Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Pemimpin, terutama pemimpin yang menduduki posisi atas, merupakan penentu arah bagi organisasinya dalam mencapai tujuan organisasi tersebut. Pemimpin dianggap mampu mengelola organisasinya dengan baik apabila memilki kualitas, baik pemimpin di bidang ekonomi, sosial, pemerintahan, politik, dan lain sebagainya. Menurut Kartini Kartono dalam bukunya Pemimpin dan Kepemimpinan, perspektif baru yang muncul pada dunia modern dan kehidupan demokratis (di negara-negara demokrasi) selalu menstimulir setiap individu untuk berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan berorganisasi serta aktivitas hidup, dan ikut memikul tanggungjawab susila yang lebih besar. Oleh karena itu, pemimpin adalah pembuka jalan baru bagi organisasinya untuk melangkah lebih maju dalam mencapai tujuan organisasi yang tentunya adalah tujuan bersama, bukan hanya tujuan pemimpin itu sendiri. Membicarakan kehidupan organisasi dan kepemimpinan di negara-negara demokrasi, tidak terlepas dari bagaimana pemimpin-pemimpin masa lampau mengelola negara dan apa yang ada di dalamnya untuk mencapai kesejahteraan, terutama kesejahteraan rakyatnya. Indonesia adalah Negara yang menganut sistem demokrasi. Hal tersebut terlihat dengan adanya sistem demokrasi parlementer dan demokrasi pemimpin. Tetapi, setiap masa pasti memilki nilai-nilai dan pola-pola kepemimpinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu,

makalah ini akan membahas komparasi atau perbandingan nilai serta pola kepemimpinan pada masa demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa yang dimaksud dengan teori kepemimpinan? 2. Apa saja syarat-syarat atau cirri-ciri pemimpin? 3. Apa saja nilai-nilai kepemimpinan secara substansial? 4. Bagaimana perbandingan nilai dan pola kepemimpinan pada masa yang berbeda? C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui teori kepemimpinan. 2. Untuk mengetahui syarat- syarat atau cirri-ciri pemimpin. 3. Untuk mengetahui nilai-nilai kepemimpinan secara substansial. 4. Untuk mengetahui perbandingan nilai dan pola kepemimpinan pada masa yang berbeda.
1

BAB II PEMBAHASAN
A. Teori Kepemimpinan Teori Kepemimpinan mengandung arti sebagai berikut: y Suatu penggeneralisasian dari suatu seri fakta mengenai sifat sifat dasar dan perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinan. y Dengan menekankan latar belakang historis,dan sebab musabab timbulnya

kepemimpinan serta persyaratan untuk menjadi pemimpin. y Sifat-sifat yang diperlukan oleh seorang pemimpin,tugas-tugas pokok dan fungsinya,serta etika profesi yang perlu dipakai oleh pemimpin. Ada banyak sekali teori yang berkembang sejak pertengahan tahun 1940 sampai saat ini. Tetapi hanya ada dua teori yang cukup menarik perhatian para pengamat dan praktisi pengembangan sosial. Teori-teori kepemimpinan yang berkembang antara lain: 1. Teori Kepemimpinan Kharismatik (Charismatic Leadership) Yaitu, pengikut memberikan atribut-atribut heroik atau kemampuan kepemimpinan yang luar biasa bila mereka mengamati perilaku-perilaku para pemimpin itu. Pemimpin yang kharismatik akan menampilkan ciri-ciri sebagai berikut: a. Memilki visi yang amat kuat atau kesadaran tujuan yang jelas. b. Mengkomunikasikan visi itu dengan efektif. c. Mendemonstrasikan konsistensi dan fokus. d. Mengetahui kekuatan-kekuatan sendiri dan memanfaatkannya. 2. Teori Kepemimpinan Transformasional (Transformational Leadership) Yaitu, pemimpin-pemimpin transaksional membimbing atau memotivasi pengikutnya ke arah tujuan yang telah ditentukan dengan cara menjelaskan ketentuan-ketentuan tentang peran dan tugas. Pemimpin tipe ini memberikan pertimbangan yang bersifat individual, stimulasi intelektual, dan memilki kharisma. Kepemimpinan Transformasional

dibangun/berkembang dari kepemimpinan transaksional(Bernardine R. Wirjana, 2006, hal 16-15).

B. Ciri-ciri/Syarat-Syarat Pemimpin Konsepsi mengenai persyaratan kepemimpinan selalu berkaitan dengan 3 hal antara lain :
2

1. Kekuasaan Ialah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin guna mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu. 2. Kewibawaan Ialah kelebihan, keunggulan, keutamaan sehingga orang mampu mbawani akan mengatur orang lain, sehingga orang tersebut patuh pada pemimpin dan tersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu. 3. Kemampuan Yaitu : segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan atau ketrampilan teknis maupun sosial, yang dianggap melebihidan kemampuan anggota biasa. Stoq Dill dalam bukunya Personal Factor Associated With Leadership menyatakan bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan yaitu : 1. Kapasitas 2. Pretasi 3. Tanggung jawab 4. Partisipasi 5. Status Sedangkan menurut Earl Nightingale dan Whitf Schult mengemukakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan dan syarat sebagai berikut : 1. Kemandirian 2. Besar rasa ingin tahu 3. Multi terampil atau memiliki kepandaian beraneka ragam 4. Memiliki rasa humor, antusiasme tinggi, suka berkawan 5. Selalu ingin mendapatkan yang sempurna 6. Mudah menyesaikan diri ( beradaptasi ) 7. Sabar dan ulet 8. Komunikatif serta pandai berbicara 9. Berjiwa wiraswasta 10. Sehat jasmaninya, dinamis, sanggup dan berani mengambil risiko 11. Tajam firasatnya dan adil pertimbangannya 12. Berpengetahuan luas dan haus akan ilmu pengetahuanMemiliki motivasi tinggi 13. Punya imajinasi tinggi

Dari beberapa kelebihan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggotanya. Adab dengan kelebihan-kelebihan tersebut dia bisa berwibawa dan dipatuhi oleh bawahannya dan yang paling lebih utama adalah kelebihan moral dan akhlak. C. Nilai-Nilai Kepemimpinan Nilai-nilai kepemimpinan adalah sejumlah sifat-sifat utama yang harus dimiliki seorang pemimpin agar kepemimpinannya dapat efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sifat-sifat utama tersebut ibarat roh nya pemimpin yang membuat seseorang mampu menjalankan kepemimpinannya dengan berhasil guna. Tanpa roh kepemimpinan maka posisi atau jabatan seseorang sebagai pemimpin tidak ada artinya. Beberapa nilai kepemimpinan yang perlu dimiliki seorang pemimpin antara lain adalah sebagai berikut :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Integritas dan moralitas Tanggung jawab Visi Pemimpin Kebijaksanaan Menjaga Kehormatan Beriman Kemampuan Berkomunikasi Komitmen Meningkatkan Kualitas SDM

D. Perbandingan Nilai dan Pola Kepemimpinan Perbandingan antara masa Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Terpimpin Perbandingan Waktu UUD yang digunakan Pemerintahan Presiden (Kapala Negara) dan Presiden (mutlak, sebagai Kepala Masa Demokrasi Parlementer 6 September 1950 10 Juli 1959 UUDS 1950 Masa Demokrasi Terpimpin 1959 1965 UUD 1945

Perdana Menteri (sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan

Pemerintahan

dan

bertanggung dimana

Presiden

dan

DPR

jawab kepada DPR) Kacau, Situasi Politik kekuasaan

bertanggung jawab kepada MPR) pemerintah Kegiatan politik yang dilakukan

dilaksanakan oleh partai dan dapat politik dibatasi dengan jumlah partai melakukan kegiatan politik dengan dibatasi menjadi 11 partai sangat leluasa (28 partai) Terjadi pasang surut kabinet dan Terdapat satu kabinet yaitu Kabinet terjadi gonta-ganti kabinet; Kabinet Kerja dengan 3 (tiga) kali reshuffle

Kabinet

Natsir, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali I, Kabinet Burhanudin Harahap, Kabinet Ali II Politik Luar Negeri Bebas Aktif . Pelaksanaan politik luar negeri

Arah Politik Luar Negeri

Bebas berarti tidak memihak salah condong

mendekati

negara-negara

satu blok (barat/timur), sedangkan blok timur dan konfrontasi terhadap aktif berarti ikut memelihara negara-negara blok barat.

perdamaian dunia. TNI dan POLRI merupakan Presiden mengambil alih pemimpin tertinggi Angkatan Bersenjata dengan di bentuk Komandan Operasi

angkatan bersenjata yang terpisah. Angkatan Bersenjata

Tertinggi (KOTI). TNI dan POLRI disatukan menjadi ABRI. ABRI

menjadi golongan fungsional dan kekuatan sosial politik 1. Nasionalisasi de Javasche Bank menjadi BI sebagai bank sentral 2. Pembentukan BNI pada 5 Juli Ekonomi 1946 3. Pemberlakuan ORI (Oeang 1. Kebijakan ekonomi Indonesia

berubah menjadi Sistem Lisensi 2. Terjadi inflasi tinggi 3. Pendirian Bank Tunggal Negara sebagai wadah sirkulasi antarbank 4. Pengeluaran rupiah baru yang nilainya 10 X rupiah lama
5

Repoeblik Indonesia) pada 1 Oktober 1946

5. Adanya tumpang tindih antara kebijakan perekonomian yang

dikeluarkan Presiden-Pemerintah berujung pada mundurnya

perekonomian Indonesia hingga tahun 1966. Irian Barat (sekarang Prov. Papua Pada Tahun 1963, Irian Barat masuk Permasalahan Irian Barat dan Prov. Papua Barat) masih menjadi provinsi baru di Indonesia mengalami penjajahan dengan nama Irian Jaya. dari Irian Ikut

merupakan

singkatan

Republik Indonesia Anti Netherland. Tabel Keberhasilan dan Kegagalan antara Masa Demokrasi Parlementer dan Masa Demokrasi Terpimpin

Masa Kategori

Demokrasi Parlementer

Demokrasi Terpimpin

1. Penyelenggaraan

pemilu

1. Sistem terpimpin

politik ini

demokrasi mampu

demokratis pertama pada masa kabinet Burhanudin Harahap

meningkatkan dan menampung ledakan pendidikan 2. Demokrasi Terpimpin mampu meningkatkan peran pemuda dan masyarakat untuk turut serta berperan dalam politik 3. Penyerahan Papua Barat oleh Belanda pada tahun 1963. Hal ini bukan semata-mata atas

(September 1955). Keberhasilan penyelenggaraan pemilu ini juga menjadi alasan yang kuat bahwa Keberhasilan masa demokrasi liberal merupakan masa yang paling demokratis.
2. Berhasil

menyelenggarakan

Konferensi Bandung pada bulan April 1955 sehingga Indonesia bisa mendapatkan peranan penting di dunia Asia-Afrika.

kegigihan Soekarno melakukan aksi-aksi militer, tetapi juga


6

3. Pencapaian kehidupan bernegara

terdapat usaha diplomasi yang dilakukan Adam oleh Soebandrio, dan Achmad

yang paling demokratis selama republik ini berdiri.

Malik,

Soebardjo.
1. Instabilitas Negara karena terlalu 1. Kebijakan

pemerintah

karena

sering terjadi pergantian kabinet. Hal ini menjadikan pemerintah tidak berjalan secara efisien

dari yang semula bebas aktif sedikit kebarat-baratan menjadi berorientasi pada komunis.
2. Politik

sehingga perekonomian Indonesia sering jatuh dan terinflasi.


2. Praktik korupsi meluas. Pada masa

konfontasi

dengan

Malaysia mebuat kesejahteraan Indonesia serta stabilitas pangan berkurang karena banyak tenaga yang dimobilisasi ke perbatasan Kalimantan Utara (Malaysia).
3. Keluarnya Indonesia dari PBB

ini tidak tindak pidana korupsi tidak bisa ditangani karena dari oknum partai maupun tidak oknum dari

pemerintahan Kegagalan

luput

melakukan korupsi, bahkan mentri luar negri kala itu yang sekaligus sebagai arsitek demokrasi

membuat Negara ini kehilangan banyak dukungan baik yang bersifat materiil maupun nonmateriil dari Negara-negara yang notabene adalah Negara liberal (barat).
4. Perubahan

terpimpin juga melakukan korupsi.


3. Kesejahteraan rakyat terbengkalai

karena pemerintah hanya terfokus pada pengembangan bidang politik bukan pada ekonomi.

yang drastis juga

terjadi di dalam negeri karena DPR dibubarkan, presiden

mengeluarkan penetapan dimana yang seharusnya berupa undangundang, dan pengekangan partaipartai yang tidak mendukungnya.

Nilai-nilai Kepemimpinan secara substansial pada masa Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Terpimpin, antara lain: Masa Nilai kepemimpinan Pada masa ini, praktik korupsi Banyak tindakan menyimpang pada meluas. Pada masa ini tidak masa ini, termasuk ketika Demokrasi Parlementer Demokrasi Terpimpin

tindak pidana korupsi tidak bisa dikeluarkan Tap MPRS No. III/1963 ditangani karena dari oknum yang mengangkat Soekarno sebagai Integritas dan Moralitas partai maupun oknum presiden seumur hidup. Pada masa juga didirikan badan-badan

pemerintahan tidak luput dari ini melakukan korupsi.

Bahkan ekstra konstitusional seperti Front

Mentri luar negri kala itu yang Nasional yang diketahui sebagai sekaligus demokrasi sebagai terpimpin arsitek media kelompok komunis

juga berkegiatan.

melakukan korupsi. Akuntabilitas (pertanggungjawaban) Tanggung jawab Negara di pegang sendiri ole Soekarno, karena lebih kepada praktek

pemegang jabatan dan politis mengarah

pada umumnya sangat tinggi. pemerintahan yang otoriter, misal misalnya, para menteri tetap Presiden mengambil alih pemimpin Tanggung Jawab bertanggungjawab pada tugas tertinggi dan tanggungjawab politik dengan di Angkatan bentuk Bersenjata Komandan

masing-masing.

Operasi Tertinggi (KOTI). TNI dan POLRI disatukan menjadi ABRI. ABRI menjadi golongan fungsional dan kekuatan sosial politik.

Terdapat perbedaan visi politik Melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Visi Pemimpin antara dengan pemimpin para nasional menandai yang terpimpin mulainya demokrasi

pemuda

yang secara otomatis

menakibatkan

adanya pemerintahan

mengarah

kepada

pertentangan-pertentangan antar sistem pemerintahan yang otoriter. kelompok/partai politik. tersebut disebabkan Hal Pemberontakan yang gagal di

karena Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat dan

golongan tua berfikir secara pulau-pulau lainnya yang dimulai ideologis dan golongan muda sejak 1958, ditambah kegagalan berfikir pragmatis. MPR untuk mengembangkan

konstitusi baru, melemahkan sistem parlemen Indonesia. Akibatnya pada 1959 ketika Presiden Soekarno

secara unilateral membangkitkan kembali bersifat konstitusi 1945 yang yang

sementara,

memberikan kekuatan presidensil yang besar, dia tidak menemui banyak hambatan. Upaya menggagas konstitusi Soekarno mengambil kebijaksanaan

baru pun akhirnya kandas. Para berkaitan dengan GANEFO sebagai politisi di parlemen itu tidak tandingan olimpiade dan tidak

mampu membuat solusi. Ini mengikutsertakan Israel dan Taiwan pulalah faktor yang mendorong pada Asian Games sebagai bentuk Soekarno mengeluarkan Dekrit simpati pada Negara Arab dan RRC. Kebijaksanaan Presiden 5 Juli untuk kembali kepada UUD 1945. Dekrit

Presiden 5 Juli itu dipandang sebagai naskah hukum yang membuka Soekarno dominan. Menjaga Kehormatan Pada masa ini Indonesia mulai Adanya bentukan organisasi baru membuka perundingan dengan yaitu GANEFO dan OLDEFO. Isu
9

peluang untuk

lebar menjadi

Belanda

mengenai Uni

rencana yang berkembang adalah adanya Indonesia usaha untuk mempertahankan bangsa Indonesia

pembentukan Belanda dan

penyelaesaian kehormatan

masalah Irian Barat.

Semula setelah Malaysia ditetapkan sebagai

media menyangsikan keberanian dewan Keamanan PBB. GANEFO kabinet Burhanudin Harahap dan OLDEFO adalah organisasi

untuk bersikap tegas kepada yang terdiri dari Negara-negara Belanda. Tetapi justru kabinet yang inilah yang baru saja merdeka dan

memebatalkan berusaha agar dunia dapat mengakui

persekutuan kerjasama dengan kedaulatan Negara-negara tersebut. belanda yang selama itu tak pernah mencapai realisasi. Soekarno lebih memilih negara Kedekatan Soekarno dengan PKI sekuler yang berdasarkan sangat erat. Hubungan tersebut

Pancasila sementara beberapa adalah hubungan timbal balik antara kelompok Muslim lebih Soekarno dengan PKI. membentuk Dengan Nasakom,

menginginkan negara Islam atau Soekarno undang-undang sebuah Beriman yang

berisi maka hal tersebut membentuk citra yang Soekarno sebagai komunis. Padahal harus memilki citra

bagian

menyaratkan umat Islam takluk pemimpin kepada hukum Islam.

sebagai manusia yang beriman, karena dengan iman mampu

meredam keinginan duniawi dan menjauhkan dari penyimpanganTapi pada banyak yang dilakukan

penyimpangan. kenyataannya penyimpangan Soekarno. Kemampuan Berkomunikasi Kepuasan rakyat

terhadap Indonesia keluar dari kenggotaan dan Soekarno mulai

demokrasi parlementer semakin PBB

berkurang. Pada masa ini setiap berinteraksi dan menjalin hubungan


10

orang untuk Tetapi

diberikan menyatakan justru

kesempatan dengan Negara-negara lain. Dalam pendapat. hal ini Soekarno memilki

dalam kemampuan berkomunikasi yang pendapatnya, baik yang ditandai dengan

menyampaikan

justru ada maksud terselubung bergabungnya yaitu untuk

Negara-negara

menggulingkan tersebut bersama Indonesia. Selain di dalam negeri, pengaruh

kelompok atau partai lain. Hal itu ini menandakan

adanya Soekarnoisme mulai tersebar luas.

kegagalan berkomunikasi karena justru tidak membangun dalam suatu

keharmonisan Negara. Kesejahteraan peningkatan

rakyat kualitas

dan Komitmen meningkatkan kualitas SDM SDM dapat dilihat yaitu dari segi

terbengkalai karena pemerintah pendidikan hanya terfokus

dari

adanya

pada penambahan universitas baru di setiap ibukota provinsi, penambahan fakultas, dan penambahan tenaga

pengembangan bidang politik.

Komitmen meningkatkan kualitas SDM

pengajar. mahasiswa pembebasan

Sistem yang

penerimaan mudah dan kuliah

biaya

menyebabkan peningkatan jumlah mahasiswa Berbagai pemerintah secara usaha antara besar-besaran. dilakukan lain seperti

rencana pengajaran Sapta Usaha Tama.

11

BAB III PENUTUP


Teori Kepemimpinan adalah suatu penggeneralisasian dari suatu seri fakta mengenai sifat sifat dasar dan perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinan, dengan menekankan latar belakang historis,dan sebab musabab timbulnya kepemimpinan serta persyaratan untuk menjadi pemimpin.Terdapat berbagai macam teori politik tetapi hanya ada dua yang menarik perhatian yaitu Teori Kepemimpinan Kharismatik dan Teori Kepemimpinan Transformasional. Konsepsi mengenai persyaratan kepemimpinan selalu berkaitan dengan 3 hal antara lain:Kekuasaan Ialah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin guna mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu; Kewibawaan Ialah kelebihan, keunggulan, keutamaan sehingga orang mampu mbawani akan mengatur orang lain, sehingga orang tersebut patuh pada pemimpin dan tersedia melakukan perbuatanperbuatan tertentu; dan Kemampuan Yaitu : segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan atau ketrampilan teknis maupun sosial, yang dianggap melebihidan kemampuan anggota biasa. Beberapa nilai kepemimpinan yang perlu dimiliki seorang pemimpin antara lain adalah sebagai berikut :Integritas dan moralitas, tanggung jawab, visi pemimpin, kebijaksanaan, menjaga kehormatan, beriman, kemampuan berkomunikasi, dan komitmen meningkatkan kualitas SDM. Setiap masa pasti memilki nilai dan pola kepemimpinan yang berbeda-beda, termasuk memilki kelebihan dan kekurangan, kegagalan dan keberhasilan masing-masing. Dari beberapa kelebihan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan anggota-anggotanya. Adab dengan kelebihankelebihan tersebut dia bisa berwibawa dan dipatuhi oleh bawahannya dan yang paling lebih utama adalah kelebihan moral dan akhlak.

12

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2011.Pengertian Budaya Demokrasi, diakses pada melalui tanggal 10 http://images.deaanindya.multiply.multiplycontent.com/attachment, Oktober 2011. Kartono, Kartini. 1983. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta:CV Rajawali. S, Adi Cahyo. 2011. Konsep dan Teori Kepemimpinan. Makalah. Wirjono, Bernardine R. 2006.Kepemimpinan, Dasar-Dasar dan Pengembangannya.

Yogyakarta:ANDI

13