Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN PADA GANGGUAN PERKEMBANGAN PENGANIAYAAN DAN PENGABAIAN ANAK

I. KONSEP DASAR

PENGANIAYAAN DAN PENGABAIAN ANAK Merupakan tindakan yang disengaja yang dapat menimbulkan sakit, cidera fisik atau emosional pada anak atau beresiko terhadap sakit atau cidera. Macam / jenis penganiayaan pada anak : 1. Penganiayaan fisik : Hukuman yang dapat cidera fisik yang disengaja Jenis penganiayaan yang disengaja untuk menghancurkan / merusak harga diri /kompetensi anak yang dapat menimbulkan kegoncangan pada jiwa anak dan juga dapat menimbulkan kekacauan mental anak. 3. Pengabaian emosional : Kegagalan untuk memenuhi kebutuhan anak untuk tumbuh dan berkembang. Kurang perawatan pada diri anak. Perbuatan pemaksaan untuk melakukan hubungan sex maupun aktivitas sexual lainnya yang dilakukan orang dewasa terhadap anak-anak dengan kekerasan maupun tidak. Penyalahgunaan sexual terhadap anak-anak dapat terjadi diberbagai tempat tanpa memandang budaya, ras, dan strata masyarakat. Korbannya bisa anak laki-laki maupun anak perempuan, tetapi umumnya anak dibawah usia 18 tahun 4. Penganiayaan sexual : 2. Penganiayaan emosional :

Bisa berupa hungan sex, baik melalui vagina, penis, oral maupun dubur/anal. Memperlihatkan alat kelaminnya. Memaksa korban untuk menyentuh alat kelaminnya. Melibatkan anak-anak dalam pornografi : memperlihatkan gambar / tulisan erotis dengan tujuan membangkitkan nafsu birahi. Memperlihatkan kepada anak-anak alat-alat seperti kondom, gambar orang tanpa busana.

PELAKU : Pelaku adalah laki-laki dan korban adalah perempuan. Umumnya pelaku mengenal korban, misalnya : anggota / seseorang yang dikenal dekat dan dipercaya oleh si anak (seperti kakak, paman, pembantu, ayah tiri,saudara sepupu,, dll) Kebanyakan pelaku adalah seorang normal dan bahkan berpendidikan tinggi. CARA YANG DILAKUKAN PELAKU : Memiliki akses terhadap anak-anak juga orang yang tidak dikenal oleh korban. Membujuk anak-anak dengan yang disukai, seperti : permen, uang atau es krim. Berlangsung di kediaman anak-anak atau tempat pelaku. Umunya tidak menggunakan kekerasan fisik Melakukannya terus menerus dalam waktu lama. Mengancam anak-anak untuk tidak menceitakan kejadian itu kepada siapapun. CRI KORBAN FISIK : Terlihat seperti orang kesepian dan terasing.

Mengalami depresi, kekhawatiran berlebihan dan cenderung menarik diri dari linkungannya. Sering buang air kecil di tempat tidur (ngompol). Sulit bersosialisasi dan sulit bersentrasi. Tiba-tiba sering menggunakan kata-kata jorok dan suka menunjukan alat kelaminnya pada anak lain. Mengalami iritasi pada bagian leher kelamin, sekitar dubur/anal wilayah alat kemaluan, sehingga seringkali celana dalam berdarah. Sukar berjalan dan duduk. Lambat dalam pertumbuhan dan perkembangan.

II.

PENGKAJIAN Ditemukan adannya ketidakmampuan atau kesulitan untuk melakukan tugas perkembangan sesuai dengan kelompok usia pencapaian tumbuh kembang, Adanya perubahan pertumbuhan fisik, seperti : berat badan, tinggi badan tidak sesuai dengan standart pencapaian. Perubahan perkembangan saraf : gangguan motorik, bahasa dan adaptasi social. Perubahan gangguan perkembangan mental. Perubahan perkembangan perilaku. Adanya ketidakmauan melakukan perawatan diri/ kontrol diri dalam beraktivitas sesuai usianya. dalam tahap

Pengkajian pada anak dengan masalah tumbuh kembang antara lain :

III.

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Resiko tinggi trauma b/d karakteristik anak, pemberi asuhan, lingkungan.

2. Takut / cemas b/d interaksi interpersonal yang negatif, perilaku yang menyimpang yang berulang, ketidakberdayaan, kemungkinan kehilangan orang tua. 3. Perubahan peran orang tua b/d anak, pemberi asuhan / karakteristik situasional yang mencetuskan perilaku penganiayaan. IV. PERENCANAAN DAN INTERVENSI 1. Laporkan bila ada kecurigaan ke tempat berwenang, pindahkan anak dari linkungan yang tidak aman ke tempat yang lebih aman. 2. Tunjukan perhatian lebih 3. Puji kemampuan anak untuk meningkatkan harga diri. 4. Dorong anak untuk membicarakan perasaanya terhadap orang tua. 5. Tingkatkan kedekatan orang tua terhadap anak. V. EVALUASI 1. Anak menunjukkan perubahan perkembangan yang lebih baik dan terjadi pencapaian dalam tugas perkembangan sesuai dengan kelompok usia.

TUGAS KEPERAWATAN ANAK PADA GANGGUAN PERKEMBANGAN PENGANIAYAAN DAN PENGABAIAN ANAK

Nama Kelompok 1 :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

A.Mahsunah

( P27820306001 )

Agus ( P27820306002 ) Anru Farida Anteng S.

Madiyono

( P27820306003 ) ( P27820306004 )

Arista S. ( P27820306005 ) Artitik Didik ( P27820306006 ) ( P27820306007 )

Djoko H. ( P27820306008 ) Edy Suharto ( P27820306009 )

10.

Hariyatin

( P27820306010 )

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES SURABAYA JURUSAN KEPERAWATAN PRODI KEPERAWATAN SUTOPO SURABAYA 2007/2008