Anda di halaman 1dari 16

EVOLUSI BIOLOGI DAN KIMIA

Kelompok IV Jibi Marudi Siska Widyaningsih Devi Haryati Syahrani Izuardo Zulkarnain R. Barry Andhika

TEORI ABIOGENESIS MODERN: EVOLUSI KIMIA


Evolusi kimia menerangkan bahwa bahan-bahan organik berasal dari bahan-bahan anorganik yang mengalami perubahan secara erlahanlahan. Teori ini didukung oleh A. J. Oparin, J.B. S. Haldane, Stanley Miller, dan Harold Urey.

TAHAPAN EVOLUSI KIMIA


1. Pembentukan senyawa kimia organik sederhana dari zat-zat anorganik dengan bantuan energi kosmis di atmosfer purba: H2O + H2 + NH3+ + HCN urea, formaldehid, asetat, dan sebagainya. 2. Pembentukan senyawa kimia yang lebih kompleks: urea, formaldehid, asetat, dan sebagainya asam amino, glukosa, asam lemak, nukleotida. 3. Pembentukan senyawa kompleks dengan cara polimerisasi senyawa monomer organik: Asam amino polimer protein Glukosa polimer amilum, selulosa Asam lemak + gliserol lemak Nukleotida RNA

TAHAPAN EVOLUSI KIMIA

TAHAPAN EVOLUSI KIMIA


4. Beberapa molekul sederhana dan molekul polimer berinteraksi menjadi agregat seluler. Beberapa molekul berfungsi secara struktural dan menjadi substrat reaksi untuk menghasilkan energi bagi reaksi-reaksi sintesis. 5. Beberapa molekul (nukleotida) mengalami polimerisasi menjadi RNA yang mampu bertindak sebagai enzim untuk sintesis, sekaligus mengarahkan jalannya reaksi-reaksi dalam kompartemen (koaservat atau protobion).

TAHAPAN EVOLUSI KIMIA


6. RNA menjadi cukup stabil untuk bertindak sebagai molekul pembawa informasi genetis. 7. Reaksi-reaksi kimia agrerat cikal bakal seluler tersebut tersekat atau terjebak dalam sekat hidrofobik (lemak) dan ini menjadi cikal bakal sel.

TEORI ABIOTIK YANG LAIN: TEORI PANSPERMIA


Sejauh ini teori-teori tentang terbentuknya bahan kimia kehidupan di planet bumi didasarkan atas teori-teori modern yang dibuktikan dengan eksperimen laboratorium yang menyerupai kondisi atmosfer pirba. Namun demikian, percobaan laboratorium hanya membuktikan secara parsial kejadian kunci. Akan tetapi, kejadian yang sesungguhnya tetap penuh dengan spekulasi ilmiah. Oleh karena spekulasi tidak memberi kepuasan ilmiah, para ahli mengembangkan teori abotik lain yang menjelaskannya, yaitu Teori Panspermia.

TEORI ABIOTIK YANG LAIN: TEORI PANSPERMIA


Teori ini menerangkan bahwa terbentuknya senyawa organik berasal dari meteorit dan komet yang masuk ke atmosfer bumi sambil membawa zat-zat organik yang diperlukan bagi evolusi makhluk hidup. Molekul organik itu telah terbentuk dari proses-proses abiotik di luar memang telah ditemukan pada metorit yang masuk ke bumi. Teori Panspermia dan teori evolusi kimia telah menerangkan bagaimana alam bumi pada awalnya menyediakan material organik.

EVOLUSI BIOLOGI

Teori evaluasi biologi menyatakan bahwa makhluk hidup pertama merupakan hasil dari evolusi molekul anorganik (Evolusi kimia) yang kemudian berkembang menjadi struktur kehidupan (sel). Berdasarkan hasil perbocaan Oparin HaldaneBerdasarkan hasil perbocaan Oparin, Haldane, dan Urey asal-usul kehidupan berasal dari Sintesis dan akumulasi monomer organik pada kondisi abiotik. Molekul yang dihasilkan secara abiotik disebut protobion. Protobion tidak dapat melakukan reproduksi namun dapat mempertahankan lingkungan kimia di dalamnya dari pengaruh lingkungan luar. Protobion menunjukan ciri-ciri hidup lainnya, yaitu mengalami metabolisme. Protobion dibedakan menjadi koaservat, mikrosfir dan liposom.

KOASERVAT

Koaservat merupakan tetesan stabil yang cenderung terbentuk pada suspensi makromoelekul (polimer), misalnya polipeptida, asam nuklea, dan polisakarida yang dikocok. Setiap koaservat, merupakan agrerat makromolekul yang sangat hidrofobik (tidak suka air), dikelilingi dan distabilkan oleh molekul air. Jika pada koaservat ditambahkan enzim, enzim tersebut akan diserap. Kemudian koaservat dapat menyerap substrak dari sekelilingnya dan membebaskan produk dari hasil katalisis oleh enzim.

MIKROSFIR

Merupakan protobion yang terbentuk dengan sendirinya menjadi tetes-tetes kecil saat didinginkan. Mikrosfir tersusun dari beberapa proteinoid. Mikrosfir dikelilingi membran dua lapis dan akan mengalami pembengkakan atau penciutan osmotik saat ditempatkan dalam larutan garam dengan konsentrasi yang berbeda.

LIPOSOM

Merupakan protobion yang langsung terbentuk dengan sendirinya menjadi tetes-tetes kecil apabila komposisi organiknya mengandung lipid tertentu. Lipid tersebut terorganisasi menjadi dua lapisan molekul pada permukaan tetes tersebut, seperti halnya dua lapis membran lipid pada membran plasma sel.

ASAL USUL SEL PROKARIOTIK


Protobion dianggap sebagai bahan dasar pembentuk sel purba atau disebut progenot. Progenot merupakan cikal bakal universal semua jenis sel yang ada sekarang. Diagram alir kemunculan sel hidup: H2O, H2, CH2, NH3 Monomer organik Polimer organik (protenoid) Protobion Progenot (sel purba) Sel prokariot purba

ASAL USUL SEL EUKARIOTIK


Teori emdosimbiotik: sel tunggal yang kompleks berevolusi dari dua atau lebih sederhana, yang hidup simbiotik dengan inangnya. Evolusi Tumbuhan Organisasi satu sel eukariot autotrofik Membentuk koloni sel Organisasi antar sel membentuk jaringan Tumbuhan talus (belum memiliki akar, batang, dan daun) Tumbuhan kormus (memiliki akar, batang, dan daun)

Tumbuhan lumut

tumbuhan paku

tumbuhan berbungan

ASAL USUL SEL EUKARIOTIK


Evolusi Hewan Organisasi satu sel eukariot heterotrofik

sel

Membentuk koloni organisasi tingkat protoplasma

sel

Terjadi pembagian organisasi antar Protozoa

Organisasi tingkat seluler: porifera Organisasi tingkat jaringan: coelenterata Organisasi tingkat organ: platyhelminthes, nemathelminthes, annelida, arthropoda, mollusca Organisasi tingkat sistem organ: echinodermata, chordata

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai