Anda di halaman 1dari 9

PENYAJIAN DATA

Data statistik tidak hanya cukup dikumpulkan dan diolah, tetapi juga perlu disajikan dalam bentuk yang mudah diibaca dan dimengerti oleh pengmabil keputusan. Penyajian data ini bias dalam bentuk table maupun grafik dengan keuntungan bahwa data tersebut akan lebih cepat ditangkap dan dimengerti daripada disajikan dalam bentuk kata-kata. Tabel adalah kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori sehingga memudahkan untuk pembuatan anlisis data. Sedangkan grafik merupakan gambar-gambar yang menunjukan secara visual data berupa angka yang biasanya juga berasal dari table-tabel yg yelah di buat. Baik table maupun grafik bias dipergunakan untuk menyajikan cross section data dan data berkala. CROSS SECTION Penyajian dengan tabel Data dapat disajikan dalam bentuk tabel Misalnya,data ulangan matematika disajikan di table dibawah ini: Data Ulangan Matematika No 1 2 3 4 5 Nilai 5 6 7 8 9 Jumlah Banyak siswa 3 7 9 7 4 30

Penyajian dengan grafik Data juga bisa disaikan dalam bentuk bentuk grafik dengan menggunakan bagan batangan atau bar chart. Perhatikan bagan dibawah ini:

Data Nilai UAS


10 8 6 4 2 0 Matematika Agama Akuntansi Kelas A Kelas B Kelas C

DATA BERKALA Penyajian dengan tabel PRODUKSI MINYAK MENTAH OPEC, UNI SOVIET, DAN DUNIA TAHUN 2006-2010 Tahun 2006 2007 2008 2009 2010 Jumlah OPEC 9.934 11.240 11.468 10.914 11.205 54.761 Uni Soviet 3.600 3.822 4.013 4.204 4.307 19.946 Dunia 20.174 21.831 22.672 22.897 23.666 111.240 Jumlah 33.708 36.893 38.153 38.015 39,178 185.947

Penyajian dengan grafik Gambar tentang produksi minyak mentah akan lebih jelas lagi jika data disajikan dalam bentuk grafik. Dengan menggunakan grafik kita dengan cepat dapat melihat perkembangan produksi minyak mentah selamat tahun 2006 sampai dengan 2010. Perhatikan grafik dibawah ini:

PRODUKSI MINYAK MENTAH OPEC, UNI SOVIET, DAN DUNIA TAHUN 2006-2010
25 20 15 OPEC 10 5 0 2006 2007 2008 2009 Uni Soviet Dunia

BENTUK TABEL 1. Tabel satu arah Ialah table yang memuat keterangan mengenai satu hal atau satu karateristik saja. Contoh table satu arah Produksi Ikan Tawar 2010/2011 Banyaknya 854 657 654 2165

Jenis Ikan mujair Ikan Mas Ikan Lele Jumlah

2. Tabel dua arah Ialah tabel yang menunjukan hubungan dua hal atau dua karateristik. Berikut adalah contoh tabel dua arah : Produksi kedelai (ton/ha) menurut jenis varietas dan asal panen Varietas Kedelai Tangkiling Kalampangan Jumlah Wilis 120 140 260 Sindoro 125 160 285 Slamet 140 165 305 Galunggung 145 170 315 Orba 155 175 330 Jumlah 685 810 1495 3. Tabel tiga arah Ialah tabel yang menunjukkan hubungan tiga hal atau tiga karakteristik yang berbeda. Produksi kedelai (ton/ha) menurut jenis varietas,asal panen, dan jenis tanah Tangkiling Tanah Tanah Gambut Berpasir Wilis 62 55 Sindoro 66 58 Slamet 70 64 Galunggung 73 68 Orba 78 72 Total 349 317 Varietas Kedelai Kalampangan Tanah Tanah Gambut Berpasir 50 56 55 62 59 65 64 72 71 75 299 330 Total 223 241 258 277 296 1295

GRAFIK
Ada berbagai bentuk grafik yang dikenal, yaitu : 1.Grafik garis (line chart), Ada berbagai bentuk, yaitu : a.Grafik garis tunggal (single line chart), Yaitu grafik yang terdiri dari satu garis untuk menggambarkan perkembangan (trend) dari suatu karakteristik.

b.Grafik garis berganda (multiple line chart) Yaitu grafik yang terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan beberapa hal/kejadian sekaligus.

2.Grafik Batangan (bar chart), Ada berbagai bentuk, yaitu : a.Grafik batangan tunggal (single bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari satu batangan untuk menggambarkan perkembangan (trend) dari suatu karakteristik.

b.Grafik batangan berganda (multiple bar chart), Yaitu grafik yang terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan beberapa hal/kejadian sekaligus.

3.Grafik lingkaran (pie chart), Yaitu grafik yang menggambarkan perbandingan nilai-nilai dari suatu karakteristik.

4.Grafik gambar (Pictogram chart). Yaitu grafik yang disajikan dalam bentuk gambar suatu karakteristik tertentu. Misalnya, untuk menyatakan jumlah penduduk pada tahun-tahun tertentu.

DISTRIBUSI FREKUENSI
Hasil pengukuran yang kita peroleh disebut dengan data mentah. Besarnya hasil pengukuran yang kita peroleh biasanya bervariasi. Apabila kita perhatikan data mentah tersebut, sangatlah sulit bagi kita untuk menarik kesimpulan yang berarti. Untuk memperoleh gambaran yang baik mengenai data tersebut, data mentah tersebut perlu di olah terlebih dahulu. Pada saat kita dihadapkan pada sekumpulan data yang banyak, seringkali membantu untuk mengatur dan merangkum data tersebut dengan membuat tabel yang berisi daftar nilai data yang mungkin berbeda (baik secara individu atau berdasarkan pengelompokkan) bersama dengan frekuensi yang sesuai, yang mewakili berapa kali nilai-nilai tersebut terjadi. Daftar sebaran nilai data tersebut dinamakan dengan Daftar Frekuensi atau Sebaran Frekuensi (Distribusi Frekuensi). Dengan demikian, distribusi frekuensi adalah daftar nilai data (bisa nilai individual atau nilai data yang sudah dikelompokkan ke dalam selang interval tertentu) yang disertai dengan nilai frekuensi yang sesuai. Pengelompokkan data ke dalam beberapa kelas dimaksudkan agar ciri-ciri penting data tersebut dapat segera terlihat. Daftar frekuensi ini akan memberikan gambaran yang khas tentang bagaimana keragaman data. Sifat keragaman data sangat penting untuk diketahui, karena dalam pengujian-pengujian statistik selanjutnya kita harus selalu memperhatikan sifat dari keragaman data. Tanpa memperhatikan sifat keragaman data, penarikan suatu kesimpulan pada umumnya tidaklah sah. Sebagai contoh, perhatikan contoh data pada Tabel 1. Tabel tersebut adalah daftar nilai ujian Matakuliah Statistik dari 80 Mahasiswa Tabel1.Daftar Nilai Ujian Matakuliah statistik
79 80 70 68 90 92 80 70 63 76 49 84 71 72 35 93 91 74 60 63 74 90 91 85 83 76 61 99 83 88 81 70 38 51 73 71 72 95 82 70 98 91 56 65 74 90 97 80 60 66 87 93 81 93 43 72 91 59 67 88 80 82 74 83 86 67 88 71 89 79 48 78 73 86 88 75 81 77 63 75

Sangatlah sulit untuk menarik suatu kesimpulan dari daftar data tersebut. Secara sepintas, kita belum bisa menentukan berapa nilai ujian terkecil atau terbesar. Demikian pula, kita belum bisa mengetahui dengan tepat, berapa nilai ujian yang paling banyak atau berapa banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai tertentu. Dengan demikian, kita harus mengolah data tersebut terlebih dulu agar dapat memberikan gambaran atau keterangan yang lebih baik. Bandingkan dengan tabel yang sudah disusun dalam bentuk daftar frekuensi (Tabel 2a dan Tabel 2b). Tabel 2a merupakan daftar frekuensi dari data tunggal dan Tabel 2b merupakan daftar frekuensi yang disusun dari data yang sudah di kelompokkan pada kelas yang sesuai dengan selangnya. Kita bisa memperoleh beberapa informasi atau karakteristik dari data nilai ujian mahasiswa. Tabel 2a. No Nilai Ujian Xi 1 2 3 4 : 16 17 : 42 43 35 36 37 38 : 70 71 : 98 99 Total 1 0 0 1 : 4 3 1 1 1 80 Frekuensi fi

Pada Tabel 2a, kita bisa mengetahui bahwa ada 80 mahasiswa yang mengikuti ujian, nilai ujian terkecil adalah 35 dan tertinggi adalah 99. Nilai 70 merupakan nilai yang paling banyak diperoleh oleh mahasiswa, yaitu ada 4 orang, atau kita juga bisa mengatakan ada 4 mahasiswa yang memperoleh nilai 70, tidak ada satu pun mahasiswa yang mendapatkan nilai 36, atau hanya satu orang mahasiswa yang mendapatkan nilai 35.

Tabel 2b. Kelas ke1 2 3 4 5 6 7 Nilai Ujian 31 40 41 50 51 - 60 61 70 71 80 81 90 90 100 Jumlah Frekuensi fi 2 3 5 13 24 21 12 80

Tabel 2b merupakan daftar frekuensi dari data yang sudah dikelompokkan. Daftar ini merupakan daftar frekuensi yang sering digunakan. Kita sering kali mengelompokkan data contoh ke dalam selang-selang tertentu agar memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai karakteristik dari data. Dari daftar tersebut, kita bisa mengetahui bahwa mahasiswa yang mengikuti ujian ada 80, selang kelas nilai yang paling banyak diperoleh oleh mahasiswa adalah sekitar 71 sampai 80, yaitu ada 24 orang, dan seterusnya. Hanya saja perlu diingat bahwa dengan cara ini kita bisa kehilangan identitas dari data aslinya. Sebagai contoh, kita bisa mengetahui bahwa ada 2 orang yang mendapatkan nilai antara 31 sampai 40. Meskipun demikian, kita tidak akan tahu dengan persis, berapa nilai sebenarnya dari 2 orang mahasiswa tersebut, apakah 31 apakah 32 atau 36 dst.