Anda di halaman 1dari 6

Case Executive Summary Corporate Strategy

IKEA

Kelompok 2 - Kelas AP 16 MM UGM Anna Dewi Lestari/15398 Gressiadi MM/15401 Wibowo Kristianto/14229

MAGISTER OF BUSINESS ADMINISTRATION GADJAH MADA UNIVERSITY 2011

A. Pendahuluan IKEA merupakan salah satu perusahaan swasta peritel furniture global yang sukses menjual produk furnitur yang dikemas secara flat di setiap tokonya di seluruh dunia. IKEA memasarkan produk furnitur tersebut dengan harga yang lebih murah/terjangkau, desain sederhana namun elegan. Keberhasilan produk tersebut menobatkan IKEA sebagai peritel dunia terbesar untuk produk furnitur. Pada tahun 2007 IKEA telah memiliki 300 toko di 35 Negara dengan besar total penjualan 21.2 Milyar di tahun 2008.

B. Sejarah dan Latar Belakang IKEA Didirikan pada tahun 1943 oleh Ingvar Kamprad di Smaland, Swedia, pada usia 17 tahun. Ide inovatif Kamprad saat itu adalah menawarkan produk furnitur rumahan yang menitikberatkan pada fungsi, dengan harga yang jauh lebih murah dibanding pesaing, desain fungsional dengan gaya minimalis yang dimanufaktur secara kontrak oleh supplier dengan teknologi mesin sehingga lebih murah. Konsep produknya adalah perakitan sendiri oleh konsumen yang membeli dalam bentuk kemasan flat. Model produksi dan penjualan tersebut menghemat biaya sehingga IKEA mampu menjual produk dengan kualitas yang bagus dengan harga yang lebih murah.

C. Strategi dan Model Bisnis IKEA y Metode Efisiensi Biaya dalam Produksi Menggunakan teknologi produksi manufaktur mass yang membuat produk sesuai beberapa katalog desain.

Memproduksi dengan desain-desain sederhana, minimalis yang lebih menitikberatkan pada fungsi.

Mengirimkan produk dalam kemasan flat dengan model konsumen merakit sendiri sehingga mengurangi biaya pengiriman dan resiko produk cacat/rusak di jalan.

Ketika mengalami kesulitan tantangan dari peritel pesaing yang melarang para pabrik untuk memproduksi produk IKEA, maka IKEA bekerjasama dengan manufaktur dari Polandia yang memberi keuntungan biaya 50% lebih murah dibanding Swedia.

Metode Agresivitas Dalam Inovasi Dalam Pemasaran Membidik konsumen kalangan menengah yang lebih menyukai desain sederhana, fungsional, dan harga lebih murah. Dalam mengantisipasi tuduhan pesaing bahwa produk IKEA berkualitas buruk, IKEA membuat dengan mengirimkan sebanyak mungkin katalog produk ke setiap rumah di Swedia. Publikasi dari majalah Swedia terkenal Allt I Hemmet yang menyatakan produk IKEA memiliki kualitas lebih baik dengan harga lebih murah yang langsung mendongkrak penjualan. Tahun 1958, membuat ide adanya suatu lokasi dibelakang toko untuk demontrasi bagaimana produk IKEA dibuat, dengan difasilitasi restoran bagi konsumen sangat berhasil, dan restoran menjadi trade mark di setiap toko IKEA sampai saat ini. Tahun 1973 mulai melakukan ekspansi internasional yang membidik pasar Eropa Barat dan Amerika dengan penyesuaian atas selera atau daya beli dari masing-masing penduduk di suatu Negara. Sebagai contoh untuk dapat menembus pasar Amerika, IKEA menyesuaikan desain produk yang lebih artistic, advertising yang membidik generasi muda dan keluarga muda, toko ritel yang lebih luas dan lebih modern. Di

akhir 1998, IKEA merambah Asia, yakni Cina dan Jepang. Kustorisasi lokal juga dilakukan di Cina. Sebagai contoh layout toko yang merefleksikan apartemen Cina dan memiliki balkon, lokasi toko terletak dekat dengan sarana transportasi publik karena jarang orang Cina memiliki mobil sendiri, dengan strategi penjualan model diskon-diskon yang jauh lebih murah dibanding produk IKEA yang dijual di Eropa. Murahnya harga IKEA Cina didapatkan dari hasil manufaktur lokal di Cina yang hemat biaya produksi. y Pengelolaan Sumber Daya IKEA Konsep Pertokoan IKEA Dengan target market generasi muda dengan mobilitas tinggi di golongan menengah yang menyenangi produk dengan kualitas bagus, desain menarik namun harga tetap terjangkau, IKEA juga merefleksikan dalam layout tokonya sebagai berikut : toko dengan areal yang luas dengan hiasan dekorasi biru-kuning ala Swedia yang cerah dengan fasilitas parkir outdoor yang cukup luas, lokasi strategis, dan dekat jalan utama yang menawarkan 8.000-10.000 item produk furniture rumah tangga. Interior toko dibuat model Maze atau Labirin yang mengharuskan konsumen untuk melewati beberapa departemen/bagian toko sebelum dapat keluar dari toko, dengan tujuan untuk meningkatkan pembelian impulse dari konsumen. Konsep Manufaktur dan Pengadaan Produk IKEA  Desain awal adalah mengacu pada patokan harga, setelah itu baru mencari Supplier yang dapat memproduksi suatu desain sesuai harga tersebut.  Pada tahun 2008 IKEA memiliki 1.380 supplier di 54 negara, tertinggi adalah Cina (21%), Polandia (17%), Italia (8%), Swedia (6%) dan Jerman (6%). Lebih

dari 90% produk IKEA dihasilkan dari supplier independen, 10% diproduksi internal oleh IKEA yang melakukan integrasi vertikal dengan cara membeli sebuah pabrik furnitur Swedia yang bernama Swedwood, untuk memberi benefit pengetahuan bagi IKEA mengenai perbaikan proses manufaktur dan desain sehingga membantu supplier lain mengadopsi teknologi yang baru dan menurunkan biayanya. Sistem Organisasi dan Manajemen IKEA  Berdiri pertama kali dengan konsep manajemen perusahaan swasta one-man show yang memberi teladan pribadi yang sederhana namun etos kerja yang sangat memberi kenyamanan bagi karyawan.  Gaya manajemen: informal, non hirarki dan model kerja sama tim. Budaya yang diterapkan adalah egalitarian, setiap orang dianggap sebagai mitra, anti birokrasi dan sangat menilai tinggi pada kreativitas.  Strategi SDM lebih menyukai perekrutan SDM yang berasal dari tenaga kerja muda yang belum pernah bekerja di tempat lain, dan sistem promosi/karir berasal dari internal. Para karyawan menjadi keluarga baik di dalam maupun di luar perusahaan.  Strategi kapital dengan cara go publik tidak dilakukan oleh IKEA, dengan alasan tidak ingin ada pressure jangka pendek dari pasar terhadap kinerja perusahaan. Kamprad mengambil langkah pembentukan yayasan Ingka Holding yang terdiri dari keluarga Kamprad yang merupakan pemilik legal IKEA.  IKEA juga membuat franchise toko IKEA melalui pengelolaan dari Inter-IKEA, yang mewajibkan franchise membagi 3% dari sales ke IKEA.

Visi dan Tujuan IKEA di masa yang akan datang Sebagai salah satu peritel yang sukses, IKEA tetap ingin berkembang dengan cara membuka 20-25 toko per tahun untuk masa yang akan datang, dengan tujuan merambah pasar timur seperti Asia. Hal ini tidak sulit untuk dapat dilakukan IKEA dengan latar belakang pengalaman ekspansi internasional, asalkan IKEA tetap jeli dalam menentukan kustomisasi lokal layanan yang diperlukan.