Anda di halaman 1dari 20

NAMA NIM JURUSAN MT.

K SMTR

: CATRIN ARIES AFRILIA : PO. 71. 24. 0. 007 BB : KEBIDANAN : FARMAKOLOGI : III TUGAS INDIVIDU FARMAKOLOGI

Hormon-hormon pertumbuhan :

1. ESTROGEN

Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen tapi yang paling penting untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dll. Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium, menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma. Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis. Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta. Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita. Fungsi lainnya sebagai berikut : Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan

pengentalan lendir serviks. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina. Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara Juga mengatur distribusi lemak tubuh. Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos /

osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti. Esterogen ( estradiol, estron, dan estriol ) bekerja pada mukosa rahim dengan mendorongnya untuk berkembang dan menebal. Progestron, bersama esterogen penting sekali bagi pemasakan folikel dan pelepasan telur. estradiol, estron, dan estriol merupakan estrogen alamiah.

Khasiat fisiologi dan farmakologi. a. efek feminasi yakni, menimbulkan ciri- ciri kelamin primer dan sekunder pada wanita. b. Poliferasi rahim dan endometrium: menstimulasi pertumbuhan rahim hingga dapat tumbuh besar, leher rahim distimulasi untuk mensekresi lendirnya berlebihan yang cair sekali guna mempermudah penetrasi sel- sel mani. c. d. Efek atas menstruasi Efek laktasi: membantu progesteron memelihara kehamilan normal dan pertumbuhan buah dada. e. f. g. h. i. j. Efek anti ovulasi Efek anabol Efek anti androgen Atas kolesterol Retensi garam dan air Menghambat kehilangan pesat tulang.

Penggunaan a. terapi subtitusi untuk mensuplesi hormon bila produksi alamiah tidak mencukupi. b. c. anti ovulasi ( pil antihamil) menekan laktasi : menghambat sekresi susu secara primer artinya, bila laktasi belum berlangsung.

d.

menghambat pertumbuhan anak- anak perempuan sekitar umur 12 tahun yang tumbuh terlampau pesat dan dikhawatirkan menjadi terlampau tinggi.

e.

pada osteoporosis postmenopausal, memulihkan keseimbangan antara pembentukan dan perombakan sel- sel tulang yang terganggu pada osteoporosis.

f. g.

kanker prostat atrivia dan vaginitis ( radang mukosa ) yang dapat terjadi setelah menopouse.

Penggolongan zat- zat steroida : estradiol, estron, estriol, derivat sintetisnya etilestradiol, mestranol, epimestrol ( stimovul ). Zat- zat non steroida: dietilstilbestrol, dienestrol dan fosfestrol ( hanvan ).

Efek samping Gangguan lambung- usus ( mual, anoreksia, diare ) nyeri kepala dan pusing, serta padsa dosis tinggi muntah- muntah. Dan yang terpenting adalah: w efek feminasi: pada peria gynecomastia, libido berkurang, impotensi dan hambatan sepermatogenesis. w Trombo-emboli, ykni penyumbatan arteri keciil oleh darah beku. w Kanker endometrium w Perdarahan tak teratur w Udema dan naiknya berat badan Kontra- indikasi Esterogen tidak boleh diberikan pada wanita hamil, pasien myoma atuau kanker serta pasien jantung dan pembuluh.

Zat- Zat Antiestrogen

a.

estrogen lemah: klomifen, epimestrol, tamoksifen, dan raloksifen Atas dasar khasiat mendorong ovulasi ini klomifen dan epimestrol digunakan pada infertilitas wanita akibat hipofungsi hipofise dan anovulasi.

b.

penghambat aromatase: aminoglutetimida, anastrozol ( arimidex )dan letrozol ( femara )

Zat- Zat Tersendiri y Estradiol : E2, progynova, estraderm TTS

Esterogen alamiah terkuat diperoleh antara lain dari jaringan plasenta. Estradiol diserap dengan baik melalui kulit dan mukosa ( krem vaginal ). y Etinillestradiol ( EE, lynoral, diane 35, lyndol, marvelon, microgynon, triquilar. Adalah derivat semi-sintesis yang berdaya amat kuat. y y Mestranol ( pil antihamil ) Estron: E1, konyugat- estrogen, premarin Hormon alamiah ini diisolasi dari air seni kuda hamil. Daya esterogenya agak lemah , dapat digunakan secara kontinudan jarang menimbulkan perdarahan penarikan atau spoting bila digunakan untuk gejala climacterium. y Estriol: E3, synapause, ovestin \ Hormon alamiah yang terlemah ini juga aktif secara oral. y y y y y Epimestrol ( stimovul ). Estrogen lemah memiliki aktivitas antiestrogen. Dietilstilbestrol: DES, stilbestrol Fosfestrol ( honvan ) Dienestrol ( ortho-dienestrol ) Klomifen Daya anti estrogen cukup baik, dan efek estrogen lemah. Digunakan pada kemandulan wanita tanpa ovulasi akibat hipofungsi hipofise. Efek samping jarang terjadi dan berupa gangguan lambung usus, penglihatan, nyeri kepala, pusing,flusing, depresi dan sukar tidur. Hipertrovia dan ovaria akibat overstimulasi dan hiperovulasi yang dapat menimbulkan kehamilan berganda.

Tamoksifen : nolvadex, tamofen\ Daya anti esterogen kuat dan efek esterogen lemah. Efek samping dapat berupa gangguan lambung- usus , pusing , nyeri kepala, berkeringat, flusing, perdarahan tak teratur, pruritus vulvae dan sebaginya.

Raloksifen ( evista ) Berkhasiat antagonis terhadap mamma dan uterus.dan digunakan sebagai obat pencegah osteoporosis.

y y

Aminoglutetimida : orimeten.\ Berkasiat anti estrogen , menghambat sintesa kortikostroida,

menghambat sintesis hormon tieroid. Efek samping berupa kesadaran menurun dan ruam kulit , jarang gangguan gambaran darah. y y Anastrozol : arimidex \ Berkasiat inhibisi aromatase secara seelektif, obat kanker mamma pada wanita pasca menopausal. Efek samping , nausea, muntah- muntah, sakit kepala punggung, flusing, udema, dan tidak bertenaga, selama kehamilan dan laaktasi tidak boleh diberikan. y Letrozol ( femara ).

2. PROGESTERONE

Progesteron disekresikan oleh korpus luteum.Ini adalah hormon utama selamakehamilan yang readies rahim untuk implantasi. Hal ini meningkatkan pasokan darahendometrium (dinding rahim) dan

merangsang kelenjar hadir di dinding endometriumrahim untuk mengeluarkan cairan, yang memelihara embrio. Selama progesteron tingkattinggi, menstruasi tidak terjadi, dan karena itu adalah hormon yang mencegahkehamilan selama menstruasi dan mencegah telur lebih dari yang dirilis. Hal ini jugamempertahankan fungsi plasenta dan melindungi janin. Hormon ini merangsang pertumbuhan kelenjar susu, sementara mencegah laktasi sampai kelahiran. Hal ini jugamembuat dinding panggul lebih kuat untuk tenaga kerja dan mencegah rahim dari kontrak sampai bayi sepenuhnya dikembangkan. Progesteron

menunjukkan penurunandramatis dalam tingkat setelah kehamilan. Hormon ini merupakan salah satu hormone yang larut dalam lemak

Mekanisme kerja w Didalam gen progesteron hanya memperoduksi sel tunggal (PR) yangmemperoduksi dua isoform, PR-A dan PR-B. w Kedua isoform PR ini mempunyai ligan- binding domain yang identik, tidak berbeda seperti isoform E R. Pada keadaan tanpaligand, PR berada di inti dalam bentuk monomerik terikat inaktif dengan heat-

shock proteins(HSP-90, HSP-70 dan p59), apabilla terikat progesteron HSP terlepas(berdisosiasi) dan reseptor mengalami fosforilase dan kemudian memebentuk dimer (homo dan heterodimer) yang terikat dengan selektivitas tinggi pada progesteoneresponse elements (PREs) dan gen target proses transkripsi oleh PR terjadi melaluirecruitment beberapa kovaktor. w K ompleks reseptor koaktivator ini selanjutnya berinteraksi dengan beberapa protein spesifik yang mempunyai aktivitas asetilasi dan histon.Asetilasi histon menyebabkan remodeling kromatin

menambah protein transkripsial. RNA polymerase II ke promotor target Antagonis progesteron juga akan menyebabkan dimerisasi reseptor dan

pengikatan dengan DNA, tetapi konformasi antagonist-bound PR lain dengan agonist-bound PR. Konformasi ini tidak akanmenyebabkan traskripsi gen. Sel target yang dipengaruhi haron ini yaitu ovarium

Fungsi Hormon Progesteron

a.

Siklus haid

Mengatur siklus menstruasi bersama dengan hormon estrogen denganmelalui feedback mekanisme terhadap FSH dan LH. Sekresi secara bergantian hormon-hormon ini menentukan siklus menstruasi. b.

Mempertebal dinding endometrium untuk persiapan proses implantasi jika terjadi fertilisasi antara ovum dan sperma.2.

b.

Masa kehamilana.

w Ketersediaan progesteron dalam jumlah yang cukup pada masa awal kehamilan sangat penting peranannya, terutama dalam menghambat kontaraksi uterus w Hal ini dibutuhkan sehubungan dengan usaha

untuk mempertahankan janin muda yang baru berimplantasi di uterus gar tidak terjadi kelahiran premature atau keguguran. w Menurunkan gairah seksual selama kehamilan trimester I. Fungsi ini dibutuhkan untuk mempertahankan kondisi janin karena keadaan janinyang masih rentan terhadap benturan. w Membantu mempersiapkan payudara untuk proses laktasi. w Meningkatkan suhu tubuh dan respitasi rate, sebagai bentuk penyesuaianterhadap masa awal kehamilan. w Mengentalkan secret vagina, sebagai proteksi tambahan terhadap kemungkinan infeksi

Terapi

a.

Penyakit Trauma kepala beratBerdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dr. David Wright dari Associate professor of emergency medicine university of E mory Atlanta progesteron memilikikemampuan untuk meningkatkan perkembangan normal neuron otak serta memilikiefek protektif terhadap jaringan otak yang rusak. Sehingga progesteron dapat menurunkan resiko kematian pada pasien trauma kepala. Hal ini memungkinkan progeteron menjadi terapi lini pertama pada kasus trauma kepala. Membantu proses penyembuhan Progesteron mampu membantu proses penyembuhan terutama pada penderita Multiple Sclerosis. Progesteron bekerja dengan mengatur fungsi kolagen saraf dan serabut myelin. Mampu menurunkan resiko terjadinya kanker rahin dan payudara. Saat masa laktasi, kadar hormon progesteron dalam tubuh meningkat, olehkarena itu wanita yang menyusui selama paling sedikit 6 bulan berturut turut sertawanita yang telah hamil beberapa kali, akan mengurangi resiko terkena kanker payudara. Sedangkan pada rahim, progesteron bekerja mencegah terjadinya kanker rahim dengan mengatur efek paparan esterogen dalam rahim

b.

Reproduksi Selain memiliki fungsi seperti yang telah dipaparkan diatas progesterone juga dapat digunakan sebagai salah satu pilihan dalam penggunaan kontrasepsi, terutama kontarasepsi hormonal. Berikut berbagai pilihan kontarsepsi hormonal dengan progesteron : Kontrasepsi oral : POP (progesterone only pill) Suntikan : 3 bulan (progesterone only) Mengontrol perdarahan anovulasi

Sumber Progesteron Selain progesteron sintetik seperti yang umumnya kita temukan dalam obat-obatan. Progesteron juga bisa didapatkan secara alami yaitu

dengan

mengkonsumsimakanan

yang

mengandung

progesteron.

Makanan tersebut antara lain : Vit E: dosis 150 IU per hari Umbi-umbian Kuning telur Susu sapi Daging ayam

Progesteron adalah hormon wanita lainya yang dibentuk oleh korpus luteum, plasenta, testes dan korteks anak ginjal dibawah pengaruh FSH /LH dari hipofise. Progesteron berdaya menginduksi peralihan endometrium dari fase poliferasi ke fase sekresi zat- zat gizi, agar telur yang sudah dibuahi bisa bersarang dan berkembang menjadi janin.

Penggolongan Secara kimiwi dibagi 2 kelompok: w derivat progesteron : hidroksiprogesteron, medoksiprogesteron, megestrol dan didrogesteron. w derivat testosteron: noretisteron, tibolon, norgestrel, dinesterol, desogestrel, gestoden, dan alilestrenol.

Khasiat farmakologi w efek progestagen, yakni mempersiapkan rahimuntuk implantasi telur dengan jalan menginduksi fase sekresi dari endometrium. w efek gestagen berupa memelihara kehamilan 3. anti ovulasi. Karena bekerja anti-gonadotrop. Sifat ini kuat terutama pada noretisteron, norgestrel, linesterol, desogestrel, dan gestoden. w efek androgen w efek estrogen w efek termogen, yakni meningkatkan suhu badan Efek samping

Efek samping agak ringan seperti mual, pusing dan rasa kantuk, juga perdarahan penarikan setelah penggunaanya dihentikan. w efek virilisasi pada janin wanita bila digunakan untuk jangka waktu lama dengan dosis tinggi, dan juga udema. w efek sentral , dapat menimbulkan rasa kantuk , kelesuan dan depresi. w gangguan hati, penyumbatan saluran empedu. Zat- zat anti progesteron Kehamilan dihentikan akibat efek progesteron terhadap endometrium dihambat mifeprison ( mifegyne ) dinoproston ( prostin E2) antikonseptival oral ( pil abortus ).

Zat- Zat Tersendiri 1. progesteron: progestine, progestan diberikan i.m 2. hidroksiprogesteron ( proluton depot ). Berdaya androgen lemah tanpa efek esterogen. Prefensi abortus i.m 3. medroksiprogestreonasetat ( MPA, Depol/ profera, farlutal ). Berdaya efek androgen tanpa efek esterogen. 4. megestrol ( megace, niagestin ). Berdaya antiesterogen, digunakan pada kanker mamma dan endometrium. 5. didrogesteron ( duphaston ). Berdaya gestagen tanpa efek androgen atau esterogen , juga tidak menekan ovulasi. 6. noretisteron : noretindron, primolut-N. Berkhasiat menekan ovulasi , memiliki daya androgen dan esterogen lemah, juga efek antiesterogen. 7. norgestrel ( levo ). Berdaya antiesterogen kuat dan androgen lemah, untuk pil anti hamil. 8. linestrenol: exluton, endometril,lyndiol, ovo-stat. Berdaya estrogen, antiesterogen, dan androgen. 9. alilestrenol ( gestanon ). Berdaya gestagennya kuat dan spesifik, sehingga khusus digunakan untuk mencegah abortus, tidak berefek androgen 10. desogestrel: marvelon, mercilon . berdaya antigonadrotop kuat dengan menekan ovulasi , berdaya anti esterogen kuat dan androgen lemah. Efek

samping adanya resiko trombo-emboli. 11. etenogestrel ( 3-ketodesogestrel, implanon ). Pil implantasi. 12. gestoden : gynera, femoden, minulet. Pil antihamil generasi ke-3 , meningkatkan risiko trombo-emboli pada penggunaan lama. 13.tibolon ( livial). Berkhasiat progestagen, esterogen, dan androgen, tapi semua agak lemah.tidak menstimulasi mukosa endometrium atau epitel vagina dan t idak menimbulkan perdarahan penarikan. Dianjurkan sebagai monoterapi pada gangguan climacterium.

3. ANDROGEN

Androgen adalah istilah generik untuk senyawa alami atau sintetis, biasanya hormon steroid , yang merangsang atau mengendalikan

pembangunan dan pemeliharaan karakteristik maskulin vertebrates untuk mengikat ke androgen receptors. Ini termasuk aktivitas dari aksesori organ sek laki-laki dan perkembangan karakteristik seks sekunder. Androgen, yang pertama kali ditemukan pada 1936, juga disebut androgenic hormon atau testoids. Androgens merupakan dasar anabolic steroids. Mereka juga menjadi pelopor dari semua estrogens, pada perempuan hormon seks. Utama dan paling terkenal adalah androgen testosterone. Androgen ablation dapat digunakan sebagai terapi yang efektif dalam urologic tertentu seperti kanker metastatic kanker prostata. Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen. Penghasil utama testosteron adalah testis pada jantan dan indung telur (ovari) pada betina, walaupun sejumlah kecil hormon ini juga dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Hormon ini merupakan hormon seks jantan utama dan merupakan steroid anabolik. Baik pada jantan maupun betina, testoren memegang peranan penting bagi kesehatan. Fungsinya antara lain adalah meningkatkan libido, energi, fungsi imun, dan perlindungan terhadap osteoporosis. Secara rata-rata, jantan dewasa menghasilkan testosteron sekitar dua puluh kali lebih banyak dari pada betina dewasa.

4. PROLAKTIN

Hormon Prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisa bagian depan yang ada di dasar otak. Prolaktin merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI, sedangkan rangsangan pegeluaran prolaktin ini adalah pengosongan ASI dari gudang ASI (Sinus Lactiferus). Semakin banyak ASI yang dikeluarkan dari payudara maka semakin banyak ASI yang diproduksi, sebaliknya apabila bayi berhenti menghisap atau sama sekali tidak memulainya, maka payudara akan berhenti memproduksi ASI. Setiap isapan bayi pada payudara ibunya akan merangsang ujung saraf di sekitar payudara. Rangsangan ini diantar ke bagian depan kelenjar hipofisa untuk memproduksi prolaktin. Prolaktin dialirkan oleh

darah ke kelenjar payudara dan akan merangsang pembuatan ASI. Jadi, pengosongan gudang ASI merupakan rangsangan diproduksinya ASI. Kejadian dari perangsangan payudara sampai pembuatan ASI disebut refleks Produksi ASI atau Refleks Prolaktin, dan semakin sering ibu menyusui bayinya, akan semakin banyak pula produksi ASI-nya. Semakin jarang ibu menyusui, maka semakin berkurang jumlah produksi ASI-nya. Pada efek lain prolaktin, prolaktin mempunyai fungsi penting lain, yaitu menekan fungsi indung telur (Ovarium), dan akibatnya dapat memperlambat kembalinya fungsi kesuburan dan haid, dengan kata lain ASI eksklusif dapat menjarangkan kehamilan. (Roesli, 2001).

5. TIROID

Hormon tiroid diproduksi di kelenjar tiroid. Hormon ini berfungsi untuk peningkatan tingkat metabolisme basal dan mempengaruhi sintesis protein. Kelebihan hormon tiroid dapat menyebabkan diare, denyut jantung tidak teratur, sakit kepala, menggigil, gugup, kejang perut, demam, sakit dada, atau kesulitan tidur. Sedangkan kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan lelah, lesu, sembelit, nyeri sendi dan otot, ramput atau kuku tipis dan rapuh, kurang dorongan seksual, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung lambat, gangguan konsentrasi dan memori. Bahkan beberapa dapat menyebabkan depresi dan gangguan jiwa lainnya. Kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid, yang akan disimpan sebagai residu asam amino tiroglobulin, tiroglobulin merupakan glikoprotein yang menempati sebagian besar folikel koloid kelenjer tiroid. Secara garis besar, sintesis, penyimpanan, sekresi dan konversi hormone tiroid terdiri dari beberapa tahap: y y y ambilan ion yodida oleh kelenjer oksidasi yodida dan yodinasi gugus tirosil pada tiroglobulin penggabungan yodotironin y resorpsi koloid tiroglobulin dari lumen kedalam sel residu yodotirosin dan menghasilkan

proteolsis tiroglobulin dan pengeluaran atau sekresi tiroksin ( T4 ) dan ( T3 ) ke aliran darah

recyling yodium diantara sel-sel tiroid melalui deodinasi dari mono dan diadotirasin dan penggunaan kembali ion yodida dan konversi T4 menjadi T3 di jaringan perifer da dalam kelenjer tiroid.

Untuk menghasilkan hormone tiroid, kelenjer tiroid memerlukan iodium. Hormon tiroid dibentuk melalui penyatuan satu atau dua molekul iodium ke sebuah glikoprotein besar yag disebut tiroglobulin yang dibuat di kelenjer tiroid dan mengandung asam amino tirosin. Dua ioditirosin kemudian menyatu untuk membentuk dua jenis hormone tiroid yaitu : Tiroksin ( T4 ) , triodotinin ( T3 ).

Dua jenis hormone ini dipengaruhi oleh hormone TSH ( Thyereoid stimulating hormone) dan TRH (Thyrotropi releasing hormone ) . Tubuh memiliki mekanisme yang rumit untuk menyesuaikan kadar kadar hormone tiroid.Hipotalamus menghasilkan TRH , yang menyebabkan kelenjer hipofisa mengeluarkan TSH . TSH meransang kelenjer tiroid untuk menghasilkan hormone tiroid dalam darah ( cooper , 2005 ) .

2.2 Fungsi Tiroid Meningkatkan metabolisme sel dan penggunaan oksigen , mendorong sintesa protein dalam sel , pertumbuhan sel , perkembangan otak / ssp distimulasi kerja jantung dan sirkulasi darah , peristaltic lambung dan usus diperkuat .

EFEK SAMPING TIROID Efek Kalorigenik : tingkatkan BMR Efek Katabolik (dosis tinggi ) : - otot - Tulang kelemahan , kreatinuria Osteoporosis

Metabolisme Karbohidrat absorpsi CHO , glukosa darah , glikogen hati

Metabolisme Protein : Dosis kecil : efek anabolic Dosis tinggi : katabolic Metabolisme lipid : Lipolisis weight loss in hypert / sintesis kolesterol , metabolisme kolesterol darah ( D thyroxin : antihyper

kolesterol oleh hati lipidemic agent )

Penting dalam proses pertumbuhan Defesiensi saat bayi : kreatinisme Sistem saraf : Irritabilitas , peningkatan reflek tendo dalam TH and Norepinephrine ( NE ) TH : tingkatakan sekresi NE TH memiliki efek sama denga NE ( terapi lebih lambat ) Efek kardiovaskuler dapat dihambat oleh beta bloker.

2.3 Gangguan Fungsi Tiroid 1) Hipofungsi Tiroid ( Hipotiroid ) Akibat kekurangan T3 dan T4 dan penurunan metabolisme umum. Hipotiroidisme, bila hebat disebut miksedema , merupakan penyakit gangguan tiroid yang paling umum. Kegagalan kelenjer tiroid untuk memproduksi hormone tiroid yang cukup merupakan penyebab paling umum dari hipotiroid dan ini disebut sebagai hipotiroidisme primer. Hipotiroidisme non goiter umumnya berhubungan dengan degenerasi dan artrofi kelenjer atau terjadi setelah operasi tiroid atau destruksi akibat yodium radioaktif. Hipotiroid ini dapat terjadi sesudah penggunaan obat anti tiroid. Hipotiroidisme dengan goiter terjadi bila ada gangguan sintesis hormone tiroid yang hebat. Bila penyakit ini tidak ringan gejala tidak nyata, sementara progresivitras penyakit dapat berjalan terus, dengan gejala : - Keadaan mental mundur - Lesu dan mengantuk - Kulit menebal - Struma (gondok di leher )

- Kekerdilan - Bicara melambat , nada suara rendah dan parau - Anoreksia, gangguan saluran cerna - Tonus otot berkurang.

2) Hipertiroid Hipertiroid adalah suatu keadaan akibat dari produksi hormone tiroid yang berlebihan oleh kelenjar tiroid sehingga menyebabkan kadar hormone tiroid di dalam darah berlebihan, akibat kelebihan T3 dan T4. Penyebab yang paling umum ( lebih dari 70% orang) adalah produksi berlebih dari hormon tiroid oleh keseluruhan kelenjar tiroid. Kondisi ini juga dikenal sebagai graves disease. Hipertiroidisme pada graves disease adalah akibat antibodi reseptor TSH yang merangsang aktivitas TSH (Thyreoid Stimulating Hormone) untuk mengeluarkan terlalu banyak hormon tiroid. Penyebab hipertiroidisme lainnya adalah strauma noduler toksik, tiroiditis, penyakit troboblastis, pemakaian yodium yang berlebihan ( lee 2006 ).

Gejala hipertiroid : Peningkatan frekuensi denyut jantung Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkatan kepekaan terhadap ketokolamin Peningkatan laju metabolisme basal, peningkatan pembentukan panas, intoleran terhadap panas, keringat berlebihan Penurunan berat badan, peningkatan rasa lapar Peningkatan frekuensi BAB Gondok Gangguan reproduksi Cepat letih Haid sedikit dan tidak tetap Mata melotot 2.4 Obat Anti Tiroid Anti tiroid golongan tionamida, propilitiourasil menghambat proses inkorforasi yodium pada residu tirosil dari tiroglobulin, dan juga menghambat penggabungan residu yodotirosil ini untuk membentuk

yodotironin. Kerjanya dengan menghambat enzim peroksidase sehingga oksidasi ion iodida dan gugus yodotirosil terganggu.

Jenis jenis obat anti tiroid : 1. Thionamides Terdiri dari : propilthyourasil, methimazol, carbimazole. - Mekanisme kerja Inhibisi thyroksin peroksidase : inhibisi oksidasi iodida menjadi iodine inhibisi iodinasi tiroglobulin inhibisi organifikasi ( pembentukan T3 dan T4 ) PTU ( kecuali methimazole ) : menghambat deodinasi T4 di perifer. Tidak mempengaruhi up take iodida oleh tiroid. PTU pada dosis 100 mg mempunyai masa kerja 6 8 jam, sedangkan methimazole pada dosis 30 40 mg bekerja selama kira kira 24 jam. Dengan dosis ini keadaan eutiroid biasanya tercapai dalam waktu 12 minggu. Setelah ini tercapai, dosis perlu dikurangi tapi terapi sebaiknya jangan dihentikan. PTU pada umumnya tidak berefek buruk pada kehamilan. Dapat diberikan pada ibu menyususi, tapi sebaiknya dosis obat ini dikurangi terutama pada trimester ketiga kehamilan untuk menghindari terjadinya goiter pada fetus. PTU tersedia dalam bentuk tablet 50 mg. Biasanya diberikan dengan dosis 100 mg setiap 8 jam. Methimazole tersedia dalam bentuk tablet 5 mg dan 10 mg,dosis dianjurkan 30 mg sekali.

Dosis dan aturan pakai : PTU : untuk anak 5 7 mg / kgBB / hari, dosis terbagi setiap 8 jam. Untuk dewasa : 3000 mg / hari, dosis terbagi setiap 8 jam. Untuk hipertiroid berat 450 mg / hari, untuk hipertiroid acasional 600 900 mg / hari, dosis pelihara 100 150 mg / hari,dosis terbagi setiap 8 jam sampai 12 jam. Untuk orang tua : 150 300 mg / hari.

Methimazole : untuk anak 0,4 mg / kgBB / hari ( 3 kali sehari ), dosis pelihara 0,2 mg / kgBB / hari ( 3 kali sehari ), maksimum 30 mg dalam sehari. Untuk dewasa : hipertiroid ringan 15 mg / hari, sedang 30 40 mg / hari, berat 60 mg / hari, dosis pelihara 5 15 mg / hari. Nama dagang metimazole adalah tapazole. Kontra indikasi hipersensitif terhadap methimazole dan wanita hamil. Carbimazole suatu derivat methimazole, terdapat dalam bentuk tablet 5 mg dan 10 mg. Dosisnya sama dengan methimazole.

- Efek samping PTU dan methimazole jarang sekali menimbulkan efek samping. Tapi bila timbul biasanya mempunyai gambaran yang sama ( frekuensinya 3 % untuk PTU dan 7 % untuk methimazole ). Agranulositosis akibat dari PTU menimbulkan frekuensi 0,44 % dan methimazole 0,12 %. Meski jarang, agranulositosis merupakan efek samping yang serius, efek ini bersifat tergantung dosis ( dose dependent ), sedangkan untuk PTU tidak tergantung dosis.

- Gejala yang ditimbulkan : Nyeri dan kaku sendi, terutama pada tangan dan pergelangan Reaksi demam obat Hepatitis dan nefritis ( pada penggunaan PTU dosis tinggi ) Kelainan kulit Iritasi usus Timbulnya hipotiroid, bila dosis obat tidak diturunkan

2. Penghambat Transpor Ion Yodida ( Ionic Blockers ) Penghambat ion yodida adalah obat yang dapat menghambat aktif ion yodida kedalam kelenjar tiroid. Obat tersebut berupa anion monovalen yang bentuk hidratnya mempunyai ukuran hampir sebesar ion yodida, misalnya : thiocyianate, perchelorate, nitrate, pertechnetate, fluoroborate. Obat ini jarang digunakan.

3. Yodida Merupakan obat tertua yang digunakan untuk pengobatan hipertiroid sebelum ditemukan berbagai macam anti tiroid. Pemberian yodida pada pasien hipertiroid memberikan efek yang nyata, yaitu menekan fungsi tiroid. Goiter yang terjadi karena pemberian anti tiroid, dapat diperbaiki dengan pemberian sediaan tiroid dan yodida. Jadi dalam hal ini yodida memperbaiki fungsi tiroid. Natrium yodida ( NaI ) dan kalium iodida ( KI ) Tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dosis sehari cukup dengan 3 kali 0,3 mg sehari. Efek samping : hipersensitifitas terhadap yodida, iritasi gastrointestinal, erupsi kulit, ISPA, metalic taste. Kontra indikasi : tidak diberikan pada wanita hamil karena dapat menembus sawar darah plasenta dan menyebabkan goiter pada fetus.

4. Yodium Radioaktif ( Radioactive Iodine ) Cepat terkonsentrasi di kelenjar tiroid. Terutama dalam kondisi hipertiroidisme. Pada proses radiasi oleh suatu unsur radiaktif dipancarkan sinar sinar alfa ( inti helium ), sinar beta ( elektron ), dan sinar gamma ( gelombang elektro magnetik yang sejenis dengan sinar X ). Bentuk sediaan larutan natrium iodida dapat diberikan secara oral dan intra vena, sedangkan kapsul natrium iodida tersedia dalam bentuk pemberian secara oral. Pada setiap sediaan biasanya disebutkan jumlah dan macam campuran dalam larutan, dosis terapi, dan sebagainya. Indikasi : - hipertiroid pada usia lanjut atau dengan penyakit jantung. - Penyakit graves yang menetap atau kambuh setelah tiroidektomi subtotal atau setelah memakai obat anti tiroid dalam jangka waktu lama. - Goiter nodular toksik - Goiter multi nodular non toksik yang disertai gejala kompresi - Karsinoma tiroid - Sebagai alat diagnostik fungsi tiroid

Efek samping : resiko perubahanneoplastik dan hipotiroidisme Dosis : 0,03 mg. Dosis tunggal.

Kontra indikasi : bahan radioaktif tidak boleh digunakan selama kehamilan dan pada anak anak, yodium ini sebaiknya diberikan pada pasien 25 30 tahun keatas.