Anda di halaman 1dari 21

Tidur yang baik menurut sunnah rosul

Bagaimana posisi tidur yang baik? Baik untuk jasmani maupun rohani. Pernahkah terbenam pertanyaan seperti itu pada benak Anda? Tahukah jawabannya? Mungkin dari sebagian orang mengabaikan hal ini karena dianggap tidak penting. Namun bagi sebagian orang yang peduli dengan kesehatan dan syariah islam akan sangat memperhatikan hal ini demi menjaga adab dan etika dalam tidur. Tidur merupakan salah satu aktivitas penting dalam kehidupan. Pada saat tidur, sistem saraf otak otot dan bagian tubuh lainnya beristirahat dan mengembalikan fungsinya masing-masing. Bagi muslim, tidur penting karena saat yang baik untuk mengumpulkan tenaga dan energi untuk beribadah kepada Allah. Rosulullah memberikan contoh baik dalam segala perilaku dan tindakannya, termasuk posisi saat tidur. Posisi tidur yang baik yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah dengan cara menghadap ke kanan dengan tulang rusuk kanan sebagai tumpuan dan tangan kanan sebagai bantalan saat tidur. Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu. (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Tidak mengapa jika setelah tertidur posisi berubah menghadap ke kiri atau bagaimana pun. Cara tidur yang baik berdasarkan hadits riwayat berikut ini: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya. (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350). Hal tersebut diperkuat sesuai sabda Rasul: "Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu" (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Dalam hal ini, posisi tidur yang dianjurkan rosul juga dibenarkan oleh para peneliti sangat bermanfaat. Hal ini juga mematahkan anggapan bahwa posisi tidur dengan badan terlentang adalah benar. Tidak diperbolehkan untuk tidur berposisi tertelungkup dengan perut sebagai tumpuannya karena hal ini sangat dimurkai oleh Allah. Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla. (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih). Selain posisi tidur, waktu dalam tidur juga sudah diajarkan oleh rosul. Rosul menyarankan kita untuk beristirahat/tidur tidak terlarut malam untk melakukan hal yang tidak bermanfaat seperti berbincang-bincang yang tidak baik, melakukan hal yang tidak bermanfaat, dan lainnya.

Sebaiknya tidur setelah melakukan sholat isya terkecuali adanya keadaan darurat seperti menghafal ulang pelajaran, membaca Al-Qur'an, dan yang sifatnya bermanfaat. Sebelum pergi tidur, hendaknya lebih dulu berwudhu seperti saat akan melakukan sholat seperti bagaimana hadits berikut ini: Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat. (HR. AlBukhari No. 247 dan Muslim No. 2710). Selain itu juga sangat dianjurkan untuk membaca doa sebelum tidur. Ada pun etika berdoa sebalum tidur yaitu Membaca ayat kursi, membaca sejumlah dua ayat terakhir pada surat AlBaqarah, mengatupkan kedua telapak tangan lalu meniup dan membacakan surat Al-Ikhlas, AlFalaq, An Nas lalu mengusapkannya pada bagian tubuh yang bisa dijangkau mulai dari atas kepala hingga ujung kaki sebanyak 3x. Hendaknya doa tidur diakhiri dengan doa berikut:

Bismikarabbii wa dhotu jambii wa bika arfauhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ibaadakasshaalihiin. Artinya: Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih. (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401).

Tidur cantik Sesuai Tuntunan Rasulullah 2480Share

Disusun Oleh: Ummu Hajar Murojaah: Ust. Abu Salman Tidur bagi muslimah merupakan saat yang sangat penting. Karena dalam tidurnya ia mengumpulkan tenaga untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, ketika tidur hati seorang muslimah di antara jemari Allah. Seorang muslimah cantik karena agamanya. Jadi tidurnya pun harus cantik. Hendaknya seorang muslimah menjaga adab-adab dalam tidur dengan adab yang diajarkan dalam agama Islam. Bagaimana adab-adabnya? Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (murojaah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu anhu:

Bahwasanya Rasulullah shallallahu allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya. [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)] Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat. (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710) Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu. (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya. (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350) Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla. (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih) Membaca ayat-ayat Al-Quran, antara lain: a) Membaca ayat kursi. b) Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh. c) Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan AnNaas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi) Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut:

Bismikarabbii wa dhotu jambii wa bika arfauhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ibaadakasshaalihiin. Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih. (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)

Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa:

laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa aziizulghaffaru. Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Alloh yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun. (HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi) Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut:

Audzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa iqaabihi wa syarri ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku. (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya) Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar: Bahwasanya Rasululloh shallallahu alaihi wasallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan. (HR. Ibnu Majah No. 3497) Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan bismillah, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi. (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050) Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca doa sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu:

Alhamdulillahilladzii ahyaanaa badamaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan. (HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711)

Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahannya kepada manusia lainnya. Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan. Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Alloh dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu. Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan. Maka bangunlah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya. [HR. Muslim No. 763 (182)] Bersiwak. Apabila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak. (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255) Beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya. (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238) Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali. (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278) Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi) Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. (HR. Muslim) Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua.

Sumber: http://muslimah.or.id/fikih/tidur-cantik-sesuai-tuntunan-rasulullah.html.

Adab islami sebelum tidur yang seharusnya tidak ditinggalkan oleh seorang muslim adalah sebagai berikut. Pertama: Tidurlah dalam keadaan berwudhu. Hal ini berdasarkan hadits Al Baro bin Azib, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710) Kedua: Tidur berbaring pada sisi kanan. Hal ini berdasarkan hadits di atas. Adapun manfaatnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim, Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat pada jantung. Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas) (Zaadul Maad, 1/321-322). Ketiga: Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul audzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul audzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana dikatakan oleh istrinya Aisyah. Dari Aisyah, beliau radhiyallahu anha berkata, ( ) Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash), Qul audzu birobbil falaq (surat Al Falaq) dan Qul audzu birobbin naas (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari no. 5017). Membaca Al Quran sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam ini lebih menenangkan hati dan pikiran daripada sekedar mendengarkan alunan musik. Keempat: Membaca ayat kursi sebelum tidur. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, ) ( ) (

. .

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Taala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan. (HR. Bukhari no. 3275) Kelima: Membaca doa sebelum tidur Bismika allahumma amuutu wa ahyaa. Dari Hudzaifah, ia berkata, Apabila Nabi shallallahu alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup). Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: Alhamdulillahilladzii ahyaana bada maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali). (HR. Bukhari no. 6324) Masih ada beberapa dzikir sebelum tidur lainnya yang tidak kami sebutkan dalam tulisan kali ini. Silakan menelaahnya di buku Hisnul Muslim, Syaikh Said bin Wahf Al Qohthoni. Keenam: Sebisa mungkin membiasakan tidur di awal malam (tidak sering begadang) jika tidak ada kepentingan yang bermanfaat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, .

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat Isya dan ngobrolngobrol setelahnya. (HR. Bukhari no. 568) Ibnu Baththol menjelaskan, Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjamaah. Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?! (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah)

Semoga kajian kita kali ini bisa kita amalkan. Hanya Allah yang beri taufik. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Sumber: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.311933148851275.81594.230456010332323&type= 3.

ZA&dunia
Kamis, 20 Oktober 2011

Tidurnya Nabi Muhammad Saw >>> ... "Allahumma aslamtu nafsii ilaika wawajjahtu wajhi ilaika wafawwadhtu amrii ilaika wa aljatu zhahrii ilaika raghbatan warahbatan ilaika laa malja-a walaa manja-a minka illaa ilaika. Aamantu bikitaabikalladzii anzalta wanabiyyikal ladzii arsalta (Wahai Allah, saya menyerahkan diriku kepada-Mu, menghadapkan mukaku kepada-Mu, menyerahkan semua urusanku kepada-Mu, dan menyandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harapan dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksaan-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dari nabi yang Engkau utus." (HR. Bukhari)....>>> 1. Berwudhu ketika akan tidur; 2. Membaca doa akan tidur; Miring ke sebelah kanan Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits Rasulullah Muhammad saw yang artinya: Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu. (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710) ; 4. Meletakkan tangan di bawah pipi sebelah kanan Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya. (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350); 5. Membaca surat surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas ; 6. Tidurlah di awal malam Beliau saw tidur di awal malam dan menghidupkan akhir malam. (Mutafaq Alaih) Bahwasanya Rasulullah Muhammad saw membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya. (Hadist Riwayat AlBukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)); 7. Tidak tidur dengan posisi telungkup (tengkurap) Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla. (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih); 8. Berdoa ketika bangun tidur Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, "Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa" (Dengan nama-Mu ya

Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, "Alhamdulillahillaji ahyana bada maa ama tanaa wa ilayhinnusur." (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali." (HR. Muslim) ; 9. Mengusap Bekas tidur Maka bangunlah Rasulullah Muhammad saw dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya. (HR. Muslim No. 763 (182); 10. Beristinsyaq, beristintsaar dan bersiwak ketika bangun tidur Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya. (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238) >>> Semoga kita dapat menirunya..dengan doa agar kita mendapatkan ridha Allah atas turut mengikuti salah satu perilaku Nabi Muhammad SAW...>>> Beberapa kajian Ilmiah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW, merupakan manusia tersehat di dunia. Kesimpulan ini tentunya tidak mengada - ada, sebab sejarah juga membuktikan bahwa selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sekali mengalami sakit, yaitu saat -saat menjelang akhir hayat beliau. Realitas ini tentu menimbulkkan decak kagum dan rasa penasaran, baik di kalangan Ilmuwan Muslim maupun Ilmuwan Non Muslim.....

Tidurnya Nabi Muhammad Saw

Administrator Jum'at, 07 Agustus 2009 Kategori : Akidah dan Akhlaq

Seandainya manusia tidak mendapatkan nikmat tidur, boleh jadi manusia akan menjadi makhluk yang paling buruk dan menderita di dunia , benarkah demikian?

Salah satu hak yang harus dipenuhi oleh tubuh dan mata adalah tidur. Tidur merupakan salah satu bentuk nikmat Allah swt yang tiada terkira nilainya. Adanya nikmat tidur yang dianugerahkan Allah swt telah memberikan banyak hal kepada manusia. Entah bagaimana jadinya jika Allah swt tidak menganugerahi manusia dengan nikmat tidur tersebut, boleh jadi manusia akan menjadi makhluk yang paling buruk dan menderita di dunia.

Coba saja bayangkan bagaimana jika kita tidak tidur selama sebulan saja. Otak kita terus berputar memikirkan dan terpikirkan berbagai macam permasalahan, tanpa istirahat. Hati tidak pernah berhenti

merasakan panasnya kehidupan, marah, sedih, kecewa, semuanya terus menumpuk tanpa jeda. Mungkin wajah kita akan tampak pucat, kusut, mata merah dan cekung, pipi kempot, badan kurus kering, lemah dan tanpa gairah, atau bahkan jadi suka marah-marah. Dari segi jasmani maupun kejiwaan, bukankah itu termasuk gambaran manusia yang sangat buruk dan menderita?

Untuk itulah, maka tidur ini merupakan nikmat yang sudah sepatutnya senantiasa di syukuri oleh seluruh manusia di muka bumi ini. Namun yang menjadi permasalahan adalah, bagaimanakah seharusnya manusia mensyukuri nikmat tidur tersebut?

Salah satu cara untuk mensyukuri nikmat tidur yaitu dengan cara menunaikannya dengan baik dan benar. Mengerjakan segala aspek yang berkaitan dengan nikmat tidur dengan baik, mulai dari ketika hendak tidur sampai setelah bangun tidur. Dan untuk itu semua, pemimpin seluruh umat muslim di dunia, Rasulullah Muhammad saw telah memberikan banyak keterangan yang jelas mengenai bagaimanakah seharusnya umat muslim memperlakukan nikmat tidur yang telah dianugerahkan Allah swt kepadanya. Rasulullah Muhammad saw senantiasa memperlakukan tidur dengan etika yang baik. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah tidur, keduali dengan disertai etika tidur yang baik.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab : 21)

Sebagai suri teladan yang baik, Rasulullah Muhammad saw telah banyak memberikan contoh bagaimana tata cara tidur yang baik. Berikut beberapa etika tidur yang sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang terdapat di dalam hadits-hadits Rasulullah Muhammad saw:

1. Berwudhu ketika akan tidur

Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat. (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan".

2. Membaca doa akan tidur

Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, "Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa" (Dengan namaMu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, "Alhamdulillahillaji ahyana ba da maa ama tanaa wa ilayhinnusur." (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali." (HR. Muslim)

Al-Bara bin Azib ra. berkata: Sesungguhnya Rasulullah Muhammad saw bila berbaring di tempat tidurnya, beliau letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya berdoa: Robbi qinii adzaabaka yawma tab atsu ibaadaka (Ya Robbi, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu). (HR. At Tarmidzi)

Hudzaifah ra. berkata: Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, maka beliau berdoa: Alloohumma bismika amuutu wa ahyaa (Ya Allah, dengan Asma-Mu aku mat dan aku hidup). Dan jika bangun dari tidurnya beliau berdoa: Alhamdu lillaahil-lladzii ahyaanaa ba da maa amaatanaa wa ilayhin-nusyuur (Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan daku kembali setelah mematikan daku, dan kepada-Nya tempat kembali). (HR. At Tarmidzi)

Dari Al Barra bin Azib ra berkata, "Apabila Rasulullah saw berada pada tempat tidurnya dan akan tidur maka beliau miring ke sebelah kanan, kemudian membaca:

"Allahumma aslamtu nafsii ilaika wawajjahtu wajhi ilaika wafawwadhtu amrii ilaika wa alja tu zhahrii ilaika raghbatan warahbatan ilaika laa malja-a walaa manja-a minka illaa ilaika. Aamantu bikitaabikalladzii anzalta wanabiyyikal ladzii arsalta (Wahai Allah, saya menyerahkan diriku kepada-Mu, menghadapkan mukaku kepada-Mu, menyerahkan semua urusanku kepada-Mu, dan menyandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harapan dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksaan-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dari nabi yang Engkau utus." (HR. Bukhari)

3. Miring ke sebelah kanan

Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits Rasulullah Muhammad saw yang artinya: Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu. (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan".

4. Meletakkan tangan di bawah pipi sebelah kanan

Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya. (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

5. Membaca surat surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas

Aisyah ra. berkata: Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali. (HR. At Tarmidzi)

6. Tidurlah di awal malam

Beliau saw tidur di awal malam dan menghidupkan akhir malam. (Mutafaq Alaih)

Bahwasanya Rasulullah Muhammad saw membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincangbincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya. (Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235))

7. Tidak tidur dengan posisi telungkup (tengkurap)

Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla. (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

8. Berdoa ketika bangun tidur

Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, "Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa" (Dengan namaMu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, "Alhamdulillahillaji ahyana ba da maa ama tanaa wa ilayhinnusur." (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali." (HR. Muslim)

9. Mengusap Bekas tidur

Maka bangunlah Rasulullah Muhammad saw dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya. (HR. Muslim No. 763 (182)

10. Beristinsyaq, beristintsaar dan bersiwak ketika bangun tidur

Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya. (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)

Beristinsyaq dan beristintsaar adalah menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan kembali air dari hidung.

Apabila Rasulullah Muhammad saw bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak. (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)

Demikianlah Rasulullah Muhammad saw menunaikan hak-hak tidur yang telah diberikan Allah swt kepadanya. Dan sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, maka sudah sepatutnya umat muslim menunaikan nikmat tidur tersebut sebagaimana yang telah dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw.

Wallahua lam

Rahasia Posisi Tidur Rasulullah SAW Diungkap Para Ilmuwan


Jam-jam tidur setiap manusia berbeda-beda, tergantung frekuensi kegiatan dan jam-jam sibuk orang itu. Akan tetapi ada waktu, dimana tidur akan membawa mimpiburuk, karena pada saat itu terjadi perpindahan suasana , seperti pada waktu shalat shubuh atau waktu ashar (sore hari). Selain dosis tidur yang melebihkan, posisi tidur pun mempunyai andil besar dalam menjaga vitalitas kesehatan tubuh. Dalam hal ini Ibnu Qayyim Al-Jauziah dalam bukunya metode pengobatan nabi. Mencatat beberapa hal tentang tidur membahayakan bagi kesehatan. Posisi Tidur terlentang dan menelengkup

Dalam riwayat yang direkam Abu Umamah dalam Musnad dan Sunan Ibnu Majah menyebutkan bahwa nabi pernah lewat di hadapan seorang lelaki yang sedang tidur menelengkup maka beliau menyepaknya dengan kaki beliau sambil bersabda: "bangun dan duduklah! Inilah tidurnya para ahli neraka!". Hippocrates menambahkan sikap tidur ini dalam bukunya at-taqdimah yang menyebutkan: "kalau seorang yang sakit tidur menelungkup, padahal pada waktu sehat ia tidak terbiasa tidur demikian. Itu menunjukkan otaknya tidak beres, atau memang ada penyakit di sekitar perutnya. Waktu Tidur Yang Dianjurkan

Terkait dengan waku tidur, disinyalir bahwatidur siang menimbulkan penyakit akibat kelembaban tubuh, semisal merusak pigmen tubuh, menyebabkan penyakit empedu, menyebabkan kemalasan dan melelahkan syahwat. Dalam hal ini, tidur siang digolongkan menjadi tiga macam: khuluq, khuruq, dan humuq. 1. khuluq adalah tidur di tengah hari. Disebut khuluq (ahklak) karena itu adalah kebiasaan Rasulullah SAW. 2. khuruq adalah (perusak) adalah tidur di waktu dhuha. 3. humuq (kebodohan) adalah tidur di waktu ashar.

Seorang ahli syair mengatakan: "sesungguhnya tidur di waktu dhuha adalah dapat menyebabkan kemalasan bagipara pemuda, tidur ashar dapat menimbulkan gila".

Lokasi Tidur yang berbahaya

Tidur dibawah sengatan matahari juga dapat memicu timbulnya penyakit terpendam. Tidur antara sinar matahari dengan tempat teduh juga tidak baik. Diriwayatkan dari Abu Daud dalam sunan-nya dari hadist Abu Hurairah, ia menceritakan: Rasulullah SAW bersabda: "kalau salah satu diantara kalian berada dibawah matahari, tiba-tiba terkena teduh sehingga sebagian tubuhnya di bawah sinarmatahari dan sebagian lagi ditempat teduh maka hendaknya ia bangkit". Secara logis hal ini mudah dipahami, karenacahaya matahari menyebabkan berbagai penyakit seperti tekanan panas klenger (sunstroke), kejang otot (kram), dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang timbul karena cahaya matahari ini memiliki aneka ragam ciri dan gejala, yang untuk lebih detailnya memerlukan penjelasan sendiri.

Masih dari buku Metode Pengobatan Rasulullah SAW Ibnu Qayyim Al-Jauziah bahwa tidur mempunyai dua faedah besar. 1. Mengistirahatkan seluruh anggota tubuh sehingga terbebas dari rasa lelah, panic indera juga merasa nyaman, terlepas dari kerja berat saat terjaga dan melenyapkan segala kepenatan ada. 2. Sempurnanya metabolisme makanan danproses pembakaran. Karena panas alami tubuh pada saat tidur menggelegak keseluruh tubuh sehingga membantu proses tersebut. Dengan demikian secara lahiriah, tubuh menjadi dingin. Dan karena ini pula orang yang tidur cenderung membutuhkan selimut.

Berkenaan dengan cara tata cara tidur, Rasulullah bersabda yang diriwayatkan olehbukhari dan muslim dari bara' bin azib: "bila kamu akan mendatangi tempat tidurmaka berwudhulah seperti wudhu yang kamu laksanakan ketika akan shalat, kemudian berbaringlah diatas bagian tubuhsebelah kanan, lalu ucapkanlah: "ya Allah! Kuserahkan diri kepada-Mu, kuhadapkan waktu kepada-Mu, kuserahkan persoalan kepada-Mu, kuserahkan punggungku kepada-Mu. Tidak ada rempat bersandar dan tempat menyelamatkan diri dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan nabi yang Engkau utus!".

Rahasia medis dari posisi Rasulullah telah di ungkapkan para ilmuan.

Diantara disebutkan bahwa posisi tidur dengan berbaring ke sebelah kanan berefaedah membantu pencernaan, mengistirahatkan kerja jantung, melemaskan, dan membebaskan anggota tubuh.

Tidur yang paling efesien adalah berbaring ke sebelah kanan agar makanan bisa berada pada posisi yang

'pas' dalam lambung yang mengendap secara proposional. Karena lambung cenderung miring ke sebelah kiri sedikit. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengalir ke lever, baru kemudian di lanjutkan dengan berbaring ke sebelah kanan saja agar cepat tersuplai dari lambung.

Jadi berbaring ke sebelah kanan dilakukan di awal tidur dan di akhir tidur. Terlalu banyak berbaring ke sebelah kiri membahayakan jantung dan menyebabkan seluruh organ mengarah ke jantung, sehingga banyak unsur tubuh yang menyerang jantung. ***dari berbagai sumber***

"Terapi Sehat Ala Rasulullah SAW"

"BerObat Sambil Beribadah"

Beberapa kajian Ilmiah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW, merupakan manusia tersehat di dunia. Kesimpulan ini tentunya tidak mengada - ada, sebab sejarah juga membuktikan bahwa selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sekali mengalami sakit, yaitu saat -saat menjelang akhir hayat beliau. Realitas ini tentu menimbulkkan decak kagum dan rasa penasaran, baik di kalangan Ilmuwan Muslim maupun Ilmuwan Non Muslim. Salah satu hasil penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan menyebutkan, bahwa rahasia Rasulullah SAW adalah karena beliau rajin menjalankan Ibadah terutama Puasa.

Beliau juga dikenal sebagai sosok yang sangat pintar menjaga dan mengatur urusan makan (manajemen perut). Bahkan dalam salah satu hadist yang terkenal menyebutkan "Bahwa beliau tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang". Subhanallah. Di Kalangan para dokter Arab (atibba') ketika melakukan analisa, ternyata memperoleh kesimpulan yang sama, sehingga mereka membuat satu kesimpulan besar sebagai ungkapan dalam pernyataan mereka "al-Bathnu Daa' Wal Hamiyatu Aslud Dawaa' (lambung ada-lah pusat berbagai macam penyakit dan puasa adalah obatnya)". Kebenaran pernyataan ini ternyata juga di akui oleh para ahli kedokteran Barat, bahwa puasa (menahan makan atau minum dalam waktu tertentu) dijadikan sebagai salah satu terapi penyembuhan. Namun, selain rajin menjalankan ibadah puasa, ada hal lain dari rahasia sehat ala rasulullah, yaitu resep sehat beliau terkait dengan manfaat dan keistimewaan buah kurma dan air zam zam. KEISTIMEWAAN AIR ZAM ZAM Dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslimdisebutkan bahwa setelah Rasulullah SAW meminum air zam - zam, lalu beliau bersabda:"Air Zam - Zam adalah minuman yang mengenyangkan dan obat bagi penyakit". Dan pernyataan rasulullah tersebut juga terbukti secara ilmiah. Berdasarkan berbagai penelitian, yang di ungkapkan oleh "Lestyarini handoyo", ditemukan bahwa selain Zam - Zam sebagai salah satu indikator air sehat, air tanah suci ini juga terbukti memiliki kandungan Mineral yaitu Kalsium, Magnesium (kandungannya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan air konsumsi yang biasa kita minum) dan Fluorida yang tinggi. Juga memiliki muatan ion-ion yang seimbang. *Kalsium* Kalsium di dalam tubuh berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi, selain

itu juga berperan penting dalam reaksi pembentukan darah, dan reaksi ini sangat diperlukan selama proses penutupan luka dan penghentian aliran darah saat terjadi luka. Manfaat lain adalah sebagai media untuk terjadinya respon hormonal dan berfungsi sebagai salah satu indikator kerja enzim. Dan bagi ibu hamil, keberadaan kalsium sangat membantu pembentukan otak, tulang serta sel-sel darah merah di dalam janin. Juga berfungsi untuk menurun tekanan darah, dan memiliki kemampuan mengikat kolesterol. *Magnesium* Merupakan mineral prima pengikat ion fosfat di dalam tubuh dan berperan dalam proses metabolisme yang menghasilkan tenaga. Kebutuhan akan magnesium di dalam tubuh antara 300 - 450 mg/hari. Kalau sampai kekurangan akang mengakibatkan kelelahan yang bersifat kronis, kekurangan energi, serta menurunkan respon imun baik selular maupun humoral.

KURMA Yang terkait dengan manfaat kurma sebagaimana yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW, dari hasil penelitian menyebutkan bahwa Kurma memiliki banyak manfaat bagi manusia. Hal ini tertuang dalam pernyataan Resmi Departemen Kesehatan Kuwait yang berjudul `Manafi'ut Tamr', diantaranya adalah :
1. 2. 3.

4. 5. 6.

Kurma memilik kandungan zat gula yang sangat besar, dan ini sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kurma mudah dicerna, hingga tidak memberatkan alat pencernaan. Kurma mengurangi rasa lapar dengan cepat, sehingga mengurangi dorongan untuk makan dalam porsi yang banyak. Denagn demikian pencernakaan tidak dibebani oleh kerja berat. Memberikan kesiapan pada lambung untuk menerima makanan setelah beberapa lama lambung tidak terisi. Mencegah penyakit maag yang biasa timbul karena pergantian jawadal makan. Alkalinitas yang terkandung dalam kurma dapat menetralisir asam kuat pada darah yang sering kali menyebabkan penyakit - penyakit berbahaya seperti diabetes, rematik, ginjal, darah tinggi dan wasir.

Demikianlah, jika kita bisa menerapkan "Resep Sehat Ala Rasulullah SAW" dalam kehidupan sehari - hari, maka kita akan mendapatkan manfaat, yaitu desamping mendapatkan kesehatan sekaliigus juga beribadah dengan mempraktekkan salah satu sunnahnya. Wallahu a'lam.

Sumber : Buku "Hidayah" Edisi Maret'06 (http://zadandunia.blogspot.com/2011/10/tidurnya-nabi-muhammad-sawallahumma.html)

BUANG HAJAT

Dikalangan sebagian ulama terjadi perbedaaan pendapat mengenai hal ini dan ini adalah sesuatu yang wajar karena adanya perbedaaan hadist diseputar ini. Namun sebagain lagi berpendapat bahwa menghadap ataupun membelakangi kiblat diperbolehkan selama tertutup oleh dinding. Berikut adalah dalil-dalil yang berkaitan dengan masalah ini :{ }.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shalallahu alahi wasallam, ia bersabda: Apabila salah seorang diantara kamu duduk untuk hajatnya, maka janganlah menghadap kiblat dan janganlah membelakanginya. (HR Ahmad dan Muslim, Nailur Authar Hadist No. 84) :{ : . }.

Dan dari Abi Ayub al anshari, dari Nabi Shalallahu alaihi wasallam, ia bersabda: Apabila kamu buang air, maka janganlah kamu menghadap Kiblat dan membelakanginya, tetapi menghadaplah ke timur atau ke arah Barat.[1]. Abu Ayub berkata: Kami tiba di Syam, kemudian kami dapatkan tempat-tempat buang air telah di bangun mengarah ke Ka bah, kemudian kami rubah arahnya, dan kami beristighfar. (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim, Nailur Authar Hadist No. 85) :{ }. Dari Ibnu Umar, ia berkata: Pada suatu hari aku naik ke rumah Hafshah, lalu aku melihat Nabi shalallahu

alaihi wasallam buang air dengan menghadap kea rah Syam, membelakangi Ka bah. (HR Jama ah, Nailur Authar Hadist No. 86) :{ }.

Dan Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, Nabi Shalallahu alaihi wasallam melarang menghadap Kiblat ketika kencing, tetapi aku melihat dia sebelum wafat kurang dari setahun, ia menghadap kiblat. (HR Imam yang lima kecuali An-Nasai, Nailur Authar Hadist No. 87) :{ }. Dan dari Marwan al Anshar, ia berkata: Aku melihat Ibnu Umar menderumkan kendaraanya dengan menghadap kiblat, lalu ia kencing dengan menghadap kiblat, lalu aku bertanya: Wahai Abi Abdirrahman, tidaklah yang demikian itu dilarang? Maka ia menjawab, tetapi yang dilarang adalalah jika ia ditanah lapang, bila antara kamu dan kiblat ada sesuatu (penghalang) yang menutupimu, maka tidaklah mengapa. (HR Abu Dawud) Penjelasan Hadist 1 dan 2 sebagaimana tersebut diatas menyatakan bahwa kita di larang menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat baik besar maupun kecil, namun hal itu sebanarnya tidaklah mengapa karena yang di maksud dalam hadist tersebut adalah jika tidak disertai penghalang, sebagaiman penjelasan dibawah ini. Perkataan Ibnu Umar Pada suatu hari aku naik ke rumah Hafshah , hadist ini menunjukan bolehnya menghadap Kiblat ketika buang air besar. : } : : }. :{ :{ : :

Dan Al Baihaqi meriwayatlan dari jalan Isa al Khayyath, ia berkata : Aku bertanya kepada As-Sya bi Sesungguhnya aku heran atas perbedaan Abi Hurairah dan Ibnu Umar, , Nafi berkata dari Ibnu Umar, Aku masuk kerumah hafsah lalu ada kesempatan menoleh, tiba-tiba aku mengetahui bahwa jamban Nabi shalallahu alaihi wasallam menghadap kiblat, dan Abu Hurairah berkata : Apabila salah seorang diantara kamu duduk untuk hajatnya, maka janganlah menghadap kiblat dan janganlah membelakanginya. As Sya bi menjawab : Semuanya benar, Adapun perkataan Abu Hurairah itu, adalah di tanah lapang karena sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yaitu malaikat-malaikat dan jin-jin yang sedang shalat, oleh karena itu janganlah seseorang menghadap mereka diwaktu buang air kecil maupun besar, dan jangan membelakangi. Adapun jamban-jambanmu adalah bentuk rumah yang didirikan tanpa kiblat didalamnya. Kesimpulan:

Sebagaimana telah diketahui bahwa sebagain ulama berbeda pendapat mengenai hal tersebut diatas, bisa jadi perbedaan salah satu diantara ulama salaf terjadi karena diantara mereka tidak ada yang mengetahui hadist tentang bolehnya menghadap kiblat dan membelakanginya ketika buang air besar. Sebagaimana terjadi dengan Isa al Khayyath yang merasa heran dengan hadist yang diriwayatkan antara Abu Hurairah dan Ibnu Umar, karena perbedaan matan hadist. Namun hal itu semua dijelaskan oleh As Sya bi sebagaimana telah dijelaskan diatas. Jadi intinya adalah kita tidak diperbolehkan menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat di tempat terbuka, sedangkan jika tertutup atau terhalang oleh dinding maka diperbolehkan kita menghadap dan membelakangi Kiblat. Wallahu alam bishowab. Download ebooknya, Viewer : MS Dowc, File Size : 54 KB, klik disini Referensi: Nailur Authar syarah Al Muntaqo Syaikhul Ibnu Taimiyyah, oleh Imam Asy Syaukani [Bab { } Hadist no 84 - 89 ]

Sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=164340718607