Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Manusia, disamping sebagai makhluk pribadi (individu) juga berfungsi sebagai makhluk religius (beragama) dan makhluk sosial (bermasyarakat). Sebagai makhluk individu, manusia sering melupakan (mengabaikan) kepentingan orang lain demi pemenuhan kepuasan nafsu dan kebutuhan hidupnya sehingga melahirkan individualisme.

Agar manusia tidak terperangkap dalam individualisme, kapitalisme, liberalisme dan materialisme yang mengakibatkan manusia terpental jauh dari fitrah penciptaannya, maka Allah Ajja Wa Jalla memberikan tuntunan berupa agama yang diwahyukan melalui perantara malaikat Jibril as kepada para Nabi dan Rasul-Nya yang mengembang tugas membimbing umat manusia. Melalui agama, manusia mempunyai tata nilai yang standar dalam pergaulan hidupnya baik dengan sesamanya maupun dengan makhluk-makhluk Allah SWT yang lainnya sesuai dengan fungsi kekhalifaannya.

Tata nilai Ilahiyah akan membentuk kepribadian dan perilaku yang mulia (akhlaqul karimah) serta etika pergaulan yang baik dapat memberikan kedamaian dalam lingkunagan sosialnya. Kehadiran para Nabi dan Rasul mengembang misi menebarkan rahmat bagi alam pergaulan manusia dengan membentuk kepribadiannya sejalan dengan awal tujuan penciptaannya, yaitu khalifah ( pemimpin) di persada yang terhempar luas ini.

B. Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini agar Mahasiswa dapat memahami: - Kejadian, hakekat manusia serta unsur unsur yang dimiliki manusia. - Nama lain dari manusia beserta tugas dan fungsinya. - Fungsi agama bagi manusia. - Keunggulan manusia dari makhluk lainnya.

BAB II ISI

A. Pengertian Manusia. Manusia berasal dari kata Manu dalam bahasa Sangsekerta, atau Mens dalam bahasa Latin yang berarti Berpikir ; Akal Budi. Selain kata Mens, dalam bahasa Latin terdapat pula kata Homo yang berasal dari kata Humus yang berarti tanah. Jadi Homo mengandung pengertian bahwa Manusia adalah sesuatu yang diciptakan berasal dari Tanah. Dalam bahasa Arab manusia disebut Insan, yang berarti lupa atau khilaf. Ditinjau dari sudut filsafat, cukup banyak defenisi manusia yang dikemukakan para filosuf, antara lain : - Manusia adalah makhluk yang berfikir. Dalam defenisi ini, pengertian manusia lebih ditekan pada sudut rasionya. Meskipun manusia mempunyai struktur tubuh (struktur biologis) sama dengan hewan menyusui (mamalia), namun manusia tetap berbeda dan memiliki keistimewaan dari hewan mamalia. Manusia mempunyai rasio yang membuat dia mampu berfikir dan berakal budi, pada hewan tidak terdapat rasio dan segala tindakannya berdasarkan insting belaka. Dengan kemampuan berfikir tersebut, manusia memiliki kehidupan yang dinamis. Hewan tidak memiliki rasio sehingga menjadi statis - Manusia adalah makhluk yang bernaluri budaya. Definisi ini bertumpu pada sudut pandang interaksi sosial manusia. Dengan memiliki kemampuan berinteraksi antar sesamanya, manusia mampu menghasilkan budaya. Interaksi sosial yang didasarkan pada kemampuan berfikir dengan baik akan menghasilkan kemajuan (dinamika) kehidupan dan budaya yang baik. - Manusia adalah makhluk yang bereksistensi. Dalam defenisi ini, pengertian manusia didasarkan pada Darwinisme, yaitu teori Evolusi dari Charles Darwin (1809 1882). Dalam teori Evolusi dijelaskan bahwa

manusia adalah makhluk evolusi dari kera (monyet). Teori Evolusi Darwin banyak ditentang terutama dari para pemuka agama. - Manusia adalah Jasmani (jasad) yang tersusun dari materi-materi yang berasal dari alam anorganik. Pengertian manusia menurut Materialisme Antropologik ini memandang hakikat (esensi) manusia berdasarkan pada materi semata. - Manusia adalah badan jasmani yang hidup (organisme) yang mempersatukan segala pembawaan dan kegiatan kehidupan jasmaniah di dalam dirinya. Jasmani manusia menyerupai jasmani hewan dari tingkat yang lebih maju. Semua fungsi utama dari kehidupan, seperti asimilasi, pertumbuhan dan perkembangan dengan pembiakan yang berlaku pada semua hewan berlaku juga pada manusia. Manusia merupakan bagian daripada kehidupan organik, sehingga awal proses perkembangan jasmaninya dapat ditelusuri dari bentuk sub-human yang terjadi melalui proses evolusi. Pengertian manusia ini dikemukakan oleh Materialisme Biologik. - Manusia adalah makhluk yang memiliki kehidupan spiritual intelektual yang secara intrinsic tidak tergantung pada materi. Manusia tidak hanya dapat dilihat dari satu prinsip saja, sebab manusia terdiri dari berbagai prinsip yang memberikan suatu pemahaman secara utuh dan lengkap. Pengertian manusia ini dikemukakan berdasarkan pandangan Idealisme Antropologik. Berdasarkan pada konsep pemikiran yang islami dengan memperhatikan ayat ayat Al-Quran dan hadis yang menerangkan tentang manusia, dapat disimpulkan bahwa manusia adalah eksistensi yang berhubungan erat dengan penciptaan alam semesta yang diciptakan oleh Allah SWT dengan sempurna serta bersifat dinamis.

B. Kejadian, hakekat serta unsur-unsur yang dimiliki manusia. 1. Asal Kejadian Manusia Tentang asal kejadian manusia pada uraian ini akan disajikan pula teori evolusi dari Charles Darwin yang banyak menarik perhatian para ahli dan selanjutnya akan disjikan pula proses kejadian manusia menurut Al-Quran yang secara tegas membantah teori evolusi.

a) Menurut teori Evolusi Charles Robert Darwin lahir Shrewsbury 12 februari 1809 dan meninggal 16 Maret 1882 dan dikebumikan di Westmenster Abbey. Darwin adalah seorang peneliti alam berkebangsaan inggris di dalam bukunya on the origin of species by mean of natural selection or the preservation of favoured races in the struggle for life (tentang asal dari jenis-jenis spesies melewati seleksi alam atau bertahannya bangsa-bangsa terpilih dalam perjuangan hidup) yang lebih dikenal dengan on the origin of spesies yang terbit di London tahun 1859 menjelaskan tentang keturunan dan evolusi, tentang proses kejadian atau asal-usul manusia. Darwin menerangkan suatu evolusi makhluk di muka bumi melalui tahap-tahap protozoa, ikan, amfibi, reptile, mamalia rendah, mamalia tinggi, berut dan manusia. Jenis-jenis yang baru selalu lebih baik dan lebih sempurna dari jenis sebelumnya. Pikiran Darwin diilhami oleh pendapat dua orang sarjana Prancis yang juga nenek Darwin, Erasmus dan Lamarck seorang ahli botani berkebangsaan Prancis yang dikenal sebagai bapak Evolusi karena dialah yang pertama memberikan landasan dari teori evolusi dalam karyanya Discours douverture du 21 Floreal An 8 ( Pidato pengukuhan pada hari ke 21 Floreal, tahun 8) pada tahun 1801. Teori evolusi yang dikemukakan Darwin lebih spektakuler karena dilengkapi dengan bukti-bukti. Sedang teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Darwin terdapat kesamaan dengan teori mimicry dari A.R. Wallace tahun 1855 dari hasil penelitiannya tentang alam hewan yang dilakukannya di Amerika Selatan dan Indonesia. Dalam teori evolusi, Darwin menyimpulkan bahwa manusia berasal dari spesies yang berevolusi. Spesies yang garis silsilahnya dekat dengan manusia adalah hewan beruk (kera besar). Evolusi adalah suatu perkembangan atau pertumbuhan yang berlansung secara berangsur-angsur atau setahap demi setahap dan teratur. Perkembangan kehidupan

manusia di muka bumi diawali dari tingkatan yang sederhana (primitif) sebagai kehidupan mono celluler (bahasa Latin= sel tunggal) hingga menjadi bentuknya yang sederhana. Teori evolusi yang terkenal adalah Lamarckisme yaitu teori penyesuaian dari Jean Baptiste Pierre Antoine de monet Chevalier de Lamarck yang lahir di Bazentin, Picardia, Prancis 1 Agustus 1744 dan meninggal di Paris 18 Desember 1829. Lamarck merupakan orang pertama yang membedakan antara hewan yang tidak bertulang punggung dan hewan bertulang punggung.

Teori evolusi Darwin (Darwinisme) banyak mengandung kelemahan dan sulit dibuktikan kebenarannya sekalipun pada hewan. Namun oleh para pengikutnya dikatakan bahwa suatu evolusi terjadi pula pada manusia. Kelemahan-kelemahan yang terdapat pada teori evolusi Darwin, antara lain: - Berdasarkan fakta ilmiah, bahwa manusia (homo sapiens) tidak terbukti mempunyai hubungan dengan fosil-fosil yang ditemukan. Manusia pertama Nabi Adam as dan istrinya Siti Hawa hidup dan tinggal di daerah tropis, sehingga tidak mungkin hidup didaerah dingin karena pada saat itu manusia belum mengenal api dan pakaian untuk menghangatkan serta melindungi tubuh dari udara yang sangat dingin. Sedang fosil-fosil yang dijadikan sebagai barang bukti ditemukan tidak di daerah tropis, tetapi daerah beriklim dingin. - Sejak Neanderthal hingga sekarang, evolusi pada otak manusia berhenti, sedang jarak masa perkembangan manusia Neanderthal hingga ke manusia sekarang telah berlansung dalam kurung waktu antara 65000-35000 SM. - Pada teori evolusi Darwin yang dikembangkang oleh Herbert Spencer, tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena lapisan batu yang ditelitinya tidak menunjukkan adanya perkembangan evolusi pada berbagai spesies yang tidak mengalami proses evolusi. - Telah terputus mata rantai dari perkembangan fosil-fosil yang ditemukan manusia. Berdasarkan hasil penelitian terhadap fosil-fosil disimpulkan bahwa sebelum nabi Adam as dan Siti Hawa diciptakan dan berdiam di bumi, telah ada makhluk lain yang menyerupai manusia tinggal di bumi yang disebut manusia primitif generasi Cromagnon dan generasi Neanderthal yang hidup di goa-goa sehingga disebut pula manusia goa (Caveman). Mereka diperkirakan hidup pada zaman batu, otaknya lebih kecil dari otak manusia dan tingkat kecerdasannya juga lebih rendah dari manusia. Fosil manusia goa ditemukan

Austrolopithecus di Afrika, Fosil Pithecantropis (Trinil) di Jawa Timur, Fosil Pekinensis di Beijing, Fosil Neanderthal di Jerman. b) Menurut Al-Quran Sebelum Nabi Adam as diciptakan, Allah SWT telah menciptakan Malaikat, Jin dan Syaithan. Nabi Adam as diciptakan 4000 tahun SM dalam usia 930 tahun. Dari beberapa 5

45000 tahun SM. Fosil yang dijadikan bukti oleh Drwin adalah : fosil jenis

hadis Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa Nabi Adam as diciptakan Allah SWT pada hari Jumat, ditugaskan menjadi khalifah di bumi sesuai tujuan penciptaannya pada hari Jumat dan pada hari Jumat pula beliau diwafatkan oleh Allah SWT (lihat buku penulis Menyibak Tirai Rahasia Jumat,diterbitkan Rineka Cipta). Abu Lubanah ra menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Kepala (penghulu) dari semua hari adalah hari Jumat. Itulah hari yang paling mulia pada hadirat Allah Taala dari Idul Fitri dan Idul Adha. Padanya terkandung lima peristiwa penting : (1) Allah Azza Wa Jalla menciptakan Nabi Adam as, (2) Allah menurungkan Nabi Adam as ke bumi, (3) Nabi Adam as diwafatkan Allah Taala, (4) pada hari jumat tidak ada satu saat yang tidak seorang hamba Allah pun mengabulkan doanya selama dia tidak memohon yang haram, (5) Kiamat akan terjadi pada hari jumat. Tidak seorang malaikat pun yang paling dekat dengan Allah, tidak pula angin, tidak pula gunung, tidak pula laut, melainkan semuanya merasa senang dengan hari jumat. (H.R Ahmad dan Ibnu Majah). Kemudian di dalam Al-Quran Allah SWT menjelaskan tentang penciptaan manusia yang pertama Nabi Adam as yang material jasadnya berasal dari tanah-tanah pilihan. Dengan demikian Nabi Adam as berasal dari bumi, kehidupannya untuk mengurus bumi dan kelak setelah kematiannya juga akan kembali ke bumi. Allah SWT menjelaskan dalam firmannya sebagai berikut : Dan Allah telah menumbuhkan kamu sebagai suatu tumbuhan dari tanah, kemudian Dia akan mengembalikan kamu kepadanya (tanah) dan dia akan mengeluarkan kamu lagi sebagai suatu keluaran baru (dari tanah). (Nuh : 17-18) Dari (tanah) itulah Kami ciptakan kamu dan kepadanya (tanah) kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya pulalah Kami akan mengeluarkan (

Membangkitkan) kamu di waktu yang lain (Hari kiamat). (Thaha : 55) Dan kepada Tsamud ( Kami utus ) saudara mereka Salih. Dia berkata : Wahai kaumku, mengapdilah kepada Allah, kamu tidak mempunyai Tuhan selain Dia. Dia menumbuhkan kamu dari tanah dan membuat kamu bertempat tinggal di sana (bumi), maka mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhan itu dekat dan mengabulkan doa. (Hud : 61). Sedang unsur-unsur tanah yang digunakan Allah SWT untuk membentuk Jasad Nabi Adam as terdiri dari :

- Tanah Liat, merupakan tanah Lempung yang pekat yang di dalam Al-Quran disebut thiin (Al-Anaam :2), AS-Sajadah : 7, Al-MUkminum : 12, Ash-Shaaffat : 11. Pekat di dalam Al-Quran disebut Laazib, yang mengisyaratkan adanya kandungan kimia zat besi (ferum). Sedang di dalam Thiin terdapat kandungan atom zat cair (hydrogen). Unsurunsur kimia tersebut berfungsi untuk pertumbuhan dan metabolisme tubuh. - Tanah Humus, di dalam Al-Quran disebut thuraab yang mengisyaratkan adanya unsur zat asli (anorganis). Dijelaskan dalam Al-Quran surat : Al- Hajj :5 , AL- Kahfi: 37, ArRum :20, Faathir :11, dan Al-Mumin:67. - Tanah Tembikar, di dalam Al-Quran disebut Shal-Shal dan fakhkhar. Shalshal mengisyaratkan adanya kandungan oksigen yang berfungsi sebagai zat pembakar, sedang fakhkhar mengisyaratkan adanya kandungan zat arang (carbon) yang merupakan sisa pembakaran yang dikeluarkan tubuh manusia. - Tanah lumpur hitam, di dalam Al-Quran disebut shalshal min hamaain masnuum (AlHijr :26) yang mengisyaratkan adanya kandungan zat lemas (nitrogenium) yang sangat diperlukan tubuh manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Nitrogenium selain terdapat di dalam protein hewani dan nabati. Selain Nabi Adam as, Allah SWT juga menciptakan pasangan hidupnya Siti Hawa. Dari keduanyalah berkembang biak manusia memenuhi jagak raya ini yang saat ini telah berjumlah lebih dari 5 milyar jiwa. Tentang proses penciptaan Siti Hawa dijelaskan Allah SWT dalam firman-Nya : Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan istrinya (Siti Hawa), kemudian dari keduanya Allah mengembangbiakkan (keturunan) keturunan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta (membutuhkan) dan peliharalah hubungan kasih. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu !. Nisaa : 1) Siti Hawa diciptakan teman hidup (istri) Nabi Adam as dengan landasan naluri cinta dan kasih saying. Dari naluri cinta dan kasih saying itulah timbul rasa saling membutuhkan yang kelak akan melahirkan keturunan yang terus berkembang biak di hamparan persada sebagai khalifah-khalifanya. Nabi adam as pertama menginjakkan kakinya di muka bumi setelah diturunkan dari surge adalah di pegunungan Himalaya perbatasan antara india dan RRC. Sedang Siti Hawa diturunkan di Jiddah, Arab Saudi. (An-

Jiddah artinya nenek, yaitu nenek semua manusia. Keduanya bertemu kembali pada 10 Muharram (hari Asyura) di Padang Arafah tempat jamaah haji wukuf. Arafah artinya pertemuan, yaitu pertemuan kembali antara Nabi Adam as dan Siti Hawa setelah bertahun- tahun berpisah Bagi manusia keturunan Nabi Adam as dan Siti Hawa, proses kejadiannya berasal dari bercampurnya sperma laki-laki dan perempuan yang di dalamnya terdapat jutaan sel yang siap melakukan pembuahan (konsepsi). Di dalam air mani (sperma) terkandung unsurunsur sebagaimana yang terdapat di dalam kandungan tanah pilihan yang digunakan untuk menciptakan dan membentuk Jasad Nabi Adam as. Dalam proses embrional dan genetika, bahwa setiap modifikasi yang terjadi pada manusia berasal dari perubahan-perubahan yang terjadi pada gen-gen yang disebapkan oleh kromosom-kromosom yang diturunkan dari kedua orang tuanya. Kemudian terjadilah perubahan-perubahan morfologis selama kehamilan sampai tiba saatnya bayi siap dilahirkan. Di dalam Al-Quran proses terjadinya manusia secara biologis dijelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :

Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.

Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al Muminun : 12-14). Kemudian dalam salah satu hadist Rasulullah SAW bersabda, Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang di antara kamu dikumpulkannya pembentukkannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya). (HR. Bukhori-Muslim).

2. Hakekat Manusia Manusia adalah makhluk hidup. Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta, Rasa kebapaan dan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta. Hal itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukan pemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari adanya potensi kehidupan yang terdapat dalam dirinya. Oleh karena itu manusia senantiasa berusaha mendapatkan apa yang sesuai dengan kebutuhannya,hal ini juga dialami oleh para mahluk-mahluk hidup lainnya, hanya saja, manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya dalam hal kesempurnaan tata cara untuk memperoleh benda-benda pemuas kebutuhannya dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannya tersebut. Makhluk hidup lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang telah Allah ciptakan untuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan akal dan pikiran yang telah Allah karuniakan kepadanya. Dewasa ini manusia, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara spermatozoa dengan ovum. Didalam Al-Qur`an proses penciptaan manusia memang tidak dijelaskan secara rinci, akan tetapi hakikat diciptakannya manusia menurut islam yakni sebagai mahluk yang diperintahkan untuk menjaga dan mengelola bumi. Hal ini tentu harus kita kaitkan dengan konsekuensi terhadap manusia yang diberikan suatu kesempurnaan berupa akal dan

pikiran yang tidak pernah di miliki oleh mahluk-mahluk hidup yang lainnya. Manusia sebagai mahluk yang telah diberikan kesempurnaan haruslah mampu menempatkan dirinya sesuai dengan hakikat diciptakannya yakni sebagai penjaga atau pengelola bumi yang dalam hal ini disebut dengan khalifah. Status manusia sebagai khalifah , dinyatakan dalam Surat All-Baqarah ayat 30. Kata khalifah berasal dari katakhalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. Namun kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti, yang biasanya dihubungkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat , baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-Abbasiah. Akan tetapi fungsi dari khalifah itu sendiri sesuai dengan yang telah diuraikan diatas sangatlah luas, yakni selain sebagai pemimpin manusia juga berfungsi sebagai penerus ajaran agama yang telah dilakukan oleh para pendahulunya,selain itu khalifah juga merupakan pemelihara ataupun penjaga bumi ini dari kerusakan.

3. Unsur-unsur yang dimiliki Manusia

Dari masing-masing unsur zat kimia yang terdapat di dalam tanah penyusun tubuh Nabi Adam as bersenyawa membentuk protein yang dalam proses selanjutnya terjadilah proteinisasi dan berbagai asam amino. Tubuh Nabi Adam as merupakan kompleksitas struktur dengan keseimbangan unsur-unsur kimia (AlInfithaar : 7-8). Berdasarkan hasil analisis anatomi terbukti bahwa di dalam tubuh manusia terdapat : 65% Oksigen (O), 18% Karbon (C), 10% Hidrogen (H), 3% Nitrogen (N), dan 4% unsur-unsur lain, seperti Fosfor (P), Kalsium (Ca), Ferum (Fe), Sulfur (S), Yodium (J), Magnesium (Mg), dan Klor (Cl). Siti Hawa diciptakan berasal dari tulang rusuk kiri Nabi Adam as yang berarti bahwa unsur-unsur tanah dan kandungan zat kimia yang terdapat dalam tubuh Siti Hawa dan keturunannya. (An-Nisaa : 1). Dilihat dari proses kejadiannya jelaslah bahwa hidup manusia sangat membutuhkan sumber daya alam dan alam semesta merupakan ekosistem dari kehidupan umat manusia yang harus dijaga keseimbangan dan kelestariannya. Merusak alam berarti merusak kehidupan manusia itu sendiri, jadi disinilah peranan manusia sebagai subyek alam semesta

10

(khalifah) sebagai mana dijelaskan dalam Al-Quran surat : Al-Baqarah : 11-12 dan Al-Baqarah :204-205.

C. Nama lain dari Manusia beserta tugas dan fungsinya. Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan Manusia sebagai khalifah di muka bumi. Mereka berkata, Apakah engkau hendak mejadikan orang yang hendak merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.,artinya manusia sebagai wakil atau pemimpin di bumi. Tugas ini sangat berat sehingga manusia harus memiliki kemampuan mengelola alam semesta sesuai amanat yang di embangnya, baik secara kolektif maupun individual. Secara kolektif kita bersama masyarakat lainnya harus mampu menjadi wakil Allah di muka bumi ini. Caranya kita harus menciptakan perdamaian, keamanan, jalinan kasih saying (silaturahmi), dan lain-lain. Secara individu, kita adalah khalifah untuk memimpin diri kita sendiri dan menjadi teladan bagi orang lain. Caranya kita harus mengenal secara benar diri kita, baik secara lahir maupun batin. Pernahkah kita berpikir bahwa diri kita juga khalifah Allah di muka bumi ini? Kepemimpinan kita terhadap diri kita dan peran kita di lingkungan masyarakat akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak di akhirat. Hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW dalam hadist dari Abu Hurairah berikut ini, Setiap kamu pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinannya(HR. Bukhari). Adapun tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi yakni menjadi pemimpin atau pengayom yang mengatur segala sesuatu yang ada di muka bumi seperti tumbuhan-Nya, hewan-Nya, hutan-Nya, air-Nya, sungai-Nya, gunung-Nya, laut-Nya, perikanan-Nya dan sebaik-baiknya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di muka bumi untuk kemaslahatan umat manusia sesuai dengan petunjuk-Nya. Dalam hal ini Agama (Islam). Sementara itu fungsi manusia sebagai khalifah di muka bumi diantaranya yaitu memakmurkan bumi (AlImarah) . Dan memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang dari pihak manapun (Ar- Riayah). Mengeksplorasi kekayaan bumi bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. Maka sepatutnyalah hasil eksplorasi itu dapat

11

dinikmati secara adil dan merata dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah. Sehingga generasi selanjutnya dapat melanjutkan eksplorasi itu. Memelihara bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara aqidah dan akhlak manusianya sebagai SDM. Memelihara diri dari kebiasaan jahiliyah, yaitu merusak dan menghancurkan alam demi kepentingan sesaat karena sumber daya manusia yang rusak akan sangat potensial merusak alam. Oleh karena itu, hal semacam itu perlu dihindari. D. Fungsi Agama bagi Manusia. Manusia hidup membutuhkan tata nilai untuk dijadikan sebaga tolak ukur dalam menilai antara yang benar dan yang salah dan antara yang baik dan yang jelek. Tata nilai tersebut harus dipatuhi oleh semua anggota masyarakat serta dijadikan sebagai pedoman hidup pergaulan sehari-hari. Melalui agama manusia diarahakan untuk hidup yang baik dan bertanggung jawab, karena agama memberikan peraturan-peraturan yang pelaksanaannya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Oleh karena itu, agama harus dipelajari secara mendalam dan benar sehingga memberikan pengaruh yang positif dalam berbagai aspek kehidupan, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat, berumah tangga, berbanggsa, dan bernegara. Ajaran agama semakin didalami dan dihayati, semakin luas samudra ajarannya dan semakin menyenankan karena kita semakin tahu arah yang akan ditempuh. Dengan demikian jelaslah bahwa agama (islam) merupakan sumber inspirasi yang sangat besar pengaruhnya dalam segala aspek kehidupan, terutama kehidupan berbanggsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila yang pada setiap silanya.

E. Keunggulan Manusia dari makhluk lainnya. Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak adam (manusia) dan Kami angkut mereka didarat dan dilaut, dan Kami melebihkan mereka atas makhluk-makhluk yang Kami ciptakan, dengan kelebihan yang menonjol ( QS. Al Isra 70). Pada prinsipnya, malaikat adalah makhluk yang mulia. Namun jika manusia beriman dan taat kepada Allah SWT ia bisa melebihi kemuliaan para malaikat. Ada beberapa alasan yang mendukung pernyataan tsb.

12

Pertama, Allah SWT memerintahkan kepada malaikat untuk bersyujud (hormat) kepada Adam as. Allah berfirman saat awal penciptaan manusia ; Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada Malaikat, sujudlah kamu kepada adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur dan ia adalah termasuk golongan kafir. ( QS. Al Baqarah 34). Kedua, malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan Allah tentang al asma (nama-nama ilmu pengetahuan) sedangkan Adam mampu karena memang diberi ilmu oleh Allah SWT. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman, Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang golongan yang benar. Mereka menjawab, Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami katahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah berfirman, Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini. Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Allah berfirman, Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. ( QS. Al Baqarah 33). Ketiga, kepatuhan malaikat kepada Allah SWT karena sudah tabiatnya, sebab malaikat tidak memiliki hawa nafsu, sedngkan kepatuhan manusia pada Allah SWT melalui perjuangan yang berat melawan hawa nafsu dan godaan setan. Keempat,manusia diberi tugas oleh Allah menjadi khalifah dimuka bumi. : Ingatlah ketika Tuhan mu berfirman kepada para malaikat, : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi(QS.Al Baqarah 30). Manusia juga diberi akal oleh Allah SWT sehingga mampu membedakan antara yang baik dan yang benar, sementara makhluk lainnya tidak.

13

BAB III SESI TANYA JAWAB

KELOMPOK 1 : (Andhip mahdi M) Asal usul terbentuknya manusia apakah ada di dalam AlQuran atau tidak ? Jawaban : Asal usul terbentuknya manusia ada dan dijelaskan dalam Al-Quran tepatnya dalam surat Al Muminun : 12-14 yang Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.). Serta salah satu hadist Rasulullah SAW bersabda, Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang di antara kamu dikumpulkannya pembentukkannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya). (HR. Bukhori-Muslim).

KELOMPOK 3: (Riski H.W) Dalam teori Charles Darwin bahwa awal mula manusia berasal dari kera, sedangkan di dalam agama Islam dijelaskan bahwa awal mula manusia berasal dari penciptaan Nabi Adam as dan Siti Hawa. Bisakah anda memberikan penjelasan atau pandangan mengenai hal tersebut !!! Jawaban : Memang kita telah mengetahui dan mempelajari teori Charles Darwin yang mengemukakan asal usul manusia dari kera, namun saya sebagai seorang muslim lebih

14

membenarkan apa yang ada di dalam Kitab Al-Quran dan Al-Hadist yang mengemukakan tentang penciptaan Nabi Adam as dan Siti Hawa yang mana dalam proses selanjutnya dalam tahap perkembangan biologis (embrio) sesuai dengan Firman Allah SWT dalam surat Al-Muminun (12-14). Namun kita juga harus tetap menghargai pendapat dari teori Darwin dengan menganggapnya sebagai suatu teori ilmiah walaupun kebenaran teori tersebut masih diragukan sampai sekarang.

KELOMPOK 4 : ( Adi Krisna Putra ) Dalam makalah anda, saya sempat mengutip kalimat yang menyatakan bahwa Khalifah memakmurkan Bumi. Bisakah anda memberikan contohcontoh upaya dari pencegahan kerusakan dalam kaitannya fungsi khalifah memakmurkan Bumi !!! Jawaban : Salah satu tugas khalifah yakni memakmurkan bumi, yang mana itu sama halnya dengan mencegah bumi dari pencegahan kerusakan. Dan adapun contoh-contoh upaya tersebut yakni tidak melakukan penebangan liar ataupun penebangan pohon secara berlebihan yang tidak diikuti dengan upaya reboisasi, tidak mengeksploirasi kekayaan alam seperti tambang dan SDA yang tak terbarukan secara berlebihan, tidak membunuh hewan maupun tumbuhan secara brutal sampai menyebabkan kepunahan hayati tersebut yang dapat memutus mata rantai kehidupan serta memengaruhi kehidupan manusia itu sendiri, dan mengurangi tingkat polusi udara maupun pencemaran lingkungan serta mengurangi penggunaan rumah kaca dan pemakaian energi.

KELOMPOK 5 : ( Guntur Chandra P ) Fosil-fosil kera, pithecanthropus (di JawaTimur) , homo sapiens dan sebagainya dijadikan bukti oleh Charles Darwin, bisakah anda menjelaskan tentang hal tersebut berkaitan dengan proses penciptaan manusia baik menurut Al-Quran maupun teori Darwin ??? Jawaban : memang benar bahwa fosil kera, pithecanthropus, homo sapiens dan sebagainya telah ditemukan atau dijadikan bukti oleh Charles Darwin, namun berdasarkan hasil penelitian terhadap fosil-fosil disimpulkan bahwa sebelum nabi Adam 15

as dan Siti Hawa diciptakan dan berdiam di bumi, telah ada makhluk lain yang menyerupai manusia tinggal di muka Bumi yang disebut manusia primitif generasi Cromagnon dan generasi Neanderthal yang hidup di gua-gua sehingga disebut pula manusia goa (Caveman). Mereka diperkirakan hidup pada zaman batu, otaknya lebih kecil dari otak manusia dan tingkat kecerdasannya juga lebih rendah dari manusia. Fosil manusia goa ditemukan

KELOMPOK 6 : ( Irfan Efendi Daulay ) Bisakah anda jelaskan kembali tugas dan peran khalifah di muka bumi! Jawaban : Adapun tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi yakni menjadi pemimpin atau pengayom yang mengatur segala sesuatu yang ada di muka bumi seperti tumbuhan-Nya, hewan-Nya, hutan-Nya, air-Nya, sungai-Nya, gunung-Nya, laut-Nya, perikanan-Nya dan sebaik-baiknya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di muka bumi untuk kemaslahatan umat manusia sesuai dengan petunjuk-Nya. Dalam hal ini Agama (Islam). Sementara itu fungsi manusia sebagai khalifah di muka bumi diantaranya yaitu memakmurkan bumi (AlImarah) . Dan memelihara bumi dari upayaupaya perusakan yang datang dari pihak manapun (Ar- Riayah). Mengeksplorasi kekayaan bumi bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. Maka sepatutnyalah hasil eksplorasi itu dapat dinikmati secara adil dan merata dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah. Sehingga generasi selanjutnya dapat melanjutkan eksplorasi itu. Memelihara bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara aqidah dan akhlak manusianya sebagai SDM. Memelihara diri dari kebiasaan jahiliyah, yaitu merusak dan menghancurkan alam demi kepentingan sesaat karena sumber daya manusia yang rusak akan sangat potensial merusak alam.

KELOMPOK 8 : ( Ahmad Chandra G ). Pada awalnya manusia di muka bumi hanya satu yakni nabi Adam as kemudian Siti Hawa, kenapa sekarang manusia di muka bumi beraneka ragam ?tolong dijelaskan.

45000 tahun SM.

16

Jawaban : Pada awalnya Allah SWT menciptakan nabi Adam as sebagai manusia pertama kemudian Siti Hawa, setelah diturunkan di muka Bumi ditempat yang terpisah dan akhirnya bertemu kembali setelah sekian lama kemudian terjalin hubungan yang merupakan awal mula terciptanya manusia ketiga,keempat,kelima, dan keenam yakni anak mereka sendiri melalui proses biologis. Nah dari situ anak mereka saling menikahi satu sama lain atas izin Allah SWT dan menghasilkan keturunan kemudian hijrah ketempat lain dan begitu seterusnya sampai tiap pelosok di muka bumi yang mana pada masa ini manusia beraneka ragam baik fisik, budaya maupun bahasanya, itu semua tak lepas karena adanya perbedaan lingkungan, cuaca, pengaruh genetik dari orang tua dan kebiasaan yang menghasilkan kebudayaan pada masing-masing daerah berbeda-beda walaupun terkadang ada sedikit kemiripan suatu daerah dengan daerah lain akibat adanya urbanisasi yang akan berpengaruh terhadap semua hal tersebut.

KELOMPOK 11: ( Alfredo p ). Apakah teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin itu benar atau salah, jelaskan ! Jawaban : Teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin mengenai evolusi bahwa manusia berasal dari kera menurut pandangan Islam tidaklah benar

KELOMPOK 14 : ( Saputri Amalia). Apakah agama dan pancasila sekarang sejalan? Jelaskan Jawaban : Pancasila sebagai dasar Negara kita wajib mematuhinya sebagai seorang muslim dan kita juga harus patuh terhadap perintah agama. Kami kira pancasila juga bersumberkan dari Al-Quran. Seperti pada Pancasila sila ke-1, Ketuhanan Yang Maha Esa. Di dalam Al-Quran pun ada yaitu surat Al-Ikhlas ayat 1 Qulhuallahu Ahad, yang artinya Allah itu Esa. Jadi kami dapat menyimpulkan bahwa Agama dengan Pancasila itu sejalan.

17

BAB IV PENUTUP

III. 1. Kesimpulan - Awal mula manusia di muka bumi berasal dari Nabi Adam as dan Siti Hawa yang diciptakan oleh Allah SWT dari tanah yang terdiri dari tanah Liat ,tanah Humus, tanah tembikar, dan tanah lumpur hitam yang masing-masing mempunyai unsur yang berbedabeda. - Allah SWT menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi yang mempunyai tugas dan peranan sebagai pemimpin dan pengayom yang mengatur segala sesuatu yang ada di muka bumi, memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang dari pihak manapun, memelihara aqidah dan akhlak, serta Mengeksplorasi kekayaan bumi bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. - Melalui agama manusia diarahakan untuk hidup yang lebih baik dan bertanggung jawab, karena agama memberikan peraturan-peraturan yang pelaksanaannya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT yang pada hakekatnya Manusia hidup membutuhkan tata nilai untuk dijadikan sebaga tolak ukur dalam menilai antara yang benar dan yang salah dan antara yang baik dan yang jelek. - Manusia mempunyai keistimewaan dari makhluk lainnya yakni diberi akal oleh Allah SWT sehingga mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk, dan apabila manusia beriman dan taat kepada Allah SWT maka ia bisa melebihi kemuliaan para malaikat. III. 2. Saran Sebaiknya dalam menulis kesimpulan harus berdasarkan pada tujuan percobaan dan dalam penulisan makalah dengan menggunakan bahasa yang baku atau mengikuti Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

18