Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bumi ini terdiri terdiri dari wilayah perairan dan daratan, dimana wilayah perairan dan daratan tersebut tersimpan berbagai jenis energi yang dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup masnusia. Terutama pada wilayah perairan bumi yaitu laut. Dua per tiga wilayah bumi berupa wilayah perairan. Bagian yang paling luas adalah laut. Didalam laut tersimpan berbagai potensi kehidupan biota serta sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk

kelangsungan hidup. Di laut terdapat suatu elemen unsur kimi penyusun keseimbangan biogeokimia dalam bumi. Biogeokimia adalah proses proses yang meliputi interaksi atmosfer, hidrologi, geologi, biologi yang terjadi secara kontinyu sehingga dapat digunakan sebagai faktor penduga keseimbangan kimia. Biogeokimia di laut memiliki fungsi untuk menjaga hubungan komposisi elemen di laut, serta juga untuk mencegah terjadinya atau terbentuknya konsentrasi material beracun dari beberapa trace dan rare earth element seperti arsenik dan lain sebagainya. Beberapa jenis bahan bahan material yang masuk ke laut dapat berasal dari atmosfer dan sungai dalam bentuk larutan, spesies colloidal dan padatan. Materi yang berupa padatan dengan berat massa jenisnya akan tenggelam dan mungkin tertanam di dalam dasar lautan. Contoh dari material yang berupa padatan di laut adalah REE (Rare Earth Elements) yang juga merupakan material yang sangat potensial untuk dijadikan bahan baku dalam industri. Memang keberadaan REE dibumi adalah sangat jarang. Begitu juga dengan proses pengambilanya pun masih sulit dikerjakan. Dalam

pengembalinnya harus dengan menggunakan peralatan yang canggih. Karena REE biasanya terdapat pada dasar laut. REE telah banyak digunakan pada berbagai macam produk. REE dapat mampu menghasilkan neomagnet, yaitu magnet yang memiliki medan magnet yang lebih baik dari pada magnet biasa. Contoh produk yang menggunakan bahan baku dari REE adalah LCD TV, Hard 1

disk drivers, batu baterai, kamera digital, plasma tv dan lain sebagainya yang masih sangat banyak di bumi ini.

1.2 Tujuan penulisan  Mahasiswa dapat mengetahui REE (Rare Earth Elements) beserta sejarah dan kegunaannya.  Mahasiswa dapat mengetahui jenis REE Gadolinium (Gd) beserta sejarah, sifat fisik, sifat kimia dan aplikasinya.  Mahasiswa dapat mengetahui contoh dari salah satu jenis REE : zirkonium beserta sejarah, senyawa dan kandungan dan sifat dan fungsi dari zirkonium.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian REE Rare Earth Element (REE) adalah seperangkat tujuh belas unsur kimia dalam tabel periodik, khususnya limabelas lantanida dan yttrium. Skandium dan ditambah dngan rare earth

skandium dan

yttrium dianggap sebagai

element karena mereka cenderung terbentuk dari kumpulan bijih yang sama sebagai lantanida dan juga sifat kimia yang mirip (IUPAC Recomendations, 2005). Meskipun sebutan mereka adalah unsur bumi yang jarang namun jumlah mereka cukup banyak yang pada bagian kerak bumi, dengan cerium yang dengan tembaga).

merupakan elemen

paling

melimpah (mirip

Namun karena sifat geokimia mereka, rare earth elemen biasanya tersebar dan tidak sering ditemukan dalam bentuk terkonsentrasi. Keberadaan mereka juga tidak ekonomis untuk di eksploitasi. Mineral yang pertama ini diekstraksi dari kali

ditemukan adalah gadolinit,

mineral

tambang di

desa Ytterby (Negara bagian di Swedia), banyak rare earth elemen yang ditemukan berasal darinlokasivini. unsur buatan, terjadi dalam alami karena tidak jumlah Promethium, paling yang sangat menit dikenal sebagai

dalam bahan-bahan panjang.

memiliki isotop stabil nomor

atau berumur

Unsur lantanida dengan bumi dibandingkan

atom rendah umumnya

lebih berlimpah di

dengan nomor

atom tinggi. Unsur-unsur lantanida secara

tradisional dibagi menjadi dua kelompok, yaitu : Light Rare Earth Elements (LREE), dan Heavy Rare Earth Elements

(HREEs). Meskipun itrium adalah REE ringan,biasanya dikelompokkan denganH REEs yang secarakimiawi dan fisik serupa. REE adalah lithophile elemen (unsur diperkaya di bumi) yang selalu terjadi untuk Ce +4 yang dan Eu bersama-sama alami
2+

karena semuatrivalen (kecuali lingkungan) dan jumlah atom dalam

dalam

beberapa

memiliki jari-jari ion

sama. Peningkatan dalam disertai oleh

kelompok lantanida tidak

perubahan valensi, dan unsur-unsur lantanida semua menghuni sel yang sama di sebagian besar dari tabel periodik. Unsur rare earth element mempunyai sifat reaktif tinggi terhadap air dan oksigen, bentuk senyawa stabil dalam kondisi

(http://www.fieldexexploration.com/images/property/1_RareEarths_FLX_02.pdf). oksida, titik leleh relatif tinggi, serta sebagain bahan penghantar panas yang tinggi. REE tidak ditemukan di bumi sebagai unsur bebas melainkan berbentuk senyawa kompleks. Sehingga untuk pemanfaatanya, rare earth element harus dipisahkan terlebih dahulu dari senyawa kompleks tersebut. Selama ini telah diketahui lebih dari 100 jenis rare earth mineral dan 14 jenis diantaranya diketahui mempunyai kandungan total % oksida ree yang tinggi. Rare earth mineral tersebut dikelompokkan dalam mineral karbonat, fosfat, oksida, silikat dan flourida. (http://isjd.pdii.lipi.go.id)

2.2 Sejarah REE REE awalnya di produksi dalam jumlah kecil dari deposit pegmatite granit lingungan geologi dimana mereka pertama kali ditemukan. Selama paruh abad ke 19 dan paruh abad ke 20 yang ditemukan pada tempat deposit sedimen oleh orang orang dari Amerika serikat bagian tenggara. Dengan pengecualian dari unsur unsur lantanida yang paling melimpah (cerium, lantanum, dan neodymium), belom menjadi barang yang komersial sampai pada tahun 1940. Baru pada tahun 1965 1985 sebagian besar REE ditemukan banyak di Mountain pass, California. Disini ditemukan pada pasir bermineral yang juga mengandung senyawa senyawa REE. Lalu pada 1990 Australia menjadi produsen utama REE . lalu sampai saat ini Rusia adalah Produsen REE yang potensial yang diperoleh dari batuan batuan keras. Sebelumnya pada tahun 1980 Cina muncul sebagai produsen utama bahan baku REE yang

menyebabkan Rusia dan Amerika mengalami kejatuhan saham akibat dari Cina yang dapay memproduksi REE. Sejak 1998 lebih dari 80 % bahan baku REE dunia di dapat dari Cina. (Adams, 1965)

Tabel Unsur unsur REE Symbol Nama Unsur No Atom Symbol Nama Unsur No Atom Y Sc La Ce Pr Nd Pm Sm Eu Yttrium Scandium Lanthanum Cerium 39 21 57 58 Gd Tb Dy Ho Er Tm Yb Lu Th gadolinium terbium dysprosium holmium erbium thulium ytterbium lutetium Thorium 64 65 66 67 68 69 70 71 90

Praseodymium 59 neodymium promethium Samarium Europium 60 61 62 63

(Adams, 1965)

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Gadolinium 3.1.1 Sejarah Gadolinium Gadolinium adalah elemen kimia dengan simbol Gd dan bernomer atom 64. Gadolinium berwarna putih keperakan dan merupakan logam bumi yang jarang. Logam ini ditemukan hanya pada kombinasi pasir laut (asin). Keberadaan gadlolinium pertama kali dideteksi dengan spektroskopi pada 1880 oleh de Mariginac yang memisahkan dengan oksidanya. Dan lologam tersebut dinaman gadolinite. Lalu pada 1886 seorang geolog Lecoq de Boisbaudran memisahkan kandungan logamnya dan berubah nama menjadi gadolin. Gadolinium memiliki sifat metalurgi yang tidak biasa, hanya pengerjaan dan dengan suhu logam atau sangat tinggi dan karena dengan 1% dari

gadolinium meningkatkan kinerja besi, kromium, dan paduan terkait

ketahanan dari tinggi dan garam itu digunakan reaktor

oksidasi. Gadolinium sebagai memiliki penyerapan neutron yang untuk perisai

dalam radiografi neutron

dan dalam

nuklir. Seperti bumi yang paling langka, gadolinium membentuk ion trivalen yang memiliki sifat neon. Gd (III) garam karena itu telah digunakan sebagai fosfor hijau di berbagai Para Gd (III) ion terjadi di larutan aplikasi. air garam cukup beracun

untuk mamalia. Namun, chelatedGd (III) senyawa jauh kurang beracun karena mereka membawa Gd (III) melalui dilepaskan ke ginjal dan dalam keluar dari tubuh

sebelum ion bebas dapat paramagnetik nya, solusi sebagai

jaringan. Karena sifat

dari chelated gadolinium kompleks organik digunakan gadolinium agen medis. Namun, ginjal, setidaknya kontras dalam sebuah empat agen MRI dalam minoritas

intravena berbasis

pencitraan resonansi magnetik kecil pasien dengan gagal

tersebut telah

dikaitkan dengan

pengembangan fibrosis nodular penyakit ini diduga terjadi terkait

langka inflamasi sistemik nefrogenik. Hal karena ion gadolinium sendiri, karena molekul

pembawa Gd (III) yang

dengan penyakit berbeda (www.wikipedia.com)

3.1.2 Sifat fisik dan kimi dari gadolinium 3.1.2.1 sifat fisik Gadolinium berbebntuk heksagonal dan dikemas dalam bentuk pada suhu kamar, namun bila dipanaskan hingga suhu diatas 1235C maka dapat berubah dalam bentuk yang memiliki struk berupa kubik. Galodinium

bersifat feromagnetik pada tempertaur 20 C dan akan sangat paramagnetik jika pada berada pada suhu diatas 20 C. Gadolinium menunjukan magnetokalorik dimana suhu meningkat ketika memasuki medan magnet dan menurun ketika meninggalkan magnet (Alan, 1997).

3.1.2.2 sifat kimia Gadolinium yang bergabung dengan berbagai unsur membentuk Gd (III) derivatif dan membentuk senyawa biner pada temperatur tinggi. Tidak seperti ree yang lain, gadolinium relatif stabil di udara kering, namun cepat memudar di udara lembab, membentuk gadolinium (III) oksida (Gd2O3), lalu ke permukaan saat beroksidasi menjadi : 4 Gd + 3 O2 2 Gd 2 O3

Gadolinium adalah agen pereduksi yang kuat, yang mengurangi beberapa logam oksida menjadi elemen elemen seperti mereka. Gadolinium cukup bersifat elektropositif dan bereaksi lambat dengan air dingin dan cukup cepat dengan air panas untuk membenruk gadolinium hidroksida : 2 Gd + 6 H2O Gd 2 Gd (OH) 3 + 3 H2 (Wiberg, 2001) 3.1.2.3 aplikasi Galodinium tidak memiliki banyak aplikasi yang variatif, namun galodinium memilki kegunaan khusus. Galaodinium memiliki kandungan neutron yang paling tinggi dari semuanuklida yang ada. Isotop
157

Gd digunakan untuk

therapy neutron untuk menghilangkan tumor. Elemen ini sangat efektif untuk digunakan pada radiografi neutron (seperti MRA <Magnetic Resonance Angiography>)dan penahan reaktor nuklir (Alan, 1997)

3.2 Zirkonium 3.2.1 Sejarah Zirkonium Zirkonium atau Zr dalam bahasa Persia: zargun, seperti emas. Nama zirkon berasal dari bahasa Persia zargun yang memberikan deskripsi warna batu permata yang sekarang dikenal sebagai zircon, jargon, hyacinth, atau ligure. Mineral tidak diketahui mengandung elemen baru sampai Klaproth, pada tahun 1789, menganalisa jargon dari pulau Ceylon dan menemukan bahan baru yang dia namakan Zirkonertz (zirconia), tetapi Werner namakan zircon (silex circonius). Logam ini dalam bentuknya yang tidak murni pertama kali diisolasi oleh Berzelius di tahun 1824 dengan memanaskan campuran potasium dan potasium zirkonium fluorida dalam proses dekomposisi yang mereka

kembangkan (www.mgi.esdm.go.id)

3.2.2 Senyawa dan kandungan Zirkonium Zirkonium alami mengandung lima isotop. Lima belas isotop lainnya juga diketahui keberadaannya. Bijih utama zirkon dan ZrSiO4 adalah ZrO2 dalam bentuk kristal yang mengandung hafnium sebesar sekitar 1%. Zirkonium juga muncul dalam 30 spesies mineral lainnya. Zirkonium diproduksi secara komersil dengan mereduksi klorida dengan magnesium (proses Kroll) dan dengan caracara lain. Unsur ini merupakan logam putih keabu-abuan yang terang. Ketika dibelah, logam ini dapat terbakar di udara secara spontan, terutama pada suhu yang tinggi. Logam padat unsur ini lebih susah untuk terbakar. Tingkat keracunan senyawa zirkonium sangat rendah. Hafnium ditemukan pada bijih zirkonium dan memisahkannya sangat sulit.

Zirkonium komersil mengandung 1- 3% hafnium. Zirkonium memiliki absoprsi netron cross-section yang rendah, oleh karena itu digunakan untuk aplikasi energi nuklir. Pusat pembangkit listrik nuklir sekarang ini mengkonsumsi 90% logam zirkonium. Reaktor-reaktor nuklir komersil yang sekarang ini dibuat, dapat menggunakan setengah juta kaki pipa campuran logam zirkonium. (www.mgi.esdm.go.id)

3.2.3 Sifat dan fungsi zirkonium Zirkonium memiliki sifat yang digunakan di reaktor nuklir tidak mengandung hafnium. Zircaloy merupakan campuran logam yang penting yang dikembangkan khusus untuk aplikasi nuklir. Zirkonium memiliki resitansi tinggi terhadap korosi terhadap berbagai jenis asam dan alkali, air laut dan agen-agen lain. Jika dicamput dengan seng, zirkonium menjadi magnet pada suhu dibawah Unsur ini banyak digunakan oleh industri kimia dimana agen-agen korosif digunakan. Zirkonium digunakan sebagai getter dalam tabung vakum, sebagai agen pencampur logam dalam baja, peralatan bedah, primer peledak, filamen bola lampu pijar dan rayon spinnerets. Dengan niobium, zirkonium menjadi superkonduktif pada suhu rendah dan digunakan untuk membuat magnet superkonduktif. Zirkonium oksida (zirkon) memiliki indeks refraksi yang tinggi dan digunakan sebagai bahan batu permata. Oksida yang tidak murni, zirkonia digunakan untuk laboratory crucibles yang dapat menahan panas, dalam tungku pemanas dan oleh industri gelas dan keramik sebagai bahan refratory.

Zirconium - Zr Sifat kimia zirkonium Kesehatan efek dari zirkonium - zirconium efek Lingkungan Atomic number Nomor atom 40 40 91.22 g.mol -1 91,22 g.mol -1 Elektronegativitas menurut Pauling 1.2 1,2 Kepadatan 6.49 g.cm -3 at 20C 6,49 g.cm -3 pada 20 C Titik lebur 1852 C 1852 C Titik didih 4400 C 4.400 C Vanderwaals jari 0.160 nm 0,160 nm Ionic radius 0.08 nm (+4) 0,08 nm (+4) Isotop 11 11 Elektronik shell [ Kr ] 4d 2 5s 2 [Kr] 4d 2 5s 2 Energi ionisasi pertama 669 kJ.mol -1 669 kJ.mol -1 Energi ionisasi kedua 1346 kJ.mol -1 1346 kJ.mol -1 Energi ionisasi ketiga 2312 kJ.mol -1 2312 kJ.mol -1 Energi ionisasi keempat 3256 kJ.mol -1 3.256 kJ.mol -1 Ditemukan Martin Klaproth pada 1789

Zirkonium digunakan dalam paduan seperti zircaloy, yang digunakan dalam aplikasi nuklir karena tidak mudah menyerap neutron. Juga digunakan dalam catalytic converters, perkusi topi dan tungku batu bata. Zirkonium Baddeleyite dan tidak murni (zirkonia) digunakan di laboratorium crucibles. Akhir utama penggunaan zirkon (ZrSiO 4) yang tahan api, keramik dan pengecoran opacification pasir. Zircon juga dipasarkan sebagai batu permata alami yang digunakan dalam perhiasan. Logam juga memiliki banyak kegunaan lain, di antara mereka di foto blitz dan instrumen bedah, untuk membuat kaca untuk televisi, dalam penghapusan residu gas dari tabung vakum elektronik, dan sebagai agen pengerasan di paduan, terutama baja. Kertas dan industri kemasan menemukan bahwa senyawa zirkonium membuat lapisan permukaan baik karena mereka memiliki sifat tahan air yang sangat baik dan kekuatan. Zirkonium dalam lingkungan

Zirkonium bukan unsur yang sangat jarang tetapi karena mineral yang paling umum, zirkon, sangat tahan terhadap cuaca itu hanya sedikit mobile di lingkungan. Zirkonium lebih dari dua kali lipat melimpah seperti tembaga dan seng dan lebih dari 10 kali lebih banyak daripada memimpin. Kepala Bijih adalah zirkon (ZrSiO4), yang ditambang di Australia, Amerika Serikat dan Sri Lanka, dan baddeleyite (Zirkonium oksida ZrO2) yang ditambang di Brasil. per tahun dari zirkon, dan 7.000 ton dari logam yang dihasilkan. Melebihi perkiraan cadangan satu miliar ton. Australia, South Africa, India, Sri Lanka and the USA have vast deposits of zircon and zirconia sands. Australia, Afrika Selatan, India, Sri Lanka dan Amerika Serikat memiliki luas endapan zirkonndannzirkonianpasir.

Adapun efek kesehatan dar zirconium dan garamnya umumnya memiliki toksisitas sistemik rendah Asupan makanan yang diperkirakan sekitar 50 microg. Sebagian besar melewati usus tanpa adsorbed, dan yang cenderung menumpuk adsorbed sedikit lebih dalam kerangka daripada di jaringan.

Zirkonium 95 adalah salah satu radionuklida yang terlibat dalam pengujian atmosfer dari senjata nuklir. Ini adalah salah satu radionuklida berumur panjang yang telah dihasilkan dan akan terus menghasilkan peningkatan risiko kanker selama puluhan tahun dan abad yang akan datang.

Zirkonium

tidak

mungkin

untuk

menyajikan

suatu

bahaya

terhadap

10

lingkungan. Sementara tanaman air pengambilan yang cepat larut zirconium, lahan tanaman memiliki sedikit kecenderungan untuk menjerap itu, dan memang 70% dari tanaman yang telah diuji tidak menunjukkan zirkonium untuk hadir sam sekali.

Zirkonium hadir dalam kerak bumi pada konsentrasi sekitar 130 miligram per kilogram (mg / kg), dan konsentrasi dalam air laut adalah sekitar 0,026 mikrogram (g)/liter. ( g) / liter. Trace Jejak jumlah zirconium-93 yang hadir di tanah di seluruh dunia dari kejatuhan radioaktif. Ini juga dapat hadir pada fasilitas nuklir tertentu, seperti reaktor dan bahan bakar pengolahan tanaman. Zirkonium umumnya salah satu kurang mobile radioaktif logam dalam tanah, walaupun bentuk-bentuk tertentu dapat bergerak ke bawah agak jauh untuk mendasari lapisan .dengan air meresap melekat cukup baik untuk tanah, dan konsentrasi yang berhubungan dengan partikel tanah berpasir biasanya sekitar 600 kali lebih tinggi daripada di interstisial air (air dalam ruang pori antara partikel tanah), dengan lebih konsentrasi rasio (lebih dari 2.000) di tanah lempung dan tanah liat. Dengan demikian, umumnya tidak zirkonium utama . kontaminan dalam air tanah pada situs DOE. Zirkonium banyak terdapat dalam mineral

seperti zirkon dan baddelyit. Baddeleyit sendiri merupakan oksida zirkonium yang tahan terhadap suhu luar biasa tinggi sehingga digunakan untuk pelapis tanur. Di daerah selidikan zirkonium ditemukan dalam seluruh contoh yang dianalisa (45 contoh). Dalam sedimen permukaan dasar laut kandungan zirkonium antara 2,8 ppm dan 130 ppm (www.mgi.esdm.go.id)

11

BAB IV KESIMPULAN

Dari isi makalah yang kita buat dari berbagai sumber dan referensi, dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu : 1. REE (Rare Earth Element) merupakan seperangkat tujuh belas unsur kimia dalam tabel periodik, khususnya limabelas lantanida dan

ditambah dngan skandium dan yttrium. 2. Keberadaan REE dibumi sangatlah jarang dan masih sulit untuk di panen dan di isolasi. 3. Gadolinium adalah salah satu contoh REE dengan nomer atom 64 yang berwarna putih keperakan. 4. Gadolinium memiliki sifat fisik : berbebntuk heksagonal. Bersifat feromagnetik pada tempertaur 20 C dan akan sangat paramagnetik jika pada berada pada suhu > 20 C 5. Gadolinium memiliki sifat kimia : membentuk senyawa biner pada temperatur tinggi, gadolinium relatif stabil di udara kering, namun cepat memudar di udara lembab, membentuk gadolinium (III) oksida (Gd2O3), lalu ke permukaan saat beroksidasi. Bersifat elektropositif dan bereaksi lambat dengan air dingin dan cukup cepat dengan air panas untuk membentuk gadolinium hidroksida 6. Gadolinium memilki kegunaan radiografi neutron (seperti MRA <Magnetic Resonance Angiography>) dalam dunia kesehatan dan sebagai penahan reaktor nuklir. 7. Zirkonium adalah salah satu bentuk REE yang masih belum masuk dalam unsur tabel periodik ,merupakan logam putih keabu-abuan yang terang. kristal yang mengandung hafnium sekitar 1% 8. Zirkonium memiliki resitansi tinggi terhadap korosi terhadap berbagai jenis asam dan alkali, air laut dan agen-agen lain. Jika dicamput dengan seng, zirkonium menjadi magnet pada suhu dibawah 35K sehingga sangat efektif untuk digunakan sebagai reaktornuklir.

12