Anda di halaman 1dari 16

PENGGUNAAN PESTISIDA KIMIAWI DALAM INDUSTRI PERTANIAN KAJIAN ASPEK DAN DAMPAK LINGKUNGAN Oleh Jul Hasratman, S.

Si

Mata Kuliah IPA TERPADU Dosen Dr. Afreni Hamidah, M.Si

MPIPA PPs UNJA

Pendahuluan
Perhatian besar terhadap industri pertanian mutlak dilakukan untuk menuju ketahanan pangan Beberapa hal yang mampu mendukung tercapainya target industri pertanian : tersedianya alat pertanian, pupuk, dan pestisida Penggunaan pestisida adalah salah satu aspek yang memiliki dampak terhadap lingkungan

Mengenal Pestisida
Bahan kimia terformulasi yang digunakan untuk mengendalikan perkembangan atau pertumbuhan dari hama, penyakit, dan gulma.

Unsur kimia penyusun pestisida umumnya terdiri atas : C, H, O, N, P, Cl, Fe, Cu, Hg, Pb, dan Zn

Mengenal Pestisida
Sifat-sifat pestisida itu antara lain : daya toksisitas, rumus empiris, rumus bangun, formulasi, berat molekul dan titik didih. Dapat dibedakan berdasarkan formulasi, organisme sasaran , ketahanan dan daya toksisitas, cara kerja, dll

Cth. Berdasarkan Organisme Sasaran


Insektisida, berasal dari kata latin insectum yang berarti potongan, keratan atau segmen tubuh. Berfungsi untuk membunuh serangga. Bakterisida, berasal dari kata latin bacterium atau kata Yunani bacron. Berfungsi untuk melawan bakteri Nematisida, berasal dari kata latin nematoda atau bahasa Yunani nema yang berarti benang. Berfungsi untuk membunuh nematoda (semacam cacing yang hidup di akar). Herbisida, berasal dari kata latin herba yang berarti tanaman setahun. Berfungsi membunuh gulma (tumbuhan pengganggu).

Berdasarkan Ketahanan
Pestisida Resisten cth. Pestisida yang mengandung senyawa organoklorin : DDT, Cyclodienes, Hexachlorocyclohexane (HCH), endrin Pestisida Kurang Resisten cth. Pestisida yag mengandung senyawa organofosfat : Disulfoton, Parathion, Diazinon, Azodrin, Gophacide

Berdasarkan Formulasi
1. Formulasi cairan emulsi (emulsifiable concentrates/emulsible concentrates) 2. Formulasi butiran (granulars) 3. Formulasi debu (dust) 4. Formulasi tepung (powder) 5. Formulasi oli (oil) 6. Formulasi fumigansia (fumigant).

Berdasarkan Cara Kerja


Pestisida kontak, berarti mempunyai daya bunuh setelah tubuh jasad terkena sasaran. Pestisida fumigan, berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran terkena uap atau gas Pestisida sistemik, berarti dapat ditranslokasikan ke berbagai bagian tanaman melalui jaringan. Hama akan mati kalau mengisap cairan tanaman. Pestisida lambung, berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran memakan pestisida.

ASPEK LINGKUNGAN
Aspek Lingkungan : setiap aktivitas yang mempunyai dampak terhadap lingkungan Aspek lingkungan pada industri pertanian salah satunya adalah penggunaan pestisida (umumnya pestisida kimiawi)

DAMPAK LINGKUNGAN

Dampak Terhadap Lingkungan Fisik 1. Pestisida Kimiawi dan Pencemaran Udara 2. Pestisida Kimiawi dan Pencemaran Air 3. Pestisida Kimiawi dan Pencemaran Tanah

Dampak Terhadap M.H.


Pestisida kimiawi memiliki dampak yang sangat besar terhadap keberadaan biota. Hewan mengalami keracunan akibat adanya residu pestisida tertinggal pada tanaman yang disemprot dengan pestisida. contohnya ketika seekor burung memakan serangga yang telah terkena pestisida. Beberapa pestisida dapat mengalami bioakumulasi secara permanen atau sementara pada tubuh organisme.

Dampak Terhadap M.H.


Pestisida masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan yakni dengan menghirup aerosol, debu, atau uap yang mengandung pestisida. Masuknya pestisida juga dapat melalui konsumsi bahan makanan dan air yang telah tercemar kimia pestisida, atau dengan kontak langsung dengan bagian terluar (kulit) yang mengakibatka iritasi serius.

Tingkat Bahaya
Tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh pestisida bergantung kepada daya toksisitas kimiawi penyusun pestisida tersebut. Daya toksisitas tergantung kepada tingkat kereaktifan molekul-molekul senyawa penyusun pestisida dalam kaitannya menyerang atau merusak sel-sel hidup.

Bahaya yang diakibatkan pestisida kimiawi pada manusia antara lain : iritasi kulit, kanker, perubahan genetik atau mutasi, bayi lahir cacat, gangguan pada peredaran darah dan saraf, gangguan pada sistem reproduksi, CAIDS (Chemically Acquired Deficiency Syndrom), bahkan koma dan atau kematian langsung dapat terjadi. Umumnya, anak-anak lebih sensistif terhadap polutan daripada orang dewasa.

UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN PESTISIDA

Adanya Peraturan dan Pengarahan Kepada Para Pengguna Penggunaan Pestisida dengan Memperhatikan Kondisi Lingkungan Pengendalian Hayati Menggunakan Biokontrol Metode Bioremediasi Sebagai Tindakan Perbaikan

Cth Penelitian S1
Induksi Enzim Polifenol Oksidase Sebagai Respon Fisiologis Ketahanan Tanaman Pisang Kepok Terhadap Bakteri Penyakit Darah Rancob : Kontrol : Infeksi dengan bakteri Perlakukan : Infeksi dengan bakteri + Penggunaan mikorhiza sp.