Anda di halaman 1dari 6

Nama : Janarto Dwi Putra (12) Kurniawan Suganda (13) Muhammad Farisy M.

Y (14) Sri Nurhayati (27) Kelas : XI TKJ A SMKN 1 Cimahi Hari/tanggal : 16 Januari 2012 I.

Pembimbing : Dodi Permana Chandra

ACCESS POINT
MENGKONFIGURASI ACCESS POINT SMC WEBT-G

No. Eksperimen : 3 Instalasi LAN Nilai / paraf :

PENDAHULUAN Access Point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote. Dengan access points (AP) clients wireless bisa dengan cepat dan mudah untuk terhubung kepada jaringan LAN kabel secara wireless. Wireless Access Point (WAP/AP) adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan alat-alat dalam suatu jaringan, dari dan ke jaringan Wireless Router dan Acces Point adalah dua fungsi peralatan jaringan yang bekerja bahu membahu membentuk unit pemancar signal wifi. Acces Point membentuk hot spot, sedangkan Router mengatur lalu lintas data. Alat ini digunakan untuk Acces Internet secara wifi. Access point, akses point, disingkat dengan AP. Suatu tempat yang menjadi pusat dari beberapa koneksi terhubung. Alat ini juga dikenal dengan Cross Box. Jika dilihat dari sudut pandang koneksi telepon, Access Point adalah suatu box tempat dimana kabel telepon dari pelanggan telepon terkoneksi. Begitu juga kalau dilihat dari jaringan komputer tanpa kabel (wireless), access point ini adalah pemancar yang menghubungkan komputer-komputer yang terpaut dengan jaringannya untuk menuju jaringan yang lebih besar (internet). Access Point adalah hub bagi jaringan wireless baik itu di ruangan, maupun di jaringan dalam kota. Untuk jaringan dalam kota, Access Point ini biasanya di tempatnya di ISP berada pada tower dengan ketinggian 20m. Access Point dalam jaringan komputer, sebuah jalur akses nirkabel (Wireless Access Point atau AP) adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan WiFi, Bluetooth atau standar terkait. WAP biasanya yang terhubung ke jaringan kabel, dan dapat relay data antara perangkat nirkabel (seperti komputer atau printer) dan kabel pada perangkat jaringan. Wireless Access Point. Seperti juga namanya WAP berfungsi untuk mengakses jaringan yang ada di daerah internal dari sebuah Jaringan LAN. Yang perlu diperhatikan dari konfigurasi Access Point adalah Username, Password, Default IP, dan agar memudahkan kita dalam melakukan konfigurasi kita harus membaca dan memahami Manual dari Access Point SMC WEBG-T ini.

II.

TUJUAN 1. Siswa dapat mengetahui Manual/User Guide dari suatu Merek Access Point 2. Siswa dapat mengetahui perbedaan feature masing-masing Access Point 3. Siswa dapat melakukan konfigurasi terhadap Access Point SMC WEBT-G 4. Siswa dapat membuat koneksi Wireless dari Access Point SMC WEBT-G ALAT DAN BAHAN 1. 2 Buah PC atau lebih 2. 1 Buah Access Point merek SMC WEBT-G 3. Manual SMC WEBT-G 4. Kabel Straight 5. Web Browser GAMBAR KERJA

III.

IV.

V.

LANGKAH KERJA 1. Siapkan Alat dan Bahan yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi Access Point. 2. Pasangkan Kabel DC Power Supply, kemudian pasangkan Kabel Straight dari port di PC ke Port LAN pada Access Point. 3. Setelah dipasangkan, buka Network And Sharing Center dengan cara : Klik Start Klik Control Panel Kemudian Pilih Network and Sharing Center Maka akan muncul jendela, Pilih Change Adapter Setting Pilihlah Local Area Network dan Klik kanan Lalu Properties.

4. Setelah itu setting IP Addressnya, dengan cara : Pilih Internet Protocol Version 4 and klik Properties Subnet Mask seperti di bawah ini : IP Address : 192.168.2.26 Subnet Mask : 255.255.255.0

Isilah IP Address, dan

5. Sekarang kita mulai masuk ke Setup Access Point, Sebenarnya instalasi Access Point dapat diakses via Software dan via Browser. Untuk kalin ini saya akan mengaksesnya melalui Browser. Buka salah satu Browser, Misalkan Comodo Dragon Ketikkan IP Default pada Address Bar Tekan Enter dan masukkan username juga password.

Untuk SMC WEBT-G : - Username : <tidak diisi> - Password : smcadmin - IP Address : 192.168.2.25 Jika Password tidak bisa diinputkan atau salah, reset Access Point dengan cara menekan tombol reset di bagian belakang selama beberapa detik sampai hanya indikator power saja yang menyala. Tunggu beberapa saat dan coba Login kembali. 6. Jika login telah berhasil, maka Jendela Setup akan tampil. Dan disana akan menampilkan Status dari Access Point tersebut.

7. Kemudian kita buat Access Point dengan memilih Setup Wizard. Kemudian Pilih Opsi Access Point untuk membuat Access Point dan Klik Next.

8. S e

telah itu akan muncul jendela dimana kita harus menginputkan SSID, Memilih Channel yang akan digunakan, Memilih apakah Network Name akan di Broadcast atau tidak, Mode Wireless, dan Extend Range. Setelah diinputkan Klik Next. Setting yang diinputkan : - SSID : Kelompok 2 - Broadcast Wireless Name : Enable ( Jika dienable maka SSID wireless kita akan tampil pada Network Connection, Jika didisable maka tidak akan tampil ) - Wireless Mode : 11 b/g Mixed Mode ( Kami memilih mode ini agar dapat kompatibel pada 802.11 mode b & g ) - Wi-Fi Channel Number : 2 - Extend Range : Disable ( Ini adalah default dari Settingan Access Point SMC WEBT-G )

9. Setelah itu pada bagian akhir jika kita telah pasti klik Save Setting untuk menyimpan Konfigurasi Access Point, jika masih ingin mengubahnya Pilih Back

10. Terakhir Kita Refresh, dan lepaskan kabel UTP yang terhubung dari PC ke Access Point. Memang sebenarnya untuk settingan basicnya telah selesai, tapi masih bisa disetting lagi seperti mengganti IP default, menambahkan security, dll. Namun, praktek ini selesai sampai disini. Jika Access Point kita telah bisa diakses dan dapat terkoneksi, maka Wireless Access Point ini telah berhasil. 11. Catatan : Untuk Access Point SMC WEBT-G tidak mendukung Setting DHCP, jadi jika kita telah membuat Access Point maka IP Address tidak bisa diset secara manual namun akan secara otomatis diberikan. Jika kita ingin mengkonfigurasi DHCPnya kita harus mengkoneksikannya dengan DHCP server. VI. KESIMPULAN Jadi, untuk melakukan setting pada Access Point adalah kita harus mengetahui feature-feature yang terdapat didalamnya dan mengetahui cara konfigurasinya. Cara yang paling mudah adalah membaca Manualnya dan mengikutinya sesuai prosedur. Maka, Konfigurasi dapat dilakukan dengan baik bila kita teliti dan mengikuti SOP (Prosedurnya)