Anda di halaman 1dari 15

Makalah

KONSEP-KONSEP SUMBER DAYA

Disusun oleh: Suci Patmasari Ulfa Mufidatun R. Sarifah Nurul H. Dwi Nur Rahayu Haryani Fitri Nurhayati Wasis Suprapto (09416241008) (09416241012) (09416241016) (09416241020) (09416241024) (09416241031) (09416241037)

PENDIDIKAN IPS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat serta hidayahNya kepada kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah berjudul Konsep-Konsep Sumber Daya dengan baik tanpa halangan yang berarti. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Karena itu, kami memohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan dari makalah ini. Kami juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar dapat kami jadikan pedoman dalam penulisan makalah di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua. Amin.

Yogyakarta, September 2011

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................1 DAFTAR ISI ...............................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN


A. Latar Belakang .................................................................................3 B. Rumusan Masalah ........................................................................... 4-5 C. Tujuan ...............................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Sumber Daya ..................................................................6 B. Klasifikasi atau Pembagian Sumber Daya .......................................6-8 C. Pandangan Terhadap Sumber Daya Alam8-10

D. Sumber Daya Alam di Indonesia Ketersediaannya di Indonesia..11-12 Pengelolaan Sumber Daya Alam..12-13 BAB III PENUTUP Kesimpulan ..................................................................................................14 Daftar Pustaka ..............................................................................................15

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Sumber daya merupakan modal dasar bagi pembangunan nasional dan pembangunan regional di wilayah masing-masing. Sumber daya tersedia di alam dan tinggal bagaimana memanfaatkannya. Pemanfaatan sumber daya tidak lepas dari peran penting pemerintah. Sumber daya apabila dimanfaatkan secara optimal akan membawa suatu negara menuju kemakmuran, namun apabila kurang optimal pemanfaatannya akan membuat suatu negara sukar menuju kemakmuran. Sumber daya khususnya sumber daya alam memberikan manfaat yang besar bagi manusia. Misalnya saja air, tanah, udara, serta barang tambang dan minyak bumi. Air sangat dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup. Tanah dapat dimanfaatkan untuk menanam tumbuh-tumbuhan. Udara diperlukan untuk pernafasan manusia. Barang tambang serta minyak bumi diolah lebih lanjut untuk bahan bakar kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil, kereta api, kapal hingga pesawat terbang. Tanpa sumber daya kita sulit untuk bertahan hidup, oleh karena itu sumber daya harus dimanfaatkan secara bijaksana agar generasi penerus kita masih tetap bisa menikmatinya. Apabila dimanfaatkan secara bijak akan memberikan dampak positif, sedangkan jika dimanfaatkan secara berlebihan akan membawa dampak negatif. Berdasarkan hal tersebut penulis ingin memaparkan tentang konsepkonsep sumber daya dalam makalah ini agar dapat mengetahui lebih lanjut mengenai sumber daya sehingga pemanfaatannya tidak berlebihan dari batas batas yang ada.

B.

RUMUSAN MASALAH 1. Apa yang dimaksud dengan sumber daya? 2. Bagaimana klasifikasi atau pembagian sumber daya tersebut? 3. Apa saja pandangan terhadap sumber daya khususnya sumber daya alam?

4. Bagaimana ketersediaan sumber daya alam di Indonesia dan bagaimana pengelolaan sumber daya alam yang baik? C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan sumber daya. 2. Untuk mengetahui bagaimana klasifikasi atau pembagian sumber daya. 3. Untuk mengetahui pandangan terhadap sumber daya khususnya sumber daya alam. 4. Untuk mengetahui ketersediaan sumber daya alam di Indonesia dan pengelolaan sumber daya alam yang baik.

BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN SUMBER DAYA Kehidupan dan kelangsungan hidup manusia di sesuatu wilayah tidak akan terjamin tanpa dukungan sumber daya yang ada di wilayah yang bersangkutan atau di wilayah lain yang bertetangga dengan wilayah yang bersangkutan. Berdasarkan ungkapan tadi, kedudukan sumber daya bagi kehidupan sangat dominan. Sumber daya tidak lain adalah segala benda dan potensi yang ada di sekitar manusia yang dapat dimanfaatkan dan dapat menjamin kehidupan serta kelangsungan hidup manusia. Dengan demikian, sumber daya ini mencakup benda, potensi dan gejala yang sangat luas. Sumber daya didefinisikan sebagai alat mencapai tujuan atau kemampuan memperoleh keuntungan dari kesempatan-kesempatan tertentu. Sumber daya tidaklah menunjukkan kepada suatu benda atau substansi, melainkan kepada suatu fungsi dimana suatu benda atau suatu substansi tersebut dapat berperan dalam suatu proses atau operasi, yakni suatu fungsi operasional untuk mencapai tujuan tertentu, seperti memenuhi kepuasan. Dengan kata lain, sumber daya merupakan suatu abstraksi yang mencerminkan appraisal manusia dan berhubungan dengan suatu fungsi atau operasi. Selain itu, menurut Spencer dan Thomas, sumber daya adalah setiap hasil, benda, atau sifat/ keadaan, yang dapat dihargai bilamana produksinya, prosesnya, atau penggunaannya dapat dipahami. Pengertian sumber daya timbul dari interaksi antara (1) manusia yang selalu mencari alat untuk mencapai tujuannya, dan (2) sesuatu di luar manusia yang pada saat ini disebut alam. B. KLASIFIKASI ATAU PEMBAGIAN SUMBER DAYA Secara garis besar, sumber daya dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu sumber daya alam (natural resource) dan sumber daya manusia (human resource).

1. Sumber Daya Alam (natural resource) Sumber daya alam tidak lain adalah segala komponen lingkungan alam seperti tanah, air, sebidang lahan, hutan, binatang liar, mineral yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam meningkatkan kesejahteraannya (Owen, O.S., 1985, h. 635). Peter Hagget (1975, h. 192-193) mengelompokkan sumber daya alam ini menjadi tiga, yaitu: (1) Sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan kembali (nonrenewable resources). Ke dalam jenis ini termasuk minyak bumi, logam, batu bara dan sebangsanya, yang setelah dipakai tidak dapat dipulihkan kembali atau tidak ekonomis untuk dipulihkan kembali; (2) Sumber daya yang dapat dipulihkan kembali (renewable resources), seperti air dengan kekuatan yang dihasilkannya, udara dengan tenaga yang ditimbulkannya, tenaga matahari, hutan (tumbuh-tumbuhan), binatang liar, dan lain-lainnya yang dapat pulih kembali dalam jangka waktu tertentu setelah zat atau benda itu digunakan; (3) Sumber daya alam lainnya seperti keindahan panorama yang dapat dimanfaatkan bagi pariwisata, kesejukan iklim yang bermanfaat bagi kesehatan dan kenyamanan hidup serta gejala-gejala lain sebangsanya. Sumber daya alam terdiri atas sumber daya alam abstrak dan sumber daya nyata. a. Sumber daya alam abstrak. Sumber daya alam abstrak, yaitu hal-hal yang tidak tampak tetapi dapat diukur, seperti: lokasi (keadaan tempat yang dapat dihubungkan dengan biaya dan jarak), posisi (keadaan tempat yang dapat dihubungkan dengan beberapa unsur alam secara lokal), situasi (keadaan tempat yang berhubungan dengan wilayah yang lebih luas), bentuk wilayah, jarak, waktu, dan lain sebagainya. b. Sumber daya alam nyata. Sumber daya alam nyata lebih kepada hal-hal yang memang tampak dan terlihat. Misalnya: bentuk daratan, air, iklim, tanah, vegetasi, hewan, mineral, dan lain sebagainya. 2. Sumber Daya Manusia (human resource) Yang dimaksud dengan sumber daya manusia di sini adalah sekelompok

manusia atau masyarakat. Sumber daya manusia yaitu segala potensi dan kemampuan yang ada dalam diri manusia yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan hidup serta kelangsungan hidup manusia sendiri. Sumber daya manusia ini dapat dikelompokkan lagi menjadi tiga, yaitu: (1) Sumber tenaga manusia (Man power resource), tenaga kerja atau tenaga fisik manusia; (2) Keahlian (Expertice), kemampuan intelektual, keilmuan dan teknologi manusia dalam meningkatkan kesejahteraan; (3) Tenaga kepemimpinan (leaderships), yaitu kemampuan dan gaya yang ada dalam diri manusia dalam mengatur kehidupan dengan segala sumber dayanya untuk menjamin kesejahteraan. Sumber daya manusia terdiri atas: a. Keadaan penduduk, yaitu meliputi jumlah penduduk, penyebaran penduduk, susunan penduduk, dan lain sebagainya. b. Proses penduduk, yaitu beberapa perubahan tertentu yang berurutan pada suatu jangka waktu. Proses penduduk dapat berlaku secara alamiah yang disebabkan oleh kelahiran dan kematian, dan secara buatan atau secara sosial yang disebabkan oleh migrasi. c. Lingkungan sosial penduduk. Hal ini merupakan bagian dari kebudayaan penduduk. Lingkungan sosial penduduk terdiri atas: pola kendali, pola kegiatan, pola bina atau pola konstru C. PANDANGAN TERHADAP SUMBER DAYA ALAM Dalam memahami sumber daya alam, ada dua pandangan yang umumnya digunakan. 1. Pandangan Konservatif/Pesimis/Perspektif Malthusian Dalam pandangan ini, risiko akan terkurasnya sumber daya alam menjadi perhatian utama. Dengan demikian, dalam pandangan ini sumber daya alam harus dimanfaatkan secara hati-hati karena adanya faktor ketidakpastian terhadap apa yang akan terjadi terhadap sumber daya alam untuk generasi mendatang. Pandangan ini berakar dari pemikiran Malthus yang dikemukakan sejak tahun 1879 ketika Principle of Population dipublikasikan. Dalam perspektif Malthus, sumber daya alam yang terbatas tidak akan mampu

mendukung eksponensial.

pertumbuhan

penduduk

yang

cenderung

tumbuh

secara

Produksi dari sumber daya alam akan mengalami apa yang disebut sebagai diminishing return di mana output per kapita akan mengalami kecenderungan yang menurun sepanjang waktu. Lebih jauh lagi, perspektif Malthus melihat bahwa ketika proses diminishing return ini terjadi, standar hidup juga akan menurun sampai ke tingkat subsisten yang pada gilirannya akan mempengaruhi reproduksi manusia. Kombinasi kedua kekuatan ini dalam jangka panjang akan menyebabkan ekonomi berada dalam kondisi keseimbangan atau steady state. 2. Pandangan Eksploitatif/Perspektif Ricardian. Dalam pandangan ini dikemukakan antara lain: a. Sumber daya alam dianggap sebagai mesin pertumbuhan (engine of growth) yang mentransformasikan sumber daya ke dalam man made kapital yang pada gilirannya akan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi di masa mendatang. b. Keterbatasan suplai dari sumber daya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dapat disubstitusikan dengan cara intensifikasi (eksploitasi sumber daya secara intensif) atau dengan cara ekstensifikasi (memanfaatkan sumber daya yang belum dieksploitasi) Jika sumber daya menjadi langka, hal ini akan tercermin dalam dua indikator ekonomi, yakni satuan meningkatnya output. baik harga harga output output maupun akibat biaya ekstraksi per Meningkatnya

meningkatnya biaya per satuan output akan menurunkan permintaan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam. Di sisi lain, peningkatan harga output menimbulkan insentif kepada produsen sumber daya alam untuk berusaha meningkatkan suplai. Namun karena ketersediaan sumber daya yang terbatas, kombinasi dampak harga dan biaya akan menimbulkan insentif untuk mencari sumber daya substitusi dan peningkatan daur ulang. Selain itu, kelangkaan juga akan memberikan insentif untuk mengembangkan inovasi-

inovasi seperti pencarian deposit baru, peningkatan efisiensi produksi, dan peningkatan teknologi daur ulang sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap pengurasan sumber daya. Kedua pandangan tersebut secara diagramatis dapat dilihat pada Tampilan 1.1.

10

D. SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA Ketersediaannya di Indonesia Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:

Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.

Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral. Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.

Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia. Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur

11

dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar. Pengelolaan Sumber Daya Alam Dalam pengelolaan SDA kita memiliki tujuan yang sama yaitu agar terus tersedianya SDA yang dapat diperbaharui, menghemat dan meminimalkan penggunaan SDA yang tidak dapat diperbaharui serta mencari subtitusi dari SDA yang tidak dapat diperbaharui. Seperti yang telah dijelaskan di atas hutan merupakan tempat tersedianya berbagai macam SDA. Hutan yang mengalami kerusakan maka persediaan SDA yang ada di dalamnya tidak sehat dan cenderung sedikit. Oleh karena itu kita perlu melakukan usaha reboisasi agar hutan kembali hijau. Dari usaha reboisasi ini banyak hal yang kita untungkan yang pertama adalah persediaan udara bersih yang meningkat. Kedua, kita dapat memiliki kualitas tanah yang baik sehingga kualitas air juga membaik. Ketiga, kehidupan fauna dapat membaik sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Kita juga dapat melakukan banyak cara lain dalam mengelolah SDA salah satunya adalah pembangunan waduk sebagai pengolahan air bersih, membuat hutan lindung, membangun peternakan untuk hewan yang dijadikan bahan makanan, membuat hutan produksi agar persediaan kayu tetap terjaga, melakukan kegiatan pertanian dan perkebunan tanpa menggunakan lahan hutan serta menggunakan bahan bakar alternatif lain seperti bio solar dalam penghematan SDA yang tidak dapat diperbaharui. Usaha-usaha di atas tidaklah memiliki dampak negatif yang besar sehingga kita dapat menikmati keseimbangan antara pembangunan negara dan pengelolaan SDA. Dari pengelolaan dan pemanfaatan SDA kita dapat menikmati banyak hal antara lain, 1. Hutan (flora):

Sumber oksigen bagi seluruh makhluk hidup. Mengurangi intensitas polusi Mencegah bencana (longsor dan banjir)

12

Bahan-bahan kebutuhan manusia ( kebutuhan indutri dan makanan)

2. Air merupakan kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain untuk minum, mandi dan mencuci, air bermanfaat juga:

sebagai sarana transportasi sebagai sarana irigasi/pengairan sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Peternakan ( Sumber Pangan ) Perkebunan ( Sumber Pangan, Bahan Industri ) Pertanian ( Sumber Pangan )

3. Flora dan Fauna :

13

BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. Sumber daya adalah segala benda dan potensi yang ada di sekitar manusia yang dapat dimanfaatkan dan dapat menjamin kehidupan serta kelangsungan hidup manusia. Selain itu, juga didefinisikan sebagai alat mencapai tujuan atau kemampuan memperoleh keuntungan dari kesempatan-kesempatan tertentu. Menurut Spencer dan Thomas, sumber daya adalah setiap hasil, benda, atau sifat/ keadaan, yang dapat dihargai bilamana produksinya, prosesnya, atau penggunaannya dapat dipahami.
2. Sumber daya dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu sumber

daya alam (natural resource) dan sumber daya manusia (human resource). 3. Ada dua pandangan terhadap sumber daya khususnya sumber daya alam, yaitu pandangan konservatif/pesimis/perspektif Malthusian dan pandangan eksploitatif/perspektif Ricardian. 4. Indonesia memiliki tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan jika ketersediaan sumber daya alam di Indonesia sangat tinggi baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Pengelolaan sumber daya alam yang baik antara lain dengan reboisasi agar hutan kembali hijau, pembangunan waduk sebagai pengolahan air bersih, membuat hutan lindung, membangun peternakan untuk hewan yang dijadikan bahan makanan, membuat hutan produksi agar persediaan kayu tetap terjaga, melakukan kegiatan pertanian dan perkebunan tanpa menggunakan lahan hutan serta menggunakan bahan bakar alternatif lain seperti bio solar dalam penghematan SDA yang tidak dapat diperbaharui.

14

DAFTAR PUSTAKA Sumaatmadja, Nursid. 1988. Geografi Pembangunan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jayadinata, Johara T. 1999. Tata Guna Tanah dalam Perencanaan Pedesaan Perkotaan dan Wilayah. Bandung: Penerbit ITB. Zen, MT. 1984. Sumber Daya dan Industri Mineral. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Revanz, Rachmad. 2011.Pandangan Terhadap Sumber Daya Alam.2011-88.diakses dari http://rachmadrevanz.com/2011/sumber-daya-alam.html Arma, Zulfikar.2010.Pola Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam.2010-611.diakses dari http://gayoaceh.wordpress.com/2010/06/11/kebijakanpengelolaan-sumber-daya-alam-masa-lalu-sebagai-arah-dalam-pengelolaansumber-daya-alam-kekinian/

15