Anda di halaman 1dari 14

proposal

PENDAHULUAN Dengan hal ini kami mencoba untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah daerah Kabupaten semarangmengenai usaha yang kami tekuni. Kami telah lama menekuni pekerjaan bidang Pertanian namun kami merasa belum dapat berkembang sesuai dengan harapan, hal ini karena besarnya kendala yang kami hadapi yaitu minimnya permodalan yang kami miliki. Untuk itu kami berfikir dan berusaha mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang sebagaimana program program daerah di bidang lainya, seperti Dinas perikanan ada hibah UPR, pembuatan pakan ikan dll, serta dinas perindustrian dan perdagangan ada hibah seperti mesin jahit, wollsum, dan alat perbengkelan las astelin, dll.

Berdasarkan perbandingan tersebut diatas, kami mengajukan permohonan bantuan modal usaha pengembangan bunga potong kepada Pemerinta Daerah Kabupaten Semarang. Hal ini kiranya tidak merupakan tindakan yang berlebihan melainkan ini merupakan aspirasi agar Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang dapat

melaksanakan programnya dengan seimbang dan proporsianal.

B. DASAR PEMIKIRAN Semakin maraknya persaingan di dunia usaha di semua kalangan membuat pengusa kecil semakin tersisihkan atau tersingkir dari perhelatan kompetisi menghasilkan dan memasarkan hasil usaha. Hal ini diakibatkan karena persaingan ditingkat permodalan.

Semakin hari meningkat perkembangan gaya hidup manusia, hal ini menuntut meningkatnya tehnologi yang dimiliki oleh para desainer, termasuk didunia pertukangan terbukti dengan banyaknya model moubel yang beredar dengan desain baru dengan motif yang baru pula.

Untuk itu, agar tidak terlalu jauh tertinggal atau ada ketimpangan yang interfalnya terlalu jauh atara pengusaha menengah keatas dan pengusaha kecil, perlu adanya kepedulian Pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pengusaha kecil baik dana permodalan maupun teknis menejemen pengembangan. kampusbaca.blogspot.com C. JENIS USAHA Jenis usaha yang kami tekuni adalah MEBEL

D. IDENTITAS PEMILIK USAHA Nama : HENNY SETYADI Tempat Tgl Lahir : Kabupaten Semarang 27 April 1974 Alamat : Lingkungan Kupang Lor Rt 04 Rw 03, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, kabupaten Semarang.

E. TENAGA KERJA Tenaga yang kami miliki baru 2 ( Dua ) orang yang terdiri saya sebagi pemilik usaha da 1 ( satu ) orang karyawan tenaga pembantu obras.

F. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud Maksud dari kami mengajukan permohonan bantuan modal usaha ini adalah untuk mengembangkan usaha demi meningkatkan daya produksi dan pendapatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan karyawan. 2. Tujuan Tujuan mengajukan permohonan bantuan modal usaha iniadalah untuk membeli peralatan atau perlengkapan pertukangan, mengingat kompetisi usaha pertukangan atau moubeler semakin pesat.

G. BAHAN BAKU a. Kayu Jati ; b. Kayu Mahoni ;

c. Kayu Nangka ; d. Kayu Suren ; dan e. Kayu Albasia

H. PEMASARAN YANG SUDAH BERJALAN Pola pemasaran yang sudah kami lakukan adalah : Mengingat terbatasnya kemampuan tenaga dan peralatan yang kami miliki, kami baru dapat melayani PEMESANAN

I. PRODUKTIFITAS Produksi yang kami hasilkan rata rata setiap bulanya baru mencapai 3 ( tiga ) unit.

J. JENIS PRODUKSI Produksi yang kami hasilkan berupa, antara lain : a. Almari b. Dipan c. Pintu d. Kusen e. Meja TV f. Meja Computer g. Buvet h. Kursi i. KBU, Dll

K. RENCANA PEMASARAN Untuk meningkatkan penjualan hasil produksi, kami akan melakukan system : a. Membuka Kios Penjualan. b. Jual Keliling. c. Kerja sama dengan took took moubel.

L. KEBUTUHAN PERALATAN

1 2 3 4 5 6 7 Alat Mesin

Serkel Mesin Kompresor asah Mesin Pres Bor mata

Meja Bobok 1 pasha Amplas Pintu duduk / (

1 1

3.000.000,00 1.500.000,00 1.500.000,00

3.000.000,00 1.500.000,00 1.500.000,00 1.000.000,00 750.000,00 500.000,00 1.000.000,00

serut 1 Jendela 1

1.000.000,00 750.000,00

500.000,00

1.000.000,00

JUMLAH

9.250.000,00

M. PENUTUP Demikian permohonan yang kami ajukan, kiranya dapat berkenan dan dikabulkanya oleh Pemerintah daerah Kabupaten Semarang. Dan dalam hal ini untuk selanjutnya, kami siap senantiasa mendapat bimbingan dan pengawasan dalam setiap

pengembangan usaha kami. Selebihnya tidak ada kata kata yang pantaskami ucapkan atas dikabulkanya permohonan kami kecuali semoga kebijakan Pemerintah daerah Kabupaten Semarang menjadi kebijakan yang bijaksana yang di berkati oleh Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih

Ambarawa 29 Januari 2009 Pemohon

HENNY

SETYADI

Jangan lupa diawal dikasih surat permohonan ya...okey...salam dariku kampus baca

Related Posts Contoh Proposal


y y

Proposal Pembangunan Musholla Al Mustakim Contoh Proposal Kegiatan Masyarakat

y y

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah Contoh Proposal Kegiatan Masyarakat

. LATAR BELAKANG MASALAH Sungguhpun keberadaan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai motor penggerak ekonomi telah mendapatkan legitimasi dari UU No. 9 Tahun 1995, namun sungguhpun demikian, kelompok UKM Kota Bekasi belum dapat masih menyimpan sejumlah persoalan yang harus segera diatasi seperti rendahnya kapasitas produksi dan jangkauan pemasaran produk yang hanya memenuhi kebutuhan lokal saja. Secara lebih luas, dapat diungkapkan bahwa permasalahan mendasar yang menghinggapi kelompok usaha kecil dan menengah dapat ditinjau dari dua faktor internal dan eksternal. Permasalahan internal diantaranya meliputi (a) Terbatasnya perhatian , pengakuan dan jaminan keberadaan usaha kecil. (b) kesulitan untuk mendapatkan data yang jelas dan pasti tentang jumlah dan penyebaran usaha kecil. (c) Alokasi kredit atau pembiayaan masih sangat timpang baik antar golongan, antar sektor, antar wilayah. (d) Terbatasnya akses pada pasar. (e) Adanya pungutan-pungutan atau biaya siluman yang tidak proporsional. (f) Terjadinya krisis ekonomi. Sedangkan permasalahan eksternal diantaranya adalah (a) Terbatasnya penguasaan dan pemilikan aset produksi, terutama permodalan. (b) Rendahnya kemampuan sumber daya manusia. (c) Konsentrasi sumber daya hanya difokuskan pada pertanian. (d) Kelembagaan usaha kecil belum berperan secara optimal. Permasalahan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) dapat diatasi apabila potensi dan peta permasalahan yang dialaminya dapat diidentifikasi kemudian dibantu dengan program penanggulangannya secara komprehensif sehingga perannya dapat dirasakan oleh masyarakat paling bawah dan khususnya masyarakat perdesaan di Kota Bekasi. Jika ditilik permasalahan di atas, nampak permasalahan utama yang ada pada kelompok usaha kecil dan menengah bersumber pada kecilnya akses permodalan. Sebagai Kota yang memiliki visi Sebagai kota yang unggul dalam jasa dan perdagangan , Kota Bekasi memiliki kepedulian cukup besar terhadap pemberdayaan UKM. Hal ini merupakan terobosan bagi terwujudnya arah pembangunan Kota Bekasi yang menggunakan paradigma pembangunan berkelanjutan dan menjadikan masyarakat Bekasi sebagai subyek pembangunan sekaligus sebagai modal sosial yang kreatif, inovatif dalam mengolah sumber daya menuju pada kesejahteraan masyarakat. Dengan paradigma pembangunan berkelanjutan tersebut Kota Bekasi memunculkan karakter pemberdayaan yang memberikan kesempatan tumbuhnya kemampuan lapisan masyarakat bawah perkotaan melalui kemampuan mengakses layanan dasar baik di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi maupun permodalan. Di antara perhatian tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekonomi syariah dengan membentuk Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (PD.BPRS) Kota Bekasi. Sebagai lembaga perbankan syariah pertama, kehadiran BPRS Kota Bekasi diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi masyarakat . Ditinjau secara historis, keberadaan sistem ekonomi syariah adalah merupakan alternatif dari sistem ekonomi konvensional ; kapitalis dan sosialis, yang selama ini sudah berkembang di masyarakat. Pangkal

lahirnya alternatif ekonomi syariah terhadap sistem ekonomi konvensional ini adalah adanya peristiwa krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 di mana nilai tukar rupiah rupiah terus melemah jika diandingkan dengan nilai tukar dolar Amerika. Diantara hal yang membedakan antara ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional dalam bidang permodalan adalah pada aspek nilai, prinsip dan operasional yang digunakannya. Nilai-nilai yang digunakan ekonomi syariah bersumberkan pada alQur an, al-Hadits dan al-Ra yu yang mengandung ketentuan yang bersifat tetap (pasti) maupun yang bersifat fleksibel. Adapun prinsip-prinsip ekonomi Islam adalah prinsip keadilan, menghindari hal yang dilarang dan kemanfaatan Sedangkan secara operasional ekonomi syariah menggunakan bagi hasil dan menolak keberadaan bunga sebagai keuntungan. Sementara nilai-nilai ekonomi konvensional besumber pada akal semata dengan prinsip materialistis dan hedonistis serta secara operasional menggunakan bunga. Kebijakan pengembangan ekonomi Islam Pemerintah Daerah Kota Bekasi yang ditetapkan dalam rencana dan strategi (renstra) Kota Bekasi tahun 2003-2008, perlu ditindaklanjuti dengan analisis strategi peningkatan kapasitas usaha kecil menengah (UKM) melalui ekonomi syariah. Hal ini berkaitan dengan penyusunan dan evaluasi arah strategi peningkatan kapasitas UKM serta menggerakkan sektor riil, sehingga usaha kecil dan menengah dapat menjadi lebih kuat dan dapat berperan sebagai mitra bagi usaha besar. B. RUMUSAN MASALAH Penelitian ini mememiliki permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana potensi Kota Bekasi ? 2. Bagaimana strategi pengembangan ekonomi syariah di Kota Bekasi? 3. Bagaimana strategi peningkatan kapasitas usaha kecil menengah (UKM) melalui ekonomi syariah di Kota Bekasi ? C. PEMBATASAN MASALAH Pembatasan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Potensi wilayah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah potensi wilayah yang menyangkut rasio geografi dan masyarakat muslim, potensi ekonomi dan potensi usaha kecil menengah di Kota Bekasi. 2. Pengembangan ekonomi syariah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengembangan lembaga keuangan syariah bank di Kota Bekasi 3. Strategi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah arah dan efektifitas strategi pengembangan kapasitas usaha kecil menengah (UKM) melalui ekonomi syariah di Kota Bekasi. D. SIGNIFIKANSI MASALAH Penelitian ini dilakukan untuk mengaktualisasikan ekonomi syaraiah dan meningkatkan kapasitas UKM sehingga memiliki signifikansi positif baik bagi kehidupan sosial masyarakat umum maupun bagi masyarakat akademik. Signifikansi bagi masyarakat umum diantaranya adalah dapat mengungkap permasalahan kesenjangan antara harapan dan kenyataan program pemberdayaan ekonomi syariah yang terfokus pada UKM serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi , pemerataan dan rasa keadilan bagi masyarakat Sedangkan signifikansi positif bagi masyarakat akademik adalah : 1. Tersedianya khazanah pemikiran tentang strategi pengembangan kapasitas UKM melalui ekonomi syariah di Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Unisma Bekasi. 2. Penguatan Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam melalui kegiatan penelitian .

E. KAJIAN RISET SEBELUMNYA Sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal, UKM memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan sosial di masyarakat. Namun begitu pentingnya posisi UKM, eksistensinya belum dapat menunjukkan prestasi yang signifikan. Hal ini dapat kita temukan dalam penelitian yang dilakukan oleh LPPM Unisma Bekasi pada tahun 2006 dengan judul Analisis dan Pemetaan Penanggulangan Ekonomi Lemah di Kabupaten Bekasi . Penelitian tersebut baru mengungkapkan berbagai kelemahan-kelemahan yang ada dalam sektor UKM dan belum menyentuh pada pengembangan ekonomi syariah serta belum memberikan solusi arah dan strategi peningkatan kapasitas UKM. Melalui penelitian ini diharapkan akan tersusun arah strategi peningkatan kapasitas UKM dengan pendekatan ekonomi syariah. F. KERANGKA TEORI Dalam konteks pembangunan masyarakat madani, keberlangsungan ajaran Islam sangat ditentukan oleh individu dan sistem yang dibangunnya. Hal ini seuai dengan teori sosial yang dikemukakan oleh Ibn Khaldun (732-808H). Dalam bukunya Muqaddimah, Ibn Khaldun mengemukakan bahwa prasyarat utama untuk terimplementasikannya ajaran Islam dalam kehidupan sosial dibutuhkan korelasi dan integrasi yang kuat antara negara, penguasa, masyarakat, kesejahteaan dan sistem yang berkeadilan . Oleh Umer Chapra, pandangan ini dituangkan dalam persamaan matematis sebagai berikut : G = F(S,N,W,G, dan J Ekonomi syariah hadir sebagai teori baru yang dijadikan alternatif sekaligus sebagai jurus pamungkas dalam mengikis bagian-bagian teori ekonomi konvensional yang mengandung perspektif ketidakadilan dan berpotensi menimbulkan krisis ekonomi yang sudah mapan sebelumnya. Bibit-bibit konsep ekonomi syariah secara potensial sudah tumbuh dalam tradisi ummat Islam sejak masa awal Islam yaitu pada masa Nabi Muhammad yang tertuang dalam al-Qur an dan al-Hadits. Pada masa penyusunan kitab fiqh klasik, pembahasan ekonomi syariah dibahas sebagai bagian dari kitab fiqh dalam bab al-muamalah maupun dibahas secara tersendiri dalam sebuah kitab. Kitab yang membaahas ekonomi syariah yang terbit pada masa awal Islam diantaranya adalah Kitab al-Kharaj yang disusun oleh Abu Yusuf (113-182 H). Dalam hal ini, Abu Yusuf membahas tentang pertanian dan perpajakan. Kitab fikih klasik lainnya yang cukup fenomenal membahas ekonomi syariah adalah kita Ahkam al-Suq yang disusun oleh Yahya bin Umar (213-289 H). Kitab ini membahas lembaga pengawas pasar (al-hisbah) dan hokum pasar. Sedangkan pada masa kontemporer saat ini konsep ekonomi syariah diaktualisasikan para cendekiawan Muslim dengan pendekatan ilmiah baik teori maupun praktik. Buku ekonomi syariah yang representatif disajikan secara ilmiah adalah buku The Future of Economics : An Islamic Perspective yang disusun oleh Umer Chapra, seorang cendekiawan Muslim dari Pakistan. Umer Chapra mengungkapkan prinsipprinsip ekonomi syariah yang meliputi prinsip keadilan, menghindari kegiatan yang dilarang dan memperhatikan aspek kemanfaatan. Prinsip-prinsip di atas menjadi penyangga teori kemaslahatan yang dikemukakan oleh asy-Syatibi.

Gambar 1. Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Secara substansial dapat dikatakan bahwa pengembangan ekonomi syariah dapat mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat apabila memperhatikan beberapa aspek yaitu aspek sikap dan pandangan postif terhadap Islam, Aspek keadilan, aspek penghindaran kegiatan yang dilarang Islam, aspek kemanfaatan. G. METODE PENELITIAN A. Data Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang akan dinalisis adalah data primer dari hasil kegiatan akademik yang berkaitan dengan Kota Bekasi maupun sumber referensi, data primer dalam bentuk regulasi dan hasil kegiatan pengembangan ekonomi syariah dan peningkatan kapasitas UKM di Kota Bekasi B. Analisis Data Data ditafsirkan dengan metode analisis SWOT. Analisis SWOT ini dilakukan dengan melalui tiga tahap. Pertama, pemrosesan satuan data, Kedua, Kategorisasi kelemahan dan tantangan serta kekuatan dan peluang yang ada. Ketiga, penafsiran data.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah UKM (Usaha Kecil Menengah) memegang peranan yang sangat besar dalam memajukan perekonomian Indonesia.Selain sebagai salah satu alternatif lapangan kerja baru,UKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi pasca krisis nmoneter tahun 1997 di saat perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya.Saat ini,UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan Negara Indonesia. UKM merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang pendiriannya berdasarkan inisiatif seseorang.Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa UKM hanya menguntungka pihakpihak tertentu saja.Padahal sebenarnya UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia.UKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia yang masih mengganggur.Selain itu UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia. UKM juga memanfatkan berbagai Sumber Daya Alam yang berpotensial di suatu daerah yang belum diolah secara komersial.UKM dapat membantu mengolah Sumber Daya Alam yang ada di setiap daerah.Hal ini berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia. Juga agar kita dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh apabila kita membuka sebuah usaha kecil dan menengah, dan kita dapat mengetahui cara mengelola usaha kecil dan menengah dengan baik, sehingga memperoleh laba yang cukup besar.untuk membangun sebuah usaha awal.

Tujuan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua. Juga Untuk dapat memacu dan meningkatkan penghasilan maka di perlukan strategi ukm waralaba

Metode Penulisan Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah : Studi Pustaka Dalam metode ini penulis membaca buku-buku yang berkaitan denga penulisan makalah ini.

BAB II PEMBAHASAN USAHA KECIL DAN MENENGAH


Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,(Satu Milyar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi. Untuk dapat memacu dan meningkatkan penghasilan maka di perlukan strategi ukm waralaba Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih.

Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kta yang dapat digunakan meningkatkan strategi UKM Ciri-ciri usaha kecil
y y y

y y y y

Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah; Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah; Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha; Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP; Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira usaha; Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal; Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning.

Contoh usaha kecil


y y y

y y

Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja; Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya; Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan; Peternakan ayam, itik dan perikanan; Koperasi berskala kecil.

Ciri-ciri usaha menengah


y

y y y y

Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi; Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur, sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan; Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dll; Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dll; Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan; Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik.

Contoh usaha menengah

Jenis atau macam usaha menengah hampir menggarap komoditi dari hampir seluruh sektor mungkin hampir secara merata, yaitu:
y y y y y

Usaha pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan skala menengah; Usaha perdagangan (grosir) termasuk expor dan impor; Usaha jasa EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), garment dan jasa transportasi taxi dan bus antar proponsi; Usaha industri makanan dan minuman, elektronik dan logam; Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan.

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi. Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kta. Kriteria Jenis Usaha Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja Kriteria jumlah karyawan berdasarkan jumlah tenaga kerja atau jumlah karyawan merupakan suatu tolak ukur yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menilai usaha kecil atau besar, sebagai berikut :

Usaha Mikro Jumlah Tenaga Kerja <>

Usaha Kecil 5-19 orang

Usaha Menengah 20-99 orang

Usaha Besar > 100 orang

Contoh USAHA KECIL DAN MENENGAH seperti dibawah ini :


Margin Keuntungan Sablon Digital 100-900% Untuk peluang usaha di bidang sablon digital atau usaha cetak-cetak produk suvenir atau barang promosi ini, selain hanya butuh modal kecil... margin keuntungannya sangat besar Usaha apapun, biasanya usaha yang hanya menjual dalam satu kategori penjualan saja, misalnya

hanya Jasa saja, atau hanya Barang saja, harganya gampang di lacak mahal atau tidaknya. Misalnya anda menjual dalam kategori Jasa saja contohnya jasa pengiriman barang, jasa servis handphone, atau sampai jasa narik taksi, semuanya sudah ada perbandingannya dan customer bisa cek2 kiri kanan untuk melabel jasa anda kompetitif atau tidak. Sedangkan untuk barang, wah lebih parah lagi.. Jualan di pusat perbelanjaan apalagi. Misalnya jualan komputer di pusat perbelanjaan komputer terbesar di Jakarta, di Mangga Dua misalnya : jualan komputer yang harganya 5 jutaan untungnya hanya Rp 100.000-150.000, kadang2 kalau lagi sepi Rp 50.000 aja di ambil untung cuma 1-3%..., habis... daripada daripada ntar di ambil toko sebelah mendingan ambil aja lah daripada ga untung sama sekali.. Padahal tuh jual komputer kan ada garansi... Apalagi jualan barang2 lain yang sudah lebih pasaran.. mana mungkin untung banyak2... Nah Kalau mau jual sesuatu yang orang tidak bisa ukur nilai pastinya atau agak susah dicek kiri kanan harganya adalah bisnis yang menggabungkan Barang dan Jasa!. Misalnya anda menjual lukisan, anda kan menjual lukisan itu (barang) tapi dengan keterampilan anda juga (jasa). Nah kalau anda pelukis handal, harga lukisan anda pasti lebih tinggi daripada pelukis amatir bukan? Nah kalau mau cari peluang usaha itu, harus yang menggabungkan Barang dan Jasa supaya keuntungan bisa jauh lebih besar dan orang tidak bisa membanding2kan dengan orang lain karena keahlian kita pasti berbeda dengan orang lain. Nah usaha di bidang Sablon Digital ini sama dengan kategori Barang dan Jasa itu. Misalnya, kita menjual T-Shirt atau Mug, tapi kan design kita dengan design orang lain berbeda tergantung dari tingkat kreatifitas kita sendiri. Jadi nilainya berbeda2. Anda lebih memilih mana? Beli T-Shirt design amatiran atau T-Shirt dengan design unik dan kreatif? Pasti yang unik dan kreatif itu kan? Nah jadi dalam usaha Sablon Digital ini selain produk2nya sendiri yang sudah unik, kreatifitas anda juga menambah keunikannya lagi, jadi nilai jual akan sangat tinggi. Maka tidak perlu kaget, modal cetak ID Card misalnya hanya 540 rupiah, bisa dijual Rp 5.000-10.000 bahkan ada yang masih menjual ID Card di atas Rp 15.000! Untungnya minimal bisa lebih dari 900%!!! Mana ada bisnis dengan keuntungan segitu dijaman krisis global sekarang ini?!?! Apakah semua produk sablon digital ini bisa menguntungkan margin sebesar 900%? Tentunya tidak semuanya. Tapi rata2 keuntungan yang paling minimal adalah 100%! Jangankan 900%, untung 100% saja usaha apapun sekarang sudah susah!

Coba anda perhatikan Tabel dibawah ini :

Beri Nilai