Anda di halaman 1dari 4

Case Study Corporate Strategy

HANSON (B)

Kelompok 2 - Kelas AP 16 MM UGM Anna Dewi Lestari/15398 Gressiadi MM/15401 Wibowo Kristianto/14229

MAGISTER OF BUSINESS ADMINISTRATION GADJAH MADA UNIVERSITY 2011

Selama tahun 1970-1980an Hanson PLC menempatkan dirinya sebagai salah satu perusahaan dengan cerita pertumbuhan yang sangat impresif, di bawah kepemimpinan pendirinya James Hanson dan Gordon White. Mekanisme akuisisi yang dilakukan adalah mengambil alih perusahaan yang sedang menurun menjual aset-aset perusahaan tersebut pada perusahaan lain dalam profit yang sesuai, menerapkan kebijakan kontrol keuangan untuk memaksimalkan profitabilitas dan cash flow. Contoh akuisisi paling besar adalah akuisisi terhadap Imperial Group, pengusaha tembakau, minuman kopi, dan makanan yang terbesar di Inggris pada tahun 1986. Pada tahun 1991, merupakan tahun yang sangat dikritisi oleh pengamat untuk Hanson, akibat dari akuisisi Imperial Chemical Industries pada tahun 1990, tetapi tidak kemudian dijual. Di tahun 1991-1993, terjadi beberapa kegagalan Hanson : Kalah dalam lelang akuisisi RHM (Perusahaan Makanan Inggris) oleh sebuah perusahaan konglomerat kecil Imej buruk Hanson yang tidak dapat menambah value perusahaan ICI yang diakuisisi tahun 1991 Laporan Keuangan Hanson yang menunjukkan 33% pertama kalinya penurunan profit di tahun 1993 menjadi EAT $1,5 Milyar Harga saham Hanson yang mencapai level tertinggi di awal 1991, terus tidak mengalami pertumbuhan/perubahan harga(stagnasi) padahal bursa saham Amerika dan Inggris sedang booming

Strategi dan Arahan Baru Pengganti CEO Hanson dan White yakni Derek Bonham dan David Clarke. Mereka melakukan banyak perubahan strategi yakni: Derek Bonham berkeyakinan bahwa bisnis Hanson terlalu banyak melakukan gebrakan yang berorientasi jangka pendek Intensitas dan perhatian untuk fokus dalam perbaikan kinerja core bisnis (material bangunan, kimia, tembakau, SDA) sehingga era akuisisi kejam dan disposal perusahaan yang dibeli, telah berakhir Memperpanjang payback period Dalam investasi capital yang baru, dari biasanya 3-4 tahun menjadi 5-6 tahun, dilakukan dengan tujuan untuk mengambil benefit dari tingkat suku bunga yang lebih rendah

dan melanjutkan inflasi rendah. Upaya ini dilakukan juga untuk menghindari adanya anggapan orientasi kebijakan keuangan Hanson bersifat jangka pendek.

Akuisisi Quantum 31 Juni 1993, Hanson membeli Quantum Chemical Corp (Industri Polyethylene) seharga $720 juta. Setelah diambil alih harga saham QCP menurun dari $20 menjadi $12,5/lembar. Hanson juga terkena akibat hutang bawaan QCP sebesar $2,5 Milyar. Hanson kemudian mengajukan restrukturisasi hutang tersebut. Pada tahun 1993 dengan perbaikan restruktur tersebut menghasilkan kenaikan profit GBP 1,23 Milyar, 32%

Disposal selama 1993-1994 Selama kurun waktu tersebut, Hanson mengurusi pelepasan banyak asset minor, disposal dilakukan dengan tujuan : Fokus pada kompetensi inti perusahaan Membantu mengurangi hutang Hanson yang besar, GBP 7,22 Milyar atau $11,5 Milyar dengan Desember 1.83 Penjualan sebesar GBP 815 juta atau $ 1,3 Milyar berhasil dilakukan antara Januari 1993 Agustus 1994.

Spin off US Industries Februari 1995 Hanson melakukan spin off dari 34 perusahaan Amerika kecil ke dalam suatu entitas yang dinamakan US Industries, dipimpin langsung oleh David Clarke. Hanson akan mempertahankan USI Quantum Chemical & Peabody Coal. Perusahaan USI menghasilkan penjualan $ 3 Milyar, profit $ 252 juta, yang digunakan untuk membayar hutang Hanson sebesar $ 1,4 Milyar

Akuisisi Group Eastern 31 Juli 1995, Hanson mengakuisisi Eastern Group sebesar $ 3,2 juta dengan tujan memanfaatkan 3 juta customer base dengan nilai GBP 2 Milyar ($3,2 Milyar) kondisi ini membuat DER Hanson melorot menjadi 130% dari 37%

Demerger Perusahaan-Perusahaan yang Tidak Lagi Sinergis Hanson melakukan penjualan banyak perusahaan yang dianggap tidak lagi dapat melakukan kinerja lebih baik. Dilakukan di akhir 1995 dengan tujuan meningkatkan harga saham Hanson yang mulai stagnan dan cenderung menurun. Namun demikian, karena tingkat

hutang yang sangat tinggi membuat persepsi pasar tetap negatif sehingga potensi penurunan nilai saham dan nilai perusahaan terus menurun.

Kesimpulan dan Saran Mengurangi spekulasi tindakan akuisisi terhadap perusahaan lain yang semata mata bertujuan untuk mendapat dengan nilai under book value, kemudian menjualnya secara partisi dengan book value yang lebih baik, karena tindakan tersebut membuat Hanson terperangkap dalam kisaran hutang yang cukup besar. Hanson diupayakan mulai fokus pada restrukturisasi hutang, atau penjualan

aset/perusahaan operasional yang bertujuan mengurangi pokok hutang, sampai di tingkat DER yang normal sehingga akan menaikkan nilai saham dan value perusahaan. Pertimbangan akuisisi atau merger berikutnya yang dilakukan adalah dengan konsisi bahwa penggabungan membawa benefit tambahan bagi core bisnis atau parent company Hanson dalam jangka panjang. Sehingga kesinambugan perusahaan baik yang diakuisisi maupun Hanson sebagai parent company tetap dalam dipertahankan.