan tanpa diminta. ³Permisi Bapak atau Ibu. nama kamu siapa Nak?´ ³Nama aku Gres. apalagi membaca. semoga Tuhan mengampuni bapak ini. kita beli makan Nak.´ ³Kamu sendirian datang ke kota. sudah berdemo.´ katanya sambil menuntunku menuju tempat makan.´ Sungguh kecewa aku mendengar perkataan bapak itu. dengan keadaanmu seperti ini?´ tanya ibu tersebut.´ aku menjawab dengan nada kesal. 10 . ³Ibu kasian melihatmu seperti ini. ³Kalo boleh ibu tahu. Aku melanjutkan perjalananku.

Seluruh keluarganya mengalami kecelakaan 2 tahun silam.´ sahut Joko. tiba-tiba aku ditawarin berkerja sebagai tukang pijat oleh ibu yang baik ini. kami bercerita sambil makan. Keterangan itulah yang bisa aku tangkap dari hasil pembicaraanku waktu kami makan tadi. aku juga tidak tahu harus ke mana untuk mengubah kehidupanku. Ibu Siti membuka usaha pijat refleksi belum cukup lama. Sehabis makan. ³Ibu antar ke kamar sekarang ya. Sebelumnyakehidupan Ibu Sitipun tidak jauh berbeda denganku. Aku menyerahkan semua kepada Tuhan untuk menuntun langkah ini. Pikiranku positif aja. ³Iya Bu. semoga Gres betah untuk tinggal di sini ya. Ibu Siti mampu hidup sendiri. termasuk pekerjaan pijat refeksi yang ibu punya. ³Mbak siapa namanya? Kalo ada apa-apa panggil saya aja ya.Begitulah ibu itu membantuku. Berkat kerja kerasnya. Gres. Terimakasih Tuhan. entar kalo kamu butuh sesuatu kamu panggil Joko pembantu Ibu. Namanya Ibu Siti. ³Rumah Ibu nggak seberapa besar. Dia yang mengurusi semua pekerjaan di rumah Ibu. dan sekarang ia memiliki usaha pijat refleksi yang berjalan lancar.´ kata Ibu Siti begitu kami sampai di rumahnya.´ sambungnya.´ rupanya ibu Siti mempunyai pembantu laki-laki kirakira umur Joko sekitar 24 tahun terdengar dari suaranya.´ 11 . ³Sekarang udah sampe rumah Ibu. ternyata ada orang baik juga di kota ini. hanya saja Ibu Siti lebih beruntung. yang tersisa hanya Ibu Siti.

Aku diajak menyantap makan malam bersama.´ ³Iya nanti saya sampaikan kepada Tiwi. Wanda tadi masuk kerja kok Bu. ³Joko kamu harus memperlakukan Gres seperti anak ibu sendiri ya.´ ´Nggak jadi izin???´ ³Nggak kayaknya Bu. semoga Gres betah tinggal di sini. Bu. kemudian Joko dengan senang hati mengenalkan ku ke semua sudut ruangan untuk lebih memudahkan aku. Aku mendengar perbincangan Joko dan ibu di depan kamarku dari balik jendela. cuma di samping rumah. yang juga sudah disiapkan oleh Joko.´ jawab Joko ³Terus Wanda masuk kerja nggak?? Soalnya kemarin Wanda bilang mau izin kerja.´ Aku di tuntun ke kamar yang akan aku tempati. ³O iya gimana tadi banyak pelanggan yang datang gak Ko?´ ³Lumayan banyak. Gres diajarin cara pijat refleksi ya Joko. Malam ini aku berada di rumah Bu Siti. Dan jangan lupa. Karena aku capek dan lemas aku beristirahat sejenak di kamar baruku. kehidupan dia sangat meyakitkan. Entar kamu suruh ajaTiwi yang mengajar. Gres itu anak baik.´ Rupanya jarak pijat refleksi dari rumah Ibu Siti tidak jauh. Ibu Siti memperkerjakan 3orang termasuk Joko. ³Joko sudah berapa lama kamu bekerja di rumah Bu Siti?´ 12 .³Nama aku Gres. yaitu Tiwi 23 tahun dan Wanda 25 tahun.

³Besok Ibu kenalkan sama Mbak Tiwi dan Wanda ya. suruh ngajarin kamu cara pijat refleksi. Ibu Siti masih menyimpan barang-barang peninggalan anak dan suaminya itu. ³Loh kok kamu malah belum ganti pakaian Gres?´ ³Eh Bu Siti. Aku bergegas mandi dan memakai baju yang semalam 13 . Iya Bu. dan Joko menonton televisi di kamarnya.´ ³Iya Gres terima kasih juga kamu mau tinggal dan mau bekerja bersama Ibu. ³Bu Siti kapan Gres bisa bekerja di pijat refleksi ibu?´ tanyaku. ya Bu. ³Sebelumnya aku berterima kasih yang sebesarbesarnya kepada Ibu. tolong ambilkan pakaian di lemari Zie.³Saya baru satu tahun Mbak. Malam itu aku dan ibu Siti ngobrol di ruangan tengah.´ Joko kemudian bercerita banyak tentang Tiwi dan Wanda yang berkerja juga buat Bu Siti. Sinar Matahari pagi masuk ke dalam kamarku.´ ³Ooalah Joko. Bu.´ jawab Joko.´ ³Iya. biar Tuhan yang membalasnya dengan berkat yang melimpah untuk Bu Siti.´ Zie adalah anak perempuan Bu Siti yang mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu. Tadi Joko juga udah bilang ke MbakTiwi. ³Tolong diambil semua. lalu kamu taruh ke dalam lemari Gres ya Joko. Gres kan tidak punya pakaian lagi.´ Semalaman aku berbicara lebih banyak tentang diriku dan ibu Siti pun juga menceritakan tentang kehidupannya lebih jauh lagi.

´ Suara Joko terdengar menyapaku. selamat pagi Joko. ³Selamat pagi MbakGres. 14 .´ Dengan senyuman aku menyambut sapaan Joko.diberikan Bu Siti. untuk mengantar Mbak ke kantor pijat refleksi. Kebetulan sekali Joko lewat.´ ³Aku boleh di antarkan ke sana sekalian?´ ³O iya Ibu tadi juga bilang ke saya. ³Mau ke mana Joko?´ ³Saya mau ke kantor pijat refleksi Mbak Gres. Mari saya antar Mbak Gres. Dengan tongkat kayu aku keluar kamar.´ Detak jatung ini mulai berdebar-debar. takut orang di sekitar mengejek kekuranganku ini. ³Eh Joko.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful