Anda di halaman 1dari 10

Pemeriksaan oftalmologi I . Anamnesis mata Keluhan utama digolongkan menurut lama , frekuensi , intermitensi dan cepat timbulnya .

Lokasi, berat dan keadaan lingkungan saat timbul juga penting, demikian juga setiap gejala tambahan . Obat obat mata yang dipakai akhir- akhir ini dan semua gangguan mata yang lalu maupun yang sekarang , dicatat . Riwayat kesehatan lalu berpusat pada keadaan kesehatan umum dan bila ada penyakit sistemik penting . Gangguan vaskuler yang biasanya menyertai manifestasi mata-seperti diabetes dan hipertensi harus ditanyakan secara spesifik . Seperti halnya riwayat medik umum harus mencakup obat-obat mata yang dipakai , harus mencantumkan obat- obat sistemik yang dipakai pasien . hal ini menunjukan keadaan kesehatan umum dan dapat mencakup obat obat yang mempengaruhi kesehatan mata seperti kortiko steroid , alergi obt juga harus dicatat. Riwayat keluarga berhubungan dengan gangguan mata seperti strabismus , ambliopia , gllukoma , katarak dan masah retina seperti ablatio retinae atau degenerasi makula . Penyakit medik seperti diabetes juga relevan . Ia. Gejala umum mata Gejala mata dapat dibagi menjadi tiga kategori dasar ; kelainan penglihatan , kelainan penampilan mata dan kelainan sensasi mata nyeri dan sakit . Gejala dan keluhan harus terinci secara lengkap yaitu bagaimana awal penyakit ( berangsur- angsur, cepat atau asimptomatik ) , Apakah durasinya singkat atau menetap sampai kunjungan ini?Apakah lokasinya setempat atau difus , unilateral atau bilateral ? akhirnya apakah derajad gejala pasien itu ringan sedang atau berat? II. Kelainan Penglihatan Penurunan Ketajaman Penglihatan dapat disebabkan kelainan disembarang tempat sepanjang jalur optik dan neurologik visual . Harus dibedakan antara pengurangan sentral atau perifer yang perifer dapat bersifat fokal seperti skotoma atau lebih luas seperti hemiaopia . kecuali buta kortikal dan amliopia , kelainan jalur visual intrakranial biasanya menggangu lapang pandang bukan ketajaman visual sentral. Hilang penglihatan sentral atau perifer sementara seringkali disebabkan perubahan sirkulasi pada salah satu tempat di sepanjang jalur visual neurologik dari retina sampai korteks oksipital . contohnya amaurosis fugax atau skotoma migrain . Derajad dapat bervariasi pada keadaan berbeda .Misalnya gangguan refraksi yang dikoreksi akan jelas lebih berat pada lingkungan gelap . Dilatasi pupil memungkinkan lebih banyak berkas cahaya tak terfokus , sehingga makin mengaburkan pandangan . Katarak fokal sentral akan jelas lebih parah di bawah sinar matahari . Dalam hal ini konstriksi pupil mengurangi jumlah cahaya yang dapat melintasi lensa yang keruh . Pandangan kabur akibat

edema kornea makin siang makin membaik , karena ada dehidrasi pada kornea akibat penguapan dari permukaan . Aberasi Penglihatan Glare atau halo dapat timbul karena ada gangguan refraksi yang tidak dikoreksi , guratan pada lensa kaca mata dilatasi pupil yang berlebihan , dan media mata yang keruh seperti edema dan katarak .Distorsi visual dapat bermanifestasi berupa keremangan dengan pola tidak teratur , garis-garis putus-putus , garis-garis bergelombang , pembesaran atau pengecilan bayangan . Penyebabnya bisa aura pada migrain , distorsi optik akibat koreksi lensa yang kuat ,atau lesi pada makula dan nervus optikus .Kilatan atau kedipan cahaya (flasing or flickering lights ) dapat berarti traksi retina (jika sejenak) atau sicintilasi , yang berlangsung beberapa detik atau menit . Bintik-bintik mengapung (floating spots ) merupakan benang-benang vitreus normal akibat syneresis atau pemisahan vitreus atau adanya patologik pigmen darah atau sel-sel radang . Oscillopsia adalah goyangan lapangan pandang yang mungin terjadi akibat kedutan palpebra biasa (miokimia) atau akibat bentuk nistagmus tertentu.Harus dipastikan apakah penglihatan ganda (diplopia) bersifat monokuler atau binokuler seringkali berupa bayangan sekilas atau bayangan hantu. Penyebabnya adalah gangguan refraksi yang tidak dikoreksi seperti astigmatisma atau kelainan media fokal seperi katarak atau ketidak pastian kornea (misal luka parut, keratokokus ) .Diplopia binokuler dapat bersifat vertikal ,horizontal ,diagonal atau torsional .Jika deviasi ini terjadi atau meningkat dalam satu lapang pandang saja disebut incomitant us dicurigai . Disfungsi neuromuskular atau retriksi mekanik dari rotasi bola mata harus dicurigai . Deviasi comitant menetap , meskipun arah pandangnya berbedabeda .Ini biasanya disebabkan strabismus masa kanak-kanak . Kelainan penglihatan Keluhan mata merah harus dibedakan antara merah pada palpebra dan sekitar mata atau merah pada bola mata .Merah pada bola mata dapat disebabkan antara hemorragi sub konjungtiva atau oleh kongesti vaskuler pada konjungtiva ,sklera atau episklera (jaringan ikat antara sklera dan konjungtiva ) . Hal ini dapat disebabakan oleh radang di permukaan luar seperti konjungtivitis dan keratitis atau radang intraokuler seperti irititis dan glukauma akut . Kelainan warna , selain kemerahan adalah ikterik dan dan bintik-bintik hiperpigmentasi pada iris atau permukaan mata . Perubahan penempilan lain pada bola mata yaitu lesi fokal pada permukaan mata seperti pterygium dan ukuran pupil yang tidak simetris .Palpebra dan jaringan periokuler dapat menjadi tempat tanda-tanda yang dapat dilihat seperti edema , kemerahan ,pertumbuhan atau lesi fokal , dan posisi atau kontour tak normal. Nyeri dan pegal . Contoh nyeri periokuler adalah nyeri tekan pada palpebra adalah nyeri tekan pada palpebra ,sakus lakrimalis ,sinus-sinus , atau arteria temporalis .Sedangkan nyeri retrobulber dapat disebabkan setiap jenis radang orbita . Lokasi radang tertentu seperti neuritis optik atau

miositis orbita dapat menyebabkan sulit digerakan . Banyak keluhan non-spesifik seperti mata lelah , mata tertarik , mata tertekan ,rasa penuh, dan sakit kepala tertentu.Nyeri mata dapat datang dari permukaan atau dari dalam bola mata . Kerusakan epitel kornea selalu menimbulkn nyeri yang tajam dan superfisisal atau sensasi ada benda asing yang bertambah sakit dengan kedipan mata .

Iritasi mata Gatal , sebagai gejala primer , seringkali sebagai tanda alergi .Berair mata ada dua jenis umum . Berair mata refleks mendadak umumnya disebabkan iritasi permukaan mata . Sebaliknya , berair mata menahun dan ephipora ( air mata turun dari pipi) dapat menunjukan drainase air mata ysng tidak normal . Sekret mata secara diagnostik sering tidak spesifik , bertahi mata yang banyak menyebabkan kedua palpebra melengket II. Pemeriksaan dasar mata . Fungsi pemeriksaan ini adalah untuk menilai fungsi maupun anatomi kedua mata . Fungsi mencakup fungsi penglihatan dan fungsi bukan-penglihatan seperti gerak mata dan perpaduan . Secara anatomis masalah mata dibagiu menjadi 3 daerah ; masalah pada adnexa ((palpebra dan jaringan periokuler ) , bola mata , dan orbita . Penglihatan Refraksi Mata Ametrop ( yakni mata miopi , hipertropi , dan astigmatisma ) Adalah prosedur untuk untuk menetapkan dan menghitung kesalahan optik alami ini. Tes penglihatan sentral

Penglihatan dapat dibagi menjadi dalam penglhatan sentral dan perifer . Ketajaman penglihatan sentral diukur dengan memperlihatkan sasaran dengan berbagai ukuran yang terpisah pada jarak standar mata . Misalnya kartu snellen yang biasa terdiri dari deretan huruf yang tersusun mengecil dan meguji penglihatan jarak jauh . Ini biasa dilakukan ketika Anda datang dengan keluhan, penglihatan memburam atau perkiraan mata menjadi minus atau plus. Biasanya Anda akan diminta duduk dalam sebuah kursi dan di hadapan Anda diberikan papan tulisan huruf (papan Snellen) atau angka sekitar 5 atau 6 meter di depan. Anda akan diminta untuk membaca tulisan dari atas (terbesar) hingga tulisan terbawah yang bisa Anda baca. Masing-masing tulisan memiliki nilai visus atau ketajaman mata. Misalnya bila Anda bisa membaca tulisan teratas, maka ketajaman mata Anda adalah 6/60 (enam per enampuluh). Pemeriksaan dilanjutkan hingga tulisan terkecil yang dapat Anda baca. Setelah diketahui nilai visus, Anda biasanya akan diberikan kacamata periksa, dimana lensanya dapat digonta-ganti. Tujuannya adalah agar mata Anda dapat dengan baik membaca tulisan terbawah dalam papan Snellen dengan visus 6/6. Ketajaman 6/6 adalah ketajaman terbaik. Bila visus mata sangat buruk, atau tulisan terbesar pun tak terbaca, biasanya pemeriksa akan melakukan dengan memperagakan jumlah jari pada 1 meter di hadapan Anda. Anda harus menghitung jumlah jarinya. Bila tidak terlihat, maka akan dilakukan dengan lambaian tangan. Bila bahkan lambaian tak terlihat, maka dilakukan uji dengan cahaya senter. Bila cahaya pun tak terlihat, maka mata mungkin mengalami kebutaan. Pemeriksaan ini memang sangat subjektif (tergantung dari persepsi Anda sendiri). Namun,

kini sudah ada pemeriksaan yang lebih objektif yaitu dengan pemeriksaan komputer, yang jelas sangat cepat, dibandingkan dengan menggunakan papan Snellen. Tes pinhole Jika pasien memerlukan kacamata atau jika tidak tersedia kacamata , ketajaman terkoreksi dapat diperkirakan dengan mentes penglihtan yang disebut pinhole . Melihat kartu snellen melalui sebuah lempengan dengan banyak lubang mencegah sebagian besar berkas yang tidak terfokus melalui mata . hanya sedikit berkas yang terfokus dipusat yang mencapai retina sehingga menghasilkan bayangan yang lebih tajam . Dengan demikian pasien dapat membaca satu atau dua baris yang akan terbaca jika memakai kacamata koreksi sesuai dengan yang terbaca. Tes penglihatan buruk Pasien yang tidak dapat membca huruf terbesar pada kartu misal (huruf 20/200) harus lebih mendekaati kartu sampai huruf itu bisa di baca jarak ke kartu dicatat sebagai nilai pertama . Ketajaman visual 5/200 berarti pasien baru dapat mengenali huruf terbesar itu pada jarak 5 kaki . mata yang tidak sanggup menghitung satu huruf pun , dtes kesanggupannya menghitung jari pada jarak 2 kaki . Catatan pada kartu yang mencantumkan CF pada 2 kaki menunjukan bahwa mata itu dapat menghitung jari pada jarak 2 kaki. Jika menghitung jari saj tidak dapat , mata itu mungkin masih dapat mendeteksi tangan yang digerakan vertikal atau horizontal (penglihatan HM atau Hand motion ) . tingikat pengglihatan yang lebih rendah lagi adalah kesanggupan menagkap cahaya (LP atau light perception ) . Mata yang tidak dapat mendeteksi cahaya dianggap buta total (NPL atau no ligt perception ).

Mentes Penglihatan perifer Pemeriksaan Penglihatan Perifer Pemeriksaan penglihatan perifer dapat menghasilkan informasi tentang saraf optikus dan lintasan penglihatan mulai dair mata hingga korteks oksipitalis. Penglihatan perifer diperiksa dengan tes konfrontasi atau dengan perimetri / kompimetri. Tes Konfrontasi Jarak antara pemeriksa pasien : 60 100 cm Objek yang digerakkan harus berada tepat di tengah-tengah jarak tersebut. Objek yang digunakan (2 jari pemeriksa / ballpoint) di gerakan mulai dari lapang pandang kanan dan kiri (lateral dan medial), atas dan bawah dimana mata lain dalam keadaan tertutup dan mata yang diperiksa harus menatap lururs kedepan dan tidak boleh melirik kearah objek tersebut.Syarat pemeriksaan lapang pandang pemeriksa harus normal. Perimetri / kompimetri

Lebih teliti dari tes konfrontasi. Hasil pemeriksaan di proyeksikan dalam bentuk gambar di sebuah kartu. Pupil Pemeriksaan dasar Refleks Pupil Saraf aferen berasal dari saraf optikal sedangkan saraf aferennya dari saraf occulomotorius. Terdapat dua macam refleks pupil. Respon cahaya langsung Pakailah senter kecil, arahkan sinar dari samping (sehingga pasien tidak memfokus pada cahaya dan tidak berakomodasi) ke arah salah satu pupil untuk melihat reaksinya terhadap cahaya. Inspeksi kedua pupil dan ulangi prosedur ini pada sisi lainnya. Pada keadaan normal pupil yang disinari akan mengecil.Respon cahaya konsensual, Jika pada pupil yang satu disinari maka secara serentak pupil lainnya mengecil dengan ukuran yang sama. Penyinaran terhadap salah satu mata pada orang normal akan menyebabkan kedia pupil berkonstriksi. Reaksi pupil pada mata yang disinari secara langsung disebut respon direk/langsung sedangkan reaksi pupil pada mata sebelahnya disebut respon konsnsual. Hal tersebut diatas terjadi karena adanya hemidekusatio pada jaras pupilomotor di chiasma dan batang otak Penyinaran dengan sinar yang redup pada salah satu mata pada orang normal akan menyebabkan kedua pupil berkontriksi. Sinar yang lebih terang akan menyebabkan kontraksi yang lebih kuat. Bila setelah menyinari satu mata, sinar secara cepat dipindahkan ke mata satunya, respon yang terjadi adalah kontriksi kedua pupil diikuti redilatasi. Bila sinar dipindahkan ke sisi yang satu, reaksi yang sama juga terjadi. Gangguan pada N.optikus dapat mengakibatkan gangguan relatif jaras eferen pupil (pupil Marcus Gunn). Tes yang digunakan dinamakan tes penyinaran secara alternat (swinging test), dimana bila mata yang sehat disinari cahaya kedua pupil akan berkontraksi, kemudian re-dilatasi perlahan. Bila cahaya dipindahkan ke mata yang sakit, konstraksi kedua pupil berkurang atau tidak ada re-dilatasi yang lebih lama dapat terjadi. Yang dapat menyebabkan gangguan relatif jaras eferen pupil: penyakit N.optikus unilateral atau bilateral dimana terkenanya kedua saraf tidak sama beratnya, penyakit retina, ambliopia, gangguan traktus optikus bila menyebabkan gangguan lapang pandang yang satu lebih berat dari yang lain. Motilitas Mata Untuk mengevaluasi perpaduan kedua mata dan gerakannya baik masing-masing sendiri (duction ) dan bersama (version) . Uji penjajaran

Tes menutup adalah cara yang akurat untuk memastikan perpaduan mata normal . Tes itu mensyaratkan penglihatan yang baik pada kedua mata pasien diminta menatap pada sasaran jauh dengan kedua mata terbuka . Jika kedua mata secara bersama terfiksasi pada sasaran , menutup satu mata tidak akan mempengaruhi posisi atau kelanjutan fiksasi mata yang satu. Mentes Gerak Ekstraokuler Pasien diminta mengikuti sasaran dengan kedua mata sasaran tersebut digerakan ke salah satu dari empat arah pandangan utama .Pemeriksa memperhatikan kecepatan , jarak rentang , kelancaran dan simetri gerakan mencatat adanya ketidakstabilan fiksassi (mis nistagmus ) Pemeriksaan luar Pemeriksaan slitlamp di isebut juga dengan biomikroskop, yang bisa membantu dokter untuk melihat struktur mata seseorang, sehingga dokter dapat memeriksa struktur tersebut secara detail. Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi berbagai kondisi mata yang abnormal, seperti degenerasi makula, retinopati diabetik, ulkus pada retina, dan katarak. Pemeriksaan ini tidak mengakibatkan rasa sakit dan biasanya dilakukan diruang praktek dokter.

Tekhnik Slitlamp tambahan . Pemeriksaan mata dengan slitlamp dilengkapi dengan pemakaian berbagai tekhnik a. Pembalikan palpebra

Pembalikan palpebra (eversi ) untuk memeriksa permukaan bawah palpebra superior dapat dilakukan dengan atau tanpa slitlamp,setelah diberi anastesi lokal pasien duduk di depan slit lamp . Pemeriksa dengan hati hati memegang bulu mata atas dengan jari telunjuk dan jempol satu tangan sedang tanagn lain meletakan tangan aplikator tepat diatas tepian tarsus . Palpebra dibalik dengan sedikit menekan aplikator ke bawah , dan bulu mata diangkat . Pasien melihat ke bawah dan bulu mata ditahan dengan menekannya pada kulit diatas tepian orbita superior , saat aplikator ditarik kembali .Konjungtiva tarsal kemudian diamati dengan pembesaran . Untuk mengembalikan tepian palpebra dengan lembut diusap ke bawah sementara pasien melihat ke atas . b. Pemulasan floresensce Pemulasan Fluorescen irigasi pada mata, penilaian :Hanya epitel kornea yg rusak yang bersifat menyerap fluorescen. Caranya tetes + warna hijau (kerusakan epitel kornea) Indikasi tes fluorescen : y y y y Tonometri Tekanan bola mata (Tanometer). Tes ini didisain untuk mengukur tekanan pada bola mata (tekanan intraokuler) dan memiliki sedikit variasi, tetapi semuanya tanpa rasa sakit. Tekanan intraokuler yang sanagat tinggi atau abnormal mungkin menandakan adanya glakukoma. Alat : Tonometer Schiotz Teknik 1. Pasien baring dalam posisi supinasi 2. Teteskan anstesi topikal ke kornea (R/Pantocain 0,5%, 2%) 3. Sambil menunggu keadaan anestesi kornea,lakukan desinfeksi memakai kapas alkohol70%yang diperas terhadap bagian tonometer yang akan bersentuhan kornea pasien. 4. Setelah anestesi kornea tercapai, perintahkan pasien melihat lurus keatas sehingga korneaposisinya rata. Pakai satu tangan membuka palpebra. Hindari adanya tekanan ke bola mata. 5. Satu tangan lainnya memegang Handletonometer denga jari tengah dan ibu jari,kemudian letakkan tonometer vertikal menyentuh kornea, seluruh cekungan kaki silinder tonometer rapat kepermukaan cembung kornea. 6. Gerakkan Handle kebawah hingga berada antara kaki dan puncak silinder dan baca banyaknya skala identasi yang ditunjuk olehpointer penunjuk tonometer. 7. Handle boleh-boleh saja sampai menyentuh kaki silinder, tapi begitu dia menyentuh kaki jangan ditekan lagi dengan tangan kebawah karena bisa timbul rasa sakit. Adanya gejala trias (fotofobi, lakrimasi, dan blefarospasme). Riwayat trauma mata Mata merah Ada kekeruhan kornea

Hasil Pemeriksaan Ditulis dalam bentuk 2 angka Angka pecahan (tanpa satuan) : sebagai pembilang adalah skala dan beban sebagai penyebut. Angka desimal : dapat diperoleh pada tabel yang ada pada tonometer dengan cara menarik garis hayal horisontal

Oftalmologi Langsung. a. Pemeriksaan fundus occuli (fundus kopi) Digunakan alat oftalmoskop. Putar lensa ke arah O dioptri maka fokus dapat diarahkan kepada fundus, kekeruhan lensa (katarak) dapat mengganggu pemeriksaan fundus. Bila retina sudah terfokus carilah terlebih dahulu diskus optikus. Caranya adalah dengan mengikuti perjalanan vena retinalis yang besar ke arah diskus. Semua vena-vena ini keluar dari diskus optikus. b. Pemeriksaan Refleks merah Jika cahaya yang dipakai secara langsung sejajar dengan sumbu visual pupil yang melebar ruang pupil akan tampak berwarna jingga kemerahan terang dan homogen. Yang disebut refleks merah ini adalah refleksi dari warna fundus ( sebenernya kombinasi warna pembuluh dan pigmentasi koroid melalui media mata bening ,vitreus , lensa akueus , kornea.

Oftalmolskopi tidak langsung

Dengan menggunaka kaca pantul dimana bagian retina akan terlihat lebih kecil dan terbalik.

Pemeriksaan