Anda di halaman 1dari 3

TAKE HOME SISTEM BASIS DATA

Disusun oleh : Nama : Ahmad Pramudi NIM : 08/269116/TK/34276

PROGRAM STUDI TEKNIK NUKLIR JURUSAN TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

Koperas Usaha Mandiri Citra Koperasi Usaha Mandiri Citra (KUMC) ini sudah berjalan 30 tahun. Ketua koperasinya adalah Sukandar, sekretarisnya Sunarsih dan bendaharanya Sudirman. Awalnya koperasi ini hanyalah Koperasi Simpan Pinjam Citra (KSPC) yang memungkinkan anggotanya untuk menabung dan meminjam uang. Beranggotakan 38 orang dengan simpanan pokok 5 juta/anggota, simpanan wajib 10 ribu perbulan peranggota, dan jika ingin menabung akan dimasukan ke tabungan sukarela. Total simpanan pokok 190 juta dan simpanan pokok ini digunakan modal awal dalam berkoperasi. Simpanan pokok hanya dibayarkan sekali selama menjadi anggota koperasi dan simpanan wajib adalah simpanan yang tiap bulan wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi. Adapun kegiatan setiap kali berkumpul adalah arisan. Arisan sebenarnya adalah uang yang diperoleh secara undian dan semua pasti akan merasakannya. Bagi peminjam untuk anggota dikenakan bunga 5% dan untuk peminjam bukan anggota koperasi dikenakan bunga 10% dari uang yang dipinjamkan. Adapun persyaratan uang yang dipinjamkan jika itu anggota haruslah tidak lebih dari 70% dari simpanan pokok yang dibayarkan masing-masing anggota, untuk peminjam diluar anggota harus menyertakan surat jaminan, uang yang dipinjam haruslah tidak boleh melebihi atau sama dengan jaminan tersebut. Adapun agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk berakhirnya koperasi dalam 1 tahun dan bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh. Penyusunan laporan dalam koperasi ini dulu masih menggunakan sistem lama yaitu data record tiap tahunnya ditulis dalam buku koperasi. Hal ini sangat kurang efektif karena akan mengabiskan banyak pengeluaran biaya buku dan penulisan di buku bisa saja hilang, sobek, atau bisa saja tidak terbaca karena dimakan usia. Dan dalam perhitungan bisa saja salah karena masih menggunakan perhitungan manual. Akan sangat disesalkan jika buku penulisan laporan koperasi hilang atau dicuri oleh oknum tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan sistem basis data dalam setiap penulisan laporan, perhitungan dan track record dalam koperasi ini. Dalam pembuatan sistem

basis data dalam koperasi ini mulai dari track record identitas anggota lengkap, simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela(tabungan), peminjaman, keuntungan, inventaris, dan waktu. Setelah berjalan 10 tahun para anggota koperasi merasa jenuh dan mengusulkan adanya usaha dalam berkoperasi. Akhirnya koperasi ini mencoba untuk mendirikan usaha minimarket yang bermodalkan dari keuntungan yang didapat dari bunga peminjaman. Dalam pendirian usaha ini akhirnya dalam waktu 5 tahun usaha ini sukses, minimarketpun menjadi supermarket, dan Koperasi Simpan Pinjam Citra berganti nama dengan Koperasi Usaha Mandiri Citra. Anggota koperasi ini tetap dan tidak ada penambahan hanya saja yang bertambah adalah anggota yang mau berinvestasi dananya dalam usaha ini. Dalam penyusunan laporan, sistem basis data lama yang digunakan tidak mungkin bisa mendukung. Karena akan semakin rumit jika semakin berkembangnya usaha yang dilakukan dalam perjalanan koperasi ini. Sehingga basis data yang lama haruslah dilakukan pembaharuan seiring berkembangnya usaha yang dilakukan oleh koperasi. Dalam usaha supermarket sistem basis data sangat mendukung dalam track record penjualan, stock barang, karyawan, dan space penyimpanan. Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini dibagi rata untuk masing-masing anggota. Dalam menjalankan usaha koperasi ini mempekerjakan karyawan dan melakukan penunjukan beberapa anggota koperasi sebagai penanggung jawab dalam setiap usahanya. Keuntungan pemakaian sistem basis data adalah kecepatan dan kemudahan dalam mengakses menyimpan data, keakuratan data, keamanan data, melakukan perubahan atau manipulasi terhadap data, dan menampilkan kembali data yang ada. Semakin mudahnya dalam penanganan usahanya karena menggunakan sistem basis data memungkinkan koperasi ini meluaskan usahanya dengan mendirikan cabang diberbagai daerah dan mencoba mengembangkan usaha lainnya demi kemajuan koperasi.