Anda di halaman 1dari 24

TUGAS ILMU GIGI DAN MULUT KARIES GIGI

DISUSUN OLEH

RIKO ALFIANDI 06310153

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYAT

KATA PENGANTAR

Dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penulis telah selesai menyusun makalah ini yang berjudul Karies gigi. Pada kesempatan ini tak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih dosen pembimbing atas bimbingan dan arahannya selama mengikuti mata kuliah ILMU PENYAKIT GIGI DAN MULUT. Penulis sadar bahwa usaha penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya, karena keterbatasan pengetahuan yang ada pada penulis. Segala kritik dan saran yang sifatnya membangun penulis harapkan. Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam menambah pengetahuan serta dapat menjadi arahan dalam pengetahuan.

Bandar lampung, Oktober 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.. Daftar Isi Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah .. 1.3 Tujuan .... 1.4 Manfaat Bab II Isi/Pembahasan 2.1 Etiologi karies gigi.... 2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies........ 2.3 Gejala karie gigi 2.4 Diagnosa karies gigi.. 2.5 Pencegahan karies. 2.5 Perawatan karies gigi 2.6 Indeks Tooth Caries-WHO... Bab III Kesimpulan 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran.. Bab IV Penutup..... Daftar Pustaka Lampiran

i ii

1 2 2 2

3 4 7 7 11 12 13

16 17 18

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang mengalami klasifikasi yang ditandai oleh demineralisasi dari bagian inorganic dan dekstrusi dari subtansi organic dari gigi atau penyakit jarigan gigi yang di tandai dengan kerusakan jaringan ,dimulai dari permukaan gigi (pit, fissure, daerah interproksimal) meluas kearah pulpa. Ada beberapa cara untuk mengelompokkan karies gigi. Walaupun apa yang terlihat berbeda, faktor-faktor risiko dan perkembangan karies hampir serupa. Mula-mula, lokasi terjadinya karies dapat tampak seperti daerah berkapur namun berkembang menjad lubang coklat. Walaupun karies mungkin dapat saja dilihat dengan mata telanjang, kadang-kadang diperlukan bantuan radiografi untuk mengamati daerah-daerah pada gigi dan menetapkan seberapa jauh penyakit itu merusak gigi. Lubang gigi disebabkan oleh beberapa tipe dari bakteri penghasil asam yang dapat merusak karena reaksi fermentasi karbohidrat termasuk sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Asam yang diproduksi tersebut memengaruhi mineral gigi sehingga menjadi sensitif pada pH rendah. Sebuah gigi akan mengalami demineralisasi dan remineralisasi. Ketika pH turun menjadi di bawah 5,5, proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari remineralisasi. Hal ini menyebabkan lebih banyak mineral gigi yang luluh dan membuat lubang pada gigi. Bergantung pada seberapa besarnya tingkat kerusakan gigi, sebuah perawatan dapat dilakukan. Perawatan dapat berupa penyembuhan gigi untuk mengembalikan bentuk, fungsi, dan estetika. Walaupun demikian, belum diketahui cara untuk meregenerasi secara besar-besaran struktur gigi, sehingga organisasi kesehatan gigi terus menjalankan penyuluhan untuk mencegah kerusakan gigi, misalnya dengan menjaga kesehatan gigi dan makanan.

1.2 Rumusan 1. Bagaimana penyebab karies gigi 2. Bagaimana gejala karies gigi 3. Bagaimana diagnosa karies gigi 4. Bagaimana Indeks Tooth Caries-WHO 5. Bagaimana cara pencegahan dan perawatan karies gigi

1.3 Tujuan 1. Menjelaskan tentang penyebab karies gigi 2. Menjelaskan tentang gejala karies gigi 3. Menjelaskan tentang diagnosa karies gigi 4. Menjelaskan tentang Indeks Tooth Caries WHO 5. Menjelaskan tentang cara pencegahan dan perawatan karies gigi 1.4 Manfaat 1. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca 2. Semoga pembaca mengerti tentang karies gigi 3. Semoga pembaca mengerti tentang gejala karies gigi 4. Semoga pembaca mengerti tentang cara mendiagnosa karies gigi 5. Semoga pembaca mengerti tentang cara pencegahan dan perawatan karies gigi.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Etiologi Karies Gigi Etiologi atau penyebab karies atas faktor waktu penyebab primer yang langsung mempengaruhi biofilm (lapisan tipis normal pada permukaan gigi yang berasal dari saliva) dan faktor modifikasi yang tidak langsung mempengaruhi biofilm. Karies terjadi bukan disebabkan karena satu kejadian saja seperti faktor host atau tuan rumah, agen atau mikroorganisme, substrat atau diet dan faktor waktu, tetapi merupakan interaksi dari faktor - faktor tersebut. Pada tahun 1960-an oleh Keyes dan Jordan (cit. Harris and Christen, 1995), karies dinyatakan sebagai penyakit multifaktorial yaitu : 1. Host atau tuan rumah

2. Agen atau mikroorganisme 3. Substrat atau diet dan 4. Waktu.

Gambar :

Faktor factor yang mempengaruhi terjadinya karies.

2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies: 1. Keturunan


2. Ras

Ras tertentu dengan mempunyai rahang yang sempit, menyebabkan gigi tumbuh tidak teratur sehingga menyembabkan sukar untuk membersihkan gigi dan ini akan mempertinggi prosentase karies pada ras tersebut. 3. Jenis kelamin Volker. Dkk mengatakan bahwa prevalensi karies gigi tetap wanita lebih tnggi dibandingkan pria. Demikian juga halnya anak-anak, prevalensi karies gigi sulung anak wanita lebih tinggi di bandingkan anak-anak lakilaki.

4. Usia Sejalan dengan pertambahan usia seseorang, jumlah karies pun bertambah. Hal ini jelas karena factor resiko terjadinya karies akan lebih lama berpengaruh terhadap gigi.

5. Vitamin Vitamin berpengaruh pada proses terjadinya karies gigi. Terutama pada periode pembentukan gigi.

Tabel beberapa vitamin dan pengaruhnya terhadap kerusakan gigi adalah sebagai berikut :

No

Vitamin

Kebutuhan perhari

Pengaruh

1.

1-2 mg

Merusak pembentukan email dan dentin

2.

B1

1-2 mg

Karies meninggi (perubahan pada lidah, bibir, dan ptium)

3.

B2

2 mg

Karies meninggi (perubahan pada lidah, bibir, dan ptium)

4. 5.

B6 C

2 mg 7 5-100 mg

Tidak ada pengaruh Degenerasi odontoblas kerusakan periodontium, stomatitis, dll

6. 7. 8.

D E K

400-600 IU 10mg 1 mg (?)

Hipoplasia enamel dantin Tidak diketahui Tidak diketahui

6. Unsur kimia Unsur kimia yang mempunyai pengaruh terhadap tejadinya karies gigi masih dalam peelitian. Unsur kimia yang paling berpengaruh adalah Flour.

Tabel dibawah ini menunjukan beberapa unsure kimia yang mempengaruhi atau memperlambat terjadinya karies :

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Unsur Kimia Brellium Flour Aurium Cuprum Magnesium Platina Cadmium Selenium

Pengaruh Menghambat Menghambat Menghambat Menghambat Menghambat Menunjang Menunjang Menunjang

8. Air ludah 1. Campuran bahan-bahan yang terkandung didalamnya 2. Derajat keasaman 3. Jumlah/ volume 4. Faktor anti bakteri

9. Letak geografis 10. Kultur social penduduk

2.3 Gejala Karies Gigi Gejala karies gigi bukan hanya satu gejala saja, adapun gejala gejalanya sebagai berikut : 1. Gigi sangat sensitif terhadap panas,dingin, manis. Gigi terasa sangant sensitive terhadap panas, dingin, manis dan asam menandakan karies gigi sudah sampai bagian dentin 2. Jika suatu kavitasi dekat atau telah mencapai pulpa maka nyeri akan bersifat menetap bahkan nyeri yang dirasakan bersifat sepontan, meski tidak ada rangsangan. 3. Jika bakteri telah mencapai pulpa. Dan pulpa mati maka nyeri untuk sementara akan hilang lalu akan timbul lagi dalam beberapa jam atau hari dan gigi akan menjadi peka karena peradangan dan infeksi telah menyebar keluar dan menyebabkan abses.

2.4 Diagnosis

Gambar Sumber

: :

Dental explorer, alat diagnostik karies. Wikipedia.co.id

Diagnosis pertama memerlukan inspeksi atau pengamatan pada semua permukaan gigi dengan bantuan pencahayaan yang cukup, kaca gigi, dan eksplorer. Radiografi gigi dapat membantu diagnosis, terutama pada kasus karies interproksimal. Karies yang besar dapat langsung diamati dengan mata telanjang. Karies yang tidak ekstensif dibantu dulu dengan menemukan daerah lunak pada gigi dengan eksplorer. Beberapa peneliti gigi telah memperingatkan agar tidak menggunakan eksplorer untuk menemukan karies. Pada kasus dimana sebuah daerah kecil pada gigi telah mulai terjadi demineralisasi namun belum membentuk lubang, tekanan melalui eksplorer dapat merusak dan membuat lubang. Teknik yang umum digunakan untuk mendiagnosis karies awal yang belum berlubang adalah dengan tiupan udara melalui permukaan yang disangka, untuk membuang embun, dan mengganti peralatan optik. Hal ini akan membentuk sebuah efek "halo" dengan mata biasa. Transiluminasi serat optik direkomendasikan untuk mendiagnosis karies kecil.

Untuk dapat mendiagnosis maka harus mengenali bentuk-bentuk karies lokasi karies. 1. Bentuk-bentuk Karies: A. Cara meluasnya karies B. Dalamnya karies C. Lokasi karies D. Berdasarkan banyaknya permukaan yang terkena E. Berdasarkan keparahan atau kecepatan serangan karies

Gambar

Dalamnya karies karies

A. Berdasarkan cara meluasnya karies a. Karies Penetriende Karies yang meluas dari email kedentin dalam bentuk kerucut perluasannya secara penetrasi merembes ke dalam b. Karies Unterminirende Karies yang meluas dari email ke dentin dimana pada oklusal kecil tetapi di dalam email atau dentin sudah meluas B. Berdasarkan dalamnya karies a. Karies Superfisialis Karies yang baru mengenai lapisan email, tidak sampai dentin b. Karies Media Karies yang sudah mengenai dentin tetapi belum melebihi setengah dentin c. Karies Profunda Dimana karies sudah mengenai lebih setengahnya dentin dan kadang kadang sudah mengenai pulpa

Profunda pulpa terbuka Bila pulpa sudah terbuka/ mengenai pulpa

Profunda pulpa tertutup Bila karies belum mengenai pulpa

C. Berdasarkan Lokasi Karies (Olah G Black) a. Karies kelas I Karies yang terdapat pada bagian oklusal (Pits dan fissure ) dari gigi premolar dan molar. Dapat juga terdapa ada anterior di foramen caecum. b. Karies kelas II Karies yang terdapat pada bagian aproximal dari gigi molar atau premolar yang umumnya meluas sampai bagian oklusal. c. Karies kelas III Karies yang terdapat pada bagian aproximal dari gigi anterior tetapi belum mencapai margo incisal (belum mencapai 1/3 incisal gigi). d. Karies kelas IV Karies yang terdapat pada bagian aproximal dari gigi anterior dan sudah mencapai margo incisal (telah mencapai 1/3 incisal gigi ) e. Karies kelas V Karies yang terletak di cerviks gigi anterior maupun posterior.

D. Berdasarkan Banyaknya Permukaan Yang Terkena a. Simple karies Bila hanya satu permukaan yang terkena. b. Kompleks karies Bila lebih dari satu permukaan gigi yang terkena. E. Berdasarkan Keparahan/ Kecepatan Serangan Karies a. Rampant karies b. Karies terhenti

2.4 Pencegahan Karies 1. Pra erupsi Tingkat pelayanan kesehatan gigi, dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencegahan (five levels of prevention) dari leavell and clark yang dikutip Herijulianti (2002) didalam bukunya adalah sebagai berikut : 1. Promosi Kesehatan (Health Promotion) 2. Perlindungan Khusus (Specific Protection) 3. Diagnosa Dini dan Pengobatan Segera (Early Diagnosis And PromptTreatment) 4. Pembatasan Cacat (Disability Limitation) 5. Rehabilitasi (Rehabilitation) 2. Pasca erupsi Tindakan yang dilakukan pada masa pasca erupsi ini terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tertier. a. Pencegahan Primer Yaitu pencegahan sebelum gejala klinik timbul yaitu dengan cara peningkatan dan perlindungan khusus. Peningkatan kesehatan : pendidikan kesehatan, meningkatkan keadaan sosio ekonomi seseorang, standart nutrisi yang baik, membatasi frekuensi makanan dan minuman yang manis-manis dan pemeriksaan berkala (Tarigan, 1991).

b. b. Pencegahan Sekunder Diagnosa dini dengan pengobatan yang tepat dan membatasi ketidak mampuan/cacat yaitu pengobatan yang cepat untuk menghentikan proses penyakit dan mencegah terjadinya komplikasi. Pada gigi yang terserang karies dan masih dapat dilakukan penambalan maka dilakukan perawatan gigi/restorasi gigi. Dengan demikian, lengkung geligi dapat dipertahankan dalam keadaan utuh, fungsi pengunyahan dipertahankan, infeksi dan peradangan kronis dapat dihilangkan sehingga kesehatan jaringan mulut yang baik dapat dipertahankan.

Selain itu, mempertahankan gigi anterior dapat mempertahankan fungsi estetik, membantu fungsi bicara dan mencegah timbulnya efek psikologis bila gigi tersebut harus dicabut (Tarigan, 1991). c. Pencegahan Tertier Gigi dengan karies yang sudah dilakukan pencabutan terhadap rehabilitasi dengan pembuatan gigi palsu (Tarigan, 1991). Becker (1979) mengajukan beberapa klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan (Health Related Behaviour) salah satu diantaranya adalah perilaku kesehatan (Health Behaviour), yaitu hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Termasuk juga tindakan-tindakan untuk mencegah penyakit, kebersihan perorangan, memilih makanan, sanitasi dan sebagainya (Herijulianti, 2002). 2.5 Perawatan Karies Gigi Penambalan

Gambar Sumber

: Gigi yang ditambal : Wikipedia.co.id

Gigi layak untuk ditambal bila terdapat salah satu daritanda berikut : 1. Gigi sangat sensitif terhadap panas,dingin, manis. 2. Terbentuk lubang yang rentan perlekatan plak, sisa makanan. 3. Fungsi terganggu. 4. Estetik tergangu. 5. Kecenderungan bergesernya gigi disebelahnya akibat kehilangan kontak dengan gigi yang berlubang.

Berapa jenis bahan tambal Selama bertahun-tahun kita hanya kenal bahan tambal logam dan amalgam Namun, sekarang telah dikembangkan bahan tambal sewarna gigi yaitu resin komposit dan semen ionomer kaca dan porselen. Berdasarkan metode peletakannya, tambalan terbagi dalam dua kategori, yaitu tambalan langsung dan tambalan tidak langsung. Tambalan langsung adalah tambalan yang diletakkan langsung pada gigi, prosedur penambalan selesai dalam sekali kunjungan. Termasuk dalam kategori ini adalah tambalan amalgam, resin komposit.

Pencabutan gigi Jika kerusakan gigi telah mencapai dekat pulpa penti atau kebih kedalam lagi, maka sebaiknya gigi dicabut untuk mencegah infeksi yang lebih lanjut.

2.6 Indeks Tooth Caries-WHO Indeks DMFT yang dikeluarkan oleh WHO bertujuan untuk menggambarkan pengalaman karies seseorang atau dalam suatu populasi. Semua gigi diperiksa kecuali gigi molar tiga karena biasanya gigi tersebut sudah dicabut dan kadangkadang tidak berfungsi. Indeks ini dibedakan atas indeks DMFT (decayed missing filled teeth) yang digunakan untuk gigi permanen pada orang dewasa dan deft (decayed extracted filled tooth) untuk gigi susu pada anak-anak. Pemeriksaan harus dilakukan dengan menggunakan kaca mulut datar. Indeks ini tidak memerlukan gambaran radiografi untuk mendeteksi karies aproksimal. Kriteria pemeriksaan seperti terlihat pada Tabel 1.5. Cara perhitungannya adalah dengan menjumlahkan semua DMF atau def. Komponen D meliputi penjumlahan kode 1 dan 2, komponen M untuk kode 4 pada subjek <30 tahun, dan kode 4 dan 5 untuk subjek >30 tahun misalnya hilang karena karies atau sebab lain. Komponen F hanya untuk kode 3. Untuk kode 6 (fisur silen) dan 7 (jembatan, mahkota khusus atau viner/implan) tidak dimasukkan dalam penghitungan DMFT.

Kode pemeriksaan karies dengan indeks WHO


Kode GIGI SUSU Mahkota gigi A B C D E F G T GIGI PERMANEN Mahkota gigi 0 1 2 3 4 5 6 7 8 T 9 0 1 2 3 7 8 9 Akar gigi Permukaan gigi sehat/keras Gigi karies Gigi dengan tumpatan, ada karies Gigi dengan tumpatan baik, tidak ada karies Gigi yang hilang karena karies Gigi dengan tumpatan silen Jembatan, mahkota gigi atau viner/implan Gigi yang tidak erupsi T T - Trauma/fraktur T T - Trauma/fraktur Dan lain-lain: gigi yang memakai pesawat cekat ortodonti atau gigi yang mengalami hipoplasia enamel yang berat Kondisi/Status

Umur indeks dan kelompok umur WHO merekomendasikan kelompok umur tertentu untuk diperiksa yaitu kelompok umur 5 tahun untuk gigi susu dan 12, 15, 35-44 dan 65-74 tahun untuk gigi permanen. Jumlah subjek yang diperiksa untuk setiap kelompok umur minimal 25-50 orang untuk setiap kelompok. 5 tahun. Anak-anak seharusnya diperiksa di antara ulangtahun mereka yang ke 5 dan 6. Umur ini menjadi umur indeks untuk gigi susu karena tingkat karies pada kelompok umur ini lebih cepat berubah daripada gigi permanen sekaligus umur 5 tahun merupakan umur anak mulai sekolah. Namun, di negara yang usia masuk sekolahnya lebih lambat, dapat digunakan umur 6 atau 7 tahun sebagai umur indeksnya. Pada kelompok umur ini, sebaiknya gigi susu yang hilang tidak dimasukkan ke dalam skor m (missing) karena kesulitan membedakan penyebab kehilangan gigi, apakah karena sudah

waktunya tanggal atau dicabut karena karies. 12 tahun. Kelompok umur ini penting untuk diperiksa karena umumnya anak-anak meninggalkan bangku sekolah pada umur 12 tahun. Selain itu, semua gigi permanen diperkirakan sudah erupsi pada kelompok umur ini kecuali gigi KARIES GIGI: Pengukuran Risiko dan Evaluasi 18 molar tiga. Beradasarkan ini, umur 12 tahun ditetapkan sebagai umur pemantauan global (global monitoring age) untuk karies. 15 tahun. Pada kelompok umur ini dianggap bahwa gigi permanen sudahterekspos dengan lingkungan mulut selama 3-9 tahun, sehingga pengukuran prevalensi karies dianggap lebih bermakna dibandingkan usia 12 tahun. Umur ini juga merupakan usia kritis untuk pengukuran indikator penyakit periodontal pada remaja. 35-44 tahun (rerata = 40 tahun). Kelompok umur ini merupakan kelompok umur standar untuk memonitor kesehatan orang dewasa dalam hal efek karies, tingkat keparahan penyakit periodontal, dan efek pelayanan kesehatan gigi yang diberikan. 65-74 tahun. (rerata = 70 tahun). Kelompok umur ini lebih penting sehubungan dengan adanya perubahan distribusi umur dan bertambahnya umur harapan hidup yang terjadi di semua negara. Data dari kelompok umur ini diperlukan untuk membuat perencanaan pelayanan keseahatan bagi manula dan memantau semua efek pelayanan rongga mulut yang diberikan

BAB III KESIMPULAN


3.1 Kesimpulan

Karies gigi adalah Penyakit jaringan gigi yang mengalami klasifikasi yang ditandai oleh demineralisasi dari bagian inorganic dan dekstrusi dari subtansi organic dari gigi atau penyakit jarigan gigi yang di tandai dengan kerusakan jaringan ,dimulai dari permukaan gigi (pit, fissure, daerah interproksimal) meluas kearah pulpa. Etiologi atau penyebab kesatuan dari empat factor yaitu : 1. Host 2. Agen atau mikroorganisme 3. Substrata tau 4. Waktu Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies:
1. Keturunan 2. Ras 6. Unsur kimia

7. Air ludah 8. Letak geografis 9. Kultur social penduduk

3. Jenis kelamin 4. Usia 5. Vitamin

Diagnosis Diagnosis pertama memerlukan inspeksi atau pengamatan pada semua permukaan gigi Pencegahan Karies 1. Pra erupsi 2. Pasca erupsi Tindakan yang dilakukan pada masa pasca erupsi ini terdiri dari pencegahan Perawatan Karies Gigi dengan Penambalanapabila kerusakan baru mencapai pada permukaan dentin

3.2 Saran

Dengan perawatan kesehatan diri yang khususnya rongga mulut, seperti sikat gigi secara teratur . Maka resiko terjadinya karies gigi dapat dikuranggi. Lapisan enamel gigi yang tipis mudah mengalami kerusakan terutama pada gigi molar sebelum terjadinya karies pada gigi periksalah gigi anda ke dokter gigi enam bulan sekali.

BAB IV PENUTUP
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,yang telah melimpahkan rahmat-Nya karena atas perkenaan-Nya,maka makalah tentang karies Gigi ini dapat diselesaikan dengan baik. Semoga makalah yang telah di tulis ini dapat bermanfaat bagi Civitas Akademik semua pada umumnya dan bagi mahasiswa Kedokteran pada khususnya. Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini, penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan segala saran dan kritikan yang membangun sangat penyusun harapkan dari pembaca demi pengembangan keterampilan menulis selanjutnya. Kiranya penyelesaian makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

DAFTAR PUSTAKA
1. Dorland, W.A. Nenman, Kamus Kedokteran Dorland : ahli bahasa, Huriawati H. dkk Ed-29- Jakarta ; EGC, 2002. 2. Erni Gultom. Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut . Bandar Lampung 3. Pemandu Pengarang. Karies gigi. 4. Pemandu Pengarang. (Online), http.Pondok Indah Healcare Group.html (Karies gigi) 5. Pemandu Pengarang. (Online), http:// wikipedia bahasa Indonesia/.html (Karies gigi)

LAMPIRAN

Gambar :

Faktor factor yang

Gambar

:Dental explorer, alat diagnostik

mempengaruhi terjadinya karies Sumber

:Wikipedia.co.id

Gambar karies karies

Dalamnya

Gambar Sumber

: Gigi yang ditambal : Wikipedia.co.id

1. Dental explorer 2. Karies gigi

: :

Alat diagnostik karies Proses patologis berupa kerusakan yang terbatas pada jaringan keras gigi dimulai dari email dan ters ke dentin (Newbrun)

3. Karies Media

Karies yang sudah mengenai dentin tetapi belum melebihi setengah dentin

4. Karies Penetriende

Karies yang meluas dari email kedentin dalam bentuk kerucut perluasannya secara penetrasi merembes ke dalam

5. Karies Profunda

Dimana karies sudah mengenai lebih setengahnya dentin dan kadang -kadang sudah mengenai pulpa

6. Karies Superfisialis

Karies yang baru mengenai lapisan email, tidak sampai dentin

7. Karies Unterminirende :

Karies yang meluas dari email ke dentin dimana pada oklusal kecil tetapi di dalam email atau dentin sudah meluas

8. Kompleks karies

Bila lebih dari satu permukaan gigi yang terkena

9. Pasca erupsi 10. Pra erupsi 11. Simple karies

: : :

Setalah erupsi Sebelum terjadinya erupsi Bila hanya satu permukaan yang terkena